Ibu kota lampung tengah

ibu kota lampung tengah

• ibu kota lampung tengah April 6, 2022 ] Profil Negara Ukraina (Ukraine) Profil Negara • [ March 24, 2022 ] Profil Negara Jerman (Germany) Profil Negara • [ March 20, 2022 ] Negara-negara Anggota G20 (Group of Twenty) Pengetahuan Umum • [ March 11, 2022 ] Profil Negara Rusia (Russia) Profil Negara • [ February 10, 2022 ] Profil Negara Amerika Serikat (United States of Amerika) Profil Negara Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung – Provinsi Ibu kota lampung tengah adalah Provinsi yang terletak di paling Selatan Pulau Sumatera dengan letak geografisnya berada diantara 103° 40′ – 105° 50′ Bujur Timur dan 6° 45′ – 3° 45′ Lintang Selatan.

Provinsi Lampung berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu disebelah Utara. Sedangkan di sebelah Barat dan Selatannya berbatasan dengan Selat Sunda, di sebelah Timur Provinsi Lampung berbatasan dengan Laut Jawa.

Provinsi Lampung yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan ini didirikan pada tanggal 18 Maret 1964 berdasarkan dasar hukum Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1964. Luas wilayah Provinsi Lampung adalah sebesar 34.623,80 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 9.549.079 jiwa.

Ibukota Provinsi Lampung adalah Bandar Lampung. Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung Secara Adminitratif, Provinsi Lampung dibagi menjadi 13 Kabupaten dan 2 Kota.

Berikut ini adalah daftar 13 Kabupaten dan 2 Kota di Provinsi Lampung beserta Luas wilayah dan Ibukotanya. No. Kabupaten/kota Ibu kota Luas Wilayah 1 Kabupaten Lampung Tengah Gunung Sugih 3.802,68 km 2 2 Kabupaten Lampung Utara Kotabumi 2.725,87 km 2 3 Kabupaten Lampung Selatan Kalianda 700,32 km 2 4 Kabupaten Lampung Barat Liwa 2.142,78 km 2 5 Kabupaten Lampung Timur Sukadana 5.325,03 km 2 6 Kabupaten Mesuji Wiralaga Mulya 2.184,00 km 2 7 Kabupaten Pesawaran Gedong Tataan 2.243,51 km 2 8 Kabupaten Pesisir Barat Krui 2.907,23 km 2 9 Kabupaten Pringsewu Pringsewu 625,00 km 2 10 Kabupaten Tulang Bawang Menggala 3.466,32 km 2 11 Kabupaten Tulang Bawang Barat Tulang Bawang Tengah 1.201,00 km 2 12 Kabupaten Tanggamus Kota Agung 3.020,64 km 2 13 Kabupaten Way Kanan Blambangan Umpu 3.921,63 km 2 14 Kota Bandar Lampung Tanjung Karang 296,00 km 2 15 Kota Metro Metro Pusat 61,79 km 2 Sumber Referensi : Luas Wilayah dikutip dari Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.56-2015) – situs www.kemendagri.go.id Kabupaten Lampung Tengah Lambang Kabupaten Lampung Tengah Moto: Beguwai Jejawo Wawai Peta lokasi Kabupaten Lampung Tengah Koordinat: Provinsi Lampung Ibu kota Gunung Sugih Pemerintahan - Bupati Mudiyanto Thoyib Luas 4.789,8 km² Populasi - Total 1,177,967 (tahun 2008) - Kepadatan 245 Demografi Bahagian pentadbiran - Kecamatan 26 - Kelurahan 10 Simbol khas daerah - Tapak web lampungtengahkab .go .id Kabupaten Lampung Tengah merupakan kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia.

ibu kota lampung tengah

Ibu kota kabupaten ini terletak di Gunung Sugih. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4,789.8 km 2 dan berpenduduk seramai 1,177,967 orang (tahun 2008. Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 20:30, 7 Februari 2018.

ibu kota lampung tengah

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Penggunaan untuk butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • •
Kabupaten Lampung Tengah (Indonesia) Tampilkan peta Indonesia Koordinat: 4°52′00″S 105°16′00″E  /  4.86667°S 105.26667°E  / -4.86667; 105.26667 Negara Indonesia Provinsi Lampung Tanggal berdiri 26 Juni 1959 [1] Dasar hukum UU No.

28 Tahun 1959 [1] Ibu kota Metro ( 1957-1999) Gunung Sugih ( sejak 1999) [1] Jumlah satuan pemerintahan • Agama Islam 94,18% Hindu 3,33% Kristen 2,35% — Katolik 1,18% — Protestan 1,17% Buddha 0,13% Ibu kota lampung tengah 0,01% [3] • IPM 70,23 ( 2021) Tinggi [4] Zona waktu UTC+07:00 ( WIB) Kode area telepon 0725 Pelat kendaraan BE xxxx G**/H*/I* Kode Kemendagri 18.02 DAU Rp 1.394.517.870.000,- ( 2020) [5] Situs web www .lampungtengahkab .go .id Lambang Kabupaten Lampung Tengah yang lama Kabupaten Lampung Tengah ( Aksara Lampung: ) adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Lampung dengan ibu kota kabupaten berada di kecamatan Gunung Sugih.

Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.789,82 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.391.683 jiwa ( 2021). [3] Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten yang terkurung daratan ( land lock) di provinsi Lampung, dan kabupaten ini terletak sekitar 57,85 kilometer dari Kota Bandar Lampung. Kabupaten ini dulunya merupakan kabupaten terluas kedua di Lampung sampai dengan diterbitkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1999 yang memecah kabupaten ini menjadi beberapa daerah lain sehingga luasnya menjadi lebih kecil.

Kabupaten Lampung Tengah dulunya meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, dan Kota Metro.

ibu kota lampung tengah

{INSERTKEYS} [6] Sebelum tahun 1999, ibu kota Lampung Tengah terletak di Metro yang dimekarkan menjadi kota otonom sendiri. Setelah tahun 1999 pusat pemerintahan Lampung Tengah dipindahkan ke Gunung Sugih.

[1] Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Pembagian administratif • 2 Pemerintahan • 2.1 Daftar bupati • 2.2 Dewan Perwakilan • 2.3 Kecamatan • 3 Transportasi • 4 Referensi • 5 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Selama dalam tahun 1952 sampai dengan 1970 pada objek-objek transmigrasi daerah Lampung telah ditempatkan sebanyak 53.607 KK, dengan jumlah sebanyak 222.181 jiwa, tersebar pada 24 objek dan terdiri dari 13 jenis/kategori transmigrasi.

Untuk Kabupaten Lampung Tengah saja antara tahun itu terdiri dari 4 objek, dengan jatah penempatan sebanyak 6.189 KK atau sebanyak 26.538 jiwa. Kabupaten Lampung Tengah dihuni oleh masyarakat Suku Lampung.

Agama yang dianut mayoritas Islam dan sebagian lagi agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Budha dan Hindu.

Selain suku Lampung, di Kabupaten Lampung Tengah terdapat masyarakat suku Jawa dan suku Sunda dan suku - suku lainnya, dengan jumlah yang beragam. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Beberapa dari mereka juga awalnya adalah transmigran yang ditempatkan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lampung Tengah. Masyarakat dominan lain yang bermukim di Lampung Tengah adalah penduduk Lampung dan suku Bali. Sebagian besar mendiami di beberapa kecamatan di wilayah timur dan sisanya berada di kecamatan lain di Lampung Tengah.

Agama yang di anut mayoritas memeluk agama Hindu-Bali. Kampung-kampung Bali akan terasa bila saat berada di lingkungan setempat. Sama halnya dengan masyarakat suku Jawa dan Sunda, masyarakat suku Bali bermula dari transmigran yang ditempatkan di daerah ini.

Penempatan itu terdiri dari beberapa tahapan. Sehari-harinya, penduduk setempat menuturkan bahasa Bali dan Lampung. Pembagian administratif [ sunting - sunting sumber ] Pada masa Orde Baru, pada mulanya daerah asli Kabupaten Lampung Tengah meliputi 1 (satu) kota administratif, 2 (dua) lembaga pembantu bupati, 24 kecamatan, dan 504 desa/kelurahan.

Lalu berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 46 Tahun 1999 dibentuklah kecamatan Terusan Nunyai yang sebelumnya merupakan wilayah kecamatan Terbanggi Besar. Sebulan kemudian, berdasarkan UU RI Nomor 12 Tahun 1999, pada wilayah kabupaten Lampung Tengah diadakan pemekaran, sehingga wilayah yang semula memiliki luas 9.189,50 km² dan sekarang luasnya tinggal sekitar 4.789,82 km².

Pemekaran pertama adalah Kabupaten Lampung Timur, sehingga kabupaten ini berkurang 10 kecamatan yakni, Sukadana, Metro Kibang, Pekalongan, Way Jepara, Labuhan Meringgai, Batanghari, Sekampung, Jabung, Purbolinggo, dan Raman Utara. Pemekaran kedua dengan terbentuknya Kota Madya Metro yang dulunya dikenal sebaga ibu kota Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki status sebagai Kota Administratif dan pada tahun 1999 statusnya ditingkatkan sebagai Kotamadya.

Sehingga wilayah Lampung Tengah kembali mengalami pengurangan 2 kecamatan yaitu Metro Raya dan Bantul. Setelah dikurangi 2 kecamatan, Lampung Tengah dalam kurun waktu 1999-2001 hanya memiliki 13 kecamatan, yaitu: • Gunung Sugih (sebagai ibu kota baru kabupaten) • Terbanggi Besar • Seputih Mataram • Punggur • Seputih Raman • Seputih Banyak • Rumbia • Seputih Surabaya • Trimurjo • Padang Ratu • Bangun Rejo • Kali Rejo • Terusan Nunyai Pada tahun 2001 berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No.

10 Tahun 2001, diadakan pemekaran kecamatan sehingga bertambah 13 kecamatan baru sebagai berikut: • Bumi Ratu Nuban • Bekri • Seputih Agung • Way Pengubuan • Bandar Mataram • Pubian • Selagai Lingga • Anak Tuha • Sendang Agung • Kota Gajah • Bumi Nabung • Way Seputih • Bandar Surabaya Selanjutnya berturut-turut berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No.

6 Tahun 2005 dibentuk kecamatan Anak Ratu Aji [7] dan pemekaran kecamatan terakhir yaitu kecamatan Putra Rumbia [8] berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 15 Tahun 2006. Sekarang, total kecamatan di Lampung Tengah sebanyak 28 kecamatan.

Pemerintahan [ sunting - sunting sumber ] Daftar bupati [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Daftar Bupati Lampung Tengah No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati 1 Burhanuddin Amin 1945 1948 1 2 Zainabun Djajanegara 1948 1952 2 3 R. Syahri Djajoyoabdinegoro 1952 1957 3 4 Syamsudin V.

Djajamarga 1958 1959 4 5 Mohpian Caropeboka 1959 1960 5 6 Hasan Basri Darmawijaya 1961 1967 6 7 Achmad Sajoeti 1967 1972 7 8 Zainal Arifin Djayanegara 1972 1973 8 9 Imam Praboe 1973 1978 9 10 R.

Soekirno 1978 1985 10 - Subekti Jayanegara 1985 1985 - [Ket. 1] 11 Drs. H. Suwardi Ramli 1985 1990 11 1990 1995 12 12 Herman Sanusi 1995 2000 13 13 Andy Achmad Sampurna Jaya 2000 2005 14 Syamsi Achmad November 2005 29 Mei 2008 15 Mudiyanto Thoyib B.A.

14 Mudiyanto Thoyib B.A. 29 Mei 2008 16 Juni 2008 [Ket. 2] 16 Juni 2008 November 2010 Musa Ahmad 15 Ahmad Pairin 2010 2015 16 Mustafa 16 Mustafa 2015 2015 [Ket. 3] - Dr. Edarwan S.E., M.Si. 15 November 2015 17 Februari 2016 - [Ket. 4] [9] (16) Mustafa 17 Februari 2016 12 Februari 2018 17 Loekman Djoyosoemarto 17 H.

Loekman Djoyosoemarto 12 Februari 2018 20 September 2018 [Ket. 5] 20 September 2018 26 September 2020 - Adi Erlansyah S.E., M.M.

26 September 2020 5 Desember 2020 [Ket. 6] [10] (17) H. Loekman Djoyosoemarto 5 Desember 2020 17 Februari 2021 - Nirlan S.H., M.M. 17 Februari 2021 26 Februari 2021 - [Ket. 7] 18 H. Musa Ahmad S.Sos.

26 Februari 2021 Petahana 18 [11] Ardito Wijaya Catatan Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lampung Tengah Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah dalam dua periode terakhir. [12] [13] Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode 2014-2019 2019-2024 PKB 5 6 Gerindra 9 6 PDI-P 9 11 Golkar 9 9 NasDem 0 6 PKS 6 5 Perindo (baru) 1 PPP 1 0 PAN 3 1 Hanura 1 0 Demokrat 5 5 PKPI 2 0 Jumlah Anggota 50 50 Jumlah Partai 10 9 Kecamatan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lampung Tengah Kabupaten Lampung Tengah terdiri dari 28 kecamatan, 10 kelurahan, dan 301 desa.

Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.468.875 jiwa dengan luas wilayah 3.802,68 km² dan sebaran penduduk 386 jiwa/km².

[14] [15] Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lampung Tengah, adalah sebagai berikut: Kode Kemendagri Kecamatan Penduduk (2015) Luas wilayah (km²) Jumlah Kelurahan Jumlah Desa Status Daftar Desa/Kelurahan 18.02.27 Anak Ratu Aji 15.936 68,39 6 Kampung • Gunung Haji • Gunung Raya • Kota Batu • Negeri Kepayungan • Negri Ratu • Padang Rejo • Payung Batu • Payung Dadi • Payung Makmur • Payung Mulya • Payung Rejo • Pekandangan • Riau Priangan • Sangun Ratu • Segala Mider • Sinar Negeri • Tanjung Kemala • Tanjung Rejo • Tias Bangun • Tawang Negeri 18.02.06 Punggur 38.510 118,45 9 Kampung • Sangga Buana • Sri Bawono • Sri Binangun • Sri Budaya • Sri Busono • Suko Binangun TOTAL 10 301 Transportasi [ sunting - sunting sumber ] Letak Kabupaten Lampung Tengah cukup strategis dalam konteks pengembangan wilayah.

Sebab selain dilintasi jalur lintas regional, baik yang menghubungkan antar provinsi maupun antar kabupaten/kota di Provinsi Lampung, juga persimpangan antara jalur Sumatra Selatan via Menggala dan jalur Sumatra Selatan serta Bengkulu via Kotabumi. Bagian selatan jalur menuju ke Kota Bandar Lampung, bagian timur menuju jalan ASEAN, Kabupaten Lampung Timur dan Kotamadya Metro. Sementara bagian barat jalur menuju Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Tanggamus serta jalur lintas kereta api jurusan Bandar Lampung-Kertapati, Palembang.

• ^ a b c d "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019 . Diakses tanggal 29 Oktober 2021. • ^ "Kabupaten Lampung Tengah Dalam Angka 2020". www.lampungtengahkab.bps.go.id . Diakses tanggal 22 Juni 2020. • ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual).

www.dukcapil.kemendagri.go.id . Diakses tanggal 30 Juli 2021. • ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan 2020-2021" (pdf). www.bps.go.id . Diakses tanggal 6 Maret 2022. • ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020) . Diakses tanggal 29 Oktober 2021. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ "Gambaran Umum Kabupaten Lampung Tengah".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10 . Diakses tanggal 2012-12-15. • ^ Kemenkumham: Lampung Tengah • ^ "Kemendagri: Lampung" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-05-03 .

Diakses tanggal 2017-04-08. • ^ Pelantikan Pj.Bupati Lampung Tengah 2015-2016, diakses 28 Desember 2020. • ^ Gubernur Lampung Arinal Kukuhkan Adi Erlansyah, SE., MM Menjadi Pjs Bupati Lam-Teng, diakses 28 Desember 2020. • ^ Deryardli Tiarhendi, ed. (26-02-2021). "7 Kepala Daerah Dilantik, Ini Harapan Gubernur Lampung". idntimes.com . Diakses tanggal 27-02-2021. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ Perolehan Kursi DPRD Lampung Tengah 2014-2019 • ^ Perolehan Kursi DPRD Lampung Tengah 2019-2024 • ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan".

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018 . Diakses tanggal 3 Oktober 2019. • ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan".

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019 . Diakses tanggal 15 Januari 2020. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Situs web resmi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah • Halaman ini terakhir diubah pada 4 April 2022, pukul 14.17. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Penduduk Lampung Tengah terdiri dari 2 (dua) unsur yaitu masyarakat pribumi dan masyarakat pendatang. Masyarakat pribumi; warga penduduk asli yang sudah lama menetap bahkan turun temurun mendiami tempat ini. Sedangkan masyarakat pendatang adalah penduduk pendatang yang tinggal dan menetap di sini. Bila melihat perkembangannya, pembauran masyarakat yang ada di Lampung Tengah secara garis besar dikarenakan dulu adanya transmigrasi sejumlah kelompok masyarakat terutama dari pulau Jawa dan Bali.

Selama dalam tahun 1952 sampai dengan 1970 pada objek-objek transmigrasi daerah Lampung telah ditempatkan sebanyak 53.607 KK, dengan jumlah sebanyak 222.181 jiwa, tersebar pada 24 (dua puluh empat) objek dan terdiri dari 13 jenis/kategori transmigrasi. Untuk Kabupaten Lampung Tengah saja antara tahun itu terdiri dari 4 (empat) objek, dengan jatah penempatan sebanyak 6.189 KK atau sebanyak 26.538 jiwa. Kampung paling dominan di Kabupaten Lampung Tengah dihuni oleh masyarakat suku Jawa.

Agama yang dianut mayoritas Islam dan sebagian lagi agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Budha dan Hindu. Selain suku Jawa, di Kabupaten Lampung Tengah terdapat masyarakat suku Sunda namun jumlahnya tak sebanyak suku Jawa. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Mereka juga awalnya adalah transmigran yang ditempatkan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Masyarakat dominan lain yang bermukim di Lampung Tengah adalah penduduk suku Bali. Sebagian besar mendiami di beberapa kecamatan di wilayah timur dan sisanya berada di kecamatan lain di Lampung Tengah. Agama yang di anut mayoritas memeluk agama Hindu-Bali. Kampung-kampung Bali akan terasa bila saat berada di lingkungan setempat. Sama halnya dengan masyarakat suku Jawa dan Sunda, masyarakat suku Bali bermula dari transmigran yang ditempatkan di daerah ini.

Penempatan itu terdiri dari beberapa tahapan. Sehari-harinya, penduduk setempat mempergunakan bahasa Bali sebagai penutur. Letak Kabupaten Lampung Tengah cukup strategis dalam konteks pengembangan wilayah. Sebab selain dilintasi jalur lintas regional, baik yang menghubungkan antar provinsi maupun antar kabupaten/kota di Provinsi Lampung, juga persimpangan antara jalur Sumatera Selatan via Menggala dan jalur SumateraSelatan serta Bengkulu via Kotabumi.

Bagian selatan jalur menuju ke Kota Bandar Lampung, bagian timur menuju jalan ASEAN, Kabupaten Lampung Timur dan Kotamadya Metro. Sementara bagian barat jalur menuju Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Tanggamus serta jalur lintas kereta api jurusan Bandar Lampung-Kertapati, Palembang. Lambang daerah merupakan simbol rasa persatuan dan kesatuan masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah sebagai tempat bermukim, bernaung dan berkarya bagi penghuninya yang heterogen baik segi agama, asal usul, seni, budaya dan adat istiadat untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai adat dan budaya masyarakat berdasarkan Pancasila.

Makna Lambang Daerah berdasarkan elemennya: 1. Perisai Segi Lima Melambangkan alat pertahanan dalam mempertahankan cita-cita dan perjuangan serta Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Selain melambangkan pancasila, segilima juga memaknakan lima prinsip masyarakat Lampung yaitu Piil Pesengiri, Sakai Sambayan, Nemui Nyimah, Nengah Nyapur dan Bejuluk Beadek.

2. Bendera Merah Putih Memaknakan Kabupaten Lampung Tengah adalah bagian tak terpisahkan dari Wilayah Kesatuan Republik Indonesia 3. Empat Payung Agung Memaknakan lambang kehormatan, pengayoman, dan budaya masyarakat Lampung Tengah 4.

Kursi Pepadun Memaknakan kehormatan dalam adat dan lambang kedaulatan rakyat yang menjadi hak setiap warga. 5. Pita Putih bertuliskan Jurai Siwo Memaknakan identitas kebudayaan masyarakat Lampung Tengah yang terdiri dari sembilan marga. 6. Padi 17 butir dan Kapas 8 buah Memaknakan kemakmuran dan semangat mengisi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sumber : http://lampungtengahkab.go.id Unknown 13 Agustus 2013 12.51 "maaf ninip info pencarian saudaraku"slmat ptang menjlang malm smua ny, ini stts gua, 1x mau cri org.

Org2 d bwah ini dri desa surabaya, kec. Padang ratu, kab. Lampung tengah., muhamad fahrin, niman, nikmah, rasiah, sugati, sunarto, umi ulfah, sungidin,, sepupu2 gua, yg ni tman sklah angktan '86. Alahudasih, bunyamin, hudori, alfisori, samin, siti muniroh, sriwati, edi purnomo, kuswanto, herianto, dewi maisaroh, siti zubaedah, bambang, suswati. Siapa yg tau orang2 trsebut, blh inbx k gua, atau pun sms, ke no gua, 0178065338..dh 15 thun gua tdk jmpa dia orang, sebagai tnda trma kash gua, gua akan bg pulsa rp 50.000...mdh2n klian knal sm org2 trsbut...makasih dr iyon pratikno.artikel yg bagus jadi bisa tambah wawasan.maju terus bloger indonesia.fb Iyon Pratikno Gentouse Namikakankprabu Balas Hapus
• Acèh • العربية • Azərbaycanca • تۆرکجه • Basa Bali • Български • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Bahasa Hulontalo • 客家語/Hak-kâ-ngî • हिन्दी • Ilokano • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Lietuvių • Basa Banyumasan • Minangkabau • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Kapampangan • Polski • پنجابی • Português • Română • Русский • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • ไทย • Türkçe • Українська • اردو • Vèneto • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Daftar • 0721 — Kota Bandar Lampung — Gedong Tataan - Tegineneng (Kabupaten Pesawaran) — Natar - Jati Agung (Kabupaten Lampung Selatan) • 0722 — Kota Agung (Kabupaten Tanggamus) • 0723 — Blambangan Umpu (Kabupaten Way Kanan) • 0724 — Kotabumi (Kabupaten Lampung Utara) • 0725 — Kota Metro — Gunung Sugih (Kabupaten Lampung Tengah) — Sukadana (Kabupaten Lampung Timur) • 0726 — Menggala (Kabupaten Tulang Bawang) — Kabupaten Tulang Bawang Barat — Wiralaga Mulya (Kabupaten Mesuji) • 0727 — Kalianda (Kabupaten Lampung Selatan) — Punduh Pidada (Kabupaten Pesawaran) • 0728 — Kota Liwa (Kabupaten Lampung Barat) — Krui (Kabupaten Pesisir Barat) • 0729 — Pringsewu (Kabupaten Pringsewu) Kode ISO 3166 ID-LA Pelat kendaraan BE Kode Kemendagri 18 APBD Rp 784.582.000.000.- [5] (2020) PAD Rp 329.843.000.000.- (2020) [5] DAU Rp 1.922.699.775.000,- ( 2020) [6] Slogan pariwisata The Treasure of Sumatra [7] Lagu daerah Peta Administrasi provinsi Lampung Lampung ( aksara Lampung: ) adalah sebuah provinsi paling selatan di pulau Sumatra, Indonesia, dengan ibu kota atau pusat pemerintahan berada di kota Bandar Lampung [8].

Provinsi ini memiliki dua kota yaitu kota Bandar Lampung dan kota Metro serta 13 kabupaten. Posisi provinsi Lampung secara geografis di sebelah Barat berbatasan dengan Samudra Hindia, di sebelah Timur dengan Laut Jawa, di sebelah Utara berbatasan dengan provinsi Sumatra Selatan, dan di sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Sunda. Provinsi Lampung memiliki pelabuhan utama bernama Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni, bandar udara utama yakni Radin Intan II terletak 28 km dari ibu kota provinsi, serta Stasiun Tanjung Karang di pusat ibu kota.

Tahun 2020, penduduk provinsi Lampung berjumlah 9.007.848 jiwa, dengan kepadatan 268 jiwa/km 2. [2] Daftar isi • 1 Sejarah • 2 Geografi • 2.1 Topografi • 2.1.1 Gunung • 2.1.2 Sungai • 3 Politik & Pemerintahan • 3.1 Kabupaten dan Kota • 3.2 Daftar gubernur • 3.3 Dewan Perwakilan • 4 Demografi • 4.1 Suku bangsa • 4.2 Bahasa • 4.3 Pendidikan • 4.3.1 Perguruan Tinggi • 5 Ekonomi • 5.1 Industri • 6 Pariwisata • 6.1 Pantai • 6.2 Taman Nasional • 6.3 Wisata alam lainnya • 6.4 Festival • 6.5 Wisata budaya • 7 Transportasi • 7.1 Jalan raya • 7.2 Jalan tol • 7.3 Bus • 7.4 Bandar udara dan penerbangan • 7.5 Pelabuhan • 7.6 Kereta api • 8 Seni dan budaya • 8.1 Sastra • 8.2 Tapis Lampung • 8.3 Teater • 8.4 Musik • 8.5 Tarian • 9 Media massa • 10 Lihat pula • 11 Referensi • 12 Pranala luar Sejarah Peta Pembagian Administratif yang menunjukkan wilayah dari pada Kepaksian dan Marga Lampung marga indeling residentie Lampung 1 Saat Drukkerij 1930 yang diperkuat oleh Dewan Perwatin LMAL Provinsi Lampung tahun 2005.

Provinsi Lampung lahir pada tanggal 18 Maret 1964 dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 3/1964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor 14 tahun 1964.

Sebelum itu Provinsi Lampung merupakan keresidenan yang tergabung dengan Provinsi Sumatra Selatan. Kendatipun Provinsi Lampung sebelum tanggal 18 Maret 1964 tersebut secara administratif masih merupakan bagian dari Provinsi Sumatra Selatan, namun daerah ini jauh sebelum Indonesia merdeka memang telah menunjukkan potensi yang sangat besar serta corak warna kebudayaan tersendiri yang dapat menambah khazanah adat budaya di Nusantara.

Oleh karenanya, pada zaman VOC di dapat dari berbagai sumber bawasanya Vereenigde Oostindische Compagnie (Persatuan Perusahaan Hindia Timur) yang berada di bawah pemerintahan Belanda pada tahun 1800 selama abad ke-19 hingga abad ke-20, Hindia Belanda adalah salah satu koloni Eropa yang paling berharga di bawah kekuasaan Imperium Belanda.

Tatanan sosial kolonial didasarkan pada struktur rasial dan sosial yang kaku dengan para elit Belanda yang tinggi terpisah akan tetapi tetap berhubungan dengan penduduk pribumi yang dijajah oleh mereka, sedangkan istilah Indonesia digunakan untuk lokasi geografis setelah tahun 1880 Masehi, nama Hindia Belanda tercatat dalam dokumen VOC pada awal tahun 1620 Masehi.

Daerah Lampung sendiri tidak terlepas dari incaran penjajahan Belanda. Lampung kemungkinan besar pernah menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Sunda, setidaknya sampai abad ke-16. Sebelum akhirnya Kesultanan Banten menghancurkan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda. Sultan Banten yakni Sultan Ageng Tirtayasa, lalu tidak mengambil alih kekuasaan atas Lampung.

Hal ini dijelaskan dalam buku The Sultanate of Banten karya Claude Guillot pada halaman 19 sebagai berikut: "From the beginning it was abviously Hasanuddin's intention to revive the fortunes of the ancient kingdom of Pajajaran for his own benefit. One of his earliest decisions was to travel to southern Sumatra, which in all likelihood already belonged to Pajajaran, and from which came bulk of the pepper sold in the Sundanese region".

[9] Di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa (1651–1683) Banten berhasil menjadi pusat perdagangan yang dapat menyaingi VOC di perairan Jawa, Sumatra dan Maluku. Dalam masa pemerintahannya, Sultan Ageng berupaya meluaskan wilayah kekuasaan Banten yang terus mendapat hambatan karena dihalangi VOC yang bercokol di Batavia. VOC yang tidak suka dengan perkembangan Kesultanan Banten mencoba berbagai cara untuk menguasainya termasuk mencoba membujuk Sultan Abu Nashar Abdul Qahar, Putra Sultan Ageng untuk melawan Ayahnya sendiri.

Dalam perlawanan menghadapi ayahnya sendiri, Sultan Abu Nashar Abdul Qahar meminta bantuan VOC dan sebagai imbalannya ia menjanjikan akan menyerahkan penguasaan atas daerah Lampung kepada VOC.

Akhirnya pada tanggal 7 April 1682 Sultan Ageng Tirtayasa disingkirkan dan Sultan Haji dinobatkan menjadi Sultan Banten. Dari perundingan-perundingan antara VOC dengan Sultan Abu Nashar Abdul Qahar menghasilkan sebuah piagam dari Sultan Abu Nashar Abdul Qahar tertanggal 27 Agustus 1682 yang isinya antara lain menyebutkan bahwa sejak saat itu pengawasan perdagangan rempah-rempah atas daerah Lampung diserahkan oleh Sultan Banten kepada VOC yang sekaligus memperoleh monopoli perdagangan di daerah Lampung.

Pada tanggal 29 Agustus 1682 iring-iringan armada VOC dan Banten membuang sauh di Tanjung Tiram. Armada ini dipimpin oleh Vander Schuur dengan membawa surat mandat dari Sultan Abu Nashar Abdul Qahar yang mewakili Sultan Banten. Ekspedisi Vander Schuur yang pertama ini tidak berhasil dan ia tidak mendapatkan lada yang dicarinya.

Perdagangan langsung antara VOC dengan Lampung mengalami kegagalan disebabkan karena tidak semua penguasa di Lampung langsung tunduk begitu saja kepada kekuasaan Sultan Abu Nashar Abdul Qahar yang bersekutu dengan kompeni, sebagian mereka masih tidak mengakui Sultan Ageng Tirtayasa sebagai Sultan Kerajaan Banten dan menganggap kompeni tetap sebagai musuh. [10] Sementara itu timbul keraguan dari VOC mengenai status penguasaan Lampung di bawah Kekuasaan Kesultanan Banten, yang kemudian baru diketahui bahwa penguasaan Banten atas Lampung tidaklah mutlak.

Logo Distrik Keresidenan ( Oosthaven) saat penjajahan Belanda Penempatan wakil-wakil Sultan Banten di Lampung yang disebut " jenangan" atau kadang-kadang disebut gubernur hanyalah dalam mengurus kepentingan perdagangan hasil bumi (lada).

Sedangkan para penguasa hasil bumi Lampung asli yang terpencar pada tiap-tiap desa atau kota yang disebut "adipati" secara hierarki tidak berada di bawah koordinasi penguasaan jenangan/gubernur. Disimpulkan penguasaan Sultan Banten atas Lampung hanya dalam hal garis pantai Banten saja dalam rangka menguasai monopoli arus keluarnya hasil bumi terutama lada. Dengan demikian jelas hubungan Banten-Lampung adalah dalam hubungan saling membutuhkan satu dengan lainnya.

Selanjutnya pada masa Raffles berkuasa pada tahun 1811 ia tidak menduduki daerah Semangka dan tidak mau melepaskan daerah Lampung kepada Belanda karena Raffles beranggapan bahwa Lampung bukanlah jajahan Belanda. Namun setelah Raffles meninggalkan Lampung baru kemudian tahun 1829 ditunjuk Residen Belanda untuk Lampung.

Kebesaran seorang Raffles terendus sejak dirinya berusia 14. Di masa remaja itu Raffles harus menggantikan peran ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Sir Thomas Stamford Bingley Raffles (lahir di Jamaica, 6 Juli 1781 – meninggal di London, Inggris, 5 Juli 1826 pada umur 44 tahun) adalah seorang Gubernur-Letnan Hindia Belanda yang terbesar. Ia adalah seorang warga negara Inggris.

Ia dikatakan juga pendiri kota dan negara kota Singapura. [11] Geografi Topografi Provinsi Lampung memiliki luas 35.376,50 km² dan terletak di antara 105°45'-103°48' BT dan 3°45'-6°45' LS. Daerah ini berada di sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia, di sebelah timur dengan Laut Jawa, di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Sumatra Selatan dan Bengkulu, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Selat Sunda.

Beberapa pulau termasuk dalam wilayah Provinsi Lampung, yang sebagian besar terletak di Teluk Lampung, di antaranya: Pulau Darot, Pulau Legundi, Pulau Tegal, Pulau Sebuku, Pulau Kelagian, Pulau Sebesi, Pulau Pahawang, Pulau Krakatau, Pulau Putus dan Pulau Tabuan. Ada juga Pulau Tampang dan Pulau Pisang di yang masuk ke wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Keadaan alam Lampung, di sebelah barat dan selatan, di sepanjang pantai merupakan daerah yang berbukit-bukit sebagai sambungan dari jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatra.

Di tengah-tengah merupakan dataran rendah. Sedangkan ke dekat pantai di sebelah timur, di sepanjang tepi Laut Jawa terus ke utara, merupakan perairan yang luas. Gunung 5 (Lima) Gunung-gunung yang puncaknya cukup tinggi, antara lain: [12] • Gunung Pesagi (3.262 Mdpl) di Liwa, Lampung Barat • Gunung Tanggamus (2.100 Mdpl) di Kota Agung, Tanggamus • Gunung Tebak (1.607 Mdpl) di Sumber Jaya, Lampung Barat • Gunung Seminung (1.804 Mdpl) di Sukau, Lampung Barat • Gunung Sekincau (1.718 Mdpl) Liwa, Lampung Barat • Gunung Ratai (1.681 Mdpl) di Padang Cermin, Pesawaran • Gunung Pesawaran (1.662 Mdpl) di Kedondong, Pesawaran • Gunung Rindingan (1.506 Mdpl) di Pulau Panggung, Tanggamus • Gunung Rajabasa (1.281 Mdpl) [13] di Kalianda, Lampung Selatan • Gunung Betung (1.240 Mdpl) di Pesawaran dan Bandar Lampung • Gunung Krakatau (813 Mdpl) di Selat Sunda, Lampung Selatan Sungai Sungai-sungai yang mengalir di daerah Lampung menurut panjang dan cathment area (c.a)-nya adalah: • Way Sekampung, panjang 265 km, c.a.

4.795,52 km2 • Way Semaka, panjang 322,2 km, c.a. 322.2 ha • Way Seputih, panjang 190 km, c.a. 7.149,26 km2 • Way Jepara, panjang 50 km, c.a. 1.285 km2 • Way Tulangbawang, panjang 136 km, c.a. 1.285 km2 • Way Mesuji, panjang 220 km, c.a. 2.053 km2 Way Seputih mengalir di daerah kabupaten Lampung Tengah dengan anak-anak sungai yang panjangnya lebih dari 50 km adalah: • Way Terusan, panjang 175 km, c.a. 1.500 km2 • Way Pengubuan, panjang 165 km, c.a. 1.143,78 km2 • Way Pegadungan, panjang 80 km, c.a.

975 km2 • Way Raman, panjang 55 km, c.a. 200 km2 Way Tulangbawang mengalir di kabupaten Tulangbawang dengan anak-anak sungai yang lebih dari 50 km panjangnya, di antaranya: • Way Kanan, panjang 51 km, c.a.

1.197 km2 • Way Rarem, panjang 53,50 km, c.a. 870 km2 • Way Umpu, panjang 100 km, c.a. 1.179 km2 • Way Tahmy, panjang 60 km, c.a. 550 km2 • Way Besay, panjang 113 km, c.a. 879 km2 • Way Giham, panjang 80 km, c.a. 506,25 km2 Way Mesuji yang mengalir di perbatasan provinsi Lampung dan Sumatra Selatan di sebelah utara mempunyai anak sungai bernama Sungai Buaya, sepanjang 70 km dengan c.a. 347,5 km2. Sedangkan Way Sekampung mengalir di daerah kabupaten Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran dan Lampung Selatan.

Anak sungainya banyak, tetapi tidak ada yang panjangnya sampai 100 km. Hanya ada satu sungai yang panjangnya 51 km dengan c.a. 106,97 km2 ialah Way Ketibung di Kalianda. Beberapa kota di daerah provinsi Lampung yang tingginya 50 m lebih dari permukaan laut adalah: Tanjungkarang (96 m), Kedaton (100 m), Metro (53), Gisting (480 m), Negeri sakti (100 m), Pringsewu (50 m), Pekalongan (50 m), Batanghari (65 m), Punggur (50 m), Padang ratu (56 m), Wonosobo (50 m), Kedondong (80 m), Sidomulyo (75 m), Kasui (200 m), Sri Menanti (320 m) dan Kota Liwa (850 m).

Politik & Pemerintahan Kabupaten dan Kota Artikel utama: Daftar gubernur Lampung No Foto Gubenur Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Gubenur 1 Kusno Danupoyo 1964 1966 1 [16] Nadirsyah Zaini (1966) 2 Zainal Abidin Pagaralam 1966 1973 2 [17] — 3 R.

Sutiyoso 1973 5 Mei 1978 3 [ket. 1] 4 Yasir Hadibroto 1978 1983 4 Subki E. Harun (1980–90) 1983 1988 5 5 Poedjono Pranyoto 1988 1993 6 Man Hasan (1990–95) Suwardi Ramli (1994–98) Oemarsono (1995–98) 1993 1997 7 — Oman Sachroni 1 Oktober 1997 Januari 1998 6 Oemarsono 5 Februari 1998 5 Februari 2003 8 — — Tursandi Alwi (Penjabat) 5 Februari 2003 2 Juni 2004 7 Sjachroedin Z.

Pagaralam 2 Juni 2004 28 Mei 2008 9 [18] Syamsurya Ryacudu — Syamsurya Ryacudu 28 Mei 2008 2 Juli 2008 Plt. — 8 2 Juli 2008 2 Juni 2009 [ket. 2] (7) Sjachroedin Z. Pagaralam 2 Juni 2009 2 Juni 2014 10 Joko Umar Said 9 Muhammad Ridho Ficardo 2 Juni 2014 2 Juni 2019 11 ( 2014) [ket.

3] Bachtiar Basri — Didik Suprayitno (Pejabat Sementara) 13 Februari 2018 23 Juni 2018 — [ket. 4] — — Boytenjuri (Penjabat) 2 Juni 2019 12 Juni 2019 — [ket. 5] — 10 Arinal Djunaidi 12 Juni 2019 Petahana 12 Chusnunia Chalim Catatan • ^ Meninggal pada saat menjabat • ^ Sjachroedin mundur dari jabatan Gubernur Lampung karena kembali mencalonkan diri dalam pilgub Lampung 2008 [19] • ^ Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri cuti sementara sebagai gubernur karena menjadi peserta pilgub Lampung 2018 [20] • ^ Didik Suprayitno sebagai Pjs.

(Pejabat Sementara) sebab Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri cuti sementara sebagai gubernur-wakil gubernur [21] • ^ Boytenjuri sebagai Pj. (Penjabat) sebab Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri habis masa jabatan [22] Dewan Perwakilan Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung DPRD Lampung beranggotakan 85 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali.

Pimpinan DPRD Lampung terdiri dari 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Lampung yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 2 September 2019 oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Tanjung Karang di Gedung DPRD Provinsi Lampung. [23] Komposisi anggota DPRD Lampung periode 2019-2024 terdiri dari 9 partai politik dimana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 19 kursi, kemudian disusul oleh Partai Gerindra yang meraih 11 kursi serta Partai Golkar dan Partai Demokrat yang masing-masing meraih 10 kursi.

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Lampung dalam dua periode terakhir. [24] [25] [26] Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode 2009-2014 2014-2019 2019-2024 PKPB 4 PDK 2 PKB 5 7 9 Gerindra 6 10 11 PDI-P 11 17 19 Golkar 10 10 10 PKS 7 8 9 PPP 3 4 1 PAN 7 8 7 Hanura 6 2 0 Demokrat 14 11 10 NasDem (baru) 8 9 Jumlah Anggota 75 85 85 Jumlah Partai 11 10 9 Demografi Suku bangsa Siger adalah mahkota wanita pengantin Lampung yang terdiri atas masyarakat Saibatin dan Punyimbang.

Provinsi Lampung menjadi salah satu provinsi di Indonesia di luar Pulau Jawa, tempat mayoritas penduduknya adalah suku Jawa, dengan total populasi tahun 2010 sebanyak 64,06%.

Sementara penduduk asli yakni suku Lampung berjumlah 13,56%. Berdasarkan data dari Sensus Penduduk Indonesia 2010, berikut ini komposisi etnis atau suku bangsa di provinsi Lampung: [27] [28] No Suku Jumlah 2010 % 1 Jawa 4.856.924 64,06% 2 Lampung 1.028.190 13,56% 3 Sunda 728.684 9,61% 4 Asal Sumatra Selatan 409.151 5,40% 5 Banten 172.403 2,27% 6 Minangkabau 69.652 0,92% 7 Batak 52.311 0,69% 8 Tionghoa 39.979 0,53% 9 Bugis 21.054 0,28% 10 Melayu 18.175 0,24% 11 Lainnya 185.425 2,44% Provinsi Lampung 7.581.948 100% Bahasa Artikel utama: Bahasa Lampung Masyarakat Lampung yang plural menggunakan berbagai bahasa, antara lain: Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa Melayu, Bahasa Melayu Palembang, Bahasa Melayu Ogan, Bahasa Batak, Bahasa Minangkabau, Bahasa Mandarin, Bahasa Tionghoa, Bahasa Madura dan bahasa setempat yang disebut Bahasa Lampung.

[29] Pendidikan Sekolah-sekolah di Lampung terdiri dari TK, SD, SMP, dan SMA/SMK dan juga Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Namun di artikel ini hanya akan menampilkan daftar perguruan tinggi saja, karena jumlah sekolah sangat banyak.

Perguruan Tinggi • Universitas Teknokrat Indonesia • Universitas Lampung • Institut Teknologi Sumatera • UIN Raden Intan Lampung • Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) • IBI Darmajaya Bandar Lampung • Sekolah Tinggi Pertanian Surya Dharma Lampung • Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Lampung • Universitas Bandar Lampung • Universitas Muhammadiyah Lampung • Universitas Mitra Lampung • Universitas Darmajaya • Universitas Malahayati • Universitas Tulang Bawang • STKIP PGRI Bandar Lampung • DCC Lampung • STIE Gentiaras • Universitas Rajabasa • Universitas Islam Kalianda • STAI Yasba Kalianda • STIE Muhamadiyah Kalianda • STIH Kalianda • STKIP Kalianda • AKPER Hampar Baiduri Kalianda • AKBID Bunda Delima Kalianda • Universitas Terbuka Ketapang • DCC Kalianda • Universitas Megou Pak Tulang Bawang • Prasetiya Mandiri Lampung • Universitas Muhammadiyah Metro • STKIP Darmawacana Metro • STKIP Muhammadiyah Pringsewu • STKIP Muhammadiyah Kotabumi • STMIK Pringsewu • STAI Pringsewu • STAI Maarif Metro • IAIN Jurai Siwo Metro • STIE Lampung Timur • STAI Darussalam Lampung • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gentiaras • Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Rusyd Kotabumi Ekonomi Masyarakat pesisir lampung kebanyakan bekerja sebagai nelayan dan bercocok tanam.

Dibeberapa daerah pesisir, komoditas perikanan seperti tambak udang lebih menonjol, bahkan untuk tingkat nasional dan internasional. Sedangkan masyarakat yang tinggal bukan di pesisir kebanyakan bertanam padi dan berkebun lada, kopi, cengkih, kayu manis dan lain-lain.

Lampung fokus pada pengembangan lahan bagi perkebunan besar seperti kelapa sawit, karet, padi, singkong, kakao, lada hitam, kopi, jagung, tebu, dan lain-lain. Selain hasil bumi Lampung juga merupakan kota pelabuhan karena Lampung adalah pintu gerbang untuk masuk ke pulau Sumatra. Dari hasil bumi tumbuhlah banyak industri-industri seperti di daerah Panjang, Natar, Tanjung Bintang, dan Bandar Jaya. Industri Industri penambakan udang termasuk salah satu tambak yang terbesar di dunia setelah adanya penggabungan usaha antara Bratasena, Dipasena, dan Wachyuni Mandira.

Pabrik gula dapat menghasilkan produksi per tahun mencapai 600.000 ton oleh dua pabrik yaitu Gunung Madu Plantation dan Sugar Group. Pada tahun 2007 kembali diresmikan pembangunan satu pabrik gula di bawah PT. Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI). Industri agribisnis lainnya: nanas, ketela (ubi), kelapa sawit, kopi robusta, lada, coklat, kakao, nata de coco dan lain-lain. Pariwisata Pantai Objek wisata pantai di Lampung terdapat di Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Kabupaten Pesisir Barat.

Taman Nasional Lampung memiliki Taman Nasional Way Kambas yang terdapat di Kabupaten Lampung Timur. Wisata alam lainnya • Danau Ranau Festival Festival Sekura yang diadakan dalam seminggu setelah Idul Fitri di Lampung Barat, [30] Festival Krakatau di Bandar Lampung, Festival Teluk Stabas di Pesisir Barat, Festival Teluk Semaka di Tanggamus, dan Festival Way Kambas di Lampung Timur.

Wisata budaya Jenis wisata yang dapat dikunjungi di Lampung adalah Wisata Budaya di beberapa Kampung Tua di Sukau, Liwa, Kembahang, Batu Brak, Kenali, Ranau dan Krui di Lampung Barat.

[31] Transportasi Jalan raya Untuk mengakses Provinsi Lampung, dari arah Aceh dapat menggunakan jalur darat melalui jalan lintas tengah Sumatra, Jalan Lintas Timur Sumatra, Jalan Lintas Barat Sumatra dan Jalan Lintas Pantai Timur Sumatra. Jalan tol Sejak 9 Maret 2019, Jalan Tol Bakauheni-Bandar Lampung-Terbanggi Besar telah beroperasi penuh, dari Bakauheni ( Lampung Selatan) hingga Terbanggi Besar ( Lampung Tengah) sepanjang 140 kilometer. [32] Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) tengah mempersiapkan pembangunan jalan tol kawasan Bakauheni-Palembang.

Jalan tol ini, nantinya akan terdiri dari tiga kawasan ruas tol. Untuk tahun ini yang akan dibangun salah satunya Bakauheni-Terbanggi Besar, panjangnya 138 km. Selain itu, modernisasi dermaga Merak dan Bakauheni juga akan dibangun. Kawasan ruas tol Bakauheni-Terbangi besar diperkirakan dapat diselesaikan dalam empat tahun dengan pendanaan dari swasta, pemerintah, gabungan swasta maupun Pemerintah.

{/INSERTKEYS}

ibu kota lampung tengah

Adapun biaya pembangunan ini, diprediksi mencapai Rp 53 triliun, termasuk pembebasan lahan dan konstruksi sekira Rp30 triliun. [33] Bus Terminal bus di Lampung: • Terminal Rajabasa dan terminal Sukaraja yang berada di Bandar Lampung. Terminal Rajabasa melayani rute jarak dekat, menengah, dan jauh (AKAP) yang melayani rute ke kota-kota di Sumatra dan Jawa. • Terminal Kota Metro Selain tiga terminal tersebut, terdapat banyak terminal bus yang berada di seluruh ibu kota kabupaten di Lampung.

Bandar udara dan penerbangan Bandar Udara utama adalah " Radin Inten II" yaitu nama baru dari "Branti", terletak 28 km dari ibu kota melalui jalan negara menuju Kotabumi. Terdapat pula tiga Bandar Udara perintis yaitu: Bandar Udara Mohammad Taufik Kiemas di Krui, Pesisir Barat; Bandar Udara Gatot Subroto di Kabupaten Way Kanan; dan Lapangan terbang AURI terdapat di Menggala yang bernama Astra Ksetra. Berikut adalah daftar maskapai dan tujuannya: Maskapai Tujuan Express Air Bandung, Palembang Garuda Indonesia Batam, Tangerang-Soekarno-Hatta, Medan Garuda Indonesia dioperasikan oleh Explore Garuda Palembang Lion Air Jakarta-Soekarno-Hatta Sriwijaya Air Jakarta-Soekarno Hatta, Batam Susi Air Krui, Pesisir Barat Wings Air Palembang, Bandung Pelabuhan Di provinsi ini terdapat Pelabuhan Panjang yang merupakan pelabuhan ekspor-impor bagi Lampung dan juga Pelabuhan Srengsem yang menjadi pelabuhan untuk lalu lintas distribusi batu bara dari Sumatra Selatan ke Jawa.

Sekitar 92 kilometer dari selatan Bandar Lampung, ada Bakauheni, ibu kota lampung tengah merupakan sebuah kota pelabuhan di provinsi Lampung, tepatnya di ujung selatan Pulau Sumatra. Terletak di ujung selatan dari Jalan Raya Lintas Sumatra, pelabuhan Bakauheni menghubungkan Sumatra dengan Jawa via perhubungan laut.

Serta pelabuhan nelayan seperti Pasar Ikan (Telukbetung), Tarahan, dan Kalianda di Teluk Lampung. Ratusan trip feri penyeberangan dengan 24 buah kapal feri dari beberapa operator berlayar mengarungi Selat Sunda yang menghubungkan Bakauheni dengan Merak di Provinsi Banten, Pulau Jawa. Feri-feri penyeberangan ini terutama melayani jasa penyeberangan angkutan darat seperti bus-bus penumpang antar kota antar provinsi, truk-truk barang maupun mobil pribadi.

Rata-rata durasi perjalanan yang diperlukan antara Bakauheni – Merak atau sebaliknya dengan feri ini adalah sekitar 2-3 jam. Kereta api Provinsi Lampung mempunyai jalur kereta api antara Bandar Lampung – Palembang, yang merupakan bagian dari jaringan jalur kereta api di Sumatra Bagian Selatan yang dioperasikan oleh PT Kereta Api (Persero) Divre IV Tanjung Karang yang berkedudukan di Bandar Lampung.

Jalur kereta api Bandar Lampung – Palembang dengan 40 stasiun di sepanjang 387,872 km terbentang antara Stasiun Tanjungkarang (+96) di Bandar Lampung sampai Stasiun Kertapati (+2) di Palembang.

Berikut ini Layanan Kereta api di Lampung: • Sriwijaya: Tanjungkarang-Kertapati • Rajabasa: Tanjungkarang-Kertapati • Kuala Stabas: Tanjungkarang-Baturaja • Way Umpu: Tanjungkarang-Kotabumi • Seminung: Tanjungkarang-Kotabumi Seni dan budaya Sastra Artikel utama: Sastra Lampung dan Sastrawan Lampung Lampung menjadi lahan yang subur bagi pertumbuhan sastra, baik sastra (berbahasa) Indonesia maupun sastra (berbahasa) Lampung.

Kehidupan sastra (Indonesia) di Lampung dapat dikatakan sangat ingar-bingar meskipun usia dunia kesusastraan Lampung relatif masih muda. Penyair dan seniman Lampung antara lain Thamrin Effendi, isbedi ZS, A.M. Zulqornain, Sugandhi Putra, Djuhardi Basri, Naim Emel Prahana dan beberapa nama lainnya. Barulah memasuki 1990-an kemudian Lampung mulai semarak dengan penyair-penyair seperti Iswadi Pratama, Budi P. Hatees, Panji Utama, Udo Z. Karzi, Ahmad Yulden Erwin, Christian Heru Cahyo, Oyos Saroso H.N., dan lain-lain.

Menyusul kemudian Ari Pahala Hutabarat, Budi Elpiji, Rifian A. Chepy, Dahta Gautama dkk. Kini ada Dina Oktaviani, Alex R. Nainggolan, Jimmy Maruli Alfian, Y. Ibu kota lampung tengah, Inggit Putria Marga, Nersalya Renata dan Lupita Lukman. Selain itu ada cerpenis Dyah Merta dan M. Arman AZ. Leksikon Seniman Lampung (2005) menyebutkan tidak kurang dari 36 penyair/sastrawan Lampung yang meramaikan lembar-lembar sastra koran, jurnal dan majalah seantero negeri.

Ibu kota lampung tengah Lampung Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.

Cari sumber: "Lampung" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR Kain Tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistem sulam (Lampung; "Cucuk").

Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung. Jenis tenun ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak. Tapis Lampung termasuk kerajian tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan oleh pengerajin.

Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis (muli-muli) yang pada mulanya untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral.

Kain Tapis saat ini diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang bermacam-macam sebagai barang komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Teater Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Lampung" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR Perkembangan teater di Lampung banyak dilatarbelakangi dari keinginan para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok seni untuk mendalami seni peran dan pertunjukkan.

Beberapa kelompok teater kampus dan pelajar yang masih tercatat aktif sampai saat ini adalah teater Kurusetra (UKMBS Unila), KSS (FKIP Unila), Green Teater (Umitra), Teater Biru (Darmajaya), Teater Kapuk (STAIN Metro), Teater Sudirman 41 (SMAN 1 Bandar Lampung), Teater Gemma (SMAN 2 Bandar Lampung), Teater Palapa (SMAN 3 Bandar Lampung), Teater Sanggar Madani(SMAN 5 Bandar Lampung), Teater Handayani (SMAN 7 Bandar Lampung), Kolastra (SMAN 9 Bandar Lampung), Teater Sebelas (SMAN 11 Bandar Lampung), Teater Pelopor (SMA Perintis 1 Bandar Lampung), Insyaallah Teater (SMU Perintis 2 Bandar Lampung), Teater Ibu kota lampung tengah (SMAN 1 Sumberjaya),dan Teater Pijar (SMA YP UNILA Bandar Lampung).

Sedangkan beberapa teater ibu kota lampung tengah digerakkan seniman-seniman Lampung yaitu Teater Satu, Komunitas Berkat Yakin (Kober), Teater Kuman, Teater Sendiri. Penggerak teater di Lampung yang masih eksis mengembangkan seni pertunjukkan teater melalui karya-karyanya antara lain Iswadi Pratama, Ari Pahala Hutabarat, Robi akbar, M.

Yunus, Edi Samudra Kertagama, Ahmad Jusmar, Imas Sobariah, Ahmad Zilalin, Darmawan. Lampung tidak hanya dikenal banyak melahirkan sastrawan-sastrawan baru namun aktor-aktor potensial pun juga tidak sedikit yang muncul seperti, Rendie Dadang Yusliadi, Robi Akbar, Eyie, Iin Mutmainah, M Yunus, Dedi Nio, Liza Mutiara Afriani, Iskandar GB, Ruth Marini. Dalam tiap tahunnya even-even teater seperti pertunjukan, lomba, workshop dan diskusi kerap digelar di Provinsi ini serta tempat tempat yang sering digunakan adalah Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Auditorium RRI, GSG UNILA, Academic Centre STAIN Metro, Gedung PKM Unila, Aula FKIP Unila, Pasar Seni Enggal.

Adapun even tahunan teater yang terbesar di Lampung adalah Liga Teater SLTA se-Provinsi Lampung sebagai ajang apresiasi para aktor Pelajar Lampung yang kualitasnya tidak kalah dengan pelajar di luar Lampung. Musik Jenis musik yang masih bertahan hingga sekarang adalah Klasik Lampung. Jenis musik ini biasanya diiringi oleh alat musik gambus dan gitar akustik. Mungkin jenis musik ini merupakan perpaduan budaya Islam dan budaya asli itu sendiri.

Beberapa kegiatan festival diadakan dengan tujuan untuk mengembangkan budaya musik tradisional tanpa harus khawatir akan kehilangan jati diri. Festival Krakatau, contohnya adalah sebuah Festival yang diadakan oleh Pemda Lampung yang bertujuan untuk mengenalkan Lampung kepada dunia luar dan sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata.

Tarian Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung contohnya Tari Sembah (atau Tari Sigeh Pengunten) dan Tari Melinting.

Ritual Tari Sembah biasanya diadakan untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan. Selain sebagai ritual penyambutan, Tari Sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakan Lampung.

Media massa Koran pertama di Lampung adalah Harian Tamtama (4 Oktober 1968). Pada awal dekade 1970-an terbit koran lokal Lampung, Pusiban, Indevenden, dan Post Ekonomi. Ketiganya kemudian bergabung menjadi Harian Lampung Post pada 1974.

Sejak itu hingga menjelang era reformasi media yang ada yaitu Tamtama (kemudian berubah ibu kota lampung tengah Lampung Ekspres) dan Lampung Post. Lampung Ekspres dimiliki Harun Muda Indrajaya, sedangkan Lampung Post pada awal 1990-an dibeli Surya Paloh. Memasuki era reformasi banyak koran bermunculan.

Namun, sebagian besar tirasnya kecil dan masih mengandalkan sumber pengasilan dari iklan dan anggaran pemerintah daerah. Pada 2002 hingga 2011, terbit media milik NGO.

Media dalam bentuk majalah yang bernama Sapu Lidi diterbitkan oleh Komite Anti Korupsi (KoAk) Lampung yang kemudian mati seiring berhentinya program dari lembaga donor.

Lihat pula • Suku Lampung • Islam di Lampung • Daftar tokoh Lampung • Suku Belalau Referensi • ^ a b c "Pimpinan Daerah Provinsi Lampung".

lampungprov.go.id. Diakses tanggal 26 Oktober 2021. • ^ a b c "Provinsi Lampung Dalam Angka 2021" (pdf). BPS Lampung. hlm. 7, 76, 250. Diakses tanggal 17 September 2021. • ^ "Data Umat Berdasarkan Agama". data.kemenag.go.id. Diakses tanggal 26 November 2021. • ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2019-2021".

www.bps.go.id. Diakses tanggal 26 November 2021. • ^ a b "APBD 2020". www.djpk.kemenkeu.go.id. Diakses tanggal 8 Juni 2020. • ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 11 April 2021.

Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Ibu kota lampung tengah, Dinas Kominfotik Provinsi. "Gubernur Paparkan Rangkaian Kegiatan Festival Krakatau di Kementerian Pariwisata". Pemerintah Provinsi Lampung (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-07. • ^ [1] • ^ Guillot, Claude. (1990). The sultanate of Banten.

Gramedia Book Publishing Division. hlm. 19. • ^ "Raja-Raja Kerajaan Banten". www.kompas.com. 1 Mei 2021. Diakses tanggal 16 Oktober 2021. • ^ "Thomas Stamford Raffles: Gubernur Jenderal Hindia-Belanda dari Inggris yang Menggugah Kebesaran Jawa". VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan. Diakses tanggal 2021-08-05. • ^ Karimah, Inggit Dwi (2021-04-23). "KARAKTERISTIK MORFOLOGI SPORA TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) PADA KELAS FILICINAE (PAKU SEJATI) DI GUNUNG TANGGAMUS, LAMPUNG".

dx.doi.org. Diakses tanggal 2021-09-17. • ^ "Gunung Rajabasa, Memiliki Dua Titik Puncak". Altumnews.com. 2021-03-26 .

ibu kota lampung tengah

Diakses tanggal 2021-08-05. • ^ "Nama Ibukota Kabupaten Kota dan Jarak Ke Ibukota Provinsi Menurut Kabupaten Kota Tahun 2014". lampung.bps.go.id. Diakses tanggal 16 Oktober 2021. • ^ a b "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia".

www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 2018-07-10. • ^ "Publikasi Statistik Lampung". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 15 Maret 2015. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-04-08. Diakses tanggal 2019-04-08. • ^ Merduani, Bisrie; YAN (29 Mei 2004). "Syahrudin Gubernur Lampung Terbaru".

Liputan6.com. Diakses tanggal 29 Oktober 2017. • ^ RH, Priyambodo, ed. (4 Juli 2008). "Syamsurya Ryacudu, dari Dosen Jadi Gubernur Setahun". AntaraNews. Diakses tanggal 29 Oktober 2017. • ^ "Pilgub Lampung 2018-Ini Jadwal Cuti Ridho Ficardo, Herman, Mustafa, Chusnunia, dan Bachtiar Basri". Tribun Lampung. 16 Januari 2018 ibu kota lampung tengah. Diakses tanggal 13 Februari 2018. • ^ Yanuar Nurcholis Majid, ed. (13 Februari 2018). "Mendagri Lantik Didik Suprayitno Jadi Penjabat Sementara Gubernur Lampung".

TribunNews.com. Diakses tanggal 13 Februari 2018. • ^ Prasetia, Andhika (2 Juni 2019). "Mendagri Lantik Boytenjuri sebagai Penjabat Gubernur Lampung". Detik.com. Diakses tanggal 11 Juni 2019. • ^ "85 Anggota DPRD Lampung Dilantik". poskotanews.com. 03-09-2019. Diakses tanggal 10-12-2019.

Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) [ pranala nonaktif permanen] • ^ "SK KPU Provinsi Lampung No. 278/HK.03.1-Kpt/18/Prov/VIII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilu Anggota DPRD Provinsi Lampung Tahun 2019" (PDF). jdih.kpu.go.id.

12-08-2019. Diakses tanggal 10-12-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) [ pranala nonaktif permanen] • ^ "KPU Tetapkan 85 Anggota DPRD Provinsi Lampung Terpilih".

lampost.co. 12-08-2019. Diakses tanggal 10-12-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ "Tiga Ibu kota lampung tengah DPRD Lampung Tidak Dilantik". travel.kompas.com. 01-09-2009 .

ibu kota lampung tengah

Diakses tanggal 11-12-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (pdf). www.bps.go.id. hlm. 36–41. Diakses tanggal 22 September 2021.

• ^ Ananta, Aris (2015). Demography of Indonesia's Ethnicity. Evi Nurvidya Arifin, M. Sairi Hasbullah, Nur Budi Handayani, Agus Pramono. SG: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 978-981-4519-88-5. OCLC 1011165696.

• ^ Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Peta Bahasa di Provinsi Lampung".

Bahasa dan Peta Bahasa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses tanggal 2021-02-10. • ^ https://lampungbaratkab.go.id/detailpost/tradisi-sekura-pesta-topeng-dari-lampung-barat • ^ https://www.lampung.co/tag/wisata-lampung • ^ Media, Kompas Cyber.

"Presiden Jokowi Resmikan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Terpanjang di Indonesia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-03-15. • ^ "Pemerintah bangun tol Bakauheni Terbanggi Besar di 2015".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-02-06. Diakses tanggal 2016-01-29. Pranala luar • (Indonesia) Profil Demografi Lampung • (Indonesia) Profil Ekonomi Lampung • (Indonesia) Profil Wisata Lampung • (Indonesia) Ekonomi Regional Lampung • (Indonesia) Statistik Regional Lampung • (Indonesia) Situs web resmi pemerintah provinsi Lampung • (Indonesia) Indonesia Travel: Informasi lengkap seputar Lampung • (Indonesia) repositori.kemdikbud.go.id -- Sejarah sosial Lampung • Kota Banda Aceh • Kota Langsa • Kota Lhokseumawe • Kota Sabang • Kota Subulussalam • Kota Binjai • Kota Gunungsitoli • Kota Medan • Kota Padang Sidempuan • Kota Pematangsiantar • Kota Sibolga • Kota Tanjungbalai • Kota Tebing Tinggi • Kota Bengkulu • Kota Jambi • Kota Sungaipenuh • Kota Dumai ibu kota lampung tengah Kota Pekanbaru • Kota Bukittinggi • Kota Padang • Kota Padang Panjang • Kota Ibu kota lampung tengah • Kota Payakumbuh • Kota Sawahlunto • Kota Solok • Kota Lubuklinggau • Kota Pagar Alam • Kota Palembang • Kota Prabumulih • Kota Bandar Lampung • Kota Metro • Kota Pangkal Pinang • Kota Batam • Kota Tanjungpinang Suku bangsa Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen formatnum non-numerik • Galat CS1: tanggal • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Pages using infobox settlement with no coordinates • Artikel yang tidak memiliki referensi Februari 2022 • Semua artikel yang tidak memiliki referensi • Koordinat di Wikidata • Artikel Wikipedia ibu kota lampung tengah penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Halaman dengan peta • Halaman ini terakhir diubah pada 26 Februari 2022, pukul 13.12.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Pada awal pendiriannya, Lampung hanya memiliki 3 Kabupaten. Dalam perjalanannya, 3 Kabupaten tersebut telah beranak pinak, dan sampai sejauh ini, Provinsi Lampung terdiri atas 2 Kota Madya dan 13 Kabupaten yang secara resmi telah berdiri.

Dua Kabupaten lainnya akan menyusul seiring akan dibentuknya daerah otonom baru pecahan dari Lampung Tengah. Berikut ini adalah Daftar Nama Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Lampung: 1. Kota Bandar Lampung Kota Bandar Lampung merupakan ibu kota Provinsi Lampung. Kota Tapis Berseri ini telah menjadi kota yang cukup ramai. Beberapa jalan di Bandar Lampung terlihat mengalami kemacetan, pada jam-jam tertentu, meskipun tidak semacet jakarta.

Penduduk Kota Bandar Lampung kini kian padat, apa lagi di pusat kotanya. Jika dilihat dari peta, luas wilayah kota Bandar Lampung ini tidak seluas Kabupaten lain yang ada di Lampung.

2. Kota Metro Kota Metro terletak sekitar 45km dari Bandar Lampung. Kota Metro ini sebelumnya merupakan ibu kota dari Kabupaten Lampung Tengah. Sejak tahun 1999, Kota Metro memisahkan diri dari Lampung Tengah, dan dibentuklah daerah otonom mandiri yang diberi nama Kota Metro.

Meskipun namanya kota, namun faktanya belum seramai kota-kota lainnya. Jika dibandingkan dengan Kota Bandar Ibu kota lampung tengah, maka keramaian Kota Metro belum seberapa. 3. Kabupaten Lampung Selatan Kabupaten Lampung Selatan merupakan gerbang Pulau Sumatera.

Makanya sangat layak jika Sumatera Selatan disebut sebagai Serambi Sumatera. Akses ke Pulau Sumatera dicapai lewat Sumatera Selatan, tepatnya penyeberangan dari Merak ke Bakauheni.

ibu kota lampung tengah

Bandara Raden Intan II Lampung pun berlokasi di Lampung Selatan, tepatnya di Kecamatan Natar, yang merupakan akses masuk ke Lampung dari berbagai daerah lain. Ibu kota Lampung Selatan ada di Kota Kalianda. 4. Kabupaten Lampung Utara Kabupaten Lampung Utara pada awal pendirian Provinsi Lampung adalah Kabupaten terluas di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Selanjutnya, Lampung Utara ini kemudian dipecah menjadi Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung Barat, dan Kabupaten Tulang Bawang. Beberapa tempat wisata yang terkenal dari Lampung Utara di antaranya Bendungan Way Rarem, Bendungan Tirta Shinta, Air Terjun Curup Paten, Air Terjun Curup Selampung, dan Beberapa Wisata Budaya/Sejarah. Kabupaten Lampung Utara mempunyai ibu kota di Kota Bumi.

ibu kota lampung tengah

Kabupaten Lampung Utara ini merupakan salah satu Kabupaten yang paling rawan begal di Provinsi Lampung. 5. Kabupaten Lampung Barat Kabupaten Lampung Barat adalah pecahan dari Kabupaten Lampung Utara.

Selanjutnya, Kabupaten Lampung Barat pun kini telah mempunyai anak baru yaitu Kabupaten Pesisir Barat. Kabupaten Lampung Barat beribu kota di Liwa. Atap rumah-rumah di Liwa tidak menggunakan genteng. Rumah-rumah di Liwa menggunakan seng. Hal ini dikarenakan di Liwa sering terjadi gempa sehingga jika menggunakan genteng maka rumah mereka mudah rusak. 6. Kabupaten Lampung Tengah Kabupaten Lampung Tengah merupakan Kabupaten terluas kedua pada awal berdirinya Provinsi Lampung.

Selanjutnya, Kabupaten Lampung Tengah kemudian dipecah lagi menjadi Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, dan Kota Metro pada tahun 1999. Ibu Kota Lampung Tengah adalah Gunung Sugih. Lampung Tengah ini merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Lampung yang tidak mempunyai pantai. 7. Kabupaten Lampung Timur Lampung Timur Memisahkan diri dari Lampung Tengah pada Tahun 1999 dengan ibu kota di Sukadana.

Jika anda ingin melihat langsung gajah Sumatera, maka anda harus berkunjung ke Lampung Timur, tepatnya di Taman Nasional Way Kambas. 8. Kabupaten Way Kanan Kabupaten Way Kanan ibu kota lampung tengah diri dari Lampung Utara dan memilih ibu kota di Blambangan Umpu. Kabupaten dengan motto Ramik Ragom ini berbatasan langsung dengan Sumatera Selatan di sebelah utara.

Jarak tempuh dari Bandar Lampung sekitar 5-6 jam perjalanan. 9. Kabupaten Tulang Bawang Kabupaten Tulang Bawang beribu kota di Menggala. Jarak dari Bandar Lampung sekitar 120 km. Tulang Bawang, setelah memisahkan diri dari Lampung Utara, kini telah dipecah menjadi 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Kabupaten Mesuji.

10. Kabupaten Tulang Bawang Barat Setelah memisahkan diri dari Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat memilih Tulang Bawang Tengah sebagai ibu kota. Kab Tulang Bawang Barat mempunyai motto " Ragem Sai Mangi Wawai" yang artinya " Kebersamaan menuju Keberhasilan".

11. Kabupaten Mesuji Kabupaten Mesuji adalah Kabupaten paling jauh dari Kota Bandar Lampung. Ibu Kota Mesuji di Mesuji. Kabupaten Mesuji mempunyai motto " Sai Bumi Serasan Segawi" yang artinya " daerah yang dihuni oleh masyarakat yang damai dalam kebersamaan dan gotong royong". 12. Kabupaten Tanggamus Nama Kabupaten Tanggamus diambil dari Gunung Tanggamus, yaitu salah satu ibu kota lampung tengah yang ada di Kabupaten tersebut.

Ibu Kota Tanggamus ada di Kota Agung.

ibu kota lampung tengah

Kabupaten Tanggamus adalah pecahan dari Kabupaten Lampung Selatan. 13. Kabupaten Pringsewu Kabupaten Pringsewu didirikan pada tahun 2008 setelah memisahkan diri dari Kabupaten Tanggamus. Kabupaten Pringsewu ini merupakan "Jawa Mini" yang ada di Lampung. Dari nama saja sudah menunjukkan nama jawa. Mayoritas penduduknya juga merupakan orang Jawa. 14. Kabupaten Pesawaran Kabupaten Pesawaran berdiri pada tahun 2007 setelah memisahkan diri dari Lampung Selatan.

Ibu Kota Pesawaran ada di Gedong Tataan. Kabupaten Pesawaran ini memiliki banyak sekali tempat wisata, terutama tempat wisata pantai dan juga wisata alam. 15. Kabupaten Pesisir Barat Kabupaten Pesisir Barat diresmikan pada Tahun 2012 yang merupakan pecahan dari Kabupaten Lampung Barat. Sesuai dengan namanya, lokasi Kabupaten ini ada di Pesisir Barat Lampung. Wisata Pantai dengan ombak tinggi banyak dijumpai di sana. Pesisir Barat memiliki ibu kota di Krui. Selain 15 Kota dan Kabupaten di atas, saat ini Provinsi Lampung sedang memproses 2 Kabupaten baru sebagai pecahan dari Lampung Tengah, yaitu Kabupaten Lampung Seputih Timur dengan ibu kota Kecamatan Bumi Nabung dan Kabupaten Lampung Seputih Barat dengan ibu kota Kecamatan Padang Ratu.

Demikian informasi Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Lampung mudah-mudahan bermanfaat.Daftar nama 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang terdiri dari 13 kabupaten dan 2 kota beserta nama ibu kota atau pusat pemerintahan kabupaten. No Kabupaten/Kota Ibu Kota Kabupaten 1 Kabupaten Ibu kota lampung tengah Selatan Kalianda 2 Kabupaten Lampung Tengah Gunung Sugih 3 Kabupaten Lampung Utara Kotabumi 4 Kabupaten Lampung Barat Liwa 5 Kabupaten Tulang Bawang Menggala 6 Ibu kota lampung tengah Tanggamus Kota Agung 7 Kabupaten Lampung Timur Sukadana 8 Kabupaten Way Kanan Blambangan Umpu 9 Kabupaten Pesawaran Gedong Tataan 10 Kabupaten Pringsewu Pringsewu 11 Kabupaten Mesuji Wiralaga Mulya 12 Kabupaten Tulang Bawang Barat Tulang Bawang Tengah 13 Kabupaten Pesisir Barat Krui 14 Kota Bandar Lampung - 15 Kota Metro - Diperbarui terakhir: 21 September 2016
Kabupaten Lampung Tengah adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia.

Ibu kota kabupaten ini terletak di Gunung Sugih. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 9.189,50 km² dan berpenduduk sebanyak 1.109.884 jiwa (tahun 2004).

Merupakan salah satu kabupaten yang terkurung daratan/land lock di provinsi Lampung. Kabupaten ini terletak sekitar 75 kilo meter dari ibukota provinsi Lampung yaitu Kota Bandar Lampung dan dapat ditempuh dari ibukota selama sekitar 1,5 jam dengan memakai Bus atau Mobil.

Kabupaten ini dulunya merupakan kabupaten terluas kedua di Lampung sampai dengan diundangkannya Undang-undang Nomor 12 tahun 1999 yang memecah kabupaten ini menjadi beberapa daerah lain sehingga luasnya menjadi lebih kecil.Kabupaten Lampung Tengah dulunya meliputi Kabupaten Lampung Tengah. Ibu kota lampung tengah Tengah dibagi atas Kabupaten Lampung Timur, dan Kota Metro. Letak Kabupaten Lampung Tengah cukup strategis dalam konteks pengembangan wilayah. Sebab selain dilintasi jalur lintas regional, baik yang menghubungkan antar provinsi maupun antar kabupaten/kota di Provinsi Lampung, juga persimpangan antara jalur Sumatera Selatan via Menggala dan jalur Sumatera Selatan serta Bengkulu via Kotabumi.

Bagian selatan jalur menuju ke Kota Bandar Lampung, bagian timur menuju jalan ASEAN, Kabupaten Lampung Timur dan Kotamadya Metro. Sementara bagian barat jalur menuju Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Tanggamus serta jalur lintas kereta api.
Provinsi Lampung memiliki 15 kabupaten/kota yang terdiri dari 13 kabupaten dan 2 kota, dengan luas wilayah sebesar 34.623,80 km2. Kabupaten/kota yang mempunyai luas wilayah terbesar di Provinsi Lampung adalah Kabupaten Lampung Timur dengan luas wilayah sebesar 5.325,03 km2, diikuti oleh Kabupaten Way Kanan dengan luas wilayah sebesar 3.921,63 km2, dan kemudian oleh Kabupaten Lampung Tengah dengan luas wilayah sebesar 3.802,68 km2.

Ibu kota Provinsi Lampung adalah Kota Bandar Lampung. Berikut adalah daftar 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang diurutkan secara alfabetis, lengkap dengan kode wilayah menurut Peraturan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, nama ibu kota kabupaten dan luas wilayah dari masing-masing kabupaten/kota tersebut.

No Kode Wilayah Kabupaten/Kota Ibu Kota Kabupaten Luas Wilayah (km2) Luas Wilayah (%) 1 18.04 Kabupaten Lampung Barat Liwa 2.142,78 6,19% 2 18.01 Kabupaten Lampung Selatan Kalianda 700,32 2,02% 3 18.02 Kabupaten Lampung Tengah Gunung Sugih 3.802,68 10,98% 4 18.07 Kabupaten Lampung Timur Sukadana 5.325,03 15,38% 5 18.03 Kabupaten Lampung Utara Kotabumi 2.725,87 7,87% 6 18.11 Kabupaten Mesuji Mesuji 2.184,00 6,31% 7 18.09 Kabupaten Pesawaran Gedong Tataan 2.243,51 6,48% 8 18.13 Kabupaten Pesisir Barat Krui 2.907,23 8,40% 9 18.10 Kabupaten Pringsewu Pringsewu 625,00 1,81% 10 18.06 Kabupaten Tenggamus Kota Agung 3.020,64 8,72% 11 18.05 Kabupaten Tulang Bawang Menggala 3.466,32 10,01% 12 18.12 Kabupaten Tulang Bawang Barat Tulang Bawang Tengah 1.201,00 3,47% 13 18.08 Kabupaten Way Kanan Blambangan Umpu 3.921,63 11,33% 14 18.71 Kota Bandar Lampung – 296,00 0,85% 15 18.72 Kota Metro – 61,79 0,18% Provinsi Lampung 34.623,80 100,00% Daftar kabupaten/kota di provinsi lainnya: Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara.

Ibu kota lampung tengah Data kode wilayah, nama kabupaten/kota, dan luas wilayah berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan.

Recent Posts • Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022 • Daftar Puskesmas di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi • Kurs Pajak Terbaru (+ PDF KMK Tahun 2021)

BANDAR JAYA,, kabupaten LAMPUNG TENGAH




2022 www.videocon.com