Patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

JAKARTA - Jakarta adalah mercusuar, kata Soekarno tiap kali menggambarkan Ibu Kota di matanya. Bagi Soekarno, Jakarta adalah personifikasi dari semangat baru bangsa Indonesia yang kala itu baru saja merdeka. Pembangunan di Ibu Kota jadi yang utama saat itu. Tak hanya infrastruktur, tapi juga pembangunan identitas, seperti patung dan monumen. Bagi Soekarno, mendirikan patung dan monumen bukan hanya upaya membangun identitas tapi juga cara menumbuhkan dan menjaga rasa nasionalisme bangsa Indonesia.

Prinsip itulah yang memandu Soekarno dalam merealisasikan ide pembangunan patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman satu monumen paling masyhur di Jakarta: Patung Selamat Datang.

Ide awal pembangunan patung yang berdiri di kawasan Bunderan Hotel Indonesia (HI) didasari keinginan Soekarno menunjukkan kebesaran dan keramahan Indonesia kepada dunia. Strategi tepat dari Soekarno.

Kebesaran itu bahkan dipertontonkan Soekarno kepada dunia lewat gelaran Asian Games IV di Jakarta tahun 1962. ASiang Games IV (Sumber: Kemenpora) Perencanaan pembangunan Patung Selamat Datang telah digagas dari 1959. Dan bayang kemegahan Patung Selamat Datang telah dimulai sejak itu. Dikutip Obed Bima Wicandra dalam buku Henk Ngantung: Saya Bukan Gubernurnya PKI (2017), ia menjelaskan Soekarno langsung memanggil seniman kenamaan Indonesia asal Yogyakarta, Edhi Sunarso.

Didampingi Henk Ngantung dan Trubus, Edhi menghadap ke Istana Negara. Kepada ketiganya, Soekarno langsung meminta mereka membuat sketsa Patung Selamat Datang.

“Coba dibuatkan sketsa untuk monumen Patung Selamat Datang untuk menyambut para olahragawan dan official yang akan datang ke Jakarta dalam rangka pesta Asian Games. Saya minta patungnya setinggi sembilan meter, yang ingin saya letakkan di bundaran depan Hotel Indonesia,” ucap Bung Karno.

Pagi itu, pukul 07.00 WIB, dengan setelan piyama, Soekarno memeragakan model patung yang akan dibuat. Soekarno mengangkat tangannya dan meminta ketiganya membuat sketsa berdasar gestur tubuh tersebut. Edhi pun dikukuhkan sebagai pembuat patung. Soekarno kemudian menugaskan Trubus untuk membantu Edhi dan Henk Ngantung untuk mengawasi jalannya progres pembuatan patung. “Saudara Edhi kan banyak kawan di Yogyakarta.

Saya kira pertama-pertama saudara Edhi dapat menghubungi kawan-kawan di Yogyakarta. Nanti kalau sudah saatnya melaksanakan pekerjaan, patung dapat dibantu oleh saudara Trubus,” ungkap Wakil Kepala DKI Jakarta kala itu, Henk Ngantung. Pekerjaan menantang Di satu sisi, Edhi gentar dan ragu menerima pekerjaan tersebut. Ia merasa tak cukup berpengalaman dalam patung logam, apalagi dengan ukuran yang besar dan tinggi.

Sisi lainnya, justru darah seni Edhy langsung tertantang dengan pekerjaan yang diberikan oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut. Tingkat keseriusan Edhi begitu tinggi. Bahkan, sejak awal pertemuan dengan Soekarno, Edhi langsung merekam segala hal yang diinginkan Soekarno secara rinci di kepalanya.

Pun terkait segala hal yang ditampakkan Soekarno. Edhi ingat betul. Soal bagaimana Soekarno menyapa selamat datang dengan semangat hingga penjelasan terkait optimisme akan bangsa merdeka. Seluruhnya Edhi terjemahkan menjadi sebuah mahakarya. “Selamat datang!" Bung Karno berteriak bersemangat.

Sosoknya penuh drama: kedua tangannya terbentang, kakinya terentang, senyumnya mengembang. Dan Edhi Sunarso, seorang pematung muda waktu itu, langsung menangkap momen tersebut. la menerjemahkannya ke dalam seni patung, lalu lahirlah patung Selamat Datang yang selama ini tegak di depan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta,” L.N Idayani dalam tulisannya di Majalah Tempo berjudul Landmark Sepanjang Thamrin–Sudirman (2005). Patung Selamat Datang (Sumber: Commons Wikimedia) Untuk itu, muncullah ide membuat Patung Selamat Datang.

Edhi menggambarkan patung perunggu yang dibuatnya mewakili dua sosok, yakni sosok laki-laki dan wanita. Keduanya tampak membentangkan tangan seperti yang diperagakan oleh Soekarno. Lebih menarik lagi karena Edhi berimprovisasi. Ia menambahkan seikat kembang yang dibawa patung wanita di tangan kirinya.

Hal itu jadi gambaran yang menegaskan keramahan bangsa Indonesia dalam menyambut kedatangan peserta Asian Games IV. "Bung Karno selalu begitu.

Ekspresif. Kami harus menangkap gerak dinamis itu," tutur Edhi. Lahirnya Patung Selamat Datang Satu tahun sebelum Asian Games IV digelar, masyarakat Jakarta sudah tak sabar menanti monumen yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru Jakarta. Saking populernya, media massa pada zaman itu tak henti-hentinya membahas terkait perkembangan pembuatan patung. Salah satunya, seperti yang diwartakan oleh surat kabar Berita Indonesia pada 1961.

“Wakil kepala daerah khusus Ibu Kota Jakarta Henk Ngatung dalam sambutannya mengatakan bahwa Tugu Selamat Datang selain dianggap sebagai manifestasi dalam menyambut tamu-tamu luar negeri, mengandung pula ide yang pokok ialah ide rakyat dalam menyambut masa depan yang adil dan makmur,” tulis berita tersebut.

Tak pelak, hal itu membuat momumen setinggi 20 meter, dengan patung laki-laki dan wanita berukuran enam meter serta berat lima ton semakin membuat rakyat Indonesia penasaran.

Lebih lagi, area monumen akan dikelilingi kolam berbentuk lingkaran berdiameter 78 meter. Patung Selamat Datang (Sumber: Commons Wikimedia) Sesuai rencana, patung yang ditempatkan di Bunderan HI, Jantung Ibu Kota Jakarta diresmikan oleh Bung Karno pada 1962. Bagi Bung Karno, Bunderan HI adalah lokasi yang paling tepat dan ideal bagi sebuah landmark karena dapat dilihat dari segala arah.

“Patung dikelilingi kolam yang memancarkan sederet air warna merah jingga, menambahkan indahnya lingkungan HI dan sekitarnya, persis 50 tahun yang lalu. Bangunan HI dan Tugu Selamat Datang yang berada di Bunderan HI sejak 17 Agustus 1962 saling berhubungan, patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman dibangun atas ide dari Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno,” tulis Arifin Pasaribu dalam buku Hotel Indonesia (2014).

Kabarmetro.id, JAKARTA – Patung Selamat Datang Bundaran HI terletak di tengah persimpangan Jalan MH Thamrin, dengan Jalan Imam Bonjol, Jalan Sutan Syahrir, dan Jalan Kebon Kacang di Jakarta Pusat. Dinamakan Bundaran HI karena bentuknya yang memang berupa jalan melingkar dan dekat dengan Hotel Indonesia.

Sejarah pembangunan Bundaran HI terkait erat dengan riwayat keberadaan Monumen Selamat Datang yang ditempatkan di tengah kolam bundar tersebut. Zaenuddin HM dalam buku 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe (2012) menuliskan, gagasan pembangunan Patung Selamat Datang dicetuskan oleh Presiden RI pertama, Ir Sukarno. Ide ini bermula dari obrolan santai antara Bung Karno dengan para seniman di teras belakang Istana Negara, Jakarta, pada 1959.

Salah satu yang hadir adalah Edhi Sunarso, pematung kebanggaan Indonesia yang pernah memenangkan dua sayembara patung internasional di Inggris. Sukarno mengungkapkan bahwa ia ingin ada sebuah monumen yang bisa mewakili karakter bangsa Indonesia untuk menyambut para tamu yang akan hadir di Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games 1962.

Bung Karno menghendaki Edhie membuat patung setinggi 9 meter dengan bahan perunggu. “Tunjukkan bahwa bangsa Indonesia bangsa yang besar, bangsa yang ramah. Aku beri tugas kau buat patung itu,” titah Sang Presiden. Edhie sempat ragu lantaran ia belum pernah membuat patung dari perunggu, apalagi dengan ukuran yang diminta Bung Karno. Namun, presiden meyakinkan bahwa Edhie pasti bisa. Sebagai perancangnya, ditunjuk Henk Ngantung, seniman yang saat itu juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jakarta.

Akhirnya, jelang Asian Games 1962, jadilah karya seni yang diberi nama Tugu atau Monumen Selamat Datang, ditempatkan di lokasi yang kini dikenal sebagai Bundaran HI. Hotel Indonesia merupakan hotel bintang lima pertama di Jakarta yang juga dibangun dalam rangka menyongsong pesta olahraga terbesar se-Asia itu.

Monumen Selamat Datang berupa patung sepasang pemuda-pemudi menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung ini menghadap ke utara yang berarti mereka menyambut orang-orang yang datang dari arah Monumen Nasional (Monas). Garis sumbu Tugu Selamat Datang dibuat tepat di tengah kolam Bundaran HI, yang seolah menghubungkan pelabuhan Tanjung Priok di sebelah utara dengan kawasan Kebayoran di sebelah selatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merenovasi Bundaran HI dan Tugu Selamat Datang tahun 2002 pada era Gubernur Sutiyoso.

Ditambahkan air mancur dengan lima formasi dan mengandung filosofi khusus, juga rancangan kolam baru. Selain lima ucapan selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, dan selamat berhari Minggu, lima formasi itu juga mengandung arti lima wilayah di Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Bisa dikaitkan pula dengan Pancasila. (*)
Monumen Selamat Datang pada 24 Februari 2022 Letak Jalan Bundaran HI, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10350, Indonesia Dibangun 17 Agustus 1961 Arsitek Henk Ngantung Pemahat Edhi Sunarso Monumen Selamat Datang adalah sebuah monumen yang terletak di tengah Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Monumen ini patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman patung sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung tersebut menghadap ke utara yang berarti mereka menyambut orang-orang yang datang dari arah Monumen Nasional. [1] Daftar isi • 1 Sejarah • 2 Bundaran Hotel Indonesia • 3 Kasus • 3.1 Kasus logo Grand Indonesia • 4 Galeri • 5 Catatan kaki Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 1962, Jakarta menyambut tamu-tamu kenegaraan di Bundaran Hotel Indonesia.

Ketika itu, Presiden Sukarno membangun Monumen Selamat Datang dalam rangka Asian Games IV yang diadakan di Jakarta. Para atlet dan ofisial menginap di Hotel Indonesia dan patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman di komplek olahraga Ikada, sekarang komplek Gelora Bung Karno, Senayan.

Stadion Senayan pada saat itu adalah stadion terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung 120.000 penonton. [1] Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Sukarno dan rancangan awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung yang pada saat itu merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Tinggi patung perunggu ini dari kepala sampai kaki 5 m, sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah +-7 m, dan tinggi kaki patung adalah 10 m. Pelaksana pembuatan patung ini adalah tim pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni, dan dibantu oleh Trubus Soedarsono. Pada saat pembuatannya, Presiden Sukarno didampingi Duta Besar Amerika Serikat, Howard P. Jones beserta para menteri sempat berkunjung ke sanggar Edhi Sunarso.

Pembuatan patung ini memakan waktu sekitar satu tahun. Monumen Selamat Datang kemudian diresmikan oleh Sukarno pada tahun 1962.

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

{INSERTKEYS} [1] Bundaran Hotel Indonesia [ sunting - sunting sumber ] Monumen Selamat Datang terletak di pusat Bundaran Hotel Indonesia atau Bundaran HI. Dinamakan demikian karena letaknya yang dekat dengan Hotel Indonesia. Ejaan lain yang diterima adalah Bunderan HI, yaitu bahasa yang lebih dekat dengan Bahasa Jawa- Betawi, dialek yang lebih dekat dengan identitas Jakarta. Bundaran ini terletak di tengah persimpangan Jalan M.

H. Thamrin dengan Jalan Imam Bonjol, Jalan Sutan Syahrir, dan Jalan Kebon Kacang. Pada tahun 2002, Bundaran Hotel Indonesia direstorasi oleh PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama dengan penambahan air mancur baru, desain kolam baru, dan pencahayaan.

Setelah era reformasi, Bundaran HI menjadi tempat populer untuk melakukan aksi demonstrasi. Setiap hari minggu pagi, saat dilaksanakan Jakarta Car free day, bundaran ini dipenuhi oleh orang yang berolahraga, bersepeda, maupun pedagang kaki lima. Kasus [ sunting - sunting sumber ] Kasus logo Grand Indonesia [ sunting - sunting sumber ] Kasus ciptaan turunan logo pusat perbelanjaan Grand Indonesia terjadi dua kali.

Kasus yang pertama terjadi pada 2010 dan kedua terjadi pada 2021. Patung tersebut telah terdaftar di pangkalan data DJKI pada 2010. [2] Pada April 2010, keluarga besar Henk Ngantung menggugat Grand Indonesia atas logo pertama dari Grand Indonesia, yaitu siluet Monumen Selamat Datang dengan warna emas.

Kuasa hukum keluarga Henk, Andy Nababan telah beberapa kali mengingatkan Grand Indonesia untuk tidak menggunakan siluet Monumen Selamat Datang sebagai logonya tanpa izin keluarga besar Henk Ngantung. Namun, pihak Grand Indonesia tidak menggubris peringatan tersebut, dengan alasan "logo terinspirasi murni dari patung". [3] Pada Januari 2021, keluarga Henk menuntut lagi Grand Indonesia yang masih menggunakan patungnya sebagai logo, yaitu siluet Monumen Selamat Datang dalam lingkaran merah.

Alhasil, Grand Indonesia harus membayar ganti rugi sebesar Rp1 miliar kepada keluarga besar Henk Ngantung. [4] Galeri [ sunting - sunting sumber ] • • ^ a b c "yulian.firdaus.or.id - Monumen Selamat Datang".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-18 . Diakses tanggal 2010-08-01. • ^ Saputra, Andi. "Dalil Grand Indonesia Pakai Logo 'Tugu Selamat Datang' hingga Didenda Rp 1 M". detiknews . Diakses tanggal 2021-04-08. • ^ "Persoalan Logo Grand Indonesia Diselesaikan Kekeluargaan".

Tempo (dalam bahasa Inggris). 2010-07-02 . Diakses tanggal 2021-04-08. • ^ detikcom, Tim. "Duduk Perkara 'Tugu Selamat Datang' Berujung Denda ke Grand Indonesia". detiknews . Diakses tanggal 2021-04-08. • Halaman ini terakhir diubah pada 3 Mei 2022, pukul 18.36. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • JAKARTA, KOMPAS.com — Seniman Edhie Soenarso wafat dalam usia 83 tahun, Senin (4/1/2016) malam di Yogyakarta. " Telah berpulang ke pangkuan Allah SWT, pematung Indonesia Empu Ageng Edhi Soenarso, malam ini pukul 23.15 di RS Jogja International Hospital," demikian ditulis akun Facebook resmi milik Institut Seni Indonesia Jogjakarta, Selasa (5/1/2016).

Jenazah Edhie akan dimakamkan pada hari ini. Upacara pemakaman dimulai dari rumah duka di Desa Nganti RT 2 RW 7, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Sastrawan Goenawan Mohamad melalui akun Twitter-nya mengenang Edhie sebagai pematung terbesar dalam sejarah seni rupa Indonesia.

Edhie dikenal lewat karyanya berupa patung-patung besar di Jakarta, antara lain patung Dirgantara atau biasa disebut patung Pancoran di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Ia juga membuat patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Patung Selamat Datang bisa disebut karya pertama anak bangsa berbahan perunggu. Patung itu dibuat pada tahun 1959 atas pesanan Presiden Soekarno untuk menyambut pesta olahraga Asian Games IV (1962).

Harian Kompas edisi 7 Juni 1999 memuat artikel yang isinya Edhie sempat ragu ketika diundang ke Istana Negara dan diminta oleh Bung Karno untuk membuat patung itu dengan tinggi sembilan meter. Namun, berkat dukungan rekan-rekan seniman, pria kelahiran Salatiga, 2 Juli 1932, itu pun menyanggupi.

Ia menyarankan kepada Bung Karno agar tinggi patung dikurangi menjadi enam meter. Edhie dibantu Trubus dalam proses pengerjaan patung modelnya, sedangkan pengecoran bahan perunggu dikerjakan oleh Gardono.

Pengerjaan patung selesai dalam waktu sembilan bulan. Imbalannya waktu itu Rp 3 juta. "Tidak untung, tidak rugi. Tetapi, kami bangga karena berhasil membuktikan bahwa kami mampu menghasilkan patung berbahan perunggu," kata Edhie. Sejak itu, ia dipercaya Bung Karno untuk mengerjakan patung-patung lain, seperti patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng dan patung Dirgantara. Karya-karya Edhie sungguh terasa ekspresif dan monumental.

Pada tahun 2012, sutradara Lasja Fauzia Susatyo dan seniman grafis Alit Ambara meluncurkan film dokumenter berjudul Begini Lho, Ed!. Film ini berkisah tentang perjalanan hidup Edhie.
TEMPO.CO, Jakarta - Suatu hari, pada 1959, Pemimpin Besar Revolusi, Soekarno, memanggil tiga seniman tersohor: Trubus, Edhi Sunarso, dan Henk Ngantung, yang juga menjabat Gubernur DKI Jakarta.

”Saya mau membuat Monumen Selamat Datang untuk menyambut olahragawan Asian Games. Ayo, kau skets. Bentuknya begini, lho,” kata Presiden Republik Indonesia itu di hadapan mereka seraya mengangkat tangan kanannya, memperagakan orang yang sedang menyapa dari jauh. Ketiga perupa itu lantas membuat sketsa. Setelah rampung, Soekarno memeriksanya, lalu menunjuk Henk. ”Kau jadi pengawas pekerjaan ini,” katanya. Lalu ia berpaling ke Edhi dan berkata, ”Dhi, kau buat patung setinggi 9 meter dari perunggu.” Edhi, pematung berusia 27 tahun, terkesiap.

”Saya belum pernah bikin patung perunggu, Pak. Jangankan 9 meter, 10 sentimeter saja belum pernah,” kata dosen Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) itu. Kisah ini pernah dimuat di Majalah Tempo edisi 6 September 2010 lalu. Edhi Sunarso wafat pada Senin, 4 Januari 2016, pada pukul 22.53. Jenazah dikuburkan di permakaman seniman di Imogiri, Yogyakarta. Soekarno menampik Edhi. “Kau senang kalau ini saya serahkan ke luar negeri? Tidak malu? Sebagai satu bangsa dan sebagai pejuang, kau harus sanggup.

Aku beri waktu seminggu. Kau berembuk dengan kawan-kawanmu di Yogya dan kembali kemari, tak ada jawaban selain sanggup. Coba bikin perencanaan tiga dimensinya,” katanya. Rancangan patung kemudian dibuat, berupa sepasang remaja pria dan wanita yang melambaikan tangan kanannya dan tangan kiri wanita memegang buket bunga. Namun Soekarno kurang puas. Dua kali Sang Presiden ke studio Edhi di Jalan Kaliurang Kilometer 5,5, Yogyakarta.

Di sana, Soekarno kembali jadi model dan memperagakan sikap patung yang dikehendakinya. Edhi membuat lagi rancangan baru, hingga akhirnya Soekarno membubuhi “ACC Soek” di kertas rancangan itu. Edhi bangga sekaligus panik dipilih sebagai pembangun monumen. Masalahnya, selama ini para seniman kota itu baru membuat patung dari kayu dan batu. Perunggu belum pernah mereka sentuh. Edhi juga belum pernah membangun monumen sebesar itu dan tidak ada pula monumen yang bisa jadi contoh.

Jadilah ini sebuah eksperimen pertama seniman Indonesia pada awal kemerdekaan. {/INSERTKEYS}

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

Di Yogyakarta, Edhi menemui satu-satunya orang yang dia kenal suka bereksperimen, yakni Gardono, kakak perupa G. Sidharta, yang pernah membuat patung-patung gereja. Keduanya lantas mendatangi pegawai bengkel kereta api di daerah Pengok, yang menyebut nama Darmo dan Mangun, dua pensiunan pegawai yang ahli mengecor logam. Tapi, ketika mereka bertemu kedua orang itu, ternyata mereka pun baru bisa mengecor besi, bukan perunggu.

Edhi tak putus asa. Menurut dia, semua bisa dipelajari. Dia lalu mengeluarkan buku panduan pengecoran logam, Principles of Metal Casting dan Gas Welding and Cutting, yang dibelinya di toko buku loak saat belajar di India. Setelah didesak, akhirnya dua mantan pengecor itu bersedia membantu. Masalah berikutnya, mereka butuh gipsum. Lelaki kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, 2 Juli 1932, itu lalu lari ke Solo. Kebetulan beberapa kawannya di masa perjuangan dari Brigade ke-13 sedang membangun pabrik gipsum di Girimulyo.

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

Karena ini tugas dari Bung Karno, mereka pun bersedia meminjamkan mesin diesel, blower, dan semua kebutuhan pengecoran, asal Edhi membeli gipsum dari mereka, meski berutang.

Edhi ke Jakarta dan melapor ke Soekarno, yang lalu menyetujuinya dan memberi bekal Rp 500 untuk memulai proyek itu. Namun, untuk membuat patung model setinggi 9 meter, tak mungkin dari tanah liat. Selama 3 hari 3 malam, Edhi memikirkan patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman. Akhirnya, dia jalan-jalan ke Universitas Gadjah Mada. Kampus itu sedang membangun Gedung Pusat. Dia menyaksikan para pekerja sedang mengecor beton, membangun tiang dari besi dan gelang-gelang kawat.

”Wah, bisa nih dengan cara ini,” kata Edhi. Eksperimen pun dimulai. Bersama Keluarga Artja, kelompok seniman yang dibentuknya untuk menangani proyek besar, Edhi mulai membuat patung dengan kerangka besi yang kemudian dicor dengan gipsum.

”Kira-kira habis 20 ton gipsum untuk membuatnya,” kata Edhi. Patung gipsum itu kemudian ditatah seperti menatah batu. ”Edhi menerapkan tradisi pahat pada patung model yang kemudian dibuat cetakan dan dituang dengan perunggu,” kata Asikin Hasan, kurator pameran Monumen Edhi Sunarso di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang berlangsung pada 14-28 Agustus lalu.

Cara tak lazim ini, kata Asikin, memakan waktu lama dan membutuhkan ketepatan dan ketelitian. Ini berisiko. Pasalnya, gipsum seperti batu, tak bisa diperbaiki bila permukaannya rontok oleh mata pahat. Namun Edhi, yang sudah terlatih memahat batu, bisa mengatasinya.

Setelah patung jadi, Edhi meragukan komposisinya. Dia menilai patung 9 meter di atas landasan 9 meter itu berlebihan. Ketika Soekarno bersama Sultan Hamengku Buwono IX, para menteri, dan duta besar datang menengok patung itu, Edhi memberanikan diri bicara. ”Pak, patung ini bila untuk di Bundaran Hotel Indonesia terlalu besar,” katanya. ”Ha! Patung sudah jadi baru dibilang terlalu besar. Mbok dulu-dulu bilang,” kata Soekarno, yang lalu minta pendapat Sutami, yang nanti akan membangun landasan patung itu.

Sutami mengangguk.

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

“Saya kira pendapat Saudara Edhi itu benar,” katanya. Soekarno akhirnya menyetujuinya. Edhi akhirnya membuat patung baru setinggi 6 meter. Setelah jadi, cetakan dibuat berdasarkan patung model itu dan perunggu pun dituang. Hasilnya adalah potongan-potongan perunggu setebal 1 sentimeter berukuran 50 kilogram hingga 1 kuintal.

Tapi Edhi sudah lupa jumlah total potongan perunggunya. Potongan itulah yang diangkut ke Jakarta dan dilas jadi satu di lokasi. ”Patung perunggu ini tak bakal terkena korosi dan tahan 200 tahun,” kata Edhi. Monumen itu pun tegak pada 1962 dan menyapa para tamu peserta Asian Games yang berlaga di Istora Senayan.

Inilah monumen pertama hasil eksperimen seniman Indonesia dan salah satu proyek mercusuar Soekarno. Dia menjadi lambang semangat Soekarno dan negeri yang baru bangkit dari penindasan penjajahan. KURNIAWAN, SUNUDYANTORO
• Home • Berita • Info Covid-19 • Covid-19 (World) • Gaya Hidup • Fashion dan Kecantikan • Hobi • Karir • Kesehatan • Kuliner • Bisnis • Informasi Bisnis • Advertorial • CSR • Bisnis Franchise Jakarta • Bisnis Pariwisata Jakarta • Peluang Usaha Jakarta • Tekno • Software • Tips Desain patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman Game • Internet • Keamanan Internet • Mobile Technology • Hiburan • Buku • Film • Musik • Travel • Pusat Belanja • Resto & Cafe • Transportasi • Berita Transportasi • MRT • Peta Jalur MRT • Jadwal Operasional MRT • LRT • RUTE LRT • Informasi Tiket LRT • Peta Rute Trans Jakarta • Blok M – Kota • PIK – Balai Kota • St.

Pal Merah – Tosari • Taksi Jakarta • Trayek Angkutan Kota (Angkot) Jakarta • Trayek Bis AJAP Jakarta • Trayek Bis Damri Bandara • Trayek Bis PPD Jakarta • Trayek Koantas Bima Jakarta • Trayek Kopaja Jakarta • Trayek Mayasari Bhakti Jakarta • Trayek Metro Mini Jakarta • Redaksi • Tim Redaksi • Iklan Gratis • Pedoman Media Siber • Contact Us • Home • Patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman • Info Covid-19 • Covid-19 (World) • Gaya Hidup • Fashion dan Kecantikan • Hobi • Karir • Kesehatan • Kuliner • Bisnis • Informasi Bisnis • Advertorial • CSR • Bisnis Franchise Jakarta • Bisnis Pariwisata Jakarta • Peluang Usaha Jakarta • Tekno • Software • Tips Desain • Game • Internet • Keamanan Internet • Mobile Technology • Hiburan • Buku • Film • Musik • Travel • Pusat Belanja • Resto & Cafe • Transportasi • Berita Transportasi • Patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman • Peta Jalur MRT • Jadwal Operasional MRT • LRT • RUTE LRT • Informasi Tiket LRT • Peta Rute Trans Jakarta • Blok M – Kota • PIK – Balai Kota • St.

Pal Merah – Tosari • Taksi Jakarta • Trayek Angkutan Kota (Angkot) Jakarta • Trayek Bis AJAP Jakarta • Trayek Bis Damri Bandara • Trayek Bis PPD Jakarta • Trayek Koantas Bima Jakarta • Trayek Kopaja Jakarta • Trayek Mayasari Bhakti Jakarta • Trayek Metro Mini Jakarta • Redaksi • Tim Redaksi • Iklan Gratis • Pedoman Media Siber • Contact Us Tiket Pesawat Murah Airy dok: kaskus Jakartakita.com – Selain tugu Monumen Nasional (Monas), patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI) adalah salah satu ikon kota Jakarta.

Patung yang karya seniman patung Edhi Sunarso dan timnya dari sanggar patung di Karangwuni, ini sengaja dibuat untuk menyambut atlet-atlet dan para tamu kenegaraan yang menginap di Hotel Indonesia dalam rangka Asian Games IV Jakarta pada 24 Agustus – 4 September 1962.

Patung rancangan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1964-1965 ini menggambarkan semangat dan kegembiraan sepasang muda-mudi Indonesia menyambut kedatangan para atlet dan tamu ke perhelatan akbar Asian Games dengan tangan terbuka.

Tangan kiri patung pemudi memegang karangan bunga. Sengaja dibuat menghadap Utara, karena saat itu bandara Internasional di Jakarta terletak di Kemayoran. Patung perunggu setinggi 7 meter itu digagas Presiden Soekarno sepaket dengan kawasan Bundaran HI, dan Kompleks Olahraga Ikada (Ikatan AtletDjakarta) atau yang kini dikenal sebagai Gelora Bung Karno, Senayan.

Kala itu, Stadion Utama Senayan yang menjadi lokasi Asian Games ke-4 adalah stadion terbesar di Asia Tenggara dengan daya tampung kurang lebih 120 ribu penonton. Pada tahun 22 Juni 2002, tepat pada saat perayaan hari jadi kota Jakarta yang ke 475 air mancur di Bundaran HI itu direnovasi dengan biaya senilai Rp 14 miliar yang didapat dari hasil kompensasi sepuluh titik reklame.

Penataan kembali atau renovasi air mancur dilakukan karena dinilai kuno, ketinggalan zaman, dan banyak kerusakan. Air mancur yang mempunyai lima variasi pancaran air dijalankan dengan program komputer dan mulai diuji coba pada 12 Juni 2002. Sejak itu, pengelolaan dan pengawasan air mancur diserahkan kepada Pemprov DKI oleh pihak ketiga yang merenovasinya.

Patung ini hingga sekarang masih tetap merupakan patung kebanggaan kota Jakarta yang tidak pernah lelah menyambut dan mengucapkan selamat datang bagi para tamu pengunjung Ibu Kota Jakarta. Tak hanya sebagai simbol sapaan selamat datang bagi para pendatang di kota Jakarta.

Plaza yang melingkar di sekitar kolam tempat Patung Selamat Datang berdiri adalah lokasi strategis yang sering dipilih untuk aksi demonstrasi dan unjuk rasa.

• Home • Berita • Info Covid-19 • Covid-19 (World) • Gaya Hidup • Fashion dan Kecantikan • Hobi • Karir • Kesehatan • Kuliner • Bisnis • Informasi Bisnis • Advertorial • CSR • Bisnis Franchise Jakarta • Bisnis Pariwisata Jakarta • Peluang Usaha Jakarta • Tekno • Software • Tips Desain • Game • Internet • Keamanan Internet • Mobile Technology • Hiburan • Buku • Film • Musik • Travel • Pusat Belanja • Resto & Cafe • Transportasi • Berita Transportasi • MRT • Peta Jalur MRT • Jadwal Operasional MRT • LRT • RUTE LRT • Informasi Tiket LRT • Peta Rute Trans Jakarta • Blok M – Kota • PIK – Balai Kota • St.

Pal Merah – Tosari • Taksi Jakarta • Trayek Angkutan Kota (Angkot) Jakarta • Trayek Bis AJAP Jakarta • Trayek Bis Damri Bandara • Trayek Bis PPD Jakarta • Trayek Koantas Bima Jakarta • Trayek Kopaja Jakarta • Trayek Mayasari Bhakti Jakarta • Trayek Metro Mini Jakarta • Redaksi • Tim Redaksi • Iklan Gratis • Pedoman Media Siber • Contact UsUntuk majalah tanaman Indonesia, lihat Trubus. Trubus Soedarsono Lahir Trubus Soedarsono ( 1926-04-23)23 April 1926 Yogyakarta, Hindia Belanda Meninggal 11 September 1966 (umur 40) Indonesia Pekerjaan Seniman, Pematung, Pelukis, Politikus Tahun aktif 1940-an - 1966 Trubus Soedarsono (lahir di Yogyakarta, 23 April 1926 - meninggal pada tanggal 11 September 1966 pada umur 40 tahun) adalah pematung dan pelukis naturalis Indonesia yang dikenal karena aliran realismenya yang sangat kuat.

Trubus tidak sempat menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) karena orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani tidak memiliki uang yang cukup. Sejak kelas 3 SD, Trubus telah membuat dan menggambar sendiri boneka wayang yang digunakannya ketika dia menjadi dalang di acara sunatan teman-temannya.

Pada masa kecilnya, Trubus mampu membuat ukiran, topeng kayu, tembem, kelana, dan kepala barongan untuk pertunjukkan tradisional jatilan atau reog. Selain mempelajari cara melukis secara otodidak semasa kecil, saat beranjak remaja Trubus juga pernah belajar kepada Affandi maupun Sindoesoedarsono Soedjojono di Jakarta pada tahun 1942-1945. Trubus diduga meninggal pada tanggal 11 September 1966 saat terjadi pembunuhan kepada orang-orang yang dicurigai berhubungan dengan komunis karena pada masa itu, Trubus sedang aktif di Pelukis Rakyat yang dekat dengan aktivitas Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berada di bawah pimpinan PKI.

Politik [ sunting - sunting sumber ] Semasa pergerakan nasional di Yogyakarta, Trubus bergabung dengan Seniman Indonesia Muda (SIM) dan Pelukis Rakyat yang dipimpin Hendra Gunawan. Pada tahun 1948, dia dipenjara oleh pemerintah Belanda karena aktivitas politik yang dilakukannya, salah satunya membuat poster propaganda anti-Belanda setelah terjadinya Perang Dunia II dan aktivitas gerilya lain yang membuatnya jadi sangat dicurigai. Setelah keluar dari penjara, ia kembali mengajar di Akademi Seni Rupa Indonesia "ASRI" (Sekarang ISI Yogyakarta) menjadi dosen angkatan yang pertama pada tahun 1950-1960.

Selain itu dalam bidang politik, Trubus pernah menjabat sebagai anggota DPRD Yogyakarta wakil Partai Komunis Indonesia (PKI) Pada tahun 1956, sebagai pengajar ASRI, Trubus mendapat beasiswa belajar selama setahun di Amerika Serikat, namun Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia menolaknya, patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman pada tahun 1954 Trubus pernah mengunjungi Uni Soviet, khususnya ke Cekoslowakia untuk misi kebudayaan, mempelajari perkembangan seni patung dan seni lukis Soviet.

Karya [ sunting - sunting sumber ] Karya-karya Trubus yang terdiri dari banyak patung dan lukisan telah menjadi koleksi pribadi Presiden Soekarno, Adam Malik, Daoed Joesoef, dan banyak kolektor lainnya, tersimpan di galeri seni dan museum di dalam negeri maupun luar negeri.

Patung Urip Soemohardjo di Magelang dan patung-patung di halaman gedung DPRD Yogyakarta adalah karyanya yang bergaya realistik. Selain itu, beberapa patung yang menghiasi halaman Istana Bogor adalah hasil karyanya. Trubus beserta keluarga besarnya sempat tinggal di paviliun Istana Bogor dalam pengerjaan patung-patung, yang terkenal adalah Si Denok (terinspirasi patung asal Jenewa, Swiss) dan Putri Duyung Endang Trate (terinspirasi patung asal Kopenhagen, Denmark).

Trubus juga terlibat dalam pembuatan relief pada Tugu Muda di Semarang, serta pembuatan Patung Selamat Datang di Jakarta yang didesain berdasarkan sketsa Henk Ngantung dan dikerjakan bersama dengan mantan muridnya Edi Sunarso dan beberapa mahasiswa ASRI lainnya. Di dalam karyanya, Trubus memberikan kesan misterius dan mengungkapkan nilai spiritual.

Pada tahun 1958, Trubus membangun sebuah rumah sekaligus sanggar di Jalan Pakem, Purwodadi, Pakembinangun Sleman, yang dimanfaatkan sebagai tempat orang-orang yang ingin belajar dari Trubus. Pada tahun 2022, lukisan Iboekoe yang merupakan lukisan ibu kandung Trubus dipamerkan pada pameran " Revolusi! Indonesia Independent" di Rijkmuseum Amsterdam, Belanda. Referensi [ sunting - sunting sumber ] • (Inggris) Biografi Trubus Soedarsono (1926-1966).

Situs Geringer Art Ltd • Almanak Seni Rupa Indonesia. Halaman 714. IBOEKOE/Gelaran Almanak. 2012. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. • Halaman ini terakhir diubah pada 4 Mei 2022, pukul 07.45. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Daging tebal, manis, dan kering disukai konsumen Hartono menanam tiga jenis lengkeng teranyar dari Thailand dan Vietnam di lahan 10 ha. Kalau sudah panen, bawa saja ke sini buahnya,” ujar anggota staf toko buah ternama di Kota Bandung, Jawa Barat, seperti ditirukan Hartono.

Permintaan itu datang setelah staf toko buah itu mencicip buah lengkeng Dimocarpus longan dari kebun Hartono di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ia tertarik untuk memesan karena rasa lengkeng itu sangat manis. Saat diukur menggunakan alat pengukur tingkat kemanisan atau refraktometer, tingkat kemanisan lengkeng itu mencapai 24° briks. Angka itu sempat membuat Hartono ragu. Oleh karena itu ia mengulang pengukuran hingga tiga kali pengulangan.

Hasilnya hampir sama, 24° briks. “Kalau belum matang benar hanya 20° briks,” ujar Hartono. Menurut kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika Institut Pertanian Bogor (PKHT-IPB), Sobir PhD, lengkeng dengan tingkat kemanisan 24° briks tergolong sangat manis, tapi masih bisa ditoleransi lidah orang Asia, khususnya Indonesia. “Biasanya tingkat kemanisan lengkeng sekitar 15—17° briks,” ujar Sobir. Pendapat serupa disampaikan konsultan buah di Bogor, Jawa Barat, Ajie Win.

Menurutnya lengkeng diamond river dan pingpong yang dikenal manis pun hanya memiliki kadar kemanisan 21—22° briks. Pengairan salah satu kunci supaya tanaman tumbuh yang baik Daging tebal Lengkeng yang Hartono sodorkan sebagai contoh kepada toko buah itu sebetulnya terdiri atas tiga jenis lengkeng.

Dua jenis di antaranya berasal dari Thailand, satu lagi dari Vietnam. Hartono tidak menyebutkan nama varietas karena saat memperoleh ketiganya pada 2008 longan itu tanpa nama.

Oleh karena itu Hartono hanya menyematkan nama NN 1 dan NN 2 untuk jenis yang didatangkan dari Thailand, dan NN 3 asal Vietnam. Inisial NN singkatan dari kata no name yang berarti tanpa nama.

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

Masing-masing jenis memiliki keistimewaan. Jenis NN 1 misalnya, bercitarasa sangat manis. Sementara keistimewaan NN 2 berdaging tebal karena berbiji kecil. Porsi daging buah yang dapat dikonsumsi mencapai 75%, lebih tinggi ketimbang itoh yang hanya 40—50%. Keunggulan NN 3 adalah buahnya yang lebat. Saat panen perdana pada Februari 2013, setiap dompol buah rata-rata mencapai 1,5 kg, total sekitar 15—20 kg per pohon.

Jumlah itu lebih tinggi ketimbang dua jenis lainnya yang rata-rata menghasilkan 10 kg per pohon. “Itu baru panen pertama, jika dirawat lebih intensif lagi bisa menghasilkan 2—3 kg per dompol pada panen berikutnya,” kata Ajie Wien. Sobir menuturkan hasil panen itu merupakan standar yang bagus. “Namun, untuk memperoleh hasil panen sebanyak itu tetap perlu pemeliharaan intensif yaitu dengan memperhatikan pemberian pupuk dan pengairannya,” imbuh doktor dari Universitas Kyushu, Jepang itu.

Meski berbeda jenis, tapi kualitas daging buahnya sama-sama bertekstur kering, padat, dan legit. Wajar saja jika pengelola toko buah langsung terpikat meski yang disodorkan sebetulnya berbeda jenis.

Intensif Sayangnya permintaan toko buah itu belum mampu dipenuhi Hartono karena pohon yang rata-rata berumur 2—3 tahun itu baru belajar berbuah. Pada panen perdana pada Februari 2013 masing-masing jenis baru dirangsang berbuah 12 pohon. “Ketika itu baru percobaan. Baru pada Oktober—November 2013 diperkirakan 800 pohon akan mulai panen. Saat ini sedang berbunga dan sebagian sudah pentil,” kata Hartono saat Trubus mewawancarai pada pertengahan September 2013.

Ia berencana menambah populasi menjadi 1.600—2.000 pohon di lahan 10 ha. Pohon diberi penopang bambu agar tidak roboh karena menahan bobot buah hingga panen Hartono membudidayakan ketiga jenis lengkeng itu secara intensif dengan jarak tanam 7 m x 7 m atau sekitar 200 pohon per hektar.

Alumnus Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman itu mempertahankan tinggi pohon maksimal 2—2,5 m dengan melakukan pemangkasan rutin. Pemangkasan dilakukan pada cabang utama dengan menyisakan 2—3 cabang daun. Menurut ahli fisiologi tumbuhan dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Ir Edhi Sandra MS, pemangkasan seperti itu bagus karena memperpendek jalur energi untuk pembuahan. Jalur nutrisi pendek dengan sedikit cabang membuat buah tumbuh optimal.

Lengkeng akan membentuk banyak cabang jika pemangkasan dilakukan bukan pada cabang utama. Penyaluran energi dengan bantuan hormon akan terbagi dan aliran nutrisi menempuh jalan panjang. Itu menyebabkan kualitas buah tidak optimal, ukurannya kecil.

“Selain itu, pohon pendek akan memudahkan pemeliharaan dan efisien fotosintetis,” tambah Sobir. Semua daun akan terkena sinar matahari sehingga fotosintesis berjalan lebih optimal. Lengkeng termasuk patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman dengan bunga terminal atau bunga muncul dari pucuk.

Semakin sering pemangkasan maka semakin banyak pucuk yang menghasilkan bunga. Sobir menyarankan untuk melakukan penjarangan ketika buah berukuran setengah dari ukuran kelereng. “Tujuannya agar buah tumbuh maksimal. Penjarangan buah cukup 20—30% dari total jumlah buah,” ujarnya. Buah berkualitas jelek seperti terkena hama dibuang. Sebagai sumber nutrisi Hartono rutin memberikan pupuk kandang dengan dosis 40 kg per pohon yang diberikan setiap 6 bulan dan 120 g NPK setiap bulan.

Pada saat tanaman berumur 2 tahun Hartono melakukan perangsangan bunga dengan memberikan pupuk yang mengandung asam giberelat, asam indol asetat atau auksin, dan sitokinin dengan dosis 0,5 liter untuk 2—3 pohon.

Pupuk itu diberikan 6 bulan sebelum panen. Cirinya daun terbentuk sempurna, berwarna hijau cerah, mengkilat dan rimbun. Untuk penyiraman Hartono membangun kolam raksasa dengan luas permukaan 1 ha dan dasar kolam 2.500 m2. Dengan kedalaman 9,5 m kolam itu dapat menampung 45.000 m3Â air. Air sebanyak itu mampu untuk menyiram seluruh tanaman buah di lahan seluas total 57 ha selama 4 bulan dengan intensitas penyiraman 3 hari sekali.

( Pressi Hapsari Fadlilah)
1. Patung Selamat Datang Biasa disebut dengan Patung Selamat Datang atau Monumen Selamat Datang, patung ini dibuat pada tahun 1962 dalam rangka Asian Games IV yang diadakan di Jakarta. Monumen ini menghadap utara untuk menyambut delegasi Asian Games dari berbagai negara yang datang dari Bandara Kemayoran yang saat itu masih beroperasi. 2. Patung Jenderal Soedirman Menurut rencana, patung Jenderal Soedirman sedianya akan diresmikan 22 Juni 2003 bertepatan HUT ke-476 Patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman, namun tidak terealisasi.

Peresmian akhirnya dilaksanakan tanggal 16 Agustus 2003. Satu hari sebelum kemerdekaan Indonesia. 3. Patung Pemuda Membangun Pengerjaan patung ini dimulai bulan Juli 1971 dan diresmikan bulan Maret 1972.

Rencana sebelumnnya peresmian akan dilakukan pada acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1971namun patung belum selesai dibangun sehingga peresmiannya pun tertunda beberapa bulan.

4. Patung Pahlawan Dibuat oleh dua pematung terkemuka di Rusia yaitu Matvey Manizer dan Ossip Manizer sebagai hadiah dari pemerintah Uni Soviet atas persahabatannya dengan Indonesia, patung ini memberi gambaran seperti sebuah keluarga yang pergi berjuang untuk kebebasan. Di alas patung tersebut terdapat tulisan "Hanya bangsa yang Dapat Menghargai Pahlawan-Pahlawannya yang Dapat menjadi Bangsa Besar". 5. Patung Arjuna Wijaya Arjuna Wijaya mempunyai arti Kemenangan Arjuna dalam membela kebenaran dan keberaniannya.

Secara sekilas terlihat seperti ada 10 kuda namun sebenarnya hanya ada 8 kuda pada patung tersebut, sementara 2 lainnya merupakan bayangan. 6. Patung Diponegoro Berdiri di hamparan bunga-bunga yang sebagian besar berwarna hijau dan jingga. Patung Diponegoro dibuat berdasarkan gagasan bekas Konsul General Italia di Indonesia, Dr. Mario Pitta. Dia adalah seorang pengusaha besar Italia yang terkenal sangat mengagumi dan mencintai Indonesia.

7. Patung Pembebasan Irian Barat Monumen ini dibangun untuk mengenang para pejuang Trikora dan masyarakat Irian Barat yang memilih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Sejarah Seni Patung Asia Berbagai macam jenis patung terdapat di banyak wilayah yang berbeda di Asia, biasanya dipengaruhi oleh agama Hindu dan Buddha.

Sejumlah besar patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman Hindu di Kamboja dijaga kelestariannya di Angkor, akan tetapi penjarahan terorganisir yang terjadi berdampak besar pada banyak situs peninggalan di negara itu. Lihat juga Angkor Wat. Di Thailand, kebanyakan patung dikhususkan pada bentuk Buddha. Di Indonesia, patung-patung yang dipengaruhi agama Hindu banyak ditemui di situs Candi Prambanan dan berbagai tempat di pulau Bali.

Sedangkan pengaruh agama Buddha ditemui di situs Candi Borobudur. Di India, karya patung pertama kali ditemukan di peradaban Lembah Indus (3300-1700) SM. Ini adalah salah satu contoh awal karya patung di dunia. Kemudian, setelah Hinduisme, Buddhisme dan Jainisme berkembang lebih jauh, India menciptakan patung-patung tembaga serta pahatan batu dengan tingkat kerumitan yang besar, seperti yang terdapat pada hiasan-hiasan kuil Hindu, Jain dan Buddha.

Artifak-artifak yang ditemukan di Republik Rakyat Cina berasal dari sekitar tahun 10.000 SM. Kebanyakan karya patung Tiongkok yang dipajang di museum berasal dari beberapa periode sejarah, Dinasti Zhou (1066-221 SM) menghasilkan bermacam-macam jenis bejana perunggu cetak dengan hiasan yang rumit. Dinasti Qin (221-206 Patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman yang terkenal dengan patung barisan tentara yang dibuat dari terracota.

Dinasti Han (206 SM – 220AD) dengan patung-patung figur yang mengesankan kekuatan. Patung Buddha pertama ditemui pada periode Tiga Kerajaan (abad ketiga).

Yang dianggap sebagai zaman keemasan Tiongkok adalah periode Dinasti Tang, pada saat perang saudara, patung-patung figur dekoratif dibuat dalam jumlah banyak dan diekspor untuk dana peperangan.

Kemudian setelah akhir Dinasti Ming (akhir abad 17) hampir tidak ada patung yang dikoleksi museum, lebih banyak berupa perhiasan, batu mulia, atau gerabah–dan pada abad 20 yang gegap gempita sama sekali tidak ada karya yang dikenali sebagai karya patung, meskipun saat itu terdapat sekolah patung yang bercorak sosial realis pengaruh Soviet di awal dekade rezim komunis, dan pada pergantian abad, para pengrajin Tiongkok mulai mendominasi genre karya patung komersial (patung figur miniatur, mainan dsb) dan seniman garda depan Tiongkok mulai berpartisipasi dalam seni kontemporer Eropa Amerika.

Di Jepang, karya patung dan lukisan yang tak terhitung banyaknya, seringkali di bawah sponsor pemerintah. Kebanyakan patung di Jepang dikaitkan dengan agama, dan seiring dengan berkurangnya peran tradisi Buddhisme, jenis penggunaan bahannya juga berkurang. Selama periode Kofun (abad ketiga), patung tanah liat yang disebut haniwa didirikan di luar makam. Di dalam Kondo yang berada di Horyu-ji terdapat Trinitas Shaka (623), patung Buddha yang berupa dua bodhisattva serta patung yang disebut dengan Para Raja Pengawal Empat Arah.

Patung kayu (abad 9) mengambarkan Shakyamuni, salah satu bentuk Buddha, yang menghiasi bangunan sekunder di Muro-ji, adalah ciri khas dari patung awal periode Heian, dengan tubuh berat, dibalut lipatan draperi tebal yang dipahat dengan gaya hompa-shiki (ombak bergulung), serta ekspresi wajah yang terkesan serius dan menarik diri.

Sekolah seni patung Kei, menciptakan gaya patung baru dan lebih realistik.

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

Afrika Seni rupa di Afrika memiliki penekanan pada seni patung. Para seniman Afrika cenderung lebih menyukai karya tiga dimensi dibandingkan dengan dua dimensi. Meskipun para antropolog berpendapat bahwa patung yang mula-mula dikenal di Afrika berasal dari kebudayaan Nok di Nigeria sekitar tahun 500 SM, karya-karya seni Afrika Pharaonic (berkaitan dengan zaman Mesir kuno), kurun waktunya lebih awal daripada periode Nok.

Patung logam yang berasal dari bagian timur Afrika barat, seperti Benin, dianggap sebagai yang terbaik yang pernah dihasilkan. Patung diciptakan dan disimbolkan mencerminkan tempat asal di mana patung tersebut dibuat.

Berdasarkan bahan dan teknik yang digunakan serta fungsinya, karya patung berlainan dari satu daerah ke daerah lain. Di Afrika Barat figur patung memiliki tubuh memanjang, bentuk bersudut, dan tampilan wajah yang lebih merepresentasi bentuk ideal daripada individual.

Figur-figur tersebut dipakai dalam ritual keagamaan dan seringkali permukaannya dilapisi bahan lewat upacara sesaji. Berlawanan dengan ini adalah patung yang diciptakan oleh penduduk Afrika Barat yang berbahasa Mande. Patung karya mereka terbuat dari kayu memiliki permukaan melebar dan rata sementara lengan dan kakinya berbentuk seperti silinder.

Di Afrika Tengah ciri khasnya termasuk wajah yang berbentuk seperti hati yang melengkung ke dalam serta pola lingkaran dan titik. Meskipun beberapa kelompok lebih menyukai penciptaan wajah dengan bentuk geometris dan bersudut.

Bahan yang digunakan adalah kayu, yang paling banyak digunakan, juga gading, tulang, batu, tanah liat serta logam. Kawasan Afrika Tengah memiliki gaya patung yang menyolok yang dengan mudah dapat diidentifikasi dari mana asal patung itu dibuat.

Satu jenis patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman tiga dimensi yang dibuat di kawasan Afrika Timur adalah patung tiang.

Tiang dipahat berbentuk manusia dan dihias dengan bentuk-bentuk geometris, sementara bagian puncaknya dipahat dengan figur orang, binatang atau objek-objek lain. Tiang ini ditaruh di dekat makam dan diasosiasikan dengan kematian. Patung figur dari tanah liat tertua yang dikenal di Afrika Selatan berasal dari tahun 400 sampai 600 AD dan memiliki kepala berbentuk silindris.

Figur dari tanah liat ini memiliki tampilan berupa gabungan antara manusia dan binatang. Selain patung tanah liat ada juga sandaran kepala dari kayu yang dikuburkan bersama pemiliknya dalam makam. Sandaran kepala ini berupa bentuk geometris atau figur binatang. Mesir Karya seni patung Mesir kuno dikembangkan untuk merepresentasikan dewa-dewa Mesir kuno, juga para Fir’aun, dalam bentuk fisik.

Aturan-aturan yang sangat ketat diikuti ketika menciptakan karya patung; patung laki-laki dibuat lebih gelap daripada patung perempuan; dalam patung berposisi duduktangan harus diletakkan pada lutut dan aturan-aturan tertentu dalam menggambarkan para dewa. Peringkat artistik didasari atas kesesuaian dengan aturan, dan aturan tersebut diikuti secara ketat selama ribuan tahun, sehingga penampilan patung tidak banyak berubah kecuali selama periode singkat semasa pemerintahan Akhenaten dan Nefertiti, diperbolehkan penggambaran secara naturalistik.

Eropa Romawi Yunani Klasik Seni patung klasik Eropa merujuk pada seni patung dari zaman Yunani Kuno, Romawi kuno serta peradaban Helenisasi dan Romanisasi atau pengaruh mereka dari sekitar tahun 500 SM sampai dengan kejatuhan Roma di tahun 476 AD, istilah patung klasik juga dipakai untuk patung modern yang dibuat dengan gaya klasik.

Patung-patung klasik Eropa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: • Figur badan penuh: berupa laki-laki muda atletis atau wanita telanjang. • Portrait: menunjukkan tanda-tanda usia atau karakter yang kuat.

• Memakai kostum serta atribut dewa-dewi klasik • Peduli dengan naturalisme didasari dengan observasi, seringkali memakai model sungguhan. Bentuk patung telanjang biasanya diterima secara luas oleh masyarakat, didasari pada lamanya tradisi yang mendukungnya. Tapi adakalanya, ada yang berkeberatan dengan tema ketelanjangan ini, biasanya dari kalangan fundamentalis moral dan relijius. Contohnya, beberapa patung Yunani koleksi Vatikan dihilangkan penisnya.

Periode Gothik Mata rantai yang menghubungkan seni, dalam hal ini adalah arsitektur, Eropa zaman pertengahan (Gothik) dengan seni arsitektur Romawi disebut dengan periode Romanesque.

Karya seni patung Gothik awal adalah dari pengaruh agama Kristen, serta lahir dari dinding gereja dan biara. Patung yang terdapat patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman Chartres Cathedral (sekitar th.

1145) di Perancis merupakan karya patung awal zaman Gothik. Di Jerman, terdapat di Cathedral Bamberg dari tahun 1225. Di Inggris, karya patung hanya terbatas pada yang dipakai pada batu nisan serta dekorasi non figur (sebagian ini disebabkan karena ikonoklasme Cistercian).

Di Italia, masih dipengaruh bentuk-bentuk zaman klasik, seperti yang terdapat pada mimbar Baptistery di Pisa serta di Siena. Renaissance Pada zaman renaissance, seni patung juga turut dihidupkan kembali, bahkan dalam beberapa kasus lebih dulu dibandingkan dengan karya seni lain.

Salah satu tokoh penting dalam masa ini adalah Donatello, dengan karya patung perunggunya, David (jangan rancu dengan David-nya Michelangelo). Ini merupakan karya patung awal zaman Renaissance. Demikian juga dengan Michelangelo yang selain membuat patung David, juga membuat Pietà. Patung David dari Michelangelo merupakan satu contoh gaya kontraposto dalam menggambarkan figur manusia.

Masih ada beberapa periode dari zaman renaissance ke modernisme yang dipengaruhi oleh perubahan politik, gerakan kebudayaan atau hal lain, yaitu periode mannerisme, baroque dan neo klasik. Modernisme Auguste Rodin merupakan salah satu pematung Eropa terkenal dari awal abad 20. Ia seringkali disebut sebagai seniman patung Impresionis.

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

Seni patung modern klasik kurang berminat pada naturalisme, detail anatomi atau kostum dan lebih tertarik pada stilisasi bentuk, demikian juga pada irama volume dan ruang. Seiring dengan perkembangan waktu, gaya seni patung modern klasik kemudian diadopsi oleh dua penguasa totalitarian Eropa: Nazi Jerman dan Uni Soviet. Sementara di kawasan Eropa lain, gaya ini berubah menjadi bersifat dekoratif/art deco (Paul Manship, Carl Milles), stilisasi abstrak (Henry Moore, Alberto Giacometti) atau lebih ekspresif.

Gerakan modernis dalam karya seni patung menghasilkan karya Kubisme, Futurisme, Minimalisme, Instalasi dan Pop art. Pengertian Seni Patung Menurut Para Ahli Dalam hal ini menurut bentuknya, patung merupakan salah satu karya seni rupa tiga dimensi. Sebab, patung memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi (volume) serta dapat dinikmati dari segala arah.

Karya patung modern saat ini mulai berkembang pesat seiring dengan kebutuhan dalam mengarungi perubahan gaya hidup di lingkungan kita. Menurut ensiklopedia indonesia ( 1990 : 215 ) seni patung sculpture berarti seni pahat atau bentuk badan yang padat yang diwujudkan dalam tiga dimensional yang ciptaanya bisa berupa gambar-gambar timbul (relief) atau patung yang di buat dari media kayu maupun logam. Berikut ini disampaikan beberapa ahli seni rupa yang mendefinisikan seni patung.

Menurut Mikke Susanto (2011: 296) seni patung adalah sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memotong, menatah) atau aditif (membuat model lebih dulu seperti mengecor dan mencetak). Sedangkan menurut Soenarso dan Soeroto dalam bukunya ( 1996: 6) Seni Patung adalah semua karya dalam bentuk meruang.

Menurut Kamus Besar Indonesia adalah benda tiruan, bentuk manusia dan hewan yang cara pembuatannya dengan dipahat.

Selanjutnya B.S Myers (1958: 131-132) mendefinisikan Seni patung adalah karya tiga dimensi yang tidak terikat pada latar belakang apa pun atau bidang manapun pada suatu bangunan. Karya ini diamati dengan cara mengelilinginya, sehingga harus nampak mempesona atau terasa mempunyai makna pada semua seginya.

Selain itu Mayer (1969: 351) menambahkan bahwa seni patung berdiri sendiri dan memang benar-benar berbentuk tiga dimensi sehingga dari segi manapun kita melihatnya, kita akan dihadapkan kepada bentuk yang bermakna. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa karya seni memiliki media yang sangat luas. Segala hal mampu menjadi aspek pendukung dalam terciptanya karya seni, yang perwujudan salah satunya adalah karya seni patung. Cabang seni rupa tiga dimensi ini merupakan perwujudan ekspresi dan kreasi manusia.

Unsur Rupa dalam Seni Patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman Dalam berkarya seni patung untuk mendapatkan hasil yang baik diperlukan unsur-unsur pendukung bentuk yang sering disebut unsur-unsur rupa (visual).

Secara garis besar unsur-unsur (visual) yang dikembangkan dalam berkarya adalah sebagai berikut : • Garis Unsur rupa garis merupakan pertemuan dari suatu titik ke titik yang lain. Menurut Yudoseputro (1993:89) garis merupakan unsur visual yang paling penting dan berfungsi sebagai pembatas, pemberi kesan dimensi dan pemberi kesan tekstur pada bidang.

Meskipun sederhana garis memiliki peran sangat penting dalam menciptakan karya seni rupa. Menurut Nursantara (2007:11) garis merupakan barisan titik yang memiliki dimensi memanjang dan arah tertentu dengan kedua ujung terpisah.

Ia bisa panjang, pendek, tebal, halus, lurus, lengkung, patah, berombak, horizontal, vertikal, diagonal, dan sebagainya. Lebih lanjut dikatakan bahwa menurut wujudnya, garis bisa berupa nyata dan semu. Garis nyata adalah garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan langsung. Garis semu adalah garis yang muncul karena adanya kesan kesan batas (kontur) dari suatu bidang, warna, atau ruang.

Susanto (2002:45), menyatakan bahwa garis adalah perpaduan sejumlah titik-titik yang sejajar dan sama besar. Ia memiliki dimensi memanjang dan punya arah, bisa pendek, panjang, halus, tebal, berombak, melengkung, lurus, dan lain- lain. Garis merupakan tanda atau markah yang memanjang, yang membekas pada suatu permukaan dan mempunyai arah. Perwujudan garis juga sangat dipengaruhi oleh karakter senimannya (Sunaryo, 2002:5).

Menurut Kartika (2004:40), goresan atau garis yang dibuat oleh seorang seniman akan memberikan kesan psikologis yang berbeda pada setiap garis yang hadir. Selain itu alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni juga sangat menentukan perbentukan garis yang dihasilkan.

Sunaryo (2002:4), menyatakan bahwa garis ditinjau dari segi jenisnya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : (1) Garis lurus, garis yang berkesan tegas dan lancar, memiliki arah yang jelas ke arah pangkal ujungnya, garis ini ada umumnya bersifat kaku. (2) Garis tekuk, garis yang bergerak meliuk-liuk, berganti arah atau tak menentu arahnya, penampilannya membentuk sudut-sudut atau tikungan yang tajam kadang berkesan tegas dan tajam.

(3) Garis lengkung, garis yang berkesan lembut dan kewanitaan ditinjau dari segi arah garis juga dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Garis tegak (vertikal) yaitu penampilannya berkesan kokoh, memiliki vitalitas yang kuat; Garis datar (horisontal) yaitu penampilannya berkesan tenang, mantap dan luas; Garis silang (diagonal) yaitu penampilannya berkesan bergerak dan giat. Pada pahatan sebuah patung garis yang nampak merupakan garis maya yang terkesan tegas, kaku, luwes dan lengkung karena adanya torehan pahat yang membentuk gelap terang dan diakibatkan adanya sinar yang jatuh pada permukaan patung.

• Warna Warna adalah suatu kualitas rupa yang membedakan kedua objek atau bentuk yang identik raut, ukuran, dan nilai gelap terangnya. Warna yang kita cerap, sangat ditentukan oleh adanya pancaran cahaya (Sunaryo, 2002 :12). Menurut Soegeng dalam Kartika (2004 : 48) warna merupakan kesan yang ditimbulkan cahaya pada mata.

Warna pada benda-benda tersebut tidak mutlak, melainkan setiap warna akan dipengaruhi oleh kepentingan penggunaannya. Pada setiap patung memiliki warna berbeda-beda dengan patung yang lainnya tergantung medium yang digunakan dalam membuat patung.

Dari unsur warna dapat menambah nilai keindahan patung yang diperoleh dari karakteristik warna medium yang digunakan, sehingga unsur warna yang ada pada patung dapat dimanfaatkan sebagai salah satu nilai estetis pada karya seni patung.

• Tekstur Patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman (texture) ialah unsur rupa yang menunjukkan rasa permukaan bahan, sengaja dibuat dan dihadirkan dalam susunan untuk mencapai bentuk rupa, sebagai usaha untuk memberikan rasa tertentu pada permukaan bidang pada perwajahan bentuk pada karya seni rupa secara nyata atau semu (Kartika, 2004 : 47-48).

Menurut Susanto (2002:20) tekstur atau barik merupakan nilai raba, kualitas permukaan yang dapat melukiskan sebuah permukaan objek seperti kulit, rambut, dan bisa merasakan kasar-halusnya, teratur-tidaknya suatu objek. Tekstur adalah sifat permukaan yang memiliki karakter halus, licin, polos, kasap, mengkilap, berkerut, dan sebagainya (Sunaryo, 2002:11). Sesuai dengan Nursantara (2007:15), tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan, bisa halus, kasar, licin, dan lain-lain.

Dalam seni patung tekstur dapat diperoleh dengan menggunakan unsur warna, garis, raut yang mempunyai hasil nilai raba yang berbeda-beda dan selain itu tekstur juga dapat diperoleh dari medium patung yang digunakan. • Raut Raut ( shape) adalah suatu bidang kecil yang terjadi karena dibatasi oleh sebuah kontur (garis) dan atau dibatasi oleh adanya warna yang berbeda atau oleh gelap terang pada arsiran atau karena adanya tekstur (Kartika, 2004 : 41).

Di dalam karya seni, shape digunakan sebagai simbol perasaan seniman di dalam menggambarkan objek hasil subjek matter. Menurut Sunaryo (2004:4), berawal dari kata shape yang secara umum bermakna perwujudan yang dikelilingi oleh kontur dan sapuan-sapuan warna, untuk menyatakan suatu bidang maupun sesuatu yang bervolume atau bermassa. Menurut Wong dalam Sunaryo (2002 : 10) dari segi perwujudannya, raut patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman dibagi menjadi (1) raut geometris, (2) raut organis, (3) raut beraturan, dan (4) raut tak beraturan.

• Bentuk Pada dasarnya pengertian bentuk (form) adalah wujud fisik yang dapat dilihat (Bastomi, 1992 : 55). Bentuk tidak terlepas kaitannya dengan elemen garis. Bidang adalah suatu bentuk dataran yang dibatasi garis, dengan kata lain bentuk disebut juga bidang bertepi. Bentuk merupakan wujud, seperti pada karya seni patung yang selalu memiliki bentuk yang berbeda-beda.

Pada seni patung juga menggunakan unsur bentuk sebagai salah satu unsur keindahannya, karena dengan melihat dari segi fisik atau bentuk yang ada maka patung dapat dinilai keindahan objektifnya. • Ruang Ruang (space) adalah unsur atau daerah yang mengelilingi sosok bentuknya. Menurut Yudoseputro (1993 : 98) unsur ruang sebenarnya tidak dapat dilihat atau sesuatu yang khayal.

Ruang dapat dihayati hanya dengan kehadiran benda atau membuat garis dan bidang di atas lembar kertas. Dalam desain dwimatra ruang bersifat maya karena itu disebut ruang maya. Ruang maya dapat bersifat pipih, datar dan rata. Berkesan trimatra yang lazim disebut kedalaman. Kedalaman merupakan ruang ilusi atau tidak nyata, sedangkan ruang nyata dapat ditempati benda dan bersifat trimatra seperti pada karya seni patung yang juga memiliki unsur ruang.

• Volume Suatu ruang yang dibatasi dengan bidang disebut volume. Volume dalam patung terwujud dalam bentuk bagian-bagian dari keseluruhan massa, tercipta karena keluasan dan kedalaman (Tristiadi, 2003: 10). Seni patung memiliki unsur volume yang juga disebut isi, patung memiliki unsur trimatra dan memiliki unsur ruang di dalamnya yang menjadikan volume ada dalam karya seni patung.

• Gelap Terang Unsur gelap terang disebut unsur cahaya, yang berasal dari matahari yang berubah-ubah derajat intensitasnya, maupun sudut jatuhnya yang menghasilkan bayangan dengan keanekaragaman kepekatannya (Sunaryo, 2002: 19).

Unsur gelap terang pada karya seni menghasilkan bayangan yang dapat mempengaruhi bentuk karya seni itu sendiri. Hubungan antara gelap terang dan pencahayaan menghasilkan suatu bayangan sehingga menimbulkan suatu gradasi.

Gradasi inilah yang nantinya membentuk efek pada mata sehingga mengakibatkan adanya perbedaan gelap dan terangnya pada suatu benda. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mewujudkan hasil karya seni yang bernilai estetis tidak dapat lepas dari unsur-unsur visual yang menyusunnya. Garis, warna, tekstur, raut, bentuk, ruang, volume dan gelap terang adalah bahasa visual yang dapat mengungkapkan emosi, sama persis dengan nada-nada dalam musik yang langsung menyentuh dan menggetarkan hati.

Nada-nada tersebut adalah ungkapan dari semua yang ada di dalam. Garis hadir sebagai terwujudnya raut atau bidang, dan bidang sebagai penggambaran suatu objek dengan torehan warna dan tekstur untuk mengekspresikan jiwa. Sedangkan hadirnya sebuah objek yang memiliki wujud atau bentuk maka akan tercipta sebuah ruang dan volume yang mengisinya, dengan gelap terang yang terjadi karerna adanya perbedaan intensitas cahaya yang diterima oleh suatu objek.

Penyusun atau komposisi dari unsur-unsur estetik merupakan prinsip pengorganisasian unsur dalam desain. Untuk menambah nilai lebih dalam karya seni, selain unsur-unsur visual dalam berkarya seni juga harus memperhatikan prinsip-prinsip desain. Fungsi Seni Patung Seni patung pada zaman dahulu di buat untuk kepentingan keagamaan, pada zaman Hindu dan Budha, patung di buat untuk menghormati dewa atau orang yang di jadikan teladan.

Pada perkembangan selanjutnya patung dibuat untuk monumen atau peringatan suatu peristiwa besar pada suatu bangsa, kelompok atau perorangan. Pada jaman sekarang seni patung sering diciptakan untuk mengekspresikan diri penciptanya karena lebih bebas dan bervariasi. Seni patung juga diciptakan untuk dinikmati nilai keindahan bentuknya. Secara umum berdasarkan pembutanya seni patung ada 6 macam yaitu : • Patung religi, selain dapat dinikmati keindahannya tujuan utama dari pembuatan patung ini adalah sebagai sarana beribadah, bermakna relijius.

• Patung monument, keindahan dan bentuk petung yang dibuat sebagai peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan. • Patung arsitektur, keindahan patung dapat dinikmati dari tujuan utama patung yang ikut aktif berfungsi dalam kontruksi bangunan.

• Patung dekorasi, untuk menghias bangunan atau lingkungan taman. • Patung seni, patung seni untuk di nikmati keindahan bentuknya. Patung kerajinan, hasil dari para pengrajin.

Keindahan patung yang dibuat selain untuk dinikmati juga sengaja untuk dijual. Di Indonesia pada masa lampau sudah dikenal patung primitif seperti yang terdapat di Irian Jaya (Asmad) dan Sulawesi Selatan (Toraja). Menurut pendapat Musoiful Faqih M (2004:59) pada masa Hindu-Budha patung klasik terutama berkembang di Jawa dan Bali.

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

Karya patung primitif dan klasik secara tradisional berlangsung turun temurun hingga sekarang. Selanjutnya primitif dan klasik disebut corak tradisional sedangkan patung di luar primitif dan klasik disebut patung yang bercorak modern. Dilihat dari perwujudannya, ragam seni patung modern dapat dibedakan menjadi tiga: Berdasarkan Coraknya Dilihat Dari Perwujudannya : • Corak Imitatif (Realis/ Representatif) Corak ini merupakan tiruan dari bentuk alam (manusia, binatang dan tumbuhan).

Perwujudannya berdasarkan fisio plastis atau bentuk fisik baik anatomi proporsi, maupun gerak. Patung corak realis tampak pada karya Hendro, Trubus, saptoto dan Edy Sunarso. • Corak Deformatif Patung corak ini bentuknya telah banyak berubah dari tiruan alam.

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

Bentuk-bentuk alam digubah menurut gagasan imajinasi pematung. Pengubahan dan bentuk alam digubah menjadi bentuk baru yang keluar dari bentuk aslinya. Karya ini tampak pada karya But Mochtar G Sidhartha. • Corak Nonfiguratif (Abstrak) Patung ini secara umum sudah meninggalkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya bersifat abstrak.

Karya ini tampak pada karya Rita Widagdo yang tidak pernah sedikitpun menampilkan bentuk yang umum dikenal seperti bentuk-bentuk yang ada di alam. Ia mengolah elemen- elemen rupa tri-matra seperti; garis, bidang, ruang, dan memperlakukan unsur- unsur rupa tersebut sebagaimana adanya – tidak mewakili konsep atau pengertian tertentu.

Jenis Patung Dilihat Dari Cara Pembuatannya • Arca merupakan patung dengan bentuk makhluk hidup seperti manusia dan binatang. • Relief merupakan karya seni patung yang hanya bisa dinikmati dari arah depan karena terletak pada dinding.

Jenis Patung Dilihat Dari Posisinya • Patung Free Standing, merupakan jenis patung yang berdiri tegak. • Patung Zonde merupakan jenis patung yang utuh dalam posisi yang beragam seperti duduk, jongkok, tidur, berdiri dan lain-lain. • Patung Boss merupakan patung setengah badan.

• Patung Tarso merupakan patung yang dibuat hanya bagian-bagian tertentu atau sebagian tubuhnya saja. Teknik Pembuatan Patung Berdasarkan bahan yang dipergunakan untuk membuat patung, maka teknik pembuatan patung menurut Humar Sahman (1993 : 80) dapat dibedakan menjadi lima cara : • Memahat ( Carving) Teknik carving atau memahat ini pada dasarnya merupakan proses mengurangi bagian-bagian yang tidak diperlukan. Proses carving berawal dari bungkahan batu, kayu atau benda padat yang dapat dipahat, akan dibuang bagian- bagiannya yang tidak esensial sehingga gagasan yang ada sebelumnya bisa dibebaskan dari bungkahan itu (Sahman, 1992:85).

Menurut Sukaryono (1994:33) teknik pahatan yaitu membuang bagian demi bagian, sedikit demi sedikit dengan cara memahat dan ditinggalkan bagian bentuk yang diinginkan. Bahan yang digunakan dalam teknik ini antara lain : batu, cadas, marmer, kayu, dan lain-lain. Memahat ( carving) dalam karya seni patung yaitu mengurangi sedikit demi sedikit bagian yang tidak diinginkan hingga menjadi bentuk patung yang diinginkan sesuai ide atau gagasan awalnya.

Carving merupakan proses yang sulit, karena itu memerlukan adanya penguasaan teknik khusus dan gagasan atau konsepsi yang cukup matang. • Membentuk ( Modeling) Modeling atau membentuk adalah teknik membuat karya dengan memanfaatkan patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman plastis, seperti tanah liat dan plastisin.

Sahman (1992:85), mengatakan bahwa modeling yaitu membentuk dengan menambahkan sedikit, sehingga menjadi bentuk seperti yang dikehendaki.

Bahan yang dipergunakan adalah bahan patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman mempunyai sifat elastis, jadi bentuk yang dikehendaki diperoleh dengan cara menambahkan bahan baru pada bentuk yang sedang dalam proses menuju tahap penyelesaian.

Menurut Sukaryono (1994:33) modeling yaitu dengan jalan menempelkan bahannya sedikit demi sedikit sehingga menjadi bentuk seperti yang diinginkan. Bahan yang digunakan dalam teknik ini antara lain: tanah liat, semen, gips, bubur kertas, lilin. Dalam karya seni patung bahan plastis seperti itu memungkinkan pematungnya menggunakan proses aditif dan subtraktif yaitu bentuk yang dikehendaki diperoleh dengan cara menambah atau mengurangi bahan yang sedang dalam proses pembentukan.

• Menuang ( Casting) Casting artinya mencetak, yaitu mencetak adonan yang besifat cair dengan menggunakan cetakan untuk menghasilkan bentuk yang diinginkan (Sahman, 1992:86). Casting atau cor merupakan teknik cor atau tuang, bahan yang digunakan adalah bahan yang bias dicairkan seperti semen, gipsum, logam, fiber glass dan lain sebagainya.

Pembuatan patung ini sebelumnya harus menyiapkan cetakan terlebih dahulu seperti dari bahan gips atau sejenisnya, sehingga menjadi sebuah cetakan yang terdiri dari beberapa bagian dan ketika ingin mencetak maka tinggal menyatukan beberapa bagian tadi sesuai bentuk cetakan.

• Merangkai ( Assembling) Assembling atau merangkai yaitu pembentukan dengan cara merangkai dari berbagai macam bahan (Sahman, 1992:86). Bahan-bahan yang digunakan dalam merangkai antara lain adalah kain bekas, logam, karet, kulit, kaca, plastik, kayu dan lain-lain. • Menyusun ( Constructing) Teknik constructing atau konstruksi mempunyai kecenderungan pada karya arsitektural atau seni bangunan.

Constructing yaitu menyusun atau merakit komponen dari logam atau besi dengan menggunakan alat las sebagai penyambung (Sukaryono, 1994:33).

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

Pengertian lain constructing menurut Sahman (1992:86) adalah membentuk dengan jalan menyusun, menggabungkan, merangkaikan sehingga memperoleh bentuk yang direncanakan dengan media perekat yang sesuai.

Alat yang digunakan antara lain; mesin las, palu, lem dan lain-lain. Biasanya teknik ini digunakan untuk mencipta patung dengan menyusun bahan sejenis. Alat Untuk Membuat Patung Berdasarkan Bahan Yang Digunakan ( Bahan Seni Patung ) Peralatan yang digunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan tekniknya. Alat-alat yang digunakan dalam mematung terdiri dari : • butsir adalah alat Bantu untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat.

• Meja putar adalah meja untuk membuat patung dan dapat di gerakan denagan cara diputar,fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah. • Pahat • Palu kayu • Cetakan berfungsi untuk mengencangkan ikatan kawat dan memotong ikatan kawat. • Sendok adokan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkanya pada kerangka patung • Pembuatan patung berbahan tanah liat memerlukan butsir dan sudip untuk mengambil dan menambal atau menambahkan bahan serta menghaluskan permukaan yang sulit dijangkau secara langsung oleh tangan.

• Patung berbahan kayu dalam pembuatannya memerlukan pisau, kapak, martil, gergaji serta ampelas. • Patung dari bahan batu alat yang digunakan berupa pahat baja, martil besi, gurinda “Grenda”. • Patung cetak dari bahan logam alat yang digunakan ialah kompor pengecor, alat cetak dan gurinda.

• Patung pahat dari bahan logam “berupa plat” alat yang diperlukan berupa martil, tatah “patah” dan gurinda “grenda”. • Patung berbahan semen alat yang diperlukan pisau, martil dan tang.

Bahan dalam Seni Patung Dalam seni patung bahan merupakan media ekspresi dalam penciptaan seni patung. Bahan merupakan dasar dari sebuah karya yang belum terproses atau terolah untuk menjadi sebuah barang jadi. Bahan adalah material yang diolah atau diubah sehingga menjadi barang yang kemudian disebut karya seni (Rondhi, 2003: 25). Bahan dalam pembuatan patung meliputi banyak hal mulai dari kayu, logam, batu, tanah, karet, plastik, fiber, gypsum, dan lain sebagainya.

Setiap bahan memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dalam penggunaannya yang berperan dalam menghasilkan karya seni berkualitas tinggi. Seperti pendapat Bastomi (2003:92) bahwa setiap bahan memiliki sifat khusus yang menjadi karakteristiknya.

Karakteristik bahan ditentukan oleh beberapa aspek di antaranya: (1) Keindahan yang terkandung di dalam bahan. Setiap bahan memiliki keindahan tersendiri terutama pada warna. Warna asli yang ada dalam bahan banyak mempengaruhi keindahan hasil karya seni. (2) Tekstur atau kesan permukaan bahan. Tekstur itu sendiri dapat ditentukan oleh warna. Deretan warna bergelombang dapat memberi kesan permukaan yang tidak rata, sedangkan warna • Dasar Pembuatan Patung Setelah kita mengetahui tentang unsur-unsur patung, kita beralih pada apa yang harus dilakukan dengan unsur-unsur tersebut.

Perlakuan terhadap unsur-unsur patung dalam proses tersebut disebut sebagai dasar-dasar mematung. Dasar-dasar pembuatan patung diantaranya: • Membentuk dan membangun Seorang pematung bekerja dengan menyusun unsur-unsur patung untuk membangun sebuah patung. Sejak ia mulai bekerja, seorang pematung mencoba untuk menyusun bingkah-bingkah kedalam suatu bangunan tertentu.

Menyusun dan membangun merupakan tindakan yang utama bagi pematung karena keduanya menentukan keseluruhan ujud dari sebuah patung( G. Shidarta, 1987:33). • Patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman (Proporsi), Keserasian (Harmoni) dan Kesatuan (Unity) Menurut Mikke susanto (2011: 320) Perbandingan atau proporsi adalah ukuran antar bagian dan bagian, serta bagian dan kesatuan atau keseluruhan. Proporsi berhubungan erat dengan balance (keseimbangan), rhythm (irama,harmoni) dan unity (kesatuan).

Proporsi dipakai pula sebagai salah satu pertimbangan untuk mengukur dan menilai keindahan artistik. Perbandingan, keserasian dan kesatuan dari bentuk patung harus diperhatikan. Bila ada salah satu perbandingan yang tidak baik, akan menimbulkan kesan yang kurang serasi. Karena itu, dalam mematung harus selalu diperhatikan masalah perbandingan, agar patung mempunyai ukuran-ukuran yang sesuai dan serasi, agar tercipta bentuk kesatuan yang seimbang.

• Keseimbangan (Balance), Dominasi dan Irama (Rhythem) Keseimbangan (Balance) menurut Mikke Susanto (2011:46) didefinisikan sebagai persesuaian materi-materi dari ukuran berat dan memberi tekanan pada stabilitas suatu komposisi karya seni. Seorang pematung bekerja dengan mempertimbangkan keseimbangan antara bagian-bagian dari patung dalam menyusun bentuk.

Keseimbangan bagian atas dengan bagian bawah atau antara bagian kiri dan kanan dari sebuah patung untuk mendapatkan bentuk yang mantap. Untuk menghindari kesan kaku dan menjemukan, seorang pematung dapat menciptakan irama dengan menggarap unsur-unsur patung. Proses Penciptaan Karya Seni Patung Tujuan penciptaan seni memang bermacam-macam, antara lain hanya untuk mempresentasikan keindahan semata-mata, ada yang merupakan curahan perasaan haru, dan tak kurang pula terdorong oleh keinginan untuk mencukupi kehidupan.

Penciptaan suatu karya seni harus melalui proses untuk menghasilkan sebuah karya seni. Proses adalah suatu runtutan perubahan atau perkembangan sesuatu (Poerwadarminta, 1981 : 769). Jadi penciptaan suatu karya seni adalah proses secara runtut dan berkesinambungan berupa tahapan-tahapan dengan adanya pengaruh dari lingkungan, sehingga karya seni dapat diciptakan oleh seniman.

Menurut L. H. Chapman (dalam Humar Sahman 1993 : 119), proses mencipta itu terdiri dari tiga tahapan : • Tahapan Awal Tahapan awal ini berupa upaya penemuan gagasan atau mencari sumber gagasan. Dalam tahapan ini juga dapat dikatakan sebagai tahapan mencari inspirasi atau ilham yang terdapat pada lingkungan alam. Mencari inspirasi adalah upaya seniman untuk mendapatkan ide-ide baru.

Dorongan yang kuat diperlukan oleh seniman dalam menciptakan karya seni. • Tahapan menyempurnakan, mengembangkan, dan memantapkan gagasan awal. Dalam tahap menyempurnakan ini artinya mengembangkan menjadi gambaran pravisual yang nantinya dimungkinkan untuk diberi bentuk atau wujud nyata. Jadi gagasan yang muncul pada tahapan awal, pada tahapan ini masih harus diperbaiki menjadi gagasan yang sempurna, sehingga nantinya pada proses pembentukan sebuah karya seni dapat dengan mudah divisualisasikan yang berupa rancangan atau desain.

• Tahapan visualisasi ke dalam medium Di dalam proses mencipta, medium memang harus digunakan jika kita ingin menuntaskan sampai pada tahapan akhir.

Medium ini sendiri berperan sebagai sarana bagi seniman untuk mengekspresikan gagasannya. Seniman dalam mewujudkan sebuah karya seni dari tahapan awal sampai tahapan visualisasi seniman lebih berperan aktif dan kreatif dalam mencari inspirasi, penyempurnaan gagasan, dan sampai visualisasi ke dalam medium.

Penuangan konsep atau bentuk desain ke dalam medium, mempermudah seniman dalam membuat dan menghasilkan sebuah karya seni. Pemilihan medium juga harus diperhatikan dengan baik, karena medium sangat berpengaruh dalam proses penciptaan. Prinsip Desain dalam Seni Patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman Sebuah karya seni merupakan wujud organisasi dari unsur-unsur seni rupa. Unsur-unsur seni rupa tersebut diorganisasikan sedemikian rupa, sehingga terciptalah sebuah bentuk yang memiliki makna.

Dalam proses pengorganisasiannya, unsur-unsur tersebut ditata dengan memperhatikan aturan- aturan tertentu sehingga diperoleh suatu karya yang bernilai estetis. Asas yang mempedomani bagaimana mengatur, menata unsur-unsur rupa dan mengkombinasikan dalam menciptakan bentuk karya. Sehingga mengandung nilai estetis atau dapat membangkitkan pengalaman rupa yang menarik disebut dengan prinsip-prinsip desain (Sunaryo, 2002:6).

Prinsip-prinsip desain disebut juga kaidah-kaidah yang menjadi pedoman dalam berkarya seni rupa. Dalam berkarya khususnya seni patung, harus memperhatikan prinsip-prinsip desain, antara lain : • Keseimbangan Keseimbangan (balance) dalam pembuatan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan kesan seimbang secara visual ataupun secara intensitas kekaryaan.

Keseimbangan ini ada dua macam, yaitu keseimbangan formal dan informal. Keseimbangan formal adalah keseimbangan pada dua pihak berlawanan dari satu poros.

Sedangkan keseimbangan informal adalah keseimbangan sebelah menyebelah dari susunan unsur yang menggunakan prinsip susunan ketidaksamaan atau kontras dan selalu asimetris (Kartika, 2004 : 60).

• Patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman Irama (rhythm) merupakan pengaturan unsur-unsur rupa secara berulang dan berkelanjutan., sehingga bentuk yang tercipta memiliki kesatuan arah dan gerak yang membangkitkan keterpaduan bagian-bagiannya (Sunaryo, 2002:35).

Menurut Kartika (2007:82), irama merupakan pengulangan unsur-unsur karya seni. Irama dalam seni rupa sangat penting karena pengamatan karya seni atau proses berkarya sangat membutuhkan waktu, sehingga perlu mengetahui irama dalam persoalan warna, komposisi, garis maupun lainnya (Susanto, 2002:98). Repetisi merupakan perulangan unsur-unsur pendukung karya seni.

Repetisi atau ulang merupakan selisih antara wujud yang terletak pada rung dan waktu. Sunaryo (2002:35) mengatakan bahwa irama dapat diperoleh dengan beberapa cara, yakni (1) repetitif, merupakan irama yang diperoleh dengan mengulang unsur, menghasilkan irama total yang sangat tertib, monoton dan menjemukan, sebagai akibat pengaturan unsur-unsur yang sama baik bentuk, ukuran maupun warnanya, (2) alternatif, merupakan bentuk irama yang tercipta dengan cara perulangan unsur-unsur rupa secara bergantian, (3) progresif, merupakan irama yang diperoleh dengan menunjukkan perulangan dalam perubahan dan perkembangan secara berangsur-angsur atau bertingkat, dan yang ke (4) flowing, merupakan irama yang mengalun terjadi karena pengaturan garis- garis berombak, berkelok, dan mengalir berkesinambungan.

• Dominasi Dominasi atau penonjolan mempunyai maksud mengarahkan perhatian orang yang menikmati suatu karya seni yang dipandang lebih penting daripada hal-hal yang lain.

Penonjolan atau penekanan dilakukan dengan cara memberi intensitas, pemakaian warna kontras, dan ukuran yang berlawanan. Menurut Sunaryo (2002: 36-37) dominasi adalah penonjolan peran atau penonjolan bagian, atas bagian lainnya dalam suatu keseluruhan. Dengan adanya dominasi, unsur-unsur tidak akan tampil seragam, setara atau sama kuat melainkan justru memperkuat keseutuhan dan kesatuan bentuk.

Lebih lanjut Bastomi (1992: 70), mengataan bahwa dominasi merupakan upaya untuk menonjolkan inti seni atau puncak seni, sehingga dominasi pada suatu karya seni sangat dibutuhkan karena akan menjadikan karya menarik dan menjadi pusat perhatian. Karya yang baik mempunyai titik berat untuk menarik perhatian ( center of interest).

Ada beberapa cara untuk menarik perhatian kepada titik berat tersebut, yaitu dicapai dengan melalui perulangan ukuran dan kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk (Kartika, 2007: 63) • Kesebandingan Kesebandingan (proporsi) merupakan pengaturan hubungan antara bagian yang satu terhadap bagian keseluruhan (Sunaryo, 2002:31). Pengaturan bagian yang dimaksud patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman dengan ukuran, yaitu besar kecilnya bagian, luas sempitnya bagian, panjang pendeknya bagian, atau tinggi rendahnya bagian.

Tujuan pengaturan kesebandingan adalah agar dicapai kesesuaian dan keseimbangan, sehingga diperoleh kesatuan yang memuaskan. Kesebandingan juga menjadi prinsip desain yang mengatur hubungan ukuran unsur dengan keseluruhan agar tercapai kesesuaian. • Kesatuan Kesatuan (unity) merupakan prinsip pengorganisasian unsur patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman yang paling mendasar (Sunaryo, 2002:31).

Nilai kesatuan dalam suatu bentuk bukan ditentukan oleh jumlah bagian-bagiannya. Kesatuan diperoleh dengan terpenuhinya prinsip-prinsip yang lain maka kesatuan merupakan prinsip-prinsip desain yang paling berperan dan menentukan.

Kartika (2007:59) mengatakan bahwa kesatuan bukan sekedar kuantitas bagian, melainkan menunjuk pada kualitas bagian-bagian. Dengan kata lain, dalam kesatuan terdapat pertalian yang erat antar unsur-unsurnya sehingga tidak dapat terpisahkan satu dengan yang lain, serta tidak perlu ada penambahan lagi maupun yang dapat dikurangkan dari padanya.

Dari paparan di atas, prinsip desain pada dasarnya merupakan tolok ukur yang digunakan untuk menilai suatu karya yang baik khususnya dalam pengorganisasian setiap unsur sehingga membentuk perpaduan yang menarik. Karya seni dapat dikatakan memiliki nilai estetis apabila dalam penciptaannya dapat dilihat dari bagaimana cara mendesain. Adapun desain yang baik adalah desain yang dibuat sesuai dengan prinsip desai n.

Ada delapan unsur desain yang perlu diperhatikan oleh para seniman dalam mendesain karya seni, yaitu garis, warna, tekstur, raut, bentuk, ruang, volume, dan gelap terang. Sedangkan yang perlu diperhatikan dalam mendesain adalah mengorganisasikan unsur-unsur desain dalam prinsip-prinsip desain yang terdiri dari : keseimbangan, irama, dominasi, kesebandingan dan kesatuan.

Dengan demikian karya seni dapat dikatakan karya yang memiliki nilai keindahan, apabila seniman sudah menerapkan unsur-unsur seni dengan pengaturan yang didasarkan pada prinsip-prinsip desain.

Contoh Seni Patung dan Penjelasannya Lengkap Dengan Gambarnya žContoh Seni Patung Corak imitatif ( realis / representatif ) ; yaitu merupakan tiruan dari bentuk alam (manusia, binatang, dan tumbuhan). Perwujudan patung corak ini berdasarkan fisio plastis atau bentuk fisik baik anatomi, proporsi, maupun gerak.

karya Hendra, Trubus, Saptono, dan Edy Sunarso. Contoh patung corak Imitatif “Pembebasan” karya Edy Sunarso. ž ž Contoh Seni Patung Corak deformatif ; Yaitu bentuknya telah banyak berubah dari tiruan alam. Bentuk-bentuk alam diolah, digubah menurut gagasan dan imajinasi pematung. Pengubahan dari bentuk alam menjadi bentuk baru ini masih terkait dengan sifat-sifat fisik. Dari bentuk-bentuk imajinasi dan geometris selanjutnya muncul corak kubistis.

Corak ini tampak pada karya pematung seperti ; But Mochtar, G Sidharta, dan lain-lain. Contoh patung corak deformatif “Dewi Kebahagiaan” karya G. Sidharta ž Contoh Seni Patung Corak nonfiguratif ( abstrak ) ; ž Yaitu secara umum sudah banyak meningglkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya (abstrak).

Corak abstrak dipengaruhi oleh aliran konstruksi. Patung dipandang sebagai bentuk konstruksi, yaitu susunan material seperti besi, plat, kawat, kayu, plastik, dan sebagainya.

Contoh patung nonfiguratif “Tonggak Samudra” karya G. Sidharta.

patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman

Demikianlah pembahasan mengenai “Seni Patung” Pengertian & ( Jenis – Fungsi – Bentuk – Teknik ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. Baca Juga: • “Seni Rupa” Pengertian & ( Prinsip -Prinsip ) • Definisi Seni Rupa Murni Dan Terapan Beserta Perbedaannya • Pengertian Seni Menurut Para Ahli Dan Bentuknya • 22 Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli Terlengkap Sebarkan ini: • • • • • Posting pada SMA, SMP Ditag alat dan bahan seni patung, artikel seni patung, ciri ciri seni patung, contoh seni patung, contoh seni patung dan patung selamat datang milik trubus dibuat bersama seniman, fungsi seni patung, gambar seni patung, jenis seni patung, patung religi, patung seni, pengertian seni patung dan contohnya, pengertian seni patung menurut para ahli, sejarah seni patung, teknik seni patung, tujuan seni patung Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com




2022 www.videocon.com