Pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Pada mulanya, Pantun adalah sebuah kebudayaan sastra yang disebarkan secara lisan. Namun, semakin berkembangnya zaman yang kemudian mengenal budaya tulisan hingga saat ini, pantun juga dijumpai dalam bentuk tertulis.

Selain pantun, bentuk lain yang mirip dengan pantun adalah Karmina dan Talibun. Singkatnya, Karmina adalah pantun versi pendek karena hanya dua baris saja sedangkan untuk talibun adalah pantun panjang karena terdiri dari minimal enam baris dengan sajak yang tidak beraturan. Daftar Contoh Surat • Pengertian Pantun Menurut KBBI dan Para Ahli • Pengertian Pantun Menurut KBBI • Pengertian Pantun Menurut Dr. R. Brandstetter • Pengertian Pantun Menurut Surana (2010:31) • Pengertian Pantun Menurut R.O.

Winstedt • Pengertian Pantun Menurut Sunarti (2005:11) • Pengertian Pantun Menurut Hidayat (2010:1) • Pengertian Pantun Menurut Alisjahbana (2004:1) • Pengertian Pantun Menurut Edi dan Farika (2008:89) • Pengertian Pantun Menurut Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya (2008:77) • Pengertian Pantun Menurut Herman J Waluyo (2005:32) • Sejarah Pantun • Ciri-Ciri Pantun • Jenis – Jenis Pantun • Pantun Berdasarkan Kelompok Usia • Pantun anak-anak • Pantun remaja • Pantun orang tua • Pantun Berdasarkan Isinya • Pantun suka cita • Pantun duka cita • Pantun cinta • Pantun jenaka • Pantun agama • Pantun nasehat • Pantun adat istiadat • Pantun nasib • Pantun peperibahasa • Pantun perkenalan • Pantun persahabatan • Pantun kiasan • Pantun teka-teki • Pantun Kepahlawanan • Pantun Berbalas • Pantun perpisahan • Struktur Pantun • Sampiran • Isi • Fungsi Pantun • Pantun berfungsi sebagai penjaga fungsi kata dan alur berpikir • Pantun melatih orang untuk berpikir asosiatif • Di kehidupan sosial, pantun bisa menjaga pergaulan yang kuat • Pantun sebagai penjaga dan media kebudayaan untuk mengenalkan dan menaga nilai-nilai masyarakat • Pantun masuk ke dalam upacara adat • Syarat-Syarat Pantun • Kaidah Bahasa Pantun • Cara Membuat Pantun • Contoh Pantun • Contoh Pantun Anak-Anak • Contoh Pantun Orang Muda • Contoh Pantun Orang Tua • Contoh Pantun Jenaka • Contoh Pantun Teka-Teki • Contoh Pantun Nasehat / Nasihat • Contoh Pantun Kiasan • Contoh Pantun Berkasih-Kasihan • Contoh Pantun Agama • Contoh Pantun Nasib • Contoh Pantun Adat • Contoh Pantun Kepahlawanan • Contoh Pantun Suka Cita • Contoh Pantun Duka Cita • Contoh Pantun Pendidikan • Contoh Pantun Lucu • Contoh Pantun Cinta Pengertian Pantun Menurut KBBI dan Para Ahli Selain memahami makna dan pengertian pantun secara umum dan bahasa, pengertian pantun menurut para ahli juga sangat penting untuk diketahui.

Ada dua sumber yang paling sering digunakan untuk mencari tentang pengertian pantun yaitu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga Wikipedia. Selain kedua sumber itu, beberapa ahli juga memberikan tanggapannya mengenai pengertian pantun yang akan dibahas juga pada bab ini.

• Pengertian Pantun Menurut KBBI Di dalam KBBI juga diberikan penjelasan tentang pantun itu sendiri. Dikutip dari KBBI pengertian pantun adalah pan .tun (n) bentuk puisi Indonesia (Melayu).

Lebih jelasnya lagi, KBBI memberikan keterangan bahwa panting tersebut terdiri atas bait atau yang disebut juga dengan kuplet. Tiap bait umumnya terdiri atas empat baris yang memiliki sajak tetap dengan bentuk a-b-a-b.

setiap baris atau larik pantun umumnya memiliki empat kata dengan baris pertama dan kedua berupa tumpuan atau sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi pantun.

Selain itu, KBBI juga menyebutkan jika pantun merupakan sebuah peribahasa sindiran. • Pengertian Pantun Menurut Dr. R. Brandstetter Berbeda dari beberapa ahli yang hanya menyebutkan bahwa pantun adalah salah satu dari bentuk puisi lama, Dr.

R. Brandsetter melihat pantun melalui akar kata yang dimilikinya. Menurut Dr. R. Brandstetter pantun berasal dari akar kata atau kata dasar tun yang ternyata terdapat di berbagai bahasa di Nusantara atau secara luas dalam bahasa Melayu.

Contoh pertama dari bahasa Pampanga, akar kata tun ini terdapat pada kata tuntunyang bermakna teratur. Bahasa Tagalog juga memiliki akar kata tun pada kata tonton yang memiliki makna bercapak sesuai dengan aturan tertentu. Sedangkan dalam bahasa Jawa Kuno, kata tun terdapat pada kata tuntun yang memiliki arti benang dan juga atuntun yang artinya teratur, juga terdapat pada kata menuntun yang berarti pemimpin.

Dalam bahasa Toba, pantun memiliki arti kesopanan atau kehormatan. Sedangkan dalam bahasa Melayu sendiri, pantun berarti quatrainyang artinya suatu sajak berbaris empat dengan rima a-b-a-b. Dalam bahasa Sunda, pantun memiliki arti sebuah cerita panjang yang bersajak dengan diiringi musik.

• Pengertian Pantun Menurut Surana (2010:31) Surana memberikan penjelasan yang lebih mengarah ke struktur pantun. Selain pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama juga menyebutkan jika pantun adalah sebah puisi lama, pantun juga terdiri atas empat baris dengan sajak silang a-b-a-b. Menurutnya, baris pertama dan kedua yang disebut sebagai sampiran ini merupakan bagian objektis yang umumnya berupa sebuah lukisan alam atau hal apa saja yang memiliki suatu kiasan.

Sedangkan, pada baris ketiga dan keempat dinamakan dengan isi atau bagian dari subketif. • Pengertian Pantun Menurut R.O. Winstedt Bernama lengkap Ricard Olaf Winstedt adalah salah satu dari sekian banyak orang asing yang tertarik dengan kebudayaan Melayu.

Bersumber dari Wikipedia, ia adalah salah seorang direktur pendidikan di British Malaya yang membuat pendidikan di Melayu. Tidak hanya itu, ia juga memiliki tulisan-tulisan mengenai kebudayaan Melayu yang salah satunya memuat tentang pengertian pantun. Daripada menyebutkan pantun sebagai salah satu puisi lama, Winstedt menjelaskan jika pantun tidak sekedar susunan kalimat yang memiliki rima serta irama saja.

pantun lebih dari sekedar rangkaian kata indah yang digunakan untuk melukiskan suatu ungkapan yang bisa berupa kehangatan cinta, kasih sayang, rindu, hingga dendam penuturnya. • Pengertian Pantun Menurut Sunarti (2005:11) Selanjutnya adalah pengertian pantun menurut Sunarti. Dirinya menjelaskan jika pantun yang juga adalah salah satu bentuk lain dari puisi lama ini memiliki keindahan tersendiri. Keindahan pantun ini terletak pada segi bahasanya. Tepatnya, keindahan tersebut ada dan ditandai dalam rima pantun.

Umumnya rima pantun ini beraturan dan bersajak a-b-a-b. • Pengertian Pantun Menurut Hidayat (2010:1) Salah seorang penulis buku pendidikan bahasa Indonesia, Pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama pada salah satu buku yang diterbitkan pada tahun 2010 memberikan pendapatnya mengenai pengertian tentang pantun. Hidayat menyebutkan jika pantun adalah jenis puisi melayu lama yang telah tersebar dan dikenal secara luas di tanah air Indonesia. • Pengertian Pantun Menurut Alisjahbana (2004:1) Sutan Alijahbana adalah salah seorang dari budayawan, sastrawan dan ahli tata bahasa Indonesia yang sangat terkenal.

Tidak hanya karya sastra saja yang ia persembahkan tetapi juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kebudayaan dan bahasa Indonesia itu sendiri. Menurutnya, pantun adalah sebuah puisi lama yang telah dikenal lama oleh orang dulu atau telah melekat erat di kehidupan masyarakat lama. Ia juga menyebutkan ciri-ciri umum yang terdapat di sebuah pantun yaitu: setiap bait pantun terdiri dari empat baris atau larik, tiap barisnya terdiri dari 4-6 kata dan memiliki 8-12 suku kata.

Baris pertama dan kedua adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat berupa isi pantun. • Pengertian Pantun Menurut Edi dan Farika (2008:89) Edi dan Farika melihat pantun melalui arti dari beberapa bahasa yang ada di Indonesia. Mereka juga menyebutkan jika pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang telah dikenal luas dalam berbagai bahasa di Nusantara.

Beberapa contohnya adalah pantun dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama parikan, sedangkan alam bahasa Sunda, pantun disebut sebagai paparikan.Meskipun pantun memiliki nama lain dalam beberapa bahasa tetapi inti dari pantun tersebut adalah sama. • Pengertian Pantun Menurut Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya (2008:77) Kedua orang tersebut adalah penulis buku untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Di dalam salah satu bukunya memberikan pengertian tentang apa itu pantun.

Tidak jauh berbeda dengan pengertian dari KBBI. Kaswan dan Rita berpendapat bahwa pantun merupakan puisi melayu lama yang memiliki bait.

Setiap bait di dalam pantun terdapat empat larik dengan sajak tetap a-b-a-b. Pada larik pertama dan kedua merupakan sampiran sedangkan larik ketiga dan keempat merupakan isi dari pantun tersebut. Lebih lengkapnya, kedua orang tersebut menjelaskan lebih lanjut jika sampiran pada pantun tersebut tidak berisi maksud yang ingin disampaikan melalui pantun. Sampiran ini hanya untuk menyamakan rima persajakannya saja. Jadi saat membuat pantun, akan lebih mudah untuk menentukan isi pantun terlebih dahulu barulah membuat kemudian membuat sampirannya.

• Pengertian Pantun Menurut Herman J Waluyo (2005:32) Bergelar Prof. Dr. Herman J Waluyo, MPd, ia telah berkontribusi dalam penulisan berbagai macam buku tentang sastra Indonesia. Di salah satu bukunya yang ia terbitkan pada tahun 2005, Herman J Waluyo memberikan tanggapannya mengenai pengertian pantun.

Menurutnya, pantun adalah sebuah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Baca Juga : Ukuran Kertas A4 dalam cm, mm, inci, & pixel yang Benar Tidak hanya mengakar di beberapa kebudayaan Melayu, khususnya Indonesia menjadikan berbalas pantun sebagai salah satu adat istiadat yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Dari kesepuluh pengertian menurut KBBI dan beberapa ahli tersebut bisa disimpulkan jika : “ Pantun Merupakanbentuk dari puisi lama yang telah melekat di kebudayaan masyarakat Melayu yang terdiri dari 4 baris dengan sajak a-b-a-b.

Setiap baris pantun terdapat 4 kata yang terdiri dari 8-12 suku kata. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran yang berupa kiasan, sedangkan baris ketiga dan keempat berupa isi.” Sejarah Pantun Sebenarnya tidak banyak yang tahu awal mula dari munculnya pantun di kalangan masyarakat Melayu pada saat itu karena pantun adalah budaya tentang bertutur kata dengan aturan-aturan tertentu dan sudah ada di kehidupan sehari-hari masyarakat.

Namun, jika melihat perkembangan yang signifikan, hal berpantun telah dimulai sangat lama bahkan sebelum abad ke-17.

Pada jaman dahulu pantun ini lebih dikenal dengan sajak ayat yang dinyanyikan atau diucapkan. Karya awal adalah milik Abul Jamal yang seorang penyair dan juga Sufi Melayu yang tinggal di abad ke 17 masehi di Barus. Ia juga seorang pemuja Seikh Syamsudin Pasai. Sajak ini kemudian diartikan sebagai ayat yang dinyanyikan secara otomatis untuk menghibur, menyindir, hingga sebagai lelucon.

Lebih luas lagi, sejak abad ke-18 pantun sudah diakui dan semakin berkembang ketika organisasi Islam mulai berkembang. Pengertian sajak adalah ayat yang dinyanyikan juga dilakukan di daerah kepulauan lainnya seperti Sasak di Lombok dan Madura di Jawa Timur. Pada sebuah buku yang ditulis oleh salah seorang sarjana bernama De Hollander pada abad ke-19 dengan judul Handleideing bij de beofening der Maleische taal en letterkunde (1893)juga mengatakan bahwa sajak adalah ayat yang dinyantikan.

Ia juga menuliskan bahwa saat itu sajak yang ada mayoritas adalah bermotif asmara yang di nyanyikan secara spontan. Berkembangnya organisasi Islam juga mempengaruhi motif sajak yaitu dengan adanya penyampaian pesan sosial atau spiritual.

Kebudayaan ini kemudian berkembang dengan cepat dan sekarang kita lebih mengenalnya sebagai sebuah pantun. Ciri-Ciri Pantun Terkadang muncul beberapa pertanyaan di Soal Sekolah mengenai “Sebutkan Ciri-ciri Pantun”, maka kita perlu tahu mengenai ciri-ciri pantun. Mengetahui ciri-ciri pantun ini akan membantu dalam pembuatan pantun yang baik. Saat ingin membuat pantun, pastikan pantun yang dibuat sudah memiliki seluruh ciri-cirinya. Pada bagian sebelumnya telah disinggung mengenai beberapa ciri-ciri yang terdapat pada suatu pantun.

Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ciri-ciri pantun yang bisa dilihat: Contoh 1: Anak kecil bermain bol a ……………………. (1)terdiri dari 9 suku kata. Bola di tending jauh ke bara t ……………………. (2)terdiri dari 10 suku kata.

Sungguh tersenyum aku dibuatny pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama ……………………. (3)terdiri dari 11 suku kata. Ada bunga mawar yang ku dapa t ……………………. (4)terdiri dari 10 suku kata. Contoh 2: Pergi ke pasar membeli bu ah ……………………. (1)terdiri dari 10 suku kata. Melihat banyak orang tersenyum ram ah …………………….

(2)terdiri dari 12 suku kata. Jangan sampai kamu terperang ah ……………………. (3)terdiri dari 10 suku kata. Karena penampilannya pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama mew ah ……………………. (4) terdiri dari 11 suku kata. Agar lebih memahaminya, gunakan pantun di atas sebagai contoh untuk mengetahui benarkah sebuah pantun memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini. • Setiap bait puisi memiliki empat baris/larik Di dalam bahasa Indonesia ada berbagai macam bentuk dan jenis karya sastra seperti prosa dan puisi.

Jika di dalam prosa lebih mengenal tentang paragraf untuk satu rangkaian satu kalimat, puisi tidak menyebutnya paragraf tetapi dinamakan bait. Pada suatu bait puisi berisi tentang suatu gagasan yang terdiri dari untaian-untaian kata yang saling terkait dengan ciri khas tersendiri tergantung dari jenis puisinya.

Berkali-kali sudah disebutkan jika pantun masuk ke dalam jenis puisi lama. Oleh karena itu, di dalam pantun memiliki satu bait. Setiap bait pantun ini terdiri dari 4 (empat) baris atau empat larik. Pada kedua contoh di atas pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama jelas apabila setiap bait pantun benar terdiri dari empat larik. Apabila menemukan pantun dengan jumlah 2 larik setiap baris atau satu baitnya terdiri lebih dari empat baris, maka tidak bisa disebut dengan pantun.

Kedua jenis itu merupakan bentuk pengembangan dari pantun yang disebut sebagai karmina (jenis puisi lama atau pantun singkat) dan talibun (jenis puisi lama atau pantun panjang). • Setiap larik terdiri dari 8-12 suku kata Pada mulanya pantun muncul dan berkembang sebagai kebudayaan secara lisan. Oleh karenanya, pantun bisa dikatakan relatif singkat. Meski saat ini karya sastra pantun juga ditemukan dalam bentuk tulisan, pantun tetap dibuat singkat.

Jika pantun terlalu panjang, saat dibacakan akan terlalu panjang dan kehilangan ciri khas dari pantun itu sendiri. Bisa-bisa banyak yang akan mengira sedang membaca prosa daripada membaca pantun. Satu baris pantun hanya memiliki 8-12 suku kata saja.

Umumnya bahkan pantun hanya memiliki 4 kata saja. Namun jumlah kata pada satu baris tidak bisa menjadi ciri yang khas karena beberapa pantun memiliki 3 hingga 6 kata. Berapapun jumlah katanya, yang menjadi pokok utama adalah jumlah suku kata di satu lariknya. Coba perhatikan contoh 1 dan contoh 2 yang memiliki minimal 9 suku kata di satu lariknya dan maksimal 12 suku kata.

Coba hitung jumlah suku katanya untuk memastikan! • Memiliki sampiran dan isi Meski pantun termasuk ke dalam jenis puisi tetapi ada yang membedakan pantun ini dengan puisi pada umumnya yaitu pantun memiliki sampiran dan isi. Sampiran ini merupakan pengantar pantun yang berbentuk kiasan sedangkan bagian selanjutnya merupakan isi yang merupakan ungkapan inti dari pantun tersebut.

Pada bagian ini akan dijelaskan lebih rinci lagi di pembahasan mengenai struktur pantun. • Berima/bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a Ciri yang selanjutnya adalah mengenai rima ataupun saja di dalam pantun itu sendiri. Rima dan sajak ini tidak ada di dalam bentuk puisi pada umumnya, hanya terdapat di pantun saja. Ada dua versi rima yang ada di dalam sebuah pantun yaitu a-b-a-b atau juga a-a-a-a. Mudahnya, pengertian sajak atau rima adalah bunyi akhir setiap larik pada bait pantun.

Jika merujuk pada contoh di atas akan ditemukan kedua jenis rima tersebut. Bersajak a-b-a-b bisa disebut dengan bersajak selang-seling, yaitu sajak sampiran larik pertama sama dengan sajak isi larik pertama.

Begitu juga dengan sajak pada lampiran larik kedua, sama dengan sajak isi larik kedua. Pada contoh di atas memiliki rima a-t-a-t. Lalu jenis yang kedua merupakan pantun dengan sajak yang sama yaitu a-a-a-a atau satu bunyi.

Di dalam pantun, sajak seperti ini diperbolehkan. Seperti pada contoh kedua pantun di atas memiliki saja yang berbunyi sama yaitu ah-ah-ah-ah. Kelima ciri ini harus ada saat akan membuat pantun. Selain menyebutnya sebagai ciri, bisa juga disebut sebagai syarat pantun. Ciri manakah yang menurutmu paling sulit untuk ditemui? Jenis – Jenis Pantun Ternyata, pantun memiliki beberapa macam. Pantun yang sering muncul dan dipelajari mulai saat sekolah dasar ini bisa dibedakan menjadi dua jenis pantun, yaitu: pantun berdasarkan kelompok usia dan pantun berdasarkan isinya.

Di dalam kedua jenis pantun tersebut masih terdapat beberapa macam lagi pantun. Simak penjelasannya! Pantun Berdasarkan Kelompok Usia Pantun ini digolongkan berdasarkan kelompok usia yang ada di masyarakat, seperti pantun anak-anak, pantun remaja, dan pantun orang tua. • Pantun anak-anak Seperti namanya, pantun anak-anak ini merupakan salah satu jenis pantun yang menggambarkan atau ada kaitannya dengan masa kanak-kanak.

Meskipun pantun ini ada hubungannya dengan masa kanak-kanak, tidak hanya menggambarkan tentang kegemibaraan atau suka cita saja tetapi juga tentang duka cita. • Pantun remaja Sesuai dengan namanya, pantun remaja ini lebih banyak memberikan gambaran yang ada kaitannya dengan kehidupan pada masa remaja.

Masa remaja bisa dikatakan masa yang memiliki banyak kenangan karena hal-hal baru ditemui pada masa ini. Proses menuju dewasa ini kerap kali mempertemukan kepada kisah yang tidak pernah ditemui pada masa kanak-kanak. Oleh karena itu, pantun remaja akan lebih banyak memiliki tema tentang perkenalan, hubungan asmara, perasaan, nasib, hingga hubungan dengan keluarga.

• Pantun orang tua Lain halnya dengan pantun orang tua ini yang sangat erat kaitannya dengan hubungan orang tua atau orang dewasa. Hal-hal yang menjadi tema pada pantun ini bukan lagi soal cerita kekanakan atau perkenalan menuju dewasa, melainkan lebih ke arah tema yang lebih serius lagi.

Banyak pantun orang tua yang lebih memilih tema tentang budaya, agama, dan nasihat. Baca Juga : Macam-Macam Gaya Renang dan Pengertiannya Pantun Berdasarkan Isinya Sedangkan, untuk jenis pantun ini dikelompokkan berdasarkan dengan isinya, yaitu: • Pantun suka cita Sesuai dengan namanya, pada pantun suka cita ini akan berisi tentang uangkapan kebahagiaan ataupun suka cita.

Apabila digabungkan dengan kelompok pantun sesuai dengan umur maka pantun suka cita ini lebih sering ditemukan untuk pantun kanak-kanak maupun remaja. • Pantun duka cita Selain ada pantun yang mengungkapkan rasa senang atau suka cita, ada juga jenis pantun yang memberikan ungkapan mengenai duka cita. Umumnya pantun ini akan menceritakan sesuatu yang sedih atau perasaan kecewa terhadap sesuatu hal.

Misalnya karena nilai ulangan buruk, dimarahi orang tua, kehilangan, patah hati, bertengkar dengan teman dan masih banyak lagi. • Pantun cinta Sebelumnya telah dibahas mengenai pantun berdasarkan kelompok usia salah satunya adalah pantun remaja. Umumnya, pantun remaja ini akan memiliki isi berupa cinta atau romantisme kegembiraan antara dua insan seperti sedang kasmaran. Meski demikian pantun cinta ini bermakna lebih luas, bisa juga ungkapan cinta kepada saudara, adik, sahabat, dan lain-lain.

• Pantun jenaka Selanjutnya adalah pantun jenaka. Pantun ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menghibur pembaca. Kadang-kadang, pantun jenaka juda digunakan sebagai alat sindiram secara halus melalui lelucon. Sehingga orang yang disindir tidak merasa terlalu sakit hati dan tetap bisa tertawa bersama. Pantun jenaka juga digunakan untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu kaku.

• Pantun agama Sesuai dengan namanya, pantun agam ini digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang sifatnya religius.

Sehingga umumnya pantun agama ini berisikan dakwah-dakwah yang memiliki tujuan agar para pendengarnya melakukan tindakan-tindakan baik sesuai dengan ajaran agama atau memiliki nilai-nilai relijius.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Pantun agama ini digunakan agar terkesan tidak terlalu menggurui dan disampaikan dengan cara yang santai. Pantun jenis ini tentu tidak hanya digunakan untuk berdakwah di satu agama saja. Tetapi agama apapun bisa. • Pantun nasehat Untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan budi pekerti yang baik tidak selalu dengan cara kekerasan atau hukuman fisik. Beberapa cara menggunakan cara yang baik dan sederhana agar maksudnya tersampaikan dengan baik, salah satunya menggunakan pantun.

Oleh karena itu, pantun nasehat berisi tentang ungkapan yang memiliki nilai moral serta budi pekerti baik yang ingin disampaikan kepada para pembaca.

• Pantun adat istiadat Hampir sama dengan pantun nasehat, pantun adat istiadat juga mengungkapkan tentang nilai moral yang baik sesuai dengan hukum dan kebiasaan yang berlaku. Umumnya pantun adat istiadat ini berupa pepatah atau petuah nasehat untuk menjunjunh tinggi nilai adat istiadat • Pantun nasib Sesuai namanya, pantun nasib ini menceritakan tentang keadaan diri atau nasib yang sedang dihadapi.

Umumnya, pantun nasib ini dibuat untuk mengungkapkan apa yang terjadi atau apa yang dirasakan saat sedang berada di perantauan dan jauh dari rumah serta keluarga. Bisa menceritakan tentang suka duka saat berada diperantauan, kerinduan, atau semangat pantang menyerah.

• Pantun peperibahasa Selain pantun yang bisa dibuat untuk menceritakan ungkapan keadaan dan juga terdapat beberapa golongan umur, ada juga pantun yang berisi tentang petuah yang terdapat pada suatu peribahasa.

umumnya, pantun jenis ini memiliki susunan yang tepat dan diketahui oleh banyak orang. • Pantun perkenalan Untuk mencairkan suasana dan tidak terlihat canggung, di beberapa kesempatan seseorang bisa menggunakan pantun untuk awal mula topik pembicaraan terhadap seseorang yang baru dikenal.

Pantun inilah disebut dengan pantun perkenalan. Selain untuk memperkenalkan diri, pantun ini bisa digunakan untuk memberikan umpan pertanyaan keapada lawan bicara yang baru dikenal.

• Pantun persahabatan Sebelumnya sudah disebutkan mengenai pantun yang berisikan tentang perasaan cinta, ada juga pantun yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan persahabatan yang erat kepada orang terdekat, teman, atau sahabat. Meski tidak semua pantun persahabatan memiliki unsur gembira, pantun persahabatan juga bisa digunakan untuk mengungkapkan kesedihan akan sahabat seperti karena perpisahan atau bertengkar dengan sahabat.

• Pantun kiasan Jenis pantun kiasan ini memiliki ungkapan yang menceritakan tentang sebuah makna yang tersirat atau sering disebut dengan kiasan. Hal yang disampaikan bisa apa saja entah itu sedih, gembira, atau ingin menyindir seseorang secara halus dan tidak langsung. • Pantun teka-teki Ini adalah salah satu pantun yang cukup pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama dibuat namun banyak disukai karena di dalam pantun ini terdapat teka-teki yang tersembunyi agar para pembaca dan pendengar memiliki kesempatan untuk berpikir dan menebak jawaban dari teka-teki tersebut.

Pantun ini bisa digunakan sebagai permainan untuk meramaikan suasana. Akan lebih bagus jika di pantun tersebut memberikan petunjuk mengenai jawabannya.

• Pantun Kepahlawanan Ada juga jenis pantun kepahlawanan. Pantun ini memiliki ungkapan tentang perjuangan para pahlawan, semangat kebangsaan serta jiwa patriotism.

Jika diterapkan pada zaman sekarang, pantun kepahlawanan ini juga bisa menceritakan tentang nasionalisme dan perjuangan untuk tetap memperjuangkan keutuhan bangsa dan tanah air.

• Pantun Berbalas Ada juga yang disebut dengan pantun berbalas. Pada pantun berbalas ini secara umum adalah pantun yang isinya dibuat sengaja untuk membalas pantun lainnya atau dibuat agar orang lain bisa membalas pantun tersebut. Pantun jenis ini biasanya dibuat secara lisan dan spontan. Karena pantun ini memerlukan improvisasi yang banyak. Pantun berbalas ini bisa ditemukan di suatu acara-acara yang salah satu tradisinya adalah berbalas pantun. • Pantun perpisahan Terakhir merupakan pantun perpisahan.

Pantun ini mengungkapkan perasaan saat harus berpisah. Meski pada perpisahan lebih banyak mengandung pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama kesedihan, pantun perpisahan juga bisa digunakan untuk mengungkapkan doa serta harapan untuk suatu pertemuan kembali. Ternyata, pantun memiliki banyak jenis dan pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama. Setelah mengetahui jenis dari pantun ini, manakah menurutmu yang paling sulit untuk di buat? Struktur Pantun Setelah memahami berbagai macam jenis pantun, pembahasan selanjutnya adalah mengenai struktur yang ada pada pantun.

Pada dasarnya, di dalam pantun tidak terlalu memiliki ciri-ciri ataupun struktur. Bahkan bisa dikatakan ciri-ciri dan struktur dari pantun ini memuat hal yang tidak jauh berbeda. Meski demikian, di dalam pantun terdapat dua struktur utama yaitu sampiran dan isi. Sampiran Seperti yang telah diketahui jika sampiran di dalam pantun ada dua baris pertama yang umumnya berisikan hal-hal yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Pada sampiran ini berfungsi untuk menyiapkan rima dan irama pada pantun atau mudahnya bunyi terakhir dari setiap baris pantun.

Hal ini bertujuan agar si pendengar lebih mudah untuk menangkap isi pantun yang akan disampaikan nanti. Dipertegasnya bunyi rima ini mengartikan jika pantun merupakan sastra lisan yang seringnya spontan di lakukan. Adanya rima dan irama dari pantun ini memberikan pesan eksplisit dan menegaskan sifat kelisanan pantun di budaya Melayu dahulu. Isi di dalam rima ini tidak selalu berkaitan langsung dengan bagian isi, namun akan lebih baik jika membuat sampiran yang juga tidak jauh dari bagian isi yang ingin disampaikan.

Isi Isi pantun bisa disebut juga dengan jantung pantun. Sebuah pantun dibuat untuk menyampaikan isinya dan bunyi rima dan irama pada pantun ini akan mengikuti sampiran yang ada di atasnya. Bagian isi ini terletak di dua baris terakhir sebuah pantun berisi pesan utama yang ingin disampaikan oleh si pemantun.

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan jika rima pantun ini umumnya berbentuk silang yaitu a-b-a-b atau juga berbunyi sama yaitu a-a-a-a. Meski demikian ternyata di dalam pantun sendiri juga kerap ditemukan pola rima dengan bunyi a-a-b-b. Fungsi Pantun Sebagai salah satu karya sastra lisan, pantun ini berkembang dengan sangat dekat di kehidupan masyarakat melayu termasuk Indonesia.

Adanya pantun ini sangat berperan besar terhadap beberapa adat dan pola kehidupan masyarakat. Beberapa fungsi dari pantun itu sendiri seperti: • Pantun berfungsi sebagai penjaga fungsi kata dan alur berpikir Karena berpantun adalah salah satu budaya yang dipraktekan secara lisan, maka penutur pantun akan terbiasa untuk berpikir cepat sehingga membiasakan proses alur berpikir yang bekerja di dalam otak.

Pemilihan diksi di dalam pantun sangat penting dan tidak bisa sembarangan. Oleh karena itu, orang yang melakukan atau terbiasa berpantun akan mudah untuk berpikir mengenai makna kata itu sendiri sebelum mengucapkannya. • Pantun melatih orang untuk berpikir asosiatif Ingatkan jika pantun memiliki isi dan sampiran di dalam strukturnya?

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Meskipun sampiran dan isi cenderung tidak memiliki kaitan cerita yang kuat, namun pantun memberitahukan bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lainnya.

Jika tidak, di dalam pantun tidak akan perlu memperhatikan tentang rima ataupun sajak. • Di kehidupan sosial, pantun bisa menjaga pergaulan yang kuat Pantun ada tidak hanya di kalangan masyarakat secara luas tetapi juga berkembang di kehidupan sosial lingkup sederhana seperti pertemanan atau persahabatan hingga pasangan, lalu juga ikatan orang tua kepada anak, kedekatan sanak-saudara dan juga lingkungan tengga. Baca Juga : Contoh Penutup Makalah Pantun ini bisa digunakan sebagai media untuk menjaga pergaulan agar tetap kuat.

Beberapa jenis pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama akan memberikan warna pergaulan dengan cara yang unik seperti berbalas pantun, menasehati dengan cara yang halus, serta seperti permainan teka-teki yang membuat semua orang bisa saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. • Pantun sebagai penjaga dan media kebudayaan untuk mengenalkan dan menaga nilai-nilai masyarakat Pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama tidak hanya sekedar dibuat sebagai hiburan saja tetapi juga sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Di dalam pantun, penyampaian pesan cenderung tersembunyi sehingga jauh lebih merasuk ke dalam kehidupan bermasyarakat tanpa menyakiti hati dengan sengaja. Pantun memiliki filosofi yang sangat lekat yaitu, ‘Adat berpantun, pantang melantun’ adalah peribahasa yang memberikan arti jika pantun sangat erat dengan nilai-nilai sosial dan bukan sekedar imajinasi saja.

Oleh karena itu, pantun digunakan sebagai media penyampaian pesan karena memang hakikat pantun itu untuk menjadi penuntun. • Pantun masuk ke dalam upacara adat Jangan salah! Pantun juga masuk ke dalam upacara adat. Umumnya, pantun dalam upacara adat ini adalah pantun berbalas. Salah satu upacara adat yang masih melestarikan adat berpantun ini adalah di kebudayaan suku Minangkabau. Di dalam beberapa acara adat suku Minangkabau masih melestarikan adat berpantun seperti pada upacara manjapuik marapulai (menjemput mempelai pria), batagak gala (upacara penobatan gelar), batagak penghulu (upacara penobatan penghulu), atau di dalam pidato-pidato upacara adat lainnya.

Syarat-Syarat Pantun Selain ciri-ciri yang sudah disebutkan dan dijelaskan pada bagian sebelumnya, apakah sebuah pantun masih memiliki syarat-syarat? Sebenarnya, syarat dari pembuatan pantun dan juga ciri-ciri pantun ini hampir mirip. Namun, tidak masalah jika dibahas sekali lagi secara singkat. Selain itu, langsung saja dipraktekan syaratnya dalam membuat pantun! • Satu bait pantun terdiri dari 4 baris • Baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran, baris ke-3 dan ke-4 berupa isi • Satu baris pantun berisi 8-12 suku kata • Pantun bersajak silang a-b-a-b atau sama a-a-a-a Contoh 1: Sampiran Per-gi ke ta-man mem-ba-wa bu-ng a …………… 10 suku kata bersajak a Ter-du-duk a-ku di ba-wah lam-p u …………… 10 suku kata bersajak u Isi Rin-du a-ku ten-tang a-din-d a …………… 9 suku kata bersajak a Ter-ba-yang sla-lu se-nyum in-dah-m u …………… 10 suku kata bersajak u Contoh 2: Sampiran Per-gi ke pa-sar mem-beli kur-m a …………… 10 suku kata bersajak a Kur-ma di-ma-kan ma-nis ra-sany a …………… 10 suku kata bersajak a Isi Hi-dup pe-nuh su-ka ci-t a …………… 9 suku kata bersajak a Ting-gal ber-sa-ma a-yah dan i-bun-d a …………… 11 suku kata bersajak a Kaidah Bahasa Pantun Pantun tidak sembarang dibuat tanpa memperhatikan kaidah kebahasaan.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Meski terlihat sederhana dan singkat, pantun tidak hanya sekedar berjumlah empat baris dengan rima yang sesuai dan jumlah suku kata sesuai dengan syarat yang berlaku. Berikut beberapa kaidah kebahasaan yang ada di dalam pantun: • Diksi Diksi adalah pemilihan kata. Pemilihan kata pada sebuah pantun tidak bisa asal dan sembarangan. Karena jika diksi yang dipilih salah atau kurang tepat maka maksud ungkapan dari pantun tersebut juga menjadi kurang dan tidak tersampaikan dengan baik.

Salah satu cara untuk memperbanyak diski adalah dengan membaca. • Bahasa Kiasan Selain diksi yang langsung menunjukkan maksud dari ungkapan yang ingin disampaikan, juga terdapat diksi yang memperlihatkan kiasan atau makna sebenarnya tersembunyi atau makna tidak langsung. Bahasa kiasan ini juga digunakan saat membuat pantun agar pantun terdengar lebih indah. Bahasa kiasan ini umumnya berupa beribahasa. Jenis pantun yang menggunakan bahasa pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama ungkapan makna tidak langsung ini adalah pada pantun kiasan atau juga pantun berkasih-kasihan.

• Imaji Imaji ini seperti penggambaran yang dibuat oleh si pelantun pantun yang akan membuat pendengar seperti mampu membayangkan gambaran dari pantun tersebut secara visual atau bisa dilihat (imaji visual), juga pantun tersebut didengar (imaji auditif), dan dirasa (imaji taktil). Imaji ini tidak akan sempurna atau sampai kepada pembaca/pendengar apabila pemilihan diksinya keliru atau tidak tepat. Oleh karena itu, untuk memperkuat kemampuan dalam berpantun diperlukan latihan yang cukup dan juga banyak-banyak membaca karya.

• Bunyi Ingatkan jika di dalam pantun ini harus memperhatikan bunyi akhir setiap larik atau yang disebut dengan sajak atau rima? Bunyi yang muncul ini akan sangat berpengaruh terhadap keindahan pantun itu sendiri. Selain memperhatikan rima pantun, saat melantunkan pantun juga harus diperhatikan ritme pengucapan agar pantun tersebut lebih hidup dan mudah dicerna oleh para pendengarnya. Dengan tambahan pengetahuan kaidah kebahasaan dalam pantun ini bisa membuatmu lebih mudah untuk membuat pantun yang baik sesuai dengan keinginanmu!

Cara Membuat Pantun Saat pertama kali membuat pantun mungkin akan mengalami beberapa kesulitan seperti terlalu panjang atau terlalu pendek saat membuat kalimat, bunyi rima yang sulit untuk diselaraskan. Untuk mempermudah dalam membuat pantun, coba ikuti langkah-langkah di bawah ini: • Pahami syarat, ciri, dan struktur pantun Pertama kali yang harus dilakukan adalah memahami syarat, ciri, dan struktur dari pantun tersebut sehingga apapun yang akan teman-teman tulisan tidak akan melenceng terlalu jauh dari ketiga hal itu.

Kamu harus memahami bahwa membuat pantun tidak sekadar menuliskan sebuah kalimat biasa saja. • Menentukan tema pantun Setelah benar-benar memahami syarat, ciri, dan juga struktur dari pantun ini tentukan terlebih dahulu tema pantun apa yang ingin kamu buat.

Sebelumnya sudah dijabarkan dengan sangat jelas dan rinci mengenai jenis-jenis pantun. Untuk berlatih, tentukan tema yang menurutmu paling mudah dan realitanya dekat dengan kehidupan sehari-hari.

• Membuat isi pantun Pantun memang terdiri dari dua bagian, yaitu sampiran dan isi. Sampiran memang muncul lebih dahulu daripada isi, tetapi untuk membuat pentun akan jauh lebih mudah apabila kamu menentukan isi pantun itu terlebih dahulu. Isi pantun ini sangat berkaitan erat dengan tema karena pesan yang ingin kamu sampaikan pasti sesuai dengan tema yang kamu ambil.

• Membuat sampiran pantun Setelah berhasil menentukan isi pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama, lalu buatlah sampiran yang sesuai dengan isi pantun tersebut.

Membuat sampiran jauh lebih mudah dikarenakan sampiran tidak perlu memiliki pesan atau makna bahkan tidak memiliki keterkaitan erat dengan isi pun tidak masalah karena yang paling penting adalah memenuhi jumlah suku kata dan bunyi rimanya.

Contoh Pantun Setelah penjelasan yang sangat lengkap mengenai pantun, jangan sampai malas untuk berlatih membuat pantun.

Agar dari seluruh pejelasan tadi mudah untuk dimengerti, perhatikan berikut beberapa contoh pantun sesuai dengan jenis-jenis pantun yang ada. • Contoh Pantun Anak-Anak Permen gulali di atas meja Adik membawa sambil tertawa Kita harus tetap bersahaja Kepada siapapun teman kita • Contoh Pantun Orang Muda Senyum-senyum di tepi sawah Sambil terbayang ayu wajahmu Sungguh senang saat di rumah Adinda membalas surat cintaku • Contoh Pantun Orang Tua Mendayung perahu sampai di sana Ayo bergegas sebelum lelah Jangan malas, ayo bekerja Bekerja demi masa depan cerah • Contoh Pantun Jenaka Ikan dipancing masuk telaga Telaga jernih tidak beriak Sungguh bahagia aku dibuatnya Sudah botak pandai melawak • Contoh Pantun Teka-Teki Duduk bersantai di bangku panjang Melihat sekeliling kandang hewan Telinganya lebar berhidung panjang Hewan apakah gerangan?

• Contoh Pantun Nasehat / Nasihat Bunga-bunga ditepi jalan Diterpa angin hempasan kendaraan Tetap tegar dalam perjuangan Sedang menunggu buah keberhasilan • Pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama Pantun Kiasan Bunga Dahlia mekar di taman Baunya semerbak menjadi candu Wajahmu teduh bagaikan rembulan Semakin ditatap semakin mengingatmu • Contoh Pantun Berkasih-Kasihan Bunga mawar tumbuh di taman Ditanam dekat bangku panjang Ada rindu yang ku simpan Hanya untuk adinda seorang • Contoh Pantun Agama Duduk di serambi sambil mengingat Mengingat usia semakin renta Meski berdosa tetaplah sholat Agar makin dekat dengan surga-Nya • Contoh Pantun Nasib Termenung aku di bangku taman Melihat kemilau lampu kota Rindu aku kampung halaman Kapan kita bisa berjumpa jua • Contoh Pantun Adat Pergi ke kota naik delman Delman melaju senangkan hati Kain batik adalah peninggalan Wajib dijaga agar lestari • Contoh Pantun Kepahlawanan Berbaju perang mengangkat pedang Melawan musuh dalam berperang Tetap semangat dalam berjuang Musuh masih berdiri menghadang • Contoh Pantun Suka Cita Jalan-jalan ke pantai Marina Duduk santai minum kelapa muda Sungguh hati merasa bahagia Melihat Ibu tersenyum ceria • Contoh Pantun Duka Cita Langit mendung pagi buta Hujan turun tiada terkira Nasib manusia siapa sangka Akhirnya ia berpulang juga • Contoh Pantun Pendidikan Kain dijahit jadilah baju Bukan menjadi nisan jenazah Sekolah untuk mencari ilmu Bukan sekadar dapat ijazah • Contoh Pantun Lucu Kancil cari undur-undur Mencarinya muter-muter Ada anak suka tidur Sambil ngorok sambil ngiler • Contoh Pantun Cinta Kertas baru dipukul batu Dicampur jamu di atas tungku Cinta suciku cukuplah satu Untuk kamu sepanjang waktu Demikian Artikel mengenai Pengertian Pantun, Sejarah, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis beserta Contoh-Contoh pantun.

Semoga bermanfaat bagi Anda.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Contoh Surat Terbaru • 1 Penetapan Formasi Penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Bali • 2 5 Cara Mempercepat Windows 10 yang Lemot • 3 Kumpulan Doa Sebelum Tidur, Bangun Tidur dan Susah Tidur Sesuai Sunnah Paling Bermanfaat Terlengkap • 4 Penetapan Formasi Penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tasikmalaya • 5 Penetapan Formasi Penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tanah Laut • 6 Bacaan Sholawat Nariyah Dan Artinya Beserta Sejarah, Mp3, Khasiat, Video Paling Lengkap • 7 Niat Puasa Tarwiyah • 8 Niat Puasa Tasu’a 9 Muharram KOMPAS.com - Pantun merupakan salah satu jenis sastra lisan yang berbentuk puisi.

Pantun dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda. Bahasa Minang, pantun berasal dari kata patuntun "petuntun". Bahasa Jawa, pantun dikenal nama parikan dan dalam bahasa Sunda dikenal dengan paparikan.

Masyarakat Batak, pantun dikenal dengan sebutan umpama atau ende-ende, dan masyarakat Toraja menyebutnya dengan londe. Orang Aceh dan Ambon juga mengenal pantun dan menyebutnya dengan panton, sementara orang Bengkulu menyebutnya dengan rejong. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk puisi Indonesia, tiap bait biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b).

Tiap lirik biasanya terdiri dari empat kata. Baris pertama dan kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran), sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Baca juga: Tandatangani Nota Kesepahaman, Menteri KKP dan Kapolri Berbalas Pantun Struktur teks pantun Dalam KBBI, struktur adalah susunan, bangunan, atau hal yang disusun berbedarkan pola tertentu. Struktur yang berhubungan dengan organisme karangan adalah rangka organisasi karangan yang isinya memperlihatkan susunan dan hubungan setiap hal yang akan menjadi tema dan pembahasan karangan tersebut. Struktur pantun, yakni: Berita Terkait Pencak Silat, Pantun, dan Gamelan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia ke UNESCO Tandatangani Nota Kesepahaman, Menteri KKP dan Kapolri Berbalas Pantun Olivia Pardede Tereliminasi Usai Anang Beri Pantun hingga Dikritik Juri Pantun: Definisi, Ciri, Jenis dan Contohnya Ciri-ciri Puisi Rakyat (Pantun, Gurindam, Syair) Berita Terkait Pencak Silat, Pantun, dan Gamelan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia ke UNESCO Tandatangani Nota Kesepahaman, Menteri KKP dan Kapolri Berbalas Pantun Olivia Pardede Tereliminasi Usai Anang Beri Pantun hingga Dikritik Juri Pantun: Definisi, Ciri, Jenis dan Contohnya Ciri-ciri Puisi Rakyat (Pantun, Gurindam, Syair)
Pantun dalam pengertian sederhana adalah salah satu jenis puisi lama yang dikenal secara luas di seluruh Nusantara.

Hampir setiap daerah mengenal “pantun”, tetapi dengan istilah yang sesuai dengan tiap-tiap daerah itu. Kata pantun terdapat di berbagai bahasa di Nusantara. Kata tonton (bahasa Tagalog), tuntun (bahasa Jawa), pantun (bahasa Toba) memiliki arti yang hampir sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan.

Yang menarik adalah kata pantun dalam bahasa Simalungun berarti sindiran, sedangkan kata sisindiran dalam bahasa Sunda berarti bentuk puisi yang kita kenal sebagai pantun. Di Jawa Tengah, pantun dikenal dengan nama parikan; di Toraja, dikenal dengan nama bolingoni. Kesenian tradisional yang menggunakan pantun, antara lain nyanyian doger di Jawa Barat, ludruk di Surabaya, tirik dan ahui di Banjarmasin, gandrung di Banyuawangi, dan kelong-kelong di Makassar.

Pengertian Pantun Sesuai dengan asal-usul katanya tersebut, pantun memang identik dengan seperangkat kosakata yang disusun sedemikian rupa dengan merujuk pada sejumlah kriteria konvensional menyangkut bentuk fisik dan bentuk puisi rakyat anonym (tanpa nama). Ada juga yang mengatakan bahwa kata pantun awalnya bermakna seperti atau umpama.

Ada juga yang berpendapat bahwa kata pantun berasal dari bahasa Minangkabau, yaitu panuntun yang artinya pembimbing untuk memberikan nasihat berdasarkan sastra lisan dalam pengucapan pepatah dan petitih yang populer dalam masyarakat tersebut.

Fungsi ungkapan perasaan dan pikiran dalam bentuk pantun-baik dari Medan, Sunda, Jawa, maupun daerah lainnya-sama, yaitu mendidik sambil menghibur orang dengan permainan bunyi bahasa dan menyindir (menegur bahwa sesuatu itu kurang baik) secara tidak langsung. Akan tetapi, bukan berarti masyarakat kita tidak tegas kalau hendak mengatakan sesuatu. Pantun menunjukkan kita memiliki gaya tersendiri dalam mengungkapkan sesuatu. Jika kita menegur atau menasehati orang secara tidak langsung, akan terkesan lebih santun.

Dengan demikian, orang yang kita tuju tidak merasa malu atau dipojokkan. Pantun Dikenal Dengan Berbagai Nama Di Berbagai Bahasa Di Nusantara. Dalambahasa Jawa, Pantun Dikenal Dengan Sebutan / Pantun Bahasa Jawa / Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan a.

Pantun juga biasa digunakan dalam upacara adat di berbagai daerah, hiburan, atau penyampaian pesan bijak. Pantu n adalah karya sastra puisi lama yang berkembang hingga sekarang.

Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan nama parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan. Menurut utami, pantun adalah salah satu puisi lama yang sangat dikenal dalam bahasa nusantara, dalam bahasa sunda misalnya pantun dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa jawa pantun dikenal sebagai parikan.

Nah pantun sendiri merupakan salah satu jenis puisi lama yang sudah terkenal sejak jaman dulu dalam bahasa nusantara. Pengertian pantun adalah puisi melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat.

Pantun terdapat dalam beberapa sastra daerah di indonesia seperti dalam sastra jawa, pantun dikenal dengan sebutan parika, dalam sastra sunda dikenal dengan paparikanuntuk pantun dalam sastra batak disebut dengan umpasa. Dalam bahasa minang, pantun berasal dari kata patuntun 'petuntun'. Pantun merupakan bentuk puisi lama yang dikenal luas dalam berbagai bahasa di nusantara, dalam bahasa jawa pantun dikenal sebagai parikan, sedangkan dalam bahasa sunda pantun dikenal sebagai paparikan.

Sebenarnya pantun adalah puisi lama nusantara yang dikenal memiliki banyak istilah di berbagai daerah. Pengertian Pantun Ciri Pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama Jenis Pantun Dan Contohnya from theinsidemag.com Pantun dikenal dengan berbagai nama di berbagai bahasa di nusantara. Pantun terdapat dalam beberapa sastra daerah di indonesia seperti dalam sastra jawa, pantun dikenal dengan sebutan parika, dalam sastra sunda dikenal dengan paparikan pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama, untuk pantun dalam sastra batak disebut dengan pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama.

Misalnya dalam bahasa pampanga, tuntun bermakna teratur, dalam bahasa tagalog, tonton bermakna bercakap sesuai dengan aturan tertentu sedangkan dalam bahasa jawa kuno, atuntun berarti teratur. Pantun dikenal dengan berbagai nama di berbagai bahasa di nusantara. Kata pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa minangkabau yang memiliki arti penuntun.

Secara harfiah, kata pantun sendiri berasal dari bahasa minangkabau yang mempunyai arti penuntun. Pantun pantun adalah puisi melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat.

Kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang. Definisi pantun menurut pendapat edi warsidi dan farika adalah salah satu jenis puisi lama yang sudah dikenal secara luas dalam berbagai bahasa yang ada di nusantara. Kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan.

Pantun terdapat dalam beberapa sastra daerah di indonesia seperti dalam sastra jawa, pantun dikenal dengan sebutan parika, dalam sastra sunda dikenal dengan paparikanuntuk pantun dalam sastra batak disebut dengan umpasa. Pantun adalah, salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di nusantara.kata pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa minangkabau yang memiliki arti penuntun.

Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan parikan. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan a. Brandstetter, arti pantun berasal dari akar kata tun, yang terdapat dalam berbagai bahasa di nusantara. Cerita 17.kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang digolongkan sebagai a.

Kisah kancil mencuri ketimun merupakan pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama fiksi yang. Pantun dikenal dengan berbagai nama di berbagai bahasa di nusantara.

Di jawa, pantun disebut parikan, dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan, sedangkan dalam bahasa batak disebut dengan umpasa. Salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di nusantara. Menurut utami, pantun adalah salah satu puisi lama yang sangat dikenal dalam bahasa nusantara, dalam bahasa sunda misalnya pantun dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa jawa pantun dikenal sebagai parikan.

Dalam bahasa jawa, pantun dikenal sebagai parikan, sedangkan dalam bahasa sunda pantun dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa batak dikenal dengan umpasa (upassa). Setiap suku memiliki sebutan yang berbeda. Teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur a. Dalam bahasa jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, sedangkan dalam bahasa batak dikenal dengan sebutan umpasa.

Definisi pantun menurut pendapat edi warsidi dan farika adalah salah satu jenis puisi lama yang sudah dikenal secara luas dalam berbagai bahasa yang ada di nusantara. Sejarah Pantun Jenis Dan Juga Contohnya Delta Buana from 1.bp.blogspot.com Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan a. Nah pantun sendiri merupakan salah satu jenis puisi lama yang sudah terkenal sejak jaman dulu dalam bahasa nusantara.

Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di nusantara, tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan nama parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan. Kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang. Pantun pantun adalah puisi melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat.

Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan a. Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di nusantara, tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan. Pengertian pantun menurut para ahli deweezz.com menurut dr. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan nama parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan a.

Teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur a. Misalnya dalam bahasa padang atau minangkabau pantun dikenal dengan patuntun, dalam bahasa jawa dikenal dengan parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan istilah paparikan.

Teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur a. Pantun dalam pengertian sederhana adalah salah satu jenis puisi lama yang dikenal secara luas di seluruh nusantara. Kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang. Nah pantun sendiri merupakan salah satu jenis puisi lama yang sudah terkenal sejak jaman dulu dalam bahasa nusantara. Pantun pantun adalah puisi melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat.

Misalnya dalam bahasa pampanga, tuntun bermakna teratur, dalam bahasa tagalog, tonton bermakna bercakap sesuai dengan aturan tertentu sedangkan dalam bahasa jawa kuno, atuntun berarti teratur. Dalam kebudayaan jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, dalam kebudayaan sunda, pantun disebut dengan paparikan, sementara dalam budaya batak disebut umpasa. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan nama parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Pantun dikenal dengan berbagai nama di berbagai bahasa di nusantara. Definisi pantun menurut pendapat edi warsidi dan farika adalah salah satu jenis puisi lama yang sudah dikenal secara luas dalam berbagai bahasa yang ada di nusantara. Dalam pengertian sederhana pantun adalah suatu jenis puisi lama yang telah terkenal luas di semua wilayah nusantara. Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di nusantara, tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan.

Pantun terdapat dalam beberapa sastra daerah di indonesia seperti dalam sastra jawa, pantun dikenal dengan sebutan parika, dalam sastra sunda dikenal dengan paparikanuntuk pantun dalam sastra batak disebut dengan umpasa. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan a. Pdf Pantun The Transformation From Oral Tradition Writing Tradition Into Performing Art Study On Malay Pantuns At Riau Archipelago Province from i1.rgstatic.net Pantun merupakan bentuk puisi lama yang dikenal luas dalam berbagai bahasa di nusantara, dalam bahasa jawa pantun dikenal sebagai parikan, sedangkan dalam bahasa sunda pantun dikenal sebagai paparikan.

Salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di nusantara. Pantun juga biasa digunakan dalam upacara adat di berbagai daerah, hiburan, atau penyampaian pesan bijak. Pantun dikenal dengan berbagai nama di berbagai bahasa di nusantara. Kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang.

Pantun adalah, salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di nusantara.kata pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa minangkabau yang memiliki arti penuntun. Secara harfiah, kata pantun sendiri berasal dari bahasa minangkabau yang mempunyai arti penuntun. Kata pantun berasal dari bahasa minangkabau yaitu dari kata patuntun yang berarti petuntun atau penuntun. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan a. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan nama parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan.

Kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang. Pengertian pantun adalah puisi melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat. Definisi pantun menurut pendapat edi warsidi dan farika adalah salah satu jenis puisi lama yang sudah dikenal secara luas dalam berbagai bahasa yang ada di nusantara.

Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di nusantara, tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan. Dalam kebudayaan jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, dalam kebudayaan sunda, pantun disebut dengan paparikan, sementara dalam budaya batak disebut umpasa. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan nama parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan.

Istilah pantun ada di berbagai bahasa di nusantara. Dalam bahasa minang, pantun berasal dari kata patuntun 'petuntun'. Salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di nusantara. Kata pantun terdapat di berbagai bahasa di nusantara.kata tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) memiliki arti yang hampir sama, yaitu sesuatu.

Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di nusantara, tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan. Sebagai contohnya di daerah jawa dikenal dengan sebutan parikan.

Source: data03.123doks.com Pinuntun 16.teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur a. Istilah pantun ada di pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama bahasa di nusantara. Sebenarnya pantun adalah puisi lama nusantara yang dikenal memiliki banyak istilah di berbagai daerah. Teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur a. Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di nusantara, tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan.

Source: www.rumuspelajaran.com Kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang. Dalam bahasa jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, sedangkan dalam bahasa batak dikenal dengan sebutan umpasa.

Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan a. Sebenarnya pantun adalah puisi lama nusantara yang dikenal memiliki banyak istilah di berbagai daerah. Pantun dalam pengertian sederhana adalah salah satu jenis puisi lama yang dikenal secara luas di seluruh nusantara.

Source: i0.wp.com Pantun merupakan bentuk puisi lama yang dikenal luas pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama berbagai bahasa di nusantara, dalam bahasa jawa pantun dikenal sebagai parikan, sedangkan dalam bahasa sunda pantun dikenal sebagai paparikan.

Pada awalnya pantun hanya diucapkan secara lisan. Teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur a. Istilah pantun ada di berbagai bahasa di nusantara. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan parikan. Source: www.prestasiglobal.id Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di nusantara, tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan.

Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di nusantara, tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan.

Pantun dikenal dengan berbagai nama di berbagai bahasa di nusantara. Menurut utami, pantun adalah salah satu puisi lama yang sangat dikenal dalam bahasa nusantara, dalam bahasa sunda misalnya pantun dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa jawa pantun dikenal sebagai parikan. Sebagai contohnya di daerah jawa dikenal dengan sebutan parikan.

Source: i0.wp.com Kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang. Kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang. Dalam kebudayaan jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, dalam kebudayaan sunda, pantun disebut dengan paparikan, sementara dalam budaya batak disebut umpasa.

Kata pantun terdapat di berbagai bahasa di nusantara.kata tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) memiliki arti yang hampir sama, yaitu sesuatu. Teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur a. Source: www.phiradio.net Pantun terdapat dalam beberapa sastra daerah di indonesia seperti dalam sastra jawa, pantun dikenal dengan sebutan parika, pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama sastra sunda dikenal dengan paparikanuntuk pantun dalam sastra batak disebut dengan umpasa.

Pantun tersebar hampir di seluruh indonesia. Dalam kebudayaan jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, dalam kebudayaan sunda, pantun disebut dengan paparikan, sementara dalam budaya batak disebut umpasa. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan a. Dalam kebudayaan jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, dalam kebudayaan sunda, pantun disebut dengan paparikan, sementara dalam budaya batak disebut umpasa. Source: i1.wp.com Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan parikan.

Dalam bahasa minang, pantun berasal dari kata patuntun 'petuntun'. Dalam kebudayaan jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, dalam kebudayaan sunda, pantun disebut dengan paparikan, sementara dalam budaya batak disebut umpasa. Pengertian pantun adalah puisi melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan nama parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan.

Source: cdn.statically.io Menurut alisyahbana 2004:1 pantun merupakan puisi lama yang sangat dikenal oleh orang dulu atau sangat dikenal pada masyarakat lama.

Misalnya dalam bahasa padang atau minangkabau pantun dikenal dengan patuntun, dalam bahasa jawa dikenal dengan parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan istilah paparikan. Pinuntun 16.teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur a. Pantun adalah, salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di nusantara.kata pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa minangkabau yang memiliki arti penuntun.

Nah pantun sendiri merupakan salah satu jenis puisi lama yang sudah terkenal sejak jaman dulu dalam bahasa nusantara. Source: slideplayer.info Dalam kebudayaan jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, dalam kebudayaan sunda, pantun disebut dengan paparikan, sementara dalam budaya batak disebut umpasa. Menurut utami, pantun adalah salah satu puisi lama yang sangat dikenal dalam bahasa nusantara, dalam bahasa sunda misalnya pantun dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa jawa pantun dikenal sebagai parikan.

Pantun tersebar hampir di seluruh indonesia. Dalam kebudayaan jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, dalam kebudayaan sunda, pantun disebut dengan paparikan, sementara dalam budaya batak disebut umpasa. Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan a. Source: i1.wp.com Dalam kebudayaan jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, dalam kebudayaan sunda, pantun disebut dengan paparikan, sementara dalam budaya batak disebut umpasa.

Source: assets-a1.kompasiana.com Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan sebutan. Source: slideplayer.info Dalam bahasa jawa, pantun dikenal dengan nama parikan dan dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan. Source: i0.wp.com Pengertian pantun menurut para ahli deweezz.com menurut dr. Source: www.dosenpendidikan.co.id Kata pantun terdapat di berbagai bahasa di nusantara.kata tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) memiliki arti yang hampir sama, yaitu sesuatu.

Source: imgv2-1-f.scribdassets.com Pada awalnya pantun hanya diucapkan secara lisan. Source: i1.rgstatic.net Setiap suku memiliki sebutan yang berbeda. Source: imgv2-1-f.scribdassets.com Kata pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa minangkabau pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama memiliki arti penuntun. Source: i0.wp.com Nah pantun sendiri merupakan salah satu jenis puisi lama yang sudah terkenal sejak jaman dulu dalam bahasa nusantara.

Source: cdn0-production-images-kly.akamaized.net Cerita 17.kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang digolongkan sebagai a. Source: i1.wp.com Pantu n adalah karya sastra puisi lama yang berkembang hingga sekarang. Source: masmufid.com Pantun dikenal dengan berbagai nama di berbagai bahasa di nusantara.

Source: Menurut utami, pantun adalah salah satu puisi lama yang sangat dikenal dalam bahasa nusantara, dalam bahasa sunda misalnya pantun dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa jawa pantun dikenal sebagai parikan. Source: theinsidemag.com Cerita 17.kisah kancil mencuri ketimun merupakan cerita fiksi yang digolongkan sebagai a.

Source: i1.wp.com Kata pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa minangkabau yang memiliki arti penuntun. Source: upload.wikimedia.org Kata pantun terdapat di berbagai bahasa di nusantara.kata tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) memiliki arti yang hampir sama, yaitu sesuatu. Source: i1.wp.com Teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur a. Source: i2.wp.com Menurut alisyahbana 2004:1 pantun merupakan puisi lama yang sangat dikenal oleh orang dulu atau sangat dikenal pada masyarakat lama.

Source: cdns.klimg.com Menurut alisyahbana 2004:1 pantun merupakan puisi lama yang sangat dikenal oleh orang dulu atau sangat dikenal pada masyarakat lama.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Source: imgv2-2-f.scribdassets.com Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di nusantara, tonton (bahasa tagalog), tuntun (bahasa jawa), pantun (bahasa toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan. Source: i.pinimg.com Kata pantun berasal dari bahasa minangkabau yaitu dari kata patuntun yang berarti petuntun atau penuntun. Source: upload.wikimedia.org Salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di nusantara.

Source: majalahpendidikan.com Brandstetter, arti pantun berasal dari akar kata tun, yang terdapat dalam berbagai pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama di nusantara. Source: sharingkali.com Pantun dikenal dengan berbagai nama di berbagai bahasa di nusantara. Source: www.pelajaran.co.id Dalam bahasa jawa, pantun biasa disebut dengan parikan, sedangkan dalam bahasa batak dikenal dengan sebutan umpasa.
Pengertian Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara.

Pantun apa yang sering Anda dengar? Pantun sendiri sudah dapat Anda pelajari sewaktu menginjak bangku SD. Sangat menarik bukan? Anda bisa menjadikan pantun sebagai bahan ejekan.

Kids jaman now memangnya tahu? Pantun di betawi biasa dilontarkan pada saat hajatan. Seru banget deh! Penasaran ya? Coba datang ke acaranya teman disana. Pasti sebenarnya kalian ini sudah sedikit-sedikit memahami dan mengetahui salah satu jenis pantun dan contohnya bukan? Bukan hanya mengetahui, kalian juga pasti bisa membuat pantun secara spontan karena memang cara membuatnya sangat mudah, berirama saja sudah sangat okay!

Untuk itu, di bawah ini kami sertakan penjelasan dari pengertian pantun baik secara umum dan pengertian pantun menurut para ahli. Juga, di jelaskan mengenai jenis-jenis pantun, contoh singkat pantun, dan hal-hal yang berkaitan dengan pantun agar Anda jauh lebih memahaminya.

Daftar Isi Artikel • Pengertian Pantun • Pengertian Pantun Menurut Para Ahli • Ciri-Ciri Pantun • Struktur Pantun • Jenis-Jenis Pantun Pengertian Pantun Pengertian pantunadalah salah satu jenis puisi lama yang sangat dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara.

Bagaimana asal usul kata pantun? Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti “penuntun”. Fyi, pengertian pantun dari pendapat lain juga ada loh. Pengertian pantun adalah puisi melayu yang sudah lama mengakar di budaya masyarakat. Yups, memang tidak jauh berbeda dari pengertian pantun secara umum.

Pantun memiliki nama lain dalam bahasa daerah loh. Apa sih pantun dalam bahasa lain? Berikut ini adalah nama lain pantun menurut bahasa Nusantara. • Pantun dalam bahasa Jawa adalah paparikan. • Pantun dalam bahasa Sunda adalah paparikan. • Pantun dalam bahasa Batak adalah umpasa. Sedikit informasi, lazimnya pantun terdiri atas empat larik jika dituliskan. Dua larik sebagai sampiran, dan kedua larik berikutnya sebagai isi.

Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun. Karmina adalah pantun “versi pendek” (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah “versi panjang” (enam baris atau lebih). Pengertian Pantun Menurut Para Ahli 1. Sunarti Menurut Sunarti, pengertian pantun adalah salah satu bentuk puisi lama, memiliki keindahan tersendiri dari segi bahasa. Salah satu keindahan dalam pantun ditandai rima a-b-a-b.

2. R.O. Winsted Menurut R.O. Winsted, pengertian pantun adalah bukan sebatas gubahan suatu kalimat yang mempunyai rima serta irama, namun ialah sebuah rangkaian kaa yang indah untuk melukiskan suatu kehangatan cinta, kasih sayang, serta rindu dendam penuturnya.

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia Menurut KBBI, pengertian pantun ialah suatu bentuk puisi Indonesia (melayu), tiap bait (kuplet) terdiri dari sebuah empat baris yang bersajak (a-b-a-b), pada tiap lariknya biasanya terdiri atas sebuah empat kata, baris pertama dan pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama kedua biasanya untuk suatu tumpuan (sampiran) saja sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi; peribahasa sindiran.

4. Dr. R. Brandstetter Menurut Dr.R Brandstetter,pengertian pantun berasal dari akar kata tun, yang terdapat dalam berbagai bahasa Nusantara, misal dalam bahasa Pampanga, tuntun bermakna teratur; didalam bahasa Tagalog, tonton bermakna bercakap pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama dengan aturan tertentu; didalam bahasa Jawa Kuno, tuntun yang artinya benang dan atuntun berarti teratur serta pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama yang artinya memimpin; didalam bahasa Toba pantun yang artinya kesopanan atau kehormatan; di dalam bahasa Melayu, pantun yang artinya quatrain, yaitu sajak berbaris empat, dengan rima a-b-a-b.

Sedangkan dalam bahasa Sunda, pantun yang artinya cerita panjang yang bersajak dan diiringi musik. 5. Surana Menurut Surana, pengertian pantun adalah sebuah bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik, yang berirama silang (a-b-a-b). Larik pertama dan kedua disebut dengan sampiran atau bagian objektif. Biasanya berupa sebuah lukisan alam atau hal apa saja yang diambil sebagai suatu kiasan. Larik ketiga dan keempat dinamakan isi atau bagian dari subjektif. 6. Hidayati Menurut Hidayati, pengertian pantun adalah salah satu jenis puisi Melayu lama yang secara luas dikenal di tanah air kita.

7. Alisyahbana Menurut Alisyahbana, pengertian pantun adalah puisi lama yang dikenal oleh orang dulu atau sangat dikenal pada masyarakat lama. Pantun memiliki ciri-ciri seperti tiap bait terdiri dari empat baris, dan setiap baris terdiri dari 4-6 kata atau 8-12 suku kata.

Dimana baris pertama dan kedua disebut sampiran dan baris ketiga dan keempat disebut isi. Ciri-Ciri Pantun • Terdiri dari 4 baris/larik. • Isi pantun menentukan jenis pantun tersebut. • Memiliki sajak/rima dengan pola a-a-a-a atau a-b-a-b.

• Satu baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. • Biasanya 1 baris memiliki 4 sampai 6 kata. • Baris pertama dan kedua pantun adalah sampiran. • Baris ketiga dan keempat pantun adalah isi.

• Sampiran dan isi merupakan satuan yang terpisah. Itulah tadi merupakan beberapa ciri-ciri pantun, memang seharusnya Anda mengetahui ciri-ciri pantun tersebut setelah memahami pengertian pantun.

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai ciri-ciri pantun diatas, akan dijelaskan secara detail dibawah ini agar Anda dapat memahami penjelasan ciri-ciri pantun. 1. Terdiri dari 4 baris/larik Apa maksud dari ciri-ciri pantun terdiri dari 4 baris atau larik ini?

Umumnya, sebuah pantun memang merupakan 1 bait kesatuan yang terdiri dari 4 baris/larik. Hal ini berbeda dengan prosa atau puisi yang memiliki jumlah baris yang relatif bebas. Jika lebih dari 4 baris, maka termasuk dalam kategori pantun talibun. Atau, jika kurang dari 4 baris, bisa disebut dengan karmina. 2. Baris pertama dan kedua adalah sampiran Pada baris pertama dan kedua adalah sampiran.

Sampiran pantun merupakan sebuah pengantar sebelum isi, biasanya tidak berkaitan dengan isinya dan ditulis dalam bentuk jenaka. 3. Baris ketiga dan keempat adalah isi Pada bagian ini merupakan sebuah isi di dalam pantun yang dapat diambil maknanya.

Dan isi dari pantun ini menentukan jenis pantunnya. 4. Memiliki sajak/rima a-a-a-a atau a-b-a-b Pantun selalu memiliki keselarasan di akhir baris. Untuk itu pemilihan kata dalam hal ini harus diperhatikan karena merupakan hal mutlak dalam membuat pantun.

5. Satu baris terdiri dari 8 – 12 suku kata Pembatasan suku kata ini dilakukan agar saat pembacaan pantun relatif singkat dan tidak panjang. Pahami lagi juga yuk pengertian puisi! Struktur Pantun Pantun mempunyai dua struktur pokok, yaitu sampiran dan isi.

Sampiran adalah 2 larik (baris ketika dituliskan) yang berisikan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Jantung pantun berada pada 2 larik terakhir yang dikenal sebagai isi pantun. Di dalamnya terdapat pesan-pesan yang bermakna melekat pada dua larik terakhir sebuah pantun. Menurut Sutan Takdir Alisjahbana, fungsi sampiran adalah menyiapkan rima dan irama agar pendengar dapat memahami isi pantun dengan mudah. Ini, dapat dimengerti karena pada dasarnya, pantun adalah sastra lisan.

Pola rima dan irama pada pantun secara eksplisit menegaskan sifat kelisanan pantun pada budaya Melayu lampau. Air dalam bertambah dalam Hujan di hulu belum lagi teduh Hati dendam bertambah dendam Dendam dahulu belum lagi sembuh Aturan umum sendiri berlaku pada pantun, seperti puisi lama. Perumpamaannya seperti ini, satu larik pantun terdiri atas 6-12 suku kata.

Namun, aturan ini tidak selalu berlaku dan bersifat kaku. Pola rima umum yang berlaku pada pantun adalah a-b-a-b dan a-a-a-a. Meski begitu, kerap ditemukan pula pola pantun berpola a-a-b-b. Jenis-Jenis Pantun Adapun jenis-jenis pantun dan contohnya adalah sebagai berikut ini: 1. Pantun Perpisahan Pantun perpisahan adalah pantun yang isinya mengisahkan tentang perpisahan. Suasana yang ditimbulkan pada pantun berceraian yaitu duka cita dan kesedihan.

Contoh pantun perpisahan: Bagaimana bertemu argi Argi datang ke kota Semarang Sampai bertemu lagi Kekasihku sayang Di jalan bertemu Nana Membeli coklat di toko rangan Biar jauh engkau di negeri sana Hilang di mata di hati jangan 2.

Pantun Anak Pantun anakadalah pantun yang isinya khusus atau menceritakan tentang dunia anak-anak. Sehingga pemilihan dalam diksi yang digunakan akan lebih mudah dipahami. Contoh pantun anak: Pergi ke rumah Ardi Membawa sebuah roti Jadilah anak yang baik hati Agar jadi kebanggaan umi dan abi Jalan jalan ke pantai Melihat pantai sungguh indahnya InsyaaAllah jadi anak pandai Supaya adik berguna untuk sesama 3. Pantun Cinta/Kasih Sayang Pantun cinta/kasih sayang ini banyak digunakan untuk sarana perkenalan, mengungkapkan perasaan serta pujian dan termasuk pantun muda mudi.

Contoh pantun cinta: Pergi ke Bali bersama kawan Indah bunga harum melati Sudah cantik dan menawan Ternyata juga baik hati Makan kue di atas loyang Ikan emas dimakan pelikan Semakin hari semakin sayang Hingga maut memisahkan 4.

Pantun Adat Istiadat Pantun adat istiadat berisi ungkapan tradisi dari leluhur, sehingga harus dipelihara dan tidak boleh dilupakan. Fungsi pantun adat istiadat merupakan bentuk peraturan atau norma dalam masyarakat. Contoh pantun adat istiadat: Lebat daun bung di tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru dipelihara adat pusaka Bukan lebah sembarang lebah Lebah bersarang di buku buluh Bukan sembah sembarang sembah Sembah bersarang jari sepuluh 5.

Pantun Agama Pantun agama adalah pantun yang di dalamnya terdapat nilai-nilai atau prinsip keagamaan. Biasanya tidak hanya tentang pengetahuan agama, namun berisikan perintah dan larangan menurut agama.

Contoh pantun agama: Kalau menegakkan benang basah Aib malu orang sekampung Kalau menegakkan agama yang salah Hidup mengerang mati menanggung Kalau sudah duduk berdamai Jangan lagi diajak berperang Kalau sunnah sudah dipakai Jangan lagi dibuang-buang 6. Pantun Nasehat Pantun Nasehat adalah pantun yang menjelaskan sendi kebaikan dana bermasyarakat, kemudian disampaikan melalui peraturan estetika kata.

Contoh pantun nasehat: Kelapa gading buahnya banyak Lebat berjulai di pangkal pelapah Bila berunding sesama bijak Kusut selesai, sengketa pun sudah Apalah tanda kayu meranti Kayunya rampak melambai angin Apalah tanda melayu sejati Ilmunya banyak, belajarpun rajin 7.

Pantun Teka-Teki Pantun teka-teki adalah pantun yang berisikan tebakan atau sebuah teka-teki. Dan untuk melengkapi pantun teka-teki biasanya dibutuhkan jawaban. Contoh pantun teka-teki: Kalau tuan bawa keladi Bawakan juga si pucuk rebung Kalau tuan bijak bestari Binatang apa tanduk di hidung Tugak padi jangan bertangguh Kunyit kebun siapa galinya Kalau tuan cerdik sungguh Langit tergantung mana talinya 8.

Pantun Jenaka Pantun Jenaka adalah pantun yang sering dijumpai dalam berbagai acara, semisal pernikahan adat Betawi. Jenis pantun jenaka sendiri memiliki tujuan menghibur, kadang juga menyindir. Contoh pantun jenaka: Dimana kuang hendak bertelur Di atas lata dirongga batu Dimana tuan hendak tidur Di atas dada dironggah susu Pohon manggis di tepi rawa Tempat nenek tidur beradu Sedang menangis nenek tertawa Melihat kakek bermain gundu 9. Pantun Dagang Pantun dagang merupakan pantun yang mengisahkan tentang kisah atau nasib seseorang.

Dan, biasanya pantun dagang ini diceritakan atau dinyanyikan mereka yang sedang di perantauan atau mereka yang memiliki nasib tak seberuntung temannya. Contoh pantun dagang: Tudung saji hanyut terapung Hanyut terapung di air sungai Niat hati ingin pulang kampung Apa daya tangan tak sampai Pukul gendang kulit biawak Sedikit tidak berdentum lagi Hendak kemana untung ku bawa Sedikitpun tidak beruntung lagi 10. Pantun Kepahlawanan Pantun kepahlawanan adalah pantun yang isinya berisikan tentang perjuangan seorang pahlawan dan semangat para pahlawan.

Contoh pantun pahlawan: Hang jabat hang kasturi Budak budak raja Malaka Jika hendak jangan pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama Mari kita bertentang mata Adakah perisai bertali rambut Rambut dipintal akan cemara Adakah misal tahu takut Kami pun muda lagi perkasa 11. Pantun Suka Cita Pantun suka cita adalah pantun yang isinya menggambarkan kegembiraan, baik kegembiraan pembaca maupun pendengar.

Dan biasanya isi akan disesuaikan dengan acara ketika pantun dibacakan. Misalnya ketika acara pernikahan, mak pembaca pantun akan menggambarkan kebahagiaan kedua mempelai.

Contoh pantun suka cita: Kancil senang bila berkemah Tandanya diberi segenggam uyah Kalau ayah pulang ke rumah Selalu saja bawa hadiah Burung kenari burung dara Terbang ke arah angkasa luas Hati siapa tak gembira Karena beta telah naik kelas 12. Pantun Duka Cita Pantun duka cita adalah kesedihan atau duka yang sedang dirasakan pembaca. Permasalahan yang sering pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama dalam pantun duka cita ini misalnya kemiskinan, nasib dll.

Contoh pantun duka cita: Tangsi nasibku rotan teranyam Tidak rotan bilah patahkan Untung bundaku sebagai ayam Tidak mengekas tidaklah makan Memetik duku di kota Kedu Membeli tenda uangnya hilang Menangis daku tersedu-sedu Mencari bunda belum juga pulang Itulah tadi merupakan pengertian pantun secara umum dan pengertian pantun menurut para ahli lengkap.

Sudah memahami bukan mengenai materi pantun? Adapun sudah kami jabarkan juga ciri-ciri pantun dan jenis-jenis pantun beserta contohnya.

Jika Anda memiliki sebuah pantun unik silakan cantumkan di komentar.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Demikian dari kami theinsidemag.comapabila ada pertanyaan silakan ditanyakan. Semoga acuan ini dapat membuat pantun Anda menjadi lebih keren. Salam sukses!
Warisan Budaya Tak Benda UNESCO Negara Indonesia, Malaysia Referensi 01613 Kawasan Asia dan Pasifik Sejarah Inskripsi Inskripsi 2020 Pantun adalah, salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di Nusantara.

Kata "Pantun" berasal dari kata patuntun dalam Bahasa Minangkabau yang memiliki arti "penuntun". [1] Pantun memiliki nama lain dalam bahasa-bahasa daerah, dalam bahasa Jawa, pantun dikenal dengan parikan dalam bahasa Sunda pantun disebut paparikan dan dalam bahasa Batak, pantun dikenal dengan sebutan umpasa.

[2] Lazimnya, pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), tiap larik terdiri atas 8-12 suku kata, ber sajak akhir dengan pola a-b-a-b ataupun a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-a). [3] Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama. [4] Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan, tapi sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Ciri lain dari sebuah pantun adalah pantun tidak memberi nama penggubahnya (anonim). Hal ini dikarenakan penyebaran pantun dilakukan secara lisan.

Daftar isi • 1 Tradisi • 2 Peran pantun • 3 Struktur pantun • 4 Jenis-jenis pantun • 4.1 Pantun Adat • 4.2 Pantun Agama • 4.3 Pantun Budi • 4.4 Pantun Jenaka • 4.5 Pantun Kepahlawanan • 4.6 Pantun Percintaan • 4.7 Pantun Peribahasa • 4.8 Pantun Perpisahan • 4.9 Pantun Teka-teki • 5 Referensi • 6 Lihat juga Tradisi [ sunting - sunting sumber ] Indonesia memiliki kekayaan seni verbal yang sangat beranekaragam.

Pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama tradisi yang umumnya tidak tertulis berupa ucapan yang ekspresif, dan sering kali memiliki isi jenaka yang disebut "pantun" adalah seni tradisi yang dapat dijumpai secara umum di sebagian besar daerah Melayu di seluruh kepulauan Indonesia.

Beberapa pertunjukan "pantun" bersifat narasi; Misalnya, tradisi " kentrung" di Jawa Tengah dan Jawa Timur, menggunakan struktur "pantun" untuk menceritakan kisah-kisah sejarah keagamaan atau sejarah lokal dengan iringan genderang. Pada hakikatnya, sebagian besar kesusastraan tradisional Indonesia membentuk pondasi dasar pertunjukan genre campuran yang kompleks, seperti " randai" dari Minangkabau wilayah Sumatra Barat, yang mencampur antara seni musik, seni tarian, seni drama, dan seni bela diri dalam perpaduan seremonial yang spektakuler.

[5] Peran pantun [ sunting - sunting sumber ] Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang.

Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata. Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan. [6] Kedekatan nilai sosial dan pantun bahkan bermula dari filosofi pantun itu sendiri.

Adat berpantun, pantang melantun adalah filosofi yang melekat pada pantun. Peribahasa tersebut mengisyaratkan bahwa pantun lekat dengan nilai-nilai sosial dan bukan semata imajinasi. [7] Semangat hakikat pantun menjadi penuntun pada pantun. Penjelasan tersebut meneguhkan fungsi pantun sebagai penjaga dan media kebudayaan untuk memperkenalkan dan menjaga nilai-nilai masyarakat.

[8] Sementara itu, dalam kebudayaan Minangkabau, pantun digunakan dalam berbagai acara adat. Misalnya dalam acara manjapuik marapulai (menjemput mempelai pria), batagak gala (upacara penobatan gelar), batagak penghulu (upacara penobatan penghulu), atau dalam pidato upacara adat lainnya. [9] Struktur pantun [ sunting - sunting sumber ] Pantun memiliki struktur yang terdiri atas sampiran dan isi.

Sampiran berfungsi menyiapkan rima dan irama yang dapat membantu pendengar memahami isi pantun. Pada umumnya sampiran tidak memiliki hubungan dengan isi, tetapi terkadang sampiran dapat memberi bayangan terhadap isi pantun.

Isi merupakan bagian inti pantun yang berisi maksud atau pikiran yang akan disampaikan si pembuat pantun. [10] Menurut Sutan Takdir Alisjahbana, fungsi sampiran adalah menyiapkan rima dan irama agar pendengar dapat memahami isi pantun dengan mudah [ citation needed]. Ini dapat dipahami karena pada dasarnya, pantun merupakan sastra lisan. Pola rima dan irama pada pantun secara eksplisit menegaskan sifat kelisanan pantun pada budaya Melayu dulu.

Pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama dalam bertambah dalam Hujan di hulu belum lagi teduh Hati dendam bertambah dendam Dendam dahulu belum lagi sembuh Aturan umum berlaku pada pantun, seperti halnya puisi lama. Misalnya, satu larik pantun terdiri atas 6-12 suku kata. Namun, aturan ini tak selalu berlaku dan bersifat kaku. Pola rima umum yang berlaku pada pantun adalah a-b-a-b dan a-a-a-a.

Meski demikian, kerap diketemukan pula pola pantun yang berpola a-a-b-b. [ citation needed] Jenis-jenis pantun [ sunting - sunting sumber ] Pantun Adat [ sunting - sunting sumber ] Pantun adat adalah pantun yang berisi tentang hal-hal berbau adat dan budaya.

Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terpelihara adat pusaka Pantun Agama [ sunting - sunting sumber ] Pantun agama adalah pantun yang berisi nasihat kehidupan berdasarkan pemahaman agama. Asam kandis asam gelugur Ketiga asam si riang-riang Menangis mayat di pintu kubur Teringat badan tidak sembahyang Pantun Budi [ sunting - sunting sumber ] Pantun jenis ini memberikan nasihat agar diri dan pendengarnya selalu berlaku baik dalam kehidupan.

Ayam jantan si ayam jalak Jaguh Siantan nama diberi Rezeki tidak saya tolak Musuh tidak saya cari Itik betina beranak pinak Air meluap di sungai lusi Ilmu bermanfaat Atau tidak Semua tergantung akhlaq budi Pantun Jenaka [ sunting - sunting sumber ] Pantun Jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar, terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung.

Dengan pantun jenaka, diharapkan suasana akan menjadi semakin riang dan gembira.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Di mana kuang hendak bertelur Di atas lata di rongga batu Di mana tuan hendak tidur Di atas dada di rongga susu Pantun Kepahlawanan [ sunting - sunting sumber ] Pantun kepahlawanan adalah pantun yang isinya berhubungan dengan semangat kepahlawanan. Adakah perisai bertali rambut Rambut dipintal akan cemara Adakah misai tahu takut Kami pun muda lagi perkasa Pantun Percintaan [ sunting - sunting sumber ] Pantun percintaan berisi ungkapan hati seseorang akan perasannya terhadap orang lain, yaitu orang yang sedang ada dalam hatinya.

Sering pula pantun ini berisi candaan terhadap orang yang dimabuk cinta. Coba-coba menanam mumbang Moga-moga tumbuh kelapa Coba-coba bertanam sayang Moga-moga menjadi cinta Pantun Peribahasa [ sunting - sunting sumber ] Pantun peribahasa menggunakan berbagai pepatah, idiom, maupun peribahasa dalam penyampaian maksudnya.

Oleh karena itu, kata-kata yang disampaikan tidak dapat diartikan secara harfiah. Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian Pantun Perpisahan [ sunting - sunting sumber ] Pantun jenis ini mengungkapkan rasa kehilangan si penutur pantun akibat ditinggalkan orang yang disayanginya.

Bisa juga pantunnya berisi tentang harapan agar si penutur dan si pendengar bisa bertemu kembali. Pucuk pauh delima batu Anak sembilang di tapak tangan Biar jauh di negeri satu Hilang di mata di hati jangan Pantun Teka-teki [ sunting - sunting sumber ] Pantun teka-teki, sesuai namanya, memberikan teka-teki bagi si pendengar untuk diselesaikan.

Petunjuk yang diberikan dalam pantun teka-teki sering kali terkesan tidak harfiah. Tugal padi jangan bertangguh Kunyit kebun siapa galinya? Kalau tuan cerdik sungguh Langit tergantung mana talinya? Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ "Pantun Sebagai Teks Nyanyian di Minangkabau". • ^ Arum Sutrisni Putri. "Pantun: Definisi, Ciri, Jenis dan Contohnya". Diakses tanggal 4 Desember 2020. • ^ Shadily, Hassan (1984). Ensiklopedi Indonesia.

Jakarta: Ictiar Baru - Van Hoeve & Elsevier Publishing Projects. hlm. 2546–2547. • pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama Abdul Hasim (2016). "Menelusuri Nilai-Nilai Karakter Dalam Pantun". Pedagogia. 14 (3): 401. ISSN 1693-5276. • ^ "Pantun". Brittanica.com.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 19 December 2020. • ^ Dinni Eka Maulina. "Keanekaragaman Pantun di Indonesia". Semantik (1): 110. ISSN 2252-4657. Parameter -voulume= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Noriah Taslim.

"Pantun dan Psikodinamika Kelisanan". • ^ Effendy,T. (2005). Pantun Nasehat. Penerbit: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu Bekerjasamsa. Yogyakarta: Penerbit Adicita Karya Nusa. • ^ Fandi, Leo; Agustina, Agustina; Nurizzati, Nurizzati (2012). "Struktur dan Fungsi Pantun Minangkabau dalam Masyarakat Pasa Lamo, Pulau Punjung, Dharmasraya". Pendidikan Bahasa Indonesia (dalam bahasa Inggris).

1 (1): 278–286. doi: 10.24036/318-019883. ISSN 2302-3503. • ^ Chairil Amar (2016). "Korelasi Kemampuan Memahami Ciri Pantun dan Kemampuan Menentukan Jenis Pantun dengan Kemampuan Menulis Pantun Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Pagaralam".

Pembahsi. 6 (1): 42. [ pranala nonaktif permanen] Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Pantun Bima • Karmina • Seloka • Gurindam Lihat informasi mengenai pantun di Wiktionary.

• Halaman ini terakhir diubah pada 16 Januari 2022, pukul 21.34. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •PENGERTIAN PANTUN – Dahulu kala, pantun merupakan aset budaya dari suku Melayu di Indonesia.

Banyak orang yang ahli berpantun kala itu, pantun dituturkan secara spontan. Hanya dengan melihat benda-benda di sekitar, membayangkan, atau mengingat sesuatu muncullah rangkaian kata secara spontan. Simak di bawah ini mengenai pengertian pantun yang benar. deweezz.com Daftar Isi • PENGERTIAN PANTUN • Pengertian Pantun Berdasarkan Wikipedia • Pengertian Pantun Menurut Para Ahli • Struktur Pantun • Pengertian Pantun Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia • MACAM MACAM PANTUN • Pantun Adat • Pantun Agama • Pantun Jenaka • Pantun Nasihat • CONTOH PANTUN PENGERTIAN PANTUN Pengertian Pantun Berdasarkan Wikipedia deweezz.com Pantun adalah sebuah salah satu bentuk puisi lama yang telah dikenal pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama dalam bahasa Nusantara.

Asal mulanya pantun merupakan sastra lisan, namun seiring berkembangnya zaman, kini pantun termasuk dalam karya sastra tulis. Kata pantun berasal dari Bahasa Minangkabau yaitu dari kata “ Patuntun” yang berarti petuntun atau penuntun. Setiap suku memiliki sebutan yang berbeda. Di Jawa, pantun disebut parikan, dalam Bahasa Sunda dikenal dengan paparikan, sedangkan dalam Bahasa Batak disebut dengan umpasa. Pengertian Pantun Menurut Para Ahli deweezz.com Menurut Dr. R. Brandstetter Dari Dr.

R. Brandstetter, mengatakan bahwa pantun berasal dari akar kata tun, yang ada dalam berbagai bahasa di Nusantara.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Misalnya, dalam Tagalog, tonton memiliki makna bercakap secara teratur, dalam Bahasa Jawa Kuno, kata tuntun berarti benang, kemudian atuntun berarti teratur, lalu matuntun berarti memimpin. Dalam sebuah bahasa Pampanga, yaitu tuntun berarti teratur. Sedangkan dalam bahasa Toba pantun berarti kesopanan atau kehormatan, dalam bahasa Melayu pantun disebut quatrain yang berarti sajak berbaris empat dengan rima ab-ab. Menurut R.O. Winsted R.O Winsted mengatakan bahwa pantun adalah sebuah pantun, bukanlah hanya sebatas gubahan sebuah kalimat yang memiliki rima dan juga irama.

Namun pantun adalah sebuah rangkaian kata yang indah untuk melukiskan sebuah kehangatan cinta, rindu, dan kasih sayang yang dirasakan oleh penuturnya. Struktur Pantun Struktuk pantun terdiri dari empat baris, dan di setiap barisnya terdiri dari 8 hingga 12 suku kata. Pola pantun harus berakhiran a-b-a-b atau a-a-a-a, selain itu maka tidak dianggap bukan pantun.

Namun secara abstrak, banyak juga ditemukan pantun yang berpola a-a-b-b. Pengertian Pantun Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia deweezz.com Dalam KBBI, pantun adalah suatu bentuk puisi Melayu yang tiap baitnya terdiri dari empat baris dan bersanjak (a-b-a-b).

Dalam setiap barisnya terdiri atas empat kata. Baris pertama dan kedua sebagai sampiran, dan bagian ketiga dan keempat merupakan isinya atau sebuah peribahasa sindiran. MACAM MACAM PANTUN Pantun Adat deweezz.com Pantun adat adalah sebuah pantun yang berisi tentang adat budaya atau pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama leluhur yang harus dilestarikan dan dijunjung tinggi, karena adat yang merupakan suatu prinsip hidup masyarakat.

Tentunya pantun adat ini mengandung nilai leluhur yang sewajarnya harus dipatuhi sisi positifnya. Pantun Agama deweezz.com Menilik dari asal usul pantun yang berasal dari Bangsa Melayu di Indonesia.

Bangsa mereka sangat memegang teguh ajaran agama Islam. Adat budaya mereka pun mengacu pada tuntutan agama Islam. Dengan begitu dapat simpulkan bahwa pantun agama ini merupakan pantun yang mengandung nilai keagamaan yang sangat kental.

Biasa masyarakat Melayu gunakan untuk menasihati seseorang yang belum lurus akhlaknya dengan pantun agama ini. Pantun Jenaka deweezz.com Pantun jenaka adalah pantun yang biasa digunakan untuk menghibur orang atau pendengarnya.

Walaupun lebih identik dengan hal lucu, namun pantun jenaka juga dapat digunakan sebagai penasihat, dan tetap terkandung juga nilai jenakanya. Biasa pantun jenaka dituturkan dalam sebuah jalinan keakraban atau persahabatan, yang memang agar membuat suasana terpecah riang gembira, sehingga hilang lah rasa penat ataupun resah di hati.

Pantun Nasihat deweezz.com Sudah jelas diterangkan pada pengertian, bahwa pantun berasal dari bahasa Minangkabau yang memiliki arti penuntun. Karena itulah pantun sangat dijunjung tinggi oleh Bangsa Melayu, karena manfaatnya yang pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama luar biasa, dari karya sastra lisan menjadi sebuah tuntunan bagi seseorang.

Jika pantun agama menjunjung tinggi nilai agama, maka pantun nasihat ini menjunjung tinggi prinsip-prinsip nasihat petuah yang diturunkan kepada pewarisnya. Dituturkan untuk menuntun kehidupan moral, sifat, akhlak seseorang agar lebih mujur.

CONTOH PANTUN Contoh Pantun Nasihat Kelapa gading buahnya banyak Lebat berjurai di pangkal pelepah Bila berunding sesama bijak Kusut selesai, sengketa pun sudah Kalau ke teluk pergi memukat Tali temali Kita kokohkan Kalau duduk mencari mufakat Iri dan dengki Kita jauhkan Apalah tanda kayu meranti Kayunya rampak melambai angin Apalah tanda Melayu sejati Ilmunya banyak, belajar pun rajin Contoh Pantun Jenaka Di mana kuang hendak bertelur Di atas lata di rongga batu Di mana tuan hendak tidur Di atas dada di rongga susu Elok berjalan kota tua Kiri kanan berbatang sepat Elok berbini orang tua Perut kenyang ajaran dapat Naik ke bukit membeli lada Lada sebiji dibelah tujuh Apanya sakit berbini janda Anak tiri boleh disuruh Jalan-jalan ke rawa-rawa Jika capek duduk di pohon palem Geli hati menahan tawa Melihat katak memakai helm Contoh Pantun Agama Banyak bulan perkara bulan Tidak semulia bulan puasa Banyak Tuhan perkara Tuhan Tidak semulia Tuhan Yang Esa Daun terap di atas dulang Anak udang mati di tuba Dalam kitab ada terlarang Yang haram jangan dicoba Asam kandis asam gelugur Ketiga asam si riang-riang Menangis mayat di pintu kubur Teringat badan tidak sembahyang Bunga kenanga di atas kubur Pucuk sari pandan jawa Apa guna sombong dan takabur Rusak hati badan binasa Contoh Pantun Adat Pohon nangka berbuah lebat Bilalah masak harum juga Berumpun pusaka berupa adat Daerah berluhak alam beraja Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terpelihara adat pusaka Bukan lebah semabarang lebah Lebah bersarang di buku buluh Bukan sembah sembarang sembah Sembah bersarang jari sepuluh Itulah pembahasan lengkap mengenai pengertian pantun, macam-macam, struktur, asal-usul dan contoh pantun.

Semoga artikel dapat bermanfaat bagi kalian para pembaca. Kami berharap, dengan membaca artikel ini para pembaca dapat bertambah wawasannya. Terima kasih sudah berkunjung Cari untuk: Related Posts • Wajib Dipelajari! Cara Mengkafani Jenazah Laki-laki dan Perempuan dalam Ajaran Islam • Cara Membuat dan Contoh Proposal Kagiatan, Usaha, Penilitian, Pengajuan Dana • Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah, Kerjasama, Hutang, Sewa Rumah dan Lainnya • Solusi Tawar Menawar!

Inilah Contoh Surat Penawaran Barang dan Jasa • Mau Resign? Berikut Contoh Surat Pengunduran Diri dari Kerja dan Organisasi (.Doc)
Dalam pengertian sederhana pantun adalah suatu jenis puisi lama yang telah terkenal luas di semua wilayah nusantara.

Setiap daerah hampir kenal dengan yang namanya “pantun” namun mempunyai istilah yang berbeda-beda sesuai daerahnya masing-masing. Istilah pantun ada di berbagai bahasa di nusantara, dalam bahasa Tagolog ( tonton), dalam bahasa Jawa ( tuntun), dalam bahasa Toba ( pantun), mempunyai arti yang mirip, yakni sebuah ucapan yang teratur, bentuk kesatuan, arahan yang mendidik.

Dari kata pantun yang menarik adalah dalam bahasa Simalangun artinya sindiran, sedangkan dalam bahasa sunda kata sisindiran mempunyai arti bentuk puisi yang dikenal dengan pantun. Istilah pantun di jawa tengah disebut dengan parikan, di daerah Toraja pantun dikenal dengan bolingoni. Pantun sering di gunakan dalam kesenian tradisional diantaranya yaitu di Makassar: kelong-kelong, di Banyuwangi: gandrung, di Banjarmasin: ahui dan tirik, di Surabaya: ludruk, di Jawa Barat: nyanyian doger.

Maka dari itu bisa dikatakan kalau sebagian besar arti kata pantun yaitu sama dengan susunan atau aturan. Pengertian pantun itu sejalur dengan apa yang disampaikan oleh R. O. Winsted seorang pengkaji budaya melayu. R. O. Winsted berpendapat: Pantun tidak hanya sebuah gubahan kata-kata yang memiliki irama dan rima, namun sebuah susunan kata yang indah untuk melukiskan kehangatan seperti kasih sayang, cinta, rindu, dan dendam penutur pantun tersebut.

Bisa juga dalam arti lain pantun mengandung sebuah gagasan atau ide-ide yang kritis dan kreatif, serta kandungan makna yang mendalam. Seperti asal usul katanya, memang pantun itu identik dengan sekumpulan kosakata yang dirangkai sedemikian rupa dengan merujuk kepada kriteria-kriteria konvensional terkait bentuk fisik dan bentuk puisi rakyat tanpa nama (anonym).

Ada juga yang menyebutkan kalau kata pantun itu mulanya mempunyai makna umpama atau seperti. Ada juga yang mengatakan kalau kata pantun itu asalnya dari kata panuntun (bahasa Minangkabau) yang artinya pembimbing untuk menyampaikan nasihat menurut sastra lisan dalam penyampaian/ pengucapan petitih dan pepatah yang terkenal pada masyarakat tersebut.

Mulanya, pantun merupakan sastra lisan, akan tetapi seiring berkembangnya zaman, sekarang ini banyak pantun-pantun yang berupa tulisan. Sampai saat ini pantun masih sering dipakai untuk upacara lamaran (peminangan) dan juga perkawinan.

Ada juga yang digunakan sebagai ucapan dalam pembukaan dan penutupan sebuah acara. Baik dari Jawa, Sunda, Medan, maupun daerah lainnya, fungsi ungkapan pikiran dan perasaan dalam bentuk pantun yaitu bersifat mendidik sambil memberikan hiburan kepada orang dengan permainan bunyi bahasa den memberikan sindiran berupa teguran bahwa tindakan sesuatu itu kurang pantas/ kurang baik.

Namun itu tidak berarti kalau masyarakat kita tidak mempunyai ketegasan dalam mengatakan suatu hal. Pantun itu mempunyai gaya tersendiri dalam menyampaikan/ mengungkapkan suatu hal supaya lebih berkesan.

Apabila kita menasehati atau menegur orang menggunakan pantun maka akan terkesan lebih sopan dan orang yang kita tegur tersebut tidak akan merasa dipojokkan atau merasa malu.

Demikian penjelasan yang dapat kami uraikan tentang Pengertian Pantun dari Berbagai Daerah, semoga dapat menambah pengetahuan kita.
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 6.4.

Sebarkan ini: Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pantun Jenis Beserta Ciri-Cirinya Pengertian Pantun Pantun adalah senandung atau puisi rakyat yang dinyanyikan.Dalam kesusastraan, pantun pertama kali muncul dalam Sejarah Melayu dan hikayat-hikayat popular yang sezaman.Kata pantun sendiri mempunyai asal-usul yang cukup panjang dengan persamaan dari bahasa Jawa yaitu kata parik yang berarti pari, artinya paribasa atau peribahasa dalam bahasa Melayu.Arti ini juga berdekatan dengan umpama dan seloka yang berasal dari India.

Pantun merupakan sastra lisan yang dibukukan pertama kali oleh Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau, seorang sastrawan yang hidup sezaman dengan Raja Ali Haji.Antologi pantun yang pertama itu berjudul Perhimpunan Pantun-pantun melayu. Genre pantun merupakan genre yang paling bertahan lama. Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara.Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa minangkabau yang berarti “petuntun”.

Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa sunda dikenal sebagai PAPARIKAN dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a).

Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: SAMPIRAN dan ISI. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak.Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

• Terdiri atas empat baris. • Tiap baris terdiri atas 9 sampai 10 suku kata • Dua baris pertama disebut sampiran dan dua baris berikutnya berisi maksud si pemantun. Bagian ini disebut isi pantun. Pantun mementingkan rima akhir dan rumus rima itu disebut dengan abjad / ab-ab/. Maksudnya, bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga dan baris kedua sama dengan baris keempat. Pada mulanya pantun merupakan senandung atau puisi rakyat yang dinyanyikan (Fang, pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama 195).

Pantun pertama kali muncul dalam Sejarah Melayu dan hikayat-hikayat popular yang sezaman dan disisipkan dalam syair-syair seperti Syair Ken Tambuhan.

Pantun dianggap sebagai bentuk karma dari kata Jawa Parik yang berarti pari, artinya paribahasa atau peribahasa dalam bahasa Melayu. Arti ini juga berdekatan dengan umpama atau seloka yang berasal dari India. Dr. R. Brandstetter mengatakan bahwa kata pantun berasal dari akar kata tun, yang terdapat dalam berbagai bahasa Nusantara, misalnya dalam bahasa Pampanga, tuntun yang berarti teratur, dalam bahasa Tagalog ada tonton yang berarti bercakap menurut aturan tertentu; dalam bahasa Jawa kuno, tuntun yang berarti benang atau atuntun yang berarti teratur dan matuntun yang berarti memimpin; dalam bahasa Toba pula ada kata pantun yang berarti kesopanan, kehormatan.

Zaman dahulu pantun menduduki tempat yang penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Melayu.Pantun banyak digunakan dalam permainan kanak-kanak, dalam percintaan, upacara peminangan dan pernikahan, nyanyian, dan upacara adat.Secara umum setiap tahap kehidupan masyarakat Melayu dihiasi oleh pantun.

Pantun ialah karya fiksi yang dibangun melalui berbagai unsure keindahan penyusunan kosakata, unsure-unsur tersebut sengaja dipadukan pengarang dan dibuat mirip dengan dunia yang nyata lengkap dengan peristiwa-peristiwa di dalamnya, yang sehingga Nampak seperti sungguh ada dan terjadi. Unsur inilah yang akan menyebabkan karya sastra hadir, unsure intrinsic sebuah pantun ialah unsur yang secara langsung membangun sebuah cerita. Keterpaduan berbagai unsur intrinsik ini akan menjadikan sebuah pantun yang sangat bagus.

Kemudian untuk dapat menghasilkan pantun yang bagus juga sangat diperlukan pengolahan bahasa. Bahasa merupakan sarana atau media untuk menyampaikan gagasan atau pikiran pengarang yang akan dituangkan sebuah karya yaitu salah satunya pantun tersebut. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Puisi – Ciri, Unsur, Jenis, Puisi Baru dan Lama, Contohnya Unsur, Peranan dan Struktur Pantun Unsur dalam Pantun Sebagaimana yang dijelaskan dalam perenggan terdahulu, unsur alam ialah segala-gala yang boleh (berupaya) dilihat, didengar, dan dirasai (dengan deria sentuh dan perasaan) oleh insan dan makhluk yang lain.

Maksud boleh pula ialah, manusia boleh membuat sesuatu berdasarkan kuderat dan kerelevanan pancaindera yang dimiliki oleh manusia. Mereka yang cacat, mungkin tidak boleh mendengar, melihat, dan merasai seperti mereka yang normal. Namun, kita jangan lupa, bahawa mereka yang cacat [penglihatan] mungkin lebih tajam daya imiginasi mereka berbanding dengan kita yang normal.

Hal inilah yang dikatakan bahawa mata hati mereka (yang cacat penglihatan) lebih tajam derianya (perasaan) daripada manusia yang normal. Mereka dapat bermonolog dan bermeditasi dengan daya imiginasi yang lebih ampuh jika dibandingkan dengan mereka yang normal penglihatannya.

Begitu juga yang cacat pendengaran, mungkin daya agakan mereka lebih tajam, iaitu seumpama lintah di dalam air yang tajam pendengaran lalu hanya dengan melalui riak dan getaran air, si lintah akan datang kepada objek yang menyebabkan kocakan atau riakan air itu.

Demikian juga rasa sentuhan, deria sentuh dan rasa (perasaan). Yang cacat pendengaran dan penglihatan mungkin lebih tajam daya rasa dan perasaan berbanding dengan insan yang normal. Selaku manusia yang normal, kita amat bertuah kerana dengan kenormalan itu kita dapat mencetuskan idea bagi menghasilkan puisi yang baik. Oleh itu, penggunaan unsur alam akan dilihat lebih membawa makna yang lebih dari sekadar maknanya yang harfiah.

Unsur ini perlu ditafsir bagi menghayati makna yang sebenar. Tuntutan untuk melaksanakan tafsiran bagi menemukan makna ini memberi implikasi bahawa kesusasteraan memiliki sifat zahir dan batin atau yang tersurat dan yang tersirat (Hashim Awang, 2002). Muhamad Haji Salleh (1999), memberi pandangan bahawa manusia Melayu membaca dan mentafsir kejadian alam untuk memahami sesuatu yang telah berlaku atau sesuatu yang akan berlaku (ramalan). Alam sering dilihat seperti mengetahui perasaan manusia dan menyebelahinya dalam menyediakan tanda, memberi peringatan atau pun merayakan sesuatu peristiwa dan keadaan.

Alam membayangkan kebenaran. Maka bayangan ini selalu dicari oleh pemikir dan pengarang untuk dipindahkan ke dalam karya mereka. Misalnya, unggas atau ayam akan berbunyi menandakan sesuatu (seperti manusia dan bukan manusia) akan datang dan terbit waktu fajar pada waktu subuh.

Mengikut Za’ba (1934) perlambangan atau teknik yang sengaja menyamarkan citra dan makna adalah salah satu teknik utama sastera Melayu yang bukan sahaja digunakan dalam pantun tetapi juga dalam naratif yang lain. Menurut pendapat Pendeta ini, hal ini demikian kerana dalam pemikiran sastera, sekurang-kurangnya pantun, hikayat dan beberapa bentuk yang berkaitan, sesuatu yang lebih misterius.

Oleh itu, segala-galanya akan lebih mencabar akal fikiran khalayaknya. Peranan Pantun Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata. Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Struktur pantun Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama karena pantun merupakan sastra lisan. Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi kadang-kadang bentuk sampiran membayangkan isi. Sebagai contoh dalam pantun di bawah ini: Air dalam bertambah dalam Hujan di hulu belum lagi teduh Hati dendam bertambah dendam Dendam dahulu belum lagi sembuh Beberapa sarjana Eropa berusaha mencari aturan dalam pantun maupun puisi lama lainnya.

Misalnya satu larik pantun biasanya terdiri atas 4-6 kata dan 8-12 suku kata. Namun aturan ini tak selalu berlaku. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 14 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Terlengkap Pengertian Pantun Menurut Para Ahli Ada beberapa pengertian pantun menurut para ahli yang antara lain yaitu: Menurut Herman J Waluyo “2005:32” Pantun merupakan puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Menurut Kaswan Dan Rita “2008:77” Pantun merupakan jenis puisi melayu lama yang satu baitnya terdiri atas empat larik dan bersajak a-b-a-b, larik pertama dan kedua berupa sampiran, sedangkan larik ketiga dan keempat berupa isi sampiran tidak berisi maksud hanya diambil rima persajaknya, jadi hendak membuat pantun, sebaiknya membuat dulu isinya kemudian menyusul sampirannya.

Menurut Edi Dan Farika “2008:89” Pantun merupakan bentuk puisi lama yang dikenal luas dalam berbagai bahasa di nusantara, dalam bahasa Jawa pantun dikenal sebagai parikan, sedangkan dalam bahasa sunda pantun dikenal sebagai paparikan. Menurut Alisyahbana “2004:1” Pantun merupakan puisi lama yang sangat dikenal oleh orang dulu atau sangat dikenal pada masyarakat lama. Pantun memiliki ciri-ciri seperti tiap bait terdiri dari empat baris dan setiap baris terdiri atas 4-6 kata atau 8-12 suku kata.

Dimana baris pertama dan kedua disebut dengan sampiran dan baris ketiga dan keempat disebut dengan isi. Menurut Hidayat “2010:1” Pantun merupakan salah satu jenis puisi melayu lama yang secara luas dikenal di tanah air kita. Menurut Sunarti “2005:11” Pantun sebagai salah satu bentuk puisi lama, memiliki keindahan tersendiri dari segi bahasa, yang salah satu keindahan bahasa dalam pantun ditandai oleh rima a-b-a-b.

Menurut R.O. Winsted Pantun tidaklah sebatas gubahan suatu kalimat yang mempunyai rima serta irama, namun ialah sebuah rangkaian kata yang indah untuk melukiskan suatu kehangatan cinta, kasih saying serta rindu, dendam, penuturnya.

Menurut Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “2008:1016” Pantun ialah suatu bentuk puisi Indonesia “melayu”, tiap bait “kuplet” terdiri dari sebuah empat baris yang bersanjak “a-b-a-b”, pada tiap larik biasanya terdiri atas sebuah empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk suatu tumpuan “sampiran” saja sedangkan pada beris ketiga dan keempat ialah isi; pribahasa sindiran. Menurut Dr. R.

Brandstetter Menurut Dr. R. Brandstetter menyatakan bahwa pantun berasal dari akar kata tun, yang terdapat dalam berbagai bahasa di Nusantara, misalnya dalam sebuah bahasa Pampanga, tuntun bermakna teratur, didalam bahasa Tagalog, tonton bermakna bercakap sesuai dengan aturan tertentu, dalam bahasa Jawa Kuno, tuntun yang artinya benang dan atuntun yang berarti teratur serta metuntun yang artinya memimpin.

Dalam bahasa Toba pantun yang artinya kesopanan atau kehormatan dalam bahasa Melayu pantun yang artinya quatrain yaitu sajak berbaris empat dengan rima a-b-a-b, sedangkan dalam pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama sunda, pantun yang artinya cerita panjang yang bersanjak dan diiringi dengan musik.

Menurut Surana “2010:31” Menurut Surana “2010:31” menyatakan bahwa pantun ialah sebuah bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik, yang berima silang “a-b-a-b”, larik pertama dan kedua disebut dengan sampiran atau bagian objektis, yang biasanya berupa sebuah lukisan alam atau hal apa saja yang dapat diambil sebagai suatu kiasan, larik ketiga dan keempat dinamakan isi atau bagian dari subjektif.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Teks Ulasan, Contoh, Ciri, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya Jenis Pantun Menurut Effendi (1983:29), pantun dapat dibagi menurut jenis dan isinya yaitu: 1.

pantun anak-anak, berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi: a. pantun bersukacita b. pantun berdukacita c. pantun jenaka atau pantun teka-teki 2. pantun orang muda, berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi: a. pantun dagang atau pantun nasib b. pantun perkenalan c. pantun berkasih-kasihan d. pantun perceraian 3.

pantun orang tua, berdasarkan isinya data dibedakan menjadi: a. pantun nasihat b. pantun adat c. pantun agama Klasifikasi dan Ciri Pantun Ada beberapa jenis-jenis pantun yang diantaranya yaitu: Berdasarkan Siklus Kehidupan Atau Usia • Pantun anak-anak yaitu salah satu jenis pantun yang berhubungan dengan suatu kehidupan masa anak-anak.

Pada pantun anak-anak dapat bermakna sebuah suka cita ataupun duka cita. • Pantun Orang Muda yaitu salah satu jenis pantun yang masih berhubungan dengan sebuah kehidupan masa muda. Pantun orang muda memiliki makna tentang sebuah perkenalan, asmara, perasaan dan sebagainya.

• Pantun Orang Tua yaitu salah satu jenis pantun yang berhubungan dengan sebuah keadaan pada masa tua, yang biasanya pantun ini akan membahas mengenai sebuah kebudayaan, agama, nasihat dan sebagainya.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Berdasarkan Isinya • Pantun Jenaka yaitu jenis pantun ini yang berisikan tentang suatu hal yang lucu serta menarik. • Pantun Nasihat yaitu salah satu jenis pantun yang berisikan mengenai suatu nasihat, pantun ini memiliki tujuan untuk mendidik dengan memberikan berbagai sebuah nasihat mengenai moral, budi perkerti dan sebagainya. • Pantun Teki-Teki yaitu salah satu jenis pantun yang berisikan tentang sebuah teka-teki dan bisanya pendengar diberi kesempatan untuk menjawab dari sebuah teka-teki pantun tersebut.

• Pantun Kiasan yaitu jenis pantun ini yang berisikan mengenai sebuah kiasan yang biasanya memiliki tujuan untuk menyampaikan suatu hal yang secara tersirat. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 105 Nama Tarian Daerah Tradisional Di Indonesia Beserta Gambar Dan Asalnya Contoh Pantun dan Penjelasannya Berikut merupakan makna dan nilai- nilai luhur yang terkandung dalam pantun nusantara.Penggalian makna pantun dibagi berdasarkan jenis pantun.

• Pantun anak-anak, berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi: • Pantun bersukacita: Pantun yang mengungkapkan perasaan suka cita orang tersebut. Dilontarkan dalam situasi yang suka cita.Dituturkan agar orang yang mendengarnya ikut merasakan suka cita. Burung merpati burung dara Terbang menuju angkasa luas Hati siapa takkan gembira Karena aku telah naik kelas Pantun tersebut menggambarkan kegembiraan hati anak-anak yang berhasil naik kelas.Penyampaian pantun itu tentunya dalam suasana yang suka cita.Apabila pantun tersebut dilayangkan, tentu saja membuat yang mendengar merasa turut bersuka cita.

• Pantun berdukacita: Pantun yang mengungkapkan kesedihan seseorang. Pantun ini juga dilontarkan oleh seseorang untuk menghapus suasana duka cita yang ada. Memetik manggis di kota Kedu Membeli tebu uangnya hilang Menangis adik tersedu-sedu Mencari ibu belum juga pulang Pantun tersebut mewakilkan perasaan anak yang ditinggal oleh orang tuanya.Pantun tersebut dilayangkan dalam situasi yang sedih.

Biasanya, anak yang ditinggal orang tuanya tentu akan merasa sedih, dan mungkin mereka bisa mengungkapkannya dalam bentuk pantun. • Pantun jenaka atau pantun teka-teki: Pantun jenaka atau pantun teka teki merupakan pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar, terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan dengan pantun jenaka diharapkan suasana akan menjadi semakin riang.

Pohon mangis di tepi rawa Tempat nenek tidur beradu Sedang menangis nenek tertawa Melihat kakek bermain gundu Masyarakat terdahulu menggunakan pantun sebagai media pelipur lara atau menia hiburan.

Dapat dilihat dari pantu tersebut, tujuannya juga untuk menambah keakraban penutur dengan pendengarnya. • Pantun orang muda, berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi: • Pantun dagang atau pantun nasib: Pantun dagang atau pantun nasib merupakan rangkaian kata-kata yang merefleksikan nasib atau keadaan seseorang.

Pantun ini biasanya dinyanyikan/dibacakan oleh orang-orang yang berada di perantauan jika mereka ingat akan kampung halamannya atau nasibnya yang tak seberuntung temannya. Tudung saji hanyut terapung hanyut terapung di air sungai Niat hati hendak pulang kampung apa daya tangan tak sampai Pantun diatas menggambarkan bagaimana orang yang merantau, berada jauh dari kampung halamannya, sangat merindukan kampungnya.Disini tergambar bahwa masyarakat daerah merantau untuk mencari uang ataupun belajar, jauh dari keluarga, namun mereka tak lupa dengan tempat asal mereka.Mereka bertahan di tempat rantau demi mencapai tujuan.

• Pantun perkenalan: Pantun yang berisi ungkapan untuk mengenal seseorang dan ucapannya berupa pantun. Dari mana hendak kemana Manggis dipetik dengan pisau Kalau boleh kami bertanya Gadis cantik siapa namamu Pantun tersebut menggambarkan bagaimana keinginan seseorang untuk berkenalan dengan orang yang ditemuinya.

Dalam hal ini, kearifan local yang dapat ditemui yakni masyarakat sangat gemar membuka tali pertemanan, suka mengenal satu sama lain. Apabila ia bertemu dengan seseorang yang menarik perhatiannya, ia akan menanyakan hal awam untuk menjalin tali pertemanan, agar mereka menjadi lebih akrab. • Pantun berkasih-kasihan: Pantun yang berisi ungkapan yang ditujukan pada orang yang dicintainya.

Jalan lurus menuju Tuban Terus pergi mengangkat peti Badan kurus bukan tak makan Kurus memikir si jantung hati Pantun tersebut dituturkan oleh seseorang kepada pasangannya.Pantun berkasih-kasihan berisikan hal yang ingin diungkapkan kepada pasangan, atau pun sebagai sarana untuk merayu pasangannya.Pantun tersebut menggambarkan rasa cinta seseorang terhadap pasangannya dan membuat ungkapan yang berlebihan bahwa badannya kurus karena memikirkan kekasihnya.

Hal tersebut tentunya akan membuat sang kekasih merasa pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama dan kenambah keharmonisan hubungan. • Pantun perceraian: Pantun yang berisi ucapan perpisahan atau perceraian. Pantun ini dilontarkan ketika kedua pasangan sedang memiliki masalah dan mungkin berniat untuk berpisahataupun diputuskan hubungannya. Jaga tugu di tengah jalan Menjala ikan mendapat kerang Tega nian aku kau tinggalkan Hidup di dunia hanya seorang Pantun perceraian tersebut menggambarkan kegundahan seseorang karena ditinggal oleh pasangannya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Dan Definisi Hak Cipta Menurut Para Ahli • Pantun orang tua, berdasarkan isinya data dibedakan menjadi: • Pantun nasihat: Rangkaian kata-kata yang mempunyai makna mengarahkan atau menegur seseorang untuk menjadi lebih baik.Pantun nasehat dari jaman ke jaman mengalami perkembangan, pada awal mulanya pantun hanyalah karya lisan yang spontan terucap dari orang yang kreatif.

Bau paku sedin telabah Buaq randu masak odaq Pacu-pacu pada sekolah Jari sangu sak uwah toak Memetik paku dekat selokan Buah kapuk matang muda Rajin-rajinlah bersekolah Jadi bekal ketika tua • Pantun adat: pantun yang menggunakan gaya bahasa bernuansa kedaerahan dan kental akan unsur adat kebudayaan tanah air.

jenis pantun ini bertutur lebih kepada kearifan lokal dimana pantun adat tersebut beredar,masing masing daerah di Nusantara ini pasti memiliki pantun adat yang berbeda beda. Menanam kelapa di pulau Bukum Tinggi sedepa sudah berbuah Adat bermula dengan hukum Hukum bersandar di Kitabullah Pantun tersebut jelas menggambarkan adat istiadat melayu dimana hukumnya berujung atau bermula dari kitabullah atau alquran.Kearifan local yang terkandung yakni tentang aturan adat yang bertumpu pada alquran.

Sebagian besar orang Indonesia memeluk agama islam. Aturan adat yang ada tentunya merujuk pada ajaran islam. • Pantun agama: pantun yang didalamnya mengandung kata-kata nasehat atau petuah yang memiliki makna mendalam sebagai sebuah pedoman dalam menjalani hidup, yang biasanya berisi kata kata yang bisa mendorong kita untuk berbuat yang tidak melanggar aturan agama baik untuk kepentingan diri maupun bagi orang lain.

Aqu lalo beli tembage Te ngadu ngelim parang Lamun mele tame surge Girang-girang ngaji sembahyang Saya pergi beli tembaga Saya pakai untuk merekatkan parang Apabila ingin masuk surge Sering-sering mengaji dan sembahyag Dari baris pertama dan kedua memiliki keterhubungan yang saling berkaitan. Keterhubungan antara baris pertama dengan baris kedua sangat erat, karena pada baris pertama menjelaskan mengenai apa yang digunakan, sedangkan baris kedua menjelaskan mengenai sebab. Sehingga sampiran pada lelakaq ini merupakan keterhubungan sebab-akibat antara baris pertama dan baris kedua.

Selanjutnya pada isi lelakaq kalimat pada baris ketiga berbunyi “lamun mele tame surge”. Apabila dilihat secara kata perkata, maka kata ”lamun” berarti kalau, kata “mele” berarti ingin, dan kata “surge” berarti surga. Dari kata tersebut maka arti seluruhnya pada kalimat di baris ketiga ini adalah “ kalau ingin pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama surga”.

Kata-kata tersebut dapat dilihat dari artinya akan memiliki makna yang sangat luas dan mendalam. Dari hal tersebut maka akan lebih mudah untuk menggali makna sebenarnya dari kalimat lelakaq pada baris ketiga ini.

Dan kalimat pada baris keempat pada lelakaq tersebut berbunyi “girang-girang ngaji sembahyang”. Apabila diartikan secara kata-perkata, maka kata “girang-girang” berarti sering-sering, kata “ngaji” berarti membaca Al-Quran, dan kata “sembahyang” dapat berarti sholat. Maka apabila diartikan secara pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama maka dapat diartikan “ sering-sering membaca Al-Quran dan sholat.

Kalimat tersebut sesuai dengan apa yang dipaparkan oleh kalimat pada baris ketiga tersebut. Sehingga dari hal tersebut maka secara arti kata maka kalimat pada baris ketiga dan keempat sesuai dan saling berhubungan.

Kearifan lokal yang terkandung dalam Lelakaq ini jelas sekali mengenai ajaran agama. Pesan yang terkandung yaitu apabila kita ingin masuk surga, sering-seringlah kita mengaji (Membaca Alquran) serta Sembahyang (Shalat lima waktu dan shalat sunnah).

Dari lalekaq tersebut jelas sekali terlihat bahwa masyarakat sasak sebagian besar merupakan pemeluk agama yang kuat.Mereka menanamkan nilai-nilai agama dalam banyak pantun mereka. Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir.Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Daftar Pustaka Ghawa, John. 2006. Kebijakan dalam 1001 Pantun. Cetakan 2. Jakarta: Kompas Media Nusantara Abdul Rani, Supratman. 2006. Intisari Sastra Indonesia. Bandung: Pustaka Setia. Effendy, M. Ruslan. 1983. Selayang Pandang Kesusastraan Indonesia.

Surabaya: PT. Bina Ilmu. Surana. 2001. Pengantar Sastra Indonesia. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Suroto. 1989. Teori dan Bimbingan Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga. Tim Redaksi. 2008.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: Gramedia dan Departemen Pendidikan Nasional. WWW.WIKIPEDIA.ORG Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia, SMA, SMK Ditag 25 pantun jenaka, 3 jenis pantun dan contohnya, adu pantun cinta, adu pantun kocak, amanat pantun, amanat sebuah pantun terletak pada baris ke, apa yang dimaksud dengan gurindam, apakah jenis pantun yang terbentuk, bagian bagian pantun, bagian bagian pantun dan ciri ciri pantun, baris ketiga dan keempat pada pantun disebut, berbalas pantun 2 orang, berbalas pantun jenaka anak sekolah, cerita pantun, ciri ciri carita pantun bahasa sunda, ciri ciri pantun, ciri ciri pantun adalah, ciri ciri pantun anak, ciri ciri pantun berkait, ciri ciri pantun brainly, ciri ciri pantun dan syair, ciri ciri pantun jenaka, ciri ciri pantun syair dan gurindam, ciri ciri syair, ciri gurindam, ciri syair, Ciri-Ciri Gurindam, ciri-ciri pantun dalam bahasa sunda, ciri-ciri pantun menurut para ahli, ciri2 gurindam, contoh pantun cinta, contoh pantun jenaka dan maknanya, contoh pantun lucu, contoh pantun mulia, contoh pantun rakyat, contoh pantun sunda, definisi pantun, isi pantun, jelaskan asal-usul gurindam, jelaskan yang dimaksud syair, jenis gurindam, jenis jenis pantun, jenis jenis pantun brainly, jenis jenis pantun dan maknanya, jenis jenis pantun jenaka, jenis jenis pantun lama, jenis jenis syair, jenis pantun berdasarkan bentuknya, jenis syair, jenis-jenis pantun orang tua, karmina merupakan pantun versi, kumpulan pantun jenaka pendidikan, macam macam bentuk pantun, macam macam pantun agama, macam macam pantun jenaka, macam macam pantun muda, macam macam pantun teka teki, materi pantun, memiliki rima aa atau bb termasuk ciri, pantun adat, pantun agama, pantun anak sekolah, pantun bersajak, pantun bersajak aabb, pantun campur, pantun cinta, pantun dengan tema menjaga kesehatan tubuh, pantun indonesia, pantun jambi pendidikan, pantun jenaka, pantun jenaka anak sekolah, pantun jenaka cinta, pantun jenaka lucu banget, pantun larangan, pantun lucu, pantun lucu 2 bait, pantun lucu bahasa jawa, pantun lucu banget, pantun lucu banget buat ketawa hari ini, pantun lucu buat teman, pantun lucu singkat, pantun lucu sunda, pantun muda mudi, pantun nasehat belajar, pantun nasehat dan maknanya, pantun pendidikan, pantun remaja, pantun teka teki dan maknanya, pengertian pantun dan ciri cirinya, pengertian pantun dan contohnya, pengertian pantun jenaka, pengertian pantun menurut kbbi, pengertian pantun menurut para ahli, pengertian pantun nasehat, pengertian pantun sunda, pengertian pantun teka teki, perbedaan pantun dan puisi, sebutkan ciri ciri pantun dan berilah contohnya, sebutkan ciri ciri pantun secara umum, sebutkan ciri-ciri gurindam, sebutkan contoh pantun jenaka, sebutkan jenis jenis pantun remaja, struktur gurindam, struktur isi pantun, struktur pantun, struktur pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama ada 2 yaitu, syarat syarat pantun, tuliskan 1 contoh pantun kanak-kanak, tuliskan bagian bagian dari pantun Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Daftar Isi • Pengertian Pantun • Etimologi • Sejarah • Deskripsi pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama Apa saja ciri-ciri Pantun?

• Contoh Pantun dan Jenisnya yang terkenal • 1. Pantun Nasehat • 2. Pantun Jenaka • 3. Pantun Agama • 4. Pantun Kasih Sayang • 5. Pantun Anak • 6. Pantun Adat Istiadat • 7. Pantun Dagang • 8. Pantun Kepahlawanan Sejak belajar di sekolah dasar, kita telah mengenal dengan yang namanya pantun, yang biasanya untuk kalangan SD kita dikenalkan dengan pantun jenaka. Meski begitu masih banyak yang tidak mengerti apa sebenarnya pantun itu, apa pengertiannya, apa saja jenisnya, apa ciri-cirinya, bagaimana strukturnya, dan apa saja contohnya.

Dalam artikel ini kami akan mengulasnya secara panjang lebar, untuk itu baca terus sampai selesai, dengan begitu anda akan benar-benar mengerti jika mendapatkan tugas dari bapak/ibu guru di sekolah. Pengertian Pantun Dikutip dari Wikipedia, Pantun adalah Melayu lisan bentuk puisi yang digunakan untuk mengekspresikan ide-ide dan emosi yang rumit.

Ini umumnya terdiri dari baris bernomor genap dan berdasarkan skema berima ABAB. Pantun terpendek terdiri dari dua baris yang lebih dikenal sebagai pantun dua kerat dalam bahasa Melayu, sedangkan pantun terpanjang, pantun enam belas kerat memiliki 16 baris.

Pantun adalah bentuk puisi disjungtif yang selalu terdiri dari dua bagian, bagian pertama adalah pernyataan pendahuluan yang disebut pembayang atau sampiran yang tidak memiliki hubungan logis atau naratif langsung dengan pernyataan kedua atau penutup yang disebut maksud atau isi.

Namun, mereka selalu dihubungkan oleh sajak dan asosiasi verbal lainnya, seperti permainan kata-kata dan suara berulang. Ada juga hubungan miring tetapi perlu dan pernyataan pertama sering kali menjadi metafora untuk yang kedua. Bentuk pantun yang paling populer adalah pantun (empat baris), dan kuplet (dua baris), yang keduanya menonjol dalam sastra dan budaya populer modern.

Catatan sastra paling awal tentang pantun berasal dari abad ke-15, seperti yang ditampilkan dalam teks sastra Melayu yang paling penting, Sejarah Melayu. Pantun dianggap sebagai seni tinggi dan telah menjadi bagian integral dari sastra Melayu klasik.

Itu juga berkembang sebagai bagian alami dalam komunikasi sehari-hari masyarakat Melayu tradisional dan berfungsi sebagai alat ekspresif yang penting dalam lagu-lagu Melayu, ritual, seni pertunjukan dan dalam semua bentuk penceritaan.

Baca juga: Cerita Fiksi: Pengertian, dan 5 contohnya Etimologi Menurut Za’abakata pantun diduga pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama dari kata Melayu sepantun 19 yang berarti ‘sama dengan’. Kata ini digunakan untuk menandakan metafora atau simile pepatah, sejenis kiasan yang biasa ditemukan dalam pantun tradisional atau peribahasa dari sastra Melayu klasik.

Makna kuno pantun dalam bahasa Melayu juga mengacu pada bentuk peribahasa yang digunakan untuk referensi tidak langsung, yang memiliki peran yang mirip dengan pantunseperti puisi, yang pada umumnya masih diciptakan dengan gaya penggambaran sindir (referensi tidak langsung) dan kias (analogi). Teori lain menyatakan bahwa pantun berasal dari kata penuntun 25, Tagalog tonton (‘pengaturan yang terampil’), tuntun Jawa Kuno (‘utas’),atuntun (‘ teratur dengan baik’), matuntun (‘memimpin’), dan pantun Batak Toba (‘sopan’ atau ‘layak dihormati’).

Winstedt mendukung pendapat ini, dengan mencatat bahwa dalam banyak bahasa Austronesia, kata-kata yang menyarankan ‘sesuatu yang diatur dalam baris’ secara bertahap mendapatkan arti baru dari ‘kata-kata yang disusun dengan baik’, dalam prosa atau puisi.

Ari Welianto mengemukakan bahwa pantun berasal dari kata Minangkabau yaitu patuntun yang berarti “pembimbing”. Baca juga: Biodata: Pengertian, Struktur, Ciri, Kaidah dan 6 contohnya Sejarah Beberapa sarjana percaya bahwa pantun mendahului literasi dan mungkin setua bahasa Melayu itu sendiri, Muhammad Haji Salleh percaya bahwa bentuk pantun tumbuh dan menyebar dari Sriwijayadan kemungkinan besar dari sekitar kota Palembang atau Malayu.

Ketika Palembang menjadi lebih dominan, pantun – pantun kedua kota itu akan dikenal oleh penduduk masing-masing, dan meskipun menggunakan bahasa yang sama, mereka bermusuhan secara politik. Namun demikian, tradisi itu diketahui telah mencapai bentuknya yang halus dengan berkembangnya sastra Melayu klasik dari abad ke-15. Karya sastra terkenal seperti Malay Annals dan Hikayat Hang Tuah berisi contoh pantun tertulis paling awal.

Setidaknya selama 500 tahun, pantun menyebar dari bahasa Melayu melalui jalur perdagangan, pelabuhan, dan migrasi dan menjadi bentuk sastra tunggal yang paling dinamis.

[Hari ini, bahasa ini dikenal dalam setidaknya 40 dialek Melayu, dan 35 bahasa non-Melayu, di Semenanjung Malaya dan banyak pulau di Asia Tenggara Maritim. Popularitas pantun di kalangan komunitas hibrida seperti PeranakanChitty dan Kristangmenandakan posisinya yang unggul sebagai simbol budaya di dunia Melayu.

Jenis pantun yang disebutpantun berkait yang terdiri dari quatrain yang terjalin, diperkenalkan ke puisi Barat pada abad ke-19 oleh Ernest Fouinet dan kemudian dipopulerkan oleh Victor Hugoyang membentuk dasar pantoum modern.

Deskripsi Dalam bentuknya yang paling dasar, pantun terdiri dari syair yang menggunakan skema rima abab. Sebuah pantun secara tradisional dibacakan sesuai dengan irama tetap dan sebagai aturan praktis, agar tidak menyimpang dari ritme, setiap baris harus berisi antara delapan dan 12 suku kata.

“Pantun adalah bait empat baris yang terdiri dari baris-baris yang bergantian dan berima secara kasar. Baris pertama dan kedua kadang-kadang tampak benar-benar terputus artinya dari baris ketiga dan keempat, tetapi hampir selalu ada semacam tautan. Entah itu sekadar asosiasi ide, atau perasaan, yang diekspresikan melalui asonansi atau melalui nuansa pemikiran yang paling samar, hampir selalu dapat dilacak”. Pantun sangat kiasan dan untuk memahaminya, pembaca umumnya perlu mengetahui makna tradisional dari simbol-simbol yang digunakan puisi itu.

Apa saja ciri-ciri Pantun? Pantun merupakan puisi lama yang masih sangat digemari yang memiliki ciri-ciri sangat khas, sehingga sangat mudah dikenali. Pantun memiliki 4 baris yang terdiri dari 2 sampiran dan 2 isi. Inilah yang membuat pantun unik dan dijadikan sebagai media hiburan, informasi, bahkan sindiran.

Nah, ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut: Tiap baitnya terdiri dari 4 baris. Jika prosa menyebut paragraf pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama setiap kalimatnya, beda dengan pantun. Dalam puisi lama ini biasanya selalu terdiri dari 4 baris. Kemudian barisan kata dalam pantun disebut dengan sebutan larik sehingga sangat mudah mengenali jika ada contoh pantun seperti ini. Memiliki suku kata 8-12 pada setiap barisnya.

Pada zaman dahulu, umumnya pantun tidak pernah dituliskan. Pantun biasanya disampaikan langsung secara lisan. Karena harus singkat dan padat, itu mengapa dalam pantun hanya terdiri dari 8-12 suku dan tidak lebih. Memiliki sampiran dan isi.

Ini dia ciri pantun yang sangat khas dan kental. Yakni memiliki sampiran dan isinya, biasanya sampiran terdapat di baris pertama dan kedua. Kemudian isi berada di baris ketiga dan keempat. Sampiran berisi pengantar untuk menjelaskan isi dibawahnya, hal ini akan sangat mudah di ingat.

Berima a-b-a-b atau a-a-a-a. Rima adalah kesamaan bunyi pada di akhir kata dalam sebuah pantun atau puisi. Puisi lama memang sangat kental dengan rima, tak terkecuali pantun. Untuk pantun sendiri sangat khas dalam rimanya yakni memiliki formasi a-b-a-b. Namun ada juga yang berima a-a-a-a sehingga dalam 4 barisnya memiliki kesamaan bunyi. Ini berarti dalam rima a-b-a-b ada bunyi yang sama antara baris pertama dengan baris ketiga kemudian baris kedua dengan baris keempat.

Ini membuat sampiran dan isi selalu memiliki kesamaan bunyi. Baca juga: Contoh Announcement Bahasa Indonesia dan Inggris lengkap artinya Contoh Pantun dan Jenisnya yang terkenal Contoh pantun kini sudah sangat banyak, puisi lama ini masih sangat terkenal sampai saat ini.

Tak hanya di dunia pendidikan, pantun sering di temui saat hiburan adat hingga hiburan di televisi. Banyak kalangan pemuda yang menggunakan pantun saat memulai pidato. Pantun memiliki banyak jenis, ini dia jenis-jenis pantun yang terkenal. 1. Pantun Nasehat Pantun nasehat pada dasarnya bertujuan untuk menyampaikan nilai-nilai moral. Berisi imbauan untuk masyarakat, pantun nasehat sering kali ditemukan ditengah-tengah masyarakat. Pantun nasehat yang berisi anjuran dan mendidik juga sering digunakan di dunia pendidikan.

Beberapa contoh pantun nasehat yaitu sebagai berikut: Pergi belanja ke pasar Wijahan Tidak lupa membeli kedondong masam Jagalah selalu kebersihan lingkungan Agar hidup sehat nan tentram Nenekku ahli meramu jamu Dibuatnya ramuan dari resep rahasia Janganlah kau bosan menuntut ilmu Agar hidup tetap berguna sampai tua Setiap pagi bunga ku rangkai Di pot bunga agar terlihat mata Jangan kau suka membuang sampah ke sungai Nanti bisa meluap dan banjir akibatnya Membuat manisan dari buah salak Dijual dengan macam-macam harga Jadi anak berbaktilah pada ibu bapak Agar kelak bisa masuk surga Kelinci kecil berwarna abu Berlari-lari dengan ceria Teruslah menuntut ilmu Agar bahagia di masa tua Bunga mawarku habis dimakan ulat Setelah dilihat ternyata ulat bulu Berusahalah dengan giat Maka kesuksesan akan menantimu Sofa empuk berwarna jingga Beli ayam dengan lalapan Masa muda harus bekerja Agar bahagia dan berkecukupan Berenang-renang dua ekor itik Pada sore yang indah di hari selasa Jadilah anak yang berbudi baik Selalu membantu kepada sesama Membeli baju bergambar waru Pulangnya mampir membeli kelapa Masa muda banyaklah membaca buku Agar tak sia-sia di masa tua Burung merpati terbang tinggi Di langit yang indah nan menawan Jika ingin bersihnya hati Jangan suka menggunjing teman 2.

Pantun Jenaka Seperti namanya pantun contoh pantun jenis ini memang mengandung unsur lucu dan tentunya menarik. Pantun jenis ini biasa digunakan untuk memberi hiburan kepada siapa saja yang mendengar atau membacanya. Terkadang, pantun jenaka juga berisi sindiran untuk masyarakat yang dikemas dengan ringan serta jenaka, ini dia nih contohnya. Ke pasar cermai membeli kacang polong Jatuh di jalan di injak petani Jika tidak ingin menjadi ompong Janganlah malas menyikat gigi Jalan-jalan ke pantai cemara Melihat nelayan berkacamata Masa muda jangan banyak tertawa Nanti gigi garing tak tersisa Sajadah hitam harum baunya Dipakai selalu untuk alas berdoa Jatuh terpental tiada rasa Malu sendiri akibatnya Burung gagak terbang perkasa Mengitari langit tiada batasnya Melihat mantan bahagia Bergandengan dengan pacar barunya Rambut berantakan tak pernah di sisir Orang melihat tertawa kesenangan Pengangguran berserakan seperti pasir Kurang usaha dan keterampilan Mimpi hanya menjadi angan Selalu puas dengan hasilnya Aku memang tak tampan Tapi banyak yang suka karena kaya Air garam jangan di minum Nanti di gigit burung gagak Gigi palsu lepas di depan umum Semua orang tertawa terbahak-bahak 3.

Pantun Agama Dari namanya, siapa saja sudah bisa membayangkan isi dari pantun jenis satu ini. Ya, pantun agama mengandung unsur kerohanian yang membahas tentang manusia terhadap penciptaNya.

Hampir serupa dengan pantun nasihat, pantun agama juga berisi pesan moral. Namun, pantun agama lebih membahas unsur agama Mahkota raja di ikat tali Dilempar ratu kedalam kali Tahta harta boleh kau cari Tapi ingat tak di bawa mati Bawa koran dari mekaki Dari malam berlari-lari Baca quran setiap hari Gundah hilang tentramnya hati Berjalan sendiri di malam hari Bersama angin tetap ceria Amalkan sunah dari para nabi Hidup berkah penuh bahagia Si manis beo hobinya terbang Terbang gesit membawa angan Bergaullah dengan orang sabar Agar pahala dilipatgandakan Berdoa dengan ikhlas agar terkabul Heti tentram dan bermanfaat Cintailah nabi dan rosul Agar di akhirat mendapat syafaat Hidung pesek seperti jambu Tetap bersyukur pada pencipta Alquran adalah jendela ilmu Untuk semua umat muslim di dunia Burung kutilang terbang di angkasa Bersama teman dan anak-anaknya Pandai-pandailah menghargai sesama Karena wajib untuk semua umat beragama Semut merah tebu di makan Ulat bulu tampak menggeliat Ilmu agama mari amalkan Berkah dunia dan akhirat Beli kacang lalu di tanamkan Pantai indah putih berpasir Jika makan harus dihabiskan Agar tidak menjadi mubazir Berlari-lari menggapai angan Panas terik menjadi gerah Ridho Allah di utamakan Hidup bahagia penuh berkah 4.

Pantun Kasih Sayang Sesuai namanya juga, pantun berkasih-kasihan berisi cinta dan kasih sayang. Umumnya lagi, pantun ini sering digunakan oleh remaja melayu sebagai sarana mengungkapkan isi hati mereka. Karena erat kaitannya dengan hati, sehingga pantun ini cocok untuk kalangan remaja. Di bawah ini akan diberikan beberapa contoh pantun berkasih-kasihan. Ember hijau berisi cucian Indahnya bintang di langit malam Berikan anak perhatian Kelak tua kau kan di sayang Indahnya pelangi di sore hari Datang setelah badai Cantik anggun rambut terurai Selalu terkenang di dalam hati Tampak cerah mentari pagi Bersinar menerangi jagat raya Hanya padamulah ku sandarkan hati Jaga setia abadi selamanya Lukisan indah terpampang di dinding Menjadi sorotan banyak kalangan Maukah kau ku ajak bersanding Melewati bahtera kehidupan Mawar merah mekar di taman Semerbak mewangi aromanya Janji setia seorang teman Menjadi obat pelipur lara Senja yang indah di sore hari Tampak eksotis memikat hati Kaulah bidadari yang ku nanti Menemani ku sampai mati Buah nanas buah kedondong Rasa masam melilit perut Berikan cinta dan sayang untuk semua orang Kebahagian yang dirasakan tak akan luput Padi merekah di tengah ladang Bangunan megah di buat tukang Cantik paras sedap di pandang Ingin hati menyapamu sayang Lebah kuning menari-nari Bayi kecil sedang terlungkup Berjanjilah sehidup semati Bersamaku lewati sulitnya hidup Pergi ke pasar membeli nanas Jangan lupa menggosok gigi Cinta suciku tak kau balas Sedih di hati berhari-hari 5.

Pantun Anak Pantun tidak hanya ditujukan untuk orang dewasa, seperti pantun anak ini. Dengan konten yang lebih ringan, pantun anak memiliki tujuan untuk memberi didikan dan menyampaikan pesan moral. Tentu contoh pantun ini haruslah mengandung hal yang menyenangkan untuk anak-anak dan pastinya menarik. Perhatikan contohnya dibawah ini Kelinci kecil berlari-lari Ditengah taman penuh bunga Mendengar musik mari menari Bersama teman penuh suka cita Burung merpati burung cendrawasih Hinggap di ranting rumah pak badu Bersama adik bertukar kasih Hidup bahagia tentram selalu Angin sejuk di malam hari Silir berganti meniupi apa saja Ayah dan ibu memberi hati Anak balas memberi segalanya Anak manis cantik berdandan Duduk sendiri sambil mengadu Bermain komedi putar bersama teman Sangat asik sampai lupa waktu Durian runtuh nikmat rasanya Dimakan bersama di tepi pantai Liburan itu perlu tampaknya Agar pikiran menjadi santai Tupai kecil melompat kehutan Bersama singa diteriakkan Semua lagu adik dendangkan Semua tari kakak lakukan Kucing sembunyi di dalam karung Tak tahan dengan busuknya bau Adik lucu berhidung mancung Tertawa geli di goda ibu Burung elang menyapa angan Memberi semangat walau secuil Jangan sedih tidur sendirian Agar mandiri sejak kecil Jalan-jalan ke pasar sitra Membeli dukuh manis rasanya Mandi sendiri haruslah bisa Agar tidak merepotkan bunda Pergi berlibur ke pantai senggigi Ombak di sana sangatlah tinggi Mari adik belajar mandiri Agar mudah sampai tua nanti 6.

Pantun Adat Istiadat Pantun jenis ini sering dijumpai di daerah-daerah yang masih memiliki adat dan istiadat yang kental, pantun ini berisi pesan moral dan tradisi dari leluhur yang dilarang untuk dilupakan. Fungsi pantun adat istiadat ini juga sebagai media untuk menyampaikan peraturan di masyarakat setempat.

pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama

Ini dia beberapa contohnya. Di rawa itu ada buaya Tampak tenang tersipu malu Bersama-sama menjunjung budaya Agar tidak luntur oleh waktu Jalan-jalan melihat perkembangan Sampai tak sadar ada ulat Zaman modern membawa perubahan Junjung tinggi pusaka adat Adik cantik semoga panjang umur Manis tersenyum berlari-lari Patuhilah peraturan dari leluhur Sebagai budaya yang tetap lestari Beban berat coba di angkat Walau berkeringat di cuaca panas Mari bersama lestarikan adat Agar dikenal masyarakat luas Pohon rambutan buahnya lebat Berwarna merah manis rasanya Jagalah adat istiadat Agar abadi tak termakan usia Pulau lombok pulau menawan Pantai yang indah dan terbayang Kain songket dijaga dari zaman ke zaman Titipan budaya dari nenek moyang Temu rindu yang singkat Kini hati terasa sekarat Teguhnya adat istiadat Mati manusia jangan sampai mati adat Tampak cahaya di celah-celah Tertutup kain soraya Jika suka maka pinanglah Sebagai tanda memiliki budaya Daun teh dimakan ulat Rumput hijau tumbuh berumpun Janganlah kita melanggar adat Agar tertib dan rukun Hujan deras di hari selasa Membuat air semakin naik Adat pusaka untuk dijaga Jadilah budi pekerti yang baik 7.

Pantun Dagang Untuk yang hobi berdagang mungkin contoh pantun di bawah ini bisa digunakan sebagai media berkeluh kesah. Biasanya pantun ini berisi nasib atau kisah kehidupan dari seseorang. Terkadang, pantun dagang juga sering dituliskan oleh seseorang yang sedang merantau di kota orang. Tertarik untuk membaca contoh pantun ini?

Simak di bawah ini Ilalang dihinggapi capung Duduk petani beranda-andai Ingin rasanya pulang ke kampung Namun apalah daya tangan ini tak sampai Putri malu selalu tersipu Diinjak-injak sangatlah malang Sudah dagang tak pernah laku Sampai mengharap belas kasih dari orang Malam yang sunyi penuh drama Suara anjing keras menggonggong Untung yang ada dibawa kemana Jika tidak untuk menolong Jarum tajam di depan mata Ingin menusuk ke dalam dada Hingga petang datang menyapa Dagang pulang berurailah air matanya Anak kecil selalulah di pantau Agar aman masa kecilnya Anak dagang dan anak rantau Jika mencinta ditolak akhirnya Kucing kecil yang malang Dibawa orang menyeludup Nasibku tak seindah orang Selalu diterkam kerasnya hidup Burung kecil cepat menghilang Terbang cepat entah kemana Apalah harga anak dagang Emas tiada apalagi tahta Jangan lihat jika sakau Jika rindu tak tertahankan Hargailah kami si anak rantau Berjuang keras hanya untuk makan Hujan mengguyur airpun naik Bawa pelampung agar aman Nasibmu mungkin lebih baik Namun hatimu haruslah dermawan Jauhi singa dari dirinya Agar tak sampai jatuh di gigitan Kami berjuang untuk keluarga Agar setiap hari bisa makan 8.

Pantun Kepahlawanan Pantun yang satu ini tentu sangat erat kaitannya dengan kisah semangat juang dari para pahlawan. Karya jenis ini bertujuan untuk memberi semangat pahlawan kepada yang membaca atau mendengarnya.

Perjuangan yang ditorehkan pantun ini sangat menarik dan patut di jadikan pelajaran. Ini dia contoh pantun kepahlawanan yang biasa digunakan. Baju pengemis tampak lusuh Orang berlomba kalah telak Tak pernah niat mencari musuh Musuh datang jangan di tolak Di dalam karung ada kucing Mati tewas tak bernyawa Hanya bermodal bambu runcing Untuk membela negara tercinta Rambut hitam anggun rupanya Sehalus bulu burung merpati Hidup mati untuk negara Ikhlas hati jikalau mati Seperti macan dari lisan Jangan sampai membuat luka Mari hargai jasa pahlawan Rela mati membela bangsa Jaring yang rusak dimana-mana Oleh nelayan langsung dibuang Meski hanya tinggal nama Perjuanganmu akan tetap dikenang Pergi merantau menggunakan perahu Modal nekat pantang malu Semoga tenang pahlawanku Surga disana menantimu Janganlah kau cepat merah Jika tak pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama dijauhi siapa saja Pedang panjang berlumur darah Demi membela bangsa dan negara Hewan berpunuk unta namanya Tinggal di arab dengan hebatnya Pahlawan tanpa tanda jasa Namamu akan menjadi cerita Jangan hanya berangan-angan Wujudkan untuk mencapai bahagia Pantun dari bahasa tagalog dikenal dengan nama lupakan bakti pahlawan Karnanya kita bisa merdeka Jatuh tersungkur jangan tertawakan Langsung beri pertolongan saja Semangat juang para pahlawan Patut di contoh para pemuda Itu dia beberapa jenis dan contoh pantun yang bisa dijadikan pelajaran, jangan malas untuk mengenal pantun karena bagian dari budaya Indonesia.

Kenali ciri-ciri pantun sehingga mudah jika ingin membuat dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-sehari.

200 frasa - Bahasa Filipina - Bahasa Indonesia




2022 www.videocon.com