Motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Ragam Hias – Pengertian, Fungsi, Pola, Jenis Motif & Teknik - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 7.1 Artikel Terkait Pengertian Ragam Hias Ragam hias atau ornamen adalah berbagai gambar bentuk hias atau motif yang biasanya dibuat secara berulang dan memiliki pola tertentu hingga mengisi seluruh area kosong pada suatu karya seperti bahan kain, guci, furnitur kayu, kulit, dsb.

Contohnya, kain batik menggunakan ragam hias dalam motifnya. Di Indonesia, kesenian ini telah berkembang dari sejak zaman prasejarah. Ragam hias tradisional Indonesia banyak dipengaruh oleh lingkungan alam, flora dan fauna nusantara. Selain itu, setiap budaya juga memiliki ciri khas untuk mengiterasikan alam nusantara dan berbagai kearifan lokal lainnya di masing-masing daerah.

Gambar hias yang diulang berkali-kali mengikuti pola adalah ide kunci dari ragam ornamen. Meskipun aplikasi sebenarnya adalah untuk menghias karya seni lain yang memiliki bidang permukaan kosong seperti kain, furnitur atau guci, belakangan motif dekoratif juga dapat menjadi gaya yang berdiri sendiri dalam suatu karya seni 2 dimensi seperti lukisan dan desain grafis. Pola Ragam Hias Ragam hias biasanya memiliki pola atau susunan yang berulang. Semua unsur hias yang ada mengikuti pola tersebut, sehingga ragam ornamen tampak teratur dan terukur.

Pola ini juga biasa disebut irama dan dapat memiliki arah dan ukuran yang beragam disetiap gambar hias yang diulang. Misalnya untuk ragam hias geometris biasanya mengikuti pola arah yang saling menyilang, zig-zag atau berputar mengikuti lingkaran.

Pola lain dapat sesederhana perulangan unsur hias secara diagonal atau horizontal saja, seperti yang biasa ditemukan di motif kain batik. Pola hias juga dapat dibuat dengan cara yang tidak teratur, namun tetap diperhatikan keseimbangannya. Misalnya gambar hias pertama dibuat dengan ukuran yang lebih besar, gambar kedua dibuat lebih kecil, kemudian pada pengulangna ketiga dibuat dengan ukuran yang besar lagi. Fungsi Ragam Hias Keinginan untuk menghias sesuatu merupakan insting dan naluri manusia.

Pembuatan ornamen penghias didasarkan atas kebutuhan masyarakat baik secara praktis maupun estetis hingga kebutuhan ritual kepercayaan atau agama.

Kebutuhan praktis meliputi kebutuhan manusia terhadap benda pakai yang dianggap layak untuk digunakan dalam masyarakatnya. Kain samping harus diberi motif batik agar tampak blend-in dengan masyarakat.

Piring harus bermotif bunga agar warung nasi mereka dianggap sekelas dan patut dikunjungi seperti warung nasi lain yang telah sukses sebelumnya. Sementara itu kebutuhan estetis berarti kebutuhan murni terhadap keindahan dan atau makna simbolik yang dipancarkan oleh karyanya. Terdapat pula beberapa ragam ornamen (hias) yang memiliki makna simbolis yang mengandung nilai-nilai budaya masyarakat pendukungnya.

Jenis Motif Ragam Hias Di luar kebiasaan masyarakat Indonesia yang selalu membuat ragam hias yang terinspirasi dari alam, terdapat beberapa jenis motif lain yang bukan diambil dari alam.

Jenis ragam motif yang ada meliputi: ragam ornamen floral (vegetal), fauna, figural, dan geometris. Floral motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu Motif floral atau vegetal adalah motif yang menampilkan ornamen-ornamen yang menyerupai tumbuh-tumbuhan dari dedaunan, rerumputan dan bunga.

Bentuk floral sebagai motif yang sangat mudah dijumpai hampir diseluruh pulau Indonesia. Motif ini dapat ditemukan pada barang-barang seni seperti ukiran furnitur, kain batik, kain sulam, tenun, border, dll. Menggambar Motif Floral Untuk menciptakan motif floral awalnya dapat diambil dari objek tunggal, misalnya daun.

Kemudian gambar ulang disebelahnya dan variasikan daun tersebut sesuai dengan imajinasi dan kreativitas kita sendiri. Proses tersebut dapat disebut dengan stilasi. Fauna (Animal) Motif fauna adalah gambar hias yang distilasikan dari berbagai binatang seperti cicak, ikan, ayam, harimau hingg ke gajah.

Dalam motif tradisional nusantara, biasanya motif ini dipadukan dengan motif flora dan bentuk geometris juga. Motif ini banyak ditemukan pada karya seni batik, ukiran, anyaman, sulaman dan batik. Motif ini dapat mengandung berbagai kekhas-an lokal daerah tertentu di Indonesia.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Misalnya terdapat burung cendrawasih untuk Papua, Komodo bagi NTT dan gajah untuk mewakili lampung. Motif fauna banyak ditemui di Bali, Yogyakarta, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Menggambar Ragam Motif Fauna Menggambar motif fauna sebetulnya sama saja seperti motif flora. Hanya saja, binatang bentuknya tidak sesederhana daun, sehingga cenderung harus disederhanakan. Jika fauna yang digambar terlalu mendetail, biasanya kurang tampak menarik untuk dijadikan ragam ornamen.

Geometris Motif geometris adalah gambar hias yang dibuat dari bentuk-bentuk geometris seperti garis-garis sederhana, segitiga, lingkaran, dsb. Motif ini sering dijumpai di pulau Jawa dan Sumatra. Berbagai motif-motif sederhana itu dapat diatur dengan pola yang teratur dalam irama pengulangan yang dinamis sehingga menghasilkan ragam hias yang estetis. Menggambar Motif Geometris Ragam hias geometris akan memerlukan alat khusus seperti penggaris untuk menggambarnya.

Intinya motif ini mengembangkan bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segi empat dan lingkaran. Coba mulai dari bentuk geometris yang berupa garis luar atau outline. Kemudian ulang dan variasikan bentuknya dalam satu pola yang sama.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Berbeda dengan motif fauna yang cenderung harus disederhanakan, motif geometris justru harus dilebih-lebihkan agar tampak lebih menarik sebagai gambar hias. Hal ini karena bentuk geometris sudah sangat sederhana dan berisiko kurang menarik untuk dilihat jika tidak divariasikan. Figuratif Motif figuratif adalah hiasan yang dibuat menyerupai sosok manusia dengan penggayaan tertentu, seperti disederhanakan atau sedikit diabstrakan. Ragam hias ini lebih banyak ditemukan pada bahan kain atau tekstil dan ukiran kayu.

Oleh: Lestari Batiku Menggambar Ragam Motif Figuratif Menggunakan gambar manusia sebagai motif terhitung lebih rumit dari yang lain. Karena referensi gambar manusia harus disederhanakan menjadi lebih abstrak (ke-kartun-kartunan) kemudian dilebihkan agar tampak lebih dinamis dan tidak kaku.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Teknik Menggambar Ragam Hias Menggambar ragam ornamen (hias) harus memperhatikan komposisi, proporsi keseimbangan dan keharmonisannya. Prosedur yang harus dilakukan dimulai dari menentukan jenis, kemudian membuat pola yang ingin digunakan.

Lebih jelasnya, akan dijabarkan pada langkah-langkah di bawah ini. • Perhatikan pola bentuk yang akan digambar, apakah motif fauna?

Flora? Atau geometris? Persiapkan referensinya, misalnya cari foto bunga dan tumbuhan yang biasa tumbuh di Indonesia untuk sumber inspirasi yang akan distilasikan ke ornamen. • Siapkan alat dan media gambar yang dapat menunjang pola bentuk yang akan digambar.

Jika ragam ornamen yang akan kamu gambar memiliki detail, ukuran dan arah yang presisi, persiapkan juga penggaris dan pensil yang runcing. • Tentukan ukuran pola gambar yang akan dibuat. Salah satu kata kunci ragam hias adalah “pengulangan” maka ukuran pola gambar harus cukup untuk diulang beberapa kali pada media. Misalnya, minimal ada 5-6 jajar pola pengulangan dalam satu kertas.

• Buat sketsa ukuran dan pola pengulangan yang akan diikuti oleh ornamen berupa beberapa “kotak” atau bidang kosong yang akan diisi oleh gambar hias. • Buat sketsa satu bidang ragam hias pada di salah satu kotak/bidang pola yang telah dibuat. • Selesaikan semua bidang pola yang masih belum terisi. • Terakhir, baru mulai warnai dan rapihkan semua gambar hias yang telah mengikuti pola tersebut. Penutup Ragam hias memiliki pola bentuk gambar dan pengulangan yang teratur atau tidak teratur tapi masih tetap seimbang.

Pola teratur akan menghasilkan gambar yang rapi, harmonis dan memberikan kesan menenangkan. Sementara pola tidak teratur akan menghasilkan ragam ornamen (hias) yang ekspresif dan dinamis. Terdapat empat jenis ragam pola hias: (1) Flora, yang berarti motif diciptakan mengikuti bentuk dedaunan, bunga dan tumbuhan lain, (2) Fauna, terinspirasi dari binatang, (3) Geometris, dibuat dari bidang-bidang seperti segitiga, persegi dan lingkaran, (4) dibuat mengikuti wujud manusia.

Kesenian ini banyak ditemukan di Indonesia seperti di pulau Jawa, Sumatra, Kalimatan, Sulawesi, Madura, Bali dan Papua. Beberapa masyarakat Indonesia masih menciptakan ragam hias sebagai penghormatan kepada nenek moyang atau untuk mencari keselamatan hidupnya. Fungsi dari kesenian ini sendiri meliputi fungsi praktis, fungsi estetis, hingga berkepentingan sebagai simbol dari kepercayaan suatu masyarakat.

Gambar-gambar ragam hias dapat ditemukan pada dinding rumah adat, anyaman, kain batik dan benda-benda kerajinan atau kriya lainnya. Referensi • Gray, Peter. (2009). Panduan Lengkap Menggambar & Ilustrasi Objek & Observasi. Terjemahan Sara C. Simanjuntak.

Jakarta: Karisma. • Juih, dkk. (2000). Kerajinan Tangan dan Kesenian. Jakarta: Yudhistira. • Eko Purnomo, dkk. (2017). Seni Budaya VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Discovery Learning: Pembahasan Lengkap Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan Yahoo ist Teil der Markenfamilie von Yahoo.

Durch Klicken auf „ Alle akzeptieren" erklären Sie sich damit einverstanden, dass Yahoo und seine Partner Cookies und ähnliche Technologien nutzen, um Daten auf Ihrem Gerät zu speichern und/oder darauf zuzugreifen sowie Ihre personenbezogenen Daten verarbeiten, um personalisierte Anzeigen und Inhalte zu zeigen, zur Messung von Anzeigen und Inhalten, um mehr über die Zielgruppe zu erfahren sowie für die Entwicklung von Produkten.

Personenbezogene Daten, die ggf. verwendet werden • Daten über Ihr Gerät und Ihre Internetverbindung, darunter Ihre IP-Adresse • Browsing- und Suchaktivitäten bei der Nutzung von Yahoo Websites und -Apps • Genauer Standort Sie können ' Einstellungen verwalten' auswählen, um weitere Informationen zu erhalten und Ihre Auswahl zu verwalten.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Sie können Ihre Auswahl in den Datenschutzeinstellungen jederzeit ändern. Weitere Informationen darüber, wie wir Ihre Daten nutzen, finden Sie in unserer Datenschutzerklärung und unserer Cookie-Richtlinie.

Klicken Sie hier, um weitere Informationen zu unseren Partnern zu erhalten.
none Motif Ragam Hias – Ragam hias merupakan salah satu bentuk dari karya seni rupa yang umumnya digunakan sebagai dekorasi untuk mempercantik bidang baik 2 dimensi dalam bentuk hiasan gambar, batik, songket, maupun ukiran anyaman serta bidang 3 dimensi seperti pahatan dalam perabotan rumah tangga, kerajinan tangan, seni dalam bangunan, dan beberapa perabotan 3 dimensi yang lain.

Motif ragam hias sudah ada sejak dahulu pada zaman prasejarah. Ragam hias dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti keadaan alam, flora, fauna serta manusia atau makhluk hidup lain yang ada di dalamnya. Ragam hias memiliki fungsi sebagai kekhasan atau keunika dari suatu uni daya pada eranya dan kerap menjadi petunjuk bagi para arkeolog atau sejarawan.

DAFTAR ISI • Motif Ragam Hias Abstrak • Motif Ragam Hias Anyaman • Motif Ragam Hias Barong • Motif Ragam Hias Batik • Motif Ragam Hias Bordir • Motif Ragam Hias Bunga • Motif Ragam Hias Caping • Motif Ragam Hias Gajah • Motif Ragam Hias Garuda • Motif Ragam Hias Geometris • Motif Ragam Hias Hewan • Motif Ragam Hias Mega Mendung • Motif Ragam Hias Nusantara • Motif Ragam Hias Padi • Motif Ragam Hias Parang Motif Ragam Hias Abstrak Motif Ragam Hias Abstrak Motif ragam hias abstrak merupakan salah satu bentuk ragam hias yang unik.

Ragam hias abstrak memiliki motif yang tidak dikenali atau susah untuk dikenali. Motif ini seperti tiddaak menggambarkan suatu objek yang khusus, objek alam, maupun objek khayalan. Motif ini juga tidak menggunakan unsur tulisan yang dapat terbaca. Gambar di atas merupakan salah satu contoh motif ragam hias abstrak. Bentuk ini dapat dilihat pada kain tenun, kain bordir, maupun beberapa ukiran dan peralatan rumah tangga.

Penggambaran ragam hias abstrak lebih bebas tidak bergantung pada objek maupun garis. Namun, motif ini teta diyakini memiliki makna dan filosofis yang mendalam. Motif abstrak bukan merupakan hasil tiruan atau olahan dari alam maupun bentuk yang tidak nyata atau ilusi namun tetap memiliki keharmonisan dan ritme yang indah.

Beberapa contoh motif abstrak ialah motif baji, motif tumpal, dan pilin. Bentuk abstrak bisa terdiri dari abstrak simbolis seperti tanda baca, dan lambang-lambang serta abstrak filosofiss seperti huruf cina.

Motif Ragam Hias Anyaman Motif Ragam Hias Anyaman Ragam hias anyaman merupakan salah satu bentuk ragam hias yang sudah terkenal. Ragam hias ini banyak ditemukan pada perabotan rumah tangga khususnya yang terbuat dari rotan. Ragam hias anyaman sudah terkenal sejak dahulu dengan variasi desain anyaman yang banyak dan beragam. Gambar di atas merupakan salah satu contoh ragam hias anyaman. Ragam hias anyaman umumnya memiliki 2 warna seperti di atas. Namun, tak jarang yang terdiri dari hanya 1 warna saja.

Desain ragam hias anyaman biasanya menggunakan jalinan geometris yang dekoratif. Beberapa jenis anyaman yang ada ialah liris, lampitan, mosaik, jruno kembar, dan kembang. Motif anyaman sebagian besar digunakan untuk keperluan desain interior dan beberapa perabotan rumah tangga. Corak anyaman merupakan motif yang telah ada dan berkembang secara turun temurun hingga muncul beberapa kreasi turunan anyaman dari pengembangan yang ada. Motif Ragam Hias Barong Motif Ragam Hias Barong Motif ragam hias barong merupakan salah satu jenis dari ragam hias nusantara yang berasal dari daerah Bali.

Pulau Bali adalah pulau yang masih sangat kental dengan kebudayaan daerah dan motif lokal tak terkecuali ragam hias barong yang kerap digunakan dalam upacara daerah adat Bali. Gambar di atas merupakan contoh gambar ragam hias barong. Pencampuran warna yang khas dengan pewarna alami dari pengarjin daerah Bali membuat mutu motif ini memiliki mutu yang berkualitas bagus. Motif ini banyak terdapat pada kain tenun maupun lukisan yang banyak ditemukan di daerah Bali dan sebagian besar Jawa Timur.

Istilah barong ditemukan pada beberapa kesenian Jawa dan Bali. Barong merupakan binatang mitologi yang dalam budaya Jawa dan Bali memiliki arti ajaib. Wujud barong merupakan gabungan dari singa, garuda, gajah, dan naga yang masing-masing memiliki kekuatan dan kejayaan.

Motif Ragam Hias Batik Motif Ragam Hias Batik Ragam hias batik merupakan salah satu motif yang dikenal sebagai kekhasan dan kekayaan Indonesia. Ragam hias jenis ini merupakan hasil dari kegiatan melukis pada sebuah kain menggunakan alat yang disebut canting. Ragam hias ini dinilai sebagai salah satu kekayaan Indonesia karena corak khasnya dan merupakan satu satunya di dunia.

Gambar di atas merupakan salah satu dari sekian banyak motif ragam hias batik di Indonesia.Variasi batik yang dibuat bergantung pada letak geografis dan ciri khas baik dari tata kehidupan hingga kepercayaan dan adat istiadat suatu daerah tertentu. Keadaan flora dan fauna juga dapat menjadi salah satu unsur dalam pembuatan ragam hias batik daerah.

Sehalai kain batik memiliki ornamen atau ragam yang dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu ornamen utama, merupakan ragam hias yang menentukan makna dan nama dari motif batik tersebut. Ornamen utama terdiri dari berbagai macam seperti naga, burung, meru, api, pohon hayat, tumbuhan, parang, garuda, dan lain sebagainya.

Ornamen lain bernama isen-isen yang merupakan aneka ragam corak pengisi kain pada bidang kosong yang tidak ditempat ornamen utama. Ornamen ini dinilai lebih sulit dalam pembuatannya karena ukurannya kecil yang terkadang rumit.

Isen-isen dapat berupa garis, titik, ataupun gabungan dari keduanya seperti sisik melik, kerikil, kembang jati, dan kelir. Motif Ragam Hias Bordir Motif Ragam Hias Bordir Ragam hias bordir merupakan ragam hias yang umumnya dibentuk di atas kain atau benda-benda dan bahan-bahan lain menggunakan jarum jahit dan benang. Selain benang, bordir dapat dibuat menggunakan bahan lain seperti mutiara, manik-manik, bulu burung, potongan logam, dan payet. Gambar di atas merupakan contoh dari ragam hias bordir.

Ragam hias bordir banyak terdapat motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu kain sulam untuk dijadikan baju, selendang, dan acara fashion show oleh designer ternama.

Tak jarang juga ditemukan ragam hias bordiri di beberapa perabotan rumah tangga seperti taplak meja. Pembuatan ragam hias bordir dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti bordir manual menggunakan tangan atau lebih dikenal dengan sulam. Bordir mesin,yaitu bordir yang kerjakan menggunakan mesin sulam serta dan bordir komputer yang proses pembuatanyya menggunakan komputer dengan kelebihan lebih cepat dan rapi serta akurat.

Motif Ragam Hias Bunga Motif Ragam Hias Bunga Motif ragam hias bunga merupakan salah satu bentuk dari ragam hias flora atau tumbuhan. Ragam hias ini kerap menjadi ciri khas dari suatu daerah.

Ragam hias flora menjadikan tumbuhan sebagai objek utama dan melakukan kreasi sesuai imajinasi dan selera dari sang kreator ragam hias. Ragam hias bunga sering dijumpai pada kain tenun, bordir dan ukiran. Gambar di atas merupakan salah satu contoh motif agam hias bunga. Bunga yang identik dengan feminin digambarkan dengan epik menggunakan warna dominan perempuan yaitu merah muda membuat wanita manapun yang melihat akan tertarik.

Ragam hias bunga dalam pembuatannya mempunyai visual yang lebih natural. Cara pembuatan motif ragam hias bunga tergantung dari jenis bunga yang akan divisualisasikan. Contoh di atas terlihat rumit. Memang tidak mudah jika tidak terbiasa. Maka yang perlu dilakukan oleh pemula ialah menggambar pola terlebih dahulu menggunakan pensil untuk mempermudah proses selanjutnya.

Lanjut membuat pola dan mewarnai pola. Motif Ragam Hias Caping Motif Ragam Hias Caping Ragam hias caping merupakan motif ragam hias yang di lukis atau di gambar di atas penutup kepala yang berbentuk kerucut dan umumnya terbuat dari anyaman bambu. Namun, saat ini caping sudah ada yang menggunakan anyaman dari daun pandan dan beberapa jenis tumbuhan lainnya. Gambar di atas merupakan salah satu contoh ragam hias caping yang digambar di atas caping berbahan dasar anyaman bambu.

Bambu yang dipilih sebagai media hias caping tidak sembarang, pengrajin akan memilih bambu yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda sehingga dihasilkan caping berbentuk kerucut yang sempurna. Caping dengan ragam hias sebagai hiasan akan menambah daya tarik dan nilai estetika lebih tinggi dibandingkan caping. Selain digunakan sebagai penutup kepala dari teriknya sinar matahari, ragam hias caping juga digunakan sebagai hiasan seperti penutup lampu di beberapa kafe atau rumah makan yang mengusung tema tradisional.

Ragam hias gajah merupakan salah satu bentuk ragam hias fauna atau hewan. Ragam hias ini menggunakan gajah sebagai objek utama. Motif ragam hias fauna khususnya gajah ini merupakan ragam hias yang biasanya berasal dari Lampung Gambar di atas merupakan salah satu contoh motif ragam hias gajah. Ragam hias fauna di atas diselingi dengan ragam hias lain yaitu ragam hias flora. Gajah sebagai objek utama umumnya diambil untuk mengenalkan kearifan lokal daerah khususnya daerah Lampung.

Ragam hias ini dapat ditemukan pada kain sulam, kain tenun, maupun anyaman. Motif Ragam Hias Garuda Motif Ragam Hias Garuda Layaknya ragam hias gajah, ragam hias garuda juga merupakan salah satu bentuk ragam hias fauna atau hewan.

Ragam hias ini menggunakan burung Garuda sebagai objek utama pembuatan ragam hias. Motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu di atas merupakan contoh bentuk ragam hias garuda. Garuda merupakan salah satu bentuk kepercayaan masyarakat Jawa akan kedudukan yang dianggap penting.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Selain itu, Garuda dipercaya sebagai tunggangan Batara Wisnu yang dikenal sebagai Dewa Matahari. Karena itu, Garuda dianggap sebagai simbol kekuasaan dan mahkota. Motif Ragam Hias Geometris Motif Ragam Hias Geometris Ragam hias geometri merupakan salah satu jenis motif ragam hias tertua sejak zaman prasejarah. yang berupa pengembangan dari bentuk-bentuk geometris kemudian di modifikasi atau di percantik sesuai selera dan imajinasi sang kreator.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Motif ini banyak diterapkan pada kain tenun, kain sulam, kain bordir, kerajinan tangan, dan lain sebagainya. Gambar di atas merupakan salah satu contoh dari motif ragam hias. Ragam hias terbentuk dari campuran beramacam unsur garis mulai dari garis lurus, garis lengkung, zig zag, spiral, layang-layang, lingkaran, persegi panjang, segi empat, trapesium, jajar genjang, belah ketupat yang disusun berulang-ulang membentuk satu motif bernama geometris.

Beberapa ragam hias nusantara yang dikenal ialah motif ceplok, motif gonggong, motif parang dan lereng, motif banji, swastika (berbentuk dasar huruf Z yang berlawanan), pilin (berbentuk dasar huruf S), meander (bentuk dasar huruf T), kawung (bentuk menyerupai buah aren yang dipotong melintang), dan tumpat (berbentuk segitiga sama kaki). Motif Ragam Hias Hewan Motif Ragam Hias Hewan Motif ragam hias hewan atau lebih dikenal sebagai ragam hias fauna.

Ragam hias jenis ini menggunakan hewan sebagai objek pembuatan motif. Namun, kadang kala motif ragam hias hewan tidak sepenuhnya menggunakan objek hewan, di kombinasikan dengan beberapa motif lain. Hewan sebagai objek umumnya telah mengalami perubahan visualisasi. Gambar di atas merupakan salah satu jenis motif ragam hias fauna dengan hewan yang digunakan sebagai objek adalah jerapah, gajah, dan sapi.

Motif di atas juga merupakan campuran dari beberapa motif lain seperti motif ragam flora dan motif geometris pada bagian tepi. Hal tersebut membuat ragam hias semakin cantik dan elok. Motif ragam hias hewan atau fauna dapat ditemukan pada beberapa karya seperti ukiran, anyaman, batik, kain tenun, kain sulam, dan kain bordir.

Ragam hias hewan umumnya digunakan untuk mengenalkan kearifan lokal suatu daerah seperti komodo dari Pulau Komodo NTT, Cendrawasih dari Papua, Gajah dari Lampung, dan Elang dari Flores. Motif Ragam Hias Mega Mendung Motif Ragam Hias Mega Mendung Ragam hias mega mendung merupakan salah satu bentuk motif batik yang terkenal. Motif batik ini berasal dari daerah Cirebon dan motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu ikon daerah tersebut.

Mega mendung bukan hanya terkenal di Nusantara tetapi juga Mancanegara. Selain pada kain batik, ragam hias mega mendung dapat ditemui di beberapa lukisan dinding, ukiran kayu, hingga sprei. Gambar di atas merupakan salah satu contoh ragam hias mega mendung. Dapat dilihat bahwa motif ini menggambarkan sekumpulan awan di langit dengan cuaca mendung atau sejuk. Gambar di atas mempunyai warna dasar merah dengan tujuh gradasi warna sebagai warna orisinal merupakan ciri khas motif ragam hias mega mendung.

Gradasi 7 warna dari mega mendung mempunyai filosofis bahwa langit memiliki lapisan berjumlah 7 lapis, bumi tersusun dari 7 lapis, dan hari dalam satu minggu berjumlah 7 pula.

Mega mendung terlihat sederhana namun memiliki makna dan filosofis yang mendalam dari sejarah hingga proses pembuatan. Warna merah dan biru pada ragam hias mega mendung menggambarkan maskulinitas dan dinamis dimana motif ini terdapat campur tangan laki-laki dalam proses pembuatannya. Makna dari motif ini ialah keharusan memiliki kemmapuan meredam amarah sehingga tetap sejuk layaknya mega mendung (sabar dalam kondisi apapun). Motif Ragam Hias Nusantara Motif Ragam Hias Nusantara Ragam hias nusantara merupakan motif dengan nilai tradisi, keunikan dan keanekaragaman yang meluas di seluruh penjuru tanah air Indonesia.

Ragam hias nusantara memiliki makna yang disepakati oleh masyarakat setempat. Gambar di atas merupakan salah satu contoh motif ragam hias nusantara. Ragam hias jenis ini dapat ditemukan di beberapa motif batik,kain tenun, anyaman, ukiran kayu, peralatan rumah tangga, tembikar, pahatan batu dari variasi setiap daerah. Setiap daerah akan mengeluarkan ragam hias nusantara yang khas dan memiliki makna spiritual dan filososofi. Ragam hias asli nusantara memiliki terdapa dua bentuk utama. Bentuk pertama adalah stilisasi yang berasal dari bentuk geometri, alam, flora, fauna, dan semua makhluk hidup termasuk manusia.

Selanjutnya bentuk ragam hias adaptasi yang dapat berasal dari pengaruh budaya luar deperti India, Tiongkok, dan Persia. Motif Ragam Hias Padi Motif Ragam Hias Padi Ragam hias padi merupakan salah satu bentuk dari ragam hias flora. Ragam hias jenis ini menggunakan tumbuhan sebagai objek utama, begitu pula dengan ragam hias padi yang menggunakan padi sebagai objek utama.

Ragam hias padi umumnya digunakan untuk mengenalkan bahwa padi merupakan sebuah lumbung hidup dari suatu daerah tertentu. Gambar di atas merupakan salah satu contoh dari motif ragam hias padi.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Warna hijau sebagai warna daun digunakan untuk membuatnya nampak lebih hidup. Selain itu, bulir padi juga nampak nyata seolah menyatakan bahwa padi sebagai lumbung hidup dari masyarakat setempat.

Seperti Karawang yang dikenal sebagai Kota lumbung padi terbesar di Indonesia. Ragam hias padi umumnya digunakan pada kain tenun, ukiran, dan kain batik. Selama ini batik yang kenal dengan penggunaan padi ialah batik Karawang. Bulir padi dan lumbung padi merupakan lambang kemakmuran bagi daerah Karawang.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Karena itu, padi diangkat sebagai salah satu kearifan lokal daerah Karawang yang patut diperkenalkan ke berbagai daerah. Motif Ragam Hias Parang Motif Ragam Hias Parang Motif ragam hias parang merupakan salah satu motif tertuadi Indonesia yang sudah muncul sejak zaman keraton Maratam Kartasura (Solo). Motif ini sering ditemui di daerah solo dan sekitarnya. Parang berasal dari pereng yang diseseuaikan dengan pola perengan pada ain dengan garis menurun secara diagonal.

Gambar di atas merupakan salah satu contoh motif pereng dengan warna putih sebagai warna dominan. Motif ragam hias parang memiliki filosofi bahwa motif ini merupakan lambang estafet dilihat dari garis menurun dari tinggi menuju rendah yang artinya dari golongan tua kepada golongan muda sehingga tetap lestari. Bentuk garis diagonal pada parang juga kerap diartikan sebagai penghormatan dan cita-cita luhur. Dinamika pola yang teratur memiliki filosofi sebagai arti kesetiaan, kewaspadaan, ketangkasan yang kontinu antara yang satu dengan yang lain.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih Motif Ragam HiasÂ
sentralsoal.com - Selamat datang di situs sentral soal. Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan kumpulan contoh soal materi membuat ragam hias pada bahan buatan dilengkapi dengan kunci jawaban dalam mata pelajaran Prakarya kelas VII revisi terbaru.

Harapannya, contoh soal yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak, Ibu Guru, dan peserta didik dalam mencari referensi seputar contoh soal materi membuat ragam hias pada bahan buatan dilengkapi dengan kunci jawaban dalam mata pelajaran Prakarya kelas VII revisi.

Gambar: freepik.com 1. Berikut ini yang bukan merupakan jenis ragam hias yaitu ragam hias . A. Fauna B. Manusia C. Teknologi D. Flora 2. Di bawah ini yang bukan merupakan alat yang pada umumnya dipakai untuk mengukir ragam hias pada bahan kayu yaitu . A. Kuas B. Pahat lurus C. Pahat D. Pahat miring 3. Kain sutra terbuat dari serat . A. alam B. galian C. buatan D. logam 4. Sebagian daerah di negara kita mempunyai ciri khas dalam membuat ragam hias dengan menggunakan bahan kayu.

Akan tetapi, ada sebagian daerah yang tidak mempunyai ciri khas tersebut, salah satunya yaitu . A. Jawa B. Sumatra C. Papua Nugini D. Kalimantan 5. Teknik sulam di bawah ini yang memanfaatkan mesin dinamakan teknik . A. Membordir B. Sablon C. Melukis D. Menenun 6. Terdapat beberapa motif hias, salah satunya yaitu dibuat mirip dengan manusia yang dinamakan . A. figuratif B.

flora C. geometris D. fauna 7. Di bawah ini yang tidak termasuk jenis hewan yang umumnya digunakan sebagai objek ragam hias yaitu . A. Burung B. Gajah C. Kupu-kupu D. Tulip 8. Pada bahan kayu, ada beberapa teknik yang digunakan untuk menerapkan ragam hias, beberapa diantaranya yaitu teknik .

A. Mengukir dan menggambar B. Membatik dan menyulam C. Membordir dan mengukir D. Menggambar dan menenun 9. Berbagai jenis kain di bawah ini yang pada umumnya tidak digunakan sebagai bahan tekstil yaitu . A. kain bordir B. kain tenun C. kain songket D. kain batik 10. Berikut ini merupakan aturan yang harus di perhatikan dalam menggambar ragam hias, kecuali .

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

A. Pola bentuk ragam hias yang akan di gambar B. Ukuran pola gambar yang akan di buat C. Background atau latar belakang D. Mewarnai gambar 11. Yang mendukung keindahan gambar ragam hias, antara lain. 1) Komposisi 2) Kerapian 3) Kebersihan 4) Bentuk 5) Berwarna Penyataan diatas yang paling benar adalah, pada nomor .

A. 1), 2), 3) dan 5) B. 1), 5), 3) dan 4) C. 1), 2), 3) dan 4) D. 5), 2), 3) dan 4) 12. Motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu . A. figuratif B. flora C. geometris D. fauna 13. Jenis pewarna di bawah ini yang sering dimanfaatkan untuk pewarna kain batik yaitu . A. Zat warna asam B.

Indigosol C. Naptol D. Zat warna direk 14. Bahan dan alat yang dibutuhkan dalam menggambar motif hias, antara lain. A. Kertas gambar, krayon, pensil warna, pensil B. Kuas, penghapus C. Palet, kuas, pensil D. Kertas gambar, kuas, palet 15.

Pada ragam hias, dikenal istilah penyederhanaan bentuk motif. Istilah tersebut dinamakan . A. Variasi B. Deformasi C. Stilasi D. Dekorasi 16. Yang dimaksud dengan gambar motif geometris, adalah .

A. Gambar yang berbentuk distilasi dari tumbuh-tumbuhan B. Gambar yang berbentuk distilasi dari hewan C. Gambar yang berbentuk dari garis lurus, patah, berlian, tumpal dan lain-lain D.

Gambar yang berbentuk distilasi dari manusia 17. Pada karya kria, ragam hias flora biasa dapat kita jumpai pada . A. Motif pinggiran B. Rumah Toraja C. Ukiran kursi D. Tameng masyarakat Papua 18. Dalam menggambar motif ragam hias menggambar manusia, termasuk jenis motif gambar . A. Flora B. Fauna C. Geometris D. Figuratif 19. Jenis bahan tekstil di bawah ini yang mempunyai sifat licin, lembut, lentur, mengkilap, dan kuat yaitu .

A. Nilon B. Sutra C. Katun D. Wol 20. Motif vegetal disebut juga motif . A. Fauna B. Flora C. Figuratif D. Dekoratif 21. Ragam hias merupakan karya Seni Rupa yang diambil dari bentuk-bentuk flora, fauna, insan dan bentuk geometris. Di bawah ini manakah yang termasuk ke dalam ragam hias tumbuhan .

A. Gambar bunga pada gesekan kursi B. Gambar burung pada kain C. Gambar buah-buahan pada kain D. Gambar ilustrasi 22. Yang termasuk barang kerajinan tangan yang biasanya diberi hiasan motif hias ukiran, yaitu . A. Kotak perhiasan, topeng, dan hiasan dinding penggaris B.

HP, radio, televisi, dan laptop C. Buku, pensil, dan penghapus D. Kayu, tanah liat, dan batu 23. Ragam hias mempunyai nama lain, yaitu . A. dekorasi B. ornamen C. seni lukis D. seni kriya 24. Penyederhanaan bentuk motif ragam hias, disebut . A. Stilasi B. Deformasi C. Dekorasi D. Variasi 25.

Menggayakan bentuk ragam motif hias, dinamakan . A. Stilasi B. Deformasi C. Dekorasi D. Variasi 26. Gambar yang sudah dikembangkan dan mengalami penggayaan bentuk disebut dengan gambar . A. Deformasi B. Stimulasi C. Sentralisasi D. Stilasi 27. Dalam proses pembuatan ragam hias figurative, terdapat beberapa cara yang dapat kita lakukan, beberapa diantaranya yaitu . A. Menjahit dan ikat celup B. Menggambar dan mengukir C. Mengukir dan menyulam D. Membatik dan membordir 28.

Ragam hias flora adalah jenis ragam hias yang memanfaatkan bentuk objek . A. geometris B. hewan C. manusia D. tumbuhan 29. Berikut ini yang harus diperhatikan dalam menggambar ragam hias, kecuali . A. Variasi B. Proporsi C. Komposisi D. Harmonisasi 30. Media dalam menggambar sangat beraneka ragam.

Di bawah ini manakah yang bukan termasuk media dalam menggambar . A. Kanvas B. Kertas C. Kain D. Crayon 31. Bagi sebagian masyarakat di Indonesia kegiatan menggambar ragam hias bertujuan untuk . A. Memenuhi kebutuhan ekspresi B.

Kepentingan sosial C. Mencari tambahan materi D. Menghormati roh nenek moyang 32. Contoh serat tekstil yang berasal dari hewan adalah . A. kapas B. rayon C. wol D. lenan 33. Karya kerajinan dibawah ini yang tidak termasuk hasil karya ragam hias yaitu . A. Topi B. Batik C. Bordir D. Ukiran Kursi 34. Yang mempengaruhi motif ragam hias di Indonesia adalah . A. Pengalaman, alam benda B. Lingkungan alam, flora, fauna dan manusia C.

Pengamatan D. Alam benda, pengamatan 35. Prosedur terakhir dalam melukis bahan dari kayu adalah . A. menyiapkan alat lukis B. menyiapkan bahan kayu C. melukis sesuai dengan pola ragam hias D. memberi cat pelapis 36. Ragam hias merupakan bentuk karya seni yang sudah berkembang sejak zaman . A. Modern B. Purba C. Sejarah D. Motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu 37.

Pewarna sistetis yang banyak digunakan untuk pewarna kain batik karena memiliki daya serap yang baik adalah . A. indigosol B. napthol C. procion D. rapid 38. Bentuk ragam hias yang memanfaatkan manusia sebagai objek utamanya dinamakan ragam hias .

A. simetris B. figuratif C. geometris D. deformatif 39. Teknik tenun menggunakan benang emas atau benang perak disebut teknik . A. songket B. tenun ikat C. sablon D. bordir 40. Alat dan Media dalam menggambar sangatlah penting, di bawah ini manakah yang merupakan alat untuk menggambar .

A. Kertas B. Kanvas C. Kain D. Pensil 41. Sifat bahan tekstil yang terbuat daris serat wol adalah . A. nyaman B. hangat C. ringan D. menyerap keringat 42. Daerah yang menjadikan burung Cendrawasih sebagai hewan khas untuk dijadikan motif ragam hias yaitu daerah .

A. Jawa B. NTT C. Kalimantan D. Papua 43. Motif ragam hias disebut juga . A. Ornamen B. Lukisan C. Bentuk D. Ukiran 44. Untuk menghasilkan warna kuning alami sanggup memakai olahan . A. Daun suji B.

Kunyit C. Daun suji D. Arang 45. Ornare dari bahasa . A. Prancis B. Spanyol C. Itali D. Yunani 46. Ketika kita menggambar ragam hias tidak hanya mempertimbangkan keindahannya, akan tetapi juga perlu memperhatikan . A. keselarasan B. keluwesan C. fungsi atau kegunaan D. kenyamanan 47. Jenis bahan benang dari serat agel dan serat rami biasanya digunakan untuk produk .

A. Jas B. jaket C. kaos D. tas 48. Seni rupa jikalau dilihat dari fungsinya di kelompokkan menjadi dua, yaitu . A. seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi B. seni rupa murni dan seni rupa 2 dimensi C. seni rupa kriya dan seni rupa desain D.

seni rupa murni dan seni rupa terapan 49. Nilon lebih banyak dibuat menjadi bahan tali karena . A. kuat B. mudah didapat C. murah D. lembut 50. Pewarna alami tidak diperoleh dari . A. kulit soga B. kesumba C. mengkudu D. napthol 51. Nama tempat penghasil batik di Indramayu adalah . A. Sindang B. Paoman C. Balongan D. Karangturi 52.

Serat [.] diperoleh dari kapas yang dipintal sehingga menjadi benang dan serat sutera yang diperoleh dari kepongpong ulat sutera. A. Dakron B.

Nilon C. Katun D. Wol 53. Penggayaan bentuk objek yang akan dibuat dalam pembuatan motif ragam hias dinamakan . A. imajinasi B. distorsi C. stilasi D. deformasi 54. Dalam menggambar, ada pensil yang mempunyai tingkat kehitaman yang tipis, disebut pensil .

A. Pensil H B. Pensil B C. Faber Castell D. Staedler 55. Karya kerajinan sebagai benda pakai dan karya kerajinan sebagai benda hias, merupakan . A. Fungsi produk kerajinan dari bahan lunak B. Tujuan produk keagamaan dari bahan lunak C. Fungsi produk kerajinan dari bahan kasar D. Fungsi produk kerajinan dari bahan buatan 56. Napthol, indigosol, procion dan rapid adalah bahan buatan untuk pewarna . A.

Kaca B. Tekstil C. Tripleks D. Keramik 57. Motif hias insan yang dipakai pada karya tekstil maupun karya kayu merupakan motif hias . A. Motif hias fauna B. Motif hias figuratif C. Motif hias Geometris D. Motif hias flora 58.

Pakaian pemadam kebakaran dirancang untuk bisa menahan api dan panas serta tidak mudah terbakar. Bahan dari pakaian tersebut sebagaian besar terbuat dari . A. wol B. katun C. serat asbes D. sutra 59. Membentuk dengan teknik coil dapat dilakukan pada bahan . A. Tanah liat dan Bubur kertas B. Serat alam dan Kulit C. Gibs dan Lilin D. Sabun dan Tanah liat 60. Di bawah ini manakah yang bukan termasuk unsur-unsur dari menggambar .

A. Proporsi B. Memahat C. Komposisi D. Perspektif 61. Contoh jenis pewarna tekstil yang berasal dari alam adalah .

A. naptol B. indigosol C. soga D. rhodamin 62. Pada umumnya, prinsip ragam hias yaitu melakukan . A. mewarnai B. penyederhanaan C. gubahan/ stilasi D. menghias 63. Benang jahit yang digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga umumnya terbuat dari bahan . A. nilon B. wol C. sutra D. kapas 64. Jenis bahan tekstil dari sutera memiliki sifat .

A. lembut, licin, berkilap B. mudah kusut, menyerap air, lentur C. sangat lentur, menahan panas, tidak mudah kusut D. tidak tahan panas, tidak mudah kusut, kuat 65. Berikut ini yang tidak termasuk bahan buatan logam yang terbuat dari bijih logam yang dilebur dan dicetak dalam bentuk lembaran adalah .

A. Emas B. Perak C. Perunggu D. Alumunium 66. Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal dengan kerajinan keramik, yaitu . A. Kerajinan tanah liat B. Kerajinan serat alam C. Kerajinan kulit D. Kerajinan tanah liat 67. Merupakan penggambaran objek yang memperlihatkan kesan seimbang, merupakan pecahan dari komposisi .

A. Balance B. Unity C. Rhythm D. Harmony 68. Warna merah yang alami dapat dihasilkan dari . A. daun nila B. kulit pohon tegeran C. indigo ditumpangi soga D. pohon mengkudu 69. Berikut ini adalah cara penerapan ragam hias pada bahan tekstil, kecuali . A. membatik B. menenun C. menjahit D. membordir 70. Motif hias pilin mempunyai bentuk dasar ibarat karakter . A. T B. V C. Z D. S 71. Aktivitas mental dan fisik yang dituangkan dalam bentuk goresan tangan pada media kayu dinamakan .

A. mengukir B. menggambar C. menoreh D. menggores 72. Motif batik Mega Mendung merupakan ciri dari motif batik dari kota . A. Indramayu B. Bandung C. Cirebon D. Solo 73. Perhatikan ciri- ciri serat tekstil berikut ini! 1) menyerap air 2) mudah kusut 3) licin 4) lembut 5) dapat disetrika dalam temperatur panas yang tinggi Ciri-ciri bahan tekstil dari katun ditunjukkan oleh nomor .

A. 1), 2) dan 3) B. 1), 2) dan 4) C. 1), 2) dan 5) D. 2), 3) dan 5) 74. Di bawah ini yang benar mengenai bentuk geometris yaitu . A. Bentuk lingkaran dan zigzag B. Bentuk persegi panjang C.

Bentuk segitiga dan persegi D. Jawaban A, B, dan C benar 75. Senar gitar dan tali pancing adalah contoh jenis bahan atau tali . A. wol B. katun C. nilon D. sutra 76.

Kegiatan Seni Rupa yang melibatkan gagasan imajinasi media dua dan tiga dimensi dengan memperhatikan proporsi, komposisi, keseimbangan dan gelap terang disebut . A. Mengukir B. Memahat C. Menggambar D. Merajut 77. Solusi agar pewarnaan dengan bahan alami tidak pudar atau bisa bertahan lama, maka langkah awal yang dilakukan adalah proses . A. mordanting B. pencelupan C. fiksasi D. pengeringan 78. Salah satu alternative pemanfaatan sisa-sisa kertas adalah dibuat .

A. Kerajinan tanah liat B. Kerajinan bubur kertas C. Kerajinan kulit D. Kerajinan gips 79. Motif ragam hias di bawah ini yang paling tua di dunia yaitu .

A. Figuratif B. Flora C. Geometris D. Fauna 80. Menerapkan ragam hias pada bahan alam adalah suatu aktivitas berkreasi dalam wujud gambar hiasan yang diterapkan pada bahan .

A. Tripleks B. Buatan C. Tekstil D. Alam 81. Hewan domba diambil bulunya untuk diolah menjadi serat tekstil yaitu . A. katun B. wol C. sutera D. nilon 82. Media dalam menggambar sangat beraneka ragam. Di bawah ini manakah yang bukan termasuk media dalam menggambar .

A. Kanvas B. Kertas C. Kain D. Crayon 83. Kerajinan ukir kayu yang terkenal di daerah . A. Jepara B. Surakarta C. Jakarta D. Kalimantan 84. Ikan termasuk salah satu contoh objek motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu membuat bentuk ragam hias . A. geometris B. fauna C. flora D. figuratif 85. Di bawah ini adalah produk yang berasal dari bahan wol, kecuali . A. sweater B. kaos C. selimut D. karpet motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu.

Gambar merupakan karya seni rupa murni berwujud . A. Dua dimensi B. Tiga dimensi C. Empat dimensi D. Tidak berdimensi 87. Merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat, yaitu .

A. gips B. tanah liat C. Kulit D. Serat alam 88. Berikut ini adalah prosedur mengukit pada bahan kayu, kecuali . A. menyiapkan alat dan bahan menggambar ragam hias ukiran B. memilih bentuk ragam hias sebagai objek berkarya C. membuat ukiran langsung pada bahan kayu D. menghaluskan bagian-bagian ukiran dengan menggunakan amplas agar permukaan ukiran lebih halus 89.

Teknik pembuatan produk dari bahan lunak, kecuali adalah . A. Membentuk B. Membordir C. Menganyam D. Mengukur 90. Dalam bidang Seni Rupa, kita mengenal istilah-istilah dalam Seni Rupa. Di bawah ini, manakah yang termasuk dalam istilah Seni Rupa Murni . A. Applied Art B. Grafity C. Pure Art D. Artistik 91. Pada bahan tekstil, kita dapat melakukan penerapan ragam hias dengan menggunakan teknik .

A. Pahat B. Batik C. Ukir D. Lukis 92. Beberapa cara untuk menghadapi persaingan usaha antara lain, kecuali . A. Amati pasar dan kenali pesaing B. Ciptakan produk yang berbeda C. Mematok harga semurah mungkin D. Tonjolkan keunggulan produk 93.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Meja, kursi, lemari merupakan benda yang sanggup dijadikan objek gambar, benda-benda tersebut mempunyai bentuk dasar . A.Silindris B. Kubistis C. Bebas D. Bangunan 94. Jenis serat hewan yang berasal dari hewan ulat sutera adalah . A. katun B. wol C. sutra D. nilon 95. Kekuatan benang dan tali antara satu sama lain berbeda dalam tekstil. Hal tersebut dikarenakan . A. bentuknya yang berbeda B. bahan yang digunakan berbeda C.

harga berbeda D. asal bahan berbeda 96. Susunan pola hias menggunakan motif hias dengan cara dan kaidah tertentu pada suatu ruang atau bidang sehingga menghasilkan bentuk yang menarik dan indah disebut . A. pola hias B. ragam hias C. struktur hias D. gambar hias 97. Kelebihan utama bahan pewarna buatan dibandingkan bahan pewarna alami adalah . A. harga yang murah B. mudah penggunaannya C. tidak mudah luntur D. dapat digunakan dalam berbagai teknik 98.

Penerapan ragam hias pada kayu dapat dilakukan dengan cara [.] dan [.]. A. mengukir dan menyablon B. mengukir dan melukis C. melukis dan mengecat D. menyablon dan mengecat 99. Gambar merupakan karya seni rupa murni berwujud . A. Dua dimensi B. Tiga dimensi C. Empat dimensi D. Tidak berdimensi 100. Daerah yang terkenal dengan penghasil batik adalah . A. Madiun B. Pekalongan C. Banyuwangi D. Pati 101. Membuat ragam hias pada bahan buatan adalah suatu aktivitas [.] dalam wujud gambar hiasan yang diterapkan pada bahan buatan.

A. Berimajinasi B. Berapresiasi C. Berkreasi D. Berpikir 102. Terdapat empat jenis alat pahat, kecuali . A. penguku B. pengilon C. kol D. penyilat 103. Berikut ini yang tidak termasuk bahan buatan sebagai objek yang digambari ragam hias adalah . A. Fiberglass B. Tripleks C. Tekstil D. Logam 104. Bentuk dasarnya adalah segitiga sama kaki dan sering diaplikasikan sebagai hiasan pinggir batik disebut motif .

A. motif tumpal B. motif meander C. motif kawung D. motif pilin 105. Bahan buatan adalah bahan yang dibuat oleh ., baik secara manual maupun secara masinal. A. Tumbuhan B. Manusia C. Hewan D. Alam 106. Motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu yang berguna untuk membersihkan pada sudut sela-sela ukiran dan meraut bagian-bagian yang diperlukan disebut pahat. A. penguku B. penyilat C. kol D. pengot 107. Tekstel atau kain pada umumnya dibuat dari serat yang dipintal menjadi .

A. Tetoron B. Benang C. Dakron D. Nilon 108. Motif ragam hias Padjajaran dapat dilihat pada Makam Sunan . A. Bonang B. Gunung Jati C. Kalijaga D. Giri 109. Bahan buatan dari bahan tanah liat yang dibentuk dan dibakar dalam lembaran dua dimensi dan benda tiga dimensi adalah . A. Kaca B. Tekstil C. Tripleks D. Keramik 110. Berikut ini adalah alat yang diperlukan untuk menggambar ragam hias pada bahan tekstil, kecuali .

A. cat sablon B. kaos oblong C. hair dryer D. benang 111. Bahan alam untuk pewarna tekstil bisa berasal dari akar pohon, batang, daun, dan buah. Warna kuning dapat diperoleh dari .

A. Jahe B. Jeruk C. Kunyit D. Ginseng 112. Di bawah ini yang bukan termasuk bahan benang buatan adalah . A. dakron B. polyester C. nilon D. rayon 113. Alat untuk menerapkan ragam hias pada bahan kaca, keramik, tripleks, dan plastik adalah . A. Canting B. Lilin batik C. Kuas dan palet D. Bahan pewarna buatan 114. Berikut teknik penambahan ragam hias pada media tekstil, kecuali . A. membatik B. menyulam C. menenun D. mengayam 115. Berikut ini yang tidak termasuk penggunaan berbagai bahan alam sebagai objek yang digambari ragam hias adalah .

A. Bamboo B. Tekstil C. Kayu D. Batu 116. Serat tekstil berasal dari tiga unsur utama, kecuali . A. serat alam B. serat buatan C. serat temuan D. serat galian 117. Penerapan pada bahan alam adalah penggunaan berbagai bahan alam seperti kayu, bamboo, dan batu sebagai objek yang digambari . A. Alam benda B. Ragam hias C. Flora D. Fauna 118. Teknik untuk menggambar di atas bahan dengan bentuk yang kita kehendaki disebut .

A. bordir B. tenun ikat C. sablon D. songket 120. Berikut ini yang tidak termasuk bahan kayu yang diperoleh dari tumbuhan yang memiliki batang keras adalah .

A. Sonokeling B. Mahoni C. Pinang D. Jati 121. Berikut ini yang bukan merupakan jenis ragam hias, yaitu . A. flora B. fauna C. geometris D. statis 122. Alat untuk menerapkan ragam hias pada bahan alam, seperti kayu, bamboo, dan batu adalah . A. Pahan, ketam, dan gergaji B. Palu, ketam dan gergaji C. Pahat, palu, dan gergaji D. Pahat, palu, dan ketam 123. Bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Merupakan pengertian dari . A. Bahan lunak alami B. Bahan lunak racikan C.

Bahan lunak kombinasi D. Bahan lunak buatan 124. Menerapkan ragam hias pada bahan alam, seperti kayu, bamboo, dan batu dapat dilakukan dengan dua cara yaitu . A. Teknik gambar/lukis dan Teknik ukir/pahat B. Teknik cetak saring dan Teknik cetak tinggi C. Teknik cetak dan Teknik kontruksi D. Teknik batik dan Teknik tenun 125. Langkah malesi dalam menerapkan ragam hias pada bahan kayu dengan teknik ukir/pahat adalah . A. Pahat bagian dasar ukiran B.

Pahat tegak seluruh gambar ragam hias C. Pahat miring seluruh gambar ragam hias D. Pahat dan perindah bagian pokok ragam hias 126. Prosedur awal dalam pembuatan menerapkan ragam hias pada bahan kayu dengan teknik gambar/lukis adalah . A. Selesaikan pewarnaan hingga tuntas B.

Siapkan papan kayu, pensil gambar, kuas, palet dan cat C. Buatlah sketsa gambar ragam hias pada papan kayu yang sudah diamplas Motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu. Warnai gambar ragam hias dengan cat berwarna muda menuju tua 127.

Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembuatan . A. Lilin B. Bahan lunak C. Ragam hias D. Tanah liat 128. Menerapkan ragam hias pada bahan kayu dengan teknik ukir/pahat dapat dilakukan dengan langkah matuti. Langkah matuti adalah . A. Pahat bagian dasar ukiran B.

Pahat tegak seluruh gambar ragam hias C. Pahat miring seluruh gambar hias D. Pahat dan perindah bagian pokok ragam hias 129. Proses fiksasi dalam proses pewarnaan dengan bahan alami merupakan proses . A. pencelupan B. awal C. penguatan warna D. pelapisan warna 130. Langkah ngethaki dalam menerapkan ragam hias pada bahan kayu dengan teknik ukir/pahat adalah . A. Pahat bagian dasar ukiran B. Pahat tegak seluruh gambar ragam hias C. Pahat miring seluruh gambar ragam hias D.

Pahat dan perindah bagian pokok ragam hias 131. Motif tertua dalam motif ragam hias karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah adalah . A. Motif realis B. Motif abstrak C. Motif dekoratif D. Motif geometris 132.

Objek menggambarkan bisa diambil dari . A. motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu B. alam C. bentuk imajinatif D. pengamatan, pengalaman, alam dan bentuk imajinatif 133. Berikut yang tidak termasuk pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak adalah . A. Membentuk B. Menganyam C. Menenun D. Tumpang tindih 134. Bentuk ragam hias Majapahit untuk ragam pokok berbentuk seperti .

A. tanda tanya B. tanda seru C. titik D. huruf S 135. Pijat, lilin, putar, dan cetak merupakan 4 cara yang digunakan dalam teknik . A. Jahit B. Bentuk C. Ukir D. Tenun 136. Dibawah ini yang termasuk persyaratan tanah liat, kecuali . A. Plastisitas B. Homogen C. Bebas dari gelembung udara D. Bentuk indah 137. Alat yang digunakan untuk mengukir bahan lunak dinamakan . A. Butsir B. Pahatan C. Pengikir D. Pisau 138. Pembentukan dengan cara tanah liat di pelintir menjadi bentuk bulat dan memanjang disebut teknik .

A. Lempengan B. Pijat C. Cast D. Pilin atau coil 139. Jenis mata pahat yang digunakan dalam mengukir ialah mata pahat. A. mendatar B. melengkung C. mendatar dan melengkung D. besi 140. Dibawah ini, manakan yang bukan contoh kerajinan dari tanah liat . A. Sendal B. Gerabah C. Vas bunga D. Guci 141. Sel atau jaringan serupa dengan benang atau pita panjang yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan sikat disebut . A. kain B. nilon C. tula D. serat 142.

Dibawah ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak, kecuali . A. Kerajinan abstrak B. Kerajinan tangan C.

Kerajinan gips D. Kerajinan kulit 143. Warna cokelat atau soga dihasilkan dari kulit pohon, kecuali . A. jambal B. tageran C. tinggi D.

mengkudu 144. Berikut adalah motif pada kerajinan dari bahan lunak, kecuali . A. Motif realis B. Motif aeometris C. Motif dekoratif D.

Motif natural 145. Perbedaan sulam dan bordir terletak pada . A. motifnya B. bahannya C. alatnya D. modelnya 146. Dibawah ini adalah syarat-syarat yang harus dimiliki tanah liat agar mudah dibentuk, kecuali .

A. Plastisitas B. Homogen C. Ekonomis D. Bebas dari gelembung udara 147. Untuk menggambar pada bahan kaos, cat yang bisa digunakan adalah . A. cat tembok B. cat minyak C. cat sablon D. cat air 148. Berikut ini adalah alat bantu dalam mendukung produksi tanah liat adalah . A. Rol kayu B. Pahat C. Timbangan D. Butir kayu 149. Berikut bahan pewarna alami yang berasal dari tanaman, kecuali .

A. antosianin B. karotenoid C. betalains D. cochineal 150. Contoh dari kerajinan bahan lunak buatan adalah . A. Gerabah B. Vas bunga C. Guci D. Bubur kertas
1.Motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu … a. figuratif b.flora c. geometris d. fauna​ 2.Terdapat beberapa motif hias, salah satunya yaitu dibuat mirip dengan manusia yang dinamakan … a. figuratif b. flora c. geometris d. fauna 3.Karya kerajinan dibawah ini yang tidak termasuk hasil karya ragam hias yaitu … a.

Topi b. Batik c. Bordir d. Ukiran Kursi 4.Ketika kita menggambar ragam hias tidak hanya mempertimbangkan keindahannya, akan tetapi juga perlu memperhatikan … a. keselarasan b.

keluwesan c. fungsi atau kegunaan d. kenyamanan tolong di jawab Refleksi Diri 1. Keragaman produk budi daya satwa harapan Indonesia dan di daerahmu sendiri. 2. Pemanfaatan sumber/referensi bacaan tentang evaluasi b … udi daya satwa harapan.3.

Kesulitan yang dihadapi saat mencari informasi dan pengamatan.4. Pengalaman dalam membuat produk budi daya satwa harapan mulai dari perencanaan, persiapan, proses dan pemasaran/pemanfaatan produk hasil budi daya.

5. Pembelajaran yang didapatkan/dirasakan sebagai individu.​ Dua dari peribahasa ini, memiliki makna yang serupa. Manakah itu? 1. Anda tidak dapat membuat dompet sutera dari kuping babi betina. 2. Orang yang men … curi telur akan mencuri sapi 3.

Batu yang berguling tidak akan mengumpulkan lumut. 4. Anda tidak mungkin menghancurkan kapal yang sudah rusak. 5. Ini ketidakmungkinan yang terjadi.​√ 5+ Motif Ragam Hias Dalam Karya Seni Rupa - Berita Semarang Hari Ini Warning: exif_imagetype(/home/u8841971/public_html/djonews.com/wp-content/uploads/2020/08/Motif-Ragam-Hias-3.png): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8841971/public_html/djonews.com/wp-includes/functions.php on line 3245 Warning: fopen(/home/u8841971/public_html/djonews.com/wp-content/uploads/2020/08/Motif-Ragam-Hias-3.png): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8841971/public_html/djonews.com/wp-includes/functions.php on line 3268 Langsung ke konten Motif Ragam Hias – Ragam Hias mempunyai motif seperti motif ragam hias geometris, ragam hias flora, ragam hias fauna, ragam hias figuratif dan ragam hias poligonal.

Pada postingan kali ini kami akan menjelaskan motif dari ragam hias dari masing-masing tersebut. Sebelum kita membahas mengenai motif ragam hias, kita akan membahas mengenai pengertian dari ragam hias, apa sebenarnya ragam hias itu? Ragam hias sering juga disebut dengan Ornamen yaitu berasal dari bahasa Yunani “ornare” yang artinya hiasan atau menghias. Menghias disini mempunyai arti mengisi kekosongan suatu permukaan bahan dengan cara memberi hiasan, sehingga permukaan yang awalnya kosong menjadi tidak kosong lagi karena sudah terisi oleh hiasan.

Ragam hias juga merupakan salah satu bentuk karya seni rupa yang sudah berkembang sejak zaman prasejarah. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak ragam hias.

Perkembangan ragam hias di Indonesia sendiri dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti faktor lingkungan alam, flora dan fauna serta manusia yang hidup di dalamnya. Ragam hias bisa dihasilkan melalui suatu proses seperti menggambar, memahat, mencetak dan lain sebagainya dan ragam hias mempunyai fungsi bertujuan untuk dapat meningkatkan mutu dan nilai pada suatu benda ataupun karya seni.

Keinginan untuk dapat menghias merupakan suatu naluri atau insting manusia secara alami. Faktor kepercayaan juga turut mendukung atas berkembangnya ragam hias itu sendiri, karena dengan adanya perlambangan di balik gambar. Setelah membahas mengenai pengertian ragam hias, selanjutnya kita akan membahas mengenai motif dari ragam hias, apa saja motif ragam hias?

Berikut penjelasannya: Perlu Anda ketahui bahwa Motif dari ragam hias ini terbagi atas 5 yaitu motif ragam hias flora, fauna, geometris, figurative dan polyangonal. Motif ragam hias yang berada di Daerah Indonesia menurut kami banyak menggunakan dengan motif flora sebagai objek ragam hias. Daerah-daerah yang menggunakan motif flora yang banyak antara lain seperti Yogyakarta, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ragam hias Flora adalah ragam hias yang menggunakan bentuk flora (tumbuhan) sebagai objek motif ragam hias flora sebagai bentuk.

Penggambaran dari penggunaan Ragam hias flora dalam seni ornamen dilakukan dengan menggunakan berbagai macam cara baik itu secara natural maupun stilirisasi sesuai dengan keinginan seniman pembuatnya Demikian juga dengan jenis tumbuhan yangmana akan dijadikan obyek atau inspirasi juga berbeda tergantung dari lingkungan (alam, sosial, dan kepercayaan pada waktu tertentu) tempat motif tersebut diciptakan.

Ragam Hias Flora sebagai sumber dari objek penggambaran motif ragam hias bisa Anda jumpai di berbagai pulau di Indonesia. Ragam hias dengan menggunakan motif flora biasanya Anda akan menjumpainya pada barang-barang seni rupa 2 dimensi maupun 3 dimensi seperti batik, ukiran, kain sulam, kain tenun, bordir, tenunan dan masih banyak lagi.

Dengan menggunakan Motif dari tumbuhan yang merupakan hasil yang sudah dirubah sedemikian rupa sehingga jarang dikenali dari jenis dan bentuk tumbuhan aslinya, sebab sudah diubah dan jauh dari bentuk aslinya.

Bentuk motifnya ada yang berupa akar, daun, bunga, biji, tunas, buah, ranting, maupun pohonnya. Contoh yang lain dari penggunaan motif tumbuhan ini adalah motif hias pohon kehidupan (kalpataru) yangmana diimplementasikan pada gunungan wayang. Baca Juga: 7 Gambar Fauna Yang Mudah Untuk Di Gambar Penggambaran ragam hias dari fauna dalam ornamen sebagian besar adalah hasil yang sudah dirubah atau sudah distilirisasikan, ragam hias fauna ini jarang sekali yang berupa binatang yang secara natural, akan tetapi hasil ubahan tersebut masih dapat dengan mudah untuk dikenali bentuk dan jenis binatang yang diubah.

Dalam visualisasinya bentuk binatang yang terkadang hanya diambil pada bagian tertentu (tidak sepenuhnya) dan juga dikombinasikan dengan motif lain seperti motif flora yang digayakan.

Jenis binatang yang dijadikan obyek ubahan antara lain seperti burung, singa, ular, kera, gajah, kupu-kupu, burung, kadal, gajah, ikan dan lain sebagainya. Penggunaan Motif ragam hias fauna tersebut bisa Anda jumpai pada hasil karya seni rupa seperti batik, ukiran, sulaman, anyaman, tenun, dan kain bordir.

Ragam hias yang berbentuk fauna dapat dijadikan sarana untuk dapat mempertunjukan kearifan lokal daerah tertentu di Indonesia, seperti halnya dengan burung cendrawasih di Papua, komodo di Nusa Tenggara Timur, dan gajah di Lampung dan lain sebagainya.

3. Motif Ragam Hias Geometris Motif Ragam Hias Geometris Ragam hias Geometris adalah motif hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris, selanjutnya motif tersebut digayakan sesuai dengan selera dan imajinasi seniman pembuatnya.

Ragam hias tertua dari ornamen adalah bentuk geometris. Motif ragam hias geometris berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang dari pola yang sederhana bahkan sampai dengan pola yang rumit.

Hampir di seluruh wilayah Indonesia ditemukan motif ini, seperti di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pembatan ragam hias gemotris dibuat dibuat dengan cara menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif ragam hias.

Pembuatan motif ini lebih banyak memanfaatkan unsur-unsur dalam ilmu ukur seperti garis-garis lengkung dan lurus, lingkaran, segitiga, segiempat, bentuk meander, swastika (simbol atau ornamen dng bentuk yang menyerupai salib dengan silang-silang membengkok sudut siku-siku, umumnya diartikan sebagai lambang peredaran semesta, matahari), dan pilin, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 2 Cara Download dan Instal Aplikasi Dapodik 2021 D di Laptop dan HP Terbaru Penggunaan pada ragam hias ini pada awalnya dibuat dengan guratan-guratan yang mengikuti bentuk benda yang dihias, dalam perkembangannya motif geometris ini bisa diimplementasikan pada berbagai tempat dan berbagai teknik (bisa digambar, dipahat maupun dicetak) 4. Motif Ragam Hias Figuratif Motif Ragam Hias Figuratif Ragam hias Figuratif adalah bentuk dari ragam hias yangmana menggunakan objek manusia untuk digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk.

Manusia disini artinya adalah sebagai salah satu sumber objek dalam penciptaan motif ornamen yang mempunyai berbagai macam unsur, baik secara terpisah yaitu seperti topeng, dan secara utuh yaitu seperti bentuk-bentuk dalam pewayangan. Ragam hias figuratif dikatakan motif manusia, sebab dalam pembuatan ragam hiasnya mengacu pada figure manusia.

Penggunaan dari Ragam hias figuratif pada umumnya terdapat pada bahan yang berbahan tekstil maupun kayu, yangmana untuk proses pembuatan ragam hasinya dapat dikerjakan dengan cara digambar. Ragam hias poligonal adalah ragam hias yangman bentuknya ditentukan oleh batas pinggir dari bidang yang pada umumnya berupa garis.

Bentuk tersebut mempunyai dimensi yang datar dan disebut poligonal. Poligonal mempunyai batas bentuk yang berwujud seperti segi tiga (triangle), segi empat (tetragon), segi lima (pentagon), dan segi enam (hexagon). Ragam hias poligonal pada umumnya mempunyai sifat yang ditentukan pada garis batas luarnya yang disebut dengan convex poligon, bilamana ini garis luarnya menonjol ke luar.

Sedangkan bilamana garis luarnya melengkung ke dalam maka disebut dengan concav poligon. Perwujudan dari bentuk convex dan concav tersebut adalah untuk menghasilkan gambar dimensi bila digunakan pada penggabungan dua atau lebih bentuknya. Demikianlah postingan dari kami yang membahas mengenai motif ragam hias, semoga dalam postingan kali ini menambah pengetahuan kalian mengenai motif dari ragam hias itu sendiri baik motif ragam hias flora, fauna, geometris, figuratif dan poligonal.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

Terhubung Dengan Kami • • • • • • • © 2019 DjoNews - All Rights Reserved • Home • Hukum • Politik • Bencana • Sosial • Bisnis • Ekonomi • Pariwisata • Net +62 • Sports • Kesehatan • Lifestyle • Otomotif • Pendidikan • Seni Budaya • On This Weekend (OTW) • Tentang • Redaksi • Kontak Kami • Iklan Berkualitas
Jakarta - Halo detikers, dalam artikel ini akan dibahas mengenai ragam hias geometris.

Tidak hanya akan membahas mengenai pengertian, namun juga membahas tentang macam atau jenis, ciri serta beberapa contohnya. Jika detikers ingin mengetahui lebih jauh mengenai hal tersebut, disarankan untuk menyimak pembahasan artikel ini sampai selesai. Nah, berikut pembahasan tersebut. Pengertian dari Ragam Hias Baca juga: Keren!

Foto Apel, Semangka hingga Kacang Polong Berbentuk Geometris Motif atau ragam hias merupakan bentuk dasar dari hiasan yang umumnya diulang-ulang sehingga menjadi suatu pola yang tertentu di dalam karya kesenian atau kerajinan. Ragam hias dapat dihasilkan melalui proses menggambar, mencetak, memahat dan lain sebagainya, guna meningkatkan nilai serta mutu sebuah karya seni atau benda.

Tujuan dari dibuatnya ragam hias ini adalah untuk mengisi kekosongan dari permukaan suatu atau sebuah karya seni. Pengertian dari Ragam Hias Geometri Ragam hias geometris merupakan ragam hias yang memakai berbagai macam unsur garis. Mulai dari garis lurus, spiral, lengkung, zigzag dan berbagai bagian, misalnya segi empat, lingkaran, persegi panjang dan wujud-wujud lain yang juga sebagai motif wujud yang dasar.

Ragam hias ini adalah seni motif yang paling tua di dalam ornament. Hal itu karena sudah dikenal dari zaman prasejarah dulu. Motif geometris sendiri mengalami perkembangan dari titik, garis maupun bagian berulang dimulai dari yang sederhana ke pola rumit. Ragam hias ini mempunyai beberapa ciri yang sebaiknya memang diketahui. Beberapa ciri tersebut sebagai berikut: Ciri-Ciri dari Ragam Hias Geometris 1. Pola ragam hias ini tersusun berdasarkan beraneka ragam unsur garis.

2. Ragam hias ini cenderung disusun secara memanjang dan saling menyambung sehingga menjadi gambar yang diulang-ulang. 3. Ragam hias ini jika telah menjadi barang atau karya yang jadi, masuk ke dalam kategori seni rupa 2 dimensi serta 3 dimensi.

motif hias di bawah ini yang sering dibuat dengan cara memanfaatkan berbagai bentuk bidang dan garis yaitu

4. Pengaplikasian dari ragam hias ini ada banyak di kain batik, tenun, bordir, sulam, candi-candi, bangunan-bangunan dan lain sebagainya. 5. Umumnya ragam hias ini dibuat dengan menggabungkan berbagai bentuk geometri di dalam satu motif. 6. Untuk membuat kaligrafi hiasan mushaf ataupun dekorasi sering menggunakan ragam hias ini. Selain mempunyai beberapa ciri, ragam hias ini juga mempunyai berbagai jenis di nusantara. Nah, beberapa jenis tersebut seperti: Baca juga: Ketika Bebatuan Disulap Jadi Pola Geometris yang Keren Jenis-Jenis dari Ragam Hias Geometris 1.

Ceplokan 2. Kawung 3. Pilin 4. Tumpal 5. Swastika 6. Meander Nah, setelah mengetahui berbagai hal di atas mengenai ragam hias ini.

Berikut adalah beberapa contohnya: Contoh-Contoh dari Ragam Hias Geometris 1. Motif Batik Motif ini biasanya ditemukan pada ornamen-ornamen dinding atau di pakaian yang berbahan dasar kain sulam atau tenun bermotif batik. 2. Motif Belah Ketupat Motif yang satu ini merupakan salah satu motif yang objek utama adalah gambar geometris belah ketupat.

Biasanya motif ini ditemukan di ornamen-ornamen perabotan rumah, hiasan dinding hingga beberapa jenis kain. 3. Motif Geometris Bunga Motif ini merupakan motif geometris dengan sisi yang bentuk dasarnya titik, garis serta membentuk keindahan. Biasanya sering dipakai atau ditemukan di pakaian atau gaun wanita. Tidak jarang pula ditemukan di hiasan dinding. 4. Motif Geometris Busur Motif ini merupakan motif geometris yang memakai busur menjadi objek utama di dalam pembuatan motif.

Motif ini biasanya dipakai untuk bentuk kekuatan. 5. Motif Geometris Daun Motif yang satu ini adalah satu bentuk geometris sederhana namun banyak dipakai hiasan karena mempunyai ciri khas dari kesederhanaan. Motif ini sering ditemukan di berbagai macam pakaian. Nah, demikian pembahasan di artikel ini mengenai ragam hias geometris. Simak Video " Muliakanlah Tetanggamu" [Gambas:Video 20detik] (erd/erd)

macam macam motif dekoratif




2022 www.videocon.com