Seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

Kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah rahmat agung bagi manusia, bahkan bagi alam semesta. Sebab beliau adalah rahmatan lil ‘alamin. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al Anbiya: 107) Berikut ini sejarah kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan peristiwa-peristiwa besar yang mengiringinya.

Daftar Isi • Kelahiran Nabi Muhammad • Nasab Nabi Muhammad • Peristiwa yang Mengiringi Kelahiran Nabi Muhammad • 1. Hancurnya Pasukan Gajah • 2. Keluar cahaya saat kelahiran Nabi Muhammad • 3. Runtuhnya 14 balkon istana Kisra • 4.

Padamnya api yang biasa disembah majusi • 5. Runtuhnya gereja di Buhairah Kelahiran Nabi Muhammad Rasulullah Muhammad lahir di Mekkah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Bertepatan 20 April 571 M.

Ayahnya adalah Abdullah dan ibunya adalah Aminah. Rasulullah biasa puasa Senin Kamis. Ketika ditanya tentang hari senin, beliau menjelaskan bahwa itu adalah hari lahirnya. وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ Rasulullah ditanya tentang puasa hari Senin. Beliau bersabda: “Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR.

Muslim) Saat itu, bahkan hingga masa Islam, Arab belum memiliki angka tahun. Penamaan tahun diambilkan dari peristiwa besar yang terjadi pada tahun itu. Tahun lahirnya Rasulullah disebut tahun gajah karena pada saat itu terjadi penyerbuan pasukan Gajah yang hendak menghancurkan Ka’bah.

Namun pasukan yang dipimpin Abrahah itu dihancurkan Allah sebelum mencapai Ka’bah. Saat Rasulullah lahir, keluar cahaya hingga menerangi istana-istana di Syam.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan bahwa ibunda Rasulullah berkata, “Setelah bayiku lahir, aku melihat ada cahaya yang keluar dari jalan lahirnya, menyinari istana-istana di Syam.” Imam Ahmad juga meriwayatkan hal senada. Saat Rasulullah lahir, ayah beliau Abdullah telah wafat. Ia wafat di Yatsrib (Madinah) saat diutus Abul Muthalib untuk mengurus kurma di sana. Setelah bayinya lahir, Aminah mengirim utusan menemui Abdul Muthalib. Mendengar kabar gembira itu, Abdul Muthalib datang dengan penuh suka cita.

Diambilnya bayi itu dan dibawahnya ke Ka’bah seraya berdoa kepada Allah. Jangan heran jika sebagian orang Mekkah berdoa kepada Allah karena demikianlah ajaran Ibrahim dan Ismail yang masih tersisa. Hanya saja seiring dengan waktu telah terjadi banyak penyimpangan hingga pada kondisi kronis menyembah berhala dan berdoa kepada berhala.

Abdul Muthalib lantas memberikan nama Muhammad untuk cucunya itu. Nama yang belum dikenal di Arab dan mungkin belum pernah dipakai oleh siapapun. Nasab Nabi Muhammad Dari segi nasab (keturunan), Rasulullah adalah orang pilihan. Ia terlahir dari keturunan pilihan sebagaimana sabda beliau: إِنَّ اللهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ Sesungguhnya Allah memilih Kinanah di antara keturunan Ismail, dan memilih Quraisy di antara keturunan Kinanah, dan memilih Bani Hasyim di antara suku Quraisy.

Dan Allah memilihku di antara Bani Hasyim. (HR. Muslim dan Ahmad) Ayah Rasulullah adalah Abdullah. Ia wafat pada usia 25 tahun.

Merupakan laki-laki terpandang di kalangan Quraisy. Ia putra Abdul Muthalib, pemimpin kaum di Makkah yang memiliki otoritas pemeliharaan Ka’bah. Abdul Muthalib dikenal dengan gelar Al Fayyadh (Sang Dermawan) karena kedermawanannya. Ibu Rasulullah bernama Aminah.

Lengkapnya adalah Aminah binti Wahb bin Seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah Manaf bin Zuhrah bin Kilab.

Aminah adalah wanita paling terpandang di kalangan Quraisy. Baik karena nasabnya maupun kedudukannya. Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri menjelaskan ada tiga bagian nasab Rasulullah yaitu: • Bagian yang disepakati kebenarannya oleh para pakar sirah dan nasab, yakni sampai Adnan • Bagian yang diperselisihkan.

Yakni dari Adnan hingga Ibrahim ‘alaihis salam. • Bagian yang di dalamnya ada hal-hal yang tidak benar. Yakni dari Ibrahim ‘alaihis salam ke atas hingga Adam ‘alaihis salam. Bagian pertama dari nasab Rasulullah adalah 22 generasi yang namanya disepakati para pakar sirah.

Yakni Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Peristiwa yang Mengiringi Kelahiran Nabi Muhammad Ada lima peristiwa besar yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Maulid Nabi. Satu peristiwa besar itu terjadi sebelum Rasulullah lahir dan empat peristiwa besar lainnya terjadi setelah Rasulullah lahir. 1. Hancurnya Pasukan Gajah Seperti disinggung di atas, Rasulullah dilahirkan pada tahun Gajah. Disebut tahun Gajah karena saat itu Abrahah membawa pasukan bergajah menyerang Ka’bah.

Abrahah adalah penguasa di Yaman. Ia membangun gereja besar di Kota Shan’a dengan maksud agar orang-orang berkunjung ke sana dan mendatangkan pemasukan besar bagi Yaman. Ia ingin menggeser kedudukan Ka’bah yang selalu ramai didatangi orang dari seluruh penjuru Arab.

Namun, bangunan yang megah dan indah itu tak kunjung ramai. Orang-orang Arab tetap berdatangan ke Makkah untuk mengunjungi Ka’bah yang memiliki nilai historis tinggi.

Terlebih pada musim haji. Syaikh Mahmud Al Mishri dalam Sirah Rasulullah menyebutkan, seorang laki-laki Arab dari Bani Kinanah masuk gereja tersebut dan meletakkan kotoran di dalamnya. Ini yang memicu kemarahan Abrahah hingga ingin menghancurkan Ka’bah.

Abarah menyiapkan pasukan dalam jumlah besar.

seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

Sebagiannya mengendarai gajah. Dengan sombong dan pongah mereka bergerak menuju Makkah. Tujuannya hanya satu, menghancurkan Ka’bah. Orang-orang Makkah yang mendengar kabar itu merasakan ancaman besar. Pasukan bergajah itu bukan tandingan mereka. Bahkan Abdul Muthalib sebagai pemimpin Makkah pun tak bisa berbuat banyak. Ia menyerahkan perlindungan Ka’bah sepenuhnya kepada Allah.

Saat mengetahui 200 untanya dijarah Abarah, Abdul Muthalib menemui Abrahah meminta untanya dikembalikan. “Kamu datang hanya untuk meminta untamu kembali? Lalu bagaimana dengan Ka’bah yang akan kuhancurkan?” Abrahah keheranan dengan sikap Abdul Muthalib. “Unta itu milikku, maka aku memintanya kembali. Sedangkan Ka’bah itu milik Allah, maka Dia sendiri yang akan melindunginya,” jawab kakek Nabi Muhammad itu.

Abrahah merasa besar diri karena tak ada yang mampu melawannya. Unta Abdul Muthalib pun dikembalikan. Namun belum sampai di Makkah, datang burung berbondong-bondong dari arah laut. Burung-burung itu membawa batu-batu panas dan menjatuhkannya ke pasukan Abrahah. Mereka pun jatuh bergelimpangan. Tewas mengenaskan. Abrahah tidak langsung mati saat terkena batu itu.

Namun luka parah. Ketika dilarikan ke Yaman, kondisinya semakin melemah. Dan akhirnya tewas dengan dada terbelah dan jantungnya keluar.

seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

2. Keluar cahaya saat kelahiran Nabi Muhammad Peristiwa yang tak kalah ajaib adalah keluarnya cahaya saat kelahiran Nabi Muhammad. Cahaya itu keluar dan menerangi ke arah istana-istana di Syam. Jika peristiwa gajah diabadikan Allah dalam Surat Al Fil, keluarnya cahaya ini diriwayatkan Ibnu Sa’ad dan Imam Ahmad. Ibnu Sa’ad meriwayatkan bahwa Aminah ibunda Rasulullah berkata, “Setelah bayiku lahir, aku melihat ada cahaya yang keluar dari jalan lahirnya, menyinari istana-istana di Syam.” Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Al Irbadh bin Sariyah dengan riwayat yang hampir sama.

Peristiwa ini memberikan isyarat bahwa kelak agama Islam yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan sampai ke Syam yang saat itu masih di bawah kekuasaan Romawi. Dan kita kemudian bisa melihat sejarah, Syam menjadi negeri muslim. Baitul Maqdis dibebaskan pada masa khalifah Umar bin Khattab.

Bahkan Damaskus menjadi ibu kota khilafah Bani Umayyah. Dan hingga saat ini Suriah, Lebanon dan Palestina menjadi negeri-negeri muslim. 3. Runtuhnya 14 balkon istana Kisra Runtuhnya 14 balkon istana Kisra saat kelahiran Nabi Muhammad ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi. Seakan memberi isyarat bahwa nantinya Persia akan jatuh.

seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

Dan ternyata benar, Persia akhirnya jatuh. Peperangan terakhir yang kemudian disusul dengan jatuhnya Persia adalah perang qadisiyah. 4. Padamnya api yang biasa disembah majusi Peristiwa besar lain yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad adalah padamnya api yang biasa disembah Majusi. Peristiwa ini juga diriwayatkan oleh Al Baihaqi. Seakan memberi isyarat bahwa nantinya banyak orang Majusi masuk Islam.

Di kemudian hari, banyak orang majusi masuk Islam. Salah satunya yang paling terkenal adalah Salman Al Seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah. 5. Runtuhnya gereja di Buhairah Runtuhnya gereja di Buhairah setelah ambles ke tanah ini juga diriwayatkan Al Baihaqi sebagaimana dua peristiwa sebelumnya.

Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri mencantumkannya di Ar Rakhiqul Makhtum. Namun riwayat ini diperselisihkan. Berbeda dengan peristiwa pasukan gajah dan keluarnya cahaya saat kelahiran Nabi Muhammad, yang keduanya disepakati para ulama. Demikian sejarah kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan peristiwa-peristiwa besar yang mengiringinya.

Serta nasab beliau yang mulia. Semoga semakin menambah kecintaan kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. [Muchlisin BK/BersamaDakwah] < Sebelumnya Berikutnya > Arab Sebelum Islam Menikah dengan Khadijah Selengkapnya (urut per bab) Sirah Nabawiyah Pada sebagian kitab Sirah Nabawiyah (di antaranya Ar Rakhiqul Makhtum), disebutkan bahwa empat peristiwa itu terjadi bertepatan dengan saat kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga kalau diyakini kelahiran Rasulullah tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah, maka empat peristiwa itu juga terjadi pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah.

Jika benar ada sinar yang keluar dari kemaluan aminah hingga menerangi syam, apa nggak gempar penduduk dunia? Apa gak bikin yahudi nyari² arah sinar itu, lantas membunuh nabi yg dilahirkannya?

Ketika wanita bani sa’d dtag ke mekah untuk mencari bayi yg akan disusui, semua menolak bayi muhammad krn ia yatim (termasuk halimah pun sempat menolak).

Apa mereka gak melihat sinar yg bbrp waktu lalu menyinari arabia hingga syam? Apa tidak ada desas desus masyarakat ttg ini kpd wanita² itu? Mohon penjelasannya…. Mudah bagi Allah mengatur sesuai kehendak-Nya.

Karena tidak ada penjelasan detil mengenai cahaya itu, bisa jadi cahayanya bergerak sesaat sehingga tidak banyak yang melihat. Atau cahaya itu dikhususkan Allah untuk dilihat Aminah dan tidak dilihat orang lain. Atau orang-orang sedang tidur atau ditidurkan Allah sebagaimana saat Rasulullah dikepung menjelang hijrah, sehingga mereka tidak melihatnya. Dan benar, Halimah juga sempat menolak bayi Rasulullah.

Tidak ada riwayat yang menyebutkan ia dan temannya mengetahui cahaya itu. Halimah baru mengetahui keistimewaan Nabi Muhammad setelah menggendong dan membawanya. Wallahu a’lam seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah shawab.

BincangSyariah.Com – Rasulullah semasa 62 tahun rentang hidupnya memiliki beberapa orang istri. Bahkan istri Rasulullah lebih dari empat. Hal ini tentu hanya berlaku bagi Rasulullah. Dalam hukum Islam ini disebutkan khususiyyah Rasul, yaitu hal-hal yang hanya boleh dilakukan Rasul dan tidak berlaku bagi umatnya.

Dari sekian banyak istri, keturunan Nabi Muhammad hanya berasal dari dua orang istri: Sayidah Khadijah dan Sayyidah Mariyah Qibtiyyah. Dari dua sosok ummahatul mukminin itu, keturunan Nabi Muhammad berjumlah tujuh orang: empat perempuan dan tiga laki-laki. Sejarah singkat ketujuh orang tersebut adalah sebagai berikut: Keturunan Nabi Muhammad berkelamin laki-laki Pertama, Qasim, beliau anak dari Siti Khadijah dan wafat dua tahun setelah kelahirannya.

Karenanya, Rasulullah sering dijuluki dengan Abu Qasim. Kedua, Abdullah, beliau juga anak dari Khadijah. Dia wafat dalam usia belia ketika Rasul masih berada di Madinah.

Ketiga, Ibrahim, beliau wafat menjelang akhir hayat Rasulullah. Dia anak satu-satunya dari Mariya Qibtiyyah. Ibrahim wafat kisaran satu setengah tahun setelah kelahirannya. Ketiga anak laki-laki Rasulullah ini meninggal ketika usia mereka masih kecil. Tentunya, Rasulullah sangat sedih dengan kepergian ketiga putranya ini. Keturunan Nabi Muhammad berkelamin perempuan Pertama, Zainab, dia adalah putri Rasulullah yang paling tua.

Beliau anak dari Khadijah. Suaminya bernama Abu al-‘Ash bin Rabi’, yang masuk Islam setelah Zainab. Pasangan suami istri ini memiliki putri bernama Umamah. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa cucu Rasulullah dari Zainab ini sering dibawa kakeknya saat shalat.

Kedua, Ruqayyah, beliau anak Rasul yang dinikahkan dengan Sahabat Utsman bin Affan. Mereka menikah di kota Mekah, sebelum kemudian juga ikut hijrah ke Habasyah. Ketiga, Ummu Kultsum, beliau anak ketiga Rasulullah dari Siti Khadijah. Beliau juga menjadi istri Utsman bin Affan setelah Ruqayyah wafat. Keempat, Fathimah. Fathimah ini adalah anak Rasul yang paling kecil dari Siti Khadijah. Saat dewasa Fathimah kemudian dinikahkan dengan sahabat Nabi, Ali bin Abu Thalib.

Dari perkawinan kedua orang ini, lahirlah Hasan dan Husain. APAKAH ADA ISTILAH KETURUNAN AHLUL BAIUT, KETURUNAN NABI ATAU KETURUNAN RASUL? Dalam Al Quran yang menyebut kata ‘ahlulbait’, ada 3 (tiga) ayat pada 3 surat pada hakikatnya penyebutan ahlul bait tidak saja ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW saja tapi pada seluruh keluarga para nabi dan rasul Allah.

1. QS. 11:73: Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim. 2. QS. 28:12: Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As.

atau ya Saudara kandung Nabi Musa As. 3. QS. 33:33: Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlul baitnya bisa mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW.

para isteri dan anak-anak beliau. Jika dikaitkan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari: Ahlul Bait para nabi terdiri dari: 1. Kedua orang tua kandung; 2. Saudara kandung; 3. Isteri-isteri dan 4.Anak-anak kandungnya.

Uraiannya terhadap keluarga Nabi Muhammad SAW bisa jadi sbb.: 1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sebagai ‘nabi’ dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu. 2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dan Ibu Aminah. 3. Isteri-isteri beliau.

4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki, sayangnya khusus anak-anak lelaki beliau yang berhak menurunkan ‘nasab’ atau keturunan-nya, tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa dan berkeluarga, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan ‘pewaris’ keturunannya. Jadi dikaitkan dengan rumusan ahlul bait di atas maka keturunan Ali bin Abi Thalib tidak dapat disebut ‘keturunan’ ahlul bait atau keturunan (baca keturunan) Muhammad SAW seperti orang-orang yang ngaku-ngaku dia atau mereka adalah ‘keturunan’ nabi atau ahlul bait atau terlebih lagi mengaku keturunan rasul?

Istilah keturunan nabi dan keturunan rasul itu tidak dikenal di dalam Al Quran karena kata nabi dan rasul itu nama jabatan sama halnya dengan nama jabatan presiden, raja, sultan. Sebagai contoh, apakah anak-anak Pak Presiden Joko Widodo atau Pak Susilo Bambang Yudhoyono mau disebut KETURUNAN PRESIDEN atau anaknya Pak Anies Baswedan disebut KETURUNAN GUBERNUR??? Begitu juga anak-anak para nabi dan rasul pun tidak mau disebut mereka adalah keturunan nabi atau keturunan rasul.

Oleh karena itu di dalam Al Quran tidak ada ketiga istilah keturunan itu dan bahkan telah mencontohkan bagaimana penulisannya, simak QS.

19:58 disebut keturunan Adam, keturunan Ibrahim dll. jadi bukan disebut semua keturunan nabi atau keturnan rasul. Kalau begitu, apakah ada istilah KETURUNAN MUHAMMAD? Istilah Keturunan Muhammad tidak DIABADIKAN di dalam Al Quran sama halnya tidak adanya istilah KETURUNAN NUH (QS. 19:58), mengapa demikian? Ya memang karena yang berhak ‘bernasab’ yakni ahlul bait, anak kandung lelaki dari kedua nabi tersebut telah diputus oleh Allah SWT. Bedanya?

Kalau ahlul bait, anak kandung dari Nabi Nuh As diputus hak nasabnya oleh Allah SWT karena durhaka (QS. 11:42-46) maka tidak tersebut atau diabadikan istilah KETURUNAN NUH di dalam QS. 19:58. Sedangkan, terhadap Nabi Muhammad SAW, nasabnya pun diputus oleh Allah SWT karena ahlul bait, anak lelaki beliau diwafatkan Allah SWT ketika mereka masih kecil-kecil. Kalau pun Nabi Muhammad SAW berkeinginan mempunyai pewaris keturunannya, maka di dalam Al Quran pun ada contoh nabi yang memohonkan pewarisnya, Nabi Zakaria As (QS.

21:89) lalu dianugerahi anaknya sebagai nabi juga ya Nabi Yahya As. Dalam Al Quran soal nasab perempuan hanya dialami oleh Nabi Isa Al Masih sehingga beliau boleh menggunakan istilah IBNU MARYAM (QS. 19:34) sesudah itu tidak ada lagi yang terjadi seperti ini. Karena sesuai dengan QS. 33:4-5 telah diberikan sinyal bahwa nasab itu hanya ada pada pihak lelaki bukan pihak perempuan. Dengan demikian, dugaan adanya nasab melalui Bunda Fatimah bin Muhammad karena anak-anak beliau dengan suaminya Ali bin Abi Thalib seperti Hasan dan Husein pun tidaklah bisa beralih nasab sehingga menjadi HASAN IBNU FATIMAH ataupun HUSEIN BIN FATIMAH seperti apa yang dialami oleh Isa ibnu Maryam.

Oleh karena itu, baik Hasan maupun Husein tetap menggunakan istilah BIN ALI bin Abi Thalib. https://bacadanbagikanilmu.blogspot.com/2016/12/bisakah-membuktikan-seseorang-keturunan.html DNA DARI KROMOSOM JENIS Y BERHENTI DI DIRI NABI MUHAMMAD SAW DAN TIDAK DITURUNKAN KE ANAK-ANAK PEREMPUANNYA Jadi cucu laki-laki Rasulullah, Hasan dan Husein hanya mewarisi Kromosom Y dari bapak alias menantunya Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib.

Simak kajian di bawah ini, copasan dan editan sederhana dari tukang copas: DNA Apa itu DNA? DNA merupakan singkatan dari Deoxyribo Nucleic Acid (Asam Deoxyribosa Nukleat) ini merupakan materi genetik yang menyimpan seluruh informasi tentang diri seseorang (termasuk makhluk bersel lainnya, hewan dan tumbuhan) dari ujung kaki hingga ujung rambut, bahkan riwayat penyakit yang pernah diderita orang tua atau keturunan sebelum kita bisa di deteksi melalui DNA ini.

seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

Atau sederhananya ini merupakan Blue Print/Cetakan biru tentang makhluk bersel yang memuat seluruh informasi diri makhluk tersebut, Jadi ini seperti sebuah chip Alami Super Kecil Ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala yang benar-benar luar biasa karena menyimpan informasi secara lengkap tentang identitas makhluk tersebut. Seberapa kecil DNA itu? mari kita bayangkan. DNA letaknya di dalam inti Sel dalam tubuh jadi bagian tubuh yang tidak tidak memiliki inti sel tidak terdapat DNA di dalamnya seperti sel darah merah/eritrosit, ia tidak memiliki inti sel di dalam selnya.

Dalam setetes darah sebesar jarum pentul ada terdapat sekitar 6 juta sel, dari 6 juta sel kita ambil 1 sel darah putih (karena ia memiliki inti sel), di dalam inti sel ada terdapat 23 pasang kromosom, nah pada setiap kromosom inilah terdapat DNA yang memiliki bentuk spiral, seperti sebuah tangga yang dipelintir, DNA ini tersusun atas senyawa basa dan Gula fosfat. Atau sederhananya ini merupakan Blue Print/Cetakan biru tentang makhluk bersel yang memuat seluruh informasi diri makhluk tersebut, Jadi ini seperti sebuah chip Alami Super Kecil Ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala yang benar – benar luar biasa karena menyimpan informasi secara lengkap tentang identitas makhluk tersebut.

Seberapa kecil DNA itu? mari kita bayangkan. DNA letaknya didalam inti Sel dalam tubuh jadi bagian tubuh yang tidak tidak memiliki inti sel tidak terdapat DNA di dalamnya seperti sel darah merah/eritrosit, ia tidak memiliki inti sel di dalam selnya. Dalam setetes darah sebesar jarum pentul ada terdapat sekitar 6 juta sel, dari 6 juta sel kita ambil 1 sel darah putih (karena ia memiliki inti sel), di dalam inti sel ada terdapat 23 pasang kromosom, nah pada setiap kromosom inilah terdapat DNA yang memiliki bentuk spiral, seperti sebuah tangga yang dipelintir, DNA ini tersusun atas senyawa basa dan Gula fosfat.

Jika DNA diibaratkan sebuah tangga, pegangan pada tangga ini merupakan kumpulan senyawa fosfat (gula pentosa/5 karbon + 1basa Nitrogen) sedangkan pijakan pada tangga ini tersusun oleh 4 Senyawa Basa yaitu Adenin (A), guanine (G), thymine (T), atau cytosine (C), keempat senyawa basa ini saling berikatan sehingga membentuk sebuah pola.

Nah dari pola-pola inilah DNA seseorang bisa dijadikan sebagai “alat” untuk mengetahui informasi tentang diri seseorang. Mencari tahu seseorang satu garis keturunan atau tidak bisa dilihat dari susunan ke empat senyawa basa itu tadi, bahkan penyakit keturunan bisa di lihat dari susunan DNA ini. Mengapa bisa demikian? Mari kita bahas satu persatu, seperti kita tahu DNA terdapat pada kromosom, kromosom manusia terdiri dari 23 pasang(total 46 buah), 22 pasang jenis Autosom dan 1 Pasang jenis Gonosom (penentu jenis kelamin).

kromosom memiliki bentuk seperti huruf X dan huruf Y dan saling berpasangan, maka dari itu Kromosom disebut juga Kromosom X dan Kromosom Y. Gonosom seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah yang membentuk jenis kelamin seseorang.

jika kromosom jenis X bertemu denga jenis X menjadi XX maka jenis kelaminnya adalah perempuan, sedangkan kalau X bertemu dengan Y menjadi XY maka jenis kelaminnya adalah Laki-laki.

perlu diketahui semua kromosom perempuan dari Gonosom dan Autosom adalah X jadi hanya laki-laki yang memiliki kromosom jenis Y yang terdapat pada Gonosom. Kita ingat kembali bahwa DNA terdapat pada kromosom dan kromosom terdapat pada inti sel tubuh, jadi semua anggota tubuh manusia yang memiliki inti sel disitu akan terdapat DNA di dalamnya.

jadi dari ujung kuku kaki sampai ujung rambut itu memiliki DNA kecuali sel darah merah. sehingga bisa dijadikan sample. bahkan air liur pun bisa dijadikan sample. Jadi untuk mencocokkan DNA Rasulullah dengan keturunannya bisa menggunakan DNA pada bagian tubuh rasulullah yang masih ada hingga sekarang dengan DNA keturunan Rasulullah.

Lalu adakah bagian/anggota tubuh Nabi Muhammad shalallahu Alaihi Wasalam yang masih ada hingga sekarang? jawabannya ADA, ada 4 bagian tubuh Rasulullah yang masih tersimpan rapi di Museum Topkapi di Ibukota Istanbul, Turki yaitu Jenggot Rasulullah yang dikumpulkan tukang cukur, orang-orang pada masa itu karena menganggap bagian dari tubuh rasulullah adalah berkah, masya allah.

Yang kedua adalah Gigi rasulullah yang lepas ketika perang Uhud teradi, sekaligus menjadi saksi betapa dahsyatnya perang Uhud pada waktu itu. Yang ketiga adalah Helai rambut rasulullah yang dikumpulkan oleh para sahabat untuk disimpan pada waktu itu.

Setelah kita bahas semua, sudah dapatkan sample DNA Rasulullah dan juga DNA keturunan Rasulullah. Jadi tes DNA bisa lakukan bukan?

benar sekali tes DNA bisa dilakukan, namun ketika hasilnya keluar kemungkinan besar hasil DNA nya TIDAK COCOK alias TIDAK SAMA. Kenapa demikian?? Inilah alasannya, Kita sudah bahas soal DNA. Memang benar kromosom jenis Y hanya dimiliki oleh laki-laki, dan kromosom jenis Y ini akan diturunkan ke generasi berikutnya secara turun temurun ASALKAN dari setiap generasi memiliki anak laki-laki sehingga kromosom jenis Y bisa dipertahankan.

Yang menjadi pertanyaan, Apakah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam memiliki keturunan laki-laki? Karena kesemua anak laki-laki Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam telah meninggal dunia sehingga DNA dari Kromosom jenis Y berhenti di Rasulullah, tidak diturunkan ke anak-anak perempuannya. Beliau hanya mewarisi kromosom jenis X kepada putri-putrinya, sedangkan sulit untuk mendeteksi kromosom jenis X yang diturunkan dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam karena sudah bercampur dengan Kromosom milik Istri Rasulullah.

Ditambah lagi jika generasi tersebut terpaut cukup jauh. Bukannya Rasulullah punya cucu laki-laki? Benar sekali, namun DNA krmomosom Y nya bukan dari Rasulullah melainkan milik menantu Rasulullah, karena Menantu Rasulullah tidak ada hubungan darah maka DNA Kromosom Y nya berbeda dengan Rasulullah.

sehingga cucu Laki-laki Rasulullah mewarisi Kromosom Y dari Bapaknya/menantu Rasulullah. Namun apakah dari Generasi cucu Rasulullah Hingga generasi yang sekarang mereka selalu memiliki anak laki – laki agar dapat mewarisi kromosom Y tersebut??

Silahkan di telusuri, kemungkinan akan sulit untuk menemukan karena generasinya sudah cukup jauh dan keturunan Rasulullah telah menyebar keseluruh dunia. Walahu A’lam Bishahab. http://bacadanbagikanilmu.blogspot.com/2016/12/bisakah-membuktikan-seseorang-keturunan.html
• Acèh • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Авар • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bislama • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Cymraeg • Dansk • Dagbanli • Deutsch • Zazaki • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Fulfulde • Suomi • Võro • Føroyskt • Français • Frysk • Gaeilge • Gagauz • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Kabɩyɛ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ladin • Lombard • Lietuvių • Latviešu • Malagasy • Олык марий • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ߒߞߏ • Chi-Chewa • Occitan • Livvinkarjala • Oromoo • ଓଡ଼ିଆ • ਪੰਜਾਬੀ • Pangasinan • Picard • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Română • Русский • Русиньскый • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Tiếng Việt • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Kaligrafi Muhammad shalallahu 'alaihi wa salam Nama dan Gelar Semua Gelar Gelar Penutup Para Nabi Rasul Nabi Syahidan (Saksi) Mubasysyiran (Pemberi Kabar Gembira) Nadzir (Pemberi Peringatan) Da'i (Penyeru kepada Allah) [3] Shalallahu alaihi wa Salam Nama Kun-yah Abul Qasim [1] [2] Nama Muhammad Nisbah Al-Makki Nama lainnya Ahmad Kelahirannya Nama lahir Muhammad bin Abdullah Tanggal lahir 570 M ( Tahun Gajah) Tempat lahir Mekkah Orang tua Abdullah bin Abdul Muththalib Aminah binti Wahab Agama, Identitas, Kebangsaan Agama Islam Etnis ( Suku bangsa) Etnis ( Suku bangsa) Arab Kebangsaan Islam (sebagai kerajaan Teokrasi).

Nasab Jalur ayah Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin Ismail bin Ibrahim [4] Jalur ibu [5] Aminah binti Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab.

Wilayah aktif & Hijrah Wilayah aktif Jazirah Arab Zaman Pra Hijriah - Abad pertama Hijriah Dakwah, Ketokohan & Pengaruh Dikenal sebagai Nabi Islam Pemimpin Negara Pernikahan & Keluarga Istri Khadijah binti Khuwailid Saudah binti Zum'ah Aisyah binti Abu Bakar Hafshah binti Umar Zainab binti Khuzaimah Hindun binti Abi Umayyah Zainab binti Jahsy Juwairiyah binti al-Harits Ramlah binti Abu Sufyan Shafiyah binti Huyay Maimunah binti al-Harits Maria binti Syama'un Keturunan Al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah, dan Ibrahim Keislaman Mazhab Akidah Tauhid Kewafatan Tanggal wafat 8 Juni 632 M Tempat wafat Madinah Dimakamkan di Rumah Aisyah, di kompleks Masjid Nabawi [6] Bantuan kotak info Bagian dari seri tentang Muhammad • l • b • s Muhammad [7] ( bahasa Arab: محمد‎; lahir di Mekkah, 570 – meninggal di Madinah, 8 Juni 632) [8] adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim.

[9] Muhammad memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya. [10] Lahir pada tahun 570 M di Mekkah, ayahnya bernama Abdullah dan Ibunya bernama Aminah.

Ayah Muhammad meninggal dunia ketika Muhammad berusia 2 bulan dalam perut ibunya, dan ibunya meninggal dunia ketika Muhammad berusia 6 tahun. Setelah yatim piatu, Muhammad dibesarkan di bawah asuhan kakeknya Abdul Muthalib sampai berusia 8 tahun, kemudian Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib selama hampir 40 tahun. Beranjak remaja, Muhammad bekerja sebagai pedagang. Muhammad terkadang mengasingkan diri ke gua sebuah bukit hingga bermalam-malam untuk merenung dan berdoa.

Diriwayatkan dalam usia ke-40, Muhammad didatangi Malaikat Jibril dan menerima wahyu pertama dari Allah. [11] Tiga tahun setelah wahyu pertama, Muhammad mulai berdakwah secara terbuka, [12] menyatakan keesaan Allah dalam bentuk penyerahan diri melalui Islam sebagai agama yang benar dan meninggalkan sesembahan selain Allah.

Muhammad menerima wahyu berangsur-angsur hingga kematiannya. [13] Praktik atau amalan Muhammad diriwayatkan dalam hadis, dirujuk oleh umat Islam sebagai sumber hukum Islam bersama Al-Quran. Muhammad bersama pengikut awal mendapati berbagai bentuk perlawanan dan penyiksaan dari beberapa suku Mekkah. Seiring penganiayaan yang terus berlanjut, Muhammad membenarkan beberapa pengikutnya hijrah ke Habsyah, sebelum Muhammad memulai misi hijrah ke Madinah pada tahun 622.

Peristiwa hijrah menandai awal penanggalan Kalender Hijriah dalam Islam. Di Madinah, Muhammad menyatukan suku-suku di bawah Piagam Madinah. Setelah delapan tahun bertahan atas serangan suku-suku Mekkah, Muhammad mengumpulkan 10.000 Muslim untuk mengepung Mekkah.

Serangan tidak mendapat perlawanan berarti dan Muhammad berhasil mengambil alih kota dengan sedikit pertumpahan darah. Ia menghancurkan berhala-berhala. Pada tahun 632, beberapa bulan setelah kembali ke Madinah usai menjalani Haji Wada, Muhammad jatuh sakit dan hingga akhirnya wafat.

Muhammad meninggalkan Semenanjung Arab yang telah bersatu dalam pemerintahan tunggal Islam dan sebagian besar telah menerima Islam. Daftar isi • 1 Nama • 2 Genealogi • 3 Riwayat • 3.1 Kelahiran • 3.2 Perkenalan dengan Khadijah • 3.3 Memperoleh gelar • 3.4 Kerasulan • 3.5 Mendapatkan pengikut • 3.6 Penyebaran Islam • 3.7 Hijrah ke Madinah • 3.8 Pembebasan Mekkah • 3.9 Kematian • 4 Mukjizat • 4.1 Kenabian • 4.2 Al-Qur'an • 4.3 Isra dan Mi'raj • 5 Garis Waktu • 6 Ciri fisik Muhammad • 7 Pernikahan • 8 Perbedaan dengan nabi dan rasul terdahulu • 9 Lihat seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah • 10 Pranala luar • 11 Referensi • 11.1 Bibliografi Nama Muhammad ( محمد; [14] diucapkan [mʊħɑmmæd] ( simak)) [15] [16] [17] adalah bentuk isim maf‘ul (kata sifat pelaku pasif) dari kata حمَّد "banyak memuji", yang merupakan bentuk penegasan dari akar kata tiga hurufnya ح-م-د ḥ-m-d yang lawan katanya adalah ذم "mencela", sehingga muhammad berarti "yang banyak dipuji".

[18] Selain itu, dalam salah satu ayat Al-Qur'an, [19] Muhammad dipanggil dengan nama " Ahmad" ( أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berarti "terpuji". Sebelum masa kenabian, Muhammad mendapatkan dua gelar dari suku Quraisy (suku terbesar di Mekkah yang juga suku dari Muhammad) yaitu Al-Amiin yang artinya "orang yang dapat dipercaya" dan As-Saadiq yang artinya "yang benar". Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasul Allāh (رسول الله), kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu 'Alayhi Wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya"; sering disingkat "S.A.W" atau "SAW") setelah namanya.

Muhammad juga mendapatkan julukan Abu al-Qasim [1] yang berarti "bapak Qasim", karena Muhammad pernah memiliki anak lelaki yang bernama Qasim, tetapi ia meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa. Genealogi Artikel utama: Silsilah keluarga Muhammad Silsilah Muhammad dari kedua orang tuanya kembali ke Kilab bin Murrah bin Ka'b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr ( Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan.

[20] Silsilah sampai Adnan disepakati oleh para ulama, sedangkan setelah Adnan terjadi perbedaan pendapat. Adnan secara umum diyakini adalah keturunan dari Ismail bin Ibrahim, yang selanjutnya adalah keturunan Sam bin Nuh.

Walaupun demikian, terdapat sejarawan yang menyusun silsilah yang lebih jauh lagi. Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani, di salah satu riwayatnya menyebutkan silsilah hingga Adam. Silsilah tersebut adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin Udad bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya'rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim bin Tarih (Azar) bin Nahur bin Saru’ bin Ra’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamikh bin Mutusyalikh bin Akhnukh bin Yarda bin Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam.

[21] [22] Riwayat Lihat pula: Maulud Nabi Muhammad Para ulama dan penulis sirah sepakat bahwa hari kelahiran Muhammad jatuh pada bulan Rabiul Awal.

[23] Muhammad lahir di Mekkah, kota bagian selatan Jazirah Arab, sekitar tahun 570, berdekatan dengan Tahun Gajah yang merupakan tahun kegagalan penyerangan Mekkah oleh pasukan bergajah di bawah pimpinan Abrahah.

[24] [25] Pendapat paling mashyur merujuk tanggal 12 Rabiul Awal sebagai hari kelahiran Muhammad. Berdasarkan teks hadis, Muhammad menyebut hari Senin sebagai hari kelahirannya.

Penulis sirah Sulaiman Al-Manshurfuri dan ahli astronomi Mahmud Basya dalam penelitiannya melacak hari Senin yang dimaksud bertepatan dengan tanggal 9 Rabiul Awal.

Muhammad berasal dari salah satu klan suku Quraisy yakni Bani Hasyim yang mewarisi silsilah terhormat di Mekkah, meskipun tak terpandang karena kekayaannya. [26] Ayahnya, Abdullah meninggal saat Muhammad masih dalam kandungan, enam bulan sebelum kelahiran. [27] Muhammad bayi dibawa tinggal bersama keluarga dusun di pedalaman, mengikuti tradisi perkotaan kala itu untuk memperkuat fisik dan menghindarkan anak dari penyakit perkotaan.

[28] Ia diasuh dan disusui oleh Halimah binti Abi Dhuayb di kampung Bani Saad selama dua tahun. [29] Setelah itu, Muhammad kecil dikembalikan untuk diasuh kepada budak Ummu Aiman. Pada usia ke-6, Muhammad kehilangan ibunya, Aminah karena sakit. [29] [30] Selama dua tahun berikutnya, kebutuhan Muhammad ditanggung dan dicukupi oleh kakeknya dari keluarga ayah, 'Abd al-Muththalib.

Ketika berusia delapan tahun, kakeknya meninggal dan Muhammad berikutnya diasuh oleh pamannya Abu Thalib yang tampil sebagai pemuka Bani Hasyim sepeninggal Abdul Muththalib. [29] [31] Perkenalan dengan Khadijah Ketika Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang dewasa, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu untuk menambah keterampilannya dalam berdagang.

Perdagangan menjadi hal yang umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan yang stabil. Muhammad sering menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan kabar tentang kejujuran dan sifatnya yang dapat dipercaya menyebar luas dengan cepat, membuatnya banyak dipercaya sebagai agen penjual perantara barang dagangan penduduk Mekkah. Salah seseorang yang mendengar tentang kabar adanya anak muda yang bersifat jujur dan dapat dipercaya dalam berdagang dengan adalah seorang janda yang bernama Khadijah.

Ia adalah seseorang yang memiliki status tinggi di kalangan suku Arab. Sebagai seorang pedagang, ia juga sering mengirim barang dagangan ke berbagai pelosok daerah di tanah Arab. Reputasi Muhammad membuat Khadijah memercayakannya untuk mengatur barang dagangan Khadijah, Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua kali lipat dan Khadijah sangat terkesan ketika sekembalinya Muhammad membawakan hasil berdagang yang lebih dari biasanya.

Seiring waktu akhirnya Muhammad menikah dengan Khadijah, mereka menikah pada saat Muhammad berusia 25 tahun. Saat itu Khadijah telah berusia mendekati umur 40 tahun. Perbedaan umur yang jauh dan status janda yang dimiliki oleh Khadijah tidak menjadi halangan bagi mereka, walaupun pada saat itu suku Quraisy memiliki budaya yang lebih menekankan kepada perkawinan dengan seorang gadis ketimbang janda.

Meskipun kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad tetap hidup sebagai orang yang sederhana, ia lebih memilih untuk menggunakan hartanya untuk hal-hal yang lebih penting.

Memperoleh gelar Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan Ka'bah. Pada saat pemimpin-pemimpin suku Quraisy berdebat tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan suku-suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji.

Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya " orang yang dapat dipercaya". Diriwayatkan pula bahwa Muhammad adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu. Ia dikenal menyayangi orang-orang miskin, janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka.

Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang berarti "yang benar". Kerasulan Lihat pula: Eskatologi Islam Eskatologi Islam Tokoh • Dzū al-Qarnayn ( ذي القرنين) • Muhammad ( محمد) • Imam Mahdī ( مهدي) • Muhammad al-Mahdi ( محمد المهدي) • Isa ( عيسى) • Dajjāl ( الدّجّال) • Khawārij ( خوارج) • Yā'jūj dan Mā'jūj ( يأجوج ومأجوج) • Dzū as-Suwayqatayn ( ذوالسويقتين) Makhluk gaib • Al-Arham ( الارحام) • Qarīn ( قرين) • Dābbat al-Ard ( دابة الأرض‎) • Malak al-Mawt ( ملك الموت) • Hamalat al-‘Arsy ( حملة العرش) • Kirâman Kâtibîn (كراماً كاتبين) • Mu’aqqibat ( معقبت) • Munkar dan Nakīr ( منكر و نكير) • Isrāfīl ( إسرافيل) • Mâlik ( ملك) • Malak al-`Adzāb ( ملك العذاب) • Malak ar-Rahmah ( ملك الرحمة) • Zabāniyah ( زبانيه) Lokasi • Ka'bah ( الكعبة) • Âkhirat ( الآخرة) • Barzakh ( برزخ) • Mahsyar ( محشر) • Shirāth ( الصراط) • Qanthorah ( قنطرة) • Firdaws ( فردوس) • Jahannam ( جهنم) • Jannah ( جنّة) • 'Arasy ( عَرْش) Peristiwa • Isra dan Mikraj ( الإسراء والمعراج) • Bulan terbelah ( انشقاق القمر) • Yawm al-Qiyāmah ( يوم القيامة‎) Portal Islam Gua Hira tempat pertama kali Muhammad memperoleh wahyu.

Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri ke Gua Hira' sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur.

Ia bisa berhari-hari bertafakur (merenung) dan mencari ketenangan dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut yang senang bergerombol. Dari sini, ia sering berpikir dengan mendalam, dan memohon kepada Allah supaya memusnahkan ke kafiran dan kebodohan.

Muhammad pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611 M, diriwayatkan Malaikat Jibril datang dan membacakan surah pertama dari Quran yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surah Al-Alaq. Muhammad diperintahkan untuk membaca ayat yang telah disampaikan kepadanya, namun ia mengelak dengan berkata ia tak bisa membaca. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Jibril berkata: (1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ​ (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ​ (3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ​ (4) Yang mengajar (manusia) dengan pena. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ​ (5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ​ —Quran.com [ Al-'Alaq:1-5] Muhammad berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari ketika ayat pertama sekaligus pengangkatannya sebagai rasul disampaikan kepadanya menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah atau tahun masehi (penanggalan berdasarkan matahari).

Setelah kejadian di Gua Hira tersebut, Muhammad kembali ke rumahnya, diriwayatkan ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian akibat peristiwa yang baru saja dialaminya dan meminta istrinya agar memberinya selimut. Diriwayatkan pula untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya yang juga seorang Nasrani yaitu Waraqah bin Naufal seorang pendeta yang buta. Waraqah banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi.

Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya.

Ketika Waraqah wafat, firman Allah tidak datang-datang kepada Nabi Muhammad dalam kurun beberapa waktu. Yang mana membuat beliau begitu sedih, sampai-sampai beliau beranjak ke gunung tinggi dan mencoba bunuh diri. Namun di saat sesampainya di puncak, sebelum sempat melakukannya, Malaikat Jibril datang untuk meyakinkan beliau bahwa beliau adalah benar utusan Sang Ilahi. Sehingga beliau pun menjadi tenang dan mengurungkan niatnya.

Dan ketika selang waktu turunnya ayat kembali menjadi lama, beliau pun kembali melakukan hal serupa. Akan tetapi ketika sesampainya di puncak, lagi-lagi Malaikat Jibril datang meyakinkan beliau bahwa beliau adalah utusan Sang Ilahi.

[32] [33] Muhammad menerima ayat-ayat Quran secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat Quran turun disertai oleh Asbabun Nuzul (sebab/kejadian yang mendasari penurunan ayat). Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama Al-ushaf yang juga dinamakan Al-Qur'an (bacaan).

Sebagian ayat Quran mempunyai tafsir atau pengertian yang izhar (jelas), terutama ayat-ayat mengenai hukum Islam, hukum perdagangan, hukum pernikahan dan landasan peraturan yang ditetapkan oleh Islam dalam aspek lain.

Sedangkan sebagian ayat lain yang diturunkan pada Muhammad bersifat samar pengertiannya, dalam artian perlu ada interpretasi dan pengkajian lebih mendalam untuk memastikan makna yang terkandung di dalamnya, dalam hal ini kebanyakan Muhammad memberi contoh langsung penerapan ayat-ayat tersebut dalam interaksi sosial dan religiusnya sehari-hari, sehingga para pengikutnya mengikutinya sebagai contoh dan standar dalam berperilaku dan bertata krama dalam kehidupan bermasyarakat.

Mendapatkan pengikut Artikel utama: As-Sabiqun al-Awwalun Selama tiga tahun pertama sejak pengangkatannya sebagai rasul, Muhammad hanya menyebarkan Islam secara terbatas di kalangan teman-teman dekat dan kerabatnya, hal ini untuk mencegah timbulnya reaksi akut dan masif dari kalangan bangsa Arab saat itu yang sudah sangat terasimilasi budayanya dengan tindakan-tindakan amoral, yang dalam konteks ini bertentangan dengan apa yang akan dibawa dan ditawarkan oleh Muhammad.

Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad pada masa-masa awal adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam yang dekat dengannya di kehidupan sehari-hari, antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam.

Setelah sekian lama banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail yang kemudian masuk ke agama yang dibawa Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun al-Awwalun atau Yang pertama-tama. Penyebaran Islam Sekitar tahun 613 M, tiga tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam, Muhammad mulai melakukan penyebaran Islam secara terbuka kepada masyarakat Mekkah, respons yang ia terima sangat keras dan masif.

Ini disebabkan karena ajaran Islam yang dibawa olehnya bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan pola pikir masyarakat Mekkah saat itu.

Pemimpin Mekkah Abu Jahal menyatakan bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah. Akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan, dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.

Walau mendapat perlakuan tersebut, ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah besar. Para pengikutnya ini kemudian menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke negeri Syam, Persia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadian baiknya yang sudah terkenal memudahkannya untuk mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih besar.

Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan untuk memeluk ajaran Islam, meskipun banyak juga yang menjadi antipati mengingat saat itu sentimen kesukuan sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad mendapatkan banyak pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah Salman al-Farisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat Muhammad.

Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya gagasan untuk berhijrah (pindah) ke Habsyah (sekarang Ethiopia). Negus atau raja Habsyah, seorang Kristen yang adil, memperbolehkan seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah.

Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah. Hijrah ke Madinah Lihat pula: Hijrah Masyarakat Arab dari berbagai suku setiap tahunnya datang ke Mekkah untuk beziarah ke Bait Allah atau Ka'bah, mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan dalam kunjungan seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah.

Muhammad melihat ini sebagai peluang untuk menyebarluaskan ajaran Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan ajarannya ialah sekumpulan orang dari Yatsrib.

Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang yang telah terlebih dahulu memeluk Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk melindungi para pemeluk Islam dan Muhammad dari kekejaman penduduk Mekkah. Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yatsrib datang lagi ke Mekkah, mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke Yastrib dikarenakan situasi di Mekkah yang tidak kondusif bagi keamanan para pemeluk Islam. Muhammad akhirnya menerima ajakan tersebut dan memutuskan berhijrah ke Yastrib pada tahun 622 M. Masjid Nabawi, berlokasi di Madinah, Arab Saudi. Mengetahui bahwa banyak pemeluk Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha mengcegahnya, mereka beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke Yastrib, Muhammad akan mendapat peluang untuk mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah yang jauh lebih luas.

Setelah selama kurang lebih dua bulan ia dan pemeluk Islam terlibat dalam peperangan dan serangkaian perjanjian, akhirnya masyarakat Muslim pindah dari Mekkah ke Yastrib, yang kemudian setelah kedatangan rombongan dari Makkah pada tahun 622 dikenal sebagai Madinah atau Madinatun Nabi (kota Nabi). Di Madinah, pemerintahan ( kekhalifahan) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam bebas beribadah ( salat) dan bermasyarakat di Madinah, begitupun kaum minoritas Kristen dan Yahudi.

Dalam periode setelah hijrah ke Madinah, Muhammad sering mendapat serangkaian serangan, teror, ancaman pembunuhan dan peperangan yang ia terima dari penguasa Mekkah, akan tetapi semuanya dapat teratasi lebih mudah dengan umat Islam yang saat itu telah bersatu di Madinah. Pembebasan Mekkah Artikel utama: Pembebasan Mekkah Tahun 629 M, tahun ke-8 H setelah hijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke Makkah dengan membawa pasukan Muslim sebanyak 10.000 orang, saat itu ia bermaksud untuk menaklukkan kota Mekkah dan menyatukan para penduduk kota Mekkah dan madinah.

Penguasa Mekkah yang tidak memiliki pertahanan yang memadai kemudian setuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat kota Mekkah akan diserahkan tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada tahun berikutnya ketika ia kembali, ia telah berhasil mempersatukan Mekkah dan Madinah, dan lebih luas lagi ia saat itu telah berhasil menyebarluaskan Islam ke seluruh Jazirah Arab.

Muhammad memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan semua berhala yang ada di sekeliling Ka'bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan Islam di kota Mekkah. Kematian Artikel utama: Kematian Muhammad Pada bulan Juni 632 M, dia mengalami sakit ketika tengah berada di rumah Maimunah namun kemudian meminta pindah ke rumah Aisyah. Setelah sebelumnya mengalami demam dan beberapa kali pingsan, dia meminta kepada Abu Bakar untuk menggantikannya mengimami jamaah.

Diapun akhirnya meninggal dalam pangkuan Aisyah dan jenazahnya dikuburkan di rumah istrinya tersebut. Mukjizat Artikel utama: Mukjizat Muhammad Kenabian Seperti nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad diberikan irhasat (pertanda) akan datangnya seorang nabi, seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah dikisahkan dalam beberapan kitab suci agama samawi, dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di dalam kandungan, masa kecil dan remaja.

Muhammad diyakini diberikan mukjizat selama kenabiannya. Al-Qur'an Artikel utama: Al-Qur'an Umat Muslim meyakini bahwa mukjizat terbesar Muhammad adalah kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur'an. Hal ini disebabkan karena masa itu kebudayaan bangsa Arab yang sedang maju adalah dalam bidang ilmu sastra, khususnya bahasa dan syair.

Dikatakan sebagai mukjizat karena Al-Quran dianggap memiliki tatanan sastra Arab tingkat tertinggi yang disampaikan oleh seorang buta huruf, dan setiap mukjizat yang dibawa oleh para rasul selalu menandingi arah gejala (tren) yang sedang ramai. Kemudian Al-Qur'an juga mengubah total segi kehidupan bangsa Arab dengan membawa banyak peraturan keras untuk menegakkan dasar-dasar nilai budaya baru, yang sebelumnya moral dan perilaku mereka sangatlah rusak, seperti menyembah berhala, berjudi, merampok, membunuh anak-anak karena takut akan kemiskinan dan kelaparan, minum-minuman keras, saling berperang antarsuku dan lain-lain.

Isra dan Mi'raj Mukjizat lain yang tercatat dan diyakini secara luas oleh umat Islam adalah seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah bulan serta perjalanan Isra dan Mi'raj dari Madinah menuju Yerusalem dalam waktu yang sangat singkat.

Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasan serta kepribadiannya yang banyak dipuji serta menjadi panutan para pemeluk Islam hingga saat ini. Garis Waktu Kronologi Muhammad dari lahir sampai kematian: Tahun Kejadian 570 Tanggal lahir, 20 April di Kota Mekkah 570 Tahun Gajah, gagalnya Abrahah menyerang Mekkah 576 Meninggalnya ibu, Aminah 578 Meninggalnya kakek, Abdul Muthalib 583 Melakukan perjalanan dagang ke Suriah bersama Abu Thalib 595 Bertemu dan menikah dengan Khadijah 610 Wahyu pertama turun di Gua Hira dan menjadi nabi sekaligus rasul, kemudian mendapatkan sedikit pengikut: As-Sabiqun al-Awwalun 613 Menyebarkan Islam kepada umum 614 Mendapatkan banyak pengikut 615 Hijrah pertama ke Habsyah 616 Awal dari pemboikotan Quraisy terhadap Bani Hasyim 619 Akhir dari pemboikotan Quraish terhadap Bani Hasyim 619 Tahun kesedihan: Khadijah dan Abu Thalib meninggal 620 Dihibur oleh Allah melalui Malaikat Jibril dengan cara Isra' dan Mi'raj sekaligus menerima perintah salat 5 waktu 621 Bai'at 'Aqabah pertama 622 Bai'at 'Aqabah kedua 622 Hijrah ke Madinah 624 Pertempuran Badar 624 Pengusiran Bani Qaynuqa 625 Pertempuran Uhud 625 Pengusiran Bani Nadir 625 Pertempuran Zaturriqa` 626 Penyerangan ke Dumat al-Jandal: Suriah 627 Pertempuran Khandak 627 Perang Bani Qurayzhah 628 Perjanjian Hudaibiyyah 628 Melakukan umrah ke Ka'bah 628 Pertempuran Khaybar seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah Melakukan ibadah haji 629 Pertempuran Mu'tah 630 Pembukaan Kota Makkah 630 Pertempuran Hunain 630 Pertempuran Autas 630 Pendudukan Thaif 631 Menguasai sebagian besar Jazirah Arab 632 Pertempuran Tabuk 632 Haji Wada' 632 Meninggal ( 8 Juni): Madinah Ciri fisik Muhammad Artikel utama: Syamail Muhammadiyah Beberapa hadis meriwayatkan beberapa ciri fisik yang diceritakan oleh para sahabat dan istrinya.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Muhammad berperawakan sedang, berkulit putih kemerahan, berjanggut tipis, dan digambarkan memiliki fisik yang sehat dan kuat oleh orang di sekitarnya. Riwayat lain menyebutkan Muhammad bermata hitam, tidak berkumis, berjanggut sedang, serta memiliki hidung bengkok yang sesuai dengan ciri antropologis bangsa Semit pada umumnya.

Pernikahan Artikel utama: Pernikahan Muhammad Selama hidupnya Muhammad menikah dengan 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini).

Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat. [34] Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia, [35] [36] sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan. Sepeninggal Khadijah, Khawla binti Hakim menyarankan kepadanya untuk menikahi Saudah binti Zam'ah (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar). Atas perintah Allah, Muhammad menikahi keduanya.

Kemudian Muhammad tercatat menikahi beberapa orang wanita lagi hingga jumlah seluruhnya sekitar 11 orang, sembilan di antaranya masih hidup sepeninggal Muhammad. Para ahli sejarah antara lain Watt dan Esposito berpendapat bahwa sebagian besar perkawinan itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai dengan budaya Arab), atau memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah untuk menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan perawan).

[37] Perbedaan dengan nabi dan rasul terdahulu Dalam mengemban misi dakwahnya, umat Islam percaya seperti yang disebutkan di dalam Qur'an dan Hadis, bahwa Muhammad diutus Allah untuk menjadi nabi bagi seluruh umat manusia, [38] sedangkan nabi dan rasul sebelumnya hanya diutus untuk umatnya masing-masing, [39] [40] seperti halnya Nabi Musa yang hanya diutus untuk Bani Israil saja. Sedangkan kesamaan ajaran yang dibawa Muhammad dengan nabi dan rasul sebelumnya ialah sama-sama mengajarkan keesaan Tuhan, yaitu kesaksian bahwa Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah.

[10] Lihat pula Wikimedia Commons memiliki media mengenai Muhammad. Cari tahu mengenai Muhammad pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari Commons Berita dari Wikinews Kutipan dari Wikiquote Teks sumber dari Wikisource Buku dari Wikibuku • Sunnah • Ahlul Bait • • • Pranala luar • (Indonesia) Muhammad sebelum menjadi nabi dan rasul di situs Dakwatuna.com.

[ pranala nonaktif permanen] Referensi • ^ a b Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Seseorang memanggil rekannya di perkuburan Baqi' dengan berseru, 'Hai Abul Qasim!' Rasulullah ﷺ menoleh kepadanya. Ia berkata, 'Wahai rasulullah, bukan engkau yang saya maksud, namun saya memanggil si fulan.' Maka rasulullah ﷺ berkata, 'Pakailah namaku tetapi jangan pakai kuniyahku'," (Hadis riwayat Bukhari no.

3537 dan Muslim no. 2131). • ^ Selain terdapat larangan menggunakan nama kuniyah dia. Dia sendiri kurang suka dipanggil dengan kuniyahnya tersebut berdasarkan hadis, "Panggil aku dengan namaku bukan dengan kuniyahku".

Lihat Tahzhib as-Sirah, sebuah biografi Rasulullah karya Imam Nawawi. • ^ Imam Baihaqi menyebutkan bahwa Allah menamakan dia dalam Al-Quran sebagai Rasul (utusan), Nabi, Syahidan (Saksi), Mubasysyiran (Pemberi Kabar gembira), Nazhir seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah Peringatan), Da'i (Penyeru kepada Allah).

Sedangkan nama Yasin dan Toha telah di salah-sangkakan sebagai nama dia berdasarkan surah Al-Quran yang memuatnya, juga tidak riwayat yang sah tentang gelarnya Al-Fatih (Sang Penakluk).

Lihat Tahzhib as-Sirah, sebuah biografi Rasulullah karya Imam Nawawi. • ^ Siyar Alamin Nubala karya Adz-Dzahabi, Al-Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir, Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, Zad al-Ma'ad karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah; Quraisy adalah julukan bagi salah satu di antara Fihr atau an-Nadhr ( Raudhatul Anwar karya Shafiyyurahman al-Mubarakfuri).

• ^ Dalam tradisi Abrahamik, khususnya Islam seseorang tidak dinasabkan melalui jalur ibu kecuali bagi anak yang lahir di luar nikah, atau dengan kelahiran khusus seperti bagi Nabi Isa. • ^ Asalnya Nabi Muhammad dikuburkan di rumah istrinya yang berada tepat di sebelah Masjid Nabawi, sesuai dengan tradisi (sunnah) seorang nabi dikebumikan di tempat dia meninggal, dan seiring perluasan Masjid Nabawi, rumah tersebut kini berada di lingkupan kompleks Masjid Nabawi.

• ^ Nama lengkap: Muḥammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim ( bahasa Arab: محمد ابن عبد الله ابن عبد المطلب ابن هاشم‎) • ^ Elizabeth Goldman (1995), h. 63, menyatakan 8 Juni 632 M, tradisi Islam yang dominan.

Banyak tradisi sebelumnya (umumnya non-Muslim) merujuk padanya karena masih hidup pada saat invasi Palestina. Lihat Stephen J. Shoemaker, The Death of a Prophet: The End of Muhammad's Life and the Beginnings of Islam, [ halaman dibutuhkan] Pennsylvania University Press, 2011.

• ^ Q.S. Al-Ahzab: 40 • ^ a b Q.S. Al-Anbiya: 25 • ^ Q.S. Asy-Syu'ara: 192-195 • ^ Muhammad Mustafa Al-A'zami (2003), The History of The Qur'anic Text: From Revelation to Compilation: A Comparative Study with the Old and New Testaments, h. 26–27. UK Islamic Academy. ISBN 978-1872531656. • ^ Q.S. Al-Isra’: 106 • ^ Unicode has a special "Muhammad" ligature at U+FDF4 ﷴ • ^ click here ( bantuan· info) for the Pengucapan Arab. • ^ berbagai nama Muhammad dalam bahasa Prancis: "Mahon, Mahomés, Mahun, Mahum, Mahumet"; dalam bahasa Jerman: "Machmet"; dan dalam bahasa Islandia kuno: "Maúmet" cf Muhammad, Encyclopedia of Islam • ^ The sources frequently say that, in his youth, he was called by the nickname "Al-Amin" meaning "Honest, Truthful" cf.

Ernst (2004), p. 85. • ^ Lane, Edward William. "حمد". Lanes Lexicon. Diakses tanggal 18 Maret 2021.

• ^ Surah As-Saff (QS 61:6) • ^ Lings, Martin. Muhammad: Kisah Hidup Nabi berdasarkan Sumber Klasik. Jakarta: Penerbit Serambi, 2002. ISBN 979-3335-16-5 • ^ Sirah Ibnu Hisyam, jilid I, Dzikrun-nasabi az-zaki min Muhammad saw ila Adam as • ^ Kitab Al-Mausu'ah Li Ansabil Imam Al-Husaini, Jilid 1, halaman 9, Nasab Nabi Muhammad SAW sampai Nabi Adam As • ^ Esposito, John L.

(ed.) (2003). The Oxford Dictionary of Islam. hlm. 198. ISBN 978-0-19-512558-0. Diakses tanggal 19 June 2012. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ • Conrad, Lawrence I.

(1987). "Abraha and Muhammad: some observations apropos of chronology and literary topoi in the early Arabic historical tradition1". Bulletin of the School of Oriental and African Studies. 50 (2): 225–240. doi: 10.1017/S0041977X00049016. • Sherrard Beaumont Burnaby (1901). Elements of the Jewish and Muhammadan calendars: with rules and tables and explanatory notes on the Julian and Gregorian calendars.

G. Bell. hlm. 465. • Hamidullah, Muhammad (February 1969). "The Nasi', the Hijrah Calendar and the Need of Preparing a New Concordance for the Hijrah and Gregorian Eras: Why the Existing Western Concordances are Not to be Relied Upon" (PDF). The Islamic Review & Arab Affairs: 6–12. • ^ Encyclopedia of World History (1998), p. 452 • ^ Buhl, F.; Welch, A. T. (1993). "Muḥammad".

Encyclopaedia of Islam. 7 (edisi ke-2nd). Brill Academic Publishers. hlm. 360–376. ISBN 90-04-09419-9. • ^ Meri, Josef W. (2004), Medieval Islamic civilization, 1, Routledge, hlm.

525, ISBN 978-0-415-96690-0diakses tanggal 3 January 2013 • ^ Watt, " Halimah bint Abi Dhuayb", Encyclopaedia of Islam. • ^ a b c An Introduction to the Quran (1895), p. 182 • ^ Watt, Amina, Encyclopaedia of Islam • ^ Watt (1974), p. 7. • ^ "Sahih al-Bukhari 6982 - Interpretation of Dreams - كتاب التعبير - Sunnah.com - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)". sunnah.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-08-19. Diakses tanggal 2021-08-19.

• ^ al-Tabari. History of Tabari - Volume 6 - Muhammad at Mecca. hlm. 76. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-08-19. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Esposito, John (1998). Islam: The Straight Path. Oxford University Press. ISBN 0-19-511233-4. p.18 • ^ Bullough, Vern; Brenda Shelton, Sarah Slavin (1998). The Subordinated Sex: A History of Attitudes Toward Women. University of Georgia Press. ISBN 978-0-8203-2369-5. p.119 • ^ Reeves, Minou (2003).

Muhammad in Europe: A Thousand Years of Western Myth-Making. NYU Press. ISBN 978-0-8147-7564-6. p.46 • ^ Watt, M. Aisha bint Abi Bakr. Article at Encyclopaedia of Islam Online. Ed. P.J. Bearman, Th. Bianquis, C.E. Bosworth, E. van Donzel, W.P. Heinrichs. Brill Academic Publishers.

ISSN 1573-3912. pp. 16-18 • ^ (".dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (Saba' 34:28). • ^ ["Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya.

(Yunus 10:47). • ^ "Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain, dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman." (Al-Mu'minuun 23:44).

Bibliografi Al-Azhmatkhan, Shohibul Faroji (2002). Kitab Al-Mausu'ah Li Ansabil Imam Al-Hasan (Ensiklopedi Nasab Al-Imam Al-Hasan). Diterjemahkan oleh Syarif Ali (edisi ke-4). Jakarta. Parameter -print= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -pulisher= yang tidak diketahui mengabaikan ( -penerbit= yang disarankan) ( bantuan) Khadijah binti Khuwailid • Saudah binti Zum'ah • Aisyah binti Abu Bakar • Hafshah binti Umar • Zainab binti Khuzaimah • Hindun binti Abi Umayyah • Zainab binti Jahsy • Juwairiyah binti al-Harits • Ramlah binti Abu Sufyan • Shafiyah binti Huyay • Maimunah binti al-Harits • Maria binti Syama’un Keturunan Waddan • Buwath • Safwan • Asyirah • Badar • Sawiq • Qaynuqa • Bahran • Al-Kidr • Hamra' al-Asad • Uhud • Dzi Amr • Dzatu al-Riqa` • Dumatul Jandal • Khandaq • Bani Quraizhah • Bani Mustaliq • Bani Lahyan • Pembebasan Mekkah ( Fathu Makkah) • Khaybar • Hunayn • Tha'if • Tabuk • Thi Amr • Bahran • Al-Asad • Bani Nadhir • Thi Qerd • Hudaybiyyah • Awtas • Penyergapan kafilah • Mu'tah • Yarmuk • Pengepungan Nakhla • Penyergapan Najd • Penyergapan Al-Is • Invasi al-Khabt • Ekspedisi Batn Edam • Ekspedisi Qatan Lokasi Kategori tersembunyi: • Artikel mengandung aksara Arab • Artikel yang memiliki kalimat yang harus diperbaiki • Artikel dengan mikroformat hAudio • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman Seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Tokoh yang tahun kelahirannya tidak diketahui (orang hidup) • Semua artikel biografi • Artikel biografi April 2022 • All-hal-using-tl-Infobox Ulama Muslim • All-hal-using-tl-Lifetime-Tokoh-Muslim • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda ISNI • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda BIBSYS • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda CANTIC • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda LNB • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLA • Artikel Wikipedia dengan penanda NLG • Artikel Wikipedia dengan penanda NLI • Artikel Wikipedia dengan penanda NLK • Artikel Wikipedia dengan penanda NSK • Artikel Wikipedia dengan penanda NTA • Artikel Wikipedia dengan penanda PLWABN • Artikel Wikipedia dengan penanda SELIBR • Artikel Wikipedia dengan penanda ULAN • Artikel Wikipedia dengan penanda CINII • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda SNAC-ID • Artikel Wikipedia dengan penanda SUDOC • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Artikel Wikipedia dengan penanda Trove • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • AC dengan 27 elemen • Artikel Wikipedia dengan penanda ganda • Halaman ini terakhir diubah pada 30 April 2022, pukul 05.44.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Tentang penamaan “Muhammad” untuk nama Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada beberapa riwayat yang menceritakan mengenai sejarahnya.

Dahulu di masa jahiliyah tak banyak orang yang menyandang nama Muhammad. Bagi masyarakat jahiliyah kala itu, nama ini masih teramat asing di telinga mereka. Oleh karenanya, saat kakek Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abdul Muthalib, memilih nama “Muhammad” (orang yang terpuji) untuk cucu tercintanya, mereka merasa heran. Hal ini karena keputusan yang dilakukan Abdul Muthalib tersebut berbeda dengan adat orang-orang Quraisy dahulu.

Dimana diantara adat mereka, mereka menjadikan nama-nama leluhur sebagai nama untuk anak keturunan mereka. Beberapa orang dari suku Quraisy memberi masukan untuk Abdulmutholib; yang kala itu selaku pembesar suku Quraisy, perihal nama untuk cucu tercintanya, لما رغبت به عن أسماء أهل بيته؟ “Mengapa tidak dinamai dengan nama salah seorang dari kerabatnya saja?” Abdul Muthalib menjawab, أردت أن يحمده الله تعالى في السماء وخلقه في الأرض “Aku ingin agar Allah memujinya di langit, dan ia dipuji makhluk-makhluk-Nya di bumi” (Lihat Dala ilun Nubuwwah 1: 113).

Ucapan ini menjadi kenyataan. Allah telah menjadikan Nabi kita shallallahu’alaihiwasallam adalah orang yang paling terpuji dan paling mulia di segenap penduduk langit dan bumi. Dalam Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir rahimahullah mengomentari perkataan Abdulmutholib ini. Beliau mengatakan, “Allah ‘azzawajalla telah mengilhamkan kepada mereka untuk menamai Nabi dengan nama Muhammad (orang yang terpuji). Hal ini karena dalam diri beliau telah tertanam sifat-sifat yang luhur, agar menjadi sepadan antara nama dan tindakan, dan agar sinkron antara nama dan yang diberi nama, baik dalam hal nama maupun tindak-tanduknya” ( Bidayah wan Nihayah 1: 669) Ada pula riwayat lain yang menjelaskan sejarah penamaan Nabi shallallahu’alaihiwasallam.

Dalam Raudhatul Unuf, Imam As-Suhaili menukilkan riwayat tersebut. Kisahnya berawal dari perjalanan kakek beliau; Abdulmutholib menuju negeri Syam bersama tiga orang rekannya untuk suatu keperluan bisnis.

Di perjalanan, mereka bertemu dengan seorang rahib (pendeta). Sang rahib menanyakan, “Dari mana kalian?” “Kami berasal dari Makkah.” Jawab mereka. Mengetahui mereka datang dari Makkah, sang rahib pun mengabarkan perihal berita yang dia dapatkan dalam kitab suci agamanya, “Sesungguhnya dari negeri kalian itu akan muncul seorang Nabi.” tegas sang rahib. Dengan penuh keheranan, Abdul Muthalib dan tiga orang kawannya menanyakan perihal nama Nabi tersebut. Rahib itu menjawab, “Namanya adalah Muhammad.” Perawi menyatakan, ولم يكن اسم محمد معروفا عند العرب “Kala itu nama Muhammad belum dikenal di kalangan penduduk Arab.” Mendengar jawaban rahib tersebut, Abdul Muthalib beserta tiga rekannya bertekad bila nanti lahir bayi laki-laki sepulang mereka dari Syam, mereka akan memberi nama Muhammad.

Allah pun menakdirkan, ternyata bayi laki-laki yang pertama kali lahir sepulangnya mereka dari Syam adalah dari menantu Abdul Muthalib, yaitu Aminah binti Wahb; Ibunda Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Abdulmutholib pun menyematkan nama Muhammad untuk cucu tercintanya. Adapun ketiga rekan beliau; yaitu Sufyan bin Mujasyi’, Uhaihah bin Jallaj, dan Himran bin Rabi’ah, mereka juga tak mau kalah, saat lahir bayi laki-laki mereka, mereka juga segera menamai putera mereka dengan nama Muhammad.

“Empat orang inilah,” terang Imam As-Suhaili, “orang Arab pertama yang menamai anaknya dengan nama Muhammad.” ( Raudhotul Unuf 1: 820). Harits bin Tsabit bersenandung dalam bait-bait syairnya, فشق له من اسمه ليجله فذو العرش محمود وهذا محمد Namanya diambil dari nama (Tuhan) Nya untuk mengagungkannya Karena Pemilik Arsy itu Maha terpuji (Mahmud) dan inilah hamba-Nya; orang yang terpuji (Muhammad).

Wallahu a’lam bis showab. __ Referensi: Al Lu’lu’u Al Maknun fi Shiroti An Nabi Al Ma’muun, karya Musa Rasyid Al ‘Azimi. Cetakan ketiga, tahun 1436/2015. Penerbit Darus Suma’i, Riyadh. Kota Nabi, 18 Seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah 1436 H.

*** Penulis: Ahmad Anshori Artikel : Muslim.Or.Id 🔍 Doa-doa Pilihan, Dalil Tentang Pertengkaran, Berprasangka Buruk Dalam Islam, Dzikir Pagi Petang Rumaysho, Dakwah Tentang Sholat 5 Waktu
• Beranda • Kategori • Aqidah • Adab dan Akhlaq adab • Anak dan Keluarga keluarga • Fatwa-Fatwa • Fiqih • Puasa • Kewanitaan • Hadist • Kisah Kisah • Manhaj • Firqoh-Firqoh • Tafsir • Audio Kajian • Rekaman Kajian • Kajian Khusus Kajian Khusus • Kajian Rutin • Informasi • Info Umum • Info Pengajian • Dari Abdullah (yakni Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, pent.) berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan sirna (berakhir) dunia ini sampai ada seorang laki–laki dari keluargaku yang akan memimpin bangsa Arab, namanya sesuai dengan namaku.” Hadits di atas diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu no.

4282, lihat Sunan Abu Dawud ta’liq Asy-Syaikh Albani rahimahullahu (cet. Maktabah Al-Ma’arif), dan Al-Imam At–Tirmidzi rahimahullahu no. 2156, lihat Mausu’atul Haditsisy Syarif Al-Kutubut Tis’ah (CD Program).

Hadits ini merupakan potongan dari sebuah hadits yang selengkapnya adalah sebagai berikut: Dari Abdullah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Kalau saja tidak tersisa dari dunia ini kecuali sehari saja, (Za`idah berkata dalam haditsnya) sungguh Allah akan memanjangkan hari tersebut sampai Allah mengutus kepadanya seorang laki-laki dari keturunanku atau dari keluargaku.

Namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku.” Terdapat tambahan pada hadits Fithr: “Yang akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) dunia telah dipenuhi dengan kedzaliman dan kelaliman.” Dan berkata pada hadits Sufyan: “Tidak akan berakhir dunia ini sampai ada seorang dari keluargaku yang akan memimpin bangsa Arab, namanya sesuai dengan namaku.” Abu Dawud mengatakan: “Lafadz (hadits) dari jalan ‘Umar dan Abu Bakr semakna dengan jalan yang berasal dari Sufyan dan dalam hal ini hanya saja Abu Bakr tidak mengatakan/menyebutkan: lafadz ÇáúÚóÑóÈó.

Jalur Periwayatan Pada Sunan Abu Dawud, beliau rahimahullahu meriwayatkan hadits ini dari jalan ‘Umar bin ‘Ubaid bin Abi Umayyah Ath-Thanafisi Abu Hafsh Al-Kufi, Abu Bakr bin ‘Ayyasy bin Salim Al-Asadi Al-Kufi, Sufyan bin Sa’id Ats-Tsauri Abu Abdillah Al-Kufi, Za`idah bin Qudamah Ats-Tsaqafi Abu Ash-Shalt Al-Kufi, dan Fithr bin Khalifah Al-Makhzumi Abu Bakr Al-Hanath Al-Kufi.

Semuanya meriwayatkan dari ‘Ashim bin Abi An-Najud (Bahdalah) Al-Asadi Abu Bakr Al-Muqri` Al-Kufi, dari Zirr bin Hubais Al-Asadi Abu Maryam Al-Kufi, dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kedudukan sanad hasan shahih.

(Lihat Sunan Abi Dawud tashih Asy-Syaikh Albani rahimahullahu cet. Maktabah Al-Maarif) Diagram Periwayatan Setelah memaparkan riwayat di atas, Abu Dawud mengatakan: “Lafadz hadits ‘Umar bin ‘Ubaid dan Abu Bakr bin ‘Ayyasy semakna dengan lafadz hadits Sufyan bin Sa’id. Hanya saja, Abu Bakr tidak menyebutkan kata ÇáÚóÑóÈó (bangsa Arab).” Kemudian beliau menyebutkan riwayat yang semakna dari sahabat ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha (dengan sanad shahih, pent.) dan Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu (dengan sanad hasan, pent.) Adapun dalam Sunan At-Tirmidzi, beliau meriwayatkan dari jalan Sufyan Ats-Tsauri, dari ‘Ashim bin Bahdalah, dari Zirr bin Hubaisy, dari Abdullah bin Mas’ud, dengan lafadz: “Tidak akan berakhir dunia ini sampai seorang laki-laki dari keluargaku yang akan memimpin bangsa Arab, namanya serupa dengan namaku.” Abu Isa At-Tirmidzi rahimahullahu berkata: “Pada bab ini terdapat riwayat dari shahabat yang lain, seperti ‘Ali bin Abi Thalib, Abu Sa’id Al-Khudri, Ummu Salamah, dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum.

Dan Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullahu berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Kemudian dari jalan Sufyan bin ‘Uyainah, dari ‘Ashim bin Bahdalah, dari Zirr bin Hubaisy, dari Abdullah bin Mas’ud dengan lafadz: “Akan memimpin seorang laki-laki dari keluargaku, namanya serupa denganku.” Kemudian terdapat riwayat dari ‘Ashim bin Bahdalah, ia berkata: Abu Shalih telah mengabarkan kepada kami, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz: “Kalau saja tidak tersisa dari dunia ini kecuali sehari saja, sungguh Allah akan memanjangkan hari tersebut sampai seorang laki-laki dari keluargaku memimpin.” Abu Isa At-Tirmidzi rahimahullahu berkata: “Hadits ini hasan shahih.” (Lihat CD Program Kutubut Tis’ah) Penjelasan Hadits – Abdullah dalam hadits ini adalah Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana disebutkan oleh Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi.

– Makna ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Hingga diutus padanya seorang laki–laki dari keturunanku atau dari keluargaku.” Dia adalah Al-Mahdi, keturunan dari Fathimah radhiyallahu ‘anha seperti yang tersebut dalam hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Al-Mahdi berasal dari keturunanku, keturunan dari Fathimah.” (HR.

Abu Dawud no. 4284, At-Tirmidzi, Ibnu Majah no. 4086) – Muncul perselisihan, apakah Al-Mahdi itu anak keturunan dari Al-Hasan ataukah anak keturunan dari Al-Husain. Al-Qari` dalam bukunya Al-Mirqah (seperti yang tersebut dalam ‘Aunul Ma’bud Syarhu Sunani Abi Dawud) berkata: “Yang mungkin dalam hal ini adalah menggabungkan antara dua nisbah, Hasan dan Husain. Yaitu, dari sisi ayah ia anak keturunan Hasan, dari sisi ibu ia anak keturunan Husain.

Hal ini sebagai bentuk pengkiasan terhadap perkara yang terjadi pada kedua anak Ibrahim ‘alaihissalam yaitu Isma’il ‘alaihissalam dan Ishaq ‘alaihissalam, di mana para nabi dari Bani Israil semuanya dari anak keturunan Ishaq ‘alaihissalam. Adapun Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari anak keturunan Isma’il ‘alaihissalam.

seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

Kemudian beliau (Shallallahu ‘alaihi wa sallam) menduduki suatu tempat yang mewakili segenap para nabi yang berasal dari keturunan Ishaq. Dan inilah sebaik-baik (kedudukan) sebagai pengganti. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjadi penutup para nabi. Demikian pula, tatkala nampak atau muncul banyaknya para pemimpin dan para pembesar umat dari anak-anak keturunan Husain, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala gantikan kepada Hasan dengan dianugerahkan baginya seorang anak yang menjadi penutup para wali, dan menduduki tempat yang mewakili segenap orang-orang pilihan yang berasal dari keturunan Husain.

Pendapat lain mengatakan, tatkala beliau mengundurkan diri dari kekhalifahan, Allah Ta’ala anugerahkan kepada beliau tanda kekuasaan yang menyeluruh. Maka sisi keserasiannya secara menyeluruh adalah nisbah ke-Imam Mahdi-an disetarakan dengan kenabian. Dan keduanya sepakat untuk menjunjung tinggi kalimat millah nabawiyyah (agama seluruh para nabi). Dan yang lebih memperjelas dari perkara ini adalah hadits ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dari jalan Abu Ishaq, ia berkata: ‘Ali bin Abi Thalib berkata –sambil melihat kepada putranya Al-Hasan–: “Sesungguhnya anakku ini sayyid (pemuka), sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menamainya.

Dan akan lahir dari keturunannya seorang laki-laki yang akan dinamai seperti nama nabi kalian. Ia menyerupai nabi kalian dalam hal fisik, namun berbeda dalam hal sifat.’ Kemudian beliau mengisahkan bahwa ia akan memenuhi dunia dengan keadilan. (Lihat ‘Aunul Ma’bud Syarhu Sunani Abi Dawud, CD Program dalam Mausu’atul Haditsisy Syarif Al-Kutubut Tis’ah) Walaupun hadits ini lemah, namun terdapat hadits-hadits shahih yang menunjukkan keutamaan Al-Hasan di atas keutamaan Al-Husain.

Di antaranya: “Anakku ini adalah sayyid (pemuka) dan semoga Allah akan mendamaikan dengannya dua kelompok dari kalangan muslimin.” (HR. Al-Bukhari no. 3746 dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu) Makna ucapan Nabi: Artinya, namanya sesuai dengan namaku, yaitu Muhammad bin Abdillah. Pada kalimat ini terdapat bantahan yang seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah terhadap kaum Syi’ah Rafidhah dari sekte Al-Imamiyyah atau Itsna Atsariyyah yang berpendapat bahwa orang yang ditunggu (Al-Mahdi Al-Muntazhar) ialah Muhammad bin Al-Hasan Al-‘Askari.

Makna ucapan Nabi: áÇó ÊóÐúåóÈõ adalah áÇó ÊóÝúäóì artinya tidak akan musnah atau binasa (berakhir). Adapun makna ucapan:ÍóÊøóì íóãúáößó ÇáÚóÑóÈó artinya akan memimpin bangsa Arab. Dikhususkan penyebutan bangsa Arab, karena mereka yang menjadi asal mula keturunan manusia dan yang paling mulia.

Hadits di atas menyebutkan bahwa munculnya Al-Imam Al-Mahdi sebagai salah satu tanda hari kiamat, seperti yang disebutkan oleh Al-Khathib At-Tibrizi Muhammad bin Abdillah dalam kitabnya Misykatul Mashabih, bab Asyrathus Sa’ah Al-Fashlu Ats-Tsani no. hadits 5452. Hadits di atas juga menerangkan dengan jelas bahwa Al-Imam Al-Mahdi yang akan muncul ialah seorang laki-laki keturunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau dari keluarga beliau, yaitu dari keturunan Fathimah dari keturunan Hasan.

Namanya dan nama ayahnya sama dengan nama dan nama ayah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia menyerupai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sisi fisik, namun tidak sama dalam sifat. Wallahu a’lam. Beberapa Hadits Dhaif tentang Al-Mahdi Dari Ummu Salamah, istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Nabi, beliau bersabda: “Akan terjadi perselisihan saat wafatnya seorang khalifah, maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk Madinah melarikan diri ke Makkah.

Kemudian manusia dari penduduk Makkah mendatanginya dan mengeluarkan dari tempatnya. Kemudian mereka pun membai’atnya di suatu tempat di antara rukun Ka’bah (Hajar Aswad) dan Maqam Ibrahim, sedangkan ia membenci hal itu. Setelah itu dikirimlah pasukan dari Syam (untuk menyerangnya), namun pasukan itu dibinasakan oleh Allah di antara Makkah dan Madinah.

Ketika manusia melihat hal itu, maka ia didatangi oleh pemuka-pemuka negeri Syam dan Iraq untuk membai’atnya. Tidak lama kemudian muncullah seorang laki-laki dari kaum Quraisy yang didukung oleh paman-pamannya yang gigih. Akhirnya laki-laki itu mengalahkan khalifah tersebut. Itulah pasukan yang tangguh. Dan sungguh merugilah bagi mereka yang tidak sempat turut serta dengannya.

Laki-laki itu membagi-bagikan ghanimah serta mempraktikkan Sunnah Nabinya dan meneguhkan Islam di muka bumi. Hal itu berlangsung selama tujuh tahun, hingga akhirnya ia meninggal dan dishalati oleh kaum muslimin.

Abu Dawud berkata: Sebagian (perawi) dari Hisyam berkata: “Sembilan tahun.” Sebagian lagi berkata: “Tujuh tahun.” (Lihat Adh-Dha’ifah no. 1965) ‘Ali berkata –sembari ia melihat kepada anaknya, yakni Hasan– lalu berkata: “Sesungguhnya anakku ini adalah pemuka, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menamainya.

Dan akan lahir dari keturunannya seorang laki-laki yang dinamai seperti nama Nabi kalian. Ia menyerupai wajah Nabi kalian, namun berbeda dalam sifatnya.” Lalu ia menyebutkan sebuah kisah bahwa ia akan memenuhi bumi dengan keadilan. (lihat Al-Misykah no. 5462)1 Dari Hilal bin ‘Amr, aku telah mendengar Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, berkata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Akan keluar dari negara yang berada di belakang sungai seorang yang bernama Al-Harits bin Harrats, yang seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah di depan seorang yang bernama Manshur.

Ia mengukuhkan keluarga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana suku Quraisy memberikan kedudukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wajib bagi setiap mukmin menolongnya –atau ia berkata: menaatinya–.” (Lihat Al-Misykah no. 5458) Wal ‘ilmu ‘indallah wa fauqa kulli dzi ‘ilmin ‘alim.

(Ilmunya ada di sisi Allah, dan di atas setiap orang yang berilmu, masih ada orang yang lebih berilmu.) 1 Hadits ini dilemahkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu Lihat Sunan Abu Dawud no. 4290 (cet. Maktabah Al-Maarif) dan Al-Misykah no. 5458. Sumber: http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=513 Salaf secara bahasa maknanya adalah orang-orang yang mendahului kita. Sedangkan secara istilah adalah 3 generasi terbaik yang telah dijamin kebaikannya oleh Nabi shollallahu alaihi wasallam, yaitu para Sahabat Nabi, Tabiin, dan atbaaut Tabiin Seseorang yang mengikuti manhaj Salaf adalah orang yang berusaha memahami al-Quran dan Sunnah Nabi shollallahu alaihi wasallam dengan pemahaman para Ulama Salaf.

Mereka mengikuti bimbingan para Ulama Salaf dalam menjalani ajaran Dien ini. Bukan artinya mereka fanatik pada individu-individu Ulama Salaf tersebut, karena secara person tiap mereka (selain Nabi) tidaklah maksum (terjaga dari kesalahan).

Namun, jika Ulama Salaf telah sepakat (ijma’) tentang suatu permasalahan Dien, maka ijma’ mereka itu tidak akan pernah salah. Karena umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam tidak akan pernah bersepakat dalam sebuah kesalahan/ kesesatan. Para Ulama Salafus Sholih adalah ‘al-Jamaah’ yang harus diikuti.
Kita mengenal gelar-gelar seperti Habib, Sayyid, Syarif atau Maulana Sayyid… Gelar-gelar tersebut merupakan salah satu ciri Kaum Alawiyyin, keturunan Ali Zainal Abidin bin Hussain bin Fatimah binti Muhammad Rasulullah… Riwayat Ali Zainal Abidin Ketika Ali bin Abi Thalib (suami Fatimah binti Muhammad Rasulullah), memegang amanah ke-khalifahan, beliau menikahkan al-Husein puteranya, dengan seorang puteri Yazdigird, Kisra terakhir kekaisaran Persia yang bernama Shahrbānū.

Dari perkawinan inilah Ali Zainal Abidin dilahirkan. Ali Zainal Abidin, setelah dewasa dijuluki as-sajjad, karena banyaknya bersujud. Sedang gelar Zainal Abidin (hiasannya orang-orang ibadah) karena beliau selalu beribadah kepada Allah SWT.

Bila akan shalat wajahnya pucat, badannya gemetar. Ketika ditanya: Mengapa demikian? Jawabannya: “Kamu tidak mengetahui di hadapan siapa aku berdiri shalat dan kepada siapa aku bermunajat”.

Ali Zainal Abidin dilahirkan di kota Madinah pada tahun 33 H, atau dalam riwayat lain ada yang mengatakan 38 H. Beliau adalah termasuk generasi tabi’in. Beliau banyak meriwayatkan hadits dari ayahnya ( Al-Imam Husain), pamannya Al-Imam Hasan, Jabir, Ibnu Abbas, Al-Musawwir bin Makhromah, Abu Hurairah, Shofiyyah, Aisyah, Ummu Kultsum, serta para ummahatul mukminin/isteri-isteri Nabi SAW.

Mengenai beliau, beberapa Ulama berpendapat : Yahya Al-Anshari berkata, “Dia ( Al-Imam Ali Zainal Abidin) adalah paling mulianya Bani Hasyim yang pernah saya lihat.” Zuhri berkata, “Saya tidak pernah menjumpai di kota Madinah orang yang lebih mulia dari beliau.” Hammad berkata, “Beliau adalah paling mulianya Bani Hasyim yang saya jumpai terakhir di kota Madinah.” Abubakar bin Abi Syaibah berkata, “Sanad yang paling dapat dipercaya adalah yang berasal dari Az-Zuhri dari Ali dari Al-Husain dari ayahnya dari Ali bin Abi Thalib.” Amalan terkadang dilakukan secara tersembunyi.

Setelah wafat, barulah orang-orang mengetahui ternyata beliau, memikul tepung dan roti dipunggungnya guna dibagi-bagikan kepada keluarga-keluarga fakir miskin di Madinah. Beliau meninggal di kota Madinah pada tanggal 18 Muharrom 94 H, dan disemayamkan di pekuburan Baqi’, dekat makam dari pamannya, Al-Imam Hasan.

Beliau wafat dengan meninggalkan 11 orang putra dan 4 orang putri. Adapun warisan yang ditinggalkannya kepada mereka adalah ilmu, kezuhudan dan ibadah. Sumber : Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Hussein bin Ali bin Abi Thalib dan IMAM ALI ZAINAL ABIDIN Catatan Silsilah Ali Zainal Abidin Selain terhitung sebagai cicit Rasulullah, Ali Zainal Abidin melalui jalur ibunya, terhitung keturunan Kaisar Gao-Zu, Pendiri Dinasti Tang… Ali Zainal Abidin bin Shahrbānū (Shahr Banu, شهربانو, menikah dengan Imam Husein) binti Yazdigird III Sásání, King of Persia (16 June 632-651) bin Princess dau.

Gao-Zu (menikah dengan Sharíyár Sháh of Persia) binti Emperor Gāozǔ of Táng (566 – June 25, 635) atau Lǐ Yuān (李淵), Pendiri Dinasti Tang Sumber : Silsilah garis perempuan para Alawiyyin Al-Husaini ke para tokoh sejarah China Kuno Ali Zainal Abidin, juga terhitung sebagai keturunan Cyrus II “The Great”, yang oleh sebagian kalangan, dianggap sebagai Zulqarnain (QS.

Al Kahfi (18) ayat 83-98, kunjungi : Menemukan Zul-Qarnain, dalam Sejarah), bahkan menyambung juga kepada Nabi Daud (David [1st King] of Judah and Israel)… Ali Zainal Abidin bin Shahrbānū (Shahr Banu, شهربانو, menikah dengan Imam Husein) binti Yazdigird III Sásání, King of Persia (16 June 632-651) bin Sharíyár Sásání, Sháh of Persia bin Khusraw II (Parvez) 22nd Sásání king of Persia bin Hormizd IV 21st Sásání king of Persia bin Khusraw I of Persia bin Kavadh I of Persia bin Firuz II of Persia bin Yazdagird II of Persia bin Bahram V of Persia bin Yazdagird I of Persia bin Shapur III of Persia bin Shapur II “The Great” of Persia bin Ifra Hormuz binti Vasudeva of Kabul bin Vasudeva IV of Kandahar bin Vasudeva III of Kushans bin Vasudeva II of Kushans bin Kaniska III of Kushans bin Vasudeva I of Kushans bin Huvishka I of Kushans bin Kaniska of Kushanastan bin Wema Kadphises II of Kunhanas bin Princess of Bactria binti Calliope of Bactria binti Hippostratus of Bactria bin Strato I of Bactria bin Agathokleia of Bactriai binti Agathokles I of Bactriai bin Pantaleon of Bactria bin Sundari Maurya of Magadha (menikah dengan Demetrios I of Bactriai*), keturunan Raja Iskandar (Alexander III “The Great” of Macedonia)) binti Princess of Avanti (menikah dengan Brihadratna Maurya seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah Magadha**), keturunan King Ashoka) binti Abhisara IV of Avanti bin Abhisara III of Pancanada bin Abhisara II of Taxila bin Abhisara I of Taxila bin Rodogune Achaemenid of Persia binti Artaxerxes II of Persia bin Darius II of Persia bin Artaxerxes I of Persia bin Xerxes I “The Great” of Persia bin Atossa of Persia (menikah dengan Darius I of Pesia***), keturunan Bani Israil) binti Cyrus II “The Great” of Persia Sumber : The PEDIGREE of, Cyrus II `the Great’ (1st Shah) of PERSIA Susur Galur dari Raja Iskandar (Alexander III of Macedonia) *) Demetrios I of Bactriai bin Berenike of Bactria binti Princess of Syria binti Laodice I of Syria bin Aesopia the Perdiccid of Macedonia binti Alexander III ”The Great” of Macedonia Susur Galur dari King Ashoka **) Brihadratna Maurya of Magadha bin Dasaratha of Magadha bin Kunala of Taxila bin King Ashoka (Asoka) Vardhana Susur Galur dari Nabi Daud (Bani Israil) ***) Darius I of Persia bin Meshar binti Salathial bin Tamar binti Johanan bin Josias bin Amon bin Manasses bin Ezechias bin Achaz bin Joatham bin Uzziah bin Amaziah bin Joash bin Ozias bin Jehoram bin Jehoshapat bin Asa bin Abia bin Roboam bin Nabi Sulaiman bin Nabi Daud (David [1st King] of Judah and Israel) Apa yang dilakukan oleh Imam Ali ra., dengan menikahkan puteranya Al Hussain, dengan Shahrbānū, memberi teladan kepada kita, bahwa permasalahan kebangsaan, bukan suatu halangan, dalam membangun mahligai rumah tangga.

Sungguh sangat menyedihkan, apabila ada sekelompok masyarakat yang memandang “Keutamaan Nasab Keturunan”, sebagai syarat sebuah pernikahan.

Dan yang lebih membingungkan, hal tersebut juga terjadi pada sebagian keturunan Al-Imam Ali Zainal Abidin. Padahal satu-satunya barometer, bagi umat muslim dalam memilih pasangan hidup adalah taqwa. Sebagaimana ketika, Imam Ali bin Abi Thalib ditanya tentang pernikahan se-kufu’, beliau menjawab: “Semua manusia kufu’ satu dengan yang lainnya, baik Arab dengan Ajam, Quraisy dengan Hasyim, dengan syarat mereka sama-sama Islam dan beriman.” WaLlahu a’lamu bishshawab Artikel Lainnya… 01.

Kufu’ dalam Nikah, adalah Perkara dien 02. Rasulullah, keturunan ke-61 dari Nabi Ismail 03. Maulana Husain, Pelopor dakwah Nusantara AHLUL BAIT, CELAH ANTARA SUNNI DAN SYIAH Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat. 1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait.

Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”. Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim. 2.

QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya? Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As. 3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau. Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari: 1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg ‘nabi’ dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah. 3. Isteri-isteri beliau. 4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan ‘nasab’-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan. Seandainya ada anak lelaki beliau yang berkeluarga, dan ada anak lelaki pula, wah masalah pewaris tahta ‘ahlul bait’ akan semakin seru dan hebat.

Mungkin inilah salah satu mukjizat atau hikmah, mengapa Saidina Nabi Muhammad SAW tak diberi oleh Allah SWT anak lelaki sampai usianya dewasa dan berketurunan?. Pasti, perebutan waris tahta ahlul baitnya akan semakin dahsyat. Bagaimana tentang pewaris tahta ‘ahlul bait’ dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW. Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya. Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta ‘ahlul bait’.

Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah.

seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT. Ya jika Saidina Hasan dan Husein saja bukan Ahlul Bait, pastilah anak-anaknya dan keturunan berikutnya otomatis bukan pewaris Ahlul Bait, mereka murni adalah bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib.

Dengan demikian sudah waktunya kita menutup debat dan perbincangan masalah Ahlul Bait ini. Fihak-fihak baik kelompok sunni, habaib maupun kelompok syiah yang selama ini saling mengklaim bahwa mereka adalah keturunan ahlul bait itu, sebenarnya ridak ada haknya sebagai pewaris ahlul bait akibatnya telah menimbulkan peruncingan hubungan sesama Muslim.

seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

• geram rasenye membaca komen saudara.sila tambah ilmu saudara…banyk buku2 yg menceritakan dr mana asal usul syed/syarifah/sharif…inilah yg Baginda SAW risaukan.selepas kewafatan nya,ramai yg akan mengganggu keturunannya…jgnlah dihina mereka kerana iri hati dengan kelebihan yg ada… sila baca…. “Yang pertama sekali hendaklah kita ketahui bahwa Nabi SAW tidak meninggalkan anak laki-laki.

Anaknya yang laki-laki yaitu Qasim, Thahir, Thaib dan Ibrahim meninggal di waktu kecil. Sebagai seorang manusia yang berperasaan halus, beliau ingin mendapat anak laki-laki yang akan menyambung keturunan (nasab) beliau. Beliau hanya mempunyai anak-anak perempuan, yaitu Zainab, Rugayyah, Ummu Kaltsum dan Fathimah.

Zainab memberinya seorang cucu perempuan. Itupun meninggal dalam keadaan masih menyusu. Ruqayyah dan Ummu Kaltsum mati muda. Keduanya istri Usman bin Affan, meninggal Ruqayyah berganti Ummu Kaltsum (ganti tikar).

Ketiga anak perempuan inipun meninggal dahulu dari beliau. Hanya Fathimah yang meninggal kemudian dari beliau dan hanya dia yang memberi beliau cucu laki-laki. Suami Fathimah adalah Ali bin Abi Thalib. Abi Thalib adalah abang dari ayah Nabi dan yang mengasuh Nabi sejak usia 8 tahun.

Cucu laki-laki itu ialah Hasan dan Husain. Maka dapatlah kita merasakan, Nabi sebagai seorang manusia mengharap anak-anak Fathimah inilah yang akan menyambung turunannya. Sebab itu sangatlah kasih sayang dan cinta beliau kepada cucu-cucu ini. Pernah beliau sedang ruku’ si cucu masuk kedalam kedua celah kakinya. Pernah sedang beliau sujud si cucu berkuda keatas punggungnya. Pernah sedang beliau khutbah si cucu duduk ketingkat pertama tangga mimbar. At Tarmidzi merawikan dari Usamah bin Zaid, bahwa dia (Usamah) pernah melihat Hasan dan Husain berpeluk diatas kedua belah paha beliau.

Lalu beliau Saw berkata: “ Kedua anak ini adalah anakku, anak dari anak perempuanku. Ya Tuhan, aku sayang kepada keduanya”. Dan diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Bakrah, bahwa Nabi pernah pula berkata tentang Hasan: “Anakku ini adalah Sayyid (tuan), moga-moga Allah akan mendamaikan tersebab dia diantara dua golongan kaum Muslimin yang berselisih”.

Nubuwat beliau itu tepat, karena pada tahun 60 Hijriah Hasan menyerahkan kekuasaan kepada Muawiyah, karena tidak suka melihat darah kaum Muslimin tertumpah. Sehingga tahun 60 H ini dinamai “Tahun Persatuan”. Pernah pula beliau berkata: “Kedua anakku ini adalah SAYYIDA (Dua Tuan) dari pemuda-pemuda di Syurga kelak”.

Barang kali ada yang bertanya: ‘Kalau begitu jelas bahwa Hasan dan Husain itu cucunya, mengapa dikatakannya anaknya?”. Ini adalah pemakaian bahasa pada orang Arab, atau bangsa-bangsa Semit. Di dalam Al-Quran Surat ke-20 (Yusuf) ayat 6, disebutkan bahwa Nabi Ya’qub mengharap moga-moga Allah menyempurnakan ni’matnya kepada putranya, Yusuf, sebagaimana telah disempurnakannya ni’mat itu kepada kedua bapak sebelumnya, yaitu Ibrahim dan Ishaq.

Padahal yang bapak atau ayah dari Yusuf adalah Ya’qub. Ishaq adalah neneknya dan Ibrahim adalah nenek ayahnya. Diayat 20 (Yusuf): “Bapak-bapakmu Ibrahim dan Ishaq dan Ya’qub”.

Artinya nenek-nenek moyang disebut bapak, dan cucu-cicit disebut anak-anak. Menghormati keinginan Nabi yang demikian, maka seluruh ummat Muhammad menghormati mereka. Tidak pun beliau anjurkan, namun kaum Quraisy umumnya, Bani Hasyim dan keturunan Hasan dan Husain mendapat kehormatan istimewanya dihati kaum Muslimin.

Bagi Ahli-Sunnah hormat dan penghargaan itu biasa saja. Keturunan Hasan dan Husain dipanggilkan orang SAYYID, kalau untuk banyak SADAT. Sebab Nabi mengatakan “Kedua anakku ini menjadi SAYYID (Tuan) dari pemuda pemuda di Syurga”. Disetengah negeri disebut ‘SYARIF”, yang berarti orang mulia atau orang berbangsa, dan kalau banyak “ASYRAF”.

Yang hormat berlebihan sampai mengatakan Hasan dan Husain tidak pernah berdosa (Ma’shum) adalah kaum Syiah. Menjawab pertanyaan tentang benarkah Habib Ali Kwitang dan Habib Tanggul (Sholeh Alhamid) keturunan Rosululloh Saw?. Sejak zaman kebesaran Aceh telah banyak keturunan-keturunan Hasan dan Husain itu datang ke tanah air kita ini. Sejak dari semenanjung tanah Melayu, kepulauan Indonesia dan Pilipina. Harus diakui banyak jasa mereka dalam penyebaran Islam di seluruh Nusantara ini.

Penyebar Islam dan pembangun kerajaan banten dan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah yang diperanakkan di Aceh. Syarif Kebungsuan tercatat sebagai penyebar Islam ke Mindanau dan Sulu. Sesudah pupus keturunan laki-laki dari Iskandar Muda Mahkota Alam pernah bangsa Sayid dari keluarga Jamalullail jadi raja di Aceh. Negeri Pontianak pernah diperintah bangsa Sayid Al-Qadri. Siak oleh keluarga bangsa Sayid Bin Syahab.

Perlis (Malaysia) dirajai oleh bangsa Sayid Jamalullail. Yang Dipertuan Agung III Malaysia Sayid Putera adalah raja Perlis. Gubernur Serawak yang sekarang ketiga, Tun Tuanku Haji Bujang ialah dari keluarga Alaydrus. Kedudukan mereka dinegeri ini yang turun temurun menyebabkan mereka telah menjadi anak negeri dimana mereka berdiam. Kebanyakan mereka jadi ulama. Mereka datang dari Hadramaut dari keturunan Ahmad bin Isa Al-Muhajir dan Faqih Al-Muqoddam.

Mereka datang kemari dari berbagai keluarga. Yang kita banyak kenal ialah keluarga Alatas, Assegaf, Alkaf, Bafagih, Bilfaqih, Alaydrus, Bin Syeih Abu Bakar, Alhabsyi, Alhaddad, Bin Smith, Bin Syahab, Alqadri, Jamalullail, Assiry, Al-Aidid, Al-Jufri, Albar, Almusawwa, Ghathmir, Bin Agil, Al-Hadi, Basyaiban, Bamakhromah, Ba’abud, Bin Syaikhan, Azh-Zhahir, Bin Yahya dan lain lain.

Yang menurut keterangan almarhum Sayid Muhammad bin Abdurrahman bin Syahab telah berkembang menjadi 199 keluarga besar. Semuanya adalah keturunan dari Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa Al-Muhajir. Ahmad bin Isa Al-Muhajir lillah inilah yang berpindah dari Bashrah ke Hadramaut. Lanjutan silsilahnya ialah Ahmad bin Isa Al-Muhajir bin Muhammad Al-Naqib bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Bagir bin Ali Zainal Abidin bin Husain As-sibthi bin Ali bin Abi Thalib.

As-Sibthi artinya cucu, karena Husain adalah anak dari Fathimah binti Rosulillah SAW. Sungguhpun yang terbanyak adalah keturunan Husain dari Hadramaut itu, ada juga yang berketurunan Hasan yang datang dari Hejaz, keturunan Syarif-Syarif Makkah, tetapi tidak sebanyak dari Hadramaut.

Selain dipanggilkan Tuan Sayid, mereka dipanggilkan juga HABIB, di Jakarta dipanggilkan WAN. Di Serawak dan Sabah disebut TUANKU. Di Pariaman (Sumatra Barat) disebut SIDI. Mereka telah tersebar di seluruh dunia. Di negeri-negeri besar seperti Mesir, Baghdad (Iraq), Syam (Syria) dan lain-lain mereka adakan NAQIB, yaitu yang bertugas mencatat dan mendaftarkan keturunan-keturunan itu. Di saat sekarang umumnya telah mencapai 36-37-38 silsilahnya sampai kepada Sayyidina Ali dan Fathimah. Maka baik Habib Tanggul ( Sholeh Alhamid ) di Jawa Timur dan almarhum Habib Ali ( Alhabsyi ) di Kwitang Jakarta, memanglah mereka keturunan dari Ahmad bin Isa Al-Muhajir yang berpindah dari Bashrah ke Hadramaut itu, dan Ahmad bin Isa Al-Muhajir tersebut adalah cucu ke 6 (7) dari cucu Rosululloh, Husain bin Ali bin Abi Thalib.

Kepada keturunan-keturunan itu semuanya kita berlaku hormat dan cinta. Kepada mereka Rosululloh Saw berpesan: “Janganlah sampai orang lain datang kepadaku dengan amalnya, sedang kamu datang kepadaku dengan membawa Nasab dan keturunan kamu”.

Rosululloh Saw juga bersabda; “Andaikata Fathimah putri Muhammad mencuri, niscaya kupotong tangannya”. Sebab itu kita ulangilah seruan dari seorang ulama besar Alawy yang telah wafat di Jakarta ini, yaitu Sayid Muhamad bin Abdurrahman bin Syahab, agar generasi generasi yang datang kemudian dari turunan Alawy memegang teguh agama Islam, menjaga pusaka nenek moyang, jangan sampai tenggelam kedalam peradaban Barat.

Seruan beliau itupun seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah tetap memelihara kecintaan dan hormat Ummat Muhammad kepada mereka. • Dan diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Bakrah, bahwa Nabi pernah pula berkata tentang Hasan: “Anakku ini adalah Sayyid (tuan), moga-moga Allah akan mendamaikan tersebab dia diantara dua golongan kaum Muslimin yang berselisih”.

Semoga Atsar diatas cukuplah bagi kita tentang keutamaan ahlul bait khususnya Sayidina HAsan bin Ali Ra. karena di hadist yang lain juga diceritakan bahwa kelak dari keturunan Hasan bin Ali Ra. akan lahir manusia pilihan, Panglima Mujahidin Akhir ZamanImam yang mendapat petunjuk yaitu Muhammad bin Abdulloh Al Imamul Al-Mahdi Al Muntazar. Semoga Alloh menjaga keturunan Hasan bin Ali Ra.

dari berbagai fitnah dunia. dan sesuai dengan sabda BAginda Rasululloh SAW. bahwa calon imam akan keluar dari kota madinah menuju Kabbah Mekkah.

disanalah beliau “Imam mahdi” akan dibaiat. jelaslah bagi kita bahwa keturunan Hasan bin Ali Ra. kelak yang akan dibaiat menjadi imam kaum muslimin, dimana sang imam akan membersihkan kembali agama islam dari penyimpangan-penyimpangan. dan dari bani tamim akan muncul pasukan mujahidin yang akan dipimpin oleh Panglima Syuaib bin Sholeh dan akan menjadi pasukan tentara mujahidin untuk mendukung imam mahdi menegakkan kekhalifahan islam akhir zaman.

muhammad abdul aziz attamimi. pecinta ahlul bait ahlus sunah wal jamaah. • Alhamdulillah, Islam itu indah dan benar sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri. Fitrah itu tertanam dalam hati sanubari manusia sebagai sebab akibat ‘ikrar suci’ hamba-Nya yang Maha Lemah, manusia (QS. 7:172). Ikrar ini menunjukkan keberadaan manusia itu sama dihadapan Tuhan, Allah SWT dan Tuhan sendiri tidak pilih kasih walaupun dia keturunan apa.

Karena itu dalam Islam tidak ada diskriminasi antara satu orang atau satu kelompok dengan kelompok lainnya, dinilai derajat ketakwaan seseorang. Salah satu kegagalan dari keturunan Yahudi ya karena mereka menganggap ‘diri atau kelompok’-nya lain daripada kelompok lain, ya merasa mereka lebih dekat dan bahkan merasa lebih dikasih oleh Tuhan, Allah SWT dari manusia atau kelompok lain yang bukan seketurunannya (QS.

62:6). Nah, kalau saat ini setelah era Nabi Muhammad SAW masih ada kelompok seperti kaum Yahudi ini, katakanlah masih ada yang ngaku ‘keturunan’ nabi apalagi rasul atau Ahlul Bait dsb.

jelas ini tak sesuai lagi dengan maksud kedatangan dan misi Islam itu sendiri. Karena itu dalam Al Quran tidak kita temukan istilah ‘keturunan’ nabi apalagi rasul, yang ada hanya keturunan Ibrahim, keturunan Adam, keturunan Ishak dsb. (QS. 19:58). • Imam Ali Zainal Abidin berpidato Di Hadapan Yazid Lalu Imam Ali Zainal Abidin as naik mimbar. Setelah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, beliau berkata, “Wahai manusia, kami telah diberi enam perkara dan diunggulkan dengan tujuh perkara; kami diberi ilmu pengetahuan, kesantunan, kedermawanan, kefasihan bicara, keberanian, dan kecintaan di hati-hati kaum mukmin.

“Kami telah diunggulkan…… karena di antara kami terdapat Nabi yang termulia, Ali As-Shiddiq yang tepercaya, dan Ja‘far At-Thayyar yang terbang. Pada kamilah Singa Allah dan Singa Rasul-Nya. Pada kamilah penghulu segenap kaum wanita, dan pada kami pulalah dua cucu mulia umat ini. “Wahai manusia, barangsiapa mengenalku, maka sungguh dia telah mengenalku, seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah barangsiapa tidak mengenalku, akan kuperkenalkan asal-usul keturunanku.

“Aku adalah anak dari Makkah dan Mina (Nabi Ibrahim as). Aku adalah anak air sumur Zamzam dan Shafa (Nabi Ismail as). Aku adalah anak dari orang yang telah diisra’-mikrajkan dari Masjid Haram ke Masjid Aqsha. Aku adalah anak dari orang yang ditemani Malaikat Jibril ke Sidratul Muntaha (Nabi Muhammad saw). Aku adalah anak dari orang yang dekat dan didekatkan sehingga berada di antara dua sisi atau lebih dekat lagi. Aku adalah anak Muhammad Al-Musthafa.

Aku adalah anak Al-Murtadha.” Mulailah Imam Ali Zainal Abidin as menyebutkan silsilah keturunannya yang suci, sampai menjelaskan tragedi pembantaian di Karbala secara rinci. Para hadirin terkejut menyimak kenyataan yang sebenarnya terjadi sehingga ruangan itu bergemuruh dengan isak tangis mereka. Yazid khawatir akan terjadi perubahan yang merugikan dirinya. Segera dia memberi isyarat kepada muazin untuk mengumandangkan azan guna memotong pembicaraan Imam as.

Muazin mengumandangkan, “Asyhadu alla ilaha illallah.” Imam lalu berkata dengan khusyuk, “Aku bersaksi dengan darah dan dagingku.” Ketika muazin mengumandangkan, “Asyhadu anna Muhammadan Rrasulullah.” Imam as menoleh ke Yazid dan berkata kepadanya, “Muhammad ini, apakah kakekku atau kakekmu? Jika kau katakan bahwa dia adalah kakekmu, maka engkau telah berdusta.

Tetapi, jika kau mengakuinya sebagai kakekku, lalu mengapa engkau membunuh keturunannya?” Kaum muslimin menyesal atas sikap acuh mereka terhadap Imam Husain as ketika mereka melihat kezaliman dan kejahatan Yazid terus berlangsung [Apakah ada penyesalan ke 2 kaum muslim? –Benam kan itu semua dalam kedalaman berpikir teman teman — Jika Allah Swt berkehendak] • TETAP INGAT DAN WASPADA [Raja Jawa Joyoboyo] “Innallaha wa malaikatahu yusholluna ‘alan nabi.

Ya ayyuhalladziina amanu shollu ‘alaihi wa salamu taslima” (Q.S Al-Ahzab (33) ayat 56) [Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. al-Ahzab: 56).] Rasullullah bertanya kepada para sahabatnya, “Tahukah kalian siapa yang kikir?

Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Kemudian Beliau menjawab: “dia adalah yang bershalawat kepadaku tanpa menyebut keluargaku”. Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31) • dlm Islam mslh nasab hanya berdrskan pada kaum lelaki bukan perempuan (QS.

33:4-5). Istilah keturunan nabi, rasul atau ahlul bait tidak dikenal krn yg ada istilah keturunan Adam. Ibrahim dll. ya termasul keturunan Muhammad SAW, jd pakai nama ybs. Lalu, ktrn Saidina Muhammad SAW apakah ada? Ada hanya sampai pada Bunda Fatimah, setelah itu kalau pun ada ya keturunan Saidina Ali bin Abi Thalib. Dengan demikian, tidak dikenal adanya warisan ‘mahkota’ keturunan mani, rasul dan ahlil bait itu.

• apakah anda bersalawat waktu tahyat akhir? Ibrahim AS dan keluarganya berlanjut hingga Muhammad SAW, apakah Muhammad SAW keluarga (wa ala ali) beliau hanya sampai fatimah saja? Allah SWT itu adil, belajarlah dari sejarah, janganlah anda yang mengaku pengikut Muhammad menjadi pencela keluarga beliau, anda akan seperti orang yang mencintai kekasihnya tetapi melukainya, sungguh mmprihatinkan • Allah SWT melihat manusia itu dari takwanya krn itu Nabi Muhammad SAW menekankan putrinya Fathimah binti Muhammad SAW untuk beribadah dan bertakwa lebih dari orang lain bahkan hidup miskin harta ia jalani demi meraih surga (bandingkan dgn anak raja/president/para pejabat sekarang mana ada yg mau susah).

Keistimewaan akan Allah SWT berikan kpd siapa yang dikehendaki, Dia itu Al Jabbar, Al Qaadir (lihat bagaimana Allah SWT berkehendak memberikan keistimewaan kepada Maryam ibunda Nabi Isa (knp tidak pd laki2 sebayanya?) bahkan Nabi Dzakariya AS pun terpesona, beliaupun meminta diberikan keturunan yang mewarisi beliau lalu Allah SWT memberinya Nabi Yahya AS).

Akhlak Seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah SAW dan bunda Khadijah binti khuwailid kenyataannya menurun pada Fathimah dan keturunannya Sebagai orang di luar keturunan beliau saya merasakan dan menyaksikan, kecintaan ini seperti jg kecintaan usamah bin zaid kepada Rasul dan keluarga beliau.

Jangan khawatir tuan, anda bisa meraih pahala lebih, seperti yang didapat sahabat2 Rasul contoh Abu Bakar Asyidik, Umar bin khatab, Usman bin Afan mereka itu bisa meraih preidikat orang yang dicintai Rasul krn ketakwaan dn jg kecintaan mereka pada Rasul dan keluarga beliau.

• Betul ibu ruslimah… dalam tahyat akhir shalat seluruh kaum mukmim selalu mengucapkan shalawat dan salam kehadirat rasullullah dan keluarga serta seluruh keturunannya sampai akhir zaman…. karena itu yang diajarkan rasulullah kepada kita… semoga shalawat kita diterima…. Siapapun keturunan Rasulullah insya Allah akan merasakan cinta kaum mukmimin . kelak kita berharap dapat membantu perjuangan imam mahdi melalui anak dan cucu kita… Insya Allah • nabi muhammad s.a.w adalah nabi akhir zaman dan nabi terakhir,tidak ada nabi lagi setelahnya.beliau memiliki anak laki-laki namun mereka mening9al pada usia muda.Allah yg maha berencana.seandainya anak laki-laki baginda nabi besar muhammad s.a.w masih hidup sampai dewasa maka mereka akn menjadi nabi pula,begitu pula keturunan mereka yg laki-laki akn terus menjdai nabi.Allah telah menggariskan bahwa nabi muhammad s.a.w adalah nabi terakhir dan nabi akhir zaman maka dari itu Allah hanya menurunkan garis keturunan nabi melalui anak perempuannya yaitu sayydah fatimah azahrah.dengan begitu terputuslah garis kenabian dari nabi muhammad s.a.w kepada anak laki-lakinya.

namun al hasan dan al husen adalah cucu yg sangat beliau cintai sehingga beliau memang9il mereka ”anaku”.dari keturunan merekalah islam terus tersebar ke pelosok dunia hing9a sekarang. hanya allah lah yg maha tau lagi maha benar, • Benar… itu merupakan ciri ciri Rasulullah dalam kitab taurat… bahwasannya dia bukan anak laki dari laki manapun dan bukan pula bapak dari seorang laki laki manapun….

ayahnya Abdullah meninggal saat beliau masih dalam kandungan (yatim) serta anak laki lakinya yang berjumlah 3 orang meninggal saat kecil…. belum baligh. keturunannya melalui putrinya tercinta fatimah az zahra… itu telah disebut nabi SAW. Bahwa keturunannya dari putrinya….

• APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT? Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat. 1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait.

Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”. 2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya? 3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait menjadi universal: 1.

Kedua orang tua para nabi/rasul. 2. Saudara kandung para nabi/rasul. 3. Isteri-isteri beliau. 4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah bukan termasuk kelompok ahlul bait.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah.

Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim). Kesimpulan dari tulisan di atas, bahwa pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya seperti Saidina Hasan dan Husein maupun yang perempuan bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

• “Aisyah menyatakan bahwa pada suatu pagi, Rasulullah keluar dengan mengenakan kain bulu hitam yang berhias. Lalu, datanglah Hasan bin Ali, maka Rasulullah menyuruhnya masuk. Kemudian datang pula Husain lalu beliau masuk bersamanya. Datang juga Fathimah, kemudian beliau menyuruhnya masuk. Kemudian datang pula Ali, maka beliau menyuruhnya masuk, lalu beliau membaca ayat 33 surah al-Ahzab, “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” dalam Shahih Muslim adalah sebagai berikut: Yazid bin Hayyan berkata, “Aku pergi ke Zaid bin Arqam bersama Husain bin Sabrah dan Umar bin Seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah.

Setelah kami duduk, Husain berkata kepada Zaid bin Arqam, ‘Hai Zaid, kau telah memperoleh kebaikan yang banyak. Kau melihat Rasulullah, kau mendengar sabda beliau, kau bertempur menyertai beliau, dan kau telah salat dengan diimami oleh beliau. Sungguh kau telah memperoleh kebaikan yang banyak. Karena itu, sampaikan kepada kami hai Zaid, apa yang kau dengar dari Rasulullah!'” “Kata Zaid bin Arqam, ‘Hai kemenakanku, demi Allah, aku ini sudah tua dan ajalku sudah semakin dekat.

Aku sudah lupa sebagian dari apa yang aku dengar dari Rasulullah. Apa yang bisa aku sampaikan kepadamu terimalah dan apa yang tidak bisa aku sampaikan kepadamu janganlah kamu memaksaku untuk menyampaikannya.'” “Kemudian Zaid bin Arqam mengatakan, ‘Pada suatu hari Rasulullah berdiri dengan berpidato di suatu tempat air yang disebut Khumm antara Mekkah dan Madinah. Ia memuji Allah, kemudian menyampaikan nasihat dan peringatan, lalu beliau bersabda, Ketahuilah saudara-saudara bahwa aku adalah manusia seperti kalian.

Sebentar lagi utusan Tuhanku (malaikat pencabut nyawa) akan datang lalu dia diperkenankan. Aku akan meninggalkan untuk kalian dua hal yang berat, yaitu: 1) Al-Qur’an yang berisi petunjuk dan cahaya, karena itu laksanakanlah isi Al-Qur’an dan pegangilah. (Beliau mendorong dan mengimbau pengamalan Al-Qur’an). 2) Keluargaku. Aku ingatkan kalian agar berpedoman dengan hukum Allah dalam memperlakukan keluargaku (tiga kali)”.

Husain bertanya kepada Zaid bin Arqam, “Hai Zaid, siapa Ahlul Bait (keluarga) Rasulullah itu? Bukankah istri-istri beliau Ahlul Baitnya?” Kata Zaid bin Arqam, “Istri-istri beliau adalah Ahlul Baitnya, tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan menerima zakat sampai sepeninggal beliau.” Kata Husain, “Siapa mereka itu?” Kata Zaid bin Arqam, “Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far dan keluarga Abbas.” Kata Husain, “Apakah mereka semua diharamkan menerima zakat?” Jawab Zaid, “Ya.” Shahīh Muslim, vol.

7, hal. 130 Aisyah berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah saw keluar rumah menggunakan jubah (kisa) yang terbuat dari bulu domba. Hasan datang dan kemudian Rasulullah menempatkannya di bawah kisa tersebut.

Kemudian Husain seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah dan masuk ke dalamnya. Kemudian Fatimah ditempatkan oleh Rasulullah di sana. Kemudian Ali datang dan Rasulullah mengajaknya di bawah kisa dan berkata, “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab [33]:33)[4] Sunan at-Turmudzi, Kitab al-Manâqib Ummu Salamah mengutip bahwa Rasulullah saw menutupi Hasan, Husain, Ali dan Fatimah dengan kisa-nya, dan menyatakan, “Wahai Allah!

Mereka Ahlul Baitku dan yang terpilih. Hilangkan dosa dari mereka dan sucikanlah mereka!” Ummu Salamah berkata, “Aku bertanya pada Rasulullah saw, Wahai Rasul Allah! Apakah aku termasuk di dalamnya?” Beliau menjawab, “Engkau berada dalam kebaikan (tetapi tidak termasuk golongan mereka).” Imam Turmudzi menulis di bawah hadits ini, “Hadits ini shahīh dan bersanad baik, serta merupakan hadits terbaik yang pernah dikutip mengenai hal ini.” Telah bersabda Rasulullah s.a.w, “Al-Mahdi berasal dari umatku, dari keturunan anak cucuku.” (HR.

Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim) Salah satu tanda-tanda kiamat munculnya imam mahdi loh dan imam mahdi juga keturunan rasulullah(ahli bait), kalau tidak ada keturunan rasulullah berarti tidak ada imam mahdi, kalau tidak ada imam mahdi berati tidak ada kiamat hehehehe • Pertanyaannya ketika Imam Ali menikahkan Syahar Banu dengan Imam Husein as. Apakah karena ketaqwaannya? Setau saya justru alasan Imam menikahkan itu karena Nasab Syahar Banu sebagai putri Raja dan tidak boleh sembarangan dijadikan jariyah atau istri oleh orang lain, sehingga dipilihlah putra Mulia untuk menjadi suaminya…wallahu a’lam… • Ahlul Bait Bani (Keturunan) Fatimah Dan Ali Bin Abi Thalib Seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah Lebih Mulia Daripada Bani (Keturunan) Hindun Dan Abu Sufyan Yang Telah Memakan Hati Hamzah Bin Abdul Muthalib Di Perang Uhud.

Haruskah Kita Membai’at Mu’awiyah? Yang Sebelumnya Memimpin Pasukan Untuk Memerangi Pasukan Ali. Jika Dilihat Dari Sejarah Bani Abdul Muthalib Selalu Di Zalimi Oleh Bani Abu Sufyan. Biarkan Allah Yang Akan Menghakimi Bani “Pemakan Hati Hamzah Bin Abdul Muthalib:. • Mohon maaf, kita gak perlu ribut ribut, coba kita lihat secara jujur, apakah anda pernah lihat para habaib,sayyid yang ahlaqnya tidak mencerminkan ahlaq Rasulullah Saw ( walaupun mungkin ada segelintir yang agak nyleneh), liat ketawadu’annya, ketaqwaannya, menghargai sesama insan, tidak suka menghujat sesama muslim dst.

Mereka berusaha menerapkan ahlaq datuk besarnya Muhammad Rasullullah Saw kepada dirinya sendiri khususnya dan kepada umat muslim umumnya. Para habaib itu jelas keilmuannya. Karena ada sanadnya yang jelas. Tidak seperti kita modalnya Alquran dan hadist terjemahan, belum lagi sukaanya copy paste dari Google, yang kita tidak tahu darimana sanadnya.

Biar itu tukang becak Lah.atau tukang ojek lah, yang upload mana kita tahu, yang penting ada artikel yang bisa kita copas, untuk menyerang dan menghujat kelompok lain.

Padahal ada dalil dalil yg sahih dan Hasan, tapi tidak pernah kita buka dan tidak pernah kita cari.Karena dalil itu tidak menguntungkan kita. Kenapa kita masih ribut ngurusi masalah khilafiyah diantara sesama muslim. Kalau ada orang percaya akan ahlul bait, kenapa harus diributkan, memang mereka punya dasar yang kuat. Atau mungkin kita yang tidak percaya ahlul bait ngajinya masih kemaren sore kali.

Atau kita memang tutup mata dan telinga untuk pura pura tidak tahu. Karena Hal tsb tidak menguntungkan kelompok kita. Wallahua’lam. Rasullullah Saw menegaskan, InsyaAllah begini “Semua anak yang dilahirkan oleh ibunya bernasab kepada ayah mereka kecuali anak Fatimah; akulah wali mereka, akulah nasab mereka dan akulah ayah mereka”. • tidak sah solatnya.jika tidak menyebut salam kepada muhammad dan keluarganya.(.muhammad,ali,fatimah,hassan dan hussein) dan nabi ibrahim keluarga ibrahim…coba anda baca begini pada tahiyat akhir.allah humma soliala muhammad waala waasbihi ajmain.selamat atas nabi muhammad dan sahabatnya.sahkah solat anda.dengan itu kita wajib mencintai ahlul bayt muhammad.serta ahlul bayt nabi ibrahim…wallah huaaklam.

• Alhamdulillah, Ahlul Bait terus semakin berkembang existensinya dalam da’wah di jalan Allah. Kami tercatata sebagai turunan ke 6 dari Syech M. Arsyad Al Banjari (nama waktu kecil Ja’far, di Martapura), ke 9 dariSayyid Abdurrasyid Al Aydrus (Banjarmsin), dan ke 10 dari Sayyid Abdullah Al Aydrus (makam bliaudi Sulu Mindanao, dikenal sebagai Makam Datu Keramat oleh orang Filipina).

• PENYEWAAN RAHIM MERUPAKAN MENGEKSPLOITASI KEMISKINAN DAN MELANGGAR MARTABAT PEREMPUAN (LALITA KUMARA MANGALAM) Dalam prinsip ajaran Islam, maka IBU SEWAAN ADALAH NASAB DARI ANAK YANG DILAHIRKANNYA SENDIRI (QS. 19:34)! Dengan demikian Islam tidak mengenal istilah NASAB SANG PENDONOR bagi anak yang lahir misal karena berasal dari hasil SEL SPERMA maupun NUTHFAH (SEL SPERMA YANG SUDAH BERCAMPUR dengan SEL TELUR, QS.

16:4) titipan dari DONOR! Simak info seputar adanya upaya menjadi ibu sewaan ini: Bagaimana rasanya dibayar untuk mengandung anak orang lain? Mungkin bisa Moms tanyakan pada perempuan-perempuan di kota Anand di Negara Bagian Gujarat, India. Letaknya sekitar 600 km dari New Delhi. Di tempat ini tumbuh bak jamur klinik kehamilan dan bersalin, yang mengkhususkan diri merawat para perempuan yang meminjamkan rahim mereka untuk membesarkan perkawinan sperma dan sel telur dari pasangan asing.

Perempuan-perempuan di klinik ini perutnya hanya dipinjam sementara oleh banyak orang barat lantaran praktik sewa rahim di negara mereka terlalu mahal dan ilegal, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail. Setiap perempuan mendapatkan uang kompensasi sebesar Rp 90,1 juta per kehamilan.

Jumlah uang itu diakui mereka sangat membantu kehidupan warga desa miskin rata-rata hanya berpenghasilan Rp 14 ribu sehari. Sementara biaya melahirkan sekitar Rp 326,2 juta sudah dibayarkan oleh orangtua biologis si bayi.

Sarla Patelia, 40 tahun, warga Desa Manjipura sekitar 25 kilometer dari Anand sudah dua kali melahirkan bayi milik orang asing yakni 2009 dan 2012. Dari kelahiran itu dia mampu membangun rumah dua lantai dan memindahkan keluarganya.

Dr. Nayna Patel direktur Klinik Akanksha mengatakan sewa rahim di negaranya menjadi populer selain harga murah, paramedisnya dinilai sudah mampu melakukan itu, serta teknologi yang baik. “Perempuan di sini juga dikenal gaya hidup ketimuran. Mereka tidak suka menenggak minuman beralkohol, merokok, dan memakai narkotika,” ujar Patel Patel mengaku, kliennya tersebar ada di 34 negara.

Setiap klien dipatok sekitar US$ 28.000 atau sekitar Rp 322 juta untuk dicarikan ibu pengganti yang cocok dari puluhan wanita yang menawarkan diri.

Tapi larangan penyewaan rahim secara komersial sudah lama menjadi tuntutan banyak kelompok perempuan, termasuk Komnas Perempuan India. Ketuanya Lalita Kumara Mangalam mengatakan penyewaan rahim mengeksploitasi kemiskinan dan melanggar martabat perempuan. “Tidak ada penjelasan dan persetujuan. Satu-satunya alasan mereka menyewakan rahimnya agar bisa keluar dari kemiskinan. Jadi ini satu-satunya pilihan yang mereka punya. jika Anda melihatnya sebagai pilihan.

Dan begitu kata komersial masuk ke dalamnya, maka eksploitasi perempuan miskin dimulai”. http://nakita.grid.id/read/0221714/dibayar-mahal-untuk-mengandung-anak-orang-lain-kisah-sewa-rahim-di-india?page=all • APAKAH HUSSEIN BISA DIA BERNASAB PADA FATIMAH LALU DIABADIKAN MENJADI HUSSEIN BIN FATIMAH?

Al Quran tidak mengenal ‘nasab’ perempuan kecuali terhadap Isa Ibnu Maryam (QS. 19:34) atau terjadinya kelahiran anak yang di luar dari prinsip ‘pernikahan’. Simak info satu ini: Catatan Silsilah Al-Imam Ali Zainal Abidin (dari Zuriat Rasulullah, Kaisar Gao-Zu, Cyrus II of Persia, sampai keturunan Bani Israil) Kita mengenal gelar-gelar seperti Habib, Sayyid, Syarif atau Maulana Sayyid… Gelar-gelar tersebut merupakan salah satu ciri Kaum Alawiyyin, keturunan ALI ZAINAL ABIDIN ‘BIN’ FATIMAH BINTI MUHAMMAD RASULULLAH.… https://kanzunqalam.com/2011/05/05/catatan-silsilah-al-imam-ali-zainal-abidin-dari-zuriat-rasulullah-kaisar-gao-zu-cyrus-ii-of-persia-sampai-keturunan-bani-israil/ • Artikel Pilihan • 01.

Belajar Hidup Sehat dan Panjang Umur dari Budaya Masyarakat Jepang • 02. [Kelirulogi] Benarkah Gaji Guru di Masa Khalifah Umar Senilai 3 Ekor Sapi? • 03. Makhluk Cahaya dalam Perjalanan Isra Miraj Rasulullah • 04. Misteri Penghuni Kota Gaib Uwentira, Anak Keturunan Adam dari Alam Metafisika? • 05. [Misteri] Peta Bumi Kuno bukti keberadaan Sundaland, karya Penduduk Ekuador 12.000 tahun yang silam?

• 06. Kisah Ajaib Santri Nurul Fikri Yang Selamat dari Terjangan Tsunami Selat Sunda • 07. [Tutorial] Cara Memprediksi Jenis Kelamin bayi dalam Kandungan menurut Tradisi Cina Kuno • 08.

Misteri Arjuna dalam Kisah Mahabharata, yang singgah di Nusantara (Sumatera), pada sekitar 5.000 tahun yang silam ? • Tulisan Terakhir • Misteri Puyang Syekh Sutabaris, Guru Sunan Kalijaga dari Pulau Sumatera • Silsilah Keluarga Bacharuddin Jusuf Habibie • Negeri Palembang Menurut Ridwan Saidi • Dalil Adzan Ketika Memakamkan Jenazah, Menurut Hadits dan Pendapat Ulama Madzhab Sunni • Ketika Nabi Muhammad Puasa Rajab dalam Pandangan Tafsir Imam Nawawi • Identifikasi 3 Sosok Patih Gajah Mada Menurut Hikayat dan Naskah Kuno • [HOAX atau Shahih] Puasa Rajab Seperti Pahala Ibadah 700 Tahun?

seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

Berikut Penjelasan 20 Hadits Bulan Rajab • Bagaimana Pecandu Menjalani Hukuman di Masa Khalifah Umar? • Mengungkap Jati Diri Raja Majapahit Yang Menjadi Mualaf (Masuk Islam) • Bolehkah Shalat Wajib dengan Bermakmum Kepada Imam Yang Sedang Shalat Sunnah? • Mengapa Abu Jahal Tidak Marah Disebut Kafir?

seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah

Ini Penjelasannya • Silsilah Kekerabatan Prabowo Subianto dari Jalur Kesultanan Bima dan Madura • Bukan HOAX, Penemu Kamera Ternyata Seorang Ilmuwan Muslim • Prediksi Stephen Hawking: Bumi Bisa Hancur Akibat Invasi Alien? • Ketika Sayyidina Ali ditanya Jarak Bumi ke Matahari, dan Fakta Astronomi atas Jawabannya • Sains Mengungkap Keajaiban Sarang dan Kemampuan Matematis Lebah • Teknologi Teleportasi Era Nabi Sulaiman, Bakal Diterapkan Rusia Demi Pengembangan Ekonomi • Rocky Gerung disebut Calon Mualaf dan Dalil Perintah Mandi Ketika Masuk Islam • Misteri Jagad Semesta Parallel, dalam Identifikasi UFO dan Makhluk Alien • Kisah Black Hole dalam Al Quran, Terungkap Lewat Penelitian Fisika Modern • Misteri Bahtera Nuh Berbentuk Piramida dan Struktur Megalitik Gunung Padang • Mukjizat Rasulullah Tentang Ketepatan Jarak Makkah-Hajar dan Makkah-Bashra • Tak Banyak Yang Tahu, Inilah Rahasia Mengapa Rasulullah Begitu Dicintai Para Sahabatnya • Misteri Peradaban Tinggi di Kawasan Afrika Era Sebelum Masehi • [HOAX atau Fakta] Prabowo Punya Lahan Seluas 340 Ribu Hektare?

Berikut Penjelasannya • Misteri 5 Silsilah Garis Keturunan Nabi Khidir • Hubungan Kekerabatan Prabowo Subianto dengan Pelopor Pendirian Masjid Agung Semarang • Bukan Syirik! Inilah Makna Sujud Malaikat kepada Nabi Adam • Misteri Orang yang Menjadi Bugar Menjelang Kematian • Legenda dan Sejarah Lomba Perahu Bidar di Kota Palembang • Dahsyatnya Perang Nuklir, Ketika Kematian Menjadi Satu Keberuntungan • Mengapa Malam Gelap Gulita?

Bukankah Ada 200 miliar Bintang di Alam Semesta • [Fakta atau HOAX] Ronggowarsito Meramalkan Terjadinya Letusan Krakatau Tahun 1883 M? • Belajar Hidup Sehat dan Panjang Umur dari Budaya Masyarakat Jepang • Misteri Anak Ajaib, Yang Dapat Kontrol HIV di Dalam Tubuhnya • Masya Allah, Karya Unik Al Quran Tulisan Tangan Ini Memecahkan Rekor Dunia • Artikel Islami • 01.

[Bukti Ilmiah] Al Qur’an terjaga keasliannya, berdasarkan manuskrip kuno “University of Birmingham” ? • 02. [Misteri] Rekening Bank milik Usman bin Affan radhiallahu ‘anhu, dengan Potensi Income Tahunan mencapai 50 juta Riyal ?

• 03. [Misteri] 8.000 anggota Pasukan Mujahidin, yang bisa berjalan di atas air? • 04. Imam Malik berkata : “aku tidak tahu” ?

• 05. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah • 06. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

• 07. Masya ALLAH, inilah “batu memancarkan air”, yang diceritakan dalam Al Qur’an ? • 08. Misteri Astronomi di Langit Makkah dan Sejarah Penanggalan Kalender Hijriyah • English Articles • 01. Objection : The Stonehenge was built in 1954 ?

• 02. Christopher Columbus and Mansa Abu Bakr of Mali ? • 03. The Floating City of The Solution to Global Warming ? • 04. Muhammad “The Prophet”, in the Genealogy of the US President ? • 05. 5 Muslim Inventions, That We Can Still Feel the Benefits Today ? • 06. True Story : Finds long-lost mom using Google Earth? • 07. King Abdullah II of Jordan, the 43rd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ? • 08. Sultan Haji Hassanal Bolkiah of Brunei, the 42nd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

• Blog Stats • 18.100.984 Kunjungan • Artikel Populer • 01. Nabi Adam, dan misteri telapak kaki 200 juta tahun yang lalu ? • 02. [Misteri] Rekening Bank milik Usman bin Affan radhiallahu ‘anhu, dengan Potensi Income Tahunan mencapai 50 juta Riyal ? • 03. Misteri Uwais Al Qorni, manusia Penghuni Langit di masa kehidupan RASULULLAH? • 04. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) • 05.

Misteri Jenazah Utuh Korban AirAsia QZ8501, dan Mukjizat Jasad Syuhada Perang Uhud ? • 06. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah • 07. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi • 08. Rahasia Tubuh Ideal Rasulullah, dan Program Diet OCD Deddy Corbuzier ? • Visitor Online • Komentar Terbaru • La Ode Rahmad Gunanto pada [Misteri] Prabu Hayam Wuruk, menurut Sejarah Melayu ? • kanzunQALAM pada [Misteri] Keberadaan Leluhur Nusantara di Gua Shandingdong (China), sekitar 10.000 tahun yang silam?

• kanzunQALAM pada [Tutorial Praktis] Cara Memprediksi Jenis Kelamin bayi di dalam Kandungan, berdasarkan Tradisi Masyarakat Cina Kuno? • kanzunQALAM pada [Tutorial Praktis] Cara Memprediksi Jenis Kelamin bayi di dalam Kandungan, berdasarkan Tradisi Masyarakat Cina Kuno?

• kanzunQALAM pada [Tutorial Praktis] Cara Memprediksi Jenis Kelamin bayi di dalam Seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah, berdasarkan Tradisi Masyarakat Cina Kuno? • usman pada Meninjau Kembali Kisah Isra Miraj Rasulullah • Devi pada [Tutorial Praktis] Cara Memprediksi Jenis Kelamin bayi di dalam Kandungan, berdasarkan Tradisi Masyarakat Cina Kuno?

• krisna pada Arya Wiraraja, Pendiri Kerajaan Islam Tertua di Tanah Jawa ? • jhonadrian pada Tuanku Imam Bonjol, Nasab dan Perjuangannya ? • jhonadrian pada Tuanku Imam Bonjol, Nasab dan Perjuangannya ? • Ok pada Masya ALLAH, inilah “batu memancarkan air”, yang diceritakan dalam Al Qur’an ?

• WIDODOLAWAS pada Legenda AJISAKA, mengungkap zuriat NABI ISHAQ di NUSANTARA • Sjafruddin pada Kisah HOAX dibalik Foto Pengorbanan Induk Rusa, Ini Klarifikasi Sang Fotografer • Abdu1967 pada Siti Aisyah RA, menikah di usia 19 tahun • Sayid Faisal AlHabsyi pada Para Milyuner di sekitar Nabi Muhammad ? • Cari untuk: • Komentar Terbanyak • 01. [Tutorial] Cara Memprediksi Jenis Kelamin bayi dalam Kandungan menurut Tradisi Cina Kuno (348 komentar) • 02. Penduduk NUSANTARA dari luar Galaksi BIMASAKTI ?

(206 komentar) • 03. Misteri Leluhur Bangsa Jawa (186 komentar) • 04. Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza (170 komentar) • 05. ATHEIS dan LOGIKA (168 komentar) • 06. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (142 komentar) • 07. Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia (141 komentar) • 08.

Misteri Uwais Al Qorni, manusia Penghuni Langit di masa kehidupan RASULULLAH? (137 komentar) • Country ListMenu • 📖 SURAH-SURAH ALQURAN • 📗 HADITS SHAHIH • 📘 BULUGHUL MARAM • KITAB THAHARAH (BERSUCI) • KITAB SHALAT • KITAB JENAZAH • KITAB ZAKAT • KITAB SHIYAM • KITAB HAJJI • KITAB NIKAH • KITAB URUSAN PIDANA • KITAB HUKUMAN • KITAB JIHAD • KITAB MAKANAN • KITAB SUMPAH DAN NAZAR • KITAB MEMUTUSKAN PERKARA • KITAB MEMERDEKAKAN BUDAK • KITAB KELENGKAPAN • 🙏 DO’A SEHARI-HARI • 🔉 AUDIO PODCAST • 💬 KAMUS ISTILAH ISLAM • ❓ SOAL & PERTANYAAN AGAMA • 🔀 AYAT ALQURAN ACAK • 🔀 HADITS ACAK • 🔀 ARTIKEL ACAK • 🐫 LAINNYA … • Statistik Pencarian • Donasi • Beri Saran & Masukan • Tentang RisalahMuslim Kategori: Nama Nabi Nabi Muhammad (محمد‎) lahir di Mekkah, 570 M – meninggal di Madinah, 8 Juni 632 M) adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim.

Nabi Muhammad memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Nabi Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya.

Lahir pada tahun 570 M di Mekkah, ayahnya bernama Abdullah dan Ibunya bernama Aminah. Ayah Muhammad meninggal dunia ketika Muhammad berusia 2 bulan dalam perut ibunya, dan ibunya meninggal dunia ketika Muhammad berusia 6 tahun.

Setelah yatim piatu, Muhammad dibesarkan di bawah asuhan kakeknya Abdul Muthalib sampai berusia 8 tahun, kemudian Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib selama hampir 40 tahun. Perjalanan niaga pertama Muhammad dilakukan menuju Syam bersama pamannya Abu Thalib, ketika Muhammad berusia 12 tahun.

Pada perjalanan ini Abu Thalib diberitahu oleh Rahib Bahira bahwa Muhammad adalah calon nabi yang dijanjikan. Beranjak remaja, Muhammad bekerja sebagai pedagang.

Muhammad kadang-kadang mengasingkan diri ke gua sebuah bukit hingga bermalam-malam untuk merenung dan berdoa. Diriwayatkan dalam usia ke-40, Muhammad didatangi Malaikat Jibril dan menerima wahyu pertama dari Allah. Tiga tahun setelah wahyu pertama, Muhammad mulai berdakwah secara terbuka, menyatakan keesaan Allah dalam bentuk penyerahan diri melalui Islam sebagai agama yang benar dan meninggalkan sesembahan selain Allah. Muhammad menerima wahyu berangsur-angsur hingga kematiannya. Praktik atau amalan Muhammad diriwayatkan dalam hadis, dirujuk oleh umat Islam sebagai sumber hukum Islam bersama Al-Quran.

Muhammad bersama pengikut awal mendapati berbagai bentuk perlawanan dan penyiksaan dari beberapa suku Mekkah. Seiring penganiayaan yang terus berlanjut, Muhammad membenarkan beberapa pengikutnya hijrah ke Habsyah, sebelum Muhammad memulai misi hijrah ke Madinah pada tahun 622. Peristiwa hijrah menandai awal penanggalan Kalender Hijriah dalam Islam. Di Madinah, Muhammad menyatukan suku-suku di bawah Piagam Madinah. Setelah delapan tahun bertahan atas serangan suku-suku Mekkah, Muhammad mengumpulkan 10.000 Muslim untuk mengepung Mekkah.

Serangan tidak mendapat perlawanan berarti dan Muhammad berhasil mengambil alih kota dengan sedikit pertumpahan darah. Pada tahun 632, beberapa bulan setelah kembali ke Madinah usai menjalani Haji Wada, Muhammad jatuh sakit dan hingga akhirnya wafat. Muhammad meninggalkan Semenanjung Arab yang telah bersatu dalam pemerintahan tunggal Islam dan sebagian besar telah menerima Islam. Etimologi “ Muhammad” ( محمد بن عبد الله; diucapkan [mʊħɑmmæd] ) secara bahasa berasal dari akar kata semitik ‘H-M-D’ yang dalam bahasa Arab berarti “dia yang terpuji”.

Selain itu, dalam salah satu ayat Al-Qur’an, Muhammad dipanggil dengan nama “Ahmad” (أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berarti “terpuji”.

Sebelum masa kenabian, Muhammad mendapatkan dua gelar dari suku Quraisy (suku terbesar di Mekkah yang juga suku dari Muhammad) yaitu Al-Amiin yang artinya “orang yang dapat dipercaya” dan As-Saadiq yang artinya “yang benar”. Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasul Allāh (رسول الله), kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti “semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya”; sering disingkat “S.A.W” atau “SAW”) setelah namanya.

Muhammad juga mendapatkan julukan Abu al-Qasim yang berarti “bapak Qasim”, karena Muhammad pernah memiliki anak lelaki yang bernama Qasim, tetapi ia meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa.

Genealogi Silsilah keluarga Muhammad Silsilah Muhammad dari kedua orang tuanya kembali ke Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan. Silsilah sampai Adnan disepakati oleh para ulama, sedangkan setelah Adnan terjadi perbedaan pendapat. Adnan secara umum diyakini adalah keturunan dari Ismail bin Ibrahim, yang selanjutnya adalah keturunan Sam bin Nuh.

Walaupun demikian, terdapat sejarawan yang menyusun silsilah yang lebih jauh lagi. Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani, di salah satu riwayatnya menyebutkan silsilah hingga Adam. Silsilah tersebut adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr ( Quraisy) bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Udad bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya’rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim bin Tarih (Azar) bin Nahur bin Saru’ bin Ra’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamikh bin Mutusyalikh bin Akhnukh bin Yarda bin Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam.

Referensi: Wikipedia ۞ Variasi nama: Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Nabi Muhammad ﷺ, Nabi Muhammad, Muhammad ﷺ, Nabi ﷺ, Rasulullah ﷺ, Rasulullah, Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, shallallahu ‘alaihi wa sallam, shallallahu’alaihi wa sallam, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, shallallahu’alaihi wasallam, Muhammad Saw, Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam, Muhammad s.a.w, s.a.w Siapa itu Abu Daud?

Imam Abu Dawud. Adalah salah seorang perawi hadis, yang mengumpulkan sekitar 50.000 hadis lalu memilih dan menuliskan 4.800 di antaranya dalam kitab Sunan Abu Dawud. Nama lengkapnya adalah Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy’ats As-Sijistani. Untuk mengumpulkan hadis … • Imam Abu Dawud, Abu Dawud, Riwayat Abu Dawud, HR. Abu Dawud, Shahih Sunan Abi Dawud, Shahih Sunan Abi Dawud, Sunan Abi Dawud, Abi Dawud, Sunan Abu Dawud Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pencarian Terbaru • apa itu hilah • robbi laa tadzarni fardan wa anta khoirul waaritsin • arti ruqyatun dalam kamus • tasbih malaikat langit tertinggi • makna hadis لا يغلق الرهن • hadits menyusui dewasa • tafsir al anfal 50 • mvidiyo meyiksa twanan cewe hamil di ab ganistan • makna hadits makanan cukup untuk dua orang cukup untuk tiga orang • Radhiyallohu • radhiallahu wa Anna wa radhoh artinya • muwatta artinya • rabbanaghfirlana dzunubana waliwa • hadist sesungguhnya agama itu mudah • doa menerima sodaqoh
Perang Fijar Pada usia lima belas tahun, meletus Perang Fijar antara pihak Quraisy bersama Kinanah, berhadapan dengan pihak Qais Ailan.

Komandan pasukan Qaraisy bersama Kinanah dipegang oleh Harb bin Umayyah, karena pertimbangan usia dan kedudukannya yang terpandang.

Pada mulanya pihak Qais Ailan yang mendapat kemenangan. Namun kemudian beralih ke pihak Quraisy bersama Kinanah. Dinamakan Perang Fijar, karena terjadi pelanggaran terhadap kesucian tanah haram dan bulan_bulan suci. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ikut berga-bung dalam peperangan ini dengan cara mengumpulkan anak panah bagi paman_paman beliau untuk dilemparkan kembali ke pihak musuh.

[Lihat Fu’ad Hamzah, Qalbu Jaziratil ‘Arab, (Mesir: Al_Mathba’ah As_Salafiyyah wa Maktabuha, 1923 M), hal. 260] Hilful Fudhul Pengaruh dari peperangan ini, maka diadakanlah Hilful Fudhul pada bulan Dzulqaidah pada bulan suci, yang melibatkan beberapa kabilah Quraisy, yaitu Bani Hasyim, Bani Al_Muththalib, Bani Asad bin Abdul Uzza, Bani Zuhrah bin Kilab, dan Bani Taim bin Murrah. Mereka berkumpul di rumah Abdullah bin Jud’an At_Taimy karena pertimbangan umur dan kedudukannya yang terhormat.

Mereka mengukuhkan perjanjian dan kesepakatan bahwa tidak seorang pun dari penduduk Makkah dan juga yang lainnya yang dibiarkan teraniaya.

Siapa yang teraniaya, maka mereka sepakat untuk berdiri di sampingnya. Sedangkan terhadap siapa yang berbuar dzalim, maka kedzalimannya harus dibalaskan terhadap dirinya.

Perjanjian ini juga dihadiri oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku pernah mengikuti perjanji-an yang dikukuhkan di rumah Abdullah bin Jud’an, suatu perjanjian yang lebih aku sukai daripada keledai yang terbagus. Andaikata aku diundang untuk perjanjian itu semasa Islam, tentu aku akan memenuhuinya.” Syaikh Shafiyyurrahman Al_Mubarakfury mengatakan bahwa ruh dari perjanjian itu adalah menghilangkan keberanian model Jahiliyah yang lebih banyak dibang-kitkan oleh rasa fanatisme.

[Lihat Shafiyyurrahman Al_Mubarakfury Ar_Rahiqul Makhtum Bah-tsun fis Sirah An_Nabawiyah ‘Ala Shahibiha Afdhalish Shalati was Salam, hal. 82] Mengembalakan Kambing Pada masa awal remajanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mempu-nyai pekerjaan tetap. Hanya saja beberapa riwayat menyebutkan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menggembala kambing di kalangan Bani Sa’d bin Bakr dan juga di Makkah dengan imbalan uang beberapa dinar. [Lihat Muhammad Al_Ghazaly, Fiqhus Sirah, (Mesir: Darul Al_Kitab Al_Araby, 1375 H / 1955 M), cet.

2, hal. 52] Menikah dengan Khadijah Pada usia dua puluh lima tahun, beliau pergi berdagang ke Syam untuk men-jalankan barang dagangan milik Khadijah. Ibnu Ishaq menuturkan bahwa Khadijah binti Khuwalid adalah seorang wanita pedagang, terpandang, dan kaya raya. Dia biasa menyuruh orang_orang untuk menjalankan barang dagangannya dengan membagi sebagian hasilnya kepada mereka, karena orang_orang Quraisy memiliki hobi berdagang.

Tatkala Khadijah mendengar kabar tentang kejujuran perkataan beliau, kredibilitas, dan kemuliaan akhlaq beliau, maka dia pun mengirim utusan dan menawarkan kepada beliau agar berangkat ke Syam untuk menjalankan barang dagangannya. Dia siap memberikan imbalan jauh lebih banyak dari imbalan yang pernah dia berikan kepada pedagang yang lain. Tetapi beliau harus pergi bersama seorang pembantu yang bernama Maisarah. Beliau menerima tawaran ini, maka beliau berangkat ke Syam untuk berdagang dengan diserta Maisarah.

[Lihat Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub Al_Humary, As_Sirah An_ Nabawiyah, (Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Musthafah Al_Baby Al_Halaby wa Auladuhu, 1375 H), cet.

2, hal. 1/187-188] Setibanya di Makkah dan setelah Khadijah bin Khuwalid tahu bahwa keuntungan dagangannya yang melimpah, yang tidak pernah dilihatnya sebanyak itu sebelumnya, apalagi setelah pembantunya, yaitu Maisarah mengabarkan kepadanya apa yang dilihatnya pada diri beliau selama menyertainya, bagaimana sifat_sifat beliau yang mulia, kecerdikan dan kejujurannya, maka seakan_akan Khadijah binti Khuwalid mendapatkan barangnyanya yang pernah hilang dan sangat diharapkannya.

Sebenarnya sudah banyak para pemuka dan pemimpin kaum yang hendak menikahinya, tetapi dia tidak mau. Tiba_tiba saja dia teringat seorang rekannya, yaitu Nafisah binti Munyah. Dia meminta agar rekannya ini menemui beliau dan membuka jalan agar mau menikah dengan Khadijah binti Khuwalid. Ternyata beliau menerima tawaran itu, lalu beliau menemui paman_ pamannya. Kemudian paman_paman beliau menemui paman Khadijah binti Khuwalid untuk mengajukan lamaran. Setelah semuanya dianggap beres, maka pernikahan siap dilaksanakan.

Adapun yang ikut hadir dalam pelaksanaan akad nikah adalah Bani Hasyim dan para pemuka Bani Mudhar. Hal ini terjadi dua bulan sepulang beliau dari Syam. Maskawin beliau adalah dua puluh ekor unta muda. Usia Khadijah binti Khuwalid sendiri adalah empat puluh tahun, yang pada masa itu dia merupakan wanita yang paling terpandang, cantik, pandai, dan kaya.

Dia adalah wanita pertama yang dinikahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah. Beliau tidak pernah menikahi wanita lain hingga Khadijah binti Khuwalid meninggal dunia. Putra_putri beliau – selain Ibrahim dilahirkan dari Maria Al_Qibthiyah – dilahirkan dari Khadijah binti Khuwalid adalah Al_Qasim – dengan nama ini beliau dijuluki Abul Qasim –, Abdullah – dia dijuluki Ath_Thayyib dan Ath_Thahir –, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum, dan Fatimah.

Semua putra beliau meninggal dunia selagi kecil. Sedangkan semua putri beliau sempat menjumpai Islam, dan mereka memeluk Islam serta ikut hijrah. Hanya saja mereka semua meninggal dunia selagi beliau masih hidup, kecuali Fatimah. Dia meningga dunia selang enam bulan sepeninggalan beliau, untuk bersua dengan beliau. Al_Hafizh Ibnu Hajar Al_Asqalani mengatakan bahwa ada sedikit perbedaan di antara beberapa seorang ilmuwan keturunan nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang lahir di delhi pada tahun 1817 adalah referensi tentang hal di atas.

Tetapi yang kami tulis di sini adalah pendapat yang paling kuat. [Lihat Ahmad bin ‘Ali bin Hajar Al_Asqalany, Fathul Bari, (Kairo: Al_Mathba’ah As_Salafiyah wa Maktabuha, tt), hal. 7/507] Bersambung …………… Silakan Lihat Tulisan Lainnya Di Bawah ini : • Gambaran Masyarakat Arab Jahiliyah: Kondisi Sosial • Gambaran Masyarakat Arab Jahiliyah: Kondisi Akhlaq • Gambaran Masyarakat Arab Jahiliyah: Kondisi Politik dan Agama • Nasab Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam • Keluarga Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam • Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan 40 Tahun Sebelum Nubuwah (Bagian 1) • Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan 40 Tahun Sebelum Nubuwah (Bagian 2) • Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan 40 Tahun Sebelum Nubuwah (Bagian 3) • Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan 40 Tahun Sebelum Nubuwah (Bagian 4) 5 Comments • Ping balik: Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan 40 Tahun Sebelum Nubuwah (Bagian 1) « Blog Guru SMP Negeri 1 Kikim Barat Kabupaten Lahat • Ping balik: Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan 40 Tahun Sebelum Nubuwah (Bagian 2) « Blog Guru SMP Negeri 1 Kikim Barat Kabupaten Lahat • Ping balik: Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dan 40 Tahun Sebelum Nubuwah (Bagian 4) « Blog Guru SMP Negeri 1 Kikim Barat Kabupaten Lahat • Ping balik: Di Bawah Lindungan Nubuwah Dan Risalah « Blog Guru SMP Negeri 1 Kikim Barat Kabupaten Lahat • Kategori Tulisan • Biografi Singkat • Cucu-Cucu Rasulullah • Istri-Istri Rasulullah • Khulafaur Rasyidin • Putra-Putri Rasulullah • Sahabat Rasulullah • Shahabiyah Rasulullah • Kategori Artikel • Artikel Islam • Artikel Pendidikan • Kategori Download • Download Artikel-Artikel Islam • Download Film-Film • Download Kitab-Kitab Ulama • Download KTSP dan Buku BSE • Download Softwere • Kategori Islam • Adzan dan Iqamah • Kumpulan Shalat Fardhu • Kumpulan Shalat Sunnah • Sifat Mandi Wajib Nabi saw • Sifat Tayamum Nabi saw • Sifat Wudhu Nabi saw • Sirah Nabawiyah • Thaharah • Kategori Pendidikan • Info Pendidikan • Keterampilan Mengajar Guru • Media Pembelajaran • Metode Pembelajaran • Motivasi Belajar • Penelitian Tindakan Kelas (PTK) • Psikologi Pendidikan • Sertifikasi Guru • Kategori Umum • Kumpulan Logo • Tutorial Postingan Terbaru 2016 • Bazzar Pakaian Murah di SMP Negeri 10 Lahat • Audit Eksternal ISO 9001:2015 SMP Negeri 10 Lahat Oleh PT.

DELTA PAS Internasional • Haflah Akhirussanah Program Tahfizhul Qur’an Juz Ke-30 • Langkah-Langkah Melaporkan Pajak PNS-TNI Polri di DJP Online • Ayo Buruan Daftar.!

SMP Negeri 10 Lahat Menerima Peserta Didik Baru (Jalur Non Tes) • Sebaiknya …! Jangan Menyingkat Tulisan Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam” dengan “SAW” • Tertibnya…!!! Suasana Pembagian Hasil Belajar Ulangan Harian dan Try-Out di SMP Negeri 10 Lahat Komentar Terakhir Anti pada Download Kitab Fathul Baari Ji… Anonim pada Download Kitab Manajemen Qalbu… shoniya pada Download Standar Isi, Standar… Go Anime pada SMA 1 Metro Lampung Juara I Ol… maryanto pada Download Kitab Madarijus Salik… muna pada Metode Sosiodrama dan Bermain… Karyanto pada Download Rpp, Silabus, Prota,… oH Nadia pada Download Rpp, Silabus, Prota,… Nanang khosim pada Download KTSP Orang pada Struktur Organisasi Top Posts & Halaman • Metode Membaca (Reading Method) • Teknik Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) • Download Kitab Madarijus Salikin (Pendakian Menuju Allah) - Ibnu Qayyim Al Jauziyah • Teknik-Teknik Pemantauan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) • Macam-Macam Media Pembelajaran • 1.

Profil Sekolah • Biografi Singkat: Khadijah binti Khuwailid • Download Kitab Manajemen Qalbu Karya Ibnu Qayyim Al Jauziyyah • Metode Muthla’ah (Membaca) Cari Awan Tag Tulisan anak didik belajar biografi singkat download guru Islam istri nabi Muhammad keluarga nabi muhammad KETERAMPILAN khulafaur rasyidin membaca mengarang metode metode audio visual metode bahasa arab metode bahasa asing metode bermain peran metode ceramah metode diskusi metode drill metode eksprimen metode herbart metode imlak metode insya’ metode kerja kelompok metode latihan metode menyelubung metode muhadasan metode musyawarah metode muthla’ah metode problem solving metode proyek metode psikodrama metode scrates metode simulasi metode sisipan metode sosiodrama metode Tanya jawab metode wrapping Metodologi metodologi pembelajaran pendidikan role playing sahabat nabi sejarah nabi muhammad sekolah Shalat sirah siswa ujian nasional

Keturunan Nabi Muhammad SAW? - 4 Sosok Ini Pernah Bikin Geger!




2022 www.videocon.com