Allahu akbar kabiro

allahu akbar kabiro

“اللَّهُ أكبرُ كَبِيراً، والحمدُ لِلَّه كَثِيراً، وسبحان الله بُكْرَةً وَأصِيلاً؛ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفاً مُسْلِماً، وما أنا من المُشْرِكِينَ، إنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبّ العالَمِينَ، لا شَرِيكَ لهُ، وَبِذَلِكَ أمرتُ وأنَا مِنَ المُسْلِمينَ؛ اللَّهُمَّ أنْتَ المَلكُ، لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ، أَنْتَ رَبِّي وأنا عَبْدُكَ، ظلمتُ نَفْسِي واعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فاغْفِرْ لي ذُنُوبِي جَمِيعاً؛ فإنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ، وَاهْدِني لأحْسَنِ الأخْلاقِ لا يَهْدِي لأحْسَنها إلاَّ أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَها لا يصرف عني سَيِّئَها إِلاَّ أَنْتَ، لبيك وَسَعْدَيْكَ، والخَيْرُ كُلُّهُ في يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أنا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبارَكْتَ وَتعالَيْتَ، أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ”.

Allahu Akbar kabiro, walhamdu lillahi katsiro, wasubhanallahi bukrotaw wa ashila, wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifammuslima, wa maa ana minal musyrikin.

Inna sholati wa nusuki, wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil’aalamiin. Laa syariikalahu wa bi dzaalika umirtu wa ana minal muslimin. Allahumma antal malik laa ilaaha illaa anta, anta rabbi wa ana ‘abduka, dzalamtu nafsi wa’taraftu bi dzanbi faghfirli dzunuubi jami’a, fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta wahdinii li ahsanil akhlaq laa yahdii li ahsaniha illa anta, washrif ‘anni sayyi’aha laa yashrifu ‘anni sayyi’aha illaa anta, labbaika wa sa’daika, walkhoiru kulluhu fi yadaika, wasy allahu akbar kabiro laisa ilaika ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’alaita astaghfiruka wa atuubu Ilaika.

“Sungguh maha besar Allah, dan sungguh segala puji bagi Allah, dan maha suci Allah baik dipagi maupun petang hari, aku menghadapkan diri kepada Dzat sang pencipta langit dan bumi seraya berserah diri kepadaNya,dan aku bukanlah dari orang-orang yang menyekutukan, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, dan karena itulah aku diperintan dan aku bagian dari orang-orang yang berserah diri. Ya Allah engkaulah raja, tidak allahu akbar kabiro tuhan selain engkau, kaulah tuhanku dan aku hambaMu, aku telah tersesat dan aku akui dosa kesalahanku, maka ampunilah seluruh dosa-dosaku, maka sesungguhnya tidak ada yang berhak dan dapat mengampuni dosa selain Engkau, tunjukkanlah aku sebaik-baik akhlaq, hanya Engkaulah yang mampu menunjukkannya, palingkanlah diriku dari seburuk-buruk akhlaq, karena hanya Engkaulah yang mampu memalingkannya, aku penuhi panggilanmu.

Seluruh kebaikan ada pada kuasaMu, dan keburukan tidak ada padaMu, kepadaMu aku kembali, Engkau yang Maha agung, aku memohon ampunanMu dan bertaubat kepadaMu." Dewasa ini, perselisihan sangat mudah terjadi di kalangan umat beragama.

Bahkan antar umat islam sendiri. Perbedaan pendapat mengenai suatu perkara sekecil apapun itu dapat dengan mudahnya menyulut api perpecahan di kalangan umat islam. Dalam konteks pemahaman sebuah permasalahan hukum yang didasarkan pada hadits misalnya. Hanya karena hadits tersebut diriwayatkan secara dhoif, muncullah pendapat bahkan hal itu secara mutlak melarang untuk diamalkan.

Tentu saja statemen seperti ini muncul tanpa adanya tinjauan ulang terlebih dahulu. Tidak terkecuali dalam memandang perbedaan dalam beberapa praktek beribadah, salah satunya sholat. Sholat merupakan sarana komunikasi terbaik antara allahu akbar kabiro hamba dengan penciptanya. Sesuai dengan pengertian sholat secara etimologinya adalah doa. Di setiap gerakan dan rukun sholat, seorang muslim membaca doa-doa sebagai representasi atas penghambaan diri. Namun, di dalam sholat ada beberapa rukun yang memiliki lebih dari satu versi bacaan doa seperti doa iftitah/istiftah.

Terdapat banyak hadits yang meriwayatkan terkait bacaan doa iftitah/istiftah, namun dalam tulisan kali ini akan dibahas mengenai doa iftitah dalam dua versi berbeda.

Di antaranya keduanya, adakah yang diutamakan salah satunya saja atau manakah yang diamalkan oleh Rasulullah SAW. Daftar Isi • Doa Iftitah Allahu Akbar Kabiro • Doa Iftitah Allahumma Baid • Kesimpulan • Tanya Jawab Seputar Doa Iftitah • 2 Macam Do’a Iftitah, Mana yang Seharusnya Dipakai? • Jawaban Doa Iftitah Allahu Akbar Kabiro الله أكبر كَبِيرا، وَالْحَمْد لله كثيرا، وَسُبْحَان الله بكرَة وَأَصِيلا Allahu Akbar kabiro, walhamdu lillahi katsiro, wasubhanallahi bukrotaw wa ashila.

Doa pendek ini didasarkan pada hadits Rasulullah yang menceritakan bahwa ibnu Umar berkata: suatu ketika kami sholat bersama Rasulullah, salah seorang berkata : “Allahu Akbar kabiro, walhamdu lillahi katsiro, wasubhanallahi bukrotaw wa ashila”, kemudian Rasulullah bertanya : “siapa yang mengucapkannya tadi?”, maka orang tadi menjawab “ saya ya Allahu akbar kabiro, kemudian Rasulullah berkata : telah dibukakan pintu langit (keberkahan) kepadanya. Setelah mendengar hal itu aku tidak pernah berhenti mengucapkannya.

Hadits ini diriwayatkan imam Muslim. Imam Tirmidzi, imam An Nasa’i. Kecuali dalam riwayat An Nasaa-i menyebutkan “bahwa malaikat melindunginya”. Disebutkan dalam Jami’ul Ushul fi Ahadits Ar Rasul milik ibn Atsir.

Arti dari doa iftitah ini adalah : “Sungguh maha besar Allah, dan sungguh segala puji bagi Allah, dan maha suci Allah baik dipagi maupun petang hari” Dalam riwayat lain menyebutkan bacaan yang lebih panjang “اللَّهُ أكبرُ كَبِيراً، والحمدُ لِلَّه كَثِيراً، وسبحان الله بُكْرَةً وَأصِيلاً؛ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفاً مُسْلِماً، وما أنا من المُشْرِكِينَ، إنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبّ العالَمِينَ، لا شَرِيكَ لهُ، وَبِذَلِكَ أمرتُ وأنَا مِنَ المُسْلِمينَ؛ اللَّهُمَّ أنْتَ المَلكُ، لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ، أَنْتَ رَبِّي وأنا عَبْدُكَ، ظلمتُ نَفْسِي واعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، allahu akbar kabiro لي ذُنُوبِي جَمِيعاً؛ فإنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ، وَاهْدِني لأحْسَنِ الأخْلاقِ لا يَهْدِي لأحْسَنها إلاَّ أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَها لا يصرف عني سَيِّئَها إِلاَّ أَنْتَ، لبيك وَسَعْدَيْكَ، والخَيْرُ كُلُّهُ في يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أنا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبارَكْتَ وَتعالَيْتَ، أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ”.

allahu akbar kabiro

Allahu Akbar kabiro, walhamdu allahu akbar kabiro katsiro, wasubhanallahi bukrotaw wa ashila, wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifammuslima, wa maa ana minal musyrikin. Inna sholati wa nusuki, wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil’aalamiin.

Laa syariikalahu wa bi dzaalika umirtu wa ana minal muslimin. Allahumma antal malik laa ilaaha illaa anta, anta rabbi wa ana ‘abduka, dzalamtu nafsi wa’taraftu bi dzanbi faghfirli dzunuubi jami’a, fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta wahdinii li ahsanil akhlaq laa yahdii li ahsaniha illa anta, washrif ‘anni sayyi’aha laa yashrifu ‘anni sayyi’aha illaa anta, labbaika wa sa’daika, walkhoiru kulluhu fi yadaika, wasy syarru laisa ilaika ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’alaita astaghfiruka wa atuubu Ilaika.

Artinya “sungguh maha besar Allah, dan sungguh segala puji bagi Allah, dan maha suci Allah baik dipagi maupun petang hari, aku menghadapkan diri kepada Dzat sang pencipta langit dan bumi seraya berserah diri kepadaNya,dan aku bukanlah dari orang-orang yang menyekutukan, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, dan karena itulah aku diperintan dan aku bagian dari orang-orang yang berserah diri.

Ya Allah engkaulah raja, tidak ada tuhan selain engkau, kaulah tuhanku dan aku hambaMu, aku telah tersesat dan aku akui dosa kesalahanku, maka ampunilah seluruh dosa-dosaku, maka sesungguhnya tidak ada allahu akbar kabiro berhak dan dapat mengampuni dosa selain Engkau, tunjukkanlah aku sebaik-baik akhlaq, hanya Engkaulah yang mampu menunjukkannya, palingkanlah diriku dari seburuk-buruk akhlaq, karena hanya Engkaulah yang mampu memalingkannya, aku penuhi panggilanmu.

Seluruh kebaikan ada pada kuasaMu, dan keburukan tidak ada padaMu, kepadaMu aku kembali, Engkau yang Maha agung, aku memohon ampunanMu dan bertaubat kepadaMu. Doa Iftitah Allahumma Baid اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنْ خَطَايَاىَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِى مِنْ خَطَايَاىَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ Allahumma bai’id baini wa baina khotoyaya kama ba’adta baina masyriqi wal maghrib.

Allahumma naqqini min khotoyaya kama yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsilni min khotoyaya bits tsalji wal maa-i wal barad. Doa ini didasarkan pada riwayat abu harirah: allahu akbar kabiro Rasulullah SAW usai takbirotul ihrom diam sebentar sebelum membaca alfatihah, maka aku bertanya kepada beliau: ya Rasulallah apa yang engkau baca dalam diam mu usai takbiratul ihram dan membaca alfatihah?

Beliau menjawab : “aku membaca Allahumma baa-’id bayni wa bayna khotoyaya kama ba’adta baina masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqini min khotoyaya kama yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas.

Allahummaghsilni min khotoyaya bits tsalji wal maa-i wal barad”. Doa iftitah versi panjang ini disebutkan dalam kitab Al Adzkar milik imam An Nawawi. Diriwayatkan oleh Bukhori, Muslim, Abu Daud dan An Nasa’i. Imam Nawawi menambahkan keterangan di kitabnya: hadits ini disebutkan dalam shohih Bukhori 2/190 dan 191 dan bab sifat allahu akbar kabiro, bab doa setelah takbirotul ihrom, diriwayatkan juga oleh imam muslim no (598) bagian: masjid-masjid bab yang dibaca di antara takbirotul ihrom dan alfatihah, oleh Abu Dawud no (781) bab sholat, diamnya Rasulullah ketika iftitah, dan dari imam An Nasaa-i juz 2 halaman 128 dan 129 dalam bab iftitah, bab yang dibaca di antara takbirotul ihrom dan alfatihah….

Doa ini dari Rasulullah sebagai representasi penghambaan, dan diikuti oleh para sahabat baik dalam gerakan maupun diamnya Rasulullah dengan harapan agar Allah selalu menjaga agama melalui mereka. Kesimpulan Dari nukilan-nukilan hadits di atas menunjukkan bahwa kedua versi bacaan doa iftitah bersumber dari Rasulullah SAW, namun sesuai dengan tekstualitas riwayat hadits, bacaan yang kedua yang diamalkan oleh Rasulullah SAW.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang salah mengenai perbedaan keduanya dan tidak dijadikan sebagai alasan perselisihan. Tanya Jawab Seputar Doa Iftitah 2 Macam Do’a Iftitah, Mana yang Seharusnya Dipakai? Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pak Ustadz, semenjak kecil saya telah mengenal 2 macam do’a Iftitah yaitu yang diajarkan oleh guru saya di SD memakai kabirou… dan yang diajarkan oleh guru ngaji saya di kampung memakai allahumma baid baini… Menurut pak Ustadz, mana yang seharusnya dipakai?

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Jawaban Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh, Doa iftitah itu sesungguhnya bukan terbatas pada dua yang allahu akbar kabiro sebutkan, akan tetapi ada banyak sekali versinya.

Yang penting, semua versi itu bersumber dari petunjuk nabi Muhammad SAW. Sebab doa iftitah itu bagian dari rangkaian ibadah shalat, sedangkan shalat itu harus merujuk kepada yang dicontohkan oleh beliau SAW. Sedangkan Rasulullah SAW telah menetapkan bahwa dalam perkara shalat, setiap muslim harus merujuk kepada contoh dari beliau, sebagaimana sabda beliau: صلوا كما رأيتموني أصلي Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.

allahu akbar kabiro

Beberapa di antara bentuk contoh doa ifititahyang paling populer adalah yang kami tuliskan berikut ini: سبحانك اللهم وبحمدك وتبارك اسمك وتعالى جدك ولا إله غيرك Maha suci Engaku dan segala puji untuk-Mu. Diberkahilah asma-Mu, tinggilah keagungan-Mu. Dan tiada tuhan kecuali Engkau. Lafaz ini diriwayatkan oleh Asiyah ra. dengan perawi Abu Daud dan Ad-Daruquthuny.

Selain itu juga ada doa yang mungkin anda sudah menghafalnya, seperti yang berikut ini: وجهت وجهي للذي فطر السماوات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين. إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذالك أمرت وأنا من المسلمين Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan Yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus dan berserah diri allahu akbar kabiro aku bukan bagian dari orang musyrik.

allahu akbar kabiro

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam.Tiada sekutu baginya dan dengan itulah aku diperintahkan. Dan aku termasuk bagian dari orang-orang muslim. Lafaz ini sampai kepada kita lewat perawi yang kuat seperti Imam Muslim, Ahmad dan Tirmizy dan dishahihkan oleh Ali bin Abi Thalib. Lafaz ini sebenarnya juga lafadz yang juga ada di dalam ayat Al-Quran Al-Kariem, kecuali bagian terakhir tanpa kata “awwalu.” Selain itu juga ada lafdz lainnya seperti di bawah ini: اللهم باعد بيني وبين خطايا كما باعدت بين المشرق والمغرب، اللهم نقني من الخطايا كما نقيت الثوب الأبيض من الدنس ، اللهم اغيلني بالماء والثلج والبرد Ya Allah, allahu akbar kabiro antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat.

Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engaku mensucikan pakaian dari kotoran. Ya Allah, mandikan aku dengan air, salju dan embun.” Tiga lafaz doa ifititah ini dan beberapa versi lainnya lagi adalah pilihan-pilihan yang secara bebas boleh kita pakai. Tanpa harus menyebutkan bahwa kalau versi tertentu adalah lafadz milik NU atau Muhammadiyah atau milik Persis.

Sebab ketiga ormas Islam itu tidak dibedakan berdasarkan perbedaan lafadz doa iftitahnya. Ketiga ormas itu baru lahir di abad ke-20, sedangkan hadits-hadits nabi tentang doa iftitah sudah ada sejak abad ke-7, yaitu pada saat Rasulullah SAW masih hidup. Hadits-hadits yang berbeda itu tidak boleh dijadikan bahan perpecahan atau saling menyalahkan di kalangan umat Islam.

Bolehlah setiap kita menguatkan satu hadits dari hadits lainnya, terutama bila dia seorang muhaddits yang layak berbicara sesuai dengan disiplin ilmu yang dikuasainya. Namun penilaian dan kritik sanad hadits itu bukan untuk bahan saling mencaci sesama kaum muslimin.

Apalagi berkembang sampaisaling menuduh sebagai tukang bid’ah dan semua tudingan yang bukan-bukan. Perbuatan seperti jelas allahu akbar kabiro Allah SWT, oleh Rasulullah SAW dan juga oleh para ulama hadits itu sendiri. Bahkan sebenarnya kesunnahan doa ifititah pun tidak mutlak disepakati oleh semua ulama. Paling tidak ada pendapat Al-Malikiyah yang menolak kesunnahannya. Namun meski ada perbedaan di kalangan ulama, kita tidak pernah menyaksikan mereka saling menzalimi di antar mereka.

Semoga kita bisa banyak belajar bukanm hanya dari ilmu para ulama, tetapi sekaligus juga akhlaq mereka yang sangat mengagumkan itu.

Amien. Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Ahmad Sarwat, Lc.
JAKARTA, iNews.id - Doa Iftitah Allahu Akbar Kabiro paling populer dibaca Muslim baik dalam sholat wajib maupun sunnah. Doa iftitah itu merupakan bentuk penghambaan diri manusia kepada Allah sebagaimana dalam Firman-Nya:. Bagi makmum masbuq atau yang tertinggal dalam jemaah, jika masih mendapati imam berdiri disunnahkan membaca doa iftitah.

Namun, bila mendapati imam sudah rukuk atau tahiyat tidak disunnahkan membaca doa iftitah. Doa Iftitah TRIBUNSUMSEL.COM - Bacaan Doa Iftitah Lengkap Latin, Arab dan Artinya, Serta Penjelasan Ustad Abdul Somad. Setiap umat islam mengerjakan shalat terdapat beberapa bacaan doa dan surat dibacakan. Doa Iftitah Bacaan Latin, Arab dan Artinya (Risalah Tuntunan Shalat Lengkap (Kemenag)). Doa Iftitah Pendek Allahu Akbar Kabiro dan Allahumma Baid Di setiap gerakan dan rukun sholat, seorang muslim membaca doa-doa sebagai representasi atas penghambaan diri.

Hadits ini diriwayatkan imam Muslim. Allahu Akbar kabiro, walhamdu lillahi katsiro, wasubhanallahi bukrotaw wa ashila, wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifammuslima, wa maa ana minal musyrikin. Tidak ada sekutu bagiNya, dan karena itulah aku diperintan dan aku allahu akbar kabiro dari orang-orang yang berserah diri. Ya Allah engkaulah raja, tidak ada tuhan selain engkau, kaulah tuhanku dan aku hambaMu, aku telah tersesat dan aku akui dosa kesalahanku, maka ampunilah seluruh dosa-dosaku, maka sesungguhnya tidak ada yang berhak dan dapat mengampuni dosa selain Engkau, tunjukkanlah aku sebaik-baik akhlaq, hanya Engkaulah yang mampu menunjukkannya, palingkanlah diriku dari seburuk-buruk akhlaq, karena hanya Engkaulah yang mampu memalingkannya, aku penuhi panggilanmu.

Doa iftitah versi panjang ini disebutkan dalam kitab Al Adzkar milik imam An Nawawi. Imam Nawawi menambahkan keterangan di kitabnya : hadits ini disebutkan dalam shohih Bukhori 2/190 dan 191 dan bab sifat sholat, bab doa setelah takbirotul ihrom, diriwayatkan juga oleh imam muslim no (598) bagian: masjid-masjid bab yang dibaca di antara takbirotul ihrom dan alfatihah, oleh Abu Dawud no (781) bab sholat, diamnya Rasulullah ketika iftitah, dan dari imam An Nasaa-i juz 2 halaman 128 dan 129 dalam bab iftitah, bab yang dibaca di antara takbirotul ihrom dan alfatihah….

Dari nukilan-nukilan hadits allahu akbar kabiro atas menunjukkan bahwa kedua versi bacaan doa iftitah bersumber dari Rasulullah SAW, namun sesuai dengan tekstualitas riwayat hadits, bacaan yang kedua yang diamalkan oleh Rasulullah SAW. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang salah mengenai perbedaan keduanya dan tidak dijadikan sebagai alasan perselisihan. Doa Iftitah Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Artinya Dalam sholat ada bacaan yang dilantunkan setelah takbiratul ihram, yaitu doa iftitah.

Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.Nabi Muhammad SAW juga membaca doa iftitah yang lain, yakni dalam hadist riwayat Bukhari nomor 744, dan Muslim nomor 598Arab: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ allahu akbar kabiro الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِLatin: Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa'adta baynal masyriqi wal maghrib.

Ya Allah, cuci lah allahu akbar kabiro dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun. Doa iftitah ketiga yang dibaca oleh Rasulullah ketika sholat malam berdasarkan hadist riwayat Muslim nomor 770.

Latin: Allahumma robba jibroo-iila wa mii-ka-iila wa isroofiila, faathiros samaawati wal ardhi 'aliimal ghoibi wasy syahaadah anta tahkumu bayna ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdinii limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznik, innaka tahdi man tasyaa-u ilaa allahu akbar kabiro mustaqiim.

Tunjukkan lah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Nah, jangan lupa amalkan doa iftitah dalam setiap sholat ya. Bacaan Doa dan Dzikir setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Dzikir tentu bisa dilakukan kapan saja, baik dalam hati atau lisan.

Namun berdoa dan dzikir setelah sholat mesti diamalkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Imam Nawawi mengatakan dalam kitab al-Adzkar pada Babul Adzkar ba'dash Shalâh, ulama telah bersepakat (ijma') tentang kesunnahan dzikir usai sholat yang ditopang oleh banyak hadits shahih dengan jenis bacaan yang amat beragam. Berikut bacaan dzikir sesudah sholat, yang dikutip dari hadits riwayat Muslim, Bukhari, Abu Dawud, serta kitab Bidayatul Hidayah dan lainnya.

Membaca istighfar di bawah ini sebanyak tiga kali:. "Astagfirullah hal'adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa'atubuubuh ilahii". Kemudian berdoa agar diberi kemampuan untuk mengingat, bersyukur dan beribadah secara baik kepada Allah. "Allahuma aisyii alaa dzikrikaa wasyakri kaa wa husni ibadatika". "Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih.

allahu akbar kabiro

Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal 'aliyyul 'azhiim.". Berdoa dan dzikir setelah sholat fardhu 5 waktu Foto: Adhi WicaksonoIlustrasi.

Alhamdu lillaahi rabbil allahu akbar kabiro, hamdan yuwaafii ni'amahu wayukaafii maziidahu. Ya rabbanaa lakal hamdu kamaa yan baghhi lijalaali wajhika wa'azhiimi sulthaanika.". "Rabbana dzhalamnaa anfusanaa wa-inlamtaghfir lana watarhamnaa lanakuunanna mlnal khaasiriin.". "Rabbanaa walaa tahmil'alainaa ishran kama hamaltahul'alal ladziina min qablinaa.".

"Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idzhadaitanaa w'ahablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab". Al ahyaa-i-minhum wal amwaati, innaka alaa kuli syai'n qadiir". "Allahummaghfirlanaa dzunuubanaa wakaffir annaa sayyiaatinaa watawaffanaa maalabraari". "Subhaana rabbika rabbil i'zzati ammaa yashifuuna wasalaamun 'alal mursalhna wal-hamdu lillaahi rabbil'aalamiina".

allahu akbar kabiro

Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah Tuhan Kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran DzatMu dan Keagungan kekuasaanMu. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir.

Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.". Bagaimana Hukum Membaca Doa Iftitah?

allahu akbar kabiro

Ini Penjelasan Menurut 4 "Biasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam setelah bertakbir ketika shalat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah:. (beliau menyebutkan doa istiftah)" (HR. Salah satu di antaranya yang bersumber dari Abu Hurairah ra dalam riwayat Bukhari dan Muslim sebagai berikut:.

Arab-latin: Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa'adta baynal masyriqi wal maghrib. Tidak disunnahkan bagi makmum membaca doa iftitah setelah imam memulai bacaan dalam setiap rakaat, baik dengan suara keras maupun samar. Sementara itu, jika makmum tersebut tertinggal satu rakaat dan mengikuti imam pada rakaat keduanya, maka disunnahkan baginya untuk membaca doa tersebut sebelum imam memulai bacaan Al Fatihah. Perbedaan dari ketiga imam tersebut terdapat pada redaksi (bacaan) doa iftitah.

Arab-latin: Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaaw wamaa ana minal musyrikiin. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Sementara itu Hambaliyah berpendapat bahwa bacaan doa iftitah sebagaimana disebutkan oleh Hanafiyah.

Menurut kalangan Malikiyah, membaca doa iftitah hukumnya makruh karena para sahabat meninggalkannya, walaupun hadits yang menyatakan hal tersebut riwayatnya sahih. Doa Takbiran Allahu Akbar Kabiro, Inilah Bacaan Takbiran Idul Esok InsyaAllah kita merayakan Hari Raya Idul Adha1442 H. Artikel ini akan menyajikan doa takbiran Allahu Akbar Kabiro, inilah Bacaan Takbiran lengkap versi panjang allahu akbar kabiro pendek, lafadz Arab dan Allahu akbar kabiro.

• TAGS: • akbar • tulisan • membaca • untuk • لله • artinya • dalam • latin • allah • iftitah • allahu • allahu akbar kabiro • wa • doa • arab • kabiro • penjelasan • somad • shalat • ustadz • bacaan • dengan • lengkap • kabiro • ini • pendek • tidak • baid • allahumma • aku • rasulullah • yang • doa • nomor • من • الله • sunnah • sesuai • maha • lengkap • iftitah • tuhan • fardhu • setelah • sholat • laa • dzikir • waktu • kami • wa • menurut • dari • hukum • mazhab • bagaimana • imam • lafadz • panjang • inilah • takbiran • fitri • allaahu • versi • idul Daftar Isi [ show] Yukampus.com - Bacaan kabiro.

Doa iftitah yang berbunyi allahu akbar kabiro walhamdulillahi kasiro dan seterusnya adalah doa yang dibaca pada saat setelah takbiratul ikhram dalam sholat. Yakni tepatnya pada takibratul ikhram pertama dan sebelum membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama. Nah pernahkah kamu menjumpai perbedaan bunyi doa iftitah dari kalangan Nu (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah?

Jika kalian perhatikan, keduanya memiliki kebiasaan membaca doa iftitah yang berbeda. Lalu, manakah yang benar menurut Islam? Sebenarnya tidak ada yang paling benar dan tidak ada yang salah karena seluruh doa iftitah yang dibaca umat Islam memiliki landasan hadits masing-masing. Jadi, tidak perlu diperdebatkan. Yang akan saya tulis di sini adalah macam-macam doa iftitah, selain NU dan Muhammadiyah secara umum, total terdapat 7 macam doa iftitah berbeda dalam sholat. Bacaan Doa Iftitah Dalam Sholat Berikut adalah kelima macam bacaan iftitah dalam sholat, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah.

Selengkapnya ditulis dalam bahasa Arab, latin dan terjemahan Indonesia.

allahu akbar kabiro

1. Doa Iftitah Berdasar Hadits Imam Bukhari dan Muslim اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِاللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِاللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ "Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji." Artinya : "Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana allahu akbar kabiro menjauhkan antara timur dan barat.

Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan kesalahanku dengan salju, air dan air es." 2. Doa Iftitah Berdasar Hadits Imam Muslim (Dibaca oleh Rasulullah SAW) وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّصَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ.

اَنْتَ رَبِّى وَاَنَ عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ.

Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardho hanifawwamaa ana minal musyrikiina. Inna sholaatii wa nusukii, allahu akbar kabiro mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiina. Allahumma antal malika laa ilaha illaa anta anta rabii wa ana ‘abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faa ghafirlii dzunuubii jamii’an innahu laayaghfirudzunuuba ilaa anta, wahdinii lah sanil akhlaaqi laa yahdii lahsanihaa illa anta, washrif ‘annisayyi ahaa, laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illa anta, labbaika wa sa’daika, walkhairukulluhu bi yadaika, wasyarru laisa ilaika, ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya : Aku menghadap kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang orang yang musyrik. Sesungguhnya shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah. Tuhan seru sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dan karena itu, aku diperintah dan aku termasuk orang orang muslim. Ya Allah, Engkau adalah raja, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkau TuhanKu dan allahu akbar kabiro adalah hambaMu.

Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan). Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku, sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni dosa dosa, kecuali Engkau. Tunjukkan aku pada akhlak yang terbaik, tidak akan menunjukkan kepadanya kecuali Engkau.

Hindarkan aku dari akhlak yang jahat, tidak akan ada yang bisa menjauhkan aku daripadanya, kecuali Engkau. Aku penuhi panggilanMu dengan kegembiraan, seluruh kebaikan di kedua tanganMu, kejelekan tidak dinisbahkan kepadaMu. Aku hidup dengan pertolongan dan rakhmatmu, dan kepadaMu (aku kembali). Maha suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu.

3. Doa Iftitah Berdasar Hadits Ibnu Majah اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالْاَرْضَ حَنِيفًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَهْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَ اَنَا اَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ " Innii wajjahtu wajhiya lil ladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifam mushlimaw wamaa ana minal musyrikiin, innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahirabbil aalamiin.

Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin." Artinya : "Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang orang musyrik.

Allahu akbar kabiro shalatku, sesembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan allahu akbar kabiro alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itulah aku diperintahkan.

Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri." 4. Doa Iftitah Berdasar Hadits Muslim (Dibaca Oleh Sahabat Nabi) اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً " Allahu akbar kabiroo wal hamdu lillaahi katsiiro wa subhaanallaahibukrotaw wa ashiilaa." Artinya : "Allah Maha Besar dengan sebesar besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada wakti pagi dan petang." 5.

Doa Iftitah Berdasar Hadits Imam Muslim (Dibaca Oleh Sahabat Nabi yang Lain) اللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّوَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَا وَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّوَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْفِيْهِنَّاَنْتَ الْحَقُّوَوَعْدُكَ الْحَقُّوَلِقَاؤُكَ الْحَقُّوَالْجَنَّةُ حَقُّوَالنَّارُ حَقُّوَالسَّا عَةُ حَقُّ اللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُوَبِكَ اَمَنْتُوَعَلَيْكَ تَوَ كَلْتُوَاِلَيْكَ اَنَبْتُوَبِكَ خَاصَمْتُ.

وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُوَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُاَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُاَنْتَ اِلَهِيْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ " Allahumma lakalhamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa manfiihinna, walakal hamdu anta qoyyimus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, walakal hamdu anta robbus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, antal haqqu, wawa’dukal haqqu, waqoulukal haqqu, waliqoo’ukal haqqu, waaljannatu haqqu, waannaaru haqqu, wasysya’atu haqqu Allahumma laka asylamtu, wabika amantu, wa’alaika tawakkaltu, wailaika anabtu, wabika khoosomtu, wailaika haakamtu, faghfirlii maa qoddamtu wamaa akhhortu, wamaa asrortu wamaa a’lantu, antal muqoddimu wa antal mu’akhiru, anta ilaahii laa ilaaha illa anta." Artinya : "Ya Allah, hanya milikMu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang disana.

Hanya milikMu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada disana. Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada disana. Engkau Maha benar, janjiMu benar, firmanMu benar, pertemuan denganMu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, allahu akbar kabiro kiamat itu benar.

Ya Allah, hanya kepadaMu aku pasrah diri, hanya kepadaMu aku beriman, hanya kepadaMu aku bertawakkal, hanya kepadaMu aku bertaubat, hanya dengan petunjukMu aku berdebat, hanya kepadaMu aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi sembunyi maupun yang kulakukan terang terangan. Engkau yang paling awal dan Engkau yang paling akhir.

Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau." 7. Doa Iftitah Berdasar Hadits Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud الَّلهُمَّ رَبَّ جِبْرِيْلَ وَمِيْكَا ئِيْلَ وَاِسْرَ افِيْلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ اَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَاهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفُ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِكَ اِنَّكَ اَنْتَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ " Allahumma rabba jib rilaa wa miikaaiilaa, wa israafiila faa thirassamaa waati wal ardhi, ‘aalimalghoibi wasyahaadati anta tahkumu baina ‘ibaadika fiimaa kaanuu fiifi yakhtalifuuna.

allahu akbar kabiro

Ihdinii limakh tulifa fiihi minal haqqi bi idznika tajdi mantasyaa‘u ilashiraathimmustaqiim." Artinya : "Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, dan Israfil.

Allahu akbar kabiro langit dan bumi. Yang mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Engkau yang memutuskan diantara hambaMu terhadap apa yang mereka perselisihkan.

Berilah petunjuk kepadaku untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izinMu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus." Kesimpulan Itulah macam-macam Bacaan Doa Iftitah (Allahu Akbar Kabiro). Artikel yang saya rangkum dari Doa Islam ini semoga membantu bagi yang sedang mencari doa kabiro, bacaan kabiro, doa iftitah kabiro, bacaan allahu akbar kabiro, bacaan sholat kabiro, surat kabiro, bacaan kabiro dan artinya, serta yang lainnya.
Muslim di seluruh dunia selalu bersuka cita ketika Hari Raya telah tiba.

allahu akbar kabiro

Bagi umat Islam dalam kurun waktu satu tahun merayakan dua hari raya, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Idul Fitri dirayakan setiap tanggal 1 Syawal, sedangkan Idul Adha dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Muslim di setiap daerah atau negara memiliki cara dan tradisi sendiri dalam memeriahkan Idul Fitri maupun Idul Adha. Salah satu hal yang menjadi kesamaan di antara kedua Hari Raya ini, yaitu ada “takbiran” yang dikumandangkan secara serentak di setiap masjid di seluruh penjuru negeri.

Takbiran hari raya memiliki keistimewaan tersendiri sebab hanya waktu-waktu tertentu saja yang disunnahkan untuk melafalkannya. Berikut ini lirik dan lafadz takbiran Takbiran Allahu Akbar Kabira Walhamdulillahi lengkap dengan teks Arab latin dan artinya: اَللهُ اَكْبَرْ، اَللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ اللهُ ا َ كْبَرْ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاًلَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَلَانَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ, مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ, وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُونَ, لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ, وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ, لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ Latin: “Allahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa.

Wasubhaanallaahi bukrataw wa ashiillaa. Laa ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin, Walau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shodaqa wa’dah, wanashara allahu akbar kabiro, wa a’azza allahu akbar kabiro wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.” Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji. Dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafirmembencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke-Esa-an-Nya. Dia dzat yang menepati janji, Dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke-Esa-an-Nya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar.

Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah. Baca juga : Niat Mandi Idul Adha dan Tata Caranya Waktu Takbiran Perihal waktu kapan Takbiran Idul Adha yakni dimulai sejak waktu subuh pada hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah. Sedangkan waktu takbiran berakhir saat datangnya waktu Ashar pada akhir hari Tasyrik atau tanggal 13 Dzulhijjah. Hal itu berbeda dengan Takbir Idul Fitri yang mana waktunya dimulai dari terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan hingga allahu akbar kabiro imam memimpin sholat ‘Id.

(Lihat kitab Fathul Qorib al-Mujib, h. 19) Baca juga : Niat Sholat Idul Adha Arab Latin Beserta Artinya Dasar Al-Qur’an dan Hadits tentang Takbiran Hari Raya وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Artinya: “Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangan puasa dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS.

Al-Baqarah: 185) Beberapa mufafsir Al-Qur’an menjelaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan takbir pada malam Idul Fitri yang mana sebelumnya Muslim terlebih dahulu melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan. Hal itu kemudian diqiyaskan pada takbiran Idul Adha, hanya saja waktu pelaksanaanya yang berbeda. Sementara itu, selama ini tidak ditemukan hadits shahih yang menerangkan tentang perintah takbir pada hari raya.

Meski begitu, ada beberapa hadits yang dikategorikan dhoif yang sering dirujuk yakni sabda Rasulullah saw.: اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما “Perbanyaklah membaca takbiran pada allahu akbar kabiro hari raya karena hal dapat melebur dosa-dosa.” زينوا اعيادكم بالتكبير “Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir.” Baca juga : Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Haji Hukum Baca Takbiran Meskipun tidak ada hadits shahih tentang takbiran hari raya, namun mayoritas ulama sepakat bahwa hukum membaca Takbir Hari Raya pada waktu yang sudah ditentukan adalah sunnah.

Adapun melantunkan takbiran bisa dilafalkan sendiri maupun bersama-sama, baik itu di rumah, masjid, pasar, tempat kerja, saat berkendara jalan, dan lain-lain. (Lihat kitab Fathul Qorib al-Mujib, h. 19) Demikian bacaan lafadz dan lirik Takbiran Allahu Akbar Kabira Walhamdulillahi lengkap dengan teks Arab latin dan artinya.

Semoga kita mendapatkan keberkahan. Amin. Wallahu a’lam. (M. Zidni Nafi’)
Pada malam Idul Fitri atau Idul Adha, seluruh umat Islam merayakan hari kemenangan setelah menunaikan puasa sebelumnya.

Takbiran dikumandang di mana-mana; rumah, musholla, masjid, bahkan hingga di jalanan. Malam takbiran hari raya adalah momen yang sangat mengharukan bagi umat. Hampir tidak ada suasana hati kecuali bahagia, haru, dan syukur, apalagi ketika mengumandangkan bacaan takbir.

Berikut ini tulisan bacaan takbiran Allahu Akbar Kabiro Walhamdulillahi Katsiro Takbiran lengkap Arab latin dan artinya: اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ, لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ اَكْبَرْ, اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ, مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْـدَهُ, وَنَصَرَعَبْدَهُ, وَاَعَزَّ جُنْدَهُ, وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَاَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ Takbiran Latin Allāhu akbar.

Allāhu akbar. Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar, Allāhu akbar walillāhil-hamd. Allāhu akbar kabīrā walhamdulillāhi katsīrā, wasubhānallāhi bukratawwa ashīllā. Lā ilāha illallahu walā na’budu illā iyyāh, mukhlishīna lahuddīn, walaw karihal-kāfirun, Lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wahazamal-ahzāba wahdah. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar walillāhil-hamd. Arti Takbiran: Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.

Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Mahabesar.

allahu akbar kabiro

Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah. Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar Allah mahabesar dengan segala kebesaran, Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke-Esaan-Nya.

Tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar. Allah Mahabesar dan segala puji bagi Allah. Demikian bacaan takbiran allahu akbar kabiro walhamdulillahi katsiro wa subhanallah ibukota wasilah la ilaha illallah lengkap latin dan artinya. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan pada malam hari raya Idul Adha ataupun Idul Fitri.

Amin. (MZN)Allahu akbar kabiro dalam bacaan sholat sendiri biasa kita kenal dengan sebutan allahu akbar kabiro Iftitah yakni doa yang kerap kita baca setelah membaca takbiratul ikhram atau sebelum allahu akbar kabiro surat Al Fatihah. Bacaan ini sendiri bukan termasuk syarat sah atau syarat wajib dalam sholat karena sifatnya sunnah untuk dibaca.

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. “Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin.

Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.” Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).” Meski membaca Allahu akbar kabiro atau doa iftitah bersifat sunnah, namun tidak ada salahnya untuk tetap allahu akbar kabiro bacaan tersebut sangan mengerjakan sholat bukan?

Semoga dengan tetap membaca doa iftitah dan bacaan sunnah dalam sholat lainnya, kekurangan dalam setiap sholat kita bisa disempurnakan dan diahmati oleh Allah SWT. (HAI)
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: psFE_Tnp2cLklZOM0HZgKA-jSNgMSFSBtqKPGneF5nB46Uvms13a-w==

Allaho akbar kabira




2022 www.videocon.com