Sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Apa Saya Orang yang Ikhlas?

• Bagai Hujan yang Tak Sempat Menyapa Pelangi • Arsenal yang Terus Mengintip Zona Champions • Apa itu Global Warming, faktor dan dampaknya pada ekosistem!

• Jadilah Pendakwah yang Terpelajar dan Terus Belajar • Jangan Sampai Indonesia Terus Menerus Menjadi Negara Tanpa Ayah  Bencana dari hujan yang terus menerus selalu menjadi topik pembicaraan setiap akhir tahunnya, terutama di bagian Jawa dan Sumatra. Apalagi setiap menjelang Natal dan tahun baru, baik sekarang maupun tahun lalu sepertinya sama diguyur hujan. Entah sampai kapan hujan ini akan berhenti, padahal semua orang mengharapkannya.

Kemungkinan jika hujannya tidak terlalu merapat dan tidak tiap hari, Â tidak akan ada masalah atau dampaknya. Tetapi ini terjadi hujan yang terus menerus, bahkan disertai dengan angin puting beliung. Hal tersebut bisa berdampak pada kehidupan manusia antara lain: 1. Penyakit pada tulang Saat musim hujan tiba dan hujan yang terus menerus, ini akan berakibat pada tulang lutut dan kaki terasa ngilu. Mungkin saja bagi para penderita Rematik akan lebih terasa sekali.

Sebisa mungkin Anda menghindari hal tersebut jangan sampai terjadi. Bisa kita hindari dengan cara memakai kaos kaki dan sandal saat beraktivitas, agar telapak kaki tidak menyentuh lantai yang terasa dingin. 2. ISPA ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut,  penyakit ini sering terjadi ketika musim hujan  tiba. ISPA memiliki gejala seperti batuk dan demam.

Penyakit ini disebabkan oleh virus, bakteri dan beberapa jenis mikroba yang dapat menyerang bagian pernapasan. Kondisi akut  penderita akan mengalami sesak napas dan nyeri pada bagian dada. pencegahan bisa dengan menjaga kesehatan Anda dengan tetap mengonsumsi makanan penuh gizi agar kondisi tubuh Anda tetap sehat. Menutup mulut ketika bersin atau batuk. 3. Aktivitas Sehari-hari Terganggu Aktivitas menjadi terganggu akibat hujan yang terus menerus. Terutama bagi para pekerja RS, SPBU, pedagang, buruh, sopir, Ojeg online, dan lain-lain.

Bayangkan saja betapa licinnya jalan yang mereka tempuh akibat diguyur hujan sehingga menimbulkan kemacetan. Pekerja pun menjadi lambat dan telat datang ke kantor. Apalagi jika ada pohon yang tumbang akibat hujan yang disertai angin puting beliung. Seperti yang terjadi di daerah sekitar tempat tinggalku.

Hal ini bisa menelan banyak korban dan kerugian berupa materi. Pohon di tepi jalan bukannya lagi menjadi paru-paru kota, namun menjadi penghalang jalan akibat angin kencang sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus disertai hujan tetus-terusan.

Dengan demikian, kewaspadaan harus ditingkatkan lagi agar tidak terjadi hal yang enggak kita inginkan. 4. Diare Sudah tidak asing lagi penyakit diare ini banyak terjadi pada saat musim hujan.

Mungkin kebanyakan hal ini terjadi pada daerah pedesaan. Daerah pedesaan mayoritas  menggunakan air sumur.

Saat hujan terjadi terus -menerus, air sumur menjadi rata sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus banjir. Nah disitulah air mulai tercemar. Penyakit diare pun mulai menular. Mungkin ada yang perlu kita siapkan sebelum datang musim hujan sebagai bentuk ikhtiar yaitu: - Menyimpan air cadangan buat makan, minum dan memasak. - Menyimpan obat Diare seperti oralit di tempat obat. - Kalau perlu, beli air isi ulang sebagai cadangan di saat terjadi banjir.

Ada hal lain yang bisa kita lakukan agar terhindar dari bencana banjir akibat dari hujan terus-menerus yaitu dengan cara penghijauan, tidak menebang hutan secara liar dan Reboisasi. Demikianlah ulasan singkat dan cara pencegahannya yang bisa penulis sampaikan. Mudah-mudahan ada manfaat yang bisa kita ambil.

Jangan lupa sedia payung sebelum hujan dan mohon maaf jika ada kata yang khilaf. MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 8.1.

Sebarkan ini: Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, hurikan, badai tropis, taifun, tornado, kebakaran liar dan wabah penyakit. Beberapa bencana alam terjadi tidak secara alami. Contohnya adalah kelaparan, yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan alam.

Dua jenis bencana alam yang diakibatkan dari luar angkasa jarang mempengaruhi manusia, seperti asteroid dan badai matahari. Bencana alam sering melanda negeri kita ini bencana pun sering tiba-tiba, kapan pun dapat selalu mengancam kita semua.

Di Indonesia sering terjadi bencana alam karena negara Indonesia terletak di antara dua samudera dan dua benua. Pada daerah transform fault aktivitas gempa bumi banyak terjadi akibat pergeseran kerak bumi yang berlangsung secara terus menerus sehingga lempeng kerak bumi terpecah-pecah.

Karena lempeng-lempeng itu ada diatas lapisan cair, panas dan plastis ( astenosfer ) maka lempeng-lempeng akan menjadi dapat bergerak secara tidak beraturan sehingga dapat terjadi tabrakan antara dua lempeng tersebut dan salah satu lempeng itu akan menusuk bagian bawah lempeng yang lain.

Baca Juga : Pengertian Cuaca dan Ikllim • Bencana Alam Geologis. Bencana alam geologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh faktor yang bersumber dari bumi. • Bencana Alam Klimatologis. Bencana alam klimatologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh cuaca yang berubah. • Bencana Alam Ekstraterestrial.

Bencana alam ekstraterestrial adalah bencana alam yang disebabkan oleh benda dari luar angkasa. Penyebab Bencana Alam • Gunung Meletus Gunung meletus merupakan aktivitas gunung merapi yang mengeluarkan material berupa bahan padat, cair dan gas dari dapur magma ke permukaan bumi. Ketika gunung berapi meletus, gunung berpai juga akan mengeluarkan gas-gas seperti gas belerang, gas asam arang atau gas beracun, gas upa air dan awan pijar yang sangat panas.

Beberapa bentuk kerusakan yang ditimbulkan oleh gunung meletus antara lain : Baca Juga : Masalah Sosial adalah • Mengakibatkan kekurangan sumber air bersih karena tercemar oleh debu dan lumpur. • Menimbulkan kebakaran hutan dan tumbuhan disekitarnya. • Menimbulkan banyak korban manusia, hewan dan tumbuhan. • Menimbulkan polusi udara dan jarak pandang penerbangan. • Mengakibatkan kerusakan lahan pertanian dan area pemukiman akibat banjir lahar panas dan lahar dingin.

• Kerusakan lingkungan akibat gempa bumi vulkanik. • Gempa Bumi Gempa bumi merupakan getaran atau pergerakan lapisan akibat tenaga dalam bumi yang dapat berupa gempa vulkanik, tektonik dan gempa runtuhan ( terban ). Beberapa bentuk kerusakan akibat gempa bumi : • Runtuhnya rumah, gedung-gedung dan terputusnya jalan raya.

• Rusaknya sarana dan prasana. • Rusak serta hancurnya areal pertanian, perkebunan dan perikanan. • Kemarau Panjang Suatu penyimpangan iklim atau musim yang menimpa suatu daerah sehingga mengakibatkan waktu musim kemarau lebih lama dari semestinya. Kemarau panjang dapat menimbulkan kerusakan sumber daya lingkungan hidup seperti berikut : • Sumur dan sumber air menjadi kering. • Hutan terbakar akibat kekeringan. • Sungai, danau dan areal pertanian menjadi kering. • Gagal penen bagi petani sawah tadah hujan akibat kekeringan.

• Tumbuhan dan padang rumput banyak yang mati sehingga mengancam usaha pertanian. • Tanah Longsor Sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus alami suatu gerakan atau rayapan tanah dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan volume yang besar akibat perubahan gaya goncangan gempa. Tanah longsor dapat menimbulkan kerusakan diantaranya : • Rusaknya areal pertanian dan perkebunan. • Terputusnya jalan raya, sungai dan jembatan. • Dangkalnya danau dan jebolnya tanggul.

• Terputusnya jaringan listrik dan instalasi air minum. Banjir Karena Faktor Alam Banjir merupaka peristiwa terbenamnya daratan yang biasanya kering oleh air yang berasal dari sumber-sumber air yang ada disekitarnya seperti meluapnya air sungai ke lingkungan sekitar akibat curah hujan yang tinggi.

Banjir dapat minumbulkan kerusakan lingkungan hidup : • Rusaknya areal pemukiman penduduk. • Sulitnya mendapatkan air bersih. • Rusaknya saran dan prasana penduduk.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

• Rusaknya areal pertanian dan perkebunan serta peternakan. • Rusaknya jaringan transportasi, instalasi air minum dan jaringan telekomunikasi. Baca Juga : Fungsi Hutan Kerusakan Akibat Faktor Manusia Kerusakan lingkungan hidup yang mengancam dan kelestarian hayati sebagian besar disebabkan oleh faktor kecerobohan manusia.

Banyak manusia yang sangat serakah akan hasil alam yang sangat melimpah dibumi ini, sehingga banyak oknum jahta dan tangan-tangan jail yang tidak bertanggung jawab akan lingkungan alam, karena tidak bertanggung jawab akan perbuatannya maka lingkungan alam kita sekarang ini menjadi rusak dan banyak makan korban akibat perbuatan yang tidak terpuji ini, seharusnya kita tetap menjaga dengan bukan malah merusaknya begitu saja dan tidak bertanggung jawab sehingga dapat merusak lingkungan alam yang ada dibumi ini.

Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia : Lahan Kritis Lahan kritis ialah suatu lahan tandus karena unsur hara atau kesuburannya sangat sedikit bahkan sudah hilang sama sekali. Contoh terjadinya lahan kritis akibat aktivitas manusia : • Lahan kritis karena pengaruh limbah industri.

• Lahan kritis karena penebangan hutan secara liar. • Lahan kritis karena pengambilan hasil tambang yang berlebihan. • Lahan kritis karena sistem lading berpindah dengan cara membakar hutan. • Lahan kritis karena fungsi tanah yang tidak tepat. • Banjir Selain faktor alam terjadinya banjir dapat dipicu oleh aktivitas manusia : • Pengundulan hutan secara besar-besaran.

• Membuang sampah disembarang tempat sehingga aliran permukaan dari hujan tidak lancar. • Munculnya bangunan liar di daerah lairan sungai dan bataran sungai.

• Akibat perubahan fungsi rawa-rawa yang semula penampungan air kini menjadi pemukiman penduduk. • Sistem hutan bakau yang rusak karena ditebang oleh manusia.

Pencemaran Pencemaran atau polusi ialah berubahnya keadaan alam karena unsur-unsur tertentu sehingga menimbulkan gangguan terhadap kualitas lingkungan hidup bahkan merusak ekosistem. Ada beberapa jenis pencemaran yaitu sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus • Pencemaran udara.

• Pencemaran suara. • Pencemaran air. • Pencemaran tanah. Degradasi Lingkungan Degradasi lingkungan ialah kerusakan lingkungan atas penurunan kualitas lingkungan sebagai akibat pengambilan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan dan di luar ambang batas. Bentuk degradasi lingkungan yang diakibatkan oleh manusia : Baca Juga : Mitigasi adalah • Abrasi pantai akibat penebangan hutan bakau secara liar. • Penambangan pasir dan batu serta penimbunan liar yang tak terkendali. • Instrusi air laut kedaratan sebagai akibat pengambilan air tanah secara berlebihan.

• Kerusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan dengan bahan peledak. • Kerusakan lingkungan pantai akibat reklamasi pantai yang tidak di ikuti dengan perhitungan kelestarian alam. Contoh Kejadian Bencana Alam Bencana Alam Geologis • Gempa bumi. Gempa bumi merupakan gejala pelepasan energi berupa gelombang yang menjalar ke permukaan bumi akibat adanya gangguan di kerak bumi berupa patah, runtuh, atau hancur.

• Letusan gunung api. Gaya endogen yang mampu menimbulkan bencana alam adalah letusan gunung berapi. Ketika akan meletus dan saat meletus gunung berapi menimbulkan gaya endogen atau getaran gempa. Material-material yang dikeluarkan saat gunung api meletus sangat berbahaya bagi manusia atau makhluk hidup lainnya. Material tersebut antara lain lahar, awan panas, batu-batuan, pasir, kerikil, maupun debu.

• Gerakan tanah atau tanah longsor. Bencana alam tanah longsor dipicu oleh faktor klimatologis seperti hujan tetapi gejala awalnya disebabkan dari kondisi geologis seperti karakteristik tanah, bebatuan, dan tingkat kelandaian tanah. • Tsunami Tsunami merupakan gejala susulan akibat gempa bumi yang berpusat di dasar laut. Perlu kalian ketahui bahwa tidak semua gempa menyebabkan tsunami. Tsunami juga dapat terjadi akibat letusan gunung berapi yang ada di dasar laut. Selain itu runtuhan yang ada di dasar laut juga mampu menimbulkan tsunami.

• Seiche atau tsunami dalam skala kecil. Seiche yaitu ayunan hantaman muka air danau atau waduk pada pantai sekelilingnya akibat guncangan bumi Bencana Alam Klimatologis Banjir merupakan luapan air yang melebihi batas.

• Banjir bandang. Banjir bandang merupakan luapan air yang melebihi batas disertai dengan arus yang kencang, bahkan terjangan arus banjir bandang ini mampu menghanyutkan benda-benda yang dilaluinya.

• Badai Badai merupakan tiupan angin yang sangat kencang dan besar. • Kekeringan Kondisi iklim yang panas tanpa adanya hujan menyebabkan tanah dan tumbuhan menjadi kering. Saat terjadi kekeringan, air sulit didapat. Banyak tanaman yang mati dan tanah menjadi retak-retak karena kekurangan air.

Sumber mata air seperti sumur dan sungai menyusut atau mengering. • Kebakaran hutan. Kebakaran hutan ini terjadi bukan karena faktor kesengajaan manusia. Hutan dapat terbakar karena gesekan ranting-ranting kering yang tertiup angin. Gesekan-gesekan yang berulang-ulang tersebut akan menimbulkan percikan api. Dengan kondisi ranting maupun daun yang kering tersebut maka akan mempermudah api menjalar ke seluruh area hutan.

• Bencana Alam Ekstraterestrial. Hantaman meteor atau benda dari angkasa luar yang menabrak bumi. Hal ini terjadi pada tahun 1908 di Rusia. Meteor atau bintang beralih jatuh ke bumi dan mengakibatkan lubang yang sangat besar menyerupai sebuah kawah.

Cara Pencegahan Gempa Bumi • Jangan membuat sawah atau kolam pada lereng bagian atas yang dekat pemukiman. • Buatlah terasering jika membangun pemukiman atau pertanianpada lereng yang terjal. • Segera menuup retakan tanah dan memadatkannya agar air tidak masuk edalam tanah melalui retakan. • Jangan melakukan penggalian dilereng yang terjal. • Jangan menebang pohon dilereng. • Jangan membangun rumah dibawah tebing. • Jangan mendirikan pemukiman ditepi lereng yang terjal.

• Membangun rumah dilereng bukit secara benar. • Jangan mendirikan bangunan dibawah bukit yang terjal. • Jangan memotong tebing ketika membuat jalan. • Jangan mendirikan rumah ditepi sungai yang erosi. Dampak Bencana Alam Bencana alam dapat mengakibatkan dampak yang merusak pada bidang ekonomi, sosial dan lingkungan.Kerusakan infrastruktur dapat mengganggu aktivitas sosial, dampak dalam bidang sosial mencakup kematian, luka-luka, sakit, hilangnya tempat tinggal dan kekacauan komunitas, sementara kerusakan lingkungan dapat mencakup hancurnya hutan yang melindungi daratan.Salah satu bencana alam yang paling menimbulkan dampak paling besar, misalnya gempa bumi, selama 5 abad terakhir, telah menyebabkan lebih dari 5 juta orang tewas, 20 kali lebih banyak daripada korban gunung meletus.

Dalam hitungan detik dan menit, jumlah besar luka-luka yang sebagian besar tidak menyebabkan kematian, membutuhkan pertolongan medis segera dari fasilitas kesehatan yang seringkali tidak siap, rusak, runtuh karena gempa.Bencana seperti tanah longsor pun dapat memakan korban yang signifikan pada komunitas manusia karena mencakup suatu wilayah tanpa ada peringatan terlebih dahulu dan dapat dipicu oleh bencana alam lain terutamagempa bumi, letusan gunung berapi, hujan lebat atau topan.

Manusia dianggap tidak berdaya pada bencana alam, bahkan sejak awal peradabannya. Baca Juga : Kesehatan Lingkungan Ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemendarurat menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan, struktural dan korban jiwa. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan manusia untuk mencegah dan menghindari bencana serta daya tahannya. Menurut Bankoff (2003): “bencana muncul bila bertemu dengan ketidakberdayaan”.Artinya adalah aktivitas alam yang berbahaya dapat berubah menjadi bencana alam apabila manusia tidak memiliki daya tahan yang kuat Gambar Bencana Alam Bencana Alam Letusan Gurun Berapi Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Geografi Ditag 5 bencana sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus ulah manusia, akibat yang ditimbulkan oleh kekeringan, apa yang dimaksud dengan mitigasi jelaskan, apakah yang dimaksud dengan longsor, artikel bencana alam gempa bumi, artikel bencana alam tsunami, bagaimana gempa dapat terjadi, bencana alam 2020, bencana alam akibat sampah, bencana alam bahasa inggris, bencana sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus banjir, bencana alam di indonesia 2019, bencana alam di indonesia 2020, bencana alam gunung meletus, bencana alam gunung meletus di indonesia, bencana alam hari ini, bencana alam kekeringan, bencana alam longsor, bencana alam tanah longsor di indonesia, bencana alam yang disebabkan oleh manusia, bencana banjir, bencana lingkungan, bencana sosial, berita bencana alam 2018, berita bencana alam 2019, berita bencana alam banjir, berita bencana alam di indonesia, berita bencana alam tanah longsor, cara mencegah bencana alam, cara menggambar bencana alam tsunami, cara menghadapi bencana alam, cara penanggulangan bencana alam, ciri-ciri bencana alam, contoh bencana hidrologi, contoh bencana non alam, contoh bencana sosial, contoh gambar bencana alam kartun, daftar bencana alam di indonesia 2018, dampak bencana alam, download gambar bencana alam, download gambar bencana alam di indonesia, gambar bencana alam banjir, gambar bencana alam banjir di jakarta, gambar bencana alam gunung meletus kartun, gambar bencana alam kartun, gambar bencana alam tanah longsor, gambar gempa bumi, gambar kerusakan alam akibat ulah manusia, gambar mewarnai bencana alam, gejala alam adalah, karakteristik bencana alam, kerusakan lingkungan akibat faktor alam, kerusakan lingkungan akibat faktor alam dan manusia, kerusakan lingkungan karena faktor alam, kerusakan lingkungan karena faktor manusia, kliping bencana alam, macam-macam bencana alam dan penjelasannya, macam-macam bencana alam dan penyebabnya, manajemen bencana, mitigasi bencana adalah, penanggulangan bencana alam, penanggulangan bencana banjir, penyebab bencana alam, penyebab bencana alam brainly, salah satu cara menghadapi gempa bumi adalah, sebutkan daerah rawan bencana di indonesia, tanah longsor di pulau jawa tahun 2019, tren bencana di indonesia, uraikan karakteristik bencana tsunami Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
Bencana alam adalah suatu peristiwa yang tidak dapat dihindari karena berhubungan dengan proses alam.

Sebagian besar wilayah di bumi berpotensi mendatangkan bencana. Berbagai macam bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, longsor, banjir, sampai angin topan seakan bergantian terjadi di banyak tempat di dunia.

Terjadinya suatu bencana, selain karena aktivitas alami bumi ada juga yang dipicu oleh aktivitas manusia. Bencana alam ataupun bencana akibat ulah manusia sama-sama menimbulkan banyak kerugian materi dan korban jiwa yang tidak sedikit. Di sepanjang sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus 2015, bencana alam juga telah terjadi di berbagai daerah yang tentu akan menjadi catatan sejarah dan pelajaran berharga di masa depan.

1. Gempa bumi Nepal yang menewaskan ribuan jiwa. Sumber Gambar: themalaysianinsider.com Sebuah gempa bumi yang terjadi pada tanggal 25 April 2015 dengan kekuatan 7,8 skala Richter ini menewaskan lebih dari 7.200 orang. Letak Nepal yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik menjadikannya sangat rentan terhadap gempa bumi. Gempa bumi ini tidak hanya meruntuhkan rumah-rumah penduduk tetapi juga meruntuhkan bangunan yang merupakan warisan dunia UNESCO di Nepal.

Nepal dan seluruh dunia sangat berduka akibat terjadinya gempa bumi ini. 2. Gelombang panas di India yang mematikan. Sumber gambar : merdeka.com Sekitar bulan Mei 2015, India dilanda gelombang panas yang menyengat. Pasalnya, suhu mencapai 50 derajat celcius telah menewaskan sekitar 1.800 orang akibat dehidrasi. Bahkan di New Delhi, aspal jalanan meleleh. Selain itu, cuaca panas yang sangat berbeda dari biasanya juga mengakibatkan kondisi heat stroke pada manusia. 3. Banjir bandang di India yang juga menyebabkan longsor.

Sumber Gambar: bogor.tribunnews.com Pada bulan Agustus 2015 banjir bandang melanda India akibat hujan yang terus menerus mengguyur wilayah ini. Dilansir liputan6.com, banjir ini menewaskan lebih dari 100 orang dan menyebabkan terjadinya longsor di beberapa tempat.

Selain itu akibat banjir tersebut ratusan orang juga harus mengungsi dan menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. 4. Badai tornado yang meluluhlantakkan Oklahoma dan Texas. Sumber Gambar: dunia.news.viva.co.id Bencana alam yang sering terjadi di wilayah Amerika adalah angin badai yang sanggup merusak apapun yang dilaluinya. Pada bulan Mei badai tornado melanda Oklahoma dan Texas di Amerika. Badai ini menimbulkan kerusakan parah dan banjir bandang.

Masyarakat mengalami kerugian yang besar. 5. Badai pasir di Arab Saudi hingga menyebabkan bencana jatuhnya crane. Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks • Anggota DPR Dukung Usulan Kapolri: WFH Cegah Kemacetan Arus Balik • Menpan RB Minta Instansi Pemerintah Terapkan WFH Seminggu untuk ASN • Arus Balik Lebaran 2022: Polisi akan Tutup Sementara Rest Area Padat Bulan September menjadi bulan yang penuh duka bagi Arab Saudi dan para jamaah haji karena jatuhnya crane atau alat berat yang berada di sekitar masjidil haram, kota Makkah.

Sebelumnya cuaca buruk dan badai pasir tengah melanda wilayah Makkah hingga menyebabkan jatuhnya crane. Crane yang jatuh menimpa para jamaah haji yang tidak sempat menyelamatkan diri karena kejadian yang begitu tiba-tiba. Sekitar 107 orang meninggal akibat bencana ini. 6. Topan koppu melanda Filipina dengan kecepatan 210 kilometer per jam. Sumber Gambar: news.liputan6.com Badai topan koppu melanda Filipina pada oktober 2015.

Dilansir bbc.com, badai koppu tersebut menewaskan 45 orang dan menyebabkan 60.000 orang harus mengungsi karena rumah mereka rusak dan terendam banjir.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

Banyak warga yang mengaku bahwa badai koppu tersebut adalah yang terburuk bagi mereka dari sekian badai yang menyerbu Filipina pada 2015. 7. Bencana kekeringan di Indonesia akibat hujan yang tak kunjung turun. Sumber Gambar: nasional.tempo.co Pertengahan tahun 2015 Indonesia dilanda kekeringan. Akibat fenomena alam el-nino hujan tak juga turun membasahi bumi Indonesia.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

Banyak daerah di Indonesia mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Hal tersebut berdampak pada berkurangnya hasil panen dan terganggunya kesehatan masyarakat. Kekeringan tersebut menjadi lebih parah karena perilaku manusia yang tidak peduli pada sumber mata air yang ada di dekatnya yaitu hutan.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

8. Kebakaran hutan di Indonesia yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan. Sumber Gambar: blog.act.id Masih segar dalam ingatan kita ketika kebakaran hutan melanda sebagian besar wilayah di Sumatera dan Kalimantan, di negara kita sendiri Indonesia.

Akibat kekeringan panjang dan ditambah dengan ulah manusia yang tidak bertanggung jawab hutan Indonesia terbakar. Kebakaran hutan tersebut menimbulkan asap yang sangat tidak baik untuk kesehatan manusia. Selama berbulan-bulan warga di Sumatera dan Kalimantan harus bernafas dengan udara yang mengandung racun asap. Hal ini merupakan bencana yang seharusnya bisa dicegah seandainya kita mau lebih peduli pada lingkungan kita.

9. Erupsi Gunung Raung, Gunung Barujari sampai Gunung Bromo, Indonesia. Sumber Gambar: tribunnews.com Indonesia tidak bisa dipisahkan dari aktivitas gunung api. Hal ini dikarenakan wilayah yang dilalui oleh rangkaian lempengan gunung api aktif. Pertengahan 2015 gunung Raung yang berada di Jawa timur mengalami erupsi. Kemudian, erupsi dialami oleh gunung Barujari di Lombok, NTB.

Akhir tahun 2015 gunung Semeru yang mengalami erupsi. Meskipun tidak ada korban jiwa akibat peristiwa erupsi gunung-gunung tersebut tetapi erupsi tersebut mengakibatkan kerugian secara ekonomi yang signifikan.

10. Longsor di Tiongkok yang menyebabkan puluhan orang hilang dan ledakan gas. Sumber gambar : okejoss.co Hari minggu tanggal 20 Desember 2015 lalu terjadi tanah longsor di Shenzen provinsi Guangdong, Tiongkok. Tanah longsor tersebut disebabkan karena tumpukan besar limbah industri yang ambruk hingga menyebabkan tanah bercampur lumpur yang ada di bawahnya longsor.

Tanah longsor tersebut menimpa kawasan industri dan menyebabkan meledaknya pipa gas yang ada di wilayah tersebut. Dilansir voaindonesia.com, akibat dari tanah longsor tersebut sebanyak 22 bangunan tertimbun, 91 orang dinyatakan hilang dan 900 orang harus dievakuasi.

Meski tidak dapat dicegah, bencana alam sebenarnya dapat diminimalisir dengan meningkatkan pengetahuan tentang bencana dan lebih menjaga lingkungan. Kilas balik bencana alam yang terjadi di tahun 2015 ini semoga dapat menambah kewaspadaan kita terhadap bencana. Dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga alam dengan lebih bijak dan baik lagi. Berita Terpopuler • Daftar Tanggal Merah Desember 2022: Libur Natal • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Menko Muhadjir: Biaya Pasien Hepatitis Akut Ditanggung BPJS Kesehatan • 9 Potret Atta Halilintar di Singapura, Berlibur sambil Momong Anak!

• 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • Hari Keberuntungan Tiap Zodiak di Bulan Mei 2022, Mohon Dicatat ya!

AKIBAT BENCANA ALAM Devinisi Bencana Alam Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian.

Bencana alam juga dapat diartikan sebagai bencana yang diakibatkan oleh gejala alam. Sebenarnya gejala alam merupakan gejala yang sangat alamiah dan biasa terjadi pada bumi. Namun, hanya ketika gejala alam tersebut melanda manusia (nyawa) dan segala produk budidayanya (kepemilikan, harta dan benda), kita baru dapat menyebutnya sebagai bencana.

Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka. Pemahaman ini berhubungan dengan pernyataan: “bencana muncul bila ancaman bahaya bertemu dengan ketidakberdayaan”.

Dengan demikian, aktivitas alam yang berbahaya tidak sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus menjadi bencana alam di daerah tanpa ketidakberdayaan manusia, misalnya gempa bumi di wilayah tak berpenghuni.

Konsekuensinya, pemakaian istilah “alam” juga ditentang karena peristiwa tersebut bukan hanya bahaya atau malapetaka tanpa keterlibatan manusia. Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran, yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia.

Namun demikian pada daerah yang memiliki tingkat bahaya tinggi (hazard) serta memiliki kerentanan/kerawanan (vulnerability) yang juga tinggi tidak akan memberi dampak yang hebat/luas jika manusia yang berada disana memiliki ketahanan terhadap bencana (disaster resilience).

Konsep ketahanan bencana merupakan valuasi kemampuan sistem dan infrastruktur-infrastruktur untuk mendeteksi, mencegah & menangani tantangan-tantangan serius yang hadir.

Dengan demikian meskipun daerah tersebut rawan bencana dengan jumlah penduduk yang besar jika diimbangi dengan ketetahanan terhadap bencana yang cukup. 2.2 Klasifikasi Bencana alam Klasifikasi bencana alam berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : 1.

Bencana alam geologis Bencana alam ini disebabkan oleh gaya-gaya yang berasal dari dalam bumi (gaya endogen). Yang termasuk dalam bencana alam geologis adalah gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. 2. Bencana alam klimatologis Bencana alam klimatologis merupakan bencana alam yang disebabkan oleh faktor angin dan hujan. Contoh bencana alam klimatologis adalah banjir, badai, banjir bandang, angin puting beliung, kekeringan, dan kebakaran alami hutan (bukan oleh manusia).

Gerakan tanah (longsor) termasuk juga bencana alam, walaupun pemicu utamanya adalah faktor klimatologis (hujan), tetapi gejala awalnya dimulai dari kondisi geologis (jenis dan karakteristik tanah serta batuan dan sebagainya). • Bencana alam ekstra-terestrial Bencana alam Ekstra-Terestrial adalah bencana alam yang terjadi di luar angkasa, contoh : hantaman/impact meteor.

Bila hantaman benda-benda langit mengenai permukaan bumi maka akan menimbulkan bencana alam yang dahsyat bagi penduduk bumi. 2.3 Macam-Macam Bencana Alam Di Sekitar Kita 1. Banjir Banjir adalah bencana akibat curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi dengan saluran pembuangan air yang memadai sehingga merendam wilayah-wilayah yang tidak dikehendaki oleh orang-orang yang ada di sana.

Banjir bisa juga terjadi karena jebolnya sistem aliran air yang ada sehingga daerah yang rendah terkena dampak kiriman banjir. Jenis – Jenis Banjir Banjir merugikan banyak pihak Berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di bumi, jenis banjir dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungai, banjir danau, dan banjir laut pasang.

a. Banjir Sungai Terjadi karena air sungai meluap. b. Banjir Danau Terjadi karena air danau meluap atau bendungannya jebol. c. Banjir Laut pasang Terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi. Penyebab Terjadinya Banjir Secara umum, penyebab terjadinya banjir adalah sebagai berikut : a) Penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi, b) Pendangkalan sungai, c) Pembuangan sampah yang sembarangan, baik ke aliran sungai mapupun gotong royong, d) Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat, e) Pembuatan tanggul yang kurang baik, f) Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.

Dampak Dari Banjir Banjir dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berupa: a) Rusaknya areal pemukiman penduduk, b) Sulitnya mendapatkan air bersih, dan c) Rusaknya sarana dan prasarana penduduk.

d) Rusaknya areal pertanian e) Timbulnya penyakit-penyakit f) Menghambat transportasi darat Cara Mengantisipasi Banjir Untuk mengantisipasi bencana banjir banyak hal yang harus dilakukan, diantaranya adalah : a) membersihkan saluran air dari sampah yang dapat menyumbat aliran air sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus mengeruk sungai-sungai dari endapan-endapan untuk menambah daya tampung air. c) membangun rute-rute drainase alternatif (kanal-kanal sungai baru, sistem-sistem pipa) sehingga dapat mencegah beban yang berlebihan terhadap sungai. d) tidak mendirikan bangunan pada wilayah (area) yang menjadi daerah lokasi penyerapan air. e) tidak menebangi pohon-pohon di hutan, karena hutan yang gundul akan sulit menyerap air, sehingga jika terjadi hujan lebat secara terus menerus air tidak dapat diserap secara langsung oleh tanah bahkan akan menggerus tanah, hal ini pula dapat menyebabkan tanah longsor.

f) membuat tembok-tembok penahan dan tanggul-tanggul di sepanjang sungai, tembok-tembok laut di sepanjang pantai-pantai dapat menjaga tingkat ketinggian air agar tidak masuk ke dalam daratan. 2. Kebakaran Hutan Kebakaran hutan adalah kebakaran yang diakibatkan oleh faktor alam seperti akibat sambaran petir, kekeringan yang berkepanjangan, leleran lahar, dan lain sebagainya. Kebakaran hutan menyebabkan dampak yang luas akibat asap kebakaran yang menyebar ke banyak daerah di sekitarnya.

Hutan yang terbakar juga bisa sampai ke pemukiman warga sehingga bisa membakar habis bangunan-bangunan yang ada. Penyebab Kebakaran liar, antara lain: a) Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus.

b) Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok secara sembarangan dan lupa mematikan api di perkemahan. c) Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.

d) Tindakan yang disengaja seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian baru dan tindakan vandalisme. e) Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau.

Cara Mengantisipasi Kebakaran Hutan : Pencegahan kebakaran hutan pada tingkat unit pengelolaan hutan konservasi, kesatuan pengelolaan hutan produksi, kesatuan pengelolaan hutan lindung meliputi kegiatan: a) Inventarisasi lokasi rawan kebakaran hutan; b) Inventarisasi faktor penyebab kebakaran; c) Penyiapan regu pemadam kebakaran; d) Pembuatan prosedur tetap; e) Pengadaan sarana dan prasarana; dan f) Pembuatan sekat bakar.

3. Gempa Bumi Gempa bumi adalah goncangan yang mengguncang suatu daerah mulai dari yang tingkat rendah sampai tingkat tinggi yang membahayakan. Gempa dengan skala tinggi dapat membuat luluhlantak apa-apa yang ada di permukaan bumi. Rumah, gedung, menara, jalan, jembatan, taman, landmark, dan lain sebagainya bisa hancur rata dengan tanah jika terkena gempa bumi yang besar.

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akǍan terjadi. Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional.

Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh.

pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi Mengantisipasi Gempa Bumi Antisipasi yang harus dilakukan bagi masyarakat luas adalah apa dan bagaimana cara menghadapi kejadian gempa, pada saat dan sesudah gempa terjadi.

Beberapa saran dalam menghadapi kejadian gempa adalah sebagai berikut: Sebelum terjadi gempa a) Mengetahui secara teliti jalan-jalan keluar masuk dalam keadaan darurat di mana pun kita berada. Ingat gempa dapat terjadi sewaktu-waktu. b) Meletakkan barang-barang yang berat di tempat yang stabil dan tidak tergantung.

c) Matikan segera lampu, kompor minyak atau gas serta listrik agar terhindar dari bahaya kebakaran. Saat terjadi gempa Jika berada di dalam sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus diamlah sejenak, jangan panik dan segeralah keluar dari bangunan. Secepatnya mencari perlindungan di bawah meja atau di dekat pintu.

Jauhi tempat-tempat yang mungkin mengakibatkan luka seperti kaca, pipa gas atau benda-benda tergantung yang mungkin akan jatuh menimpa. Jika berada di luar rumah: tinggallah atau carilah tempat yang bebas dari bangunan-bangunan, pohon atau dinding.

Jangan memasuki bangunan meskipun getaran gempa sudah berhenti karena tidak mustahil runtuhan bangunan masih dapat terjadi. Jika berada di tengah keramaian: janganlah turut berdesak-desakan mencari jalan keluar, meskipun orang-orang yang panik mempunyai keinginan yang sama.

Carilah tempat yang tidak akan kejatuhan runtuhan. Jika berada dalam bangunan tinggi: secepatnya mencari perlindungan di bawah meja dan jauhilah jendela atau dinding luar bangunan.

Tetaplah berada di lantai di mana kamu berada ketika gempa terjadi, dan jangan gunakan elevator atau lift yang ada.

Jika sedang mengendarai kendaraan: hentikan kendaraan kamu dan tetaplah berada di dalam mobil dan pinggirkanlah mobil kamu. Jangan berhenti di atas jembatan, atau di bawah jalan layang. Jika gempa sudah berhenti, janganlah langsung melintasi jalan layang atau jembatan yang membentang, sebelum dipastikan kondisinya aman.

Setelah terjadi gempa a) Tetap menggunakan alas kaki untuk menghindari pecahan-pecahan kaca atau bahan-bahan yang merusak kaki. b) Periksalah apakah kamu mendapat luka yang memerlukan perawatan segera.

c) Periksalah aliran/pipa gas yang ada apakah terjadi kebocoran. Jika tercium bau gas usahakan segera menutup sumbernya dan jangan sekali-kali menyalakan api dan merokok. d) Periksalah kerusakan yang mungkin terjadi pada bangunan kamu.

e) Dengarkan informasi melalui televisi, radio, telepon yang biasanya disiarkan oleh pemerintah, bila hal ini memungkinkan. Bersiaplah menghadapi kemungkinan terjadinya gempa-gempa susulan. Dan berdoa agar terhindar dari bencana yang lebih parah. 4. Tsunami Tsunami adalah ombak yang sangat besar yang menyapu daratan akibat adanya gempa bumi di laut, tumbukan benda besar/cepat di laut, angin ribut, dan lain sebagainya.

Sunami sangat berbahaya karena bisa menyapu bersih pemukiman warga dan menyeret segala isinya ke laut lepas yang dalam. Tsunami yang besar bisa membunuh banyak manusia dan makhluk hidup yang terkena dampak tsunami. Penyebab terjadinya tsunami Skema terjadinya tsunami Tsunami sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi.

Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau. Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya.

Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer. Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar.

Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua. Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu.

Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter. Gempa yang menyebabkan tsunami : a) Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km) b) Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter c) Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun Cara Mengantisipasi Tsunami : Beberapa langkah dalam antisipasi dari bencana tsunami: a) Jika kamu sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari sekuat-kuatnya ke tempat yang lebih tinggi.

Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukit yang terdekat. b) Jika situasi memungkinkan, pergilah ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan. c) Jika situasi tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan No.2, carilah bangunan bertingkat yang bertulang baja (ferroconcrete building), gunakan tangga darurat untuk sampai ke lantai yang paling atas (sedikitnya sampai ke lantai 3). d) Jika situasi memungkinkan, pakai jaket hujan dan pastikan tangan kamu bebas dan tidak membawa apa-apa.

5. Gunung Meletus Gunung meletus adalah gunung yang memuntahkan materi-materi sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus dalam bumi seperti debu, awan panas, asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas, lahar dingin, magma, dan lain sebagainya. Gunung meletus biasanya bisa diprediksi waktunya sehinggi korban jiwa dan harta benda bisa diminimalisir.

Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava.

Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km. Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.

Berbagai Tipe Gunung Berapi a) Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano) b) Gunung berapi perisai (shield volcano) c) Gunung berapi maar Ciri-ciri gunung berapi akan meletus Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain : a) Suhu di sekitar gunung naik.

b) Mata air menjadi kering c) Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa) d) Tumbuhan di sekitar gunung layu e) Binatang di sekitar gunung bermigrasi Mengantisipasi Tsunami Beberapa langkah dalam antisipasi dari bencana tsunami: a) Jika kamu sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari sekuat-kuatnya ke tempat yang lebih tinggi.

Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukit yang terdekat. b) Jika situasi memungkinkan, pergilah ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

c) Jika situasi tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan No.2, carilah bangunan bertingkat yang bertulang baja (ferroconcrete building), gunakan tangga darurat untuk sampai ke lantai yang paling atas (sedikitnya sampai ke lantai 3). d) Jika situasi memungkinkan, pakai jaket hujan dan pastikan tangan kamu bebas dan tidak membawa apa-apa.

6. Angin Puting Beliung / Angin Ribut Angin puting beliung adalah angin dengan kecepatan tinggi yang berhembus di suatu daerah yang dapat merusak berbagai benda yang ada di permukaan tanah. Angin yang sangat besar seperti badai, tornado, dan lain-lain bisa menerbangkan benda-benda serta merobohkan bangunan yang ada sehingga sangat berbahaya bagi manusia. Puting Beliung secara resmi digambarkan secara singkat olehNational Weather Service Amerika Serikat seperti tornado yang melintasi perairan.

Namun, para peneliti umumnya mencirikan puting beliung “cuaca sedang” berasal dari puting beliung tornado. Puting beliung cuaca sedang sedikit perusak namun sangat jauh dari umumnya dan memiliki dinamik yang sama dengansetan debu dan landspout. Mereka terbentuk saat barisan awan cumulus congestus menjulang di perairan tropis dan semitropis. Angin ini memiliki angin yang secara relatif lemah, dinding berlapis lancar, sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus umumnya melaju sangat pelan.

Angin ini sangat sering terjadi di Florida Keys. Puting Beliung Tornado merupakan secara harafiah sebutan untuk “tornado yang melintasi perairan”. Angin ini dapat terbentuk melintasi perairan seperti tornado mesosiklon, atau menjadi tornado darat yang melintas keluar perairan. Sejak angin ini terbentuk dari badai petir perusak dan dapat menjadi jauh lebih dahsyat, kencang, dan bertahan lebih lama daripada puting beliung cuaca sedang, angin ini dianggap jauh lebih membahayakan.

7.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

Tanah Longsor Tanah longsor adalah tanah yang turun atau jatuh dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Masalahnya jika ada orang atau pemukiman di atas tanah yang longsor atau di bawah tanah yang jatuh maka sangat berbahaya. Tidak hanya tanah saja yang longsor karena batu, pohon, pasir, dan lain sebagainya bisa ikut longsor menghancurkan apa saja yang ada di bawahnya. Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan asa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.

Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh : Erosi yang disebabkan sungai – sungai atau gelombang laut yang menciptakan lereng-lereng yang terlalu curam lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju; 8.

Pemanasan global atau Global Warming Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 ° C (1.33 ± 0.32 ° F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kacaakibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca.

Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8.

Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda.

Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air lautdiperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.

Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain.

Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada.

Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. 9. Kekeringan Perlu dibedakan antara kekeringan (drought) dan kondisi kering (aridity). Kekeringanadalah kesenjangan antara air yang tersedia dengan air yang diperlukan, sedangkan ariditas (kondisi sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus diartikan sebagai keadaan jumlah curah hujan sedikit.

Kekeringan (kemarau) dapat timbul karena gejala alam yang terjadi di bumi ini. Kekeringan terjadi karena adanya pergantian musim. Pergantian musim merupakan dampak dari iklim. Pergantian musim dibedakan oleh banyaknya curah hujan.

Pengetahuan tentang musim bermanfaat bagi para petani untuk menentukan waktu tanam dan panen dari hasil pertanian. Pada musim sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus, sungai akan mengalami kekeringan. Pada saat kekeringan,sungai dan waduk tidak dapat berfungsi dengan baik.

Akibatnya sawah-sawah yang menggunakan sistem pengairan dari air hujan juga mengalami kekeringan. Sawah yang kering tidak dapat menghasilkan panen. Selain itu, pasokan air bersih juga berkurang. Air yang dibutuhkan sehari-hari menjadi langka keberadaannya.Kekeringan pada suatu kawasan merupakan suatu kondisi yang umumnya mengganggu keseimbangan makhluk hidup. Kondisi kekeringan dapat ditinjau dari berbagai segi, diantaranya: a. Kekeringan meteorologis (meteorological drought) b.

Kekeringan pertanian (agricultural drought) c. Kekeringan hidrologis (hydrological drought) d. Kekeringan sosial – ekonomi (socio – economic drought) Beberapa cara untuk mengantisipasi kekeringan, diantaranya: a) membuat waduk (dam) yang berfungsi sebagai persediaan air di musim kemarau. Selain itu waduk dapat mencegah terjadinya banjir pada musim hujan, b) membuat hujan buatan untuk daerah-daerah yang sangat kering, c) reboisasi atau penghijauan kembali daerah-daerah yang sudah gundul agar tanah lebih mudah menyerap air pada musim penghujan dan sebagai penyimpanan cadangan air pada musim kemarau, 2.4 Dampak Bencana Alam Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka.

Pemahaman ini berhubungan dengan pernyataan: “bencana muncul bila ancaman bahaya bertemu dengan ketidakberdayaan”. Dengan demikian, aktivitas alam yang berbahaya tidak akan menjadi bencana alam di daerah tanpa ketidakberdayaan manusia, misalnya gempa bumi di wilayah tak berpenghuni. Konsekuensinya, pemakaian istilah “alam” juga ditentang karena peristiwa tersebut bukan hanya bahaya atau malapetaka tanpa keterlibatan manusia. Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran, yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia.

Namun demikian pada daerah yang memiliki tingkat bahaya tinggi (hazard) serta memiliki kerentanan/kerawanan (vulnerability) yang juga tinggi tidak akan memberi dampak yang hebat/luas jika manusia yang berada disana memiliki ketahanan terhadap bencana (disaster resilience). Konsep ketahanan bencana merupakan valuasi kemampuan sistem dan infrastruktur-infrastruktur untuk mendeteksi, mencegah & menangani tantangan-tantangan serius yang hadir.

Dengan demikian meskipun daerah tersebut rawan bencana dengan jumlah penduduk yang besar jika diimbangi dengan ketetahanan terhadap bencana yang cukup. Bencana berarti juga terhambatnya laju pembangunan.

Berbagai hasil pembangunan ikut menjadi korban sehingga perlu adanya proses membangun ulang. Kehidupan sehari-hari juga menjadi tersendat-sendat. Siswa yang hampir menempuh ujian terpaksa berhenti bersekolah.

Kenyataan seperti ini berarti pula muncul kemungkinan kegagalan di masa mendatang. Pemenuhan kebutuhan seharihari juga menjadi sulit padahal penggantinya juga tidak bisa diharapkan segera ada. BAB III PENUTUP Kesimpulan Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia.

Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka.

Klasifikasi bencana alam berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : 1. Bencana alam geologis 2. Bencana alam klimatologis 3. Bencana alam ekstra-terestrial Sedangkan macam- macam bencana alam yang ada di sekitar kita a) Pemanasan Global b) Gempa bumi c) Gunung meletus d) Kebakaran liar e) Banjir f) Tsunami g) Bencana alam terkait cuaca h) Tornado i) Kemarau Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran, yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia.

Banyak masalah yang berkaitan dengan bencana alam. Kehilangan dan kerusakan termasuk yang paling sering harus dialami bersama datangnya bencana itu. Harta benda dan manusia terpaksa harus direlakan, dan itu semua bukan masalah yang mudah. Dan juga terhambatnya laju perekonomian daerah tersebut.
Air merupakan salah satu komponen alam yang sangat penting dan diperlukan oleh semua makhluk hidup.

Tanpa adanya air makhluk hidup tidak akan bisa bertahan hidup. Sehingga adanya air di planet bumi ini menjadi komponen terpenting dan juga sebagai salah satu sebab mengapa planet bumi layak untuk dihuni(Baca: Keunggulan Planet Bumi Dibanding Planet Lain). Jumlah air yang berada di planet bumi diperkirakan ada sekitar 70% dan jumlah tersebut tidak hanya berada di laut atau samudra saja tetapi juga berasal dari berbagai sumber perairan lain seperti sungai, danau atau rawa – rawa.

Air yang ada di planet bumi juga bisa dalam bentuk atau wujud lain yaitu es atau salju, uap air, hujan, embun dan lain sebagainya. Semua bentuk air tersebut menjadi bagian dari suatu proses yang dinamakan dengan siklus hidrologi.

Hidrologi sendiri merupakan salah satu cabang dari ilmu geografi yang mempelajari atau mempunyai hubungan dengan air di bumi.

Semua pergerakan, perubahan bentuk, kualitas, siklus hidrologi hingga bencana alam yang berkaitan dengan air masuk ke dalam hidrologi. Berbicara mengenai bencana alam pasti bukan sesuai yang asing di telinga kita.

Akhir – akhir ini banyak bencana alam terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan sudah tentu mengakibatkan banyak kerugian baik secara materi hingga menelan banyak korban jiwa. Saat musim hujan tiba, bagi sebagian besar orang akan menganggap ini sebagai anugerah, namun jika hujan tidak kunjung berhenti bisa menimbulkan masalah salah satunya yaitu banjir.

Dapat dikatakan jika banjir merupakan salah satu contoh dari bencana alam hidrologi. Lalu apa sajakah contoh dari bencana alam hidrologi, berikut diantaranya: • Banjir Saat musim hujan tiba, bagi beberapa orang yang tinggal di dekat dengan aliran sungai sudah tentu akan selalu waspada dan siaga jika air sungai mengalami peningkatan debit air. Jika intensitas hujan terus meningkat ada kemungkinan banjir akan terjadi. Di Indonesia, banjir banyak disebabkan oleh hujan yang berlangsung dalam jangka waktu lama, bisa berjam – jam bahkan berhari – hari.

Sehingga air yang ditampung (tidak hanya di sungai saja namun juga tempat penampungan air lain seperti danau atau rawa – rawa) menjadi bertambah hingga tidak mampu lagi untuk ditampung.

Akibatnya air tersebut keluar bahkan menyebar hingga ke beberapa daerah yang berada dekat dengan sumber penampungan. Jika sudah begitu banjir tidak dapat dihindari oleh warga yang tinggal di sekitar sumber penampungan air, terutama bagi yang tinggal dekat dengan aliran sungai. Salah satunya yaitu banjir bandang. Banjir bandang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi di dataran berpermukaan rendah.

Sehingga air yang berada di daerah tersebut sudah mencapai titik jenuh hingga tidak dapat diserap lagi oleh air. Akibatnya air dalam tanah keluar dan datang secara tiba – tiba dan dalam waktu singkat, namun kerugian yang dihasilkan sangatlah besar. • Tanah Longsor Salah satu bentuk bencana alam hidrologi yaitu tanah longsor.

Meskipun begitu tanah longsor dapat disebabkan oleh faktor lain, namun paling sering disebabkan oleh curah hujan yang tinggi(Baca: Faktor Yang Mempengaruhi Curah Hujan). Tanah longsor biasa terjadi di daerah dataran tinggi terutama lereng bukit atau gunung dan saat bersamaan hujan deras sedang terjadi. Jika hujan terus berlangsung secara terus menerus, tanah di sekitar lereng akan sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus lunak dan tergerus oleh limpasan aliran air hujan.

Akibatnya tanah tidak mampu lagi bertahan dari air hujan ditambah adanya gaya gravitasi tanah menjadi turun atau longsor. • Tsunami Salah satu bencana alam yang patut diwaspadai bagi negara yang berada di sekitar pertemuan lempeng bumi yaitu tsunami.

Tsunami terjadi akibat adanya pergerakan lempeng bumi yang berada di dasar laut (Baca: Penyebab Terjadinya Pergeseran Lempeng Tektonik). Akibat pergerakan lempeng tersebut terjadilah gempa bumi hingga air laut yang berada di atasnya ikut bergerak hingga gerakan air tersebut mencapai daratan. Peristiwa tersebut pernah terjadi di Aceh pada tanggal 24 Desember 2004 dan menewaskan ribuan korban jiwa.

Tidak hanya gempa bumi saja, ternyata tsunami juga disebabkan oleh adanya letusan gunung berapi seperti yang terjadi di Selat Sunda pada tanggal 22 Desember 2018 (Baca: Tsunami Selat Sunda). Saat itu Gunung Anak Krakatau sedang erupsi dan beberapa bagian gunung longsor masuk ke laut akibatnya muncullah gelombang hingga berubah menjadi tsunami saat mendekati daratan.

• Genangan Air Berbeda dengan banjir, genangan air diakibatkan oleh adanya penyumbatan atau masalah pada saluran drainase. Sehingga saat musim hujan tiba atau curah hujan tinggi, air hujan tidak dapat dialirkan dengan baik melalui saluran – saluran yang telah ada.

Akibatnya air menjadi tergenang di beberapa tempat seperti jalanan bahkan bisa sampai ke perumahan warga. Perbedaan lain dengan banjir yaitu genangan air akan lebih cepat surut atau kurang dari 1 x 24 jam, jika lebih dari itu dapat menjadi tanda bahwa banjir akan terjadi. Selain itu, tinggi genangan air tidak lebih dari 40 cm, namun sudah cukup untuk menghambat segala macam aktivitas tertama bagi warga yang tinggal di daerah perkotaan. • Letusan Limnik Beberapa dari kita mungkin masih asing dengan bancana alam hidrologi ini.

Letusan limnik terjadi akibat meletusnya gas karbondioksida secara mendadak dari dasar danau hingga akhirnya membentuk awan gas yang dapat membahayakan makhluk hidup di sekitar danau. Gas karbondioksida tersebut berasal dari aktivitas vulkanik ataupun dekomposisi materi organik yang ada di dasar danau. Semakin dalam danau maka semakin tinggi tekanan di dasar danau dan semakin banyak pula karbondioksida yang larut di air.

Jika air danau sudah jenuh oleh gas karbondioksida, ditambah adanya gempa bumi, aktivitas vulkanik atau ledakan membuat air yang jenuh tersebut bergerak naik ke atas. Di atas tekanan sangat rendah dan tidak dapat menahan gas karbondioksida sehingga muncullah gelembung – gelembung di permukaan danau secara bersamaan gas karbondioksida ikut meledak. Ledakan limnik pernah sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus di Danau Monoun, Kamerun pada 15 Agustus 1984 dan setidaknya terdapat 37 orang meninggal.

Di tempat lain yaitu Danau Nyos, Kamerun pada tanggal 21 Agustus 1986 terjadi ledakan limnik hingga menghasilkan tsunami setinggi 25 meter. Air danau berubah menjadi merah dan gas karbondioksida telah menyebar ke beberapa desa di sekitar danau. Akibatnya sekitar 3.500 hewan ternak mati dan 1.700 orang tewas akibat peristiwa tersebut.

Itulah tadi beberapa bencana alam hidrologi yang dapat kalian ketahui. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.
Pengertian, jenis, dan Macam Bencana Alam – Bencana Alam apa pun bentuknya pastilah sangat merugikan untuk kita. Dengan perkembangan teknologi saat ini, manusia sudah bisa memprediksi terjadinya suatu bencana. Namun manusia tidak akan bisa menghentikan bencana tersebut.

Manusia mungkin bisa memperkecil adanya korban jiwa, tetap saja akan mengalami suatu kerugian besar. Kita sebagai manusia cuma dapat menghindari, namun tidak bisa menghentikan terjadinya bencana alam, sekuat apa pun manusia itu.

Allah SWT Maha Tahu, bila Dia berkehendak menurunkan suatu bencana maka bencana itu akan terjadi. Itu adalah Kuasa-Nya serta hal semacam itu tidak dapat di tolak. Allah SWT menurunkan suatu bencana tentunya mempunyai maksud tertentu, dapat pula menjadi sebuah peringatan kepada manusia untuk menjaga alam ini agar tidak rusak.

Pengertian Bencana Alam Image Source: idntimes.com Bencana yaitu peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan orang-orang yang diakibatkan oleh faktor alam dan/atau faktor manusia sehingga menyebabkan munculnya korban jiwa, rusaknya lingkungan, kerugian harta benda serta efek psikologis.

Bencana alam merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa alam. Bencana alam adalah konsukuensi untuk keterlibatan manusia pada pengrusakan alam yang ada. Minimal dengan mengawali untuk menjaga alam sekitar, tidak buang sampah sembarangan, tidak membakar hutan dan tidak melakukan hal-hal lain yang menyebabkan rusaknya lingkungan.

Jenis-jenis Bencana Alam Image Source: kompas.com Bencana alam ada banyak sekali jenisnya, namun secara umum dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu bencana alam geologi, bencana alam, meteorologi, dan bencana alam ekstra-terestial. Berikut penjelasan selengkapnya. 1. Bencana alam geologi Bencana alam geologi adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus, dan tanah longsor.

Contoh bencana alam geologi paling umum adalah gempa bumi, tsunami, gunung meletus dan tanah longsor. 2. Bencana alam meteorologi Bencana alam meteorologi/hidrometeorologi merupakan bencana alam yang berhubungan dengan iklim. Bencana alam ini umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus. Bencana alam bersifat meteorologis paling banyak terjadi diseluruh dunia seperti banjir dan kekeringan.

Kekhawatiran terbesar pada masa modernisasi sekarang ini adalah terjadinya pemanasan global. 3. Bencana alam ekstra-terestial Bencana alam ekstra-terestial merupakan bencana alam yang terjadi di luar angkasa. Bencana dari luar angkasa adalah datangnya berbagai benda langit seperti asteroid atau gangguan badai matahari. Meskipun dampaknya berukuran kecil tidak berpengaruh besar, asteroid kecil tersebut berjumlah sangat banyak sehingga bisa menimbulkan untuk menabrak bumi. Macam-macam Bencana Alam 1.

Bencana Alam Banjir Image Source: detik.com Banjir adalah bencana alam yang diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dengan tidak diimbangi dengan saluran-saluran pembuangan air yang memadai, sehingga banjir dapat merendam berbagai wilayah-wilayah yang cukup luas. Pada umumnya banjir terjadi karena luapan sungai yang tidak mampu menghadang derasnya air yang datang sehingga menyebabkan jebolnya sistem perairan disuatu daerah.

Banjir juga diakibatkan oleh manusia itu sendiri karena membuang sampah sembarangan ke saluran-saluran pembuangan air dan menebang pohong-pohon secara liar, pohon bermanfaat sebagai penyerap air dikala datangnya hujan. Video Bencana Alam Banjir Longsor atau disebut juga gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.

Secara umum longsor bisa terjadi disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi material itu sendiri, sedangkan sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.

Bencana longsor terjadi karena setelah hujan yang cukup lebat dan tanah tersebut tidak sama sekali ditumbuhi tanaman maka terjadilah longsor itu. Tanaman berguna untuk menahan tanah-tanah agar tidak mudah longsor atau terseret. Ada juga bencana longsor yang terjadi secara alami, karena memang tanah yang kurang padat, curah hujan yang cukup tinggi dan kemiringan yang cukup curam.

3. Bencana Alam Kebakaran hutan liar Image Source: gapki.id Kebakaran hutan terjadi bisa dikaitkan oleh alam itu sendiri, bisa juga dikaitkan oleh ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Jika kebakaran hutan sampai terjadi maka cukup sulit untuk memadamkannya, karena luasnya daerah yang terbakar dan lokasinya yang jauh dari tempat penanggulangan bencana. Bahaya yang timbul karena kebakaran hutan adalah asap yang dihasilkan dapat merusak pernapasan.

Kebakaran hutan secara liar adalah kebakaran yang terjadi di alam liar. Jika bencana tersebut disebabkan oleh alam itu sendiri, kemungkinan karena petir yang menyambar. Jika ulah manusia, maka bisa dipastikan karena keserakahan manusia dalam membuka lahan tanpa melihat akibat yang ditimbulkan.

Video Bencana Alam Kebakaran Hutan Gempa bumi adalah guncangan atau getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba lalu menciptakan gelombang seismik.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

Gempa bumi biasanya disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat yang bernama Seismometer.

Moment Magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala besarnya lokal 5 magnitude. Biasanya gempa bumi terjadi pada daerah-daerah yang dekat dengan patahan lempengan bumi.

Gempa adalah bencana alam yang tidak dapat diperkirakan, oleh karena itu gempa merupakan bencana alam yang sangat berbahaya.

Ada berbagai cara untuk mengurangi kerugian akibat dampak gempa bumi, seperti membangun bangunan yang dapat meredam getaran gempa, memperkuat pondasi bangunan dan masih banyak yang lain. Video Bencana Alam Gempa Bumi 5. Bencana Alam Tsunami Image Source: republika.co.id Tsunami secara harfiah berarti “ombak besar di pelabuhan” adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan mendadak/tiba-tiba.

Perubahan permukaan laut terjadi karena disebabkan oleh gempa bumi yang berada di bawah laut, letusan gunung berapi di bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman meteor di laut.

Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu berarti pelabuhan, dan nami berarti gelombang. Bencana ini termasuk yang paling berbahaya karena tidak dapat diprediksi kapan terjadinya dan sulit untuk mencegah datangnya tsunami dengna kecepatan tinggi.

Video Bencana Alam Tsunami 6. Bencana Alam Kekeringan Image Source: beritagar.id Kekeringan adalah keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang amat berkepanjangan (berbulan-bulan hingga bertahun-tahun). Biasanya bencana ini terjadi bila suatu wilayah secara terus-menerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata. Musim kemarau yang panjang akan menyebabkan kekeringan karena cadangan air tanah akan habis akibat penguapan (evaporasi), transpirasi, ataupun penggunaan manusia yang lainnya.

Bencana ini hampir tiap tahun terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, bencana ini sudah umum terjadi pada negara yang lain di dunia. Video Bencana Alam Kekeringan 7. Bencana Alam Gunung Meletus Image Source: satujam.com Gunung meletus bisa terjadi karena endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus yang bertekanan tinggi.

Dari letusan-letusan seperti itulah gunung berapi bisa terbentuk. Letusan gunung berapi bisa merenggut korban jiwa dan menghabiskan harta benda yang besar. Gunung meletus merupakan salah satu bencana alam yang sangat dahsyat karena diakibatkan meningkatnya aktivitas magma yang ada dalam perut bumi.

Jika gunung akan meletus maka dapat dideteksi dengan cara melihat aktivitas perkembangannya, mulai dari siaga, waspada, awas dan hingga puncaknya yaitu meletus. Ketika suatu gunung meletus maka akan mengeluarkan berbagai macam material-material yang ada di dalam bumi, mulai dari debu, batu, kerikil, awan panas, kerikil hingga magmanya. Karena waktu terjadinya gunung meletus dapat diprediksi, maka bisa diberi peringatan kepada warga agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Magma adalah cairan panas yang keluar dari dalam perut bumi dengan suhu yang sangat tinggi, diperkirakan lebih dari 1000 derajat celcius. Magma yang sudah keluar dalam perut bumi disebut lava.

Gunung meletus ternyata berdampak baik bagi masyarakat, karena 1-2 bulan setelah terjadinya bencana tumbuh-tumbuhan menjadi lebih subur, karena debu dan material-material yang dikeluarkan memiliki zat hara yang sangat tinggi.

Video Bencana Alam Gunung Meletus 8. Bencana Alam Pemanasan Global (Global Warming) Image Source: whoi.edu Global warming atau pemanasan global adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata atmosfer bumi, laut dan daratan bumi.

Pemanasan global terjadi karena disebabkan oleh efek rumah kaca, efek timbal balik, variasi matahari. 9. Bencana Alam Angin Topan atau Angin puting beliung Angin puting beliung merupakan angin yang berputar dengan kecepatan yang amat tinggi dan bergerak secara garis lurus dengan durasi maksimal 5 menit. Di Indonesia bencana ini biasa disebut dengan puting beliung atau angin lesus, tetapi jika di Amerika disebut Tornado.

Bencana angin puting beliung belum dapat diprediksi karena teknologi yang kurang memadai. Tetapi jika di Amerika bencana topan sudah dapat diprediksi kapan terjadinya dan dimana tempatnya sehingga dapat menghimbau warga agar segera untuk mengungsi. Video Bencana Alam Angin Topan atau Angin puting beliung 10. Bencana Alam Badai Tropis (Siklon Tropis) Badai tropis atau siklon tropis adalah badai sirkuler yang menimbulkan angin kencang yang mampu merusak daerah sekitar 250 mil dari pusatnya.

Siklon tropis menyebabkan kerusakan oleh angin kencang, gelombang badai dan hujan lebat. Gelombang badai adalah naiknya permukaan laut sepanjang pantai secara cepat karena angin menggerakkanya ke pantai. 11. Bencana Alam Wabah Penyakit Image Source: bbc.com Wabah adalah suatu istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang, maupun untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut.

Wabah dipelajari dalam epidemiologi. Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani epi berarti pada dan demos berarti rakyat adalah penyakit yang timbul sebagai kasus baru pada suatu populasi tertentu manusia, dalam satu periode waktu tertentu, dengan laju yang melampaui laju “ekspektasi” (dugaan), yang didasarkan pada pengalaman yang mutakhir.

Dengan kata lain epidemi adalah wabah yang terjadi lebih cepat daripada yang diduga. Jumlah kasus baru penyakit di dalam suatu populasi dalam periode tertentu disebut incidence rate = “laju timbulnya penyakit”.

Potensi Ancaman Bencana Bencana dapat disebabkan oleh kejadian alam (natural disaster) maupun oleh ulah manusia (man-made disaster). Faktor-faktor yang dapat menyebabkan bencana antara lain: 1. Bahaya alam (natural hazards) dan bahaya karena ulah manusia (man-made hazards) yang menurut United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) dapat dikelompokkan menjadi bahaya geologi (geological hazards), bahaya hidrometeorologi (hydrometeorological hazards), bahaya biologi (biological hazards), bahaya teknologi (technological hazards) dan penurunan kualitas lingkungan (environmental degradation).

2. Kerentanan (vulnerability) yang tinggi dari masyarakat, infrastruktur serta elemen-elemen didalam kota/kawasan yang berisiko bencana. 3. Kapasitas yang rendah dari berbagai komponen di dalam masyarakat. Sistem Penanggulangan Bencana Indonesia menyadari bahwa masalah kebencanaan harus ditangani secara serius sejak terjadinya gempa bumi dan disusul tsunami yang menerjang Aceh dan sekitarnya pada 2004.

Kebencanaan merupakan pembahasan yang sangat komprehensif dan multi dimensi. Menyikapi kebencanaan yang frekuensinya terus meningkat setiap tahun, pemikiran terhadap penanggulangan bencana harus dipahami dan diimplementasikan oleh semua pihak.

Bencana adalah urusan semua pihak. Secara periodik, Indonesia membangun sistem nasional penanggulangan bencana. Sistem nasional ini mencakup beberapa aspek antara lain: 1. Legislasi Dari sisi legislasi, pemerintah Indonesia telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Produk hukum di bawahnya antara lain: Peraturan PemerintahPeraturan Presiden, Peraturan Kepala Kepala Badan, serta peraturan daerah. 2. Kelembagaan Kelembagaan dapat ditinjau dari sisi formal dan non formal.

Secara formal, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merupakan focal point lembaga pemerintah di tingkat pusat. Sementara itu, focal point penanggulangan bencana di tingkat provinsi dan kabupaten/kota adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dari sisi non formal, forum-forum baik di tingkat nasional dan lokal dibentuk untuk memperkuat penyelenggaran penanggulangan bencana di Indonesia. Di tingkat nasional,terbentuk Platform Nasional (Planas) yang terdiri unsur masyarakat sipil, dunia usaha, perguruan tinggi, media dan lembaga internasional.

Pada tingkat lokal, kita mengenal Forum PRB Yogyakarta dan Forum PRB Nusa Tenggara Timur. 3. Pendanaan Saat ini kebencanaan bukan hanya isu lokal atau nasional, tetapi melibatkan internasional. Komunitas internasional mendukung pemerintah Indonesia dalam membangun manajemen penanggulangan bencana menjadi lebih baik.

Di sisi lain, kepedulian dan keseriusan pemerintah Indonesia terhadap masalah bencana sangat tinggi dengan dibuktikan dengan penganggaran yang signifikan khususnya untuk pengarusutamaan pengurangan risiko bencana dalam pembangunan. Berikut beberapa pendanaan yang terkait dengan penanggulangan bencana di Indonesia: 1.

Dana DIPA (APBN/APBD) 2. Dana Kontijensi 3. Dana On-call 4. Dana Bantuan Sosial Berpola Hibah 5. Dana yang bersumber dari masyarakat 6. Dana dukungan komunitas internasional Demikian penjelasan lengkap mengenai bencana alam. Jika ada saran, kritik, atau tambahan, silahkan tulis di kolom komentar.

Semoga bermanfaat dan terima kasih. Related posts: • Pengertian Catu Daya atau Power Supply Beserta Fungsinya • Pengertian Arus Listrik Beserta Penjelasannya Lengkap • Pengertian Metode Penelitian beserta Penjelasan Pentingnya • Tokoh Penemu Listrik Dalam Sejarah Peradaban Umat Manusia • Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif Beserta Penjelasannya Lengkap • Pengertian Metode Penelitian Kualitatif Beserta Penjelasannya Lengkap Posted in Pendidikan Tagged bencana alam, pengertian Post navigation Making money online is the great topic today.

Many people from around the world look for ways to make money on the web. There are many ways to make money through the web. But, making money through trading on the web is a fruitful method for sure. Stock market: Besides the intricacies associated with how to make money trading online, many are still successful.

Once you know the techniques, you can trade in the right manner to earn better. The stock market is not the new place for money makers. The only difference is that people these days make money from this source over the web. Three Tricks to follow: For those with the question how to make money trading online, here are three techniques. These techniques will bring them fruitful results for sure: 1. Read charts Reading is among the best methods followed by people for long to learn and to understand things.

This holds true in the stock market as well. Evaluating charts and crucial details in them is the essential step to succeed in this trading. When you become efficient in reading charts, you can easily make money online. This is why institutions teaching online trading, first teach how to read charts.

There are reliable sources online to find charts. Once you know how to read charts, you can understand the market trend. You can accordingly invest to get better returns from your trades. 2. Choose the right stock To make money from trading online, it is important that you should choose the right stocks to shop. As against old stocks, it is better to shop for the new ones. You will feel that old stocks with a good reputation will bring you better returns. But, old stocks generally have a tendency to drop in value as against fresh ones.

You should choose the stocks that will constantly bring better returns. 3. Work independently Of course, to learn how to make money trading online initially, you should learn from a stock broker.

But, once you understand the tricks, you should work independently. The reason sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus that the decision of the broker might have an impact on your profits. It is true that agents are experienced and they give the right suggestion about the stocks to shop.

But, relying on agents always is not good. You should actually arrive at your own decisions in stock purchase and sale. When you get better results from your own decisions, it will boost your confidence level. Taking risk needs confidence.

Even though initially you might lose, but your mistakes will assist you in the long run. So, follow these tips to earn good returns from the online stock trading. You can turn out to be a successful trader online with these tips from experts. Have a good time trading!Karakteristik Bencana Alam Klimatologis Berikut beberapa contoh dari bencana alam klimatologis 1. Banjir Banjir dapat diartikan peristiwa terbenamnya daratan (yg biasanya kering) karena volume air yg meningkat.

Bencana banjir kerap kali terjadi di wilayah Republik Indonesia, hal ini disebabkan oleh beberapa sebab. Menurut BNPB banjir yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh faktor pemicu seperti : a. Curah hujan tinggi b. Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut. c. Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keiuar sempit.

d. Banyak pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai. e. Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah serta bangunan di pinggir sungai. f. Kurangnya tutupan lahan di daerah hulu sungai. PELAJARI: Upaya Mengatasi Ancaman terhadap Integrasi Nasional 2. Siklon Tropis Siklon tropis yang biasa disebut dengan badai tropis, lesus, puting beliung, cleret tahun, taifun (typhoon), hurricane, adalah sebuah jenis sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis.

Siklon tropis adalah bagian penting dari sistem sirkulasi atmosfer, yang memindahkan panas dari daerah khatulistiwa menuju garis lintang yang lebih tinggi. Dengan demikian terjadinya siklon kadang besifat musiman, dan dapat diprediksi oleh badan meteorologi.

Dampak kerusakan dari siklon tropis dapat dilakukan secara komprehensif, mengingat terjadinya siklon tropis bersifat musiman, diantaranya : a. Pengaturan peringatan b. Tindakan pencegahan misalnya memberdayakan struktur masyarakat; c. Memindahkan orang ke tempat penampungan yang aman dari jangkauan benda yang potensial dapat terbang akibat angin d.

Memberlakukan peraturan bangunan (Bangunan tahan angin) e. Menumbuhkan kesadaran masyarakat dengan melakukan program edukasi bahaya siklon tropis. PELAJARI: Jenis - Jenis Tari Bali 3. Kekeringan (drought) Kekeringan adalah keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan (beberapa bulan hingga bertahun-tahun).

Biasanya kejadian ini muncul bila suatu wilayah secara terus-menerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata. Musim kemarau yang panjang akan menyebabkan kekeringan sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus cadangan air tanah akan habis akibat penguapan (evaporasi), transpirasi, ataupun penggunaan lain oleh manusia (www.wikipedia.org).

Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai langkah penanggulangan bencana kekeringan antara lain adalah : a. Melakukan langkah penanganan yang efektif dan cenderung bersifat jangka panjang. b. Bilamana diperlukan dapat meningkatkan keterlibatan nasional dan internasional dalam penanggulangan bencana. c. Melibatan pemukiman manusia seringkali sensitif dan sulit d. Pengelolaan sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus dan rencana khusus misalnya irigasi e.

Melakukan langkah darurat, diantaranya dengan menyediakan pasokan makanan, pasokan air, dan obat-obatan PELAJARI: Drama Sunda Singkat 4. Kebakaran Hutan (Wildfire) Kebakaran hutan, kebakaran vegetasi, atau kebakaran semak, adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar, tetapi juga dapat memusnahkan rumah-rumah penduduk dan lahan pertanian disekitarnya.

Penyebab umum dari kebakaran hutan pada umumnya adalah petir, kecerobohan manusia, dan pembakaran. (www.wikipedia.org)
MENU • Beranda • Geografi • Sejarah Geografi • Objek Studi Geografi • Cabang Ilmu • Konsep • Menurut Para Ahli • Contoh Geografi • Kajian Geografi • Atmosfer • Hidrologi • Geologi • Tanah • Penduduk • Hutan • Iklim • Lingkungan • litosfer • Lainnya • Budaya • Alam • Ilmu Sosial • Negara • Penelitian • Privacy Policy • Disclaimer • Daftar Isi • Bencana alam adalah peristiwa ekstrem, yang terjadi secara tiba-tiba yang disebabkan oleh faktor alamiah seperti pergerakan dalam jenis lempeng tektonik atau aktivitas magma.

Bencana alam termasuk gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, tanah longsor, angin topan, banjir, kebakaran hutan, gelombang panas dan kekeringan, dapat terjadi di negara kita, Indonesia, juga juga di negara-negera lainnya tergantung pada kondisi geografis maupun geologis wilayah dan perwilayahan yang bersangkutan.

Setiap tahun bencana alam menewaskan sekitar 90.000 orang dan mempengaruhi hampir 160 juta orang di seluruh dunia. Bencana alam memiliki dampak langsung pada kehidupan manusia dan sering mengakibatkan kerusakan lingkungan fisik, biologis dan sosial sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus orang-orang yang terkena dampak, sehingga memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan, kesejahteraan dan kelangsungan hidup mereka. Daftar Isi • Bencana Alam • Contoh Bencana Alam • • Gempa Bumi • Gunung Berapi • Tsunami • Tanah longsor • Banjir • Banjir bandang • Kekeringan • Angin puting beliung • Gelombang pasang/badai • Abrasi/Erosi Pantai • Virus Covid 19 • Lumpur Lapindo • Longsoran Salju • Badai salju (Blizzard) • Sinkholes • Erupsi limnik • Gelombang panas • Sebarkan ini: • Posting terkait: Bencana Alam Bencana alam adalah peristiwa mendadak yang menyebabkan kehancuran yang meluas, kerusakan harta benda, bahkan korban jiwa, yang ditimbulkan oleh kekuatan selain tindakan manusia.

Bencana alam memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan kesejahteraan populasi yang terkena dampak. Dampak kesehatan negatif dapat langsung (misalnya saja Cedera) atau tidak langsung (misalnya Kekurangan gizi dan peningkatan penyakit menular).

Setelah bencana alam, masalah kesehatan ini diperparah oleh kerusakan yang terjadi pada sistem kesehatan, air dan infrastruktur sanitasi, dan perpindahan masyarakat yang terkena dampak. Pemindahan cukup umum setelah bencana alam besar karena meningkatnya tuna wisma.

Contoh Bencana Alam Adapun untuk berbagai jenis bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia dan dunia, akan diperjelas secara lengkap dalam artikel ini. Bencana Alam Yang Terjadi di Indonesia Bencana Alam Yang Terjadi di Indonesia Diantaranya yaitu: • Gempa Bumi Gempa bumi adalah bencana alam yang terjadi karena getaran atau guncangan di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Salah satu contoh peristiwa dalam jenis gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia yaitu gempa bumi Aceh pada tanggal 26 Desember tahun 2004. Gempa bumi tersebut berkekuatan 9,3 Skala Richter. • Gunung Berapi Letusan gunung berapi adalah bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “ erupsi“.

Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung api bisa berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar. Salah satu contoh terjadinya peristiwa letusan gunung api di Indonesia yaitu meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta yang terjadi pada 26 Oktober 2010. Bencana tersebut menelan sedikitnya 353 korban jiwa karena adanya awan panas, termasuk di antaranya yaitu Sang Juru Kunci Merapi, Mbah Maridjan yang juga meninggal pada saat peristiwa letusan tersebut.

• Tsunami Istilah tsunami berasal dari Bahasa Jepang “ tsu” yang artinya lautan dan “ nami” yang artinya gelombang ombak, sehingga secara sederhana tsunami bisa diartikan sebagai gelombang ombak lautan. Sebagai salah satu jenis bencana alam, tsunami ialah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena terjadinya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

Salah satu contoh terjadinya peristiwa tsunami di Indonesia yaitu tsunami pada tanggal 22 Desember 2018 yang disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda. Tsunami tersebut menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung, Indonesia.

• Tanah longsor Tanah longsor adalah gerakan massa tanah atau batuan, atau percampuran dari keduanya, yang bergerak menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. Salah satu contoh terjadinya peristiwa tanah lonsor di Indonesia yaitu tanah longsor pada tanggal 31 Desember 2018 di Kampung Cigarehong, Dusun Cimapag, yang terletak di Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. • Banjir Banjir adalah peristiwa atau keadaan terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.

Pada dasarnya, banjir disebabkan oleh faktor alamiah, yaitu curah hujan yang tinggi, tapi hal itu juga bisa diperparah oleh faktor tindakan manusia, misalnya membuang sampah di sungai atau saluran air lainnya.

Bencana banjir telah menjadi ancaman bagi kota-kota besar di Indonesia, salah satunya adalah Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang hamper setiap tahunnya dilanda banjir. Bahkan peristiwa banjir yang cukup besar sempat terjadi di Jakarta pada awal pergantian tahun 2020 lalu.

• Banjir bandang Banjir bandang merupakan salah satu jenis banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang diakibatkan oleh terbendungnya aliran sungai pada alur sungai. Salah satu contoh peristiwa banjir bandang yang pernah terjadi di Indonesia yaitu banjir bandang Wasior, Papua Barat pada tahun 2010. Hal itu terjadi karena Sungai Batang Sala yang berhulu di Pegunungan Wondiwoy, Papua, meluap.

Peristiwa tersebut diperparah dengan hutan gundul di Pegunungan Wondiwoy. Akibatnya. 158 orang meninggal dunia dan 145 orang lainnya dinyatakan hilang. Selain itu, infrastruktur umum juga rusak termasuk rumah ibadah, jembatan, bandara dan rumah rata oleh air. • Kekeringan Kekeringan merupakan ketersediaan dalam arti air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Beberapa waktu lalu, beberapa wilayah di Indonesia juga mengalami kekeringan karena tidak turunnya hujan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada bulan Agustus 2018, sejumlah kabupaten/kota di 8 provinsi, termasuk Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB,Jawa Timur, DIY, Banten, NTT, dan Lampung, menaglami kekeringan. • Angin puting beliung Pengertian angin puting beliung ialah angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba, memiliki pusat, dan pergerakannya melingkar seperti spiral, kecepatannya 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan Bumi.

Angin tersebut akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit). Salah satu contoh peristiwa angina putting beliung yang pernah terjadi di Indoensia yaitu pada tahun 2018 lalu, tercatat sebanyak 165 rumah rusak karena angin puting beliung yang menerjang Desa Panguragan Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. • Gelombang pasang/badai Gelombang pasang atau badai ialah gelombang tinggi yang terjadi sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus efek dari siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.

Ini berpotensi kuat dalam menimbulkan bencana alam. Meskipun Indonesia tidak termasuk daerah lintasan siklon tropis, tapi terjadinya siklon tropis bisa berpengaruh kuat terhadap terjadinya angin kencang, gelombang tinggi yang disertai hujan deras. Salah satu contoh terjadinya peristiwa badai yang pernah terjadi di Indonesia yaitu badai tropis Cempaka yang terbentuk dari bibit badai tropis 95S.

Wilayah yang berpotensi terkena dampak badai tropis Cempaka meliputi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. • Abrasi/Erosi Pantai Abrasi merupakan proses pengikisan pantai yang disebabkan oleh tenaga gelombang laut dan arti arus laut yang sifatnya merusak. Kerusakan garis pantai akibat abrasi dipicu oleh keseimbangan alam daerah pantai yang terganggu. Meskipun abrasi dapat disebabkan oleh gejala alam, tapi aktivitas manusia juga dapat memperparah abrasi.

Misalnya abrasi yang terjadi di pantai-pantai Bali disebabkan oleh faktor alam dan juga faktor pembangunan yang dilakukan di sepanjang sepadan pantai. Banyaknya hotel yang dibangun di pinggir pantai juga semakin mempercepat abrasi, sehingga pada tahun 2018, sekitar 88,3 kilometer garis pantai di Bali mengalami abrasi.

• Virus Covid 19 Virus merupakan salah satu bencana alam yang disebabkan karena adanya tindakan manusia yang di luar kendali.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

Penyebab virus ini beranekaragam, tetapi yang paling umum dilurkan oleh hewan. Salah satu kondisi inipula Indonesia pada awal Tahun 2020 mengalami becana alam Virus Covid 19 atau dikenal dengan Corona.

Akibat adanya virus ini tentusaja melumpuhkan perekonomian, bahkan beberapa kegiatan belajar dan mengajar terganggu, baik untuk pendidikan dasar samai perguruan tinggi.

• Lumpur Lapindo Terakhir yang pernah dialami Indonesia dalam bencana alam adalah luapan lumpur Lapindo yang ada di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sampai dengan sekarang bencana ini terus menggerus wilayah perumahan warga, salah satu penyebabnya ialah adanya kesalahan penambangan yang dilakukan oleh Perusahaan Minyak di bawah Bakri Group (milik Aburizal Bakri). Bencana Alam Yang Terjadi di Dunia Bencana Alam Yang Terjadi di Dunia Meskipun bencana alam yang telah disebutkan di atas juga terjadi di negara-negara lainnya, tapi ada pula beberapa jenis bencana alam yang terjadi di negara lain tapi tidak terjadi di Indonesia, diantaranya yaitu; • Longsoran Salju Longsoran salju ( snowslide) adalah sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus yang terjadi ketika lempengan salju yang kohesif terletak di atas lapisan fraktur salju yang lebih lemah dan meluncur menuruni lereng yang curam.

Salah satu contoh peristiwa longsoran salju yang pernah terjadi yaitu di Wilayah Gletser Siachen, 7 April 2001. Longsor menghantam pangkalan militer Pakistan di dekat kawasan Gletser Siachen yang disengketakan, menjebak 140 tentara dan kontraktor sipil di bawah salju tebal.

Ini adalah longsoran terburuk yang dialami militer Pakistan di daerah tersebut. • Badai salju (Blizzard) Badai salju adalah badai musim dingin yang parah yang ditandai oleh salju tebal dan angin kencang. Ketika angin kencang mengaduk salju yang sudah jatuh, itu dikenal sebagai badai salju. Badai salju dapat berdampak pada kegiatan ekonomi lokal, terutama di daerah di mana salju jarang terjadi. Badai salju besar tahun 1888 mempengaruhi Amerika Serikat, ketika banyak ton tanaman gandum dihancurkan.

Selain itu, terjadi s uperstorm pada tahun 1993 berasal dari Teluk Meksiko yang bergerak ke utara, yang menyebabkan kerusakan di 26 negara bagian serta Kanada dan menyebabkan lebih dari 300 kematian.

• Sinkholes Ketika erosi alami, penambangan manusia atau penggalian bawah tanah membuat tanah terlalu lemah untuk mendukung struktur yang dibangun di atasnya, tanah dapat runtuh dan menghasilkan sinkholes Misalnya, sinkholes Kota Guatemala 2010, yang menewaskan lima belas orang, disebabkan ketika hujan deras dari Badai Tropis Agatha, dialihkan dengan membocorkan pipa-pipa ke dalam batu apung, menyebabkan tanah yang runtuh secara tiba-tiba di bawah bangunan pabrik.

• Erupsi limnik Sebuah letusan limnik terjadi ketika sebuah gas, biasanya CO2, tiba-tiba meletus dari air danau yang dalam, menimbulkan ancaman tercekik margasatwa, ternak dan manusia. Letusan semacam itu sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus dapat menyebabkan tsunami di danau karena meningkatnya gas menggusur air. Ilmuwan percaya tanah longsor, aktivitas gunung berapi, atau ledakan dapat memicu letusan seperti itu. Sampai saat ini, hanya dua letusan limnik telah diamati dan dicatat.

Pada tahun 1984, di Kamerun, letusan limnik terjadi di Danau Monoun menyebabkan kematian 37 penduduk di dekatnya, dan di dekat Danau Nyos pada tahun 1986, letusan yang jauh lebih besar menewaskan antara 1.700 dan 1.800 orang akibat sesak napas.

• Gelombang panas Gelombang panas adalah periode cuaca panas yang tidak biasa dan berlebihan.

sebutkan contoh bencana alam akibat hujan terus menerus

Gelombang panas terburuk dalam sejarah baru-baru ini adalah Gelombang Panas Eropa tahun 2003. Gelombang panas musim panas di Victoria, Australia, menciptakan kondisi yang memicu kebakaran hutan besar-besaran pada tahun 2009. Melbourne mengalami tiga hari berturut-turut suhu melebihi 40 ° C (104 °) F) dengan beberapa daerah regional terik melalui suhu yang jauh lebih tinggi. Kebakaran hutan, yang secara kolektif dikenal sebagai “ Black Saturday“, sebagian merupakan aksi para pelaku pembakaran.

Musim panas Belahan Bumi Utara 2010 mengakibatkan gelombang panas yang hebat, yang menewaskan lebih dari 2.000 orang. Ini mengakibatkan ratusan kebakaran hutan yang menyebabkan polusi udara yang meluas, dan membakar ribuan mil persegi hutan.

Itulah tadi artikel lengkap yang bisa kami bagikan pada semua pembaca. Berkenaan dengan contoh- contoh bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia dan Dunia. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan edukasi serta bahan bacaan bagi semuanya. Posting terkait: • Pengertian Iklim Kutub, Ciri, Jenis, dan Contoh Flora Fauna • Pengertian Terasering, Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya • 8 Ciri Sampah Anorganik dan Penjelasannya Posting pada Alam, Contoh Geografi, Negara Ditag bencana alam, bencana alam di Dunia, bencana alam di indonesia, bentuk bencana alam, contoh bencana alam, gambar bencana alam, jenis bencana alam, macam bencana alam Navigasi pos Kategori • Alam • Atmosfer • Batuan • Benua • Cabang Ilmu • Ciri • Contoh Geografi • Dampak • Geografi • Geologi • Hidrologi • Hutan • Iklim • Ilmu Sosial • Jenis • Kajian Geografi • Klasifikasi • Konsep • Lainnya • Lingkungan • litosfer • Manfaat • Menurut Para Ahli • Negara • Objek Studi Geografi • Penduduk • Penelitian • Sejarah Geografi • Tanah • Unsur

BENCANA ALAM, PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGANNYA




2022 www.videocon.com