Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

none Lukisan Jenderal Soedirman oleh Hardjanto Lahir ( 1916-01-24)24 Januari 1916 [a] Purbalingga, Hindia Belanda Meninggal 29 Januari 1950 (1950-01-29) (umur 34) Magelang, Indonesia Dikebumikan Taman Makam Pahlawan Semaki ( 7°48′9.88″S 110°23′2.11″E  /  7.8027444°S 110.3839194°E  / -7.8027444; 110.3839194) Pengabdian • Batalion PETA, Banyumas • Divisi Ke-5 TKR, Banyumas • Panglima Besar dari TKR dan kemudian TNI Perang/pertempuran Perang Dunia II Perang Revolusi Indonesia • Pertempuran Ambarawa • Operasi Produk Penghargaan Pahlawan Nasional Indonesia Tanda tangan Jenderal Besar TNI ( Anumerta) Raden Soedirman ( EYD: Sudirman; 24 Januari 1916 – 29 Januari 1950 [a]) adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Sebagai panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia adalah sosok yang dihormati di Indonesia. Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin; ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah.

Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam.

Setelah berhenti kuliah keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah; ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937.

Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Soedirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas.

Selama menjabat, Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan, hingga kemudian diasingkan ke Bogor. Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Soedirman melarikan diri dari pusat penahanan, kemudian pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Ia ditugaskan untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas, yang dilakukannya setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat.

Pasukannya lalu dijadikan bagian dari Divisi V pada 20 Oktober oleh panglima sementara Oerip Soemohardjo, dan Soedirman bertanggung jawab atas divisi tersebut. Pada tanggal 12 November 1945, dalam sebuah pemilihan untuk menentukan panglima besar TKR di Yogyakarta, Soedirman terpilih menjadi panglima besar, sedangkan Oerip, yang telah aktif di militer sebelum Soedirman lahir, menjadi kepala staff.

Sembari menunggu pengangkatan, Soedirman memerintahkan serangan terhadap pasukan Inggris dan Belanda di Ambarawa. Pertempuran ini dan penarikan diri tentara Inggris menyebabkan semakin kuatnya dukungan rakyat terhadap Soedirman, dan ia akhirnya diangkat sebagai panglima besar pada tanggal 18 Desember.

Selama tiga tahun berikutnya, Soedirman menjadi saksi kegagalan negosiasi dengan tentara kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia, yang pertama adalah Perjanjian Linggarjati – yang turut disusun oleh Soedirman – dan kemudian Perjanjian Renville yang menyebabkan Indonesia harus mengembalikan wilayah yang diambilnya dalam Agresi Militer I kepada Belanda dan penarikan 35.000 tentara Indonesia.

Ia juga menghadapi pemberontakan dari dalam, termasuk upaya kudeta pada 1948. Ia kemudian menyalahkan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai penyebab penyakit tuberkulosis-nya; karena infeksi tersebut, paru-paru kanannya dikempeskan pada bulan November 1948. Pada tanggal 19 Desember 1948, beberapa hari setelah Soedirman keluar dari rumah sakit, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta.

Pada saat pemimpin-pemimpin politik berlindung di kraton sultan, Soedirman, beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan. Awalnya mereka diikuti oleh pasukan Belanda, tetapi Soedirman dan pasukannya berhasil kabur dan mendirikan markas sementara di Sobo, di dekat Gunung Lawu. Dari tempat ini, ia mampu mengomandoi kegiatan militer di Pulau Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto.

Ketika Belanda mulai menarik diri, Soedirman dipanggil kembali ke Yogyakarta pada bulan Juli 1949. Meskipun ingin terus melanjutkan perlawanan terhadap pasukan Belanda, ia dilarang oleh Presiden Soekarno.

Penyakit TBC yang diidapnya kambuh; ia pensiun dan pindah ke Magelang. Soedirman wafat kurang lebih satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Kematian Soedirman menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Bendera setengah tiang dikibarkan dan ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan prosesi upacara pemakaman. Soedirman terus dihormati oleh rakyat Indonesia. Perlawanan gerilyanya ditetapkan sebagai sarana pengembangan esprit de corps bagi tentara Indonesia, dan rute gerilya sepanjang 100-kilometer (62 mi) yang ditempuhnya harus diikuti oleh taruna Indonesia sebelum lulus dari Akademi Militer.

Soedirman ditampilkan dalam uang kertas rupiah keluaran 1968, dan namanya diabadikan menjadi nama sejumlah jalan, universitas, museum, dan monumen. Pada tanggal 10 Desember 1964, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Daftar isi • 1 Kehidupan awal • 2 Mengajar • 3 Masa pendudukan Jepang • 4 Revolusi Nasional • 4.1 Panglima besar • 4.2 Negosiasi dengan Belanda • 4.3 Perang gerilya • 5 Pasca-perang dan kematian • 6 Peninggalan • 7 Catatan • 8 Referensi Kehidupan awal Soedirman lahir dari pasangan Karsid Kartawiraji dan Siyem saat pasangan ini tinggal di rumah saudari Siyem yang bernama Tarsem di Bodaskarangdjati, Rembang, Purbalingga.

Tarsem sendiri bersuamikan seorang camat bernama Raden Cokrosunaryo. [b] [c] [1] [2] Menurut catatan keluarga, Soedirman – dinamai oleh pamannya – lahir pada Minggu pon di bulan Maulud dalam penanggalan Jawa; pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 24 Januari 1916 sebagai hari ulang tahun Soedirman.

Karena kondisi keuangan Cokrosunaryo yang lebih baik, ia mengadopsi Soedirman dan memberinya gelar Raden, gelar kebangsawanan pada suku Jawa. [1] Soedirman tidak diberitahu bahwa Cokrosunaryo bukanlah ayah kandungnya sampai ia berusia 18 tahun. [3] Setelah Cokrosunaryo pensiun sebagai camat pada akhir 1916, Soedirman ikut dengan keluarganya ke Manggisan, Cilacap.

Di tempat inilah ia tumbuh besar. [1] Di Cilacap, Karsid dan Siyem memiliki seorang putra lain bernama Muhammad Samingan. Karsid meninggal dunia saat Soedirman berusia enam tahun, dan Siyem menitipkan kedua putranya pada saudara iparnya dan kembali ke kampung halamannya di Parakan Onje, Ajibarang. [1] [4] [5] Soedirman dibesarkan dengan cerita-cerita kepahlawanan, juga diajarkan etika dan tata krama priyayi, [6] serta etos kerja dan kesederhanaan wong cilik, atau rakyat jelata.

[7] Untuk pendidikan agama, ia dan adiknya mempelajari Islam di bawah bimbingan Kyai Haji Qahar; Soedirman adalah anak bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia taat agama dan selalu shalat tepat waktu. Ia dipercaya untuk mengumandangkan adzan dan iqamat. [8] Saat berusia tujuh tahun, Soedirman terdaftar di sekolah pribumi ( hollandsch inlandsche school).

[6] [9] Meskipun hidup berkecukupan, keluarga Soedirman bukanlah keluarga kaya. Selama menjabat sebagai camat, Cokrosunaryo tidak mengumpulkan banyak kekayaan, dan di Cilacap ia bekerja sebagai penyalur mesin jahit Singer. [4] Pada tahun kelimanya bersekolah, Soedirman diminta untuk berhenti sekolah sehubungan dengan ejekan yang diterimanya di sekolah milik pemerintah; [d] permintaan ini awalnya ditolak, namun Soedirman dipindahkan ke sekolah menengah milik Taman Siswa pada tahun ketujuh sekolah.

[6] [9] [10] Pada tahun kedelapan, Soedirman pindah ke Sekolah Menengah Wirotomo [e] setelah sekolah Taman Siswa ditutup oleh Ordonansi Sekolah Liar karena diketahui tidak terdaftar. [10] [11] [12] Kebanyakan guru Soedirman di Wirotomo adalah nasionalis Indonesia, yang turut mempengaruhi pandangannya terhadap penjajah Belanda. [11] Soedirman belajar dengan tekun di sekolah; gurunya Suwarjo Tirtosupono menyatakan bahwa Soedirman sudah mempelajari pelajaran tingkat dua pada saat kelas masih mempelajari pelajaran tingkat satu.

Meskipun lemah dalam pelajaran kaligrafi Jawa, Soedirman sangat pintar dalam pelajaran matematika, ilmu alam, dan menulis, baik bahasa Belanda maupun Indonesia. [13] Soedirman juga menjadi semakin taat agama di bawah bimbingan gurunya, Raden Muhammad Kholil.

Teman-teman sekelasnya memanggilnya "haji" karena ketaatannya dalam beribadah, dan Soedirman juga memberikan ceramah agama kepada siswa lain. [14] Selain belajar dan beribadah, Soedirman juga berpartisipasi dalam kelompok musik sekolah dan bergabung dengan tim sepak bola sebagai bek. [15] Kematian Cokrosunaryo pada tahun 1934 menyebabkan keluarganya jatuh miskin, namun ia tetap diizinkan untuk melanjutkan sekolahnya tanpa membayar sampai ia lulus pada akhir tahun.

[14] [16] Setelah kepergian ayah tirinya, Soedirman mencurahkan lebih banyak waktunya untuk mempelajari Sunnah dan doa. [17] Pada usia 19 tahun, Soedirman menjadi guru praktik di Wirotomo. [11] Saat bersekolah di Wirotomo, Soedirman adalah anggota Perkumpulan Siswa Wirotomo, klub drama, dan kelompok musik.

[18] Ia membantu mendirikan cabang Hizboel Wathan, sebuah organisasi Kepanduan Putra milik Muhammadiyah. Soedirman menjadi pemimpin Hizboel Wathan cabang Cilacap setelah lulus dari Wirotomo; [19] [20] tugasnya adalah menentukan dan merencanakan kegiatan kelompoknya.

Soedirman menekankan perlunya pendidikan agama, bersikeras bahwa kontingen dari Cilacap harus menghadiri konferensi Muhammadiyah di seluruh Jawa. [21] Ia mengajari para anggota muda Hizboel Wathan [f] tentang sejarah Islam dan pentingnya moralitas, sedangkan pada anggota yang lebih tua ia berlakukan disiplin militer.

[22] Mengajar Setelah lulus dari Wirotomo, Soedirman belajar selama satu tahun di Kweekschool (sekolah guru) yang dikelola oleh Muhammadiyah di Surakarta, tetapi berhenti karena kekurangan biaya. [23] Pada 1936, ia kembali ke Cilacap untuk mengajar di sebuah sekolah dasar Muhammadiyah, setelah dilatih oleh guru-gurunya di Wirotomo. Pada tahun yang sama, Soedirman menikahi Alfiah, mantan teman sekolahnya dan putri seorang pengusaha batik kaya bernama Raden Sastroatmojo.

[24] [25] Setelah menikah, Soedirman tinggal di rumah mertuanya di Cilacap agar ia bisa menabung untuk membangun rumah sendiri. [24] Pasangan ini kemudian dikaruniai tiga orang putra; Ahmad Tidarwono, Muhammad Teguh Bambang Tjahjadi, dan Taufik Effendi, serta empat orang putri; Didi Praptiastuti, Didi Sutjiati, Didi Pudjiati, dan Titi Wahjuti Satyaningrum.

[25] [26] Sebagai guru, Soedirman mengajarkan murid-muridnya pelajaran moral dengan menggunakan contoh dari kehidupan para rasul dan kisah wayang tradisional. [24] Salah seorang muridnya menyatakan bahwa Soedirman adalah guru yang adil dan sabar yang akan mencampurkan humor dan nasionalisme dalam pelajarannya; hal ini membuatnya populer di kalangan muridnya. [27] Meskipun bergaji kecil, Soedirman tetap mengajar dengan giat.

Akibatnya, dalam beberapa tahun Soedirman diangkat menjadi kepala sekolah meskipun tidak memiliki ijazah guru. [28] Sebagai hasilnya, gaji bulanannya meningkat empat kali lipat dari tiga gulden menjadi dua belas setengah gulden.

Sebagai kepala sekolah, Soedirman mengerjakan berbagai tugas-tugas administrasi, termasuk mencari jalan tengah di antara guru yang berseteru. Seorang rekan kerjanya mengisahkan bahwa Soedirman adalah seorang pemimpin yang moderat dan demokratis.

[29] Ia juga aktif dalam kegiatan penggalangan dana, baik untuk kepentingan pembangunan sekolah ataupun untuk pembangunan lainnya. [30] Selama waktu-waktu ini, Soedirman juga terus bergiat sebagai anggota Kelompok Pemuda Muhammadiyah. Dalam kelompok ini, ia dikenal sebagai negosiator dan mediator yang lugas, berupaya untuk memecahkan masalah antar para anggota; ia juga ber dakwah di masjid setempat. [31] Soedirman terpilih sebagai Ketua Kelompok Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Banyumas pada akhir 1937.

Selama menjabat, ia memfasilitasi seluruh kegiatan dan pendidikan para anggota, baik dalam bidang agama ataupun sekuler. Ia kemudian mengikuti seluruh kegiatan Kelompok Pemuda di Jawa Tengah [24] [32] dan menghabiskan sebagian besar waktu luangnya dengan melakukan perjalanan dan berdakwah, dengan penekanan pada kesadaran diri.

[33] Alfiah juga aktif dalam kegiatan kelompok putri Muhammadiyah Nasyiatul Aisyiyah. [34] Masa pendudukan Jepang Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan Jenderal Hein ter Poorten dibawa ke sebuah kamp penahanan, keduanya menyerah setelah tentara Jepang menyerang pada tanggal 9 Maret 1942, yang berlanjut ke pendudukan selama tiga setengah tahun.

Ketika Perang Dunia II pecah di Eropa, diperkirakan bahwa Jepang, yang telah bergerak mendekati China daratan, akan berupaya menginvasi Hindia. Sebagai tanggapan, pemerintah kolonial Belanda – yang sebelumnya membatasi pelatihan militer bagi pribumi – mulai mengajari rakyat cara-cara menghadapi serangan udara. Menindaklanjuti hal ini, Belanda kemudian membentuk tim Persiapan Serangan Udara.

Soedirman, yang disegani oleh masyarakat, diminta untuk memimpin tim di Cilacap. Selain mengajari warga setempat mengenai prosedur keselamatan untuk menghadapi serangan udara, Soedirman juga mendirikan pos pemantau di seluruh daerah.

Ia dan Belanda juga menangani pesawat udara yang menjatuhkan material untuk mensimulasikan pengeboman; hal ini bertujuan untuk mempertinggi tingkat respon. [35] Jepang mulai menduduki Hindia pada awal 1942 setelah memenangkan beberapa pertempuran melawan pasukan Belanda dan tentara Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL) yang dilatih oleh Belanda. Pada 9 Maret 1942, Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan Jenderal KNIL Hein ter Poorten menyerah.

Peristiwa ini menimbulkan perubahan drastis dalam pemerintahan Nusantara dan semakin memperburuk kualitas hidup warga non-Jepang di Hindia, banyak masyarakat pribumi yang menderita dan mengalami pelanggaran hak asasi manusia di tangan Jepang. [36] Di Cilacap, sekolah tempat Soedirman mengajar ditutup dan dialih fungsikan menjadi pos militer; [37] ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menutup sekolah-sekolah swasta.

[g] [38] Setelah Soedirman berhasil meyakinkan Jepang untuk membuka kembali sekolah, ia dan guru lainnya terpaksa menggunakan perlengkapan standar. Selama periode ini, Soedirman juga terlibat dalam beberapa organisasi sosial dan kemanusiaan, termasuk sebagai ketua Koperasi Bangsa Indonesia. [37] Hal ini membuatnya semakin dihormati di kalangan masyarakat Cilacap.

[39] Pada awal 1944, setelah menjabat selama satu tahun sebagai perwakilan di dewan karesidenan yang dijalankan oleh Jepang ( Syu Sangikai), [40] Soedirman diminta untuk bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA).

Jepang sendiri mendirikan PETA pada Oktober 1943 untuk membantu menghalau invasi Sekutu, [40] [41] dan berfokus dalam merekrut para pemuda yang belum "terkontaminasi" oleh pemerintah Belanda.

[42] Meskipun sempat ragu-ragu, terutama karena cedera lutut yang dialaminya ketika masih remaja, Soedirman akhirnya setuju untuk memulai pelatihan di Bogor, Jawa Barat.

Sehubungan dengan posisinya di masyarakat, Soedirman dijadikan sebagai komandan ( daidanco) dan dilatih bersama orang lain dengan pangkat yang sama. Di Bogor, ia dilatih oleh para perwira dan tentara Jepang, para taruna dipersenjatai dengan peralatan yang disita dari Belanda. Setelah empat bulan pelatihan, Soedirman ditempatkan di batalion Kroya, Banyumas, Jawa Tengah, tidak jauh dari Cilacap.

[h] [40] [41] [43] [44] Jabatan Soedirman sebagai komandan PETA berlalu tanpa banyak peristiwa hingga tanggal 21 April 1945, ketika tentara PETA di bawah komando Kusaeri mulai melancarkan pemberontakan terhadap Jepang. Diperintahkan untuk menghentikan pemberontakan tersebut, Soedirman setuju untuk melakukannya dengan syarat agar pemberontak PETA tidak dibunuh, dan lokasi persembunyian mereka tidak dimusnahkan; syarat ini diterima oleh komandan Jepang, dan Soedirman beserta pasukannya mulai mencari para pemberontak.

Meskipun anak buah Kusaeri berhasil menembak komandan Jepang, Soedirman melalui pengeras suara mengumumkan bahwa mereka tidak akan dibunuh, dan para pemberontak pun mundur. [45] Kusaeri menyerah pada tanggal 25 April. [i] Peristiwa ini meningkatkan dukungan terhadap Soedirman di kalangan tentara Jepang, meskipun beberapa perwira tinggi Jepang menyatakan keprihatinannya atas dukungan Soedirman bagi kemerdekaan Indonesia. Soedirman dan anak buahnya kemudian dikirim ke sebuah kamp di Bogor dengan alasan akan dilatih; namun sebenarnya mereka dipekerjakan sebagai pekerja kasar dalam upaya untuk mencegah pemberontakan lebih lanjut, dan desas-desus mengatakan bahwa perwira PETA akan dibunuh.

[46] Revolusi Nasional Panglima besar Rumah dinas Soedirman di Yogyakarta; saat ini menjadi Museum Sasmitaloka. Setelah berita tentang pengeboman Hiroshima dan Nagasaki mencapai Hindia pada awal Agustus 1945, yang kemudian diikuti oleh proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus, [46] kontrol Jepang sudah mulai melemah. Soedirman memimpin pelarian dari pusat penahanan di Bogor.

Meskipun rekannya sesama tahanan ingin menyerang tentara Jepang, Soedirman menentang hal itu. Setelah memerintahkan yang lainnya untuk kembali ke kampung halamannya, Soedirman berangkat menuju Jakarta dan bertemu dengan Presiden Soekarno, yang memintanya untuk memimpin perlawanan terhadap pasukan Jepang di kota. Karena tidak terbiasa dengan lingkungan Jakarta, Soedirman menolaknya, ia malah menawarkan diri untuk memimpin pasukan di Kroya.

Soedirman bergabung dengan pasukannya pada tanggal 19 Agustus 1945. [47] [48] Pada saat yang bersamaan, pasukan Sekutu sedang dalam proses merebut kembali kepulauan Indonesia untuk Belanda, [j] tentara Inggris pertama kali tiba pada tanggal 8 September 1945. [49] Pada tanggal 22 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sidangnya memutuskan untuk membentuk tiga badan sebagai wadah untuk menyalurkan potensi perjuangan rakyat.

Badan tersebut adalah Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Badan Keamanan Rakyat (BKR). [50] BKR merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP) yang semula bernama Badan Pembantu Prajurit, dan kemudian menjadi Badan Pembantu Pembelaan (BPP). BPP sudah ada sejak zaman Jepang dan bertugas memelihara kesejahteraan anggota-anggota tentara PETA dan Heihō. [50] Pada tanggal 18 Agustus 1945, Jepang membubarkan PETA dan Heihō. Tugas untuk menampung mantan anggota PETA dan Heihō ditangani oleh BPKKP.

[51] Pembentukan BKR merupakan perubahan dari hasil sidang PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 yang telah memutuskan untuk membentuk Tentara Kebangsaan, yang diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 23 Agustus 1945.

[50] BKR ini berfungsi sebagai organisasi kepolisian, [52] terutama karena pemimpin politik saat itu yang berniat memanfaatkan diplomasi sebagai sarana penggalangan bantuan internasional terhadap negara baru, dan juga untuk memungkinan tentara Jepang melihatnya sebagai sebuah ancaman bersenjata sehingga mencegah kemunculan tentara Jepang yang masih ada di nusantara.

[53] Soedirman dan beberapa rekannya sesama tentara PETA mendirikan cabang BKR di Banyumas pada akhir Agustus, setelah sebelumnya singgah di Kroya dan mengetahui bahwa batalion di sana telah dibubarkan.

Dalam pertemuannya dengan komandan wilayah Jepang, Saburo Tamura, dan Residen Banyumas, Iwashige, Soedirman dan Iskak Cokroadisuryo memaksa Jepang untuk menyerahkan diri dan memberikan senjata mereka, sementara kerumunan warga Indonesia bersenjata mengepung kamp Jepang.

Sebagian besar senjata ini kemudian digunakan oleh unit BKR Soedirman, menjadikan unitnya sebagai salah satu unit dengan senjata terbaik di Indonesia; sisa senjata juga dibagikan kepada batalion lain. [54] [55] [56] [57] Sebagai negara yang baru merdeka dan belum memiliki militer yang professional, pada tanggal 5 Oktober 1945 Soekarno mengeluarkan dekret pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR, sekarang dikenal dengan Tentara Nasional Indonesia).

Sebagian besar personelnya adalah mantan tentara KNIL, sedangkan perwira tinggi berasal dari PETA dan Heihō. [58] Dekret mengangkat Soeprijadi sebagai Panglima Besar TKR, namun ia tidak muncul, [k] dan kepala staff Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo ditetapkan sebagai pemimpin sementara.

[59] Pada bulan Oktober, pasukan Inggris, yang bertugas melucuti senjata tentara Jepang dan memulangkan tawanan perang Belanda, tiba di Semarang, dan kemudian bergerak menuju Magelang. Ketika Inggris mulai mempersenjatai kembali tentara Belanda yang menjadi tawanan perang dan sepertinya sedang mempersiapkan sebuah pangkalan militer di Magelang, Soedirman – yang sekarang menjadi kolonel – mengirim beberapa pasukannya di bawah pimpinan Letnan Kolonel Isdiman untuk mengusir mereka; misi ini berhasil, dan tentara Eropa menarik diri dari Ambarawa, di tengah-tengah Magelang dan Semarang.

[60] Pada 20 Oktober, Soedirman membawahi Divisi V [l] setelah Oerip membagi Pulau Jawa menjadi divisi militer yang berbeda. [61] Pada tanggal 12 November 1945, dalam pertemuan pertama TKR, Soedirman terpilih sebagai pemimpin TKR setelah melalui pemungutan suara buntu dua tahap.

Pada tahap ketiga, Oerip mengumpulkan 21 suara, sedangkan Soedirman unggul dengan 22 suara; para komandan divisi Sumatra semuanya memilih Soedirman.

[m] [62] [63] [64] Soedirman, yang saat itu berusia 29 tahun, terkejut atas hasil pemilihan dan menawarkan diri untuk melepas posisi tersebut kepada Oerip, namun para peserta rapat tidak mengizinkannya. Oerip, yang telah kehilangan kendali dalam pertemuan bahkan sebelum pemungutan suara dimulai, merasa senang karena tidak lagi bertanggung jawab atas TKR. Soedirman tetap menunjuk Oerip sebagai kepala staff.

Sesuai dengan jabatan barunya, Soedirman dipromosikan menjadi Jenderal. [65] [66] [67] Setelah pertemuan, Soedirman kembali ke Banyumas sembari menunggu persetujuan pemerintah dan mulai mengembangkan strategi mengenai bagaimana mengusir tentara Sekutu.

[66] [68] Rakyat Indonesia khawatir bahwa Belanda, yang diboncengi oleh Nederlandsch Indië Civil Administratie (NICA), akan berupaya untuk merebut kembali nusantara. Tentara gabungan Belanda-Inggris telah mendarat di Jawa pada bulan September, dan pertempuran besar telah terjadi di Surabaya pada akhir Oktober dan awal November.

[69] Ketidakstabilan ini, serta keraguan Soekarno atas kualifikasi Soedirman, [n] menyebabkan terlambatnya pengangkatan Soedirman sebagai pemimpin TKR. [70] Markas TKR pertama, terletak di Gondokusuman, Yogyakarta; saat ini menjadi Museum Dharma Wiratama.

Sambil menunggu pengangkatan, pada akhir November Soedirman memerintahkan Divisi V untuk menyerang pasukan Sekutu di Ambarawa, sekali lagi dikomandoi oleh Isdiman; kota itu dianggap penting secara strategis karena memiliki barak militer dan fasilitas pelatihan yang sudah ada sejak zaman penjajahan. Serangan ini dilumpuhkan oleh serangan udara dan tank-tank Sekutu, yang memaksa divisi untuk mundur, Isdiman sendiri tewas dalam pertempuran, terbunuh oleh pemberondong P-51 Mustang.

[71] [72] Soedirman kemudian memimpin Divisi dalam serangan lain terhadap pasukan Sekutu; tentara Indonesia dipersenjatai dengan berbagai senjata, mulai dari bambu runcing dan katana sitaan sebagai senjata, sedangkan tentara Inggris dipersenjatai dengan peralatan modern. Soedirman memimpin di barisan depan sambil memegang sebuah katana. [73] Sekutu, yang fasilitas serangan udaranya telah musnah saat tentara gerilya menyerang Lapangan Udara Kalibanteng di Semarang, berhasil dipukul mundur dan bersembunyi di Benteng Willem.

Pada 12 Desember, Soedirman memimpin pengepungan empat hari, yang menyebabkan pasukan Sekutu mundur ke Semarang. [o] [68] [74] Soedirman, awal 1946 Pertempuran Ambarawa membuat Soedirman lebih diperhatikan di tingkat nasional, [55] dan membungkam bisik-bisik yang menyatakan bahwa ia tidak layak menjadi pemimpin TKR karena kurangnya pengalaman militer dan pekerjaannya sebelumnya adalah guru sekolah. [75] Pada akhirnya, Soedirman dipilih karena kesetiaannya yang tidak diragukan, sementara kesetiaan Oerip kepada Belanda dipandang dengan penuh kecurigaan.

Soedirman dikukuhkan sebagai panglima besar TKR pada tanggal 18 Desember 1945. [70] Posisinya sebagai kepala Divisi V digantikan oleh Kolonel Sutiro, [61] dan mulai berfokus pada masalah-masalah strategis. [76] Hal yang dilakukannya antara lain dengan membentuk dewan penasihat, yang bertugas memberikan saran mengenai masalah-masalah politik dan militer.

[p] Oerip sendiri menangani masalah-masalah militer. [77] Bersama-sama, Soedirman dan Oerip mampu mengurangi perbedaan dan rasa ketidakpercayaan yang tumbuh di antara mantan tentara KNIL dan PETA, meskipun beberapa tentara tidak bersedia tunduk kepada militer pusat, dan lebih memilih untuk mengikuti komandan batalion pilihan mereka.

Pemerintah mengganti nama Angkatan Perang sebanyak dua kali pada Januari 1946, yang pertama adalah Tentara Keselamatan Rakjat, kemudian diganti lagi menjadi Tentara Repoeblik Indonesia (TRI).

[78] [79] [80] Pergantian nama ini diakhiri dengan membentuk secara resmi angkatan laut dan angkatan udara pada awal 1946. [79] Sementara itu, pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta – sekarang di bawah kontrol Belanda – ke Yogyakarta pada bulan Januari; delegasi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir melakukan negosiasi dengan Belanda pada bulan April dan Mei terkait dengan pengakuan kedaulatan Indonesia, namun tidak berhasil.

[81] Pada tanggal 25 Mei, Soedirman dikukuhkan kembali sebagai panglima besar setelah reorganisasi dan perluasan militer. [79] [78] [82] Dalam upacara pengangkatannya, Soedirman bersumpah untuk melindungi republik "sampai titik darah penghabisan." [q] [83] Menteri Pertahanan yang berhaluan kiri, Amir Sjarifoeddin, memperoleh kekuasaan yang lebih besar setelah reorganisasi militer.

Ia mulai mengumpulkan para tentara sosialis dan komunis di bawah kontrolnya, termasuk unit paramiliter (laskar) sayap kiri yang setia dan didanai oleh berbagai partai politik. [r] Sjarifuddin melembagakan program pendidikan politik di tubuh angkatan perang, yang bertujuan untuk menyebarkan ideologi sayap kiri.

Memanfaatkan militer sebagai alat manuvering politik tidak disetujui oleh Soedirman dan Oerip, yang pada saat itu disibukkan dengan penerapan perlakuan yang sama bagi tentara dari latar belakang militer berbeda. [84] [85] [86] Namun, rumor yang beredar mengabarkan bahwa Soedirman sedang mempersiapkan sebuah kudeta; [87] upaya kudeta tersebut terjadi pada awal Juli 1946, dan peran Soedirman, kalaupun ada, tidak dapat dipastikan. [s] [88] Pada bulan Juli, Soedirman mengonfirmasi rumor ini melalui pidato yang disiarkan di Radio Republik Indonesia (RRI), menyatakan bahwa ia, seperti semua rakyat Indonesia, adalah abdi negara, [87] dan jika dirinya ditawari jabatan presiden, ia akan menolaknya.

[89] Di kemudian hari, ia menyatakan bahwa militer tidak memiliki tempat dalam politik, begitu juga sebaliknya. [90] Negosiasi dengan Belanda Soedirman tiba di Jakarta pada tanggal 1 November 1946 Sementara itu, Sjahrir terus berusaha bernegosiasi dengan pasukan Sekutu.

Pada tanggal 7 Oktober 1946, Sjahrir dan mantan Perdana Menteri Belanda, Wim Schermerhorn, sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Perundingan ini dimoderatori oleh diplomat Inggris Lord Killearn, dan juga melibatkan Soedirman. Ia berangkat ke Jakarta dengan menggunakan kereta khusus pada tanggal 20 Oktober. Namun, ia diperintahkan untuk kembali ke Yogyakarta setelah tentara Belanda tidak mengizinkan dirinya dan anak buahnya memasuki Jakarta dengan bersenjata.

Soedirman merasa bahwa perintah tersebut melanggar harga dirinya; Belanda kemudian meminta maaf, menyatakan bahwa peristiwa ini hanyalah kesalahpahaman. Soedirman berangkat dengan kereta lainnya pada akhir Oktober, dan tiba di Stasiun Gambir pada tanggal 1 November.

Di Jakarta, ia disambut oleh kerumunan besar. [91] [92] Perundingan di Jakarta berakhir dengan perumusan Perjanjian Linggarjati pada tanggal 15 November; perjanjian ini disahkan pada 25 Maret 1947, meskipun ditentang oleh para nasionalis Indonesia. [93] [94] Soedirman secara lantang juga menentang perjanjian tersebut karena ia tahu bahwa perjanjian itu akan merugikan kepentingan Indonesia, [95] namun menganggap dirinya juga wajib mengikuti perintah.

[96] Pada awal 1947, kondisi sudah relatif damai setelah Perjanjian Linggarjati. Soedirman mulai berupaya untuk mengonsolidasikan TKR dengan berbagai laskar. Dalam upayanya ini, Soedirman mulai melaksanakan reorganisasi militer; kesepakatan baru bisa tercapai pada Mei 1947, dan pada 3 Juni 1947, Tentara Nasional Indonesia (TNI) diresmikan. TNI terdiri dari TKR dan tentara dari berbagai kelompok laskar, [95] yang berhasil dirangkul Soedirman setelah mengetahui bahwa mereka dimanfaatkan oleh partai-partai politik.

[97] Namun, gencatan senjata yang berlangsung pasca Perjanjian Linggarjati tidak bertahan lama. Pada tanggal 21 Juli 1947, tentara Belanda –yang telah menduduki wilayah peninggalan Inggris selama penarikan mereka – melancarkan Agresi Militer, dan dengan cepat berhasil menguasai sebagian besar Jawa dan Sumatra.

Meskipun demikian, pemerintahan pusat di Yogyakarta tetap tak tersentuh. [98] Soedirman menyerukan kepada para tentara untuk melawan dengan menggunakan semboyan "Ibu Pertiwi memanggil!, [t] [99] dan kemudian menyampaikan beberapa pidato melalui RRI, namun upayanya ini gagal mendorong tentara untuk berperang melawan Belanda.

[100] Terlebih lagi, tentara Indonesia sedang tidak siap dan pertahanan mereka ditaklukkan dengan cepat. [101] Garis Van Mook, wilayah yang dikendalikan oleh Indonesia ditandai dengan warna merah; [102] pada 1947 Soedirman terpaksa menarik kembali lebih dari 35.000 tentara dari wilayah taklukan Belanda. Setelah ditekan oleh PBB, yang memandang situasi di bekas Hindia dengan remeh, pada 29 Agustus 1947 Belanda menciptakan Garis Van Mook.

Garis ini membagi wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Belanda dan Indonesia. Di sepanjang garis ini, gencatan senjata diberlakukan. [103] Soedirman memanggil para gerilyawan Indonesia yang bersembunyi di wilayah taklukan Belanda, memerintahkan mereka agar kembali ke wilayah yang dikuasai Indonesia. Untuk tetap mengobarkan semangat mereka, ia menyebut penarikan ini dengan hijrah, merujuk pada perjalanan nabi Muhammad ke Madinah pada tahun 622 M, dan meyakinkan bahwa mereka akan kembali.

[104] Lebih dari 35.000 tentara meninggalkan Jawa bagian barat dan berangkat menuju Yogyakarta dengan menggunakan kereta dan kapal laut. [105] Perbatasan ini diresmikan melalui Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948; penandatangan perjanjian ini di antaranya adalah Amir Sjarifuddin, yang pada saat itu menjabat sebagai perdana menteri. [103] Pada saat yang bersamaan, Sjarifuddin mulai merasionalisasi TNI (Program Re-Ra) dengan memangkas jumlah pasukan. [106] Pada saat itu, tentara reguler terdiri dari 350.000 personel, dan lebih dari 470.000 terdapat di laskar.

[107] Dengan adanya program ini, pada tanggal 2 Januari 1948 Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden No.1 Tahun 1948, yang memecah pucuk pimpinan TNI menjadi Staf Umum Angkatan Perang dan Markas Besar Pertempuran. Staf Umum dimasukkan ke dalam Kementerian Pertahanan di bawah seorang Kepala Staf Angkatan Perang (KASAP).

Sementara itu, Markas Besar Pertempuran dipimpin oleh seorang Panglima Besar Angkatan Perang Mobil. Pucuk pimpinan TNI dan Staf Gabungan Angkatan Perang beserta seluruh perwira militer dihapus, dan pangkatnya diturunkan satu tingkat. Presiden kemudian mengangkat Soerjadi Soerjadarma sebagai Kepala Staf Angkatan Perang dengan Kolonel T.B. Simatupang sebagai wakilnya.

Sebagai Panglima Besar Angkatan Perang Mobil diangkat Soedirman. Staf Umum Angkatan Perang bertugas sebagai perencana taktik dan siasat serta berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan, sedangkan Staf Markas Besar Angkatan Perang Mobil adalah pelaksana taktis operasional. [108] Pelantikan Soedirman di Istana Negara.

Keputusan Presiden ini menimbulkan reaksi di kalangan angkatan perang. Pada tanggal 27 Februari 1948, presiden mengeluarkan Ketetapan Presiden No.9 Tahun 1948 yang membatalkan ketetapan yang lama.

Dalam ketetapan yang baru ini, Staf Angkatan Perang tetap di bawah Soerjadi Soerjadarma, sedangkan Markas Besar Pertempuran tetap di bawah Soedirman, ditambah wakil panglima yaitu Djenderal Major [u] A.H. Nasution. Angkatan perang berada di bawah seorang Kepala Staf Angkatan Perang (KASAP) yang membawahi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU).

Dalam penataannya, organisasi ini dibagi menjadi 2 bagian; penataan kementerian dan pimpinan tertinggi ditangani oleh KASAP, sementara mengenai pasukan serta daerah-daerah pertahanan ditangani oleh Wakil Panglima Besar Angkatan Perang. Tak lama setelah itu, Sjafruddin digulingkan dalam mosi tidak percaya atas keterlibatannya dalam Perjanjian Renville, dan perdana menteri yang baru, Mohammad Hatta, berupaya untuk menerapkan program rasionalisasi.

[109] [106] [110] Hal ini menimbulkan perdebatan di antara kelompok yang pro dan anti-rasionalisasi. Soedirman menjadi tempat mengadu dan pendorong semangat bagi para tentara, termasuk sejumlah komandan senior yang menentang program rasionalisasi. Soedirman secara resmi dikembalikan ke posisinya pada tanggal 1 Juni 1948. Untuk menyelesaikan penataan organisasi ini, Soedirman membentuk sebuah panitia yang anggotanya ditunjuk oleh Panglima sendiri. Anggota panitia terdiri dari Djenderal Major Soesalit Djojoadhiningrat (mantan PETA dan laskar), Djenderal Major Suwardi (mantan KNIL) dan Djenderal Major A.H.

Nasution dari perwira muda. Penataan organisasi TNI selesai pada akhir tahun 1948, setelah Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra, Kolonel Hidajat Martaatmadja, menyelesaikan penataan organisasi tentara di Pulau Sumatra. bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia Setelah program rasionalisasi mereda, Sjarifuddin mulai mengumpulkan tentara dari Partai Sosialis, Partai Komunis, dan anggota Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia untuk mengobarkan revolusi proletar di Madiun, Jawa Timur, yang berlangsung pada tanggal 18 September 1948.

Soedirman, yang saat itu sedang sakit, mengirim Nasution untuk memadamkan revolusi; [112] Soedirman juga mengirim dua perwira lainnya sebagai antena perdamaian sebelum serangan. Meskipun pemimpin revolusi, Muso, telah sepakat untuk berdamai, [113] Nasution dan pasukannya berhasil menumpas pemberontakan pada 30 September. [v] [112] Soedirman mengunjungi Madiun tidak lama setelah pertempuran; ia mengatakan kepada istrinya bahwa ia tidak bisa tidur di sana karena pertumpahan darah yang terjadi.

[114] Rumah Sakit Panti Rapih (difoto sekitar tahun 1956) tempat Soedirman dirawat karena tuberkulosis. Pemberontakan di Madiun, dan ketidakstabilan politik yang sedang berlangsung, melemahkan kondisi kesehatan Soedirman. Pada tanggal 5 Oktober 1948, setelah perayaan hari jadi TNI ketiga, Soedirman pingsan. Setelah diperiksa oleh berbagai dokter, ia didiagnosis mengidap tuberkulosis (TBC).

Pada akhir bulan, ia dibawa ke Rumah Sakit Umum Panti Rapih dan menjalani pengempesan paru-paru kanan, dengan harapan bahwa tindakan ini akan menghentikan penyebaran penyakit tersebut. Selama di rumah sakit, ia melimpahkan sebagian tugas kepada Nasution. Mereka berdua terus mendiskusikan rencana untuk berperang melawan Belanda, dan Soedirman secara rutin menerima laporan. Mereka sepakat bahwa perang gerilya, yang telah diterapkan di wilayah taklukan Belanda sejak bulan Mei, adalah perang yang paling cocok bagi kepentingan mereka; untuk mewujudkan hal ini, Soedirman mengeluarkan perintah umum pada 11 November, [115] [116] dan persiapannya ditangani oleh Nasution.

[w] [117] Soedirman dipulangkan dari rumah sakit pada tanggal 28 November 1948. [115] [116] Meskipun ia terus mengeluarkan perintah, Soedirman baru kembali aktif bertugas pada tanggal 17 Desember. Seiring dengan semakin meningkatnya ketegangan antara tentara Indonesia dan Belanda, ia memerintahkan TNI untuk meningkatkan kewaspadaan; [118] ia juga memerintahkan latihan militer skala besar dalam upayanya – yang gagal – untuk meyakinkan Belanda bahwa TNI terlalu kuat untuk diserang.

[119] Dua hari kemudian, diumumkan bahwa mereka tak lagi terikat dengan Perjanjian Renville. Pada 19 Desember, Belanda melancarkan Agresi Militer Kedua untuk merebut ibu kota Yogyakarta. Pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat, lapangan udara di Maguwo berhasil diambil alih oleh pasukan Belanda di bawah pimpinan Kapten Eekhout. Soedirman, yang telah menyadari serangan itu, memerintahkan stasiun RRI untuk menyiarkan pernyataan bahwa para tentara harus melawan karena mereka telah dilatih – sebagai gerilyawan.

[120] # Kita telah diserang. • Pada tanggal 19 Desember 1948 Angkatan Perang Belanda menyerang kota Yogyakarta dan lapangan terbang Maguwo. • Pemerintah Belanda telah membatalkan persetujuan Gencatan Senjata. • Semua Angkatan Perang menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda. [x] Pidato radio Soedirman, dari ( Imran 1980, hlm. 55) Soedirman kemudian mengunjungi Istana Presiden di Yogyakarta, tempat para pemimpin pemerintahan sedang mendiskusikan ultimatum yang menyatakan bahwa kota itu akan diserbu bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia para pemimpin menerima kekuasaan kolonial.

Soedirman mendesak presiden dan wakil presiden agar meninggalkan kota dan berperang sebagai gerilyawan, namun sarannya ini ditolak. Meskipun dokter melarangnya, Soedirman mendapat izin dari Soekarno untuk bergabung dengan anak buahnya.

Pemerintah pusat dievakuasi ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atas desakan Sultan Hamengkubuwono IX, namun mereka tertangkap dan diasingkan. [121] [122] Perang gerilya Sebelum memulai gerilya, Soedirman pertama-tama pergi ke rumah dinasnya dan mengumpulkan dokumen-dokumen penting, lalu membakarnya untuk mencegahnya jatuh ke tangan Belanda.

[123] Soedirman, bersama sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, mulai bergerak ke arah selatan menuju Kretek, Parangtritis, Bantul. Setibanya di sana, mereka disambut oleh bupati pada pukul 18.00. Selama di Kretek, Soedirman mengutus tentaranya yang menyamar ke kota yang telah diduduki oleh Belanda untuk melakukan pengintaian, dan meminta istrinya menjual perhiasannya untuk membantu mendanai gerakan gerilya. Setelah beberapa hari di Kretek, ia dan kelompoknya melakukan perjalanan ke timur di sepanjang pantai selatan menuju Wonogiri.

[124] Sebelum Belanda menyerang, sudah diputuskan bahwa Soedirman akan mengontrol para gerilyawan dari Jawa Timur, yang masih memiliki beberapa pangkalan militer. [125] Sementara itu, Alfiah dan anak-anaknya diperintahkan untuk tinggal di Kraton.

[109] Sadar bahwa Belanda sedang memburu mereka, pada tanggal 23 Desember Soedirman memerintahkan pasukannya untuk melanjutkan perjalanan ke Ponorogo.

Di sana, mereka berhenti di rumah seorang ulama bernama Mahfuz; Mahfuz memberi sang jenderal sebuah tongkat untuk membantunya berjalan, meskipun Soedirman terus dibopong dengan menggunakan tandu di sepanjang perjalanan. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke timur. [126] Soedirman, dikelilingi oleh para gerilyawan selama perang gerilya.

Di dekat Trenggalek, Soedirman dan kelompoknya dihentikan oleh prajurit TNI dari Batalion 102. [127] Para tentara ini diberitahu bahwa Soedirman –yang saat itu berpakaian sipil dan dan tidak dikenali oleh tentara yang menghentikan mereka – adalah tahanan dan menolak untuk melepaskan Soedirman dan kelompoknya; [128] mereka mencurigai konvoi Soedirman yang membawa peta dan catatan militer Indonesia, benda yang mungkin dimiliki oleh mata-mata.

[129] Ketika sang komandan, Mayor Zainal Fanani, datang untuk memeriksa keadaan, ia menyadari bahwa orang itu adalah Soedirman dan segera meminta maaf. Fanani beralasan bahwa tindakan anak buahnya sudah tepat karena menjaga wilayah dengan saksama. Ia juga menyebutkan tentang sebuah pos di Kediri dan menyediakan mobil untuk mengangkut Soedirman dan pasukannya.

Setelah beberapa saat di Kediri, mereka melanjutkan perjalanan lebih jauh ke timur; setelah mereka meninggalkan kota pada tanggal 24 Desember, Belanda berencana untuk menyerang Kediri. [128] Serangan Belanda yang berkelanjutan menyebabkan Soedirman harus mengganti pakaiannya dan memberikan pakaian lamanya pada salah seorang prajuritnya, Letnan Heru Kesser –yang memiliki kemiripan dengan Soedirman.

[128] [130] [131] Kesser diperintahkan untuk menuju selatan bersama sekompi besar tentara, mengganti pakaiannya, dan diam-diam kembali ke utara, sedangkan Soedirman menunggu di Karangnongko. Pengalihan ini berhasil, dan pada 27 Desember, Soedirman dan anak buahnya bergerak menuju Desa Jambu dan tiba pada 9 Januari 1949. Di sana, Soedirman bertemu dengan beberapa menteri yang tidak berada di Yogyakarta saat penyerangan: Supeno, Susanto Tirtoprojo, dan Susilowati.

Bersama para politisi ini, Soedirman berjalan ke Banyutuwo sambil memerintahkan beberapa tentaranya untuk menahan pasukan Belanda. Di Banyutuwo, mereka menetap selama seminggu lebih. Namun, pada 21 Januari, tentara Belanda mendekati desa. Soedirman dan rombongannya terpaksa meninggalkan Banyutuwo, berjuang menembus jalan dalam hujan lebat. [128] Lukisan pahlawan Jenderal Soedirman saat Agresi Militer Belanda II oleh Hardjanto. Soedirman dan pasukannya terus melakukan perjalanan melewati hutan dan rimba, akhirnya tiba di Sobo, di dekat Gunung Lawu, pada tanggal 18 Februari.

Selama perjalanannya ini, Soedirman menggunakan sebuah radio untuk memberi perintah pada pasukan TNI setempat jika ia yakin bahwa daerah itu aman. Merasa lemah karena kesulitan fisik yang ia hadapi, termasuk perjuangannya melewati hutan dan kekurangan makanan, Soedirman yakin bahwa Sobo aman dan memutuskan untuk menggunakannya sebagai markas gerilya.

[132] [133] Komandan tentara setempat, Letnan Kolonel Wiliater Hutagalung, berperan sebagai perantara antara dirinya dengan pemimpin TNI lain. Mengetahui bahwa opini internasional yang mulai mengutuk tindakan Belanda di Indonesia bisa membuat Indonesia menerima pengakuan yang lebih besar, Soedirman dan Hutagalung mulai membahas kemungkinan untuk melakukan serangan besar-besaran.

[134] Sementara itu, Belanda mulai menyebarkan propaganda yang mengklaim bahwa mereka telah menangkap Soedirman; propaganda tersebut bertujuan untuk mematahkan semangat para gerilyawan. [55] [135] Soedirman memerintahkan Hutagalung untuk mulai merencanakan serangan besar-besaran, dengan prajurit TNI berseragam akan menyerang Belanda dan mununjukkan kekuatan mereka di depan wartawan asing dan tim investigasi PBB.

Hutagalung, bersama para prajurit dan komandannya, Kolonel Bambang Sugeng, serta pejabat pemerintahan di bawah pimpinan Gubernur Wongsonegoro, menghabiskan waktu beberapa hari dengan membahas cara-cara untuk memastikan agar serangan itu berhasil. [134] Pertemuan ini menghasilkan rencana Serangan Umum 1 Maret 1949; pasukan TNI akan menyerang pos-pos Belanda di seluruh Jawa Tengah. Pasukan TNI di bawah komando Letnan Kolonel Soeharto berhasil merebut kembali Yogyakarta dalam waktu enam belas jam, menjadi unjuk kekuatan yang sukses dan menyebabkan Belanda kehilangan muka di mata internasional; Belanda sebelumnya menyatakan bahwa TNI sudah diberantas.

[134] [136] Namun, siapa tepatnya yang memerintahkan serangan ini masih belum jelas: Soeharto dan Hamengkubuwono IX sama-sama mengaku bertanggung jawab atas serangan ini, sedangkan saudara Bambang Sugeng juga menyatakan bahwa dia lah yang telah memerintahkan serangan tersebut.

[137] Soedirman (kiri), berkonsultasi dengan Letnan Kolonel Soeharto di Sobo Karena semakin meningkatnya tekanan dari PBB, pada 7 Mei 1949 Indonesia dan Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia menggelar perundingan, yang menghasilkan Perjanjian Roem-Royen. Perjanjian ini menyatakan bahwa Belanda harus menarik pasukannya dari Yogyakarta, beserta poin-poin lainnya; [y] [138] Belanda mulai menarik pasukannya pada akhir Juni, dan para pemimpin Indonesia di pengasingan kembali ke Yogyakarta pada awal Juli.

Soekarno lalu memerintahkan Soedirman untuk kembali ke Yogyakarta, tetapi Soedirman menolak untuk membiarkan Belanda menarik diri tanpa perlawanan; ia menganggap pasukan TNI pada saat itu sudah cukup kuat untuk mengalahkan pasukan Belanda.

Meskipun ia dijanjikan akan diberi obat-obatan dan dukungan di Yogyakarta, Soedirman menolak untuk kembali ke kalangan politisi, yang menurutnya telah sepaham dengan Belanda. Soedirman baru setuju untuk kembali ke Yogyakarta setelah menerima sebuah surat, yang pengirimnya masih diperdebatkan. [z] Pada tanggal 10 Juli, Soedirman dan kelompoknya kembali ke Yogyakarta, mereka disambut oleh ribuan warga sipil dan diterima dengan hangat oleh para elit politik di sana.

[139] [140] Wartawan Rosihan Anwar, yang hadir pada saat itu, menulis pada 1973 bahwa "Soedirman harus kembali ke Yogyakarta untuk menghindari anggapan adanya keretakan antar pemimpin tertinggi republik". [141] Pasca-perang dan kematian Pada awal Agustus, Soedirman mendekati Soekarno dan memintanya untuk melanjutkan perang gerilya; Soedirman tidak percaya bahwa Belanda akan mematuhi Perjanjian Roem-Royen, belajar dari kegagalan perjanjian sebelumnya.

Soekarno tidak setuju, yang menjadi pukulan bagi Soedirman. Soedirman menyalahkan ketidak-konsistenan pemerintah sebagai penyebab penyakit tuberkulosisnya dan kematian Oerip pada 1948, ia mengancam akan mengundurkan diri dari jabatannya, namun Soekarno juga mengancam akan melakukan hal yang sama. [109] [142] [143] Setelah ia berpikir bahwa pengunduran dirinya akan menyebabkan ketidakstabilan, Soedirman tetap menjabat, [144] dan gencatan senjata di seluruh Jawa mulai diberlakukan pada tanggal 11 Agustus 1949.

[145] Jenazah Soedirman disemayamkan di rumahnya di Yogyakarta Soedirman terus berjuang melawan TBC dengan melakukan pemeriksaan di Panti Rapih.

[144] Ia menginap di Panti Rapih menjelang akhir tahun, dan keluar pada bulan Oktober; ia lalu dipindahkan ke sebuah sanatorium di dekat Pakem. [146] Akibat penyakitnya ini, Soedirman jarang tampil di depan publik. [147] [148] [149] Ia dipindahkan ke sebuah rumah di Magelang pada bulan Desember.

[150] Pada saat yang bersamaan, pemerintah Indonesia dan Belanda mengadakan konferensi panjang selama beberapa bulan yang berakhir dengan pengakuan Belanda atas kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949. [151] Meskipun sedang sakit, Soedirman saat itu juga diangkat sebagai panglima besar TNI di negara baru bernama Republik Indonesia Serikat. Pada 28 Desember, Jakarta kembali dijadikan sebagai ibu kota negara.

[146] Peti mati Soedirman dibopong oleh para tentara. Soedirman wafat di Magelang pada pukul 18.30 malam pada tanggal 29 Januari 1950; kabar duka ini dilaporkan dalam sebuah siaran khusus di RRI. [147] Setelah berita kematiannya disiarkan, rumah keluarga Soedirman dipadati oleh para pelayat, termasuk semua anggota Brigade IX yang bertugas di lingkungan tersebut. Keesokan harinya, jenazah Soedirman dibawa ke Yogyakarta, diiringi oleh konvoi pemakaman yang dipimpin oleh empat tank dan delapan puluh kendaraan bermotor, [149] dan ribuan warga yang berdiri di sisi jalan.

Konvoi tersebut diselenggarakan oleh anggota Brigade IX. [150] Jenazah Soedirman disemayamkan di Masjid Gedhe Kauman pada sore hari, yang dihadiri oleh sejumlah elit militer dan politik Indonesia maupun asing, termasuk Perdana Menteri Abdul Halim, Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Menteri Kesehatan Johannes Leimena, Menteri Keadilan Abdoel Gaffar Pringgodigdo, Menteri Informasi Arnold Mononutu, Kepala Staff TNI AU Soerjadi Soerjadarma, Kolonel Paku Alam VIII, dan Soeharto.

Upacara ini ditutup dengan prosesi hormat 24 senjata. [149] Jenazah Soedirman kemudian dibawa ke Taman Makam Pahlawan Semaki dengan berjalan kaki, sementara kerumunan pelayat sepanjang 2 kilometer (1,2 mi) * mengiringi di belakang.

[149] Ia dikebumikan di sebelah Oerip setelah prosesi hormat senjata. Istrinya menuangkan tanah pertama ke makamnya, [152] lalu diikuti oleh para menteri. [149] Pemerintah pusat memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung di seluruh negeri, [148] dan Soedirman dipromosikan menjadi jenderal penuh.

[55] Djenderal Major Tahi Bonar Simatupang terpilih sebagai pemimpin angkatan perang yang baru. [149] Memoar Soedirman diterbitkan pada tahun itu, dan rangkaian pidato-pidatonya juga diterbitkan pada tahun 1970. [153] Peninggalan Makam Soedirman di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta; makam ini telah menjadi tujuan para pe ziarah.

Surat kabar harian Yogyakarta, Kedaulatan Rakjat, menulis bahwa Indonesia telah kehilangan seorang "pahlawan yang jujur dan pemberani." [aa] [148] Kolonel Paku Alam VIII, yang bertanggung jawab atas wilayah Yogyakarta, mengatakan kepada kantor berita nasional Antara bahwa seluruh rakyat Indonesia, khususnya angkatan perang, telah "kehilangan seorang bapak yang tidak ternilai jasa-jasanya kepada tanah air". [ab] [55] Tokoh Muslim Indonesia, Haji Abdul Malik Karim Amrullah, menggambarkan sosok Soedirman sebagai "lambang dari kebangunan jiwa pahlawan Indonesia", [ac] [90] sedangkan politisi Muslim Muhammad Isa Anshary menyatakan bahwa Soedirman adalah "putra revolusi, karena dia lahir dalam revolusi, dan dibesarkan oleh revolusi".

[ad] [154] Dalam sebuah pidato radio, Hatta mengungkapkan bahwa Soedirman adalah sosok yang tidak mungkin bisa dikendalikan dan keras kepala, tetapi tetap bertekad untuk melakukan yang benar bagi negara; Hatta berkata meskipun Soedirman tidak menyukai jabatan pemerintahan, ia secara umum tetap mematuhi perintahnya.

[55] Namun, Hamengkubuwono IX mengungkapkan bahwa tentara terlatih seperti Abdul Haris Nasution dan Tahi Bonar Simatupang kecewa terhadap Soedirman karena latar belakang dan pengetahuan teknik militernya yang buruk. [155] Opini modern yang berkembang di Indonesia mengenai Soedirman cenderung bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia pujian. Sardiman, seorang profesor sejarah di Universitas Negeri Yogyakarta, menulis bahwa Soedirman hidup sebagai pembicara seperti Soekarno, yang dikenal karena pidatonya yang berapi-api, [156] dan pemimpin yang berbakti dan tidak bisa disuap.

[157] Sejarawan Indonesia dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nugroho Notosusanto menggambarkan Soedirman sebagai "satu-satunya idolanya", menyatakan bahwa masa-masa gerilya sang jenderal adalah asal esprit de corps TNI.

[158] Kampanye gerilya Soedirman lebih ditekankan dalam biografinya karena pada masa ini, angkatan perang memiliki peran yang lebih besar jika dibandingkan dengan pemimpin politik di pengasingan.

[158] Sejak 1970-an, semua taruna militer harus menelusuri kembali rute gerilya Soedirman sepanjang 100-kilometer (62 mi) sebelum lulus dari Akademi Militer, bentuk "ziarah" yang bertujuan untuk menanamkan rasa perjuangan. [159] Makam Soedirman juga menjadi tujuan ziarah, baik dari kalangan militer ataupun masyarakat umum.

[160] Menurut Katharine McGregor dari Universitas Melbourne, militer Indonesia telah memuliakan status Soedirman menjadi semacam orang suci. [161] Soedirman telah menerima berbagai tanda kehormatan dari pemerintah pusat secara anumerta, termasuk Bintang Sakti, Bintang Gerilya, [162] Bintang Mahaputra Adipurna, [163] Bintang Mahaputra Pratama, [164] Bintang Republik Indonesia Adipurna, [165] dan Bintang Republik Indonesia Adipradana.

[166] [ae] Pada 10 Desember 1964, Soedirman ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 314 Tahun 1964. Oerip juga dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional oleh keputusan yang sama.

[167] Soedirman dipromosikan menjadi Jenderal Besar pada tahun 1997. [168] Soedirman pada uang kertas 5 rupiah keluaran 1968. Menurut McGregor, militer memanfaatkan sosok Soedirman sebagai simbol kepemimpinan setelah mereka meraih kekuasaan politik.

[153] Gambar Soedirman ditampilkan dalam seri uang kertas rupiah terbitan 1968. [af] Soedirman juga ditampilkan sebagai karakter utama dalam beberapa film perang, termasuk Janur Kuning (1979) dan Serangan Fajar (1982). [153] Terdapat banyak museum yang didedikasikan untuk Soedirman. Rumah masa kecilnya di Purbalingga saat ini menjadi Museum Soedirman, [169] sedangkan rumah dinasnya di Yogyakarta dijadikan Museum Sasmitaloka Jenderal Soedirman.

[153] Rumah kelahirannya di Magelang juga dijadikan Museum Soedirman, yang didirikan pada tanggal 18 Mei 1967 dan menyimpan barang-barang milik sang jenderal.

[170] Museum lainnya, termasuk Monumen Yogya Kembali di Yogyakarta dan Museum Satria Mandala di Jakarta, memiliki ruangan khusus yang didedikasikan untuk dirinya. [153] Sejumlah jalan juga dinamai sesuai namanya, termasuk sebuah jalan utama di Jakarta; [109] McGregor menyatakan bahwa hampir setiap kota di Indonesia memiliki jalan bernama Soedirman.

Patung dan monumen yang didedikasikan untuk dirinya juga tersebar di seluruh negeri, sebagian besarnya dibangun setelah tahun 1970. [153] Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto, Banyumas, didirikan pada 1963 dan dinamai sesuai namanya. [171] Catatan • ^ a b 24 Januari 1916 adalah tanggal yang diakui pemerintah Indonesia. Tanggal yang sebenarnya mungkin berbeda ( Adi 2011, hlm. 1–2). Sejarawan Solichin Salam misalnya, menjadikan 7 Februari 1912 sebagai tanggal lahir Soedirman, sejarawan lain Yusuf Puar menjadikan 7 September 1912 sebagai tanggal lahirnya (dikutip dari Said 1991, hlm.

80). • ^ Karsid dan istrinya pindah ke Rembang pada tahun 1915, setelah Karsid berhenti dari pekerjaannya di perkebunan gula Belanda di Purbalingga ( Sardiman 2008, hlm. 8); sumber lainnya menyatakan bahwa ia dipecat ( Adi 2011, hlm. 1–2). Jaraknya 145 kilometer (90 mi) melalui darat, dan saat itu Siyem sedang mengandung ( Sardiman 2008, hlm. 8). • ^ Cokrosunaryo tidak memiliki anak ( Imran 1980, hlm. 2). • ^ ( Adi 2011, hlm. 3) Soedirman mungkin diejek karena latar belakangnya, sebagian besar teman-teman sekelasnya pasti berasal dari keluarga bangsawan tua atau orang-orang yang memiliki hubungan yang kuat dengan Belanda.

• ^ Wirotomo secara harfiah berarti "gerbang utama" ( Sardiman 2008, hlm. 19). • ^ Hizboel Wathan terbuka bagi anak-anak yang berusia tujuh tahun. ( Sardiman bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia, hlm. 37). • ^ Ada perdebatan mengenai siapa yang menutup sekolah, apakah Belanda ( Sardiman 2008, hlm.

108) atau Jepang ( Imran 1980, hlm. 17). • ^ Pangkat seorang perwira didasarkan pada kedudukannya dalam masyarakat. Perwira tingkat terendah, pemimpin peleton yang disebut shodanco, adalah para lulusan baru.

Komandan, yang disebut cudanco, diambil dari warga masyarakat. Komandan batalion diambil dari tokoh-tokoh yang dihormati dalam masyarakat ( Sardiman 2008, hlm. 109). ( Said 1991, hlm. 56) menulis bahwa daidanco berfungsi sebagai figur pemimpin dan motivator, dan pelatihan militer yang diterimanya lebih sedikit.

Soedirman terus menjabat sebagai daidanco pada masa revolusi. • ^ atas perannya dalam pemberontakan, Kusaeri dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer Jepang. Namun, karena Jepang mulai terdesak oleh pasukan Sekutu, ia tidak jadi dieksekusi ( Adi 2011, hlm.

32). • ^ Australia dan Amerika Serikat misalnya, melakukan kampanye ekstensif di Guinea Baru dan Borneo pada tahun 1945, ( Coates 2006, hlm. 278–280, 282) dan Inggris merebut kembali Singapura pada September 1945 ( Bayly & Harper 2007, hlm. 194). • ^ Soeprijadi, seorang tentara PETA yang memimpin pemberontakan terhadap tentara Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia di Blitar pada Februari 1945, dianggap sudah tewas.

Sejarawan Amrin Imran berpendapat bahwa pengangkatan Soeprijadi mungkin adalah cara untuk mengetahui apakah ia masih hidup atau tidak; diperkirakan bahwa ia mungkin akan menghubungi pemerintah di Jakarta untuk mengambil alih jabatan ini jika ia masih hidup ( Imran 1983, hlm.

71–72). Sedangkan ( Said 1991, hlm. 28) berpendapat bahwa pengangkatan Soeprijadi menunjukkan keraguan Soekarno dalam membangun angkatan perang. • ^ Divisi V mencakup Kedu dan Banyumas. Divisi ini adalah salah satu divisi yang dibentuk oleh Oerip ( Sardiman 2008, hlm. 126–127). • ^ ( Said 1991, hlm. 3) menulis bahwa kurangnya bimbingan politik saat Oerip menjabat sebagai panglima sementara menyebabkan militer lebih memilih untuk menentukan pemimpinnya sendiri, bukannya melalui penunjukan.

Pertemuan ini juga memilih Hamengkubuwono IX sebagai menteri pertahanan; pemilihan ini tidak diakui oleh pemerintah, yang memilih Amir Sjarifuddin ( Said 1991, hlm. 41). • ^ Soedirman pada saat itu hanya memiliki dua tahun pengalaman militer ( Adi 2011, hlm. 50) Calon terkemuka lainnya, Oerip, telah menjadi perwira militer sejak Soedirman belum lahir ( Imran 1983, hlm. 27). • ^ Sejarawan Richard McMillan menulis pada tahun 2005, berpendapat bahwa mundurnya tentara Sekutu tidak disebabkan oleh serangan, tetapi mandat Inggris untuk memulangkan semua tawanan perang telah selesai (dikutip dalam Setiadi & Yuliawati 2012, hlm.

22). • ^ ( Said 1991, hlm. 59–61) mencatat bahwa setelah perang, banyak pemimpin militer dan politik Indonesia yang menyatakan bahwa mereka pernah bertugas di dewan ini • ^ Asli: " . sampai titi' darah jang penghabisan." • ^ misalnya: Partai Sosialis Indonesia memiliki Pesindo, sedangkan Partai Masyumi memiliki Hisbullah ( Said 1991, hlm.

24). • ^ Perdana Menteri Sjahrir dan beberapa menteri lainnya diculik pada 27 Juni 1946 namun dilepaskan tidak lama kemudian. Pada tanggal 3 Juli, Djenderal Major Sudarsono Reksoprodjo tiba di istana presiden di Yogyakarta dengan membawa sebuah nota, konon dari Soedirman, menyatakan bahwa Soedirman sekarang menjadi presiden dan telah membubarkan kabinet. Sudarsono dan para pengikutnya, kebanyakan dari mereka adalah pendukung Tan Malaka, ditangkap.

Soedirman membantah keterlibatannya, mengatakan pada Soekarno bahwa perintahnya selalu ditulis tangan ( Said 1991, hlm. 63–65). • ^ Asli: " Iboe Pertiwi memanggil! Iboe Pertiwi memanggil!" Ibu Pertiwi adalah personifikasi Indonesia. • ^ Sebelum keluar keputusan KASAD tanggal 21 Mei 1957, pangkat Djenderal Major adalah pangkat perwira tinggi bintang satu. • ^ Terjadi 'pembersihan' terhadap kelompok sayap kiri selama beberapa bulan. Sjarifuddin adalah salah satu di antara mereka yang dieksekusi karena terlibat dalam pemberontakan ( Adi 2011, hlm.

82–84). • ^ dalam peristiwa pemerintahan pusat dikuasai, rencana ini memungkinkan pembentukan pemerintahan yang didominasi oleh militer di Jawa dan dipimpin oleh kantor pusat.

Rencana ini akhirnya dimulai setelah Agresi Militer Belanda II ( Said 1991, hlm. 102–105). • ^ Asli: Perintah Kilat No. 1/PB/D/48 • Kita telah diserang. • Pada tanggal 19 Desember 1948 Angkatan Perang Belanda menjerang kota Jogjakarta dan lapangan terbang Magoewo.

• Pemerintah Belanda telah membatalkan persetoedjoean Gentjatan Sendjata. • Semoea Angkatan Perang mendjalankan rentjana jang telah ditetapkan oentoek menghadapi serangan Belanda.

• ^ Perjanjian ini pada awalnya ditentang baik oleh militer Indonesia maupun Belanda, namun akhirnya tetap disahkan ( Said 1991, hlm.

116–118). • ^ ( Said 1991, hlm. 119) menyatakan bahwa surat itu ditulis oleh Hamengkubuwono IX dan diantarkan oleh Suharto, sedangkan ( Imran 1980, hlm. 75–80) berpendapat bahwa surat itu dari bawahan sekaligus teman dekat Soedirman, Kolonel Gatot Soebroto.

• ^ Asli: " . seorang pahlawan jang djudjur dan berani" • ^ Asli: " . seluruh rakjat Indonesia umumnja dan angkatan perang chususnja, kehilangan seorang bapak jg tidak ternilai djasa2nja kepada tanah air ." • ^ Asli: " .

lambang dari kebangunan djiwa pahlawan Indonesia." • ^ Asli: " Putera revolusi, karena dia lahir dalam revolusi, dan dibesarkan oleh revolusi. • ^ bintang Sakti adalah tanda kehormatan militer tingkat tinggi bagi yang menunjukkan keberanian melampaui panggilan tugas ( UU No.

20/2009, hlm. 4, 10, 23). Bintang Mahaputra adalah tanda kehormatan tingkat tinggi bagi orang-orang yang telah membantu pembangunan Indonesia, menjadi ahli dalam bidang tertentu, atau secara luas diakui atas pengorbanan bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia bagi negara ( UU No. 20/2009, hlm. 4, 9, 23). Bintang Republik Indonesia adalah tanda kehormatan tertinggi yang diberikan bagi warga sipil ( Saragih 2012, SBY bestows honors).

• ^ Ini termasuk pecahan 1, 2½, 5, 10, 25, 50, 100, 500, dan 1000 rupiah ( Cuhaj 2012, hlm. 501–502). Referensi Catatan kaki • ^ a b c d Adi 2011, hlm.

1–2. • ^ Imran 1980, hlm. 1. • ^ Imran 1980, hlm. 3. • ^ a b Imran 1980, hlm. 4. • ^ Sardiman 2008, hlm. 7. • ^ a b c Adi 2011, hlm. 3. • ^ Sardiman 2008, hlm. 12. • ^ Sardiman 2008, hlm. 14–15. • ^ a b Sardiman 2008, hlm. 16–17. • ^ a b Imran 1980, hlm. 10. • ^ a b c Adi 2011, hlm. 4. • ^ Sardiman 2008, hlm. 18. • ^ Sardiman 2008, hlm. 20–21. • ^ a b Adi 2011, hlm. 6. • ^ Adi 2011, hlm. 5. • ^ Sardiman 2008, hlm. 73. • ^ Sardiman 2008, hlm.

28. • ^ Sardiman 2008, hlm. 22. • ^ Adi 2011, hlm. 7–9. • ^ Sardiman 2008, hlm. 39. • ^ Sardiman 2008, hlm. 46. • ^ Sardiman 2008, hlm. 48–49. • ^ Sardiman 2008, hlm. 74. • ^ a b c d Adi 2011, hlm. 10–13. • ^ a b Imran 1980, hlm. 15. • ^ Tjokropranolo 1992, hlm. 326. • ^ Sardiman 2008, hlm. 76. • ^ Adi 2011, hlm. 14. • ^ Sardiman 2008, hlm.

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

80–83. • ^ Sardiman 2008, hlm. 84. • ^ Sardiman 2008, hlm. 53–54. • ^ Sardiman 2008, hlm. 56. • ^ Sardiman 2008, hlm. 87–88. • ^ Sardiman 2008, hlm.

66. • ^ Sardiman 2008, hlm. 98. • ^ Adi 2011, hlm. 18–24. • ^ a b Adi 2011, hlm. 26–27. • ^ Imran 1980, hlm. 17. • ^ Imran 1980, hlm. 20. • ^ a b c Imran 1980, hlm. 21–22. • ^ a b Adi 2011, hlm. 28–30. • ^ Said 1991, hlm. 6. • ^ Sardiman 2008, hlm.

109–112. • ^ Setiadi & Yuliawati 2012, hlm. 36. • ^ Adi 2011, hlm. 31. • ^ a b Adi 2011, hlm. 32. • ^ Adi 2011, hlm. 33–34. • ^ Sardiman 2008, hlm.

121–122. • ^ Adi 2011, hlm. 36. • ^ a b c TNI 2000, hlm. 1. • ^ Nasution 1963, hlm. 106. • ^ Anderson 2005, hlm. 103–106. • ^ Said 1991, hlm. 11. • ^ Adi 2011, hlm. 42–43.

• ^ a b c d e f KR 1950, Djenderal Sudirman Wafat. • ^ Sardiman 2008, hlm. 123. • ^ Said 1991, hlm. 13. • ^ Anderson 2005, hlm. 232–234. • ^ Imran 1983, hlm. 71–72. • ^ Imran 1980, hlm. 28. • ^ a b Sardiman 2008, hlm. 126–127. • ^ Nasution 2011, hlm. 196. • ^ Imran 1980, hlm. 30. • ^ Sardiman 2008, hlm.

132. • ^ Imran 1983, hlm. 74–79. • ^ a b Adi 2011, hlm. 46. • ^ Setiadi & Yuliawati 2012, hlm. 20. • ^ a b Imran 1980, hlm. 32. • ^ Ricklefs 1993, hlm.

217. • ^ a b Adi 2011, hlm. 50. • ^ Sardiman 2008, hlm. 136. • ^ Setiadi & Yuliawati 2012, hlm. 22. • ^ Sardiman 2008, hlm. 214–215.

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

• ^ Sardiman 2008, hlm. 137. • ^ Sardiman 2008, hlm. 216. • ^ Sardiman 2008, hlm. 142. • ^ Said 1991, hlm. 59–61. • ^ a b Anderson 2005, hlm. 372–373. • ^ a b c Adi 2011, hlm. 51. • ^ Said 1991, hlm. 44. • ^ Adi 2011, hlm. 53. • ^ Imran 1983, hlm. 80–81. • ^ Imran 1980, hlm. 35. • ^ Imran 1983, hlm. 82–84. • ^ Adi 2011, hlm. 56–57. • ^ Sardiman 2008, hlm. 145. • ^ a b Adi 2011, hlm.

58. • ^ Said 1991, hlm. 63–65. • ^ Sardiman 2008, hlm. 146. • ^ a b Sardiman 2008, hlm. 218. • ^ Adi 2011, hlm. 60–61. • ^ Sardiman 2008, hlm. 151. • ^ Britannica, Linggadjati Agreement. • ^ Adi 2011, hlm. 66. • ^ a b Imran 1980, hlm. 38–40. • ^ Sardiman 2008, hlm. 155. • ^ Said 1991, hlm.

67. • ^ Adi 2011, hlm. 71. • ^ Sardiman 2008, hlm. 157. • ^ Adi 2011, hlm. 73. • ^ Said 1991, hlm. 68. • ^ Kahin 1952, hlm.

223. • ^ a b Kahin 1952, hlm. 218–221. • ^ Adi 2011, hlm. 77–78. • ^ Adi 2011, hlm. 79–80. • ^ a b Imran 1980, hlm. 42–45. • ^ Setiadi & Yuliawati 2012, hlm.

24. • ^ Nasution 1963, hlm. 130-132. • ^ a b c d Pemerintah Kota Jakarta, Sudirman. • ^ Sardiman 2008, hlm. 160. • ^ Amrin Imran 1971, hlm. 17. • ^ a b Adi 2011, hlm.

82–84. • ^ Said 1991, hlm. 77. • ^ Setiadi & Yuliawati 2012, hlm. 25. • ^ a b Adi 2011, hlm. 85–87. • ^ a b Sardiman 2008, hlm. 164. • ^ Said 1991, hlm. 101. • ^ Adi 2011, hlm. 88. • ^ Sardiman 2008, hlm. 179. • ^ Adi 2011, hlm. 90–91. • ^ Adi 2011, hlm. 92–95. • ^ Said 1991, hlm. 99. • ^ Imran 1980, hlm. 57. • ^ Adi 2011, hlm. 97–99. • ^ Imran 1980, hlm. 58. • ^ Adi 2011, hlm. 100–101. • ^ Imran 1980, hlm. 61. • ^ a b c d Adi 2011, hlm.

102–105. • ^ Imran 1980, hlm. 62. • ^ Imran 1980, hlm. 64. • ^ Setiadi & Yuliawati 2012, hlm. 28. • ^ Adi 2011, hlm. 106–107. • ^ Imran 1980, hlm. 65. • ^ a b c Adi 2011, hlm. 108–110. • ^ McGregor 2007, hlm. 138. • ^ Imran 1980, hlm. 74. • ^ Said 1991, hlm. 126–127. • ^ Said 1991, hlm. 116–118. bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia ^ Imran 1980, hlm.

75–80. • ^ Sardiman 2008, hlm. 199. • ^ Setiadi & Yuliawati 2012, hlm. 47. • ^ McGregor 2007, hlm. 129. • ^ Pemerintah Kota Jakarta, Oerip Soemohardjo. • ^ a b Imran 1980, hlm. 82–83. • ^ Said 1991, hlm. 122. • ^ a b Sardiman 2008, hlm. 203. • ^ a b Imran 1980, hlm. 84. • ^ a b c KR 1950, Pak Dirman Istirahat.

• ^ a b c d e f KR 1950, Perdjalanan Terachir. • ^ a b KR 1950, Magelang Berkabung. • ^ Imran 1980, hlm. 83. • ^ Imran 1980, hlm. 86. • ^ a b c d e f McGregor 2007, hlm. 127. • ^ Sardiman 2008, hlm. 219. • ^ Said 1991, hlm. 55. • ^ Sardiman 2008, hlm. 93. • ^ Sardiman 2008, hlm. 174. • ^ a b McGregor 2007, hlm. 128. • ^ McGregor 2007, hlm.

130. • ^ McGregor 2007, hlm. 133. • ^ McGregor 2007, bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia. 220. • ^ Tjokropranolo 1992, hlm. 327. • ^ Sekretariat Negara Republik Indonesia, Bintang Mahaputra Adipurna. • ^ Sekretariat Negara Republik Indonesia, Bintang Mahaputra Pratama. • ^ Sekretariat Negara Republik Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipurna. • ^ Sekretariat Negara Republik Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipradana.

• ^ Sekretariat Negara Republik Indonesia, Daftar Nama Pahlawan. • ^ McGregor 2007, hlm. 139. • ^ Sardiman 2008, hlm. 8. • ^ Pemerintah Kota Magelang, Museum Sudirman. • ^ Universitas Jenderal Soedirman, Tentang UNSOED.

Daftar pustaka • Imran, Amrin (1971). Sedjarah Perkembangan Angkatan Darat. Seri Text-Book Sedjarah ABRI, Departemen Pertahanan Keamanan, Pusat Sedjarah ABRI. Parameter -coauthor= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • TNI, Markas Besar (2000). Sejarah TNI Jilid I (1945-1949). Jakarta: Pusat Sejarah Dan Tradisi TNI. ISBN 979-9421-01-2. • Nasution, A.H (1963). Tentara Nasional Indonesia, Jilid I, Cetakan II. Bandung: Ganeco N.V. • "Tentang UNSOED".

Universitas Jenderal Soedirman. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-06-17. Diakses tanggal 17 Juni 2012. • Adi, A. Kresna (2011). Soedirman: Bapak Tentara Indonesia. Yogyakarta: Mata Padi Pressindo. ISBN 978-602-95337-1-2. • Anderson, Benedict Richard O'Gorman (2005). Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance, 1944–1946. Jakarta: Equinox. ISBN 978-979-3780-14-6. • Bayly, Christopher Alan; Harper, Timothy Norman (2007).

Forgotten Wars: Freedom and Revolution in Southeast Asia. Cambridge: Belknap Press. ISBN 978-0-674-02153-2. • "Bintang Mahaputra Adipurna". Bintang Republik Indonesia. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Mei 2012. • "Bintang Mahaputra Pratama". Bintang Republik Indonesia.

Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Mei 2012. • "Bintang Republik Indonesia Adipradana".

Bintang Republik Indonesia. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Mei 2012. • "Bintang Republik Indonesia Adipurna". Bintang Republik Indonesia.

Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Mei 2012. • Coates, John (2006). An Atlas of Australia's Wars. Melbourne: Oxford University Press.

ISBN 978-0-19-555914-9. • Cuhaj, George S (2012).

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

2013 Standard Catalog of World Paper Money – Modern Issues: 1961–Present. Iola: Krause Publications. ISBN 978-1-4402-2956-5. • "Daftar Nama Pahlawan Nasional Republik Indonesia".

Bintang Republik Indonesia. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Mei 2012. Diakses tanggal 9 Mei 2012. • "Djenderal Sudirman Wafat".

Kedaulatan Rakjat. 30 Januari 1950. hlm. 1. • Imran, Amrin (1980). Panglima Besar Jenderal Soedirman. Jakarta: Mutiara. OCLC 220643587. • Imran, Amrin (1983). Urip Sumohardjo. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. OCLC 10945069. • Kahin, George McTurnan (1952). Nationalism and Revolution in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press. ISBN 978-0-8014-9108-5. • "Linggadjati Agreement". Encyclopedia Britannica.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-06-12. Diakses tanggal 12 Juni 2012. • "Magelang Berkabung". Kedaulatan Rakjat. 31 Januari 1950. hlm. 1. • McGregor, Katharine E (2007). History in Uniform: Military Ideology and the Construction of Indonesia's Past.

Honolulu: University of Honolulu Press. ISBN 978-9971-69-360-2. • "Museum Sudirman". Pemerintah Kota Magelang. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-06-16. Diakses tanggal 16 Juni 2012. • Nasution, A. H. (2011) [1982]. Roem, Mohamad; Lubis, Mochtar; Mochtar, Kustiniyati; S., Maimoen, ed. Takhta untuk Rakyat: Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX (edisi ke-Revised). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-6767-9.

• "Oerip Soemohardjo". Encyclopedia of Jakarta. Pemerintah Kota Jakarta. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-09. Diakses tanggal 9 Mei 2012. • "Pa' Dirman Istirahat". Kedaulatan Rakjat. 30 Januari 1950. hlm. 1. • "Perdjalanan Terachir Dj. Sudirman". Kedaulatan Rakjat. 31 Januari 1950. hlm. 1. • Ricklefs, M.C. (1993). A History of Modern Indonesia Since c.1200 (edisi ke-2nd).

London: MacMillan. ISBN 978-0-333-57689-2. • Said, Salim (1991). Genesis of Power: General Sudirman and the Indonesian Military in Politics, 1945–49. Singapura: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 978-981-3035-90-4. • Saragih, Bagus BT (13 August 2012). "SBY bestows honors to late Cabinet members". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-08-26. Diakses tanggal 26 August 2012.

• Sardiman (2008). Guru Bangsa: Sebuah Biografi Jenderal Sudirman. Yogyakarta: Ombak. ISBN 978-979-3472-92-8. • Setiadi, Purwanto; Yuliawati (2012). "Sudirman: A Soldier's Story".

Tempo English. Jakarta: Arsa Raya Perdana (1312): 14–51. ISSN 1411-6065. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • "Sudirman". Encyclopedia of Jakarta. Pemerintah Kota Jakarta. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-06-16. Diakses tanggal 16 Juni 2012. • Tjokropranolo (1992). Arifin, Marzuki, ed. Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman: Pemimpin Pendobrak Terakhir Penjajahan di Indonesia: Kisah Seorang Pengawal. Jakarta: Surya Persindo.

ISBN 978-979-8329-00-5. • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia. 18 Juni 2009. Abdul Halim Majalengka · Abdoel Kahar Moezakir · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumbantobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara · Kasman Singodimedjo · Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi · Soekarni · Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto · Zainul Arifin Militer Abdul Haris Nasution · Andi Abdullah Bau Massepe · Basuki Rahmat · Tjilik Riwut · Djamin Ginting · Gatot Soebroto · Harun Thohir · Hasan Basry · John Lie · R.E.

Martadinata · Marthen Indey · Mas Isman · Muhammad Yasin · Syam'un · Soedirman · Soekanto Tjokrodiatmodjo · Soeprijadi · Oerip Soemohardjo · Usman Janatin · Yos Sudarso · Djatikoesoemo · Moestopo Kemerdekaan Agustinus Adisucipto · Abdulrachman Saleh · Adisumarmo Wiryokusumo · Andi Djemma · Ario Soerjo · Bagindo Azizchan · Bernhard Wilhelm Lapian · Halim Perdanakusuma · Ignatius Slamet Rijadi · Iswahyudi · I Gusti Ngurah Rai · Muhammad Mangundiprojo · Robert Wolter Mongisidi · Sam Ratulangi · Supeno · Sutomo (Bung Tomo) · Tahi Bonar Simatupang · Pakubuwana XII Revolusi As'ad Samsul Arifin · Abdul Wahab Hasbullah · Ahmad Dahlan · Albertus Soegijapranata · Bagoes Hadikoesoemo · Fakhruddin · Haji Abdul Malik Karim Amrullah · Hasjim Asy'ari · Hazairin · Ilyas Yakoub · Kyai Saleh Lateng · Lafran Pane · Mas Mansoer · Masjkur · Mohammad Natsir · Muhammad Zainuddin Abdul Madjid · Noer Alie · Nyai Ahmad Dahlan · Syech Yusuf Tajul Khalwati · Wahid Hasjim Perjuangan Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyi Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Syaifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Untung Suropati · Zainal Mustafa • Faceted Application of Subject Terminology • SUDOC (Prancis) • 1 • Trove (Australia) • 1 Persondata Nama Sudirman Nama alternatif Deskripsi singkat Indonesian Army general Tanggal lahir 24 January 1916 Tempat lahir Purbalingga, Dutch East Indies Tanggal kematian 29 January 1950 Tempat kematian Magelang, Indonesia Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Semua orang yang sudah meninggal • Semua artikel biografi • Artikel biografi Mei 2022 • Artikel mengandung aksara Belanda • Convert invalid options • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pages using flagicon template with unknown parameters • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda ISNI • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NLA • Artikel Wikipedia dengan penanda NTA • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda SUDOC • Artikel Wikipedia dengan penanda Trove • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Artikel pilihan • Semua artikel pilihan • Tokoh yang tahun kelahirannya tidak diketahui (orang hidup) • Artikel biografi Januari 2014 • Halaman berkutipan disertai implisit et al.

• Halaman ini terakhir diubah pada 8 Mei 2022, pukul 08.43. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Artikel ini memberikan latihan soal dan pembahasan Sekolah Online Ruangguru untuk kelas 10-12 SMA IPS periode 22-27 Maret 2020 -- Bagaimana keseruanmu belajar dengan Sekolah Online Ruangguru? Semoga masih tetap konsisten dan nggak bolong-bolong ya.

Untuk menyempurnakan proses belajar kamu di rumah, Sekolah Online Ruangguru Gratis sekarang menyediakan latihan soal yang bisa kamu akses setelah kegiatan belajar berakhir. Pembahasan soal-soal yang ada di Sekolah Online Ruangguru bisa kamu lihat setiap minggunya di ruangbaca. Yuk, lihat pembahasan soal kelas 10-12 SMA IPS periode 22-27 Maret 2020 berikut ini.

BAHASA INDONESIA Topik : Biografi (NEW!) Subtopik : Mengenal Biografi 1. Pengertian biografi yang tepat adalah … • Kisah hidup tokoh terkenal yang menginspirasi banyak orang. • Sejarah hidup penulis yang memuat banyak pelajaran untuk pembaca. • Cerita hidup seseorang yang ditulis dan dijadikan sebuah buku.

• Riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. • Perjalanan hidup seorang tokoh terkenal yang memuat cara-cara menghadapi masalah dalam hidup. Jawaban : D Pembahasan : Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Pada umumnya, dalam sebuah biografi termuat sejarah hidup seseorang sejak ia lahir hingga saat ini, bahkan sampai tokoh tersebut meninggal dunia. Berdasarkan penjelasan tersebut, pengertian biografi yang tepat terdapat pada pilihan jawaban D.

Topik : Biografi (NEW!) Subtopik : Mengenal Biografi, Menganalisis Biografi 2. Perhatikan kutipan teks berikut! Setiap tanggal 2 Oktober, dunia memperingati kelahiran Mahatma Gandhi, pengacara India yang memimpin gerakan kemerdekaan India tanpa kekerasan dan berhasil membebaskan negaranya dari kekuasaan Inggris.

Ia lahir tahun 1869 di Porbandar, Kathiawar (sekarang dikenal sebagai negara bagian Gujarat). Ayahnya adalah seorang menteri utama negara bagian Porbandar, sedangkan ibunya adalah orang yang amat religius. Seiring berjalannya waktu, Gandhi tertarik menjadi dokter. Namun, ayahnya menginginkan dirinya menjadi menteri utama. Perjalanannya menjadi pengacara dan akhirnya menjadi seorang Buddha rupanya diwarnai berbagai rintangan. Pernyataan yang benar mengenai jenis teks di atas adalah … • Kutipan di atas termasuk teks biografi karena mengisahkan tokoh yang telah meninggal.

• Kutipan di atas bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia teks biografi karena mengisahkan kehidupan tokoh dan keluarganya.

• Kutipan di atas termasuk teks biografi karena berisi riwayat hidup seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain. • Kutipan di atas tidak tergolong teks biografi karena menceritakan tokoh dengan sudut pandang orang ketiga.

• Kutipan di atas tidak tergolong teks biografi karena tidak menceritakan kehidupan keluarga tokoh secara lengkap. Jawaban : C Pembahasan : Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biografi berarti riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.

Tokoh yang sering muncul dalam biografi adalah tokoh terkenal, orang sukses, maupun orang yang memiliki peran besar menyangkut kehidupan orang banyak. Kutipan di atas berisi riwayat hidup seorang tokoh terkenal, yaitu Mahatma Gandhi. Selain itu, riwayat hidup tokoh dalam kutipan di atas ditulis oleh orang lain.

Hal itu terbukti dengan digunakannya sudut pandang orang ketiga dalam teks (menggunakan kata ganti ia). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kutipan di atas termasuk teks biografi karena berisi riwayat hidup seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain. Jawaban yang tepat adalah C. Topik : Biografi (NEW!) Subtopik : Kebahasaan Biografi 3. Perhatikan kalimat berikut! B.J. Habibie mampu memberikan semangat pada kaum muda Indonesia. Kalimat pasif yang tepat berdasarkan kalimat aktif di atas adalah … • J.

Habibie mampu diberikan semangat pada kaum muda Indonesia. • J. Habibie diberikan semangat pada kaum muda Indonesia. • Kaum muda Indonesia mampu diberikan semangat oleh B.J. Habibie. • Semangat pada kaum muda Indonesia mampu diberikan B.J. Habibie. • Kaum muda Indonesia mampu memberikan semangat B.J. Habibie. Jawaban: D Pembahasan: Salah satu ciri kebahasaan biografi adalah kalimat pasif.

Kalimat tersebut bertujuan untuk menjelaskan peristiwa yang dialami tokoh sebagai subjek yang diceritakan. Kalimat pada soal merupakan contoh kalimat aktif. Kalimat pasif yang tepat berdasarkan kalimat aktif di atas adalah Semangat pada kaum muda Indonesia mampu diberikan B.J. Habibie. Hal tersebut sesuai dengan salah satu ciri kalimat pasif, yaitu untuk predikat berawalan di- yang diikuti objek, dapat diubah menjadi kalimat aktif, begitu juga sebaliknya.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D. Topik : Biografi (NEW!) Subtopik : Menganalisis Biografi 4. Perhatikan kalimat pada kutipan biografi berikut! Setelah film “Arisan”, Joko Anwar kembali menulis dan menyutradarai mock-reality-show dalam Ajang Ajeng (2004) untuk MTV yang merupakan sindiran terhadap reality show yang sedang menjamur.

Kata kerja tindakan pada kutipan biografi di atas berjumlah …. • satu • dua • tiga • empat • lima Jawaban: B Pembahasan: Kata kerja tindakan merupakan salah satu ciri kebahasaan dalam biografi.

Kata kerja tindakan banyak digunakan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh. Kata kerja tindakan dalam biografi merupakan sebuah kata kerja yang menggambarkan perbuatan fisik yang dilakukan oleh tokoh. Kalimat di atas memuat kata kerja tindakan yang ditandai dengan kata menulis dan menyutradarai. Kedua kata tersebut menggambarkan perbuatan fisik berupa kegiatan membuat tulisan dan memimpin atau mengatur pementasan sandiwara atau film. Dengan demikian, kata kerja tindakan pada kutipan biografi di atas berjumlah dua.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Topik : Biografi (NEW!) Subtopik : Menulis Biografi 5. Perhatikan kutipan berikut! Perkenalan Abdullah Idrus dengan dunia sastra sudah dimulainya sejak duduk di bangku sekolah, terutama ketika di bangku sekolah menengah.

Ia bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia rajin membaca karya-karya roman dan novel Eropa yang dijumpainya di perpustakaan sekolah.

Ia pun sudah menghasilkan cerpen pada masa itu. Pernyataan yang tepat mengenai kutipan biografi di atas adalah . • memuat informasi yang cukup lengkap • menyajikan kalimat yang memuat ambiguitas • menggunakan sudut pandang orang ketiga • memuat kalimat yang tidak efektif • menggunakan kata ganti orang ketiga jamak Jawaban: C Pembahasan: Kutipan di atas merupakan bagian dari bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia biografi.

Teks biografi tersebut menggunakan kalimat tidak langsung. Selain itu, kutipan paragraf teks biografi di atas menggunakan sudut pandang orang ketiga. Hal tersebut dibuktikan dari penggunaan kata ganti orang ketiga, yakni ia. Dengan demikian, pernyataan yang tepat mengenai kutipan biografi di atas terdapat pada pilihan jawaban C. BAHASA INGGRIS Topic : Recount Text Subtopic : Types of Recount Text Bacharuddin Jusuf Habibie was born on June 25, 1936 in the sleepy seaside town of Pare Pare in the Indonesian state of South Sulawesi.

The fourth of eight children, he was nicknamed "Rudy" at an early age. His father, Alwi Abdul Jalil Habibie, was a government agricultural official who promoted the cultivation of cloves and peanuts.

His grandfather was a Muslim leader and an affluent landowner. As a child Habibie liked swimming, reading, singing, riding his father's racehorses, and building model airplanes. His interest in building model planes continued while he excelled in science and mathematics at the Bandung Institute of Technology.

His mother, R.A. Tuti Marini Habibie, arranged for him to continue his studies in Germany. At the Technische Hochschule of Aachen, Habibie studied aircraft construction engineering. In 1962, on a visit to Indonesia, he married H. Hasri Ainun Besari, a doctor. They had two children, Ilham Akbar and Thareq Kemal, both born in Germany. After graduating with a doctoral degree from the Aachen Institute in 1965, Habibie joined the aircraft manufacturing firm Messerschmitt-Boelkow-Bluhm, rising to the rank of vice-president.

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

As a research scientist and aeronautical engineer, he helped design several planes, including the DO-31, an innovative vertical takeoff and landing craft. He specialized in solutions for aircraft cracking, gaining the nickname "Mr. Crack" as one of the first scientists to calculate the dynamics of random crack propagation. He also became involved in international aircraft marketing activities and NATO's defense and economic development.

1. Habibie married Ainun …. • when was 26 years old • during his first visit to Indonesia • after he got his doctoral degree • after he was appointed to be a vice president • when he was still building his first model planes Jawaban : A Pembahasan : Habibie menikahi Ainun pada tahun 1962, dan dia lahir tahun 1936.

Berarti dia menikahi Ainun ketika dia berusia 26 tahun. Jawaban yang benar adalah A. Topic : Recount Text Subtopic : Types of Recount Text William Shakespeare was born in Stratford-upon-Avon on 23rd April 1564. His father William was a successful local businessman, and his mother Mary was the daughter of a landowner. Relatively prosperous, it was likely the family paid for Williams education, although there was no evidence he attended university.

In 1582 William, aged only 18, married an older woman named Anne Hathaway. They had three children, Susanna, Hamnet and Juliet. Their only son Hamnet died at the age of just 11. After his marriage, information about the life of Shakespeare was sketchy, but it seemed he spent most of his time in London – writing and acting in his plays.

It seemed Shakespeare didn’t mind being absent from his family – he only returned home during Lent when all the theatres were closed. It was thought that during the 1590s, he wrote the majority of his sonnets. This was a time of prolific writing and his plays developed a good deal of interest and controversy.

His early plays were mainly comedies (e.g. Much Ado about Nothing, A Midsummer’s Night Dream) and histories (e.g. Henry V) By the early Seventeenth Century, Shakespeare had begun to write plays in the genre of tragedy. These plays, such as Hamlet, Othello and King Lear, often hinge on some fatal error or flaw in the lead character and provide fascinating insights into the darker aspects of human nature. These later plays were considered Shakespeare’s finest achievements. (Adapted from: www.

biographyonline.net, accessed on January 6, 2019) 2. What is the writer’s purpose in writing the text? • To discuss the controversy of Shakespeare’s writings. • To report the most well-known works of Shakespeare. • To tell how Shakespeare gained his long-lasting popularity. • To amuse the readers through the life story of Shakespeare. • To provide the information on the life of Shakespeare in brief. Jawaban : E Pembahasan : Teks tersebut membahas secara singkat hidup seorang tokoh bernama Shakespeare termasuk kapan dan dimana dia lahir, keluarganya, pernikahannya, anaknya dan juga beberapa karyanya.

Berarti, bacaan di atas merupakan biografi singkat Shakespeare. Dengan demikian, tujuan penulis menuliskan teks tersebut adalah E. Memberikan informasi tentang kehidupan Shakespeare secara singkat. Topic : Recount Text Subtopic : Types of Recount Text William Shakespeare was born in Stratford-upon-Avon on 23rd April 1564.

His father William was a successful local businessman, and his mother Mary was the daughter of a landowner. Relatively prosperous, it was likely the family paid for Williams education, although there was no evidence he attended university. In 1582 William, aged only bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia, married an older woman named Anne Hathaway.

They had three children, Susanna, Hamnet and Juliet. Their only son Hamnet died at the age of just 11. After his marriage, information about the life of Shakespeare was sketchy, but it seemed he spent most of his time in London – writing and acting in his plays.

It seemed Shakespeare didn’t mind being absent from his family – he only returned home during Lent when all the theatres were closed. It was thought that during the 1590s, he wrote the majority of his sonnets. This was a time of prolific writing and his plays developed a good deal of interest and controversy. His early plays were mainly comedies (e.g.

Much Ado about Nothing, A Midsummer’s Night Dream) and histories (e.g. Henry V) By the early Seventeenth Century, Shakespeare had begun to write plays in the genre of tragedy. These plays, such as Hamlet, Othello and King Lear, often hinge on some fatal error or flaw in the lead character and provide fascinating insights into the darker aspects of human nature.

These later plays were considered Shakespeare’s finest achievements. 3. What is true according to the text? • Hamlet was Shakespeare’s favorite play. • His father encouraged him to be a writer. • Shakespeare got married during his old age. • Shakespeare spent most of his time with his family.

• Some of Shakespeare’s works were subjects to controversy.

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

Jawaban : E Pembahasan : “This was a time of prolific writing and his plays developed a good deal of interest and controversy.” artinya “Saat itu (1590-an) merupakan waktu dia banyak menulis dan sandiwara-sandiwaranya (drama) menarik banyak perhatian dan juga kontroversi. Sandiwara-sandiwara dia sebelumnya kebanyakan adalah komedi berdasarkan kalimat “ His early plays were mainly comedies.” Jadi, pernyataan yang benar adalah E.

Beberapa karya Shakespeare menjadi subjek kontroversi, bukan semuanya. Hanya yang ditulis pada tahun 1950-an. Topic : Past Tenses Subtopic : Simple Past Tense 4. Wilder Penfield, a Canadian neurosurgeon, proved that by stimulating their brains electrically, he was able to elicit the total recall of specific events in his subjects’ lives. Even dreams and other minor events supposedly forgotten for many years suddenly … in detail.

• emerge • emerged • was emerging • were emerging Jawaban : B Pembahasan : Kata-kata di atas mungkin terlihat sulit untuk diterjemahkan. Tapi kalau kita perhatikan, tidak ada kata when, while atau keterangan waktu spesifik pada kalimat tersebut sehingga tidak mungkin menggunakan past continuous tense (was/were+Ving).

Lalu pada kalimat pertama ada V2 yaitu “ proved” dan “ was”, berarti yang kalimat di atas menceritakan sesuatu yang terjadi di masa lampau, maka yang kita gunakan adalah simple past tense (V2).

Jadi, jawaban yang benar adalah B. Topic : Past Tenses Subtopic : Past Continuous Tense 5. Bona : Galih works at the bank which was robbed two years ago.

Kiara : _____ at the time of the robbery? • Does she actually work • Was he actually working • Did he actually work • Had he actually worked Jawaban : B Pembahasan : Bona mengatakan “Galih bekerja di bank yang dirampok dua tahun lalu.” Lalu kiara menanyakan “___ pada saat perampokan itu terjadi?” Meskipun kalimat Galih dibuat dalam kalimat simple present tense (diketahui dari penggunaan V1 works), akan tetapi fokus pertanyaan Kiara adalah pada kejadian perampokan yang terjadi dua tahun lalu.

Maka yang digunakan adalah simple past atau past continuous. “ at the time of the robbery” adalah keterangan waktu spesifik, maka yang kita gunakan adalah kalimat tanya past continuous tense (was/were + S + Ving + O/C?). Jadi, jawaban yang benar adalah B. MATEMATIKA Topik : Fungsi Komposisi Subtopik : Pengertian Fungsi Komposisi 1. Perhatikan diagram panah berikut! Nilai dari adalah .

• -2 • -1 • 0 • 1 • tidak terdefinisi Jawaban : E Pembahasan : Dari diagram panah, kita ketahui bahwa Sehingga Karena tidak terdefinisi, maka tidak terdefinisi. Topik : Relasi dan Fungsi Subtopik : Fungsi 2. Diketahui Nilai fungsi jika adalah . Jawaban : A Pembahasan : Untuk mencari nilai fungsi dengantinggal subtitusikan ke rumus fungsi Sehingga, Jadi, nilai fungsi dengan adalah. Topik : Fungsi Invers Subtopik : Pengertian Fungsi Invers 3. Diketahui dengan Nilai • -4 • -2 • 0 • 2 • 4 Jawaban : A Pembahasan : Misalkan Dengan menggunakan konsep invers, maka kita punya Selanjutnya, kita cari nilai yang memenuhi Jadi, nilai.

Jawabannya adalah A. Topik : Fungsi Trigonometri Subtopik : Perbandingan Sisi (Trigonometri) 4. Perhatikan gambar berikut! Nilai dari sec β adalah . Jawaban : A Pembahasan : Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa segitiga ABC adalah segitiga siku-siku di titik C. Oleh karena itu, berdasarkan Teorema Pythagoras berlaku bahwa Karena panjang sisi AB tidak mungkin bernilai negatif, maka AB = 5.

Jika ditinjau dari sudut β maka didapat sisi depannya adalah AC, sisi sampingnya adalah BC, dan sisi miringnya adalah AB. Oleh karena itu, Jadi, jawaban yang tepat adalah A. Topik : Fungsi Invers Subtopik : Invers Fungsi Komposisi 5.

Diketahui dan. Maka, =. • Jawaban : B Pembahasan : Kita cari terlebih dahulu. Perhatikan bahwa Sehingga Lalu, kita cari. Jadi, GEOGRAFI Topik : Dinamika Atmosfer Subtopik : Cuaca dan Iklim 1.

Perubahan musim yang terjadi di muka bumi merupakan dampak dari …. • gerak rotasi bumi • jarak wilayah dari laut • morfologi permukaan bumi • pergerakan arus laut di bumi • gerak perputaran bumi terhadap matahari Jawaban : E Pembahasan : Revolusi bumi merupakan gerakan bumi mengelilingi matahari. Pergerakan ini ditambah dengan posisi bumi yang miring terhadap sumbunya menyebabkan kondisi iklim di bumi berbeda-beda dan berubah.

Ada kalanya bagian bumi belahan utara lebih banyak menghadap ke matahari dan mengalami musim panas, lalu ada kalanya pula bagian bumi berada pada posisi membelakangi matahari dan mengalami musim dingin.

Jawaban yang tepat adalah E. Topik : Dinamika Atmosfer Subtopik : Udara 2. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada wilayah beriklim tropis. Berdasarkan informasi tersebut, maka karakteristik massa udara yang terbentuk di Indonesia adalah …. • kering dan sejuk • kering dan dingin • kering dan panas • lembap dan dingin • lembap dan panas Jawaban : E Pembahasan : Indonesia merupakan negara yang berada sangat dekat dengan garis ekuator.

Oleh sebab itu, jenis massa udara yang berasal dari Indonesia adalah tipe ekuatorial yang panas. Bentuk negara Indonesia yang kepulauan juga turut memengaruhi karakteristik massa udaranya. Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas sehingga massa udaranya memiliki karakteristik maritim yang lembap. Oleh sebab itu, jenis massa udara yang ada bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia Indonesia adalah maritim ekuatorial yang panas dan lembap.

Jawaban yang tepat adalah E. Topik : Dinamika Atmosfer Subtopik : Angin 3. Dampak dari angin muson timur terhadap wilayah Indonesia adalah …. • terjadi bencana banjir • ketersediaan air terancam • produksi garam terhambat • risiko tanah longsor meningkat • menandakan tibanya musim tanam padi Jawaban : B Pembahasan : Angin muson timur merupakan angin yang berhembus dari wilayah Australia menuju Asia. Angin ini bersifat kering karena membawa uap air yang sedikit.

Akibatnya adalah Indonesia akan mengalami musim kemarau. Pada saat musim kemarau, ketersediaan air yang ada di Indonesia menjadi terancam karena tingginya penguapan air. Selain itu, musim kemarau juga menyebabkan risiko gagal panen dan kebakaran hutan meningkat.

Jawaban yang tepat adalah B. Topik : Dinamika Atmosfer Subtopik : Awan 4. Fenomena halo matahari merupakan hasil dari interaksi matahari dengan kristal-kristal es pada awan ….

• altokumulus • altostratus • kumulonimbus • sirostratus • stratus Jawaban : D Pembahasan : Perhatikan gambar berikut ini! Sumber: https://commons.wikimedia.org Halo adalah fenomena optik yang terjadi saat cahaya matahari atau bulan berinteraksi dengan kristal es pada awan.

Interaksi tersebut menyebabkan terjadinya bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia, refraksi, dan dispersi cahaya. Peristiwa ini banyak terjadi pada awan-awan tinggi, seperti sirus dan sirostratus. Jawaban yang tepat adalah D. Topik : Dinamika Atmosfer Subtopik : Hujan 5.

Hujan yang terbentuk karena adanya pertemuan angin pasat disebut sebagai hujan …. • frontal • muson • orografis • siklonal • zenithal Jawaban : E Pembahasan : Angin pasat adalah angin yang bergerak dari wilayah subtropis atau lintang 30° LU/LS menuju ke arah khatulistiwa atau wilayah tropis. Massa udara yang dibawa oleh angin pasat mengalami pemanasan karena suhu udara di wilayah tropis yang tinggi.

Massa udara yang mengalami pemanasan ini kemudian naik ke atas secara vertikal. Pada ketinggian tertentu, uap air pada massa udara akan mengalami kondensasi dan membentuk awan. Akibatnya adalah terjadi hujan yang sangat lebat. Hujan ini disebut dengan hujan konveksi atau hujan zenithal.

Jawaban yang tepat adalah E. SOSIOLOGI Topik : Ragam Gejala Sosial di Masyarakat I Subtopik : Mengenal Gejala Sosial di Masyarakat 1. Menjelang pemilihan calon legislatif di tingkat DPR, banyak masyarakat di lapangan menemui fenomena serangan fajar. Beberapa calon anggota legislatif memilih cara licik berupa membagikan uang atau sembako demi bisa mendapatkan suara dari rakyat dan mendapatkan jabatan sebagai anggota pemerintah.

Ilustrasi tersebut menunjukkan dampak negatif sebuah gejala sosial, yaitu …. • industri • demokrasi • urbanisasi • industrialisasi • keterbukaan sosial Jawaban : B Pembahasan : Sistem demokrasi dalam sebuah negara dapat kita pandang sebagai gejala sosial di masyarakat. Artinya, demokrasi ini bisa menimbulkan kondisi baru yang ada di masyarakat.

Demokrasi memiliki sisi negatif, salah satunya perebutan kekuasaan politik yang dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dalam kasus pada soal di mana menjelang pemilihan calon legislatif di tingkat DPR, banyak masyarakat di lapangan menemui fenomena cara licik para calon berupa membagikan uang atau sembako demi bisa mendapatkan suara dari rakyat. Penjelasan pilihan jawaban yang lain: Industri: proses mengolah suatu barang menggunakan sarana dan peralatan.

Urbanisasi: dipahami sebagai fenomena bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu yang terjadi secara memusat. Industrialisasi: artinya menggalakkan industri dalam suatu negara.

Industrialisasi mengandalkan tenaga mesin untuk mengolah barang dan manusia bekerja sebagai pengawas jalannya produksi. Keterbukaan sosial: penerimaan atau penghargaan dari masyarakat terhadap suatu kondisi atau hal tertentu. Misalnya, Sarita (Warga Negara Indonesia) yang menyukai berbagai budaya dari Korea.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Topik : Ragam Gejala Sosial di Masyarakat II Subtopik : Pembentukan Kepribadian pada Individu 2. Geri pernah terjatuh saat belajar naik sepeda sehingga ia menjadi takut untuk belajar lagi. Akhirnya setelah dewasa pun, Geri jadi tidak bisa bersepeda dan bahkan takut untuk belajar mengendarai kendaraan roda dua lain karena dianggap menyerupai sepeda. Berdasarkan ilustrasi tersebut, pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh faktor sosialisasi ….

• faktor geografis • pengalaman unik • faktor kebudayaan • pengalaman kelompok • perilaku warisan orang tua Jawaban : B Pembahasan : Ilustrasi menunjukkan Geri telah mengalami suatu pengalaman terjatuh dari sepeda hingga membuatnya jadi takut.

Hal ini menunjukkan kepribadian yang dipengaruhi faktor pengalaman unik. Apa yang terjadi pada satu orang berbeda dengan orang yang lain dalam suatu masyarakat. Meskipun latar belakang dan lingkungan sosial seseorang bisa sama dengan orang terdekatnya, tapi pengalaman unik ini hanya terjadi pada satu orang saja.

Pengalaman yang dialami Geri belum tentu dialami juga oleh orang lain. Bahkan, jika ada orang yang juga pernah jatuh dari sepeda, dampaknya tidak akan sama. Hanya Geri yang mendapatkan dampak psikis dari kejadian saat ia terjatuh. Penjelasan pilihan jawaban yang lain: Faktor geografis: berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal yang memengaruhi kepribadian individu. Misalnya, masyarakat pegunungan dikenal sebagai pribadi yang cenderung tertutup. Faktor kebudayaan: nilai dan norma suatu kebudayaan yang dipraktekkan sejak kecil dapat membentuk pribadi diri kita di usia dewasa.

Pengalaman kelompok: Bergabungnya seseorang ke dalam suatu kelompok tertentu bisa membentuk kepribadiannya berdasarkan pengalaman pribadi bersama kelompoknya. Perilaku warisan orang tua: berasal dari genetik anak dari orang tuanya. Misalnya tinggi badan, golongan darah, penyakit bawaan, dan ciri fisik lainnya yang bisa membentuk kepribadian seseorang. Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Topik : Norma Sosial di Masyarakat Subtopik : Norma Sosial di Masyarakat 3. Contoh tindakan yang menunjukkan pelanggaran norma adat istiadat atau custom adalah ….

• perilaku untuk membuang ludah di sembarang tempat • dikucilkan oleh masyarakat di desanya karena ketahuan mencuri • membawa mengendarai mobil orang tuanya meski tidak memiliki SIM • memiliki istri lebih dari satu atau berpoligami di Desa Penglipuran, Bali • memacu motornya dengan kencang meski lampu lalu lintas menyala merah Jawaban : D Pembahasan : Tingkatan norma sosial yang keempat, yaitu norma adat istiadat atau customs.

Pada tingkatan ini, norma memiliki kekuatan untuk mengikat semua anggotanya agar bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang ada. Norma adat istiadat ini sangat kuat ikatannya pada masyarakat yang bersangkutan. Dengan adanya norma adat istiadat, diharapkan masyarakat berperilaku sesuai aturan yang ada. Norma adat istiadat juga dibuat untuk menjaga dan membuat kebudayaan masyarakat setempat tetap lestari.

Siapapun yang melanggarnya, maka akan mendapatkan sanksi atau hukuman sesuai dengan adat dan ketentuan yang berlaku pada masyarakat itu. Jadi, jawaban yang tepat adalah D. Topik : Penelitian Sosial Subtopik : Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kuantitatif 4. Raka melakukan penelitian di sekolahnya mengenai pengaruh aplikasi belajar online terhadap prestasi siswa di sekolah.

Raka lalu mendata para siswa yang menggunakan aplikasi belajar online di seluruh kelas. Kemudian, ia mengambil nomor urut kelipatan lima dari seluruh pengguna tersebut. Teknik pengambilan sampel penelitian yang dilakukan Raka adalah …. • kuota • wilayah • random • purposive • kelompok Jawaban : C Pembahasan : Teknik random sampling adalah teknik pengambilan sampel secara acak.

Dalam teknik ini, semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian. Setiap subjek yang terdaftar dalam populasi diberi nomor urut sebanyak populasi yang ada sebelum diacak untuk dipilih sebagai sampel.

Dalam kasus ini, cara yang digunakan Raka adalah dengan mengambil undian nomor urut kelipatan lima. Penjelasan pilihan jawaban yang lain: Kuota: peneliti menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan terpenuhi. Wilayah: teknik yang dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. Biasa dilakukan apabila ada perbedaan antarwilayah dalam suatu populasi. Purposive: berkaitan dengan tujuan tertentu dalam penelitian.

Biasanya dilakukan dengan beberapa pertimbangan, seperti keterbatasan waktu, tenaga, atau biaya. Kelompok: teknik yang dilakukan dengan memilih kelompok dan bukan individu yang terdapat dalam populasi. Jadi, jawaban yang tepat adalah C. Topik: Pengantar Penelitian Sosial Subtopik: Cara Berpikir Seorang Peneliti 5. Berpikir objektif merupakan salah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang peneliti. Berpikir objektif sendiri dilakukan dengan cara …. • menilai baik buruknya sebuah fenomena sosial di masyarakat • menentukan permasalahan yang akan terjadi di masa yang akan datang • mengambil sebuah sampel untuk menguji apakah masalah tersebut benar • memisahkan antara pandangan atau perasaan pribadi dengan fakta yang ada • mendengarkan semua informasi yang diterima di masyarakat dengan baik dan bijak Jawaban : D Pembahasan : Berpikir objektif artinya adalah seorang peneliti harus memisahkan antara pandangan atau perasaan pribadi dengan fakta yang terjadi.

Untuk itu, dengan berpikir objektif, maka peneliti perlu memfokuskan pada fakta yang terjadi atau temuan di lapangan, bukan pada keadaan yang seharusnya menurut kita. arah berpikir objektif ini memang masih ada hubungannya dengan ciri ilmu Sosiologi, yaitu non-etis. Untuk itu, dalam proses penelitian, peneliti tidak menilai dari baik atau buruknya fakta yang peneliti teliti.

Akan tetapi, lebih kepada berupaya untuk mencari tahu apa yang menyebabkan fakta itu terjadi dan masalah apa yang muncul. Jadi jawaban yang benar adalah D. EKONOMI Topik : Badan Usaha dalam Perekonomian Indonesia (NEW!) Subtopik : Pengertian dan Peran BUMN dan BUMD 1.

Perhatikan badan usaha berikut! • PDAM • Bank Mandiri • BTN • Bank DKI • Bus AKDP Badan usaha yang merupakan milik pemerintah daerah ditunjukkan oleh nomor …. • 1, 2, dan 3 • 1, 4, dan 5 • 2, 3, dan 4 • 2, 4, dan 5 • 3, 4, dan 5 Jawaban : B Pembahasan : Contoh badan usaha milik pemerintah daerah adalah sebagai berikut. • PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) • BPD Jabar (Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat) • Perusahaan Daerah Angkutan Antarkota (Bus AKDP dan AKAP) • Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PDRPH) • Bank-bank daerah seperti Bank DKI, BJB, Bank Kaltim dan lain sebagainya.

Topik : Badan Usaha dalam Perekonomian Indonesia (NEW!) Subtopik : Jenis BUMS dan Kelebihan serta Kekurangannya 2 2. Salah satu perbedaan CV dengan badan usaha lain adalah adanya dua jenis sekutu yang berhubungan dengan tanggung jawab, yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif. Berikut ini pernyataan yang tepat mengenai sekutu aktif adalah … • Memiliki tanggung jawab pengelolaan yang tak terbatas. • Memiliki tanggung jawab pengelolaan yang terbatas.

• Memiliki tanggung jawab pengelolaan yang tak terhingga. • Tidak mempunyai tanggung jawab untuk mengelola usaha. • Tanggung jawab pengelolaan usaha lebih kecil dari sekutu pasif. Jawaban : A Pembahasan : Sekutu aktif pada perusahaan berbentuk CV memiliki tanggung jawab pengelolaan yang tidak terbatas.

Maksudnya adalah sekutu aktif akan bertanggung jawab atas kerugian maupun utang perusahaan. Ketika CV bangkrut, maka sekutu aktif harus menanggung kerugian dan utang yang masih tersisa dengan menggunakan kekayaan pribadi.

Topik : Perkoperasian (NEW!) Subtopik : Pengelolaan Koperasi 3. Berikut ini manfaat seorang siswa menjadi anggota koperasi yang benar adalah …. • menambah banyak waktu luang • mengurangi jam mata pelajaran ekonomi • mendapatkan SHU tertinggi di akhir periode • memahami tata cara pengelolaan sebuah usaha • dapat membeli alat tulis sekolah dengan jumlah banyak Jawaban : D Pembahasan : Seorang siswa yang menjadi anggota koperasi akan mendapatkan banyak manfaat baik berupa profit dan benefit.

Manfaat berupa profit yaitu mendapatkan SHU di akhir periode. Adapun manfaat lainnya seperti menambah pemahaman pengelolaan suatu usaha dan menambah teman. Topik : Perkoperasian (NEW!) Subtopik : Jenis-Jenis Koperasi 4. Koperasi sekunder yang biasanya berkedudukan di ibu kota provinsi adalah …. • koperasi induk • koperasi pusat • koperasi primer • koperasi provinsi • koperasi gabungan Jawaban : E Pembahasan : Koperasi gabungan beranggotakan paling sedikit 3 koperasi pusat dan biasanya berkedudukan di ibu kota provinsi.

Salah satu contoh koperasi gabungan adalah Gabungan Koperasi Batik Indonesia. Topik : Manajemen (NEW!) Subtopik : Fungsi Manajemen 5. Pak Andi sedang melakukan bimbingan, pengarahan dan instruksi dalam membuat tempe kepada karyawannya. Fungsi manajemen yang dilakukan oleh Pak Andi adalah ….

• planning • organizing • commanding • controlling • coordinating Jawaban : C Pembahasan : Directing atau commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula.

SEJARAH Topik : Indonesia Zaman Kerajaan Islam Subtopik : Teori dan Saluran Masuknya Agama Islam 1. Bukti pendukung teori Gujarat adalah …. • dilaksanakan upacara Tabot • ditemukannya batu nisan Sultan Malik Al-Saleh • makam Fatimah binti Maimun di Gresik, Jawa Timur • munculnya pedagang-pedagang muslim di sekitar pantai Jawa • adanya pemukiman Islam tahun 674 di Baros, pantai barat Sumatra Jawaban : B Pembahasan : Teori Gujarat didukung oleh Prof.

Dr. C. Snouck Hurgronje, W.F. Stutterheim, B.H.M. Vlekke. Menurut teori ini, Islam tidak masuk ke Indonesia langsung dari Arab namun berasal dari para pedagang Gujarat, India.

Daerah yang pertama dikunjungi adalah Samudra Pasai pada abad ke-13. Bukti pendukung teori ini adalah adanya batu nisan Sultan Malik Al-Saleh yang bercorak Gujarat serta adanya tulisan Marcopolo yang mendapati banyak penduduk Perlak pada 1292 sudah beragama Islam.

Topik : Indonesia Zaman Kerajaan Islam Subtopik : Pengaruh Kebudayaan Kerajaan Islam 2. Pada masa berlangsungnya kerajaan Islam di Nusantara, gelar raja diganti dengan …. • teuku • sultan • pangeran • panembahan • yang dipertuan Jawaban : B Pembahasan : Pada masa Islam, gelar “raja” diganti dengan “sultan” atau “sunan” ( susuhunan) yang berasal dari bahasa Arab yang artinya yang disembah atau yang dihormati.

Konsep dewa raja yang memandang raja sebagai titisan dewa diganti dengan konsep sultan sebagai khalifah, yang berarti pemimpin umat. Misalnya Raja Parameswara berganti nama menjadi Sultan Iskandar Syah setelah ia memeluk agama Islam. Di Jawa, di belakang nama sultan masih disertakan nama Jawa seperti Sultan Trenggono, Sultan Agung, dan Sunan Amangkurat. Topik : Peradaban Awal Dunia Subtopik : Peradaban Tiongkok Kuno 3. Tembok Besar Cina (The Great Wall) didirikan pada masa pemerintahan dinasti ….

• Xia • Qin • Tang • Qing • Zhou Jawaban : B Pembahasan : Tembok Besar Cina atau The Great Wall didirikan pada masa Dinasti Qin. Tembok ini memiliki panjang 6400 km dengan lebar 8 meter dan tinggi 16 m. Tembok Besar Cina dikerjakan selama 1800 tahun (18 abad). Pembangunannya baru diselesaikan pada masa Dinasti Ming. Tujuan dibangunnya Tembok Besar China adalah untuk menghadapi ancaman dari Bangsa Mongol dan serangan bangsa-bangsa yang datang dari wilayah Utara.

Topik : Peradaban Awal Dunia Subtopik : Peradaban Tiongkok Kuno 4. Peradaban bangsa Romawi Timur hancur karena serangan dari bangsa …. • Turki • Arya • Jerman • Spanyol • Mongol Jawaban : A Pembahasan : Peradaban Romawi pernah terbagi menjadi dua yang terdiri dari Kekaisaran Romawi Barat dengan ibukota Roma dan Kekaisaran Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel.

Masa ini juga merupakan akhir dari Kekaisaran Romawi setelah tahun 476 M. Kekaisaran Romawi Barat hancur oleh penyerangan bangsa Jerman. Kemudian pada tahun 1543, Kekaisaran Romawi Timur hancur oleh serangan bangsa Turki yang dipimpin oleh Sultan Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih. Topik: Peradaban Awal Dunia Subtopik: Peradaban Mesopotamia 5. Fungsi dari piramida yang merupakan peninggalan dari Peradaban Mesir Kuno adalah …. • makam para raja • tempat tinggal raja Mesir • sarana pemujaan dewa ra • tempat menyimpan harta karun • simbol kemajuan peradaban Mesir Jawaban : A Pembahasan : Salah satu peninggalan dari peradaban Mesir adalah piramida.

Piramida adalah tempat yang digunakan sebagai makam raja-raja Mesir. Bangunan ini terbuat dari batu yang disusun secara rapi dan memiliki bentuk yang berundak-undak, di kota Giza terdapat piramida yang yang memiliki tinggi 137 meter. BAHASA INDONESIA Topik : Drama Subtopik : Mengenal Drama 1. Pernyataan yang benar mengenai struktur drama adalah … • Secara umum, struktur drama terdiri atas prolog, dialog, monolog, dan epilog.

• Dialog terbagi menjadi tiga bagian, yaitu orientasi, konflik, dan resolusi. • Epilog dalam drama berisi ringkasan cerita bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia disertai amanat. • Bagian prolog sebuah drama biasanya dibacakan oleh sutradara.

• Dalam drama, monolog menjadi struktur yang bersifat opsional. Jawaban : B Pembahasan : Secara garis besar, struktur drama terbagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut. • Prolog, yaitu bagian yang berupa kata-kata awal, pembuka, pengantar, ataupun latar belakang drama. Biasanya, bagian prolog disampaikan oleh dalang atau narator, bahkan bisa juga oleh tokoh tertentu. • Dialog, yaitu percakapan yang melibatkan antartokoh yang dapat menggambarkan kehidupan, watak, dan konflik yang dialami manusia beserta cara penyelesaiannya.

Struktur dialog terbagi menjadi tiga bagian, yaitu orientasi, komplikasi, dan resolusi. • Epilog, yaitu kata-kata penutup yang berupa simpulan maupun amanat tentang keseluruhan isi dialog. Berdasarkan penjelasan di atas, pernyataan yang benar mengenai struktur drama terdapat pada pilihan jawaban B.

Topik : Drama Subtopik : Bentuk Drama 2. Berdasarkan bentuk sastra sastra cakapannya, drama dibagi menjadi dua jenis, yaitu drama prosa dan drama puisi. Perbedaan kedua jenis drama tersebut adalah …. A. drama prosa: naskah drama ditulis oleh pengarang prosa drama puisi: naskah drama ditulis oleh pengarang puisi B. drama prosa: diadaptasi dari cerita dalam sebuah prosa drama puisi: diadaptasi dari cerita dalam sebuah puisi C.

drama prosa: berisi dialog dan monolog yang panjang drama puisi: memiliki cerita yang singkat dan diisi dialog pendek D. drama prosa: dialog drama disusun dalam bentuk prosa drama puisi: sebagian besar dialognya disusun dalam bentuk puisi E. drama prosa: sebelum pementasan drama dimulai, ada pembacaan prosa drama puisi: saat drama berlangsung, pemain drama membacakan sebuah puisi Jawaban : D Pembahasan : Drama dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, mulai dari berdasarkan bentuk sastra cakapannya, sajian isinya, kuantitas cakapannya, pengaruh seni lainnya, serta bentuk drama yang tidak termasuk ke dalam kategori-kategori tersebut.

Berdasarkan bentuk sastra cakapannya, drama dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut. • Drama prosa, yaitu drama yang cakapan atau dialognya disusun dalam bentuk prosa. • Drama puisi, yaitu drama yang sebagian besar cakapan atau bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia disusun dalam bentuk puisi atau menggunakan unsur-unsur puisi.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D. Topik : Drama Subtopik : Bentuk Drama 3. Perhatikan ciri drama berikut! • Menonjolkan seni suara atau musik. • Menonjolkan seni drama dan tari. • Disajikan dalam bentuk tarian dan tanpa dialog. • Lazimnya diiringi oleh musik gamelan.

• Tidak memiliki dialog atau gerak yang menonjol. • Menampilkan kisah dengan laku pemain yang dibantu oleh narator. Ciri opera terdapat pada nomor ….

• hanya 1 • 1 dan 4 • 2, 3, dan 4 • 3, 4, dan 5 • 1, 3, 5, dan 6 Jawaban : A Pembahasan : Opera termasuk jenis drama yang dibedakan berdasarkan pengaruh seni lainnya. Berdasarkan pengaruh seni lainnya, drama dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu opera, sendratari, dan tablo. Opera adalah drama yang menonjolkan seni suara atau musik. Namun, musik yang digunakan tidak hanya terpaku pada musik gamelan. Ciri opera hanya ditunjukkan oleh nomor 1. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

Topik : Drama Subtopik : Menganalisis Drama, Unsur Intrinsik Drama 4. Perhatikan kutipan drama berikut! • Orang tua : “Tunggu! Jangan tergesa. Mari kita tentukan dulu tegak kita masing-masing. Agar jangan silap menafsirkan peran kita masing-masing. Yang mematikan atau yang dimatikan.” • Anak muda : “Maksud Bapak?” • Orang tua : “Tingkah laku harus senantiasa sesuai dengan watak yang ingin digambarkan.

(Ia bisa mengambil mitraliur dari tangan anak muda) Sifat lahir harus sesuai dengan sifat rohani, agar … (Anak muda sadar dan mendepak mitraliur. Terdengar serentetan tembakan) … agar dicapai kesatuan waktu, kesatuan ruang, kesatuan laku. • Anak muda : “Bapak ingin bunuh saya?” • Orang tua : “Membunuh kau? Aku? Hendak bunuh kau?” (Sumber: Bulan Bujur Sangkar karya Iwan Simatupang) Karakter tokoh orang tua yang tergambar dalam dialog (1) adalah ….

• penyayang • penyabar • pemarah • terburu-buru • bijaksana Jawaban : E Pembahasan : Karakter tokoh dalam drama dapat tergambar melalui perilaku maupun dialog yang diucapkannya. Melalui dialog (1), dapat disimpulkan bahwa watak tokoh orang tua adalah bijaksana. Kebijaksanaan tokoh orang tua terlihat dari saran yang diberikannya, seperti pada kalimat Mari kita tentukan dulu tegak kita masing-masing.

Agar jangan silap menafsirkan peran kita masing-masing. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E. Topik : Drama Subtopik : Menganalisis Drama, Kebahasaan Drama 5. Perhatikan kutipan drama berikut! Si Tua : (menerima pecel) “Sedikit sekali.” (Simbok tak menghiraukan dan terus melayani yang lain) Si Peci : “Ya, sedikit sekali.” (menyuapi mulutnya) Si Tua : “Tempe lima rupiah sekarang.” Si Kacamata : “Beras mahal.

(membuang cekodongnya) Kemarin istriku mengeluh.” Si Peci : “Semua perempuan ya ngeluh.” Si Kurus : “Semua orang pengeluh.” Si Kacamata : “Kemarin sore istriku berbelanja ke warung Nyonya Pungut. Pulang-pulang ia menghempaskan napasnya yang kesal.

Harga beras naik lagi, katanya.” Si Peci : “Apa yang tidak naik?” Si Tua : “Semua naik.” Si Kurus : “Gaji kita tidak naik?” (Sumber: Matahari di Sebuah Jalan Kecil karya Arifin C.

Noer) Berdasarkan unsur kebahasaannya, persamaan dialog yang diucapkan oleh tokoh si Kacamata dan si Tua adalah …. • hanya mengandung kata kerja aksi • hanya mengandung kata kerja mental • mengandung setidaknya satu kata sifat • mengandung satu konjungsi kronologis • tidak mengandung kata kerja dan kata sifat Jawaban : C Pembahasan : Kutipan drama di atas menunjukkan percakapan atau dialog beberapa tokoh.

Dari segi kebahasaan, analisis dialog yang diucapkan oleh tokoh si Kacamata dan si Tua dapat dilihat pada tabel berikut. Unsur Kebahasaan Dialog si Kacamata Dialog si Tua Kata kerja aksi bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia, berbelanja, menghempaskan - Kata kerja mental naik naik Kata sifat mahal, kesal sedikit Konjungsi kronologis - - Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa persamaan dialog si Kacamata dan si Tua berdasarkan unsur kebahasaannya adalah keduanya mengandung setidaknya satu kata sifat.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C. BAHASA INGGRIS Topik : Passive Voice Subtopik : Passive Voice in Simple Tenses, Passive Voice in Continuous Tenses, Passive Voice in Perfect Tenses, Passive Voice with Modals 1. Which of the following is an active sentence? • She is ordered to go to bed at 9PM. • She is being informed that tomorrow will be sunny. • She had been sent to dormitory by her parents. • She is tired because she haven’t been sleeping well.

• She should have been told that today’s schedule had been cancelled. Jawaban : D Pembahasan : Ciri-ciri passive voice adalah penggunaan: Be (to be, being or been) + Verb 3 + By + Object A dan B salah karena is ordered dan is informed merupakan passive voice untuk present tense (be + verb 3). C salah karena had been sent adalah passive voice untuk past perfect tense (had + been + verb3).

E juga salah karena should have been told merupakan passive voice untuk past modal: should (should have been + Verb 3). Yang merupakan kalimat aktif adalah D karena tired adalah kata sifat dan haven’t been sleeping adalah kata kerja aktif dari present perfect continuous.

Topik : Personal Letter Subtopik : Aspects of Personal Letter Dear Reva, I and your uncle are delighted to hear that you have passed your graduation with flying colors. Accept my heartiest congratulations on your success.

It must be a proud moment for you and your parents that you have completed your degree without any backlogs. I am overjoyed that you are reaping the fruits of your labor. Keep working hard, make bigger goals and try to achieve them. I also feel the parental pride in your success. We know you have achieved it because of your hard work and perseverance. I genuinely feel this is quite an achievement as well as a call for special celebrations.

Youngsters like you constantly remind me that anything can be achieved by patience and hard work. My best wishes are with you; keep yourself focused and determined. Love, Aunt and Uncle 2. What is the writer trying to do through her letter?

• She is encouraging the recipient to study harder in order to pass the graduation test. • She is expressing her gratitude since the recipient had helped through the graduation test.

• She is asking for forgiveness for not being able to attend the recipient’s graduation celebration. • She is giving a piece of advice regarding how to pass a test with flying colors. • She is congratulating the recipient on her graduation.

Jawaban : E Pembahasan : “ I and your uncle are delighted to hear that you have passed your graduation with flying colors. Accept my heartiest congratulations on your success.” artinya “Saya dan pamanmu sangat gembira mendengar bahwa kamu sudah lulus dengan bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia baik.

Terimalah ucapan selamat yang tulus dariku atas kesuksesanmu.” Jadi, melalui suratnya tersebut E. Penulis sedang mengungkapkan ucapan selamat atas kelulusan penerima surat tersebut yaitu Reva. Topik : Explanation Text Subtopik : Let's Explain Something We all know that rain is good for our planet.

It gives us fresh water to drink, helps farmers grow crops, keeps everything green and lush. However, have you ever wondered how rain could fall from the sky? First of all, the heat from the sun turns moisture from the ground, such as from sea, lake, river and even your sweat, into water vapor. Then, this vapor rises, cools and changes into tiny water droplet forming the clouds.

As the air rises and cools, the water droplet then join one another becoming a bigger droplets. When the droplets get too big and heavy, they fall from from the sky as rain. What happens then after the rain has fallen? Well, the rain water becomes groundwater and in time would go over the water cycle again to fall yet again as rain. (adapted from: https://science.howstuffworks.com/nature/climate-weather/atmospheric/weather6.html) 3.

What is the purpose of the text? • to describe water cycle • to show why rain falls • to explain how rain is formed • to tell about why rain falls from the sky • to inform about what happens in the earth atmosphere. Jawaban : C Pembahasan : Dalam teks seringkali disebutkan kata ‘rain’. Baik diawal, ditengah maupun di akhir paragraf. Pada paragraf pertama juga terdapat kalimat, “have you ever wondered how rain could fall from the sky?” artinya ‘apakah kamu pernah bertanya-tanya bagaimana hujan bisa turun dari langit?’.

Paragraf kedua lalu menjelaskan terjadinya proses tersebut, dari awal hingga akhirnya hujan turun. Dari hal ini, jelas bahwa teks ini ditulis sebagai explanation text untuk menjelaskan bagaimana proses terbentuknya hujan. Maka, jawaban yang tepat adalah C, to explain how rain is formed. Topik : Exposition Subtopik : Connective Words 4. Although the Spaniards made a valiant effort to fight back, the fleet suffered extensive damage. During the eight hours of battle, the Armada drifted perilously close to the rocky coastline.

The word that functions as a connective word in the sentence above is …. • although • valiant • during • perilously • close to Jawaban : A Pembahasan : “although” artinya “meskipun”. Kata ini digunakan untuk menghubungkan klausa “ the Spaniards made a valiant effort to fight back” dan “the fleet suffered extensive damage”.

“ valiant” artinya “berani”, digunakan sebagai kata sifat untuk menerangkan kata benda “effort”. “ during” artinya “selama” merupakan kata keterangan waktu. “perilously” artinya “berbahaya”, merupakan kata keterangan cara yang digunakan untuk menjelaskan kata kerja “drifted” dan “close to” artinya “dekat”, merupakan kata sifat yang digunakan untuk menunjukkan posisi.

Jadi, jawaban yang benar adalah A. Topik : Exposition Subtopik : Hortatory Exposition Anybody who is over the age of six knows that there is nowhere safe for skateboarders to skate. This prevents young people from enjoying an active, energetic and adventurous pastime.

Just watch a local street for a short while and note the steady stream of skaters speeding up and down the footpaths. Toddlers can be trampled on and old ladies can be knocked down as they struggle home carrying their cat food from supermarkets. Skateboarding is a serious sport that improves young people’s health. It increases fitness, improves balance and strengthens the joints in knees and ankles.

Although it appears to be a solo sport, when groups practice together and compete to perform stunts or runs they form firm friendships.

Young people should be prevented from becoming overweight couch potatoes. If they are actively involved in skating, they do not smoke, take drugs or break laws for fun. Kids will always seek thrills and excitement. They need to practice their 180s, 360s and Ollie’s free from restrictions.

We must build skate parks in the suburbs so that streets are safe for small children and senior citizens and skaters have spaces where they can race, chase, speed, and soar towards the sun. 5. The writer’s purpose in writing the text is …. • To invite the local teenagers to skate in a park built specifically for skaters • To convince the readers that they need a safe place for skaters to skate • To provoke youngsters into the local government policy • To promote the writer’s business of skateboarding class • To inform parents about the goodness of skateboarding Jawaban : B Pembahasan : Pada paragraf pertama penulis mengatakan bahwa saat ini tidak ada lagi tempat yang aman (nowhere safe) untuk skateboarder berselancar.

Pada paragraf kedua dan ketiga, penulis menjelaskan keuntungan yang bisa didapatkan oleh orang-orang muda dengan melakukan skateboarding. Lalu pada paragraf terakhir, penulis menyatakan perlunya membangun tempat untuk berselancar bagi skateboarders.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa teks tersebut adalah teks hortatory yang tujuannya adalah untuk meyakinkan dan mengajak pembaca bahwa apa yang mereka rekomendasikan di dalam teksnya perlu dilakukan. Jadi, jawaban yang tepat adalah B. MATEMATIKA Topik : Turunan I Subtopik : Gradien Garis Singgung 1. Jika maka JAWABAN : B PEMBAHASAN : Ingat kembali bahwa turunan dari sebuah fungsi adalah Sehingga, Topik : Turunan I Subtopik : Gradien Garis Singgung bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia.

Gradien garis singgung kurva di titik (2, 6) adalah …. • 1 • 2 • 3 • 4 • 5 JAWABAN : D PEMBAHASAN : Diketahui: Maka, Sehingga diperoleh turunan kurva terebut adalah Kemudian gradien garis singgung kurva di titik (2,6) adalah. Topik : Turunan I Subtopik : Turunan Aljabar 3. Diketahuimaka nilai =…. • -2 • -1 • 0 • 2 • 3 JAWABAN : C PEMBAHASAN bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia Misalkanmaka. Sehingga turunan pertama dari fungsi tersebut yaitu Maka nilai dari adalah Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

Topik : Turunan I Subtopik : Turunan Aljabar 4. Diketahui dan. Nilai dari adalah …. • -4 • -1 • 0 • 1 • 4 JAWABAN : C PEMBAHASAN : Diketahui: Turunan pertama dari adalah Karena pada soal diketahui bahwasehingga didapat nilai p sebagai berikut.

Diperoleh fungsi secara lengkap yaitu Jadi, nilai dari = 0. Jawaban yang tepat adalah C. Topik : Turunan I Subtopik : Turunan Aljabar 5.Diketahui. Jika nilai darimaka nilai dari adalah …. • 4 • 6 • 8 • 12 • 14 JAWABAN : C PEMBAHASAN : Diketahui : Misalkan: Maka, Sehingga jika kita misalkan maka turunan dari adalah Maka, Jadi, = 8. GEOGRAFI Topik : Dinamika Kependudukan di Indonesia Subtopik : Permasalahan Dinamika Kependudukan 1. Indonesia memiliki pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Hal ini bisa menjadi ancaman bagi kondisi perekonomian Indonesia di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, Indonesia perlu menekan angka pertumbuhan penduduknya agar mencegah dampak tersebut terjadi.

Langkah tepat bagi pemerintah untuk merealisasikan hal tersebut adalah …. • mendorong program transmigrasi • menggiatkan program otonomi daerah • membatasi usia pernikahan penduduk • membuka banyak lapangan pekerjaan • menggiatkan kegiatan bedol desa Jawaban : C Pembahasan : Indonesia memiliki permasalahan berupa angka pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Hal ini bisa mendorong timbulnya permasalahan lain di masa yang akan datang, seperti meningkatnya angka pengangguran. Oleh sebab itu, angka kelahiran di Indonesia perlu ditekan.

Salah satu caranya dengan membatasi usia pernikahan penduduk. Dengan demikian, maka kelahiran anak dapat ditunda dan ditekan.

Jawaban yang tepat adalah C. Topik : Dinamika Kependudukan di Indonesia Subtopik : Sumber Data Kependudukan 2. Menurut KTP-nya, Siska tercatat sebagai penduduk Kota Bekasi. Namun, ia tinggal sehari-hari di Kota Bandung. Pada saat sensus penduduk tiba, ia sedang berada di Kota Bandung dan dicatat keberadaannya sebagai penduduk kota tersebut. Kasus tersebut menunjukkan penerapan dari sensus ….

• de jure • canvasser • de facto • house holder • penduduk Jawaban : C Pembahasan : Ada dua jenis sensus penduduk yang bisa dilakukan, yaitu sensus de jure dan sensus de facto. Sensus de facto adalah pencatatan kependudukan yang dikenakan kepada mereka yang berada di dalam daerah atau negara tempat sensus penduduk dilakukan tanpa memperhatikan asal penduduk.

Jadi, ketika penduduk ada di satu wilayah pada saat sedang diadakan sensus, maka dia ikut dicatat dan didata keberadaannya. Oleh sebab itu, kasus yang dialami oleh Siska berkaitan dengan jenis sensus de facto. Jawaban yang tepat bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia C. Topik : Keragaman Budaya Indonesia Subtopik : Gambaran Umum Tentang Budaya 3.

Bali merupakan salah satu daerah yang berhasil mengembangkan kebudayaannya sebagai aset dalam mendorong perekonomian mereka. Bali berhasil mendorong kebudayaannya sebagai daya tarik utama dalam memikat turis-turis untuk datang ke wilayahnya. Namun, kedatangan para turis ini tidak lantas menyebabkan degradasi pada kebudayaan di Bali. Hal ini dikarenakan …. • kebudayaan Bali telah diangkat sebagai kebudayaan nasional • masyarakat Bali berhasil menyadari nilai dari kebudayaan yang dimilikinya • adanya kewajiban bagi turis di Bali untuk mengikuti kebudayaan yang berlaku di sana • masyarakat Bali banyak mengadaptasi kebudayaannya agar sesuai dengan selera dan preferensi turis • adanya larangan bagi turis di Bali untuk melihat kebudayaan yang bersifat sakral di sana Jawaban : B Pembahasan : Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang berhasil mengembangkan kebudayaannya sebagai daya tarik utama pariwisata di sana.

Masyarakat Bali memanfaatkan objek kebudayaan untuk mengembangkan kegiatan pariwisatanya dan menambah pendapatan daerah. Selain itu, kegiatan pariwisata budaya ini juga ditujukan sebagai media untuk promosi dan perkembangan kebudayaan Bali. Namun, adanya perkembangan pariwisata budaya yang ada di Bali tidak serta merta menyebabkan degradasi budaya asli Bali. Hal ini dikarenakan masyarakat Bali telah menyadari arti pentingnya budaya bagi diri mereka dan juga daerahnya.

Masyarakat Bali telah dapat membedakan manakah kebudayaan yang dapat dipublikasikan dan dijadikan sebagai atraksi wisata, dan manakah kebudayaan yang bersifat sakral dan tidak boleh dilakukan sembarangan. Dengan demikian, masyarakat Bali dapat terus mempertahankan kebudayaan aslinya sembari memanfaatkannya untuk meningkatkan perekonomian mereka.

Jawaban yang tepat adalah B. Topik : Keragaman Budaya Indonesia Subtopik : Pengaruh Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya di Indonesia 4. Permukiman penduduk yang ada di tepian Sungai Musi biasanya berbentuk rumah panggung.

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

Hal ini bertujuan untuk …. • menghindari bahaya tsunami • melindungi diri dari hewan buas • mencegah terjadinya kekeringan saat kemarau panjang • melindungi diri dari suhu dingin saat musim hujan • menghindari banjir saat musim hujan Jawaban : E Pembahasan : Beberapa rumah tradisional yang berada di tepian Sungai Musi dibangun dengan bentuk rumah panggung.

Hal ini dilakukan dengan suatu tujuan tertentu. Tujuan pembangunan rumah panggung adalah untuk menghindari banjir ketika Sungai Musi meluap saat musim hujan. Jawaban yang tepat adalah E. Topik : Keragaman Budaya Indonesia Subtopik : Pembentukan Kebudayaan Nasional 5. Salah satu identitas nasional bangsa Indonesia adalah lambang negara, Garuda Pancasila.

Pada lambang tersebut, tampak bahwa ada perisai yang di dalamnya terdapat lima simbol. Simbol-simbol tersebut mewakili lima dasar negara Indonesia. Sila ketiga pada Pancasila dilambangkan dengan …. • bintang • pohon beringin • kepala banteng • padi dan kapas • rantai Jawaban : B Pembahasan : Salah satu identitas bangsa Indonesia adalah lambang negara, Garuda Pancasila.

Setiap aspek dalam lambang negara memiliki maknanya masing-masing. Salah satunya adalah simbol-simbol yang ada pada perisai burung Garuda. Simbol-simbol tersebut mewakili isi dari Pancasila, yaitu: • Sila pertama yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa” dilambangkan dengan simbol bintang • Sila kedua yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dilambangkan dengan simbol rantai • Sila ketiga yaitu “Persatuan Indonesia” dilambangkan dengan simbol pohon beringin • Sila keempat yaitu “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” dilambangkan dengan simbol kepala banteng • Sila kelima yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” dilambangkan dengan simbol padi dan kapas Jawaban yang tepat adalah B.

SOSIOLOGI Topik: Konflik sosial dan kekerasan Subtopik: Sikap pemicu konflik 1. Ketika seseorang memiliki nilai budaya namun, orang tersebut menilai kebudayaan lain dengan sudut pandang budaya yang berlaku hanya di lingkup masyarakat orang tersebut. Hal ini menandakan adanya sikap . • primordialisme • politik dumping • etnosentrisme • revitalisasi • kompromi Jawaban : C Pembahasan : Primordialisme merupakan suatu pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang dibawa sejak lahir, seperti suku, agama, ras maupun klan.

Namun ketika sikap primordial telah tertanam kuat dan berlebihan, ternyata hal tersebut dapat mendorong sikap untuk memicu konflik maka hal ini disebut sebagai etnosentrisme. Etnosentris sendiri memiliki arti sebuah sikap yang menilai kebudayaan suatu masyarakat dengan menggunakan sudut pandang atau ukuran yang berlaku di masyarakatnya. Ukuran tersebut bisa berwujud ciri fisik, adat istiadat, tradisi, atau sistem keyakinan tertentu. Maka jawaban yang tepat adalah C. Topik : Konflik sosial dan kekerasan Subtopik : Konflik In Group dan Out Group 2.

Berdasarkan beberapa sumber media mengatakan jika konflik antara etnis Rohingya dan mayoritas penduduk Myanmar yang mayoritas beragama Budha merupakan konflik horizontal karena ….

• adanya upaya untuk menghilangkan satu golongan yang dilakukan oleh golongan mayoritas dominan terhadap minoritas • bentuk penindasan kepada golongan yang lebih rendah karena salah satu kelompok memiliki kedudukan status, dan kelas sosial yang rendah • adanya kesenjangan pembangunan yang menghasilkan kecemburuan sosial ekonomi • adanya upaya untuk menghilangkan satu golongan yang dilakukan oleh golongan minoritas dominan terhadap mayoritas • perpecahan di masyarakat tidak bisa di hindari Jawaban : A Pembahasan : Konflik sosial horizontal merupakan konflik yang terjadi antara pihak-pihak yang memiliki kedudukan yang sederajat atau setara.

Dalam hal ini, konflik tersebut dapat digambarkan dari adanya konflik antarsuku, ras, agama, antarprofesi, antarwarga, antarkelompok preman, maupun antarpelajar. Hal ini disebut dengan genosida. Genosida dalam istilah sosiologi merupakan akan tindakan atau perilaku apa pun dari kelompok atau komunitas tertentu untuk menghancurkan dan menghilangkan seluruh atau sebagian suatu kelompok etnis, ras, bangsa, bahkan agama yang dilakukan secara besar-besaran.

Maka jawaban yang benar adalah A. Topik : Konflik sosial dan kekerasan Subtopik : Konflik In Group dan Out Group 3. Kasus penggusuran bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia terjadi antara warga dengan pemerintah merupakan bentuk konflik vertikal yang sering terjadi didasari pada ….

• kepemilikan usaha dan kekuatan tenaga ahli • kepemilikan kuasa dan kewenangan yang kuat • tindakan yang meresahkan warga • konflik internal antara pemerintah dengan masyarakat • kuasa atas dasar kepemilikan tanah yang selama ini dimiliki oleh swasta Jawaban : B Pembahasan : Kasus penggusuran yang melibatkan konflik antara sekelompok warga dengan pemerintah.

Dalam hal ini, karena sekelompok warga relatif tidak memiliki sumber daya, seperti perlindungan hukum yang kuat berkaitan dengan tanah atau tempat tinggal, sedangkan pemerintah memiliki kekuasaan dan kewenangan yang kuat, maka seringkali mereka kalah secara hukum dalam beberapa kasus penggusuran ini.

Maka jawaban yang benar adalah B. Topik : Perbedaan dan Kesetaraan II (Stratifikasi Sosial) Subtopik : Mengenal Stratifikasi Sosial 4. Stratifikasi sosial menurut Pitirim Sorokin adalah perbedaan anggota masyarakat dalam kelas-kelas yang bersifat hierarkis yang berwujud pada terbaginya lapisan sosial, di mana ada orang-orang yang menduduki kelas tinggi dan ada pula yang rendah. Namun terdapat indikator yang menentukan stratifikasi tersebut adalah . • Stratifikasi usia, jabatan, dan jenis profesi • Startifikasi jabatan, kekayaan, dan kelas sosial • Stratifikasi ras, suku, dan budaya • Starifikasi kekuasaan politik, pekerjaan, dan kelompok status • Stratifikasi ekonomi, kekuasaan politik, dan pekerjaan Jawaban : E Pembahasan : Pitirim Sorokin juga menjelaskan indikator yang membentuk stratifikasi sosial, diantaranya ketidaksetaraan peran, hak-hak, tanggung jawab, pekerjaan, privatisasi, kekuasaan, dan pengaruh yang dimiliki dalam masyarakat yang kemudian menciptakan adanya ketidaksetaraan (unequal).

Pitirim menyatakan adanya tiga wujud stratifikasi sosial dalam masyarakat, yaitu • Stratifikasi berdasarkan ekonomi • Stratifikasi berdasarkan kekuasaan politik, dan • Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia berdasarkan pekerjaan Topik: Integrasi dan Reintegrasi Sosial Subtopik: Pengantar Integrasi Sosial 5.

Masa orientasi Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia (MOS) merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan siswa ketika memasuki tahun ajaran baru merupakan salah satu kegiatan penting untuk melakukan penyesuaian terhadap siswa karena sekolah sebagai lembaga pendidikan di dalam masyarakat memiliki peran dalam mengembangkan karakteristik siswa.

Maka berdasarkan pernyataan tersebut kegiatan MOS dalam hal ini bertujuan untuk …. • pembentukan integrasi sosial yang dimulai pada tingkat individu • peningkatan kemampuan siswa dalam mata pelajaran tertentu • mengarahkan minat siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah tersebut • membentuk kemandirian siswa dengan menyesuaikan tahapan usia dan kemampuan analisis • menentukan peran siswa di sekolah dengan menanamkan nilai di masyarakat Jawaban : A Pembahasan : Siswa baru yang masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) yang kemudian mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa.

Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mengenalkan dan mensosialisasikan berbagai nilai, norma, dan peraturan sekolah. Dalam hal ini, sekolah sebagai lembaga pendidikan di dalam masyarakat memiliki peran dalam mengembangkan karakteristik siswa yang dapat memahami, menghargai, bahkan terbuka terhadap adanya keragaman dan perbedaan dalam masyarakat, seperti keragaman kebudayaan yang kemudian menunjukkan adanya perbedaan dalam berbahasa dan berperilaku.

Hingga akhirnya para siswa pun melakukan penyesuaian yang menghasilkan kesepakatan atau sepakat untuk menjunjung nilai-nilai yang sama di sekolah tersebut. Berkaitan dengan integrasi sosial yang terbentuk dalam lembaga pendidikan, hal ini menunjukkan sebagai proses awal pembentukan integrasi sosial tersebut dimulai tingkat individu. Maka jawaban yang benar adalah Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia.

EKONOMI Topik : APBN dan APBD (NEW!) Sub Topik : Sumber - Sumber Penerimaan Negara dan Daerah 1. Berikut ini penerimaan negara yang berasal dari kegiatan perdagangan internasional adalah …. • Pajak Pertambahan Nilai (PPN) • Pajak Penghasilan (PPh) • Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) • bea impor • hibah Jawaban : D Pembahasan : Penerimaan negara yang berasal dari kegiatan perdagangan internasional di antaranya adalah bea impor dan bea ekspor.

Topik : APBN dan APBD (NEW!) Sub Topik : Sumber - Sumber Penerimaan Negara dan Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia 2.

Pemerintah membangun jalan raya, jalan tol, dan bandara di berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut merupakan jenis belanja negara berupa …. • belanja pegawai • belanja modal • belanja barang • belanja bunga utang • bantuan sosial Jawaban : B Pembahasan : Jalan raya, jalan tol, dan bandara merupakan infrastruktur publik yang berfungsi sebagai sarana pembangunan ekonomi.

Jenis belanja negara yang digunakan untuk pembangunan tersebut dikategorikan sebagai belanja modal. Topik : Perpajakan (NEW!) Sub Topik : Konsep Dasar Perpajakan 3.

Setiap warga negara yang memenuhi kriteria tertentu wajib membayar pajak pada negara tanpa terkecuali. Hal tersebut merupakan salah satu karakteristik pajak berupa …. • diatur oleh undang-undang • bersifat memaksa • tidak mendapat imbalan secara langsung • besarnya sama untuk setiap warga negara • bersifat adil Jawaban : B Pembahasan : Salah satu karakteristik pajak adalah bersifat memaksa bagi warga negara yang sudah memenuhi kriteria tertentu. Jika tidak menunaikan kewajiban membayar pajak maka akan dikenakan sanksi baik sanksi administrasi maupun pidana.

Topik : Perpajakan (NEW!) Sub Topik : Menghitung Pajak 4. Besarnya penghasilan tidak kena pajak bagi seseorang yang belum menikah adalah ….

• Rp.4.500.000,00 • Rp9.000.000,00 • Rp13.500.000,00 • Rp19.000.000,00 • Rp54.000.000,00 Jawaban : E Pembahasan : Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor: Per-16/PJ/2016 besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) bagi orang pribadi yang belum menikah adalah sebesar Rp54.000.000,00 per tahun. Topik : Perdagangan Internasional (NEW!) Sub Topik : Kebijakan Perdagangan Internasional 5.

Kebijakan pemerintah yang ingin mendorong ekspor barang dan mengurangi penjualan barang di pasar domestik dengan menggunakan pembayaran langsung, pinjaman berbunga bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia, keringanan pajak untuk pengekspor disebut .

• diskriminasi harga • premi • subsidi • kuota • tarif Jawaban : C Pembahasan : Subsidi adalah kebijakan pemerintah yang ingin mendorong ekspor barang dan mengurangi penjualan barang di pasar domestik dengan menggunakan pembayaran langsung, pinjaman berbunga rendah, keringanan pajak untuk pengekspor, atau iklan di negara lain yang didanai oleh pemerintah.

SEJARAH TOPIK : Tokoh Perjuangan Kemerdekaan SUB TOPIK : Tokoh Nasional 1. Saat Tan Malaka ditunjuk menjadi agen Comintern Asia Tenggara yang bermarkas di Tiongkok, beliau membuat sebuah buku yang berjudul “Naar de ‘Republiek Indonesia’” atau dalam bahasa Indonesia disebut …. • Republik Indonesia Merdeka • Berdirinya Republik Indonesia • Republik Indonesia Jaya • Menuju Republik Indonesia • Lahirnya Republik Indonesia Jawaban : D Pembahasan : Saat Tan Malaka ditunjuk menjadi agen Comintern Asia Tenggara yang bermarkas di Tiongkok, beliau membuat sebuah buku yang berjudul “Naar de ‘Republiek Indonesia’” atau “Menuju Republik Indonesia”.

Buku yang disusun tahun 1925 ini menjadi tulisan pertamanya yang menyebut konsep “Republik Indonesia” yang mengacu pada perjuangan kemerdekaan Indonesia. Buku inilah yang kemudian dipelajari oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir dan lain-lain.

TOPIK : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia SUBTOPIK : Peristiwa Sekitar Proklamasi 2. Makna yang dapat kita ambil sebagai pelajar dari Peristiwa Rengasdengklok adalah …. • sebagai seorang pelajar kita harus memiliki sikap yang kuat disertai mampu menerima perbedaan, saran dan kritik dari orang lain • sebagai seorang pelajar kita dituntut untuk harus siap menerima semua saran dari orang lain • sebagai seorang pelajar sikap menggalang persatuan dan kesatuan sangat dibutuhkan untuk Indonesia yang lebih baik • sebagai seorang pelajar sikap toleransi selalu dikedepankan • sebagai seorang pelajar harus menghormati orang yang lebih tua Jawaban : A Pembahasan : Peristiwa pengamanan yang dilakukan oleh golongan muda terhadap Soekarno dan Hatta karena terjadi perselisihan mengenai kapan waktu yang tepat untuk Indonesia merdeka.

Meskipun, pada terjadi perbedaan pendapat namun sikap yang kuat, mampu menerima perbedaan, menerima kritik dan saran dari golongan muda dan dipertimbangkan sesuai dengan kondisi Indonesia maka Soekarno dan Hatta setuju dengan saran dari golongan muda.

Melalui Peristiwa Rengasdengklok, sebagai seorang pelajar kita dapat menarik makna bahwa berpikiran terbuka dengan menerima perbedaan, kritik dan saran serta mampu menganalisa setiap permasalahan akan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari dan menggapai cita-cita TOPIK : Perang Dunia I dan II SUBTOPIK : Perang Dunia II 3.

Pecahnya Perang Dunia II tidak lepas dari gagalnya Liga Bangsa-Bangsa menjalankan perannya sebagai lembaga yang diharapkan mampu menciptakan stabilitas dunia. Faktor penyebab kegagalan LBB adalah …. • bubarnya kesepakatan negara-negara Balkan • bangkitnya nasionalisme negara-negara Arab • negara anggota LBB tidak membayar iuran bulanan • adanya ambisi negara anggota LBB yang ingin menjadi presiden dunia • tidak semua negara bergabung dalam LBB sehingga mereka merasa tidak terikat dengan aturan LBB Jawaban : E Pembahasan : Sebab khusus pecahnya Perang Dunia II adalah karena gagalnya Liga Bangsa-Bangsa menjalankan peran mereka sebagai penjaga perdamaian dunia.

Sejak didirikan pada tahun 1920, Liga Bangsa-Bangsa diharapkan dapat menyelesaikan konflik antar negara di dunia sebagai upaya untuk mencegah perang.

Namun dalam kenyataannya LBB gagal menjalankan tugasnya tersebut, sehingga banyak negara anggota yang akhirnya keluar dari LBB. Adapun penyebab kegagalan LBB dapat disimpulkan dalam poin-poin berikut: • Liga Bangsa-Bangsa tidak memiliki tentara sendiri, sehingga tidak bisa memberikan tekanan militer terhadap negara yang melakukan agresi militer. • Mekanisme pengambilan keputusan yang lamban dalam Liga Bangsa-Bangsa, sehingga tidak bisa menghasilkan resolusi secara cepat untuk mencegah konflik.

• Tidak semua negara bergabung ke dalam LBB, sehingga aturan dalam LBB dianggap tidak mengikat semua negara di dunia.

TOPIK : Respon Bangsa Indonesia Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme Eropa SUBTOPIK : Respon Bangsa Indonesia Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Bidang Ekonomi 4. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya perlawanan rakyat Bali terhadap pemerintah Kolonial Belanda adalah ….

• dihapuskannya Hak Tawan Karang yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda • penguasaan perdagangan wilayah Bali oleh Belanda • kekalahan rakyat Bali dalam perang antar suku • kerajaan Bali menentang pembangunan jalan raya pos Daendels • intervensi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap rakyat Bali Jawaban : A Pembahasan : Hak Tawan Karang merupakan hak yang dimiliki oleh raja-raja Bali untuk menyita kapal beserta isinya jika terdampar di Pulau Bali.

Hak Tawan Karang ini dianggap merugikan bagi pemerintah kolonial Belanda. Maka dari itu, Pemerintah Kolonial Belanda mendesak raja-raja Bali untuk menghapuskan Hak Tawan Karang.

Desakan ini kemudian mendapatkan reaksi dari I Gusti Ketut Jelantik yang kemudian bersama kerajaan-kerajaan di Bali melakukan perlawanan. TOPIK : Akar Nasionalisme, Demokrasi, dan Strategi Pergerakan SUBTOPIK : Akar Nasionalisme dan Demokrasi 5.

Dalam sejarah perjalanan bangsa, Indonesia pernah beberapa kali menerapkan model demokrasi. Mulai dari Demokrasi Liberal, Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila. Analisis yang menunjukkan faktor penyebab terjadinya bongkar pasang sistem demokrasi di Indonesia karena . • Indonesia mencegah masuknya paham komunis • Indonesia tergolong sebagai negara yang lahir secara prematur • Indonesia mencoba menerapkan konsep demokrasi yang melampaui zaman • Indonesia bermaksud untuk menyaingi demokrasi mapan ala Amerika Serikat • Indonesia mencari formula penerapan sistem demokrasi yang dianggap sesuai dengan jati diri bangsa Jawaban : E Pembahasan : Secara lini masa, penerapan sistem demokrasi di Indonesia terbagi ke dalam tiga periode: 1945-1959 Indonesia menerapkan Sistem Demokrasi Parlementer atau Sistem Demokrasi Liberal.

Pada periode 1959-1965 Indonesia menerapkan Sistem Demokrasi Terpimpin. Pada periode 1966-1998 Indonesia menganut Sistem Demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila yang berlangsung selama 32 tahun harus juga berakhir dengan mundurnya Soeharto dari jabatan Presiden akibat desakan massa yang menuntutnya mundur. Pasca mundurnya Soeharto, era demokrasi Indonesia memasuki era baru. Demokrasi Indonesia menjadi lebih substantif yang ditandai dengan adanya keterbukaan dalam berbagai bidang, partisipasi publik, penegakan hukum, kebebasan sipil dan pers dalam mengontrol jalannya pemerintahan.

Terjadinya bongkar pasang sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia faktor utamanya adalah karena dari semenjak merdeka demokrasi Indonesia dalam masa pencarian jati diri, alias masa mencoba, sistem demokrasi mana yang dianggap terbaik dan cocok untuk diterapkan di Indonesia. BAHASA INDONESIA Topik : Teks Artikel (NEW!) Subtopik : Mengenal Teks Artikel 1. Artikel opini biasanya dimuat dalam surat kabar atau majalah.

Artikel opini berisi …. • pendapat untuk membandingkan dua hal tertentu • gagasan yang merupakan hasil imajinasi penulis artikel • opini penulis tentang data, fakta, fenomena, atau kejadian tertentu • kisah menarik dari orang terkenal yang dapat menginspirasi pembaca • cerita-cerita yang telah lama ada dan berkembang dalam suatu masyarakat Jawaban : C Pembahasan : Artikel adalah jenis tulisan yang berisi pendapat, gagasan, pikiran, atau kritik terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.

Sementara itu, artikel opini adalah artikel yang berisi pendapat penulis tentang data, fakta, fenomena, atau kejadian tertentu yang biasanya dimuat dalam surat kabar atau majalah. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C. Topik : Teks Artikel (NEW!) Subtopik : Menganalisis Teks Artikel Perhatikan kutipan teks artikel opini berikut!

Selain Ruang Terbuka Hijau (RTH), ada bentukan lahan yang sama pentingnya dengan RTH, yaitu Ruang Terbuka Biru (RTB). RTB merupakan penampung air permukaan yang berupa bendungan, waduk, situ, atau embung.

Bicara soal situ, unit wadah air permukaan yang tergolong paling kecil, kini berkurang jumlahnya. Sepanjang sepuluh tahun terakhir (2007 s/d 2017), sebanyak 33 situ hilang di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Mengingat fungsi ekologisnya, berkurangnya situ mengancam tatanan ekologi di kawasan Jabodetabek. (Sumber: https://bebas.kompas.id/baca/utama/2019/10/10/situ-hilang-ekologi-terbilang/) 2. Perbaikan yang tepat untuk kutipan teks di atas adalah …. • mengganti kata bentukan pada kalimat pertama menjadi pembentukan • menghilangkan tanda koma (,) setelah kata situ pada kalimat kedua • menulis kata waduk, situ, dan embung bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia huruf awal kapital • menulis kata s/dpada kalimat keempat menjadi d.

• mengganti kata ekologi pada kalimat kelima menjadi ekologis Jawaban : D Pembahasan : Kutipan teks di atas perlu diperbaiki karena terdapat kesalahan penggunaan ejaan. Kesalahan terdapat pada kalimat keempat, yaitu pada penulisan s/d. Singkatan tersebut dibaca sampai dengan. Penulisan yang tepat adalah s.d. (setiap huruf diikuti dengan tanda titik (.) di belakangnya). Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D. Topik : Novel (BETA) Subtopik : Menganalisis Novel Perhatikan kutipan novel berikut!

Ada sesuatu yang menggerakkan Raia untuk menyimpan iPod dan notebook-nya dan berjalan ke arah lelaki itu saat itu juga.

Tetapi Raia mengurungkan niatnya. Rasanya tidak enak mengganggu ketenangan lelaki itu dua kali setelah dia masuk tanpa diundang tadi malam. (Sumber: The Architecture of Love karya Ika Natassa) 3. Watak Raia berdasarkan kutipan novel di atas adalah .

• pengecut • tidak sabaran • sopan dan ramah • penuh pengertian • pendiam Jawaban : D Pembahasan : Watak merupakan sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku. Watak dapat pula disamakan dengan budi pekerti, tabiat. Watak Raia yang ditunjukkan dalam kutipan novel di atas adalah penuh pengertian. Watak tersebut ditunjukkan melalui tindakan atau perilaku tokoh. Dalam kutipan di atas, tampak bahwa Raia akhirnya tidak mendekati tokoh “lelaki itu” karena khawatir ia akan mengganggu ketenangan “lelaki itu”.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D. Topik : Kritik Sastra dan Esai (NEW!) Subtopik : Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai 4.

Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan suatu karya diperlukan …. • gambaran konkret berupa data • alat untuk mengukur kekurangan dan kelebihan suatu karya • kepekaan terhadap isi bacaan • kalimat yang bersifat menilai atau mengomentari • pemahaman terhadap makna tersirat suatu karya Jawaban : D Pembahasan : Dengan membaca sebuah kritik sastra, pembaca akan mudah memahami karya sastra yang dikritik serta mengetahui kelebihan maupun kelemahan dari sebuah karya sastra.

Oleh karena itu, kalimat yang bersifat menilai atau mengomentari sangat diperlukan untuk mengetahui kurang dan lebihnya suatu karya dan nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi penulis. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D. Topik : Teks Editorial (NEW!) Subtopik : Menganalisis Teks Editorial Perhatikan kutipan artikel berikut! (1) Internet memang telah menjadi instrumen agar warga bisa mendapat hak ekonomi, sosial, dan budaya sepenuhnya lewat transparansi pemerintahan. (2) Sebelum adanya akses ke informasi yang memadai, gagasan akan transparansi, akuntabilitas pejabat publik, pemberantasan korupsi, ataupun partisipasi publik dalam proses penyusunan kebijakan tidak pernah terwujud.

(3) Namun, di sisi kemajuan, peran internet terbukti telah membuat pemerintah di banyak negara risau. (4) Kerisauan pemerintah ditunjukkan dengan berbagai tindakan untuk memblokir konten, memata-matai ( surveillance), dan mengidentifikasi aktivis dan mengkriminalisasi pendapat atau ekspresi yang sah.

(5) Hal ini, tidak bisa tidak, harus segera diatasi. 5. Opini pada paragraf di atas ditunjukkan pada kalimat . • (1) • (2) • (3) • (4) • (5) Jawaban : E Pembahasan : Opini merupakan pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang. Opini cenderung bersifat subjektif dan tidak (atau belum) bisa dibuktikan kebenarannya. Opini dalam paragraf di atas terdapat pada kalimat (5), yaitu “Hal ini, tidak bisa tidak, harus segera diatasi”.

Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E. Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia INGGRIS Topic : News Item Subtopic : Aspects of News Item Football players of Catalonia's Teressa Football Club were expelled from competition after they've proffered sexist insults at the female club mates during a match, sparking a broader discussion on social media about sexism in male-dominated sports.

On February 2, the Terrassa veterans, who play in the Spanish league's third division, had a match scheduled to kick off immediately after another match between the club's second division female team and rival Villadecals. As the male players warmed up, a female footballer suffered a severe injury on the field, which delayed the end of the match. The veterans turned restless and began demanding the women's match to be concluded, while also insulting the players.

According to the referee's minutes, the veteran players yelled: “get off the field, it's time for us to play. This game should have been suspended. You shouldn't [even] be playing.” The female players rebuked them and were quickly joined by some members of the public.

Then the men's insults turned sexist, “Go to the kitchen, go wash dishes, you pieces of shit. You're sluts,” were some of the expletives cited in the minutes of the match. Fearing further escalation, the referee suspended the women's match, to which the female athletes from both teams responded by sitting at the center of the field to impede the men's match from taking place.

Catalonian football team expelled from competition after players insult female squad · Global Voices. (2019, February 23). Retrieved June 25, 2019, from https://globalvoices.org/2019/02/23/catalonian-football-team-expelled-from-competition-after-players-insult-female-squad/ 1. The communicative purpose of the text is … • to inform the insult done by Catalonia’s football team • to explain the suspension of Catalonia’s football team from the competition • to ask the readers to avoid Catalonian football players from getting expelled • to inform the readers about the expulsion of Catalonia’s football team from the competition • to persuade the readers to expel Catalonia's TeressaFootball players of Catalonia's from competition Jawaban : D Pembahasan : Teks di atas adalah adalah teks berita atau news item.

Tujuannya adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang hal yang dianggap penting. Dalam teks di atas, newsworthy eventnya adalah tentang pemain bola Catalonian yang dikeluarkan dari pertandingan karena menghina tim perempuan lain. Jadi, jawaban yang benar adalah D, karena Expulsion bersinonim dengan expelling. Topic : Review Text Subtopic : Aspect and Examples of News Item Magenta Balloon is Magdalena’s second book.

This fiction book is a part of her “Colorful Balloon” trilogy. The book has 500 pages. The book consists of 50 chapters which continue the unfinished story in the first book about an 8-year old boy named Jose Padilla. In this book, similar to the previous one, the boy meets several new characters that help him to bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia what Neoground is.

However, this time Jose focuses on how to find a way to go home, to the real world. I really enjoy reading this book because the writer develops the fictional realm ‘Neoground’ well that helps the readers imagine the situation vividly.

Nonetheless, if you don’t read the first book, you will not get the background story of why the boy lives in that world at the first place. This book is really recommended for people who enjoy fiction as their readings. 2. According to the writer, what should people do to understand the origin of Jose’s existence in Neoground realm?

• Read the previous book • Discuss the first chapter • Imagine vividly the world • Analyze the chapters thoroughly • Try to combine several character’s stories Jawaban : A Pembahasan : “Nonetheless, if you don’t read the first book, you will not get the background story of why the boy lives in that world at the first place.

(par.3)” artinya “Akan tetapi, jika kamu tidak membaca buku yang pertama, kamu tidak akan tahu latar belakang cerita kenapa si laki-laki hidup di dunia yang seperti itu.” Oleh karena itu, untuk mengetahui asal-usul mengapa pemeran utama bisa berada di dunia yang berbeda ini, kita harus membaca buku pertama dari seri ini. Jadi, jawaban yang benar adalah A. Topic : Recount Text Subtopic : Types of Recount Text King Louis XVI and Queen Marie Antoinette ruled France from 1774 to 1789, a time when the country was fighting bankruptcy.

However, the royal couple did not let the situation limit their excessive spending. Even though the minister of finance repeatedly warned them not to waste money, they continued to spend great fortunes on their personal pleasure. This lavish spending greatly enraged the people of France.

They felt that the royal couple bought its luxurious lifestyle at the poor people’s expense. Marie Antoinette seemed uncaring about her subjects’ misery. While French citizens begged for lower taxes, the queen embellished her palace with extravagant works of art. She also surrounded herself with artists, writers, and musicians, who encouraged the queen to spend even more money. While the queen liked to have huge feasts at the royal table, many people in France were starving.

The French government obliged the citizens to pay high taxes. When the minister of finance tried to stop these royal spendthrifts, the queen replaced him. The intense hatred that the people felt for Louis XVI and Marie Antoinette kept building until it led to the French Revolution. During this time of struggle and violence (1789-1799), thousands of aristocrats, as well as the king and queen themselves, lost their lives at the guillotine.

Perhaps, if Louis XVI and Marie Antoinette had reined in their extravagant spending, the events that rocked France would not have occurred. 3. The text mainly focuses on …. • The unfortunate minister of France • The marriage life of a king and a queen • A royal family’s lavish spending for personal pleasure • The spending of King Louis XVI and Queen Marie Antoinette • The reign of King Louis XVI and Queen Marie Antoinette over France Jawaban : C Pembahasan : Pada paragraf pertama, penulis menjelaskan bahwa Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette memerintah Prancis dari tahun 1774 sampai 1789.

Pada saat itu Prancis sedang mengalami kebangkrutan, namun hal tersebut tidak menghalangi keluarga kerajaan untuk menghabiskan uang banyak (hidup mewah/berfoya-foya). Paragraf kedua membahas apa saja yang dilakukan Ratu untuk menghabiskan uang dalam jumlah fantastis. Paragraf ketiga menjelaskan bahwa ratu senang mengadakan pesta makan besar sedangkan rakyat kelaparan dan rakyat juga dipaksa untuk membayar pajak dalam jumlah yang tinggi.

Hal ini menuntun terjadinya revolusi Prancis dan pada saat itu banyak kaum bangsawan termasuk raja dan ratu yang mati dengan cara kepalanya dipenggal. Jadi, bacaan tersebut secara umum membahas tentang C. Topic : Recount Text Subtopic : Types of Recount Text King Louis XVI and Queen Marie Antoinette ruled France from 1774 to 1789, a time when the country was fighting bankruptcy.

However, the royal couple did not let the situation limit their excessive spending. Even though the minister of finance repeatedly warned them not to waste money, they continued to spend great fortunes on their personal pleasure. This lavish spending greatly enraged the people of France. They felt that the royal couple bought its luxurious lifestyle at the poor people’s expense.

Marie Antoinette seemed uncaring about her subjects’ misery. While French citizens begged for lower taxes, the queen embellished her palace with extravagant works of art. She also surrounded herself with artists, writers, and musicians, who encouraged the queen to spend even more money. While the queen liked to have huge feasts at the royal table, many people in France were starving.

The French government obliged the citizens to pay high taxes. When the minister of finance tried to stop these royal spendthrifts, the queen replaced him. The intense hatred that the people felt for Louis XVI and Marie Antoinette kept building until it led to the French Revolution.

During this time of struggle and violence (1789-1799), thousands of aristocrats, as well as the king and queen themselves, lost their lives at the guillotine. Perhaps, if Louis XVI and Marie Antoinette had reined in their extravagant spending, the events that rocked France would not have occurred.

4. What is true according to the text? • Queen Marie Antoinette was uncaring and egoistic • King Louis XVI sentenced some aristocrat to death. • King Louis XVI and Queen Marie Antoinette story was a happy ending. • King Louis XVI and Queen Marie Antoinette were loved by their citizen. • King Louis XVI and Queen Marie Antoinette ruled France for more than 15 years.

Jawaban : A Pembahasan : “Even though the minister of finance repeatedly warned them not to waste money, they continued to spend great fortunes on their personal pleasure.” artinya “Meskipun menteri keuangan berulang kali mengingatkan mereka supaya tidak menghambur-hamburkan uang, mereka (raja dan ratu), tetap saja melakukannya untuk kesenangan pribadi.

“While the queen liked to have huge feasts at the royal table, many people in France were starving.” artinya “Ketika ratu sering mengadakan jamuan makan besar di meja kerajaan, banyak rakyat Prancis yang menderita kelaparan.” Kedua kalimat tersebut menandakan bahwa A.

Ratu Marie Antoinette adalah seorang yang tidak peduli (uncaring) dan keras kepala (stubborn). Topic : Recount Text Subtopic : Types of Recount Text Majapahit empire, the last Indianized kingdom in Indonesia; based in eastern Java, it existed between the 13th and 16th centuries. The founder of the empire was Vijaya, a prince of Singhasari, who escaped when Jayakatwang, the ruler of Kediri, seized the palace. In 1292 Mongol troops came to Java to avenge an insult to the emperor of China, Kublai Khan, by Kertanagara, the king of Singhasāri, who had been replaced by Jayakatwang.

Vijaya collaborated with Mongol troops in defeating Jayakatwang; Vijaya then turned against the Mongols and expelled them from Java. Under his rule the new kingdom, Majapahit, successfully controlled Bali, Madura, Malayu, and Tanjungpura. The power of Majapahit reached its height in the mid-14th century under the leadership of King Hayam Wuruk and his Prime Minister, Gajah Mada.

Some scholars have argued that the territories of Majapahit covered present-day Indonesia and part of Malaysia, but others maintain that its territory was confined to eastern Java and Bali. Nonetheless, Majapahit became a significant power in the region, maintaining regular relations with China, Champa, Cambodia, Annam, and Siam (Thailand).

The golden era of Majapahit was short-lived; the empire began to decline after the death of Gajah Mada in 1364, and it was further weakened after the death of Hayam Wuruk in 1389. The spread of Islam and the rise of the Islāmic states along the northern coast of Java eventually brought the Majapahit era to an end in the late 15th or early 16th century.

5. From the text we know that .… • Vijaya expelled Gajah Mada from Java. • Siam was once a part of Majapahit territory. • Hayam Wuruk died not long before Gajah Mada’s death. • Hayam Wuruk and Gajah Mada had the biggest impact on Majapahit empire.

• Majapahit empire had a good relation with Singhasari during the reign of Vijaya. Jawaban : D Pembahasan : Pada paragraf kedua dijelaskan bahwa puncak masa kejayaan Majapahit terjadi pada pertengahan abad ke 14 di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Perdana Menterinya, Gajah Mada.

Lalu kerajaan tersebut mengalami kemunduran setelah Gajah Mada wafat tahun 1364 dan semakin lemah setelah Raja Hayam wuruk wafat tahun 1389. Dari keterangan tersebut, kita tahu bahwa kedua tokoh tersebut memiliki pengaruh paling besar pada kerajaan Majapahit. Maka jawaban yang benar adalah D.

MATEMATIKA TOPIK : Aturan Pencacahan SUBTOPIK : Aturan Penjumlahan dan Perkalian 1. Banyak bilangan ratusan dengan angka kedua dan angka ketiga mempunyai selisih 2 atau 4 adalah .

• 76 • 108 • 136 • 144 • 252 JAWABAN : E PEMBAHASAN : Pertama, angka kedua dan ketiga mempunyai selisih 2. Pasangan angka kedua dan angka ketiga yang mungkin adalah 0 dan 2, 1 dan 3, 2 dan 4, 3 dan 5, 4 dan 6, 5 dan 7, 6 dan 8, 7 dan 9. Terdapat 8 pasangan dan setiap pasangan dapat bertukar tempat. Digit pertama dapat diisi oleh angka 1 sampai 9.

Sehingga banyak bilangan yang mungkin dari bagian ini adalah 9.8.2! = 144 (9 dari kemungkinan digit pertama, 8 dari 8 pasangan, 2! dari setiap pasangan yang dapat bertukar tempat) Selanjutnya, angka kedua dan ketiga mempunyai selisih 4. Pasangan angka kedua dan angka ketiga yang mungkin adalah 0 dan 4, 1 dan 5, 2 dan 6, 3 dan 7, 4 dan 8, 5 dan 9.

Terdapat 6 pasangan dan setiap pasangan dapat bertukar tempat. Digit pertama dapat diisi oleh angka 1 sampai 9. Sehingga banyak bilangan yang mungkin dari bagian ini adalah 9.6.2! = 108 (9 dari kemungkinan digit pertama, 6 dari 6 pasangan, 2! dari setiap pasangan yang dapat bertukar tempat) Jadi, banyak bilangan yang dimaksud adalah 144 + 108 = 252. TOPIK : Statistika Deskriptif SUBTOPIK : Ukuran Pemusatan Data Tunggal 2.

Berikut adalah tabel berat badan siswa kelas X. Jika siswa dengan berat badan di atas rata-rata diharuskan mengikuti program diet, maka banyak siswa yang mengikuti progam diet tersebut adalah . • 46% • 48% • 50% • 52% • 54% JAWABAN : B PEMBAHASAN : Pertama, kita cari nilai rata-ratanya dengan bantuan tabel berikut.

Sehingga, siswa yang mengikuti program diet adalah yang berat badannya di atas 58,56 kg. Lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut. cell yang berwarna kuning menandakan bahwa siswa tersebut mengikuti program diet. Terdapat 12 siswa, sehingga persentase siswa yang mengikuti program diet adalah TOPIK : Barisan dan Deret SUBTOPIK : Latihan Barisan dan Deret 3. Jika a,b,c adalah barisan aritmetika dan a,b,a+c adalah barisan geometri, maka • 6 • 4 • 3 • 2 • 1 JAWABAN : C PEMBAHASAN : Diketahui a,b,c adalah barisan aritmetika, maka Diketahui a,b,a+c adalah barisan geometri, maka dan Subtitusikan persamaan (1) ke persamaan (2) sehingga kita peroleh Karenamaka haruslah sehingga persamaan (1) dapat diubah menjadi Jadi.

TOPIK : Matriks SUBTOPIK : Pengertian Dasar Matriks 4. Diketahui dan Jika maka nilai c adalah . • 2 • 5 • 8 • 11 • 14 JAWABAN : C PEMBAHASAN : Sehingga dari persamaan matriks di atas, kita peroleh Subtitusikan nilai sehingga Kemudian subtitusikan nilai sehingga TOPIK : Sistem Persamaan & Pertidaksamaan Linear-Kuadrat Dua Variabel SUBTOPIK : Sistem Persamaan Linier Kuadrat Dua Variabel (SPLKDV) 5. Jika a dan b bilangan bulat dengan • 36 • 6 • 0 • -6 • -36 JAWABAN : B PEMBAHASAN : Misalkan Perhatikan jika bentuk maka kita peroleh Subtitusikan ke persamaan di atas sehingga Diketahui pada soal bahwa a dan b bilangan bulat dengan a > b, maka a - b bernilai positif.

Jadi, GEOGRAFI Topik : Kerja Sama Negara Maju dan Berkembang Subtopik : Klasifikasi Negara Maju dan Negara Berkembang 1.

Indikator kesehatan pada IPM dilihat dari …. • tingkat gizi balita • angka kematian bayi • angka kelahiran bayi • angka harapan hidup • angka beban ketergantungan Jawaban: D Pembahasan: Indikator kesehatan pada IPM dapat dilihat berdasarkan angka harapan hidup.

Angka harapan hidup adalah perkiraan rata-rata tambahan umur seseorang yang diharapkan dapat terus hidup. Negara maju biasanya memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Jawaban yang tepat adalah D.

Topik : Kerja Sama Negara Maju dan Berkembang Subtopik : Persebaran Negara Maju dan Negara Berkembang 2. Selain Amerika Serikat, negara maju yang berada di kawasan Amerika Utara adalah …. • Chili • Greenland • Kanada • Kuba • Meksiko Jawaban : C Pembahasan : Tidak semua negara yang ada di kawasan Amerika Utara adalah negara maju.

Negara maju yang berada di kawasan Amerika Utara adalah Amerika Serikat dan Kanada. Kanada yang terletak di sebelah utara Amerika Serikat memiliki IPM sebesar 0,926 dan berada pada peringkat ke-12 di dunia pada tahun 2017 lalu.

Sementara itu, negara lain yang berada di kawasan Amerika Utara, yaitu Meksiko, masih dikategorikan sebagai negara berkembang. Jawaban yang tepat adalah C. Topik : Kerja Sama Negara Maju dan Berkembang Subtopik : Persebaran Negara Maju dan Negara Berkembang 3. Perhatikan kondisi berikut ini! • sumber daya alam yang tinggi • angka pertumbuhan ekonomi tinggi • angka pertumbuhan penduduk yang tinggi • rendahnya kemampuan penduduk untuk memenuhi kebutuhan Karakteristik yang dimiliki oleh India sebagai bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia berkembang ditunjukkan oleh nomor ….

• 1 dan 2 • 1 dan 3 • 2 dan 3 • 2 dan 4 • 3 dan 4 Jawaban : E Pembahasan : India merupakan salah satu negara di kawasan Asia Selatan yang digolongkan sebagai negara berkembang.

Negara ini ditetapkan sebagai negara berkembang karena memiliki angka pertumbuhan penduduk yang tinggi. Namun, negara ini memiliki kesejahteraan penduduk yang rendah. Rata-rata penduduk di India hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 6 SD saja, dan menjadikan tingkat pendidikan di negara ini rendah.

Selain itu, negara ini juga memiliki perekonomian yang rendah, di mana sebagian besar masyarakatnya belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jawaban yang tepat adalah E. Topik : Konsep Wilayah dan Tata Ruang Subtopik : Konsep Wilayah dan Tata Ruang 4.

Perhatikan berbagai ciri wilayah berikut ini! • dinamis • heterogen • homogen • statis Ciri-ciri wilayah formal ditunjukkan oleh nomor …. • (1) dan (2) • (1) dan (3) • (2) dan (3) • (2) dan (4) • (3) dan (4) Jawaban : E Pembahasan bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia Wilayah formal adalah wilayah yang terbentuk karena keseragaman karakteristiknya.

Contohnya adalah wilayah pegunungan, wilayah kutub, dan wilayah hutan. Ciri-ciri dari wilayah formal adalah homogen dan cenderung statis (tidak berubah dalam waktu yang lama).

Maka, jawaban yang tepat adalah E. Topik : Interaksi Keruangan Desa dan Kota Subtopik : Pola dan Faktor-faktor Interaksi Desa dan Kota 5. Suatu rumah sakit akan dibangun di antara kota A dan kota B.

Kota A memiliki jumlah penduduk sebesar 10.000 jiwa. Sedangkan, kota B memiliki penduduk sebesar 40.000 jiwa. Jarak antara kota A dan B adalah 12 km. Lokasi rumah sakit yang tepat adalah . • 3 km dari kota A • 3 km dari kota B • 4 km dari kota A • 4 km dari kota B • 6 km dari kota A Jawaban : C Pembahasan : Diketahui: Jarak antara kota A dan kota B (d AB) = 12 km Jumlah penduduk kota yang lebih kecil (P A) = 10.000 (kota A) Jumlah penduduk kota yang lebih besar (P B) = 40.000 (kota B) Ditanya: Jarak lokasi titik henti (rumah sakit) diukur dari wilayah yang jumlah penduduknya lebih kecil (D AB)?

Jawab: Berdasarkan perhitungan tersebut, maka jawaban yang tepat adalah C. SOSIOLOGI Topik : Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal Subtopik : Perubahan Komunitas Lokal Karena Globalisasi 1. Salah satu bentuk perubahan komunitas lokal pada lembaga pendidikan yang diakibatkan oleh globalisasi adalah …. • ditetapkannya kebijakan sekolah lima hari • berkembangnya sistem pembelajaran jarak jauh • hilangnya nilai-nilai pendidikan berbasis keluarga • munculnya kebijakan sekolah selama 8 jam setiap hari • berkembangnya sistem pembelajaran berbasis pendidikan karakter Jawaban : B Pembahasan : Salah satu bentuk globalisasi dalam ranah pendidikan adalah berkembangnya sistem pembelajaran jarak jauh.

Dalam sistem pembelajaran jarak jauh, pihak sekolah dan siswa benar-benar mengandalkan teknologi internet untuk setiap kegiatan pembelajaran. Misalnya, aplikasi bimbel online yang merupakan salah satu produk dan layanan yang mengandalkan sistem pembelajaran jarak jauh. Penjelasan pilihan jawaban yang lain: Diterapkannya kebijakan sekolah lima hari: berkaitan dengan kebijakan pemerintah, namun tidak menggunakan teknologi dalam penerapannya.

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

Hilangnya nilai-nilai pendidikan berbasis keluarga: berkaitan dengan perubahan komunitas lokal, tapi belum tentu disebabkan oleh globalisasi.

Munculnya kebijakan sekolah selama 8 jam setiap hari: berkaitan dengan kebijakan pemerintah, namun tidak menggunakan teknologi dalam penerapannya. Berkembangnya sistem pembelajaran berbasis pendidikan karakter: berkaitan dengan perubahan konten pembelajaran, tapi tidak disebabkan secara langsung oleh teknologi.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Topik : Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi Subtopik : Konsep Ketimpangan Sosial 2.

Surat keterangan sehat jasmani dan rohani sebagai prasyarat dalam lamaran pekerjaan cenderung mengesampingkan kualifikasi-kualifikasi lain, seperti tingkat pendidikan, keterampilan, dan pengalaman kerja yang sebenarnya dimiliki.

Kondisi ini membuat penyandang disabilitas kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dan menunjukkan kemampuan mereka. Kasus ini menunjukkan sebuah bentuk ketidakadilan sosial berupa …. • stereotip • segregasi • prasangka • subordinasi • marginalisasi Jawaban : D Pembahasan : Persoalan yang dihadapi oleh para penyandang disabilitas menggambarkan bahwa kedudukan mereka di masyarakat masih mengalami penomorduaan atau subordinasi.

Subordinasi adalah suatu proses yang seolah menomorduakan, mengesampingkan, atau membedakan perlakuan terhadap identitas sosial tertentu. Menghilangkan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas memang merupakan hal pertama yang harus dilakukan untuk menghapus subordinasi yang dialami oleh mereka. Namun, suatu kebijakan yang ramah terhadap mereka juga diperlukan, seperti pendidikan inklusif, pelatihan keterampilan, lapangan kerja, atau bahkan fasilitas-fasilitas publik.

Penjelasan pilihan jawaban yang lain: Stereotip: generalisasi yang berlebihan terhadap seseorang berdasarkan sifat-sifat yang ada pada kelompoknya (ras, suku, atau agamanya), namun tidak selalu bersifat negatif. Segregasi: pemisahan, pengasingan, atau pengucilan suatu golongan dari golongan lainnya. Prasangka: sikap dan perasaan negatif terhadap suatu kelompok dan seluruh anggota kelompoknya. Marginalisasi: proses pembatasan atau peminggiran terhadap seseorang atau kelompok dalam berbagai aspek yang mengakibatkan mereka tersingkir dari masyarakat.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D. Topik : Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi Subtopik : Upaya mengatasi ketimpangan sosial 3. Tenaga pengajar sangat dibutuhkan di sekolah, terutama di desa terpencil.

Sayangnya, guru-guru di desa terpencil terkadang tidak diperhatikan. Ada yang bahkan tidak mendapatkan penghasilan dari kegiatan mengajarnya. Padahal jika dibandingkan dengan guru-guru di perkotaan, mereka paling tidak lebih sejahtera dan mendapatkan gaji setiap bulannya. Upaya yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengatasi ketimpangan ini adalah …. • pemerataan kualitas dan kesejahteraan guru • memperketat seleksi guru terutama di kota besar • pemerataan sarana dan prasarana pengajaran di sekolah • memperbaiki akses jalan ke sekolah untuk siswa dan guru • menambah jumlah guru di kota besar karena lebih sejahtera Jawaban : A Pembahasan : Ketimpangan yang muncul di soal adalah perbandingan antara kesejahteraan guru di desa terpencil dan guru-guru di perkotaan.

Maka itu, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya perlu mempertimbangkan pemerataan sarana dan prasarana, tetapi perlu juga memperhatikan tenaga pengajarnya. Upaya yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pemerataan jumlah, kualitas, maupun kesejahteraan para guru di pedesaan. Hal ini untuk mengurangi bahkan jika bisa menghapuskan ketimpangan tenaga pengajar di desa dan di kota. Penjelasan pilihan jawaban yang lain: Memperketat seleksi guru terutama di kota besar: tidak berkaitan dengan kualitas guru di pedesaan yang menjadi fokus dalam soal.

Pemerataan sarana dan prasarana pengajaran di sekolah: sarana dan prasarana pengajaran lebih mengarah pada alat perlengkapan seperti gedung sekolah, buku, dan sebagainya. Tidak berkaitan langsung dengan kesejahteraan guru-guru.

Memperbaiki akses jalan ke sekolah untuk siswa dan guru: berkaitan dengan kebijakan pembangunan, bukan kualitas tenaga pengajar. Menambah jumlah guru di kota besar karena lebih sejahtera: tidak berkaitan dengan kualitas guru di pedesaan yang menjadi fokus dalam soal. Jadi, jawaban yang tepat adalah A. Topik : Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Sosial I Subtopik : Jenis-Jenis Kearifan Lokal 4. Mitos-mitos mengenai pohon angker atau pohon yang memiliki roh penunggu cenderung masih dipercayai oleh masyarakat, terutama masyarakat pedesaan yang masih tradisional.

Mitos pohon angker tersebut menunjukkan kearifan lokal …. • tidak berwujud dan berfungsi sebagai konservasi alam • berwujud tekstual dan berfungsi sebagai sebuah petuah • berwujud tekstual dan berfungsi sebagai pendidikan moral • tidak berwujud dan berfungsi mengembangkan ilmu pengetahuan • tidak berwujud dan berfungsi mengembangkan sumber daya manusia Jawaban : A Pembahasan : Berdasarkan jenisnya, mitos tersebut menjadi sebuah kearifan lokal berbentuk tidak nyata karena menjadi mitos atau cerita masyarakat lokal disampaikan secara verbal dan turun-temurun.

Meskipun dalam cerita tersebut terdapat unsur gaib, namun masyarakat terutama yang bersifat tradisional relatif dapat mengikuti perintah yang secara tersirat dalam cerita tersebut. Berdasarkan fungsinya, kearifan lokal ini memiliki fungsi di masyarakat untuk melestarikan dan menjaga secara turun-temurun agar lingkungan alam dan budaya manusia setempat tidak hilang. Kearifan lokal ini menciptakan cara berperilaku yang tidak jauh dengan prinsip konservasi.

Dalam prinsip konservasi yang dibutuhkan adalah rasa saling menghormati dan menjaga alam. Masyarakat cenderung akan berpikir ulang jika melakukan kegiatan di tempat-tempat yang dianggap memiliki roh penunggu.

Mereka akan menjaga dan menghormati tempat-tempat tersebut. Jadi, jawaban yang tepat adalah A. Topik : Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Sosial II Subtopik : Agen Pemberdayaan Komunitas 5.

Corporate Social Responsibility ( CSR) adalah pendekatan bisnis dengan memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingan. CSR merupakan contoh program pemberdayaan yang dijalankan oleh …. • individu • komunitas • pemerintah • pihak swasta • masyarakat penggerak Jawaban : D Pembahasan : Tanggung jawan sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah pihak swasta.

Para perusahaan memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat tanpa mementingkan imbalan. Perusahaan sebagai agen pemberdayaan komunitas menjalankan program tanggungjawab sosial perusahaan atau CSR kepada komunitas yang membutuhkan pemberdayaan. Misalnya, pemberdayaan komunitas petani karet dalam program Kebun Karet Unggul. Bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh perusahaan tambang tersebut melalui CSR-nya adalah pemberian bibit karet unggul dan obat tanaman karet. Pemberdayaan komunitas seperti ini merupakan contoh dari pemberdayaan yang digerakkan oleh pihak swasta.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D. EKONOMI Topik : Tahap Pencatatan Perusahaan Dagang (NEW!) Subtopik : Rekapitulasi dan Buku Besar Perusahaan Dagang 1. Tujuan dibuatnya rekapitulasi jurnal khusus adalah …. • memudahkan pembuatan buku besar pembantu • memudahkan proses pencatatan jurnal khusus • mengetahui bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia akhir setiap utang dan piutang pihak ketiga • memudahkan pembuatan buku besar umum • mengetahui keseimbangan saldo debit dan kredit pada awal periode akuntansi Jawaban : D Pembahasan : Pembuatan rekapitulasi jurnal khusus bersifat opsional dan dapat digunakan untuk memudahkan pembuatan buku besar umum.

Topik : Tahap Pengikhtisaran Perusahaan Dagang (NEW!) Subtopik : Neraca Saldo dan Penyesuaian Perusahaan Dagang 2. Neraca saldo suatu perusahaan menunjukkan saldo akun gedung Rp100.000.000,00. Penyusutan gedung diperkirakan sebesar 5% per tahun. Ayat jurnal penyesuaian yang tepat berdasarkan ilustrasi tersebut adalah .

A. Beban penyusutan gedung (D) Rp5.000.000,00 Akumulasi penyusutan gedung (K) Rp5.000.000,00 B. Akumulasi penyusutan gedung (D) Rp5.000.000,00 Beban penyusutan gedung (K) Rp5.000.000,00 C.

Beban penyusutan gedung (D) Rp100.000.000,00 Akumulasi penyusutan gedung (K) Rp100.000.000,00 D. Akumulasi penyusutan gedung (D) Rp100.000.000,00 Beban penyusutan gedung (K) Rp100.000.000,00 E.

Beban penyusutan gedung (D) Rp5.000.000,00 Gedung (K) Rp5.000.000,00 Jawaban : A Pembahasan : Berdasarkan ilustrasi tersebut, penyusutan gedung sebesar 5%xRp100.000.000,00 = Rp5.000.000,00. Ayat jurnal penyesuaian yang benar adalah sebagai berikut. Beban penyusutan gedung (D) Rp5.000.000,00 Akumulasi penyusutan gedung (K) Rp5.000.000,00 Topik : Tahap Pelaporan Perusahaan Dagang (NEW!) Subtopik : Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang 3.

Suatu perusahaan dagang memiliki nilai penjualan yang lebih kecil dibandingkan dengan harga pokok penjualan dan beban operasional usahanya. Berdasarkan pernyataan tersebut, kondisi perusahaan tersebut adalah …. • laba • rugi • berimbang • surplus • break even point Jawaban : B Pembahasan : Suatu perusahaan yang memiliki nilai penjualan lebih kecil dibandingkan dengan harga pokok penjualan dan beban operasionalnya berarti mengalami kerugian.

Hal tersebut karena penjualan merupakan pendapatan di perusahaan dagang, sedangkan harga pokok penjualan dan beban merupakan biaya yang harus ditanggung perusahaan. Topik : Tahap Pengikhtisaran Perusahaan Dagang (NEW!) Subtopik : Neraca Saldo dan Penyesuaian Perusahaan Dagang 4. Data akhir periode PD Ruang Belanja menyebutkan gaji pegawai yang belum dibayar sebesar Rp2.500.000,00.

Ayat jurnal penyesuaian yang benar adalah …. A. Utang gaji (D) Rp2.500.000,00 Beban gaji (K) Rp2.500.000,00 B. Beban gaji (D) Rp2.500.000,00 Utang gaji (K) Rp2.500.000,00 C. Utang gaji (D) Rp2.000.000,00 Beban gaji (K) Rp2.000.000,00 D. Beban gaji (D) Rp2.000.000,00 Utang gaji (K) Rp2.000.000,00 E. Utang gaji (D) Rp500.000,00 Beban gaji (K) Rp500.000,00 Jawaban : B Pembahasan : Gaji yang belum dibayar oleh PD Ruang Belanja menyebabkan menyebabkan bertambahnya utang (dikredit) dan beban (didebit).

Ayat penyesuaiannya sebagai berikut. Beban gaji (D) Rp2.500.000,00 Utang gaji (K) Rp2.500.000,00 Topik : Tahap Pelaporan Perusahaan Dagang (NEW!) Subtopik : Laporan Perubahan Modal Perusahaan Dagang 5. Perhatikan sebagian data keuangan PD Ruang Usaha berikut! Modal bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia Rp24.500.000,00 Rugi Rp1.200.000,00 Prive Rp2.500.000,00 Besarnya modal akhir PD Ruang Usaha yang benar adalah ….

• Rp20.800.000,00 • Rp23.200.000,00 • Rp23.300.000,00 • Rp25.800.000,00 • Rp28.200.000,00 Jawaban : A Pembahasan : Modal akhir = Modal awal - Rugi - Prive Modal akhir = Rp24.500.000,00 - Rp1.200.000,00 - Rp2.500.000,00 Modal akhir = Rp20.800.000,00 SEJARAH Topik : Peran Bangsa Indonesia dalam Perdamaian Dunia Subtopik : Gerakan Non-Blok 1.

Perang Dingin sudah selesai, tidak ada lagi Blok Barat dan Blok Timur. Analisa yang tepat terkait kesesuaian organisasi Gerakan Non Blok dengan era sekarang adalah ….

• Negara-negara Non Blok bubar saja • Negara-negara Non Blok perlu mendekati Rusia • Negara-negara Non Blok perlu mendekati Amerika Serikat • Negara-negara Non Blok bebas menentukan arah dan kebijakannya masing-masing • Negara-negara Non Blok ikut aktif menyelesaikan persoalan-persoalan dunia kontemporer Jawaban : E Pembahasan : Seiring dengan bubarnya Uni Soviet pada 1991 maka secara otomatis Perang Dingin ikut berakhir.

Dalam hal ini, Blok Barat tampil sebagai pemenang Perang Dingin. Namun demikian, masalah dunia tidak berhenti sampai di situ.

Jika selama masa Perang Dingin masalah dunia berkisar pada pertempuran ideologi dan perebutan pengaruh dua kekuatan besar maka pasca berakhirnya perang ideologi tersebut kini dunia dihadapkan dengan masalah-masalah baru yang tidak kalah menantang dibandingkan dengan masalah yang harus dihadapi saat masa Perang Dingin.

Dunia saat ini dihadapkan pada masalah-masalah serius nan kompleks seperti penjajahan Palestina oleh Israel, radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme. Dunia dewasa ini juga dihadapkan pada masalah ketimpangan dan kemiskinan, masalah perubahan iklim, masalah kejahatan transnasional seperti penyelundupan obat-obatan terlarang, perdagangan manusia, kejahatan cyber, dan sebagainya.

Negara-negara non blok yang saat ini berjumlah 120 negara bisa mengalihkan perhatiannya dengan ikut aktif menyelesaikan persoalan-persoalan besar dunia di atas. Peran aktif negara-negara non blok yang mencakup 2/3 keanggotaan PBB dan merepresentasikan 55 persen penduduk dunia sangatlah vital dalam ikut serta menyelesaikan masalah-masalah masa kini.

Keberanian serta langkah-langkah konkret negara-negara non blok sangat dinanti dalam rangka menyelesaikan masalah-masalah dunia dewasa ini. Inilah kesesuaian antara organisasi Gerakan Non Blok dengan era sekarang. Topik : Prestasi IPTEK Indonesia di Era Kemerdekaan Subtopik : Revolusi Hijau 2. Perhatikan pernyataan berikut ini!

“Pada permulaan tahun 1970-an pemerintah Indonesia meluncurkan suatu program pembangunan pertanian yang dikenal secara luas dengan program Revolusi Hijau yang di masyarakat petani dikenal dengan program Bimas.

Konsep Revolusi Hijau yang di Indonesia dikenal sebagai gerakan Bimas adalah program nasional untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya swasembada beras” Hubungan antara pernyataan di atas dengan kondisi para petani di Indonesia adalah …. • Para petani semakin gencar menanam tanaman yang tahan hama dan mempunyai produktivitas yang tinggi • Petani hanya fokus untuk meningkatkan produksi padi agar dapat mencapai swasembada beras • Pelaksanaan Bimas berdampak pada menurunnya kualitas tanaman yang ditanam pada petani, terutama tanaman padi • Penerapan Bimas di masyarakat telah menimbulkan adanya kesenjangan sosial antara masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan • Program Bimas telah berhasil mengubah sikap para petani, dari “anti” teknologi menjadi lebih memanfaatkan teknologi pertanian modern Jawaban : E Pembahasan : Bimas yang merupakan singkatan dari Bimbing Massal, dalam pengertian resmi dan aslinya merupakan suatu sistem Penyuluhan yaitu pembimbingan petani ke arah usaha tani yang lebih baik dan lebih maju, sehingga ia mampu meningkatkan usaha taninya.

Bimas berintikan tiga komponen pokok, yaitu penggunaan teknologi yang sering disebut Panca Usaha Tani, penerapan kebijakan harga sarana dan hasil reproduksi serta adanya dukungan kredit dan pertanian modern.

Revolusi Hijau atau program Bimas meskipun memakan waktu yang relatif lama kurang lebih 20 tahun, telah berhasil mengubah sikap para petani, khususnya para petani subsektor pangan, dari “anti” teknologi ke sikap yang mau memanfaatkan teknologi pertanian modern, seperti pupuk kimia, obat-obatan pelindung, dan bibit padi unggul.

Topik : Peristiwa Kontemporer Dunia Subtopik : Reunifikasi Jerman 3. Korelasi antara Runtuhnya Tembok Berlin dengan Uni Soviet adalah …. • Gorbachev menerapkan kebijakan yang memudahkan negara-negara bawahannya untuk merdeka • Gorbachev menarik mundur pasukan Uni Soviet dari wilayah Jerman Timur • Gorbachev mendukung aksi rakyat demonstrasi rakyat untuk meruntuhkan Tembok Berlin • Gorbachev memberikan kemerdekaan penuh pada Jerman Timur dan Barat untuk bersatu • Kebijakan Gorbachev mempengaruhi demonstran untuk melakukan perlawanan pada Erich Honecker Jawaban : B Pembahasan : Gorbachev menerapkan berbagai kebijakan yang melonggarkan ideologi komunis dan memberikan ruang kepada demokratisasi salah satu kebijakan luar negeri yang dikenal dengan koeksistensi secara damai di Eropa Timur.

Kebijakan ini dilakukan dengan menarik mundur pasukan Uni Soviet dari wilayah Jerman Timur, mengizinkan Hungaria membuka perbatasan wilayahnya dengan Austria yang kemudian menyebabkan banyaknya gelombang migrasi rakyat Jerman Timur ke Jerman Barat.

Keadaan ini tidak mampu diatasi oleh pemerintah Jerman Timur yang kemudian mengundurkan diri hingga pada 9 November 1989 rakyat berbondong-bondong ke perbatasan dan merobohkan tembok dengan peralatan yang seadanya.

Topik : Konflik di Berbagai Belahan Dunia Subtopik : Konflik Timur - Tengah 4. Saddam Hussein mengaitkan invasi Irak terhadap Kuwait serupa dengan kasus pendudukan Israel terhadap Palestina. Bagaimana keterkaitan dua kasus tersebut?

• Irak ingin menguasai seluruh wilayah Teluk Persia • cadangan minyak Irak habis akibat perang dengan Iran • Kuwait dianggap sebagai wilayah Irak yang menjadi milik warga Palestina • Irak ingin menguasai wilayah Timur Tengah dengan tujuan mengusir Israel • Irak ingin menguasai wilayah Palestina dengan menguasai Kuwait lebih dahulu Jawaban : C Pembahasan : Pada masa Perang Teluk II, Irak melakukan invasi terhadap Kuwait.

Irak mengaitkan invasi tersebut dengan pendudukan Israel di Palestina. Menurut Irak, sejak masa pemerintahan Umar bin Khattab (634-644) daerah tersebut sudah menjadi milik orang-orang Arab Palestina, selain itu Kuwait dahulu merupakan bagian dari wilayah Irak. Jika Irak ditekan mundur dari wilayah Kuwait, Saddam Hussein menuntut agar Israel juga mundur dari wilayah Palestina. Topik : Konflik di Berbagai Belahan Dunia Subtopik : Konflik di Amerika 5.

Gagalnya invasi Teluk Babi berdampak serius terhadap keharusan Amerika Serikat menanggung kerugian berupa …. • masuknya paham komunisme ke wilayah Amerika Serikat • Kuba memiliki hubungan yang semakin dekat dengan Uni Soviet • keharusan membayar 53 juta dolar untuk ditukar dengan tahanan • semakin tingginya tingkat imigran yang berasal dari Kuba masuk ke Amerika • permintaan masyarakat terhadap Presiden J.F. Kennedy untuk turun dari jabatannya Jawaban : D Pembahasan : Pada masa pemerintahan Presiden J.F.

Kennedy, Amerika Serikat mengalami kegagalan besar dalam melakukan invasi ke Teluk Babi. Invasi dilakukan dengan tujuan utama untuk menggulingkan kekuasaan Fidel Castro di Kuba dan membentuk pemerintahan non komunis yang ramah terhadap Amerika.

Invasi ini awalnya dijanjikan oleh Central Intelligence Agency (CIA) sebuah biro rahasia Amerika Serikat, bahwa Amerika akan dengan mudah meraih keberhasilan. Pada kenyataannya, justru niat invasi yang akan dilakukan Amerika Serikat sudah diketahui oleh Kuba sehingga dapat digagalkan oleh Kuba dalam waktu 72 jam. Banyak pasukan Amerika Serikat yang kemudian dijadikan tahanan.

Sebagai konsekuensinya, Amerika Serikat diharuskan untuk membayar 53 juta dollar untuk ditukar dengan tahanan asal Amerika tersebut.

Jangan sampai kamu melewatkan Sekolah Online Ruangguru setiap hari Senin-Jumat, pukul 08.00-12.00 WIB ya. Setelah itu, kerjakan juga soal-soalnya untuk menguji pemahaman kamu terhadap materi yang baru saja disampaikan oleh Master Teacher Ruangguru.

Ayo, #TetapSehatTetapBelajar! • Afrikaans • Alemannisch bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Авар • अवधी • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Адыгэбзэ • Kabɩyɛ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Къарачай-малкъар • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Коми • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лезги • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lietuvių • Latviešu • मैथिली • Malagasy • Māori • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Dorerin Naoero • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ߒߞߏ • Nouormand • Chi-Chewa • Occitan • Oromoo • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Papiamentu • Picard bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Română • Armãneashti • Tarandíne • Русский • Русиньскый • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Zeêuws • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 Perang Dunia I Searah jarum jam dari atas: Parit di Front Barat; tank Mark IV Britania Raya melintasi parit; kapal perang Angkatan Laut Kerajaan HMS Irresistible tenggelam setelah menabrak ranjau pada Pertempuran Dardanelles; awak senjata mesin Vickers mengenakan masker gas, dan pesawat dua sayap Albatros D.III Jerman Tanggal 28 Juli 1914 – 11 November 1918 ( Gencatan senjata) Traktat Versailles ditandatangani 28 Juni 1919 (4 tahun, 3 bulan dan 2 minggu) Traktat Saint-Germain-en-Laye ditandatangani 10 September 1919 Traktat Neuilly-sur-Seine ditandatangani 27 November 1919 Traktat Trianon ditandatangani 4 Juni 1920 Traktat Sèvres ditandatangani 10 Agustus 1920 Lokasi Eropa, Afrika, Timur Tengah, Kepulauan Pasifik, Cina, dan lepas pantai Amerika Selatan dan Utara Hasil Kemenangan Sekutu • Berakhirnya kekaisaran Jerman, Rusia, Utsmaniyah, dan Austria-Hongaria • Terbentuknya negara-negara baru di Eropa dan Timur Tengah • Penyerahan koloni Jerman dan wilayah bekas Kesultanan Utsmaniyah ke negara-negara lain • Pendirian Liga Bangsa-Bangsa.

( lainnya.) Pihak terlibat Blok Sekutu (Entente) Prancis Kekaisaran Britania • Australia • Kanada • India • Newfoundland • Selandia Baru • Afrika Selatan • Rhodesia Selatan Kekaisaran Rusia (1914–17) Italia (1915–18) Amerika Serikat (1917–18) Rumania (1916–18) Jepang Serbia Belgia Yunani (1917–18) Kerajaan Hijaz Emirat Nejd dan Hasa dan lain-lain Blok Sentral Kekaisaran Jerman Austria-Hongaria Kesultanan Utsmaniyah Bulgaria (1915–18) Pihak yang juga terlibat Jabal Shammar .

dan lainnya Tokoh dan pemimpin Pemimpin dan komandan Raymond Poincaré Georges Clemenceau Ferdinand Foch H. H. Asquith David Lloyd George Douglas Haig Winston Churchill Nicholas II Nicholas Nikolaevich Vittorio Emanuele III Antonio Salandra Vittorio Orlando Luigi Cadorna Woodrow Wilson John J.

Pershing Peter I, Raja Serbia dan lainnya Pemimpin dan komandan Wilhelm II Paul von Hindenburg Erich Ludendorff Franz Joseph I Karl I Franz Conrad von Hötzendorf Mehmed V Mehmed VI Tiga Pasha Ferdinand I Nikola Zhekov dan lainnya Kekuatan Entente [1] 12.000.000 8.841.541 [2] [3] 8.660.000 [4] 5.615.140 4.743.826 1.234.000 800.000 707.343 380.000 250.000 Total: 42.959.850 Blok Sentral [1] 13.250.000 7.800.000 2.998.321 1.200.000 Total: 25.248.321 Korban Militer gugur: 5.525.000 Militer terluka: 12.831.500 Militer hilang: 4.121.000 Total: 22.477.500 KIA, WIA, atau MIA .

lebih rinci. Militer gugur: 4.386.000 Militer terluka: 8.388.000 Militer hilang: 3.629.000 Total: 16.403.000 KIA, WIA, atau MIA . lebih rinci. Eropa • Balkan • Front Barat • Front Timur • Front Italia Timur Tengah • Kaukasus • Persia • Gallipoli • Mesopotamia • Sinai dan Palestina • Arabia Selatan Afrika • Afrika Barat Daya • Afrika Barat • Afrika Timur • Afrika Utara Asia dan Pasifik Teater lain • Amerika • Samudra Atlantik • Mediterania Perang Dunia I ( PD1) adalah sebuah perang global terpusat di Eropa yang dimulai pada tanggal 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918.

Perang ini sering disebut Perang Dunia atau Perang Besar sejak terjadi sampai dimulainya Perang Dunia II pada tahun 1939, dan Perang Dunia Pertama atau Perang Dunia I setelah itu.

Perang ini melibatkan semua kekuatan besar dunia, [5] yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan, yaitu Sekutu (berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania Raya, Prancis, dan Rusia) dan Blok Sentral (terpusat pada Aliansi Tiga yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia; namun saat Austria-Hongaria melakukan serangan sementara persekutuan ini bersifat defensif, Italia tidak ikut berperang).

[6] Kedua aliansi ini melakukan reorganisasi (Italia berada di pihak Sekutu) dan memperluas diri saat banyak negara ikut serta dalam perang. Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah. [7] [8] Lebih dari 9 juta prajurit gugur, terutama akibat kemajuan teknologi yang meningkatkan tingkat mematikannya suatu senjata tanpa mempertimbangkan perbaikan perlindungan atau mobilitas.

Perang Dunia I adalah konflik paling mematikan keenam dalam sejarah dunia, sehingga membuka jalan untuk berbagai perubahan politik seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat. [9] Penyebab jangka panjang perang ini mencakup kebijakan luar negeri imperialis kekuatan besar Eropa, termasuk Kekaisaran Jerman, Kekaisaran Austria-Hongaria, Kesultanan Utsmaniyah, Kekaisaran Rusia, Imperium Britania, Republik Prancis, dan Italia.

Pembunuhan tanggal 28 Juni 1914 terhadap Adipati Agung Franz Ferdinand dari Austria, pewaris takhta Austria-Hongaria, oleh seorang nasionalis Yugoslavia di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina adalah pencetus perang ini. Pembunuhan tersebut berujung pada ultimatum Habsburg terhadap Kerajaan Serbia.

[10] [11] Sejumlah aliansi yang dibentuk selama beberapa dasawarsa sebelumnya terguncang, sehingga dalam hitungan minggu semua kekuatan besar terlibat dalam perang; melalui koloni mereka, konflik ini segera menyebar ke seluruh dunia.

Pada tanggal 28 Juli, konflik ini dibuka dengan invasi ke Serbia oleh Austria-Hongaria, [12] [13] diikuti invasi Jerman ke Belgia, Luksemburg, dan Prancis; dan serangan Rusia ke Jerman. Setelah pawai Jerman di Paris tersendat, Front Barat melakukan pertempuran atrisi statis dengan jalur parit yang mengubah sedikit suasana sampai tahun 1917. Di Timur, angkatan darat Rusia berhasil mengalahkan pasukan Kesultanan Utsmaniyah, namun dipaksa mundur dari Prusia Timur dan Polandia oleh angkatan darat Jerman.

Front lainnya dibuka setelah Kesultanan Utsmaniyah ikut serta dalam perang tahun 1914, Italia dan Bulgaria tahun 1915, dan Rumania tahun 1916. Kekaisaran Rusia runtuh bulan Maret 1917, dan Rusia menarik diri dari perang setelah Revolusi Oktober pada akhir tahun itu.

Setelah serangan Jerman di sepanjang front barat tahun 1918, Sekutu memaksa pasukan Jerman mundur dalam serangkaian serangan yang sukses dan pasukan Amerika Serikat mulai memasuki parit. Jerman, yang bermasalah dengan revolusi pada saat itu, setuju melakukan gencatan senjata pada tanggal 11 November 1918 yang kelak dikenal sebagai Hari Gencatan Senjata.

Perang ini berakhir dengan kemenangan di pihak Sekutu. Peristiwa di front Britania sama rusuhnya seperti front depan, karena para pihak terlibat berusaha memobilisasi tenaga manusia dan sumber daya ekonomi mereka untuk melakukan perang total. Pada akhir perang, empat kekuatan imperial besar— Kekaisaran Jerman, Rusia, Austria-Hongaria, dan Utsmaniyah—bubar. Negara pengganti dua kekaisaran yang disebutkan pertama tadi kehilangan banyak sekali wilayah, sementara dua terakhir bubar sepenuhnya.

Eropa Tengah terpecah menjadi beberapa negara kecil. [14] Liga Bangsa-Bangsa dibentuk dengan harapan mencegah konflik seperti ini selanjutnya. Nasionalisme Eropa yang muncul akibat perang dan pembubaran kekaisaran, dampak kekalahan Jerman dan masalah dengan Traktat Versailles diyakini menjadi faktor penyebab pecahnya Perang Dunia II. [15] Daftar isi • 1 Nama • 2 Latar belakang • 3 Palagan konflik • 3.1 Serangan pembuka • 3.1.1 Kebingungan Blok Sentral • 3.1.2 Kampanye Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia • 3.1.3 Kampanye Serbia • 3.1.4 Pasukan Jerman di Belgia dan Prancis • 3.1.5 Asia-Pasifik • 3.2 Front Barat • 3.2.1 Awal peperangan parit (1914–1915) • 3.2.2 Kelanjutan peperangan parit (1916–1917) • 3.3 Perang laut • 3.4 Palagan Selatan • 3.4.1 Perang di Balkan • 3.4.2 Kesultanan Utsmaniyah • 3.4.3 Partisipasi Italia • 3.4.4 Partisipasi Rumania • 3.4.5 Peran India • 3.5 Front Timur • 3.5.1 Tindakan awal • 3.5.2 Revolusi Rusia • 3.6 Rencana Blok Sentral untuk negosiasi damai • 3.7 1917–1918 • 3.7.1 Perkembangan tahun 1917 • 3.7.2 Konflik Kesultanan Utsmaniyah 1917 • 3.7.3 Keterlibatan Amerika Serikat • 3.7.3.1 Non-intervensi • 3.7.3.2 Pernyataan perang A.S.

terhadap Jerman • 3.7.3.3 Partisipasi aktif A.S. pertama • 3.7.4 Tawaran perdamaian terpisah Austria • 3.7.5 Serangan Musim Semi Jerman 1918 • 3.7.6 Konflik Kesultanan Utsmaniyah 1918 • 3.7.7 Negara-negara baru di zona perang • 3.7.8 Kemenangan Sekutu: Musim panas dan gugur 1918 • 3.7.9 Gencatan senjata dan penyerahan diri • 3.7.9.1 Superioritas Sekutu dan legenda pengkhianatan, November 1918 • 3.8 Perjanjian Versailles, Juni 1919 • 4 Teknologi • 4.1 Penerbangan • 4.2 Pemutakhiran teknologi laut • 4.3 Pemutakhiran teknologi peperangan darat • 4.4 Penyembur api dan angkutan subterania • 5 Kejahatan perang • 5.1 Genosida dan pembersihan etnis • 5.1.1 Kekaisaran Rusia • 5.2 "Pemerkosaan Belgia" • 6 Pengalaman tentara • 6.1 Tawanan perang • 6.2 Atase militer dan koresponden perang • 7 Dukungan dan penentangan perang • 7.1 Dukungan • 7.2 Penentangan • 7.2.1 Wajib militer • 8 Dampak • 8.1 Dampak kesehatan dan ekonomi • 8.2 Perjanjian damai dan batas negara • 9 Warisan • 9.1 Tugu peringatan • 9.2 Ingatan budaya • 9.3 Trauma sosial • 9.4 Ketidakpuasan di Jerman • 9.5 Pandangan di Amerika Serikat • 9.6 Identitas nasional baru • 9.7 Dampak ekonomi • 10 Lihat pula • 10.1 Media • 11 Catatan kaki • 12 Referensi • 13 Pranala luar • 13.1 Peta animasi Nama Di Kanada, Maclean's Magazine pada bulan Oktober 1914 menuliskan, "Sejumlah perang diberi dan dinamakannya sendiri.

Perang ini namanya Perang Besar." [16] Sejarah asal usul dan bulan-bulan pertama perang diterbitkan di New York pada akhir 1914 dengan judul The World War (Perang Dunia). [17] Selama periode antarperang, perang ini lebih sering disebut Perang Dunia dan Perang Besar di negara-negara berbahasa Inggris.

Setelah pecahnya Perang Dunia Kedua tahun 1939, istilah Perang Dunia I atau Perang Dunia Pertama menjadi standar, dengan sejarawan Britania dan Kanada yang lebih suka Perang Dunia Pertama, dan Amerika Perang Dunia I.

Kedua istilah ini juga dipakai selama periode antarperang. Frasa "Perang Dunia Pertama" pertama dipakai bulan September 1914 oleh filsuf Jerman Ernest Haeckel, yang mengklaim bahwa "tidak ada keraguan bahwa alur dan tokoh 'Perang Eropa' yang dikhawatirkan .

akan menjadi perang dunia pertama dalam arti sepenuhnya." [18] The First World War (Perang Dunia Pertama) juga merupakan judul buku sejarah tahun 1920 karya perwira dan jurnalis Charles à Court Repington. Latar belakang Peta peserta Perang Dunia I: Blok Sekutu berwarna hijau, Blok Sentral berwarna oranye, dan negara netral berwarna abu-abu Pada abad ke-19, kekuatan-kekuatan besar Eropa berupaya keras mempertahankan keseimbangan kekuatan di seluruh Eropa, sehingga pada tahun 1900 memunculkan jaringan aliansi politik dan militer yang kompleks di benua ini.

[6] Berawal tahun 1815 dengan Aliansi Suci antara Prusia, Rusia, dan Austria. Kemudian, pada Oktober 1873, Kanselir Jerman Otto von Bismarck menegosiasikan Liga Tiga Kaisar (Jerman: Dreikaiserbund) antara monarki Austria-Hongaria, Rusia, dan Jerman. Perjanjian ini gagal karena Austria-Hongaria dan Rusia tidak sepakat mengenai kebijakan Balkan, sehingga meninggalkan Jerman dan Austria-Hongaria dalam satu aliansi yang dibentuk tahun 1879 bernama Aliansi Dua.

Hal ini dipandang sebagai metode melawan pengaruh Rusia di Balkan saat Kesultanan Utsmaniyah terus melemah. [6] Pada tahun 1882, aliansi ini meluas hingga Italia dan menjadi Aliansi Tiga. [19] Setelah 1870, konflik Eropa terhindar melalui jaringan perjanjian yang direncanakan secara hati-hati antara Kekaisaran Jerman dan seluruh Eropa yang dirancang oleh Bismarck.

Ia berupaya menahan Rusia agar tetap di pihak Jerman untuk menghindari perang dua front dengan Prancis dan Rusia. Ketika Wilhelm II naik takhta sebagai Kaisar Jerman ( Kaiser), Bismarck terpaksa pensiun dan sistem aliansinya perlahan dihapus.

Misalnya, Kaiser menolak memperbarui Perjanjian Reasuransi dengan Rusia pada tahun 1890. Dua tahun kemudian, Aliansi Prancis-Rusia ditandatangani untuk melawan kekuatan Aliansi Tiga. Pada tahun 1904, Britania Raya menandatangani serangkaian perjanjian dengan Prancis, Entente Cordiale, dan pada 1907, Britania Raya dan Rusia menandatangani Konvensi Inggris-Rusia.

Meski perjanjian ini secara formal tidak menyekutukan Britania Raya dengan Prancis atau Rusia, mereka memungkinkan Britania masuk konflik manapun yang kelak melibatkan Prancis dan Rusia, dan sistem penguncian perjanjian bilateral ini kemudian dikenal sebagai Entente Tiga.

[6] HMS Dreadnought. Perlombaan senjata laut terjadi antara Britania Raya dan Jerman. Kekuatan industri dan ekonomi Jerman tumbuh pesat setelah penyatuan dan pendirian Kekaisaran pada tahun 1871. Sejak pertengahan 1890-an sampai seterusnya, pemerintahan Wilhelm II memakai basis industri ini untuk memanfaatkan sumber daya ekonomi dalam jumlah besar untuk membangun Kaiserliche Marine (Angkatan Laut Kekaisaran Jerman), yang dibentuk oleh Laksamana Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia von Tirpitz, untuk menyaingi Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya untuk supremasi laut dunia.

[20] Hasilnya, setiap negara berusaha mengalahkan negara lain dalam hal kapal modal. Dengan peluncuran HMS Dreadnought tahun 1906, Imperium Britania memperluas keunggulannya terhadap pesaingnya, Jerman.

[20] Perlombaan senjata antara Britania dan Jerman akhirnya meluas ke seluruh Eropa, dengan semua kekuatan besar memanfaatkan basis industri mereka untuk memproduksi perlengkapan dan senjata yang diperlukan untuk konflik pan-Eropa. [21] Antara 1908 dan 1913, belanja militer kekuatan-kekuatan Eropa meningkat sebesar 50 persen.

[22] Gavrilo Princip, seorang pelajar Serbia Bosnia, ditahan sesaat setelah membunuh Adipati Agung Franz Ferdinand dari Austria Austria-Hongaria mengawali krisis Bosnia 1908–1909 dengan menganeksasi secara resmi bekas teritori Utsmaniyah di Bosnia dan Herzegovina, yang telah diduduki sejak 1878. Peristiwa ini membuat Kerajaan Serbia dan pelindungnya, Kekaisaran Rusia yang Pan-Slavik dan Ortodoks berang.

[23] Manuver politik Rusia di kawasan ini mendestabilisasi perjanjian damai yang sudah memecah belah apa yang disebut sebagai " tong mesiu Eropa". [23] Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia 1912 dan 1913, Perang Balkan Pertama pecah antara Liga Balkan dan Kesultanan Utsmaniyah yang sedang retak.

Perjanjian London setelah itu mengurangi luas Kesultanan Utsmaniyah dan menciptakan negara merdeka Albania, tetapi memperbesar teritori Bulgaria, Serbia, Montenegro, dan Yunani. Ketika Bulgaria menyerbu Serbia dan Yunani pada tanggal 16 Juni 1913, negara ini kehilangan sebagian besar Makedonia ke Serbia dan Yunani dan Dobruja Selatan ke Rumania dalam Perang Balkan Kedua selama 33 hari, sehingga destabilisasi di wilayah ini semakin menjadi-jadi. [24] Peta etnolinguistik Austria-Hongaria, 1910 Pada tanggal 28 Juni 1914, Gavrilo Princip, seorang pelajar Serbia Bosnia dan anggota Pemuda Bosnia, membunuh pewaris takhta Austria-Hongaria, Adipati Agung Franz Ferdinand dari Austria di Sarajevo, Bosnia.

[25] Peristiwa ini memulai satu bulan manuver diplomatik di antara Austria-Hongaria, Jerman, Rusia, Prancis, dan Britania, yang disebut Krisis Juli. Ingin mengakhiri intervensi Serbia di Bosnia, Austria-Hongaria mengirimkan Ultimatum Juli ke Serbia, yaitu sepuluh permintaan yang sengaja dibuat tidak masuk akal dengan tujuan memulai perang dengan Serbia.

[26] Ketika Serbia hanya menyetujui delapan dari sepuluh permintaan, Austria-Hongaria menyatakan perang pada tanggal 28 Juli 1914. Strachan berpendapat, "Tanggapan ragu dan awal oleh Serbia yang mampu membuat perubahan terhadap perilaku Austria-Hongaria bisa diragukan. Franz Ferdinand bukan sosok yang gila popularitas, dan kematiannya tidak membuat kekaisaran ini berduka sedalam-dalamnya". [27] Kekaisaran Rusia, tidak ingin Austria-Hongaria menghapus pengaruhnya di Balkan dan mendukung protégé lamanya Serbia, memerintahkan mobilisasi parsial sehari kemudian.

[19] Kekaisaran Jerman melakukan mobilisasi tanggal 30 Juli 1914, siap menerapkan "Rencana Shlieffen" berupa invasi ke Prancis secara cepat dan massal untuk mengalahkan Angkatan Darat Prancis, kemudian pindah ke timur untuk melawan Rusia. Kabinet Prancis bergeming terhadap tekanan militer mengenai mobilisasi cepat, dan memerintahkan tentaranya mundur 10 km dari perbatasan untuk menghindari insiden apapun.

Prancis baru melakukan mobilisasi pada malam tanggal 2 Agustus, ketika Jerman menyerbu Belgia dan menyerang tentara Prancis. Jerman menyatakan perang terhadap Rusia pada hari itu juga. [28] Britania Raya menyatakan perang terhadap Jerman tanggal 4 Agustus 1914, setelah "balasan tidak memuaskan" terhadap ultimatum Britania bahwa Belgia harus dibiarkan netral. [29] Palagan konflik Serangan pembuka Kebingungan Blok Sentral Strategi Blok Sentral mengalami miskomunikasi.

Jerman telah berjanji mendukung invasi Austria-Hongaria ke Serbia, namun penafsiran maksudnya berbeda. Rencana penempatan pasukan yang sebelumnya diuji telah diganti pada awal 1914, namun penggantian tersebut tidak pernah diuji dalam latihan. Para pemimpin Austria-Hongaria yakin Jerman akan melindungi perbatasan utaranya dari serbuan Rusia.

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

{INSERTKEYS} [30] Meski begitu, Jerman mengharapkan Austria-Hongaria mengarahkan sebagian besar tentaranya ke Rusia, sementara Jerman menangani Prancis.

Kebingungan ini mendorong Angkatan Darat Austria-Hongaria membagi pasukannya antara front Rusia dan Serbia. Pada tanggal 9 September 1914, Septemberprogramm, sebuah rencana memungkinkan yang menyebutkan tujuan perang tertentu Jerman dan persyaratan yang dipaksakan Jerman terhadap Blok Sekutu, dibuat oleh Kanselir Jerman Theobald von Bethmann-Hollweg. Rencana ini tidak pernah dilaksanakan secara resmi. Kampanye Afrika Artikel utama: Palagan Afrika dalam Perang Dunia I Sejumlah pertempuran pertama dalam perang melibatkan kekuatan kolonial Britania, Prancis, dan Jerman di Afrika.

Tanggal 7 Agustus, tentara Prancis dan Britania menyerbu protektorat Togoland Jerman. Tanggal 10 Agustus, pasukan Jerman di Afrika Barat Daya menyerang Afrika Selatan; pertempuran sporadis dan sengit berlanjut sampai akhir perang. Pasukan kolonial Jerman di Afrika Timur Jerman, dipimpin Kolonel Paul Emil von Lettow-Vorbeck, melakukan kampanye peperangan gerilya selama Perang Dunia I dan baru menyerah dua minggu setelah gencatan senjata diberlakukan di Eropa.

[31] Kampanye Serbia Posisi artileri tentara Serbia pada Pertempuran Kolubara. Austria menyerbu dan memerangi pasukan Serbia pada Pertempuran Cer dan Pertempuran Kolubara yang dimulai tanggal 12 Agustus. Sampai dua minggu berikutnya, serangan Austria dipatahkan dengan kerugian besar, yang menandakan kemenangan besar pertama Sekutu dalam perang ini dan memupuskan harapan Austria-Hongaria akan kemenangan mulus.

Akibatnya, Austria harus menempatkan pasukan yang memadai di front Serbia, sehingga melemahkan upayanya membuka perang dengan Rusia. [32] Kekalahan Serbia dalam invasi Austria-Hongaria tahun 1914 tergolong sebagai kemenangan terbalik besar dalam abad terakhir.

[33] Pasukan Jerman di Belgia dan Prancis Artikel utama: Front Barat (Perang Dunia I) Pada awal pecahnya Perang Dunia Pertama, angkatan darat Jerman (di sebelah barat terdiri dari tujuh pasukan lapangan) melaksanakan versi modifikasi Rencana Schlieffen, yang dirancang untuk menyerang Prancis secara cepat melalui Belgia yang netral sebelum berbelok ke selatan untuk mengepung pasukan Prancis di perbatasan Jerman.

[10] Karena Prancis telah menyatakan bahwa mereka akan "bertindak sebebasnya andai terjadi perang antara Jerman dan Rusia", Jerman memperkirakan kemungkinan serangan di dua front. Jika terjadi hal seperti itu, Rencana Schlieffen menyatakan bahwa Jerman harus mencoba mengalahkan Prancis secara cepat (seperti yang terjadi pada Perang Prancis-Prusia 1870-71).

Rencana ini menyarankan bahwa untuk mengulangi kemenangan cepat di barat, Jerman tidak usah menyerang melalui Alsace-Lorraine (yang memiliki perbatasan langsung di sebelah barat sungai Rhine), tetapi mencoba memutuskan Paris secara cepat dari Selat Inggris (terputus dengan Britania Raya). Kemudian pasukan Jerman dipindahkan ke timur untuk menyerbu Rusia.

Rusia diyakini membutuhkan persiapan lama sebelum bisa menjadi ancaman besar bagi Blok Sentral. Jerman ingin bergerak bebas melintasi Belgia (dan Belanda juga, meski ditolak Kaiser Wilhelm II) untuk bertemu Prancis di perbatasannya. Jawaban dari Belgia netral tentu saja "tidak". Jerman kemudian merasa perlu menyerbu Belgia, karena inilah rencana satu-satunya yang ada andai terjadi perang dua front di Jerman.

Prancis juga ingin menggerakkan tentara mereka melintasi Belgia, tetapi Belgia menolak untuk menghindari pecahnya perang apapun di tanah Belgia. Pada akhirnya, setelah serbuan Jerman, Belgia mencoba menggabungkan pasukan mereka dengan Prancis (namun sebagian besar pasukan Belgia mundur ke Antwerpen tempat mereka dipaksa menyerah ketika semua harapan bantuan pupus). Rencana ini meminta agar sisi kanan Jerman bergerak ke Paris, dan awalnya Jerman berhasil, terutama pada Pertempuran Frontiers (14–24 Agustus).

Pada 12 September, Prancis, dengan bantuan dari pasukan Britania, menghambat pergerakan Jerman ke timur Paris pada Pertempuran Marne Pertama (5–12 September) dan mendorong pasukan Jerman 50 km ke belakang. Hari-hari terakhir pertempuran ini menandakan akhir dari peperangan bergerak di barat. [10] Serangan Prancis ke Alsace Selatan, dimulai tanggal 20 Agustus dengan Pertempuran Mulhouse, mengalami sedikit kesuksesan.

Di sebelah timur, hanya satu pasukan lapangan, yaitu pasukan ke-8, yang bergerak cepat melalui kereta api melintasi Kekaisaran Jerman. Pasukan yang dulunya cadangan di barat ini dipimpin oleh Jenderal Paul von Hindenburg untuk mempertahankan Prusia Timur, setelah berhasil melakukan serbuan awal ke Rusia dengan dua unit pasukan.

Jerman mengalahkan Rusia dalam serangkaian pertempuran yang secara kolektif disebut Pertempuran Tannenberg Pertama (17 Agustus – 2 September).

Akan tetapi, invasi Rusia yang gagal lebih disebabkan oleh berhentinya serangan Jerman di barat dan kekalahan taktis oleh Angkatan Darat Prancis di Marne. Pasukan Jerman semakin lelah dan pasukan cadangannya dipindahkan untuk menangani invasi ke Rusia. Staf Jenderal Jerman di bawah Jenderal Helmuth von Moltke yang Muda juga telah memperhitungkan bahwa pemanfaatan transportasi tentara cepat melalui kereta api tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan di luar Kekaisaran Jerman.

Blok Sentral gagal mendapatkan kemenangan cepat di Prancis dan terpaksa berperang di dua front. Pasukan Jerman mengambil posisi defensif yang baik di dalam Prancis dan berhasil melumpuhkan mobilisasi 230.000 tentara Prancis dan Britania secara permanen. Meski begitu, masalah komunikasi dan keputusan komando yang bisa dipertanyakan menggagalkan impian kemenangan awal Jerman.

[34] Asia-Pasifik Pria di Melbourne mengambil brosur perekrutan, 1914. Selandia Baru menduduki Samoa Jerman (kemudian Samoa Barat) pada tanggal 30 Agustus 1914.

Tanggal 11 September, Pasukan Ekspedisi Laut dan Militer Australia mendarat di pulau Neu Pommern (kemudian Britania Baru), yang merupakan wilayah Nugini Jerman. Tanggal 28 Oktober, kapal jelajah SMS Emden menenggelamkan kapal jelajah Jerman Zhemchug pada Pertempuran Penang. Jepang merebut koloni Mikronesia Jerman dan, setelah Pengepungan Tsingtao, pelabuhan batu bara Jerman di Qingdao di semenanjung Shandong, Tiongkok.

Dalam beberapa bulan, pasukan Sekutu telah merebut semua teritori Jerman di Pasifik; hanya pos dagang terisolasi dan sedikit wilayah di Nugini yang bertahan. [35] [36] Front Barat Sir Winston Churchill bersama Royal Scots Fusiliers, 1916 Taktik militer sebelum Perang Dunia I gagal menyamai kemajuan teknologi. Kemajuan ini memungkinkan terciptanya sistem pertahanan canggih yang tidak mampu disamai taktik militer lama sepanjang perang. Kawat berduri merupakan penghalang efektif terhadap pergerakan infanteri massal.

Artileri, jauh lebih mematikan daripada tahun 1870-an, ditambah senjata mesin, menjadikan pergerakan di daratan terbuka sangat sulit dilakukan. [37] Jerman memperkenalkan gas beracun; teknik ini kelak dipakai oleh kedua pihak, meski tidak pernah terbukti menentukan dalam memenangkan suatu pertempuran.

Dampaknya sangat sadis, menyebabkan kematian yang lama dan menyakitkan, dan gas beracun menjadi salah satu hal terburuk yang paling ditakuti dan diingat dalam perang ini. [38] Komandan di kedua sisi gagal mengembangkan taktik mematahkan posisi parit dengan tanpa kerugian besar. Sementara itu, teknologi mulai menciptakan senjata-senjata ofensif baru, seperti tank.

[39] Setelah Pertempuran Marne Pertama (5–12 September 1914), baik pasukan Entente dan Jerman mengawali serangkaian manuver mengepung dalam peristiwa yang disebut " Perlombaan ke Laut". Britania dan Prancis kelak menyadari bahwa mereka menghadapi pasukan parit Jerman dari Lorraine sampai pesisir Belgia.

[10] Britania dan Prancis berupaya melakukan serangan, sementara Jerman mempertahankan teritori yang diduduki. Akibatnya, parit-parit Jerman lebih kukuh ketimbang milik musuhnya, parit Inggris-Prancis hanya bersifat "sementara" sebelum pasukan mereka mematahkan pertahanan Jerman. [40] Di dalam parit: Pasukan Bedil Kerajaan Irlandia di parit komunikasi pada hari pertama di Somme, 1 Juli 1916.

Kedua sisi mencoba memecah kebuntuan menggunakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada tanggal 22 April 1915 pada Pertempuran Ypres Kedua, Jerman (melanggar Konvensi Den Haag) memakai gas klorin untuk pertama kalinya di Front Barat.

Tentara Aljazair mundur ketika digas sehingga terbentuk celah sepanjang enam kilometer (empat mil) terbuka di lini Sekutu yang segera dimanfaatkan Jerman, mengadakan Pertempuran Kitchener's Wood, sebelum ditutup oleh tentara Kanada. [41] Tank pertama dipakai dalam pertempuran oleh Britania pada Pertempuran Flers-Courcelette (bagian dari serangan Somme yang lebih besar) pada tanggal 15 September 1916 dengan sedikit keberhasilan; Prancis memperkenalkan meriam putar Renault FT pada akhir 1917; Jerman memanfaatkan tank-tank Sekutu yang ditangkap dan sejumlah kecil tank mereka sendiri.

Kelanjutan peperangan parit (1916–1917) Kedua sisi tidak mampu memberi pukulan menentukan selama dua tahun berikutnya. Sekitar 1,1 sampai 1,2 juta tentara pasukan Britania dan jajahannya berada di Front Barat pada satu waktu. [42] Seribu batalion, menempati sektor lini dari Laut Utara sampai Sungai Orne, melakukan sistem rotasi empat tahap selama satu bulan, kecuali sebuah serangan sedang terjadi.

Front ini memiliki parit sepanjang 9.600 kilometer (5.965 mi). Setiap batalion menduduki sektornya selama seminggu sebelum kembali ke lini pendukung dan terus ke lini cadangan sebelum seminggu di luar lini, biasanya di wilayah Poperinge atau Amiens. Perwira dan tamtama senior dari Kontingen Bermuda Artileri Milisi Bermuda, Artileri Garnisun Kerajaan, di Eropa. Sepanjang 1915–17, Imperium Britania dan Prancis mengalami lebih banyak korban daripada Jerman, karena sikap strategi dan taktik yang dipilih oleh sisinya.

Secara strategis, saat Jerman hanya melakukan satu serangan tunggal di Verdun, Sekutu melakukan banyak upaya untuk mematahkan lini Jerman. Armada Besar Britania Raya berlayar ke Scapa Flow, 1914 Pada tanggal 1 Juli 1916, Angkatan Darat Britania Raya mengalami hari paling mematikan dalam sejarahnya, dengan korban 57.470 jiwa, termasuk 19.240 gugur, pada hari pertama Pertempuran Somme. Kebanyakan korban jatuh pada satu jam pertama serangan. Seluruh serangan Somme melibatkan setengah juta prajurit Angkatan Darat Britania.

[43] Skadron kapal perang Hochseeflotte di laut Serangan Jerman yang terus-menerus di Verdun sepanjang 1916, [44] ditambah Somme (Juli dan Agustus 1916), membawa pasukan Prancis yang lelah di ambang perpecahan. Upaya sia-sia dalam serangan frontal memakan banyak korban bagi Britania dan poilu Prancis dan mendorong terjadinya mutini besar-besaran tahun 1917, setelah Serangan Nivelle (April dan Mei 1917) yang gagal. [45] Secara taktis, doktrin komandan Jerman Erich Ludendorff berupa " pertahanan elastis" cocok dipakai untuk peperangan parit.

Pertahanan ini terdiri dari posisi depan yang minim pertahanan dan posisi utama jauh di belakang jangkauan artileri yang lebih kuat, yang dari situlah serangan balasan cepat dan kuat bisa dilancarkan. [46] [47] Ludendorff menulis tentang pertempuran tahun 1917, 25 Agustus mengakhiri fase kedua pertempuran Flandria.

Peristiwa ini memakan banyak korban dari pihak kami ... Pertempuran Agustus mematikan di Flandria dan Verdun membawa tekanan berat bagi tentara Barat. Meski di bawah perlindungan beton, semua tampak kurang kuat menghadapi artileri musuh yang luar biasa.

Pada beberapa saat, mereka tidak lagi memiliki ketegasan yang saya, bersama para komandan setempat, harapkan. Musuh berupaya mengadaptasikan diri mereka dengan metode kami dalam melakukan serangan balasan ...

Saya sendiri mengalami tekanan luar biasa. Suasana di Barat tampak mencegah dilakukannya rencana-rencana kami di manapun. Jumlah korban begitu banyak sehingga kami tidak sempat menguburkan mereka secara layak, dan melebihi semua harapan kami. [48] Pada pertempuran Menin Road Ridge, Ludendorff menulis, Serangan besar lain dilancarkan terhadap lini kami pada tanggal 20 September ... Serangan musuh terhadap pasukan ke-20 berhasil, yang membuktikan superioritas serangan terhadap pertahanan. Kekuatan mereka tidak melibatkan tank; kami melihat mereka begitu tidak nyaman, tetapi terus mengerahkan semuanya.

Kekuatan serangan terletak di artileri, dan faktanya artileri kami tidak mampu memberi dampak yang cukup untuk memecah infanteri saat mereka terus bersatu pada saat itu juga. [49] Pada Pertempuran Arras 1917, satu-satunya keberhasilan besar militer Britania adalah penaklukan Vimy Ridge oleh Korps Kanada di bawah pimpinan Sir Arthur Currie dan Julian Byng. Tentara yang menyerang, untuk pertama kalinya, mampu mengalahkan, bersatu dengan cepat, dan mempertahankan pegunungan yang membatasi dataran Douai yang kaya akan kandungan batu bara.

[50] [51] Perang laut Artikel utama: Peperangan laut dalam Perang Dunia I Pada awal perang, Kekaisaran Jerman memiliki kapal jelajah yang tersebar di seluruh dunia, beberapa di antaranya dipakai untuk menyerang kapal dagang Sekutu. Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya secara sistematis memburu mereka, meski menanggung malu akibat ketidakmampuannya melindungi kapal Sekutu.

Misalnya, kapal jelajah ringan Jerman SMS Emden, bagian dari skadron Asia Timur yang berpusat di Tsingtao, menangkap atau menghancurkan 15 kapal dagang, serta menenggelamkan sebuah kapal jelajah Rusia dan kapal penghancur Prancis. Namun sebagian besar Skadron Asia Timur Jerman—terdiri dari kapal jelajah lapis baja Scharnhorst dan Gneisenau, kapal jelajah ringan Nürnberg dan Leipzig dan dua kapal angkut—tidak diberi perintah mencegat jalur perkapalan dan malah diperintahkan kembali ke Jerman ketika bertemu kapal perang Britania.

Armada Jerman dan Dresden menenggelamkan dua kapal jelajah lapis baja pada Pertempuran Coronel, namun hampir hancur pada Pertempuran Kepulauan Falkland bulan Desember 1914, dengan Dresden dan beberapa kapal pembantu berhasil kabur, tetapi pada Pertempuran Más a Tierra kapal-kapal tadi akhirnya hancur atau ditangkap. [52] Sesaat setelah pecahnya pertempuran, Britania memulai blokade laut Jerman.

Strategi ini terbukti efektif, memutuskan suplai militer dan sipil, meski blokade ini melanggar hukum internasional yang diatur oleh beberapa perjanjian internasional selama dua abad terakhir. [53] Britania membuang ranjau di perairan internasional untuk mencegah kapal apapun memasuki seluruh wilayah samudra, sehingga membahayakan kapal yang netral sekalipun. [54] Karena ada sedikit tanggapan terhadap taktik ni, Jerman mengharapkan taktik yang sama terhadap peperangan kapal selamnya yang tidak terhambat.

[55] Pertempuran Jutland (Jerman: Skagerrakschlacht, atau "Pertempuran Skagerrak") 1916 berubah menjadi pertempuran laut terbesar dalam perang ini, satu-satunya pertempuran kapal perang berskala besar dalam Perang Dunia I, dan salah satu yang terbesar dalam sejarah.

Pertempuran ini terjadi pada tanggal 31 Mei – 1 Juni 1916 di Laut Utara lepas pantai Jutland. Armada Laut Lepas Kaiserliche Marine, dipimpin Wakil Laksamana Reinhard Scheer, berperang melawan Armada Besar Angkatan Laut Kerajaan, dipimpin Laksamana Sir John Jellicoe. Pertempuran ini buntu, karena Jerman, yang kalah jumlah dengan armada Britania, berhasil kabur dan mengakibatkan kerusakan lebih banyak bagi armada Britania daripada yang mereka terima.

Secara strategis, Britania menguasai lautan, dan sebagian besar armada permukaan Jerman masih tertahan di pelabuhan selama perang berlangsung. [56] Kapal-U Jerman berusaha memotong jalur suplai antara Amerika Utara dan Britania. {/INSERTKEYS}

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

{INSERTKEYS} [57] Sifat peperangan kapal selam berarti bahwa serangan bisa datang tanpa peringatan, sehingga memberi kemungkinan selamat yang kecil bagi awak kapal dagang. [57] [58] Amerika Serikat mengeluarkan protes, dan Jerman mengganti aturan pertempuran. Setelah penenggelaman kapal penumpang RMS Lusitania tahun 1915, Jerman berjanji tidak lagi menyerang kapal penumpang, sementara Britania mempersenjatai kapal-kapal dagangnya dan menempatkan mereka di luar perlindungan "aturan kapal jelajah" yang meminta peringatan dan penempatan awak di "tempat aman" (standar yang tidak dimiliki sekoci).

[59] Akhirnya, pada awal 1917, Jerman menerapkan kebijakan peperangan kapal selam tak terbatas, menyadari bahwa Amerika Serikat akan ikut berperang. [57] [60] Jerman berupaya menghambat jalur laut Sekutu sebelum Amerika Serikat dapat memindahkan pasukan dalam jumlah besar ke luar negeri, tetapi hanya mampu mengerahkan lima kapal-U jarak jauh dengan dampak yang sedikit.

[57] U-155 dipamerkan dekat Tower Bridge di London setelah Perang Dunia Pertama. Ancaman kapal-U berkurang pada tahun 1917, ketika kapal-kapal dagang mulai berlayar dalam bentuk konvoi dan dikawal kapal penghancur. Taktik ini terbukti sulit bagi kapal-U untuk mencari target, sehingga mengurangi kerugian; setelah hidropon dan ranjau bawah air diperkenalkan, kapal penghancur pengawal bisa menyerang kapal selam dengan kemungkinan berhasil.

Konvoi memperlambat aliran suplai, karena kapal harus menunggu saat konvoi dibentuk. Solusi terhadap penundaan ini adalah program pembangunan kapal angkut baru secara besar-besaran. Kapal tentara terlalu cepat untuk dikejar kapal selam dan tidak berlayar di Atlantik Utara dalam konvoi. [61] Kapal-U telah menenggelamkan lebih dari 5.000 kapal Sekutu dengan kerugian sebanyak 199 kapal selam. [62] Perang Dunia I juga menjadi peristiwa ketika kapal angkut pesawat pertama kali dipakai dalam pertempuran, dengan HMS Furious meluncurkan pesawat Sopwith Camels dalam serangan sukses terhadap hanggar Zeppelin di Tondern pada bulan Juli 1918, serta blimp untuk patroli antikapal selam.

[63] Palagan Selatan Perang di Balkan Tentara Austria-Hongaria mengeksekusi tawanan perang Serbia. Serbia kehilangan 850.000 orang sepanjang perang, seperempat dari populasinya sebelum perang. [64] Menghadapi Rusia, Austria-Hongaria hanya mampu menyisihkan sepertiga pasukannya untuk menyerang Serbia. Setelah mengalami kerugian besar, Austria sementara berhasil menduduki ibu kota Serbia, Belgrade.

Serangan balasan Serbia pada pertempuran Kolubara berhasil mengusir mereka dari negara ini pada akhir 1914. Selama sepuluh bulan pertama 1915, Austria-Hongaria memanfaatkan sebagian besar cadangan militernya untuk berperang dengan Italia.

Akan tetapi, diplomat Jermen dan Austria-Hongaria mengusulkan kudeta dengan membujuk Bulgaria agar ikut menyerang Serbia. Provinsi Slovenia, Kroasia, dan Bosnia menyediakan bala tentara untuk Austria-Hongaria, menyerbu Serbia sekaligus menghadapi Rusia dan Italia.

Montenegro berpihak pada Serbia. [65] Serbia dikuasai dalam kurun satu bulan lebih sedikit, setelah Blok Sentral, sekarang mencakup Bulgaria, mengirimkan 600.000 tentara. Pasukan Serbia, berperang di dua front dan menghadapi kekalahan telak, mundur ke Albania utara (yang sudah mereka duduki sejak awal perang [ diragukan – diskusikan]).

Serbia kalah pada Pertempuran Kosovo. Montenegro melindungi mundurnya Serbia ke pantai Adriatik pada Pertempuran Mojkovac tanggal 6–7 Januari 1916, namun Austria pada akhirnya menduduki Montenegro. 70.000 tentara Serbia tersisa dievakuasi dengan kapal ke Yunani.

[66] Pada akhir 1915, satu pasukan Prancis-Britania mendarat di Salonika, Yunani, untuk memberi bantuan dan menekan pemerintah setempat untuk menyatakan perang terhadap Blok Sentral.

Sayang sekali bagi Sekutu, Raja Constantine I yang pro-Jerman membubarkan pemerintahan Eleftherios Venizelos yang pro-Sekutu, sebelum pasukan ekspedisi Sekutu tiba. [67] Pertentangan antara raja Yunani dan Sekutu terus memuncak dengan terjadinya Skisma Nasional, yang efektif membelah Yunani menjadi wilayah yang setia pada raja dan pemerintahan sementara Venizelos di Salonika. Setelah negosiasi diplomatik intensif dan konfrontasi bersenjata di Athena antara pasukan Sekutu dan royalis (insiden Noemvriana), raja Yunani mundur dan putra keduanya, Alexander, menggantikannya.

Venizelos pulang ke Athena tanggal 29 Mei 1917 dan Yunani, setelah bersatu, secara resmi bergabung di pihak Sekutu. Seluruh pasukan Yunani dimobilisasi dan mulai berpartisipasi dalam operasi militer melawan Blok Sentral di front Makedonia. Tentara Bulgaria di dalam parit, bersiap menembak pesawat yang datang Setelah penaklukan, Serbia dibagi antara Austria-Hongaria dan Bulgaria. Pada tahun 1917, Serbia melancarkan Pemberontakan Toplica dan sempat membebaskan wilayah antara pegunungan Kopaonik dan sungai Morava Selatan.

Pemberontakan ini dipadamkan oleh pasukan gabungan Bulgaria dan Austria pada akhir Maret 1917. Front Makedonia pada awalnya cenderung statis. Pasukan Prancis dan Serbia menduduki kembali sedikit wilayah Makedonia dengan menaklukkan Bitola tanggal 19 November 1916 sebagai hasil dari Serangan Monastir yang membawa kestabilan di front ini.

Tentara Serbia dan Prancis akhirnya membuat terobosan, setelah sebagian besar tentara Jerman dan Austria-Hongaria ditarik. Terobosan ini penting dalam mengalahkan Bulgaria dan Austria-Hongaria, yang berujung pada kemenangan akhir PDI.

Bulgaria mengalami kekalahan satu-satunya dalam perang pada Pertempuran Dobro Pole, namun beberapa hari kemudian mereka berhasil mengalahkan pasukan Britania dan Yunani pada Pertempuran Doiran demi menghindari pendudukan.

Setelah Serbia menerobos perbatasan Bulgaria, Bulgaria menyerah pada tanggal 29 September 1918. [68] Hindenburg dan Ludendorff menyimpulkan bahwa keseimbangan strategi dan operasi sekarang telah beralih melawan Blok Sentral dan sehari setelah kejatuhan Bulgaria, pada pertemuan pejabat-pejabat pemerintahan, mereka mengupayakan penyelesaian secara damai secepat mungkin.

[69] Hilangnya front Makedonia menandakan bahwa jalan ke Budapest dan Wina terbuka untuk 670.000 tentara pimpinan Jenderal Franchet d'Esperey setelah menyerahnya Bulgaria memberi Blok Sentral kerugian sebanyak 278 batalion infanteri dan 1.500 senjata (sama besar dengan 25 sampai 30 divisi Jerman) yang sebelumnya mempertahankan perbatasan.

[70] Komando tinggi Jerman merespon dengan mengirimkan tujuh infanteri dan satu divisi kavaleri saja, tetapi pasukan ini terlalu jauh dari front dan sudah terlambat. [70] Kesultanan Utsmaniyah Artikel utama: Palagan Timur Tengah dalam Perang Dunia I Kesultanan Utsmaniyah bergabung dengan Blok Sentral pada perang ini, Aliansi Utsmaniyah-Jerman yang rahasia telah ditandatangani pada bulan Agustus 1914.

[71] Aliansi ini mengancam teritori Kaukasus Rusia dan komunikasi Britania dengan India melalui Terusan Suez. Britania dan Prancis membuka front seberang laut melalui Kampanye Gallipoli (1915) dan Mesopotamia. Di Gallipoli, Kesultanan Utsmaniyah berhasil mengusir Britania, Prancis, dan Korps Angkatan Darat Australia dan Selandia Baru (ANZAC). Di Mesopotamia, sebaliknya, setelah Pengepungan Kut (1915–16) yang menghancurkan, pasukan Imperium Britania melakukan reorganisasi dan menduduki Baghdad pada bulan Maret 1917.

Artikel utama: Kampanye Sinai dan Palestina Jauh ke barat, Terusan Suez berhasil dipertahankan dari serangan Utsmaniyah tahun 1915 dan 1916; pada bulan Agustus, pasukan gabungan Jerman dan Utsmaniyah dikalahkan pada Pertempuran Romani oleh Pasukan Berkuda Anzac dan Divisi Infanteri (Dataran rendah) ke-52.

Setelah kemenangan ini, Pasukan Ekspedisi Mesir Imperium Britania maju melintasi Semenanjung Sinai, mendorong pasukan Utsmaniyah pada Pertempuran Magdhaba bulan Desember dan Pertempuran Rafa di perbatasan antara Sinai Mesir dan Palestina Utsmaniyah bulan Januari 1917.

Parit hutan Rusia pada Pertempuran Sarikamish Angkatan darat Rusia sedang jaya-jayanya di Kaukasus. Enver Pasha, komandan tertinggi angkatan bersenjata Utsmaniyah, sangat ambisius dan bermimpi menguasai kembali Asia Tengah dan wilayah-wilayah yang diduduki Rusia sebelumnya. Akan tetapi, ia bukan komandan yang cerdas.

[72] Ia melancarkan serangan terhadap Rusia di Kaukasus bulan Desember 1914 dengan 100.000 tentara; akibat memaksakan serangan frontal di kawasan pegunungan Rusia saat musim dingin, ia kehilangan 86% pasukannya pada Pertempuran Sarikamish. [73] Jenderal Yudenich, komandan Rusia pada 1915 sampai 1916, mengusir Turki keluar dari sebagian besar Kaukasus selatan dengan serangkaian kemenangan. [73] Bulan 1917, Adipati Agung Nicholas dari Rusia mengambil alih komando atas front Kaukasus.

Nicholas berencana membangun rel kereta dari Georgia Rusia ke teritori taklukan, sehingga suplai segar bisa dikirimkan ke serangan baru tahun 1917. Sayangnya, pada bulan Maret 1917 (Februari dalam kalender Rusia pra-revolusi), Tsar dijatuhkan dalam Revolusi Februari dan Angkatan Darat Kaukasus Rusia mulai terpecah.

Dimulai oleh biro Arab dari Departemen Luar Negeri Britania Raya, Pemberontakan Arab dimulai dengan bantuan Britania bulan Juni 1916 pada Pertempuran Makkah, dipimpin Sherif Hussein dari Makkah dan berakhir dengan penyerahan Damaskus oleh Utsmaniyah. Fakhri Pasha, komandan Utsmaniyah di Madinah, bertahan selama lebih dari 2,5 tahun selama Pengepungan Madinah. [74] Di sepanjang perbatasan Libya Italia dan Mesir Britania, suku Senussi, didorong dan dipersenjatai Turki, melakukan perang gerilya kecil terhadap tentara Sekutu.

Britania terpaksa mengerahkan 12.000 tentaranya untuk menghadapi mereka dalam Kampanye Senussi. Pemberontakan mereka dipatahkan pada pertengahan 1916. [75] Partisipasi Italia Korps pegunungan Austria-Hongaria di Tirol Italia telah bersekutu dengan Kekaisaran Jerman dan Austria-Hongaria sejak 1882 sebagai bagian dari Aliansi Tiga. Akan tetapi, bangsa ini memiliki klaim tersendiri atas teritori Austria di Trentino, Istria, dan Dalmatia.

Roma memiliki pakta rahasia dengan Prancis tahun 1902, sehingga efektif meniadakan aliansi ini. [76] Pada awal perang, Italia menolak mengirimkan tentara dengan alasan bahwa Aliansi Tiga bersifat defensif dan Austria-Hongaria adalah agresor.

Pemerintah Austria-Hongaria mulai bernegosiasi untuk mengamankan kenetralan Italia dengan memberi imbalan koloni Prancis di Tunisia. Sekutu memberi tawaran balasan bahwa Italia bisa memperoleh Tirol Selatan, Padang Julian dan teritori pesisir Dalmatia setelah kekalahan Austria-Hongaria. Tawaran ini diresmikan oleh Perjanjian London. Terdorong oleh invasi Sekutu ke Turki bulan April 1915, Italia bergabung dengan Entente Tiga dan menyatakan perang terhadap Austria-Hongaria pada tanggal 23 MEi.

Lima belas bulan kemudian, Italia menyatakan perang terhadap Jerman. Secara militer, Italia memiliki superioritas jumlah. Keuntungan ini akhirnya hilang, bukan hanya karena medan peperangan yang sulit, tetapi juga karena strategi dan taktik yang dipakai. Marsekal Lapangan Luigi Cadorna, seorang pendukung keras serangan frontal, ingin sekali maju hingga plato Slovenia, menduduki Ljubljana dan mengancam Wina. Rencana Cadorna tidak mencakup sulitnya medan Alpen yang bergunung-gunung, atau perubahan teknologi yang menciptakan peperangan parit, sehingga memunculkan serangkaian serangan mematikan dan buntu.

Di front Trentino, Austria-Hongaria memanfaatkan daerah pegunungan yang menguntungkan pasukan Italia. Setelah kemunduran strategis pertama, front ini masih belum berubah drastis, sementara Kaiserschützen dan Standschützen Austria menghadapi Alpini Italia dalam pertempuran alot sepanjang musim panas. Austria-Hongaria menyerang balik di Altopiano Asiago, menghadap Verona dan Padua, pada musim semi 1916 ( Strafexpedition), namun hanya membuat sedikit kemajuan. Berawal pada tahun 1915, Italia di bawah pimpinan Cadorna mengadakan sebelas serangan di front Isonzo di sepanjang Sungai Isonzo, timur laut Trieste.

Kesebelas serangan tersebut digagalkan oleh Austria-Hongaria, yang menguasai dataran yang lebih tinggi. Pada musim panas 1916, Italia menduduki kota Gorizia. Setelah kemenangan kecil ini, front tetap statis selama setahun meski Italia melakukan beberapa serangan.

Pada musim gugur 1917, berkat situasi yang membaik di front Timur, tentara Austria-Hongaria menerima banyak sekali bantuan, termasuk Stormtrooper dan pasukan elit Alpenkorps Jerman. Gambaran Pertempuran Doberdò, terjadi bulan Agustus 1916 antara pasukan Italia dan Austria-Hongaria. Blok Sentral melancarkan serangan menghancurkan pada tanggal 26 Oktober 1917 yang dipimpin oleh Jerman.

Mereka menang di Caporetto. Angkatan Darat Italia dialihkan dan mundur sejauh lebih dari 100 kilometer (62 mi) untuk reorganisasi, sehingga menstabilkan front di Sungai Piave. Karena pada Pertempuran Caporetto AD Italia mengalami kerugian besar, pemerintah Italia mengadakan wajib militer yang disebut ' 99 Laki-Laki ( Ragazzi del '99): yaitu semua pria berusia 18 tahun.

Pada tahun 1918, Austria-Hongaria gagal menerobos pertahanan Italia dalam serangkaian pertempuran di Sungai Piave, dan akhirnya dikalahkan pada Pertempuran Vittorio Veneto bulan Oktober tahun itu. Tanggal 5–6 November 1918, pasukan Italia dilaporkan telah mencapai Lissa, Lagosta, Sebenico, dan permukiman lain di pesisir Dalmatia.

[77] Pada akhir perang bulan November 1918, militer Italia memegang kendali atas seluruh Dalmatia yang telah dijanjikan kepada Italia oleh Pakta London.

[78] Tahun 1918, Laksamana Enrico Millo menyatakan dirinya sebagai Gubernur Dalmatia Italia. [78] Austria-Hongaria menyerah pada awal November 1918.

[79] [80] Partisipasi Rumania Marsekal Joffre menginspeksi tentara Rumania Rumania telah bersekutu dengan Blok Sentral sejak 1882. Ketika perang dimulai, negara ini malah menyatakan netral dengan alasan karena Austria-Hongaria sendirian menyatakan perang terhadap Serbia, Rumania tidak wajib ikut serta dalam perang.

Ketika Blok Entente menjanjikan Rumania teritori besar di Hongaria timur ( Transylvania dan Banat) yang memiliki populasi Rumania besar dengan imbalan Rumania menyatakan perang terhadap Blok Sentral, pemerintah Rumania menyatakan tidak lagi netral. Pada tanggal 27 Agustus 1916, Angkatan Darat Rumania melancarkan serangan terhadap Austria-Hongaria dengan sedikit bantuan dari Rusia.

Serangan Rumania awalnya sukses, memukul tentara Austria-Hongaria di Transylvania, namun serangan balasan oleh pasukan Blok Sentral memukul kembali pasukan Rusia-Rumania. Sebagai akibat dari Pertempuran Bukares, Blok Sentral menduduki Bukares tanggal 6 Desember 1916.

Peperangan di Moldova terus berlanjut tahun 1917 dan berakhir dengan kebuntuan yang merugikan bagi Blok Sentral. [81] [82] Rusia menarik diri dari perang pada akhir 1917 akibat Revolusi Oktober yang berarti Rumania terpaksa menandatangani gencatan senjata dengan Blok Sentral pada tanggal 9 Desember 1917.

Bulan Januari 1918, pasukan Rumania menguasai Bessarabia setelah AD Rusia meninggalkan provinsi tersebut. Melalui perjanjian yang ditandatangani pemerintah Rumania dan Rusia Bolshevik pasca pertemuan tanggal 5–9 Maret 1918 tentang penarikan pasukan Rumania dari Bessarabia dalam kurun dua bulan, pada tanggal 27 Maret 1918 Rumania memasukkan Bessarabia ke dalam teritorinya, secara formal berdasarkan pada resolusi yang disahkan majelis teritori setempat tentang penyatuan dengan Rumania.

Rumania secara resmi berdamai dengan Blok Sentral dengan menandatangani Perjanjian Bukares tanggal 7 Mei 1918. Rumania wajib mengakhiri perang dengan Blok Sentral dan membuat sedikit konsensi teritori ke Austria-Hongaria, memberikan kendali atas sejumlah celah di Pegunungan Carpathia, dan memberi konsesi minyak ke Jerman.

Sebagai imbalannya, Blok Sentral mengakui kedaulatan Rumania atas Bessarabia. Perjanjian ini dihapus bulan Oktober 1918 oleh pemerintahan Alexandru Marghiloman, dan Rumania kembali masuk kancah perang pada tanggal 10 November 1918. Keesokan harinya, Perjanjian Bukares dinulifikasi sesuai ketentuan Gencatan Senjata Compiègne.

[83] [84] Total korban Rumania sejak 1914 sampai 1918, militer dan sipil di perbatasan lama diperkirakan mencapai 784.000 jiwa. [85] Peran India Informasi lebih lanjut: Perang Inggris-Afganistan Ketiga dan Persekongkolan India-Jerman Berbeda dengan kekhawatiran Britania akan terjadinya pemberontakan di India, pecahnya Perang Dunia I malah memunculkan loyalitas dan niat baik terhadap Britania Raya.

[86] [87] Para pemimpin politik India dari Kongres Nasional India dan kelompok-kelompok lain mau mendukung upaya perang Britania karena yakin bahwa dukungan kuat untuk perang akan mendorong disetujuinya Pemerintahan Bebas India.

Angkatan Darat India mengalahkan jumlah Angkatan Darat Britania pada awal perang; sekitar 1,3 juta tentara dan pekerja India tersebar di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, sementara pemerintah pusat dan wilayah kerajaan mengirimkan suplai makanan, uang, dan amunisi dalam jumlah besar.

Secara keseluruhan, 140.000 tentara ditempatkan di Front Barat dan hampir 700.000 tentara di Timur Tengah. Total korban dari tentara India sepanjang Perang Dunia I berjumlah 47.746 gugur dan 65.126 terluka. [88] Penderitaan akibat perang serta kegagalan pemerintah Britania untuk memberikan pemerintahan bebas kepada India setelah perang berakhir memunculkan disilusi dan mendorong kampanye kemerdekaan penuh yang kelak dipimpin oleh Mohandas Karamchand Gandhi dan teman-temannya.

Artikel utama: Front Timur (Perang Dunia I) Saat Front Barat mencapai kebuntuan, perang terus berlanjut di Eropa Timur. Rencana awal Rusia adalah melakukan invasi bersamaan terhadap Galisia Austria dan Prusia Timur Jerman. Meski serbuan awal Rusia ke Galisia sukses besar, Rusia dipukul mundur dari Prusia Timur oleh Hindenburg dan Ludendorff di Tannenberg dan Danau Masurian bulan Agustus dan September 1914.

[89] [90] Basis industri Rusia yang kurang maju dan kepemimpinan militernya yang tidak efektif juga memainkan peran dalam peristiwa selanjutnya. Pada musim semi 1915, Rusia mundur ke Galisia, dan pada bulan Mei, Blok Sentral melakukan terobosan luar biasa di front selatan Polandia.

[91] Pada tanggal 5 Agustus, mereka menduduki Warsawa dan mengusir Rusia dari Polandia. Revolusi Rusia Vladimir Illyich Lenin Meski berhasil pada Serangan Brusilov bulan Juni 1916 di timur Galisia, [92] ketidakpuasan atas operasi perang pemerintah Rusia muncul.

Kesuksesan serangan ini dirusak oleh keengganan jenderal-jenderal lain untuk mengirimkan pasukan mereka untuk mendukung kemenangan ini. Pasukan Sekutu dan Rusia sementara terbangkitkan oleh masuknya Rumania ke Perang Dunia pada tanggal 27 Agustus.

Pasukan Jerman datag membantu Austria-Hongaria di Transylvania, dan Bukares jatuh ke Blok Sentral pada tanggal 6 Desember. Sementara itu, kerusuhan terjadi di Rusia saat Tsar masih berada di garis depan. Pemerintahan Permaisuri Alexandra yang semakin tidak kompeten mendorong protes dan berujung pada pembunuhan tokoh favoritnya, Rasputin, pada akhir 1916.

Bulan Maret 1917, demonstrasi di Petrograd memuncak dengan pengunduran diri Tsar Nicholas II dan penyusunan Pemerintah Darurat lemah yang berbagi kekuasaan dengan sosialis Petrograd Soviet.

Pembentukan ini menciptakan kebingungan dan kekacauan baik di garis depan dan dalam negeri. Angkatan darat pun semakin tidak efektif. [91] Tokoh yang menandatangani Perjanjian Brest-Litovsk (9 Februari 1918): 1.

Count Ottokar von Czernin, 2. Richard von Kühlmann, dan 3. Vasil Radoslavov Ketidakpuasan dan kelemahan Pemerintah Darurat membuat Partai Bolshevik pimpinan Vladimir Lenin semakin populer, yang meminta penghentian perang secepat mungkin. Pemberontakan bersenjata Bolshevik bulan November yang sukses diikuti dengan gencatan senjata dan negosiasi dengan Jerman pada bulan Desember. Awalnya, Bolshevik menolak permintaan Jerman, namun ketika tentara Jerman mulai bergerak melintasi Ukraina tanpa perlawanan, pemerintahan baru ini membuat Perjanjian Brest-Litovsk tanggal 3 Maret 1918.

Perjanjian ini menyerahkan banyak sekali teritori, termasuk Finlandia, provinsi-provinsi Baltik, sebagian Polandia dan Ukraina ke Blok Sentral.

[93] Meski Jerman tampak sukses besar, sumber daya manusia yang dibutuhkan Jerman untuk menduduki bekas teritori Rusia mungkin turut berkontribusi pada kegagalan Serangan Musim Semi dan mengamankan sedikit bahan pangan atau material lainnya.

Melalui adopsi Perjanjian Brest-Litovsk, Entente tidak lagi berdiri. Pasukan Sekutu memimpin invasi kecil ke Rusia, pertama untuk menghentikan Jerman mengeksploitasi sumber daya alam Rusia, dan kedua untuk mendukung "Kaum Putih" (lawan dari "Kaum Merah") pada Perang Saudara Rusia.

[94] Tentara Sekutu mendarat di Arkhangelsk dan Vladivostok. Rencana Blok Sentral untuk negosiasi damai Dalam perjalanan menuju Verdun. " They shall not pass" adalah frasa yang sering dikaitkan dengan pertahanan Verdun. Pada bulan Desember 1916, setelah sepuluh bulan mematikan pada Pertempuran Verdun dan serangan sukses terhadap Rumania, Jerman berupaya menegosiasikan perdamaian dengan Sekutu. Presiden A.S. Woodrow Wilson segera berusaha mengintervensi selaku pencinta damai dan meminta kedua pihak diberi catatan untuk menyatakan permintaan mereka.

Kabinet Perang Lloyd George menganggap tawaran Jerman sebagai jebakan untuk menciptakan perpecahan di kalangan Sekutu. Setelah kemarahan awal dan banyak pertimbangan, mereka menganggap catatan Wilson sebagai upaya terpisah yang menandakan bahwa A.S.

berada di ambang pintu perang melawan Jerman pasca-"kekejaman kapal selam". Saat Sekutu mendiskusikan balasan terhadap tawaran Wilson, Jerman memilih untuk mengabaikannya demi "pertukaran pandangan langsung".

Mengetahui tanggapan Jerman seperti itu, pemerintah Sekutu bebas membuat permintaan jelas dalam balasan mereka tanggal 14 Januari. Mereka menuntut perbaikan kerusakan, pengosongan teritori dudukan, biaya perbaikan untuk Prancis, Rusia, dan Rumania, dan pengakuan prinsip kebangsaan.

Hal ini meliputi pembebasan bangsa Italia, Slavia, Rumania, Ceko-Slovak, dan pembentukan "Polandia bebas dan bersatu". Tentang keamanan, Sekutu menuntut jaminan yang dapat mencegah atau membatasi perang selanjutnya, lengkap dengan sanksi, sebagai persyaratan penyelesaian damai apapun. [95] Negosiasi ini gagal dan negara-negara Entente menolak tawaran Jerman, karena Jerman tidak menyatakan permintaan spesifik apapun.

Kepada Wilson, negara-negara Entente menyatakan bahwa mereka tidak akan memulai negosiasi damai sampai Blok Sentral mengosongkan seluruh teritori Sekutu yang diduduki dan memberikan ganti rugi atas semua kerusakan yang diperbuat. [96] 1917–1918 Tentara Prancis pimpinan Jenderal Gouraud bersama senjata mesin mereka di antara reruntuhan katedral dekat Marne berusaha memukul mundur Jerman, 1918 Perkembangan tahun 1917 Peristiwa tahun 1917 terbukti menentukan dalam mengakhiri perang, meski dampaknya tidak terasa penuh sampai 1918.

Blokade laut Britania mulai memberi dampak serius terhadap Jerman. Sebagai tanggapan, pada bulan Februari 1917, Staf Jenderal Jerman meyakinkan Kanselir Theobald von Bethmann-Hollweg untuk menggelar perang kapal selam tanpa batas, dengan tujuan membuat Britania menarik diri dari perang. Para perencana Jerman memperkirakan bahwa perang kapal selam tanpa batas akan merugikan Britania 600.000 ton kapal per bulannya. Staf Jenderal mengakui bahwa kebijakan ini mungkin nyaris membawa Amerika Serikat ke dalam konflik ini, namun memperkirakan bahwa kerugian perkapalan Britania begitu tinggi sehingga mereka bisa dipaksa meminta perdamaian setelah 5 sampai 6 bulan, sebelum intervensi Amerika Serikat berpengaruh terhadap konflik.

Kenyataannya, tonase kapal yang tenggelam di atas 500.000 ton per bulan mulai Februari sampai Juli. Jumlah ini meningkat menjadi 860.000 ton pada bulan April. Setelah Juli, sistem konvoi baru yang diperkenalkan kembali menjadi sangat efektif mengurangi ancaman kapal-U.

Britania selamat dari ketiadaan armada kapal, sementara produksi industri Jerman jatuh, dan tentara Amerika Serikat ikut berperang dalam jumlah besar lebih cepat daripada yang diperkirakan Jerman. Kru film Jerman sedang merekam peristiwa. Tanggal 3 Mei 1917, selama Serangan Nivelle, Divisi Kolonial ke-2 Prancis yang lelah, para veteran Pertempuran Verdun, menolak perintah atasannya, tiba dalam keadaan mabuk dan tanpa membawa senjata.

Perwira mereka tidak berani menghukum seluruh divisi dan hukuman keras tidak segera diberlakukan. Kemudian, pemberontakan militer dialami oleh 54 divisi Prancis dan 200.000 prajuritnya desersi. Pasukan Sekutu lainnya menyerang, namun menderita kerugian luar biasa. [97] Akan tetapi, seruan patriotisme dan tugas, serta penahanan dan pengadilan massal, membuat para prajurit kembali mempertahankan parit, meski tentara Prancis menolak berpartisipasi dalam operasi serangan selanjutnya.

[98] Robert Nivelle dicopot dari jabatannya pada 15 Mei, digantikan oleh Jenderal Philippe Pétain, yang menunda sejumlah serangan mematikan berskala besar.

Kemenangan Austria-Hongaria dan Jerman pada Pertempuran Caporetto mendorong Sekutu di Konferensi Rapallo membentuk Dewan Perang Agung untuk mengoordinasikan perencanaan.

Sebelumnya, pasukan Britania dan Prancis beroperasi di bawah komando yang berbeda. Haut-Rhin, Prancis, 1917 Bulan Desember, Blok Sentral menandatangani gencatan senjata dengan Rusia. Perjanjian ini membebaskan sejumlah besar tentara Jerman agar bisa dipakai di barat.

Dengan bantuan Jerman dan tentara Amerika Serikat baru masuk, hasil perang akan ditentukan di Front Barat. Blok Sentral tahu bahwa mereka tidak mampu memenangkan perang yang berlarut-larut, tetapi mereka memiliki harapan besar untuk berhasil berdasarkan serangan cepat terakhir.

Selain itu, para pemimpin Blok Sentral dan Sekutu semakin khawatir terhadap kerusuhan sosial dan revolusi di Eropa. Karena itu, kedua sisi berusaha meraih kemenangan menentukan dengan cepat. [99] Konflik Kesultanan Utsmaniyah 1917 Artikel utama: Kampanye Sinai dan Palestina Bulan Maret dan April 1917, pada Pertempuran Gaza Pertama dan Kedua, pasukan Jerman dan Utsmaniyah menghentikan laju Pasukan Ekspedisi Mesir yang telah dimulai bulan Agustus 1916 di Romani.

Pada akhir Oktober, Kampanye Sinai dan Palestina dilanjutkan setelah Korps XX, Korps XXI, dan Korps Berkuda Gurun Jenderal Edmund Allenby memenangkan Pertempuran Beersheba. Dua pasukan Utsmaniyah dikalahkan beberapa minggu kemudian pada Pertempuran Yerusalem. Pada saat itu, Friedrich Freiherr Kress von Kressenstein diberhentikan dari jabatannya sebagai komandan Angkatan Darat ke-8 dan digantikan oleh Djevad Pasha, dan beberapa bulan kemudian komandan Angkatan Darat Utsmaniyah di Palestina, Erich von Falkenhayn, digantikan oleh Otto Liman von Sanders.

Keterlibatan Amerika Serikat Artikel utama: Keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia I Non-intervensi Saat pecah perang, Amerika Serikat mengambil kebijakan non-intervensi, yaitu menghindari konflik tetapi mencoba menciptakan perdamaian. Ketika sebuah kapal-U Jerman menenggelamkan kapal pesiar Britania RMS Lusitania tanggal 7 Mei 1915 yang juga menewaskan 128 warga negara Amerika Serikat, Presiden Woodrow Wilson menegaskan bahwa "Amerika Serikat terlalu bangga untuk berperang", tetapi menuntut berakhirnya serangan terhadap kapal penumpang.

Jerman patuh. Wilson gagal mencoba memediasi penyelesaian. Akan tetapi, ia juga berkali-kali memperingatkan bahwa A.S. tidak akan menoleransi perang kapal selam tanpa batas karena melanggar hukum internasional. Mantan presiden Theodore Roosevelt menyebut aksi Jerman sebagai "pembajakan". [100] Wilson menang tipis dalam pemilu presiden 1916 karena para pendukungnya menyatakan bahwa "ia menjauhkan kami dari perang". Bulan Januari 1917, Jerman melanjutkan perang kapal selam tanpa batasnya, menyadari bahwa Amerika Serikat kelak ikut dalam perang.

Menteri Luar Negeri Jerman, dalam Telegram Zimmermann, mengundang Meksiko bergabung sebagai sekutu Jerman melawan Amerika Serikat. Sebagai imbalannya, Jerman akan mendanai perang Meksiko dan membantu mereka mencaplok kembali teritori Texas, New Mexico, dan Arizona. [101] Wilson merilis telegram Zimmerman ke publik, dan warga AS memandangnya sebagai casus belli—penyebab perang. Wilson meminta elemen-elemen antiperang untuk mengakhiri semua perang dengan memenangkan yang satu ini dan menghapus militerisme dari dunia.

Ia berpendapat bahwa perang begitu penting sehingga A.S. harus punya suara dalam konferensi perdamaian. [102] Presiden Wilson di hadapan Kongres, mengumumkan pemutusan hubungan resmi dengan Jerman pada tanggal 3 Februari 1917. Pernyataan perang A.S. terhadap Jerman Setelah penenggelaman tujuh kapal dagang A.S.

oleh kapal selam Jerman dan penerbitan telegram Zimmerman, Wilson menyatakan perang terhadap Jerman, [103] yang dinyatakan pada tanggal 6 April 1917 oleh Kongres A.S..

Partisipasi aktif A.S. pertama Amerika Serikat secara formal tidak pernah menjadi anggota Sekutu, tetapi menjadi "Kekuatan Terkait" yang diberi nama sendiri. Amerika Serikat memiliki pasukan kecil, namun setelah pengesahan UU Dinas Selektif, pemerintah mewajibkan militer untuk 2,8 juta pria, [104] dan pada musim panas 1918 Amerika Serikat mengirim 10.000 tentara baru ke Prancis setiap hari.

Pada tahun 1917, Kongres A.S. memberikan kewarganegaraan A.S. kepada warga Puerto Rico saat mereka mendaftar untuk ikut serta dalam Perang Dunia I sebagai bagian dari UU Jones.

Jerman telah salah perkiraan, percaya bahwa dibutuhkan beberapa bulan sebelum tentara Amerika Serikat datang sehingga kedatangannya bisa dihentikan kapal-U. [105] Angkatan Laut Amerika Serikat mengirimkan gugus kapal perang ke Scapa Flow untuk bergabung dengan Armada Besar Britania, kapal penghancur ke Queenstown, Irlandia, dan kapal selam untuk membantu melindungi konvoi.

Beberapa resimen Marinir A.S. juga dikerahkan ke Prancis. Britania dan Prancis ingin pasukan A.S. dipakai untuk memperkuat tentara mereka yang sudah ditempatkan di lini pertempuran dan tidak menyia-nyiakan kapal kosong untuk membawa persediaan. A.S. menolak permintaan pertama dan menerima yang kedua. Jenderal John J. Pershing, komandan Pasukan Ekspedisi Amerika Serikat (AEF), menolak memecah pasukan A.S.

agar dipakai sebagai bantuan untuk pasukan Imperium Britania dan Prancis. Sebagai pengecualian, ia mengizinkan resimen tempur Afrika-Amerika untuk bergabung dengan divisi Prancis. Harlem Hellfighters berperang sebagai bagian dari Divisi ke-16 Prancis, mendapatkan Croix de Guerre atas aksi mereka di Chateau-Thierry, Belleau Wood, dan Sechault.

[106] Doktrin AEF menuntut serangan frontal, yang sejak lama ditiadakan oleh komandan Imperium Britania dan Prancis karena banyak memakan korban jiwa. [107] Tawaran perdamaian terpisah Austria Tahun 1917, Kaisar Charles I dari Austria secara rahasia mengupayakan negosiasi perdamaian terpisah dengan Clemenceau, bersama saudara istrinya Sixtus di Belgia sebagai penengah, tanpa sepengetahuan Jerman. Ketika negosiasi gagal, upayanya diketahui Jerman dan mengakibatkan bencana diplomatik.

[108] [109] Serangan Musim Semi Jerman 1918 Artikel utama: Serangan Musim Semi Jenderal Jerman Erich Ludendorff membuat rencana ( dijuluki Operasi Michael) untuk serangan tahun 1918 di Front Barat. Serangan Musim Semi bermaksud memecah pasukan Britania dan Prancis melalui serangkaian penipuan dan serbuan. Pimpinan militer Jerman berharap bisa memberi pukulan menentukan sebelum tentara A.S.

tiba. Operasi ini dimulai tanggal 21 Maret 1918 melalui serangan terhadap pasukan Britania dekat Amiens. Pasukan Jerman memperoleh wilayah sejauh 60 kilometer (37 mi). [110] Parit Britania dan Prancis diterobos menggunakan taktik infiltrasi baru, disebut juga taktik Hutier sesuai nama Jenderal Oskar von Hutier.

Sebelumnya, serangan memiliki ciri pengeboman artileri panjang dan serangan massal. Akan tetapi, pada Serangan Musim Semi 1918, Ludendorff jarang memakai artileri dan menyisipkan sekelompok kecil infanteri di titik-titik lemah.

Mereka menyerang wilayah komando dan logistik dan menerobos titik-titik perlawanan sengit. Infanteri bersenjata berat kemudian menghancurkan posisi-posisi terisolasi ini. Keberhasilan Jerman sangat bergantung pada elemen kejutan. [111] Front ini pindah ke daerah 120 kilometer (75 mi) dari kota Paris. Tiga senjata kereta berat Krupp menembakkan 183 bom ke ibu kota, mengakibatkan banyak warga Paris mengungsi. Serangan awal begitu sukses sampai-sampai Kaiser Wilhelm II menetapkan 24 Maret sebagai hari libur nasional.

Banyak warga Jerman mengira kemenangan sudah dekat. Setelah bertempur sengit, serangan ini terhambat. Ketiadaan tank atau artileri motor membuat Jerman tidak mampu mengonsolidasikan keberhasilan mereka.

Suasana juga diperburuk oleh jalur suplai yang sekarang diperpanjang akibat serbuan mereka. [112] Penghentian mendadak ini juga akibat dari empat divisi Pasukan Imperium Australia (AIF) yang "memaksa" menyerang dan melakukan apa yang belum pernah dilakukan pasukan manapun: menghentikan serbuan Jerman di tengah perjalanan. Pada saat itu, divisi Australia pertama secara terburu-buru dikirim lagi ke utara untuk menghentikan serbuan Jerman kedua.

Tentara Divisi Infanteri (West Lancashire) ke-55 Britania dibutakan oleh gas air mata pada Pertempuran Estaires, 10 April 1918. Jenderal Foch memaksa memakai tentara Amerika yang baru tiba sebagai pengganti individu.

Pershing malah berupaya menempatkan unit pasukan Amerika sebagai pasukan independen. Unit-unit tersebut ditempatkan pada komando Prancis dan Imperium Britania yang semakin sedikit pada tanggal 28 Maret. Dewan Perang Tertinggi Pasukan Sekutu dibentuk saat Konferensi Doullens tanggal 5 November 1917. [113] Jenderal Foch ditunjuk sebagai komandan tertinggi pasukan sekutu.

Haig, Petain, dan Pershing mempertahankan kendali taktis atas masing-masing pasukannya; Foch mengambil peran koordinasi alih-alih pengarahan, dan komando Britania, Prancis, dan A.S.

cenderung beroperasi secara independen. [113] Setelah Operasi Michael, Jerman melancarkan Operasi Georgette terhadap pelabuhan-pelabuhan utara Selat Inggris. Sekutu menghadang upaya tersebut setelah Jerman sempat menguasai sedikit wilayah. Angkatan Darat Jerman di selatan kemudian melancarkan Operasi Blücher dan Yorck, bergerak terus menuju Paris.

Operasi Marne dimulai tanggal 15 Juli yang berusaha mengepung Reims dan memulai Pertempuran Marne Kedua. Serangan balasannya memulai Serangan Seratus Hari dan menandakan serangan perang Sekutu pertama yang sukses.

Tanggal 20 Juli, Jerman berada di seberang Marne di garis awal Kaiserschlacht-nya, [114] gagal memenangkan apapun. Setelah fase terakhir perang di barat, AD Jerman tidak pernah mencapai kembali tujuannya. Korban Jerman antara Maret dan April 1918 sebanyak 270.000 jiwa, termasuk para tentara serbu yang sangat terlatih. Sementara itu, Jerman terpecah di dalam negeri.

Protes anti-perang semakin sering diadakan dan moral militer jatuh. Produksi industri mencapai 53 persen dari jumlah produksi tahun 1913. Konflik Kesultanan Utsmaniyah 1918 Artikel utama: Kampanye Sinai dan Palestina Pada awal tahun 1918, garis depan pertempuran diperpanjang hingga Lembah Yordania yang terus diduduki, setelah serangan Transyordania Pertama dan Transyordania Kedua oleh pasukan Imperium Britania bulan Maret dan April 1918, sampai musim panas.

Sepanjang bulan Maret, sebagian besar infanteri Britania dari Pasukan Ekspedisi Mesir dan kavaleri Yeomanry dikirim berperang di Front Barat sebagai akibat Serangan Musim Semi. Mereka digantikan oleh satuan Angkatan Darat India. Selama beberapa bulan reorganisasi dan pelatihan pada musim panas, sejumlah serangan dilancarkan di beberapa bagian garis depan Utsmaniyah.

Serangan tersebut mendorong garis depan ke utara di posisi yang lebih menguntungkan bagi persiapan serangan dan menyiapkan infanteri AD India yang baru tiba.

Baru pada pertengahan September pasukan bersatu ini siap melakukan operasi besar-besaran. Pasukan Ekspedisi Mesir yang direorganisasi, bersama divisi berkuda tambahan, memecah belah pasukan Utsmaniyah pada Pertempuran Megiddo bulan September 1918. Dalam dua hari, infanteri Britania dan India, dibantu taktik merayap, berhasil memecah garis depan Utsmaniyah dan mencaplok markas besar Angkatan Darat Kedelapan di Tulkarm, jalur parit bersambungan di Tabsor, Arara, dan markas besar Angkatan Darat Ketujuh di Nablus.

Korps Berkuda Gurun masuk lewat celah garis depan yang dibuat infanteri tadi selama operasi dilaksanakan tanpa henti oleh brigade Berkuda Ringan Australia, Yeomanry berkuda Britania, Lancers India, dan Bedil Berkuda Selandia Baru. Di Lembah Jezreel, mereka menduduki Nazareth, Afulah dan Beisan, Jenin, dan Haifa di pesisir Mediterania dan Daraa di timur Sungai Yordan di jalur kereta Hijaz.

Samakh dan Tiberias di Laut Galilea diduduki dalam perjalanan ke utara menuju Damaskus. Sementara itu, Pasukan Chaytor yang terdiri dari pasukan berkuda ringan Australia, pasukan bedil berkuda Selandia Baru, infanteri India, Hindia Barat Britania, dan Yahudi menduduki penyeberangan Sungai Yordan, Es Salt, Amman, dan sebagian besar Angkatan Darat Keempat di Ziza.

Gencatan Senjata Mudros ditandatangani pada akhir Oktober yang mengakhiri perang dengan Kesultanan Utsmaniyah, sementara perang terus berlangsung di sebelah utara Aleppo.

Negara-negara baru di zona perang Artikel utama: Perjanjian Brest-Litovsk, Republik Demokratik Armenia, Republik Demokratik Azerbaijan, dan Republik Demokratik Georgia Pada akhir musim semi 1918, tiga negara baru berdiri di Kaukasus Selatan, yaitu Republik Demokratik Armenia, Republik Demokratik Azerbaijan, dan Republik Demokratik Georgia, yang menyatakan merdeka dari Kekaisaran Rusia.

[115] Dua entitas minor lain juga berdiri, yaitu Kediktatoran Sentrokaspia (dilikuidasi oleh Azerbaijan pada musim gugur 1918) dan Republik Kaukasia Barat Daya (dilikuidasi oleh satuan tugas gabungan Armenia-Britania pada awal 1919). Melalui penarikan pasukan Rusia dari front Kaukasus pada musim dingin 1917–18, tiga republik besar tersebut bersiap menghadapi serbuan Utsmaniyah selanjutnya, yang dimulai pada bulan-bulan pertama 1918. Solidaritas terbentuk sementara ketika Republik Federatif Transkaukasia didirikan pada musim semi 1918 dan runtuh bulan Mei, ketika Georgia meminta dan menerima perlindungan dari Jerman dan Azerbaijan membuat perjanjian dengan Kesultanan Utsmaniyah yang lebih mirip dengan aliansi militer.

Armenia dibiarkan bertahan sendiri dan berjuang selama lima bulan melawan ancaman pendudukan penuh oleh Turki Utsmaniyah. [116] Kemenangan Sekutu: Musim panas dan gugur 1918 Artikel utama: Serangan Seratus Hari dan Republik Weimar Serangan balasan Sekutu, dikenal sebagai Serangan Seratus Hari, dimulai pada tanggal 8 Agustus 1918.

Pertempuran Amiens pecah dengan Korps III Angkatan Darat Keempat Britania Raya di sebelah kiri, Angkatan Darat Pertama Prancis di sebelah kanan, dan Korps Australia dan Kanada memimpin serangan di tengah melalui Harbonnières. [117] [118] Serangan ini melibatkan 414 tank tipe Mark IV dan Mark V dan 120.000 prajurit. Mereka bergerak 12 kilometer (7,5 mi) ke dalam teritori dudukan Jerman dalam kurun tujuh jam saja. Erich Ludendorff menyebut hari itu sebagai "Hari Kelam Angkatan Darat Jerman".

[117] [119] Foto udara reruntuhan Vaux-devant-Damloup, Prancis, 1918 Australia-Kanada memimpin di Amiens, sebuah pertempuran yang menjadi awal keruntuhan Jerman, [49] membantu pasukan Britania bergerak ke utara dan Prancis ke selatan.

Di front AD Keempat Britania di Amiens setelah maju sejauh 14 mil (23 km), perlawanan Jerman semakin sengit dan pertempuran berakhir. Tetapi AD Ketiga Prancis memperpanjang front Amiens pada tanggal 10 Agustus, ketika daerah tersebut dibiarkan begitu saja di sebelah kanan Angkatan Darat Pertama Prancis, dan maju sejauh 4 mil (6 km), membebaskan Lassigny dalam pertempuran yang berlangsung sampai 16 Agustus. Di selatan AD Ketiga Prancis, Jenderal Charles Mangin (si Pembantai) memajukan posisi AD Kesepuluh Prancis di Soissons tanggal 20 Agustus untuk menawan delapan ribu tentara musuh, dua ratus senjata, dan dataran tinggi Aisne yang menghadap dan mengancam posisi Jerman di sebelah utara Vesle.

[120] Erich Ludendorff juga menyebut peristiwa ini sebagai "Hari Kelam". Skotlandia Kanada maju sepanjang Pertempuran Canal du Nord, September 1918 Sementara itu, Jenderal Byng dari AD Ketiga Britania melaporkan bahwa musuh di frontnya semakin sedikit setelah ditarik dan diperintahkan menyerang dengan 200 tank ke Bapaume, memulai Pertempuran Albert, dengan perintah spesifik "Untuk menerobos front musuh, dengan tujuan menghancurkan front pertempuran musuh saat ini" (berseberangan dengan AD Keempat Britania di Amiens).

[49] Para pemimpin Sekutu sekarang sadar bahwa melanjutkan serangan setelah perlawanan sengit memakan banyak korban, dan lebih baik membelokkan lini daripada meneruskannya. Mereka mulai melancarkan serangan dengan cara cepat untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan yang berhasil di garis depan, kemudian memecahnya ketika setiap serangan kehilangan impetus awalnya. [120] Front Angkatan Darat Ketiga Britania sepanjang 15-mil (24 km) di sebelah utara Albert berhasil membuat kemajuan setelah buntu selama satu hari melawan garis perlawanan utama yang merupakan batas penarikan pasukan musuh.

[121] Angkatan Darat Keempat Britania pimpinan Rawlinson berhasil menekan garis kirinya sampai wilayah antara Albert dan Somme, meluruskan garis antara posisi Angkatan Darat Ketiga dan front Amiens, yang berakhir dengan penaklukan kembali Albert pada saat yang sama. [120] Tanggal 26 Agustus, Angkatan Darat Pertama Britania di sebelah kiri Angkatan Darat Ketiga terlibat dalam pertempuran, sehingga memperpanjang front ke utara melewati Arras. Korps Kanada, sudah kembali di garis depan Angkatan Darat Pertama, bergerak dari Arras ke timur 5 mil (8 km) melewati wilayah Arras-Cambrai yang dipertahankan habis-habisan sebelum mencapai pertahanan terluar Garis Hindenburg, dan berhasil menerobosnya pada tanggal 28 dan 29 Agustus.

Bapaume jatuh tanggal 29 Agustus ke tangan Divisi Selandia Baru Angkatan Darat Ketiga, dan Australia, masih memimpin pergerakan AD Keempat, kembali mampu menekan musuh di Amiens untuk menduduki Peronne dan Mont Saint-Quentin tanggal 31 Agustus.

Jauh ke selatan, AD Pertama dan Ketiga Prancis bergerak lambat, sementara AD Kesepuluh, yang sekarang sudah melintasi Ailette dan berada di timur Chemin des Dames, mendekati posisi Alberich di Garis Hindenburg. [122] Sepanjang minggu terakhir Agustus, tekanan di front sepanjang 70-mil (113 km) melawan musuh sangat berat dan tidak berhenti-henti. Dari kesaksian Jerman, "Setiap hari dihabiskan dalam pertempuran berdarah melawan musuh yang selalu menyerbu, dan malam dihabiskan tanpa tidur dalam pergerakan mundur ke garis baru." [120] Bahkan di sebelah utara di Flandria, AD Kedua dan Kelima Britania selama Agustus dan September mampu membuat kemajuan, menawan tentara musuh dan posisi yang sebelumnya mengalahkan mereka.

[122] Tentara Amerika Serikat di Vladivostok, Siberia, Agustus 1918 Tanggal 2 September, Korps Kanada menerobos garis Hindenburg, dengan membuka celah di Posisi Wotan, sehingga memungkinkan Angkatan Darat Ketiga maju dan memberi dampak di seluruh Front Barat. Pada hari yang sama, Oberste Heeresleitung (OHL) tidak punya pilihan lain kecuali mengeluarkan perintah kepada enam pasukan angkatan darat untuk mundur ke Garis Hindenburg di selatan, di belakang Canal du Nord di front AD Pertama Kanada dan kembali ke garis di sebelah timur Lys di utara.

Perintah ini tanpa perlawanan berhasil mengembalikan medan perang yang direbut pada April sebelumnya. [123] Menurut Ludendorff, "Kami harus mengakui perlunya tindakan ...menarik seluruh front dari Scarpe ke Vesle." [124] Potret seorang mayor Amerika Serikat di keranjang balon observasi yang terbang di atas teritori dekat garis depan Dalam nyaris empat minggu pertempuran yang dimulai tanggal 8 Agustus, lebih dari 100.000 personil Jerman ditawan, 75.000 oleh BEF dan sisanya oleh Prancis.

Sebagaimana "Hari Kelam Angkatan Darat Jerman", Komando Tinggi Jerman menyadari mereka kalah perang dan melakukan upaya mencapai akhir yang memuaskan. Sehari setelah eprtempuran tersebut, Ludendorff memberitahu Kolonel Mertz, "Kita tidak lagi mampu memenangkan perang, tetapi kita juga tidak boleh kalah." Pada tanggal 11 Agustus, ia mengajukan pengunduran dirinya ke Kaiser dan ditolak dengan balasan, "Saya pikir kita harus mencapai keseimbangan.

Kita nyaris mencapai batas kekuatan perlawanan kita. Perang harus diakhiri." Tanggal 13 Agustus di Spa, Hindenburg, Ludendorff, Kanselir, dan Menteri Luar Negeri Hintz setuju bahwa perang tidak dapat diakhiri secara militer, dan pada keesokan harinya Dewan Kekaisaran Jerman memutuskan bahwa kemenangan di medan perang sudah tidak memungkinkan lagi.

Austria dan Hongaria memperingatkan bahwa mereka hanya bisa melanjutkan perang sampai Desember, dan Ludendorff menyarankan negosiasi damai secepatnya dan Kaiser menanggapinya dengan memerintahkan Hintz meminta mediasi Ratu Belanda.

Pangeran Rupprecht memperingatkan Pangeran Max dari Baden: "Situasi militer kita cepat sekali memburuk sampai-sampai saya tidak lagi yakin kita bisa bertahan selama musim dingin; bisa saja sebuah bencana datang lebih cepat." Pada tanggal 10 September, Hindenburg menyarankan perdamaian kepada Kaisar Charles dari Austria dan Jerman meminta mediasi dari Belanda. Tanggal 14 September, Austria mengirimkan catatan kepada semua pihak terlibat dan pihak netral yang menyarankan pertemuan diskusi damai di daerah netral dan keesokan harinya Jerman membuat tawaran damai dengan Belgia.

Kedua tawaran damai ditolak dan pada tanggal 24 September OHL memberitahu para pemimpin negara di Berlin bahwa pembicaraan gencatan senjata sudah tidak terelakkan lagi. [122] Pada bulan September, Jerman terus melancarkan serangan pertahanan belakang dan berbagai serangan balasan di daerah-daerah yang hilang, tetapi hanya sedikit yang berhasil, namun sementara saja.

Kota, desa, perbukitan, dan parit yang diperebutkan di Garis Hindenburg terus jatuh ke tangan Sekutu, dengan BEF sendiri menawan 30.441 tentara pada minggu terakhir September.

Pergerakan kecil ke timur kelak menyusul kemenangan Angkatan Darat Ketiga di Ivincourt tanggal 12 September, Angkatan Darat Keempat di Epheny tanggal 18 September, dan pencaplokan Essigny-le-Grand oleh Prancis keesokan harinya.

Pada tanggal 24 September, serangan akhir oleh Britania dan Prancis di front sepanjang 4-mil (6,4 km) terjadi 2 mil (3,2 km) dari St. Quentin. [122] Dengan pos luas dan garis pertahanan awal Posisi Siegfried dan Alberich berhasil dimusnahkan, Jerman saat ini sepenuhnya bertahan di Garis Hindenburg.

Dengan posisi Wotan di garis itu telah diterobos dan posisi Siegfried terancam dibelokkan dari utara, sudah saatnya Sekutu menyerbu sisa bentangan garis tersebut.

Serangan di Garis Hindenburg dimulai tanggal 26 September dan melibatkan tentara A.S. Tentara Amerika yang masih baru mengalami masalah dengan suplai untuk pasukan besar di daerah yang tidak bersahabat. [125] Minggu selanjutnya, pasukan gabungan Prancis dan Amerika merangsek ke Champagne pada Pertempuran Blanc Mont Ridge, mengusir Jerman dari posisi komandonya, dan maju mendekati perbatasan Belgia.

[126] Kota Belgia terakhir yang dibebaskan sebelum gencatan senjata adalah Ghent, yang dipertahankan Jerman sebagai patokan tempur sampai Sekutu melibatkan artileri.

[127] [128] Pasukan Jerman harus memperpendek frontnya dan memakai perbatasan Belanda sebagai patokan serangan pertahanan belakang. Anggota Resimen ke-64 A.S., Divisi Infanteri ke-7, merayakan kabar gencatan senjata, 11 November 1918 Saat Bulgaria menandatangani gencatan senjata terpisah tanggal 29 September, Sekutu berhasil menguasai Serbia dan Yunani. Ludendorff, setelah mengalami tekanan berbulan-bulan, menderita depresi. Sudah jelas bahwa Jerman tidak mampu lagi membuat pertahanan yang berhasil.

[129] [130] Sementara itu, berita tentang kekalahan militer Jerman yang sudah dekat menyebar ke seluruh angkatan bersenjata Jerman. Ancaman desersi semakin besar. Laksamana Reinhard Scheer dan Ludendorff memutuskan melancarkan usaha terakhir untuk mengembalikan "kebanggaan" Angkatan Laut Jerman. Tahu bahwa pemerintahan Pangeran Maximilian dari Baden akan memveto tindakan apapun, Ludendorff memutuskan untuk tidak memberitahunya.

Sayangnya, berita tentang serangan lanjutan diketahui para marinir di Kiel. Banyak yang menolak menjadi bagian dari serangan laut yang dirasa bersifat bunuh diri dan mereka memberontak dan ditahan. Ludendorff disalahkan dan Kaiser memecatnya pada tanggal 26 Oktober.

Keruntuhan Balkan berarti Jerman akan kehilangan suplai minyak dan makanan utamanya. Cadangannya sudah habis, bahkan saat tentara A.S. terus tiba dengan jumlah 10.000 orang per hari. [131] Menderita lebih dari 6 juta korban, Jerman mencari perdamaian. Pangeran Maximilian dari Baden memimpin pemerintahan baru sebagai Kanselir Jerman untuk bernegosiasi dengan Sekutu. Negosiasi telegraf dengan Presiden Wilson segera dimulai dengan harapan ia akan memberi permintaan yang lebih baik daripada Britania dan Prancis.

Harapan tersebut sia-sia karena Wilson malah meminta Kaiser mengundurkan diri. Tidak ada perlawanan ketika Philipp Scheidemann dari Partai Demokrat Sosial menyatakan Jerman sebagai negara republik pada tanggal 9 November. Kekaisaran Jerman tidak berdiri lagi dan Jerman baru telah didirikan dengan nama Republik Weimar. [132] Gencatan senjata dan penyerahan diri Di hutan Compiègne setelah menyetujui gencatan senjata yang mengakhiri perang, tampak Foch kedua dari kanan.

Gerbong di belakangnya, tempat penandatangan tersebut, dipilih sebagai latar simbolis gencatan senjata Juni 1940 oleh Pétain.

Gerbong ini dipindahkan ke Berlin sebagai hadiah, namun karena pengeboman Sekutu, gerbong ini dipindahkan ke Crawinkel, Thuringia, dan sengaja dihancurkan tentara SS tahun 1945.

[133] Keruntuhan Blok Sentral terjadi cepat. Bulgaria merupakan negara pertama yang menandatangani gencatan senjata pada tanggal 29 September 1918 di Saloniki. [134] Tanggal 30 Oktober, Kesultanan Utsmaniyah menyerah di Moudros ( Gencatan Senjata Mudros). [134] Tanggal 24 Oktober, Italia memulai pergerakan yang berhasil menguasai kembali teritori yang hilang setelah Pertempuran Caporetto.

peristiwa ini memuncak pada Pertempuran Vittorio Veneto, yang menandai akhir dari Angkatan Darat Austria-Hongaria sebagai sebuah pasukan perang yang efektif. Serangan ini juga mendorong disintegrasi Kekaisaran Austria-Hongaria. Selama minggu terakhir Oktober, deklarasi kemerdekaan dibuat di Budapest, Praha, dan Zagreb. Tanggal 29 Oktober, otoritas kekaisaran meminta gencatan senjata dengan Italia. Tetapi Italia terus bergerak maju, mencapai Trento, Udine, dan Trieste..

Tanggal 3 November, Austria-Hongaria mengirimkan bendera putih untuk meminta gencatan senjata. Persyaratan yang disampaikan melalui telegraf oleh pemimpin Sekutu di Paris dikirim ke komandan Austria dan diterima. Gencatan senjata dengan Austria ditandatangani di Villa Giusti, dekat Padova, tanggal 3 November. Austria dan Hongaria menandatangani gencatan senjata terpisah setelah penggulingan Monarki Habsburg.

Setelah pecahnya Revolusi Jerman 1918–1919, sebuah republik diproklamasikan tanggal 9 November. Kaiser mengungsi ke Belanda. Tanggal 11 November pukul 05:00, gencatan senjata dengan Jerman ditandatangani di sebuah gerbong kereta di Compiègne.

Pukul 11:00 tanggal 11 November 1918 — "jam sebelas hari sebelas bulan sebelas" — gencatan senjata diberlakukan. Selama enam jam antara penandatanganan gencatan senjata tersebut dan penerapannya, pasukan yang saling berperang di Front Barat mulai menarik diri dari posisi mereka, tetapi terus bertempur di sejumlah wilayah front karena para komandan ingin mencaplok wilayah sebelum perang berakhir. Prajurit Kanada George Lawrence Price ditembak seorang penembak jitu Jerman pada pukul 10:57 dan tewas pukul 10:58.

[135] Prajurit Amerika Serikat Henry Gunther gugur 60 detik sebelum gencatan senjata diterapkan saat sedang berlari menyerbu tentara Jerman yang terkejut dan tahu bahwa gencatan senjata sudah dekat. [136] Prajurit Britania terakhir yang gugur adalah George Edwin Ellison.

Korban terakhir dalam perang ini adalah seorang Jerman, Letnan Thomas, yang setelah pukul 11:00 sedang berjalan menyusuri garis depan untuk memberitahu tentara Amerika Serikat yang belum diberitahu tentang gencatan senjata bahwa mereka akan mengosongkan bangunan di belakang mereka. [137] Pendudukan Rhineland terjadi setelah gencatan senjata. Pasukan pendudukan terdiri dari pasukan Amerika Serikat, Belgia, Britania, dan Prancis.

Superioritas Sekutu dan legenda pengkhianatan, November 1918 Pada bulan November 1918, Sekutu memiliki suplai prajurit dan material yang cukup untuk menyerbu Jerman. Namun pada saat gencatan senjata, tidak ada pasukan Sekutu yang melintasi perbatasan Jerman; Front Barat masih 900 mi (1.400 km) jauhnya dari Berlin; dan pasukan Kaiser telah mundur dari medan perang secara baik-baik. Faktor-faktor tersebut memungkinkan Hindenburg dan pemimpin Jerman senior lainnya menyebar berita bahwa pasukan mereka belum benar-benar dikalahkan.

Ini berujung pada legenda pengkhianatan, [138] [139] yang menyebut kekalahan Jerman bukan karena ketidakmampuannya melanjutkan peperangan (meski hampir satu juta tentara menderita wabah flu 1918 dan tidak bisa berperang), tetapi kegagalan publik merespon "panggilan patriotik"-nya dan dugaan sabotase perang internasional, terutama oleh kaum Yahudi, Sosialis, dan Bolshevik. Perjanjian Versailles, Juni 1919 Keadaan perang formal antara kedua pihak terus berlanjut selama tujuh bulan selanjutnya sampai penandatanganan Perjanjian Versailles dengan Jerman pada tanggal 28 Juni 1919.

Akan tetapi, publik Amerika Serikat menolak ratifikasi perjanjian tersebut, terutama karena Liga Bangsa-Bangsalah perjanjian tersebut dibuat; A.S.

tidak mengakhiri secara resmi keikutsertaannya dalam perang sampai Resolusi Knox-Porter ditandatangani tahun 1921. Setelah Perjanjian Versailles, perjanjian dengan Austria, Hongaria, Bulgaria, dan Kesultanan Utsmaniyah ditandatangani. Namun, negosiasi perjanjian terakhir dengan Kesultanan Utsmaniyah diikuti oleh perselisihan ( Perang Kemerdekaan Turki), dan perjanjian damai terakhir antara Blok Sekutu dan negara yang segera menjadi Republik Turki baru ditandatangani pada tanggal 24 Juli 1923 di Lausanne.

Sejumlah tugu peringatan perang menyebut akhir perang adalah ketika Perjanjian Versailles ditandatangani tahun 1919, yaitu ketika banyak tentara yang berdinas di luar negeri akhirnya pulang ke negara masing-masing; sebaliknya, banyak peringatan berakhirnya perang terpusat pada gencatan senjata tanggal 11 November 1918.

Secara hukum, perjanjian damai formal belum selesai sampai ditandatanganinya perjanjian terakhir, yaitu Perjanjian Lausanne. Sesuai ketentuannya, pasukan Sekutu keluar dari Konstantinopel tanggal 23 Agustus 1923. Teknologi Tentara Kanada dengan luka bakar gas mustar, ca.

1917–1918. Perang Dunia I dimulai sebagai tabrakan teknologi abad ke-20 dan taktik abad ke-19, disertai jatuhnya korban dalam jumlah besar. Tetapi pada akhir 1917, pasukan-pasukan besar, sekarang berjumlah jutaan, telah melakukan modernisasi dan memakai telepon, komunikasi nirkabel, [140] kendaraan lapis baja, tank, [141] dan pesawat terbang.

Formasi infanteri disusun ulang, sehingga pasukan 100 orang tidak lagi menjadi unit manuver utama dan digantikan oleh skuat yang terdiri dari kurang lebih 10 tentara, di bawah komando NCO junior. Artileri juga mengalami revolusi. Tahun 1914, meriam diposisikan di garis depan dan ditembakkan langsung ke target. Tahun 1917, tembakan tidak langsung dengan senjata (disertai mortir dan bahkan senjata mesin) biasa dilakukan, memakai teknik baru mencari dan mengukur, terutama pesawat dan telepon lapangan yang sering diabaikan.

Misi kontra-baterai biasa dilakukan dan deteksi suara dipakai untuk melacak keberadaan baterai musuh. Jerman jauh lebih maju daripada Sekutu dalam memanfaatkan tembakan berat tidak langsung. Angkatan Darat Jerman memakai howitzer 150 dan 210 mm pada tahun 1914, sementara senjata Prancis dan Britania hanya 75 dan 105 mm.

Britania memiliki howiter 6 inci (152 mm), tetapi sangat berat sehingga harus dirombak dulu dan disusun di medan tempur. Jerman juga memakai senjata Austria 305 mm dan 420 mm, dan sejak awal perang sudah memiliki cadangan berbagai kaliber Minenwerfer yang ideal dipakai untuk peperangan parit.

[142] Banyak pertempuran melibatkan peperangan parit yang memakan korban ratusan tentara untuk setiap yard yang diperebutkan. Sebagian besar pertempuran paling mematikan sepanjang sejarah terjadi pada Perang Dunia Pertama, seperti Ypres, Marne, Cambrai, Somme, Verdun, dan Gallipoli. Jerman memakai proses Haber fiksasi nitrogen untuk menyediakan suplai bubuk mesiu yang tetap untuk pasukan-pasukannya, meski terjadi blokade laut oleh Britania.

[143] Artileri mengakibatkan jumlah korban paling banyak [144] dan mengonsumsi banyak sekali peledak. Sejumlah besar luka kepala akibat ledakan granat dan fragmentasi mendorong negara-negara terlibat mengembangkan helm baja modern, dipimpin oleh Prancis yang memperkenalkan helm Adrian pada tahun 1915.

Perkembangan ini diikuti oleh helm Brodie yang dipakai tentara Imperium Britania dan A.S., dan pada tahun 1916 oleh Stahlhelm Jerman dengan perbaikan desain yang masih dipakai sampai sekarang. " Gas! Gas! Quick, boys!...

Fitting the clumsy helmets just in time; But someone still was yelling out and stumbling, And flound'ring like a man in fire or lime... Dim, through the misty panes and thick green light, As under a green sea, I saw him drowning."- Wilfred Owen, DULCE ET DECORUM EST, 1917 [145] Pemakaian bahan kimia yang luas adalah fitur berbeda dalam konflik ini.

Gas yang dipakai meliputi klorin, gas mustar, dan fosgin. Sedikit korban perang yang jatuh akibat gas, [146] karena pertahanan efektif terhadap serangan gas segera diciptakan, seperti masker gas. Pemakaian peperangan kimia dan pengeboman strategis berskala kecil tidak diizinkan oleh Konvensi Den Haaf 1907, dan keduanya terbukti tidak begitu efektif, [147] meski berhasil menangkap perhatian publik.

[148] Senjata darat terkuat adalah senjata kereta api yang berbobot ratusan ton per unitnya. Senjata ini diberi nama Big Bertha, meski pemilik namanya bukanlah sebuah senjata kereta api. Jerman mengembangkan Paris Gun yang mampu mengebom Paris dari jarak 100 kilometer (62 mi), meski granatnya relatif ringan dengan berat 94 kilogram (210 lb).

Saat Sekutu juga mempunyai senjata kereta, model Jerman jauh lebih maju dan canggih daripada Sekutu. Penerbangan RAF Sopwith Camel. Bulan April 1917, harapan hidup rata-rata seorang pilot Britania di Front Barat adalah 93 jam terbang. [149] Pesawat bersayap tetap pertama dipakai secara militer oleh Italia di Libya tanggal 23 Oktober 1911 pada Perang Italia-Turki untuk keperluan mata-mata, dan pada tahun berikutnya diikuti oleh penjatuhan granat dan fotografi udara.

Tahun 1914, pemanfaatan militer mereka tampak jelas. Pesawat awalnya dipakai untuk mata-mata dan serangan darat. Untuk menembak jatuh pesawat musuh, senjata antipesawat dan pesawat tempur dikembangkan.

Pengebom strategis diciptakan, terutama oleh Jerman dan Britania, meski Jerman juga memakai Zeppelin. [150] Menjelang akhir konflik, kapal angkut pesawat dipakai untuk pertama kalinya, dengan HMS Furious meluncurkan Sopwith Camels dalam sebuah serangan untuk menghancurkan hanggar Zeppelin di Tondern tahun 1918.

[151] Balon pemantau berawak, melayang jauh di atas parit, dipakai sebagai platform mata-mata stasioner, melaporkan pergerakan musuh dan mengarahkan artileri.

Balon umumnya diawaki dua orang, dilengkapi parasut, [152] sehingga jika terjadi serangan udara musuh, awak balon dapat terjun dengan selamat. Pada masa itu, parasut begitu berat untuk dipakai pilot pesawat (bersama keluaran tenaga marginalnya), dan versi parasut kecil belum dikembangkan sampai akhir perang; parasut juga ditolak para pemimpin Britania yang khawatir akan menciptakan sifat pengecut. [153] Parit Jerman dihancurkan oleh ledakan ranjau.

Sekitar 10.000 tentara Jerman gugur ketika 19 ranjau diledakaan secara bersamaan. Diakui atas kegunaannya sebagai platform pemantau, balon menjadi target penting pesawat musuh. Untuk mempertahankannya dari serangan udara, balon-balon sangat dilindungi oleh senjata antipesawat dan dipatroli oleh pesawat teman; untuk menyerang musuh, senjata tidak umum seperti roket udara-ke-udara dipakai.

Karena itu nilai mata-mata lampu suar dan balon berkontribusi terhadap pengembangan pertempuran udara antara semua jenis pesawat, dan menciptakan kebuntuan parit, karena mustahil memindahkan sejumlah besar tentara tanpa terdeteksi. Jerman melakukan serangan udara di Inggris sepanjang tahun 1915 dan 1916 dengan kapal udara, berharap menjatuhkan moral Britania dan mengakibatkan pesawat dialihkan dari garis depan, dan pada akhirnya menciptakan kepanikan yang mendorong pengalihan beberapa skuadron pesawat tempur dari Prancis.

[150] [153] Pemutakhiran teknologi laut Jerman mengirimkan kapal-U ( kapal selam) setelah perang dimulai. Berada di antara peperangan kapal selam terbatas dan tanpa batas di Atlantik, Kaiserliche Marine memakai kapal-kapal ini untuk memutus rantai suplai penting Kepulauan Britania Raya.

Kematian pelaut dagang Britania dan kehebatan kapal-U mendorong pengembangan ranjau bawah air (1916), hidropon ( sonar pasif, 1917), lampu suar, kapal selam pemburu ( HMS R-1, 1917), senjata antikapal selam, dan hidropon celup (dua perlengkapan terakhir tidak digunakan lagi pada tahun 1918).

[154] Untuk memperluas operasi mereka, Jerman merancang kapal selam suplai pada tahun 1916. Kebanyakan kapal selam ditinggalkan pada masa antarperang sampai Perang Dunia II memunculkan lagi kebutuhan akan kapal selam. Pemutakhiran teknologi peperangan darat Senjata mesin Vickers Britania Parit, senjata mesin, mata-mata udara, kawat berduri, dan artileri modern dengan granat fragmentasi membantu menciptakan kebuntuan di lini pertempuran Perang Dunia I. Britania dan Prancis mencari solusi dengan menciptakan tank dan peperangan mekanis.

Tank pertama Britania dipakai pada Pertempuran Somme tanggal 15 September 1916. Ketergantungan mekanis adalah suatu masalah, tetapi uji coba membuktikan keandalannya. Dalam satu tahun, Britania melibatkan ratusan tank dalam pertempuran dan tank-tank tersebut menunjukkan kebolehan mereka pada Pertempuran Cambrai bulan November 1917 dengan menerobos Garis Hindenburg, sementara tim senjata gabungan menangkap 8.000 tentara musuh dan 100 senjata.

Prancis memperkenalkan tank pertama dengan meriam berputar, Renault FT-A7, yang menjadi perlengkapan perang yang paling menentukan kemenangan. Konflik ini juga mendorong diperkenalkannya senjata otomatis ringan dan senjata submesin, seperti Lewis Gun, bedil otomatis Browning, dan Bergmann MP18.

Penyembur api dan angkutan subterania Senjata baru lainnya, penyembur api, pertama dipakai oleh pasukan Jerman dan kemudian diadopsi oleh pasukan lain. Meski tidak bernilai taktis tinggi, penyembur api adalah senjata kuat dengan kemampuan demoralisasi yang mengakibatkan teror di medan tempur. Ini adalah senjata berbahaya karena bobotnya yang berat membuat operatornya mudah menjadi target musuh. Rel kereta parit berevolusi untuk pengiriman sejumlah besar makanan, air, dan amunisi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tentara-tentara di daerah tempat sistem transportasi konvensional telah dihancurkan.

Mesin pembakaran dalam dan sistem traksi yang diperbarui untuk mobil dan truk/lori akhirnya membuat rel kereta parit kedaluwarsa. Kejahatan perang Genosida dan pembersihan etnis Artikel utama: Pemerkosaan Belgia Para penyerbu Jerman menganggap perlawanan apapun—seperti menyabotase rel kereta—sebagai tindakan ilegal dan imoral, dan menembak pelanggar dan membakar bangunan sebagai balasannya.

Selain itu, mereka cenderung menganggap sebagian besar warga sipil sebagai "franc-tireurs" berpotensial, dan menangkap dan kadang membunuh tahanan dari kalangan warga sipil.

Pasukan Jerman mengeksekusi lebih dari 6.500 warga sipil Prancis dan Belgia antara Agustus dan November 1914, biasanya dalam penembakan warga sipil berskala besar nyaris acak yang diperintahkan oleh perwira junior Jerman. Angkatan Darat Jerman menghancurkan 15.000-20.000 bangunan—termasuk perpustakaan universitas di Louvain—dan menciptakan gelombang pengungsi sebesar satu juta orang. Lebih dari separuh resimen Jerman di Belgia terlibat dalam insiden-insiden besar.

[166] Ribuan pekerja dikirim ke Jerman untuk bekerja di pabrik. Propaganda Britania yang mendramatisir " Pemerkosaan Belgia" menarik banyak perhatian di Amerika Serikat, sementara Berlin menyatakan tindakan tersebut sah dan perlu karena ancaman para "franc-tireurs" (gerilya) seperti yang terjadi di Prancis tahun 1870. [167] Britania dan Prancis membesar-besarkan laporan tersebut dan menyebarluaskannya di dalam negeri dan Amerika Serikat, tempat mereka memainkan peran besar dalam menghapus dukungan untuk Jerman.

[168] [169] Pengalaman tentara Kontingen Pertama Korps Bedil Relawan Bermuda untuk 1 Lincolns, berlatih di Bermuda untuk Front Barat, musim dingin 1914–1915.

75% dari kedua kontingen BVRC menjadi korban. Tentara Britania awalnya merupakan relawan, namun pada akhirnya menjadi wajib militer. Imperial War Museum di Britania telah mengoleksi lebih dari 2.500 rekaman kesaksian pribadi tentara, dan sejumlah transkrip pilihan yang disunting oleh penulis militer Max Arthur telah diterbitkan. Museum ini percaya bahwa sejarawan belum memanfaatkan penuh material-material ini, dan museum ini berhasil memiliki arsip lengkap rekaman untuk para penulis dan peneliti.

[170] Veteran yang selamat dan pulang cenderung hanya bisa mendiskusikan pengalaman mereka dengan sesama rekannya. Mereka berkumpul dan membentuk "asosiasi veteran" atau "Legiun".

Tawanan perang Tawanan Jerman di kamp penjara Prancis Sekitar 8 juta tentara menyerah dan ditahan di kamp tawanan perang selama Perang Dunia I. Semua negara berjanji mengikuti Konvensi Den Haag mengenai perlakuan baik tawanan perang. Tingkat keselamatan tawanan perang umumnya lebih tinggi daripada rekan mereka di garis depan. [171] Penyerahan diri individu cenderung tidak biasa; pasukan dalam jumlah besar yang biasanya menyerah secara massal. Pada Pertempuran Tannenberg 92.000 tentara Rusia menyerah.

Saat garnisun Kaunas yang dikepung menyerah tahun 1915, sekitar 20.000 tentara Rusia menyerah. Lebih dari setengah kerugian Rusia (sebagai perbandingan terhadap mereka yang ditangkap, terluka, atau gugur) memiliki status tawanan; untuk Austria-Hongaria 32%, Italia 26%, Prancis 12%, Jerman 9%; Britania 7%. Tawanan dari pasukan Sekutu berjumlah 1,4 juta orang (tidak termasuk Rusia, yang 2,5-3,5 juta tentaranya ditawan).

Dari Blok Sentral, sekitar 3,3 juta tentara menjadi tawanan perang. [172] Jerman menahan 2,5 juta tentara; Rusia menahan 2,9 juta tentara; sementara Britania dan Prancis sekitar 720.000 tentara. Kebanyakan di antara mereka ditangkap tepat sebelum gencatan senjata. A.S. menahan 48.000 tentara. Saat-saat paling berbahaya adalah tindakan penyerahan diri, ketika tentara yang pasrah kadang ditembaki begitu saja. [173] [174] Setelah tawanan tiba di kamp, kondisi pada umumnya memuaskan (dan lebih baik daripada Perang Dunia II), berkat upaya Palang Merah Internasional dan inspeksi oleh negara-negara netral.

Akan tetapi, di Rusia lebih buruk lagi: kelaparan biasa terjadi di kalangan tawanan dan warga sipil; sekitar 15–20% dari seluruh tawanan di Rusia meninggal. Di Jerman, makanan langka, tetapi hanya 5% yang meninggal.

[175] [176] [177] Foto ini memperlihatkan tentara Angkatan Darat India kurus yang selamat dari Pengepungan Kut. Kesultanan Utsmaniyah sering memperlakukan tahanan perang dengan buruk. [178] Sekitar 11.800 tentara Imperium Britania, kebanyakan India, ditawan setelah Pengepungan Kut di Mesopotamia pada bulan April 1916; 4.250 orang meninggal dalam penjara. [179] Meski banyak yang sedang dalam kondisi buruk saat ditangkap, para perwira Utsmaniyah memaksa mereka berjalan sejauh 1.100 kilometer (684 mi) ke Anatolia.

Seorang korban selamat mengatakan, "Kami digiring seperti hewan liar; keluar dari sana artinya mati." [180] Para korban selamat kemudian dipaksa membangun rel kereta api melintasi Pegunungan Taurus.

Di Rusia, saat para tawanan dari Legiun Ceko Angkatan Darat Austria-Hongaria dibebaskan tahun 1917, mereka mempersenjatai diri kembali dan sempat menjadi kekuatan militer dan diplomatik pada Perang Saudara Rusia. Meski tawanan Sekutu di Blok Sentral langsung dikirim pulang setelah akhir perang, perlakuan yang sama tidak diberikan kepada tawanan Blok Sentral di negara Sekutu dan Rusia.

Kebanyakan dari tawanan Blok Sentral tersebut dijadikan pekerja paksa, misalnya di Prancis sampai tahun 1920. Mereka baru dibebaskan setelah Palang Merah mendekati Dewan Agung Sekutu berkali-kali. [181] Tawanan Jerman masih ditahan di Rusia sampai tahun 1924. [182] Atase militer dan koresponden perang Artikel utama: Atase militer dan koresponden perang pada Perang Dunia I Pemantai militer dan sipil dari setiap kekuatan besar mengikuti dengan saksama jalannya perang. Banyak yang mampu melaporkan suatu peristiwa dari sudut pandang yang mirip dengan posisi " tempelan" di dalam daratan dan pasukan laut musuh.

Para atase militer dan pemantau lain ini mempersiapkan kesaksian langsung mengenai perang disertai tulisan analitis. Misalnya, mantan Kapten Angkatan Darat A.S. Granville Fortescue mengikuti perkembangan Kampanye Gallipoli dari sudut pandang tempelan di dalam wilayah pertahanan Turki; dan laporannya diteruskan melalui sensor Tukri sebelum dicetak di London dan New York.

[183] Akan tetapi, peran pemantau ini diabaikan ketika A.S. memasuki kancah perang, sementara Fortescue langsung mendaftar ulang masuk militer dan terluka di Hutan Argonne pada Ofensif Meuse-Argonne, September 1918. [184] Narasi perang oleh pemantau secara mendalam dan artikel jurnal profesional yang lebih sempit segera ditulis setelah perang; dan laporan pascaperang ini umumnya mengilustrasikan kehancuran medan tempur dalam konflik ini.

Ini bukan pertama kalinya taktik posisi parit untuk infanteri yang dipersenjatai senjata mesin dan artileri menjadi sangat penting. Perang Rusia-Jepang juga dipantau secara saksama oleh atase militer, koresponden perang, dan pemantau lain; tetapi, dari sudut pandang abad ke-21, tampak jelas bahwa serangkaian pelajaran taktik diabaikan atau tidak dipakai dalam persiapan perang di Eropa dan seluruh Perang Besar.

[185] Dukungan dan penentangan perang "Inggris dulu, baru diri sendiri", 1916 Di Balkan, nasionalis Yugoslav seperti pemimpin Ante Trumbić di Balkan sangat mendukung perang ini dan memimpikan bebasnya bangsa Yugoslav dari Austria-Hongaria dan kekuatan asing lainnya, serta pembentukan Yugoslavia merdeka. [186] Komite Yugoslav didirikan di Paris tanggal 30 April 1915, namun kemudian memindahkan kantornya ke London; Trumbić memimpin Komite ini. [186] Di Timur Tengah, nasionalisme Arab berkobar di teritori-teritori Utsmaniyah sebagai respon atas naiknya nasionalisme Turki sepanjang perang.

Para pemimpin nasionalis Arab menyuarakan pembentukan negara pan-Arab. [187] Pada tahun 1916, Pemberontakan Arab terjadi di teritori Timur Tengah milik Utsmaniyah demi mencapai kemerdekaan.

[187] Nasionalisme Italia didorong oleh pecahnya perang dan awalnya sangat didukung oleh berbagai faksi politik. Salah satu pendukung perang nasionalis Italia yang paling tekrenal adalah Gabriele d'Annunzio, yang mempromosikan iredentisme Italia dan membantu meyakinkan publik Italia untuk mendukung intervensi perang.

[188] Partai Liberal Italia di bawah kepemimpinan Paolo Boselli mempromosikan intervensi perang di sisi Sekutu dan memanfaatkan Dante Aligheri Society untuk mempromosikan nasionalisme Italia. [189] Sejumlah partai sosialis awalnya mendukugn perang ketika pecah bulan Agustus 1914. [190] Tetapi sosialis Eropa terbagi di sisi nasional, dengan konsep kelas konflik yang dipegang oleh sosialis radikal seperti kaum Marxis dan sindikalis yang muncul akibat dukungan patriotik mereka terhadap perang.

[191] Setelah perang dimulai, sosialis Austria, Britania, Jerman, Prancis, dan Rusia mengikuti arus nasionalis yang bangkit dengan mendukung intervensi perang oleh negara mereka . [192] Para sosialis Italia terbagi menjadi pendukung perang dan penentangnya; beberapa di antaranya adalah pendukung perang yang militan, termasuk Benito Mussolini dan Leonida Bissolati.

[193] Akan tetapi, Partai Sosialis Italia memutuskan menentang perang setelah para pengunjuk rasa anti-militer tewas dan mengakibatkan mogok massal bernama Minggu Merah. [194] Partai Sosialis Italia membersihkan dirinya dari anggota-anggota nasionalis pro-perang, termasuk Mussolini.

[194] Mussolini, seorang sindikalis yang mendukung perang atas dasar klaim iredentis wilayah berpopulasi Italia di Austria-Hongaria, membentuk organisasi pro-intervensionis Il Popolo d'Italia dan Fasci Riviluzionario d'Azione Internazionalista (" Fasci Revolusi untuk Aksi Internaisonal") pada bulan Oktober 1914 yang kelak berkembang menjadi Fasci di Combattimento tahun 1919, asal usul fasisme.

[195] Nasionalisme Mussolini memungkinkan dirinya menggalang dana dari Ansaldo (firma senjata) dan perusahaan lain untuk membentuk Il Popolo d'Italia untuk meyakinkan para sosialis dan revolusionis agar mendukung perang. [196] Pada bulan April 1918, Kongres Bangsa Terindas Roma mengadakan pertemuan, termasuk perwakilan bangsa Cekoslovak, Italia, Polandia, Transylvania, dan Yugoslav yang meminta Sekutu mendukung penentuan nasib sendiri nasional untuk orang-orang yang tinggal di dalam Austria-Hongaria.

[190] Penentangan Sesaat sebelum perang, Jenderal Britania Horace Smith-Dorrien memprediksikan terjadinya perang menghancurkan yang harus bisa dihindari dengan nyaris segala cara. Serikat dagang dan gerakan sosialis sudah lama menenetang sebuah perang yang menurut mereka berarti bahwa pekerja akan membunuh pekerja lain demi kepentingan kapitalisme.

Setelah perang dideklarasikan, rupanya banyak sosialis dan serikat dagang yang malah membantu pemerintah mereka. Di antara pengecualian tersebut adalah kaum Bolshevik, Partai Sosialis Amerika, dan Partai Sosialis Italia, dan individu seperti Karl Liebknecht, Rosa Luxemburg, dan para pengikutnya di Jerman.

Ada pula sejumlah kecil kelompok antiperang di Britania dan Prancis. Benediktus XV, terpilih sebagai Paus kurang dari tiga bulan setelah Perang Dunia I, menjadikan perang dan segala akibatnya fokus utama tugas kepausan pertamanya. Berbeda dengan pendahulunya, [197] lima hari pasca-pemilihannya, ia berbicara tentang tugas dia untuk melakukan sebisanya untuk menciptakan perdamaian.

Ensiklik pertamanya, Ad Beatissimi Apostolorum, dibacakan tanggal 1 November 1914, membicarakan masalah ini. Dipandang sebagai tokoh bias yang berpihak pada satu sisi dan dibenci karena melemahkan moral nasional, Benediktus XV melihat kemampuan dan posisinya yang unik sebagai duta perdamaian religius diabaikan oleh negara-negara yang terlibat. Sackville Street (sekarang O'Connell Street), Dublin, setelah Pemberontakan Paskah 1916 Perjanjian London 1915 antara Italia dan Entente Tiga meliputi persyaratan rahasia yaitu Sekutu setuju dengan Italia untuk mengabaikan panggilan Paus agar berdamai dengan Blok Sentral.

Akibatnya, penerbitan Nota Perdamaian Agustus 1917 tujuh poin usulan Benediktus diabaikan oleh semua pihak, kecuali Austria-Hongaria. [198] Di Britania, tahun 1914, kamp tahunan Public Schools Officers' Training Corps diadakan di Tidworth Pennings, dekat Salisbury Plain.

Kepala Angkatan Darat Britania Raya Lord Kitchener bermaksud meninjau kadetnya, tetapi pecahnya perang menggagalkan tugas tersebut. Jenderal Horace Smith-Dorrien menggantikannya.

Ia membuat terkejut dua per tiga ribu kadet dengan mengatakan (mengutip Donald Christopher Smith, seorang kadet Bermuda yang hadir), "bahwa perang harus dihindari dengan nyaris segala cara, bahwa perang tidak menyelesaikan apa-apa, bahwa seluruh Eropa dan lainnya akan berantakan, dan bahwa jumlah korban tewas akan sangat besar sehingga seluruh populasi akan menyusut drastis. Akibat keteledoran kita, saya, dan banyak di antara kita, merasa hampir malu terhadap seorang Jenderal Britania yang mengeluarkan sentimen yang memuramkan dan tidak patriotik ini, tetapi selama empat tahun berikutnya, di antara kita yang selamat dari pembantaian ini—mungkin tidak lebih dari seperempat—belajar tentang betapa benar perkiraan Jenderal dan betapa berani ia menyatakannya." [199] Mengeluarkan perkataan sentimen seperti ini tidak menghancurkan karier Smith-Dorien atau bahkan mencegahnya melakukan tugasnya pada Perang Dunia I sebaik-baiknya.

1917 – Eksekusi di Verdun pada masa-masa pemberontakan militer. Banyak negara memenjarakan orang-orang yang berbicara menentang konflik ini.

{/INSERTKEYS}

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

Mereka mencakup Eugene Debs di Amerika Serikat dan Bertrand Russell di Britania. Di A.S., Undang-Undang Spionase 1917 dan Undang-Undang Penghasutan 1918 menjadikan penolakan perekrutan militer atau membuat pernyataan apapun yang dirasa "tidak loyal" suatu tindak kejahatan.

Penerbitan yang kritis terhadap pemerintahan ditarik dari sirkulasi oleh sensor pos, [102] dan banyak yang lama dipenjara akibat pernyataan mereka yang dianggap tidak patriotik. Pemberontakan pasukan Ceko di Rumburk bulan Mei 1918 secara brutal dipadamkan dan para pemimpinnya dieksekusi.

Sejumlah kaum nasionalis menentang intervensi, terutama di dalam negara-negara yang tidak disukai nasionalis. Meski sebagian besar penduduk Irlandia mau ikut berperang tahun 1914 dan 1915, sebagian kecil nasionalis Irlandia maju menolak ikut serta dalam perang. [200] Perang terjadi meski muncul krisis Pemerintahan Dalam Negeri di Irlandia yang muncul kembali tahun 1912, dan pada Juli 1914 muncul kemungkinan serius akan pecahnya perang sipil di Irlandia.

[201] Para nasionalis dan Marxis Irlandia berusaha mengejar kemerdekaan Irlandia yang berujung pada Pemberontakan Paskah tahun 1916, dengan Jerman mengirimkan 20.000 senjata bedil ke Irlandia untuk menciptakan bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia di Britania Raya. [201] Pemerintah Britania Raya memberlakukan darurat militer di Irlandia sebagai tanggapan terhadap Pemberontakan Paskah, meski setelah ancaman revolusi berkurang para pihak berwenang mencoba menenangkan perasaan kaum nasionalis.

[202] Penolakan lain berasal dari para penentang bernurani – separuh sosialis, separuh religius – yang menolak berperang.

Di Britania, 16.000 orang meminta status penentang bernurani. [203] Sebagian dari mereka, terutama aktivis perdamaian paling terkenal Stephen Henry Hobhouse, menolak dinas militer bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia alternatif.

[204] Banyak yang dipenjara bertahun-tahun, termasuk pengurungan sendiri dan diet roti dan air. Bahkan setelah perang, di Britania banyak iklan pekerjaan diberi tanda "Kecuali penentang bernurani".

Pemberontakan Asia Tengah pecah pada musim panas 1916, ketika pemerintah Kekaisaran Rusia mengakhiri pengecualian Muslim dari dinas militer. [205] Tahun 1917, serangkaian pemberontakan di tubuh AD Prancis berujung pada eksekusi lusinan tentara dan penahanan sejumlah besar tentara lainnya.

Di Milan bulan Mei 1917, kaum revolusi Bolshevik menyusun dan mengadakan pemberontakan yang menuntut berakhirnya perang, dan berupaya menutup pabrik-pabrik dan menghentikan operasi transportasi umum. [206] Pasukan Italia terpaksa memasuki Milan dengan tank dan senjata mesin untuk menghadapi kaum Bolshevik dan anarkis, yang bertempur habis-habisan sampai 23 Mei ketika Angkatan Darat berhasil mengambil alih kota.

Hampir 50 orang (termasuk tiga tentara Italia) tewas dan lebih dari 800 orang ditahan. [206] Revolusi Jerman, November 1918 Krisis Wajib Militer 1917 di Kanada terjadi ketika Perdana Menteri Robert Borden yang konservatif memerintahkan dinas militer wajib atas keberatan warga Quebec berbahasa Prancis. [207] Dari 625.000 tentara Kanada yang bertugas, 60.000 di antaranya gugur dan 173.000 lainnya luka-luka. [208] Tahun 1917, Kaisar Charles I dari Austria secara rahasia memasuki negosiasi damai dengan negara-negara Sekutu, dengan saudara tirinya Sixtus sebagai penengah, tanpa sepengetahuan sekutunya, Jerman.

Sayangnya ia gagal akibat pemberontakan Italia. [209] Bulan September 1917, tentara Rusia di Prancis mulai mempertanyakan mengapa mereka berperang untuk Prancis dan akhirnya memberontak. [210] Di Rusia, penolakan perang mendorong para tentara mendirikan komite revolusinya sendiri, yang membantu memulai Revolusi Oktober 1917, dengan tuntutan "roti, tanah, dan perdamaian". Kaum Bolshevik menyetujui perjanjian damai dengan Jerman berupa Perjanjian Brest-Litovsk meski berada dalam kondisi buruk.

Di Jerman Utara, Revolusi Jerman 1918–1919 terjadi pada akhir Oktober 1918. Pasukan Angkatan Laut Jerman menolak berlayar untuk operasi berskala besar terakhir dalam perang yang mereka lihat sama saja seperti bunuh diri; peristiwa ini memulai pemberontakan. pemberontakan pelayar yang kemudian terjadi di pelabuhan Wilhelmshaven dan Kiel menyebar ke seluruh Jerman dalam hitungan hari dan berujung pada proklamasi republik tanggal 9 November 1918 dan sesaat setelah itu pengunduran diri Kaiser Wilhelm II.

Wajib militer Setelah perang ini perlahan berubah menjadi perang atrisi, wajib militer diberlakukan di sejumlah negara.

Masalah ini menjadi heboh di Kanada dan Australia. Di Kanada, wajib militer memunculkan celah politik antara warga Prancis Kanada, yang percaya kesetiaan mereka hanya untuk Kanada dan bukan Imperium Britania, dan warga Inggris mayoritas, yang memandang perang sebagai sebuah tugas bagi Britania maupun Kanada. Perdana Menteri Robert Borden mengesahkan Undang-Undang Dinas Militer, sehingga mencetuskan Krisis Wajib Militer 1917.

Di Australia, kampanye pro-wajib militer oleh Perdana Menteri Billy Hughes mengakibatkan perpecahan di tubuh Partai Buruh Australia, sehingga Hughes membentuk Partai Nasionalis Australia pada tahun 1917 untuk mempromosikan peraturan ini. Meski begitu, gerakan buruh, Gereja Katolik, dan ekspatriat nasionalis Irlandia berhasil menentang peraturan Hughes, yang kemudian ditolak di dua plebisit. Wajib militer diterapkan untuk setiap pria yang mampu secara fisik di Britania, enam dari sepuluh juta orang yang layak.

Dari jumlah tersebut, sekitar 750.000 orang gugur dan 1.700.000 lainnya luka-luka. Kebanyakan korban tewas adalah pemuda yang belum menikah; akan tetapi, 160.000 istri kehilangan suaminya dan 300.000 anak kehilangan ayahnya. [211] Dampak Artikel utama: Dampak Perang Dunia I Dampak kesehatan dan ekonomi Belum ada perang yang berhasil mengubah peta Eropa secara dramatis.

Empat kekaisaran menghilang: Jerman, Austria-Hongaria, Utsmaniyah, dan Rusia. Empat dinasti, bersama aristokrasi kunonya, jatuh setelah perang: Hohenzollern, Habsburg, Romanov, dan Utsmaniyah.

Belgia dan Serbia hancur parah, seperti halnya Prancis, dengan 1,4 juta tentara gugur, [212] tidak termasuk korban lainnya. Jerman dan Rusia juga terkena dampak serupa. [213] Perang ini memberi konsekuensi ekonomi mendalam. Dari 60 juta tentara Eropa yang dimobilisasi mulai tahun 1914 sampai 1918, 8 juta di antaranya gugur, 7 juta cacat permanen, dan 15 juta luka parah. Jerman kehilangan 15,1% populasi pria aktifnya, Austria-Hongaria 17,1%, dan Prancis 10,5%.

[214] Sekitar 750.000 warga sipil Jerman tewas akibat kelaparan yang disebabkan oleh blokade Britania selama perang. [215] Pada akhir perang, kelaparan telah menewaskan sekitar 100.000 orang di Lebanon.

[216] Perkiraan terbaik untuk jumlah korban tewas akibat kelaparan Rusia 1921 adalah 5 juta sampai 10 juta orang. [217] Pada tahun 1922, terdapat 4,5 juta sampai 7 juta anak tanpa rumah di Rusia akibat satu dasawarsa kehancuran sejak Perang Dunia I, Perang Saudara Rusia, dan kelaparan 1920–1922. [218] Sejumlah penduduk Rusia anti-Soviet mengungsi ke negara lain setelah Revolusi; pada tahun 1930-an, kota Harbin di Tiongkok utara menampung 100.000 warga Rusia.

[219] Ribuan lainnya pindah ke Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat. Di Australia, dampak perang terhadap ekonomi tidak terlalu parah. Perdana Menteri Hughes menulis surat untuk Perdana Menteri Britania Raya Lloyd George, "Anda telah meyakinkan kami bahwa Anda tidak bisa mendapatkan persyaratan yang lebih baik. Saya sangat menyesalkan hal tersebut, dan sekarang berharap bahwa ada suatu cara untuk menetapkan perjanjian permintaan biaya perbaikan setara dengan pengorbanan luar biasa yang dilakukan Imperium Britania dan para Sekutunya." [220] Australia menerima perbaikan perang senilai ₤5.571.720, tetapi biaya perang Australia secara langsung berjumlah ₤376.993.052, dan pada pertengahan 1930-an biaya pensiun, hadiah perang, bunga, dan dana tenggelam berjumlah ₤831.280.947.

[220] Dari sekitar 416.000 tentara Australia yang berdinas, 60.000 di antaranya gugur dan 152.000 lainnya luka-luka. [221] Wabah menyebar pada masa-masa perang yang kacau.

Pada tahun 1914 saja, wabah tipus yang dibawa kutu menewaskan 200.000 orang di Serbia. [222] Mulai tahun 1918 sampai 1922, Rusia mengalami 25 juta infeksi dan 3 juta kematian akibat wabah tipus. [223] Sementara sebelum Perang Dunia I Rusia memiliki 3,5 juta kasus malaria, negara ini memiliki lebih dari 13 juta kasus pada tahun 1923.

[224] Selain itu, wabah influenza besar menyebar ke seluruh dunia. Secara keseluruhan, pandemi flu 1918 menewaskan sedikitnya 50 juta orang. [225] [226] Rumah sakit militer darurat saat wabah flu Spanyol yang menewaskan sekitar 675.000 orang di Amerika Serikat.

Camp Funston, Kansas, 1918 Lobi oleh Chaim Weizmann dan kekhawatiran bahwa penduduk Yahudi Amerika akan memaksa AS mendukung Jerman berakhir dengan Deklarasi Balfour 1917 oleh pemerintah Britania yang menetapkan pendirian tanah air Yahudi di Palestina.

[227] Lebih dari 1.172.000 tentara Yahudi berdinas di pasukan Sekutu dan Sentral pada Perang Dunia I, termasuk 275.000 di Austria-Hongaria dan 450.000 di Kekaisaran Rusia.

[228] Gangguan sosial dan kekerasan luas pada Revolusi 1917 dan Perang Saudara Rusia mengakibatkan terjadinya 2.000 pogrom di bekas Kekaisaran Rusia, kebanyakan di Ukraina.

[229] Sekitar 60.000–200.000 warga sipil Yahudi tewas dalam kekerasan ini. [230] Setelah Perang Dunia I, Yunani berperang melawan kaum nasionalis Turki yang dipimpin oleh Mustafa Kemal, sebuah perang yang berakhir dengan pertukaran penduduk besar-besaran antar kedua negara di bawah Perjanjian Lausanne. [231] Menurut berbagai sumber, [232] sekian ratus ribu Yunani Pontik tewas pada masa-masa perang tersebut.

[233] Perjanjian damai dan batas negara Setelah perang, Konferensi Perdamaian Paris memberlakukan beberapa perjanjian damai terhadap Blok Sentral. Perjanjian Versailles 1919 secara resmi mengakhiri perang ini.

Ditandatangani di Titik ke-14 Wilson, Perjanjian Versailles juga mencetuskan berdirinya Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 28 Juni 1919. [234] [235] Dalam penandatanganan perjanjian, Jerman mengaku bertanggung jawab atas perang ini dan setuju membayar perbaikan perang dalam jumlah besar dan memberikan sejumlah teritori ke pihak pemenang.

"Tesis Rasa Bersalah" menjadi penjelasan kontroversial mengenai peristiwa-peristiwa terakhir di kalangan analis Britania dan Amerika Serikat Perjanjian Versailles menimbulkan ketidakpuasan luar biasa di Jerman, yang dieksploitasi gerakan nasionalis, terutama Nazi, dengan teori konspirasi yang mereka sebut Dolchstosslegende ( legenda pengkhianatan).

Republik Weimar kehilangan jajahan kolonialnya dan dibebani tuduhan bersalah atas perang, serta membayar perbaikan akibat perang. Tidak mampu membayar dengan ekspor (akibat kehilangan teritori dan resesi pascaperang), [236] Jerman membayar dengan meminjam dari Amerika Serikat. Inflasi berkelanjutan tahun 1920-an berkontribusi pada keruntuhan ekonomi Republik Weimar, dan pembayaran perbaikan tertunda tahun 1931 setelah Kejatuhan Pasar Saham 1929 dan permulaan Depresi Besar di seluruh dunia.

Pengungsi Yunani dari Smyrna, Turki, 1922 Austria-Hongaria terbagi menjadi beberapa negara pengganti, termasuk Austria, Hongaria, Cekoslovakia, dan Yugoslavia, meski tidak sepenuhnya berada dalam perbatasan etnis.

Transylvania dipindahkan dari Hongaria ke Rumania Raya. Rinciannya tercantum dalam Perjanjian Saint-Germain dan Perjanjian Trianon. Sebagai hasil dari Perjanjian Trianon, 3,3 juta warga Hongaria berada di bawah pemerintahan asing. Meski penduduk Hongaria membentuk 54% populasi Kerajaan Hongaria pra-perang, hanya 32% teritorinya yang disisakan untuk Hongaria.

Antara 1920 dan 1924, 354.000 warga Hongaria keluar dari bekas teritori Hongaria yang dikuasai Rumania, Cekoslovakia, dan Yugoslavia. Kekaisaran Rusia, yang telah menarik diri dari Perang Dunia I pada tahun 1917 setelah Revolusi Oktober, kehilangan sebagian besar wilayah baratnya dan negara-negara merdeka Estonia, Finlandia, Latvia, Lithuania, dan Polandia berdiri di sana.

Bessarabia kembali bergabung dengan Rumania Raya karena sudah menjadi teritori Rumania selama lebih dari seribu tahun. [237] Kesultanan Utsmaniyah pecah, dan sebagian besar teritori non- Anatolianya diberikan ke berbagai negara Sekutu dalam bentuk protektort.

Turki sendiri disusun ulang menjadi Republik Turki. Kesultanan Utsmaniyah dipecah-pecah oleh Perjanjian Sèvres tahun 1920. Perjanjian ini tidak pernah diratifikasi oleh Sultan dan ditolak oleh gerakan republikan Turki, sehingga memunculkan Perang Kemerdekaan Turki dan berakhir dengan Perjanjian Lausanne tahun 1923. Warisan ."Strange, friend," I said, "Here is no cause to mourn." "None," said the other, "Save the undone years".

— Wilfred Owen, Strange Meeting, 1918 [145] Artikel utama: Perang Dunia I dalam budaya masyarakat dan Tugu peringatan Perang Dunia I Upaya tentatif pertama untuk memahami makna dan konsekuensi peperangan modern dimulai pada tahap-tahap awal perang, dan proses ini terus berlanjut selama dan setelah akhir perang.

Tugu peringatan Tugu peringatan dibangun di ribuan desa dan kota. Dekat dengan medan tempur, mereka yang dimakamkan di lahan pemakaman bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia perlahan dipindahkan ke pemakaman resmi yang dirawat oleh organisasi-organisasi seperti Commonwealth War Graves Commission, American Battle Monuments Commission, German War Graves Commission, dan Le Souvenir français.

Banyak di antara pemakaman yang memiliki monumen pusat yang dipersembahkan kepada korban hilang atau tidak dikenal, seperti tugu Menin Gate dan Thiepval Memorial to the Missing of the Somme. Dokter bedah Letkol John McCrae dari Kanada, penulis In Flanders Fields, meninggal dunia tahun 1918 akibat pneumonia.

Pada tanggal 3 Mei 1915, selama Pertempuran Ypres Kedua, Letnan Alexis Helmer gugur. Di samping makamnya, temannya, John McCrae, M.D., dari Guelph, Ontario, Kanada, menulis sebuah puisi terkenal berjudul In Flanders Fields sebagai penghormatan untuk semua orang yang tewas dalam Perang Besar.

Diterbitkan di majalah Punch tanggal 8 Desember 1915, puisi ini masih dibacakan sampai sekarang, terutama pada Hari Gencatan Senjata dan Hari Peringatan. [238] [239] Liberty Memorial di Kansas City, Missouri, adalah sebuah tugu peringatan Amerika Serikat yang dipersembahkan kepada semua warga negara A.S.

yang berdinas di Perang Dunia I. Situs Liberty Memorial diresmikan tanggal 1 November 1921. Pada hari itu, para komandan tertinggi Sekutu berbicara di hadapan 100.000 orang. Itulah satu-satunya masa dalam sejarah ketika para pemimpin tersebut berkumpul di satu tempat. Tokoh-tokoh yang hadir meliputi Letnan Jenderal Baron Jacques dari Belgia; Jenderal Armando Diaz dari Italia; Marsekal Ferdinand Foch dari Prancis; Jenderal Pershing dari Amerika Serikat; dan Laksamana D.

R. Beatty dari Britania Raya. Setelah tiga tahun pembangunan, Liberty Memorial rampung dan Presiden Calvin Coolidge menyampaikan pidato khusus di hadapan 150.000 orang pada tahun 1926.

Liberty Memorial juga merupakan rumah bagi The National World War I Museum, satu-satunya museum khusus Perang Dunia I di Amerika Serikat. Ingatan budaya Perang Dunia Pertama memberi pengaruh besar terhadap ingatan sosial. Perang ini dipandang oleh banyak orang di Britania sebagai tanda akhir zaman stabilitas yang sudah ada sejak zaman Victoria, dan di seluruh Eropa banyak orang menganggapnya sebagai ambang batas. [240] Sejarawan Samuel Hynes menjelaskan: Generasi pemuda tak bersalah, kepala mereka dipenuhi abstraksi tinggi seperti Kehormatan, Kejayaan dan Inggris, pergi berperang untuk menjadikan dunia ini aman bagi demokrasi.

Mereka dibunuh dalam pertempuran bodoh yang dirancang oleh jenderal yang bodoh pula. Mereka yang selamat terkejut, mengalami disilusi dan terpahitkan oleh pengalaman perang mereka, dan melihat bahwa musuh asli mereka bukanlah Jerman, tetapi orang-orang tua di kampung halaman yang telah membohongi mereka.

Mereka menolak nilai-nilai masyarakat yang mengirimkan mereka ke perang, dan dalam melakukannya mereka memisahkan generasinya sendiri dari masa lalu dan warisan budayanya. [241] Sebuah tugu peringatan perang desa untuk para tentara yang gugur pada Perang Dunia I. Ini telah menjadi persepsi paling umum mengenai Perang Dunia Pertama, dimunculkan oleh seni, sinema, puisi, dan cerita-cerita yang diterbitkan sesudahnya.

Film seperti All Quiet on the Western Front, Paths of Glory, dan King & Country telah menciptakan pemikiran ini, sementara film masa perang seperti Camrades, Flanders Poppies, dan Shoulder Arms menunjukkan bahwa pandangan perang paling kontemporer secara keseluruhan jauh lebih positif.

[242] Sama pula, karya seni Paul Nash, John Nash, Christopher Nevison, dan Henry Tonks di Britania melukiskan pandangan negatif mengenai konflik bersamaan dengan persepsi yang tumbuh, sementara seniman masa perang yang terkenal seperti Muirhead Bone melukiskan interpretasi yang lebih damai dan menenangkan yang kemudian ditolak karena tidak akurat. [241] Sejumlah sejarawan seperti John Terriane, Niall Ferguson, dan Gary Sheffield telah menantang segala interpretasi ini sebagai pandangan parsial dan polemik: Siegfried Sassoon (Mei 1915) Keyakinan-keyakinan ini tidak dibagi sepenuhnya karena mereka hanya memberikan interpretasi akurat mengenai peristiwa pada zaman perang.

Dengan segala hormat, perang justru lebih rumit daripada perkataan mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, sejarawan telah berpendapat persuasif terhadap hampir setiap klise populer mengenai Perang Dunia Pertama. Sudah ditunjukkan bahwa, meski kerugiannya luar biasa, dampak terbesar mereka terbatas secara sosial dan geografis.

Keragaman emosi selain horor yang dialami para tentara di dalam dan luar garis depan, termasuk persaudaraan, kebosanan, dan bahkan kenikmatan, telah diakui. Bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia sekarang tidak dipandang sebagai "pertempuran omong kosong', namun sebagai perang pemikiran, sebuah perjuangan antara militerisme agresif dan kurang lebih demokrasi liberal.

Sudah diketahui bahwa jenderal-jenderal Britania adalah para pria yang mampu menghadapi tantangan sulit, dan bahwa di bawah komando merekalah Angkatan Darat Britania memainkan peran penting dalam kekalahan Jerman tahun 1918: sebuah kemenangan besar yang terlupakan. [242] Meski para sejarawan menganggap segala persepsi perang sebagai "mitos", [241] [243] itu hal yang biasa. [ butuh rujukan] Persepsi tersebut secara dinamis berubah sesuai pengaruh kontemporer, berefleksi pada persepsi perang tahun 1950-an sebagai 'tidak bertujuan' setelah Perang Dunia Kedua yang kontras dan konflik besar pada masa-masa konflik kelas tahun 1960-an.

[242] Sebagian besar tambahan terhadap kebalikannya sering ditolak. [242] Trauma sosial Trauma sosial yang diakibatkan oleh jumlah korban tidak terduga terbentuk dalam berbagai cara, yang selalu menjadi subjek perdebatan sejarah selanjutnya. [244] Sejumlah orang [ siapa?] terbakar oleh nasionalisme dan segala akibatnya, dan mulai mengupayakan terciptanya dunia internasionalis, mendukung organisasi-organisasi seperti Liga Bangsa-Bangsa.

Pasifisme semakin populer. Pihak lain memberi reaksi bertentangan, merasa bahwa hanya kekuatan dan militer yang mampu menangani dunia yang kacau dan tidak manusiawi ini. Pandangan anti-modernis merupakan hasil dari berbagai perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

Buku yang didistribusikan oleh Departemen Perang A.S. kepada veteran tahun 1919 Pengalaman perang mengakibatkan trauma kolektif yang dirasakan oleh sebagian besar negara terlibat. Optimisme la belle époque hancur, dan mereka yang berperang disebut sebagai Generasi Hilang. [245] Selama bertahun-tahun pascaperang, orang-orang meratapi korban tewas, hilang, dan cacat. [246] Banyak tentara pulang dengan trauma luar biasa, mengalami guncangan pertempuran (juga disebut neurastenia, sebuah keadaan yang terkait dengan gangguan tekanan pascatrauma).

[247] Tentara lain pulang dengan sedikit dampak pascaperang; akan tetapi, diamnya mereka mengenai perang berkontribusi bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia status mitologi yang terus berkembang mengenai konflik ini. [244] Di Britania Raya, mobilisasi massal, jumlah korban tinggi, dan runtuhnya zaman Edward membuat masyarakat sangat puas. Meski banyak pihak terlibat tidak berbagi pengalaman dalam pertempuran atau menghabiskan banyak waktu di garis depan, atau memiliki ingatan positif mengenai jasa mereka, gambaran penderitaan dan trauma menjadi persepsi yang terus-menerus dikembangkan.

[244] Sejarawan seperti Dan Todman, Paul Fussell, dan Samuel Heyns menerbitkan banyak karya tulis sejak 1990-an yang berpendapat bahwa persepsi perang yang umum faktanya salah. [244] Ketidakpuasan di Jerman Munculnya Nazisme dan fasisme meliputi kebangkitan spirit nasionalis dan penolakan berbagai perubahan pascaperang. Sama pula, popularitas legenda pengkhianatan (Jerman: Dolchstoßlegende) adalah wasiat terhadap keadaan psikologis Jerman yang kalah dan penolakan tanggung jawab atas konflik ini.

Teori konspirasi pengkhianatan ini menjadi umum dan penduduk Jerman melihat diri mereka sebagai korban. Penerimaan rakyat Jerman terhadap Dolchstoßlegende' memainkan peran penting dalam kemunculan Nazisme.

Rasa disilusi dan sinisisme dibesar-besarkan disertai pertumbuhan nihilisme. Banyak pihak percaya perang ini mengawali akhir dunia karena korban yang tinggi dari kalangan pria, pembubaran pemerintahan dan kekaisaran, dan jatuhnya kapitalisme dan imperialisme. Gerakan komunis dan sosialis di seluruh dunia mengumpulkan kekuatan dari teroi ini dan menikmati popularitas baru.

Perasaan-perasaan ini lebih lantang diteriakkan di daerah-daerah yang langsung terkena dampak perang. Dari ketidakpuasan Jerman terhadap Perjanjian Versailles yang masih kontroversial, Adolf Hitler berhasil memperoleh popularitas dan kekuasaan. [248] [249] Perang Dunia II juga merupakan kelanjutan perebutan kekuasan yang tidak pernah selesai sepenuhnya oleh Perang Dunia Pertama; faktanya, sudah biasa bagi Jerman pada tahun 1930-an dan 1940-an untuk menjustifikasi tindakan agresi internasional karena persepsi ketidakadilan yang diberlakukan oleh para pemenang Perang Dunia Pertama.

[250] [251] [252] Sejarawan Amerika Serikat William Rubinstein menulis bahwa: "'Zaman Totalitarianisme' mencakup hampir semua contoh genosida terkenal dalam sejarah modern, dipimpin oleh Holocaust Yahudi, tetapi juga terdiri dari pembunuhan dan pemusnahan massal di dunia Komunis, pembunuhan massal lain oleh Jerman Nazi dan sekutunya, serta genosida Armenia tahun 1915.

Semua pembantaian ini memiliki asal usul yang sama, kejatuhan struktur elit dan mode pemerintahan normal di sebagian besar Eropa tengah, timur, dan selatan akibat Perang Dunia Pertama, yang tanpanya tentu saja Komunisme atau Fasisme tidak akan muncul kecuali dalam pikiran para penghasut dan orang sinting".

[253] Pendirian negara modern Israel dan akar dari Konflik Israel-Palestina yang terus berlanjut dapat ditemukan pada dinamika kekuatan yang tidak stabil di Timur Tengah akibat Perang Dunia I. [254] Sebelum perang berakhir, Kesultanan Utsmaniyah berhasil mempertahankan pertahanan dan stabilitas di seluruh Timur Tengah. [255] Dengan jatuhnya pemerintahan Utsmaniyah, kekosongan kekuasaan terjadi dan klaim wilayah dan kebangsaan saling bermunculan. [256] Perbatasan politik yang ditetapkan oleh para pemenang Perang Dunia Pertama segera diberlakukan, kadang baru setelah konsultasi dengan penduduk setempat.

Dalam beberapa kasus, hal ini menjadi masalah dalam perjuangan identitas nasional abad ke-21. [257] [258] Sementara bubarnya Kesultanan Utsmaniyah pada akhir Perang Dunia I menentukan dalam kontribusi terhadap situasi politik modern di Timur Tengah, termasuk konflik Arab-Israel, [259] [260] [261] berakhirnya kekuasaan Utsmaniyah juga menciptakan sengketa yang belum diketahui terhadap perairan dan sumber daya alam lain.

[262] Pengumuman gencatan senjata tanggal 11 November 1918. Philadelphia. Pandangan di Amerika Serikat Intervensi A.S. dalam perang ini, termasuk pemerintahan Wilson sendiri, semakin sangat tidak populer. Ini tampak dari penolakan Senat A.S. terhadap Perjanjian Versailles dan keanggotaan di Liga Bangsa-Bangsa.

Pada masa antarperang, sebuah konsensus disepakati bahwa intervensi A.S. adalah suatu kesalahan, dan Kongres mengesahkan beberapa hukum dalam upaya melindungi netralitas A.S.

pada konflik-konflik selanjutnya. Pemungutan suara tahun 1937 dan bulan-bulan pertama Perang Dunia II menunjukkan bahwa hampir 60% responden menyatakan intervensi pada PDI adalah kesalahan, dan hanya 28% yang menentang pandangan tersebut. Tetapi pada periode antara kejatuhan Prancis dan serangan Pearl Harbor, opini publik berubah total dan untuk pertama kalinya mayoritas responden menolak pandangan bahwa Perang Dunia I adalah suatu kesalahan.

[263] Identitas nasional baru Polandia lahir kembali sebagai sebuah negara merdeka setelah lebih dari satu abad. Sebagai "bangsa Entente kecil" dan negara dengan korban terbanyak per kapita, [264] [265] [266] Kerajaan Serbia dan dinastinya menjadi tulang belakang negara multinasional baru, Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia (kelak bernama Yugoslavia).

Cekoslovakia, menggabungkan Kerajaan Bohemia dengan sebagian Kerajaan Hongaria, dan menjadi satu bangsa baru. Rusia menjadi Uni Soviet dan kehilangan Finlandia, Estonia, Lituania, dan Latvia, yang menjadi negara-negara merdeka.

Kesultanan Utsmaniyah langsung digantikan oleh Turki dan beberapa negara lain di Timur Tengah. Peta perubahan wilayah Eropa setelah Perang Dunia I Di Imperium Britania, perang ini melepaskan bentuk baru nasionalisme. Di Australia dan Selandia Baru, Pertempuran Gallipoli semakin terkenal sebagai "Baptisme Perjuangan" negara-negara tersebut. Inilah perang besar pertama yang melibatkan negara-negara yang baru berdiri, serta untuk pertama kalinya tentara Australia berperang sebagai penduduk Australia, bukan subjek dari Kerajaan Britania Raya.

Hari Anzac memperingati Korps Angkatan Darat Australia dan Selandia Baru dan merayakan momen-momen menentukan tersebut. [267] [268] Setelah Pertempuran Vimy Ridge, tempat divisi Kanada berperang bersama untuk pertama kalinya sebagai satu korps tunggal, warga Kanada mulai menyebut diri mereka sebagia bangsa yang "ditempa dari api". [269] Berhasil di medan tempur yang sama tempat "negara induk" gagal sebelumnya, Kanada untuk pertama kalinya dihormati secara internasional atas keberhasilan mereka sendiri.

Kanada memasuki perang dengan status Dominion Imperium Britania dan tetap seperti itu, meski kelak bangkit dengan rasa kemerdekaan yang lebih besar. [270] [271] Ketika Britania menyatakan perang pada tahun 1914, jajahan-jajahannya otomatis juga ikut perang; pada akhirnya, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan menjadi penandatangan Perjanjian Versailles yang terpisah dari Britania.

[272] Dampak ekonomi Jerman, 1923: uang kertas kehilangan nilai begitu besar sampai-sampai dijadikan pelapis dinding. Jutaan warga kelas menengah Jerman menderita akibat hiperinflasi. Ketika perang dimulai tahun 1914, satu dolar bernilai 4,2 mark; pada November 1923, satu dolar bernilai 4,2 triliun [273] mark. [274] Salah satu dampak paling dramatis setelah perang adalah perluasan kekuasaan pemerintah dan tanggung jawab di Britania, Prancis, Amerika Serikat, dan Jajahan Imperium Britania.

Untuk memanfaatkan semua kekuatan masyarakat mereka, pemerintah membentuk kementerian dan kekuasaan baru. Pajak baru ditetapkan dan hukum disahkan, semuanya dirancang untuk menunjang usaha perang; banyak yang masih ada sampai sekarang. Perang ini juga membatasi kemampuan sejumlah bekas pemerintahan bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia besar dan terbirokratisasi, seperti Austria-Hongaria dan Jerman; akan tetapi, analisis apapun mengenai dampak jangka panjang tidak berlaku akibat kekalahan negara-negara tersebut.

Produk domestik bruto (PDB) naik di tiga negara Sekutu (Britania, Italia, dan A.S.), tetapi turun di Prancis dan Rusia, Belanda netral, dan tiga negara Sentral utama. Penurunan PDB di Austria, Rusia, Prancis, dan Kesultanan Utsmaniyah mencapai 30 sampai 40%.

Di Austria, misalnya, banyak babi dipotong, sehingga tidak ada lagi daging pada akhir perang. Di semua negara, pangsa pemerintah di PDB meningkat, melampaui 50% di Jerman dan Prancis dan nyaris mencapai level tersebut di Britania. Untuk membayar pembelian di Amerika Serikat, Britania melakukan investasi besar-besaran di industri rel kereta api Amerika Serikat dan mulai meminjam uang dalam jumlah besar dari Wall Street.

Presiden Wilson berada di ambang pemotongan pinjaman pada akhir 1916, tetapi mengizinkan peningkatan besar pinjaman pemerintah A.S. kepada negara Sekutu. Setelah 1919, A.S.

meminta pembayaran pinjaman tersebut. Pembayaran ini sebagian didanai oleh dana perbaikan Jerman, yang sebaliknya, dibantu oleh pinjaman Amerika Serikat ke Jerman.

Sistem melingkar ini kolaps tahun 1931 dan pinjaman-pinjaman tersebut tidak pernah terbayarkan. Tahun 1934, Britania berutang senilai US$4,4 miliar [275] dalam bentuk utang Perang Dunia I. [276] "The Girl Behind the Gun" – Pekerja wanita, 1915 Dampak makro dan mikroekonomi terjadi setelah perang.

Banyak keluarga berubah setelah kaum pria pergi berperang. Setelah kematian atau ketiadaan pencari nafkah utama, wanita terpaksa bekerja dalam jumlah besar. Pada saat yang sama, industri ingin mengganti buruh-buruh yang hilang karena ikut berperang. Hal ini membantu perjuangan untuk menuntut pemberian hak suara untuk wanita. [277] Perang Dunia I terus meningkatkan ketidakseimbangan jenis kelamin, sehingga memunculkan fenomena wanita berlebih.

Kematian hampir satu juta pria selama perang memperlebar celah gender sebanyak satu juta orang; dari 670.000 sampai 1.700.000 orang. Jumlah wanita belum menikah yang mencari kemapanan ekonomi tumbuh pesar. Selain itu, demobilisasi dan kemerosotan ekonomi setelah perang mengakibatkan tingginya pengangguran. Perang meningkatkan jumlah pekerja wanita, akan tetapi kembalinya pria yang terdemobilisasi menggantikan banyak wanita dari pekerjaannya, disertai penutupan berbagai pabrik masa perang.

Karena itu wanita yang bekerja selama perang akhirnya terpaksa berjuang mencari pekerjaan dan wanita yang mendekati usia kerja tidak mendapat kesempatan. Di Britania, penjatahan akhirnya diberlakukan pada awal 1918 untuk daging, gula, dan lemak (mentega dan oleo), namun bukan roti. Sistem baru ini berjalan lancar. Sejak 1914 sampai 1918, keanggotaan serikat dagang berlipat dari empat juta orang menjadi delapan juta orang. Mogok kerja semakin sering terjadi pada tahun 1917–1918 karena serikat-serikat tersebut tidak puas terhadap harga, pengendalian alkohol, sengketa gaji, kelelahan akibat kerja berlebihan dan bekerja pada hari Minggu, dan rumah yang tidak layak.

Britania mencari bantuan ke koloni-koloninya dalam memperoleh material perang penting yang persediannya semakin langka di sumber-sumber tradisional.

Para geolog seperti Albert Ernest Kitson ditugaskan mencari sumber mineral berharga baru di koloni Afrika. Kitson menemukan deposit mangan baru di Gold Coast yang dipakai untuk pembuatan munisi. [278] Artikel 231 Perjanjian Versailles (klausa "rasa bersalah perang") menyatakan Jerman dan sekutunya bertanggung jawab atas semua "kehilangan dan kerusakan" yang diderita Sekutu sepanjang perang dan memberi dasar untuk perbaikan pascaperang.

Total perbaikan yang dituntut senilai 132 miliar mark emas, lebih dari total emas atau valuta asing Jerman. Masalah ekonomi yang mencuat dari pembayaran tersebut, dan kekesalan Jerman atas posisi mereka, biasanya dianggap sebagai salah satu faktor penting yang mendorong berakhirnya Republik Weimar dan awal dari kediktatoran Adolf Hitler.

Setelah kekalahan Jerman pada Perang Dunia II, pembayaran perbaikan tidak dilanjutkan. Jerman selesai membayar perbaikan pascaperang pada bulan Oktober 2010.

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

{INSERTKEYS} [279] Lihat pula Buku: Perang Dunia I Buku Wikipedia adalah koleksi artikel yang bisa diunduh atau dipesan dalam bentuk cetak. • Perang Saudara Eropa • Daftar veteran Perang Dunia I yang selamat menurut negara • Daftar tokoh yang terkait dengan Perang Dunia I • Daftar veteran Perang Dunia I yang selamat • Daftar perang dan bencana manusia menurut jumlah korban • Daftar perang • Daftar topik Perang Dunia I • Singkatan medali Perang Dunia I • Daftar invasi Media • ^ a b Tucker & Roberts 2005, hlm.

273 • ^ "British Army statistics of the Great War". 1914-1918.net . Diakses tanggal 13 December 2011. • ^ Jumlah untuk Imperium Britania • ^ Jumlah untuk Prancis Metropolitan dan koloninya • ^ Willmott 2003, hlm. 10–11 • ^ a b c d Willmott 2003, hlm. 15 • ^ Keegan 1988, hlm. 8 • ^ Bade & Brown 2003, hlm. 167–168 • ^ Willmott 2003, hlm. 307 • ^ a b c d Taylor 1998, hlm. 80–93 • ^ Djokić 2003, hlm.

24 • ^ Evans 2004, hlm. 12 • ^ Martel 2003, hlm. xii ff • ^ Keegan 1988, hlm. 7 • ^ Keegan 1988, hlm. 11 • ^ See "great, adj., adv., and n." in Oxford English Dictionary (Second edition, 1989; online version March 2012) • ^ Baldwin, Elbert Francis. The World War: How It Looks to the Nations Involved and What It Means to Us (New York: MacMillan Company, 1914). This book covers the war up to 20 November 1914.

• ^ Shapiro 2006, hlm. 329 citing a wire service report in The Indianapolis Star, 20 September 1914 • ^ a b Keegan 1998, hlm. 52 • ^ a b Willmott 2003, hlm. 21 • ^ Prior 1999, hlm. 18 • ^ Fromkin 2004, hlm.

94 • ^ a b Keegan 1998, hlm. 48–49 • ^ Willmott 2003, hlm. 2–23 • ^ Willmott 2003, hlm. 26 • ^ Willmott 2003, hlm. 27 • ^ Strachan 2003, hlm. 68 • ^ Willmott 2003, hlm. 29 • ^ "Daily Mirror Headlines: The Declaration of War, Published 4 August 1914". BBC . Diakses tanggal 9 February 2010.

• ^ Strachan 2003, hlm. 292–296, 343–354 • ^ Farwell 1989, hlm. 353 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 172 • ^ John R. Schindler, "Disaster on the Drina: The Austro-Hungarian Army in Serbia, 1914," War In History (April 2002) 9#2 pp 159–195 [1] • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm.

376–8 • ^ Keegan 1968, hlm. 224–232 • ^ Falls 1960, hlm. 79–80 • ^ Raudzens 1990, hlm. 424 • ^ Michael Duffy (22 August 2009). "Weapons of War: Poison Gas". Firstworldwar.com . Diakses tanggal 5 July 2012. • ^ Raudzens 1990, hlm. 421–423 • ^ Goodspeed 1985, hlm. 199 (footnote) • ^ Love 1996 • ^ Perry 1988, hlm. 27 • ^ Duffy • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm.

1221 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 854 • ^ Heer 2009, hlm. 223–4 • ^ Goodspeed 1985, hlm. 226 • ^ Ludendorff 1919, hlm. 480 • ^ a b c Terraine 1963 • ^ (2007), "Vimy Ridge, Canadian National Memorial", Australians on the Western Front 1914–1918, New South Wales Department of Veteran's Affairs and Board of Studies, diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-11-25 , diakses tanggal 2012-11-15 • ^ Winegard • ^ Taylor 2007, hlm.

39–47 • ^ Keene 2006, hlm. 5 • ^ Halpern 1995, hlm. 293 • ^ Zieger 2001, hlm. 50 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 619–24 • ^ a b c d Sheffield, Garry, "The First Battle of the Atlantic", World Wars In Depth, BBC , diakses tanggal 11 November 2009 • ^ Gilbert 2004, hlm.

306 • ^ von der Porten 1969 • ^ Jones 2001, hlm. 80 • ^ , "Nova Scotia House of Assembly Committee on Veterans' Affairs", Hansard, diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-11-13 , diakses tanggal 30 October 2007 • ^ Roger Chickering, Stig Förster, Bernd Greiner, German Historical Institute (Washington, D.C.) (2005).

" A world at total war: global conflict and the politics of destruction, 1937–1945". Cambridge University Press. p.73. ISBN 0-521-83432-5 • ^ Price • ^ " The Balkan Wars and World War I". Library of Congress Country Studies.

• ^ Neiberg 2005, hlm. 54–55 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 1075–6 • ^ Neiberg 2005, hlm. 108–10 • ^ Tucker, Wood & Murphy 1999, hlm. 120 • ^ , Robert A. Doughty (2005), Pyrrhic victory: French strategy and operations in the Great War, Harvard University Press, hlm. 491, ISBN 978-0-674-01880-8 , diakses tanggal 3 October 2010 • ^ a b "The Balkan Front of the World War (in Russian)".

militera.lib.ru . Diakses tanggal 27 September 2010. Parameter -first1= tanpa -last1= di Authors list ( bantuan) • ^ The Treaty of Alliance Between Germany and Turkey 2 August 1914, Yale University • ^ Fromkin 2001, hlm.

119 • ^ a b Hinterhoff 1984, hlm. 499–503 • ^ Sachar, hlm. 122–138 • ^ Gilbert 1994 • ^ Page • ^ Giuseppe Praga, Franco Luxardo. History of Dalmatia. Giardini, 1993. Pp. 281. • ^ a b Paul O'Brien. Mussolini in the First World War: the Journalist, the Soldier, the Fascist. Oxford, England, UK; New York, New York, USA: Berg, 2005. Pp. 17. • ^ Hickey 2003, hlm.

60–65 • ^ Tucker 2005, hlm. 585–9 • ^ "The Battle of Marasti (July 1917)". WorldWar2.ro. 22 July 1917 . Diakses tanggal 8 May 2011. • ^ Cyril Falls, The Great War, p.

285 • ^ Béla, Köpeczi, Erdély története, Akadémiai Kiadó • ^ Béla, Köpeczi, History of Transylvania, Akadémiai Kiadó, ISBN 84-8371-020-X • ^ Erlikman, Vadim (2004), Poteri narodonaseleniia v XX veke : spravochnik, Moscow, ISBN 5-93165-107-1 • ^ Brown 1994, hlm. 197–198 • ^ Brown 1994, hlm. 201–203 • ^ , Participants from the Indian subcontinent in the First World War, Memorial Gates Trust , diakses tanggal 12 December 2008 • ^ Tucker 2005, hlm.

715 • ^ Meyer 2006, hlm. 152–4, 161, 163, 175, 182 • ^ a b Smele • ^ Schindler 2003 • ^ Wheeler-Bennett 1956 • ^ Mawdsley 2008, hlm. 54–55 • ^ Kernek 1970, hlm. 721–766 • ^ Stracham (1998), p. 61 • ^ Lyons 1999, hlm.

243 • ^ Marshall, 292. • ^ Heyman 1997, hlm. 146–147 • ^ Brands 1997, hlm. 756 • ^ Tuchman 1966 • ^ a b Karp 1979 • ^ "Woodrow Wilson Urges Congress to Declare War on Germany" (Wikisource) • ^ "Selective Service System: History and Records".

Sss.gov. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-05-07 . Diakses tanggal 27 July 2010. • ^ Wilgus, hlm. 52 • ^ , Teaching With Documents: Photographs of the 369th Infantry and African Americans during World War I, U.S.

National Archives and Records Administration , diakses tanggal 29 October 2009 • ^ Millett & Murray 1988, hlm. 143 • ^ Kurlander 2006 • ^ Shanafelt 1985, hlm. 125–30 • ^ Westwell 2004 • ^ Posen 1984, hlm. 190&191 • ^ Gray 1991, hlm. 86 • ^ a b Moon 1996, hlm. 495–196 • ^ Rickard 2007 • ^ Hovannisian, Richard G.

(1967), Armenia on the Road to Independence, 1918, Berkeley: University of California Press, ISBN 0-520-00574-0 • ^ See Hovannisian, Richard G. (1971), The Republic of Armenia: The First Year, 1918–1919, Berkeley: University of California Press, hlm.

1–39, ISBN 0-520-01805-2 • ^ a b , The Battle of Amiens: 8 August 1918, Australian War Memorial, diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-05-16 , diakses tanggal 12 December 2008 • ^ , Amiens Map, Australian War Memorial, diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-06-17 , diakses tanggal 24 October 2009 (archived 17 June 2007) • ^ Rickard 2001 • ^ a b c d Pitt 2003 • ^ Maurice 1918 • ^ a b c d Gray & Argyle 1990 • ^ Nicholson 1962 • ^ Ludendorff 1919 • ^ Jenkins 2009, hlm.

215 • ^ McLellan, hlm. 49 • ^ Gibbs 1918b • ^ Gibbs 1918a • ^ Stevenson 2004, hlm. 380 • ^ Hull 2006, hlm. 307–10 • ^ Stevenson 2004, hlm. 383 • ^ Stevenson 2004 • ^ , Clairière de l'Armistice (dalam bahasa French), Ville de Compiègne, diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-08-27 , diakses tanggal 3 December 2008 Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ a b "1918 Timeline".

League of Nations Photo Archive . Diakses tanggal 20 November 2009. • ^ Lindsay, Robert, "The Last Hours", 28th (Northwest) Battalion Headquarters , diakses tanggal 20 November 2009 • ^ Gunther, Henry (29, 2008), [[BBC News-BBC Magazine]] , diakses tanggal 6 December 2012 Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan); Konflik URL–wikilink ( bantuan) • ^ Tomas (15 February 2010), 11 Facts about the End of the Great War , diakses tanggal 6 December 2012 • ^ Baker 2006 • ^ Chickering 2004, hlm.

185–188 • ^ Hartcup 1988, hlm. 154 • ^ Hartcup 1988, hlm. 82–86 • ^ Mosier 2001, hlm. 42–48 • ^ Harcup 1988 • ^ Raudzens, hlm. 421 • ^ a b Wilfred Owen: poems, (Faber and Faber, 2004) • ^ Raudzens • ^ Heller 1984 • ^ Postwar pulp novels on future "gas wars" included Reginald Glossop's 1932 novel Ghastly Dew and Neil Bell's 1931 novel The Gas War of 1940.

• ^ Eric Lawson, Jane Lawson (2002). " The First Air Campaign: August 1914– November 1918". Da Capo Press. p.123. ISBN 0-306-81213-4 • ^ a b Cross 1991 • ^ Cross 1991, hlm. 56–57 • ^ Winter 1983 • ^ a b Johnson 2001 • ^ Price 1980 • ^ a b International Association of Genocide Scholars (13 June 2005).

"Open Letter to the Prime Minister of Turkey Recep Tayyip Erdoğan". Genocide Watch (via archive.org). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-10-06 . Diakses tanggal 2012-11-18. • ^ Lewy 2005, hlm. 57 • ^ Ferguson 2006, hlm. 177 • ^ Balakian 2003, hlm. 195–196 • ^ Israel Charny, Gregory Stanton (7 March 2007), Salinan arsip (PDF), International Association of Genocide Scholars, diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-02-26 , diakses tanggal 2012-11-18 • ^ Fromkin 1989, hlm.

212–215 • ^ , Resolution on genocides committed by the Ottoman empire (PDF), International Association of Genocide Scholars, diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-04-22 , diakses tanggal 2012-11-18 • ^ Gaunt, David.

Massacres, Resistance, Protectors: Muslim-Christian Relations in Eastern Anatolia during World War I Diarsipkan 2013-06-01 di Wayback Machine.. Piscataway, New Jersey: Gorgias Press, 2006. • ^ Schaller, Dominik J; Zimmerer, Jürgen (2008), "Late Ottoman genocides: the dissolution of the Ottoman Empire and Young Turkish population and extermination policies – introduction", Journal of Genocide Research, 10 (1): 7–14, doi: 10.1080/14623520801950820.

• ^ (1918), "Twenty-Five", Ambassador Morgenthau's Story, BYU • ^ , "Pogroms", Encyclopaedia Judaica, Jewish Virtual Library , diakses tanggal 17 November 2009 • ^ John Horne and Alan Kramer, German Atrocities, 1914: A History of Denial (Yale U.P. 2001) ch 1–2, esp. p. 76 • ^ Horne and Kramer, German Atrocities, 1914: A History of Denial ch 3–4 show there were no "franc-tireurs" in Belgium.

• ^ Horne and Kramer, German Atrocities, 1914: A History of Denial ch 5–8 • ^ Keegan 1998, hlm. 82–83 • ^ , Forgotten Voices of the Great War, Imperial War Museum , diakses tanggal 30 March 2008 • ^ Phillimore & Bellot 1919, hlm.

4–64 • ^ Ferguson 1999, hlm. 368–9 • ^ Blair 2005 • ^ Cook 2006, hlm. 637&-665 • ^ Speed 1990 • ^ Ferguson 1999 • ^ Morton 1992 • ^ Bass 2002, hlm.

107 • ^ , The Mesopotamia campaign, British National Archives , diakses tanggal 10 March 2007 • ^ , "Prisoners of Turkey: Men of Kut Driven along like beasts", Stolen Years: Australian Prisoners of War, Australian War Memorial, diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-01-08 , diakses tanggal 10 December 2008 • ^ "ICRC in WWI: overview of activities".

Icrc.org . Diakses tanggal 15 June 2010. • ^ "GERMANY: Notes, Sep. 1, 1924". Time. 1 September 1924. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-08-17 . Diakses tanggal 15 June 2010. • ^ Fortescue 28 October 1915, hlm. 1 • ^ , Granville Roland Fortescue, Arlington National Cemetery, diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-09-15 , diakses tanggal 17 November 2009 • ^ Sisemore 2003 • ^ a b Tucker & Roberts 2005, hlm.

1189 • ^ a b Tucker & Roberts 2005, hlm. 117 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 335 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 219 • ^ a b Tucker & Roberts 2005, hlm. 1001 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 1069 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 884 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 209 • ^ a b Tucker & Roberts 2005, hlm. 596 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 826 • ^ Dennis Mack Smith.

1997. Modern Italy; A Political History. Ann Arbor: The University of Michigan Press. Pp. 284. • ^ Roger Aubert (1981), "Chapter 37: The Outbreak of World War I", History of the Church, 9, London: Burns & Oates, hlm. 521, ISBN 0-86012-091-0 Parameter -author-separator= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -series-title= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Parameter -series-editor= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tampilkan authors ( link) • ^ "Who's Who — Pope Benedict XV".

firstworldwar.com. 22 August 2009. • ^ "Merely For the Record": The Memoirs of Donald Christopher Smith 1894–1980. By Donald Christopher Smith. Edited by John William Cox, Jr. Bermuda. • ^ Pennell, Catriona (2012), A Kingdom United: Popular Responses to the Outbreak of the First World War in Britain and Ireland, Oxford: Oxford University Press, ISBN 978-0199590582 • ^ a b Tucker & Roberts 2005, hlm.

584 • ^ O'Halpin, Eunan, The decline of the union: British government in Ireland, 1892–1920, (Dublin, 1987) • ^ Lehmann 1999, hlm. 62 • ^ Brock, Peter, These Strange Criminals: An Anthology of Prison Memoirs by Conscientious Objectors to Military Service from the Great War to the Cold War, p. 14, Toronto: University of Toronto Press, 2004, ISBN 0-8020-8707-8 • ^ Uzbeks.

Based on the Country Studies Series by Federal Research Division of the Library of Congress. • ^ a b Seton-Watson, Christopher. 1967. Italy from Liberalism to Fascism: 1870 to 1925. London: Methuen & Co. Ltd. Pp. 471 • ^ " The Conscription Crisis". CBC.ca. • ^ , "World War I", Encyclopædia Britannica Online, Encyclopædia Britannica , diakses tanggal 5 December 2009.

• ^ " Charles (I) (emperor of Austria)". "Encyclopædia Britannica." • ^ Cockfield 1997, hlm. 171–237 • ^ Havighurst 1985, hlm. 131 • ^ "France's oldest WWI veteran dies", BBC News, 20 January 2008. • ^ Spencer Tucker (2005), Encyclopedia of World War I, ABC-CLIO, p. 273. ISBN 1-85109-420-2 • ^ Kitchen 2000, hlm. 22 • ^ , "Lebensmittelversorgung", LeMO: Lebendiges virtuelles Museum Online (dalam bahasa German), German Historical Museum, ISBN 3-515-04805-7 , diakses tanggal 12 November 2009, Die miserable Versorgung mit Lebensmitteln erreichte 1916/17 im "Kohlrübenwinter" einen dramatischen Höhepunkt.

Während des Ersten Weltkriegs starben in Deutschland rund 750.000 Menschen an Unterernährung und an deren Folgen. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ Saadi • ^ , "Food as a Weapon", Hoover Digest, Hoover Institution, diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-07-19 , diakses tanggal 2012-11-22 • ^ Ball 1996, hlm.

16, 211 • ^ (January 1995), The Russians are coming (Russian influence in Harbin, Manchuria, China; economic relations), The Economist (US), diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-03-13 , diakses tanggal 17 November 2009 • ^ a b Souter 2000, hlm. 354 • ^ Tucker, Spencer (2005). Encyclopedia of World War I. Santa Barbara, CA: ABC-CLIO. hlm. 273. ISBN 1-85109-420-2 . Diakses tanggal 7 May 2010. • ^ Tschanz • ^ Conlon • ^ William Hay Taliaferro, Medicine and the War,(1972), p.65.

ISBN 0-8369-2629-3 • ^ Knobler 2005 • ^ , Influenza Report, diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-10-28 , diakses tanggal 17 November 2009 • ^ "Balfour Declaration" (United Kingdom 1917), Encyclopædia Britannica.

• ^ " The Jewish Agency for Israel Timeline" • ^ , "Pogroms", Encyclopaedia Judaica , diakses tanggal 17 November 2009 • ^ , "Jewish Modern and Contemporary Periods (ca.

1700–1917)", Jewish Virtual Library , diakses tanggal 17 November 2009 • ^ "The Diaspora Welcomes the Pope", Der Spiegel Online.

28 November 2006. • ^ R. J. Rummel, "The Holocaust in Comparative and Historical Perspective," 1998, Idea Journal of Social Issues, Vol.3 no.2 • ^ Chris Hedges, "A Few Words in Greek Tell of a Homeland Lost", The New York Times, 17 September 2000 • ^ Magliveras 1999, hlm.

8–12 • ^ Northedge 1986, hlm. 35–36 • ^ Keynes 1920 • ^ Clark 1927 • ^ , John McCrae, Historica • ^ Evans David, "John McCrae", Canadian Encyclopedia, diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-15 , diakses tanggal 2012-11-23 • ^ Mark David Sheftall, Altered Memories of the Great War: Divergent Narratives of Britain, Australia, New Zealand, and Canada (2010) • ^ a b c Hynes, Samuel Lynn (1991), A war imagined: the First World War and English culture, Atheneum, hlm.

i–xii, ISBN 978-0-689-12128-9 • ^ a b c d Todman, Daniel (2005), The Great War: myth and memory, Hambledon and London, hlm. 153–221, ISBN 978-1-85285-459-1 • ^ Fussell, Paul (2000), The Great War and modern memory, Oxford University Press, hlm. 1–78, ISBN 978-0-19-513332-5 , diakses tanggal 18 May 2010 • ^ a b c d Todman, D. The Great War, Myth and Memory, p. xi–xv. • ^ Roden • ^ Wohl 1979 • ^ Tucker & Roberts 2005, hlm. 108–1086 • ^ , The Ending of World War One, and the Legacy of Peace, BBC • ^ , The Rise of Hitler, diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-01 , diakses tanggal 12 November 2009 • ^ , "World War II", Britannica Online Encyclopedia, Encyclopædia Britannica Inc., diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-07-04 , diakses tanggal 12 November 2009 • ^ Baker, Kevin (June 2006), "Stabbed in the Back!

The past and future of a right-wing myth", Harper's Magazine, diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-11-03 , diakses tanggal 2012-11-23 • ^ Chickering 2004 • ^ Rubinstein, W. D. (2004). Genocide: a history. Pearson Education. p.7. ISBN 0-582-50601-8 • ^ Economist 2005 • ^ Hooker 1996 • ^ Muller 2008 • ^ Kaplan 1993 • ^ Salibi 1993 • ^ Evans 2005 • ^ Israeli Foreign Ministry • ^ Gelvin 2005 • ^ Isaac & Hosh 1992 • ^ "1941 Gallup poll".

Google . Diakses tanggal 15 June 2010. • ^ "Appeals to Americans to Pray for Serbians". The New York Times.

27 July 1918. • ^ "Serbia Restored". The New York Times. 5 November 1918. • ^ Simpson, Matt (22 August 2009). "The Minor Powers During World War One – Serbia". firstworldwar.com. • ^ " 'ANZAC Day' in London; King, Queen, and General Birdwood at Services in Abbey". The New York Times. 26 April 1916. • ^ , The ANZAC Day tradition, Australian War Memorial, diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-05-01 , diakses tanggal 2 May 2008 • ^ , Vimy Ridge, Canadian War Museum , diakses tanggal 22 October 2008 • ^ , The War's Impact on Canada, Canadian War Museum , diakses tanggal 22 October 2008 • ^ (9 May 2008), Canada's last WW1 vet gets his citizenship back, CBC News, diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-05-11 , diakses tanggal 2012-11-23 • ^ Documenting Democracy.

Retrieved 31 March 2012 • ^ 10 12 dalam hal ini – lihat Skala panjang dan pendek • ^ " Germany in the Era of Hyperinflation". Spiegel Online. 14 August 2009. • ^ 10 9 dalam hal ini – lihat Skala panjang dan pendek • ^ " What's a little debt between friends?". BBC News. 10 May 2006. • ^ Noakes, Lucy (2006), Women in the British Army: war and the gentle sex, 1907–1948, Abingdon, England: Routledge, hlm. 48, ISBN 0-415-39056-7 • ^ Green 1938, hlm. CXXVI • ^ "Germany finishes paying WWI reparations, ending century of 'guilt '".

Christian Science Monitor. 4 October 2010. Referensi For a comprehensive bibliography see List of books about World War I • (1938), American Armies and Battlefields in Europe: A History, Guide, and Reference Book, U.S.

Government Printing Office, OCLC 59803706 • (1993), Army Art of World War I, United States Army Center of Military History: Smithsonian Institution, National Museum of American History, OCLC 28608539 • Asghar, Syed Birjees (12 June 2005), A Famous Uprising, Dawn Group, diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-08-03 , diakses tanggal 2 November 2007 • Ashworth, Tony (2000) [1980], Trench warfare, 1914–18 : the live and let live system, London: Pan, ISBN 0-330-48068-5, OCLC 247360122 • Bade, Klaus J; Brown, Allison (tr.) (2003), Migration in European History, The making of Europe, Oxford: Blackwell, ISBN 0-631-18939-4, OCLC 52695573 (translated from the German) • Baker, Kevin (June 2006), "Stabbed in the Back!

The past and future of a right-wing myth", Harper's Magazine • Balakian, Peter (2003), The Burning Tigris: The Armenian Genocide and America's Response, New York: HarperCollins, ISBN 978-0-06-019840-4, OCLC 56822108 • Ball, Alan M (1996), And Now My Soul Is Hardened: Abandoned Children in Soviet Russia, 1918–1930, Berkeley: University of California Press, ISBN 978-0-520-20694-6 , reviewed in Hegarty, Thomas J (1998), "And Now My Soul Is Hardened: Abandoned Children in Soviet Russia, 1918–1930", Canadian Slavonic Papers, diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-21 , diakses tanggal 2012-11-13 Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Bass, Gary Jonathan (2002), Stay the Hand of Vengeance: The Politics of War Crimes Tribunals, Princeton, New Jersey: Princeton University Press, hlm.

424pp, ISBN 0-691-09278-8, OCLC 248021790 • Blair, Dale (2005), No Quarter: Unlawful Killing and Surrender in the Australian War Experience, 1915–1918, Charnwood, Australia: Ginninderra Press, ISBN 1-74027-291-9, OCLC 62514621 • Brands, Henry William (1997), T. R.: The Last Romantic, New York: Basic Books, ISBN 0-465-06958-4, OCLC 36954615 • Brown, Judith M.

(1994), Modern India: The Origins of an Asian Democracy, Oxford and New York: Oxford University Press. Pp. xiii, 474, ISBN 0-19-873113-2 . • Chickering, Rodger (2004), Imperial Germany and the Great War, 1914–1918, Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 0-521-83908-4, OCLC 55523473 • Clark, Charles Upson (1927), Bessarabia, Russia and Roumania on the Black Sea, New York: Dodd, Mead, OCLC 150789848, diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-10-08 , diakses tanggal 2012-11-13 • Cockfield, Jamie H (1997), With snow on their boots : The tragic odyssey of the Russian Expeditionary Force in France during World War 1, Palgrave Macmillan, ISBN 0-312-22082-0 • Conlon, Joseph M, The historical impact of epidemic typhus (PDF), Montana State University, diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-11-14 , diakses tanggal 21 April 2009 • Cook, Tim (2006), "The politics of surrender: Canadian soldiers and the killing of prisoners in the First World War", The Journal of Military History, 70 (3): 637–665, doi: 10.1353/jmh.2006.0158 • Cross, Wilbur L (1991), Zeppelins of World War I, New York: Paragon Press, ISBN 978-1-55778-382-0, OCLC 22860189 • Djokić, Dejan (2003), Yugoslavism : histories of a failed idea, 1918–1992, London: Hurst, OCLC 51093251 • Dignan, Don K (1971), "The Hindu Conspiracy in Anglo-American Relations during World War I", The Pacific Historical Review, University of California Press, 40 (1): 57–76, ISSN 0030-8684, JSTOR 3637829 Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Doughty, Robert A.

(2005), Pyrrhic victory: French strategy and operations in the Great War, Harvard University Press, ISBN 978-0-674-01880-8 • Duffy, Michael, Somme, First World War.com, ISBN 0-297-84689-2 , diakses tanggal 25 February 2007 • Evans, David (2004), The First World War, Teach yourself, London: Hodder Arnold, ISBN 0-340-88489-4, OCLC 224332259 • Evans, Leslie (27 May 2005), Future of Iraq, Israel-Palestine Conflict, and Central Asia Weighed at International Conference, UCLA International Institute , diakses tanggal 30 December 2008 • Falls, Cyril Bentham (1960), The First World War, London: Longmans, ISBN 1-84342-272-7, OCLC 460327352 • Farwell, Byron (1989), The Great War in Africa, 1914–1918, W.W.

Norton, ISBN 978-0-393-30564-7 • Ferguson, Niall (1999), The Pity of War, New York: Basic Books, hlm. 563pp, ISBN 0-465-05711-X, OCLC 41124439 • Ferguson, Niall (2006), The War of the World: Twentieth-Century Conflict and the Descent of the West, New York: Penguin Press, ISBN 1-59420-100-5 • Findley, Carter Vaughn; Rothney, J.A. (2006), Twentieth Century World (edisi ke-6th), Boston: Houghton Mifflin • Fortescue, Granville Roland (28 October 1915), "London in Gloom over Gallipoli; Captain Fortescue in Book and Ashmead-Bartlett in Lecture Declare Campaign Lost.

Say Allies Can't Advance; Attack on Allied Diplomacy in Correspondent's Doleful Talk Passed by Censor", New York Times • Fraser, Thomas G (1977), "Germany and Indian Revolution, 1914–18", Journal of Contemporary History, Sage Publications, 12 (2): 255–272, doi: 10.1177/002200947701200203, ISSN 0022-0094 Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Fromkin, David (2001), A Peace to End All Peace: The Fall of the Ottoman Empire and the Creation of the Modern Middle East, New York: Owl Books, hlm.

119, ISBN 0-8050-6884-8, OCLC 53814831 • Fromkin, David (2004), Europe's Last Summer: Who Started the Great War in 1914?, New York: Alfred A. Knopf, ISBN 0-375-41156-9, OCLC 53937943 • Gelvin, James L (2005), The Israel-Palestine Conflict: One Hundred Years of War, Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 0-521-85289-7, OCLC 59879560 • Gibbs, Phillip (26 October 1918 published 30 October 1918), "Fall of Ghent Near, German Flank in Peril", New York Times Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • Gibbs, Phillip (15 November 1918), "Ghent Burghers Hail Liberators" (PDF), New York Times • Gray, Randal; Argyle, Christopher (1990), Chronicle of the First World War, New York: Facts on File, ISBN 978-0-8160-2595-4, OCLC 19398100 • Gilbert, Martin (2004), The First World War: A Complete History, Clearwater, Florida: Owl Books, hlm.

306, ISBN 0-8050-7617-4, OCLC 34792651 • Goodspeed, Donald James (1985), The German Wars 1914–1945, New York: Random House; Bonanza, ISBN 978-0-517-46790-9 • Gray, Randal (1991), Kaiserschlacht 1918: the final German offensive, Osprey, ISBN 978-1-85532-157-1 • Green, John Frederick Norman (1938), "Obituary: Albert Ernest Kitson", Geological Society Quarterly Journal, Geological Society, 94 • Haber, Lutz Fritz (1986), The Poisonous Cloud: Chemical Warfare in the First World War, Oxford: Clarendon, ISBN 0-19-858142-4, OCLC 12051072 • Halpern, Paul G (1995), A Naval History of World War I, New York: Routledge, ISBN 1-85728-498-4, OCLC 60281302 • Harrach, Franz, "Archduke Franz Ferdinand's Assassination, 28 June 1914: Memoir of Count Franz von Harrach", Primary Documents, First World War.com • Hartcup, Guy (1988), The War of Invention; Scientific Developments, 1914–18, Brassey's Defence Publishers, ISBN 0-08-033591-8 • Havighurst, Alfred F (1985), Britain in transition: the twentieth century (edisi ke-4), University of Chicago Press, ISBN 978-0-226-31971-1 • Heer, Germany (2009), German and Austrian Tactical Studies, ISBN 978-1-110-76516-4 • Heller, Charles E (1984), Chemical warfare in World War I : the American experience, 1917–1918, Fort Leavenworth, Kansas: Combat Studies Institute, OCLC 123244486, diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-04 , diakses tanggal 2012-11-13 • Herbert, Edwin (2003), Small Wars and Skirmishes 1902–1918: Early Twentieth-century Colonial Campaigns in Africa, Asia and the Americas, Nottingham: Foundry Books Publications, ISBN 1-901543-05-6 • Heyman, Neil M (1997), World War I, Guides to historic events of the twentieth century, Westport, Connecticut: Greenwood Press, ISBN 0-313-29880-7, OCLC 36292837 • Hickey, Michael (2003), The Mediterranean Front 1914–1923, The First World War, 4, New York: Routledge, hlm.

60–65, ISBN 0-415-96844-5, OCLC 52375688 • Hinterhoff, Eugene (1984), Young, Peter, ed., "The Campaign in Armenia", Marshall Cavendish Illustrated Encyclopedia of World War I, New York: Marshall Cavendish, ii, ISBN 0-86307-181-3 • Hooker, Richard (1996), The Ottomans, Washington State University, diarsipkan dari versi asli tanggal 1999-10-08 , diakses tanggal 30 December 2008 • Hoover, Herbert; Wilson, Woodrow (1958), Ordeal of Woodrow Wilson, New York: McGraw-Hill, ISBN 0-943875-41-2, OCLC 254607345 • Hughes, Thomas L (2002), "The German Mission to Afghanistan, 1915–1916", German Studies Review, German Studies Association, 25 (3): 447–476, doi: 10.2307/1432596, ISSN 0149-7952, JSTOR 1432596 Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Hull, Isabel Virginia (2006), Absolute destruction: military culture and the practices of war in Imperial Germany, Cornell University Press, ISBN 978-0-8014-7293-0 • Isaac, Jad; Hosh, Leonardo (7–9 May 1992), Roots of the Water Conflict in the Middle East, University of Waterloo, diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-09-28 , diakses tanggal 2012-11-13 • Jenkins, Burris A (2009), Facing the Hindenburg Line, BiblioBazaar, ISBN 978-1-110-81238-7 • Johnson, Douglas Wilson (1921), Battlefields of the World War, Western and Southern Fronts, New York: Oxford University Press, ISBN 1-4326-3739-8, OCLC 688071 Parameter -series-editor= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -series-title= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Johnson, James Edgar (2001), Full Circle: The Story of Air Fighting, London: Cassell, ISBN 0-304-35860-6, OCLC 45991828 • Jones, Howard (2001), Crucible of Power: A History of U.S.

Foreign Relations Since 1897, Wilmington, Delaware: Scholarly Resources Books, ISBN 0-8420-2918-4, OCLC 46640675 • Kaplan, Robert D (1993), "Syria: Identity Crisis", The Atlantic , diakses tanggal 30 December 2008 Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Karp, Walter (1979), The Politics of War (edisi ke-1st), ISBN 0-06-012265-X, OCLC 4593327 , Wilson's maneuvering U.S.

into war • Keegan, John (1998), The First World War, Hutchinson, ISBN 0-09-180178-8 , general military history • Keene, Jennifer D (2006), World War I, Westport, Connecticut: Greenwood Press, hlm.

5, ISBN 0-313-33181-2, OCLC 70883191 Parameter -seriestitle= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Kennedy, David M (2004), Over here: the First World War and American society, Oxford University Press, ISBN 978-0-19-517399-4 • Kernek, Sterling (December 1970), "The British Government's Reactions to President Wilson's 'Peace' Note of December 1916", The Historical Journal, 13 (4): 721–766, doi: 10.1017/S0018246X00009481, JSTOR 2637713 • Keynes, John Maynard (1920), The Economic Consequences of the Peace, New York: Harcourt, Brace and Howe, ISBN 0-521-22095-5, OCLC 213487540 • Kitchen, Martin (2000) [1980], Europe Between the Wars, New York: Longman, ISBN 0-582-41869-0, OCLC 247285240 • Knobler, Stacey L, ed.

(2005), The Threat of Pandemic Influenza: Are We Ready? Workshop Summary, Washington DC: National Academies Press, ISBN 0-309-09504-2, OCLC 57422232, diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-08-30 , diakses tanggal 2012-11-13 • Kurlander, Eric (2006), Steffen Bruendel. Volksgemeinschaft oder Volksstaat: Die "Ideen von 1914" und die Neuordnung Deutschlands im Ersten Weltkrieg (Book review), H-net , diakses tanggal 17 November 2009 • (1999), Lehmann, Hartmut; van der Veer, Peter, ed., Nation and religion: perspectives on Europe and Asia, Princeton, New Jersey: Princeton University Press, ISBN 0-691-01232-6, OCLC 39727826 • Lewy, Guenter (2005), The Armenian Massacres in Ottoman Turkey: A Disputed Genocide, Salt Lake City, Utah: University of Utah Press, ISBN 0-87480-849-9, OCLC 61262401 • Love, Dave (May 1996), "The Second Battle of Ypres, April 1915", Sabretasche, 26 (4) • Lyons, Michael J (1999), World War I: A Short History (edisi ke-2nd), Prentice Hall, ISBN 0-13-020551-6 • Ludendorff, Erich (1919), My War Memories, 1914–1918, OCLC 60104290 also published by Harper as "Ludendorff's Own Story, August 1914 – November 1918: The Great War from the Siege of Liege to the Signing of the Armistice as Viewed from the Grand Headquarters of the German Army" OCLC 561160 (original title Meine Kriegserinnerungen, 1914–1918) • Magliveras, Konstantinos D (1999), Exclusion from Participation in International Organisations: The Law and Practice behind Member States' Expulsion and Suspension of Membership, Martinus Nijhoff Publishers, ISBN 90-411-1239-1 • Maurice, Frederick Barton (18 August 1918), "Foe's reserves now only 16 divisions; Allies' Counteroffensive has reduced them from 60, Gen.

Maurice says Ludendorff in dilemma; he must choose between giving up offensive projects and shortening his line", New York Times • Martel, Gordon (2003), The Origins of the First World War, Pearson Longman, Harlow • Mawdsley, Evan (2008), The Russian Civil War (edisi ke-Edinburgh), Birlinn location, ISBN 1-84341-041-9 • McDermott, T. P., USA's Boy Scouts and World War I Liberty Loan Bonds (PDF) • McLellan, Edwin N, The United States Marine Corps in the World War • Meyer, Gerald J (2006), A World Undone: The Story of the Great War 1914 to 1918, Random House, ISBN 978-0-553-80354-9 • Millett, Allan Reed; Murray, Williamson (1988), Military Effectiveness, Boston: Allen Unwin, ISBN 0-04-445053-2, OCLC 220072268 • Moon, John Ellis van Courtland (1996), "United States Chemical Warfare Policy in World War II: A Captive of Coalition Policy?", The Journal of Military History, Society for Military History, 60 (3): 495–511, doi: 10.2307/2944522, JSTOR 2944522 Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Morton, Desmond; Granatstein, Jack L (1989), Marching to Armageddon: Canadians and the Great War 1914–1919, ISBN 0-88619-209-9, OCLC 21449019 • Morton, Desmond (1992), Silent Battle: Canadian Prisoners of War in Germany, 1914–1919, Toronto: Lester Publishing, ISBN 1-895555-17-5, OCLC 29565680 • Mosier, John (2001), "Germany and the Development of Combined Arms Tactics", Myth of the Great War: How the Germans Won the Battles and How the Americans Saved the Allies, New York: Harper Collins, ISBN 0-06-019676-9 • Muller, Jerry Z (2008), "Us and Them – The Enduring Power of Ethnic Nationalism", Foreign Affairs, Council on Foreign Relations , diakses tanggal 30 December 2008 Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Neiberg, Michael S (2005), Fighting the Great War: A Global History, Cambridge, Mass: Harvard University Press, ISBN 0-674-01696-3, OCLC 56592292 • Nicholson, Gerald WL (1962), Canadian Expeditionary Force, 1914–1919: Official History of the Canadian Army in the First World War (edisi ke-1st), Ottawa: Queens Printer and Controller of Stationary, OCLC 2317262, diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-05-16 , diakses tanggal 2012-11-13 • Northedge, FS (1986), The League of Nations: Its Life and Times, 1920–1946, New York: Holmes & Meier, ISBN 0-7185-1316-9 • Page, Thomas Nelson, Italy and the World War, Brigham Young University, Chapter XI cites "Cf.

articles signed XXX in La Revue de Deux Mondes, 1 and 15 March 1920" • Perry, Frederick W (1988), The Commonwealth armies: manpower and organisation in two world wars, Manchester University Press, ISBN 978-0-7190-2595-2 • Phillimore, George Grenville; Bellot, Hugh HL (1919), "Treatment of Prisoners of War", Transactions of the Grotius Society, 5: 47–64, OCLC 43267276 • Pitt, Barrie (2003), 1918: The Last Act, Barnsley: Pen and Sword, ISBN 0-85052-974-3, OCLC 56468232 • Price, Alfred (1980), Aircraft versus Submarine: the Evolution of the Anti-submarine Aircraft, 1912 to 1980, London: Jane's Publishing, ISBN 0-7106-0008-9, OCLC 10324173 Deals with technical developments, including the first dipping hydrophones • Prior, Robin (1999), The First World War, London: Cassell, ISBN 0-304-35256-X • Raudzens, George (October 1990), "War-Winning Weapons: The Measurement of Technological Determinism in Military History", The Journal of Military History, Society for Military History, 54 (4): 403–434, doi: 10.2307/1986064, JSTOR 1986064 • Repington, Charles à Court (1920), The First World War, 1914–1918, 2, London: Constable, ISBN 1-113-19764-1 • Rickard, J (5 March 2001), "Erich von Ludendorff, 1865–1937, German General", Military History Encyclopedia on the Web, HistoryOfWar.org , diakses tanggal 6 February 2008 • Rickard, J (27 August 2007), The Ludendorff Offensives, 21 March-18 July 1918, diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-10-10 , diakses tanggal 2021-12-29 • Roden, Mike, "The Lost Generation – myth and reality", Aftermath – when the boys came home , diakses tanggal 6 November 2009 • Ross, Stewart Halsey (1996), Propaganda for War: How the United States was Conditioned to Fight the Great War of 1914–1918, Jefferson, North Carolina: McFarland, ISBN 0-7864-0111-7, OCLC 185807544 • Saadi, Abdul-Ilah, Dreaming of Greater Syria, Al Jazeera , diakses tanggal 17 November 2009 • Sachar, Howard Morley (1970), The emergence of the Middle East, 1914–1924, Allen Lane, ISBN 0-7139-0158-6, OCLC 153103197 • Safire, William (2008), Safire's Political Dictionary, Oxford University Press, ISBN 978-0-19-534334-2 • Salibi, Kamal Suleiman (1993), "How it all began – A concise history of Lebanon", A House of Many Mansions – the history of Lebanon reconsidered, I.B.

Tauris, ISBN 1-85043-091-8, OCLC 224705916 • Schindler, J (2003), "Steamrollered in Galicia: The Austro-Hungarian Army and the Brusilov Offensive, 1916", War in History, 10 (1): 27–59, doi: 10.1191/0968344503wh260oa • Shanafelt, Gary W (1985), The secret enemy: Austria-Hungary and the German alliance, 1914–1918, East European Monographs, ISBN 978-0-88033-080-0 • Shapiro, Fred R; Epstein, Joseph (2006), The Yale Book of Quotations, Yale University Press, ISBN 0-300-10798-6 • Sheffield, G (2001).

Forgotten Victory: The First World War: Myths and Realities (edisi ke-2002). London: Headline Book Publishing.

ISBN 0-74727-157-7. • Souter, Gavin (2000). Lion & Kangaroo: the initiation of Australia. Melbourne: Text Publishing. OCLC 222801639. • Singh, Jaspal, History of the Ghadar Movement, panjab.org.uk , diakses tanggal 31 October 2007 • Sisemore, James D (2003), The Russo-Japanese War, Lessons Not Learned, U.S. Army Command and General Staff College, diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-03-04 , diakses tanggal 2021-03-03 • Smele, Jonathan, "War and Revolution in Russia 1914–1921", World Wars in-depth, BBC, diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-11-10 , diakses tanggal 12 November 2009 • Speed, Richard B, III (1990), Prisoners, Diplomats and the Great War: A Study in the Diplomacy of Captivity, New York: Greenwood Press, ISBN 0-313-26729-4, OCLC 20694547 • Stevenson, David (1996), Armaments and the Coming of War: Europe, 1904–1914, New York: Oxford University Press, ISBN 0-19-820208-3, OCLC 33079190 • Stevenson, David (2004), Cataclysm: The First World War As Political Tragedy, New York: Basic Books, hlm.

560pp, ISBN 0-465-08184-3, OCLC 54001282 , major reinterpretation • Stevenson, David (2005), The First World War and International Politics, Oxford: Clarendon, ISBN 0-19-820281-4, OCLC 248297941 • Gilbert, Martin (1994), First World War, Stoddart Publishing, ISBN 978-0-7737-2848-6 • Strachan, Hew (2004), The First World War: Volume I: To Arms, New York: Viking, ISBN 0-670-03295-6, OCLC 53075929 : the major scholarly synthesis.

Thorough coverage of 1914 • Strachan, Hew (1998), The Oxford Illustrated History of the First World War, New York: Oxford University Press, ISBN 0-19-820614-3 • Stumpp, Karl; Weins, Herbert; Smith, Ingeborg W (trans) (1997), A People on the Move: Germans in Russia and in the Former Soviet Union: 1763–1997, North Dakota State University Libraries, diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-08-08 , diakses tanggal 2012-11-13 Parameter -orig-title= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Swietochowski, Tadeusz (2004), Russian Azerbaijan, 1905–1920: The Shaping of a National Identity in a Muslim Community, 42, Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-52245-8 Parameter -series-title= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan), reviewed at JSTOR 1866737 • Taylor, Alan John Percivale (1963), The First World War: An Illustrated History, Hamish Hamilton, ISBN 0-39-950260-2, OCLC 2054370 • Taylor, Alan John Percivale (1998), The First World War and its aftermath, 1914–1919, London: Folio Society, OCLC 49988231 Parameter -series-title= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Taylor, John M (Summer 2007), "Audacious Cruise of the Emden", The Quarterly Journal of Military History, 19 (4): 38–47, doi: 10.1353/jmh.2007.0331, ISSN 0899-3718 Parameter -doi_brokendate= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Terraine, John (1963), Ordeal of Victory, Philadelphia: J.

B. Lippincott, hlm. 508pp, ISBN 0-09-068120-7, OCLC 1345833 • Tschanz, David W, Typhus fever on the Eastern front in World War I, Montana State University, diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-06-11 , diakses tanggal 12 November 2009 • Tuchman, Barbara Wertheim (1962), The Guns of August, New York: Macmillan, ISBN 978-0-02-620310-4, OCLC 192333 , tells of the opening diplomatic and military manoeuvres • Tuchman, Barbara Wertheim (1966), The Zimmerman Telegram (edisi ke-2nd), New York: Macmillan, ISBN 0-02-620320-0, OCLC 233392415 • Tucker, Spencer C (1999), European Powers in the First World War: An Encyclopedia, ISBN 0-8153-3351-X, OCLC 40417794 • Tucker, Spencer C; Roberts, Priscilla Mary (2005), Encyclopedia of World War I, Santa Barbara: ABC-Clio, ISBN 1-85109-420-2, OCLC 61247250 • Tucker, Spencer C; Wood, Laura Matysek; Murphy, Justin D (1999), The European powers in the First World War: an encyclopedia, Taylor & Francis, ISBN 978-0-8153-3351-7 • von der Porten, Edward P (1969), German Navy in World War II, New York: T.

Y. Crowell, ISBN 0-213-17961-X, OCLC 164543865 • Westwell, Ian (2004), World War I Day by Day, St. Paul, Minnesota: MBI Publishing, hlm. 192pp, ISBN 0-7603-1937-5, OCLC 57533366 • Wilgus, William John (1931), Transporting the A. E. F.

in Western Europe, 1917–1919, New York: Columbia University Press, OCLC 1161730 • Willmott, H.P. (2003), World War I, New York: Dorling Kindersley, ISBN 0-7894-9627-5, OCLC 52541937 • Winegard, Timothy, "Here at Vimy: A Retrospective – The 90th Anniversary of the Battle of Vimy Ridge", Canadian Military Journal, 8 (2) • Winter, Denis (1983), The First of the Few: Fighter Pilots of the First World War, Penguin, ISBN 978-0-14-005256-5 • Wohl, Robert (1979), The Generation of 1914 (edisi ke-3), Harvard University Press, ISBN 978-0-674-34466-2 • Zieger, Robert H (2001), America's Great War: World War I and the American experience, Lanham, Maryland: Rowman & Littlefield, hlm.

50, ISBN 0-8476-9645-6 • (28 July 2005), "Country Briefings: Israel", The Economist , diakses tanggal 30 December 2008 • Israeli Foreign Ministry, Ottoman Rule, Jewish Virtual Library , diakses tanggal 30 December 2008 Pranala luar Wikisource memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini: World War I Wikimedia Commons memiliki media mengenai World War I.

• The Heritage of the Great War / First World War. Graphic color photos, pictures and music • A multimedia history of World War I • British Pathé Online film archive containing extensive coverage of World War I • The Heritage of the Great War, Netherlands • The World War I Document Archive Wiki, Brigham Young University • Maps of Europe Diarsipkan 2014-07-05 di Wayback Machine.

covering the history of World War I at omniatlas.com • The Great War Association – World War One Reenacting Diarsipkan 2013-01-20 di Wayback Machine.

• Your Family History of World War I - Europeana 1914-1918(Crowd-sourcing project) • EFG1914 - Film digitisation project on First World War Peta animasi • An animated map "Europe plunges into war" Diarsipkan 2020-06-04 di Wayback Machine. • An animated map of Europe at the end of the war Diarsipkan 2020-06-04 di Wayback Machine. • Pemberontakan Shays • Pemberontakan Whiskey • Pemberontakan Fries • Perang Mormon • Pemberontakan Dorr • Kansas Berdarah • Perang Utah • Perang Saudara • Peperangan Indian • Perang Brooks–Baxter • Perang Range • Perang Lincoln County • Perang Johnson County • Perang Coal Creek • Homestead Strike • Pertempuran Blair Mountain • Bonus Army • Penembakan Universitas Negeri Kent Luar negeri • Perang Revolusi • Perang Kuasi • Perang Berber Pertama • Perang 1812 • Perang Berber Kedua • Ekspedisi Sumatera Pertama • Ekspedisi Sumatera Kedua • Ekspedisi Pantai Gading • Perang Meksiko–Amerika Serikat • Ekspedisi Fiji Pertama • Perang Opium Kedua • Ekspedisi Fiji Kedua • Ekspedisi Formosa • Ekspedisi Korea • Perang Spanyol–Amerika Serikat • Perang Filipina–Amerika Serikat • Pemberontakan Boxer • Peperangan Pisang • Perang Perbatasan • Perang Dunia I • Perang Saudara Rusia • Perang Dunia II • Perang Korea • Perang Vietnam • Invasi Republik Dominika • Invasi Grenada • Perang Saudara Lebanon • Invasi Panama • Perang Teluk • Perang Saudara Somalia • Perang Bosnia • Perang Kosovo • Perang Afghanistan • Perang Irak • Perang Pakistan Barat Laut • Perang Saudara Libya • Intervensi melawan ISIL • Irak • Intervensi Amerika Serikat di Suriah Artikel terkait Kategori tersembunyi: • Galat CS1: tidak memiliki penulis atau penyunting • CS1: Ketidakpastian Julian–Gregorian • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui • Galat CS1: tanggal • Galat CS1: konflik URL–wikilink • Templat webarchive tautan wayback • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Tampilkan authors • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Artikel yang memiliki kalimat yang harus diperbaiki • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan Februari 2022 • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda HDS • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Halaman ini terakhir diubah pada 14 Februari 2022, pukul 20.24.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
none
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 7.1.

Sebarkan ini: Pengertian DI/TII Gerakan DI/TII adalah organisasi yang berjuang atas nama Umat Islam yang ada di seluruh Indonesia. Nama NII sebenarnya kependekan dari “Negara Islam Indonesia” dan kemudian banyak orang yang menyebutkan dengan nama Darul islam atau yang dikenal dengan nama “DI” arti kata darul Islam ini sendiri adalah “Rumah Islam” dari kata tersebut dapat kita ambil pengertian bahwa organisasi ini merupakan tempat atau wadah bagi umat islam yang ada di Indonesia untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi mereka, agar aspirasi-aspirasi mereka dapat tertampung dan dapat terorganisir sehingga berguna bagi umat islam di Indonesia.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Peristiwa Lengkap G30S PKI Latar Belakang Gerakan DI/TII Sudah hampir 60 tahun negara ini memperoleh kemerdekaannya setelah dijajah oleh beberapa bangsa asing selama tiga ratus tahun lebih. Dalam kurun waktu antara 1945, ketika republik ini diproklamasikan berdirinya, hingga saat ini, berbagai peristiwa telah terjadi dan tidak sedikit yang mengakibatkan munculnya ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Salah satu peristiwa penting yang meninggalkan bekas dalam catatan sejarah negeri ini adalah berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) di awal masa kemerdekaan. Topik ini memang selalu dan akan tetap menarik untuk diperbincangkan, lengkap dengan segala pendapat para ahli maupun saksi-saksi sejarah. Fakta—kalau memang benar-benar fakta yang diungkapkan dalam buku pelajaran sejarah di bangku sekolah maupun yang tersimpan di dalam arsip nasional Pemerintah Indonesia dianggap sebagai kebohongan oleh sebagian pihak, termasuk di antaranya komunita yang mengaku sebagai Warga Negara Islam Indonesia dan para simpa tisannya.

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo adalah nama yang tak dapat dilepaskan dari pembahasan masalah yang berkaitan dengan Negara Islam Indonesia. Dialah pendiri negara berasas Islam tersebut.

Dalam sejarah yang kita pelajari, Kartosoewirjo adalah tokoh yang tidak lebih dari seorang pemberontak yang telah mendirikan negara baru di wilayah negara Republik Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sebuah gerakan yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia sangat gencar melakukan rekrutmen anggota baru, tetapi cara-cara yang mereka gunakan ternyata berlawanan dengan syariah dan sunnah Rasulullah saw.

Di masa reformasi ini, saat tak ada lagi yang harus ditutup-tutupi, sudah selayaknya masyarakat, dalam hal ini umat Islam, menyadari bahwa di Indonesia pernah ada suatu gerakan anak bangsa yang beusaha membangun supremasi Islam, hingga akhirnya mereka memproklamasikan diri sebagai sebuah negara pada 7 Agustus 1949, danberhasil mempertahankan eksistensinya hingga 13 tahun lamanya (1949-1962).

Negara Islam Indonesia (disingkat NII; juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI) yang artinya adalah “Rumah Islam” adalah gerakan politik yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 (ditulis sebagai 12 Syawal 1368 dalam kalender Hijriyah) oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Diproklamirkan saat Negara Pasundan buatan belanda mengangkat Raden Aria Adipati Wiranatakoesoema sebagai presiden. Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia yang saat itu baru saja diproklamasikan kemerdekaannya dan ada pada masa perang dengan tentara Kerajaan Belanda sebagai negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara.

Dalam proklamasinya bahwa “Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam”, lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa “Negara berdasarkan Islam” dan “Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits”.

Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari’at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur’an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan “hukum kafir”, sesuai dalam Qur’aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50. Dalam perkembangannya, DI menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat (berikut dengan daerah yang berbatasan di Jawa Tengah), Sulawesi Selatan, Aceh dan Kalimantan.

Setelah Kartosoewirjo ditangkap TNI dan dieksekusi pada 1962, gerakan ini menjadi terpecah, namun tetap eksis secara diam-diam meskipun dianggap sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah BPUPKI : Pengertian, Anggota, Tugas, Sidang, Dan Tujuan Lengkap Sejarah Singkat Terbentuknya DI/TII Pada tanggal 7 Agustus 1949 disuatu desa di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia.

Gerakannya dinamakan dengan Darul Islam “DI” sedang tentaranya dinamakan dengan Tentara Islam Indonesia “TII”. Gerakan ini dibentuk pada saat Jawa Barat ditinggal oleh pasukan Siliwangi yang berhijrah ke Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam Rangka melaksanakan ketentuan dalam perjanjian Renville.

Dalam perkembangannya, DI/TII menyebar sampai di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat “berikut dengan daerah yang berbatasan di Jawa Tengah”, Sulawesi Selatan, Aceh dan Kalimantan.

Ketika pasukan Siliwangi berhijrah, gerombolan DI/TII ini dapat leluasa melakukan gerakannya dengan membakar rumah-rumah rakyat, membongkar rel kereta api, serta menyiksa dan merampok harta benda penduduk. Akan tetapi setelah pasukan Siliwangi mengadakan Long March kembali ke Jawa Barat, gerombolan DI/TII ini harus berhadapan dengan pasukan Siliwangi.

Dan untuk melindungi kereta apai, Kavaleri Kodam VI Siliwangi “sekarang Kodam III” mengawal kereta apai dengan panzer tak bermesin yang didorong oleh lokomotif uap D-52 buatan Krupp Jerman Barat. Panzer tersebut berisi anggota TNI yang siap dengan sejata mereka. Bila ada pertempuran antara TNI dan DI/TII didepan maka kerata api harus berhenti di halte terdekat. Pemberontakan bersenjata yang berlangsung selama 13 tahun itu telah menghalangi pertumbuhan ekonomi masyarakat, ribuan ibu-ibu menjadi janda dan ribuan anak-anak menjadi yatim piatu.

Dalam hal ini diperkirakan ada sekitar 13.000 rakyat Sunda, anggota organisasi keamanan desa “OKD” serta tentara gugur. Sementara itu, anggota DI/TII yang tewas tak diketahui dengan pasti, setelah Kartosoewirjo ditangkap TNI dan dieksekusi pada tahun 1962, gerakan ini menjadi terpecah, namun tetap eksis secara diam-diam meskipun dinyatakan sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : PPKI : Sejarah, Tugas PPKI, Anggota, Tujuan Dan Hasil Sidang PPKI 1 2 3 Gerakan dan Berdirinya DI/TII Gerakan DI/TII Kata Darul Islam yang sering disingkat DI berasal dari bahasa arab Dar al-Islam yang secara harfiah berarti “rumah” atau “keluarga” Islam.

Dengan begitu Darul Islam dapat diartikan sebagai dunia atau wilayah Islam. Dimana keyakinan Islam dan peraturan-peraturan berdasarkan syariat Islam merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. Dimana lawan dari Darul Islam itu sendiri adalah Darul Harb yang berarti wilayah perang, atau dunia kaum kafir, yang berangsur-angsur ingin dimasukan ke dalam Darul Islam. Di Indonesia sendiri kata Darul Islam digunakan untuk gerakan-gerakan sesudah tahun 1945 yang berusaha merealisasikan cita-cita mereka untuk mendirikan sebuah Negara Islam.

Meski sebenarnya pada awalnya sempat beredar kabar, bahwa sebenarnya DI itu adalah singkatan dari Daerah I, dan artinya tidak dipahami secara umum. Menurut Alers, kata itu seakan-akan “Negara kesatuan”. Namun, berbeda dengan Alers, Pinardi mengemukakan bahwa latar belakangnya adalah suatu pembedaan terhadap daerah dalam negara Islam. “Daerah I” adalah daerah pusat negara, yang sepenuhnya dikuasai Oleh suatu pemerintahan Islam dan diatur sesuai dengan hukum Islam.

“Daerah II” terdiri dari daerah-daerah di Jawa Barat yang hanya sebagian saja dikuasai oleh Negara Islam, sedangkan dalam “Daerah III” untuk daerah yang belum dikuasai oleh Negara Islam. Lepas dari apa yang diungkapkan oleh Alers maupun Pinardi sendiri, Darul Islam telah dicatat dalam sejarah sebagai sebuah gerakan pemberontakan yang berusaha mendirikan Negara Islam, sementara saat itu Indonesia telah berdiri dan merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945.

Berdirinya DI/TII Dibalik kemunculan dari Darul Islam itu sendiri sebenarnya ada dua tokoh yang tercatat berperan dalam membentuk gerakan ini. Tokoh pertama adalah Kiai Jusuf Tauziri, ia sebutkan sebagai pendiri gerakan Darul Islam pada tahap pertama, sebagai gerakan Islam yang damai. Yang kemudian ia menarik dukungannya dari Kartosuwirjo dikarenakan memberontak terhadap pemerintah Republik Indonesia.

Namun, tokoh yang benar-benar identik dengan gerakan Darul Islam ini adalah Kartosuwirjo, sosok yang bernama lengkap Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo ini adalah keturunan Jawa. Meski hampir seluruh karirnya banyak terjadi di Jawa Barat. Ia bukanlah pribumi Jawa Barat. Ia lahir di Cepu ( Jawa Tengah), antara Blora dan Bojonegoro, di perbatasan dewasa ini antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, pada 7 Februari 1905. Ia mendapat pendidikan Barat pada sekolah dasar dan sekolah menengah yang menggunakan bahasa Belanda.

Jadi, ia bukan seorang santri dari sebuah pesantren. Bahkan diceritakan ia tidak pernah mempunyai pengetahuan yang benar tentang Bahasa Arab dan Agama Islam. Dari tahun 1923 sampai tahun 1926 ia mengikuti kursus persiapan pada Nederlands Indische Artsen School (NIAS), yaitu Sekolah Ketabiban Hindia Belanda di Surabaya. Di Kota itu kemudian ia bertemu dengan H. Oemar Said Tjokroaminoto, yang kemudian menjadi ketua PSII, serta menjadi bapak angkatnya. Menurut Pinardi, Kartosuwirjo berhasil memulai studinya dalam ilmu kedokteran dalam tahun 1926, tetapi setahun kemudian ia dikeluarkan dikarenakan kegiatan politik yang dilakukannya.

Dari tahun 1927 sampai tahun 1929 menjadi sekretaris pribadi Tjokroaminoto. Dan disebutkan dari pengalaman yang didapatkan dari pemimpin PSII inilah, terbesit niat Kartosuwirjo untuk mendirikan negara Indonesia yang berdasarkan Islam. Tahun 1929 Kartosuwirjo pindah ke daerahMalangbong dekat Garut, bagian timur Jawa Barat, daerah asal istrinya. Ia kemudian bekerja pada PSII di daerah tersebut. Dan sewaktu berusia 26 tahun ia terpilih sebagai sekretaris jenderal PSII pada tahun 1931. Dan kemudian setelah meninggalnya Tjokroaminoto (1934), Wondoamiseno terpilih menjadi ketua PSII, dan Kartosuwirjo sebagai wakilnya pada tahun 1936.

Kemudian pada tahun-tahun berikutnya terjadi pertentangan ditubuh PSII sendiri, berkaitan dengan kerjasama dengan pemerintah kolonial. Kartosuwirjo berada pada pihak nonkooperasi, ia kemudian dianggap radikal dan dikeluarkan dari PSII.

Namun Kartosuwirjo tidak berhenti sampai disitu, ia kemudian membentuk PSII tandingan pada tanggal 24 April 1940 di Malangbong bersama Kamran, yang kemudian menjadi komandan Darul Islam.

Pada saat itu Kartosuwirjo juga mendirikan pesantren di daerah Malangbong. Bernama institute Supah atau Institut Suffah. Semula institute ini dimaksudkan sebagai latihan kepemimpinan dalam bidang politik-keagamaan. Namun kemudian berubah menjadi suatu pusat latihan untuk pasukan gerilya dimasa mendatang (seperti Hizbullah dan Sabilillah) dikarenakan pada masa pendudukan Jepang, semua kegiatan partai politik dibekukan. Dimana hal ini sebenarnya merupakan bentuk penyebaran propaganda dari Kartosuwirjo untuk membentuk “Negara Islam” Berkaitan dengan Darul Islam Kartosuwirjo dikatakan sempat memproklamirkan Negara Islam Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1945, karena gagasan mendirikan Negara Islam Indonesia itu sendiri sebenarnya telah dicanangkan oleh Kartosuwirjo sejak tahun 1942.

Namun ia dan gerakannya kemudian kembali ke Republik, saat Indonesia diproklamirkan. Ia juga kemudian menjadi anggota pengurus besar partai Masyumi. Ia merangkap sebagai Komisaris Jawa barat, dan sekretaris I partai tersebut. Selain itu pada masa jabatan cabinet Amir Sjarifuddin tanggal 3 Juli 1947, Kartosuwirjo sempat ditawari sebagai menteri muda pertahanan kedua, yang kemudian ditolak oleh sosok itu.

Pada saat agresi militer pertama Belanda, Kartosuwirjo bersama gerakan DI-nya bergerak mendukung Republik untuk menghancurkan kekuatan Belanda. Tapi kemudian saat dilakukan persetujuan perjanjian Renville, 8 Desember 1947. Pasukan TNI harus meninggalkan wilayah Jawa Barat, namun, Kartosuwirjo yang memimpin Hizbullah dan Sabilillah tidak hijrah, dan bertahan di Jawa Barat.

Sehingga kemudian ia membentuk Darul Islam dan mengganti tentaranya menjadi TII (Tentara Islam Indonesia), yang bermarkas di Gunung Cepu. Pada akhirnya ini berujung pada sebuah proklamasi pembentukan Negara Islam Indonesia, dengan Kartosuwirjo sebagai Imamnya. Menurut C.A.O. Van Nieuwenhuijze menyebutkan bahwa seorang Kiai bernama Jusuf Tauziri sebagai pemimpin kerohanian gerakan DI (Darul Islam) selama tahap pertama. Kemudian seperti yang dikatakan oleh Hiroko Horikoshi, Kiai Jusuf Tauziri menarik dukungannya ketika Kartosuwirjo memberontak terhadap Republik 1949.

Setelah memutuskan hubungan dengan Kartosuwirjo, dia menjadi pemimpin Darul Islam, Dunia Perdamaian, suatu gerakan untuk mendirikan negara Islam dengan cara damai. Namun, banyak literatur sejarah mengungkapkan bahwa Kartosuwiryo-lah pemimpin atau pendiri dari Darul Islam. Ia jugalah yang memproklamirkan Negara Islam Indonesia pada hari-hari sekitar menyerahnya Jepang. Pembentukan Darul Islam dan TII (tentara Islam Indonesia) sendiri disebutkan sebagai respon negative yang diberikan oleh pihak Kartosuwirjo atas adanya perjanjian Renville, antara pemerintah dan pihak Belanda.

Kesepakatan yang mengharuskan TNI menarik diri dari Jawa Barat, hal ini ditolak oleh Kartosuwirjo, dan Pasukannya, yang kemudian membentuk gerakan Darul Islam dengan pasukan yang berganti nama menjadi TII (tentara Islam Indonesia) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Kapan Pancasila Ditetapkan Sebagai Dasar Negara Dan Latar Belakangnya Pemberontakan DI/TII Menurut Alers, sebenarnya pada tanggal 14 Agustus 1945, Kartosuwirjo sudah memproklamirkan suatu negara Darul Islam yang merdeka.

Tetapi setelah tanggal 17 Agustus 1945 ia memihak Republik Indonesia yang diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta. Kemudian pada saat Belanda melancarkan agresi militer I terhadap Republik Indonesia pada tanggal 21 Juli 1947, Kartosuwirjo menyerukan Perang suci menentang Belanda pada tanggal 14 Agustus. Kartosuwirjo beserta gerakan DI-nya sebenarnya mendukung Republik dalam perjuangan melawan Belanda, seperti juga yang dilakukan oleh pasukan Hizbullah dan Sabilillah yang ada di Jawa Barat, di bawah pimpinan Kamran dan Oni.

Namun masalah kemudian muncul ketika Indonesia melakukan perjanjian Renville dengan pihak belanda. Darul Islam kembali bergejolak, hal itu sendiri disebutkan sebagai reaksi negative dari adanya persetujuan akan perjanjian Renville pada bulan Januari 1948.

Menurut perjanjian tersebut pasukan TNI harus ditarik dari dari daerah Jawa Barat yang terletak dibelakang garis demarkasi Van Mook. Dan ketentuan itu harus dilaksanakan pada bulan Februari. Namun sekitar 4000 pasukan Hisbullah dibawah pimpinan Kartosuwirjo, bekas anggota PSII sebelum perang dan bekas anggota Masyumi menolak untuk berhijrah. Reaksi keras dari Pihak Kartosuwirjo yang menentang hasil perjanjian Renville inilah yang dianggap sebagai sebuah pemberontakan bagi para sejarawan.

Dikarenakan sebagai warga negara, Kartosuwirjo beserta pasukannya bisa menerima dan menjalankan hasil dari perjanjian Renville sendiri. Bukan malah melakukan perlawanan dengan pihak pemerintah. Apalagi pada akhirnya Darul Islam sendiri memproklamasikan kemerdekaannya sebagai Negara Islam Indonesia, sementara saat itu, Indonesia sudah merdeka.

Itu sama saja berarti Darul Islam ingin mendirikan negara di dalam sebuah negara. Jelas saja itu dianggap sebagai bentuk dari sebuah gerakan pemberontakan. Meski sebenarnya diungkapkan bahwa Negara Islam Indonesia tidak diproklamirkan pada negara Indonesia melainkan diproklamirkan di daerah yang dikuasai oleh Tentara Belanda, yaitu daerah Jawa Barat yang ditinggalkan oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) ke Jogya.

Sebab daerah de-facto R.I. pada saat itu hanya terdiri dari Yogyakarta dan kurang lebih 7 Kabupaten saja ( menurut fakta-fakta perundingan/kompromis dengan Kerajaan Belanda; perjanjian Linggarjati tahun 1947 hasilnya de-facto R.I. tinggal pulau Jawa dan Madura, sedang perjanjian Renville pada tahun 1948, de-facto R.I.

adalah hanya terdiri dari Yogyakarta). Seluruh kepulauan Indonesia termasuk Jawa Barat kesemuanya masih dikuasai oleh Kerajaan Belanda. Jadi tidaklah benar kalau ada yang mengatakan bahwa Negara Islam Indonesia didirikan dan diproklamirkan didalam negara Republik Indonesia.

Negara Islam Indonesia didirikan di daerah yang masih dikuasai oleh Kerajaan Belanda. Jadi itu berarti gerakan Darul Islam tidak bisa dikatakan sebagai suatu gerakan pemberontakan. Sementara bagi pemerintah Indonesia itu sendiri tampaknya tidak berkeinginan memandang aksi dari Kartosuwirjo ini sebagai suatu pemberontakan terhadap Republik Indonesia, tetapi hanya dianggap sekedar sebagai suatu gerakan-gerakan tingkat daerah terhadap “Negara Pasundan” buatan Belanda.

Karena perlu dijelaskan bahwa pada bulan Maret 1948 kebijakan pembentukan negara federal yang dianut oleh Belanda telah menghasilkan terbentuknya negara Pasundan di daerah-daerah yang diduduki Belanda di Jawa Barat. Artinya Jawa Barat menjadi salah satu dari negara boneka Belanda. Meski sebagian besar dari daerah Jawa Barat itu sendiri telah dikuasai oleh pihak Darul Islam, dengan Tentara Islam Indonesianya. Ini menjadi pembantahan bahwa Darul Islam bukanlah sebuah pemberontakan, dikarenakan lebih mengarah pada sebuah gerakan untuk mengambil alih negara Pasundan, bukan membentuk negara dalam negara, yaitu Indonesia.

Namun, tidak sepenuhnya alasan di atas bisa diterima, meski Darul Islam membentuk negara Islam di negara boneka Belanda, seorang tokoh bernama Kahin mencatat bahwa baru pada akhir bulan Desember 1948 Darul Islam bersikap anti-Republik secara terang-terangan Kemudian pada saat Belanda melancarkan agresi militer ke II (19 September 1948) Kartosuwirjo mengulangi seruannya untuk melakukan perang suci terhadap pihak Belanda.

Dengan begitu, pihak Darul Islam sudah secara terang-terangan tidak terikat dengan Perjanjian Renville lagi. Dan pada akhirnya pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwirjo sebagai Imam dari DI mendeklarasikan berdirinya negara Islam Indonesia. Sekali lagi ia secara resmi mendeklarasikan berdirinya Negara Islam Indonesia, yang kali ini sebagai pengganti terhadap Republik Indonesia (“Yogya”). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Agama Di Indonesia Yang Diakui Oleh Pemerintah Dan Hubungannya Penyebab dan Timbulnya Gerakan DI/TII Karena penolakan terhadap hasil Perundingan Renville, sehingga kekuatan militer Republik Indonesia harus meninggalkan wilayah Jawa Barat yang dikuasai Belanda.

TNI harus mengungsi ke daerah Jawa Tengah yang dikuasai Republik Indonesia. Tidak semua komponen bangsa menaati isi Perjanjian Renville yang dirasakan sangat merugikan bangsa Indonesia. Salah satunya adalah S.M.

Kartosuwiryo beserta para pendukungnya. Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Tentara dan pendukungnya disebut Tentara Islam Indonesia (TII). Gerakan Darul Islam yang didirikan oleh Kartosuwiryo mempunyai pengaruh yang cukup luas. Pengaruhnya sampai ke Aceh yang dipimpin Daud Beureueh, Jawa Tengah (Brebes, Tegal) yang dipimpin Amir Fatah dan Kyai Somolangu (Kebumen), kalimantan selatan dipimpin Ibnu Hajar, dan Sulawesi Selatan dengan tokohnya Kahar Muzakar.

Timbulnya Gerakan DI/TII di Jawa Barat (Kartosoewirjo) Pada tahun 1943, ketika Jepang berkuasa di Indonesia, Kartosoewirjo kembali aktif di bidang politik, yang sempat terhenti. Dia masuk sebuah organisasi kesejahteraan dari MIAI (Madjlis Islam ‘Alaa Indonesia) di bawah pimpinan Wondoamiseno, sekaligus menjadi sekretaris dalam Majelis Baitul-Mal pada organisasi tersebut.

Dalam masa pendudukan Jepang ini, dia pun memfungsikan kembali lembaga Suffah yang pernah dia bentuk. Namun kali ini lebih banyak memberikan pendidikan kemiliteran karena saat itu Jepang telah membuka pendidikan militernya. Kemudian siswa yang menerima latihan kemiliteran di Institut Suffah itu akhirnya memasuki salah satu organisasi gerilya Islam yang utama sesudah perang, Hizbullah dan Sabilillah, yang nantinya menjadi inti Tentara Islam Indonesia di Jawa Barat.

Pada bulan Agustus 1945 menjelang berakhirnya kekuasaan Jepang di Indonesia, Kartosuwiryo yang disertai tentara Hizbullah berada di Jakarta. Dia juga telah mengetahui kekalahan Jepang dari sekutu, bahkan dia mempunyai rencana: kinilah saatnya rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah.

Sesungguhnya dia telah memproklamasikan kemerdekaan pada bulan Agustus 1945. Tetapi proklamasinya ditarik kembali sesudah ada pernyataan kemerdekaan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta. Untuk sementara waktu dia tetap loyal kepada Republik dan menerima dasar “sekuler”-nya. Namun sejak kemerdekaan RI diproklamasikan (17 Agustus 1945), kaum nasionalis sekulerlah yang memegang tampuk kekuasaan negara dan berusaha menerapkan prinsip-prinsip kenegaraan modern yang sekuler.

Semenjak itu kalangan nasionalis Islam tersingkir secara sistematis dan hingga akhir 70-an kalangan Islam berada di luar negara. Dari sinilah dimulainya pertentangan serius antara kalangan Islam dan kaum nasionalis sekuler. Karena kaum nasionalis sekuler mulai secara efektif memegang kekuasaan negara, maka pertentangan ini untuk selanjutnya dapat disebut sebagai pertentangan antara Islam dan negara.

Situasi yang kacau akibat agresi militer kedua Belanda, apalagi dengan ditandatanganinya perjanjian Renville antara pemerintah Republik dengan Belanda. Di mana pada perjanjian tersebut berisi antara lain gencatan senjata dan pengakuan garis demarkasi van Mook. Sementara pemerintah RI harus mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia, maka menjadi pil pahit bagi Republik. Tempat-tempat penting yang strategis bagi pasukannya di daerah-daerah yang dikuasai pasukan Belanda harus dikosongkan, dan semua pasukan harus ditarik mundur –atau “kabur” dalam istilah orang-orang DI– ke Jawa Tengah.

Karena persetujuan ini, Tentara Republik resmi dalam Jawa Barat, Divisi Siliwangi, mematuhi ketentuan-ketentuannya. Soekarno menyebut “kaburnya” TNI ini dengan memakai istilah Islam, “hijrah”. Dengan sebutan ini dia menipu jutaan rakyat Muslim. Namun berbeda dengan pasukan gerilyawan Hizbullah dan Sabilillah, bagian yang cukup besar dari kedua organisasi gerilya Jawa Barat, menolak untuk mematuhinya.

Hizbullah dan Sabilillah lebih tahu apa makna “hijrah” itu. Pada tahun 1949 Indonesia mengalami suatu perubahan politik besar-besaran. Pada saat Jawa Barat mengalami kekosongan kekuasaan, maka ketika itu terjadilah sebuah proklamasi Negara Islam di Nusantara, sebuah negeri al-Jumhuriyah Indonesia yang kelak kemudian dikenal sebagai ad-Daulatul Islamiyah atau Darul Islam atau Negara Islam Indonesia yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai DI/TII.

DI/TII di dalam sejarah Indonesia sering disebut para pengamat yang fobi dengan Negara Islam sebagai “Islam muncul dalam wajah yang tegang.” Bahkan, peristiwa ini dimanipulasi sebagai sebuah “pemberontakan”. Kalaupun peristiwa ini disebut sebagai sebuah “pemberontakan”, maka ia bukanlah sebuah pemberontakan biasa.

Ia merupakan sebuah perjuangan suci anti-kezhaliman yang terbesar di dunia di awal abad ke-20 ini. “Pemberontakan” bersenjata yang sempat menguras habis logistik angkatan perang Republik Indonesia ini bukanlah pemberontakan kecil, bukan pula pemberontakan yang bersifat regional, bukan “pemberontakan” yang muncul karena sakit hati atau kekecewaan politik lainnya, melainkan karena sebuah “cita-cita”, sebuah “mimpi” yang diilhami oleh ajaran-ajaran Islam yang lurus.

Gagasan mendirikan Negara islam Indonesia telah mulai dicanangkan sejak tahun 1942. Pada waktu itu, tokoh DI/TII kartosuwiryo berencana mendirikan sebuah Negara islam didaerah jawa barat.

Selanjutnya, selama masa kependudukan jepang dan setelah proklamasi kemerdekaan Kartosuwiryo menjadi anggota Masyumi dan menjadi sekretaris I partai Masyumi. Pada tanggal 14 agustus 1947, Kartosuwiryo menyatakan perang suci melawan Belanda dan menolak isi perjanjian Renville. Penolakannya terhadap perseyujuan Renville di wujudkan dalam sikap menolak melaksanakan hijrah dan bersama 4000 pasukannya, yang terdiri dari pasukan hizbullah dan sabilillah tetap tinggal di jawa barat.

Dalam sebuah pertemuan di Cisayong pada bulan Februari 1948 Kartosuwiryo telah memutuskan untuk mengubah gerakan kepartaian Nasyumi Jawa Barat menjadi bentuk Negara serta pembekukan partai Nasyumi Jawa Barat. Selanjutnya, melalui Majelis Umat Islam (MUI) yangdi bentuknya, Kartosuwiryo diangkat sebagai imam Negara Islam Indonesia (NII). Selain itu, dibentuk angkatan perang Tentara Islam Indonesia (TII) yang di tempatkan didaerah pegunungan di daerah Jawa Barat.

Sebelum melakukan hijrah, pasukan-pasukan yang tergabung dalam Divisi Siliwangi di Jawa Barat berkuasa didaerah-daerah yang dikenal dnga sebutan “Kantong”. Persetujuan Renville ditandatagani oleh pihak belanda dan Republik Indonesia pada 17 Januari 1948, sedangkan perundingannya dimulai sejak 8 Desember 1947. Diantara organisasi-organisasi bersenjata atau lascar-laskar di Jawa Barat yang berjuang menentang Belanda ada yang menentang pokok-pokok persetujuan Renville.

Mereka yang bersikap demikian antara lain ialah organisasi bersenjata darul Islam yang ada dibawahpimpinan S.M.Kartosuwiryo. daerah-daerah kantong yang kosong di Jawa Barat yang telah di tinggalkan oleh Tentara Republik Indonesia diisi mereka. Berita tentang peristiwa ini diterima dengan kegembiraan di ibu kota republic Indonesia, Yogyakarta, denga harapan bahwa mereka akan meneruskan perjuangan menentang Belanda demi kepentingan Republik Indonesia. Pada akhir bulan Maret 1948 suatu pertemuan dari para tokoh DarulIslam menyatakan berdirinya sebuah “Negara” yang diberi nama “Negara Darul Islam”, dengan presidennya S.M.Kartosuwiryo da angkatan bersenjatanya yang disebut dengan tentara Islam Indonesia (TII).

Pada mulanya “Negara” yang baru didirikan itu tidak menyatakan menentang Republik Indonesia. Tentaranya yaitu TII berhasil merebut beberapa daerah yang tadinya ada di bawah kekuasaan Belanda. Ruang gerak Darul Islam (DI) pada mulanya meliputi daerah-daerah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan daerah-daerah sekitar Majelengka serta Kuningan. Timbulnya gerakan DI/TII ini menimbulkan kesulitan pihak Belanda. Untuk mengatasinya, pihak Belanda mendorong R.A.A.Suriakartalegawa mendirikan sebuah partai yang disebut dengan Partai Rakyat Pasundan (PRP) dengan sekretarisnya Mr.

R. Kustomo. Namun demikian usaha tersebut tidak mendapatkan sambutan baik dari penduduk Jawa Barat, bahkan sebagai reaksi dari para bekas tokoh pimpinan Pguyuban Pasundan timbul usaha untuk menghidupkan kembali organisasi tersebut. Sebagaimana halnya dengan organisasi-organisasi kebangsaan lainnya, Paguyuban Pasundan pada masa pendudukan Jepag dilarang melakukan kegiatan-kegiatan. Setelah dihidupkan kembali, untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi marsyarakat Indonesia yang telah berubah, ama paguyuban Pasundan diubah menjadi Partai Kebangsaan Indonesia yang disingkat menjadi PARKI di bawah pimpinan Suradirja.

Pada bulan akhir Desember 1948, sikap Darul Islam (DI) berubah, yang tadinya anti-Republik Indonesia, sekarang dengan secara terang-terangan menyatakan menentang Republik Indonesia. Terhadap rakyat sering melakukan tindakan terror. Pada permulaannya pada tahun 1949, banyak daerah di jawa Barat yang resminya merupakan daerah Negara pasundan, tetapi dalam kenyataannya ada di bawah pengawasan DI/TII. Tentara belanda pun tidak berdaya mengatasi keadaan ini.

Beberapa pejabat penting Negara Pasundan termasuk wali negarannya, Wiranatakusuma, berkeyakinan behwa hanya angkatan bersenjata Republik Indonesia yang mempunyai kemampuan menindas gerakan DI/TII.

DI / TII Jawa Barat terjadi pada tanggal 7 Agustus 1949 , yang di pimpinan oleh Sekarmadji Maridjan kartosoewiryo Sebab Khusus Pemberontakan : Pemerintah RI menandatangani Perjanjian Renville yang mengharuskan pengikut RI mengosongkan wilayah Jawa Barat dan pindah ke Jawa Tengah , hal ini dianggap Kartosuwirjo sebagai bentuk pengkhianatan Pemerintah RI terhadap perjuangan rakyat Jawa Barat(karena ada beberapa komandan TNI yang menjanjikan akan meninggalkan semua persenjataannya di Jawa Barat jika mereka hijrah nanti.

). Bersama kurang lebih 2000 pengikutnya yang terdiri atas laskar Hizbullah dan Sabilillah, Kartosuwirjo menolak hijrah dan mulai merintis usaha mendirikan Negara Islam Indonesia (NII). Sebab Umum Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat • Kekosongan kekuatan di Jawa Barat • Kartosuwirjo / rakyat menolak kalau Jawa Barat itu diserahkan kepada belanda begitu saja • Rasa tdk puas dg keputusan perjanjian yg mengharuskan TNI keluar dr daerah kantong dan masuk ke wilayah RI Tujuan Pemberontakan DI/TII Jawa Barat • Ingin mendirikan negara yang berdasarkan agama islam lepas dari NKRI sewaktu tentara Belanda menduduki ibukota RI di Yogyakarta.

• Menjadikan Syariat islam sebagai dasar Negara ( pola tingkah laku ,dalam keluarga /masyarakat/ bangsa ataupun Negara) bersumber pada”Alqur’an , Hadist,Isma,Qias”. Upaya pemerintah mengatasi pemberontakan DI/TII Jawa Barat • Upaya Pemusnahan yang dilakukan Pemerintah Untuk menumpas gerakan DI/TII diJawa Barat tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti melakukan pendekatan musyawarah yang di lakukan M.Natsir.

Namun pendekatan musyawarah tersebut tidak membawa hasil sehingga pemerintah RI terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menerapkan operasi militer yang di sebut Operasi Pagar Betis dan Operasi Baratayudha untuk menumpas gerakan DI/TII. Operasi Pagar Betis dilakukan dengan melibatkan rakyat untuk mengepung tempat persembunyian gerombolan DI/TII. Disisi lain, operasi Barathayudha juga dilaksanakan TNI untuk menyerang basis-basis kekuatan gerombolan DI/TII.Dan dijalankanlah taktik dan strategi baru yang disebut Perang Wilayah.

Pada tahun 1 April 1962 pasukan Siliwangi bersama rakyat melakukan operasi “Pagar Betis(mengepung pasukan DI/TII dengan mengepung dari seluruh penjuru )” dan operasi “Bratayudha(operasi penumpasan gerakan DI/TII kartosuwirjo). Pada tanggal 4 juni 1962, S.M.Kartosuwiryo beserta para pengikutnya berhasil ditanggap oleh pasukan Siliwangi di Gunung Geber, Majalaya, Jawa Barat.

Sekarmadji Maridjan kartosoewiryo sempat mengajukan grasi kepada Presiden,tetapi di tolak. Akhirnya S.M.Kartosuwiryo dijatuhi hukuman mati di hadapan regu tembak dari keempat angkatan bersenjata RI 16 Agustus 1962. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pancasila Pada Masa Orde Baru Timbulnya Gerakan DI/TII di Jawa Tengah (Amir Fatah) DI (Darul Islam) pada hakekatnya adalah persoalan yang ditimbulkan oleh golongan extrim Islam yang akan mendirikan Negara Islam Indonesia yang merdeka dengan agama Islam sebagai dasarnya.

Pusat DI di Jawa Barat dipimpin oleh SM. Kartosuwiryo. Kemudian pengaruhnya meluas ke luar daerah yaitu Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan dan Sulawesi Selatan. Gerakan tersebut sesungguhnya telah dimulai pada tahun 1946.

Akibat perjanjian Renville, pasukan pasukan TNI harus meninggalkan kantong kantong gerilya kemudian melaksanakan hijrah. Keputusan tersebut ditolak oleh Kartosuwiryo, karena politik yang demikian dianggap merugikan perjuangan.

Oleh karena itu pasukan Hizbullah dan Sabilillah tidak diizinkan meninggalkan Jawa Barat. Setelah pasukan Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah, Kartosuwiryo lebih leluasa melaksanakan rencananya. Pada bulan Maret 1948 pasukan pasukan itu membentuk gerakan dengan nama Darul Islam (DI) dan tanggal 7 Agustus 1949 Kartosuwiryo memproklamasikan Negara Islam Indonesia (NII) dengan Tentara Islam Indonesia (TII).

Hukum yang berlaku di negara Islam itu ialah hukum Islam. Hal ini jelas bahwa NII tidak mengakui UUD 1945 dan Pancasila. Fatah adalah komandan Laskar Hizbullah di daerah Tulangan, Siduardjo, dan Mojokerto di Jawa Timur pada pertempuran 10 November 1945. Setelah perang kemerdekaan ia meninggalkan Jawa Timur dan bergabung dengan pasukan TNI di Tegal.

Setelah bergabung dengan Kartosuwiryo, Amir Fatah kemudian diangkat sebagai komandan pertemburan Jawa Tengah dengan pangkat Mayor Jenderal Tentara Islam Indonesia. Untuk menghancurkan gerakan ini, Januari 1950 dibentuk Komando Gerakan Banteng Negara (GBN) dibawah Letkol Sarbini. Gerakan DI/Tll Amir Fatah muncul setelah Agresi Militer Belanda II, yang ditandai dengan diproklamasikannya NII di desa Pengarasan, tanggal 28 April 1949.

Gerakan ini didukung oleh Laskar Hisbullah dan Majelis Islam (MI), yang merupakan pendukung inti gerakan, serta massa rakyat yang mayoritas terdiri dari para petani pedesaan. Kelompok-kelompok masyarakat tersebut memberikan dukungannya kepada DI/TII karena alasan ideologi, yaitu memperjuangkan Ideologi Islam dengan mengakui eksistensi Negara Islam Indonesia (NII).

Amir Fatah merupakan tokoh yang membidani lahirnya DI/TII Jawa Tengah. Semula ia bersikap setia pada RI, namun kemudian sikapnya berubah dengan mendukung Gerakan DI/TII. Perubahan sikap tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, terdapat persamaan ideologi antara Amir Fatah dengan S.M. Kartosuwiryo, yaitu keduanya menjadi pendukung setia Ideologi Islam. Kedua, Amir Fatah dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh “orang-orang Kiri”, dan mengganggu perjuangan umat Islam.

Ketiga, adanya pengaruh “orang-orang Kiri” tersebut, Pemerintah RI dan TNI tidak menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah Tegal-Brebes. Bahkan kekuasaan MI yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus disebahkan kepda TNI di bawah Wongsoatmojo. Keempat, adanya perintah penangkapan dirinya oleh Mayor Wongsoatmojo. Pemberontakan di Kebumen dilancarkan oleh Angkatan Umat Islam (AUI) yang dipimpin oleh Kyai Moh.

Mahfudz Abdulrachman (Romo Pusat atau Kiai Sumolanggu) Gerakan ini berhasil dihancurkan pada tahun 1957 dengan operasi militer yang disebut Operasi Gerakan Banteng Nasional dari Divisi Diponegoro. Gerakan DI/TII itu pernah menjadi kuat karena pemberontakan Batalion 426 di Kedu dan Magelang/ Divisi Diponegoro.

Didaerah Merapi-Merbabu juga telah terjadi kerusuhan-kerusuhan yang dilancarkan oleh Gerakan oleh Gerakan Merapi-Merbabu Complex (MMC). Gerakan ini juga dapat dihancurkan. Untuk menumpas gerakan DI/TII di daerah Gerakan Banteng Nasional dilancarkan operasi Banteng Raiders. DI / TII Jawa Tengah terjadi Pada tanggal 23 Agustus 1949, Pepimpinya Amir Fatah dan Mahfu’dz Abdurachman ( Kyai Somalangu). DI/TII itu kemudian memusuhi pasukan TNI dengan mengadakan pengadangan dan menyerang pasukan TNI yang sedang dalam perjalanan kembali ke Jawa Barat.

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dengan segala cara menyebarkan pengaruh nya ke Jawa Tengah. Gerakan DI/TII di Jawa Tengah di pimpin Amir Fatah. Daerah operasinya di daerah Pekalongan Tegal dan Brebes dimana daerah tersebut mayoritas pendudukanya beragama Islam yang fanatik. Pada waktu daerah pendudukan Belanda terjadi kekosongan, maka pada bulan Agustus 1948 Amir Fatah masuk ke daerah pendudukan Belanda di Tegal dan Brebes dengan membawa 3 kompi Hizbullah.

Amir Fatah masuk daerah pendudukan melalui Sektor yang dipimpiin oleh Mayor Wongsoatmojo. Mereka berhasil masuk dengan kedok untuk mengadakan perlawanan terhadap Belanda dan mendapat tugas istimewa dari Panglima Besar Sudirman untuk menyadarkan Kartosuwiryo.

Amir Fatah setelah tiba di daerah pendudukan Belanda di Pekalongan dan Brebes kemudian melepaskan kedoknya untuk mencapai tujuan. Dengan jalan intimidasi dan kekerasan berhasil membentuk organisasi Islam yang dinamakan Majlis Islam (MI) mulai tingkat dewasa sampai karesidenan.

Disamping itu menyusun suatu kekuatan yaitu Tentara Islam Indonesia (TII) dan Barisan Keamanan serta Pahlawan Darul Islam (PADI). Dengan demikian di daerah pendudukan, Amir Fatah telah menyusun kekuatan DI di Jawa Tengah. Sementara itu Mayor Wongsoatmojo pada bulan Januari 1949 masuk daerah pendudukan Belanda di Tegal dan Brebes dengan kekuatan 4 kompi. Kemudian diadakan perUndingawn dengan pimpinan Majelis Islam (MI) yang diawali Amir Fatah. Dengan perundingan itu dapat dicapai suatu kerjasama antara pemerintah militer dengan MI juga antara TNI dengan pasukan Hizbullah dan Amir Fatah diangkat menjadi Ketua Koordinator daerah operasi Tegal Brebes.

Dibalik itu semuanya Amir Fatah menggunakan kesempatan tersebut untuk menyusun kekuatan TII dan DI nya. Usaha untuk menegakkan kekuasaan di Jawa Tengah semakin nyata.

Lebih-lebih setelah datangnya Kamran Cakrabuana sebagai utusan DI/TlI Jawa Barat untuk mengadakan perundingan dengan Amir Fatah maka keadaan berkembang dengan cepat. Amir Fatah diangkat Komandan Pertempuran Jawa Tengah dengan pangkat Mayor Jenderal TII.

Sejak itu Amir menyerahkan tanggung jawab dan jabatannya selaku Ketua Koordinator daerah Tegal Brebes kepada Komandan SKS (Sub Wherkraise) III.

Ia mengatakan bahwa Amir Fatah dengan seluruh kekuatan bersenjatanya tidak terikat lagi dengan Komandan SWKS III. Untuk melaksanakan cita citanya di Jawa Tengah, DI mengadakan teror terhadap rakyat dan TNI yang sedang mengadakan perlawanan terhadap Belanda. Dengan demikian dapat dibayangkann betapa berat perjuangan TNI di daerah SWKS III, karena harus menghadapi dua lawan sekaligus yaitu Belanda dan DI/TII pimpinan Amir Fatah.

Kemudian pasukan DI mengadakan penyerbuan terhadap markas SWKS III di Bantarsari. Pada waktu itu pula terjadilah pembunuhan massal terhadap satu Regu Brimob pimpinan Komisaris Bambang Suprapto. Pukulan teror DI di daerah SWKS III membuat kekuatan TNI menjadi terpecah belah tanpa hubungan satu sama lain.

Akibatnya teror DI tersebut, daerah SWKS III menjadi gawat. Untuk mengatasi keadaan ini Letkol Moch. Bachrun Komandan Brigade 8/WK I mengambil tindakan mengkonsolidasikan SWKS III yang telah terpecah pecah. Kemudian diadakan pengepungan terhadap pemusatan DI. Gerakan selanjutnya dilaksanakan dalam fase ofensif. Gerakan tersebut berhasil memecah belah kekuatan DI/TII sehingga terjadi kelompok kelompok kecil.

Dengan terpecahnya kekuatan DI menjadi kelompokkelompok kecil tersebut akhirnya gerakan mereka dapat dipatahkan. Setelah itu gerakan diarahkan kepada pasukan Belanda DI/TII. Gerakan itu dilaksanakan siang dan malam, sehingga kedudukan mereka terdesak. Dalarn keadaan moril pasukan tinggi, datang perintah penghentian tembak menembak dengan Belanda. Akhirya menghasilkan KMB yang keputusan keputusannya harus dilaksanakan oleh TNI antara lain penggabungan KNIL dengan TNI.

Dalam situasi TNI berkonsolidasi, Amir Fatah mengambil kesempatan untuk menyusun kekuatan kembali. Kekuatan baru itu memilih daerah Bumiayu menjadi basis dan markas komandonya. Setelah mereka kuat mulai menyerang pos pos TNI dengan cara menggunakan massa rakyat. Untuk mencegah DI Amir Fatah agar tidak meluas ke daerah daerah lain di Jawa Tengah, maka diperlukan perhatian khusus.

Kemudian Panglima Divisi III Kolonel Gatot Subroto mengeluarkan siasat yang bertujuan memisahkan DI Amir Fatah dengan DI Kartosuwiryo, menghancurkan sama sekali kekuatan bersenjatanya dan membersihkan sel sel DI dan pimpinannya. Dengan dasar instruksi siasat itu maka terbentuklah Komando Operasi Gerakan Banteng Nasional (GBN). Daerah Operasi disebut daerah GBN. Pimpinan Operasi GBN yang pertama Letkol Sarbini, kemudian diganti oleh Letkkol M. Bachrun dan terakhir Letkokl A.

Yani. Dalam kemimpinan Letkol A. Yani untuk menumpas Di Jawa Tengah dan gerakan ke timur dari DI Kartosuwiryo yang gerakannya meningkat dengan melakukan teror terhadap rakyat, maka dibentuk pasukannya yang disebut Banteng Raiders.

Kemudian diadakan perubahan gerakan Banteng dari defensif menjadi ofensif. Gerakan menyerang musuh dilanjutkan dengan fase pembersihan. Dengan demikian tidak memberi kesempatan kepada musuh untuk menetap dan konsolidasi di suatu tempat. Operasi tersebut telah berhasil membendung dan menghancurkan exspansi DI ke timur, sehingga rakyat Jawa tengah tertindar dari bahaya kekacauan dan gangguan keamanan dari DI.

Dibawah kepemimpinan Amir Fatah, sampai dengan tahun akhir tahun 1950, Gerakan DI/TII mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bahkan ia behasil mempengaruhi Angkatan Oemat Islam (AOI), dan Batalyon 426 untuk melakukan pemberontakan. Sedangkan pengaruhnya terhadap Batalyon 423 tidak sempat memunculkan pemberontakan kerena adanya tindakan pencegahan dan Panglima Divisi Diponegoro. • Sebab Khusus Pemberontakan • Terjadi karena Batalion 624 pada Desmber 1961 membelot dan menggabungkan diri dangan DI/TII di daerah Kudus dan Magelang(selain di daerah Tegal-Brebes , di daerah selatan(Kebumen ) juga terdapat gerkan DI/TII yang dipimpin oleh Muhamad Mahfudh Abdurahcman / Kyai Somalangu .

• Tujuan Pemberontakan 1. Ingin mendirikan negara yang berdasarkan agama islam lepas dari NKRI 2. Menjadikan Syariat islam sebagai dasar Negara ( pola tingkah laku ,dalam keluarga /masyarakat/ bangsa ataupun Negara) bersumber pada”Alqur’an , Hadist,Isma,Qias”.

• Upaya Pemerintah Mengatasi Pemberontakan Untuk menumpas pemberontakan ini pada bulan Januari 1950 pemerintah melakukan operasi kilat yang disebut “Gerakan Banteng Negara” (GBN) di bawah Letnan Kolonel Sarbini (selanjut-nya diganti Letnan Kolonel M. Bachrun dan kemudian oleh Letnan Kolonel A. Yani). Gerakan operasi ini dengan pasukan “Banteng Raiders.” Sementara itu di daerah Kebumen muncul pemberontakan yang merupakan bagian dari DI/ TII, yakni dilakukan oleh “Angkatan Umat Islam (AUI)” yang dipimpin oleh Kyai Moh.

Mahudz Abdurachman yang dikenal sebagai “Romo Pusat” atau Kyai Somalangu. Untuk menumpas pemberontakan ini memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan. Pemberontakan DI/TII juga terjadi di daerah Kudus dan Magelang yang dilakukan oleh Batalyon 426 yang bergabung dengan DI/TII pada bulan Desember 1951. Untuk menumpas pemberontakan ini pemerintah melakukan “Operasi Merdeka Timur” yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade Pragolo.

Pada awal tahun 1952 kekuatan Batalyon pemberontak terrsebut dapat dihancurkan dan sisa- sisanya melarikan diri ke Jawa Barat dan ke daerah GBN. Timbulnya Gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan Pemberontakan DII/TII di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Kahar Muzakkar. Kahar Muzakkar dilahirkan di Lanipa, kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu pada tanggal 24 Maret 1921.

Lantaran sebuah kekecewaan kepada TNI, Kahar Muzakkar memilih masuk hutan. Dia meletakkan pangkat kolonelnya. Bersama pengikutnya, Kahar Muzakkar terus bergerilya dihutan. Mereka mengobarkan perlawanan kepada TNI dan pemerintahan Soekarno. Untuk merealisasikan obsesinya yang menginginkan Indonesia menjadi negara islam, Kahar Muzakkar lalu mengikuti jejak Kartosuwiryo yang bermarkasdi Jawa Barat dengan gerakkan DI/TII(Darul Islam/Tentara Islam Indonesia).

Dengan dengung nuansa islam, DI/TII sulsel semakin mendapat simpati dari masyarakat luas. Bagaikan sebuah ajakan yang menjajikan sesuatu. Gerakan itupun semakin besar dan meluas. Hampir semua daerah tingkat dua di sulsel khususnya wilayah pegunungan dIjadikan markas anggota setia DI/TII. Pemerintahan Soekarno melihat gerakan itu membahayakan.

Apalagi tentara-tentara Kahar Muzakkar selain dilatih militer secar profesionaljuga dilengkapi dengan senjata api yang ampuh. Lanatarn itu pihak TNI pun melancarkan perang dengan DI/TII. Markas-markas DI/TII menjadi bulan-bulanan penyerbuan . bukan hanya dari tentara yang ada di daerah ini, tapi tentara-tentara jawa pun terpaksa didatangkan. Tujuannya, menghancurkan gerakan radikal islam ini. Meski penyerbuan bertubi-tubi, Kahar Muzakkar bersama anggotanya tak pernah gentar memberikan perlawanan.

Bahkan pihak DI/TII sesekali menadhului peneyerangan.perumpahan darahpun dari kedua belah pihak tak terhindarkan itulah sebuah resiko perang yang lahir dari sebuah sikap tak mengenal kompromi. Dan itu sangat disadari oleh Kahar Muzakkar. Melihat ketegaran gerakan tentara islamini tak kenal kompromi, pemerintah terpaksa mengubah strategi serbuannya.

Dan itu terjadi menjelang 15 tahun kejayaan DI/TII dihutan belantara sulsel pimpinan Kahar muzakkar. Strategi itu tampaknya ampuh, soalnya sejumlah petinggi milik DI/TII sempat dipengaruhi untuk bergabung dengan pemerintah, dalam hal ini TNI. Mereka dijanjikan kejayaan dan pengkat yang menggiurkan.

Ternyata iming-imng itu banyak diantara pengikut Kahar Muzakkar membelot masuk kepangkuan TNI. Sekitar setahun proses pelumpuhan perjuangan DI/TII itu berjalan, akhirnya pihak pemerintah memetik buahnya. DI/TII saat itu memang mulai kehilangan gigi. Nafas perjuangannya sudah terputus-putus lantaran andalan-andalan Kahar muzakkar sebagian telah menghianati ikrar perjuangan yang telah dicuatkan bersama.

Di saat seperti itulah entah berapa kali pihak pemerintah membentuk tim khusus untuk melakukan perundingan dengan Kahar Muzakkar yang tetap konsisten dihutan. Tim perundingan yang bertujuan mengajak Kahar Muzakkar untuk berdamai itu kadang diketuai M. Jusuf (kini jendral). Ternyata meski sudah milai kehilangan anak buah andalan, Kahar Muzakkar tetap dalam sikapnya tak mengenal kompromi, apalagi menyerah. Kata menyerah tak ada dalam kamus Kahar Muzakkar. Menghianatnya sejumlah orang dekat pejuang islam itu, membuat Kahar Muzakkar merasa kecewa.

Namun rasa kekecewaan itu tidak dijadikan sebagai alasan untuk menghentikan perjuangan. Bersama sisa-sisa anggotanya yang tetap konsisten, Kahar Muzakkar tetap mengobarkan perlawanan, meski hal itu dilakukan dihutan-hutan belantara dengan cara berpindah-pindah.

Kadang di hutan Sulawesi Selatan, kadang di hutan Sulawesi Tenggara. Begitula stategi perlawanan yang dilakukan DI/TII. Entah bagaimana prosesnya dan peristiwa ini masih diragukan oleh sejumlah pengikut Kahar Muzakkar pada 2 februari 1965, bertempat dipinggiran sungai Lasolo Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, tiba-tiba tersiar kabar Kahar Muzakkar tewas ditembak oleh pasukan siliwangi yang menyerbu markas DII/TII.

Mencuatnya informasi dari pihak pemerintah dalam hal ini TNI memang ampuh mematikan api semangat perjuangan sebagian anggota DI/TII yang bertahan di hutan. Soalnya mereka yang berhasil diyakinkan akan kematian komandannya itu, membuat mereka merasa kehilangan nyalinperjuangan. Peristiwa itu sejak dicuatkannya kepermukaan hingga sekarang ini masih menjadi perdebatan dikalangan masyarakat sulsel.

Sebagian percaya dan sebagian besar tidak percaya. Mereka yang tidak meyakini kebenaran kematian komandannya itulah yang tak henti-hentinya mendengungkan bahwa Kahar Muzakkar masih hidup.itulah akhir dari sebuah perlawanan selama 15 tahun dihutan.

Melahirkan sebuah misteri. Yang tak jadi misteri adalah Kahar Muzakkar tak pernah menyerah. Lima belas tahun dia bertualang di hutan-hutan Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Sejak 7 agustus 1953 Kahar Muzakkar mempermaklumkan bahwa daerah Sulawesi menjadi bagian negara islam Indonesia dipimpin Kartosuwiryo. TNI dijadikannya tentara islam di Indonesia. Menarik juga Kahar yang begitu membenci segala sesuatu yang bersifat Jawa seperti yang biasa dibaca dalam konsepsi negara demokrsai Indonesia yang disusunnya namun bersedia menerima kepemimpinan S.M Kartosuwiryo, seorang yang tak diragukan kejawaannnya.

Kahar diangkat sebagai panglima difisi IV TII. Menyandang sepucuk pistol, granat dan beberapa buah buku, Kahar yang berpakaiaan hitam meloncat dari jendral. Dibawah dia dihadang oleh kopral sadeli tak menghiraukan perintah “angkat tangan”, Kahar Muzakkar mencoba bermain api Sadeli memuntahkan tembakan mendatar. Imam itu gugur, tak sempat mewasiatkan sepatah kata pun.

Kisah kematian pejuan islam radikal diatas trntu saja versi pemerintah, dalam hal ini TNI. Namun bagi sebagian besar simpatisannya khususnya dari mantan anggota DI/TII hingga kini belum mengakui kebenaran mantan komandannya itu buktinya banyak cerita muncul kalau Kahar Muzakkar masih hidup.

Namun semua itu tidak memperkuat posisi Kahar Muzakkar dalam keikut sertaanya mengatur bangsa ini. Malahan makin dipersempit oleh pasukan TNI. Merasa terancam dan kecewa, Kahar Muzakkar bersama pasukannya mengubah haluan. Mencari jalan alternatif. Dia lalu menggabungkan diri dalam gerakan DI/TII pimpinan Karosuwiryo di Jawa Barat.

Itu berarti konsep pancasila versi Kahar Muzakkar diganti dengan konsep negara islam Indonesia. Setidak-tidaknya Kahar Muzakkar harus mengubah 2 hal, ideologi dan tujuan gerakannya. Perhitungan Kahar Muzakkar dengan balik haluan ini memang mendapat dukungan dari masyarakat, baik secara aktif maupun secara pasif. Mengingat masyarakat Sulawesi Selatan dan Tenggara mayoritas beragama islam. Begitu menyatakan dirinya bergabung dengan DI/TII pimpinan Kartosuwiryo pada 1953 Kahar Muzakkar melakukan pembenahan.

Pertama mengubah ideologi dari pancasila menjadi islam, dan dari republik Indonesia menjadi Negara Islam Indonesia.

Masa ini disebut sebagai penggalangan dan masa peralihan. Kendati dia lahir dikalangan masyarakat Sulawesi Selatan yang dikategorikan berkeyakinan kuat terhadap agama islam, namun Kahar Muzakkar tidak memperoleh pendidikan formal islam dari sebuah madrasa atau pesantren.

Kahar Muzakkar memperoleh pendidikan islam disekolah muhammadiyah di Jawa. Menyadari kekurangan dirinya, Kahar Muzakkar melancarkan jurusnya. Termasuk merangkul beberapa kiai besar di Sulawesi Selatan. Bahkan dia tidak segan-segan menculiknya bila memperlihatkan perlawanan tersebutlah nama KH.

Abd. Rahman Ambo Dalle dan KH. Muin Yusuf yang sudah punya pengaruh besar di masyarakat berhasil dirangkul, setelah diperdaya. Tujuannya, tak lain memperbesar dan memperluas pengaruhnya. Dengan begitu konsep negara islam Indonesia di sulawesi Selatan cepat tersebar. Belakangan KH. Abd Rahman ambo Dalle dan KH. Muin Yusuf diangkat sebagai ketua dewan patwa. Proklamasi ini satu paket dengan undang-undang dasar republik Indonesia.

Berisikan 3 bagian, 14 bab, dan 57 pasal. Wilayah RPII seperti tercantum dalam undang-undang meliputi wilayah Indonesia. Negara menghargai dan membantu kehidupan segenap bahasa daerah dalam wilayah negara. Yang menarik juga dalam undang-undang RPII ini yaitu disebutkan hak milik : “penggunann kekayaan yang ada dilangit, udara, bumi, dan laut, diatur dalam undang-undang sepanjang ajaran islam. Begitu bunyi pasal 28 undang-undang RPII. Disamping ada hak milik, juga terdapat bab hak asasi manusia.

Bab ini terdiri atas 6 pasal. Pemerintah berdasarkan islam, merupakan obsesi Kahar Musakkar yang tak perlu diragukan lagi. Paham itu sudah dijadikan harga mati dalam perjalanan hidupnya. Bila dalam prosesnya menemukan jalan buntu, dia berupaya mencari jalan baru. Begitulah ketika berselisih paham dengan kartosueiryo dan Daud Beureueh, Kahar muzakkar menyatakan diri berdiri sendiri dan memproklamasikan negara yang di impikannya itu, yakni repoblik persatuan indonesia Bukankah Kartosuwiryo yang memperkenalkan konsep negara islam untuk Kahar Muzakkar dan bukankah juga Kartosuwiryo menjadi iman dan pimpinan tertinggi DI/TII di indonesia.

Namun demi sebuah cita-cita, Kahar Muzakkar mencoba tidak sepaham dengan langkah-langkah perjuangan atasannya itu. Untuk mewujudkan RPII, Kahar Muzakkar terlebih dahulu mengorganisasikan suatu pertemuan bersama pengikutnya di Sulawesi Selatan. Pertemuan itu bernama PUPIR III (pertemuan urgentie pejuang islam revolusioner III) pada 14 Mei 1962. Menurut Kahar Muzakkar, undang-undang RPII itu Kahar Muzakkar sebagai pejabat chalifa. Dalam pernyataannya, Kahar Muzakkar mengajukan beberapa alasan kenap ajaran islam harus diperjuangkan.

Menurut Kahar Muzakkar, Undang-undang RPII memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan UUD negara atau yang dinilainya “dunia sekulerisme” itu. Karena kelebihan itu Kahar Muzakkar membatalkan dua proklamasi yang pernah ada di Indonesia.

Pertama, proklamasi 17 agustus 1945 yang dinyatakan Soekarno Hatta dan Proklamasi 17 agustus 1945 yaitu duta politik bahkan Kahar Muzakkar menuduh Soekarno sebagia pimpinan “gadungan”. Kedua, penolakan proklamasi 7 agustus 1949 proklamasi pembentukan NII( negara islam indonesia) yang melahirkan DI/TII di Indonesia. Untuk mewujudkan negara yang diimpikan Kahar Muzakkar itu dia menyebutkan feodalisme dan alim ulama dan mazhab sebagai perusak kehidupan kesatuan masyarakat islam.

Itu sebabanya kedua golongan ini menjadi prioritas pertama yang harus dihilangkan Kahar Muzakkar. Juga bertekat membersihkan masyarakat islam dari hadist-hadist palsu. Karena satu-satuny landasan pengaturan hidup masyarakat islam ialah Alqur’andan hadist-shahih, dan campur tangan manusia.

Suasana wilayah Bonepute, Kabupaten Luwu tahun 1962 cukup tegang, Andi Muhammad Jusuf panglima komando Operasi Kilat Kodam XIV Hasanuddin usai mengadakan pertemuan dengan Kahar Muzakkar pemimpin DI/TII wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara. Hasilya, tidak ada kesepakatan. Dalam pertemuan empat mata di sebuah kamar M.

Jusuf meminta Kahar Muzakkar untuk berdamai saja. Namun tidak diterima pimpinan DI/TII itu Kahar Muzakkar kemudian mengirim surat kepada komandan RTP Guntur, Andi Sose yang sebelumnya adalah anak buahnya ketika awal masuk bergerilya. Andi Sose yang sudah kembali kepangkuan ibu pertiwi setelah mengetahui perundingan Bonepute gagal, menawarkan pula perundingan. Andi Sose menawarkan berbagi alternatif agar terjadi kesepakatan antara pihak DI/TII dengan TNI.

Namun sikap Kahar Muzakkar Tidak berubah, karena apa yang ditawarkan kepadanya dianggapnya merupakan suatu kesalahan. Untuk itu, pemimpin DI/TII sulsel ini mengirim surat tantangan Kahar Muzakkar kepada Andi Sose untuk tetap bertempur. Surat Kahar Muzakkar kepada Andi Sose ini Merupakan ungkapan refleksi kemarahannya kepada andi Sose yang dinilai lancang telah memeranginya dan berusaha mempengaruhinya untuk berdamai.

Meski dalam suratnya, Kahar Muzakkar menganggap perang yang telah dihadapinya adalah perang yang melawan kebathilan. Pejuang islam yang tidak pernah gentar ini menganggap dirinya berada di pihak yang yang baik dan benar.

Dengan demikian pertempuran yang akan diteruskan akan mendapat perlindungan Tuhan. Dalam opersi-operasi penumpasan pasuka DI/TII di wilayah Sulsel dan Tenggara, hampir seluruh resimen yang dibawahi koodam XIV Hasanuddin ikut tterlibat penumpasan.

Andi Sose misalnya dengan pangkat mayor, salah seorang pejabat di kodam XIV Hasanuddin waktu itu berkali-kali dipercaya meminpin komando operasi.

Ketika berlangsung operasi kilat, Mayor Andi Sose sebagai kepala Staf Resimen 23 dipercaya meminpin Komando Operasi. Dari sinilah dia menawarkan kepada Kahar Muzakkar untuk berdamai tapi tawaran itu ditolak pimpinan DI/TII itu Kordinasi Operasi yang dilakukan oleh komando operasi kilat dinilai lancar. Soalnya didukung kondisi yang berkembang di dalm negeri. Saat itu terjadi penyelesaiian keamanan diseluruh wilayah Negara RI temasuk irian jaya.

Dalam priode 1960-1962 terjadi proses penyelesaian pemberontakan DI/TII pimpinan Muhammad Daud Beureueh. Di Aceh, dapat diselesaikan melalui perundingan damai pada tahun itu juga. Irian barat dapat pula di selesaikan melalui jalan damai pada tahun itu juga.

Irian dapat pula diselesaikan melalui jalan damai. Ketika Andi sose turun gunung dan kembali bergabung dengan TNI, dia dimasukkan kedalam APRI Pada 1952. Semasa bersama Kahar Muzakkar, sebelum masuk Hutan Andi Sose merupakan seorang Komandan TKR (Tentara Keamanan Rakyat )pimpinan Kahar Muzakkar.

TKR waktu itu merupakan pasaukan dan disegani banyak pihak. Saat berada di APRI beberapa kali Andi Sose memeimpin Operasi penumpasan pasukan DI/TII Diantara Operasi Penumpasan itu, dia melakukan pendekatan terutama terhadap Kahar Muzakkar dan pasukannya. Tujuannnya, agar peneylasaian keamanan antara TNI dengan DI/TII dapat berlangsung dengan damai.

Salah satu diantara sekian cara pendekatan yang dilakukan Andi Sose kepada Kahar Muzakkar adalah dengan menggugah nurani emimpin DI/TII itu melalui sebuah surat. Meski sejak peristiwa itu hingga kini masih banyak simpatisan DI/TII dan Kahar Muzakkar meyakini kalau yang terbunuh saat itu bukan Kahar Muzakkar, kata seorang mantan anggota DI/TII yang menjalani hari-hari tuanya di Luwu.

Belakangan perundingan antara warou dengan Kahar Muzakkar tidak berlanjut. Bersama Usman Balo, Kahar Muzakkar kembali masuk hutan, pasukan CTN yang belakangan berubah menjadi TKR harus menyusun taktik baru dalam hutan. Termasuk menjalin hubungan dengan pimpinan DI/TII Kartosuwiryo di Jawa Barat.

Jalinan Kahar Muzakkar dengan pimpinan DI/TII Kartosuwiryo membuat Usman Balo merasa dikhianati. “setelah saya mendengarkan Kahar Muzakkar memproklamirkan DI/TII di Sulsel, saya menyatak mundur dari pasukan Kahar Muzakkar,” aku Usman Balo. “saya tak ingin mendirikan negara diatas negara. Saya tetap mempertahankan pancasila,” tegas Usman Balo.

Sejak itu tahun 1952 pasukan Usman Balo harus mengahdapi 2 musuh sekaligus; Pasukan Kahar Muzakkar di TII dan TNI. Saran dan usul yang selalu dilancarkan Usman Balo, datang selalu disabot Sanusi Daris.

Hubungan Kahar Muzakkar dengan Usman Balo pun terputus.Pergolakan dan pertempuran DI/TII, berlangsung dalam kurun waktu 15 tahun, membawa dampak dan pengaruh begitu luas di daerah ini. Kahar Muzakkar merupakan figur utama dalam pergerakan itu. Dia punya peranan penting menentukan pasang surut gerakan dan pemberontakan. Bertepatan waktu gerakan DI/TII sedang berlangsung di makassar diproklamirkan Permesta(perjuangan Semesta Alam), dini hari 2 maret 1957. Di ikrarkan oleh 51 tokoh masyarakat sebagian dari sipil, sebagian dari militer.

Permesta dan DI/TII pimpinan Kahar Muzakkar menjalin pertemuan dan melahirkan kerjasama. Pertemuanpun berlangsung pada 17 april 1958. Pemesta diwakili Saleh Lahade dan Mochtar Lintang, sedangkan pihak DI/TII diwakili Kahar Muzakkar. Jumpa pers yang dilakukan kedua pimpinan itu mengatakan, telah dilakukan persetujuan bersama untuk bekerjasama dalam tujuan sama: memerangi kaum komunis Indonesia dan Internasional. Gerungan dalam struktur Pemesta, selaku komandan sektor II Resimen Tim Pertempuran Anoa di Sulawesi Tengah dengan basis di Poso.

Saat operasi militer dari pemerintah terhadap pasukan permesta, gerungan menghindar kewilayah selatan Poso bersama 200 anggota pasukan dan masuk kesulsel. Pada 1959 gerungan menjalin kerjasama militer dengan DI/TII. Pada 1960, dia masuk agama islam dan menjadi kepercayaan Kahar Muzakkar. Ribuan mahasiswa di Makassar menuntut sebuah negara baru bernama Bangsa Indonesia Timur Merdeka.

Diproklamirkan di depan monumen mandala Makassar pada jum’at 22 Oktober 1999. Memang Kahar Muzakkar dan pasukannya yang melakukan pemberontakan menolak bergabung dengan negara kesatuan RI dan DI/TII pimpinan Kartosuwiryo memproklamirkan sebuah negara bernama RPII (Republik Persatuan Islam Indonesia) pada 14 Mei 1962.

Namun ketika melihat ketidak adilan yang dirasakan oleh Kahar Muzakkar bersama pasukannya menyatakan menolak bergabung dengan negara RI, maka Kahar Muzakkar bersama pasukannya menyatakan menolak bergabung dengan negara RI, kemudian menyatakan bahwa wilaya Sulsel adalah bagian dari Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan Kartosuwiryo yang berpusat di Jawa Barat.

Tindakan Kahar Muzakkar dan pasukannya membuat presiden Soekarno marah besar. Kahar Muzakkar dan pasukannya dinyatakan pemberontak sehngga harus ditumpas. Melaui operasi-operasi militer dilakukan Tentara Nasional Indonesia.

Terhadap pasukan DI/tii yang menyatakan hutan sebagai basis perjuanganya. Operasi militer tentara tidak mampu meredam perjuangan DI/TII untuk menjadikan Indonesia ini sebuah negara berdasarkan syariat islam. Apalagi DI/TII yang menjadikan islam basis perjuangannya mendapat sambutan hangat dari sebagian masyarakat Sulawesi Selatan yang fanatisme terhadap islam.

Berkat dukungan besar dari masyarakat Sulsel terutama yang menetap diwilayah pedalaman, DI/TII semakin kuat melakukan perlawanan terhadap TNI. Belakangan Kahar Muzakkar mengaku pula, ikut bergabung dengan negara republik Indonesia. Keduanya baik RI maupun DI/TII tetap menghindari negara kesatuan, yang letak kepemimpinannya berada di Jawa Barat. Padahal Kahar Muzakkar memilki ide agar DI/TII meilih bentuk federasi sehingga wilayah-wilayah di luar pulau Jawa menjadi negara bagian yang mempunyai hak otonomi luas.

Ide Kahar Muzakkar untuk menjadikan negara DI/TII dalam bentuk federasi ditolak mentah-mentah oleh Kartosuwiryo. Pimpinan DI/TII tetap menghendaki negara kedaulatan dengan alasan agar kepemimpinan tetap berada ditangannya.

Akibat penolakan Kartosuwiryo itu, Kahar Muzakkar dan pasukannya kemudian menyatakan melepaskan diri dari DI/TII dan menyatakan membentuk sebuah negara RPII dan berdasarkan chalifah republik berdaulat berdasarkan al-qur’an.

Bukit raminta ini gua yang pernha di tempati Sanusi Daris salah seorang panglima DI/TII yang tetap bertahan selama 21 tahun dihutan. Ketika Ka har Muzakkar dinyatakan tewas tertembak pada tnggal 2 Februari 1965, perlahan-lahan pasukan DI/TII yang berada di huatan maupun yang bergerilya di kota mnyerahkan diri dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Mereka menganggap bahwa tewasnya pemimpin DI/TII maka berakhir pula perjuangan DI/TII untuk mendirikan negara berdasarkan syariat agama islam. Bagi Sanusi Dari smendapat amanat dari Kahar Muzakkar sebelum dinyatakan tewas tertembak versi pemerintah agar bertahan dihutan meneruskan perjuangan dan cita-cita DI/TII. Disebut-sebut setelah pertemuan antara letkol (kini jendral purn.) M. Jusuf dan Kahar Muzakkar, pimpinan DI/TII ini mengadakan oertemuan dengan orang-orang kepercayaannya.

Sisa-sisa kekuatan DI/TII di Sulsel yang dipimpin Sanusi Daris pernah berunding dengan pemerintah. Untuk itu, Sanusi Dari sebagai wakil dari Kahar Muzakkar mengambil alih tanggung jawab memimpin perjuangan DI/TII. Sesuai cita-cita awal, mewujudkan sebuah negara yang berasaskan islam bersama psukannya, Sanusi Daris tetap bertahan dalam huatan dan melakukan gerilya menghadapi operasi militer tentara yang terus meburu sisa pasukan DI/TII yang masih bertahan didalam hutan.

Operasi militer yang dilakukan kodam XIV Hasanuddin tidak pernah berhasil menumpas sisa psukan DI/TII yang lebih menguasai medan hutan.bahkan ketika operasi militer TNI dipimpin kapten Mappiabang menelusuri jejak-jejak pasukan DI/TII dihutan wilayah enrekang, Tator dan Pinrang. Mereka menganggap bahwa Sanusi Daris sudah meninggalkan daratan Sulawesi. Sebelum era reformasi datang , membicarakan mati hidupnya kahar Muzakkar adalah sesuatu yang tabu. Telah menjadi kesan di tengah masyarakat Sulsel, membicarakan tentang mati hidupnya pemimpin DI/TII sama dengan bermain-main dengan maut.hampir semua orang yang pernha dekat dengan Kahar Muzakkar selama berada dihutan mengakui pimpinan DI/TII itu memilki kelebihan dapat berubah-ubah wajahnya.

Kelebihan Kahar Muzakkar itu, menurut mereka yang percaya dan mantan anggota DI/TII tidak terlepas dari ilmu spiritualyang dimilkinya. Untuk menghentiakan perjuangan DI/TII, TNI melakukan berbagai pendekatan. Pendekatan keamanan dilakukan dengan melakukan operasi militer, TNI berusaka melokalisir dan mempersempit basis-basis perjuangan DI/TII bahkan mendesak jauh ketengah hutan agar tidak saling berhubungan antara basis yang satu dengan basis yang lain.

Diantaranya melakukan prundingan di Bonepute pada 1962 untuk menyelesaikan konflik antara DI/TII dengan TNI pemerintah. Paham-paham Kahar Muzakkar yang kelihatan ‘bangkit’ belakangan ini dimanipulir oleh orang-oarang yang fanatik pada perjuangan DI/TII bahwa Kahar Muzakkar masih hidup.Perjuangan Kahar Muzakkar pemimpin DI/TII bersama pengikutnya dipatahkan oleh pasukan TNI yang melakukan operasi militer yang diberi nama operasi kilat dalam menumpas pemberontak DI/TII.

Dari sekian operasi-opers\asi militer yang dilakukan TNI, diantaranya bertujuan untuk menangkap hidup atau mati pemimpin DI/TII itu, agar perjuangan mendirikan negara islam bisa pupus.

Bahkan TNI berhasil merangkul orang kepercayaan Kahar Muzakkar. Orang itu lalu membelot dan menyerahkan diri kepada TNI. Dari situ pihak TNI memperoleh informasi tentang dimana posisi pemimpin DI/TII Kahar Muzakkar. Akhirnya dilakukan operasi militer dan berhasil menembak mati Kahar Muzakkar.

Keberhasilan pasukan TNI menembak mati Kahar Muzakkar kemudian diumumkan kepada masyarakat luas. Bahkan mayatnya diperlihatkan kepada umum, sebgai bukti. Upaya ini berhasil mematahkan semangat sebagian besar para pengikut DI/TII yang berada dihutan-hutan wilayah Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Maka berbondong-bondonglah gerombolan DI/TII menolak kebenaran pengumuman TNI itu. Bahkan dinilai sebagai informasi bohong belaka mereka tidak percaya Kahar Muzakkar telah meninggal dan menganggap mayat yang diperlihatkan secara umum itu bukan mayat Kahar Muzakkar melainkan wajah orang lain yang mirip Kahar Muzakkar.

Namun itu tidak mengganggu proses meredupnya perjuangan DI/TII hingga akhirnya tidak terdengar lagi. Seorang pengurus mesjid Al-markas yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keyakinannya tentang masih hidupnya pejuang islam yang tidak pernah menyerah, Kahar Muzakkar.

Pengurus mesjid itu tergolong fanatik, bahkan termasuk perintis pelaksanaan syariat islam yang dicanangkan diSulsel. Pada tanggal 30 april 1950 Kahar Muzakkar menuntut kepada pemerintah agar pasukannya yang tergabung dalam Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasukkan kedalam angkatan perang RIS (APRIS).

Tuntutan ini ditolak karna harus melalui penyaringan. Untuk mengahdapi pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan ini pemerintah melakukan operasi militer. Di depan banyak orang dia mengisahkan perjumpaanya dengan Kahar Muzakkar. “kahar Muzakkar memang masih hihup”.

Beberapa bulan bulan lalu saya saya sempat mengantarnya ke palopo. “jadi saya sangat tidak mempercayai informasi yang mengatakan Kahar Muzakkar telah meninggal dunia ditambak oleh tentara siliwangi pada tahun 1965. Saat itu bukan Kahar yang tertembak, tetapi seorang anggota DI/TII yang mirip wajah Kahar.” Katanya. Menurut Muarrif, pada awal perjumpaannya di sebuah rumah di Makassar, dia tidak tidak terlalu yakin lelaki tua berjenggot putih yang duduk di depannya, adalah Khar Muzakkar.

Muarrif mengaku, saat itu dia bersama tiga rekannya menemeani Kahar di palopo. Mereka mengendarai mobil kijang warna hijau muda metalik. Dalam perjalanan sempat sinngah beberapa kali, selain diwarung, juga di sejumlah lokasi yang pernah ditempati anggota DI/TII berjuang. Kahar dalam perjalanan itu selalu mengatakan perjuangan DI/TII belum berhenti.

“perjuangan ini tidak boleh berhenti di tengah jalan. Generasi muda harus merasa terpanggil meneruskannya karena ini adalah panggilan Allah SWT”, tegas Kahar seperti yang disampaikan ustadz Muarrif. Selain itu, lanjut Muarrif, ketika meraka singgah istirahat di siwa sebuah lokasi yang pernah menjadi wilayah latihan anggota DI/TII Kahar menceritakan tentang banyaknya rekan seperjuangan yang menghianat. “ dalam perjalanan Kahar Muzakkar banyak bercerita tentang nuansa gerakan DI/TII.

Terkesan dari ucapan-ucapannya, dia masih optimis, suatu waktu gerakan yang pernah Berjaya selama 15 tahun di negeri ini, akan bangkit dengan sebuah pekik kemenangan.Apa yang diungkapkan Kahar itu, juga disampaikan kepada ratusan ummat di Palopo. Setelah tiga hari di Palopo, Kahar pun kembali ke Makassar lalu entah kemana. Pada tahun 2000, Muhammad Jufri Tamboro mantan panglima perang DI/TII dikabarkan sakit keras. Mungkin lantaran sudah tuanya lelaki bertubuh besar ini, sehinggah keluarganya memilih cukup merawat di kediamannya di desa Lambai, Kec Lasusua, Kab Kolaka, Sultra.Jufri Tambora begitu sering dipanggail selama tinggal di desa bekas kekuasaan DI/TII itu, dia terus dijaga khusus oleh pihak keamanan.

Kepala Desa Lambai memang sejak dulu sudah diwanti-wanti agar tidak memberikan kebebasan kepada Jufri Tambora untuk memberikan kebebasan kepada Jufri Tambora untuk memberikan Kotbah di Masjid, termasuk di tempat-tempat keramaiaan. Lantaran adanya perjuangan model seperti itu, pejuang Islam ini pun menjalani hidupnya dengan berkebun coklatdan mencari dana untuk pembangunan mesjid di daerahnya.

Tidak lam atersiarnya tentang skitnya Jufri Tambora, seketiaka juga tersiar cerita tentang seorang lelaki tua renta berjenggok putih menjenguk Jufri Tambora di rumahnya. Belakagan, khususnya di Palopo muncul cerita kalau lelaki berjenggot putih itu adalah Kahar Muzakkar komandan DI/TII yang dikabarkan oleh pemerintah.

Orde lama dan Orde baru telah meninggal dunia ditembak oleh seorang perajurit Siliwangi. Saat itu ketika jufri Tambora sedang berbaring di tempat tidurnya tampa diduga muncul seorang lelaki berjenggot.

Dia tidak bicara apa-apa. Sambil diam dia melihat tajam tubuh Jufri Tambora yang sedang sakit keras. Hanya beberapa menit kemudian, lelaki itu meninggalkan rumah Jufri Tambora.

Beberapa minggu setelah munculnya lelaki berjenggot putih itu di rumah Jufri Tambora, mantan panglima perang DI/TII ini dikabarkan meninggal dunia. Tokoh ini dikebumikan di Desa Lambai, Kecematan Lasusua, Kab Kolaka, Sultra. Ratusan warga sekitar, ditambah puluhan warga dari palopoikut memberikan doa khusus akan kepergian Jufri Tambora.

Dua minggu setelah kepergiannya, muncul lagi cerita aneh di Desa Lambia. Sejumlah warga melihat seorang lelaki tua berjenggot sangat mirip dengan lelakiyang menjenguk Jufri Tambora turun dari petepete lalu duduk di bawah rimbunan daun pohon kelapa. Di desa ini memang banyak pohon kelapa. Menurut informasi, pohon kelapa itu masih peningalan pejuang-pejuang dan pengikut gerakan DI/TII Imaniar seoarang gadis manis asal Soppeng mengaku pernah ketemu Kahar Muzakkar.

Saat itu, niar begitu panggilannya naik mobil panther dari soppeng menuju ke Makassar. Di sampingnya seorang lelaki berjenggot putih. Ketika sampai di sebuah warung, sopir mobil menghentikan mobilnya. Niar lalu mengajak sang lelaki tua turun untuk menikmati makanan. “terima kasih, nak saya lagi kenyang. Kebetulan tadi saya sudah makan, “ jawabanya kepada niar.

Mendengar jawaban itu, entah mengapa, Niar juga tidak turun dari mobil Usai penumpang menikmati makanan di warung, sang sopir pun melanjutkan perjalanan.

Ketiak sampai di Kota Pangkep, niar menyinggung soal sejarah gerakan Kahar Muzakkar yang di tumbangkan rezim orde lama. Tak terasa perjalanan mereka sudah sampai di Daya Makassar. Dalam kediaman, tiba-tiba sang lelaki kembali melirik Niar lalu memberikan sebuah pengakuan yang tidak pernah di sangka sang gadis. “ sayalah Kahar Muzakkar. Memng saya belum meninggal. Ketika dikabarkan saya telah mati diberondong senjata oleh tentara siliwangi, itu hanya bohong besar.

{/INSERTKEYS}

bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia

Soal init any bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia sama Jusuf ( Jendral M. Jusuf) Setelah pengakuan itu dalam perjalan niar memilih diam sambil menghayalkan sesuatu.” Ternyata informasi dari seoarang teman di kampus tentang masih hidupnya pejuang islam itu, memiliki kebenaran.

Ketika sudah sampai di terminal panaikang, penumpang pun turun satu persatu. Niar lalu mencari taksi untuk pulang kerumahnya di perumnas tamalate. Sampai dirumah, dia lalu menceritakan kisah perjumpaanya dengan Kahar Muzakkar kepada keluarganya. Mendengar kisah nyata itu, keluarganya pun penasaran dan seketika hendak menghubungi sang lelaki Pengakuan seorang Dokter Ibrahim, seorang dokter asal kabupaten Wajo kini bertugas di Jakarta.

Baru-baru ini dia ke Makassar menghadiri perkawinan keponakannya yang diadakan di Tamalanrea. Dalam suasana santai banyak bercerita tentang gejolak yang terjadi di ibu kota Negara. entah mengapa dalam suatu hari di bulan Januari 2001 Ibrahim mengungkapkan tentang masih hidupnya komandan DI/TII Kahar Muzakkar. Soal informasi bahwa Kahar masih hidup sampai sekarang say asangat mempercayainya,” katanya kepada semua anggota keluarganya.

Mendengar keyakinan yang di ungkapkan secara tak terduga itu membuat sejumlah keluarganya dan tamu yang mendengarnya merasa penasaran. Mereka ingin mendengar cerita lebih jauh tentang refleksi keyakinan dokter Ibrahim itu Ibrahim pun melanjutkan ceritanya.

Menurut mantan pengurus KNPI Sulsel ini, baru-baru ini ia sempat merawat kesehatan Kahar Muzakkar Pada awalnya Ibrahim agak ragu mendengar pengakuan itu. Namun keesokan harinya orang tua berjenggot itu datang lagi.

Ia datang lagi untuk memeriksa kesehatannya. Dalam kesempatan kedua pertemuan ini Ibrahim pun memanfaatkanya untuk mengetahui lebih jauh tentang pengakuannya, bahwa dialah Kahar Muzakkar komandan DI/TII yang selama ini diinformasikan oleh pemerintah telah meninggal dunia ditembah oleh seorang perajurit siliwangi di sebuah desa di Kolaka, Sultra Menurut Ibrahim pertemuan keduanya ini semakin membutanya merasa yakin kalau lelaki tua ini adalah Kahar Muzakkar.

“ pertemuan kedua saya ini dengannya, dia banyak bercerita tentang perjuangan ummat Islam yang tidak konsisten. Katanya banyak tokoh-tokoh di negeri ini yang ingin Negara ini beriodologi islam, namun tidak berkonsisten dalam memperjuangkannya. Mereka katanya, hanya sebatas ngomong saja,”kat Ibrahim menyampaikan hasil pembicaraanya dengan sang lelaki tua.melalui Ibrahim, sang lelaki tua yang mengaku kahar Muzakkar itu berpesan kepada ummat islam, utamanya kepada generasi muda Islam, agar mulai sekarang membangun sebush perjuangan secara sistematis.”sebenarnya perjuangan kami dulu melalui wadah DI/TII itu sudah hampir tercapai.

Hanya saja sejumlah anggota di hutan-hutan belantara di sulsel ini tiba-tiba menjadi pengecut. Sebagian diantara mereka membelot dan masuk dalam pemerintahan soekarno. Sehingga tentu saja melemahkan perjuangan, apalagi orang-orang itu, selain menjadi pengecut juga menjadi mata-mata yang membocorkan rahasia perjuangan kepada pemerintah Soekarno,” cerita Kahar seperti yang di cerikan Ibrahim.

Sejak pertemuan yang tidak disangka itu, membuat Ibrahim, selain merasa yakin akan hidupnya Kahar, juga berjanji dalam dirinya untuk melanjutkan obsesi Kahar Muzakkar itu.

“ cara saya melanjutkan perjuangannya, tentu tidak seperti gerakan DI/TII dulu. Tetapai saya berusaha menyampaikan kepada teman-teman dekat, khususnya mereka yang konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai islam, agar tetap dalam satu barisan memperkokoh hukuman-hukuman islam, agar tetap dalam satu barisan memperkokoh hokum-hukm islam,” tambah Ibrahim Surat Kahar dari Klimantan, seorang pengusaha dari Makassar mengaku sering menerima surat dari Kahar Muzakkar.

Menurut pengusaha yang bernama Syamsuddin (61 tahun ) ini Kahar Muzakkar berada di Kalimantan. “setiap ada perkembangan soal pengembangan agama Islam, bias any dia mengabarkan kepada saya melalui surat. Misalnya soal musibah yang bernuansa keagamaan di Ambon dan Poso,” Kata Syamsuddin awal Januari 2001.

Syamsuddin memang tercatat sebagai pejuang dalam gerkan DI/TII yang dipimpin Kahar Muzakkar. Dia sempat hidup beberapa tahun di hutan dengan cara berpindah-pindah wilayah. Selain dia mengenal Kahar melalui gerakan Islam, dia juga secar pribadi dikenal sangat dekat dan akrab komandan pejuang islamitu. Lantaran banyak watak pribadi Kahar yang dikenal dengan baik. Termasuk soal wanita dan makan yang disukai Kahar.” Saya tahu Kahar itu sangat senang makan kapurung, makanan kahas orang luwu.” Ujarnya.

Lelaki yang memiliki tubuh kekar ini merasa keberatan kalu dikatakan kahara telah meninggal ditembak tentara siliwangi pada tahun 1965. “memang saat itu di adiserang tentara siliwagi di suatu desa di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Seorang teman Kahaar korban terkena peluru. Sedangkan Kahar berhasil berhasil bersembunyi di semak-semak. Angota DI/TII yang terkena peluru dan meninggal dunia itu lalu di angkat ramai-ramai oleh tentara siliwangi dikiranya mayat itu adalalah Kahar Muzakkar.

Jadi yang dibawa tentara itu ke kota bukan Kahar tetapi anggot adari gerakan DI/TII,” kata Syamsuddin yakin. Tak ada kata menyerah, pada awalnya suasana hotel itu biasa-biasa saja. Sejumlah tamu kelihatannya ngobrol di ruangan-ruangan khusus. Ada juga sambil berdiri kelihatannya serius membicarakan sesuatu. Menjelang sore suasana berubah. Tiga mobil sedan tiba-tiba berhenti di depan hotel. Seketiak sekitar orang turun dari mobil mewah itu.

Tampak seorang lelaki tua berjenggot putih. Lelaki tua yang memakai surban itu langsung digiringi masuk kesebuah ruangan khusus hotel. Temanya yang lain mengikutinya Sekitar 10 menit kemudian puluhan orang datang karena mereka belum tahu diman tempat kamar sang lelaki tua berjenggot putih itu, merekapun menanyakan ke karyawan hotel. Siapa sang lelaki tua. Pertanyaan itu berkecamuk dalam diri sejumlah tamu yang menginap di hotel saat itu. “ lelaki tua berjenggot itu adalah Kahar Muzakkar”,jawabannya sambil berlalu berusaha menembus kerumunan orang.

“waktu itu saya mengikuti kuliah keja nyata di sebuah desa Palopo. Desa itu ternya ta pernah menjadi basis perjuangan DI/TII yang digerakkan Kahar Muzakkar. Pembuktian sisa-sisa peninggalan perjuangan islam radikal itu masih dapat dijumpai. Bahkan sejumlah warga di situ mengaku keluarga dekat dengan Kahar yang dulu dikenal dengan nama panggilan La Domeng. Katanya, nama melekat lantaran Kahar sangat senang dengan bermain domino. Sebagia desa itu meyakini kalu Kahar masih hidup dan kini berada di Malaysia.Sekitar satu jam Kahar berceramah dan tukar pikiran.

Mereka yang datang sebagian besar teman seperjuangannya, juga sejumlah genersi muda yang mengaku sangat simpati dengan perjuangan Kahar yang menginginkan negara ini berideologi Islam. Refleksi sepenggal masih hidupnya Kahar Muzakkar, sebanyak 200 angket yang disebar, ternyata 75 persen dari jumlah itu meyakini kalu Kahar Muzakkar masih hidup. Hanya saja model perjuangannya sudah berubah. Dia lebih mementingkan menyuarakan penegakan hokum Allah SWT dengan suara Tasawuf dan sufi daripada langkah-langkah radiaklisme gaya perjuangan DI/TII di hutan.

Mungkin kuat Kahar Muzakkar sudah meninggal tetapi tidak menutup kemungkinan dia juga masih hidup simpulan itu mencuat lantaran adanya sejumlah catatan sejarah yang mengarah ke uda pilihan tersebut. Pertama Kahar Muzakkar sudah meninggal. Alasanyya pihak pemerintah soekarno bersama TNI telah mengumumkan Kahar Muzakkar meninggal terkena peluru di pinggir sungai Lasolo, Kolaka, Sulawesi Tenggara pada 2 februari 1965. Peristiwa pengepungan itu dilakukan oleh personil operasi kilat dibawah perintah panglima Kodam XIV, brigjen TNI M.

Jusuf. Pejuang islam kelahiran Kabupaten Luwu itu di tembak oleh seorang perajurit, kopral Sadeli dari kesatuan siliwangi. Atas perintah M. Jusuf, sang mayat dinaikkan ke helicopter milik tentara lalu dibawa ke ruamh sakit pelamonia Makassar. Ada juga informasi, mayat yang disebut-sebut Kahar Muzakkar itu sempat di perlihatkan kepada presiden Soekarno di Jakarta lantara sang Presiden ingin sekali melihat mayat Kahar Muzakkar. Begitulah catatan sejarah yang lahir dari versi pemerintah.

Kedua, Kahar Muzakkar masih hidup alasannya, sejak dinyatakan telah meninggal pada 1965 oleh pemerintah ternyata hingga kini tahun 2001 belum pernah ada satu orang pun melihat kuburan Kahar Muzakkar. Bahkan saat dinyatakan telah tertembakHj Corry van Stevanus isteri Kahar Muzakkar yang sangat setia mendampingi suaminya di hutan belantara berlangsung melihat langsung mayat Kahar Muzakkar, tidak diizinkan oleh M.

Jusuf. Juga orang-orang dekat setia Kahar Muzakkar ketika berjuang dalam gerakan DI/TII tidak ada yang mengaku pernah melihat mayat Kahar Muzakkar. Mungkin karena itu seorang anak kandung Kahar Muzakkar yaitu Titiek kini tinggal di Jakarta tidak percaya ayahnya sudah meninggal dunia.

Begitu juga dengan KH. Sulaiman Habib Mufti besar Republik Persatuan islam Indonesia dan teman seperjuangan Kahar Muzakkar hingga kini ia tetap yakin Kahar Muzakkar masih hidup bahkan kiai Kharismatik ini pernah mendatangi Corry van Stevanus di Jakarta. Dia menyampaikan kalau suami ibu Corry masih Hidup. Cerita lain muncul berkaitan dengan peristiwa penembakan di pinggir Sungai Lasolo.

Katany ayang tertembak saat itu bukan Kahar Muzakkar, tapi seorang anggota DI/TII yang mirip wajah Kahar Muzakkar. Strategi itu sudah diatur oleh M. Jusuf dengan Kahar Muzakkar dalam pertemuan Khususnya di Bone Pute, sebelum penyerbuan Operasi Kilat digelar di salah satu markas DI/TII di Sulawesi Tenggara, Tepatnya di Kolaka. Timbulnya Gerakan DI/TII Daud Beureueh Pemberontakan DI/TII di Aceh dimulai dengan “Proklamasi” Daud Beureueh bahwa Aceh merupakan bagian “Negara Islam Indonesia” di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo pada tanggal 20 September1953.

Daued Beureueh pernah memegang jabatan sebagai “Gubernur Militer Daerah Istimewa Aceh” sewaktu agresi militer pertama Belanda pada pertengahan tahun 1947. Sebagai Gubernur Militer ia berkuasa penuh atas pertahanan daerah Aceh dan menguasai seluruh aparat pemerintahan baik sipil maupun militer.

Sebagai seorang tokoh ulama dan bekas Gubernur Militer, Daud Beureuh tidak sulit memperoleh pengikut. Daud Beureuh juga berhasil memengaruhi pejabat-pejabat Pemerintah Aceh, khususnya di daerah Pidie. Untuk beberapa waktu lamanya Daud Beureuh dan pengikut-pengikutnya dapat mengusai sebagian besar daerah Aceh termasuk sejumlah kota. Sesudah bantuan datang dari Sumatera Utara dan Sumatera Tengah, operasi pemulihan keamanan ABRI ( TNI-POLRI ) segera dimulai.

Setelah didesak dari kota-kota besar, Daud Beureuh meneruskan perlawanannya di hutan-hutan. Penyelesaian terakhir Pemberontakan Daud Beureuh ini dilakukan dengan suatu ” Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh” pada bulan Desember 1962 atas prakarsa Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel Jendral Makarawong. Timbulnya Gerakan DI/TII Ibnu Hadjar Pada bulan Oktober 1950 DI/ TII juga tercatat melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hadjar.

Para pemberontak melakukan pengacauan dengan menyerang pos-pos kesatuan ABRI (TNI-POLRI). Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hadjar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota ABRI. Ibnu Hadjar sempat menyerah, akan tetapi setelah menyerah dia kembali melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi sehingga pemerintah akhirnya menugaskan pasukan ABRI (TNI-POLRI) untuk menangkap Ibnu Hadjar.

Pada akhir tahun 1959 Ibnu Hadjar beserta seluruh anggota gerombolannya tertangkap dan dihukum mati. Timbulnya Gerakan DI/TII Amir Fatah Amir Fatah merupakan tokoh yang membidani lahirnya DI/TII Jawa Tengah. Semula ia bersikap setia pada RI, namun kemudian sikapnya berubah dengan mendukung Gerakan DI/TII. Perubahan sikap tersebut disebabkan oleh beberapa alasan.

Pertama, terdapat persamaan ideologi antara Amir Fatah dengan S.M. Kartosuwirjo, yaitu keduanya menjadi pendukung setia Ideologi Islam. Kedua, Amir Fatah dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh “orang-orang Kiri”, dan mengganggu perjuangan umat Islam.

Ketiga, adanya pengaruh “orang-orang Kiri” tersebut, Pemerintah RI dan TNI tidak menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah Tegal-Brebes. Bahkan kekuasaan yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus diserahkan kepda TNI di bawah Wongsoatmojo.

Keempat, adanya perintah penangkapan dirinya oleh Mayor Wongsoatmojo. Hingga kini Amir Fatah dinilai sebagai pembelot baik oleh negara RI maupun umat muslim Indonesia. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Nilai-Nilai Pancasila” Karakteristik Yang Terkandung Didalamnya Penangkapan DI/TII Pusat Sebelumnya perlu diketahui bahwa penumpasan DI dilakukan oleh TNI dari Divisi Siliwangi.

Sebenarnya berkaitan dengan Gerakan Darul Islam yang kemunculannya bersamaan dengan agresi Militer II, TNI sendiri memiliki rencana tertentu untuk menghadapi agresi militer Belanda II. Dimana TNI menyusun rencana umum yang terkenal dengan nama Perintah Siasat No.1 atau instruksi Panglima Besar pada November 1948 yang telah mendapat pengesahan dari Pemerintah RI.

Rencana ini didasarkan atas peraturan pemerintah No. 33 tahun 1948 dan peraturan pemerintahan No 70 tahun 1948. Gerakan TNI atas perintah ini lebih dikenal dengan sebutan Wingate TNI. Berkaitan dengan hal itu, Divisi Siliwangi juga memulai gerakan Wingate-nya, pada tanggal 19 Desember 1948, setelah mendengar Perintah kilat dari Panglima Besar Sudirman yang merupakan perintah bergerak menyusun Wehrkreise-wehkreise di tempat-tempat dalam perintah Siasat No.1, seperti telah disinggung di muka yang antara lain, mengatur : • Cara perlawanan, ialah bahwa kita tidak lagi akan melakukan pertahanan liniar • Melakukan siasat /politik bumihangus • Melakukan pengungsian atas dasar politik non-kooperasi.

• Pembentukan Wehkreise-wehkreise. Perintah kilat ini disambut dengan gembira oleh anak-anak Siliwangi yang bagaimanapun juga sudah sangat merindukan kampung halaman mereka di Jawa Barat.

Letnan Kolonial Daan Yahya, Kepala Staf Divisi segera pergi ke Istana untuk melaporkan, bahwa Siliwangi akan memulai gerakan kembali ke Jawa Barat sebagaimana yang telah ditentukan dalam perintah siasat No.1. Kemudian, TNI, Divisi Siliwangi, memulai long march-nya berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Hal ini kemudian dianggap oleh pihak Kartosuwirjo sebagai ancaman bagi kelangsungan dan cita-cita Kartosuwirjo untuk membentuk Negara Islam.

Maka dari itu Pasukan tersebut harus dihancurkan agar tidak memasuki daerah Jawa Barat. Pada tanggal 25 Januari 1949 terjadi kontak senjata utuk pertama kalinya antara pihak TNI, Divisi Siliwangi dan Tentara Islam Indonesia. Bahkan pada akhirnya terjadi perang segitiga antara DI/TII-TNI-Tentara Belanda. Pemimpin Masyumi sendiri Moh. Natsir, yang menjadi menteri penerangan dalam Kabinet Hatta pada tanggal 29 Januari sampai awal agustus 1949, berusaha menghubungi Kartosuwirjo melalui sepucuk surat pada tanggal 5 Agustus 1949.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah timbulnya keadaan yang semakin buruk. Dikarenakan kemelut ini mengakibatkan penderitaan bagi rakyat Jawa Barat. Bahkan banyak orang-orang tak berdosa tewas pada pertikaian ini. Moh. Natsir juga kemudian membentuk sebuah komite yang dipimpin oleh dirinya sendiri di bulan September 1949, sebagai upaya kedua untuk mengatasi hal ini. Namus sekali lagi ia gagal. Operasi militer untuk menumpas gerakan DI/TII dimulai pada tanggal 27 Agustus 1949.

Operasi ini menggunakan taktik “Pagar Betis” yang dilakukan dengan menggunakan tenaga rakyat berjumlah ratusan ribu untuk mengepung gunung tempat gerombolan bersembunyi. Taktik ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak mereka. Selain itu, juga dilakukan operasi Tempur Bharatayudha dengan sasaran menuju basis pertahanan mereka. Walaupun demikian, operasi penumpasan ini memakan waktu yang cukup lama. Baru pada tanggal 4 Juni bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia, Kartosuwirjo terkurung dan berhasil ditangkap di Gunung Geber di daerah Majalaya oleh pasukan Siliwangi.

Yang kemudian selanjutnya ia diberi hukuman mati. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Sejarah, SMA, SMK Ditag 7 langkah perjuangan nii, ajaran kartosuwiryo, akhir cerita di/tii jawa barat, akhir pemberontakan di/tii, akhir pemberontakan di/tii di jawa barat, amir fatah, bagaimana cara memberantas pemberontakan di/tii di indonesia, dampak di tii, dampak pemberontakan di/tii, di/tii brainly, di/tii kalimantan selatan, ditii kalimantan selatan, ditii sulawesi selatan, jalannya pemberontakan ditii, kartosoewirjo berhasil ditangkap di daerah, kartosuwiryo makam, kebiadaban di tii, kepanjangan di/tii, kepanjangan ditii, kesaktian kartosuwiryo, kesimpulan pemberontakan di/tii, kronologi pemberontakan di/tii, kronologi pemberontakan ditii, latar belakang di tii, latar belakang di tii kalimantan selatan, latar belakang di/tii, latar belakang ditii singkat, makalah pemberontakan ditii, makam kartosuwiryo, pagar betis di tii, pemberontakan di tii, pemberontakan di tii di aceh, pemberontakan di tii di sulawesi selatan, pemberontakan di/tii di berbagai daerah, pemberontakan di/tii di jawa barat, pemberontakan di/tii di sulawesi selatan, pemberontakan di/tii pdf, pemberontakan rms, penumpasan di tii, penumpasan prri oleh tni, perbedaan di tii jawa barat dan jawa tengah, pertanyaan tentang di tii, proklamasi nii, sapta subaya nii, sebab bubarnya darul islam, sebutkan pimpinan di/tii di jawa barat, sejarah singkat apra, sejarah singkat berdirinya di tii, sejarah singkat prri, sejarah singkat rms, sekarmadji maridjan kartosoewirjo, teks proklamasi nii, tujuan ditii aceh, tujuan gafatar, tujuan pemberontakan di/tii, upaya penumpasan di/tii, yang memproklamasikan berdirinya prri adalah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Organ Pernapasan Manusia – Pengertian, Jenis, Hidung, Tenggorokan, Bronkiolus, Alveolus, Diafragma, Paru-Paru • Sejarah Suku Tomini • Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh bagaimana reaksi dunia internasional atas agresi militer belanda untuk menguasai kembali indonesia Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com

Agresi Militer Belanda 1 - Mempertahankan Kemerdekaan




2022 www.videocon.com