Tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Sebagian orang yang mengeluh tidak bisa merasakan makanan mungkin langsung khawatir telah terpapar COVID-19. Kondisi itu memang bisa menjadi gejala COVID-19, namun masih ada faktor lain yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan indra pengecap. Lantas, apa saja faktor yang bisa membuat seseorang tidak bisa merasakan makanan? Yuk, cari tahu jawabannya dengan ulasan berikut ini! Kondisi tidak bisa merasakan makanan Jika kamu sulit merasakan makanan, mungkin ada penurunan fungsi dari sistem saraf indra pengecap.

Secara umum, berdasarkan tingkat keparahannya, keadaan tersebut dibedakan menjadi tiga, yaitu: Ageusia Ageusia adalah keadaan hilangnya kemampuan indra pengecap secara total, membuat seseorang tidak bisa mendeteksi rasa apa pun. Namun, menurut sebuah studi pada 2016, ageusia merupakan kondisi yang jarang terjadi, hanya dialami oleh tiga persen orang di seluruh dunia.

Hypogeusia Berbeda dengan ageusia, orang yang mengalami hypogeusia tidak bisa merasakan makanan secara parsial. Artinya, orang itu masih bisa mendeteksi satu jenis rasa makanan, tapi tidak semuanya.

Pengidap hypogeusia biasanya sulit membedakan antara rasa: • Pahit • Asam • Asin • Manis • Gurih Anosmia adalah salah satu penyebab paling umum dari hypogeusia. Anosmia sendiri merupakan kondisi ketika indra pencium mengalami penurunan fungsi. Ya, indra penciuman bisa memengaruhi indra pengecap.

Orang dengan anosmia biasanya sulit merasakan makanan. Dysgeusia Dysgeusia adalah kondisi saat ada satu rasa yang menutupi rasa lain di lidah, sehingga membuat semua makanan terasa sama. Seseorang mungkin hanya dapat mendeteksi rasa asam atau asin.

Bahkan, pengidap dysgeusia juga bisa merasakan aroma zat metal di dalam mulutnya. Penyebab tidak bisa merasakan makanan Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang tidak bisa merasakan makanan. Mulai dari kebiasaan merokok, kekurangan vitamin, hingga gejala dari penyakit tertentu. Berikut 15 penyebab menurunnya kemampuan indra pengecap yang paling umum: 1.

Kebiasaan merokok Jika tak sedang mengidap penyakit tertentu tapi kamu tidak dapat merasakan makanan, bisa jadi itu disebabkan kebiasaan merokok. Asap dari produk tembakau bisa melukai atau bahkan merusak sel yang bertugas membantu otak dalam mengidentifikasi bau dan rasa. Selain itu, merokok juga dapat membuat tubuh lebih banyak memproduksi lendir.

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Banyaknya lendir bisa mengurangi kemampuan indra pengecap dalam mendeteksi rasa makanan. 2. Paparan bahan kimia Paparan terhadap zat kimia tertentu bisa menyebabkan gangguan pada indra penciuman dan pengecap. Dikutip dari Verywell Health, bahan kimia yang ada pada produk pestisida, kosmetik, dan detergen dapat masuk ke sistem tubuh melalui kulit, mulut, hingga saluran napas. Bukan hanya penggunaan produk, kamu juga bisa terpapar bahan kimia saat berada di lingkungan industri.

3. Defisiensi vitamin Hilangnya kemampuan indra pencium dan pengecap bisa jadi tanda dari defisiensi vitamin.

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Ada banyak hal mengapa kadar vitamin di dalam tubuh dapat menurun. Konsumsi obat-obatan misalnya, dapat menyebabkan ketidakseimbangan vitamin A, B6, dan B12. Begitu juga jika sudah sulit merasakan makanan akibat faktor lain, kamu mungkin enggan untuk mengonsumsi sesuatu. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan vitamin yang cukup. 4. Kurang asupan zinc Salah satu penyebab tidak bisa merasakan makanan yang jarang diketahui adalah kekurangan asupan zinc.

Menurut sebuah penelitian yang terbit di Journal of Nutrition, defisiensi zinc jangka panjang bisa menurunkan fungsi kelenjar ludah dalam memproduksi air liur. Lama-kelamaan, hal tersebut akan membuat mulut menjadi mudah kering.

Seperti yang telah disebutkan, mulut yang terlalu kering bisa membuatmu sulit atau bahkan tidak bisa merasakan makanan. Penelitian lain menyebutkan, suplemen zinc terbukti secara klinis dapat membantu meningkatkan atau memulihkan ageusia pada pasien COVID-19.

Ageusia atau hilangnya kemampuan indra pengecap merupakan salah satu gejala umum dari infeksi virus Corona. 5. Sedang sakit Penyakit (terutama yang berhubungan dengan saluran pernapasan) biasanya memunculkan gejala tidak bisa merasakan makanan.

Apa pun yang mengiritasi lapisan atau jaringan di dalam hidung bisa membuatnya berair, gatal, dan berlendir. Akibatnya, indra penciuman dan pengecap ikut terdampak. Penyakit itu termasuk flu biasa, infeksi sinus, alergi, hidung tersumbat, dan yang terbaru adalah COVID-19. Tak perlu cemas, kondisinya akan membaik jika penyakit itu telah sembuh.

Sulit merasakan makanan juga bisa menjadi tanda awal dari penyakit serius seperti alzheimer, demensia, dan parkinson. Belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, kerusakan saraf di otak yang mengarah ke indra pengecap diyakini sebagai faktor pemicunya. 6. Efek samping obat Banyak orang yang mengeluh sulit tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan makanan pada periode konsumsi obat tertentu. Beberapa obat resep memang dapat memengaruhi cara kerja indra pengecap. Bahan kimia pada obat bisa mengontaminasi air liur.

Berikut beberapa jenis obat yang dapat membuatmu mengalami penurunan fungsi indra pengecap: • ACE inhibitor, biasa dipakai untuk mengatasi tekanan darah tinggi • Antidepresan, digunakan untuk mengatasi gangguan suasana hati • Antihistamin, dipakai untuk mengatasi reaksi alergi • Beta-blocker, digunakan untuk mengobati pasien gangguan jantung 7.

Efek perawatan kanker Orang yang sedang menjalani perawatan kanker biasanya sulit merasakan makanan. Kemoterapi misalnya, dosis obat yang tinggi bisa menurunkan fungsi tertentu pada tubuh, salah satunya adalah indra pengecap. Begitu juga dengan terapi radiasi, efeknya bisa merusak kelenjar yang bertugas memproduksi air liur. Makanan mungkin akan terasa hambar, tidak ada bedanya antara satu menu dengan yang lainnya.

Baca juga: Proses Kemoterapi: Ketahui Tahapan, Cara Kerja dan Biayanya 8. Faktor usia Seiring bertambahnya umur, seseorang bisa kehilangan beberapa saraf di indra penciuman dan pengecap. Hal itu akan berdampak pada kemampuan dalam mencium dan mendeteksi rasa makanan. Orang yang berusia di atas 60 biasanya cenderung berusaha mendeteksi rasa asin atau manis lebih dulu ketimbang rasa lainnya pada makanan.

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

9. Cedera kepala Indra pengecap saling berkaitan dengan indra penciuman. Jika indra penciuman ada masalah, ini akan berdampak pada hilangnya kemampuan indra pengecap dalam mengidentifikasi rasa makanan.

Cedera kepala bisa menjadi penyebab terjadinya gangguan pada indra penciuman. Saraf penciuman membawa informasi tentang bau atau aroma dari hidung ke otak. Adanya trauma atau cedera pada kepala, leher, dan otak, bisa merusak saraf tersebut. Dalam kasus yang ringan, kondisi itu mungkin dapat segera membaik seiring berjalannya waktu. Namun, jika berlangsung cukup parah, kamu berpotensi tidak bisa merasakan makanan atau mencium aroma tertentu dalam waktu yang lebih lama. 10.

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Hidung tersumbat Polip hidung. Sumber foto: www.pmrxcontent.com Hidung yang tersumbat bisa mengurangi kemampuan indra penciuman dalam menjalankan fungsinya. Adanya polip di hidung misalnya, menyebabkan penyempitan rongga udara. Bukan hanya tidak bisa mencium bau atau merasakan makanan, kamu mungkin juga kesulitan bernapas. Baca juga: Tak Tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan Langsung Minum Obat, Ini 8 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat 11. Gangguan bawaan Tanpa mengidap penyakit tertentu, seseorang bisa saja tidak bisa merasakan makanan.

Ini terjadi karena faktor genetik. Beberapa orang terlahir dengan sedikit atau tanpa indra penciuman sama sekali. Pada sebagian kasus, kondisi tersebut dapat memengaruhi indra pengecap. Namun, hilangnya indra penciuman tidak selalu memengaruhi kemampuan lidah untuk mendeteksi rasa makanan.

Beberapa orang masih dapat merasakan makanan meski tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan bisa mencium aromanya. 12. Kondisi mulut kering Mulut yang terlalu kering ternyata bisa menjadi penyebab tidak bisa merasakan makanan, lho. Ini biasanya dipicu oleh produksi air liur yang menurun.

Sebuah studi oleh peneliti asal Okayama University Dental School di Jepang menyebutkan, air liur punya peran penting pada kinerja reseptor rasa.

Tanpa adanya air liur, rasa dari makanan akan sulit dikenali oleh lidah. Mulut kering bisa dipicu oleh kurangnya asupan cairan harian yang kamu minum.

Namun, menurut Mayo Clinic, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan penurunan produksi air liur di kelenjar ludah, di antaranya adalah: • Obat-obatan seperti antihistamin, pereda nyeri, dekongestan, dan antipsikotik bisa memberi efek samping penurunan produksi air liur hingga menyebabkan mulut kering • Kerusakan saraf • Kondisi medis seperti diabetes, stroke, dan penyakit autoimun • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang, seperti metamfetamin 13.

Faktor hormonal Tak banyak yang tahu bahwa hormon ternyata punya andil pada fungsi indra pengecap. Adanya fluktuasi hormon dapat menyebabkan satu rasa tertentu menjadi terlalu dominan di lidah, dan rasa lainnya menjadi hambar.

Berdasarkan penelitian pada 2015 yang terbit di Journal of Nutrition and Food Sciences, kepekaan terhadap rasa manis akan meningkat ketika konsentrasi hormon estrogen melonjak. Sebaliknya, jika kadar hormon progesteron yang meningkat, maka sensasi pahit akan lebih dominan di lidah ketimbang rasa lainnya. Fluktuasi hormonal tersebut sangat umum terjadi pada wanita, terutama ketika sedang haid, hamil, dan setelah melahirkan atau periode menyusui.

14. Faktor kebersihan mulut dan gigi Kebersihan mulut dan gigi adalah satu hal yang sering disepelekan oleh banyak orang tapi bisa berdampak pada kemampuan indra pengecap dalam merasakan makanan.

Bakteri mudah tumbuh dan berkembang di dalam mulut yang jarang dibersihkan. Banyaknya bakteri dapat memengaruhi kemampuan indra pengecap dalam mendeteksi rasa makanan. Jadi, jangan malas untuk rutin sikat gigi, ya. Jika perlu, kamu bisa menggunakan mouthwash untuk membunuh kuman atau bakteri di dalam mulut.

15. Gangguan pada lidah Lidah adalah bagian tubuh yang berperan sebagai indra pengecap. Adanya masalah pada lidah bisa mengganggu fungsinya, termasuk kemampuan dalam merasakan makanan. Gangguan pada lidah dapat dipicu oleh banyak faktor, seperti: • Iritasi • Reaksi alergi • Infeksi • Peradangan yang memicu luka seperti sariawan • Gejala dari kondisi medis seperti penyakit autoimun, diabetes, tumor, leukemia, anemia, dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) Bagaimana mengatasinya?

Penanganan dan perawatan kondisi tidak bisa merasakan makanan tergantung dari penyebabnya. Jika dipicu oleh faktor kebersihan mulut, rutin sikat gigi bisa menjadi solusi. Begitu pula jika penyebabnya infeksi bakteri, antibiotik dapat membantu menyembuhkannya. Namun, untuk kondisi yang lebih serius seperti gangguan kesehatan parah, masalah pada saraf, dan cedera, perawatan mungkin dilakukan dengan cara yang membutuhkan waktu lebih lama dan cenderung rumit, misalnya terapi khusus dan prosedur medis berupa operasi.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa membuatmu tidak bisa merasakan makanan. Namun, untuk mengetahui penyebab pastinya, kamu bisa periksakan diri ke dokter, ya! Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7.

Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini! • WebMD, diakses 22 April 2021, Why Might My Sense of Taste Change? • WebMD, diakses 22 April 2021, What’s Causing My Loss of Smell and Taste? • Medical News Today, diakses 22 April 2021, What causes a loss of taste? • American Journal of Medicine, diakses 22 April 2021, The Impact of Aging and Medical Status on Dysgeusia. • Verywell Health, diakses 16 Juni 2021, An Overview of Dysgeusia.

• Health Grades, diakses 16 Juni 2021, 9 Reasons You Might Be Losing Your Sense of Smell. • Health Grades, diakses 16 Juni 2021, Loss of Tastes. • Healthline, diakses 16 Juni 2021, Tongue Problems.

• Mayo Clinic, diakses 16 Juni 2021, Dry Mouth. • OAText, diakses 16 Juni 2021, Zinc may have a potential role in taste malfunctions treatment for COVID-19 patients. Journal Review article. • Longdom.org, diakses 16 Juni 2021, Changes in Taste and Food Intake during the Menstrual Cycle. • Oxford Academic, diakses 16 Juni 2021, Long-Term Zinc Deficiency Decreases Taste Sensitivity in Rats. • National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 16 Juni 2021, Role of saliva in the maintenance of taste sensitivity.

VIVA – Hilangnya kemampuan untuk mencium dan merasakan, juga disebut dengan anosmia, menjadi salah satu gejala yang terkait dengan COVID-19. Namun, gejala ini banyak membingungkan karena tidak semua pasien positif COVID-19 bisa mengenalinya. Terkecuali, mereka menghirup atau mencium aroma sesuatu.

Karenanya, beberapa pasien positif COVID-19 diminta untuk melakukan pemeriksaan dengan menghirup sesuatu.

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Berpegang pada hal itu, sejumlah ilmuwan mengembangkan cara unik untuk mengetes kehilangan indra penciuman atau perasa karena COVID-19 dengan menggunakan bahan sederhan yang digunakan sehari-hari, yaitu kopi. Saat ini, para ilmuwan merancang tes kopi praktis, tes menghirup, untuk membantu orang mengetahui infeksi lebih awal.

Beberapa ilmuwan juga menyebutkan bahwa melakukan tes menghirup dan mencium bisa menjadi indikator COVID-19 yang lebih baik dibanding pemeriksaan suhu tubuh sederhana. Tes ini juga bisa bermanfaat mendeteksi penularan tanpa gejala, di mana kemampuan seseorang untuk membedakan bau dan aroma bisa hilang, tapi tidak ada gejala lain COVID-19 yang timbul.

Tidak seperti kehilangan kemampuan mencium bau yang disebabkan hidung tersumbat atau sinusitis, orang yang terkena COVID-19 tidak bisa membedakan bau sederhana. Beberapa pasien menyatakan kalau mereka sulit membedakan antara bau bensin dengan bumbu, susu dan bau yang berkaitan lainnya.
Halo dok,saya pemuda berusia 17 tahun,kemarin saya sempat tidak enak badan 1 hari dan langsung sembuh keesokan harinya ,namun di hari berikutnya saya merasakan kalau hidung saya tidak bisa mencium bau tetapi untuk makan lidah saya masih dapat merasakan rasa makanan,apakah saya mengalami anosmia?

Atau mungkin ada penyakit serupa yang timbul? Terimakasih banyak dok Selamat siang, W. Anosmia adalah terminologi medis yang menggambarkan ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk mencium bau. Anosmia bukan sebuah penyakit, melainkan sebuah gejala. Penyakit yang mendasari anosmia berbeda-beda, dan salah satunya adalah Covid-19 (yang saat ini sedang menjadi pandemi). Covid-19 adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona SARS-nCoV-2.

Penyakit ini tergolong unik, karena memiliki gejala yang berbeda-beda pada setiap individu. Semakin kuat kekebalan tubuh seseorang, semakin ringan gejala yang dialami. Pada sebagian penderita Covid-19, mereka mengalami gejala sama seperti yang Anda alami; yaitu tidak enak badan, tidak bisa mencium bau, namun masih bisa merasakan makanan.

Tapi, untuk memastikan apakah Anda benar-benar terinfeksi Covid-19 atau bukan, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang yang dikenal dengan swab test. Pemeiksaan tersebut berfungsi untuk mendeteksi ada tidaknya virus (atau salah satu bagian virus) pada area tenggorokan Anda. Apabila hasilnya negatif, maka mungkin kondisi anosmia Anda disebabkan oleh faktor lain, seperti peradangan hidung (rhinitis) atau polip hidung.

Periksakan kepada dokter THT untuk memastikan penyebabnya, sehingga Anda dapat diberikan terapi yang sesuai. Semoga bermanfaat. Salam sehat, dr Sylvia hidung tersumbat anosmia covid-19 Sebagian orang atau mungkin juga Anda cenderung memiliki indera penciuman yang lebih tajam, sehingga lebih sensitif terhadap bau. Namun, ada beberapa orang lainnya yang justru mengalami hal sebaliknya, yaitu susah mencium bau apa pun yang ada di tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan.

Dalam istilah medis, hal ini disebut dengan hiposmia. Lantas, apa penyebab hiposmia? Simak informasinya berikut ini, ya. Mengenal hiposmia, ketika hidung susah mencium bau apa pun Benda-benda yang ada di sekitar Anda akan melepaskan molekul-molekul bau tertentu yang kemudian ditangkap oleh sel-sel saraf dalam hidung.

Sel saraf tersebut kemudian mengirimkan sinyal khusus ke otak. Otaklah yang akan mengenali bau-bauan yang Anda cium.

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Itu kenapa orang yang indera penciumannya normal semestinya dapat menghirup berbagai aroma yang ada di sekitarnya. Aroma yang bisa dihirup misalnya makanan, bau busuk dari sampah, bau menyengat dari bahan-bahan kimia, dan lainnya. Hiposmia adalah hilangnya sebagian kemampuan pada indera penciuman tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan merasakan bau.

Turunnya kemampuan untuk mencium bau bukan berarti berarti Anda mengalami masalah pada hidung saja, lho. Akan tetapi, ini juga bisa menjadi dampak dari gangguan otak dan sistem saraf tubuh, terutama saraf penciuman. Akibatnya, indera penciuman Anda jadi kurang sensitif dengan bau yang ada.

Penyebab beberapa orang mengalami kesulitan mencium bau Jika sebelumnya Anda dapat mencium aroma wangi atau bau busuk dengan mudah, perubahan ini tentu membuat Anda jadi tak nyaman. Anda jadi kesulitan untuk mencium bau makanan yang menggugah selera, sehingga nafsu makan pun jadi ikut menurun.

Hiposmia umumnya disebabkan karena penurunan fungsi saraf pada hidung, tapi ini juga bisa karena masalah medis lainnya yang perlu diwaspadai. Berbagai penyebab seseorang susah mencium bau adalah: 1. Usia Usia adalah penyebab hiposmia yang paling umum. Menurut American Academy of Otolaryngology – Head and Neck Surgery, kemampuan indera penciuman jadi sangat sensitif saat Anda berusia 30 dan 60 tahun. Lebih dari usia tersebut, kemampuan indera penciuman akan berangsur-angsur menurun dan membuat Anda sulit mencium berbagai bau yang ada.

Bahkan, sekitar 39% orang yang berusia 80 tahun ke atas cenderung mengalami hiposmia. 2. Alergi dan infeksi Orang yang mengalami alergi atau penyakit infeksi seperti flu dan pilek cenderung kurang sensitif dengan bau. Namun tenang dulu, ini biasanya akan segera kembali normal setelah Anda minum obat flu dan sembuh. Sinus kronis juga dapat memberikan efek yang sama. Pasalnya, saat rongga di sekitar saluran hidung (sinus) meradang dan membengkak selama lebih dari 12 minggu, peradangan yang terjadi dapat merusak sel-sel tertentu yang memungkinkan seseorang untuk mencium bau.

Itulah mengapa orang dengan sinus kronis cenderung sulit mencium aroma tertentu. 3. Polip hidung Daging yang tumbuh dalam hidung alias polip hidung bisa jadi penyebab hiposmia yang Anda alami. Sebagian besar orang yang memilikinya tidak merasakan gejala dan tanda apa pun. Namun, salah satunya bisa Anda deteksi dengan turunnya kemampuan untuk mencium bau di sekitar. 4. Konsumsi tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan tertentu Jika Anda merasa tak lagi sensitif untuk mencium bau, coba perhatikan jenis obat yang sedang Anda minum.

Ya, beberapa jenis obat tertentu dapat membuat indera penciuman Anda jadi kurang sensitif, seperti: • Antibiotik, seperti ampicillin dan tetracycline • Antidepresan, seperti amitriptyline • Antihistamin, seperti loratadine 5. Cedera kepala Cedera kepala tak hanya memberikan efek samping pusing dan sakit kepala saja, tetapi juga bisa membuat Anda mengalami hiposmia.

Hal ini dapat memengaruhi sistem saraf hidung dan mengganggu indera penciuman, meskipun cenderung tidak permanen maupun berbahaya. 6.

Penyakit tertentu Kondisi saraf yang bermasalah dapat menyebabkan hidung kehilangan kemampuan untuk mencium aroma. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit yang meliputi: • Penyakit Parkinson • Multiple sclerosis • Penyakit Alzheimer • Obesitas • Diabetes tipe 1 • Hipertensi • Malnutrisi Penyakit multiple sclerosis, misalnya, sering kali dikaitkan dengan hiposmia.

Sebuah penelitian menemukan bahwa terdapat 40% penderita multiple sclerosis mengalami hilangnya sebagian indera penciuman mereka.

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Semakin besar tingkat kecacatan akibat multiple sclerosis, maka semakin sulit pula seseorang untuk mencium aroma di sekitarnya. Sedangkan pada penderita diabetes, beberapa penelitian menemukan bahwa orang dengan diabetes tipe 1 cenderung kesulitan untuk membedakan aroma yang terhirup.

Hal ini disebabkan oleh kerusakan saraf neuropati perifer, sehingga indera penciumannya jadi bermasalah. Bagaimana cara mengatasi hiposmia? Penanganan hiposmia berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya itu sendiri. Jika hiposmia disebabkan tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan reaksi alergi atau flu, sebetulnya Anda tidak membutuhkan perawatan khusus karena akan kembali normal dengan minum obat flu atau antihistamin lainnya.

Namun, bila hiposmia disebabkan oleh beberapa penyakit kronis yang telah disebutkan, penanganannya disesuaikan lagi dengan jenis penyakitnya. Indera penciuman Anda biasanya akan kembali membaik setelah dimulainya pengobatan.
Menikmati aroma makanan atau mencium bau wewangian bisa menjadi kesenangan tersendiri bagi seseorang. Mencium bau juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengenali sesuatu. Namun, apa jadinya jika kita tidak bisa merasakan bau apa pun?

Kondisi ini disebut anosmia atau hilangnya kemampuan mencium bau. Yang bikin khawatir, hilangnya kemampuan mencium aroma ini merupakan salah satu gejala penyakit COVID-19. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Nature Medicine yang terbit pada Mei 2020 lalu, di antara 18.401 partisipan yang mengikuti tes COVID-19, proporsi partisipan yang dilaporkan kehilangan kemampuan penciuman dan perasa lebih tinggi pada mereka yang positif COVID-19 (4.668 dari 7.718 individu atau 65,03 persen) dibandingkan partisipan dengan hasil negatif COVID-19 (2.436 dari 11.223 individu atau 21,71 persen).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah memasukkan hilangnya kemampuan indra penciuman atau perasa sebagai salah satu gejala COVID-19, disertai gejala umum seperti demam tinggi, batuk kering, kelelahan, dan sesak napas. Meski demikian, bila kamu mengalami anosmia, belum tentu kamu tertular COVID-19. Diperlukan tes lebih lanjut untuk memastikannya. Ini karena anosmia bisa disebabkan oleh beberapa masalah pada indra penciuman seseorang.

Bagaimana anosmia bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini. unsplash.com/Richárd Ecsedi Melansir Healthline, anosmia adalah kondisi hilangnya kemampuan seseorang untuk mencium bau sebagian atau seluruhnya. Kondisi ini bisa bersifat sementara ataupun permanen. Berdasarkan keterangan dalam sebuah artikel di WebMD, proses penciuman terjadi saat molekul yang dilepaskan suatu zat (contohnya wewangian dari bunga) menstimulasi sel saraf khusus (disebut sel olfaktori atau penciuman).

Sel-sel saraf tersebut akan mengirimkan informasi ke otak, yang mana bau tersebut akan diidentifikasi. Nah, hal apa pun yang dapat mengganggu proses ini, seperti hidung tersumbat atau kerusakan sel saraf itu sendiri, dapat mengakibatkan seseorang kehilangan kemampuan untuk mencium baru atau gangguan indra penciuman. pexels.com/Pixabay Anosmia tentu dapat memengaruhi kualitas hidup. Seseorang dengan anosmia tidak lagi mampu memperoleh kenikmatan saat makan atau minum, karena tidak bisa mencium aroma dan kesulitan dalam merasakan makanan dan minuman.

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya nafsu makan, bahkan penurunan berat badan atau malnutrisi. Anosmia juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami depresi. Mereka tidak bisa merasakan aroma apa pun yang disukai, seperti makanan, kopi, bunga, aromaterapi, atau aroma lain yang disukainya. Baca Juga: 5 Fakta Hiposmia, Penyakit Gangguan Indra Penciuman pada Manusia pexels.com/Dana Tentis Anosmia bisa menyebabkan penderitanya tidak menyadari tanda bahaya yang ada di sekitarnya.

Misalnya bila ada bau kebocoran gas, asap kebakaran, bahkan makanan yang sudah basi. Untuk itu sebaiknya orang yang mengalami anosmia melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti: • Memasang alarm asap kebakaran dan kebocoran gas • Memberi label tanggal kedaluwarsa makanan • Membaca petunjuk atau label bahan kimia yang terkandung dalam pembersih peralatan dapur atau insektisida pixabay.com/Mojpe Ada beragam faktor yang bisa menjadi penyebab anosmia.

Melansir Healthline, berikut ini adalah di antaranya: • Infeksi pada selaput lendir yang melapisi hidung: bisa disebabkan oleh pilek, infeksi sinus, merokok, flu, rinitis alergi dan rinitis non alergi.

• Penyumbatan saluran hidung: seperti tumor, polip hidung, dan kelainan tulang hidung. • Kerusakan otak atau saraf: ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan kondisi ini, di antaranya penuaan, penyakit Alzheimer, tumor otak, stroke, cedera kepala, efek samping obat-obatan, dan lain-lain.

• Pada kasus yang jarang, seseorang dilahirkan tanpa indra penciuman karena kondisi genetik yang disebut sebagai anosmia kongenital atau anosmia bawaan lahir. unsplash.com/Online Marketing Melansir MayoClinic, kehilangan kemampuan penciuman yang disebabkan oleh pilek, alergi, atau infeksi sinus biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Namun, jika anosmia tak juga hilang, sebaiknya temui ke dokter agar bisa diketahui penyebabnya dan segera mendapat penanganan. Pengobatan anosmia dilakukan berdasarkan penyebabnya, yang meliputi: • Pengobatan anosmia karena iritasi hidung meliputi pemberian dekongestan, antihistamin, semprotan steroid hidung, antibiotik untuk infeksi bakteri, mengurangi paparan iritasi hidung atau alergen, dan berhenti merokok.

• Tindakan operasi dilakukan untuk anosmia yang disebabkan karena polip hidung, kelainan tulang hidung atau membersihkan sinus.

• Orang tua lebih rentan kehilangan indra penciuman secara permanen dan saat ini tidak ada pengobatan yang tersedia untuk anosmia kongenital. Indra penciuman sangat penting untuk dijaga.

Sebab, kehilangan kemampuan tersebut akan sangat memengaruhi kualitas hidup. Tidak bisa menikmati momen saat menyantap makanan atau mencium aroma favorit bisa menjadi masalah besar. Untuk itu, kenali gejala dan penyebabnya serta jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika menyadari ada yang tidak beres dengan indra penciuman kalian.

Segera periksakan ke dokter bila hilangnya penciuman disertai gejala lainnya seperti demam atau menggigil, batik kering, sulit bernapas, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, mual atau muntah, dan diare. Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M: Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan, atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir.

Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal Tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: Studi Terbaru: Ibuprofen Tidak Membuat Gejala COVID-19 Makin Parah Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • Menko Muhadjir: Biaya Pasien Hepatitis Akut Ditanggung BPJS Kesehatan • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan
Jakarta - Di tengah lonjakan kasus COVID-19 seperti saat ini, masyarakat mulai khawatir jika berbagai keluhan muncul.

Misalnya seperti tidak bisa mencium bau tapi bisa merasakan makanan.

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Keluhan seperti ini sering dikaitkan dengan salah satu gejala COVID-19 yaitu anosmia. Itu merupakan kondisi kehilangan kemampuan indra penciuman yang biasanya dialami seseorang yang sedang flu karena hidung tersumbat.

Namun, keluhan tidak bisa mencium bau tapi bisa merasakan makanan ini sering dialami pasien COVID-19. Bagaimana itu bisa terjadi? Menurut penelitian, gejala ini bisa muncul pada pasien COVID-19 karena adanya protein di permukaan beberapa sel manusia yang mudah 'mengikat' virus Corona. "Ini adalah sel-sel yang ditemukan di jantung, paru-paru, usus, tenggorokan, dan hidung," tulis peneliti yang dikutip dari Science Focus.

Protein sejenis enzim yang disebut 'angiotensin converting enzyme II' (ACE-2) ini memiliki bentuk yang dirancang untuk mengambil hormon angiotensin. Setelah itu mengubahnya menjadi ACE2 yang digunakan tubuh untuk berbagai hal, seperti mengatur tekanan darah, tetapi mudah berikatan dengan virus Corona.

Baca juga: Anosmia Disebut Jadi Tanda Tubuh 'Terlindungi' dari Corona, Kok Bisa? Untuk mengetahuinya, tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas John Hopkins meneliti sampel jaringan dari hidung pasien COVID-19. Hasilnya, mereka menemukan 200-700 protein ACE2 pada epitel olfaktorius atau jaringan di bagian belakang hidung yang berfungsi untuk mendeteksi bau.

"Secara umum, saat sel manusia terinfeksi virus mereka menjalani proses yang disebut pyroptosis atau penghancuran diri untuk menggagalkan virus menempel pada sel. Jadi, kemungkinan besar sel pendukung penciuman itu menghancurkan dirinya sendiri yang menyebabkan kematian neuron sensorik dan hilangnya indra penciuman," kata penulis studi Dr Andrew P Lane.

Sampai kapan gejala ini terjadi? Dalam studi lanjutan, tim ilmuwan terus mengamati pasien yang pulih dari COVID-19.

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Hasilnya, mereka menemukan bahwa neuron sensorik ini perlahan mulai kembali dari waktu ke waktu, tetapi efek jangka panjang gejala ini masih belum diketahui. "Beberapa pasien COVID-19 melaporkan setelah kemampuan indra penciuman mereka kembali, mereka mencium bau yang menyimpang (parosmia) dan bertahan selama berbulan-bulan," ujar Dr Lane.

"Gangguan bau jangka panjang COVID-19 ini tidak biasa, sehingga perlu dilakukan studi lebih lanjut," imbuhnya. Kemungkinan buruknya, Dr Lane mengatakan kemungkinan perubahan fungsi penciuman atau tidak bisa mencium bau tapi bisa merasakan makanan ini bisa bersifat permanen.

Meski begitu, harus tetap optimis bahwa fungsi penciuman ini masih bisa kembali normal. Baca juga: 3 Fakta Anosmia, Gejala COVID-19 yang Ganggu Indra Penciuman Bagaimana mengatasinya? Dikutip dari The Conversation, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi anosmia ini adalah melakukan latihan atau terapi mencium. Lakukan latihan dengan mencium atau mengendus bau yang sama secara terus menerus.

Misalnya bisa mengendus dengan bau parfum kesukaan secara terus menerus, fungsinya agar tubuh bisa mendeteksi dan mengidentifikasi bau tersebut. Selain parfum, terapi ini bisa dilakukan dengan bau yang berbeda sampai indra penciuman kembali. Selain cara itu, bisa juga menggunakan bahan-bahan lain untuk mengatasi gejala tidak bisa mencium bau tapi bisa merasakan makanan. Misalnya dengan: - Bawang putih Hancurkan 4-5 siung bawang putih dan tambahkan ke dalam secangkir air mendidih.

Rebus selama dua menit, tambahkan sedikit garam. Minum ramuan tersebut selagi masih panas, dua kali sehari untuk mengembalikan indra penciuman. - Jahe Saat tidak bisa mencium bau tapi bisa merasakan makanan, coba atasi dengan jahe. Caranya, bisa mengkonsumsi jahe dengan menyeduhnya menjadi teh atau mengunyahnya sedikit untuk meningkatkan indra penciuman yang menurun akibat anosmia. Berita Terkait • Awas! Mata Kering Bisa Jadi Pertanda Gejala COVID-19 • Kabar Baik Bagi Pengidap Long COVID, Obatnya Kini Mulai Dikembangkan • Hati-hati!

Kesemutan Berkepanjangan Bisa Jadi Gejala COVID-19 • Penting! IDAI Beberkan Gejala 'Son of Omicron' BA.2 pada Anak • WHO Beberkan Tiga Gejala Long COVID Paling Sering Dikeluhkan • Awas COVID-19!

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Ini Ciri-ciri Paru Bermasalah yang Wajib Diwaspadai • RI Mulai 'Bye-bye' COVID-19? 10 Provinsi Ini Sudah Lewati Puncak Omicron • Gibran Kena COVID-19 Lagi, Apa Sih Penyebab Reinfeksi? Ini Kata Dokter Paru MOST POPULAR • 1 Anak di Jatim Meninggal Diduga karena Hepatitis Misterius, Ini Gejala Awalnya • 2 Dijalani Raja Salman, Apa Itu Kolonoskopi yang Bisa Deteksi Kanker Usus Besar?

• 3 Hepatitis Akut 'Misterius' Menular Lewat Pernapasan dan Pencernaan, Begini Mencegahnya • 4 Benarkah Long COVID 'Biang Kerok' Hepatitis Misterius? Ini Penjelasan Pakar IDI • 5 Masih Misterius, IDAI Ungkap Kemungkinan Cara Penularan Hepatitis Akut • 6 Tips Curi-curi Waktu untuk Bercinta di Pagi Hari • 7 Post Holiday Blues Bikin Tak Semangat Bekerja?

tidak bisa mencium aroma tapi bisa merasakan makanan

Psikolog Sarankan Ini • 8 Perlengkapan Main Sepatu Roda, Penting agar Tetap Aman Saat Meluncur • 9 5 Tips Foreplay yang Bikin Seks Makin Panas • 10 WHO: Angka Kematian Tak Langsung Pasien COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia • SELENGKAPNYA

Hidung Tidak Bisa Mencium Bau? Atasi dengan ini!




2022 www.videocon.com