Obat coparcetin untuk apa

obat coparcetin untuk apa

Coparcetin merupakan obat yang dipakai untuk meredakan gejala flu, seperti sakit kepala, demam, bersin dan hidung tersumbat. Obat ini tidaklah sulit diperoleh karena dapat diperoleh tanpa memerlukan resep dokter. Manfaat Obat Coparcetin Fungsi utama dari obat Coparcetin adalah meredakan gejala yang timbul karena flu.

Obat ini juga punya kandungan zat yang cukup banyak manfaatnya seperti obat coparcetin untuk apa ini. dr. Amanda menanggapi, “Untuk menghilangkan gejala yang menyertai dapat menggunakan obat-obatan yang sesuai bila diperlukan.

Perlu diperhatikan bahwa obat-obatan ini hanya digunakan untuk meringankan gejala bukan untuk mengatasi virus penyebabnya. Obat-obatan ini dapat diperoleh tanpa resep karena termasuk obat bebas. Untuk itu dalam pemilihan obat flu diperlukan obat coparcetin untuk apa dan harus didasarkan pada gejala flu yang muncul.” Dosis Obat Coparcetin Untuk dosis setiap obat sudah dibuat dan tidak bisa ditentukan sendiri, untuk dosis obat ini yang umumnya digunakan ada di bawah ini.

Itulah manfaat, dosis dan efek samping dari obat Coparcetin. Selain obat Coparcetin, Anda juga dapat meredakan gejala flu dengan Nalgestan – Obat Pilek, Bersin, Radang Sinus, Pembengkakan di Saluran Hidung (Rp20.200) yang dapat Anda peroleh dengan mudah melalui Lifepack.

Ingin membeli obat untuk gejala flu yang tidak berbahaya dan ampuh? Unduh saja aplikasi Lifepack. Aplikasi tebus resep obat, terpercaya dan terpopuler. Aplikasi tersebut bisa didownload di Google Play Store dan App Store. - Dapatkan kenyamanan minum obat tanpa repot dengan menggunakan kemasan khusus untuk obat penyakit kronis.

- Obat akan tersusun secara rapi berdasarkan waktu konsumsi. - Pesan obat rutin di Lifepack dijamin Asli, Lengkap, dan Mudah. - Beli obat dengan harga yang terjangkau. - Tak perlu repot mengantri. Dapatkan obat Anda dalam waktu kurang dari 4 jam. Tanpa biaya pengiriman. Penjualan Teratas Produk Kesehatan : Softies 3D Mask Surgical 4 ply Shumu Masker Duckbill 10’S Alkindo Masker Duckbill MISOO Disposable Hijab Headloop 3ply MISOO Disposable Masker Anak 3ply MASKER MOUSON ORANGE KF94 10’S MASKER SOFTIES SURGICAL MASK PATTERNED FOR ADULT MASKER SOFTIES DAILY MASK PATTERNED 3 PLY 30 PCS Akurat Strip NATUR-E 100 IU KAPSUL ISI 32 KAPSUL Penjualan Teratas Obat-obatan : Isoman B Isoman A Biolysin Syrup Azomax 500MG Kap 10S Acetylcysteine Etercon 200 mg Rhinos Junior Syrup 60 ml Isoprinosine 500 mg Tride 5000 IU Fluimucil 600 mg Fluimucil 200 mg Paling Sering Dicari : Thrombophob Oint Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg BIO CALCI 72 Acetylcysteine Etercon 200 mg Sidomuncul Tolak Linu Herbal 15 ml Blackmores Evening Primrose Oil + Fish Oil BLACKMORES CALCIMAG MULTI – VITAMIN TULANG Fresh Care Sport 10 Ml BIO CAL 95 MINYAK SEREH WANGI CAP DRAGON 60 ML Pencegahan COVID-19 : Purelizer Antibacterial Spray Naturein All Purpose Sanitizing Water 100ml Dettol Disinfectan Spray Morning Dew Antis Spray Timun Antis Spray Jasmine Tea Masker Pokana Kids KN95 Dark Grey Sensi Kids Mask Earloop Sensi Kids Mask Duckbill Putih KONICARE GEL HAND SANITIZER 60 ML ANTIS SPRAY 55 Ml Jeruk Nipis Sakit kepala, demam, dan flu bisa menyerang kapan saja.

Tenang, Coparcetin bisa bantu meringankan gejalanya. Apa kandungan obat ini? Coparcetin Golongan: Obat Bebas Terbatas Kategori Obat: Obat Batuk dan Pilek Dikonsumsi oleh: Dewasa dan Anak Bentuk obat: Kaplet dan Sirup Coparcetin untuk ibu hamil dan menyusui: Paracetamol dan Chlorpheniramine Maleat masuk dalam kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin. Namun, belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.

Efedrine Masuk dalam kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya). Peringatan Menyusui: Tidak ada studi terkontrol pada wanita; atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Pengertian Coparcetin Sakit flu bisa datang kapan saja. Sedia obat flu di rumah bisa membuat Anda lebih tenang kalau tiba-tiba gejala flu datang. Selain tetap menjaga daya tahan tubuh, Anda juga boleh mengonsumsi obat flu untuk meringankan gejalanya. Coparcetin salah satunya. Coparcetin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin disertai batuk.

Jika Anda ingin mengonsumsi obat ini saat flu menyerang, kenali dulu serba-serbinya di bawah ini. Keterangan Coparcetin Coparcetin Kaplet • Golongan: Obat bebas terbatas • Kategori: Obat batuk dan pilek • Kandungan:Paracetamol 500 mg, Gliseril Guaiakolat 100 mg, Efedrin HCl 8 mg, Klorfeniramin Maleate 2 mg • Kemasan: Strip @10 kaplet • Farmasi: Sampharindo Perdana • Harga Coparcetin Kaplet: Rp5.000 – Rp17.000/strip Coparcetin Sirup • Golongan: Obat bebas terbatas • Kelas Terapi: obat batuk dan pilek • Kandungan: Paracetamol 120 mg, Gliseril Guaiakolat 50 mg, Efedrin HCl 4 mg, Klorfeniramin Maleate 1 mg • Kemasan: Botol 60 ml • Farmasi: Sampharindo Perdana • Harga Coparcetin Sirup: Rp6.700 – Rp28.400/botol Artikel Lainnya: Manfaat Kunyit untuk Mengatasi Radang Tenggorokan Kegunaan Coparcetin Obat Coparcetin digunakan untuk membantu meredakan gejala flu, seperti: • hidung tersumbat • sakit tenggorokan • menurunkan demam • batuk, pilek • meredakan nyeri Dosis dan Aturan Pakai Coparcetin Cara Penggunaan Coparcetin adalah sebagai berikut: Tujuan: meringankan gejala flu Bentuk: kaplet • Anak-anak usia 6 - 12 tahun:diminum 3 kali sehari ½ kaplet.

• Dewasa:diminum 3 kali sehari 1 kaplet. Tujuan: meringankan gejala flu Bentuk: sirup • Obat coparcetin untuk apa usia 6–12 tahun: diminum 3 kali sehari 1-2 sendok obat coparcetin untuk apa (5-10 mL), atau menurut petunjuk dokter.

Berikan sesudah makan. Cara Menggunakan Coparcetin Ikuti petunjuk yang dijelaskan pada kemasan obat atau anjuran dari dokter. Jangan melebihkan atau mengurangi dosis yang dianjurkan. Coparcetin boleh dikonsumsi, baik sebelum maupun sesudah makan. Jika Anda merasa nyeri di pencernaan, sebaiknya Coparcetin dikonsumsi setelah makan. Apabila gejala flu tidak berkurang setelah mengonsumsi obat bebas ini, segera hubungi dokter. Artikel Lainnya: Batuk Sudah Sembuh, Kenapa Tenggorokan Masih Sakit?

Cara Penyimpanan Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering, dan sejuk. Efek Samping Coparcetin Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Coparcetin adalah: • mengantuk • gangguan pencernaan • insomnia, gelisah, mulut kering • penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati Overdosis Overdosis obat yang di dalamnya terkandung paracetamol umumnya menyebabkan masalah di hati.

Sementara, overdosis Efedrine bisa menyebabkan masalah jantung, kejang, dan stroke. Segera hubungi dokter jika Anda merasakan gejala overdosis untuk segera mendapatkan penanganan. Kontraindikasi Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi: • hipersensitif terhadap paracetamol, gliseril guaiakolat, efedrin HCl, klorfeniramin maleate • gangguan fungsi hati yang berat • penggunaan bersama dengan Monoamin Oksidase Inhibitor (MAO) Artikel Lainnya: Cara Alami Mengatasi Sakit Tenggorokan Peringatan dan Perhatian Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi obat ini jika memiliki riwayat alergi pada komponen yang terkandung di dalam obat ini.

Informasikan ke dokter jika Anda memiliki riwayat: • penyakit liver • penyakit ginjal • kecanduan alkohol Informasikan juga kepada dokter jika Anda memiliki riwayat: • diabetes • glaukoma • pembesaran prostat atau penyakit yang berhubungan dengan prostat • masalah kelenjar adrenal • tekanan darah tinggi • asma • hipertiroid Informasikan dokter jika Anda akan mengonsumsi obat ini dengan obat lain baik kimiawi maupun herbal.

Segera hubungi dokter jika gejala tidak berkurang. Peringatan Kehamilan Paracetamol dan chlorpheniramine Maleat masuk dalam kategori B. Yaitu, studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Sementara itu, efedrine masuk dalam kategori C. Yaitu, studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya). Dan, tidak ada studi obat coparcetin untuk apa pada wanita; atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin Konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Artikel Lainnya: Apakah Sup Ayam Benar-benar Bisa Sembuhkan Pilek? Peringatan menyusui Kandungan obat di dalam Coparcetin dapat terserap ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter jika Anda akan mengonsumsi obat ini saat sedang menyusui.

Penyakit Terkait Coparcetin • Flu • Demam • Radang Tenggorokan • Batuk • Pilek Rekomendasi Obat Sejenis Coparcetin • Colpica • Contrex • Corhinza • Chlorcol • Paracetin Jangan ketinggalan berita lainnya seputar obat dan penyakit di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU) Terakhir Diperbaharui: 29 Desember 2021 Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani., S. Farm Ditinjau: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm Referensi: E-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).

Diakses 2021. Efedrine. ISO Farmakoterapi (2013). Gliceryl Guaicolat. ISO Farmakoterapi (2013). Efedrine. ISI Indonesia (2018).

obat coparcetin untuk apa

Coparcetin. Drugs.com. Diakses. 2021. Efedrine. Drugs.com. Diakses 2021. Paracetamol.
Daftar Isi • Apa Kandungan dan Komposisi Coparcetin? • Bagaimana Farmakologi Coparcetin?

• Coparcetin Obat Apa? • Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Coparcetin? • Apa Saja Kontraindikasi Coparcetin? • Pertanyaan yang Sering Diajukan • Apa Efek Samping Coparcetin? • Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Coparcetin? • Apa Saja Interaksi Obat Coparcetin?

• Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Coparcetin? • Bagaimana Kemasan dan Sediaan Coparcetin? • Apa Nama Perusahaan Produsen Coparcetin? Apa Kandungan dan Komposisi Coparcetin?

obat coparcetin untuk apa

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari obat coparcetin untuk apa manusia.Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien.

Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Obat coparcetin untuk apa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Coparcetin adalah: • Tiap kaplet mengandung: Parasetamol 500 mg Gliseril Guaiakolat 100 mg Efedrina HCl 8 mg Klorfeniramina Maleat 2 mg • Tiap sendok takar (5 ml) sirup mengandung: Parasetamol 120 mg Gliseril Guaiakolat 50 mg Efedrina HCl 4 mg Klorfeniramina Maleat 1 mg Alkohol 95% 2% v/v Bagaimana Farmakologi Coparcetin?

Bekerja sebagai analgetik-antipiretik, antihistamin, ekspektoran, dan dekongestan hidung. Sekilas Tentang Ephedrine Pada Coparcetin Ephedrine adalah obat dan stimulan yang digunakan untuk mencegah turunnya tekanan darah selama anestesi spinal.

Selain itu ia juga digunakan sebagai bronkodilator pada penyakit asma untuk memperlebar luas permukaan bronkus dan bronkiolus paru-paru agar kapasitas serapan oksigen paru-paru meningkat.

Walaupun bukan sebagai pengobatan yang disarankan, terkadang ephedrine digunakan untuk menurunkan lemak pada kasus obesitas. Hal tersebut dikarenakan ephedrine menstimulasi termogenesis yang mempengaruhi brown fat yang pada orang dewasa.

Proses termogenesis banyak terjadi di dalam otot.

obat coparcetin untuk apa

Selain itu ephedrine juga menurunkan tingkat pengosongan lambung, terlebih jika digunakan bersamaan dengan caffeine dan theophylline yang keduanya memiliki efek sinergitas dalam menurunkan lemak.

Namun ephedrine tidak banyak digunakan dalam terapi obesitas karena tingkat efektifitasnya kurang. Ephedrine diketahui dihasilkan dari ekstraksi tanaman Ephedra yang telah diketahui khasiatnya sejak jaman Dinasti Han di China pada tahun 206 sebelum masehi. Tanaman itu dikenal memiliki khasiat sebagai antiasma dan stimulan.

Tahun 1885 tanaman itu diekstraksi dan disintesis oleh Nagai Nagayoshi, seorang ahli kimia asal Jepang. Ephedrine hydrochloride termasuk dalam kategori obat berikut ini: • Agen adrenergik Obat yang bekerja pada reseptor adrenergik atau mempengaruhi siklus hidup pemancar adrenergik. Termasuk di sini adalah agonis dan antagonis adrenergik dan agen yang mempengaruhi sintesis, penyimpanan, penyerapan, metabolisme, atau pelepasan pemancar adrenergik.

• Simpatomimetik Obat yang meniru efek stimulasi saraf simpatis adrenergik postganglionik. Termasuk di sini adalah obat yang secara langsung merangsang reseptor adrenergik dan obat yang bekerja secara tidak langsung dengan memprovokasi pelepasan pemancar adrenergik.

• Stimulan Sistem Saraf Pusat Sekelompok obat yang didefinisikan secara longgar yang cenderung meningkatkan kewaspadaan perilaku, agitasi, atau eksitasi. Mereka bekerja dengan berbagai mekanisme, tetapi biasanya tidak dengan eksitasi langsung neuron. Banyak obat yang memiliki efek samping untuk penggunaan terapeutik utamanya tidak termasuk di sini.

• Agen Vasokonstriktor Obat-obatan yang digunakan untuk menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sekilas Tentang Chlorpheniramine Pada Coparcetin Chlorpheniramine adalah suatu antihistamin yang digunakan untuk pengobatan gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria. Obat ini pertama kali dipatenkan pada tahun 1948 dan mulai digunakan oleh dunia medis pada tahun 1949.

Chlorpheniramine sering dikombinasikan dengan phenylpropanolamine untuk membentuk suatu obat yang dapat mengatasi alergi sekaligus sebagai dekongestan, Chlorpheniramine terkadang juga dikombinasikan dengan obat hydrocodone yang kemudian menghasilkan obat yang diindikasikan untuk batuk dan gangguan pernapsan bagian atas yang ada hubungannya dengan alergi atau pilek pada dewasa dan anak berusia lebih dari 6 tahun. Sekilas Tentang Paracetamol Pada Coparcetin Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen pertama kali disintesa oleh Harmon Northrop Morse, seorang ahli kimia pada tahun 1877, namun baru diujicoba pada manusia pada tahun 1887 oleh ahli farmakologi klinis, Joseph von Mering.

Tahun 1893 von Mering mempublikasikannya dalam laporan klinis mengenai paracetamol. WHO menyatakan bahwa paracetamol masuk dalam daftar salah satu obat yang paling aman dan efektif dan sangat dibutuhkan dalam dunia medis. Paracetamol digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep obat coparcetin untuk apa.

Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan. Cara kerja paracetamol yang diketahui sekarang adalah dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX).

Enzim ini berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim COX, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang. Paracetamol menurunkan suhu tubuh dengan cara menurunkan hipotalamus set-point di pusat pengendali suhu tubuh di otak.

Dosis maksimal paracetamol adalah 3 hingga 4 gr dalam sehari. Jika lebih dari itu maka berpotensi menyebabkan kerusakan hati. Penderita gangguan hati disarankan untuk mengurangi dosis paracetamol. Penyerapan Paracetamol (acetaminophen) memiliki 88% bioavailabilitas oral dan mencapai konsentrasi plasma tertinggi 90 menit setelah konsumsi.

Kadar puncak paracetamol bebas dalam darah tidak tercapai sampai 3 jam setelah pemberian rektal bentuk supositoria paracetamol dan konsentrasi darah puncak kira-kira 50% dari konsentrasi yang diamati setelah konsumsi dosis oral yang setara (10-20 mcg/mL).

Persentase dosis acetaminophen yang diserap secara sistemik tidak konsisten, ditunjukkan oleh perbedaan besar dalam bioavailabilitas obat coparcetin untuk apa setelah dosis diberikan secara rektal. Dosis rektal yang lebih tinggi atau frekuensi pemberian yang meningkat dapat digunakan untuk mencapai konsentrasi paracetamol dalam darah yang serupa dengan yang dicapai setelah pemberian paracetamol oral.

Rute Eliminasi Metabolit paracetamol terutama diekskresikan dalam urin. Kurang dari 5% diekskresikan dalam urin sebagai paracetamol bebas (tidak terkonjugasi) dan setidaknya 90% dari dosis yang diberikan diekskresikan dalam waktu 24 jam. Volume Distribusi Volume distribusi sekitar 0,9L/kg.

10 sampai 20% obat terikat pada sel darah merah. paracetamol tampaknya didistribusikan secara luas di sebagian besar jaringan tubuh kecuali dalam lemak. Pembersihan Dewasa: 0,27 L/jam/kg setelah dosis intravena (IV) 15 mg/kg.

Anak-anak: 0,34 L/jam/kg setelah 15 mg/kg intravena (dosis IV). Paracetamol cepat dan hampir sepenuhnya diserap dari saluran GI setelah pemberian oral. Pada pria sehat, bioavailabilitas oral kondisi mapan 1,3 g dosis tablet acetaminophen yang dilepaskan setiap 8 jam untuk total 7 dosis sama dengan dosis 1 g tablet paracetamol konvensional yang diberikan setiap 6 jam untuk total dari 7 dosis. Makanan dapat menunda sedikit penyerapan tablet acetaminophen yang rilis lama. Setelah pemberian oral preparat acetaminophen segera atau diperpanjang, konsentrasi plasma puncak dicapai dalam 10-60 atau 60-120 menit, masing-masing.

Setelah pemberian oral tablet konvensional 500 mg tunggal atau tablet extended-release tunggal 650 mg, konsentrasi acetaminophen plasma rata-rata 2,1 atau 1,8 ug/mL, masing-masing, terjadi pada 6 atau 8 jam, masing-masing. Selain itu, pembubaran tablet extended-release mungkin sedikit bergantung pada pH lambung atau usus. Pembubaran obat coparcetin untuk apa sedikit lebih cepat pada pH basa usus dibandingkan dengan pH asam lambung; Namun, ini tidak penting secara klinis.

Setelah pemberian acetaminophen konvensional, hanya sejumlah kecil obat yang terdeteksi dalam plasma setelah 8 jam. Tablet pelepasan acetaminophen yang diperpanjang melepaskan obat hingga 8 jam, tetapi data in vitro menunjukkan bahwa setidaknya 95% dari dosis dilepaskan dalam waktu 5 jam.

Setelah pemberian acetaminophen rektal, ada variasi yang cukup besar dalam konsentrasi plasma puncak yang dicapai, dan waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak secara substansial lebih lama daripada setelah pemberian oral. Pada 12 ibu menyusui (menyusui 2-22 bulan) yang diberikan dosis tunggal oral 650 mg, kadar puncak paracetamol terjadi pada 1-2 jam pada kisaran 10-15 ug/mL.

Dengan asumsi 90 mL susu tertelan pada interval 3, 6, dan 9 jam setelah konsumsi, jumlah obat yang tersedia untuk bayi diperkirakan berkisar antara 0,04% hingga 0,23% dari dosis ibu. Paracetamol dengan cepat dan merata didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh.

Sekitar 25% paracetamol dalam darah terikat pada protein plasma. Sekilas Tentang Guaifenesin (Glyceryl Guaiacolate) Pada Coparcetin Guaifenesin (glyceryl guaiacolate) adalah suatu obat yang memiliki fungsi sebagai ekspektoran atau peluruh dahak, pengencer lendir saluran napas. Obat ini telah digunakan oleh dunia medis sejak tahun 1933 dan cara kerjanya yaitu dengan meningkatkan volume dan mengurangi viskositas sekresi di trakea dan bronkus sehingga membantu aliran sekresi di saluran pernapasan dan membuat pergerakan siliaris membawa sekresi menuju ke faring.

Pada akhirnya meningkatkan efisiensi refleks batuk dan membantu pembuangan sekresi. Sifat guaifenesin selain sebagai ekspektoran juga sebagai relaksan otot dan antikonvulsan serta sebagai antagonis reseptor NMDA.

obat coparcetin untuk apa

Asal-usul obat ini kemungkinan dimulai saat orang Spanyol menaklukkan Santo Domingo pada abad ke-16 dan menemukan kayu Guaiacum kemudian membawanya ke Eropa kemudian ternyata didalamnya memiliki kandungan sebagai obat sifilis dan obat lainnya.

Kayu Guaiacum ternyata juga memiliki kandungan stimulan untuk sakit tenggorokan. Guaifenesin adalah glyceryl guaiacolate dengan efek ekspektoran. Guaifenesin meningkatkan sekresi lendir saluran pernapasan, bertindak sebagai iritasi pada reseptor vagal lambung dan merekrut refleks parasimpatis eferen yang menyebabkan eksositosis kelenjar.

Agen ini mengurangi viskositas sekresi lendir dengan mengurangi daya rekat dan tegangan permukaan serta meningkatkan hidrasi lendir. Guaifenesin meningkatkan efisiensi mekanisme mukosiliar yang penting dalam menghilangkan akumulasi sekresi dari saluran napas atas dan bawah.

Guaifenesin memiliki sejarah yang panjang, yang awalnya secara resmi disetujui oleh FDA AS pada tahun 1952 dan terus menjadi salah satu dari sangat sedikit - jika bukan mungkin satu-satunya obat yang tersedia dan digunakan sebagai ekspektoran.

Sejak saat itu agen telah menjadi komponen kombinasi dari berbagai resep dan non-resep obat batuk dan pilek over-the-counter dan saat ini obat generik over-the-counter tersedia secara luas. Meskipun pada prinsipnya diyakini bahwa guaifenesin menimbulkan tindakan untuk memfasilitasi batuk produktif untuk mengatasi kemacetan dada, tidak diketahui apakah agen tersebut dapat diandalkan untuk mengurangi batuk. Terlepas dari itu, pada 1 Maret 2007, FDA menerima petisi yang meminta FDA untuk memberi tahu publik bahwa beberapa antitusif, ekspektoran, dekongestan, antihistamin, dan kombinasi batuk/pilek tidak diketahui aman dan efektif pada anak di bawah usia 6 tahun.

bertahun-tahun. Setelah negosiasi antara FDA dan produsen besar, transisi sukarela label untuk tidak menggunakan obat coparcetin untuk apa pada anak di bawah usia 4 tahun disahkan oleh FDA pada obat coparcetin untuk apa 2008. Selain itu, ada juga penelitian kontemporer yang menunjukkan bahwa guaifenesin memiliki dan mampu menunjukkan efek antikonvulsan dan relaksan otot sampai tingkat tertentu mungkin dengan bertindak sebagai antagonis reseptor NMDA.

Guaifenesin dikategorikan sebagai ekspektoran yang bekerja dengan meningkatkan keluaran dahak (sputum) dan sekresi bronkial melalui penurunan daya rekat dan tegangan permukaan bahan tersebut.

Selanjutnya, guaifenesin menimbulkan peningkatan aliran sekresi lambung yang kurang kental yang kemudian meningkatkan aksi silia - semua tindakan yang pada akhirnya mengubah batuk kering dan tidak produktif menjadi batuk yang lebih produktif dan lebih jarang.

Pada dasarnya, dengan mengurangi viskositas dan kelengketan sekresi tersebut, guaifenesin meningkatkan efektivitas aktivitas mukosiliar dalam menghilangkan akumulasi sekresi dari saluran napas atas dan bawah.

Penyerapan Penelitian telah menunjukkan bahwa guaifenesin diserap dengan baik dari dan di sepanjang saluran pencernaan setelah pemberian oral. Rute Eliminasi Setelah pemberian, guaifenesin dimetabolisme dan kemudian sebagian besar diekskresikan dalam urin.

Volume Distribusi Rata-rata geometrik volume distribusi guaifenesin yang ditentukan pada subjek dewasa sehat adalah 116L (CV=45,7%). Pembersihan Rata-rata clearance yang tercatat untuk guaifenesin adalah sekitar 94,8 L/jam (CV=51,4%). Mudah diserap dari saluran pencernaan. Tidak diketahui apakah guaifenesin didistribusikan ke dalam ASI. Eliminasi di ginjal sebagai metabolit inaktif.

Coparcetin Obat Apa? Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Coparcetin? Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis obat coparcetin untuk apa memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Coparcetin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk: Meringankan gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk.

Apa Saja Kontraindikasi Coparcetin? Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Coparcetin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini: • Lihat Box Warning • Penderita dangan gangguan jantung dan diabetes melitus • Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat • Penderita hipersensitif terhadap komponen ini Pertanyaan yang Sering Diajukan Apakah Aman Menggunakan Coparcetin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakanyang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Obat coparcetin untuk apa Lupa Menggunakan Coparcetin? Jika Anda lupa menggunakan Coparcetin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat.

Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali. Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Coparcetin Sewaktu-waktu? Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut.

Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak.

Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini. Bagaimana Cara Penyimpanan Coparcetin? Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan. Bagaimana Penanganan Coparcetin yang Sudah Kedaluwarsa? Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan.

Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa. Apa Efek Samping Coparcetin? Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat.

Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Coparcetin yang mungkin terjadi adalah: • Mengantuk, gangguan pencernaan, insomnia, gelisah, eksitasi, tremor, takikardia, mulut kering, palpitasi, retensi urin • Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Coparcetin?

• Lihat Box Warning • Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid dan retensi urin • Tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia di bawah 6 tahun, wanita hamil dan menyusui kecuali atas petunjuk dokter • Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat lain yang menekan susunan saraf pusat • Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin • Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi obat coparcetin untuk apa Apa Saja Interaksi Obat Coparcetin?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Coparcetin antara lain: Penggunaan bersama antidepresan tipe penghambat MAO dapat mengakibatkan krisis hipertensi. Sekilas tentang pilek Pilek, biasa juga dikenal sebagai nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma, merupakan penyakit menular yang disebabkan virus pada sistem pernapasan yang terutama menyerang hidung.Tenggorokan, sinus, dan kotak suara juga dapat terpengaruh.

Tanda dan gejala mungkin muncul kurang dari dua hari setelah paparan. Itu termasuk batuk, sakit tenggorokan, rhinorrhea, bersin, sakit kepala, dan demam. Orang biasanya sembuh dalam tujuh sampai sepuluh hari. Beberapa gejala dapat berlangsung hingga tiga minggu.

Pada orang-orang dengan masalah kesehatan lainnya, pneumonia kadang-kadang berkembang. Ada lebih dari 200 strain virus yang terlibat dalam penyebab pilek; rhinovirus adalah yang paling umum. Mereka menyebar melalui udara selama kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan secara tidak langsung melalui kontak dengan benda-benda di lingkungan diikuti dengan transfer ke mulut atau hidung. Faktor risiko termasuk pergi ke tempat penitipan anak, tidak tidur dengan baik, dan stres psikologis.

Gejala sebagian besar karena respon kekebalan tubuh terhadap infeksi daripada kerusakan jaringan oleh virus sendiri. Penderita influenza sering menunjukkan gejala yang sama seperti penderita pilek, meskipun gejala biasanya lebih parah di influenza. Tidak ada vaksin untuk pilek. Metode utama pencegahan adalah mencuci tangan; tidak menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang belum dicuci; dan menjauh dari orang-orang yang sakit. Beberapa bukti mendukung penggunaan masker wajah.

Tidak ada obat untuk pilek, tetapi gejalanya dapat diobati.Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS, nonsteroidal anti-inflammatory drug, NSAID) seperti ibuprofen dapat mengurangi rasa sakit.Antibiotik tidak boleh digunakan. Bukti tidak mendukung manfaat dari obat batuk. Pilek adalah penyakit infeksi yang paling sering pada manusia.

Rata-rata orang dewasa terkena pilek dua sampai empat kali setahun, sedangkan rata-rata anak bisa terkena enam sampai delapan kali. Pilek terjadi lebih sering pada musim dingin. Infeksi ini telah ada pada manusia sejak zaman kuno. Sekilas tentang batuk Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga).

Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Coparcetin? Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang.

Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Coparcetin: Untuk Kaplet: Secara umum dapat digunakan dosis pemakaian sebagai berikut: Dewasa dan anak lebih dari 12 tahun: 3 kali sehari 1 kaplet Anak (6 – 12 tahun): 3 kali sehari 1/ 2 kaplet atau menurut petunjuk dokter. Untuk Sirup: Secara umum dapat digunakan dosis pemakaian sebagai berikut: Anak (6 – 12 tahun): 3 kali sehari 1 sendok takar (5 ml) atau menurut petunjuk dokter Bagaimana Kemasan dan Sediaan Coparcetin?No.

Registrasi dan Penyimpanan: • Box, isi 10 strip @ 10kaplet No. Reg.: DTL9723405004 A1 Simpan di tempat yang kering dan sejuk (15-25)°C serta terlindung dari cahaya • Dus @ botol @ 60 ml No. Reg.: DTL7223404837 A1 Simpan di tempat yang sejuk (15-25)°C dan tertutup rapat Apa Nama Perusahaan Produsen Coparcetin? Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya.

Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi obat coparcetin untuk apa CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya.

Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Coparcetin: Sampharindo Perdana Sekilas Tentang Sampharindo Perdana PT Sampharindo Perdana adalah suatu perusahaan farmasi yang berkantor pusat di Semarang, Jawa Tengah. Sejarah perusahaan ini cukup panjang yakni bermula pada tahun 1974 dengan didirikannya perusahaan bernama PT Corolla yang diresmikan pada 28 Mei 1974, Perusahaan ini kemudian berubah nama menjadi PT Sekar Mirah Laboratories pada tahun 1983 hingga pada akhirnya berpindah kepemilikan dan pimpinan perusahaan berkeputusan untuk memindahkan obat coparcetin untuk apa produksi ke kawasan industri Guna Mekar di Semarang.

Pada saat itu perusahaan menempati lahan seluas 4.350 m2 dengan luas area pabrik sekitar 1.648 m2. Pada tahun 1982 PT Sekar Mirah Laboratories mendapatkan sertifikat Obat coparcetin untuk apa dari BPOM Jawa Tengah sehingga kemudian perusahaan ini dapat memproduksi produk OBH (Obat Batuk Hitam) berbentuk sirup. Pada saat itu perusahaan ini memiliki karyawan sekira 48 orang yang kemudian berkembang seiring dengan kemajuan perusahaan yang menuntut penambahan tenaga kerja hingga menjadi 409 orang karyawan.

Perusahan ini kemudian memperluas varian produknya untuk memproduksi produk beta laktam sehingga memutuskan untuk membangun sarana dan fasilitas produksi tersendiri untuk produk beta laktam yang menmpati area pabrik seluas 224 m2.

Obat coparcetin untuk apa Januari 1996 perusahaan mendapatkan sertifikat CPOB untuk produksi tablet antibiotik penisilin. Proses produksi tablet penisilin dimulai pada April 1996. Pada tahun 1997 perusahaan secara resmi mengubah namanya menjadi PT Sampharindo Perdana. Pada Maret 2007 perusahaan memperluas area produksi produk beta laktam menjadi 430 m2 dengan penambahan bentuk sediaan berupa sirup kering.

Hingga saat ini, PT Sampharindo Perdana menempati area seluas 11.330 m2 yang meliputi area pabrik dan kantor. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini meliputi obat generik, branded, produk suplemen, dan lain. Beberapa diantaranya seperti salbutamol, piroksikam, paracetamol, methylprednisolone, furosemide, amoxicillin, ibuprofen, retrofen, mexon, miraflox, dan sebagainya.

Leave a Reply Cancel reply Email address will not be published. Required fields are marked * Obat coparcetin untuk apa * Name * Email obat coparcetin untuk apa Δ Category: Obat Batuk & Pilek Tags: Chlorpheniramine Maleate, Ephedrine Hydrochloride, Glyceryl Guaiacolate, Paracetamol, Sampharindo Perdana, W Tags: Chlorpheniramine Maleate, Ephedrine Hydrochloride, Glyceryl Guaiacolate, Paracetamol, Sampharindo Perdana, W Buka Tutup • Coparcetin adalah obat yang diformulasikan untuk meredakan gejala demam, sakit kepala, hidung gatal, bersin-bersin, hidung tersumbat, batuk, dan pegal-pegal akibat influenza atau common cold.

• Dosis Coparcetin tablet untuk dewasa adalah 3 x sehari 1 kaplet, sedangkan untuk anak-anak usia 6-12 tahun adalah 3 x sehari 1/2 kaplet. • Tidak diperuntukkan bagi penderita jantung, diabetes melitus, gangguan fungsi hati yang berat, hipertensi berat, stroke, hingga obesitas. • Waspadai risiko efek samping Coparcetin berupa mengantuk, masalah pencernaan, mulut kering, jantung berdebar, dan susah buang air kecil.

• Jika selama 3 hari pengobatan tidak ada perbaikan, berkonsultasilah dengan dokter. • Klik untuk mendapatkan Coparcetin atau obat coparcetin untuk apa batuk dan flu lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD. Coparcetin adalah obat flu dan batuk kombinasi yang diformulasikan untuk meredakan gejala demam, sakit kepala, hidung gatal, obat coparcetin untuk apa, hidung tersumbat, batuk, dan pegal-pegal akibat influenza atau common cold.

Meskipun dijual bebas tanpa perlu resep dokter, namun obat Coparcetin harus digunakan hati-hati sesuai petunjuk penggunaan. Mengenai Obat Coparcetin Golongan Tanpa resep dokter Kemasan Kaplet dan sirup Kandungan Tiap kaplet mengandung: • Paracetamol 500 mg • Gliseril Guaikolat 100 mg • Efedrin HCl 8 mg • Klorfeniramin Maleate 2 mg Tiap 5 ml (satu sendok takar) sirup mengandung: • Paracetamol 120 mg • Gliseril Guaikolat 50 mg • Efedrin HCl 4 mg • Klorfeniramin Maleate 1 mg • Alkohol 95% sebanyak 2% Mekanisme kerja Coparcetin Cara kerja Coparcetin dipengaruhi oleh bahan aktif di dalamnya, yakni: 1.

Paracetamol Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas) yang cukup populer penggunaannya untuk meredakan demam, sakit kepala, dan nyeri atau sakit ringan. Selain digunakan tunggal, parasetamol juga sering dikombinasikan dengan obat-obatan lain dalam pengobatan flu dan common cold. 2. Gliseril guaikolat Gliseril guaikolat adalah obat yang termasuk golongan ekspektoran, berfungsi mengencerkan dan mengeluarkan dahak yang kental dalam saluran pernapasan.

Gliseril guaiacolate (GG) bekerja dengan cara meningkatkan volume dan mengurangi kekentalan dahak sehingga dahak menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan saat batuk. 3. Efedrin Efedrin adalah dekongestan yang berfungsi untuk menyusutkan pembuluh darah di bagian hidung. Hidung tersumbat dipengaruhi oleh pelebaran pembuluh darah.

Oleh sebab itu, apabila pembuluh darah ini bisa disusutkan ke ukuran normalnya maka keluhan hidung tersumbat akan sirna. Pseudoephedrine digunakan untuk mengobati tersumbatnya hidung dan sinus, ataupun tuba eustachius yang menghubungan telinga dengan rongga tenggorokan. 4. Klorfeniramin maleat (CTM) Klorfeniramin maleate atau CTM adalah obat golongan antihistamin yang berguna untuk meredakan gejala- gejala alergi seperti hidung gatal, berair, bersin-bersin, dan mata berair.

Selain digunakan sebagai kombinasi dalam obat flu, secara tunggal CTM juga dapat digunakan untuk mengobati gatal-gatal dan bentol pada kulit akibat alergi. Namun, obat ini memiliki efek samping membuat rasa kantuk. Manfaat Coparcetin Coparcetin dapat digunakan untuk meredakan gejala flu berupa: • Demam atau badan panas • Sakit kepala • Hidung gatal, berair dan bersin-bersin, atau tersumbat, yang disertai dengan batuk berdahak. Kontraindikasi Coparcetin tidak boleh diberikan kepada orang dengan kondisi di bawah ini: • Memiliki alergi atau hipersensitif terhadap salah satu atau beberapa komponen obat.

• Memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lainnya (misalnya efedrin, pseudoefedrin, atau fenilefrin). • Memiliki masalah pada jantung dan penyakit diabetes melitus.

• Memiliki gangguan fungsi hati yang berat. • Memiliki tekanan darah tinggi berat, stroke, obesitas, dan Lansia. • Sedang menjalani pengobatan dengan Monoamin Oksidase Inhibitor (MAO). Dosis Coparcetin Dosis yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter, adapaun dosis Coparcetin yang lazim direkomendasikan adalah: Pesan Sekarang Coparcetin Tablet: • Anak-anak usia 6-12 tahun: 3 x sehari ½ kaplet.

• Dewasa: 3 x sehari 1 kaplet. Coparcetin Syrup: • Anak-anak 2-6 tahun: 3 x sehari 1/2 -1 sendok takar. • Anak-anak 6-12 tahun: 3 x sehari 1-2 sendok takar.

• Dewasa: 3 x sehari 3-4 sendok takar. Efek samping Coparcetin Seperti halnya obat-obatan lain, Coparcetin juga berpotensi menimbulkan efek samping di antaranya: • Rasa kantuk • Masalah pencernaan • Gangguan psikomotor • Mulut terasa kering • Jantung terasa berdebar-debar • Retensi urin (susah buang air kecil) ( !

) Penggunaan Coparcetin jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan hati. Perhatian Sebelum dan selama menggunakan obat Coparcetin, harap perhatikan beberapa aspek keamanan obat berikut obat coparcetin untuk apa • Penggunaan bersama obat MAO inhibitor bisa menimbulkan krisis hipertensi.

• Tidak boleh mengemudikan kendaraan atau mesin selama pengobatan. Mengingat efek samping obat coparcetin untuk apa kantuk dan gangguan psikomotor. • Waspadai penggunaan pada orang dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, hipertrofi prostat, glaukoma, hipertiroid, dan retensi urin.

• Jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, obat coparcetin untuk apa sedang menyusui harap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini. • Dilarang mengonsumsi Alkohol selama pengobatan. • Selama pengobatan jangan mengonsumsi obat penekan susunan saraf pusat. • Apabila Anda mengalami susah tidur, jantung berdebar-debar, dan pusing, maka hentikan menggunakan obat Coparcetin dan segera hubungi dokter.

• Jika selama 3 hari pengobatan tidak ada perbaikan, berkonsultasilah dengan dokter. Artikel terkait: • Cara Mudah Mengatasi Hidung Gatal Tanpa Obat • Kapan Harus Minum Obat Ketika Demam?

• Memilih Obat Demam atau Penurun Panas yang Tepat Kuffner, Edwin & Rumack, Barry. (2000). Treatment of Pain or Fever with Paracetamol (Acetaminophen) in the Alcoholic Patient. American journal of therapeutics. 7. 123-34. 10.1097/00045391-200007020-00009. ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/12015719_Treatment_of_Pain_or_Fever_with_Paracetamol_Acetaminophen_in_the_Alcoholic_Patient) Espinosa Bosch, María & Sánchez, A.J.

& Rojas, F. & Bosch-Ojeda, Catalina. (2006). Determination of paracetamol: Historical evolution. Journal of pharmaceutical and biomedical analysis. 42. 291-321. 10.1016/j.jpba.2006.04.007.

ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/7064369_Determination_of_paracetamol_Historical_evolution) Moore, Nicholas & Vanganse, Eric & Leparc, Jean-Marie & Wall, Richard & Farhan, Mahdi. (1999). The PAIN Study: Paracetamol, Aspirin and Ibuprofen New Tolerability Study. Clinical Drug Investigation - CLIN DRUG INVEST. 18. 89-98. 10.2165/00044011-199918020-00001. ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/238225654_The_PAIN_Study_Paracetamol_Aspirin_and_Ibuprofen_New_Tolerability_Study) Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Pesan Pengiriman Obat Ini Ingin beli obat ini?

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
Coparcetin Kaplet adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin yang disertai batuk.

Coparcetin Kaplet mengandung acetaminophen/paracetamol (obat yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic), ephedrine (obat amina simpatomimetik, dalam sediaan obat ini bertindak sebagai bronkodilatator), guaiphenesin/ glyceryl guaiacolate (obat batuk yang termasuk ekspektoran), dan chlorpheniramine maleate (obat alergi golongan antihistamin generasi pertama).Berikut ini adalah informasi lengkap obat Coparcetin Kaplet yang disertai obat coparcetin untuk apa merk-merk obat lain dengan obat coparcetin untuk apa generik yang sama.

pabrik Sampharindo Perdana golongan Bisa diperoleh tanpa resep dokter di apotek atau toko obat berijin resmi. kemasan Coparcetin Kaplet dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut : • Box, isi 10 strip @ 10 kaplet Tersedia juga sediaan Coparcetin Kid Cough Syrup untuk pasien anak yang menderita batuk pilek.

kandungan Coparcetin Kaplet mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut : • Paracetamol 500 mg • Ephedrine HCl 8 mg • chlorpheniramine maleate 2 mg • glyceryl guaiacolate 100 mg Sekilas tentang zat aktif (nama generik) Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan.Ephedrine adalah obat amina simpatomimetik yang digunakan untuk mencegah terjadinya tekanan darah rendah selama anestesi spinal.

Obat ini juga banyak digunakan dalam sediaan obat flu dengan fungsi sebagai bronkodilatator. Selain itu bisa juga digunakan sebagai obat asma, narkolepsi, dan obesitas, namun bukan termasuk obat pilihan utama.chlorpheniramine maleate/chlorphenamine/chlortrimeton/CTM adalah obat yang termasuk golongan alkilamina antihistamin generasi pertama. Obat ini digunakan untuk mengobati gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria.

Dibandingkan dengan antihistamin generasi pertama lainnya, chlorpheniramine maleate memiliki efek sedatif yang relatif lemah.guaiphenesin atau glyceryl guaiacolate adalah obat yang termasuk ekspektoran, yaitu obat yang berfungsi mengeluarkan dahak dari saluran pernafasan terutama pada infeksi saluran pernafasan akut. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan volume dan mengurangi viskositas mukus dari trakea dan bronkus, sehingga mempermudah pengeluaran dahak dari jalan nafas lewat mekanisme batuk.

Indikasi Kegunaan Coparcetin Kaplet adalah untuk mengobati gejala influenza seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.

obat coparcetin untuk apa

Penyakit/Kondisi terkait • Batuk • Demam Berdarah • Flu Singapura Kontraindikasi • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini. • Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti, pseudoefedrin, fenilefrin juga dikontraindikasikan menggunakan obat ini. • Kontraindikasi juga bagi pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.

• Obat-obat yang mengandung ephedrine sebaiknya tidak digunakan untuk pasien : diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertrofi prostat, hipertiroid, dan closed angle galucoma. Efek samping Coparcetin Kaplet Secara umum Coparcetin Kaplet bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Coparcetin Kaplet yang mungkin terjadi : • Obat yang mengandung paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan.

Potensi efek samping ini meningkat pada pengguna alkohol.

obat coparcetin untuk apa

• Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung. • Efek obat coparcetin untuk apa pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.

• Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian obat yang mengandung paracetamol. Meski hal ini obat coparcetin untuk apa jarang namun bisa fatal jika terjadi.

• Obat ini juga menyebabkan efek samping berupa sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi, mulut obat coparcetin untuk apa, palpitasi, dan retensi urin. Perhatian Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Coparcetin Kaplet adalah sebagai berikut : • Pemakaian Coparcetin Kaplet harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.

• Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma. • Paracetamol diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI) meskipun dalam jumlah yang kecil. Penggunaan Coparcetin Kaplet oleh obat coparcetin untuk apa menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. • Meskipun efek paracetamol terhadap perdarahan lambung relatif lebih kecil daripada obat-obat golongan NSAID, ada baiknya Coparcetin Kaplet dikonsumsi setelah makan.

• Jika anda mengkonsumsi alkohol, potensi terjadinya kerusakan hati sangat tinggi terutama pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi. • Orang-orang yang punya resiko terkena hipertensi atau stroke, misalnya orang yang kelebihan berat badan (obesitas), dan orang usia lanjut, harus hati-hati menggunakan obat ini. • penderita disfungsi ginjal, hati, memiliki penyakit glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, harus hati-hati menggunakan obat ini.

• Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal. • Pasien yang rentan mengalami kecemasan atau panik berlebihan, harus hati-hati menggunakan obat yang mengandung ephedrine karena obat ini berefek stimulan yang umumnya mempunyai efek samping kecemasan dan kepanikan.

• Obat ini menyebabkan kantuk. jangan mengemudikan kendaraan atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.

Penggunaan obat Coparcetin Kaplet untuk ibu hamil FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan paracetamol dan ephedrine kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut : Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung paracetamol atau ephedrine oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter. interaksi obat Berikut adalah interaksi jika digunakan bersamaan dengan dengan obat-obat lain : • Metoclopramide : meningkatkan efek analgetic paracetamol. • Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin : meningkatkan potensi kerusakan hati.

• Kolestiramin dan lixisenatide : mengurangi efek farmakologis paracetamol. • Antikoagulan warfarin : paracetamol meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan. • Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat jenis monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena MAO inhibitors karena bisa meningkatkan tekanan darah. Dosis Coparcetin Kaplet Coparcetin Kaplet diberikan dengan dosis sebagai berikut : • Dewasa dan anak usia lebih dari 12 tahun: 3 x sehari 1 kaplet.

• Anak (6-12 tahun): 3 x sehari ½ kaplet atau menurut petunjuk dokter. Ringkasan hal-hal penting terkait obat Coparcetin Kaplet • Buang semua sisa obat Coparcetin Kaplet yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan.

Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal. • Gunakan obat Coparcetin Kaplet sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan. • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda. • Penggunaan obat ini untuk penderita epilepsi dan pasien yang berisiko kejang, pasien yang mengalami gangguan hati dan ginjal, pasien lansia, ibu hamil dan ibu menyusui harus dilakukan secara hati-hati.

• Obat ini dapat mengganggu kemampuan untuk melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi (misalnya mengemudi atau mengoperasikan mesin berat). • Alkohol dan obat penenang lain dapat meningkatkan ngantuk. • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas. Baca juga • pilihan obat penurun panas terbaik untuk anak • Cara Mengobati Batuk Pada Bayi Dan Anak • Tips Memilih Obat Batuk Sesuai Gejala, Penyebab, dan Usia • Perbedaan Batuk Alergi dengan Batuk Flu dan Pilek obat coparcetin untuk apa Tips Pengobatan Flu Singapura Pada Anak • Merk multivitamin anak untuk membantu proses penyembuhan Terkait • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif paracetamol • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif ephedrine • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif chlorpheniramine maleate • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif guaiphenesin • Obat yang termasuk analgetic (pereda nyeri) • Obat yang termasuk antipiretik (penurun panas) Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien.

Oleh karena itu, penggunaan obat Coparcetin Kaplet harus sesuai dengan yang dianjurkan.

obat coparcetin untuk apa

Kuffner, Edwin & Rumack, Barry. (2000). Treatment of Pain or Fever with Paracetamol (Acetaminophen) in the Alcoholic Patient. American journal of therapeutics.

7. 123-34. 10.1097/00045391-200007020-00009. ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/12015719_Treatment_of_Pain_or_Fever_with_Paracetamol_Acetaminophen_in_the_Alcoholic_Patient) Espinosa Bosch, María & Sánchez, A.J. & Rojas, F. & Bosch-Ojeda, Catalina. (2006). Determination of paracetamol: Historical evolution.

Journal of pharmaceutical and biomedical analysis. 42. 291-321. 10.1016/j.jpba.2006.04.007. ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/7064369_Determination_of_paracetamol_Historical_evolution) Moore, Nicholas & Vanganse, Eric & Leparc, Jean-Marie & Wall, Richard & Farhan, Mahdi.

(1999). The PAIN Study: Paracetamol, Aspirin and Ibuprofen New Tolerability Study. Clinical Drug Investigation - CLIN DRUG INVEST. 18. 89-98. 10.2165/00044011-199918020-00001. ResearchGate. ( https://www.researchgate.net/publication/238225654_The_PAIN_Study_Paracetamol_Aspirin_and_Ibuprofen_New_Tolerability_Study) Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu obat coparcetin untuk apa menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Pesan Pengiriman Obat Ini Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO.

Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya. Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti.

Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
• Ringkasan • Dosis & Aturan pakai • Cara Kerja • Efek Samping • Kegunaan • Peringatan • Kontraindikasi • Hamil & Menyusui Coparcetin obat apa?

Coparcetin adalah obat dalam bentuk tablet dan sirup yang digunakan untuk meredakan gejala-gejala flu atau pilek berupa demam, sakit kepala, nyeri badan, bersin-bersin, hidung meler, hidung tersumbat atau batuk. Obat ini merupakan kombinasi dari beberapa jenis obat yang bermanfaat meredakan gejala flu seperti paracetamol, guafenesin, ephedrine serta CTM.

Bahan aktif Coparcetin ini memiliki fungsinya masing-masing dalam meredakan gejala flu dan pilek. Paracetamol bermanfaat meredakan demam, pusing, serta nyeri badan. Ephedrine HCl membantu melegakan pernapasan, sementara guaefenesin meredakan batuk dan mengencerkan dahak.

Kemudian chlorpheniramine maleate atau CTM bermanfaat untuk meredakan alergi yang memicu bersin-bersin atau hidung meler. Ringkasan Obat Coparcetin Kandungan Kaplet: paracetamol 500 mg, guaifenesin/glyceryl guaiacolate 8 mg, ephedrine HCl 100 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg; Sirup: paracetamol 120 mg, guaifenesin 4 mg, ephedrine HCl 50 mg, chlorpheniramine maleate 1 mg Jenis obat Analgesik, antipiretik, ekspektoran, antihistamin Kategori Obat bebas terbatas Kegunaan Meringankan gejala flu atau pilek berupa demam, sakit kepala, nyeri badan, bersin-bersin, hidung meler atau tersumbat, serta batuk Konsumen Dewasa dan anak-anak Kehamilan Kategori C (hindari) Produsen Sampharindo Perdana Harga Rp.

; Rp. 85.000 – 10.000 per botol isi 60 ml Cara Kerja dan Fungsi Obat Coparcetin Fungsi Coparcetin dalam tubuh adalah sebagai pereda berbagai gejala yang disebabkan oleh flu, pilek atau gangguan pernapasan atas lainnya. Hal itu didapat dari kandungan bahan aktifnya yang masing-masing manfaatnya dijelaskan berikut ini: • Paracetamol, atau acetaminophen adalah obat dari golongan analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (pereda demam).

Obat ini meredakan nyeri dengan mengganggu produksi enzim siklooksigenase 1 dan 2 (COX-1 dan COX-2) sehingga menghambat pembentukan prostaglandin yang merupakan mediator nyeri. Sementara untuk menurunkan demam, paracetamol menghambat kerja COX-3 di susunan saraf pusat pengendali panas tubuh sehingga demam dapat diredakan.

• Guaifenesin/glyceryl guaiacolate, adalah obat jenis ekspektoran yang bekerja dengan meningkatkan hidrasi pada saluran pernapasan sehingga meningkatkan volume serta viskositas dahak.

Dengan begitu dahak lebih mudah dikeluarkan bersamaan dengan batuk. • Ephedrine HCl, adalah bentuk garam dari ephedrine. Senyawa obat ini mampu menstimulasi reseptor alpha dan beta adrenergik yang merupakan bagian dari sistem saraf simpatetik. Stimulasi terhadap alpha dan beta adrenergik akan menyebabkan bronkodilatasi, vasokonstriksi perifer, dan stimulasi susunan saraf pusat yang menyebabkan saluran pernapasan jadi lebih lega.

• Chlorpheniramine maleate, atau dikenal sebagai CTM merupakan obat dari jenis antihistamin yang bekerja dengan cara berkompetisi dengan histamin alami untuk berikatan dengan reseptor histamin H1 saluran pencernaan, pernapasan dan pembuluh darah.

Akibatnya efek negatif histamin endogen berupa bersin, hidung meler dan gatal, serta ruam kulit dapat diredakan. Indikasi dan Kegunaan Coparcetin Coparcetin digunakan untuk obat coparcetin untuk apa berbagai gejala flu atau pilek seperti: • Demam.

• Sakit kepala. • Bersin-bersin. • Hidung mampet atau meler. • Batuk. Kontraindikasi Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan: • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap bahan aktif Coparcetin atau jenis obat analgesik seperti ibuprofen atau paracetamol.

• Penderita gangguan fungsi hati dan ginjal berat, gangguan fungsi jantung, dan diabetes melitus. • Orang dengan riwayat alergi terhadap obat coparcetin untuk apa simpatomimetik seperti fenilprin, pseudoephedrine, dan fenilpropanolamin. • Penderita darah tinggi yang sedang diterapi menggunakan obat penghambat monoamine oksidase (MAOI). Dosis Coparcetin dan Aturan Pakai Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb.

Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum. Dosis Coparcetin untuk meredakan gejala flu atau pilek yang disertai batuk • Dosis dewasa: dalam sediaan tablet, 1 tablet 2 – 3 kali sehari. Dalam sediaan sirup, 2 sendok takar (10 ml) 2 – 3 kali sehari. • Dosis anak-anak: • Umur < 6 tahun: harus dengan resep dokter.

• Umur 6 – 12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) 2 – 3 kali sehari atau seusai petunjuk dokter. Aturan pakai: • Gunakanlah obat ini setelah makan. • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya. • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per obat coparcetin untuk apa jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam.

Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.

obat coparcetin untuk apa

• Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Coparcetin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat. Efek Samping Coparcetin Coparcetin umumnya dapat ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Coparcetin meliputi: • Mulut kering.

• Mengantuk. • Mual atau muntah. • Retensi urin (jarang terjadi). Efek Overdosis Coparcetin Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Coparcetin dapat berupa nyeri perut parah, bercak darah di feses, toksisitas ginjal, dan kejang. Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda. Peringatan dan Perhatian Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini: • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap bahan aktif obat ini.

• Hentikan penggunaan obat jika terjadi susah tidur dan jantung berdebar-debar serta pusing. • Jangan mengemudi kendaraan atau alat berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi karena obat ini menyebabkan kantuk. Kehamilan dan Menyusui Bolehkah Coparcetin untuk ibu hamil? Bahan aktif Coparcetin berupa ephedrin HCl dan guaifenesin digolongkan sebagai obat kategori C untuk ibu hamil.

Hal itu berarti studi bahan obat ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan.

Sementara untuk bahan aktif lainnya berupa paracetamol dan CTM masuk dalam kategori A dan B. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama kehamilan sebaiknya dihindari atau digunakan jika sangat diperlukan saja dan sebaiknya berdasarkan resep dokter.

Bolehkah Coparcetin untuk ibu menyusui? Bahan aktif Copercetin berupa guaifenesin diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dihindari. Interaksi Obat Hati-hati saat menggunakan Coparcetin bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Coparcetin dengan obat-obat berikut: • Obat jenis analgesik opioid, hypnotik, neuroleptik, anxyolitic, meningkatkan efek sedatif dari obat ini.

• Warfarin, meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin. • Phenytoin, meningkatkan risiko toksisitas phenytoin. • Obat jenis MAOI, meningkatkan efek antikolinergik dari obat MAOI yang dapat berakibat fatal.• Artikel Kesehatan Semua hal yang berhubungan dengan informasi kesehatan mulai dari informasi terbaru dunia kesehatan, tips kesehatan, hingga saran-saran untuk menuju hidup lebih sehat.

• Kesehatan Wanita • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Cari Dokter • Cari Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI obat coparcetin untuk apa Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Subur (Ovulasi) • Cara Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Daftar Terbit: 29 Juni 2019 Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu - Ditinjau oleh: Tim Dokter DokterSehat.Com – Coparcetin obat apa?

Coparcetin adalah obat dengan kandungan kombinasi bahan aktif Parasetamol, Gliseril Guaiakolat, Efedrin HCl, dan Klorfeniramin Maleat. Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi gejala flu obat coparcetin untuk apa batuk. Kenali lebih jauh tentang Coparcetin mulai dari obat coparcetin untuk apa, dosis, efek samping, dan lainnya tentang Coparcetin berikut ini. Rangkuman Informasi Obat Coparcetin Nama Obat Coparcetin Kandungan Obat Parasetamol, Gliseril Guaiakolat, Efedrin HCl, Klorfeniramin Maleat Kategori Obat bebas terbatas Manfaat Obat Meringankan gejala flu dan batuk Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak Kontraindikasi Hipersensitif Sediaan Obat Sirup dan Kaplet Harga Obat Sirup: kisaran Rp8.000,-/botol (60 ml) Kaplet: kisaran Rp5.000,-/strip (10 kaplet) Kandungan dan Cara Kerja Obat Coparcetin Coparcetin adalah obat dengan kandungan kombinasi beberapa bahan aktif Parasetamol, Gliseril Guaiakolat, Efedrin HCl, dan Klorfeniramin Maleat.

Berikut adalah rincian cara kerja bahan aktif yang terkandung dalam obat Coparcetin: 1. Parasetamol Parasetamol adalah obat analgesik sekaligus antipiretik. Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam. Paracetamol bekerja dengan cara menghambat enzim yang menghasilkan senyawa prostaglandin yang jika dihasilkan dalam jumlah banyak dapat memicu reaksi peradangan.

2. Gliseril Guaiakolat Gliseril Guaiakolat (GG) termasuk ke dalam jenis obat ekspektoran. Obat ini berfungsi untuk membantu mengeluarkan dahak yang mengganggu saluran pernapasan. GG bekerja dengan cara mengencerkan dahak agar dahak dapat dikeluarkan dengan lebih mudah.

3. Efedrin HCl Efedrin HCl adalah obat dekongestan, yaitu obat yang dapat membantu gejala hidung tersumbat. Obat ini bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah di hidung dan mengurangi pembengkakan sehingga hidung tersumbat dapat berkurang. 4. Klorfeniramin Maleat Klorfeniramin maleat atau Chlorpheniramine maleate (CTM) adalah obat antihistamin. Obat ini bekerja menekan senyawa histamin yang dihasilkan tubuh dan menghasilkan reaksi alergi. Manfaat Coparcetin Fungsi Coparcetin secara umum adalah untuk mengatasi gejala flu dan batuk.

Jika melihat pada bahan aktif yang terkandung di dalam obat ini, dapat disimpulkan fungsi Coparcetin adalah untuk meredakan gejala flu meliputi: • Bersin-bersin • Demam • Hidung tersumbat • Batuk Dosis Coparcetin Coparcetin hadir dalam dua sediaan yaitu Coparcetin sirup dan Coparcetin tablet atau kaplet. Coparcetin sirup memiliki kandungan 120 mg Parasetamol 40 mg Gliseril Guaiakolat, 4 mg Efedrin HCl, dan 1 mg Klorfeniramin Maleat dalam setiap 1 sendok takar atau 5 ml.

Sedangkan Coparcetin tablet memiliki kandungan 500 mg Parasetamol, 100 mg Gliseril Guaiakolat, 8 mg Efedrin HCl, dan 2 Klorfeniramin Maleat dalam setiap kapletnya. Berikut adala dosis Coparcetin berdasarkan sediaannya: 1.Coparcetin sirup Dosis Coparcetin sirup yang disarankan adalah sebagai berikut ini: • Usia 6-12 tahun: 1 sendok takar, diberikan 3 kali sehari.

• Dewasa: 2 sendok takar, diberikan 3 kali sehari. 2.Coparcetin tablet Dosis Coparcetin tablet yang disarankan adalah sebagai berikut ini: • Usia 6-12 tahun: ½ tablet, diberikan 3 kali sehari. • Dewasa: 1 tablet, diberikan 3 kali sehari. Dosis di atas merupakan dosis yang disarankan. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumya.

Petunjuk Penggunaan Coparcetin Coparcetin harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Coparcetin yang harus diperhatikan: • Sebaiknya konsumsi obat ini bersamaan dengan makanan atau sesudah makan. • Gunakan obat Coparcetin sesuai dengan dosis yang disarankan pada kemasan.

• Gunakan obat Coparcetin pada waktu yang sama setiap harinya. • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.

• Jika tidak sengaja mengonsumsi obat Coparcetin melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter. Petunjuk Penyimpanan Coparcetin Simpan obat Coparcetin sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk menjaga kualitas obat.

Berikut adalah petunjuk penyimpanan Coparcetin yang harus diperhatikan: • Simpan obat Coparcetin pada suhu di bawah 30°C. • Simpan obat Coparcetin di tempat kering dan tidak lembap. • Hindari obat Coparcetin dari cahaya atau sinar matahari langsung. • Hindari obat Coparcetin dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Coparcetin Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Coparcetin. Beberapa efek samping yang mungkin timbul dari obat batuk Coparcetin adalah sebagai berikut ini: • Mengantuk • Gangguan pencernaan • Gangguan tidur • Gelisah • Mulut kering • Retensi urin • Jantung berdebar • Tremor • Kerusakan hati (apabila digunakan dalam dosis besar untuk waktu yang panjang) Efek samping di atas tidak selalu terjadi.

Efek samping berat mungkin dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda. Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Interaksi Obat Coparcetin Interaksi obat dapat terjadi ketika Coparcetin digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu.

Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping. Berikut adalah jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan Coparcetin: • Metoclopramide • Carbamazepine • Fenitoin • Fenobarbital • Lixisenatide • Kolestiramin • Warfarin • MAO inhibitors Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap.

Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, non-resep, hingga herbal. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat batuk Coparcetin untuk menghindari obat coparcetin untuk apa obat. Peringatan dan Perhatian Coparcetin Coparcetin termasuk ke dalam golongan obat bebas terbatas, artinya obat ini termasuk golongan obat keras, namun penggunaannya tidak wajib menggunakan resep dokter.

Ikuti petunjuk penggunaan obat ini dengan seksama untuk menjaga keamanannya. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian obat coparcetin untuk apa penggunaan obat batuk Coparcetin: • Jangan gunakan obat Coparcetin pada pasien yang hipersensitif pada Parasetamol, Gliseril Guaiakolat, Efedrin HCl, Klorfeniramin Maleat, atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini. Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadap obat sejenis. • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita gangguan ginjal, gangguan hati, dan penyakit kronis lainnya.

• Penggunaan pada ibu hamil dan ibu menyusui sebaiknya dihindari. Jika harus menggunakan obat ini, harus dipastikan lebih dulu bahwa manfaatnya lebih besar dari potensi efek sampingnya.

obat coparcetin untuk apa

• Obat ini dapat menyebabkan kantuk, sebaiknya hindari berkendara atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi obat ini. Harga Obat Coparcetin Harga obat Coparcetin beragam di setiap apotek atau toko obat. Harga untuk Coparcetin sirup umumnya adalah mulai dari Rp8.000,-/botol, sedangkan untuk harga obat Coparcetin kaplet umumnya adalah Rp5.000,-/strip. Informasi Terbaru • 12 Manfaat Totok Wajah untuk Kecantikan dan Kesehatan • Mata Juling pada Bayi: Penyebab obat coparcetin untuk apa Cara Mengatasinya • Hepatitis Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan • 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Maag hingga Anemia • Malassezia Folliculitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan,
Chlorpheniramine maleate 2 mg Indikasi : Untuk meringankan demam, batuk berdahak dan pilek Kontraindikasi : • penderita yang terlalu sensitif terhadap komponen obat • pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan penyakit hati yang aktif • penderita yang sensitif terhadap obat pereda hidung tersumbat lain (misalnya phenylephrine, phenylpropanolamine).

• penderita tekanan darah tinggi berat, dan yang mendapat terapi obat antidepresi tipe penghambat MAO • penderita dengan gangguan jantung dan diabetes melitus Dosis : • penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan atau bila dikombinasi dengan obat lain yang mengandung paracetamol atau asetaminofen, atau pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati.

• jangan menggunakan coparcetin bila menderita masalah pernafasan seperti emfisema atau bronkitis kronis, atau menderita glukoma, atau kesulitan kencing karena pembesaran kelenjar prostat, kecuali dianjurkan oleh dokter. • konsultasikan ke dokter bila saat ini menggunakan obat antidepresi atau obat parkinson, atau dua minggu sesudah berhenti menggunakan obat tersebut. • bila menjadi gelisah, pusing atau sulit tidur obat coparcetin untuk apa penggunaan coparcetin dan hubungi dokter • berkonsultasikanlah ke dokter bila nyeri atau demam bertambah atau tidak membaik dalam 3 hari atau jika flu tidak membaik setelah 7 hari.

Interaksi obat : • paracetamol dosis tinggi dapat memperkuat efek obat warfarin. • penggunaan bersamaan dengan obat antikejang atau obat antituberkulosis isoniazid jangka panjang dapat meningkatkan resiko kerusakan hati. • obat penghambat MAO (seperti antidepresi dan anti parkinson) dapat memperkuat efek pseudoephedrine. • klorpheniramini maleat dapat meningkatkan efek alkohol,obat tidur dan obat penenang. • penggunaan guafenisin bersamaan dengan antibiotika amoxicillin, sefuroxim dan doxicicline akan meningkatkan kadar antibiotik dalam darah

Coparcetin Syrup 60 Ml Sampharindo




2022 www.videocon.com