Narkotika adalah

narkotika adalah

Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dijelaskan, pengertian narkotika ialah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Lebih jelas lagi, dalam Pasal 6 Undang-Undang tersebut dipaparkan pula pembagian narkotika menjadi beberapa golongan.

narkotika adalah

Berikut golongan narkotika yang diatur dalam Pasal 6 Undang-Undang Narkotika adalah. 35 Tahun 2009 tentang narkotika: • Narkotika Golongan 1 Golongan narkotika ini hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Contoh:Â Heroin, Kokain, Daun Kokain, Opium, Ganja, Jicing, Katinon, MDMDA/Ekstasi, dan lebih dari 65 macam jenis lainnya. • Narkotika Golongan 2 Golongan narkotika ini berkhasiat untuk pengobatan, namun digunakan sebagai pilihan terakhir. Selain itu, dapat digunakan untuk terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan.

Mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh:Â Morfin, Petidin, Fentanil, Metadon. • Narkotika Golongan 3 Golongan narkotika ini berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh:Â Kodein, Buprenorfin, Narkotika adalah, Nikokodina, Polkodina, Propiram, dan ada tiga belas macam termasuk beberapa campuran lainnya.

Artikel Lainnya: Perbedaan antara Narkotika dan Psikotropika Heroin alias diamorfin adalah hasil pengolahan morfin secara kimiawi. Narkotika yang satu ini dapat menimbulkan efek yang lebih kuat dibandingkan morfin itu sendiri. Beberapa efek samping yang timbul akibat penyalahgunaan heroin atau putaw, antara lain: • Denyut nadi melambat • Otot melemas • Pupil mengecil • Rasa percaya diri hilang • Tekanan darah menurun  • Ganja Jenis-jenis narkotika lain yang sering disalahgunakan di Indonesia ialah ganja.

Dikenal dengan nama lain kanabis atau marijuana, ganja adalah narkotika yang berasal dari tanaman Cannabis sativa. Ganja bisa menimbulkan efek samping berikut ini: • Mulut dan tenggorokan terasa sangat kering • Sulit mengingat • Nafsu makan meningkat • Euforia atau rasa senang berlebih • Denyut nadi dan jantung lebih cepat  • Kokain Jenis-jenis narkotika yang juga tergolong sering disalahgunakan adalah kokain, yang berasal dari tumbuhan Erythroxylum coca.

Narkotika yang satu ini mengandung zat stimulan, sehingga efek samping yang timbul adalah: • Perasaan gelisah • Kejang-kejang • Selera makan menurun • Paranoid • Euforia atau perasaan senang berlebihan  • Opium Opium adalah narkotika yang terbuat dari getah tumbuhan Papaver somniferum. Narkotika jenis ini dapat ‘diolah’ menjadi morfin dan kodein. Beberapa efek samping yang timbul akibat penyalahgunaan opium, di antaranya: • Merasa sangat bersemangat • Waktu terasa berjalan lambat • Pusing atau mabuk • Birahi memuncak • Gangguan pernapasan yang narkotika adalah berujung pada kematian Artikel Lainnya: Inilah Tahapan Rehabilitasi Narkoba di Indonesia • Lysergic Acid Diethylamide (LSD) Lysergic acid diethylilamide atau LSD bersifat halusinogen, sehingga bila disalahgunakan bisa menimbulkan efek yang bervariasi.

Beberapa efek yang mungkin muncul akibat penyalahgunaan LSD, di antaranya: • Rasa nikmat yang luar biasa • Kebingungan • Panik tiba-tiba • Tidak bisa mengendalikan emosi • Perubahan persepsi penglihatan, penciuman, suara, perasaan dan tempat  • Kodein  Kodein adalah satu dari jenis-jenis narkoba yang bisa dijumpai pada obat batuk orang dewasa.

Pada dosis yang tepat, kodein bisa bermanfaat. Namun, apabila penggunaannya di luar pengawasan dokter atau disalahgunakan, efek samping yang muncul adalah: • Euforia atau perasaan senang berlebih • Mual dan muntah • Hipotensi atau tekanan darah sangat rendah • Depresi • Gangguan saluran pernapasan berat  • Morfin Morfin adalah obat yang berfungsi untuk meredakan rasa nyeri derajat parah. Obat ini memengaruhi tubuh dalam merespons sakit atau nyeri.

Pada penggunaan di bawah pengawasan dokter yang ahli, morfin bisa memberikan manfaat. Namun, jika disalahgunakan, morfin bisa memberikan efek samping sebagai berikut: • Penurunan kesadaran • Euforia atau rasa senang berlebihan • Kebingungan • Jantung berdebar-debar • Mengakibatkan impotensi pada pria dan gangguan menstruasi atau haid pada wanita  • Sabu-sabu Sabu-sabu tergolong sebagai satu dari sekian jenis-jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan di Indonesia.

Sabu-sabu atau metamfetamin adalah jenis narkotika berbentuk seperti kristal berwarna narkotika adalah yang memiliki efek stimulan. Efek samping yang bisa terjadi akibat penyalahgunaan sabu-sabu, antara lain: • Gangguan tidur • Menurunnya konsentrasi hingga kehilangan ingatan • Paranoid • Detak jantung cepat • Euforia atau sensasi bahagia yang berlebihan Baca Juga • Berapa Lama Efek Ganja Bertahan dalam Tubuh?

• Ini Dia Bahaya Pakai Narkoba untuk Mengatasi Insomnia • Masalah Kesehatan Gigi yang Sering Dialami Pengguna Narkoba Pemerintah telah mengatur pengertian narkoba dan jenisnya dalam sebuah peraturan undang-undang yang jelas. Diharapkan informasi ini dapat memberi Anda pengetahuan mengenai narkotika dan menghindari penyalahgunaan obat-obatan tersebut. (RS/RH) Pengertian Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan) Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Menurut UU Tahun 2009 Tentang Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan. Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Selain berdasarkan undang-undang, narkotika juga memiliki pengertian menurut narkotika adalah ahli seperti yang tertera berikut ini.

Pengertian Narkoba Menurut Para Ahli • Smith Kline dan French Clinical pengertian narkoba menurut para ahli yang tergabung di perusahan farmasi smith kline dan french clinical di amerika serikat. narkoba adalah zat-zat atau obat yang dapat narkotika adalah ketidaksadaran atau pembiusan dikarenakan zat-zat tersebut bekerja dengan mempengaruhi susunan saraf sentral.

• Ghoodse menurut ghoodse, pengertian narkoba adalah zat kimia yang dibutuhkan untuk merawat kesehatan, saat zat tersebut masuk kedalam organ tubuh maka akan terjadi satu atau lebih perubahan fungsi didalam tubuh.

lalu dilanjutkan lagi dengan ketergantungan secara fisik dan psikis pada tubuh, sehingga jika zat tersebut dihentikan pengkonsumsiannya maka akan terjadi gangguan secara fisik dan psikis. • Kurniawan menurut kurniawan, pengertian narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati, dan perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.

• Jackobus menurut jackobus, pengertian narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis ataupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi bahkan sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. • Wresniwiro menurut wresniwiro, pengertian narkoba adalah zat atau obat yang bisa menyebabkan ketidaksadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja dengan mempengaruhi saraf pusat manusia.

• Istilah Narkoba Menurut Bahasa selain diketahui bahwa narkoba menurut para ahli, dikenal juga narkoba menurut bahasa yaitu narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang dan zat adiktif. sehingga departemen kesehatan republik indonesia menyebutkan istilah tersebut sebagai napza merupakan singkatan dari narkotika adalah, psikotropika dan zat adiktif.

narkoba memiliki kepanjangan yakni narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang, dan zat adiktif. Setelah kita tahu tentang pengertiannya, maka kita juga perlu tahu tentang jenis-jenisnya. Jenis-jenis Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan) Kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.

Narkotika Golongan 1 Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika Golongan 2 Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter.

narkotika adalah

Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan. Narkotika Golongan 3 Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah: Narkotika Jenis Sintetis Jenis yang satu ini narkotika adalah dari proses pengolahan yang rumit.

Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya. Narkotika Jenis Semi Sintetis Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain. Narkotika Jenis Alami Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana.

Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian. Itu tadi beberapa pengertian tentang narkoba dan beberapa jenis pengelompokannya.Nah, kamu perlu waspada jangan sampai narkotika adalah ya.

Tag: Narkoba Ganja Terkait • Tertangkap Memakai Ganja, Tersangka Mengaku Beli Secara Online • Sejarah Indonesia Dalam Memerangi Narkoba • Layakkah Ganja dilegalkan di Indonesia? • Jadi Tenaga Kerja Handal Tanpa Narkoba? SMK Bisa! • GOLONGAN NARKOBA • Dampak Narkoba dan Narkotika adalah Penyalahguna Narkoba • 1200 Mahasiswa Baru Terpapar P4GN dari BNN Terkini • BNN dan Polres Razia Kamar Hunian Lapas Kelas II A Kuningan 25 Apr 2022 • Tekan Peredaran Narkoba, BNNK Kuningan dan RRI Cirebon Teken MoU 22 Apr 2022 • Wujudkan Desa Bersinar, BNNK Kuningan Lakukan Penguatan Ketahanan Keluarga Anti Narkoba di Desa Cigedang 21 Apr 2022 • Wakili BNNK Kuningan Di Bandung Choral Festival, Smansa Choir Bawa Pulang Medali Perak 14 Apr 2022 • Melihat Narkoba dari Kacamata Islam 06 Apr 2022 • Harlah Ke 20, BNNK Kuningan Gelar Aksi Donor Darah 28 Mar 2022 • Press Realese Bnnk Kuningan Kegiatan Penangkapan Sindikat Jaringan Narkotika 24 Mar 2022 • Beranda • Profil • Sejarah • Visi dan Misi BNN • Tugas Pokok dan Fungsi • Struktur Organisasi • Kepala BNNP-K dari Masa Ke Masa • Galeri • Galeri Foto • Galeri Video • Kontak • BNN Pusat • Informasi Publik (PPID) • Peraturan (JDIH) • Layanan Rehabilitasi (SIRENA) • Perpustakaan Digital • Government Public Relations (GPR) • Toko Stop Narkoba
Penyalahgunaan narkoba dewasa ini kian meningkat di kalangan generasi muda.

Maraknya peredaran narkoba di berbagai daerah di Indonesia, membuat kondisi Indonesia semakin gawat akan jumlah pengguna narkoba yang terus meningkat. Terbukti dengan banyaknya berita yang mengabarkan kasus tentang artis muda yang terjerat narkoba serta kasus penyalahgunaan narkoba di sekitar kita. Narkoba adalah zat atau obat yang terbuat dari tanaman atau bahan sintetis atau semi sintetis. Zat tersebut dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan rasa nyeri, dan bisa menimbulkan ketergantungan.

mengonsumsi narkoba bisa merusak sistem syaraf pusat otak. Hal ini dikarenakan narkoba mengandung zat-zat berbahaya yaitu depresan, stimulan, dan halusinogen.Depresan bisa mengurangi aktivitas karena membuat pengguna tertidur atau tidak sadarkan diri. Di Indonesia, narkoba memiliki berbagai jenis.

Jenis tersebut dikelompokkan berdasarkan bahan dan efek kecanduannya.Berikut jenis-jenis narkoba di Indonesia yang dikutip dari laman resmi Badan Narkotika Nasional (BNN). Berdasarkan bahan pembuatnya: • Narkotika jenis alami Narkoba jenis ini biasanya berasal dari tumbuhan. Ganja narkotika adalah koka adalah contoh narkoba alami. Penggunaannya tidak perlu melalui proses rumit dan mengandung zat yang kuat. Narkoba jenis ini sangat berbahaya narkotika adalah bisa berpengaruh buruk pada kesehatan.

• Narkotika jenis semi sintetis Narkotika jenis alami jika sudah diolah akan menghasilkan jenis narkoba semi sintetis. Contoh narkoba jenis ini adalah morfin, heroin, dan kodein. • Narkotika jenis sintetis Jenis narkoba ini dibuat melalui proses yang rumit. Narkoba sintetis bisa digunakan untuk pegobatan dan penelitian. Contoh narkoba jenis ini adalah amfetamin, dan deksamfetamin.Berdasarkan efek penggunaannya: • Narkotika adalah golongan 1 Narkoba golongan 1 sangat berbahaya karena menimbulkan efek ketergantungan.

Ganja, koka, dan opium masuk dalam kategori narkoba golongan 1. • Narkotika golongan 2 Golongan narkoba ini bisa digunakan untuk pengobatan tapi dengan resep dokter. Ada sekitar 85 jenis narkoba golongan 2, contohnya adalah morfin dan alfaprodia.

• Narkotika golongan 3 Narkoba golongan 3 memiliki level ketergantungan yang ringan. Golongan ini banyak narkotika adalah untuk pengobatan dan terapi. (KONTAN.CO.ID) Saat seseorang mulai mengonsumsi narkoba, terdapat kemungkinan besar untuk mengalami kecanduan. Makin lama, pengguna akan membutuhkan dosis yang lebih tinggi demi dapat merasakan efek yang sama.

Ketika efek narkoba mulai hilang, pengguna akan merasa tidak nyaman akibat munculnya gejala putus obat dan narkotika adalah ingin kembali memakainya. Narkoba yang larut di dalam tubuh akan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Efek dari obat-obatan bergantung kepada jenis yang dikonsumsi, dosis, durasi pemakaian, dan ukuran tubuh orang yang mengonsumsinya. Selain berpengaruh pada tubuh, bahaya narkoba juga dapat menyebabkan hal-hal yang mengganggu kualitas hidup seseorang.

Misalnya, pecandu rentan mengalami masalah di kantor, sekolah atau keluarga, kesulitan keuangan, hingga berurusan dengan pihak kepolisian karena melanggar hukum. Berikut cara untuk menghindari penggunaan narkoba narkotika adalah dilansir dari situs Badan Narkotika Nasional (BNN): • Mengetahui serta menyadari jika narkoba atau narkotika membawa dampak negatif bagi kesehatan tubuh serta kehidupan, contohnya terjerat kasus hukum dan yang paling fatal adalah kehilangan nyawa.

• Mencari tahu serta menggali narkotika adalah diri dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengerjakan berbagai hal positif untuk perkembangan diri. • Menolak dengan tegas ajakan untuk mengonsumsi narkoba atau alkohol. • Memiliki pendirian yang teguh. Jika diajak serta dipaksa untuk mengonsumsi narkoba atau narkotika, tolak dengan tegas. • Say no to drugs adalah cara atau langkah utama yang bisa dilakukan untuk menghindari penggunaan narkotika adalah atau narkotika.

• Selain itu, kamu juga harus pandai memilih teman, baik itu teman di sekolah atau di rumah. Karena dengan berteman dengan orang baik kamu bisa terhindar dari pergaulan yang salah, salah satunya terhindar dari bahaya narkoba.

Menyibukkan diri dengan hal-hal yang sifatnya positif. Penulis : Hani Juita Putri Novi Anggraini Tag: Narkoba Ganja Terkait • YUK KENALI MAGIC MUSHROOM: SI NARKOBA YANG UMUM DISALAHGUNAKAN ANAK MUDA • SABU, SI PUTIH YANG BIKIN CANDU • PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) DI KALANGAN PELAJAR • Orgen Tunggal Ajang Peredaran Narkoba • NARKOBA DAN KESEHATAN MENTAL • Mengapa Sih Penyalahgunaan Narkoba Itu Berbahaya?

• MENCARI NARKOBA, MENCARI SAKIT! Terkini • BNNP Sumatera Selatan Musnahkan Sabu narkotika adalah Ribuan Butir Ekstasi 21 Apr 2022 • BNNP Sumsel dan RRI Palembang Jalin Sinergi Gelorakan War On Drugs 19 Apr 2022 • BNNP Sumsel dan PKK Sumsel Jalin Kerja Sama Bentengi Keluarga Dari Narkoba 19 Apr 2022 • Siarkan War on Drugs, Kepala BNNP Sumsel Kunjungi RRI Palembang 07 Apr 2022 • Memperingati HUT BNN Ke-20, BNNP Sumsel Musnahkan Belasan Kilogram Sabu 22 Mar 2022 • Gubernur Sumsel : Berantas Narkoba Harus Represif dan Preventif 22 Mar 2022 • HUT BNN RI Ke-20, BNNP Sumsel Ajak Seluruh Komponen Masyarakat Perangi Narkoba 22 Mar 2022 • Beranda • Profil • Sejarah • Visi dan Misi • Tugas Pokok dan Fungsi • Struktur Organisasi • Kepala BNNP dari Masa Ke Masa • Galeri • Foto • Narkotika adalah • SKPN • Informasi narkotika adalah Kontak • BNN Pusat • Informasi Publik (PPID) • Peraturan (JDIH) • Layanan Rehabilitasi (SIRENA) • Perpustakaan Digital • Government Public Relations (GPR) • Toko Stop Narkoba MENU • Home • Agama • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Sejarah • Bahasa • Bahasa Indonesia • Bahasa Inggris • Strata 1 • Akuntansi • Hukum • Kesenian • Metopen • Bisnis • Manajemen • Teori Pembelajaran • Sistem Informasi • Matematika • Pkn • Komputer • Other • Kesehatan • Teknologi • Tutorial • Pengertian Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif, Contoh, Manfaat & Dampaknya – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif.

Yang meliputi pengertian narkotika, psikotropika, zat adiktif, contoh, manfaat dan dampak penggunaan dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

• Pengertian Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif, Contoh, Narkotika adalah & Dampaknya • Pengertian Narkotika • Pengertian Psikotropika • Pengertian Bahan Adiktif • Manfaat Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktifk Dalam Bidang Kesehatan/Kedokteran • Dampak Positif Penggunaan Narkoba • Dampak Negatif Penggunaan Narkoba • Share this: • Related posts: Pengertian Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif, Contoh, Manfaat & Dampaknya Mari kita bahas mulai dari pengertian narkotika terlebih dahulu.

Pengertian Narkotika Menurut UU No.22 Tahun 1997, Narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan narkotika adalah sintetis ataupun semi sintetis yang bisa menyebabkan penurunan/perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi narkotika adalah menghilangkan rasa nyeri, dan bisa menimbulkan ketergantungan. Istilah Narkoba atau narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain istilah narkoba istilah lain yang diperkenankan khususnya oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yaitu Napza yaitu singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Dari beberapa istilah diatas mengacu pada kelompok senyawa yang narkotika adalah memiliki risiko kecanduan untuk penggunanya.

Di tahun 2015 ada 35 jenis narkoba yang dikonsumsi oleh pengguna narkoba di Negara Indonesia dari yang paling murah sampai yang paling mahal seperti LSD. Di dunia ada sekitar 354 jenis dari Narkoba.

Narkotika dibagi menjadi tiga golongan, antara lain: • Narkotika Golongan I: Adalah narkotika yang paling berbahaya. Karena daya adiktifnya paling tinggi. Golongan ini digunakan unutk penelitian dan ilmu pengetahuan. Contohnya adalah Heroin, ganja, kokain, morfin, dan opium. • Narkotika Golongan II: Adalah narkotika yang memiliki daya adiktif narkotika adalah, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian.

Contohnya adalah: Benzetidin, petidin dan betametadol • Narkotika Golongan III: Adalah narkotika yang memiliki daya adiktif yang ringan, narkotika adalah bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian.

Contohnya adalah kodein dan turunannya. Pengertian Psikotropika Psikotropika adalah zat atau obat, alamiah ataupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif dengan pengaruh selektif pada susunan sarat pusat yang mengakibatkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Psikotropika dapat digolongkan menjadi empat golongan, antara lain: • Psikotropika Golongan I: Merupakan psikotropika dengan daya adiktif yang paling kuat, belum diketahui manfaat untuk mengobati dan sedang diteliti manfaatnya. Contohnya: LSD, MDMA, STP, dan Ekstasi. • Psikotropika Golongan II: Merupakan narkotika adalah dengan daya adiktif kuat dan juga berguna untuk pengobatan serta penelitian.

Contohnya adalah: Metamfetamin, amfetamin, dan mekualon. • Psikotropika Golongan III: Narkotika adalah psikotropika dengan daya adiktif sedang dan juga bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya adalah: Lumiball, Fleenitrazepam, dan buprenorsina • Psikotropika Golongan IV: Merupakan psikotropika yang mempunyai daya adiktif ringan dan juga bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian.

Contohnya adalah: Nitrazepam (BK, modadon, dumolid) dan diazepam. Pengertian Bahan Adiktif Bahan Adiktif yakni zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang memiliki pengaruh terhadap kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan, seperti: • Rokok • Kelompok alkohol dan minuman lain yang ada kandungan enthyl etanol, inhalen atau sniffing (bahan pelarut) dalam bentuk zat organik (karbon) yang menimbulkan eek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anastesik narkotika adalah aromanya dihisap akan memabukkan dan menimbulkan ketagihan • Thinner dan zat lainnya, penghapus cair seperti lem kayu, dan aseton, cat, bensin yang apabila dihirup akan membuat mabuk (Alifia, 2008).

Manfaat Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktifk Dalam Bidang Kesehatan/Kedokteran Adapun manfaat dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya dalam bidang kesehatan atau kedokteran adalah sebagai berikut: Adapun macam-macam narkotika yang bermanfaat dalam bidang kesehatan atau kedokteran antara lain: • Morfin: Adalah hasil olahan dari opium atau candu mentah.

Morfin mempunyai rasa pahit, bentuknya seperti tepung halus dengan warna putih atau cairan berwarna putih. Morfin, utamanya digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri yang hebat yang tidak dapat diobati dengan analgetik non narkotika. Apabila rasa nyeri makin hebat maka dosis yang digunakan juga makin tinggi.

Semua analgetik narkotika dapat menimbulkan adiksi (ketagihan). Morfin juga digunakan untuk mengurangi rasa tegang pada penderita yang akan dioperasi.

• Methadone: Saat ini Methadone sering digunakan seseorang dalam mengobati ketergantungan opium. Antagonis opioid (analgetik narkotika) sudah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid dan digunakan sebagai analgesia untuk penderita rasa nyeri. • Heroin: Adalah obat bius yang sangat mudah menjadikan seseorang kecanduan sebab efeknya yang sangat kuat. Obat ini bisa ditemukan dalam bentuk pil, bubuk, serta dalam bentuk cairan. Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat daripada morfin dan sering disalahgunakan orang.

Heroin disebut juga disebut dengan putaw. • Kodein: Adalah analgesik lemah. Kekuatannya sekitar 1/12 dari morfin. Untuk itu, kodein tidak digunakan sebagai analgesik, tetapi sebagai anti batuk yang kuat. • Kokain: Digunakan sebagai penekan rasa sakit dikulit, digunakan untuk anestesi (bius) khususnya untuk pembedahan mata, hidung, dan tenggorokan.

• Meperidin: Disebut juga dengan petidin, demerol, atau dolantin dipakai sebagai analgesia. Obat ini efektif untuk diare. Daya kerja meperidin lebih rendah dari morfin. Macam-macam zat adiktif lainnya yang bermanfaat di bidang kesehatan atau kedokteran, antara lain: • Alkohol: Dapat membunuh kuman penyakit, sehingga sering digunakan untuk membersihkan alat-alat kedokteran pada proses sterilisasi.

• Nikotin: Pada dosis tertentu nikotin yang ada pada narkotika adalah dapat dipakai sebagai obat untuk memulihkan ingatan seseorang. Hal ini karena nikoting dapat merangsang sensor penerima rangsangan di otak. Dampak Positif Penggunaan Narkoba Berdasarkan para ahli kesehatan, narkoba adalah senyawa-senyawa psikotropika yang sering dipakai untuk membius pasien ketik akan dioperasi atau obat-obat untuk penyakit tertentu.

Ganja Tumbuhan gana telah dikenal manusia sejak zaman dahulu dan dipakai sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhny dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan karena kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Sebelum ada larangan ketat pada penanaman ganja, di Indonesia khususnya di wilayah Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan. Tanaman ini ditemukan hampir setiap negara yang beriklik tropis. Bahkan sebagian negara beriklim dingin pun telah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca. Morfin Morfin adalh alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang dijumpai pada opium.

Morfin juga bekerja secara langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit, merangsang batuk, mengurangi rasa lapar, dan membuat konstipasi. Morfin memunculkan ketergantungan tinggi daripada zat-zat lainnya. Kokain Kokain merupakan senyawa sintesis yang memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain adalah alkaloid yang diperoleh dari tanaman Erythroxylon coca, yang asalnya dari negara Amerika Selatan, yang mana daun dari tanaman ini sering dikunyah oleh penduduk setempat untuk memperoleh “efek stimulan”.

Pada saat ini Kokain masih dipakai sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan pada hidung, mata, dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

Dampak Negatif Penggunaan Narkoba Berikut beberapa dampak negatif dari pemakaian narkoba, antara lain: Halusinogen Efek dari narkoba dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu benda yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata apabila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu. Misalnya kokain dan LSD. Stimulan Efek dari narkoba yang dapat mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya menjadikan orang yang mengonsumsinya lebih bertenaga dan juga cenderung membuat lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.

Depresan Efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syarat pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga penggunanya merasa tenang bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya adalah Heroin atau putaw. Demikianlah telah dijelaskan tentang Pengertian Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif, Contoh, Manfaat & Dampaknyasemoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian.

Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa narkotika adalah membaca artikel lainnya. Related posts: • Pengertian Diamagnetik, Paramagnetik dan Feromagnetik (Lengkap) • Pengertian Sublimasi dan Contohnya (Pembahasan Lengkap) • 37 Manfaat Buah Mengkudu Bagi Kesehatan Lengkap Posted in Kesehatan, Kimia Tagged akibat mengkonsumsi narkoba, apa dampak positif narkoba, cara mencegah narkoba, cara menghindari narkoba, contoh dampak positif narkoba, contoh narkotika, contoh psikotropika, dampak narkoba, dampak narkoba bagi pelajar, dampak negatif narkoba bagi generasi muda, dampak negatif narkoba bagi kesehatan, dampak negatif narkoba bagi pelajar, dampak negatif narkotika, dampak positif dan negatif narkoba bagi pelajar, dampak positif narkotika adalah, dampak positif psikotropika, jenis jenis narkoba, makalah narkotika, makalah pengertian narkoba dan dampaknya, manfaat dan bahaya narkoba, pencegahan narkoba, Pengertian Narkoba, pengertian narkoba dan dampaknya, pengertian narkoba menurut para ahli, pengertian narkotika, pengertian narkotika dan psikotropika, pengertian psikotropika, pengertian zat adiktif, penyebab narkoba, perbedaan narkotika dan psikotropika, sisi positif dan negatif dari narkoba Recent Posts • Pengertian Advertising dan Fungsi Advertising (Lengkap) • Pengertian Transportasi, Fungsi dan Manfaatnya (Bahas Lengkap) • Pengertian Kurs dan Macam-macam Kurs (Pembahasan Lengkap) • Pengertian Workshop Beserta Jenisnya (Pembahasan Lengkap) • Pengertian Ekosistem Darat, Macam dan Cirinya (Terlengkap) • Pengertian Website Beserta Manfaat Dan Jenisnya Lengkap • Pengertian Konsumsi, Tujuan dan Faktornya (Pembahasan Lengkap) • Pengertian Bank Sentral, Bank Umum dan Fungsinya (Lengkap) • Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli dan Unsurnya (Lengkap) • Pengertian PT Dengan Kelebihan Dan Kekurangannya Lengkap
• Narkotika adalah • Profil • Kepala Puspensos • Kedudukan, Tugas dan Fungsi • Struktur Organisasi • Publikasi • Artikel • Berita • Social Narkotika adalah • Infografis • Peta Persebaran • Foto • Kegiatan Puspensos • Kegiatan Pensosmas • Video • Kegiatan Puspensos • Kegiatan Pensosmas • Unduh • Infografis • Buku • Karikatur • Pengumuman • Materi • Puspensos Channel • Pensosmas • E-Learning • Kirim Laporan • Kirim Berita sumber gambar: klikdokter.com DItulis oleh : Oky Kali ini kita akan membahas apa itu Narkoba atau Napza.

Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan obat-obatan terlarang, sedangkan istilah Napza adalah Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Berbahaya Lainnya.

Narkotika berasal dari bahasa Inggris “narcotics” yang artinya obat bius. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan narkotika adalah, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-undang No.35 narkotika adalah 2009).

Cara kerja narkotika mempengaruhi susunan saraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Daftar lengkap Golongan Narkotika dapat Anda temukan di Permenkes no. 41 tahun 2017. Secara garis besar yang temasuk jenis Narkotika adalah: 1. Tanaman Papaver, opium mentah, opium masak (Candu, Jicing, jicingko), opium obat, morfin, kokain ekgonina, tanaman ganja dan damar ganja. 2. Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina 3. Campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut diatas.

narkotika adalah

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-undang No 5 tahun 1997). Tetapi setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika.

Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika golongan III dan IV sesuai UU No. 5 tahun 1997. Penggolongan psikotropika: 1. Psikotropika golongan I: yaitu psikotropika yang tidak digunakan untuk tujuan pengobatan dengan potensi ketergantungan yang sangat kuat narkotika adalah. Psikotropika golongan II: yaitu psikotropika yang berkhasiat narkotika adalah tetapi dapat menimbulkan ketergantungan.

3. Psikotropika golongan III: yaitu psikotropika dengan efek ketergantungannya sedang dari kelompok hipnotik sedatif. 4. Psikotropika golongan IV: yaitu psikotropika yang efek ketergantungannya ringan. Zat Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem saraf pusat. Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin.

Contohnya: narkotika adalah. Alkohol yang mengandung ethyl etanol 2. Inhalen/ Sniffing (bahan pelarut) merupakan zat organik (karbon) yang mengeluarkan efek yang sama dengan minuman beralkohol 3.

Obat anaestetik jika aromanya dihisap, misalnya lem/ perekat, aceton, ether dsb. 4. Nikotin 5. Cafein 6. Zat desainer yaitu zat/ obat-obat rancangan sendiri yang efeknya serupa dengan narkotika atau psikotropika Dari istilah Narkoba dan Napza, dalam dunia rehabilitasi keduanya disebut sebagai zat psikoaktif.

Hal ini dikarenakan zat psikoaktif menyebabkan perubahan pada struktur dan cara kerja otak. Adapun penggolongan napza sendiri dapat digolongkan menjadi 5 golongan yaitu: 1. Stimulan yaitu zat yang mempunyai efek meningkatkan atau memicu kerja susunan saraf pusat. 2. Depresan yaitu zat yang mempunyai efek menurunkan atau berefek merelaksasi kerja susunan saraf pusat. 3. Halusinogen yaitu zat yang mempunyai efek penggunanya dapat berhalusinasi dan meningkatkan kepekaan saraf-sarafnya 4. Opioid yaitu zat yang mempunyai efek menghilangkan rasa sakit dan menyebabkan penggunanya merasakan sensasi alam bawah sadarnya 5.

narkotika adalah

Others yaitu zat yang mempunyai efek 2 atau lebih misalnya ganja mempunyai efek stimulan sekaligus depresan sesuai dosis penggunanya. Dengan mengetahui efek Narkoba/ Napza maka diharapkan kita mampu memilah dan memilih sesuatu yang akan kita ijinkan masuk ke dalam tubuh kita.

Keputusan kita hari ini akan menentukan kondisi kesehatan kita kedepan. Oleh : Oky
Masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sampai ke taraf yang cukup mengkhawatirkan.

Bukan saja orang dewasa, bahkan anak sekolah pun tidak luput dari penyebaran zat dan obat-obatan terlarang. Memang dalam kedokteran, sebagian dari jenis-jenis narkoba adalah obat yang dapat bermanfaat, namun jika disalahgunakan maka akan ada bahaya yang besar bagi penggunanya maupun orang di sekitarnya.

Dalam artikel ini akan dijelaskan apa sebenarnya definisi dari narkoba, apa saja jenis-jenisnya, dan apa bahaya dari penyalahgunaan zat-zat dan obat-obatan ini. Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk semakin menghindari penyalahgunaannya. Apa Itu Narkoba? Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan istilah lain untuk narkoba, yaitu napza yang adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Meski napza adalah istilah yang lebih resmi di Indonesia, namun masyarakat pada umumnya lebih mengenal istilah narkoba.

Narkotika adalah zat/obat adiktif yang mengurangi rasa sakit, mempermudah untuk tidur, dan dapat mengubah suasana hati atau perilaku seseorang. Psikotropika adalah zat/obat yang terutama bekerja pada sistem saraf pusat dan dapat mengubah fungsi otak, mengakibatkan perubahan sementara pada persepsi, suasana hati, kesadaran, dan perilaku seseorang. Sedangkan zat adiktif adalah zat yang menimbulkan rasa senang atau menghilangkan rasa nyeri/sakit pada orang yang mengonsumsinya.

Menurut Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, narkotika adalah narkotika adalah yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, baik sintesis ataupun semi-sintesis, yang bisa mengakibatkan penurunan narkotika adalah perubahan pada kesadaran, menghilangkan rasa nyeri, dan bisa menyebabkan ketergantungan. Sebenarnya zat-zat atau obat-obatan ini dapat digunakan untuk terapi yang bermanfaat apabila dilakukan di bawah pengawasan medis.

Namun jika zat/obat tersebut narkotika adalah oleh seseorang tanpa pengawasan medis atau petunjuk dokter, maka hal tersebut bisa disebut sebagai penyalahgunaan (drug/substance abuse). Penyalahgunaan zat dan obat-obatan tersebut dapat menimbulkan bahaya kerusakan pada kesehatan, baik secara mental maupun fisik.

Napza atau narkoba dapat dimasukkan ke dalam tubuh secara oral (dengan cara diminum, dihisap, narkotika adalah dihirup) ataupun melalui suntikan. Apa Saja Jenis-Jenis Narkoba? Kementrian Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan istilah napza untuk zat/obat yang termasuk narkoba. Berdasarkan singkatan dari istilah napza, berarti setidaknya jenis-jenis narkoba dapat dibagi menjadi tiga golongan: narkotika, psikotroptika, dan zat adiktif. Narkotika: Bahan yang dapat menurunkan atau mengubah kesadaran, menghilangkan rasa nyeri, serta dapat menimbulkan ketergantungan.

Undang-Undang No. 35 tahun 2009 dan No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika mengelompokkan narkotika menjadi tiga jenis yakni: • Narkotika golongan I: Hanya dapat digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan (sains) dan dilarang digunakan/diproduksi untuk kepentingan lainnya.

Penggunaannya harus di bawah pengawasan yang ketat oleh Menteri Kesehatan. Contoh jenis-jenis narkoba ini adalah: ganja, heroin, dan kokain. • Narkotika golongan II: Berkhasiat untuk pengobatan hanya sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk kepentingan pengembangan sains, serta berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Contoh jenis-jenis narkoba ini narkotika adalah petidin, morfin, dan turunan garam dalam golongan tertentu. • Narkotika golongan III: Berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk kepentingan pengembangan sains, serta sedikit berpotensi menimbulkan ketergantungan.

Contoh jenis-jenis narkoba ini adalah: kodein dan garam-garam narkotika dalam golongan tertentu. Psikotropika: Bahan bukan narkotika, baik alami maupun sintesis (buatan), yang bersifat psikoaktif karena bekerja pada susunan saraf pusat sehingga menimbulkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku dari penggunanya.

Narkoba psikotropika kemudian dibagi lagi menjadi empat jenis yakni: • Psikotropika golongan I: Hanya digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan untuk terapi, serta sangat berpotensi menyebabakn ketergantungan.

Contoh jenis-jenis napza ini adalah: ekstasi, LSD, ST, dan MDMA. • Psikotropika golongan II: Berkhasiat untuk pengobatan dan dapat digunakan untuk terapi dan/atau untuk kepentingan ilmu pengetahuan, serta berpotensi kuat menyebabkan ketergantungan. Contoh jenis-jenis napza ini adalah: amfetamin, sekobarbital, fensiklidin, metakualon, dan metilfenidat.

• Psikotropika golongan III: Berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan untuk terapi dan/atau dalam kepentingan sains, serta berpotensi sedang menimbulkan ketergantungan. Contoh jenis-jenis napza ini adalah: flunitrasepam dan fenobarbital. • Psikotropika golongan IV: Berkhasiat untuk pengobatan dan sangat banyak digunakan dalam terapi dan/atau dalam kepentingan sains, serta sedikit berpotensi menimbulkan ketergantungan.

Contoh jenis-jenis napza ini adalah: diazepam, bromazepam, klobazam, klonazepam, nitrazepam, dan khlordiazepoxiase. Zat Adiktif: Bahan selain narkotika dan bukan psikotropika yang penggunaannya bisa mengakibatkan ketergantungan. Beberapa zat adiktif sepenuhnya dilarang untuk digunakan, sedangkan beberapa yang lain dapat digunakan di bawah pengawasan medis. Beberapa zat adiktif yang dapat dijual secara bebas di pasaran yaitu kafein, nikotin, alkohol, inhalansia, dan obat batuk.

Beberapa zat adiktif yang harus digunakan dengan pengawasan medis atau petunjuk dokter yaitu obat penghilang rasa sakit, barbiturat, dan benzodiazepin. Apa Saja Bahaya Penyalahgunaan Narkoba? Orang-orang yang menyalahgunakan narkoba, dengan kata lain menggunakannya tanpa pengawasan medis atau dokter, berada dalam bahaya untuk mengalami banyak masalah baik secara fisk maupun mental, serta menimbulkan perilaku berbahaya yang dapat menyebabkan malapetaka.

Berikut ini adalah sejumlah bahaya dari penyalahgunaan narkoba.

narkotika adalah

Ilustrasi Overdosis (Image by Donald Clark from Pixabay) Overdosis: Salah satu yang paling bahaya dari penyalahgunaan narkoba adalah overdosis. Narkoba memperlambat fungsi-fungsi tubuh, seperti sistem pernapasan, yang akan menjadi sangat bahaya jika seseorang mengonsumsinya dalam jumlah besar. Karena seseorang juga mungkin akan hilang kesadaran atau bahkan koma setelah overdosis, dia biasanya tidak bisa menolong dirinya sendiri dan itu sangat berbahaya jika dia sendirian tanpa ada yang bisa menolongnya.

Seseorang yang overdosis napza narkotika adalah segera dibawa ke rumah sakit. Meskipun orang tersebut akhirnya bertahan hidup, dia kemungkinan masih mengalami masalah-masalah lain akibat overdosis. Sistem pernapasan yang melambat dapat mengurangi jumlah oksigen yang mencapai otak, sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak. Perilaku Berisiko: Seseorang yang berada di bawah pengaruh napza dapat melakukan perilaku berisiko yang nantinya akan dia sesali.

Misalnya, jika dia mengemudi saat berada di bawah pengaruh narkotika, dia bisa mengalami kecelakaan atau mencelakai orang lain. Ia mungkin juga akan ditangkap akibatnya. Dalam situasi lain, seseorang yang menyalahgunakan narkoba dapat melakukan tindakan yang bahaya, contohnya melakukan hubungan seks yang tidak aman, menggunakan lebih banyak narkoba, melukai diri sendiri, atau menyerang orang lain. Berada di bawah pengaruh obat-obatan menyulitkan seseorang untuk membuat keputusan yang baik.

Kecanduan: Jika Anda menyalahgunakan napza, zat dan obat-obatan ini akan mulai memengaruhi segala aspek kehidupan Anda. Orang yang mulai narkotika adalah tidak sanggup berhenti mengonsumsi narkotika adalah dan selalu membutuhkannya.

Akibatnya mereka terus menyalahgunakan zat dan obat-obatan tertentu agar dapat merasakan efeknya, tanpa peduli dengan konsekuensinya. Beberapa bahaya kecanduan narkoba pada berbagai aspek kehidupan adalah: • Kehilangan pekerjaan • Kesulitan keuangan dan masalah hutang • Nilai-nilai di sekolah turun drastis • Dijauhi orang-orang • Masalah keluarga • Kehilangan teman • Ditangkap polisi • Overdosis • Kecewa dengan kehidupan • Tidak mampu berhenti menyalahgunakan Masalah Fisik: Ada banyak bahaya fisik dari penyalahgunaan narkoba yang dapat mematikan.

Pada awal penyalahgunaan, seseorang mungkin hanya merasakan sembelit, mual, dan kebingungan. Tetapi efek-efek samping ringan itu bisa dengan cepat berkembang jadi lebih berbahaya. Selain itu, seseorang yang menyalahgunakan napza juga bisa narkotika adalah fisik seperti berikut ini: • Penyakit hati • Gangguan paru-paru • Abses • Infeksi • Gangguan jantung • Malnutrisi • Gejala penarikan (withdrawal) • HIV dan hepatitis C (menyebar melalui jarum suntik) • Sakit kepala • Tekanan darah rendah • Kejang-kejang • Lemas Bahaya HIV (Credit: brazzo / iStock) Bahaya-bahaya di atas dapat lebih berat lagi apabila seseorang menyalahgunakan lebih dari satu jenis narkoba.

Dan sering kali orang yang menyalahgunakan suatu obat/zat juga menyalahgunakan obat/zat lain di waktu bersamaan.

Contohnya banyak pengguna narkotika juga mengonsumsi alkohol di waktu narkotika adalah sama, sehingga mereka lebih rentan mengalami overdosis dan efek berbahaya lainnya. Beberapa orang lain mengonsumsi narkotika adalah bersamaan dengan zat stimulan seperti kokain atau amfetamin.

Ini sangatlah berbahaya dan bisa mengakibatkan masalah fatal seperti serangan jantung atau stroke. Kesimpulan tentang Narkoba Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat berbahaya lainnya.

Kementrian Kesehatan RI memperkenalkan istilah lain yaitu napza, yang adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Berdasarkan istilah napza, maka setidaknya jenis-jenis narkoba bisa dibagi menjadi tiga golongan yakni narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Yang termasuk narkotika antara lain: ganja, heroin, kokain, morfin, petidin, dan kodein.

Yang termasuk golongan psikotropika misalnya: ekstasi, LSD, amfetamin, fensiklidin, flunitrasepam, diazepam, dan nitrazepam. Sedangkan golongan zat adiktif contohnya: obat penghilang rasa sakit, barbiturat, benzodiazepin, kafein, nikotik, dan alkohol.

narkotika adalah

Berbagai zat dan obat tersebut dapat menimbulkan dampak dan bahaya yang besar jika disalahgunakan. Beberapa bahaya narkoba antara lain: overdosis, perilaku berisiko, kecanduan, dan masalah fisik. Dampak yang dialami pengguna bisa lebih parah lagi jika dia menyalahgunakan lebih dari satu jenis obat atau zat terlarang. Selain itu seseorang yang overdosis bisa mengalami kematian apabila tidak cepat ditolong.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang napza. Diharapkan informasi ini menambah kesadaran Anda terhadap pentingnya narkotika adalah penyebaran dan penyalahgunaan zat-zat dan obat-obatan yang tergolong napza.

Temukan juga ulasan-ulasan menarik lainnya seputar kesehatan hanya di Deherba.com. Referensi Narkoba atau Napza: Addiction.com. Addictive Substances.

URL: https://www.addiction.com/a-z/addictive-substances/. Accessed: 2019-07-22 Prodia OHI. NAPZA. Published: 2019-06-22 URL: https://prodiaohi.co.id/napza. Accessed: 2019-07-22 Undang-Undang No 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 67, Jakarta: Sekretaris Negara RI.

Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143, Jakarta: Sekretariat Negara RI. Addictions.com. Dangers of Narcotic Abuse. Updated: 2019-05-13. URL: https://www.addictions.com/opiate/dangers-of-narcotic-abuse/. Accessed: 2019-07-22Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan. Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan.

Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan. Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi.

Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah narkotika adalah. Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali.

Pengertian Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan) Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang narkotika adalah dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan. Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan.

Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan, simak ulasannya berikut ini.

narkotika adalah

Jenis-jenis Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan) Kandungan yang terdapat narkotika adalah narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan. Narkotika Golongan 1 Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika Golongan 2 Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Narkotika Golongan 3 Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi. Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun narkotika adalah juga yang dibuat melalui proses kimia.

Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah: Narkotika Jenis Sintetis Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit.

Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian.

narkotika adalah

Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya. Narkotika Jenis Semi Sintetis Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain. Narkotika Jenis Alami Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana.

Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan.

Salah satu akibat fatalnya adalah kematian. Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini. Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter.

Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah: Dehidrasi Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada.

Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Halusinasi Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan.

Apabila narkotika adalah berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus. Menurunnya Tingkat Kesadaran Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun.

Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku.

Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar. Kematian Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian.

Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya. Gangguan Kualitas Hidup Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh.

Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, narkotika adalah dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian. Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.

Tag: Ganja Narkotika Narkoba Terkait • BNNP SUMBAR AJAK MEDIA PERANGI NARKOBA • BNN UNGKAP ENAM JARINGAN, SETENGAH JUTA ORANG TERSELAMATKAN • BNN RI LAKSANAKAN PERTEMUAN BILATERAL KE-3 DENGAN CNB SINGAPURA • TNI BERI DUKUNGAN PENUH WAR Narkotika adalah DRUGS DARI DARAT, LAUT DAN UDARA • TINGKATKAN MUTU PELAYANAN, BNN LAKUKAN TOT REHABILITASI • TINGKATKAN KEMAMPUAN PETUGAS REHABILITASI, BNN GELAR ASISTENSI TATAP MUKA DAN VIRTUAL • TINDAKLANJUTI PEMETAAN WILAYAH RAWAN NARKOBA DI JAWA TENGAH, Narkotika adalah GELAR RAPAT KERJA SINERGITAS STAKEHOLDER Terkini • BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI SUMATERA BARAT MEMBERIKAN PELAYANAN SEPENUH HATI STOP GRATIFIKASI 20 Apr 2022 • Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Antara Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat narkotika adalah Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Padang (LPP RRI Padang).

08 Apr 2022 • PELATIHAN UNIVERSAL TREATMENT CURRICULUM (UTC) 4 DAN 7 BAGI KONSELOR JAJARAN BNNP SUMBAR DAN KM DI LINGKUNGAN SUMATERA BARAT 08 Mar 2022 • JELANG TAHUN BARU TEMPAT HIBURAN MALAM DI RAZIA BNNP SUMBAR 31 Des 2021 • BNN PROVINSI SUMATERA BARAT MUSNAHKAN BARANG BUKTI GANJA 200KG 30 Des 2021 • PRESS RELEASE AKHIR TAHUN 2021 BNN PROVINSI SUMATERA BARAT 30 Des 2021 • BNNP Narkotika adalah KERJA SAMA DENGAN PT SEMEN PADANG LAKSANAKAN TEST URINE KEPADA KARYAWAN 28 Des 2021 • Beranda • Profil • Sejarah • Visi dan Misi BNN • Tugas Pokok dan Fungsi • Struktur Organisasi • Kepala BNNP dari Masa Ke Masa • Pelaporan • Whistleblowing • Galeri • Foto • Video • Kontak • Lapor • SP4-Lapor • Hubungi Kami di WA • BNN Pusat • Informasi Publik (PPID) • Peraturan (JDIH) • Layanan Rehabilitasi (SIRENA) • Perpustakaan Digital • Government Public Relations (GPR) • Toko Stop Narkoba • Standar Operasional Prosedur BNNP Sumbar
Narkotika adalah suatu obat atau zat alami, sintetis maupun sintetis yang dapat menyebabkan turunnya narkotika adalah, menghilangkan atau mengurangi hilang rasa atau nyeri dan perubahan kesadaran yang menimbulkan ketergantungna akan zat tersebut secara terus menerus.

Contoh narkotika yang terkenal adalah seperti ganja, eroin, kokain, morfin, amfetamin, dan lain-lain. Pengertian narkotika menurut Undang-undang / UU No. 22 tahun 1997 : Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Golongan narkotik berdasarkan bahan pembuatannya : 1. Narkotika Alami Zat dan obat yang langsung bisa dipakai sebagai narkotik tanpa perlu adanya proses fermentasi, isolasi dan proses lainnya terlebih dahulu karena bisa langsung dipakai dengan sedikit proses sederhana.

Bahan alami tersebut umumnya tidak boleh digunakan untuk terapi pengobatan secara langsung karena terlalu beresiko. Contoh narkotika alami yaitu seperti ganja dan daun koka. 2. Narkotika Sintetis / Semi Sintesis Narkotika jenis ini memerlukan proses yang bersifat sintesis untuk keperluan medis dan penelitian sebagai penghilang rasa sakit / analgesik.

Contohnya yaitu seperti amfetamin, metadon, dekstropropakasifen, deksamfetamin, dan sebagainya. Narkotika sintetis dapa menimbulkan dampak sebagai berikut : a. Depresan = membuat pemakai tertidur atau tidak sadarkan diri. b. Stimulan = membuat pemakai bersemangat dalam berkativitas kerja dan merasa badan lebih segar. c. Halusinogen = dapat membuat si pemakai jadi berhalusinasi yang mengubah perasaan serta pikiran.

3. Narkotika Semi Sintesis / Semi Sintetis yaitu zat / obat yang diproduksi dengan cara isolasi, ekstraksi, dan lain sebagainya seperti heroin, morfin, kodein, dan lain-lain. ---- Keterangan : Untuk mengetahui narkoba lebih lanjut anda dapat mencari melalui fitur search pada kolom sebelah kiri situs organisasi.org ini. Situs Web ini bertujuan untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada masyarakat umum dengan cara yang santai dan jenaka.

Apabila ada yang kurang berkenan atau kesalahan maka mohon beritahu kami agar kami bisa segera memperbaikinya. Tidak ada niat sedikit pun untuk berbuat jahat kepada pihak lain. Atas segala kekurangan dan kesalahan yang telah kami perbuat, kami mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih atas perhatian anda.
Saat ini bahaya dan dampak narkoba (narkotika dan obat-obatan) terhadap kehidupan dan kesehatan semakin meresahkan. Ibarat dua sisi mata uang, narkoba menjadi zat yang dapat memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan.

Seperti diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk dalam jenis narkotika yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang menenangkan. Namun, jika digunakan dalam dosis berlebihan juga dapat menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini awalnya karena pengguna merasakan efek yang menyenangkan. Dari sinilah timbul keinginan untuk terus narkotika adalah agar mendapatkan ketenangan halusinasi. Meski efek narkoba sudah diketahui banyak orang, namun tetap tidak mengurangi jumlah penggunanya.

Bahaya narkoba menjadi kecanduan memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika kamu segera berhenti menggunakannya atau tidak menggunakannya sama sekali. Untuk pembahasan lengkapnya, simak ulasan kami berikut ini.

Pengertian Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan) Narkotika adalah zat atau obat yang bersifat alami, sintetik, atau semi sintetik yang menyebabkan penurunan kesadaran, halusinasi, dan daya rangsang. Sedangkan menurut UU Narkotika Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika adalah zat buatan atau yang berasal dari tumbuhan yang narkotika adalah efek halusinasi, menurunkan kesadaran, dan menimbulkan kecanduan.

Obat-obatan ini dapat menyebabkan kecanduan jika digunakan secara berlebihan. Penggunaan zat tersebut adalah sebagai obat penghilang rasa sakit dan memberikan ketenangan. Penyalahgunaan dapat dikenakan sanksi hukum. Golongan Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan) Kandungan yang terdapat dalam narkotika tersebut memang bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan.

Menurut UU Narkotika, jenisnya dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan risiko ketergantungan. • Narkotika golongan 1 Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena berisiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

• Narkotika golongan 2 Sedangkan narkotika golongan 2 dapat digunakan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Ada sekitar 85 jenis kelompok ini, beberapa di antaranya narkotika adalah morfin, alphaprodina, dan lain-lain. Kelompok 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan. • Narkotika golongan 3 Dan terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak digunakan untuk pengobatan dan terapi.

Jenis Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan) Seperti disebutkan di atas, ada beberapa jenis obat yang bisa diperoleh secara alami, namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan bahan pembuatannya, jenis-jenis narkotika antara lain: • Narkotika Jenis Sintetis Jenis ini didapat dari proses pengolahan yang rumit.

Golongan ini sering digunakan untuk tujuan pengobatan dan penelitian. Contoh narkotika sintetik seperti amfetamin, metadon, dexamfetamine, dan sebagainya. • Narkotika Jenis Semi Sintetis Pengolahannya menggunakan bahan utama berupa narkotika alam yang kemudian diisolasi dengan cara ekstraksi atau menggunakan proses lain. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Codeine, dan lain-lain. • Narkotika Jenis Alami Ganja dan Koka merupakan contoh narkotika yang alami dan dapat digunakan langsung melalui proses yang sederhana.

Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak boleh digunakan sebagai obat. Bahaya obat ini sangat tinggi dan dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat yang fatal adalah kematian.

Bahaya dan Dampak Narkoba terhadap Kehidupan dan Kesehatan Peredaran dan dampak narkoba saat ini sangat meresahkan. Kemudahan mendapatkan bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tanpa memandang jenis kelamin dan usia, setiap orang berisiko mengalami kecanduan jika telah mencicipi zat berbahaya ini. Meski ada beberapa jenis yang boleh digunakan untuk tujuan pengobatan, namun tetap harus mendapat pengawasan ketat dari dokter.

Ada banyak bahaya narkoba bagi kehidupan dan kesehatan, antara lain: • Dehidrasi Penyalahgunaan narkotika adalah ini dapat menyebabkan penurunan keseimbangan elektrolit. Akibatnya, tubuh mengalami dehidrasi. Jika efek ini berlanjut, tubuh akan mengalami kejang-kejang, halusinasi muncul, perilaku lebih agresif, dan perasaan sesak di dada. Efek jangka panjang dari dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak. • Halusinasi Halusinasi merupakan salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja.

Tak hanya itu, dalam dosis berlebihan juga bisa menyebabkan gangguan muntah, mual, ketakutan berlebihan, dan kecemasan. Jika penggunaan berlangsung lama, dapat menyebabkan efek yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, dan kecemasan yang konstan.

• Penurunan Tingkat Kesadaran Pengguna yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis berlebihan, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Dalam beberapa kasus pemakainya tidur terus-menerus dan tidak bangun. Hilangnya kesadaran membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah kehilangan daya ingat sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

• Kematian Efek terburuk narkoba terjadi jika pengguna menggunakan obat tersebut dalam dosis tinggi, yang dikenal dengan overdosis.

Penggunaan metamfetamin, candu, dan kokain dapat menyebabkan kejang pada tubuh dan jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian.

Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika kecanduan narkoba, nyawa menjadi taruhannya. • Kualitas Hidup Terganggu Bahaya narkoba tidak hanya buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan narkoba juga dapat mempengaruhi kualitas hidup misalnya sulit berkonsentrasi dalam bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan polisi jika terbukti melanggar. hukum.

narkotika adalah

Penggunaan zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk narkotika adalah penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup terganggu, hubungan dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling parah menyebabkan kematian. Oleh karena itu, jangan coba-coba menggunakan barang-barang berbahaya tersebut karena risikonya sangat tinggi bagi kehidupan dan kesehatan.

Demikian artikel kami mengenai pengertian narkotika lengkap dengan jenis dan bahayanya narkotika. Semoga ulasan kami dapat membantu, terutama menambah pengetahuan kamu mengenai narkotika. Terima kasih telah berkunjung.
Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak Opioid adalah golongan obat narkotika yang digunakan sebagai penghilang nyeri.

Obat ini dapat memberikan efek samping serius jika tidak digunakan dengan benar. Opioid biasa digunakan untuk mengatasi nyeri . sedang sampai berat yang tidak merespon baik dengan obat analgesik lainnya. Opioid merupakan golongan obat keras dan tidak dijual bebas, sehingga penggunaannya harus berdasarkan instruksi dan resep dokter. Jangan mengonsumsi obat lebih dari dosis yang dianjurkan.

Jika dokter meresepkan obat ini pada Anda, jangan merekomendasikan obat ini kepada orang lain yang mungkin memiliki kondisi yang sama dengan Anda. Selalu informasikan kepada dokter jika Anda memiliki alergi obat, sedang dalam kondisi hamil atau menyusui, riwayat penyakit dan konsumsi obat apa saja yang Anda miliki.

Read more Narkotika disebut juga dengan opioid yang sangat penting untuk perawatan medis. Narkotika digunakan sebagai penghilang rasa sakit yang dikenal dengan analgesik narkotik. Obat ini mengandung beberapa jenis obat opioid sebagai pereda rasa tidak nyaman seperti keseleo pada pergelangan kaki, pencabutan gigi, atau setelah operasi besar [1].

Narkotika menghasilakn analgesik (pereda rasa nyeri), narkosis (keadaan pingsan atau tidur), dan adiksi (ketergantungan fisik pada obat). Pada sebagian orang, narkotika juga dapat menimbulkan euforia, yaitu perasaan sangat gembira [1]. Daftar isi • Fungsi Narkotika • Penyakit yang Diatasi dengan Narkotika • Cara Kerja Narkotika • Contoh Obat Narkotika • Efek Samping Narkotika Fungsi Narkotika Analgesik narkotik atau pereda rasa nyeri adalah salah satu fungsi dari narkotika yang telah digunakan untuk semua jenis nyeri, yang mengakibatkan banyak orang kecanduan menggunakan obat pereda nyeri.

Penggunaan analgesik narkotika yang paling tepat adalah untuk menghilangkan rasa sakit yang sangat intens dengan jangka pendek, seperti setelah operasi atau kondisi medis lainnya [1]. Berikut ini fungsi dan kegunaand dari narkotika [2] : • Digunakan narkotika adalah pengelolaan nyeri sedang hingga berat pada orang dewasa. • Digunakan untuk menghilangkan nyeri akut dan kronis sedang hingga parah.

• Diindikasikan untuk penanganan nyeri hebat yang tidak responsif terhadap pengobatan alternatif • Digunakan untuk membantu detoksifikasi dan perawatan pemeliharaan kecanduan opioid. • Digunakan dalam anestesi, untuk mengatasi nyeri kanker, atau manajemen nyeri sepanjang waktu.

• Digunakan untuk mengobati nyeri, untuk analgesia pra dan pasca operasi, dan untuk analgesia pada persalinan dan pelahiran. • Digunakan untuk manajemen nyeri hebat yang tidak responsif terhadap pengobatan alternatif. • Digunakan untuk perawatan pemeliharaan kecanduan opioid.

• Untuk pengobatan segala jenis nyeri yang parah, seperti pasca operasi, kanker, batu ginjal dan patah tulang. • Untuk perawatan suportif untuk Nyeri, Mual dan Muntah Pasca Operasi dan Pasca Operasi. Analgesik narkotik dapat menghilangkan rasa sakit dikarenakan kanker, perawatan paliatif atau perawatan akhir hidup. Obat ini hanya digunakan untuk mengobati jenis dengan nyeri kronis lainnya.

Penyakit yang Diatasi dengan Narkotika Berikut beberapa penyakit yang bisa di atasi dengan Narkotika, diantaranya [1] : • Nyeri akut • Anestesi • Tambahan anestesi • Nyeri artritis • Sakit punggung • Patah atau patah tulang • Nyeri terobosan (misalnya, nyeri kanker) • Sakit kanker • Batuk • Diskus hernia • Sakit kepala • Batu ginjal • Sedasi ringan • Migrain • Ketergantungan dan penarikan opiat • Nyeri pasca operasi • Pencabutan gigi bungsu Cara Kerja Narkotika Narkotika sebagai obat penghilang rasa sakit bekerja dengan cara mengurangi rangsangan pada saraf narkotika adalah menimbulkan rasa sensasi nyeri.

Narkotika dapat mengikat reseptor khusus di otak seperti sistem sara pusat dan di area lain pada tubuh seperti saraf tepi contohnya pada saluran pencernaan yang disebut dengan reseptor opioid [1].

Reseptor narkotika adalah membantu membuka saluran kalium yang menyebabkan hiperpolarisasi. Reseptori ini juga dapat memblokir saluran kalisum dan melepaskan neurotransmitter rangsangan seperti zat P yang terlibat dengan rasa sakit [1].

Obat opioid mengikat pada reseptor opioid di otak, sumsum tulang belakang, dan area tubuh lainnya sehingga memberik efek rasa tidak sakit. Obat narkotika digunakan untuk mengobati nyeri sedang hingga parah, dimana penggunaan obat lainnya tidak merespon dengan baik terhadap jenis obat nyeri lainnya [3].

Narkotika atau opioid menempel pada protein yang disebut dengan reseptor opioid pada bagian sel saraf di otak, sumsum tulang belakang, dan bagian tubuh lainnya. Opioid bekerja dengan cara memblokir rasa sakit dari dalam tubuh melalui sumsum tulang belakang ke otak [4].

Dengan kemanjuran dalam mengatasi rasa nyeri secara efektif, opioid ternyata bisa menyebabkan kecanduan yang sangat tinggi. Kecanduan yang sangat tinggi bisa digunakan untuk mengatasi rasa nyeri kronis dalam jangka waktu yang sangat lama [4].

Narkotika bekerja dengan mengikat reseptor di otak yang dapat menghalangi rasa sakit. Tidak dianjurkan menggunakan obat narkotika selama lebih dari 3 sampai dengan 4 bulan [5]. Salah satu turunan dari narkotika yaitu opium poppy memiliki cara kerja yang sama pada otak. Semua jenis narkotika bekerja dengan melalui sistem saraf pusat yaitu pada otak dan sumsum tulang belakang [6]. Di otak, obat ini dapat mengikat reseptor opioid tertentu seperti pada sel-sel otak yang menggunakan pembawa pesan elektrokimia GABA seperti asam gamma-aminobutyric yang berfungsi berkomunikasi satu dengan yang lain [6].

Terdapat 3 subtipe utama respetor opioid yaitu mu, delta, dan kappa. Untuk reseptor mu memiliki jumlah reseptor opioid 25 hingga 50. Walaupun memiliki banyak jaringan reseptor di dalam otak, setiap reseptor terlokalisasikan di wilayah otak yang berbeda dan memiliki jalur komunikasi masing-masing [6].

Opioid sebagai obat pereda rasa nyeri sedangkan opioid endogen bekerja dengan mengikat reseptor untuk mengurangi rasa sakit, seperti timbulnya rasa stres. Untuk semua analgesik narkotik yang dapat timbul dengan cara internal dan obat-obatan narkotika, memiliki afinitas yang tinggi dengan respon yang sangat besar [6].

Analgesik narkotika bekerja pada bagian tingkatan sumsum tulang belakang sebagai perangsang serabut saraf yang memberikan sinyal nyeri yang buruk pada otak. Obat ini juga dapat memberikan efek yang sangat kuat pada bagian batang otak untuk memberikan sinyal ke bagian sumsum tulang belakang agar dapat mengurangi transmisi rasa narkotika adalah. Selain itu, dapat juga mengurangi persepso rasa sakit secara sadar [6]. Khasiat dan fungsi narkotika yang menjadikan sebagai obat penghilang rasa sakit yang sangat baik, membuat obat ini ketagihan narkotika adalah beberapa penggunanya.

narkotika adalah

Obat analgesik opioid menghasilkan euforia yang didapat dari reseptor mu seperti rasa nyeri [6]. Contoh Obat Narkotika Narkotika tersedia dalam bentuk kapsul yang hanya di dapat dari resep dokter dan tidak di jual di apotik. Berikut contoh obat dari narkotika [1] : • Alkaloid belladonna • Opium • Aspirin butalbital kafein • Kodein • Acetaminophen butalbital kafein • Buprenorfin • Nalokson • Acetaminophen • Oxycodone • Ibuprofen • Hidrokodon • Pentazocine • Kafein acetaminophen • Dihydrocodeine • Tramadol • Nalokson • Narkotika adalah sulfat • Naltrexone • Aspirin • Kafein • Meperidine • Metadon • Oliceridine • Fentany Untuk obat kombinasi analgesik narkotika adalah obat yang memiliki kandungan analgesik narkotik dengan penggolongan lain asetaminofen, ibuprofen atau aspirin.

Obat ini digunakan untuk mengobati rasa nyeri sedang hingga parah [1]. Efek Samping Narkotika Alasan mengapa dokter perlu menangani obat pereda nyeri dengan sangat cermat karena obat tersebut dapat menyebabkan efek samping. Berikut ini efek samping umum dari narkotika [1,3]: • Sembelit • Kantuk • Mual dan muntah • Mengantuk • Pruritis (gatal) Gejala overdosis untuk narkotika [3]: • Diare, mual, dan muntah • Nyeri otot • Kegelisahan • Sifat lekas marah Opioid dapat membuat perbedaan bagi sebagian orang dengan rasa nyeri sedang hingga parah.

Opioid bisa juga digunakan sebagai terapi yang efektif selama menggunakannya dengan aman mengikuti petunjuk dokter [3]. Semua obat opioid berinteraksi dengan reseptor opioid pada bagian sel saraf di dalam tubuh terutama pada otak. Pereda opioid narkotika adalah umumnya sangat aman di minum dalam waktu singkat dan sesuai dengan dokter. Akan tetapi, selain menghasilkan narkotika adalah dan pereda nyeri, obat ini dapat disalahgunakan dengan minum dalam jumlah yang lebih besar dari yang ditentukan [7].

Tanpa adanya resep daridokter atau di resepkan dapat menyebabkan ketergantungan dan disalahgunakan sehingga overdosis sampai dengan kematian [7]. Orang menggunakan narkoba sekali ataupun berkali-kali dan tidak menjadi kecanduan, sebagian orang mungkin saja overdosis saat penggunaan pertama. Kecanduan narkoba pada setiap orang berbeda-beda [1]. Simpan narkotika dengan aman dan narkotika adalah dengan resep dokter.

Jauhkan dari jangkauan anak-anak, hewan peliharaan dan remaja. Jika perlu, kunci obat tersebut dengan aman di dalam lemari [1]. 1) Anonim. Drugs.com. Understanding Opioid (Narcotic) Pain Medications. 2019. 2) Anonim. Drugbank.com. Opioid. 2021. 3) Anonim. Webmd.com. Opioid (Narcotic) Pain Medications. 2020. 4) American Society of Anesthesiologists. .asahq.org. 2020. 5) Anonim. Medlineplus.gov. Pain medications - narcotics. 2021. 6) Theodore J. CiceroPh.D. ncbi.nlm.nih.gov. No End in Sight: The Abuse of Prescription Narcotics.

2015. 7) Anonim. Drugabuse.gov. Opioid. 2021.

apa itu narkoba ?




2022 www.videocon.com