Varian baru covid 19 omicron

varian baru covid 19 omicron

Situasi COVID-19 di Indonesia dan beberapa negara lain sedang membaik, tapi perkiraan terjadinya gelombang ketiga masih diwaspadai. Selain risiko lonjakan kasus di tengah libur natal dan tahun baru, baru-baru ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan adanya varian terbaru COVID-19 yang disebut dengan varian Omicron. Apa itu varian Omicron COVID-19? Pada 26 November 2021, WHO mengumumkan adanya varian baru virus SARS-CoV-2 yang disebut dengan Omicron.

Varian ini pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada tanggal 24 November 2021. Tak berapa lama, WHO segera menyatakan bahwa varian yang memiliki strain B.1.1.529 sebagai kategori varian perlu yang perlu diwaspadai (variants of concern).

Itu artinya, varian ini memiliki karakter yang perlu diwaspadai seperti varian Delta, Gamma, Beta, dan Alpha. Varian Omicron memiliki sekitar 30 kombinasi mutasi dari sejumlah varian COVID-19 sebelumnya seperti C.12, Beta dan Delta. Mutasi pada spike protein yang dimiliki Omicron dikhawatirkan akan membuat virus lebih cepat menular dibanding varian Delta dan memungkinkan terjadinya reinfeksi atau infeksi berulang.

Hingga saat ini WHO masih melakukan pengamatan lebih dalam mengenai varian baru ini dan akan terus memperbarui informasi sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Meski begitu, WHO menegaskan bahwa vaksin, pengobatan, dan pencegahan yang dilakukan selama ini masih varian baru covid 19 omicron dalam melawan berbagai varian virus penyebab COVID-19. Sebaran varian Omicron COVID-19 Varian ini pertama kali dilaporkan Afrika Selatan kepada WHO pada 24 November 2021.

Afrika Selatan telah mengalami tiga kali gelombang wabah COVID-19, gelombang terakhir didominasi oleh varian Delta. Hanya saja, beberapa minggu terakhir infeksi COVID-19 kembali meningkat tajam bersamaan dengan ditemukannya strain B.1.1.529.

varian baru covid 19 omicron

Selain Afrika Selatan, beberapa negara yang mengonfirmasi adanya kasus varian B.1.1.529 adalah Inggris, Kanada, Hongkong, Botswana, Australia, Italia, Belgia, dan Rep. Ceko. Selain itu, varian ini juga kemungkinan sudah masuk ke negara Jerman, Denmark, Belanda, dan Austria.

Kemunculan varian baru ini menimbulkan kekhawatiran, termasuk bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Perkembangan terkini menyebut bahwa varian omicron sudah terdeteksi ada di Indonesia per tanggal 16 Desember 2021. Peneliti masih melakukan pengamatan lebih lanjut, untuk mencari tahu penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Afrika terkait penyebaran varian baru atau adanya faktor lain.

Apa beda Omicron dengan varian COVID-19 lainnya?

varian baru covid 19 omicron

Dibandingkan dengan varian Delta sebelumnya, varian B 1.1.529 menggandakan dirinya 70 kali lebih cepat di jaringan yang melapisi saluran udara, yang dapat memfasilitasi penyebaran dari orang ke orang. Akan tetapi, di jaringan paru-paru, varian ini bereplikasi 10 kali lebih lambat daripada versi asli virus corona.

Ini menandakan efeknya pada paru-paru cukup ringan atau tidak parah. Dr. Michael Chan Chi-wai menegaskan, “Penting untuk dicatat bahwa tingkat keparahan penyakit pada manusia tidak hanya ditentukan oleh replikasi virus tetapi juga oleh respons imun setiap orang terhadap virus. Infeksi yang terkadang bisa berkembang menjadi peradangan yang mengancam jiwa.” Sebelumnya studi melaporkan kemungkinan varian B 1.1.529 yang tidak terdeteksi lewat tes antigen.

Namun, kabar terbaru menunjukkan bahwa tes antigen butuh waktu lebih lama mendeteksi varian baru ini. FDA pun menegaskan jika tes antigen bisa mendeteksi varian, tetapi sensivitasnya kurang. Penelitian yang diterbitkan bulan Desember ini pada British Medical Journal menunjukkan berbagai gejala dari pasien yang terinfeksi varian omicron yang paling sering dikeluhkan, di antaranya: • Pilek • Sakit kepala • Kelelahan (baik ringan atau parah) • Terus-menerus bersin • Sakit tenggorokan “Kebanyakan mengalami hidung meler, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat,” kata Dr.

John Vanchiere dari Center for Emerging Viral. “Batuknya pun lebih ringan daripada varian sebelumnya.

varian baru covid 19 omicron

Ada yang tidak batuk sama sekali, demam jarang terjadi.” Gejalanya ini muncul lebih cepat setelah seseorang terinfeksi. Masa inkubasi atau waktu yang diperlukan untuk mengembangkan gejala setelah terpapar, yakni sekitar tiga hari. Sementara, varian Delta membutuhkan waktu sekitar empat hari, dan varian aslinya membutuhkan waktu lebih dari lima hari. Sebagian besar orang yang terinfeksi varian Omicron memiliki gejala campuran yang sembuh dengan relatif cepat dan tidak memerlukan varian baru covid 19 omicron di rumah sakit.

Tidak menutup kemungkinan, ada juga beberapa pasien yang merasakan gejala khas dari sebagian besar kasus Covid-19, yakni: • demam yang ditandai dengan kenaikan suhu tubuh, • batuk yang terjadi terus-menerus selama lebih dari satu jam, atau beberapa kali batuk 24 jam yang lebih buruk dari batuk biasa, serta • kehilangan kemampuan untuk mencium bau dan merasakan makanan (anosmia).

Jika Anda atau keluarga di rumah sedang mengalami gejala Covid-19 yang disebutkan di atas, terutama anosmia, segeralah periksa ke dokter untuk memastikan kondisinya lebih lanjut dan memperoleh pengobatan yang tepat.

Mampukah vaksinasi melawan varian Omicron COVID-19? Penelitian awal menunjukkan kemungkinan adanya peningkatan risiko infeksi ulang terhadap varian ini. Maksudnya, orang yang sebelumnya pernah terinfeksi COVID-19 akan lebih mudah terinfeksi ulang terhadap varian ini.

Walaupun demikian, informasi mengenai hal tersebut masih terbatas, dan peneliti masih melakukan pengamatan lebih lanjut. Varian B 1.1.529 mencengkeram sel lebih erat, menahan beberapa antibodi. Sebagian antibodi bisa memberikan perlawan terhadap virus ini, namun sebagian lagi tidak bisa memberikan perlawanan karena virus menempel sangat erat.

varian baru covid 19 omicron

Hal tersebut memungkinkan penurunan efikasi dari vaksinasi. Meski begitu, vaksin COVID-19 masih terus dijadikan langkah tepat untuk melindungi seseorang dari infeksi yang menimbulkan gejala parah serta menurunkan risiko kematian bila terkena. Peneliti beranggapan vaksinasi booster dapat menawarkan perlindungan lebih, sehingga hal ini sedang dalam tahap pengamatan lebih lanjut. Saat ini di Indonesia vaksin booster hanya diperuntukkan oleh tenaga medis.

Selain vaksin, pencegahan penyebaran virus COVID-19 juga bisa dilakukan dengan menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Beberapa negara juga telah membatasi masuknya turis dari negara-negara yang terkonformasi kasus varian B.1.1.529, dan memperketat anjuran karantina mandiri bagi orang-orang yang baru datang dari luar negeri.

Per tanggal 29 November 2021, Indonesia juga telah memberlakukan larangan masuk sementara pendatang dari negara yang terkonfirmasi memiliki kasus Omicron, pemberlakuan 14 hari karantina untuk pendatang dari negara yang kemungkinan memiliki varian ini, dan pengetatan syarat masuk lainnya.

Sementara itu, kita harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menghindari bepergian ke luar negeri, dan menggunakan masker. Jika Anda belum mendapat vaksin, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendaftar vaksinasi COVID-19.

Center for Devices and Radiological Health. (n.d.). SARS-COV-2 viral mutations: Impact on COVID-19 tests. Retrieved January 07, 2022, from https://www.fda.gov/medical-devices/coronavirus-covid-19-and-medical-devices/sars-cov-2-viral-mutations-impact-covid-19-tests#omicronvariantimpact Doucleff, M., & Stone, W.

(2022, January 06). What we know about the symptoms – and the severity – of the Omicron variant. Retrieved January 07, 2022, from https://www.npr.org/sections/health-shots/2022/01/06/1070622880/what-we-know-about-the-symptoms-and-the-severity-of-the-omicron-variant Adamson, B., Sikka, R., Wyllie, A. L., & Premsrirut, P.

(2022). Discordant sars-COV-2 PCR and rapid antigen test results when infectious: A December 2021 occupational case series. doi:10.1101/2022.01.04.22268770 Update on Omicron. WHO. Retrieved January 07, 2022, from https://www.who.int/news/item/28-11-2021-update-on-omicron Coronavirus disease 2019 (covid-19).

(2021, November 23). Retrieved January 07, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/symptoms-causes/syc-20479963 Classification of omicron (B.1.1.529): SARS-COV-2 variant of concern.

(n.d.). Retrieved January 07, 2022, from https://www.who.int/news/item/26-11-2021-classification-of-omicron-(b.1.1.529)-sars-cov-2-variant-of-concern Tracking sars-COV-2 variants. WHO. Retrieved January 07, 2022, from https://www.who.int/en/activities/tracking-SARS-CoV-2-variants/ New covid-19 variant detected in South Africa. (2021, November 26).

Retrieved January 07, 2022, from https://www.nicd.ac.za/new-covid-19-variant-detected-in-south-africa/ HKUMed finds Omicron Sars-COV-2 can infect faster and better than Delta in human bronchus but with less severe infection in lung. HKU Li Ka Shing Faculty of Medicine. (n.d.). Retrieved December 22, 2021, from https://www.med.hku.hk/en/news/press/20211215-omicron-sars-cov-2-infection Iacobucci, G.

(2021). Covid-19: Runny nose, headache, and fatigue are commonest symptoms of omicron, early data show. BMJ, n3103. doi: 10.1136/bmj.n3103 Frequently asked questions for the B.1.1.529 mutated SARS-COV-2 lineage in South Africa.

(2021, November 26). Retrieved January 07, 2022, from https://www.nicd.ac.za/frequently-asked-questions-for-the-b-1-1-529-mutated-sars-cov-2-lineage-in-south-africa/ Lubin, J. H., Markosian, C., Balamurugan, D., Pasqualini, R., Arap, W., Burley, S.

K., & Khare, S. D. (2021). Structural models of SARS-COV-2 omicron variant in complex with ACE2 receptor or antibodies suggest altered binding interfaces. https://doi.org/10.1101/2021.12.12.472313 none
Dua sub-varian Omicron terbaru, varian BA.4 dan BA.5 dipandang menjadi penyebab melonjaknya kasus baru Covid-19 yang dilaporkan di Afrika Selatan, kata Organisasi Kesehatan Dunia WHO hari Rabu (4/5/2022), menekankan pentingnya pengujian untuk memantau mutasi dan penyebaran virus.

(Sumber: Straits Times) Penulis : Edwin Shri Bimo - Editor : Fadhilah JENEWA, KOMPAS.TV - Dua sub-varian Omicron terbaru, varian BA.4 dan BA.5 disebut menjadi penyebab melonjaknya kasus baru Covid-19 yang dilaporkan di Afrika Selatan, kata Organisasi Kesehatan Dunia WHO pada Rabu (4/5/2022).

Karena itu, WHO menekankan pentingnya pengujian untuk memantau mutasi dan penyebaran virus, varian baru covid 19 omicron dilaporkan Straits Times, Kamis (5/5/2022). Varian Omicron yang varian baru covid 19 omicron bermutasi dan sangat mudah menular dari Covid-19, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November tahun lalu dan menyebar dengan cepat secara global, kini menjadi varian dominan, terhitung hampir semua kasus baru.

Omicron lama dikenal memiliki beberapa sub-varian, dengan BA.2 sejauh ini yang paling dominan. Namun, sekarang para ilmuwan Afrika Selatan yang pertama kali mengidentifikasi Omicron menunjuk ke dua sub-varian Omicron lainnya, BA.4 dan BA.5, "sebagai penyebab lonjakan kasus" di negara itu.

Hal itu dikatakan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Swiss. Dalam laporan epidemiologi terbaru, WHO mengatakan, sub-garis keturunan varian Omicron "memperoleh beberapa mutasi tambahan yang dapat mempengaruhi karakteristik mereka." Tedros mengatakan, saat ini "terlalu dini untuk mengetahui apakah sub-varian baru ini dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada sub-varian Omicron lainnya." Baca Juga: Ilmuwan Afrika Selatan: Dua Sub-Varian Omicron BA.4 dan BA.5 Bisa Picu Gelombang Baru Covid-19 Vaksinasi di Afrika Selatan.

varian baru covid 19 omicron

Dua sub-varian Omicron terbaru, varian BA.4 dan BA.5 dipandang menjadi penyebab melonjaknya kasus baru Covid-19 yang dilaporkan di Afrika Selatan, kata Organisasi Kesehatan Dunia WHO hari Rabu (4/5/2022), menekankan pentingnya pengujian untuk memantau mutasi dan penyebaran virus.

(Sumber: AP Photo/Jerome Delay) Namun, kata Tedros, "data awal menunjukkan vaksinasi tetap melindungi terhadap penyakit parah dan kematian." LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021 PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK Varian baru covid 19 omicron TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021 SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021 SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 Varian baru covid 19 omicron ANTARNYA TELAH NEGATIF RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19 Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru saja mengumumkan varian Omicron sudah terdeteksi di Indonesia.

varian baru covid 19 omicron

"Saya ingin menginformasikan informasi terbaru. Kemenkes semalam mendeteksi ada seorang pasien N terkonfirmasi Omicron pada 15 Desember 2021," tuturnya dalam konferensi pers. Lantas, apa itu Omicron yang baru diumumkan terdeteksi di Indonesia? Mengutip informasi dari situs resmi WHO, Jumat (17/12/2021), Omicron merupakan varian baru dari SARS-Cov-2, yang memiliki nama B.1.1.529.

Varian ini pertama kali terdeteksi dalam spesimen dari Botswana dan Afrika Selatan pada November 2021.

varian baru covid 19 omicron

Setelahnya, WHO memasukkan Omicron sebagai Varian of Concern (Voc) atau varian yang perlu diperhatikan. Menurut informasi yang dihimpun dari CDC, ada kemungkinan varian Omicron lebih mudah menyebar dibandingkan virus asli SARS-CoV-2.

Namun jika dibandingkan dengan varian Delta, dampaknya masih belum diketahui. Oleh sebab itu, ahli CDC memprediksi orang yang terinfeksi varian baru ini dapat menyebarkannya ke orang lain, meski mereka sudah divaksinasi dan tidak memiliki gejala. Sementara bagaimana dengan dampak yang diberikan Omicron? Untuk sekarang, CDC menyebut masih diperlukan lebih banyak data untuk mengetahui seperti apa dampak dari varian baru Covid-19 ini.

Terkait efek vaksin menghadapi varian Omicron, CDC pun menyebut vaksin yang ada sekarang diharapkan bisa melindungi manusia dari gejala parah, rawat inap, hingga kematian akibat infeksi varian baru ini. Oleh sebab itu, vaksinasi dan booster bisa menjadi salah satu penting dengan kemuncul Omicron.

Terlebih, saat merebaknya varian Delta, vaksin disebut efektif mencegah gejala parah, rawat inap, dan kematian. * Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Lalu sebenarnya seperti apa gejala Omicron tersebut? Gejala dari varian baru virus Covid-19 Omicron telah terungkap dan ini sangat berbeda dengan yang mungkin Anda ketahui dari jenis sebelumnya.

Mengutip informasi dari Dailystar, Kamis (16/12/2021), data baru dari ZOE Study, sebuah program penelitian yang meminta orang yang terinfeksi untuk melaporkan gejala mereka melalui aplikasi, menunjukkan perubahan besar dalam tanda-tanda virus. Bersin adalah salah satu gejala seperti pilek yang sekarang menjadi yang paling umum, di samping pilek ada juga sakit kepala, kelelahan dan sakit tenggorokan. Temuan yang membingungkan ini telah membuat para ilmuwan memperingatkan bahwa siapa pun yang mengira mereka terkena flu harus tinggal di rumah, karena itu mungkin terinfeksi Covid-19.

Adapun angka-angka tersebut dikumpulkan di London yang diprediksi Omicron sekarang dianggap sebagai mayoritas kasus, setelah mengambil alih strain Delta yang sebelumnya dominan. Menurut Profesor Tim Spector, ilmuwan utama di aplikasi ZOE COVID Study, Omicron akan menjadi strain dominan di Inggris pada Natal dan di Tahun Baru.

Selain itu, puncak kasus varian baru ini dapat lebih tinggi dari apa pun yang pernah ada sebelumnya. "Seperti yang ditunjukkan data terbaru kami, gejala Omicron sebagian besar adalah gejala pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan bersin, jadi orang harus tinggal di rumah karena mungkin Covid-19," tuturnya. (Dam/Tin)
"Berdasarkan bukti yang disajikan, mengindikasikan perubahan yang merugikan dalam epidemiologi Covid-19, TAG-VE telah menyarankan kepada WHO bahwa varian ini harus ditetapkan sebagai VOC, dan WHO telah menetapkan B.1.1.529 ke dalam VOC, dengan nama Omicron," tulis keterangan WHO.

Varian baru covid 19 omicron adalah huruf ke-15 dalam alfabet Yunani. "Kita akan pastikan semua kantor karantina pelabuhan udara, laut dan darat bekerja dengan keras, kebijakan kita semua kedatangan internasional, semua kita tes PCR, kalau positif, akan di -genome sequencing ," kata Menkes Budi.

Genome sequencing, atau pengurutan gen, adalah proses untuk mengetahui 'identitas' virus dari materi genetiknya.
Sejak kemunculannya pada November 2021 silam, varian B.1.1.529 (Omicron) dan sub-variannya mengisyaratkan kalau perang melawan pandemik COVID-19 masih belum usai.

Selayaknya makhluk hidup, virus juga terus berkembang agar bisa bertahan, dan yang mereka lakukan adalah dengan bermutasi. Selain bermutasi, Omicron ternyata juga berkombinasi dengan bagian virus lain (bahkan dari pendahulunya) sehingga manusia perlu berusaha ekstra. Bukan "Deltacron", dunia saat ini sedang memantau varian COVID-19 rekombinan XE. Mari simak fakta selengkapnya! ilustrasi virus corona SARS-CoV-2 (wikimedia.org/NIAID) Sementara dunia belum usai menangani Omicron dan sub-variannya (BA.1, BA.1.1, dan BA.2), kabar buruk datang dari Inggris.

Dari hasil rapat United Kingdom Health Security Agency (UKHSA) pada 25 Maret 2022, dunia makin waswas dengan kehadiran tiga varian yang berpotensi mengguncang dunia. Dua varian pertama adalah XD dan XF. Menurut UKHSA, dua varian ini adalah hasil rekombinasi dari genom dari B.1.617. 2 (Delta) dan gen S dari Omicron BA.1 atau yang dunia sebut "Deltacron". Hanya eksklusif di benua Eropa, dua varian ini tampak tak membahayakan, dan XF malah tak terdeteksi sejak 15 Februari.

2. XE, Omicron versi Pro Max UKHSA mencatatkan kehadiran varian XE. Berbeda dengan dua varian sebelumnya yang melibatkan Delta dan Omicron, varian XE melibatkan dua sub-varian Omicron, yaitu BA.1 dan BA.2. Mayoritas mutasi pada XE diteliti berasal dari BA.2. Sementara XE adalah rekombinan antara BA.1 dan BA.2, UKHSA mencatat bahwa pada varian ini, terdapat tiga mutasi yang tak terdapat pada kedua sub-varian sebelumnya, yaitu NSP3, C32 41T dan V1069I, serta NSP12 C14599T.

Baca Juga: Fakta seputar Varian baru covid 19 omicron, Gabungan Varian Delta dan Omicron ilustrasi rupa virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 (unsplash.com/Fusion Medical Animation Selain UKHSA, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga meneruskan temuan UKHSA kepada seluruh dunia. Berdasarkan laporan mingguan COVID-19 pada 29 Maret 2022, WHO memaparkan bahwa varian Varian baru covid 19 omicron sekitar 10 persen lebih menular dibanding varian Omicron BA.2.

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks • 7 Penyebab Gairah Seksual Pria Meningkat Tiba-tiba, Apa Saja?

varian baru covid 19 omicron

• [QUIZ] Ketahui Kepribadianmu Berdasarkan Sumber Protein yang Kamu Pilih • Studi: Bakteri varian baru covid 19 omicron Urine Bisa Jadi Indikator Kanker Prostat Sebagai catatan, UKHSA mengatakan bahwa dibanding BA.1, BA.2 memiliki tingkat penularan 75 persen lebih cepat. Meski begitu, WHO tidak ingin buru-buru ambil keputusan. "Estimasi awal menunjukkan tingkat penularan sekitar 10 persen dibanding BA.2.

Namun, temuan ini butuh konfirmasi lebih lanjut. Sampai terlihat perbedaan dalam penularan dan karakteristik (termasuk keparahan), XE masih termasuk dalam varian Omicron" tulis WHO. UKHSA mencatat bahwa per 22 Maret 2022, lembaga tersebut mencatat 763 sekuens genom dari varian XE. Pertama kali terdeteksi pada 19 Januari 2022 silam, terdapat 637 kasus COVID-19 dari varian XE yang mayoritas terdapat di Inggris bagian timur, Inggris bagian tenggara, dan London. 4. Perlukah dunia khawatir?

Namun, "konfirmasi lebih lanjut" yang diminta WHO kemungkinan besar akan lebih sulit. Dalam laporannya, WHO menyatakan kekhawatirannya mengenai berkurangnya testing COVID-19 oleh negara-negara anggota. WHO menegur bahwa data COVID-19 jadi tidak akurat dan tidak tepat waktu.

"[Hal] ini menghalangi kemampuan kami untuk melacak keberadaan virus, penyebarannya, dan evolusinya, berbagai informasi dan analisis yang penting untuk mengakihir fase akut dari pandemik ini," tegur WHO. WHO tidak segan-segan memperingatkan bahwa hal ini bisa berujung pada meningkatnya angka rawat inap dan kematian akibat COVID-19. Selain itu, WHO menekankan bahwa berkurangnya testing bisa memperlambat respons dunia terhadap varian COVID-19 baru (jika ditemukan).

ilustrasi sedang menjalani tes PCR (thequint.com) UKHSA juga memperingatkan WHO untuk tidak langsung mengambil keputusan (untuk menjadikan XE sebagai variant of concern [VOC]).

Salah satu alasannya adalah karena data dari WHO masih tergolong baru. UKHSA menekankan bahwa kasus XE berkontribusi hanya lebih dari 1 persen dari keseluruhan kasus. Pada dasarnya, angka penularan XE tidak berbeda secara signifikan dari BA.2. Sementara WHO mengestimasi penularan XE adalah sekitar 10 persen, UKHSA juga varian baru covid 19 omicron bahwa XE memiliki tingkat penularan pada 9,8 persen di atas BA.2.

"Seiring perubahan estimasi karena pembaruan data, angka ini tidak bisa dijadikan patokan pasti angka penularan dari varian rekombinan ini. Angka-angka XE masih terlalu minim untuk dianalisis berdasarkan kawasannya," ungkap UKHSA.

varian baru covid 19 omicron

Itulah tadi beberapa fakta soal varian terbaru COVID-19 yaitu XE. Selalu pastikan untuk membaca perkembangan pandemik dari sumber terpercaya, ya! Baca Juga: Perbedaan Gejala Varian Omicron pada yang Sudah dan Belum Divaksinasi Berita Terpopuler • Data Lengkap Kasus COVID-19 di 34 Provinsi Indonesia per Minggu 8 Mei • 10 Momen Geng Artis Raffi-Nagita Libur Lebaran Bareng di Bali, Ramai!

• 7 Macam Benjolan pada Vagina, Kenali Ciri-cirinya sebelum Terlambat • 10 Potret Raja dan Ratu Keponakan Kembar Syahrini yang Siap Jadi Kakak • 7 Potret Anies Baswedan Resmikan Pembangunan Kampung Susun Bayam • 9 Potret Jebolan Puteri Indonesia dengan Suami Tercinta, Lengket Abis • Eks Intelijen AS Nilai Keterlibatan di Ukraina Harusnya Dirahasiakan • Kronologi Bus Angkutan Mudik Terguling di Tol Cikampek • [QUIZ] Dari Kuis Ini, Kamu akan Tahu Sifat Dominan Terbaik yang Kamu MilikiJakarta, CNBC Indonesia - Varian baru Covid-19 Omicron ditemukan kembali.

Varian itu diberi nama XE, yang merupakan mutasi dari BA.1 (Omicron asli) dengan BA.2 (Omicron siluman). Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSCA) menyebutnya "rekombinasi".

Setidaknya per 22 Maret, ada 637 kasus XE ditemukan di Inggris. Baca: Warga RI Pengguna Vaksin Sinovac, WHO Ada Pesan Untuk Anda "Tingkat pertumbuhan awal untuk XE tidak berbeda secara signifikan dari BA.2," kata UKHSCA dikutip dari Independent, Senin (4/4/2022). "Tetapi menggunakan data terbaru hingga 16 Maret 2022, sekarang memiliki tingkat penularan 9,8% di atas varian BA.2." Kepala Transisi Penasihat Medis UKHSA, Profesor Susan Hopkins, mengatakan belum bisa memastikan lebih jauh varian ini.

Bukti blum cukup banyak. "Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat memastikan apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan," kata Hopkins kepada The Sun.

"Sejauh ini tidak varian baru covid 19 omicron cukup bukti untuk menarik kesimpulan tentang penularan, tingkat keparahan, atau efektivitas vaksin." Mengutip Worldometers, ada 29.825 kasus Covid-19 dengan 191 kematian kemarin.

Sejak pandemi mewabah ada 21 juta kasus dengan 165 ribu kematian. Sementara itu, WHO pun sudah mengonfirmasi varian ini varian baru covid 19 omicron 31 Maret. Badan itu berujar, kasus sudah terditeksi sejak 19 Januari.

"Kurang dari 600 sekuens telah dilaporkan. Perkiraan awal menunjukkan penularannya sebesar 10% lebih menular dibandingkan dengan BA.2, namun temuan ini memerlukan konfirmasi lebih lanjut," kata WHO dimuat Express. Gejalanya sendiri belum dipaparkan secara signifikan. Namun seorang dokter penyakit dalam di Johns Hopkins Bayview Medical Center di Baltimore, dr.

varian baru covid 19 omicron

Erica Johnson mengatakan gejala varian baru itu mirip dengan Omicron asli. Gejala utama BA.1 dan BA.2 ringan adalah batuk, demam, kelelahan, dan kemungkinan hilangnya rasa atau penciuman. Sejumlah pasien juga mencatat pilek, masalah pencernaan, sakit kepala dan ruam kulit.

varian baru covid 19 omicron

Kata Kemenkes Terkait Varian Baru Covid-19 Omicron




2022 www.videocon.com