Apakah yang dimaksud repetitive process

apakah yang dimaksud repetitive process

Dalam dunia bisnis, proses produksi merupakan salah satu hal yang wajib untuk Anda lakukan. Setiap barang telah melalui proses panjang sampai akhirnya dapat konsumen gunakan, dimana semua berawal dari kegiatan produksi.

Tanpa apakah yang dimaksud repetitive process tahapan produksi apalagi jika tidak dibantu dengan sistem manufaktur esensial, bisa jadi Anda akan mengalami kesulitan dalam memperoleh barang. Untuk itu gunakan sistem manufaktur Indonesia berbasis web sebagai solusi untuk mempermudah pengelolaan proses produksi dan meningkatkan produktivitas bisnis Anda.

Hitung skema perhitungan software manufaktur disini untuk mengetahui gambaran harganya. Download Sekarang: Perhitungan Skema Harga Software Manufaktur HashMicro Namun, untuk melakukan proses atau tahapan produksi pastinya memerlukan apakah yang dimaksud repetitive process tim yang baik. Dengan kerjasama yang baik dan bantuan software manufaktur terlengkap, maka produksi dapat berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan. Maka dari itu, bagi Anda terutama para pebisnis, wajib mengetahui lebih jauh mengenai proses produksi disertai dengan penggunaan software manufaktur unggulan.

Daftar Isi • Pengertian Proses Produksi • Tujuan Proses Produksi • Tahapan Proses Produksi • Planning atau Perencanaan • Routing atau Penentuan Alur • Scheduling atau Penjadwalan • Dispatching atau Perintah untuk Memulai Produksi • Karakteristik Proses Produksi • Berdasarkan proses • Ciri tahapan produksi berdasarkan sifatnya • Berdasarkan jangka waktu produksi • Jenis Proses Produksi • Proses produksi jangka waktu pendek • Produksi dengan jangka waktu panjang • Produksi terus-menerus • Proses produksi selingan • Permudah Proses Produksi dengan Software Manufaktur dari HashMicro Pengertian Proses Produksi Secara garis besar, definisi dari kegiatan produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna barang.

Maka, proses produksi ( production process) adalah serangkaian tahap yang harus Apakah yang dimaksud repetitive process lalui dalam memproduksi barang atau jasa. Perusahaan dapat menyederhanakan segala proses produksi dengan menggunakan Hash Manufacturing software terbaik dari HashMicro untuk hasil yang lebih cepat dan efektif.

Barang yang dimaksud merupakan benda yang memiliki sifat fisik dan kimia, dan memiliki periode waktu tertentu. Sementara jasa merupakan sesuatu yang tidak memiliki sifat fisik dan kimia, dan tidak memiliki periode waktu antara produksi dan konsumsi. Sifat proses ini adalah mengolah, yaitu mengolah bahan baku dan bahan pembantu secara manual atau dengan menggunakan peralatan.

Sehingga menghasilkan suatu produk yang nilainya lebih dari barang apakah yang dimaksud repetitive process. Maka, proses ini juga merupakan kegiatan menggabungkan berbagai faktor produksi untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi konsumen. Sehingga bagi yang berkecimpung dalam dunia bisnis wajib untuk memahami tahapan proses produksi barang/jasa yang benar. Anda dapat memanfaatkan software manufaktur dengan fitur unggulan agar produksi yang Anda lakukan dapat berjalan sesuai dengan harapan & kebutuhan, dan tidak mengalami kegagalan.

Unduh perhitungan skema harga software manufaktur untuk memulai penggunaan software yang dapat membantu proses bisnis Anda. Baca juga: 5 Tahapan Perencanaan Produksi Tujuan Proses Produksi Sumber: smartcityindo.com Terdapat beberapa tujuan dari tahapan produksi yang perlu Anda ketahui, antara lain: • Memenuhi kebutuhan manusia dalam mencapai kemakmuran dari ketersediaan barang dan jasa • Untuk menjaga keberlangsungan hidup suatu perusahaan • Memberikan nilai tambah ( value ) terhadap suatu produk • Untuk memenuhi permintaan pasar, baik itu dari pasar domestik maupun internasional • Mendapatkan keuntungan atau laba sehingga tercapai tingkat kemakmuran suatu perusahaan • Memproduksi barang-barang ekspor untuk meningkatkan sumber devisa Negara • Memacu tumbuhnya usaha produksi lain sehingga dapat menyerang pengangguran • Sebagai pengganti produk yang sudah rusak, kedaluwarsa, atau barang yang telah habis karena pemakaian Tahapan Proses Produksi Secara umum, production process dapat dibagi menjadi empat tahapan produksi, yaitu sebagai berikut : 1.

Planning atau Perencanaan Segala hal yang akan kita lakukan tentunya memerlukan perencanaan. Mulai dari kegiatan yang sangat sederhana sampai keputusan untuk melakukan hal yang sangat besar dan berpengaruh untuk hidup Anda. Begitu juga dalam tahapan produksi, Anda memerlukan suatu rencana agar produksi tersebut tidak kehilangan arah atau tujuan.

Untuk dapat mempermudah proses perencanaan produksi, Anda dapat memanfaatkan penggunaan software ERP terbaik di Indonesia. Tahap planning ini merupakan tahapan dalam menentukan beberapa hal dalam proses ini. Seperti produk apa yang akan Anda buat, berapa jumlah bahan baku, berapa biaya yang Anda butuhkan, dan berapa jumlah tenaga kerja yang Anda perlukan dalam melakukan produksi. Anda dapat mengunduh skema perhitungan harga software ERP untuk mengetahui perkiraan harganya.

Dalam tahapan ini, perusahaan juga akan melakukan perancangan terhadap bentuk barang. Karena, perusahaan membutuhkan informasi dan pengetahuan mengenai jenis barang yang akan terproduksi. Beserta dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan suatu perencanaan yang baik. Download Sekarang: Perhitungan Skema Harga Software ERP HashMicro 2. Routing atau Penentuan Alur Routing atau penentuan alur merupakan suatu kegiatan untuk menentukan dan menetapkan urutan kegiatan dari proses ini.

Mulai dari pengolahan awal bahan baku, pembentukan, pemolesan, penyelesaian, penjagaan dan pengawasan mutu, hingga pendistribusian barang hasil produksi menjadi fokus pada tahap ini. Dalam tahap ini, Anda harus menentukan alur secara tepat dan efisien agar produksi dapat berjalan sebagaimana mestinya dan sesuai dengan yang seharusnya.

3. Scheduling atau Penjadwalan Scheduling atau penjadwalan merupakan suatu kegiatan untuk menentukan dan menetapkan kapan produksi harus Anda lakukan setelah menetapkan alur. Dalam pelaksanaannya, penjadwalan mempertimbangkan jam kerja pekerja dan lama dari setiap alur produksi. Dalam praktiknya, dalam tahapan ini terdapat jadwal utama ( master schedule ) yang kemudian akan terbagi atau terpecah menjadi beberapa jadwal yang lebih terperinci.

4. Dispatching atau Perintah untuk Memulai Produksi Dispatching atau perintah untuk memulai produksi merupakan suatu kegiatan untuk menentukan dan menetapkan suatu proses pemberian perintah untuk memulai produksi setelah jadwal produksi Anda tetapkan.

Dalam dispatching, akan tercantum hasil tahapan-tahapan sebelumnya. Mulai dari bahan baku, alur produksi, hingga waktu produksi. Jika tahapan ini dapat berjalan dengan baik, maka proses memproduksi juga pasti akan berhasil. Karakteristik Proses Produksi Sumber: baamboozle.com 1. Berdasarkan proses Terdapat dua jenis karakteristik tahapan produksi berdasarkan prosesnya, yaitu: • Produksi langsung: Meliputi produksi primer dan sekunder.

Produksi primer merupakan kegiatan produksi yang bahannya berasal dari alam secara langsung. Misalnya pertanian, pertambangan dan sebagainya. Sedangkan, produksi secara sekunder merupakan kegiatan produksi yang dengan menambahkan nilai lebih pada suatu barang yang ada.

Misalnya kayu untuk membuat rumah, baja untuk membuat jembatan dan sebagainya. • Produksi tidak langsung: Kegiatan produksi yang hanya memberikan hasil dari keahlian atau produk dalam bentuk jasa. Misalnya layanan mekanik, layanan kesehatan, layanan konsultasi, dan lain-lain. Baca juga: 5 Tips Memangkas Biaya Produksi Perusahaan Manufaktur 2.

Berdasarkan sifat proses produksi Berdasarkan sifat prosesnya, apakah yang dimaksud repetitive process empat jenis karakteristik tahapan produksi, yaitu: • Ekstraktif: Kegiatan produksi dengan mengambil produk secara langsung dari alam.

• Analitik: Kegiatan produksi yang melakukan pemisahan suatu produk menjadi lebih banyak dengan bentuk yang mirip seperti aslinya. • Fabrikasi: Proses mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk produk baru. • Sintetik: Proses menggabungkan beberapa bahan menjadi suatu bentuk produk. Proses sintetik juga sering disebut sebagai proses perakitan. 3. Berdasarkan jangka waktu produksi Terdapat dua jenis karakteristik tahapan production process berdasarkan jangka waktu produksinya, yaitu: • Produksi terus menerus: Produksi yang memakai berbagai fasilitas untuk menciptakan produk secara terus menerus.

Sifat produknya hanya beberapa jenis dan produksinya dalam skala besar tanpa terpengaruh kondisi musim atau cuaca dan waktu. • Produksi terputus-putus: Produksi yang kegiatannya berjalan tidak setiap saat. Biasanya terpengaruhi oleh perubahan musim, pesanan dan berbagai faktor lainnya.

apakah yang dimaksud repetitive process

Jenis Proses Produksi Berdasarkan jangka waktunya, tahapan produksi dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu : 1. Proses produksi jangka waktu pendek Kegiatan apakah yang dimaksud repetitive process berlangsung dengan cepat dan langsung menghasilkan produk baik barang atau jasa bagi konsumen.

Misalnya produksi makanan apakah yang dimaksud repetitive process roti bakar, gorengan, dan lain-lain. Dalam proses ini, konsumen cenderung cepat mendapatkan barang dengan waktu singkat dan hitungan menit setiap produksinya. 2. Produksi dengan jangka waktu panjang Merupakan kegiatan produksi yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Contoh dari proses ini adalah saat kamu menanam padi ataupun membuat rumah. Pembuatannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

3. Produksi secara terus-menerus Merupakan kegiatan produksi yang melakukan pengolahan bahan-bahan secara berurutan dengan beberapa tahapan dalam pengerjaan hingga menjadi sebuah barang jadi. Contohnya pabrik yang memproduksi kertas, gula, dan lainnya. Baca juga: Optimalkan Manajemen Produksi dengan 8 Cara Ini 4. Proses produksi selingan Merupakan kegiatan produksi yang mengolah bahan-bahan baku dengan cara menggabungkannya menjadi suatu barang jadi. Contohnya proses atau tahapan dalam memproduksi mobil, saat bagian-bagian mobil dibuat secara terpisah, mulai dari setir, kerangka, mesin, ban dan yang lainnya.

Setelah seluruh bagian dari mobil lengkap, maka selanjutnya yaitu menggabungkan bagian-bagian mobil tersebut menjadi suatu mobil. Pengendalian Proses Produksi Dalam manajemen, pengendalian merupakan elemen yang sangat penting untuk dilakukan agar proses bisnis yang terjadi sesuai dengan perencanaan yang telah disusun di awal, sehingga proses bisnis dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Pengendalian dalam proses produksi meliputi kapan produksi dimulai dan kapan produksi diakhiri. Terdapat pula beberapa fungsi pengendalian proses produksi, yakni perencanaan, penentuan urutan pekerjaan, penentuan waktu kerja, pemberian perintah kerja, serta tindak lanjut dalam pelaksanaan.

Untuk mempermudah Anda dalam memilih dan mempertimbangkan penggunaan software, unduh skema perhitungan harga software ERP agar Anda dapat mengetahui gambaran harga software.

Permudah Proses Produksi dengan Software Manufaktur dari HashMicro Penjelasan tersebut telah mencakup pengertian, jenis, tahapan serta karakteristik dari apa yang disebut proses atau apakah yang dimaksud repetitive process produksi.

Hal yang perlu Anda ingat, bahwa penting bagi Anda untuk mengetahui proses ini secara mendalam. Anda juga dapat menggunakan bantuan software manufaktur untuk membantu mengatur proses atau tahapan produksi bisnis Anda. Kelola proses produksi secara mudah dengan Software Manufaktur terbaik dan terlengkap dari HashMicro yang telah dipercaya oleh lebih dari 250 perusahaan di Indonesia.

Selain itu, Anda juga apakah yang dimaksud repetitive process melacak work in progresssumber daya, rencana produksi, serta total penggunaan biaya secara otomatis. Unduh Skema Perhitungan Harga Manufacturing Software dari HashMicro Artikel terkait: • Cara Mengoptimalkan Perencanaan Produksi di Perusahaan Manufaktur • Meningkatkan Kapasitas Produksi dalam 5 Langkah Mudah Yang dimaksud dengan parent process adalah, process yang merupakan proses induk yang merupakan proses utama.

Sedangkan child proses adalah proses yang merupakan proses hasil copy dari parent process. Parent process tercipta ketika fungsi fork dipanggil. Nah, ketika fungsi fork dipanggil, maka suatu proses akan menjadi parent dan memiliki child process. Proses yang terjadi pada zombie process adalah ketika child process telah di matikan atau di hentikan, akan tetapi parent nya tidak mengetahui dikarenakan suatu masalah (misal: disconnected).

Sehingga, process child tersebut tidak di release oleh parent process yang terlihat seperti masih hidup atau masih ada, padahal sebenarnya proses tersebut telah dihentikan atau terminate
Siklus Business Process Reengineering.

Business Process Reengineering ( BPR, Rekayasa ulang proses bisnis) adalah pemikiran kembali secara fundamental dan perancangan kembali proses bisnis secara radikal, dihasilkan dari sumber daya organisasi yang tersedia. BPR menggunakan pendekatan untuk perancangan kembali cara kerja dalam mendukung misi organisasi dan mengurangi biaya. Perancangan ulang dimulai dengan penaksiran level tinggi terhadap misi organisasi, tujuan strategis, dan kebutuhan pelanggan.

Pertanyaan dasar yang ditanyakan seperti "apakah misi kita harus diperjelas? Apakah tujuan strategis kita berjalan beriringan dengan misi kita?

Siapa pelanggan kita?" Daftar isi • 1 Pengertian lain • 2 Pengertian lainnya • 3 Peran TI • 4 Pranala luar Pengertian lain [ sunting - sunting sumber ] Business Process Reengineering dikenal juga dengan istilah Business Process Redesign ( Perancangan Ulang Proses Bisnis), Business Transformation, atau Business Process Change Management.

Business Process Reengineering (BPR) dimulai sebagai teknik sektor privat untuk mendukung organisasi secara fundamental memikirkan kembali bagaimana mereka mengerjakan bisnis yang mampu meningkatkan jasa kepada pelanggan, memotong biaya operasional dan menjadi kompetitor kelas dunia. Kunci utama dalam perancangan ulang adalah pengembangan sistem informasi dan jaringan.

Organisasi-organisasi besar semakin banyak menggunakan teknologi ini untuk lebih mendukung proses bisnis yang inovatif dibanding memperbaiki metode kerja pada saat yang sama. BPR meliputi analisis dan perancangan alur kerja ( workflow) dan proses-proses dalam sebuah organisasi. Berdasarkan Daven ports (1990), proses bisnis adalah sekelompok tugas-tugas yang saling berhubungan secara logis, dilaksanakan untuk mencapai sebuah hasil bisnis yang jelas. Re-engineering ("rekayasa ulang") adalah dasar dari perkembangan-perkembangan manajemen yang muncul belakangan ini.

Tim lintas-fungsional ( Cross-functional team), contohnya, telah banyak dikenal karena perannya dalam perancangan ulang tugas-tugas fungsional yang terpisah menjadi proses-proses lintas-fungsional yang lengkap. Dalam kerangka kerja untuk penaksiran dasar terhadap misi dan tujuan, perancangan ulang memfokuskan kepada proses bisnis organisasi – langkah-langkah dan prosedur yang mengendalikan bagaimana sumber daya digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan pasar yang khusus.

Proses bisnis dapat disusun kembali menjadi aktivitas-aktivitas spesifik, diukur, dimodelkan dan diperbaiki. Dapat pula dirancang ulang secara keseluruhan atau dieliminasi sekaligus. Perancangan ulang mengidentifikasikan, menganalisis, dan merancang ulang proses inti bisnis organisasi dengan tujuan untuk mencapai hasil maksimal dalam ukuran kinerja kritis seperti biaya, kualitas, jasa dan kecepatan.

Perancangan ulang membagi-bagi proses bisnis menjadi sub-sub proses dan tugas yang dilaksanakan oleh beberapa area fungsional terspesialisasi dalam organisasi. Seringkali tidak seorang pun yang bertanggung jawab atas kinerja keseluruhan proses. Perancangan ulang memaksimalkan kinerja subproses yang akan menghasilkan beberapa keuntungan, namun tidak menjanjikan peningkatan yang dramatis jika prosesnya sendiri tidak efisien dan tertinggal.

apakah yang dimaksud repetitive process

Untuk alasan itu, perancangan ulang memfokuskan pada merancang kembali proses secara keseluruhan untuk mencapai keuntungan maksimal bagi organisasi dan pelanggan. Hal ini berbeda dengan proses yang memfokuskan pada peningkatan fungsional atau incremental saja. Pengertian lainnya [ sunting - sunting sumber ] Beberapa pengertian mengenai BPR antara lain: • ". the fundamental rethinking and radical redesign of business processes to achieve dramatic improvements in critical contemporary measures of performance, such as cost, quality, service, and speed." • ".pemikiran ulang fundamental dan perancangan radikal terhadap proses-proses bisnis untuk mencapai perbaikan secara dramatis dalam ukuran kritis terhadap kinerja seperti biaya, kualitas, jasa dan kecepatan." • "encompasses the envisioning of new work strategies, the actual process design activity, and the implementation of the change in all its complex technological, human, and organizational dimensions." • "mencakup perencanaan strategi kerja baru, aktivitas perancangan proses yang aktual dan implementasi perubahan dalam semua dimensi teknologi, manusia dan organisasi yang kompleks.

Untuk mencapai peningkatan yang maksimal dengan BPR, perubahan stuktur organisasi dan cara lain seperti pengelolaan dan pelaksanaan kerja saja dianggap belum cukup. Agar dapat mendapatkan keuntungan secara penuh, penggunaan Teknologi Informasi (TI) dianggap penting sebagai faktor kontributor utama.

Walau TI secara tradisional digunakan untuk mendukung fungsi bisnis yang tersedia, yaitu meningkatkan keefisienan organisasi, sekarang TI berfungsi sebagai pendukung bentuk-bentuk organisasi yang baru dan pola-pola kolaborasi dalam dan antara organisasi. BPR memperoleh fondasinya dari berbagai disiplin ilmu, dan ada 4 bagian penting yang diidentifikasi untuk diubah dalam BPR – organisasi, teknologi, strategi dan manusia ( organization, technology, strategy, and people) – dimana sebuah proses digunakan sebagai kerangka kerja (framework) untuk memperhitungkan dimensi-dimensi itu.

Pendekatan ini secara grafis digambarkan dalam " Leavitt’s diamond". Peran TI [ sunting - sunting sumber ] Teknologi informasi berperan penting dalam konsep perancangan ulang. Pada masa sekarang, TI merupakan pendorong besar bagi beberapa bentuk kinerja dan kolaborasi di dalam dan luar organisasi. Beberapa peran TI dalam BPR: • Basis data yang dibagi-bagikan ( shared databases), membuat informasi tersedia pada banyak tempat. • Sistem ahli ( expert systems) memungkinkan para generalis untuk melaksanakan tugas spesialis.

• Jaringan telekomunikasi (telecommunication networks), memungkinkan organisasi dapat disentralisasikan apakah yang dimaksud repetitive process didesentralisasikan dalam waktu yang sama. • Perlengkapan pengambilan keputusan ( decision-support tools), memungkinkan pengambilan keputusan menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.

• Komunikasi data tanpa kabel ( wireless data communication) dan komputer yang mudah dibawa ( portable computer), memungkinkan personel lapangan bekerja secara independent. • Videodisk interaktif ( interactive videodisk), untuk mendapatkan kontak langsung dengan pembeli potensial. • Identifikasi otomatis dan pelacakang ( automatic identification and tracking), memungkinkan sesuatu untuk melaporkan dimana mereka berada bukan menunggu untuk ditemukan.

• Perhitungan kinerja tinggi ( high performance computing), memungkinkan perencanaan on-the-fly (diciptakan pada saat dibutuhkan) dan perbaikan. Di pertengahan tahun 1900-an, sistem manajemen alur kerja dianggap seabgai kontributor penting dalam meningkatkan efisiensi proses antara lain para vendor ERP ( Enterprise Resource Planning), seperti SAP, JD Edwards, Oracle dan PeopleSoft.

Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • BPR Articles • Hammering Hammer (A Critical Analysis of Michael Hammer's Process Enterprise approach.) • BPR: Decision engineering in a strained industrial and business environment • Halaman ini terakhir diubah pada 10 Juli 2021, pukul 02.17.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Apakah yang dimaksud repetitive process seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • 1.

apa yang di maksud dengan repetitive process? 2. sebutkan kelemahan - kelemahan sistem produksi terputus- putus! 3. sebutkan faktor faktor yang memengaruhi kualitas produk!

4. apa pengertian dari immediate capacity? 5. menurut anda, apa yang akan terjadi apabila output suatu produk kurang input dalam suatu produk?​ Jawaban: 1. Yang di maksud dengan repetitive process adalah industri dmana proses produksi tersebut dilakukan berulang-ulang 2. Kelemahan - kelemahan sistem produksi terputus- putus yaitu • Diperlukan penjadwalan karena produksi dilakukan berdasarkan pesanan.

• Sulitnya melakukan pengawasan pada produksi • Pesediaan bahan baku harus banyak • Biaya tenaga kerja yang cukup besar 3. Faktor faktor yang memengaruhi kualitas produk yaitu: • Pasar atau pelanggan • Tujuan perusahaan • Desain produk • Produk testing • Kualitas input • Proses produksi • perawatan peralatan • Standar Organisasi • Umpan balik dari pelanggan 4.

Pengertian dari immediate capacity yaitu jumlah kapasitas produksi yang dapat disediakan dalam jangka waktu yang singkat. 5. Menurut saya, yang akan terjadi apabila output suatu produk kurang input dalam suatu produk adalah kualitas produk berkurang Penjelasan: Produksi merupakan kegiatan untuk menghasilkan barang atau jasa, kegiatan produksi ini dilakukan oleh produsen untuk memenuhi kebutuhan konsumennya, semakin baik perencanaan produksinya, maka akan semakin baik pula kualitas yang dihasilkan.

Pelajari lebih lanjut Materi tentang faktor-faktor produksi yang dibutuhkan oleh produsen brainly.co.id/tugas/18118753 #BelajarBersamaBrainly
Reka bentuk boleh dicipta secara digital yang hampir sama dengan mana-mana grafik perisian reka bentuk (Photoshop dan Illustrator adalah yang paling popular).

Selain itu, hasil seni atau gambar-gambar yang sedia ada boleh diimbas dan kemudian secara digital dimanipulasi untuk membuat corak. Biasanya reka bentuk yang dicipta sebagai corak lancar yang diulangi keseluruh fabrik.

Anda juga boleh membuat reka bentuk yang memenuhi seluruh kawasan tanpa mengulangitetapi anda mungkin menghadapi isu-isu jika saiz fail terlalu besar untuk perkhidmatan percetakan untuk memproses. • ► 2017 (1) • ► January (1) • ▼ 2016 (13) • ► September (1) • ▼ August (4) • Apakah perkara yang dapat membantu dalam merekaben. • Apakah yang dimaksudkan dengan process design? • "Apa yang boleh dicetak di Printrix ni? Kain baju .

• Siapakah yang perlu di CARI untuk DESIGN FABRIC anda? • ► June (1) • ► May (2) • ► April (5)
2.7/5 - (13 votes) Proses produksi merupakan tahapan yang tidak bisa dihilangkan dari kegiatan bisnis. Tanpa adanya proses produksi, suatu barang olahan atau jasa tidak akan tercipta.

Produksi terus-menerus adalah salah satu jenis produksi yang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Dalam produksi terus-menerus, perusahaan akan memproduksi barang tanpa terikat periode atau musim. Lawan dari produksi terus-menerus adalah produksi terputus-putus, yakni proses produksi yang dilakukan pada periode tertentu.

Untuk memahami lebih lanjut, berikut merupakan pembahasan lengkap mengenai produksi terus-menerus. • Pengertian Produksi Terus-menerus • Ciri-Ciri Produksi Terus-menerus • Contoh Produksi Terus-menerus • Transportasi • Proses Administrasi • Perusahaan Manufaktur • Kelebihan Produksi Terus Menerus • Kekurangan Produksi Terus Menerus • Manfaat Produksi Terus Menerus • Share this: • Related Pengertian Produksi Terus-menerus Produksi terus-menerus adalah proses produksi yang berlangsung dalam jangka waktu panjang dan tidak terikat dengan musim.

Pengertian produksi terus menerus Pola atau urutan dalam pelaksanaan proses produksinya, produksi terus-menerus menggunakan apakah yang dimaksud repetitive process urutan yang sama dan berulang. Produksi terus-menerus disebut juga dengan istilah Continuous Process atau proses berkelanjutan.

Industri yang sering menggunakan sistem produksi ini adalah industri yang memiliki skala produksi besar. Tak hanya itu, industri modern yang mengutamakan kecanggihan teknologi juga biasanya memilih menggunakan sistem ini karena lebih praktis jika dibandingkan dengan penggunaan tenaga konvensional atau tenaga manusia yang menangani proses pemindahan dan yang lainnya.

Meskipun produksi dilakukan secara terus-menerus, tetapi apakah yang dimaksud repetitive process kalanya produksi dihentikan dalam rangka perawatan maupun perbaikan mesin. Hal ini perlu dilakukan agar dapat menghindari kemacetan pada saat proses produksi dijalankan, sehingga keterlambatan proses produksi juga dapat diperkecil.

Penghentian produksi ini bisa dilakukan setiap sebulan sekali, 3 bulan sekali, atau setahun sekali. Ciri-Ciri Produksi Terus-menerus Ciri-ciri yang dimiliki oleh produksi terus-menerus adalah: • Produk yang dihasilkan umumnya berjumlah besar tetapi variasi produk tersebut tergolong sangat kecil dan sudah distandarisasi.

• Sistem atau cara penyusunan peralatan yang digunakan dalam menghasilkan produk didasarkan pada urutan pengerjaan. • Mesin yang digunakan dalam proses produksi merupakan mesin yang memiliki kekhususan tersendiri sesuai dengan produk yang dihasilkan (special purpose machines).

apakah yang dimaksud repetitive process

• Operator yang berperan dalam pengoperasian mesin-mesin produksi tidak perlu memiliki keahlian khusus yang cukup tinggi karena mesin-mesin khusus yang dimiliki pabrik sudah sangat canggih dan biasanya bersifat otomatis.

• Proses produksi dapat terhenti secara total jika terdapat mesin-mesin yang mengalami kerusakan dalam jumlah besar. • Karena mesin yang digunakan sifatnya otomatis dan bisa bekerja menghasilkan produk yang sudah dirancang, maka tak heran jika karyawan atau tenaga kerja di pabrik sangat sedikit. • Dibandingkan dengan intermitten process, persediaan bahan baku pada continuous process lebih sedikit. • Dibutuhkan spesialis yang dapat menangani mesin dengan baik karena tingginya pengetahuan dan pengalamannya.

• Penggunaan konveyor atau ban berjalan untuk memindahkan bahan-bahan sangat menonjol. Contoh Produksi Terus-menerus Contoh produksi terus-menerus adalah sebagai berikut: Transportasi Transportasi merupakan salah satu contoh produksi terus-menerus yang bisa dilihat setiap hari.

Sistem produksi dalam transportasi ini menggunakan urutan, apakah yang dimaksud repetitive process sistem pada penjadwalan keberangkatan pesawat, kereta api, dan yang lainnya. Jika salah satu kendaraan mengalami gangguan atau keterlambatan, maka kendaraan selanjutnya akan mengalami keterlambatan keberangkatan juga.

Selain mengatur keberangkatan, sistem transportasi yang teratur juga mengatur jadwal kedatangan atau jadwal tiba dengan sangat teliti.

apakah yang dimaksud repetitive process

Keterlambatan atau waktu yang terlalu awal untuk kendaraan beroperasi dapat menyebabkan kerugian besar pada perusahaan. Hal ini dikarenakan waktu telah disusun sedemikian rupa, sehingga harus pas dan tepat waktu, tidak bisa lebih awal atau terlambat. Proses Administrasi Proses administrasi yang dilaksanakan oleh lembaga catatan sipil dan sebagainya, juga termasuk ke dalam contoh produksi terus-menerus. Sisi keruntutan sistem yang digunakan ada pada proses pencatatan yang dilanjutkan dengan perekaman data-data untuk kemudian dicetak menjadi dokumen yang dibutuhkan.

Proses administrasi dalam hal ini yang dimaksud adalah seperti proses administrasi pada pembuatan KTP, akta kelahiran, pembuatan paspor, dan lain sebagainya. Proses administrasi tersebut harus berjalan runtut dan tidak bisa lanjut ke proses selanjutnya jika proses yang sedang dijalankan belum selesai. Sisi canggihnya juga terlihat dari penggunaan komputer dengan aplikasi-aplikasi canggih di dalamnya.

apakah yang dimaksud repetitive process

Namun, jika komputer tersebut mengalami gangguan, maka proses administrasi bisa saja mengalami gangguan. Perusahaan Manufaktur Perusahaan manufaktur merupakan salah satu bagian terpenting dari adanya proses berkelanjutan dalam dunia bisnis. Dalam menjalankan kegiatan produksinya, perusahaan akan menggunakan tambahan alat-alat canggih untuk mempercepat serta mempermudah jalannya proses produksi.

Tenaga manusia yang dahulu begitu berperan penting, kini telah tergantikan dengan mesin otomatis. Selain itu, dalam menjalankan proses produksinya, perusahaan manufaktur juga apakah yang dimaksud repetitive process urutan yang runtut antara proses satu dengan yang lainnya. Contoh saja diawali dari pemilihan bahan baku, perencanaan dan lain sebagainya, hingga diproses menjadi barang jadi. Namun, jika salah satu komponen mesin mengalami kemacetan, maka otomatis jadwal akan berubah.

Untuk menghindari hal ini, pihak perusahaan akan menghindarinya dengan cara melakukan pengecekan dan perbaikan terhadap mesin-mesin yang beroperasi. Selama masa tersebut, maka kegiatan produksi sementara akan dihentikan terlebih dahulu. Kelebihan Produksi Terus Menerus Penggunaan sistem produksi secara terus-menerus atau berkelanjutan, tentu dilatarbelakangi oleh adanya kelebihan dari sistem tersebut, di antaranya: • Jika produk dan volume yang dihasilkan cukup besar serta telah distandarisasi maka tingkat biaya produksi per unit dapat rendah.

• Penggunaan sistem pemindahan bahan menggunakan mesin canggih memungkinkan dapat dikuranginya pemborosan penggunaan tenaga kerja manusia. • Jumlah tenaga kerja yang sedikit serta tenaga kerja berkemampuan tinggi yang tidak terlalu dibutuhkan dalam pengoperasian mesin menyebabkan biaya tenaga kerja yang harus dibayarkan menjadi rendah atau sedikit.

• Pemindahan bahan dalam pabrik tidak membutuhkan biaya yang besar akibat dari penggunaan tenaga mesin untuk pemindahan bahan yang berjarak pendek.

• Dapat menghindari kesalahan produksi karena kecerobohan tangan manusia ketika produksi berlanjut. • Sifatnya lebih efisien karena menghemat waktu dan tenaga. Kekurangan Produksi Terus Menerus Ternyata selain memiliki kelebihan, produksi secara terus-menerus juga memiliki kekurangan dibandingkan dengan produksi secara terputus-putus atau musiman, di antaranya: • Jika permintaan produk yang dilakukan oleh konsumen atau pelanggan mengalami perubahan produk, maka akan sangat sukar melakukan pergantian mesin.

Hal ini dikarenakan continuous process telah dirancang untuk menghasilkan produk yang sama dan kira-kira permintaannya cukup stabil dengan gaya produk yang tidak terlalu mengalami perubahan besar. • Penggunaan sistem urutan dalam pengerjaan produk menyebabkan apabila salah satu tahap mengalami kemacetan maka tahap yang lainnya juga akan terhenti, baik di awal, akhir, maupun di tengah-tengah. • Sifatnya sangat kaku karena tingkat produksi telah ditentukan sebelumnya, sehingga akan mengalami kesulitan jika terjadi perubahan terhadap tingkat permintaan pelanggan.

• Biasanya produksi dilakukan secara besar-besaran, sehingga sangat sulit diterapkan untuk industri kecil. Manfaat Produksi Terus Menerus Dari kesimpulan di atas produksi terus menerus memiliki manfaat seperti menghemat biaya produksi, lebih efektif dalam proses memproduksi barang karena menggunakan mesin, meminimalisir kesalahan dengan penggunaan teknologi modern.

Secara garis besar dapat dipahami bahwa sistem produksi secara terus-menerus sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, karena lebih hemat waktu dan tenaga serta tidak memerlukan tenaga kerja dalam jumlah besar.• BINUS @Malang • Vision & Mision • BINUSIAN Community • expand Supporting Unit • Academic Development • Operations • Student Development • Digital Technopreneurship Unit • Research and Community Development • Quality Assurance Center & Administrative Office • expand Academic & Lecturer Resources • Jabatan Fungsional & Dokumen Persyaratan Administratif • Officers Directory • expand Programs • expand Regular Program • S1 ENTREPRENEURSHIP – BUSINESS CREATION • S1 COMPUTER SCIENCE • S1 INTERIOR DESIGN • S1 COMMUNICATION • S1 PUBLIC RELATIONS • S1 VISUAL COMMUNICATION DESIGN • S1 DIGITAL Apakah yang dimaksud repetitive process INNOVATION (DOUBLE PROGRAM) • S1 INTERACTIVE DESIGN & TECHNOLOGY (DOUBLE PROGRAM) • 2 + 1 + 1 PROGRAM • expand Beasiswa • Home • Articles / Entrepreneurship-Business Creation • Strategi Proses: Menentukan Proses .

Strategi Proses: Menentukan Proses yang Efektif dan Efisien Terdapat tiga kata kunci dalam manajemen operasional: efektifitas, efisiensi, dan keunggulan kompetitif.

Kata kunci ini diambil dari tujuan yang ingin dicapai dari implementasi manajemen operasional, yaitu penciptaan keunggulan kompetitif melalui pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut, manajer operasional perlu mengambil 10 keputusan strategis dan salah satu dari 10 keputusan tersebut adalah terkait dengan strategi proses. Strategi proses merupakan pendekatan yang dilakukan oleh suatu organisasi dalam mengubah sumber daya menjadi barang atau jasa (Heizer, Render, dan Munson, 2014).

Keputusan strategis yang akan diambil oleh manajer operasional memiliki tujuan untuk membentuk suatu proses yang dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, menggunakan sumber daya yang tersedia atau dikelola oleh perusahaan. Pengambilan keputusan strategi proses memiliki manfaat dalam jangka panjang, yaitu terkait dengan efisiensi dan fleksibilitas proses produksi, hingga konistensi kualitas dan biaya produksi dari produk yang dihasilkan.

Manajer operasional dapat memilih salah satu dari empat strategi proses berdasarkan jumlah dan jenis produk yang dihasilkan. Empat strategi yang dapat dipilih antara lain: (1) process focus, (2) repetitive focus, (3) product focus, dan (4) mass customization. Unit usaha yang tidak menghasilkan produk dalam jumlah besar namun memiliki variasi jenis produk yang cukup banyak dapat memilih process focus.

Pada unit usaha yang menghasilkan beberapa variasi jenis produk dan dalam jumlah yang cukup besar, manajer operasional dapat memilih repetitive focus. Salah satu syarat repetitive focusdapat dilakukan adalah terdapat modules (komponen yang dipersiapkan sebelum dirakit menjadi satu produk).

Product focus merupakan strategi proses apakah yang dimaksud repetitive process umum ditemukan pada unit usaha yang memiliki sedikit variasi jenis produk namun memiliki jumlah produksi yang besar.

Terakhir, mass customization apakah yang dimaksud repetitive process strategi proses yang memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan beberapa variasi jenis produk dalam jumlah besar. Modules juga merupakan salah satu syarat untuk dilakukannya mass customization. Terdapat beberapa pertimbangan dalam penentuan strategi proses oleh manajer operasional selain jumlah dan jenis produk yang dihasilkan, pertimbangan tersebut antara lain: (1) sumber daya yang dikelola oleh unit usaha, (2) target konsumen yang disasar, dan (3) mitra kerjasama.

Sumber daya yang dikelola oleh unit usaha akan membatasi strategi proses yang dapat dipilih oleh manajer operasional. Pada product focus dan mass customization, selain membutuhkan bahan baku yang besar perusahaan juga perlu tenaga kerja dan peralatan yang mampu mengolah bahan baku tersebut tanpa terjadi bottleneck problem. Apabila unit usaha menyasar target konsumen dengan kebutuhan dan keinginan yang beragam maka secara tidak langsung perusahaan juga perlu mempersiapkan proses yang mampu memenuhi perubahan kebutuhan dan keinginan, sehingga proses yang lebih fleksibel seperti process focus atau repetitive focus dapat dipilih.

Terakhir, ketersediaan mitra kerjasama yang menyuplai komponen modules dapat mempengaruhi apakah unit usaha dapat menggunakan repetitive focus dan mass customization. REFERENSI Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2014). Operations Management-Sustainability and supply chain management (11. utg.). Essex: Pearson. Apakah yang dimaksud repetitive process ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal. Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / .

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan. We're Moving Forward. This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free. • Google Chrome • Mozilla Firefox • Opera • Internet Explorer 9 Close
• [ April 14, 2022 ] Pengertian Retensi Karyawan dan Cara Meningkatkannya Sumber Daya Manusia (SDM) • [ February 15, 2022 ] Pengertian Multi Level Marketing (MLM) dan Cara Kerja MLM Manajemen Pemasaran • [ November 24, 2021 ] Pengertian IPO (Initial Public Offering) dan Keuntungan IPO Manajemen Keuangan • [ October 31, 2021 ] Pengertian Scatter Diagram (Diagram Tebar) dan Cara Membuatnya Manajemen Kualitas • [ October 14, 2021 ] Pengertian CAGR (Compound Annual Growth Rate) dan Cara Menghitung CAGR Manajemen Keuangan Sistem Produksi Menurut Aliran Proses Produksi – Produksi merupakan salah satu bagian terpenting dari perusahaan manufakturing yang berkaitan dengan transformasi berbagai Input menjadi Output (Produk) sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan.

Sedangkan yang dimaksud dengan proses produksi adalah serangkaian langkah-langkah yang digunakan untuk mengtransformasi Input menjadi Output tersebut. Baca juga : Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi beserta ruang lingkupnya.

Dalam proses produksi, dibutuhkan dua sumber daya utama yaitu sumber daya transformasi dan sumber daya yang ditransformasikan. Sumber daya transformasi diantaranya seperti Tenaga Kerja, Mesin produksi, peralatan kerja dan gedung/bangunan. Sedangkan sumber daya yang ditransformasikan adalah bahan-bahan baku, bahan-bahan pendukung dan komponen-komponen apakah yang dimaksud repetitive process akan akan diubah menjadi produk akhir (produk jadi).

Ketika ingin memulai produksi, pihak manajemen perusahaan manufakturing harus merencanakan dan memilih jenis aliran proses produksi yang akan digunakan tergantung pada kebutuhan modal, fasilitas produksi, teknologi, tenaga kerja, bahan mentah dan sistem informasi yang tersedia serta permintaan pelanggan terhadap jumlah dan bentuk produk yang akan di produksi tersebut.

Setiap jenis aliran proses produksi memiliki kelebihan dan kelemahannya sehingga pihak manajemen perusahaan harus mempertimbangkannya sesuai dengan kondisi perusahaan agar dapat memaksimalkan profit. Jenis-jenis Aliran Proses Produksi Pada dasarnya, aliran proses produksi dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu Job Shop, Flow Shop dan Project. Namun ketiga jenis tersebut kemudian dikembangkan dan dimodifikasikan sehingga terdapat lagi jenis aliran proses produksi yang dikenal dengan Batch dan Continous.

Berikut dibawah ini adalah pembahasan singkat mengenai aliran proses produksi Job shop, flow shop, project, apakah yang dimaksud repetitive process dan continous. 1. Job Shop Production Job Shop adalah jenis aliran proses produksi yang digunakan untuk produk-produk dengan jumlah produksi yang sedikit tetapi banyak model atau variannya.

Produk-produk “custom-made” yang harus mengikuti desain unik dan spesifikasi khusus dari pelanggan dengan waktu dan biaya yang ditentukan biasanya menggunakan jenis aliran proses produksi ini. Tujuan dari Job Shop production ini adalah untuk memenuhi kebutuhan khusus pelanggan. Pada umumnya, proses produksi dengan Job Shop ini tidak menggunakan Jalur Produksi ( Production Line) khusus untuk mengerjakannya. Karakteristik dari proses produksi Job Shop Production adalah sebagai berikut : • Memiliki ragam produk atau Varian yang banyak dan rendah volume produksi.

• Menggunakan fasilitas dan mesin-mesin umum (general). • Tenaga kerja yang sangat terampil dan yang dapat menerima tantangan pekerjaan atas keunikan produk yang dikerjakannya. • Memerlukan Persediaan bahan dan peralatan yang banyak. • Memerlukan perencanaan yang sangat terperinci terhadap setiap permintaan dan kebutuhan. Contoh produk-produk yang menggunakan Job Shop Production diantaranya seperti Percetakan yang menerima desain poster-poster tertentu dengan jumlah yang terbatas, pabrik fabrikasi yang menerima pesanan pembuatan peralatan dengan desain khusus, pabrik pakaian yang membuat seragam dengan desain dan jumlah yang ditentukan.

2. Flow Shop Production (Mass Production) Flow Shop Production adalah jenis proses produksi yang digunakan untuk produk-produk yang dirakit atau diproduksi dalam jumlah banyak dan berturut-turut (continuous). Sistem produksi Flow Shop ini menggunakan jalur produksi (production line) untuk memproduksi produk-produknya. Semua produk diproduksi dengan standar dan proses yang sama. Flow Shop Production ini sering disebut juga dengan Mass Production atau Produksi Massal.

Karakteristik dari Flow Shop production adalah sebagai berikut ini : • Memiliki Standarisasi Produk dan urutan proses.

• Menggunakan Mesin dan peralatan kerja khusus yang memiliki kapasitas produksi dan tingkat output yang lebih tinggi. • Volume produksi yang tinggi. • Siklus produksi yang lebih pendek. • Perencanaan dan Pengendalian produksi lebih mudah dilakukan. • Penanganan material dapat dilakukan secara otomatis. • Persediaan material dapat lebih cepat untuk dikonversikan menjadi penjualan (sales). Contoh produk-produk yang menggunakan Flow shop production diantaranya seperti pada produksi pakaian jadi ataupun pada produk elektronik komersil (Televisi, Smartphone, DVD Player, Laptop).

3. Project (Proyek) Project (Proyek) merupakan sistem produksi yang biasanya diaplikasikan pada produk-produk yang agak rumit dan dibatasi oleh waktu penyelesaiannya. Fungsi-fungsi pada organisasi seperti perencanaan, pembelian, desain, produksi dan pemasaran harus diintegrasikan dengan baik sesuai dengan urutan tahap dan waktu penyelesaian sehingga apakah yang dimaksud repetitive process yang bersangkutan dapat diselesaikan tepat pada waktunya dengan biaya produksi yang telah ditetapkan.

Sistem produksi Project (Proyek) juga memiliki urutan-urutan operasi untuk menunjang pencapaian target proyek akhir. Karakteristik dari sistem produksi Project ini adalah memiliki fleksibilitas yang tinggi namun volume produksinya sangat rendah.

Biasanya unit/produk yang diproduksi tersebut diletakan di tempat yang tetap (tidak berpindah-pindah) dan semua sumber daya yang diperlukan akan dibawa ke tempat tersebut. Contoh produksi yang menggunakan sistem produksi Project diantaranya seperti produksi Kapal, pesawat terbang, bangunan Jembatan, gedung dan Mesin-mesin besar. 4. Batch Production Batch Production adalah sistem produksi yang termasuk repetitive production (produksi berulang) yang berada diantara sistem produksi Job Shop dan Flow Shop.

Standarisasi produk pada Batch Production lebih baik dan Volume produksi lebih tinggi jika apakah yang dimaksud repetitive process dengan Job shop namun volume lebih rendah dan tidak selalu terstandarisasi seperti flow shop (mass production). Metode produksinya mirip dengan proses produksi dengan sistem Job Shop, perbedaannya terletak pada jumlah atau volume yang akan diproduksinya yang lebih banyak dan berulang-ulang.

Dibawah ini merupakan Karakteristik dari Batch Production : • Waktu produksi lebih pendek. • Tempat dan Mesin lebih fleksibel. • Tempat dan Mesin diatur untuk memproduksi produk dalam bentuk batch dan diubah lagi pengaturannya untuk batch yang berikutnya. • Waktu dan biaya produksi lebih rendah dibandingkan dengan Job Shop. 5. Continuous Production Continuous Production adalah sistem produksi yang proses produksinya berkesinambungan (continuously) terus menerus dan berulang-ulang.

Fasilitas Produksi disusun sesuai dengan urutan operasi dari proses pertamanya hingga menjadi produk jadi dengan aliran material yang konstan. Jalur produksi (production line) biasanya dialokasikan hanya untuk satu jenis produk saja. Karakteristik Continuous Production adalah sebagai berikut ini : • Semua Tempat/Pabrik atau Mesin/peralatan kerja didedikasikan khusus untuk satu jenis produk (tidak memiliki fleksibilitas sama sekali).

apakah yang dimaksud repetitive process

• Material ditangani secara otomatis. • Proses operasi mengikuti urutan yang telah ditentukan. • Perencanaan dan Pengendalian dilakukan secara rutin.

apakah yang dimaksud repetitive process

• Biaya per unit yang rendah karena volume produksi yang tinggi. Contoh sistem produksi dengan proses Continuous Production adalah seperti industri penyulingan minyak dan produk-produk pertambangan lainnya. Sistem Manajemen yang Wajib diterapkan pada Perusahaan Manufakturing – Sistem Manajemen atau Management System adalah suatu kerangka Proses dan Prosedur yang digunakan untuk memastikan apakah suatu perusahaan atau organisasi dapat memenuhi standard dan menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan [.]
Pengertian EDP (Electronic Data Processing) - Pemrosesan data elektronik (Inggris: electronic data processing disingkat EDP) adalah metode dalam suatu pemrosesan data komersial.

Sebagai bagian dari teknologi informasi, EDP melakukan pemrosesan data secara berulang kali terhadap data yang sejenis dengan bentuk pemrosesan yang relatif sederhana. Sebagai contoh,pemrosesan data elektronis dipakai untuk pemutakhiran (update) stock dalam suatu daftar barang (inventory), pemrosesan transaksi nasabah bank, pemrosesan booking untuk tiket apakah yang dimaksud repetitive process terbang, reservasi kamar hotel, pembuatan tagihan untuk suatu jenis layanan, dll.

Selain itu, Pengertian Electronic Data Processing ( EDP ) secara umum adalah penggunaan metode automatis dalam pengolahan data komersil.

Biasanya penggunaan edp ini relatif simple, aktivitas yg berulang untuk memproses informasi dalam jumlah yg besar. Misalnya : update stok barang untuk dimasukkan ke dalam inventaris, transaksi banking untuk dimasukkan ke dalam account dan master file pelanggan, booking dan pemesanan tiket ke system reservasi maskapai penerbangan, dll.

apakah yang dimaksud repetitive process

Pengertian EDP Auditing/Computer Auditing: • Electronic Data Processing (EDP) can refer to the use of automated methods to process commercial data. Typically, this uses relatively simple, repetitive activities to process large volumes of similar information.

For example: stock updates applied to an inventory, banking transactions applied to account and customer master files, booking and ticketing transactions to an airline's reservation system, billing for utility services.

• Menurut Ron Weber, EDP auditing adalah proses mengumpulkan dan menilai bukti untuk menentukan apakah sistsem computer mampu mengamankan harta, memelihara kebenaran data maupun mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif dan menggunakan aktiva perusahaan secara hemat. • Menurut Gallegos, Richardson dan Borthick: Computer auditing is the evaluation of computer information systems, practices and operation to assure the integrity of an entity’s information.

Include one or both of the following: • Assessment of internal controls within the CIS environment to assure the validity, reliability and security of information • Assessment of the efficiency and effectiveness of the CIS environment in economic terms. Metode audit EDP • Auditing-around the computer, yaitu pendekatan audit dengan memperlakukan komputer sebagai kotak hitam, teknik ini tidak menguji langkah langkah proses secara langsung, hanya berfokus pada input dan output dari sistem computer.

Kelemahannya: • Umumnya data base mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual • Tidak membuat auditor memahami sistem computer lebih baik • Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam system. • Lebih berkenaan dengan hal yang lalu dari pada audit yang preventif • Kemampuan computer sebagai fasilitas penunjang audit mubazir • Tidak mencakup keseluruhan maksud dan tujuan audit.

• Auditing-through the computer, pendekatan audit yang berorientasi computer yang secara langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam system computer dengan asumsi bila terdapat pengendalian yang memadai dalam pemrosesan, maka kesalahan dan penyalahgunaan dapat dideteksi. • Auditing-with the computer, menggunakan computer (audit software) untuk membantu melaksanakan langkah langkah audit. Generalized Audit Software Program (GASP) untuk substantive test.

Manfaat GASP: a. memungkinkan auditor memiliki tingkat independensi yang tinggi b. mengurangi keperluan tingkat keahlian computer dan pelatihan c. dapat mengakses berbagai catatan klien tanpa program khusus d.

memungkinkan auditor mengendalikan pelaksanaan program e. memanfaatkan kecepatan dan keakuratan computer Kelemahan GASP: a. dirancang untuk kemudahan implementasi tapi mengabaikan efisiensi b. banyak GASP hanya berfungsi pada computer tertentu Perbedaan sistem audit manual dan EDP: 1.

Visibility 2. Sarana dan fasilitas apakah yang dimaksud repetitive process. Personalia 4. Pemisahan tugas apakah yang dimaksud repetitive process. Kemungkinan terjadinya kesalahan dan kecurangan 6. Meningkatnya supervisi manajemen 7. Pelaksanaan transaksi secara otomatis dengan computer (Selengkapnya Klik Disini.!) Sistem pengendalian intern dalam EDP SPI meliputi rencana organisasi serta metode dan ketentuan yg terkoordinir dalam suatu perusahaan: 1.

untuk melindungi aktiva 2. mengecek kecermatan dan keandalan data akuntansi 3. meningkatkan efisiensi usaha 4. mendorong ditaatinya kebijakan manajemen Pengendalian tambahan dalam EDP: 1.

pengendalian umum (general control) 2. pengendalian aplikasi (application control) Resiko audit (audit risk) Adalah kemungkinan akuntan mengeluarkan pendapat wajar atas laporan keuangan yang mengandung kesalahan yang material. 1.

apakah yang dimaksud repetitive process

resiko inheren adalah resiko adanya kesalahan yang material yg didukung oleh laporan keuangan yang diaudit. 2. resiko pengendalian adalah resiko karena ketidakmampuan system untuk menemukan dan menghindari kesalahan secara dini 3. resiko deteksi adalah resiko yang timbul karena auditor tidak menemukan kesalahan material saat melakukan audit.

Transaction Flow Auditing (TFA) Suatu metode yang digunakan untuk mendokumentasikan pengendalian aplikasi terkomputerisasi guna mengaudit arus transaksi yang meliputi: - siklus aktifitas bisnis organisasi - tipe transaksi yg mngalir melalui siklus - fungsi yg dilaksanakan dalam setiap sklus: mengakui, mengotorisasi, memproses, mengklasifikasi dan melaporkan transaksi Perdekatan TFA diorganisasi dalam 5 fase 1.

General Risk Analysis (GRA) 2. Transaction Flow Review (TFR) 3. Specific Risk Analysis (SRA) 4. Compliance and substrantive audit test 5. Final reporting Pengetahuan yang harus dimiliki auditor computer 1. Computer system, operation and software 2. CIS techniques 3. Management concept and practices 4. Security of CIS function 5.

Assessment of risk and threats 6. Auditing concepts and practices 7. Additional qualifications Kualitas yg harus dimiliki auditor computer: 1. ability to evaluate objectively 2. ability to recognize key issues quickly 3. ability to communicate effectively 4. Knowledge of the CIS function • ► 2019 (3) • ► Desember (3) • ► 2016 (2) • ► Agustus (2) • ► 2015 (1) • ► Agustus (1) • ► 2014 (153) • ► Desember (7) • ► November (3) • ► Oktober (13) • ► September (8) • ► Agustus (11) • ► Juli (2) • ► Juni (1) • ► Februari (3) • ► Januari (105) • ► 2013 (292) • ► Desember (154) • ► November (92) • ► Oktober (27) • ► September (2) • ► Juli (6) • ► Mei (2) • ► Maret (4) • ► Februari (5) • ▼ 2012 (93) • ► November (1) • ▼ September (5) • Cara Membuat Menu Apakah yang dimaksud repetitive process Down Di Atas Header Atau Di.

• 10 Pertanyaan Tentang E-Commerce • Pengertian E-Commerce • Pengertian EDP (Electronic Data Processing) • Perbedaan Audit Manual dengan Audit EDP • ► Agustus (11) • ► Juli (13) • ► Juni (27) • ► Mei (3) • ► April (7) • ► Maret (4) • ► Februari (22)
Panel kontrol dari reaktor nuklir.

Pengendalian proses adalah disiplin rekayasa yang melibatkan mekanisme dan algoritme untuk mengendalikan keluaran dari suatu proses dengan hasil yang diinginkan.

Contohnya, temperatur reaktor kimia harus dikendalikan untuk menjaga keluaran produk. Pengendalian proses banyak sekali digunakan pada industri dan menjaga konsistensi produk produksi massal seperti proses pada pengilangan minyak, pembuatan kertas, bahan kimia, pembangkit listrik, dan lainnya. Pengendalian proses mengutamakan otomasi sehingga hanya diperlukan sedikit personel untuk mengoperasikan proses yang kompleks. Sebagai contoh adalah sistem pengaturan temperatur ruangan agar temperatur ruangan terjaga konstan setiap saat, misalnya pada 20 °C.

Pada kasus ini, temperatur disebut sebagai variabel terkendali. Selain itu, karena temperatur diukur oleh suatu termometer dan digunakan untuk menentukan kerja pengendali (apakah ruangan perlu didinginkan atau tidak), temperatur juga apakah yang dimaksud repetitive process variabel input. Temperatur yang diinginkan (20 °C) adalah setpoint. Keadaan dari pendingin (misalnya laju keluaran udara pendingin) dinamakan variabel termanipulasi karena merupakan variabel yang terkena aksi pengendalian.

Alat pengendalian yang umum digunakan adalah Programmable Logic Controller (PLC). Alat ini digunakan untuk membaca input analog maupun digital, melakukan serangkaian program logika, dan menghasilkan serangkaian output analog maupun digital. Pada kasus sistem pengaturan temperatur, temperatur ruangan menjadi input bagi PLC. Pernyataan-pernyataan logis akan membandingkan setpoint dengan masukan nilai temperatur dan menentukan apakah perlu dilakukan penambahan atau pengurangan pendinginan untuk menjaga temperatur agar tetap konstan.

Output dari PLC akan memperbesar atau memperkecil aliran keluaran udara pendingin bergantung pada kebutuhan. Untuk suatu sistem pengendalian yang kompleks, perlu digunakan sistem pengendalian yang lebih kompleks daripada PLC. Contoh dari sistem ini adalah Distributed Control System (DCS) atau sistem SCADA.

apakah yang dimaksud repetitive process

Tipe proses [ sunting - sunting sumber ] Dalam praktiknya, sistem pengendalian proses dapat dikarakteristikkan dalam bentuk: • Diskrit – Terdapat pada aplikasi manufaktur dan pengemasan.

Pemasangan dengan bantuan robot, seperti yang umum digunakan pada produksi otomotif, dapat dikarakteristikkan sebagai pengendalian proses diskrit.

Sebagian besar proses manufaktur diskrit melibatkan produksi bagian produk secara diskrit, seperti pembentukan logam. • Partaian – Beberapa aplikasi membutuhkan digabungkannya beberapa bahan baku spesifik dengan cara tertentu pada jangka waktu tertentu untuk menghasilkan produk samping atau produk akhir.

Contohnya adalah pada produksi lem dan perekat, yang umumnya membutuhkan pencampuran bahan baku dalam suatu reaktor yang dipanaskan selama periode waktu tertentu. Contoh lain adalah pada produksi makanan dan obat. Proses partaian biasanya dilakukan untuk memproduksi produk dengan kapasitas rendah hingga sedang.

• Kontinu – Seringkali proses produksi berlangsung secara terus apakah yang dimaksud repetitive process tanpa terhenti. Pengendalian temperatur air pada jaket pemanas secara terus menerus adalah contoh pengendalian proses secara kontinu. Contoh produksi yang berlangsung secara kontinu adalah produksi bahan bakar.

Proses kontinu pada proses produksi digunakan untuk memproduksi produk dengan kapasitas besar. Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Positive feedback • Process capability • Programmable Logic Controller • Regulator (automatic control) • SCADA • Servomechanism • Setpoint • Signal-flow graph • Simatic S5 PLC • Sliding mode control • Kontrol temperatur • Transduser • Valve • Watt governor • Process control monitoring Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • The Michigan Chemical Engineering Process Dynamics and Controls Open Textbook Diarsipkan 2008-08-27 di Wayback Machine.

• PID Control Theory and Best Practices • Process Control Equipment Video Tutorials • PID control virtual laboratory, free video tutorials, on-line simulators, advanced process control schemes • Process & Control publication • Halaman ini terakhir diubah pada 3 Maret 2021, pukul 10.21.

apakah yang dimaksud repetitive process

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

Create These Ads and Earn $1,000+ Weekly (Affiliate Marketing Tutorial) This Works Every time!




2022 www.videocon.com