Monomer dari dakron adalah

monomer dari dakron adalah

Pengertian Dakron - Sebenarnya Dakron atau Dacron merupakan sebuah merk dagang dari serat tekstil yang dipegang oleh perusahaan DuPont dari Inggris. Nama asli dakron sendiri yaitu Polyethylene terephthalate yakni thermoplastic polymer resin dari keluarga polyester. apakah yang dimaksud dakron? Nah pada artikel kali ini kami akan berbagi kepada anda tentang apa itu dakron. Mungkin sebagian dari anda ada yang sudah tahu apa yang dimaksud dengan dakron?

Jika masih ada yang belum tahu tentang apa yang dimaksud dakron, maka di sini kami akan memberikan penjelasan tentang arti dakron atau definisi dakron. Selain itu di sini juga kami jelaskan tentang proses pembuatan dakron, sifat dakron, fungsi atau kegunaan dakron dan kelebihan dakron.

Langsung saja berikut ini adalah penjelasannya, silahkan dibaca sampai selesai. Pengertian Dakron Dakron adalah polimer yang tersusun atas glikol dengan asam tereftalat dan terbentuk melalui polimerisasi kondensasi. Dakron banyak dimanfaatkan sebagai bahan sandang. Dacron atau kalau di Indonesia dikenal dengan sebutan Dakron yaitu sebuah bahan sintetis yang banyak digunakan sebagai bahan untuk mengisi bantal dan boneka, selain itu juga sebagai serat untuk pakaian, untuk wadah pembungkus banda cair dan makanan dan lain-lain.

Dakron merupakan kopolimer yang terbuat dari etilena glikol serta dimetil terflalat. Polimernya disebut dengan terflalat. Pada bentuk aslinya, polimer ini bersifat amorf. Lalu dibuat benang dengan melelehkan serta memeras ke luar (ekstrusi) melalui pemintal.

Benang tersebut lalu diregangkan hingga 4 kali panjang dari bentuk awalnya. Melalui pengolahan inilah molekul-mmolekul yang menyerupai rantai ini akan bersikap sejajar, sehingga didapat polimer kristalin. Proses Pembuatan Dakron Proses pembuatan dacron yaitu melalui sebuah reaksi esterifikasi. Esterifikasi adalah tahap pembentukan monomer. Proses ini berjalan langsung karena gugus karboksil (-COO-) dari asam terflalat bisa secara mudah bereaksi dengan etilen glikol jadi untuk reaksinya tidak membutuhkan katalis.

Pada proses esterifikasi menghasilkan sebuah produk sampingan yang berbentuk air yang bisa menghambat kesetimbangan reaksi, untuk air dihilangkan dari proses esterikasi. Ada juga selain air hasil sampingan yang perlu dihindari yaitu terbentuknya asetaldehida yang terbentuk akibat terdegradasi suhu yang tinggi akibatnya akan mempengaruhi sifat akhir polimer poliester yang terbentuk.

Sifat Dacron Sifat bahan dakron yaitu mempunyai daya serap yang rendah, itu menunjukan kalau dakron bisa kering dengan cepat. Selain itu dakron terkenal dengan bahan yang kuat, lentur, tidak mudah rusak. Fungsi Dakron Fungsi atau kegunaan dakron yaitu sebagai bahan sandang, untuk mengisi bantal dan boneka, untuk kain, pita elektronik, serta bahan dasar film potret.

Kain dakron banyak digunakan untuk layar, pakaian, jok, jaring serta kain pelapis. Kelebihan Dakron Kelebihan bahan dacron yaitu apabila bahan dakron di pres atau vukum hingga mengecil untuk dibungkus saat pengiriman barang, maka sesudah dilepas atau dibuka akan kembali mengembang seperti semula. Inilah kenapa bahan dacron sangat direkomendasikan sebagai bahan membuat bantal, boneka serta berbagai media yang mulanya berbahan dasar kapuk beralih ke dakron. Dakron kuat dan lentur serta praktis.

Jadi ketika bantal dan boneka yang berbahan dakron dipres atau divakum akan mengeluarkan angin yang terdapat di antara isi dakron. Proses inilah yang membuat bantal maupun boneka yang berbahan dakron mengecil, sehingga tidak akan memakan tempat pada saat pengiriman serta biaya pengirimanpun akan menjadi lebih murah. Dakron mempunyai daya serap yang rendah, sehingga membuat monomer dari dakron adalah tidak menyerap air. Kelebihan ini yaitu sangat cocok dengan kebutuhan isi bantal dan monomer dari dakron adalah yang bisa dicuci serta dikeringkan secara cepat dan mudah.

Itulah sedikit yang bisa saya jelaskan mengenai pengertian dakron. Semoga penjelasan di blog temukan pengertian ini bisa menambah pengetahuan kita. Artikel Rujukan • Batuan yang terbentuk saat terjadi letusan gunung berapi adalah ….

• Tanah berasal dari …. • Di bumi makhluk hidup tinggal pada lapisan …. • Pencemaran udara disebabkan oleh berbagai polutan. Bahan yang menyebabkan rusaknya lapisan ozon di atmosfer yaitu …. • Zat yang menyebabkan pencemaran udara adalah …. Artikel Pendidikan • Belajar Trading Valuta Asing (2) • Ilmu Biologi Materi dan Soal (184) • Ilmu Ekonomi Materi Dan Soal (51) • Ilmu Fisika Materi Dan Soal (63) • Ilmu Kimia Materi Dan Soal (52) • Ilmu Sosiologi Materi Dan Soal (24) • Introduction Economy (1) • Keuangan + Perbankan (42) • Matematika Contoh Soal Ujian (2) • Materi Pengetahuan Umum (79) Pengertian makromolekul: Makromolekul atau polimer adalah molekul besar, terdiri atas sejumlah satuan pembentuk.

Satuan pembentuk disebut monomer. Pengertian Polimer. Istilah polimer diambil dari bahasa Yunani yaitu poly yang berarti banyak dan kata meros yang berarti unit. Dengan demikian, senyawa polimer dapat diartikan sebagai senyawa besar yang terbentuk dari penggabungan unit unit molekul kecil yang disebut monomer ( mono = satu). Jumlah monomer yang bergabung dapat mencapai puluhan ribu sehingga massa molekul relatifnya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan.

Itulah sebabnya mengapa polimer disebut juga sebagai makromolekul. Plastik, karet, serat, kapas, protein, dan selulosa merupakan istilah umum dalam perbendaharaan kata modern yang digunakan untuk menyatakan bahan yang terbuat dari polimer.

Jenis Jenis Polimer Berdasarkan asalnya, polimer dibedakan menjadi dua jenis, yaitu polimer alam dan polimer sintetis atau buatan. 1). Monomer dari dakron adalah Alam Polimer alam mencakup protein (seperti sutera, serat otot, dan enzim), polisakarida (pati dan selulosa), karet, dan asam- asam nukleat. Beberapa contoh polimer alam yang lain adalah protein, amilum, dan glikogen.

Penggunaan polimer alam seringkali kurang memuaskan untuk penggunaan-penggunaan yang khas, seperti karet alam akan kehilangan kekenyalan setelah terlalu lama terkena bensin.

Contoh Polimer Alam Beberapa contoh polimer alam yang lain adalah protein, amilum, selulosa, glikogen, dan asam nukleat. 2). Polimer Sintesis Buatan Karena polimer alam kurang memberikan sifat sifat yang dinginkan, kemudian para ilmuwan kimia mengembangkan polimer sintesis yang mempunyai sifat khas dan dapat dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Jadi Polimer sintetis atau polimer buatan dibuat sebagai tiruan. Contoh Polimer Sintetis Buatan Polimer sintetis meliputi plastik, karet sintetis, dan serat sintetis. Contoh dari polimer sintesis adalah plastik polietilena, PVC, polipropilena, teflon, karet neoprena, karet SBR, nilon, dan tetoron. Berdasarkan Jenis Monomer Berdasarkan jenis monomer penyusunnya, polimer dibedakan menjadi kopolimer dan homopolimer.

a). Homopolimer Homopolimer adalah polimer yang tersusun dari monomer yang sama ( tunggal).

monomer dari dakron adalah

Polietilen adalah contoh homopolimer, dibentuk hanya dari monomer etilena. Conoth Homopolimer Contoh homopolimer diantaranya adalah PVC tersusun dari monomer vinil klorida. Contoh homopolimer yang lain adalah polipropilena, polietilena, monomer dari dakron adalah, PVA b).

Kopolimer Kopolimer adalah polimer yang dibentuk oleh lebih dari satu jenis monomer. Jika etilena (CH 2=CH 2) dan propilena (CH 2=CH–CH 3) digabungkan membentuk polimer, akan terbentuk kopolimer.

Kopolimer dapat digolongkan kembali berdasarkan pada cara momoner disusun sepanjang rantai polimer. Ada kopolimer blok, ada juga kopolimer cangkok baik random maupun teratur.

Kopolimer random mengandung satuan berulang secara acak. Kopolimer teratur mengandung satuan berulang yang bergantian secara teratur. Kopolimer blok terjadi dalam blok- blok tertentu dengan Panjang berbeda. Kopolimer cangkok mempunyai rantai satu satuan berulang yang dicangkokkan pada rantai utama polimer lain.

Contoh Kopolimer Contoh: Dacron tersusun dari monomer asam tereftalat dan etanadiol. Contoh kopolimer yang lain adalah saran, polietilena tereftalat, bakelit, nilon, dan karet nitril. Reaksi Pembentukan Polimer Reaksi pembentukan polimer disebut dengan istilah reaksi polimerisasi. Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana (monomer) menjadi polimer (makromolekul).

Reaksi pembentukan polimer dikelompokkan menjadi dua, yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Polimerisasi Adisi Polimerisasi adisi adalah penggabungan molekul- molekul yang berikatan rangkap membentuk rantai molekul yang panjang (polimer).

Polimerisasi adisi terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap (senyawa tak jenuh). Pada pembentukan ini, jumlah monomer yang bergabung membentuk polimer jumlah atom tetap.

Polimerisasi terjadi dengan bantuan suatu katalisator (misalnya peroksida), maka ikatan rangkapnya terbuka dan monomer- monomer dapat langsung berikatan. Contoh Pelomerisasi Adisi Reaksi polimerisasi adisi dari alkena membentuk polialkena.

Secara umum, reaksi polimerisasi adisi dapat dirumuskan sebagai berikut. Reaksi polimerisasi adisi dari alkena membentuk polialkena Contoh Polimerisasi Adisi adalah pembentukan polietilena (polietena) Polimerisasi adisi dapat berlangsung dengan bantuan katalisator.

Contoh Reaksi Pembentukan Polimer dari etena menjadi polietilena seperti berikut Etena –> Polietilena CH 2=CH 2 –> —CH 2-CH 2— Contoh Reaksi Polimerisasi Pembentukan Teflon dari Terafluoroetilena.

Terafluoroetilena –> Teflon nCF 2=CF 2 –> —CF 2-CF 2— Reaksi polimerisasi adisi banyak dimanfaatkan pada industry plastic dan karet.

Polimer- polimer monomer dari dakron adalah terbentuk melalui reaksi polimerisasi adisi antara lain polietena (PE), polivinil klorida (PVC), karet alam, teflon, dan polipropena.

Tabel Contoh Reaksi Pembentukan Polimerisasi Adisi Tabel Contoh Reaksi Pembentukan Polimerisasi Adisi Tahap Polimerisasi Adisi Polimerisasi adisi terjadi dalam tiga tahap, yaitu pemicuan, perambatan, dan pengakhiran. Oleh karena pembawa rantai dapat berupa ion atau radikal bebas maka polimerisasi adisi digolongkan ke dalam polimerisasi radikal bebas dan polimerisasi ion.

1) Radikal Bebas Radikal bebas biasanya dibentuk melalui penguraian zat kurang stabil dengan energi tertentu. Radikal bebas menjadi pemicu pada polimerisasi. Zat pemicu berupa senyawa peroksida, seperti dibenzoil peroksida dan azodiisobutironitril. Jika radikal bebas dinyatakan dengan R• dan molekul monomer dinyatakan dengan CH 2=CHX maka tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut. R• + H 2C = CHX → R – CH 2 – CHX• Tahap perambatan adalah perpanjangan ( elongasi) radikal bebas yang terbentuk pada tahap pemicuan dengan monomer-monomer lain: R – CH 2 – CHX• + CH 2=CHX → R – CH 2 – CHX – CH 2 – CHX• Tahap pengakhiran dapat terjadi dengan cara berikut.

R —CH 2 – CHX• + • XHC – H 2C—R → R—CH 2– CHX – XHC – H 2C—R atau melalui reaksi disproporsionasi: R—CH 2–CHX• + •XHC–H 2C—R → R—CH 2–CH 2X + XHC=HC—R 2) Polimerisasi Ionik Polimerisasi adisi dapat terjadi melalui mekanisme yang tidak melibatkan radikal bebas.

Dalam hal ini, pembawa rantai dapat berupa ion karbonium (polimerisasi kation) atau ion karbanion (polimerisasi anion).

monomer dari dakron adalah

Katalis Polierisasi Kation Dalam polimerisasi kation, monomer pembawa rantai adalah ion karbonium. Katalis untuk reaksi ini adalah asam Lewis, seperti AlCl 3, BF 3, TiCl 4, SnCl 4, H 2SO 4, dan asam kuat lainnya. Polimerisasi radikal bebas memerlukan energi atau suhu tinggi, sebaliknya polimerisasi kation paling baik dilakukan pada suhu rendah.

Misalnya, polimerisasi 2–metilpropena berlangsung optimum pada –100 oC dengan adanya katalis BF 3 atau AlCl 3. Polimerisasi kation terjadi pada monomer yang memiliki gugus yang mudah melepaskan elektron. Dalam polimerisasi yang dikatalis oleh asam, tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut.

Katalis Asam, Tahap Pemicuan Polimerisasi Kation HA monomer dari dakron adalah molekul asam, seperti HCl, H 2SO4, dan HClO 4. Pada tahap pemicuan, proton dialihkan dari asam ke monomer sehingga menghasilkan ion karbonium (C +). Perambatan berupa adisi monomer terhadap ion karbonium, prosesnya hampir sama dengan perambatan pada radikal bebas.

Tahap Perambatan Polimerisasi Kation Pengakhiran (berakhirnya Reakasi) rantai dapat terjadi melalui berbagai proses. Proses paling sederhana adalah penggabungan ion karbonium dan anion pasangannya (disebut ion lawan). Tahap Pengakhiran polimerisasi kation Polimerisasi Anion Dalam polimerisasi anion, monomer pembawa rantai adalah suatu karbanion (C –).

Dalam hal ini, monomer pembawa rantai adalah yang memiliki gugus dengan keelektronegatifan tinggi, seperti propenitril (akrilonitril), 2–metilpropenoat (metil metakrilat), dan feniletena (stirena). Katalis Polimerisasi Anion Seperti polimerisasi kation, reaksi polimerisasi anion optimum pada suhu rendah. Katalis yang dapat dipakai adalah logam alkali, alkil, aril, dan amida logam alkali. Contohnya adalah kalium amida (KNH 2) yang dalam pelarut ammonia cair dapat mempercepat polimerisasi monomer CH 2=CHX dalam amonia.

Kalium amida akan terionisasi kuat sehingga pemicuan dapat berlangsung seperti berikut. Reaksi Tahap Pemicuan Polimerisasi Anion Perambatan merupakan adisi monomer pada karbanion yang dihasilkan, yaitu Reaksi Tahap Perambatan Polimerisasi Anion Proses pengakhiran (berakhirnya reakasi) pada polimerisasi anion tidak begitu jelas seperti pada polimerisasi kation.

Hal ini disebabkan penggabungan rantai anion dengan ion lawan (K +) tidak terjadi. Namun demikian, jika terdapat sedikit air, karbon dioksida, atau alkohol akan mengakhiri pertumbuhan rantai.

• Polimerisasi Kondensasi Pada polimerisasi kondensasi, monomer- monomer saling berkaitan dengan melepas molekul kecil, seperti H 2O dan metanol. Polimerisasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujung rantainya. Jadi Polimer kondensasi disusun oleh monomer yang mempunyai gugus fungsional.

Karena pembentukannya melepaskan molekul air, maka jumlah atom monomer tidak sama dengan jumlah atom yang terdapat dalam polimer. Pada polimer kondensasi monomer pembentuknya homopolymer dan dapat juga kopolimer. Contoh Polimerisasi Kondensasi Contoh Reaksi Polimerisasi Kondensasi adalah Pembentukan Polietilen glikol dari etilen glikol. Reaksinya adalah sebagai berikut Etilen Glikol –> Polietilen Glikol + Air HOCH 2-CH 2OH –> —OCH 2-CH 2— + H 2O Ciri khas dari reaksi polimerisasi kondensasi adalah monomernya mengandung gugus fungsi dan dihasilkannya produk samping, seperti H 2O, HCl, NH 3, dan CH 3COOH.

Produk samping ini merupakan gabungan dari gugus fungsi setiap monomer. Senyawa yang diproduksi melalui reaksi polimerisasi kondensasi, di antaranya adalah protein, nilon, dan plastik polietilentereftalat (PET).

Pada polimerisasi kondensasi tidak terjadi pengakhiran. Polimerisasi berlangsung terus sampai tidak ada lagi gugus fungsi yang dapat membentuk polimer. Namun demikian, reaksi polimerisasi dapat dikendalikan dengan mengubah temperatur. Misalnya, reaksi dapat dihentikan dengan cara pendinginan, namun reaksi polimerisasi dapat terjadi lagi ketika temperatur dinaikkan. Tabel Contoh Reaksi Pembentukan Polimerisasi Kondensasi Tabel Contoh Reaksi Pembentukan Polimerisasi Kondensasi Penggolongan Jenis Polimer Polimer dapat digolongkan berdasarkan asalnya, jenis monomer pembentuk, sifat dan kegunaan.

Berdasarkan Asalnya Berdasarkan asalnya, polimer dibedakan menjadi polimer alam dan polimer sintetis. 1). Polimer Alam Polimer alam adalah polimer yang telah tersedia di alam dan terbentuk secara alami.

Contoh: Karet alam (poliisoprena) Rumus Struktur Polimer Alam Poliisoprena Beberapa contoh polimer alam yang lain adalah protein, amilum, selulosa, glikogen, dan asam nukleat. 2). Polimer Sintetis Polimer sintetis atau polimer buatan dibuat sebagai tiruan.

Polimer sintetis meliputi plastik, karet sintetis, dan serat sintetis. Contohnya plastik polietilena, PVC, polipropilena, teflon, karet neoprena, karet SBR, nilon, dan tetoron. Berdasarkan Jenis Monomer Berdasarkan jenis monomer penyusunnya, polimer dibedakan menjadi kopolimer dan homopolimer. 1). Kopolimer Kopolimer adalah polimer yang tersusun dari monomer yang berbeda. Contoh: Dacron tersusun dari monomer asam tereftalat dan etanadiol.

Contoh kopolimer yang lain adalah saran, polietilena tereftalat, bakelit, nilon, dan karet nitril. Rumus Struktur Kopolimer Dacron Dari Monomer Asam Tereftalat Dan Etanadiol 2). Homopolimer Homopolimer adalah polimer yang tersusun dari monomer yang sama Contoh: PVC tersusun dari monomer vinil klorida. Contoh homopolimer yang lain adalah polipropilena, polietilena, teflon, PVA Berdasarkan Sifatnya terhadap Panas Berdasarkan sifatnya terhadap panas, polimer dibedakan menjadi polimer termoseting dan polimer termoplas.

1). Polimer Termoseting Polimer termoseting artinya hanya dapat dipanaskan satu kali yaitu pada saat pembuatannya sehingga apabila pecah tidak dapat disambung Kembali dengan pemanasan atau dicetak ulang dengan pemanasan.

Polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antarrantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Contoh polimer termoseting adalah bakelit, melamin, Plastik urea formaldehida, Plastik bakelit (fenol metanal).

2). Polimer Termoplas Polimer termoplas dapat dipanaskan berulang-ulang karena polimer ermoplas melunak bila dipanaskan dan mengeras bila didinginkan sehingga apabila pecah dapat disambung kembali dengan pemanasan atau dicetak ulang dengan pemanasan. Polimer termoplas terdiri dari molekul-molekul rantai lurus atau bercabang dan tidak ada ikatan silang antarrantai seperti pada polimer termoseting. Contoh: polietena, PVC, polistirena. Fungsi Manfaat Polimer Beberapa polimer dan kegunanaannya diantaranya adalah: Plastik Polimerisasi adisi dari monomer-monomer berikatan rangkap menghasilkan bermacam-macam plastik 1).

Polietilena Polietilena merupakan polimer yang terbentuk dari polimerisasi adisi etena. Rumus Umum Struktur Polietilena Sifat-sifat dan kegunaan polietilena adalah: – titik leleh 110°C, – melunak dalam air panas, – digunakan untuk botol fleksibel, film, monomer dari dakron adalah, dan isolator listrik. 2). Polipropilena Polipropilena memiliki sifat hampir sama dengan polietilena, hanya polipropilena lebih kuat dibanding polietilena.

Polipropilena tersusun dari molekul-molekul propena seperti berikut Rumus Struktur Pembentuk Polimer Polipropilena Sifatnya polipropilena adalah kerapatan besar sehingga banyak digunakan untuk bahan tali plastik, fiber, botol, karung, bahan perahu. 3). PVC (PolyvinilChloride) PVC (polivinilklorida) merupakan polimer jenis plastik yang tersusun dari vinil klorida melalui polimerisasi adisi. Polimer PVC merupakan polimer yang dibentuk oleh monomer kloro etilen (CH 2=CHCl) dapat ditunjukkan seperti reaksi berikut Rumus Struktur Pembentuk Polimer PVC (Polyvinil Chloride) PVC merupakan plastik yang keras, kaku, dan mudah rusak, dapat monomer dari dakron adalah untuk membuat pipa, tongkat, dan pelapis lantai.

Sifatnya PVC adalah lebih tahan api daripada politena, lebih kuat dari politena, sehingga lebih banyak sebagai bahan pembungkus kabel, piringan hitam. 4). Teflon (PTFE) Nama ilmiah dari teflon adalah politetrafluoroetilena yang disingkat dengan PTFE.

Dipasaran, polimer PTEE diperdagangkan dengan nama Teflon. Polimer Teflon dihasilkan dari proses polimerisasi adisi senyawa turunan monomer dari dakron adalah yaitu tetrafluoroetilena (CF 2 = CF 2).

monomer dari dakron adalah

Teflon yang terbentuk dari monomer- monomer tetrafluorotena dapat dinyatakan dengan reaksi seperti berikut Rumus Struktur Penyusun Polimer Teflon PTFE Politetrafluoroetilena Teflon bersifat sangat ulet, kenyal, tahan terhadap zat kimia, tak mudah terbakar, isolator listrik yang baik, dan mampu melumasi diri serta tidak menempel.

Panci untuk memasak/menggoreng menggunakan pelapis teflon, sehingga tidak memerlukan minyak yang banyak, tidak mudah gosong, serta mudah mencucinya. Sifat teflon adalah titik leleh 327°C, tahan terhadap panas, sangat stabil, sangat keras, gesekan kecil dan lentur, tahan terhadap zat kimia, Karena sifat yang dimilikinya, maka Teflon banyak digunakan untuk alat-alat yang tahan terhadap bahan kimia, misalnya pelapis tangki bahan kimia, pelapis panci antilengket (untuk salutan alat masak).

5). Polistirena Polistirena adalah polimer yang tersusun atas monomer stirena seperti ditunjukkan pada persamaan reaski berikut Reaksi Rumus Struktur Pembentukan Polimer Polistirena Sifat Polistirena adalah rapuh, kenyal, digunakan untuk pembungkus/ isolasi.

Polistirena digunakan untuk membuat monomer dari dakron adalah minuman ringan, isolasi, dan untuk kemasan makanan. 6). PVA (Polivinil Asetat) PVA (polivinil asetat) adalah polimer yang tersusun dari monomer-monomer vinil asetat. Rumus struktur pembentukan PVA adalah seperti berikut Rumus Struktur Pembentukan Polimer PVA (Polivinil Asetat) PVA digunakan untuk pengemulsi cat dan untuk lem.

Lem yang secara luas banyak digunakan adalah kayu dan lem pada percetakan buku. 7). Polimetil Metakrilat (PMMA) Polmetilmetakrilat (PMMA) merupakan senyawa homopolimer yang dibentuk dari reaksi polimerisasi adisi senyawa metil metakrilat.

Senyawa ini juga dikenal dengan nama dagang flexiglass (gelas yang fleksibel). Polimetil metrakilat yang tersusun dari ester metil metakrilat memenuhi persamaan reaksi berikut Rumus Struktur Pembentuk Polimer Polimetil Metakrilat (PMMA) Polimetil metakrilat merupakan plastik bening, keras, tetapi ringan sehingga digunakan untuk pengganti gelas, misalnya kaca jendela pesawat terbang.

Pemanfaatannya sebagai bahan pencampur gelas dan pencampur logam, dan yang paling mudah dikenali adalah bahan digunakan untuk lampu belakang mobil ataupun kaca jendela pesawat terbang. 8). Bakelit Polimer bakelit merupakan plastik termoseting yang dihasilkan dari suatu kopolimer kondensasi antara metanal dan fenol. Bakelit merupakan polimer termoseting yang tersusun dari fenol dan formaldehid dan rumus struktur serta reaksinya dapat dinyatakan seperti berikut Rumus Struktur Pembentukan Polimer Bakelit Sifat bakelit diantaranya adalah jenis termoset, tahan guncangan.

Bakelit digunakan untuk pembuatan peralatan listrik atau digunakan untuk kaca kendaraan perang atau kapal. Karet Karet merupakan polimer yang mempunyai daya pegas atau kemampuan meregang dan kembali ke keadaan semula dengan cepat. Karet digunakan sebagai perekat, ban mobil, barang mainan, dan sebagainya. Contoh selain karet alam juga terdapat karet sintesis seperti nitril, silikon, dan polibutadiena. Karet Alam Karet alam tersusun dari monomer-monomer isoprena atau 2 metil 1,3 betadiena.

Rumus struktur monomer dan polimer karet alam adalah seperti berikut Rumus Struktur Pembentuk Karet Alam Poliisoprena Karet alam bersifat lunak, lekat, dan mudah dioksidasi. Agar menjadi lebih keras dan stabil dilakukan vulkanisasi, yaitu karet alam dipanaskan pada suhu 150°C, dengan sejumlah kecil belerang. Dengan cara ini ikatan rangkap pada karet terbuka kemudian terjadi ikatan jembatan belerang di antara rantai molekulnya. Karet diekstraksi dari lateks (getah pohon karet), hasil vulkanisirnya digunakan untuk ban kendaraan.

Karet Sintetis Karet sintetik merupakan kopolimer yang terbentuk dari dua monomer yaitu stirena dan 1,3 butadiena disingkat dengan SBR. Rantai polimer senyawa karet sintetis dapat berikatan membentuk ikatan silang dengan atom belerang (sulfide) melalui proses vulkanisasi, sehingga karet sintetik memiliki sifat keras dan kuat. Cocok untuk ban mobil 1). Neoprena (Kloroprena) Neoprena adalah polimer yang dibuat dari monomer -monomer 2 kloro1,3 butadiena seperti ditunjukkan pada reaksi berikut Rumus Struktur Monomer Dan Pembentuk Polimer Neoprena (Kloroprena) Sifat dan kegunaan neoprena adalah tahan terhadap bensin, minyak tanah, dan lemak sehingga digunakan untuk membuat selang karet, sarung tangan, tapak sepatu, dan sebagainya.

2). Karet Nitril Karet nitril adalah plomer yang tersusun dari monomer butadiena dan akrilonitril. Rumus struktur karet nitril adalah sebagai berikut Rumus Struktur Monomer dan Pembentuk Polimer Karet Nitril Karet nitril memiliki sifat tahan terhadap bensin, minyak dan lemak, digunakan untuk membuat selang. 3). SBR Styrena Butadiena Rubber SBR ( Styrena Butadiena Rubber) adalah polimer yang tersusun dari monomer stirena dan butadiena.

Reaksi dan rumus struktur dari polimer SBR seperti berikut Rumus Struktur Monomer dan Pembentuk Polimer SBR Styrena Butadiena Rubber SBR merupakan karet sintetis yang paling banyak diproduksi untuk ban kendaraan bermotor. Karet Vulkanisir Sifat karet alam kurang elastis dan mudah dioksidasi karena rantai monomer dari dakron adalah berikatan rangkap. Bila karet alam dipanaskan dengan sejumlah kecil belerang akan berubah sifatnya menjadi elastis dan stabil.

Proses demikian disebut karet vulkanisir. Karet vulkanisir banyak digunakan untuk pembuatan ban kendaraan.

Serat Polimer ini dicirikan oleh modulus dan kekuatannya yang tinggi, daya rentang yang baik, stabilitas panas yang baik, dan spinabilitas (kemampuan untuk diubah menjadi filamen-filamen). Contoh selulosa sintesis, kapas, dan wol untuk bahan pakaian. a). Nilon 66 Nilon 66 merupakan kopolimer dari heksa metilen diamina dengan asam adipat melalui polimerisasi kondensasi. Disebut nilon 66 karena masing masing monomernya mengandung monomer dari dakron adalah atom karbon Nilon 66 bersifat kuat, ringan, dan dapat ditarik tanpa retak sehingga digunakan untuk membuat tali, jala, parasit, dan tenda.

b). Orlon Orlon atau poliakrilonitril tersusun dari sejumlah n molekul akrilonitril yang dibentuk dengan reaksi berikut: Reaksi Rumus Struktur Monomer dan Pembentukan Polimer Orlon atau Poliakrilonitril Sifat orlon adalah kuat dan bersifat fiber, sehingga lebih banyak digunakan untuk karpet dan pakaian (kaos kaki, baju wol) atau untuk bahan serat tekstil lainnya.

Poliester Poliester merupakan polimer yang disusun oleh monomer ester. Penggunaan dari polimer ini adalah pengganti bahan pakaian yang berasal dari kapas. Produk yang dikenal adalah Dacron dan tetoron nama dagang sebagai serat tekstil.

Polimer ini juga dapat dikembangkan lagi dan dipergunakan sebagai pita perekam magnetic dengan nama dagang mylar. Dacron Dacron (polietilen tereftalat) merupakan kopolimer dari glikol dengan asam tereftalat melalui polimerisasi kondensasi. Rumus Struktur Reaksi Monomer Pembentukan Polimer Dacron (polietilen tereftalat Dacron adalah sebuah bahan sintetis yang cukup populer dalam kebutuhan tekstile sebagai bahan untuk pengisian boneka, guling dan juga bantal.

Dacron merupakan nama merek dagang bahan yang terbuat dari serat tekstile yang di buat oleh perusahaan dari inggris. 4). Selulosa Xantat (Rayon) Selulosa xantat dibuat dari selulosa direaksikan dengan NaOH dan CS 2. Untuk mendapatkan rayon digenerasi dengan larutan asam sulfat encer. Kegunaan Fungsi Polimer Pada Industri Polimer Konsumsi polimer sintesis dunia sekarang ini diperkirakan sebesar 70 juta metrik ton per tahun. Hampir 56 % diantaranya terdiri atas plastik, 18 % serat, dan 11 % karet sintesis.

Adapun klasifikasi utama dari industri polimer adalah plastik komoditi, plastik teknik, serat dan karet. 1). Monomer dari dakron adalah Komoditi Plastik komoditi jumlahnya relative tinggi, harganya murah, dan dipakai dalam bentuk barang yang bersifat pakai buang (disposable), seperti lapisan pengemas, barang mainan, perabotan, pipa, botol, dan karpet. Contoh Plastik Komoditi a).

monomer dari dakron adalah

Polietilena untuk lapisan pengemas, botol, dan mainan. b). Polipropilena untuk tali, karpet, dan film. c). Polistirena untuk bahan pengemas, isolasi busa, dan perabotan rumah. 2) .Plastik Teknik Plastik teknik lebih mahal harganya, jumlahnya relatif rendah, memiliki sifat mekanik yang unggul, dan memiliki daya tahan yang lebih baik.

Plastik teknik banyak digunakan dalam bidang transportasi, perumahan, mesin bisnis, mesinmesin industri, dan instalasi pipa ledeng. Contoh Plastik Teknik a). Asetal untuk bahan-bahan perumahan. b). Poliester untuk konstruksi, lambung kapal, pipa, dan tangki. c). Nilon 66 untuk serat dan obyek cetakan 3). Polimer Serat Polimer serat dicirikan oleh modulus dan kekuatannya yang tinggi, daya rentang yang baik, stabilitas panas yang baik, dan spinabilitas (kemampuan untuk diubah menjadi filamen-filamen).

Contoh Polimer Serat Contoh selulosa sintesis adalah, kapas, dan wol untuk bahan pakaian. 4). Polimer Karet Karet adalah polimer yang memperlihatkan sifat elastiaitas tinggi atau daya pegas atau kemampuan meregang dan kembali ke keadaan semula dengan cepat. Karet banyak digunakan sebagai perekat, ban mobil, barang mainan, dan sebagainya. Contoh selain karet alam juga terdapat karet sintesis seperti nitril, silikon, dan polibutadiena.

Sifat Panas Polimer Berdasarkan respon terhadap panas, polimer dapat dibedakan menjadi dua yaitu polimer termoseting dan polimer termoplas. a). Polimer Termoseting Polimer termoseting merupakan polimer yang hanya dapat dipanaskan satu kali yaitu pada saat pembuatannya.

Apabila pecah tidak dapat disambung kembali dengan cara pemanasan atau dicetak ulang dengan pemanasan. Polimer termoseting terbentuk dari ikatan silang antarrantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku.

Contoh Polimer Termoseting Contoh Polimer Termoseting diantaranya adalah bakelit, melamin, Plastik urea formaldehida, Plastik bakelit (fenol metanal). b). Polimer Termoplastik Polimer termoplastik adalah polimer yang dapat dipanaskan berulang- ulang karena polimer termoplas melunak bila dipanaskan dan mengeras bila didinginkan. Apabila pecah dapat disambung kembali dengan cara pemanasan atau dicetak ulang dengan pemanasan. Polimer termoplas terbentuk dari molekul- molekul rantai lurus atau bercabang dan tidak ada ikatan silang antarrantai seperti pada polimer termoseting.

Contoh Polimer Termoplastik Contoh Polimer Termoplastik diantarnya adalah polietena, PVC, polistirena. Dampak Penggunaan Polimer dan Penangan Limbah Polimer Penggunaan polimer sintetis khususnya polimer jenis plastik dapat menimbulkan masalah lingkungan. Meskipun plastin tidak beracun, namun pembuangan limbah pabrik sangat mencemari tanah karena tidak terurai oleh mikroorganisme.

Sedangkan pembakaran plastik dan karet dapat mencemari udara karena menghasilkan gas-gas yang bersifat racun dan korosi seperti HCl, oksida- oksida belerang dan oksida-oksida karbon. Untuk dapat mencegah atau mengurangi pencemaran akibat limbah polimer dapat dilakukan dengan cara daur ulang.

Limbah plastik dikumpulkan, dipisahkan, dilelehkan, dan dibentuk ulang menjadi bentuk-bantuk lain yang bermanfaat. Selain dengan daur ulang, perlu dikembangkan jenis plastik yang terbiodegradasi agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Beberapa Singkatan Senyawa Kimia Polimer PP = Phenolptalin EDTA = Etilendiamintetra Asetat TEL = Tetra Etil Lead PVC = Polivinil Clorida PVA = Polivinil Asetat BHA = Butil Hidrosi Anisol BHT = Butil Hidrosi Toluen MSG = Monosodium Glutamat BHC = Benzena Hekta Clorida TNT = Trinitro Toluena ABS = Alkil Benzena Sulfonat • Hidrolisis Garam: Pengertian Sifat Rumus Tetapan Reaksi Hidrolisis Garam Basa Kuat Asam Lemah Contoh Soal Perhitungan 7 • Faktor Mempengaruhi Laju Reaksi Kimia: Konsentrasi Suhu Katalis Luas Contoh Soal Pembahasan • Elektrolisis Elektrokimia: Sel Volta Galvani Reaksi Katoda Anoda Contoh Soal Rumus Perhitungan 14 • Larutan Penyangga Buffer: Pengertian Prinsip Kerja Sifat Manfaat Jenis Cara Buat Contoh Soal Rumus Perhitungan pH 7, • 1 • 2 • 3 • 4 • 5 • 6 .• 13 • >> Daftar Pustaka: • Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Monomer dari dakron adalah Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.

• Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung. • Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung • Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta. • Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta, • Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.

• Rangkuman Ringkasan: Polimer adalah makromolekul yang biasanya memiliki bobot molekul tinggi, dibangun dari pengulangan unitunitnya. • Pengklasifikasian yang paling sederhana dan sering dipergunakan didasari atas asal atau sumbernya, yaitu polimer alam dan polimer sintetik.

• Polimer sintetik merupakan jenis polimer yang dihasilkan melalui sintesis kimia. • Polimer alam adalah senyawa yang dihasilkan dari proses metabolisme mahluk hidup.

• Monomer adalah unit terkecil sebagai penyusun polimer. • Penggabungan molekul‐molekul kecil atau monomer menjadi molekul yang sangat besar siberi istilah reaksi polimerisasi. • Pembentukan polimer atau polimerisasi terbagi menjadi dua yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi monomer dari dakron adalah Reaksi polimerisasi adisi terjadi pada monomer-monomer tak jenuh (berikatan rangkap).

• Reaksi polimerisasi kondensasi terjadi pada monomer-monomer yang memiliki dua gugus fungsi atau lebih. • Berdasar pada asalnya, polimer dibedakan menjadi polimer alam dan polimer sintetis.

• Berdasar monomer penyusunnya, polimer dibedakan menjadi homopolimer dan kopolimer. • Berdasar sifatnya terhadap panas, polimer dibedakan menjadi polimer termoplas dan polimer termoseting • Penamaan polimer didasari oleh atas nama monomernya baik dari nama sumber ataupun nama umum, yang kedua didasari atas taktisitas dan isomernya.

• Isotaktik propilen berbentuk jika gugus metil pada posisi yang sama monomer dari dakron adalah polimer. • Sindiotaktik adalah polimer yang kedudukan atau posisi dari gugus alkil/ fenil kedudukan tidak sama namun berubah secara beraturan.

monomer dari dakron adalah

• Polimer ataktik adalah polimer yang posisi dari gugus alkil/fenil pada rantai karbonnya random. • Perbedaan utama dari polimer alam dan Polimer sintetik adalah, mudah tidaknya sebuah polimer didegradasi atau dirombak oleh mikroba. • Sifat‐sifat polimer sintetik sangat ditentukan oleh struktur polimernya seperti; panjangnya rantai; gaya antar molekul, percabangan, dan ikatan silang antar rantai polimer. • Polimer yang memiliki ikatan silang antar rantai akan memiliki sifat kaku dan membentuk bahan yang keras dan dikenal dengan termoseting • Plastik termoplas adalah plastik yang dapat dipanaskan secara berulang‐ulang.

• Jenis polietilena ada dua yaitu yang memiliki densitas (kerapatan) rendah dan polietilena yang memiliki densitas tinggi. • Polipropilena ini mirip dengan polietilen, monomer pembentuknya adalah propilena (CH 3‐CH = CH 2), berbeda dalam jumlah atom C dengan etilen. • PTFE adalah dihasilkan dari proses polimerisasi adisi senyawa turunan etilen yaitu tetrafluoroetilena (CF 2 = CF 2), polimer ini disebut juga dengan teflon.

• Polimer teflon merupakan polimer yang dibentuk oleh monomer kloro etilen (CH 2=CHCl) dan polimer ini memiliki sifat yang lebih kuat dibandingkan dengan etilen. • Polimer bakelit adalah plastik termoseting yang dihasilkan dari suatu kopolimer kondensasi antara metanal dan fenol.

• Jenis polimer Akrilat yang banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari‐hari Ada dua yaitu jenis polimetil metakrilat dan jenis serat akrilat atau orlon. • Polmetilmetakrilat (PMMA) adalah senyawa homopolimer yang dibuat dari reaksi polimerisasi adisi senyawa metil metakrilat.

• Polimer sintetik dari sutra adalah serat sintetik nylon 66 dan nylon 6. Walaupun kualitas hasilnya tidak sebaik sutra asli, namun nylon 66 dan nylon 6 sudah mendekati. Polimer ini merupakan polimer tersusun dari poliimida. • Poliester adalah sebuah polimer yang terbentuk dari monomer ester. Penggunaan dari polyester adalah sebagai pengganti kapas untuk bahan pakaian. • Karet sintetik adalah kopolimer yang dibuat dari dua jenis monomer dari dakron adalah yaitu stirena dan 1,3 butadiena disingkat dengan istilah SBR.

• Pembuangan bahan-bahan plastik dapat mencemari tanah karena sukar diuraikan oleh mikroorganisme. • Untuk mencegah pencemaran akibat pembuangan bahan plastic dilakukan daur ulang. • Polimer: Pengertian Pembetukan Polimer Adisi Kondensasi Contoh Rumus Struktur Kopolimer Homopolimer Termoplas Thermosetting Manfaat Polimer, Pengertian Contoh Rumus Struktur Pembentukan Polimer Polietilena Polipropilena, Pengertian Contoh Rumus Struktur PVC (PolyvinilChloride) Teflon (PTFE) Polistirena PVA (Polivinil Asetat) Polimetil Metakrilat (PMMA) Bakelit, Pengertian Contoh Karet Alam Sintetis Neoprena (Kloroprena) Karet Nitril SBR Styrena Butadiena Rubber Karet Vulkanisir, Pengertian Contoh Rumus Struktur Dacron (polietilen tereftalat) Selulosa Xantat Poliester (Rayon) Orlon Nilon 66 Serat, Diposkan pada - - Kategori Ilmu Kimia Materi Dan Soal Tag Bakelit, Contoh Industri Polimer, Contoh polimer, contoh polimer alam, Contoh Polimer Berdasarkan Asalnya, Contoh Polimer sintetis atau polimer buatan, Contoh Polimer Termoplastik, contoh polimerisasi kation, Contoh Produk industry polimer, Contoh Produk Polimer termoseting, contoh produk polimerisasi adisi, contoh produk polimerisasi kation anion, Contoh produk polimerisasi kondensasi, Contoh Reaksi Pembentukan Polimer polietilena, Contoh Reaksi Pembentukan Polimerisasi Adisi, Contoh Reaksi Pembentukan Polimerisasi Kondensasi, contoh reaksi polimerisasi, Contoh Reaksi Polimerisasi Adisi, Contoh Reaksi Polimerisasi Pembentukan Teflon, Contoh selulosa sintesis, Dacron, Dampak Penggunaan Polimer dan Penanganan Limbah Polimer, Fungsi Manfaat Polimer Dalam Kehidupan Sehari Hari Industri, gugus fungsi monomer polimerisasi kondensasi, Homopolimer, Industri Polimer Karet, Industri Polimer Plastik Komoditi, Industri Polimer Plastik Teknik, Industri Polimer Serat, ion karbanion pada polimerisasi anion, jenis asam Lewis, Jenis Polimer, Jenis Polimerisasi, jenis polimerisasi ion, jenis polimerisasi radikal bebas, Jumlah monomer dalam polimer, Karet, Karet Alam, Karet Nitril, Karet Sintetis, Karet Vulkanisir, katalis reaksi monomer dari dakron adalah kation, katalisator Polimerisasi adisi, keterbatasan polimer alam, konsumsi polimer sintetis dunia, Kopolimer, kopolimer blok, kopolimer cangkok random maupun teratur, Manfaat Polimer alam monomer dari dakron adalah buatan sintetis, Monomer Pembentuk Polimerisasi Kondensasi, Monomer penyusun polimer kondensasi, Neoprena (Kloroprena), Nilon 66, pengertian cantoh polimerisasi Radikal Bebas, Pengertian Contoh Homopolimer, Pengertian Contoh Karet Alam Sintetis Neoprena (Kloroprena) Karet Nitril SBR Styrena Butadiena Rubber Karet Vulkanisir, Pengertian Contoh Kopolimer, Pengertian Contoh Poliester, Pengertian Contoh Polimer, Pengertian Contoh Polimer Karet, Pengertian Contoh Polimer Karet Sintetis, Pengertian Contoh Polimer Nilon 66 Orlon, Pengertian Contoh Polimer Serat, Pengertian Contoh Polimer Sintetis, Pengertian Contoh Polimer Termoplas, Pengertian Contoh Polimer Thermosetting, Pengertian Contoh Polimer Vulkanisir, Pengertian Contoh Reaksi Polimerisasi Adisi, Pengertian Contoh Reaksi Polimerisasi Kondensasi, Pengertian Contoh Rumus Struktur Dacron (polietilen tereftalat) Selulosa Xantat Poliester (Rayon) Orlon Nilon 66 Serat, Pengertian Contoh Rumus Struktur Monomer Pembentuk Orlon atau Poliakrilonitril, Pengertian Contoh Rumus Struktur Monomer Pembentuk Polimer Dacron (polietilen tereftalat), Pengertian Contoh Rumus Struktur Monomer Pembentukan Polimer Polipropilena, Pengertian Contoh Rumus Struktur Monomer Pembentukan Polimetil Metakrilat (PMMA), Pengertian Contoh Rumus Struktur Monomer Pembentukan PVC (PolyvinilChloride), Pengertian Contoh Rumus Struktur Monomer dari dakron adalah Pembentukan Teflon (PTFF) Polistirena, Pengertian Contoh Rumus Struktur Monomer Polimer Bakelit, Pengertian Contoh Rumus Struktur Monomer Polimer PVA (Polivinil Asetat), Pengertian Contoh Rumus Struktur Monomer Reaksi Pembentukan Polimer Neoprena (Kloroprena), Pengertian Contoh Rumus Struktur Pembentukan Plastik, Pengertian Contoh Rumus Struktur Pembentukan Polimer Polietilena, Pengertian Contoh Rumus Struktur Pembentukan Polimer Polietilena Polipropilena, Pengertian Contoh Rumus Struktur Pembentukan Polistirena, Pengertian Contoh Rumus Struktur Polimer Alam, Pengertian Contoh Rumus Struktur Polimer Homopolimer, Pengertian Contoh Rumus Struktur Polimer Karet Alam, Pengertian Contoh Rumus Struktur Polimer Karet Nitril, Pengertian Contoh Rumus Struktur Polimer Kopolimer, Pengertian Contoh Rumus Struktur Polimer SBR (Styrena Butadiena Rubber), Pengertian Contoh Rumus Struktur Monomer dari dakron adalah Selulosa Xantat (Rayon), Pengertian Contoh Rumus Struktur PVC (PolyvinilChloride) Teflon (PTFE) Polistirena PVA (Polivinil Asetat) Polimetil Metakrilat (PMMA) Bakelit, Pengertian dan contoh monomer, Pengertian dan Contoh Reaksi Polimerisasi Kondensasi, Pengertian dan Contoh Rekasi polimerisasi anion, Pengertian Homopolimer dan Kopolimer, Pengertian makromolekul, Pengertian Polimer, pengertian Polimer Termoplastik, Pengertian Polimer Termoseting, Pengertian polimerisasi adisi polimerisasi kondensasi, Penggolongan Polimer, Plastik, Poliester, Polietilena, Polimer, Polimer Alam, Polimer Berdasarkan Jenis Monomer, Polimer Berdasarkan Sifatnya terhadap Panas, Polimer Kondensasai Pembentukan Polietilen glikol, Polimer Sintesis Buatan, Polimer Sintetis, Polimer Termoplas, Polimer Termoseting, Polimer: Pengertian Pembetukan Polimer Adisi Kondensasi Contoh Rumus Struktur Kopolimer Homopolimer Termoplas Thermosetting Manfaat Polimer, Polimerisasi Adisi, Polimerisasi Ionik, polimerisasi kation, Polimerisasi Kondensasi, Polimetil Metakrilat (PMMA), Polipropilena, produk samping polimerisasi kondensasi, Proses pengakhiran polimerisasi, PVA (Polivinil Asetat), PVC (PolyvinilChloride), Reaksi Pembentukan Polimer, Reaksi polimerisasi, Reaksi polimerisasi adisi pada industry plastic dan karet, Rumus Struktur Kopolimer Dacron Dari Monomer Asam Tereftalat Dan Etanadiol, Rumus Struktur Polimer Alam Poliisoprena, SBR Styrena Butadiena Rubber, Selulosa Xantat (Rayon), serat, Sifat Panas Polimer, tahap pemicuan polimerisasi, tahap pengakhiran polimerisasi, tahap perambatan polimerisasi, Tahap Polimerisasi Adisi, Teflon (PTFE), Temperatur reaksi polimerisasi kation anion
Jawaban yang benar adalah C.

Dakron merupakan polimer sintetis yang pembuatannya melalui polimerisasi kondensasi, yaitu dengan cara melepas molekul air. Dakron itu merupakan kopolimer yang terbentuk dari 2 monomer.

monomer dari dakron adalah

Monomer yang digunakan untuk pembentukan dakron adalah etil glikol dan dimetil tereftalat. Dengan demikian, monomer dari dakron adalah asam tereftalat dan etilen glikol.

Dakron itu merupakan kopolimer yang terbentuk dari 2 monomer. Monomer yang digunakan untuk pembentukan dakron adalah etil glikol dan dimetil tereftalat. Dakron termasuk ke dalam poliester, Dakron memiliki struktur yang linier dan tidak ada percabangan.

Sifat dakron yaitu memiliki sifat yang tipis, elastis, transparan dan kuat. Dakron itu merupakan polimer termoplastik. Polimer termoplastik adalah polimer yang memiliki sifat tidak tahan panas. Jika polimer ini dipanaskan, maka akan menjadi lunak dan jika di dinginnya maka akan mengeras. Dakron merupakan polimer yang dibuat dengan cara kondensasi.

Dakron dibuat dengan cara yang sama dengan pembuatan Ester, perbedaannya adalah pada kedua gugus fungsi yang digunakan dalam pembentukan polimer. Dakron dibuat dari etilen glikol dan dimetil tereftalat dengan memisahkan molekul air (-H dari alkohol dan -OH dari Ester). Proses pembuatan dakron : • Esterifikasi Esterifikasi merupakan tahap pembentukan monomer.

Proses ini langsung karena gugus karboksil (-COOH) dari asam tereftalat dapat dengan mudah bereaksi dengan etilen glikol sehingga tidak memerlukan katalis. 2. Polikondensasi Polikondensasi merupakan proses penggabungan monomer-monomer yang membentuk suatu polimer. Panjang polimer yang terbentuk dari reaksi ini dinyatakan dalam derajat polimerisasi yang sangat dipengaruhi oleh suhu dan lama reaksi melalui putaran pengadukan yang dilakukan degan bertahap.

Reaksi Pembentukan Dakron Kegunaan Dakron • Sebagai serat plastik. • Sebagai pita perekam magnetik. • Sebagai balon cuaca yang dikirim stratosfir. • Sebagai bahan utama dalam pembuatan kerajinan tekstil.

• Sebagai kemasan minuman • Sebagai pembuatan kaca jendela pesawat terbang, lampu belakang mobil “ jika kamu tidak mengejar apa yang kamu inginkan, maka kamu tidak akan pernah memilikinya.

Jika kamu tidak bertanya, maka jawabannya adalah tidak. Jika kamu tidak mengambil langkah maju, maka kamu akan selalu berada di tempat yang sama. ” -Nora Roberts. Semoga bermanfaat^^
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Monomer dari dakron adalah • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
Dakron bahan ini sering di temukan pada isi bantalgulingatau boneka.

Guna dakron untuk membuat bantal atau guling terasa empuk dan juga sebagai pengganti kapas yang dahulu digunakan pada isi bantal atau kasurkarena kapas berdebu dan tidak tahan lama maka di gantilah dengan dakron. Dakron monomer dari dakron adalah kopolimer yaitu polimer yang memiliki monomer penyusun yang berbeda-beda.

Monomer-monomer yang digunakan untuk pembentukan dakron adalah etanadiol dan asam tereftalat Reaksi asam tereftalat dan etanadiol merupakan reaksi esterifikasi maka dari itu dakron merupakan salah satu poliester. Sifat-sifat Dakron antara lain : • bersifat termoplastik yaitu polimer yang mempunyai sifat tidak tahan panas dan akan mengeras jika di dingin kan • mudah di renggangkan • fleksibel • dapat di daur ulang Terima kasih sudah membaca monomer dari dakron adalah.

semoga informasi ini dapat menambah wawasanMonomer adalah sebuah atom atau molekul kecil yang dapat mengikat secara kimia dengan monomer lain untuk membentuk Polimer (berarti banyak bagian). Polimer didefinisikan sebagai molekul besar yang terdiri dari unit yang berulang secara struktural. Ikatan monomer bersama untuk membentuk polimer selama reaksi kimia disebut dengan Polimerisasi, di mana dua molekul terhubung bersama dengan berbagi elektron. Istilah Monomer berasal dari kata Yunani “mono” berarti “satu” dan “meros” berarti “bagian”.

Monomer alami yang paling umum adalah glukosa yang terkait dalam ikatan glikosidik menjadi polimer seperti selulosa dan pati. Glukosa menyusun lebih dari 76% dari berat semua tanaman. Paling sering istilah monomer merujuk pada molekul organik yang membentuk polimer sintetik, misalnya vinil klorida yang digunakan untuk menghasilkan polimer polivinil klorida. Apa itu Monomer Monomer adalah molekul kecil atau sederhana yang membentuk unit struktural dasar atau esensial dari molekul yang lebih besar atau lebih kompleks yang disebut polimer.

Monomer adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti mono, satu dan kerapu, bagian. Ketika satu monomer berikatan dengan yang lain, dimer terbentuk. Ketika ini pada gilirannya bergabung dengan monomer lain, ia membentuk trimer, dan seterusnya sampai membentuk rantai pendek yang disebut oligomer, atau rantai yang lebih panjang yang disebut polimer. Monomer mengikat atau mempolimerisasi melalui pembentukan ikatan kimia dengan berbagi pasangan elektron; yaitu, mereka bergabung dengan ikatan kovalen.

Pada gambar atas kubus mewakili monomer, monomer dari dakron adalah dihubungkan pada dua sisi (dua tautan) untuk memunculkan menara miring. Ikatan monomer ini dikenal sebagai polimerisasi. Monomer dari jenis yang sama atau berbeda dapat dihubungkan, dan jumlah ikatan kovalen yang dapat mereka bangun dengan molekul lain akan menentukan struktur polimer yang mereka bentuk (linear, rantai miring atau struktur tiga dimensi). Ada berbagai macam monomer, di antaranya adalah monomer yang berasal dari alam.

Ini termasuk dan merancang molekul organik yang disebut biomolekul, hadir dalam struktur makhluk hidup. Misalnya, asam amino yang membentuk protein; unit karbohidrat monosakarida; dan mononukleotida yang membentuk asam nukleat.

Ada juga monomer sintetis, yang memungkinkan untuk menghasilkan berbagai produk polimer inert yang tak terhitung banyaknya, seperti cat plastik.

Dua dari ribuan contoh yang dapat diberikan dapat disebutkan, seperti tetrafluoroetilena, yang membentuk polimer yang dikenal sebagai Teflon, atau fenol dan monomer formaldehida, yang membentuk polimer yang disebut bakelite. Ciri-ciri Monomer 1. Monomer dihubungkan oleh ikatan kovalen Atom yang terlibat dalam pembentukan monomer disatukan oleh ikatan yang kuat dan stabil seperti ikatan kovalen.

Demikian juga, monomer mempolimerisasi atau mengikat dengan molekul monomer lain melalui ikatan ini, memberikan kekuatan dan stabilitas pada polimer. Ikatan kovalen ini antara monomer dapat dibentuk oleh reaksi kimia yang akan tergantung pada atom yang membentuk monomer, pada keberadaan ikatan rangkap dan pada karakteristik lain yang menghadirkan struktur monomer. Proses polimerisasi dapat dengan salah satu dari tiga reaksi berikut: dengan kondensasi, adisi atau oleh radikal bebas.

Masing-masing dari mereka memiliki mekanisme dan monomer dari dakron adalah pertumbuhannya sendiri. 2. Fungsi Monomer dan Struktur Polimer Monomer dapat dihubungkan dengan setidaknya dua molekul monomer lainnya. Sifat atau karakteristik monomer ini adalah apa yang dikenal sebagai fungsi monomer, dan inilah yang memungkinkan mereka untuk menjadi unit struktural makromolekul. Monomer dapat bifungsional atau polifungsional, tergantung pada situs monomer aktif atau reaktif; yaitu, dari atom-atom dalam molekul yang dapat berpartisipasi dalam pembentukan ikatan kovalen dengan atom-atom dari molekul lain atau monomer.

Ciri monomer ini juga penting, karena terkait erat dengan struktur polimer yang dibentuknya, sebagaimana dirinci di bawah ini.

Bifungsionalitas: Polimer linier Monomer bersifat bifungsional ketika mereka hanya memiliki dua situs yang mengikat dengan monomer lain; yaitu, monomer hanya dapat membentuk dua ikatan kovalen dengan monomer lain dan hanya membentuk polimer linier. Di antara polimer linier dapat disebutkan sebagai contoh etilena glikol dan asam amino. Monomer Polifungsional – Polimer tiga dimensi Ada monomer yang dapat dihubungkan dengan lebih dari dua monomer dan merupakan unit struktural dengan fungsi tertinggi.

monomer dari dakron adalah

Mereka disebut polifungsional dan mereka yang menghasilkan makromolekul polimer bercabang, jaringan atau tiga dimensi; seperti polietilen, misalnya. Berapakah berat molekul Monomer? Senyawa-senyawa dengan berat molekul rendah yang tersusun dari monomer juga disebut sebagai dimer, trimer, tetramer, pentamer dan oktamer, 20-mer dll, masing-masing jika mereka memiliki 2, 3,4,5,8 atau 20 unit monomer.

Sejumlah unit monomer ini dapat diindikasikan dengan awalan Yunani, misalnya, dekamer terbentuk dari 10 monomer. Sejumlah besar umumnya dinyatakan dalam bahasa Inggris atau bukan dalam Bilangan Yunani. Molekul yang terbuat dari sejumlah unit kecil, sampai beberapa lusin dikenal sebagai oligomer. Apakah Contoh Monomer alami? Monomer adalah sebuah atom atau molekul kecil yang dapat mengikat secara kimia dengan monomer lain untuk membentuk Polimer (berarti banyak bagian).

Polimer didefinisikan sebagai molekul besar yang terdiri dari unit yang berulang secara struktural. Asam amino adalah monomer alami yang dipolimerisasi pada ribosom untuk membentuk protein.

Nuklotida yang merupakan monomer yang ditemukan dalam inti sel dipolimerisasi untuk membentuk asam nukleat yakni DNA dan RNA. Monomer glukosa dapat dipolimerisasi untuk membentuk pati, glikogen atau selulosa. Monomer xilosa (gula kayu) dapat dipolimerisasi untuk membentuk Xylan. Monomer dari dakron adalah semua kasus ini, atom hidrogen dan gugus hidroksil (OH) hilang untuk membentuk, air (H2O) dan oksigen (O2) Link atom setiap unit monomer.

Karena pembentukan air sebagai salah satu produk, reaksi ini dikenal sebagai reaksi dehidrasi atau kondensasi. Isoprena merupakan monomer alami dan berpolimerisasi untuk membentuk karet alam, paling sering cis-1,4-poliisoprena. Apa contoh Monomer dan Polimer? Ada banyak contoh monomer dan polimer sintetis. Hidrokarbon, seperti fenil etilena dan fenil etana adalah monomer yang digunakan untuk membuat plastik termasuk polistiren, yang merupakan salah satu plastik yang paling banyak digunakan.

Monomer sintetis umum lainnya termasuk asam akrilik dan akrilik amida. Persatuan monomer yang setara Monomer dapat membentuk berbagai jenis polimer. Jenis monomer yang sama atau sama dapat dihubungkan dan menghasilkan apa yang disebut homopolimer. Sebagai contoh dapat disebutkan Stirena, monomer yang membentuk Polistirena. Pati dan selulosa juga merupakan contoh homopolimer yang dibentuk oleh rantai monomer glukosa bercabang panjang. Persatuan monomer yang berbeda Penyatuan monomer yang berbeda membentuk kopolimer.

Unit diulang dalam jumlah, urutan atau urutan yang berbeda di seluruh struktur rantai polimer (A-B-B-B-A-A-B-A-A-…). Sebagai contoh kopolimer, nilon dapat disebutkan, suatu polimer yang dibentuk dengan mengulangi unit dari dua monomer yang berbeda.

Ini adalah asam dikarboksilat dan molekul diamina, yang dilekatkan melalui kondensasi dalam proporsi yang setara (sama). Monomer yang monomer dari dakron adalah juga dapat digabungkan dalam proporsi yang tidak sama, seperti halnya kasus pembentukan polietilena khusus yang memiliki struktur dasarnya monomer 1-oktene ditambah monomer etilena. Apa itu Monomer Bagaimana cara membuat video Skype saya menjadi layar penuh?

Bagaimana cara membuka bagasi dari dalam Jeep Compass?

monomer dari dakron adalah

Bagaimana cara membuka bagasi Jeep Liberty? Bagaimana cara membuka kunci akun MySpace saya? Bagaimana cara membuka kunci email ID Apple saya? Ciri-ciri Monomer Fungsi Monomer Navigasi pos
Popular • Masyarakat Sipil (IPM145) • chemis (PSYC 2412) • Keperawatan Medikal Bedah I • Accounting (1) • Perkembangan Peserta Didik (AKDK 2202) • Konsep Dasar Pembelajaran Matematika • Makalah monomer dari dakron adalah • Auditing • Budidaya Laut (P2K4812) • Akuntansi Keuangan • Kimia Dasar (ABKK 3104) • Praktikum Biokimia (4720101156) • Bahasa Inggris 5 • akuntansi manajemen (akmen19) • Fisika Dasar (FIS110) • Trending • English • Perkembangan Peserta Didik (MKDK 52102) • biology (bio12) • Pengantar Teori Ekonomi Makro (EKT101) • Komunikasi Bisnis • Pendidikan Kewarganegaraan (MKDU4111) • Higiene Pengolahan Makanan Asal Hewan • Supply Chain Management (TI141461) • ilmu komunikasi • Nutritionists • derecho • Kimia Dasar (P2KK9827) • teknologi pangan (rofarta1712) • Perilaku Sehat (PSC202) • Financial Econometrics 1 • Newest • Manajemen (B03F309) • Pengantar Pendidikan (AKDK 1101) • Teknik Informatika (D121) • Manajemen Pemasaran (EK) • Cost Accounting (EK4232) • Pajak Penghasilan Badan (EA4444) • manajemen operasional (MOP1) • e.g Mahkum Alaih,fiqih 2021 (e.g.uinradenmass2021) • Database Object Distribution (CCA-123) • Rekayasa Keandalan dan Pemeliharaan (TKT 316) • pendidikan pancasila (EU101) • Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) (UNX10.06000 1) • Sistem Informasi Akuntansi (EKA 440) • Pengantar Bisnis (Edisi 2) (EKMA4111) • Public health (20017) Popular • Makalah Tes Inteligensi Wechsler (WB) Class A • 07111940000079 Alvin Daffa Kumara Z Tugas 1 • T11 Askep Trauma Abdomen • Makalah 16-PF Questionnaire • Daftar Diagnosa Keperawatan Nicnoc • Makalah Pancasila Sistem Politik Indones • Vocabulary List Chapter 2 • Ringkasan Pengbis monomer dari dakron adalah Summary Pengantar Bisnis • LP Gagal Ginjal Kronik (CKD) RS mataher • Week 5 - Metode Penelitian dalam Studi Hubungan Internasional: Kualitatif dan Kuantitatif • 3.

Panduan Atlas 2021(Aplikasi audit atlas) • Pancasila Resume Bab 2 • Jurnal Statistika Industri distribusi sampling • Makalah Pendidikan Pancasila mengenai Sila Keempat (Kelompok 4) • Ch 12 Assessing Control Risk and Reporting on Internal Control • Trending • Laporan Praktikum Kolorimetri • LO CASE LO82 LO84 LO88 LO89 LO810 • Laporan Praktikum Reaksi Reaksi Kimia • Monthly Report April • LAPORAN PENDAHULUAN POST SC • Laporan kasus peritonitis • Solution of Metallurgical Problems • 1- Teori Perilaku Konsumen • Kelompok 1 Analisis Kasus Garuda Indonesia • Cjr biokimia new - tolong dimengerti • Klasifikasi Hiu - Biologi Laut • Dropbox Case Analysis • Makalah serta isu-isu-penting-dalam-mengelola-sdm compression • Kunci Jawaban Kieso Chapter 13 • Tugas 1 Preservasi dan konversi media informasi Rizki Anugerah Lastiyanto • Newest • Tugas ILMU Ternak KUDA Resa Ardhitiya Sukma 2004 1104062 • Soal simplex 180 QnA • Integer Questions and Answers • Simplex Questions and Answer • GAME Theory Questions • The Power of Waqf • Datasheet IC 555 lengkap dengan rinciannya • MSDS As Am-Basa - Hhjvcdgnkoug jjhxcjkjzdfhnkkgfv jjklohfcxdghkkbbv nnnnnkjgfdcvnnkig kgigudrjk • TEXT FOR READTEXT FOR READTEXT FOR READ • Jurisprudencia del Tribunal Fiscal Nº 11429-2-2017 en el Expediente Nº 10311-2012 • Texto 2 Texto 2Texto 2Texto 2Texto 2VVTexto 2 • TEXT FOR READ TEXT FOR READTEXT FOR READ • Tributacion PARA LEER PARA LEER PARA • 898-Texto del artículo-1199-1-10-2018 0524898-Texto del artículo-1199-1-10-2018 0524 • TEXT FOR READ TEXT FOR READ TEXT FOR REA Books • Management Information Systems • Kieso Intermediate Accounting • Dasar-dasar Teknologi Pengolahan Pangan • Advanced Accounting • Nazism, 1919-1945: State, economy and society 1933-1939 • Intermediate Accounting • Integrated Advertising Promotion and Marketing Communications • Auditing and Assurance Services • Ilmu Pendidikan: Konsep, Teori dan Aplikasinya • Accounting Theory • Accounting Information Systems • Strategic Marketing • Financial Accounting Theory and Analysis: Text and Cases • Cost Accounting • Social Psychology Dakron termasuk dalam poliester.

Dakrom merupakan kopolimer yang terbentuk dari 2 monomer, monomer yang digunakan untuk pembentukan dakron adalah etilen glukol dan dimetil tereftalat. Dakron memiliki struktur yang linier dan tidak ada percabangan. Dakron merupakan polimer termoplastik, polimer termoplastik adalah polimer yang mempunyai sifat tidak tahan terhadap panas. Jika polimer jenis ini dipanaskan, maka akan menjadi lunak dan didinginkan akan mengeras. Beberapa sifat dari polimer termoplastik adalah monomer dari dakron adalah • Berat molekul kecil • Tidak tahan terhadap panas • Jika dipanaskan akan melunak • Jika didinginkan akan mengeras • Mudah untuk diregangkan • Fleksibel • Titik leleh rendah • Dapat dibentuk ulang (daur ulang) • Mudah larut dalam pelarut yang sesuai • Memiliki struktur molekul linear/bercabang.

Dakron merupakan polimer yang dibuat dengan cara kondensasi. Dakron dibuat dengan cara yang sama dengan pembuatan ester, perbedaan adalah pada kedua gugus fungsi yang digunakan dalam pembentukan polimer. Dakron dibuat dari eliten glikol dan dimetil tereftalat dengan memisahkan molekul air (-H dari alkohol dan –OH dari ester). Gambar 1.

monomer dari dakron adalah

Eliten glukol Gambar 2. Dimetil tereftalat Gambar 3. Repeating Pattern dari Dakron Proses pembuatan dakron adalah sebgai berikut : • Esterifikasi Esterifikasi merupakan tahap pembentukan monomer. Proses ini langsung karena gugus karboksil (-COOH-) dari asam tereftalat dapat dengan mudah bereaksi dengan etilena glikol, sehingga tidak memerlukan katalis reaksi.

Proses esterifikasi diawali dengan pemompaan larutan homogen yang mengandung asam tereftalat murni, etilena glikol, kobalt asetat, asam fosfit, diantimontrioksida, monomer dari dakron adalah titaniumoksida ke dalam reaktor.

Proses ini berlangsung selama kurang lebih 45 menit pada reaktor bersuhu proses 10-20OC. Dalam proses ini akan dihasilkan produk sampingan berupa air yang dapat menghambat kesetimbangan reaksi dan menghambat hasil, untuk itu air perlu dihilangkan dari proses dengan dipompa agar dihasilkan berat molekul monomer yang besar, selain itu juga jumlah pereaksi (etilena glikol) yang ditambahkan harus berlebih 10-20% karena etilena glikol akan mengalami banyak kehilangan akibat destilasi kontinyu selama tahap reaksi.

Proses ini berkahir ketika seluruh air sebagai produk samping dapat di destilasi seluruhnya dan produk reaksi berupa BHET (bishidroksi etlena tereftalat) yang kemudian akan dipindahkan ke dalam reaktor polikondensasi bersuhu 260OC dengan cara didorong menggunakan tekanan gas nitrogen 2,3 kg/cm3 melalui suatu filter untuk menyaring kotoran.

Selain air, hasil samping yang harus dihindari adalah terbentuknya asetaldehida yang terbentuk akibat terdegradasi suhu yang tinggi, akibatnya akan berpengaruh pada sifat akhir polimer poliester yang terbentuk. • Polikondensasi Gambar 4. Kondensasi dalam pembuatan Dakron DAKRON UNTUK PITA REKAM MAGNETIK UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH KIMIA MATERIAL OLEH : AHMAD NAUFAL H.E.

(0910920022) FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN KIMIA UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

Tugas Akhir Kimia , Dakron




2022 www.videocon.com