Hipoglikemia adalah

hipoglikemia adalah

• Artikel Kesehatan Semua hal yang berhubungan dengan informasi kesehatan mulai dari informasi terbaru dunia kesehatan, tips kesehatan, hingga saran-saran untuk menuju hidup lebih sehat. • Kesehatan Wanita • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Hipoglikemia adalah Dokter • Cari Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI • Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Subur (Ovulasi) • Cara Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Daftar Terbit: 23 Mei 2019 Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat - Ditinjau oleh: Tim Dokter DokterSehat.Com – Apa itu hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah suatu kondisi yang terjadi akibat kadar gula (glukosa) dalam darah terlalu rendah. Hipoglikemia paling sering terjadi sebagai efek hipoglikemia adalah dari terapi diabetes.

Hipoglikemia bukanlah penyakit, namun suatu gejala adanya masalah kesehatan lain. Penyebab Hipoglikemia Perlu Anda ketahui bahwa hipoglikemia adalah sebuah keadaan darurat yang harus mendapatkan penanganan dengan segera. Terlebih apabila penyakit hipoglikemia terjadi secara terus-menerus sehingga perlu diidentifikasi dan diterapi penyebab utamanya.

Seseorang yang menderita diabetes umumnya menggunakan berbagai perawatan untuk membantu tubuh memasukan glukosa darah ke dalam sel. Salah satu perawatan yang bisa dilakukan adalah suntikan insulin.

Apabila Anda terlalu banyak menyuntikan insulin atau mengonsumsi obat yang merangsang insulin, gula darah akan turun terlalu rendah. Kondisi lain yang menyebabkan hipoglikemia, terutama bagi penderita diabetes adalah: • Mengonsumsi minuman alkohol secara berlebihan.

Konsumsi alkohol berlebihan tanpa makan dapat mencegah liver melepaskan simpanan glukosa ke dalam darah. • Olahraga berlebihan atau aktvitas berat lainnya tanpa asupan makanan yang cukup. • Pola makan yang tidak teratur, menunda makan atau konsumsi makanan terlalu sedikit.

Selain itu, hipoglikemia juga dapat dialami oleh mereka yang tidak menderita diabetes. Penyebab hipoglikemia ini, di antaranya: • Obat-obatan, seperti kuinin (obat malaria), obat antidiabetik (yang tidak sengaja tertelan).

• Penyakit beratseperti hepatitis berat atau gagal ginjal. • Overproduksi insulin akibat tumor pankreas (insulinoma) atau pembesaran sel beta pankreas (nesidioblastosis) menghasilkan senyawa mirip insulin dalam jumlah banyak dan menyebabkan hipoglikemia. • Defisiensi hormon tertentu yang berasal dari kelenjar adrenal dan hipofisis dapat menyebabkan gangguan produksi glukosa.

• Pembedahan lambung dapat menyebabkan hipoglikemia reaktif yang terjadi setelah makan akibat tubuh menghasilkan insulin lebih banyak daripada yang dibutuhkan. • Kurangnya asupan nutrisi, misalnya akibat penyakit anoreksia nervosa. Selain itu, seseorang memiliki risiko hipoglikemia lebih tinggi jika memiliki kondisi seperti berikut: • Memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol. • Pernah melakukan operasi pengecilan lambung.

• Sedang menderita malaria, hepatitis, sepsis atau gangguan ginjal. • Sedang mengonsumsi obat-obatan hipoglikemia adalah seperti antibiotik, antiaritmia, antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau obat penurun gula darah. Gejala Hipoglikemia Tubuh dan otak memerlukan pasokan gula yang terus-menerus untuk dapat bekerja secara baik.

Berikut adalah gejala hipoglikemia yang bisa terjadi, di antaranya: • Jantung berdebar-debar. • Lemah • Pucat. • Gemetar. • Cemas. • Keringat dingin. • Hilang keseimbangan. • Sulit untuk konsentrasi. • Sensasi kesemutan di sekitar mulut. Jika hipoglikemia tidak segera mendapatkan penanganan dengan segera, hipoglikemia adalah jika penderita tidak menyadari kadar gula darahnya mengalami penurunan, maka penderitanya bisa mengalami: • Kejang.

• Gangguan penglihatan. • Mengalami penurunan kesadaran. • Bingung dan berperilaku tidak normal. Perlu Anda ketahui bahwa gejala hipoglikemia mungkin saja tidak terjadi seperti yang dijelaskan di atas.

Apabila Anda mengalami salah satu gejala seperti yang dijelaskan di atas, segera konsultasi dengan dokter.

hipoglikemia adalah

Kerusakan otak secara permanen bisa terjadi apabila tidak mendapatkan penanganan dengan segera. Diagnosis Hipoglikemia Perlu Anda ketahui, kadar gula darah normal berkisar antara 70-110 mg/dl.

Meski begitu, Anda tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah seseorang mengalami hipoglikemia atau tidak tanpa melakukan tes glukosa darah. Apabila tes glukosa darah menunjukkan gula darah di bawah 70 mg/dl berarti Anda mengalami hipoglikemia. Sementara bagi penderita diabetes, konsultasi dengan dokter penyakit dalam minimal 2 kali dalam setahun diperlukan untuk mengevaluasi pengobatan dan mendeteksi komplikasi yang bisa terjadi.

Selain kadar gula darah, pada umumnya dokter juga akan melakukan tes fungsi kelenjar adrenal, hati, dan ginjal untuk mendeteksi hipoglikemia dengan akurat.

Hal penting lainnya yang tidak boleh terlewatkan adalah mencatat tanggal, waktu, hasil tes, obat dan dosis, serta informasi diet dan olahraga setiap kali Anda melakukan cek darah. Penanganan Hipoglikemia Penderita diabetes yang mengalami keluhan hipoglikemia diharuskan mengonsumsi makanan seperti permen, camilan manis, atau minum sirup agar hipoglikemia adalah gula darah meningkat.

Asupan lain yang disarankan adalah makanan-makanan dengan indeks glikemik yang tinggi seperti nasi putih, sereal dan roti putih.

hipoglikemia adalah

Biasanya, gejala dapat mereda setelah 10-20 menit. Hindari konsumsi makanan berlemak karena bisa menghambat penyerapan gula. Setelah mengonsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula yang tinggi, 15 menit kemudian Anda harus memeriksa kadar gula hipoglikemia adalah masih di bawah 70 mg/dl.

Jika masih di bawah angka tersebut Anda harus mengonsumsi makanan atau minuman manis lagi. Setelah kadar gula darah stabil, bisa dilanjutkan dengan makan berat. Apabila gejala tidak juga membaik setelah mendapatkan penanganan, Anda harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Biasanya, dokter akan memberikan infus cairan gula.

Apabila tidak segera ditangani, penderita hipoglikemia dapat mengalami kejang, penurunan kesadaran, hingga kematian. Oleh karena itu, apabila Anda atau orang lain mengalami gejala-gejala seperti penjelasan di atas–walaupun belum dapat dipastikan bahwa telah terjadi hipoglikemia, segera lakukan langkah berikut: • Bila penderita tidak sadar, segera bawa penderita ke IGD terdekat untuk dilakukan hipoglikemia adalah dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Bila penderita terbukti mengalami hipoglikemia, penderita akan diberikan glukosa secara intravena. Jangan berikan makanan maupun minuman pada orang yang tidak sadar karena berisiko masuk ke saluran pernapasan.

• Bila Anda menderita diabetes dan sering mengalami hipoglikemia, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai perubahan pola makan dan olahraga serta pengaturan konsumsi obat.

Sedangkan bila Anda tidak menderita diabetes namun sering mengalami hipoglikemia, konsultasikanlah pada dokter untuk mencari penyebab terjadinya hipoglikemia, serta konsumsi makanan dalam porsi kecil–namun sering setiap selang waktu tertentu untuk mencegah kadar gula darah terlalu rendah.

Informasi Terbaru • 12 Manfaat Totok Wajah untuk Kecantikan dan Kesehatan • Mata Juling hipoglikemia adalah Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya • Hepatitis Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan • 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Maag hingga Anemia • Malassezia Folliculitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan, Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah (glukosa) tubuh di bawah normal.

Gula darah dianggap rendah ketika turun di bawah 70 mg/dL. Glukosa merupakan sumber energi utama tubuh. Sumber energi ini berasal dari makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat.

hipoglikemia adalah

Contohnya, nasi, kentang, roti, sereal, buah, sayur, atau susu. Karbohidrat merupakan sumber utama glukosa bagi tubuh. Setelah Anda makan, glukosa akan diserap ke dalam aliran darah dan bergerak ke sel-sel tubuh. Hormon insulin akan membantu sel-sel dalam menggunakan glukosa untuk energi. Jika Anda mengonsumsi lebih banyak glukosa dari yang dibutuhkan, tubuh akan menyimpannya di hati.

Lalu, otot akan mengubahnya menjadi lemak sehingga dapat digunakan untuk energi saat diperlukan. Sebaliknya, tanpa glukosa yang cukup, tubuh tidak bisa berfungsi dengan normal. Bagi seseorang yang menggunakan insulin dalam bentuk obat, penurunan gula darah jangka pendek dapat memicu gangguan kesehatan. Contohnya pada penderita diabetes. Mengonsumsi terlalu banyak obat, melewatkan jadwal makan, porsi hipoglikemia adalah kurang dari biasanya, atau olahraga berlebihan, bisa memicu gula darah rendah pada penderita diabetes.

Pengobatan yang cepat dan tepat dalam mengatasi hipoglikemia akan mencegah gejala serta kondisi medis yang lebih serius Dokter spesialis Umum Gejala Sakit kepala, jantung berdebar, kulit pucat Faktor risiko Diabetes, terlalu banyak mengonsumsi alkohol Metode diagnosis Tes gula darah Pengobatan Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, berhenti mengonsumsi hipoglikemia adalah tertentu atau menggantinya obat lain Komplikasi Kejang, penurunan kesadaran, kematian Kapan harus ke dokter?

Mengalami gejala hipoglikemia Penyebab hipoglikemia yang utama adalah penggunaan obat-obatan untuk mengatasi diabetes. Penderita penyakit kencing hipoglikemia adalah biasanya memakai obat minum atau obat suntik guna meningkatkan produksi hipoglikemia adalah dalam tubuh. Jika penderita diabetes menggunakan terlalu banyak jenis obat antidiabetes, kadar gula darah mungkin turun terlalu rendah. Selain konsumsi obat, seseorang dapat mengalami gula darah rendah ketika tidak cukup makan, melewatkan jadwal makan atau terlambat makan, serta porsi makan kurang dari biasanya.

Faktor risiko hipoglikemia Beberapa faktor risiko hipoglikemia meliputi: • Mengonsumsi obat-obatan. Misalnya, kina yang digunakan untuk mengobati malaria • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol • Menderita beberapa penyakit kritis, seperti hepatitis yang parah, sirosis, dan gangguan ginjal • Kelaparan jangka panjang, misalnya pada penderita anoreksia nervosa • Produksi insulin yang berlebihan, contohnya pada penderita tumor pankreas • Kekurangan hormon, misalnya akibat gangguan kelenjar adrenal, tumor hipofisis, atau anak-anak yang memiliki hormon pertumbuhan terlalu sedikit • Tidak aktif berolahraga Diagnosis hipoglikemia dilakukan dengan tes darah untuk mengecek kadar gula dalam tubuh.

Dokter biasanya akan menggunakan alat khusus atau mengambil sampel darah dari pembuluh darah. Kadar gula darah dikatakan rendah apabila berada di bawah 70 mg/dL. Jika Anda tidak menggunakan obat yang diketahui menyebabkan hipoglikemia, dokter Anda akan bertanya mengenai beberapa hal berikut ini: • Apa sajakah gejala Anda?

Jika Anda tidak memiliki tanda dan hipoglikemia adalah hipoglikemia selama kunjungan awal Anda ke dokter, dokter mungkin meminta Anda berpuasa semalaman atau lebih lama. Hal ini akan memungkinkan gejala gula darah rendah terjadi sehingga dokter dapat membuat diagnosis. Mungkin juga Anda harus menjalani puasa yang diperpanjang di rumah sakit. Atau jika gejala Anda terjadi setelah makan, dokter Anda akan ingin menguji kadar glukosa Anda setelah Anda makan.

Karena hipoglikemia berat dapat mengancam nyawa, penanganannya harus dilakukan dengan cepat. Cara mengobati hipoglikemia terbagi menjadi dua langkah di bawah ini: Penanganan awal Ketika kadar gula darah Anda terlalu rendah, Anda disarankan mengonsumsi makan hipoglikemia adalah atau makanan yang mengandung karbohidrat.

Jika Anda menderita diabetes, usahakan untuk selalu menyiapkan camilan tinggi karbohidrat. The American Diabetes Association merekomendasikan agar camilan Anda mengandung setidaknya 15 gram karbohidrat. Beberapa makanan ringan yang baik untuk disimpan meliputi: • Tablet glukosa • Soda atau jus non-diet • Madu atau gula meja • Jelly bean atau permen karet Anda juga dapat mengonsumsi tablet glukosa untuk meningkatkan gula darah Anda dengan cepat jika kadarnya rendah, tablet glukosa biasanya bisa dibeli tanpa resep.

Namun, penting untuk memeriksa berapa gram dalam setiap tablet sebelum meminumnya. Hal ini bertujuan agar Anda mendapatkan 15 sampai 20 gram karbohidrat.

Periksa kembali kadar gula darah 15 menit setelah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Jika kadar gula darah masih di bawah 70 mg/dL (3,9 mmol/L), makan atau minum lagi 15-20 gram konsumsi Kembali makananan manis dan periksa kembali kadar gula darah dalam 15 menit.

Ulangi langkah ini sampai gula darah di atas 70 mg/dL (3,9 mmol/L). Penanganan sesuai dengan penyebabnya Hipoglikemia juga bisa diobati tergantung pada penyebab. Hipoglikemia adalah obat adalah penyebab hipoglikemia Anda, dokter Anda kemungkinan akan menyarankan untuk mengubah, menghentikan hipoglikemia adalah, atau menyesuaikan dosis.

Namun, jika hipoglikemia terjadi hipoglikemia adalah tumor di pankreas, maka akan dilakukan pengangkatan tumor. Komplikasi hipoglikemia Jika tidak ditangani dengan benar, hipoglikemia bisa menyebabkan komplikasi berupa: • Patuhi penanganan diabetes sesuai anjuran dokter.

Jika Anda berencana menggunakan obat baru, mengubah jadwal makan atau pengobatan, atau menambah jenis olahraga baru, bicarakan dengan dokter terlebih dulu. • Untuk penderita diabetes, pastikan jarak makan Anda hanya 4-5 jam. • Cek gula darah secara rutin. • Aktif berolahraga. • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan. • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.

Demikian pula dengan riwayat medis keluarga. • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi. • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

• Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. • Apa saja gejala yang Anda rasakan? • Kapan gejala pertama kali Anda alami? • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hipoglikemia? • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu? • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis?

Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba? Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hipoglikemia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/122122-overview#a1 Diakses pada 8 November 2018 NIDDK. https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/low-blood-glucose-hypoglycemia Diakses pada 18 Agustus 2021 Mayo Clinic.

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/symptoms-causes/syc-20373685 Diakses pada 1 Agustus 2021 Healthline. https://www.healthline.com/health/hypoglycemia Diakses pada 18 Agustus 2021 WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/guide/diabetes-hypoglycemia#1 Diakses pada 18 Agustus 2021
Pengertian Apa itu hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah tubuh (glukosa) rendah berada di bawah batas normal, yaitu kurang dari 70 mg/dL. Orang dengan diabetes melitus memang lebih rentan mengalami kondisi ini karena pengobatan tertentu untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi. Terdapat dua jenis gula darah rendah non-diabetes. hipoglikemia adalah Hipoglikemia reaktif, yaitu gula darah rendah yang terjadi dalam beberapa jam setelah makan.

hipoglikemia adalah

• Hipoglikemia puasa, yaitu gula darah rendah yang tidak terkait dengan makan. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh penggunaan obat tertentu (salisilat, antibiotik golongan sulfa atau quinine), konsumsi alkohol, mengalami gangguan hati, ginjal, dan jantung yang berat, insulinoma, dan kadar hormon glukagon yang rendah.

Hipoglikemia termasuk gangguan kesehatan yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Hipoglikemia adalah tidak segera diobati, kondisi ini dapat memburuk dan menyebabkan masalah serius. Sebaliknya, penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mengembalikan kadar gula darah rendah kembali ke batas kadar gula normal.

Seberapa umumkah kondisi ini? Kondisi ini umum terjadi pada pasien diabetes melitus. Meski begitu, orang yang tidak memiliki diabetes juga bisa mengalami kondisi ini. Tanda & Gejala Apa saja gejala hipoglikemia? Jika kadar gula darah terlalu rendah, tubuh Anda tentu akan memunculkan reaksi.

Di bawah ini adalah beberapa ciri-ciri gula darah rendah atau hipoglikemia. • Irama jantung tidak teratur atau jantung berdebar-debar • Lemah, lesu, dan tidak bertenaga • Mengantuk • Merasa lapar • Kulit pucat • Hilang keseimbangan • Pusing • Gelisah • Berkeringat • Badan gemetar • Sensasi kesemutan di sekitar mulut • Mudah marah • Sulit untuk berkonsultasi Ketika gula darah rendah tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, gejalanya dapat semakin memburuk.

Kondisi ini menyebabkan munculnya gejala hipoglikemia berat. Berikut adalah ciri-ciri kondisi gula darah rendah yang memburuk. • Linglung • Penglihatan kabur • Kejang • Perubahan perilaku mendadak • Hilang kesadaran Jika gejala gula darah rendah terjadi secara berulang dan menetap, ini bisa menyebabkan kerusakan otak yang berujung pada kejang, koma, hingga bahkan kematian. Kapan harus pergi ke dokter? Segera konsultasikan diri ke dokter atau bahkan cari pertolongan medis darurat pada kondisi berikut.

• Mengalami salah satu atau lebih gejala hipoglikemia yang sudah disebutkan di atas tapi tidak memiliki penyakit diabetes. • Punya diabetes dan gejala hipoglikemia tidak membaik meski sudah diatasi dengan mengonsumsi makanan yang manis. • Memiliki penyakit diabetes dan riwayat gula darah rendah berulang sehingga muncul gejala hipoglikemia berat seperti kehilangan kesadaran. Penyebab Apa penyebab hipoglikemia? Glukosa alias gula darah merupakan sumber energi utama bagi tubuh yang berasal dari makanan, terutama karbohidrat.

Setelah makanan dicerna, glukosa akan diserap ke dalam aliran darah untuk disalurkan ke setiap sel-sel tubuh. Nah selama proses ini, pankreas akan memproduksi hormon insulin untuk membantu sel-sel tubuh menggunakan glukosa sebagai bahan bakar.

Hormon insulin alaminya menurun ketika glukosa darah meningkat. Namun, asupan insulin yang berlebihan justru dapat menyebabkan kadar gula darah Anda turun terlalu rendah sehingga menimbulkan gejala hipoglikemia. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi ini terjadi sehingga kadar gula darah turun secara drastis. Menurut National Institute of Diabetes penyebab hipoglikemia contohnya seperti di bawah ini.

• Efek samping suntik insulin • Pola makan tidak teratur • Olahraga berat • Obat-obatan yang menurunkan gula darah • Minum alkohol berlebihan • Kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati dan ginjal, serta anoreksia nervosa • Produksi insulin yang berlebih oleh pankreas, akibat tumor pankreas, obesitas, atau terlalu banyak makan karbohidrat • Gangguan hormon • Puasa Faktor Risiko Apa yang meningkatkan risiko terkena hipoglikemia? Berikut beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena hipoglikemia.

• Memiliki riwayat penyakit diabetes. • Menjalani pengobatan diabetes atau terapi insulin. • Mengonsumsi obat sulfonilurea ( glibenclamidegliclazide, glipizide, glimepiride, tolbutamide) dan obat glinid atau pemicu insulin (repaglinide, nateglinide). • Obesitas atau kelebihan berat badan. • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Komplikasi Apa saja komplikasi hipoglikemia yang mungkin terjadi? Hipoglikemia yang tidak ditangani, dapat menyebabkan: • Kejang • Hilang kesadaran • Kematian Akibat lain karena kadar gula darah terlalu rendah juga dapat membuat Anda mengalami kecelakaan, seperti: • Hipoglikemia adalah • Cedera • Kecelakaan saat berkendara Anda juga mungkin mengalami kondisi yang disebut koma akibat hipoglikemia ekstrem.

Glukosa adalah satu-satunya makanan bagi otak Anda. Jika kadar gula darah terlalu rendah, otak menjadi tidak memiliki energi untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Kondisi ini merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan segera. Sangat hipoglikemia adalah untuk memahami gejala-gejala hipoglikemia yang muncul agar Anda terhindar dari komplikasi yang membahayakan nyawa. Segeralah cari pertolongan medis jika Anda mulai merasakan tanda-tanda di atas.

Penangan hipoglikemia yang cepat dapat menurunkan risiko Anda terkena komplikasi serius. Diagnosis Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Cara utama untuk memeriksa apakah Anda hipoglikemia adalah dengan melakukan cek gula darah dengan mandiri menggunakan alat pengukur gula darah. Alat ini bisa Anda beli di apotek dan digunakan sendiri di rumah.

Normalnya, kadar gula gula darah puasa (GDP) di bawah 100 mg/dL dan gula darah 2 jam setelah makan di bawah 140 mg/dL. Sementara kadar gula dikatakan rendah apabila menunjukkan angka di bawah 70 mg/dL saat pemeriksaan. Penting untuk mencatat tanggal, waktu, hasil tes, obat dan dosis, informasi makanan yang dikonsumsi dan olahraga setiap kali Anda melakukan cek darah.

Selain itu, selalu perhatikan gejala gula darah rendah yang Anda alami. Pastikan bahwa Anda telah mengerti cara menggunakan alat tersebut dan bagaimana mengambil sampel darah yang benar. Sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter untuk cara penggunaan alat cek gula darah yang benar.

Untuk pemeriksaan medis, dokter mungkin akan melakukan tes darah lanjutan untuk menentukan penyebab gula darah rendah yang Anda alami sekaligus memeriksa fungsi hati, ginjal, dan pankreas. Pengobatan Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda. Bagaimana mengobati hipoglikemia? Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami serangan gejala gula darah rendah, segera periksa kadar hipoglikemia adalah darah Anda dengan alat pengukur glukosa darah.

Untuk penanganan hipoglikemia setelahnya adalah segera konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula untuk menaikan kadar gula darah, seperti: • teh manis hangat, • permen, dan • jus buah mengandung gula. Selain itu, Anda juga disarankan mengonsumsi hipoglikemia adalah dengan indeks glikemik yang hipoglikemia adalah tinggi, seperti roti putih, nasi putih, atau sereal.

Biasanya gejala akan mereda setelah 10-20 menit. Hindarilah makan makanan berlemak karena dapat menghambat penyerapan gula. Lakukan cek kadar gula darah dalam waktu 15 menit setelahnya.

hipoglikemia adalah

Apabila masih di bawah 70 mg/dL, ulangi makan makanan hipoglikemia adalah seperti di atas. Setelah kadar gula darah di atas 70 mg/dL, Anda boleh mengkonsumsi camilan yang mengandung karbohidrat dan protein, seperti biskuit kacang. Jangan lupa konsultasikan dengan dokter Anda untuk penanganan yang lebih spesifik untuk hipoglikemia sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Menaikkan gula darah dengan tablet glukosa Cara lain untuk mengatasi gula darah rendah, yakni dengan bantuan tablet glukosa.

Minumlah tablet glukosa sesuai anjuran yang tersedia. Satu tablet glukosa biasanya mengandung sekitar 15-20 hipoglikemia adalah karbohidrat. Setelah dikonsumsi, tunggu sampai sekitar 15 menit setelah makan dan minum lalu lanjutkan dengan memeriksa kembali kadar gula darah tubuh Anda. Jika kadar gula di bawah 70 mg/dL dan Anda mengalami penurunan kesadaran, sebaiknya segera menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat. Ingat, hipoglikemia adalah kondisi yang perlu ditangani secara cepat dan tepat.

Hal ini dilakukan guna mengurangi kemungkinan komplikasi seperti kejang, kehilangan kesadaran bahkan kematian.

Pencegahan Bagaimana cara mencegah hipoglikemia? Salah satu cara mencegah hipoglikemia adalah dengan mengontrol kadar gula darah tetap dalam batas normal. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan.

• Jangan melewatkan atau menunda makan. Makanlah secara teratur sesuai jadwal sarapan, makan siang, dan makan malam. • Jika Anda menggunakan insulin atau obat oral diabetes, konsumsilah dengan dosis dan waktu yang dianjurkan dokter. • Rutin cek gula darah. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan jika gula darah Anda berada dalam kisaran yang normal.

• Untuk mencegah kadar gula darah rendah di malam hari, s elalu rutin cek kadar gula darah sebelum tidur. • Mengenali tanda dan gejala saat glukosa Anda rendah. • Hindari makanan yang kaya akan gula karena selain dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dengan cepat tapi juga dapat menyebabkan penurunan gula darah dengan cepat pada orang dengan hipoglikemia reaktif.

• Hindari minum alkohol secara berlebihan terutama saat perut kosong. Alkohol dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk melepaskan glukosa. • Apabila Anda tidak menderita diabetes dan mengalami hipoglikemia berulang, cobalah makan makanan dengan porsi kecil tapi sering.

Hal ini membantu mencegah kadar gula darah Anda menurun terlalu rendah. Jika terdapat pertanyaan lain mengenai kondisi gula darah rendah, lakukanlah konsultasi ke dokter Anda. Dokter akan menjelaskan secara rinci dan memberikan solusi terbaik yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Ratner, R.E. (2018). Hypoglycemia: New Definitions and Regulatory Implications. Therapeutics. (2020).

Diabetes Technology & Therapeutics. Retrieved from https://www.liebertpub.com/doi/full/10.1089/dia.2018.0113 American Diabetes Association. (2020). Hypoglycemia (Low Blood Glucose). Retrieved 31 August 2020, from https://www.diabetes.org/diabetes/medication-management/blood-glucose-testing-and-control/hypoglycemia National Institute of Diabetes. (2020). Low Blood Glucose (Hypoglycemia). Retrieved 31 August 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/low-blood-glucose-hypoglycemia Hypoglycemia – Symptoms and causes.

(2020). Retrieved 31 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/symptoms-causes/syc-20373685 Hypoglycemia – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 31 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/symptoms-causes/syc-20373685 Pengertian Hipoglikemia Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula darah) berada di bawah normal. Umumnya penurunan kadar gula darah kurang dari 60 mg/dl dianggap hipoglikemia.

Hipoglikemia adalah salah satu komplikasi akut pada pasien diabetes, dan umumnya berkaitan dengan pengobatan menggunakan sulfonilurea (glibenclamide, glicazide, glimepiride, glipizide, tolbutamide) atau insulin. Diagnosis Hipoglikemia Diagnosis hipoglikemia dipastikan melalui pemeriksaan kadar gula darah.

Ada tiga kriteria yang dapat memastikan diagnosis, yakni: • Adanya pemeriksaan yang menunjukkan kadar glukosa darah yang hipoglikemia adalah • Adanya gejala • Hilangnya gejala setelah kadar glukosa darah kembali normal Gejala Hipoglikemia Terdapat dua jenis gejala hipoglikemia, yaitu: • Adrenergik: berdebar, banyak berkeringat, gemetar, rasa lapa • Neuro-glikopenik: pusing, gelisah, penurunan kesadaran (bisa sampai koma) Pengobatan Hipoglikemia Pengobatan hipoglikemia dibagi berdasarkan kondisi pasien.

• Pada pasien sadar: pemberian makanan yang mengandung karbohidrat atau minuman yang mengandung gula berkalori sebanyak 15–20 gram glukosa.

Contohnya: 1 sdm gula/madu, permen, dsb. • Pada pasien tidak sadar: segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat diberikan hipoglikemia adalah glukosa melalui infus. Pencegahan Hipoglikemia Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan saat terjadi hipoglikemia adalah: hipoglikemia adalah Kenali tanda dan gejala hipoglikemia • Lakukan pemeriksaan gula darah secara rutin • Makan secara teratur, jangan menunda makan atau melewatkan waktu makan • Jangan konsumsi karbohidrat terlalu sedikit.

Pengobatan diabetes Anda sudah disesuaikan dengan konsumsi makanan Anda sehari-hari, jika akan mengubah pola makan sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter • Hindari aktivitas fisik yang berlebih dari biasanya, karena dapat meningkatkan risiko hipoglikemia Penyebab Hipoglikemia Penyebab hipoglikemia bisa karena beberapa hal, seperti: • Produksi insulin yang terlalu banyak oleh pankreas.

Produksi berlebih ini bisa disebabkan karena konsumsi karbohidrat yang terlalu banyak, tumor pada pancreas, atau obesitas. • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. • Malnutrisi. • Puasa. • Efek samping pengobatan.
H ipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah normal. Selain sering dialami oleh penderita diabetes, beberapa penyakit lain dan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Gula darah atau glukosa merupakan sumber energi bagi tubuh. Selain didapatkan dari makanan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, roti, kentang, atau susu, glukosa juga diproduksi secara alami oleh hati. Bila kadar gula dalam darah rendah, maka tubuh akan kekurangan energi untuk beraktivitas. Hipoglikemia terjadi bila kadar gula darah di bawah 70 mg/dL.

Namun, tergantung pada kondisi pasien, gejala hipoglikemia bisa muncul pada kadar gula darah yang berbeda-beda. Hipoglikemia yang hipoglikemia adalah ditangani bisa mengakibatkan penurunan kesadaran, kejang, hingga kerusakan permanen pada otak. Penyebab H ipoglikemia Hipoglikemia hipoglikemia adalah ketika kadar gula darah turun drastis. Kondisi ini lebih sering dialami oleh penderita diabetes akibat: • Penggunaan insulin atau obat diabetes yang melebihi dosis atau tidak teratur • Pola makan yang tidak baik, seperti makan terlalu sedikit atau menunda makan • Aktivitas fisik atau olahraga berlebihan, tanpa makan yang cukup • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan Meski jarang terjadi, hipoglikemia juga bisa terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes.

Penyebabnya antara lain: • Kekurangan hormon yang mengatur keseimbangan gula dalam darah • Kekurangan nutrisi, misalnya akibat penyakit anoreksia nervosa • Produksi insulin yang berlebihan, misalnya akibat hipoglikemia adalah di kelenjar pankreas ( insulinoma) Seseorang juga berisiko mengalami hipoglikemia bila memiliki kondisi di bawah ini: • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat penurun gula darah, antimalaria, atau antiaritmia • Pernah menjalani operasi pengecilan lambung ( operasi bariatrik) • Mengonsumsi minuman hipoglikemia adalah secara berlebihan • Sedang menderita hepatitis, gangguan ginjal, malaria, atau sepsis Gejala H ipoglikemia Gejala gula darah rendah atau hipoglikemia dapat muncul secara hipoglikemia adalah dan bervariasi pada tiap penderita.

Gejala tersebut meliputi: • Mudah lapar • Mudah marah • Sulit berkonsentrasi • Kesemutan • Lelah • Pusing • Gemetar atau tremor • Pucat • Keringat dingin • Jantung berdebar Hipoglikemia akan memburuk jika dibiarkan, terutama bila penderita tidak menyadari kadar gula darahnya turun.

hipoglikemia adalah

Akibatnya, penderita bisa mengalami kondisi berikut • Gangguan penglihatan • Tampak bingung dan berperilaku tidak normal • Penurunan kesadaran • Kejang Penting untuk mewaspadai gejala gula darah rendah dan menanganinya sesegera hipoglikemia adalah. Bila tidak, penderita dapat mengalami kerusakan otak secara permanen. Kapan harus ke dokter Bagi penderita diabetes, dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter secara berkala.

Hal ini untuk mengevaluasi pengobatan yang sudah dijalani dan untuk mendeteksi kemungkinan komplikasi akibat diabetes sejak dini. Pada penderita diabetes yang mengalami keluhan hipoglikemia, segera makan permen atau minum sirup untuk meningkatkan kadar gula darah.

hipoglikemia adalah

Bila keluhan tidak berkurang, segera ke IGD rumah sakit. Bila Anda bukan penderita diabetes dan mengalami gejala gula darah rendah, segera konsultasikan keluhann tersebut dengan dokter. Diagnosis H ipoglikemia Penderita diabetes dianjurkan untuk memiliki alat ukur gula darah sendiri.

Tujuannya adalah agar bisa langsung memeriksa kadar gula darah secara hipoglikemia adalah bila muncul gelaja gula darah rendah. Gejala hipoglikemia biasanya muncul apabila kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Namun, gejala juga bisa muncul meski kadar gula darah lebih dari 70 mg/dL. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali gejala hipoglikemia dengan baik. Untuk mendiagnosis hipoglikemia, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan mengambil sampel darah untuk memeriksa kadar gula darah.

Dokter juga dapat melakukan tes fungsi ginjal, hati, dan kelenjar adrenal, untuk mendeteksi penyebab hipoglikemia dan memberikan pengobatan yang tepat. Bila hipoglikemia dicurigai berasal dari tumor pankreas, maka dokter juga akan menyarankan pasien menjalani CT scan atau MRI. Pengobatan Hipoglikemia Penanganan hipoglikemia dapat dilakukan dalam keadaan hipoglikemia adalah sebelum menunggu pertolongan medis dan setelah pasien dirawat di rumah sakit.

Berikut adalah penjelasannya: Pertolongan darurat untuk hipoglikemia Pertolongan untuk penderita hipoglikemia bisa dilakukan pada keadaan sadar atau tidak sadar. Perlu diingat, bila menemukan seseorang yang diduga mengalami gula darah rendah dan tidak sadarkan diri, jangan memberikan makanan dan minuman apa pun, karena berisiko masuk ke paru-paru.

Bila penderita tidak sadar, maka lakukan hal berikut: • Bawa penderita ke tempat yang aman.

hipoglikemia adalah

• Segera hubungi ambulans atau cari pertolongan medis. • Baringkan penderita dalam posisi yang nyaman. • Periksa pernapasan penderita, bila bernapas, miringkan tubuhnya.

• Lakukan CPR bila penderita tidak bernapas. Bagi penderita hipoglikemia yang sadar, segera berikan permen atau minuman manis, kemudian periksa kadar gula darahnya 15 menit setelahnya.

Bila masih di bawah 70 mg/dL, berikan lagi makanan atau minuman manis dan periksa kembali kadar gula darahnya 15 menit kemudian. Jika gejala tidak membaik dan kadar gula darah masih berada di bawah 70 mg/dL, segera bawa pasien ke rumah sakit. Penanganan hipoglikemia di rumah sakit Setelah melakukan tes gula darah, dokter akan segera memberikan infus cairan glukosa pada pasien. Bila kondisi pasien sudah stabil, dokter akan melakukan tanya jawab terkait penyebab hipoglikemia, riwayat diabetes dan penyakit lain, serta obat-obatan yang dikonsumsi.

Berdasarkan hasil tanya jawab, dokter akan menyesuaikan dosis obat diabetes, insulin, dan obat lainnya. Sementara untuk mengatasi hipoglikemia yang disebabkan oleh tumor pankreas, dokter akan menganjurkan pasien untuk menjalani operasi pengangkatan tumor. Komplikasi Hipoglikemia Hipoglikemia yang tidak segera diobati dapat menimbulkan berbagai komplikasi, di antaranya: • Pusing dan hilang keseimbangan sehingga berisiko mengalami kecelakaan • Kejang • Penurunan kesadaran • Cacat otak permanen • Kematian Pencegahan Hipoglikemia Ada beberapa cara untuk mencegah hipoglikemia, khususnya pada penderita diabetes.

Upaya tersebut antara lain: • Pantau kadar gula darah secara berkala dan selalu waspadai gejala hipoglikemia agar cepat tertangani. • Konsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang secara teratur sesuai jadwal. • Minum obat pengontrol gula darah secara teratur dan sesuai dosis. • Lakukan kontrol rutin ke dokter. • Selalu bawa cemilan atau minuman manis. • Hindari konsumsi minuman beralkohol. • Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sebelum melakukan olahraga ringan hipoglikemia adalah mengurangi risiko terjadinya hipoglikemia.

• Konsumsi camilan mengandung karbohidrat sebelum tidur, guna mencegah gula darah turun terlalu rendah saat tidur. Pada orang yang tidak menderita diabetes tetapi mengalami gejala hipoglikemia secara berulang, pencegahan bisa dilakukan dengan mengonsumsi cemilan manis sesekali. Namun, lebih baik konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan diobati dengan tepat.
Gula darah rendah, juga dikenal sebagai hipoglikemia tergantung berat ringannya kondisi ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.

Gula darah ( glukosa darah) hipoglikemia adalah rendah ketika kadarnya di bawah 70 mg/dL. Hipoglikemia dapat terjadi pada orang yang tidak makan, makan dalam jumlah yang sedikit, olah raga berlebihan, atau bisa juga terjadi pada orang dengan diabetes yang mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek meningkatkan kadar insulin dalam tubuh bahkan ini yang paling sering.

Ketika tubuh mengalami hipoglikemia atau tidak terdapat cukup glukosa, maka tubuh tidak dapat melakukan fungsi dengan normal. Pengobatan langsung untuk meningkakan gula darah adalah sangat penting dalam rangka mengembalikan fungsi normal tubuh dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Apa Saja Gejala Hipoglikemia Gejala gula darah rendah dapat terjadi secara tiba-tiba. Berikut gejala hipoglikemia yang harus hipoglikemia adalah kenali: • Penglihatan kabur • Denyut jantung cepat • Perubahan mood yang tiba-tiba • Gugup tiba-tiba • Rasa lelah • Kulit pucat • Sakit kepala • Rasa lapar • Berkeringat dingin • Sempoyongan • Sulit tidur • Kesemutan • Kesulitan berkonsentrasi • Penurunan kesadaran Hipoglikemia juga dapat terjadi hipoglikemia adalah cepat tanpa disadari sehingga seseorang bisa saja tiba-tiba pingsan, mengalami kejang, atau bahkan koma.

Apa Penyebab Gula Darah Rendah? Hipoglikemia dapat terjadi oleh beberapa sebab, yang paling sering disebabkan oleh efek samping dari pengobatan diabetes. Diabetes dan Gula Darah Rendah Pada diabetes, tubuh tidak optimal menggunakan insulin atau bahkan produksi insulin yang berkurang. Bayangkanlah insulin sebagai kunci yang membuka sel-sel tubuh agar glukosa darah dapat masuk ke dalam sel.

Orang dengan diabetes menggunakan berbagai perawatan untuk membantu tubuh memasukkan glukosa darah ke dalam sel. Salah satu perawatan yang sangat penting adalah suntikan insulin. Jika Anda terlalu banyak menyuntikkan insulin atau minum obat yang merangsang insulin, gula darah akan turun terlalu rendah. Orang juga kadang-kadang menyuntikkan insulin ketika merencanakan untuk makan makanan besar, tapi ternyata makannya hanya sedikit, akhirnya gula darah menjadi sangat rendah (hipoglikemia) Aktivitas fisik berlebih tanpa cukup makan juga dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah.

Penyebab Hipoglikemia lainnya: • Obat-obatan tertentu, seperti kina • Minum alkohol berlebihan • Gangguan ginjal atau hepatitis • Gangguan endokrin, seperti defisiensi kelenjar adrenal Bagaimana Hipoglikemia Diketahui? Kita tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah seseorang mengalami hipoglikemia tanpa melakukan tes atau pemeriksaan glukosa darah. Alat ukur glukosa darah digunakan untuk menguji kadar gula darah sehingga kita bisa tahu berapa kadar gula darah seseorang yang diperiksa, hipoglikemia adalah hipoglikemia jika gula darah di bawah 70 mg / dL.

Jika Anda tidak memiliki alat tersebut, sedangkan Anda mengalami tanda-tanda atau gejala hipoglikemia seperti di atas, maka boleh saja kita mencurigainya dan melakukan langkah-langkah sederhana untuk mengatasi gula darah rendah.

hipoglikemia adalah

Cara Mengatasi Hipoglikemia Kadar gula darah yang sangat rendah adalah keadaan hipoglikemia adalah medis. Jika Anda tahu bahwa seseorang mengalaminya, maka bantulah dia untuk makan 15 gram sumber karbohidrat secara cepat, seperti: • setengah cangkir jus manis • 1 sendok makan madu • 1 cangkir teh manis • 3 atau 4 buah permen atau tablet glukosa • 1 sendok makan gula Tunggulah selama 15 menit setelah itu periksa lagi gula darahnya, jika belum naik juga tambahkan lagi asupannya kemudian jarak 15 menit kemudia ukur hipoglikemia adalah sampai gula darah menjadi normal.

Baca juga kadar gula darah normal. Pengobatan yang segera sangatlah penting. Oleh karena itu kenalilah gejala hipoglikemia, lalu segera atasi. Namun apabila seseorang mengalami pingsan atau tak hipoglikemia adalah diri maka harus segera dibawa ke unit gawat darurat terdekat agar segera mendapat pertolongan medis.

Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab hipoglikemia adalah waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins.

(gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan hipoglikemia adalah yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di appBila kadar glukosa sangat rendah, tubuh akan kekurangan energi untuk menjalankan fungsinya dengan benar.

Anda sebenarnya bisa cepat mengatasi hipoglikemia dengan mengonsumsi makanan sumber karbohidrat, apalagi bila mengenali tanda-tandanya sejak dini. Apa saja tanda-tanda tersebut? Simak jawabannya dalam ulasan berikut. Gejala hipoglikemia menurut tingkat keparahannya Hipoglikemia biasanya dialami oleh pasien diabetes (diabetesi) yang memakai insulin secara rutin. Terapi insulin sebenarnya membantu menjaga kestabilan gula darah.

Namun, obat ini juga bisa menurunkan gula darah hingga ke level yang sangat rendah. Selain itu, orang yang tidak mengidap diabetes juga dapat mengalami hipoglikemia. Bedanya, penyebab hipoglikemia pada nondiabetesi berkaitan dengan pola makan dan aktivitas sehari-hari. Melansir laman Endocrine Society, hipoglikemia adalah gejala hipoglikemia berdasarkan tingkat keparahan yang Anda alami.

1. Hipoglikemia ringan Seseorang dikatakan mengalami hipoglikemia ringan bila gula darahnya kurang dari 70 miligram per desiliter (mg/dL), tapi lebih tinggi dari 54 mg/dL. Kondisi ini biasanya terjadi akibat puasa yang berlebihan, olahraga yang terlalu beratatau konsumsi alkohol yang berlebihan.

Pada tahap ini, Anda mungkin mengalami gejala awal berupa: • badan gemetar, • pusing atau berkunang-kunang, • sakit kepala, • kulit lembap, serta • jantung berdebar. Akan tetapi, beberapa orang mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda tersebut. Kondisi yang dikenal sebagai “ hypoglycemia unawareness ” ini sering kali terjadi pada diabetesi yang mengalami hipoglikemia kronis (menahun) dan rutin menggunakan insulin.

2. Hipoglikemia sedang Kadar gula darah kurang dari 54 mg/dL menandakan hipoglikemia sedang atau disebut juga hipoglikemia level 2. Pada tahap ini, Anda mungkin mengalami gejala hipoglikemia ringan dan beberapa gejala tambahan sebagai berikut. • Munculnya perasaan cemas atau lemah. • Perubahan perilaku, seperti mengantuk, mudah marah, dan linglung.

• Kesulitan untuk berbicara dengan lancar, misalnya kata-kata Anda menjadi tidak jelas. • Pandangan menjadi kabur, ganda, berbayang, atau buram.

3. Hipoglikemia berat Hipoglikemia berat ditandai dengan kadar gula darah kurang dari 40 mg/dL. Sebagian besar kasus hipoglikemia berat terjadi pada diabetesi yang rutin menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu, misalnya sulfonilurea. Umumnya, pasien diabetes tipe 1 rentan mengalami hipoglikemia berat karena mereka memakai insulin setiap hari.

Namun, pasien diabetes tipe 2 pun bisa mengalami kondisi ini bila tidak memantau pola makan dan aktivitasnya selama pengobatan. Selain tanda hipoglikemia yang telah disebutkan sebelumnya, Anda dapat mengalami linglung, kejang, hingga pingsan. Hipoglikemia berat bisa membahayakan jiwa, jadi orang yang mengalaminya harus segera mendapatkan penanganan medis.

Gejala hipoglikemia pada malam hari Pasien diabetes bisa saja mengalami hipoglikemia ketika tidur dan tidak menyadarinya. Saat Anda tertidur, produksi hormon yang mengatur gula darah seperti insulin produksinya akan menurun, sedangkan glukagon akan meningkat.

Kondisi ini dikenal sebagai hipoglikemia nokturnal. Banyak penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian kasus hipoglikemia terjadi saat seseorang tertidur. Lebih dari setengahnya merupakan hipoglikemia berat yang memiliki potensi bahaya bagi kesehatan. Tanda-tanda hipoglikemia nokturnal yang harus Anda waspadai yakni: • berkeringat pada malam hari• gelisah saat tidur, • kulit panas atau lembap, • badan gemetar, • sakit kepala, • jantung berdebar, • mengigau hingga berteriak, • mimpi buruk, serta • napas tiba-tiba menjadi lebih cepat atau lebih lambat.

Maka dari itu, pasien hipoglikemia nokturnal sebaiknya memeriksaan gula darah di rumah pada pukul 2 pagi selama 2-3 hari. Cara tersebut dapat membantu memantau kadar gula darah tetap terkendali. Kapan Anda harus ke dokter? Kadar gula darah yang sangat rendah bisa membahayakan jiwa. Maka dari itu, jangan abaikan gejala apa pun yang Anda alami. Jika hipoglikemia terdeteksi dengan cepat, Anda pun dapat mengurangi kemungkinan munculnya komplikasi diabetes yang berbahaya. Bila Anda bukan pasien diabetes dan mengalami tanda-tanda hipoglikemia, segeralah kunjungi dokter.

Walaupun kondisi Anda membaik setelah mengonsumsi gula, Anda tetap harus pergi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Nondiabetesi yang sering mengalami hipoglikemia mungkin mempunyai kondisi medis tertentu. Anda harus mengetahui penyebabnya sebelum hipoglikemia bertambah parah dan menimbulkan komplikasi. Hipoglikemia adalah bagi pasien diabetes, Anda mungkin sudah terbiasa mengatasi hipoglikemia hipoglikemia adalah makan makanan manis atau tablet glukosa sesuai anjuran dokter.

hipoglikemia adalah

Selama gula darah Anda bisa kembali normal, Anda tidak perlu cemas. Namun, lain halnya bila gula darah Anda tidak juga naik atau gejala hipoglikemia tidak berkurang bahkan setelah Anda mengonsumsi makanan manis. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan solusinya.

Komplikasi hipoglikemia Hipoglikemia ringan merupakan hal yang sangat umum bagi pasien diabetes. Namun, jika Anda membiarkannya kambuh tanpa penanganan, hipoglikemia bisa menyebabkan kejang, pingsan, koma, hingga kematian. Kadar gula darah yang rendah juga bisa menimbulkan beberapa dampak tak langsung akibat kondisi tubuh yang menurun.

Anda mungkin jadi lebih rentan mengalami cedera, jatuh, hingga kecelakaan saat berkendara. Selain itu, membiarkan gula darah terlalu rendah juga berdampak buruk bagi otak dan saraf Anda. Otak sangat membutuhkan glukosa untuk bisa berfungsi dengan normal. Tanpa asupan glukosa yang cukup, otak akan kehabisan bahan bakarnya. Dalam jangka panjang, kondisi hipoglikemia adalah dapat mengganggu fungsi tertentu pada otak dan menyebabkan kerusakan saraf. Studi dalam jurnal Aging Cell pun menemukan bahwa kurangnya asupan gula ke otak bisa meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Inilah pentingnya memantau gula hipoglikemia adalah setiap hari, khususnya bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes. Meski hipoglikemia merupakan kondisi umum yang bisa Anda atasi dengan mudah, dampak jangka panjangnya sangatlah besar.

https://wp.hellosehat.com/diabetes/pertolongan-pertama-gula-darah-rendah/ Hypoglycemia – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 4 October 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/symptoms-causes/syc-20373685 Hypoglycemia.

(2018). Retrieved 4 October 2021, from https://www.hormone.org/diseases-and-conditions/diabetes/diabetes-complications/hypoglycemia Severe Hypoglycemia. (2019). Retrieved 4 October 2021, from https://www.hormone.org/diseases-and-conditions/diabetes/severe-hypoglycemia Low blood sugar (hypoglycaemia).

(2017). Retrieved 4 October 2021, from hipoglikemia adalah Hypoglycemia: Nocturnal. (2021). Retrieved 4 October 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diabetes/hypoglycemia-nocturnal Cryer, P. (2007). Hypoglycemia, functional brain failure, and brain death. Journal Of Clinical Investigation117 (4), 868-870. doi: 10.1172/jci31669 Lauretti, E., & Praticò, D. (2015). Glucose deprivation increases tau phosphorylation via P38 mitogen-activated protein kinase.

Aging cell14 (6), 1067–1074. https://doi.org/10.1111/acel.12381

Hipoglikemia & Cara Mengatasinya




2022 www.videocon.com