Aturan qurban 2021

aturan qurban 2021

KNGInfo.com – Tepatnya hari Selasa, 20 Juli 2021 adalah Hari Raya Idul Adha 1442 H dengan aturan yang tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Aturan tersebut berdasarkan situasi saat ini dimana sebagian besar wilayah Indonesia masih terus menyumbang kasus Covid-19 dalam jumlah yang tak sedikit. Berikut ulasan selengkapnya mengenai aturan penyelenggaraan salat Idul Adha dan kurban 2021. Silahkan disimak.

Aturan Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Qurban dari Kemenag Melalui Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021, Kementerian Agama mengeluarkan aturan baru mengenai Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Pelaksanaan Qurban Tahun 144 H / 2021 M khusus untuk wilayah PPKM Darurat. Isi pendahuluan surat tersebut mencantumkan tujuannya yakni untuk mencegah dan memutuskan rantai penyebaran Covid-19 yang kini tengah mengalami peningkatan.

Adapun isi dari aturan penyelenggaraan salat Idul Adha dan Qurban dari Kemenag tersebut adalah: • Ditiadakan untuk sementara semua kegiatan peribadatan di tempat ibadah. Baik yang dikelola masyarakat, pemerintah maupun perusahaan dan harap dilakukan di rumah masing – masing. • Malam Takbiran dan Salat Hari Raya Idul Adha ditiadakan. Pada seluruh kabupaten atau kota dengan level asesmen 3 dan 4 yang aturan qurban 2021 PPKM Darurat.

• Pelaksanaan Qurban wajib memenuhi ketentuan berikut: • Dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam. • Berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan pada lokasi pelaksanaan qurban.

• Untuk pemotongan hewan qurban dilakukan di RPH – R atau Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia dengan ketentuan ini: • 1, Penerapan Jaga Jarak Fisik, meliputi pelaksanaan pemotongan hewan qurban pada area yang luas sehingga bisa menerapkan jaga jarak fisik, melarang kehadiran pihak luar selain petugas pemotongan hewan qurban, pendistribusian daging hewan qurban dilakukan petugas dengan mengenakan masker rangkap dan sarung tangan.

• 2. Penerapan Protokol Kesehatan, meliputi pemeriksaan kesehatan awal dengan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak hang berqurban, petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang dan lainnya harus berbeda serta menggunakan masker, pakaian lengkap dan sarung tangan, menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, segera membersihkan diri atau mandi sebelum bertemu anggota keluarga.

• 3. Penerapan Kebersihan Alat, meliputi pembersihan dan disinfektan seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, menetapkan sistem satu orang satu alat. Itulah aturan penyelenggaraan salat Idul Adha dan qurban 2021. Semoga bermanfaat dan bisa menambah informasi untuk kita semua. Related Posts: • Menu yang Wajib Ada Saat Lebaran Idul Adha • Panduan Penyelenggaraan Sholat Idul Fiitri 1442 H Dari… • Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 2021 dari Kementerian… • Aturan Sekolah dan Syarat Tatap Muka Agustus 2021 • Aturan Terbaru untuk Penumpang Pesawat dan Kereta Api… • Aturan Bioskop di Era New Normal TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini aturan penyelenggaraan malam takbir, shalat Idul Adha, dan pelaksanaan qurban tahun 1442 H/2021 selama PPKM Darurat.

Menteri Agama Republik Indonesia secara resmi telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE. 16 Tahun 2021. SE tersebut tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Luar Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Selain itu, SE ini dimaksudkan sebagai panduan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan pembatasan kegiatan dan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M dan bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.

Inilah Aturan Penyelenggaraan Malam Takbir, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M: Baca juga: Pemerintah Larang Salat Idul Adha di Daerah PPKM Darurat Baca juga: Jelang Idul Adha, 1.065 Titik Penyekatan di Jawa, Bali, Lampung akan Disiapkan Mulai 16 Juli Besok 1.

Malam Takbiran Malam Takbiran diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jemaah malam takbiran wajib dalam kondisi sehat (suhu badan di bawah 37 derajat celcius); b.

Malam takbiran hanya boleh diikuti oleh jemaah dengan usia 18 (delapan belas) s.d. 59 (lima puluh sembilan) tahun;
Idul Adha merupakan perayaan terbesar kedua umat Islam setelah Idul Aturan qurban 2021.

Perayaan Idul Adha dilaksanakan setiap bulan Dzulhijjah. Di bulan Dzulhijah ini umat Islam melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah. Namun bagi mereka yang tidak melaksanakan atau pergi ibadah haji ke tanah suci, sebagian besar umat Islam melaksanakan ibadah kurban idul adha, yakni menyembelih hewan kurban.

Dalam ibadah kurban atau menyembelih hewan kurban terdapat aturan yang harus ditaati sehingga pelaksanaannya dapat disebut sebagai ibadah kurban idul adha. Sebab, jika tidak mengikuti aturan tersebut maka tidak akan dihitung sebagai ibadah kurban.

Aturan kurban Idul Adha yang pertama berkaitan dengan waktu pelaksanaannya. Penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan pada waktu tertentu, yakni dimulai pada 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik usai.

Hari tasyrik merupakan tiga hari setelah hari raya Idul Adha, yaitu 11, 12, dan 13 Hijriyah. Pada tanggal-tanggal tersebut, umat Islam dilarang berpuasa dan justru dianjurkan untuk menikmati hewan kurban. Hukum menyembelih hewan adalah sunnah muakkad bagi mazhab Syafi’i dan Maliki. Sunnah muakkad artinya sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Sementara bagi mazhab Hanafi dan Hambali, hukum ibadah kurban Idul Adha adalah wajib bagi yang mampu dan bermukim atau menetap di suatu tempat dalam kurun beberapa waktu. Syarat Hewan Kurban Idul Adha Bagi kamu di tahun ini yang akan melaksanakan ibadah kurban Idul Adha, setidaknya ada beberapa syarat yang harus dilakukan.

Melansir dari halaman NU Online, hewan-hewan yang dijadikan hewan kurban adalah hewan ternak yang dibolehkan dalam Islam, seperti kambing atau domba, sapi, dan unta. Selain hewan-hewan yang telah disebutkan tadi tidak bisa dijadikan sebagai hewan kurban.

Adapun syarat sahnya seekor hewan bisa dikurbankan lebih aturan qurban 2021 antara lain: • Sehat • tidak cacat • tidak pincang • tidak sangat kurus • tidak putus telinganya • tidak putus ekornya • telah mencukupi umurnya Selain itu, berkurban dengan hewan ternak juga memiliki sejumlah aturan.

Seekor unta, sapi, dan kerbau bisa aturan qurban 2021 untuk berkurban oleh tujuh orang. Jadi, 7 orang boleh aturan qurban 2021 iuran atau patungan bersama-sama untuk membeli 1 hewan kurban.

aturan qurban 2021

Namun tidak mengapa bila satu orang mampu berkurban satu sapi atau lebih. Sementara itu, kambing atau domba hanya bisa dikurbankan per satu orang untuk satu ekor. Syarat Pembagian Daging Kurban Pembagian daging kurban tidak boleh sembarangan dan harus sesuai aturan. Berikut aturan pembagian daging kurban. • 1/3 daging kurban dapat diberikan kepada fakir miskin. • 1/3 daging kurban lainnya dapat diberikan untuk tetangga dari orang yang berkurban.

• 1/3 daging kurban sisanya diperuntukkan bagi yang menunaikan kurban.

aturan qurban 2021

Akan tetapi, bisa menjadi ladang pahala lebih apabila seluruh daging kurban disedekahkan ke orang-orang yang membutuhkan. Orang yang melaksanakan kurban tidak boleh memberi daging kurbannya kepada tetangga dalam bentuk olahan atau sudah dimasak. Melainkan harus dengan kondisi mentah.

aturan qurban 2021

Seluruh bagian hewan kurban yakni daging, bulu, tulang, kepala, kulit, sampai jeroan, haram hukumnya untuk diperjualbelikan kepada siapapun. Larangan dan Aturan Kurban Idul Adha Nah, selain ada syarat dan ketentuan tentang hewan kurban yang akan disembelih, ada pula aturan yang harus ditaati bagi shohibul qurban atau orang yang akan melaksanakan ibadah kurban.

Salah satu aturannya adalah tidak boleh mencukur rambut atau bulu dan menggunting kuku ketika memasuki bulan Dzulhijjah. Larangan memotong rambut dan kuku sampai proses aturan qurban 2021 hewan kurban selesai ini disebutkan dalam hadis sahih Imam Bukhari. “Jika kalian telah melihat hilal Dzulhijjah (yakni telah masuk 1 Dzulhijjah) dan kalian ingin berqurban, maka hendaklah shohibul qurban membiarkan (tidak memotong) rambut dan kukunya,” (HR.

Bukhari) Larangan memotong kuku dan mencukur rambut bagi orang yang ingin berkurban juga disebutkan dalam hadis sahih lainnya yakni yang diriwayatkan Imam Muslim. “ Siapa aturan qurban 2021 yang ingin berkurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijjah (1 Dzulhijjah), maka jangan ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.” (HR. Muslim). Selain itu, terdapat beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan oleh shohibul qurban, antara lain: • Sebelum berkurban, para shohibul qurban perlu membaca niat terlebih dulu ketika hewan yang ia serahkan akan disembelih.

Namun, jika penyembelihan hewan kurban itu dilakukan orang lain, niat tersebut boleh diwakilkan. • Jika shohibul qurban laki-laki maka sunnah bagi dia untuk menyembelih hewan kurbannya sendiri. Sedangkan shohibul qurban perempuan sunnah untuk mewakilkan proses penyembelihan hewan kurban. • Shohibul qurban juga disunnahkan memakan daging hewan yang dikurbankan, satu hingga tiga suap, demi mencari berkah dari hewan kurban. Akan tetapi, jika orang yang melaksanakan kurban wajib karena nadzar maka dilarang memakan daging hewan kurbannya.

Larangan ini juga berlaku bagi orang-orang yang wajib dinafkahi oleh shohibul qurban. • Orang yang berkurban wajib membagikan daging kurban, terutama kepada orang-orang fakir miskin. Lebih afdhal, orang yang berkurban menyedekahkan seluruh daging hewan kurban, kecuali sedikit yang makan demi memperoleh pahala kesunnahannya.

• Orang yang berkurban sunnah hanya mengambil maksimal sepertiga dari daging hewan kurbannya. Sunnah pula bagi shohibul qurban untuk menyedekahkan daging kurban dalam jumlah di atas sepertiga dari daging hewan kurbannya.

Beberapa pihak yang berhak menerima daging kurban Idul Adha ialah orang-orang fakir dan miskin. Daging dibagikan dalam keadaan segar. Meskipun begitu, daging kurban boleh dibagikan kepada mereka yang mampu. Sebagian ulama berpendapat daging kurban boleh dibagi menjadi menjadi 3 bagian, yakni sepertiga untuk orang miskin, sepertiga untuk orang kaya/mampu, dan sepertiga bagi orang yang berkurban. Nah, demikian penjelasan singkat bagaimana ketentuan dalam berkurban dalam perayaan Idul Adha. Semoga dapat memberikan pengetahuan bagi kamu yang tahun ini akan melaksanakan ibadah kurban.

Selamat berkurban! Jika kamu ingin melaksanakan kurban setiap tahunnya maka nggak ada salahnya untuk menabung selama setahun untuk membeli hewan kurban.

Salah satu cara untuk mengembangkan uangmu secara efektif adalah mengembangkannya di ALAMI. Uangmu nanti akan diikutsertakan dalam pendanaan UKM yang sedang berkembang dan butuh pendanaan. Nantinya kamu bakal dapat ujrah atau imbal hasil dari pendanaan tersebut setara dengan 14%-16% p.a.

Ayo tunggu apa lagi ikut pendanaan bersama ALAMI. Untuk informasi lebih lanjut bisa klik di sini. Disclaimer • Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah merupakan kesepakatan perdata antara Pendana dengan Penerima Pembiayaan, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

• Risiko Pembiayaan atau gagal bayar sepenuhnya tanggungjawab oleh Pendana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini. • Penyelenggara dengan persetujuan aturan qurban 2021 masing-masing Pengguna (Pendana dan/atau Penerima Pembiayaan) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

• Pendana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman terhadap layanan Pembiayaan ini, disarankan agar tidak menggunakan layanan Pembiayaan ini. • Penerima Pembiayaan wajib mempertimbangkan tingkat bagi hasil / marjin / ujrah serta biaya-biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi aturan qurban 2021. • Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui oleh masyarakat luas di media sosial.

• Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pendana atau Penerima Pembiayaan. • Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pendana maupun Penerima Pembiayaan (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pendana dan/atau Penerima Pembiayaan.

aturan qurban 2021

• Setiap transaksi dan kegiatan pembiayaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pembiayaan antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pendana dan/atau Penerima Pembiayaan wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGUmat muslim melaksanakan shalat Idul Adha di Jalan Pramuka Raya, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020).

Umat muslim menggelar shalat Idul Adha secara berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak serta wajib mengenakan masker guna mencegah penyebaran COVID-19.

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah atau 2021 akan tiba dalam waktu dekat. Muhammadiyah sendiri telah menetapkan bahwa Idul Adha 2021 jatuh pada 20 Juli 2021 atau 10 Zulhijah 1442 H. Ketetapan ini tertuang pada Maklumat nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1442 Hijriah. Hisab yang digunakan Muhammadiyah adalah hijab wujud al-hilal.

Metodenya dengan menetapkan awal bulan baru yang menegaskan bulan Qamariah baru dimulai, aturan qurban 2021 telah terpenuhi tiga parameter, yakni: • Telah terjadi konjungsi atau ijtimak • Ijtimak itu terjadi sebelum matahari terbenam • Pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk. Pemerintah melalui Kementerian Agama ( Kemenag) sendiri belum menentukan Idul Adha 2021.

Dalam penentuannya, Kemenag akan melakukan sidang isbat dan waktunya akan diumumkan secara resmi nanti. Baca juga: PP Muhammadiyah: Shalat Idul Adha 1442 H di Rumah Masing-masing Shalat Id di rumah masing-masing Menyusul adanya pemberlakuan kebijakan PPKM Darurat oleh pemerintah pada 3-20 Juli 2021, Kemenag mengeluarkan Surat Edaran Nomor: SE. 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Ditegaskan bahwa kegiatan malam takbiran di masjid/mushalla maupun takbir keliling ditiadakan di seluruh kabupaten/kota aturan qurban 2021 diterapkan PPKM Darurat. Begitu juga terkait Shalat Idul Fitri di daerah yang diterapkan PPKM Darurat ditiadakan. Selain itu, di dalam surat ini menegaskan bahwa saat pemberlakuan PPKM Darurat, peribadatan di tempat ibadah (masjid, mushalla, gereja, pura, wihara, klenteng) serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah, yang dikelola masyarakat, pemerintah, maupun perusahaan ditiadakan sementara.

Untuk kegiatan peribadatan dilakukan di rumah masing-masing. Baca juga: Sudah Suntik Vaksin tetapi Sertifikat Belum Tersedia di Aplikasi, Apa Solusinya? Pelaksanaan kurban Berikut aturan pelaksanaan kurban: • Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih • Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan di aturan qurban 2021 pelaksanaan kurban • Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R) Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan ketentuan: 1.

Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing) • Melaksanakan pemotongan hewan qurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik • Penyelenggara melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas • pemotongan hewan kurban • Menerapkan jaga jarak fisik antarpetugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan aturan qurban 2021 • Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas kepada ke tempat tinggal warga yang berhak • Petugas yang mendistribusikan daging kurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima 2.

aturan qurban 2021

Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban • Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak yang berkurban di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu tubuh (thermogun) • Petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan • Setiap petugas yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan • sarung tangan selama di area penyembelihan • Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer • Petugas menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah • Petugas yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga 3.

Penerapan kebersihan alat • Melakukan pembersihan dan disinfeksi aturan qurban 2021 peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan • Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi t ertentu seorang petugas harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan. Baca juga: Simak, Ini Update Titik Penyekatan Jalan Tol Selama PPKM Darurat Daftar wilayah PPKM Darurat Adapun daftar wilayah yang menerapkan kebijakan PPKM Darurat yaitu Tercatat, ada 48 kabupaten/kota dengan level asesmen 4 yang menerapkan PPKM Darurat ini.

Berikut rinciannya: Banten * Kota Tangerang Selatan * Kota Tangerang * Kota Serang Jawa Barat * Purwakarta * Kota Tasikmalaya * Kota Sukabumi * Kota Depok * Kota Cirebon * Kota Cimahi * Kota Bogor * Kota Bekasi * Kota Banjar * Kota Bandung * Karawang * Bekasi DKI Jakarta * Jakarta Barat * Jakarta Timur * Jakarta Selatan * Jakarta Utara * Jakarta Pusat * Kepulauan Seribu Jawa Tengah * Sukoharjo * Rembang * Pati * Kudus * Kota Tegal * Kota Surakarta * Kota Semarang * Kota Salatiga * Kota Magelang * Klaten * Kebumen * Grobogan * Banyumas DIY * Sleman * Kota Aturan qurban 2021 * Bantul Jawa Timur * Tulungagung * Sidoarjo * Madiun * Lamongan * Kota Surabaya * Kota Mojokerto * Kota Malang * Kota Madiun * Kota Kediri * Kota Blitar * Kota Batu Selain 48 daerah itu, beberapa daerah lain juga akan menerapkan PPKM Darurat dengan level asesmen 3, sebagai berikut.

Banten * Tangerang * Serang * Lebak * Kota Cilegon Jawa Barat * Sumedang * Sukabumi * Subang * Pangandaran * Majalengka * Kuningan * Indramayu * Garut * Cirebon * Cianjur * Ciamis * Bogor * Bandung Barat * Bandung Jawa Tengah * Wonosobo * Wonogiri * Temanggung * Tegal * Sragen * Semarang * Purworejo * Aturan qurban 2021 * Pemalang * Pekalongan * Magelang * Kota Pekalongan * Kendal * Karanganyar * Jepara * Demak * Cilacap * Brebes * Boyolali * Batang * Banjarnegara DIY * Kulon Progo * Gunungkidul Jawa Timur * Tuban * Trenggalek * Situbondo * Sampang * Ponorogo * Pasuruan * Pamekasan * Pacitan * Ngawi * Nganjuk * Mojokerto * Malang * Magetan * Lumajang * Kota Probolinggo * Kota Pasuruan * Kediri * Jombang * Jember * Gresik * Bondowoso * Bojonegoro * Blitar * Banyuwangi * Bangkalan Bali * Jembrana * Buleleng * Badung * Gianyar * Klungkung * Bangli Berita Terkait Ada BST, BPNT, hingga PKH, Begini Cara Cek Penerima Bansos PPKM Darurat di cekbansos.kemensos.go.id Mola TV Gratiskan Tayangan Selama PPKM Darurat, Simak Cara Aksesnya 20 TKA China Lolos Masuk Indonesia Saat PPKM Darurat, Ini Alasannya PPKM Darurat DKI Jakarta Harus Ketat, Anies: Masuk Gelombang Kedua Berlaku Hari Ini, Cek Aturan Lengkap Perjalanan Selama PPKM Darurat Berita Terkait Ada BST, BPNT, hingga PKH, Begini Cara Cek Penerima Bansos PPKM Darurat di cekbansos.kemensos.go.id Mola TV Gratiskan Tayangan Selama PPKM Darurat, Simak Cara Aksesnya 20 TKA China Lolos Masuk Indonesia Saat PPKM Darurat, Ini Alasannya PPKM Darurat DKI Jakarta Harus Ketat, Anies: Masuk Gelombang Kedua Berlaku Hari Ini, Cek Aturan Lengkap Perjalanan Selama PPKM Darurat 20 TKA China Mendarat di Makassar, Ditjen Imigrasi: Mereka Masuk Sebelum PPKM Darurat https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/05/130000465/20-tka-china-mendarat-di-makassar-ditjen-imigrasi--mereka-masuk-sebelum https://asset.kompas.com/crops/iWz90lbSv4nOpG9tutlLrCxv2d4=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2021/07/04/60e14aec4b233.jpg
Suara.com - Hari Raya Idul Aturan qurban 2021 1442 Hijriah/2021 yang diperingati pada 10 Dzulhijjah nanti akan tiba sebentar lagi.

aturan qurban 2021

Selain berhaji, umat Islam juga diperintahkan menyembelih hewan kurban. Tidak sembarangan, ada aturan kurban Idul Adha yang harus dipenuhi untuk melaksanakannya. Aturan kurban Idul Adha yang pertama berkaitan dengan waktu pelaksanaannya. Penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan pada waktu tertentu, yakni dimulai pada 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik usai.

Hari tasyrik merupakan tiga hari setelah hari raya Idul Adha, yaitu 11, 12, dan 13 Hijriyah. Pada tanggal-tanggal tersebut, umat Islam dilarang berpuasa dan justru dianjurkan untuk menikmati hewan kurban. Hukum Berkurban Baca Juga: Menag Sowan ke Kiai Sosialisasi Aturan Ibadah Hari Raya Idul Adha, Ini Isi Aturannya Sebagian besar ulama seperti Imam Syafi'i dan Imam malik sepakat berkurban hukumnya sunah.

Sementara Abu Hanifah berpendapat kurban hukumnya wajib bagi yang mampu dan bermukim (menetap di suatu tempat untuk beberapa waktu). Ketiga Mazhab tersebut menekankan ibadah kurban bagi yang mampu. Syarat Hewan Kurban Idul Adha Melansir dari Nu Online, hewan-hewan aturan qurban 2021 dijadikan hewan kurban antara lain, kambing atau domba, sapi, dan unta. Yang terpenting masuk dalam golongan hewan ternak. Adapun syarat untuk hewan kurban Idul Adha adalah sebagai berikut.

• Merupakan hewan ternak • Usianya mencapai batas minimal kurban. • Kondisi hewan harus sehat dan tidak cacat Selain itu, berkurban dengan hewan ternak juga memiliki sejumlah aturan. Seekor unta, sapi, dan kerbau bisa digunakan untuk berkurban oleh tujuh orang.

Jadi di 7 orang boleh beriuran untuk membeli 1 hewan kurban. Namun tidak mengapa bila satu orang mampu berkurban satu sapi atau lebih. Sementara itu, kambing atau domba yang hanya bisa dikurbankan untuk satu orang. Baca Juga: Tak Akan Sembelih Hewan Kurban Lagi di Iduladha, Ini Alasan Kill The DJ Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, “Kami telah menyembelih kurban bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi juga untuk tujuh orang.” (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 2322, Abu Dawud: 2426, al-Tirmidzi: 1422 dan Ibn Majah: 3123).

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
• Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Reksa Dana Baru • Simpanan • Tabungan • Tabungan Berjangka • Tabungan Syariah • Deposito • Deposito Syariah • E-Money • Semua • Kartu • Aplikasi • Artikel • Promo • Lainnya • Daftar Pusat Service • Daftar Bengkel Asuransi • Lembaga Keuangan • Daftar Istilah • Ruang Edukasi • Blog • Masuk - Daftar • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Aturan qurban 2021 • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Masuk Daftar Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 masih diselimuti pandemi Covid-19.

Bahkan, saat ini Indonesia telah memasuki lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua. Dikutip dari corona.jakarta.go.id, tercatat per 19 Juli 2021, di Indonesia sudah mencapai 2,8 juta lebih orang yang terkonfirmasi virus corona. Guna menekan laju kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah memberlakukan kebijakan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat di beberapa daerah.

Meski PPKM ini masih berlangsung, umat islam tetap bisa menunaikan ibadah shalat hingga penyembelihan hewan qurban di Hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada 20 Juli 2021. Pemerintah mengupayakan agar ibadah Idul Adha tahun ini tetap berjalan lancar tanpa adanya lonjakan kasus Covid-19 berikutnya. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan aturan mulai dari malam takbiran, shalat dan berqurban di Hari Raya Idul Adha 2021 saat PPKM yang harus dipatuhi masyarakat Indonesia. Lantas, bagaimana aturan tersebut?

Simak ulasan lengkapnya berikut ini yang telah Cermati.com rangkum dari situs Kementerian Agama (kemenag.go.id). Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya! Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!

Aturan Ibadah Idul Adha 2021 Saat PPKM Adanya pandemi Covid-19 ini tentunya membuat pelaksanaan ibadah Idul Adha 2021 akan jelas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Guna pencegahan penularan virus Covid-19, terdapat panduan ibadah yang mesti masyarakat taati mulai dari malam takbiran, shalat hingga penyembelihan hewan qurban. Panduan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 16 tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Luar Wilayah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Berikut isi panduannya: Malam Takbiran Malam Takbiran Malam Takbiran diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: • Jemaah malam takbiran wajib dalam kondisi sehat (suhu badan di bawah 37 derajat celcius); • Malam takbiran hanya boleh diikuti oleh jemaah dengan usia 18 (delapan belas) s.d.

59 (lima puluh sembilan) tahun; • Malam takbiran hanya dapat diselenggarakan pada masjid/mushalla dengan status zona risiko penyebaran Covid-19 zona hijau dan zona kuning; • Masjid/mushalla yang menyelenggarakan malam takbiran wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun), hand sanitizer, sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, masker medis, menerapkan pembatasan jarak dan memastikan tidak ada kerumunan, serta melakukan disinfeksi di tempat penyelenggaraan sebelum dan setelah penyelenggaraan malam takbiran; • Malam takbiran hanya dapat diikuti oleh jemaah masjid/mushalla dari warga setempat dengan ketentuan maksimal 10 (sepuluh) persen dari kapasitas ruangan, dengan pengaturan bergantian maksimal 5 (lima) jemaah; • Takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, DILARANG dilaksanakan di semua zona risiko penyebaran Covid-19; • Pelaksanaan malam takbiran di masjid/mushalla paling lama 1 (satu) jam dan harus diakhiri maksimal pukul 22:00 waktu setempat; dan • Jemaah yang mengikuti takbiran wajib pulang ke rumah/kediaman masing-masing seusai penyelenggaraan malam takbiran.

Shalat Idul Adha Shalat Idul Adha Shalat Idul Adha diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: • Shalat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 Aturan qurban 2021 DITIADAKAN pada Kabupaten/Kota dengan Zona Merah dan Zona Oranye yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat meskipun tidak termasuk kabupaten/kota dengan level asesmen 3 dan 4 yang diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

• Shalat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M hanya dapat diselenggarakan di luar kabupaten/kota dengan level asesmen 3 aturan qurban 2021 4 yang diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Aturan qurban 2021 dan termasuk daerah Zona Hijau dan Zona Kuning yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat dengan acuan sebagai berikut: • Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dapat dilakukan di masjid/mushalla/lapangan terbuka yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, dan perusahaan dengan jumlah jemaah 30% dari kapasitas; • Penyelenggara Shalat Idul Adha wajib berkoordinasi dan dengan seizin Pemerintah Daerah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat, dan aparat keamanan.

• Penyelenggara Shalat Idul Adha wajib: • Menyediakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun); • Menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir; • Menyediakan masker medis; • Menyediakan petugas untuk mengumumkan, menerapkan, dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan; • Jemaah dengan kondisi tidak sehat dilarang untuk mengikuti Shalat Idul Adha. • Mengatur jarak antarshaf dan antarjemaah minimal 1 (satu) meter dengan aturan qurban 2021 tanda khusus; • Tidak menjalankan/mengedarkan kotak amal/infak ke jemaah; • Memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan Shalat Idul Adha; • Melakukan disinfeksi di tempat penyelenggaraan sebelum dan setelah Shalat Idul Adha.

3. Penyampaian Khutbah Idul Adha wajib memenuhi ketentuan: • Khatib memakai masker medis dan pelindung wajah (faceshield); • Khatib menyampaikan khutbah Idul Adha dengan durasi maksimal 15 (lima belas) menit; • Khatib mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

4. Jemaah Shalat Idul Adha wajib: • Berusia 18 (delapan belas) s.d. 59 (lima puluh sembilan) tahun; • Dalam kondisi sehat; • Tidak sedang menjalani isolasi mandiri; • Tidak baru kembali dari perjalanan luar kota; • Disarankan tidak dalam kondisi hamil atau menyusui; • Berasal dari warga setempat; • Membawa perlengkapan shalat masing-masing (sajadah, mukena, dsb); • Menggunakan masker rangkap sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat penyelenggaraan Shalat Idul Adha; • Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer; • Menghindari kontak fisik seperti bersalaman; • Menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah minimal 1 (satu) meter; • Tidak berkerumun sebelum dan setelah Shalat Idul Adha.

aturan qurban 2021

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Beli Hewan Kurban Pakai Kartu Kredit Boleh Gak Ya? Pelaksanaan Qurban Pelaksanaan Qurban Pelaksanaan qurban wajib memenuhi ketentuan: • Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk hewan yang disembelih; • Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan qurban; • Pemotongan hewan qurban dilakukan di Aturan qurban 2021 Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R); • Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, pemotongan hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan ketentuan: • Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi: • Melaksanakan pemotongan hewan qurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik; • Penyelenggara hanya membolehkan petugas dan pihak yang berqurban untuk menyaksikan pemotongan hewan qurbannya; • Menerapkan jaga jarak fisik antarpetugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging; • Pendistribusian daging hewan qurban dilakukan oleh petugas kepada ke tempat tinggal warga yang berhak; • Petugas yang mendistribusikan daging qurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima.

• Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berqurban: • Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh petugas aturan qurban 2021 pihak yang berqurban di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu tubuh (thermogun); • Petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan; • Setiap petugas yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan; • Aturan qurban 2021 hendaklah selalu mengedukasi para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer; • Petugas menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah dan; • Petugas yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

• Penerapan kebersihan alat: • Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan; • Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang petugas harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

Baca Juga: Tips Memillih Hewan Qurban yang Baik Qurban Online Jadi Pilihan Tepat Saat PPKM Mengingat situasi dan kondisi yang mengkhawatirkan karena pandemi Covid-19, masyarakat yang ingin berqurban tidak perlu risau.

Saat ini banyak platfoarm atau situs penjualan hingga penyembelihan hewan qurban. Jadi, masyarakat hanya tinggal memilih situs qurban terpercaya, memilih hewan, transaksi, menunggu laporan dari pihak terkait dan berqurban telah selesai ditunaikan. Qurban online seperti ini tentunya menjadi pilihan yang tepat saat PPKM.

Berikut beberapa situs qurban online yang bisa jadi pilihan, yaitu: • Rumah Zakat • Dompet Dhuafa • Baznas • Global Qurban • Kitabisa • Muslim Market • Bank Qurban Ikhlas dalam Menunaikan Ibadah Idul Adha Mau qurban secara langsung ataupun online, itu hanya pilihan.

Yang terpenting menunaikan ibadah idul adha mulai dari menjalankan shalat hingga qurban dengan hati yang ikhlas. Dengan begitu, ibadah yang dijalankan dapat diterima Allah SWT dan tentunya bermanfaat untuk orang banyak.

aturan qurban 2021

Agar ibadah Idul Adha lancar dan aman, masyarakat tetap harus mematuhi segala panduan ibadah yang telah pemerintah buat Kategori • Asuransi • Aturan qurban 2021 Jiwa • Asuransi Kendaraan • Asuransi Kesehatan • Asuransi Perjalanan • Asuransi Umum • BPJS • Belanja • Berita • Bisnis • Deposito • Dokumen Anda • Emas • Fintech • Gaya Hidup • Info Umum • Inspirasi • Investasi • Karir • Kartu Kredit • Keluarga • Kredit HP • Kredit Mobil • Kredit Motor • Kredit Multiguna • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Tanpa Agunan • Kuis • Liburan dan Kuliner • Otomotif • Pajak • Peluang Usaha • Pendidikan • Perbankan • Pernikahan • Pinjaman • Properti • Quotes Motivasi • Ragam • Reksadana • Review Handphone • Saham • Seputar Ramadan • Siaran Pers • Tabungan • Tips Bisnis • Tips Kesehatan • Tips Keuangan • Unit Link • Wawancara Khusus • Wirausaha SelengkapnyaTRIBUNNEWS.COM - Menteri Agama Rapublik Indonesia resmi menerbitkan aturan mengenai pelaksanaan kurban Idul Adha 2021 melalui Surat Edaran Nomor SE.

16 Tahun 2021. Surat Edaran Nomor SE. 16 Tahun 2021 berisi tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan MAlam Takbiran Shalat Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H / 2021 M di Luar Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Surat edaran diterbitkan dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini mengalami peningkatan dengan munculnya varian baru yang lebih berbahaya dan menular serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M.

Aturan tersebut diberikan untuk mengatur berbagai kegiatan ibadah sesuai aturan qurban 2021 dalam penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M. Baca juga: Wacana PPKM Darurat Diperpanjang Bikin Pengusaha Pusing Tujuh Keliling Berikut Isi dari Aturan Pelaksanaan Kurban Idul Adha Tahun 2021: 1. Malam Takbiran Malam Takbiran diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: a.

aturan qurban 2021

Jemaah malam takbiran wajib dalam kondisi sehat (suhu badan di bawah 37 derajat celcius); b. Malam takbiran hanya boleh diikuti oleh jemaah dengan usia 18 (delapan belas) s.d. 59 (lima puluh sembilan) tahun;
IHSG Anjlok Hampir 3 Persen, Saham ANTM, Aturan qurban 2021, BBCA, BBRI Tekan Indeks Bisnis-27 Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Senin 9 Mei 2022, Naik setelah Libur Lebaran Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Mei 2022 LIVE : Harga emas kompak melemah (10:58 WIB) LIVE : Mata uang Asia turun (10:37 WIB) LIVE : IHSG anjlok 4 persen (10:12 WIB) Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Aturan qurban 2021 Hewan (Ditjen PKH) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 8017/SE/PK.320/F/06/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Masa Pandemi Corona Virus Covid-19.

Hal ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona yang pada akhir-akhir ini meningkat karena adanya varian baru. Terkait pelaksanaan kurban, Kementan telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian No.114/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. Aturan ini terbit guna menjamin keamanan dan kelayakan daging kurban dalam pelaksanaan ibadah Hari Raya Idhuladha 1442 Hijriah yang diprediksi jatuh pada 20 Juli 2021.

"SE ini sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan kurban di tengah pandemi Covid-19 agar tetap berjalan baik dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dari penyebaran Covid-19," kata Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Syamsul Ma’arif dikutip dari siaran pers, Sabtu (26/6/2021). Dia menjelaskan secara garis besar SE Ditjen PKH ini mengatur pelaksanaan mitigasi atau meminimalisasi risiko kegiatan kurban di tempat penjualan hewan kurban, tempat pemotongan hewan kurban di RPH-R dan tempat pemotongan hewan kurban di luar RPH-R serta pembinaan, pengawasan dan koordinasi.

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban sendiri harus memerhatikan tiga hal pokok, yaitu kesehatan dari aturan qurban 2021 yang akan dikurbankan, poses penyembelihan hewan kurban, dan istribusi daging hewan kurban kepada para penerima. Syamsul menegaskan pada prinsipnya orang-orang yang terlibat di setiap lokasi baik di tempat penjualan, maupun tempat pemotongan hewan kurban baik di RPH maupun di luar rumah potong harus menerapkan protokol kesehatan yang mencakup memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi.

Brdasarkan PP 95/2012, pemotongan hewan potong untuk keperluan upacara keagamaan dapat dilakukan di luar Rumah Potong Hewan (RPH) apabila di suatu kabupaten/kota belum memiliki RPH atau kapasitas pemotongan di RPH yang ada tidak memadai.

Oleh karena itu, Syamsul mengingatkan pemotongan hewan kurban di luar RPH harus tetap memperhatikan standar kebersihan dan sanitasi. Terpopuler • Menhub Imbau Pemudik Tunda Perjalanan Arus Balik Hari Ini • Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17 Persen, Ini Faktornya!

• Negara G7 Sepakat Blokir Aturan qurban 2021 Minyak dari Rusia • Wabah Penyakit Serang Ternak di Jawa Timur, Ini Rekomendasi untuk Pemerintah • Tax Holiday Diharapkan Bisa Undang Banyak Investor Masuk ke Proyek IKN
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGUmat muslim melaksanakan shalat Idul Adha di Jalan Pramuka Raya, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020). Umat muslim menggelar shalat Idul Adha secara berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak serta wajib mengenakan masker guna mencegah penyebaran COVID-19.

KOMPAS.com - Kementerian Agama ( Kemenag) telah mengeluarkan edaran mengenai penyelanggaraan Shalat Idul Adha dan pelaksanaan kurban 1442 H/2021 M di tengah pandemi corona. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021. Dalam edaran ini, penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan kurban wajib menerapkan protokol kesehatan. “Untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali dan munculnya varian baru, perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Salah Iduladha dan pelaksanaan qurban 1442 H,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melalui keterangan resmi yang dikutip Kompas.com, Jumat (25/6/2021).

aturan qurban 2021

Adapun edaran ditujukan kepada jajaran Ditjen Bimas Islam, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Aturan qurban 2021 Kabupaten/Kota, Kepala KUA Kecamatan, pimpinan Ormas Islam, pengurus masjid dan musala, panitia peringatan hari besar Islam, serta masyarakat muslim di seluruh Indonesia.

Bagaimana aturannya? Baca juga: 6 Kebijakan PPKM Mikro aturan qurban 2021 Zona Merah, Berlaku Mulai Hari Ini Aturan penyelenggaraan salat Idul Adha 1. Malam Takbiran Menyambut Hari Raya Idul Adha pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid/musala, dengan ketentuan sebagai berikut: • Dilaksanakan secara terbatas, paling banyak 10 persen dari kapasitas masjid/musala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

• Kegiatan takbir keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian atau kerumunan. • Kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid/ musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid/musala.

2. Shalat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1442 H/2021 M di lapangan terbuka atau di masjid/musala pada daerah zona merah dan oranye ditiadakan.

3. Shalat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H/2021 M dapat diadakan di lapangan terbuka atau di masjid/musala hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 atau di luar zona merah dan oranye, berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat.

Berita Terkait Jateng Terbanyak, Ini Daftar 29 Zona Merah Covid-19 di Indonesia Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19 di Siranap Cara Melaporkan Pinjol Ilegal Sampai Kapan Hujan di Musim Kemarau akan Berlangsung?

Mulai Hari Ini, Hong Kong Larang Penerbangan Penumpang dari Indonesia Berita Terkait Jateng Terbanyak, Ini Daftar 29 Zona Merah Covid-19 di Indonesia Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19 di Siranap Cara Melaporkan Pinjol Ilegal Sampai Kapan Hujan di Musim Kemarau akan Berlangsung? Mulai Hari Ini, Hong Kong Larang Penerbangan Penumpang dari Indonesia Hari Ini dalam Sejarah: Hari Kelahiran Bacharuddin Jusuf Habibie https://www.kompas.com/tren/read/2021/06/25/083000065/hari-ini-dalam-sejarah--hari-kelahiran-bacharuddin-jusuf-habibie https://asset.kompas.com/crops/8p8aEc8z2-VJ55sSGfvIvVlkAZc=/0x0:1199x799/195x98/data/photo/2019/09/12/5d798f858e176.jpg

Pemotongan Hewan Qurban 2021 di Perumahan Bunga Raya, tetap menjalankan aturan Prokes




2022 www.videocon.com