Gempa di ntt 2021

gempa di ntt 2021

KOMPAS.com - Dampak kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,4 di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (14/12/2021) dilaporkan terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, setidaknya 346 rumah rusak hingga Selasa (14/12/2021) pukul 22.15 WIB. Perinciannya yakni 134 rumah rusak berat, dan 212 lainnya rusak ringan. "Selain itu ada 3 unit gedung sekolah, 2 tempat ibadah, 1 rumah jabatan kepala desa, dan 1 pelabuhan rakyat yang juga terdampak gempa bumi," ucap Abdul Muhari, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari sebagaiamana rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (14/12/2021) malam.

Baca juga: Berkaca dari Gempa Ambon, Ini yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Gempa Bumi Dari laporan sementara, belum ada laporan mengenai korban jiwa. "Akan tetapi data korban luka yang dilaporkan sebanyak 7 orang, 6 warga Kabupatan Kepulauan Selayar dan warga Kabupaten Manggarai di NTT," katanya lagi.

Abdul menambahkan, Kabupaten Kepulauan Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan masih menjadi wilayah yang paling banyak melaporkan kerusakan bangunan rumah akibat terdampak gempa bumi 7,4 magnitudo di Flores Timur tersebut. Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa Bumi Terjang Mentawai, Ratusan Orang Meninggal Ratusan warga mengungsi akibat gempa di NTT Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, memantau langsung para warga yang mengamankan diri di lapangan kantor bupati, Selasa sore.

Sementara itu, menurut laporan dari BPBD Kabupaten Sikka, sebanyak 770 orang mengungsi, gempa di ntt 2021 perincian 320 orang mengungsi di Kantor DPRD Kabupaten Sikka, 150 orang di Gedung SIC. "Sisanya 330 lainnya di Aula Rumah Jabatan Bupati Sikka di NTT," kata dia. [POPULER TREN] Gempa dan Peringatan Dini Tsunami di NTT - Cara Melihat Hujan Meteor Geminid https://www.kompas.com/tren/read/2021/12/15/053100065/populer-tren-gempa-dan-peringatan-dini-tsunami-di-ntt-cara-melihat-hujan https://asset.kompas.com/crops/-zd8R0deH3S9uNAa8Hxkwka4v94=/290x226:1165x809/195x98/data/photo/2021/12/15/61b8d906793d7.jpg KOMPAS.com - BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami gempa di ntt 2021 gempa bumi magnitudo 7,4 di barat laut Larantuka, NTT, Selasa (14/12/2021).

Dikutip dari situs BMKG, gempa terjadi pada 10.20 WIB. Lokasi gempa berada 113 km barat laut Larantuka, NTT tepatnya di 7.59 lintang selatan dan 122.24 bujur timur. Gempa tersebut memicu munculnya peringatan dini tsunami di beberapa daerah, yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku. #Peringatan Dini Tsunami di SULSEL,NTT,SULTRA,NTB,MALUKU, Gempa Mag:7.5, 14-Dec-21 10:20:22WIB, Lok:7.59LS,122.26BT,Kdlmn:12Km#BMKG pic.twitter.com/E0NXeDDZln — BMKG (@infoBMKG) December 14, 2021 Kepala Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana membenarkan adanya gempa berpotensi tsunami tersebut.

"Ya (ada gempa berpotensi tsunami)," kata Taufan saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (14/12/2021). Berita Terkait Gempa Magnitudo 5,1 M Guncang Tapanuli Tengah, Ini Analisis BMKG Terjadi 980 Kali Gempa Bumi di Indonesia Selama November 2021, Ini Analisis BMKG Analisis BMKG soal Gempa 5,0 M Guncang Bengkulu Pagi Tadi PVMBG: Gempa Selatan Jember Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung Semeru Gempa M 7,4 Guncang Larantuka NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Berita Terkait Gempa Magnitudo 5,1 M Guncang Tapanuli Tengah, Ini Analisis BMKG Terjadi 980 Kali Gempa Bumi di Indonesia Selama November 2021, Ini Analisis BMKG Analisis BMKG soal Gempa 5,0 M Guncang Bengkulu Pagi Tadi PVMBG: Gempa Selatan Jember Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung Semeru Gempa M 7,4 Guncang Larantuka NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Serba-serbi Jamur, Manfaat Kesehatan dan Cara Aman Mengonsumsinya https://www.kompas.com/tren/read/2021/12/14/103000965/serba-serbi-jamur-manfaat-kesehatan-dan-cara-aman-mengonsumsinya https://asset.kompas.com/crops/UEZ1mU6hpdKyyOhb5OkI39XZThs=/0x1058:2592x2786/195x98/data/photo/2021/12/14/61b804eb04463.jpg
tirto.id - Gempa susulan masih terus terjadi hingga saat ini usai gempa dengan magnitudo update 7,4 yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur juga dirasakan beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Selasa (14/12/2021).

Hingga Rabu (15/12/2021) pukul 12.00 WIB Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, sudah terjadi 317 gempa susulan (aftershock). Akibat gempa yang terjadi Selasa (14/12/2021), berdampak pada sejumlah kerusakan bangunan, korban gempa di ntt 2021 dan pengungsian. Salah satu wilayah terdampak, yaitu Kabupaten Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan, dan telah ditetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi paska kejadian.

Pemerintah Kabupaten Selayar menerbitkan status tersebut melalui surat bernomor 576/XII/Tahun 2021. Status ini berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 14 – 27 Desember 2021. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Selayar menginformasikan pada hari ini, Rabu (15/12/2021), pukul 09.00 WIB, gempa M7,4 berdampak pada korban luka dan kerusakan material.

Data sementara mencatat warga luka ringan 5 jiwa dan luka berat 1 jiwa, sedangkan kerusakan di sektor perumahan berjumlah 345 unit, dengan rincian rusak berat 134 unit dan sisanya rusak ringan. Selain dampak tersebut, BPBD juga mencatat sejumlah fasilitas umum terdampak, antara lain sekolah 3 unit, masjid rusak berat 2, rumah dinas kades rusak berat 1, pelabuhan rakyat 1, balai warga 1 dan gudang rusak ringan 2.

Sementara itu, tiga ribu lebih warga Kabupaten Selayar dilaporkan mengungsi di sejumlah titik. Total warga mengungsi berjumlah 3.900 jiwa yang tersebar di 17 titik pengungsian. Berikut ini rincian sebaran warga mengungsi, yaitu 1. Mintu’u 6 titik dengan jumlah gempa di ntt 2021 jiwa 2. Lambego 6 titik dengan jumlah 900 jiwa 3. Larawu 3 titik dengan jumlah 500 jiwa 4. Puncak Majapahit 1 titik dengan jumlah 250 jiwa 5. Langundi 1 titik dengan jumlah 50 jiwa "BPBD masih melakukan pendataan untuk warga gempa di ntt 2021 pada 30 titik di Kecamatan Pasimaranu, kata Plt.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Merespons kejadian ini, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan telah memberikan dukungan dan bantuan logistik kepada warga Kabupaten Selayar. Hingga kini, BPBD di beberapa wilayah terdampak, seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara masih terus melakukan pendataan di lapangan. Berdasarkan laporan sebelumnya, BPBD di ketiga wilayah tersebut menginformasikan masyarakatnya merasakan guncangan dengan intensitas lemah hingga kuat.

Informasi yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada hari ini, pukul 12.30 WIB, menyebutkan belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Sedangkan pengungsian, BPBD Kabupaten Sikka melaporkan sebanyak 26 warganya mengungsi di aula rumah jabatan Bupati Sikka. BPBD di wilayah lain masih melakukan pendataan di lapangan.

gempa di ntt 2021

HOME • • Y20 INDONESIA • RAMADANSATU • NASIONAL • Hukum • Nusantara • Sosial • Pendidikan • Lingkungan • Hankam • POLITIK • DUNIA • Asia • Amerika • Eropa • Timur Tengah • Afrika • MEGAPOLITAN • Pelayanan Publik • Aktualitas • Hukum & Kriminalitas • EKONOMI • Makro • Pasar Modal • Bisnis • Bank • Properti • Infrastruktur • FOKUS • LAINNYA • BOLA • Inggris • Spanyol • Italia • UEFA • Indonesia • Internasional • MOTOGP gempa di ntt 2021 • OTOMOTIF • Mobil • Motor • Tips Otomotif • OLAHRAGA • Bulutangkis • Basket • Tenis • Motogp • F-1 • Tinju • Lainnya • GAYA HIDUP • Kuliner • Wisata • Mode • HIBURAN • Film • Musik • Seleb • Seni • KESEHATAN • Aktualitas Kesehatan • Tips • DIGITAL • Digital Life • Gadget • Sains • BERITA GRAFIK • PEMDA • Kota Semarang • Provinsi Jateng • FIGUR • OPINI Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan gempa Selasa (14/12/2021) pukul 10.20 WIB di wilayah Larantuka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkekuatan magnitudo 5,5 dan tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa berada di koordinat: 7.55 LS-121.75 BT atau 129 km baratlaut Maumere-Sikka-Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya BMKG mengeluarkan peringatan dini terjadinya tsunami di Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra) menyusul gempa magnitudo 7,5 yang terjadi Selasa (14/12/2021) pukul 10.20 WIB. Baca Juga: BACA JUGA BMKG Mutakhirkan Data, Gempa NTT Tak Berpotensi Tsunami Gempa berlokasi di 7.59 LS, 122.26 BT (112 kilometer baratlaut Larantuka-NTT) dengan kedalaman 12 kilometer.

Berikut ini video amatir warga yang menunjukkan kepanikan ketika terjadi gempa.

gempa di ntt 2021

Video pertama ini adalah suasana di Kota Kecamatan Maurole, Kab Ende, NTT. Lokasi wilayah ini ada bagian utara Pulau Flores. Warga tampak berlarian mencari tempat lapang. Ada suara " Ma'e lari" artinya jangan lari.
• Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo terjadi di NTT, Selasa (14/12/2021). Gempa bumi ini terletak di koordinat 7,59 derajat lintang selatan dan 122,24 bujur timur di laut Flores pada jarak 112 kilometer ke arah barat laut Kota Larantuka,Kabupaten Flores Timur dengan kedalaman 10 kilometer • BMKG pun mengeluarkan peringatan dini sebab gempa ini juga berpotensi tsunami.

BMKG menyebutkan, berdasarkan titik pemantauan di Marapokot, Kabupaten Nagekeo pada pukul 11.36 WITA serta Reo di Kabupaten Manggarai pada pukul 11.39 WITA mendeteksi tsunami dengan ketinggian 7 sentimeter. Berselang 2 jam kemudian, peringatan dini tsunami dicabut karena tidak terdeteksi adanya kenaikan air laut lagi gempa di ntt 2021 Peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan, gempa tersebut diakibatkan oleh sesar geser, bukan sesar naik Flores dan bukan merupakan pengulangan dari gempa yang pernah terjadi di Flores tahun 1992 yang diikuti oleh tsunami.

Sesar geser secara umum bisa memicu tsunami tapi kecil • Wakil Bupati Kabupaten Flores Timur, mengakui adanya gempa memang menimbulkan kepanikan di masyarakat karena awalnya disampaikan BMKG bahwa gempa yang terjadi berpotensi tsunami. Kepanikan juga terjadi karena masyarakat trauma dengan kejadian gempa dan tsunami tahun 1992 ditambah berbagai berita dan informasi yang tidak benar yang beredar di media sosial Masyarakat di berbagai kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikagetkan dengan adanya gempa yang menimpa wilayah ini, Selasa (14/12/2021).

Di Kabupaten Sikka, teristimewa di Kota Maumere, ibukota kabupaten ini, kepanikan terlihat jelas. Warga berlarian ke tempat yang lebih tinggi, menginap di luar rumah, halaman kantor Bupati Sikka, rumah sakit serta mengungsi ke atas perahu motor. Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual dan diikuti Mongabay Indonesia, Selasa (14/12/2021) Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan soal gempa yang terjadi.

Dwikorita mengatakan, pihaknya sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah adanya gempa berkekuatan 7,4 magnitudo. Gempa bumi terletak di koordinat 7,59 derajat lintang selatan dan 122,24 bujur timur di laut Flores pada jarak 112 kilometer ke arah barat laut Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT. “Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Dengan memperhatikan lokasi epicenter dan kedalaman hipocenternya, gempa ini merupakan gempa bumi dangkal yang terjadi akibat adanya patahan geser,” ungkapnya.

Dwikorita menjelaskan, gempa yang terjadi pukul 11.20 WITA tersebut guncangannya dirasakan di Kota Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere serta di Pulau Adonara dan Gempa di ntt 2021.

Intensitas guncangannya berada pada skala III-IV MMI atau dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Guncangan gempa juga dirasakan di wilayah kota lainnya di NTT seperti di Tambolaka, Waikabubak, dan Waingapu dengan kekuatan guncangan intensitas III MMI atau getaran terasa nyata di dalam rumah seperti gerakan truk yang berlalu.

“Hingga kini kami belum gempa di ntt 2021 laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat terjadinya gempa ini,” ungkapnya.

baca : Pemulihan Pasca Gempa, Bisa Belajar dari Bantul Anak-anak sekolah bersama warga berlarian melewati jalan El Tari di Kota Maumere usai terjadi gempa yang melanda Kabupaten Sikka, NTT. Foto : Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia Dwikorita menambahkan, pihaknya mengeluarkan peringatan dini sebab gempa ini juga berpotensi tsunami.

Ia katakan, titik pemantauan di Marapokot, Kabupaten Nagekeo pada pukul 11.36 WITA serta Reo di Kabupaten Manggarai pada pukul 11.39 WITA mendeteksi tsunami dengan ketinggian 7 sentimeter. Lanjutnya, berselang 2 jam kemudian, BMKG mencabut peringatan dini tsunami karena tidak terdeteksi adanya kenaikan air laut lagi sehingga peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir. “Masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing setelah pencabutan peringatan dini tsunami ini.Kami mohon pemerintah daerah menyampaikan ke masyarakat agar bisa kembali ke tempat masing-masing,” himbaunya.

Gempa Susulan Meski peringatan dini tsunami telah dicabut, BMKG menghimbau agar warga tetap harus waspada dengan adanya aktivitas gempa susulan. BMKG mencatat terjadi 20 aktivitas gempa bumi susulan. Deputi Bidang Geofisika BMKG, M. Sadri menyebutkan, magnitudo gempa bumi susulan paling besar 6,8 dan paling kecil 3,4.

gempa di ntt 2021

Menurutnya, gempa susulan ini bervariasi tapi memang skalanya terus mengecil. Meski demikian, Sadri meminta agar masyarakat tidak panik tetapi tetap harus meningkatkan kewaspadaan.

Ia katakan,meski skalanya kecil bisa saja rumah yang kurang bagus konstruksinya akan rubuh dan bisa menimbulkan korban jiwa. Dirinya pun meminta warga yang menetap di tebing-tebing dan perbukitan agar waspada terkait kemungkinan terjadinya longsor. Masyarakat pun diminta untuk tidak naik ke gunung-gunung terlebih dahulu.

“Karena gempa ini cukup besar maka dampaknya bisa membuat tebing-tebing mengalami longsor. Masyarakat sebaiknya menghindari tebing dan tidak usah naik-naik ke gunung dahulu sampai betul-betul dijamin bahwa gempa susulan sudah berakhir,” harapnya. baca juga : Begini Mitigasi Tsunami dan Gempa Megathrust Selatan Jawa Warga Kelurahan Kota Uneng membawa keluarganya mengungsi ke luar rumah dengan menaiki mobil usai terjadi gempa yang melanda Kabupaten Sikka, NTT.

Foto : Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia Peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eko Yulianto seperti dikutip dari republika.co.id menjelaskan, gempa dengan magnitudo 7,4 tersebut diakibatkan oleh sesar geser, bukan sesar naik Flores. Eko gempa di ntt 2021, kejadian gempa itu bukan merupakan pengulangan dari gempa yang pernah terjadi di Flores tanggal 12 Desember 1992 yang diikuti oleh tsunami. Lanjutnya,melihat dari aktivitas gempanya, sesar geser secara umum bisa memicu tsunami tapi kecil.

Namun dia tegaskan, sesar geser sebagian besar tidak memicu terjadinya tsunami. Dalam beberapa kasus, sesar geser memang bisa memicu tsunami seperti tsunami Palu pada tahun 2018. Gempa di Flores dengan tsunami mencapai 36 meter pada 1992 dipicu oleh aktivitas sesar naik Flores yang juga memicu terjadinya gempa Lombok pada tahun 2018.

“Sesar ini memanjang arahnya dari barat ke timur. Namun, gempa kali ini tidak berkaitan dengan sesar naik Flores yang berakibat terjadinya gempa dan tsunami pada tahun 1992 lalu,” ungkapnya. Jangan Percaya Isu Wakil Bupati Kabupaten Flores Timur, Agustinus Payong Boli kepada Mongabay Indonesia, Rabu (15/12/2021) mengakui adanya gempa memang menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Agus sapaannya mengatakan, hal ini terjadi karena awalnya disampaikan BMKG bahwa gempa yang terjadi berpotensi tsunami hingga akhirnya diralat sebab gempa terakhir mangnitudonya lebih kecil hingga 5,6.

Lanjutnya, kepanikan juga terjadi karena masyarakat memang mengalami trauma dengan kejadian gempa dan tsunami tahun 1992. Ia sebutkan, hingga Selasa (14/12/2021) malam, data dari kepala desa dan tokoh masyarakat di desa-desa pesisir pantai utara, banyak masyarakatnya menginap di kampung lama mereka di dataran tinggi dan tidur di pondok di kebun-kebun mereka.

“Pemerintah telah menyampaikan tidak adanya potensi tsunami namun akibat masih adanya trauma dengan kejadian gempa dan tsunami tahun 1992, masih ada kecemasan itu di masyarakat,” ucapnya.

Sebanyak 230 rumah di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, rusak pasca gempabumi dengan magnitudo 7,4 di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/12).

Foto : BNPB Agus katakan, hingga Rabu (15/12/2021) pagi, sudah banyak warga gempa di ntt 2021 kembali ke rumah mereka dan beraktifitas seperti biasa namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Dirinya mengakui tidak ada kerusakan yang ditimbulkan seperti gedung yang ambruk dan adanya korban jiwa. Mungkin ada beberapa bangunan yang dindingnya retak namun masih dilakukan pendataan.

Lanjutnya, pemerintah telah memberikan himbauan dan pemahaman kepada masyarakat yang berada di wilayah pantai utara Flores dan Pulau Adonara seperti di sebagian kecamatan Witihama yang menjadi fokus perhatian.

“Di Kota Larantuka memang ada kepanikan karena guncangan gempa namun kota ini berada di pantai selatan dan potensi tsunami tidak ada. Kota ini terlindungi karena di selatannya ada Pulau Adonara dan Solor yang jaraknya pun dekat,” ungkapnya.

gempa di ntt 2021

Agus meminta agar masyarakat tidak usah panic dan cemas serta jangan percaya pada berita di media sosial dan konten-konten yang tidak bertanggungjwab yang seolah-olah menarasikan akan adanya tsunami dengan mengambil video-video dari tempat lain. Ia meminta agar masyarakat percaya pada informasi pemerintah yang disampaikan melalui kepala desa dan lurah dengan berpatokan kepada data resmi BMKG sebagai lembaga yang berkompeten untuk mengurus potensi kebencanaan.

Himbaunya kepada generasi muda agar jangan lagi membuat konten atau tulisan gempa di ntt 2021 yang tidak bertanggungjawab di medsos yang menakut-nakuti masyarakat terkait akan adanya tsunami. Di menegaskan,bercanda berlebihan terkait bencana bisa berakibat ancaman pidana karena akan membuat keresahan publik.

“Masyarakat tetap beraktifitas seperti biasa, berdoa kepada Tuhan agar terlindungi sambil pemerintah,TNI Polri dan LSM gempa di ntt 2021 peduli bencana terus melakukan advokasi kepada masyarakat,” harapnya. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dalam suratnya tertanggal 14 Desember 2021 juga meminta masyarakat tetap waspada dan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah.

Robi sapaannya katakan berdasarkan informasi BMKG pada pukul 13.27 WITA, potensi tsunami yang melanda beberapa daerah termasuk Kabupaten Sikka telah berakhir. Untuk itu, dirinya minta masyarakat agar bisa kembali ke rumah masing- masing dan tetap selalu waspada adanya kemungkinan gempa susulan. “Masyarakat harus selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah. Tidak boleh terpengaruh oleh informasi yang sumbernya tidak jelas dan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
tirto.id - Gempa susulan masih terus terjadi usai gempa tektonik dengan magnitudo update 7,4 yang berpusat di laut Flores pada Selasa (14/12/2021).

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, hingga Rabu (15/12/2021) pukul 12.00 WIB sudah terjadi 317 gempa susulan (aftershock).

Masih tingginya gempa susulan yang terus terjadi, Bambang mengimbau agar masyarakat di daerah terdampak gempa tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata Bambang.

gempa di ntt 2021

Ia juga mengimbau agar masyarakat yang berada di lokasi terdampak gempa untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggalnya cukup tahan gempa.

Selain itu sebelum kembali ke dalam rumah, pastikan juga bahwa tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

gempa di ntt 2021

"Bagi masyarakat di wilayah utara pantai di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata direkomendasikan dapat kembali ke tempat masing-masing karena Peringatan Dini Tsunami telah diakhiri," ujarnya. Sebelumnya, pada Selasa, 14 Desember 2021 pukul 10.20.23 WIB wilayah Laut Flores diguncang gempa tektonik.

gempa di ntt 2021

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M7,4. "Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,59 LS ; 122,24 BTatau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 km arah Barat Laut Kota Larantuka, NTT pada kedalaman 10 km," kata Bambang.

Bambang menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar aktif di Laut Flores. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike slip)," ujarnya.

Ia juga mengatakan, guncangan gempa tersebut dirasakan di daerah Benteng Selayar IV - V MMI (getaran gempa di ntt 2021 hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Adonara dan Lembata III – IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Tambolaka, Waikabubak, Waingapu III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). Hingga saat ini terdapat laporan kerusakan bangunan gedung dan rumah penduduk di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan akibat gempa bumi tersebut.JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) memantau kondisi beberapa wilayah pascagempa bermagnitudo 7,4 di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, laporan yang diterimanya, guncangan kuat dirasakan warga Flores Timur, Sikka, Lembata dan Manggarai.

"Kondisi masyarakat di Lembata sempat panik meskipun kondisi saat ini sudah kondusif," gempa di ntt 2021 Abdul dalam keterangan tertulis, Selasa (14/12/2021). Baca juga: Kemensos Kirim 10.000 Pak Makanan Siap Saji untuk Korban Gempa di NTT Abdul mengatakan, data terdampak sementara di NTT yaitu satu orang warga mengalami luka-luka di Kabupaten Manggarai. Warga tersebut, lanjutnya, sudah mendapatkan pertolongan oleh petugas di lapangan.

Di samping itu, Abdul mengatakan, guncangan gempa juga dirasakan masyarakat di Kota Makassar dan Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. "Menurut informasi BPBD Kabupaten Selayar terdapat kerusakan Gedung sekolah dan hingga saat ini BPBD masih melakukan pendataan di lokasi terdampak," ujarnya. Sebelumnya diberitakan, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi magnitudo 7,4 di barat laut Larantuka, NTT, Selasa.

Dikutip dari situs BMKG, gempa terjadi pada 10.20 WIB. Lokasi gempa berada 113 km barat laut Larantuka, NTT tepatnya di 7.59 lintang selatan dan 122.24 bujur timur. Baca juga: BMKG: Meski Peringatan Dini Tsunami Gempa NTT Berakhir, Waspadai Gempa Susulan Gempa tersebut memicu munculnya peringatan dini tsunami di beberapa daerah, yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku.

BMKG juga menyebutkan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya goncangan yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar atau patahan aktif di Laut Flores. Saat ini BMKG sudah resmi mengakhiri peringatan dini gempa di ntt 2021 di daerah-daerah Nusa Tenggara Timur, setelah kenaikan permukaan air laut tidak lagi terdeteksi dalam 2 jam terakhir.

Berita Terkait Kemensos Kirim 10.000 Pak Makanan Siap Saji untuk Korban Gempa di NTT BMKG: 15 Kali Gempa Susulan di NTT Terjadi Pasca-Gempa M 7,4 BMKG: Sejumlah Bangunan di Pulau Selayar Roboh akibat Gempa di NTT BMKG: Gempa M 7,4 Larantuka akibat Patahan Aktif di Laut Flores BMKG: Gempa di Larantuka NTT Tak Terkait Aktivitas Gunung Semeru dan Gunung Awu Berita Terkait Kemensos Kirim 10.000 Pak Makanan Siap Saji untuk Korban Gempa di NTT BMKG: 15 Kali Gempa Susulan di NTT Terjadi Pasca-Gempa M 7,4 BMKG: Sejumlah Bangunan di Pulau Selayar Roboh akibat Gempa di NTT BMKG: Gempa M 7,4 Larantuka akibat Patahan Aktif di Laut Flores BMKG: Gempa di Larantuka NTT Tak Gempa di ntt 2021 Aktivitas Gunung Semeru dan Gunung Awu Kemensos Kirim 10.000 Pak Makanan Siap Saji untuk Korban Gempa di NTT https://megapolitan.kompas.com/read/2021/12/14/16360431/kemensos-kirim-10000-pak-makanan-siap-saji-untuk-korban-gempa-di-ntt https://asset.kompas.com/crops/q-m-8579VpZ76KGsW7c4SXVd4Fc=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2021/12/14/61b82fce39cc4.jpg
Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 7,5 mengguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021).

Gempa terjadi pada pukul 10.20 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan lokasi gempa 7.59 LS, 122.26 BT. Gempa terjadi pada kedalaman 12 Kilometer. BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Gempa magnitudo 7,5 mengguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah. Wilayah tersebut adalah Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. BMKG menginformasikan lokasi gempa 7.59 Lintang Selatan (LS), 122.26 Bujur Timur (BT) atau 112 km Barat Laut Larantuka, NTT. Gempa Larantuka pada pukul 10.20 WIB itu terjadi pada kedalaman 12 kilometer. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan, ada sumber gempa yang mampu membangkitkan gempa besar dan tidak dikenali sumbernya.

Contohnya seperti gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur pada hari ini. "Kita itu ternyata masih dihadapkan kejadian gempa-gempa besar yang bisa saja destruktif seperti hari ini dan bisa saja tsunami, dan ternyata sumbernya itu belum teridentifikasi dengan baik dan sumbernya belum dikenali jalurnya, sehingga itu menjadi kewaspadaan kita ke depannya karena ternyata kita ingin mewaspadai sumber gempa yang terpetakan," katanya saat dihubungi, Selasa (14/12/2021).

Dia mengungkapkan, kejadian. di Flores menjadi pengingat bahwa gempa berkekuatan gempa di ntt 2021 magnitudo masih ada dan sumbernya tidak dikenali. Hal ini mesti menjadi kewaspadaan kedepan. "Tantangan kita untuk memetakan, identifikasi, sehingga ke depan itu bisa update yang terbaik, jangan sampai kita menjadi korban dari sebuah sumber yang belum dikenali," ucapnya Daryono mencatat beberapa gempa gempa signifikan dan merusak tapi sumbernya tidak dikenali.

Salah satunya gempa yang pernah terjadi di Luwuk. "Selama ini kan gempa di situ (NTT) gempa sesar naik akibat sesar Flores, tetapi dari mekanismenya bukan sesar naik, bukan thrust.

Tapi geser, straigt slip. Sehingga ini menunjukkan bahwa ternyata di situ ada sumber gempa yang mampu membangkitkan gempa besar dan tidak dikenali sumbernya," tuturnya. Gempa di ntt 2021 Daryono, biasanya gempa gempa besar sudah ada sumbernya dan BMKG mengetahui sumber tersebut. Tetapi, pada gempa NTT, BMKG maupun ahli geologi belum mengetahui sumbernya atau bukan berada di jalur sesar.

"Nah selama ini hasil monitoring kita gempa-gempa besar memang sudah ada sumbernya, ini yang ini benar benar-benar mengagetkan yang Flores," ujar Daryono. Dia lalu menjelaskan cara mengenali sumber gempa yang belum dikenali. Pertama, untuk di daratan melakukan survei morfologi yang bisa mengenali jalur kelurusan, bentuk sungai dan relief. Sedangkan, untuk di laut terbilang sulit lantaran harus ada pemetaan menggunakan teknologi sonar guna memotret dasar laut apakah ada kelurusan atau ada pola besar.

Kemudian dicek dengan GPS geodetik apakah ada pergeseran atau tidak. "Membutuhkan teknologi yang effort kalau di laut, kalau di darat kan bisa kita foto reliefnya, menggunakan satelit, kalau di dasar laut perlu ada survei batimetri," ungkapnya. Pihaknya gempa di ntt 2021 membuat skenario model sebagai cara mitigasi untuk sumber gempa yang belum dikenali. Dia akan melihat catatan sejarah gempa yang terjadi di daerah pantai.

"Pokoknya kalau soal pantai yang memiliki catatan sejarah gempa, karena kita memakai catatan relief dari sebuah kejadian gempa, sehingga kita itu perlu membuat skenario model perulangan gempa itu," ucapnya. "Sehingga bisa dijadikan acuan untuk upaya mitigasi baik itu pertahanan rumahnya, tata ruangnya untuk bisa meminimalkan korban," pungkasnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami usai gempa gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peringatan dini tsunami ini dicabut usai BMKG mengamati tidak ada gempa susulan dalam 2 jam terakhir. "Gempa bumi tadi kejadiannya pukul 11.20 Wita dan sekarang sudah 2 jam, setelah 2 jam setelah kejadian 13.20 dan tidak terdeteksi adanya kenaikan muka air laut lagi, maka peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir," tutur Kepala BMKG Dwikorita dalam konferensi pers, Selasa (14/12/2021).

Namun, dia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap gempa susulan meskipun status tsunami dengan ancaman waspada telah dicabut. "Jadi kami mohon pemerintah daerah bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa sudah berakhir (status tsunami)," kata Dwikorita. Saat gempa terjadi, tak sedikit warga yang tengah beraktivitas di luar rumah, langsung lari berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Salah satunya Marton, warga di Kota Maumere.

Dia mengaku saat itu dirinya dan sejumlah rekannya tengah berada di kantor.

gempa di ntt 2021

"Terasa banget guncangannya. Berasa mirip seperti gempa tahun 1992, 29 tahun yang lalu," ungkap Marton. Marton sempat mengabadikan kondisi Kota Maumere dengan kamera handphonenya saat hendak kembali ke rumah. Dalam video yang diterima Liputan6.com, warga dan sejumlah siswa memilih untuk menghentikan aktivitasnya dan berdiri di pinggiran jalan.

Sebagian bahkan ada yang mulai mengungsi dengan motor dan kendaraan roda empat. Menurut Marton, pihak BPBD setempat juga telah menyerukan kepada warga terutama mereka yang tingga di pesisir untuk mengungsi sementara ke dataran tinggi.

Lanjut Marton, masjid di dekat rumahnya juga mengumumkan agar warga untuk sementara mengungsi mengingat adanya peringatan potensi tsunami.

Di sisi lain, Liputan6.com juga mendapatkan informasi terkait ketinggian air laut saat gempa magnitudo 7,4 terjadi. Menurut kesaksikan salah satu warga di Jalan Sinde Kabor, Kelurahan Kotauneng, Kecamatan Alok, Sikka, NTT, air laut sempat masuk hingga ke halaman depan rumahnya. "Di masjid diumumkan agar kami mengungsi," kata dia.

Air laut juga naik ke daratan di pesisir Nangahale. Sedangkan di Pelabuhan Lorensai, Kota Maumere, kondisiair laut tampak normal. Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi. Sebelum Terjadi Gempa: - Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi. - Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat.

Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung. - Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran. - Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi. - Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat gempa di ntt 2021 mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi - Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

gempa di ntt 2021

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan. - Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.
Warga Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT memilih mengungsi di atas kapal-kapal motor milik mereka, saat terjadinya gempa yang mengguncang Pulau Flores magnitudo 7,5 pada Selasa (14/12/2021).

Bali Nusra 17 Des 2021 02:00 Takut Gempa dan Tsunami, Ratusan Warga Alok Barat NTT Tidur di Halaman Menteri Sosial Tri Rismaharini menginstruksikan pengiriman bantuan untuk korban gempa Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Risma mengatakan, saat ini hal yang paling dibutuhkan korban gempa adalah makanan. Peristiwa 14 Des 2021 23:43 346 Rumah Rusak dan 770 Warga Mengungsi Akibat Gempa Magnitudo 7,4 di NTT Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan data pukul 22.15 WIB, Selasa (14/22/2021), sebanyak 346 rumah rusak akibat gempa magnitudo 7,4 di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa 14 Des 2021 22:45 12 Desember 1992, Gempa Magnitudo 7,8 di Laut Flores Sebabkan Tsunami Setinggi 30 Meter
masyarakat agar selalu siagaKupang (ANTARA) - Stasiun Geofisika Kupang Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 161 kali peristiwa gempa bumi terjadi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur selama bulan Mei 2021.

gempa di ntt 2021 gempa bumi tertinggi terjadi tanggal 10 Mei 2021 yaitu sebanyak 13 kejadian," kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang BMKG Margiono di Kupang, Rabu.

gempa di ntt 2021

Ia mengemukakan hal itu berkaitan dengan intensitas peristiwa alam gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dari 161 kali gempa bumi ini, kata dia terdapat empat kali kejadian yang dirasakan di wilayah NTT dan sekitarnya.

Ia menjelaskan gempa bumi pada Mei 2021 ini didominasi gempa bumi berkekuatan kecil atau magnitudo di bawah 4,0 sebanyak 151 kali kejadian.

gempa di ntt 2021

Baca juga: BMKG catat 3.081 kejadian gempa bumi di NTT selama 2020 Baca juga: Gempa bumi maginitudo 4,8 guncang Kabupaten Kupang Selain itu gempa bumi ini juga berkedalaman dangkal atau di bawah 60 kilometer sebanyak 121 kali kejadian. Margiono berharap dengan kondisi NTT yang rawan gempa bumi ini maka masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan.

"Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan kami minta masyarakat agar tetap selalu siaga," katanya. Ia juga mengimbau masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG dan tidak terpengaruh dengan informasi gempa bumi dari sumber yang tidak dipertanggungjawabkan terutama yang beredar di media sosial.

Baca juga: Gempa Sumba, gempa pertama di Tahun 2021, sebut BMKG Baca juga: BMKG : Tak ada prediksi gempa dan tsunami di Sumba Pewarta: Aloysius Lewokeda Editor: Budhi Santoso COPYRIGHT © ANTARA 2021 Mungkin anda suka Pelepasan kontingen Indonesia untuk SEA Games Vietnam 21 menit lalu Belum ada kegiatan belajar di DKI Jakarta 23 menit lalu Erick Thohir: Penugasan BUMN pada mudik profesional dan transparan 9 Mei 2022 11:36 Volume kendaraan ke Jabodetabek via GT Cikampek gempa di ntt 2021 Mei 2022 11:35 Sandiaga berharap peningkatan jumlah wisatawan Indonesia-Singapura 9 Mei 2022 11:29 BMKG: Waspadai suhu panas hingga pertengahan Mei 2022 9 Mei 2022 11:14

Peringatan Tsunami! Kepanikan Warga NTT Diguncang Gempa 7,4 Magnitudo




2022 www.videocon.com