28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

Bekasi - Kasus COVID-19 di lingkungan sekolah di Bekasi mencapai 497 orang.

28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

Jumlah itu terdiri dari 279 siswa dan 218 guru. "Untuk SD 4 persen. SD, SMP, SMA 7,8 persen (dari jumlah keseluruhan kasus aktif Corona). Ini kan sangat tinggi. Nah inilah yang dikhawatirkan Pak Plt (Wali Kota) untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Bekasi ini," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Inayatullah ketika dihubungi pada Kamis (3/2/2022).

Melihat data tersebut, Kota Bekasi sudah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak Rabu (2/2). Hal tersebut membuat pro-kontra di kalangan orang tua siswa.

Baca juga: Daerah Lain Langsung Setop PTM di Kala Anies Tunggu Restu Luhut Inay mengatakan akan mengadakan survei kepada orang tua selama PJJ. Ia juga akan melakukan evaluasi dan monitoring dengan para pemangku kebijakan yang lain. "Kita akan lakukan evaluasi dan monitoring dari para pemangku kepentingan termasuk Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, dan KCD (kantor cabang dinas) bersama sama termasuk nanti dari puskesmas nah ini bagaimana perkembangannya, juga dari pengawas," ujarnya.

Selain itu, Inay masih sudah berkoordinasi dengan kantor cabang dinas (KCD) pendidikan terkait PTM untuk SMA. Ia masih menunggu keputusan dari KCD.

"Hari ini saya juga sudah kordinasi dengan kepala KCD dan dia juga sudah membuat surat dan mengikuti apa yang menjadi kebijakan ketua komite dan juga pemulihan ekonomi di kota bekasi," tuturnya. TribunBekasi.com, bekasi - Kota Bekasi kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level III, kali ini jenjang sekolah menengah pertama (SMP) yang lebih dulu melaksanakan PTM. Total ada sebanyak ptm di bekasi disetop mulai besok SMP yang melaksanakan PTM pada 1 September 2021 ini di Kota Bekasi.

Baca juga: Virus Corona Varian Baru Mu Berkonstelasi Mutasi Hingga Meresistensi Vaksin Covid-19 dan Obat-obatan Dengan kembalinya diberlakukan PTM di Kota Bekasi ini, mendapat respons positif bagi para guru sekolah, salah satunya guru SMPN 2 Kota Bekasi.

28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

SMPN 2 Kota Bekasi, merupakan salah satu sekolah yang mulai melaksanakan PTM ini. Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Bekasi, Rudy Winarso pun menyambut baik dengan dilaksanakan PTM ini, karena ia menganggap PTM ini sudah ditunggu para guru dan peserta didik. "Tentunya kami, Kota Bekasi menyambut baik hal ini, karena memang sudah mengharapkan untuk segera melaksanakan kegiatan tatap muka terbatas kembali," kata Rudy Winarso.

Dikatakan Rudy, segala prosedur PTM di SMPN 2 Kota Bekasi secara keseluruhan telah disiapkan jauh sebelumnya, sebab pihaknya juga sudah melaksanakan PTM sebelumnya pada awal Juni 2021 lalu, hanya saja kasus Covid-19 meningkatkan hingga akhirnya PTM di tunda. Baca juga: Ditlantas Polda Metro Jaya Pakai Dua Cara Tilang Pelanggaran Ganjil Genap di Tiga Ruas Jalan di DKI Secara prosedural PTM tak berbeda jauh dibandingkan sebelumnya, yaitu syarat izin orang tua menjadi hal utama.

28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

Kali ini pihak sekolah pun juga tidak mensyaratkan sertifikat vaksin bagi pelajar yang ikut melaksanakan PTM, meski hampir 90 persen siswanya sudah vaksin dosis pertama.
Bekasi - Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa sekolah di Bogor selama seminggu sejak kemarin. Disdik Jabar bakal mengevaluasi dan menentukan nasib kegiatan PTM pekan ini. "Kita sudah menyampaikan kemarin beberapa kebijakan.

Yang sudah dilakukan itu justru di Bogor. Ada beberapa sekolah yang kita lakukan penghentian sementara pembelajaran tatap muka dari tanggal 31 Januari sampai dengan tanggal 8 Februari," kata Kepala Disdik Jabar Dedi Sopandi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (1/2/2022). "Jadi masih sifatnya di pekan ini lokal per lokal (per sekolah).

28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

Jadi ada sekolah yang kasusnya meningkat lebih dari 5 persen di komunitas sekolah, maka dilakukan penghentian sementara selama satu pekan, sambil kita evaluasi secara regulasi dari SKB 4 menteri," papar Dedi. Dedi menyebut Pemprov Jabar saat ini belum menentukan kebijakan terkait sistem pembelajaran.

28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

Kemungkinan, sebut dia, kebijakan sistem pembelajaran akan diumumkan pada Jumat (4/2). "Kalau pekan ini ada hal baru ditemukan kembali, maka kita akan lakukan kebijakannya di awal Februari itu seperti apa. Mungkin akan kita umumkan di Jumat. Kalau sekarang masih per lokal," ucap Dedi. Baca juga: Jokowi Minta Evaluasi PTM di DKI-Jabar-Banten, Ini Kata Kemendikbud Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Ptm di bekasi disetop mulai besok (Jokowi) meminta kegiatan PTM di sejumlah daerah, salah satunya Jabar, dievaluasi.

Presiden Jokowi meminta ada penanganan berbeda untuk kasus COVID-19 varian Omicron. "Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai PPKM secara virtual pada Senin kemarin sebagaimana transkrip arahannya diunggah di situs Setkab, Selasa (1/2).

(zak/zak) TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Ketua Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, akui pihaknya bakal mendiskusikan kelanjutan pembelajaran tatap muka (PTM) di setiap sekolah. Hal itu menyusul ditemukannya 45 siswa yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 pada periode Januari 2022 lalu. "Dari laporan sudah kami terima, ada 45 siswa yang positif Covid-19. Jumlah itu belum termasuk dua orang siswa di SMAN 6 Tambun Selatan," ujar Alamsyah saat dikonfirmasi, Selasa (1/2/2022).

Penyebaran Covid-19 siswa yang terpapar, dikatakan Alamsyah, tidak merata. Baca juga: Ada Ratusan Tempat Tidur di Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Disiapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Baca juga: Ada Satu Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron, Dinkes Kabupaten Bekasi: Sudah Sembuh Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19, Dinkes Kabupaten Bekasi Siapkan 200 Tempat Tidur di Ruang Isolasi Hanya beberapa sekolah di sejumlah kecamatan saja yang tercatat siswanya terkonfirmasi positif.

"Tidak merata, tetapi yang bisa saya sampaikan ada 28 guru-siswa positif corona Kecamatan Setu, Cibitung, Babelan dan Tambun Selatan," ucapnya. Ia menegaskan bahwa siswa-siswa tersebut kemungkinan besar terpapar melalui klaster keluar, atau tertular bukan pada saat mereka mengikuti PTM terbatas di sekolah. "Kebanyakan mereka tertular di luar sekolah. Jadi saat mereka melakukan aktivitas di luar bersama orang tua, atau kegiatan yang lain, bukan saat PTM." "Hampir sama kasusnya sepeti di perusahaan, kebanyakan mereka kenanya di luar tempat bekerja" katanya.
Dia mengatakan, secara kumulatif sejak awal penahanan Covid-19 terdapat 90.667 jiwa di Kota Bekasi yang terpapar corona.

Terkini lingkungan sekolah juga ditemukan kasus aktif Covid-19, meski begitu Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap jalan terus. Ilustrasi Covid-19 (freepik) Covid-19 Melonjak, Kasus Aktif di Kota Bekasi Capai 4.013 Pasien: Satu Hari Ada 897 Warga Positif Perkembangan situasi Pandemi Covid-19 di Kota Bekasi melonjak, berdasarkan data terbaru 30 Januari 2022 kasus aktif mencapai 4.013 pasien.

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, secara kumulatif sejak awal penahanan Covid-19 terdapat 90.667 jiwa di Kota Bekasi yang terpapar corona. "Dari tanggal 07 Maret 2020 hingga Tanggal 30 Januari 2022 secara keseluruhan mencapai 90.667 jiwa, dengan total sembuh mencapai 85.515 jiwa," kata Tri dalam keterangannya, Senin (31/1/2022).

28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

Baca juga: Polisi Bakal Tangkap Siapapun yang Jadikan Street Race di Bekasi Sebagai Lahan Taruhan Berjudi
Jakarta - Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bekasi akan disetop mulai besok. PTM akan diganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kemarin berdasarkan rapat dengan Pak Gubernur kita meminta izin untuk melakukan kegiatan PJJ," ujar Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ketika ditemui di Kelenteng Hok Lay Kiong, Jalan Kenari 1, Selasa (1/2/2022).

"Mulai besok sudah PJJ lagi, ini juga untuk SD, SMP. Kita imbau juga untuk SMA PJJ selama 14 hari," ujarnya. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah menjelaskan, siswa yang terpapar COVID-19 masih di bawah 5 persen. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan tracing kepada siswa lain yang sekelas dengan penyintas.

"Gurunya juga. Jadi GTK (guru tenaga kependidikan) ada 8, terus siswanya ada 20. Jadi total ada 28.

28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

Sudah kita tracing, bahkan sudah dilakukan misalnya sekolah itu kena, misalnya kelas A. Itu kita lakukan tracing, terus guru juga semua di- tracing.

Jadi semua kita tracing, dan itu dilakukan oleh Dinkes, melalui puskesmas," ujar Inay ketika dihubungi. Baca juga: Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali, Jabodetabek Masih Level 2 Atas kasus ini, dia menyerahkan sistem pembelajaran kepada pemerintah daerah. "Kalau itu tergantung kepada pemerintah daerah lagi, kepala daerahnya gimana putusannya, kalau kita kan hanya melaksanakan," ucapnya. Simak juga Video: Jokowi Minta PTM Dievaluasi, Kemendikbud: Sudah Adaptif [Gambas:Video 20detik] (idn/idn)Jakarta - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meminta pembelajaran tatap muka ( PTM) dievaluasi.

Evaluasi ini diutamakan bagi tiga provinsi di Indonesia. "Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten," kata Jokowi dalam rapat terbatas daring mengenai PPKM dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Senin (31/1/2022), sebagaimana arahannya diunggah di laman setkab.go.id, Selasa (1/2/2022).

Senada dengan permintaan Presiden Jokowi, sejumlah pemerintah kota telah melaksanakan evaluasi tentang lonjakan kasus di tiap daerah dan kaitannya dengan pelaksanaan PTM. Beberapa pemerintah kota di antaranya memutuskan untuk menyetop PTM hingga kasus COVID-19 di wilayahnya melandai. Berikut daftarnya. Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Begini Aturan PTM Terbaru Daftar 3 Kota Setop PTM Imbas COVID-19 1. Bekasi Plt. Wali Kota Bekasi, Jawa Barat Tri Adhianto mengatakan, PTM di Kota Bekasi akan disetop mulai Rabu (2/2/2022).

Ia menjelaskan, PTM di Bekasi ptm di bekasi disetop mulai besok setelah adanya temuan sekitar 20 siswa dan guru positif COVID-19. Tri mengatakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan menggantikan PTM selama 28 guru-siswa positif corona hari ke depan. "Kemarin berdasarkan rapat dengan Pak Gubernur kita meminta izin untuk melakukan kegiatan PJJ," kata Tri, Selasa (1/2/2022).

"Mulai besok (Rabu) sudah PJJ lagi, ini juga untuk SD, SMP. Kita imbau juga untuk SMA PJJ selama 14 hari," imbuhnya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah menjelaskan, saat ini sebanyak 20 siswa dan 8 guru dan tenaga kependidikan positif COVID-19.

Ia mengatakan, persentase kasus di sekolah Bekas saat ini di bawah 5 persen. "Jadi GTK (guru tenaga kependidikan) ada 8, terus siswanya ada 20. Jadi total ada 28. Sudah kita tracing, bahkan sudah dilakukan misalnya sekolah itu kena, misalnya kelas A. Itu kita lakukan tracing, terus guru juga semua di- tracing.

Jadi semua kita tracing, dan itu dilakukan oleh Dinkes, melalui puskesmas," kata Inayatullah. 2. Bogor Wali Kota Bogor, Jawa Barat Bima Arya menghentikan PTM (detik.com/tag/ptm) jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan dasar dan menengah di Bogor mulai Selasa (1/2/2022). Bima menuturkan, penghentian PTM merespons lonjakan kasus COVID-19 di Bogor sepekan terakhir.

"Data-data menunjukkan bahwa lonjakannya eksponensial, melampaui prediksi ptm di bekasi disetop mulai besok dilakukan oleh kita, jadi seharusnya angka di atas ratusan ini (diprediksi) baru Februari, tetapi ini kemarin sudah 115 (kasus). Karena itu kita harus melakukan langkah cepat untuk membendung penularan virus ini," kata Bima usai rapat dengan Forkopimda dan staf pemkot Bogor, Senin (31/01/2022).

Bima mengatakan, penghentian sementara PTM juga dilakukan pasca 45 siswa dan guru di Bogor positif COVID-19. "Kita sepakati menunda PTM di semua tingkatan. Karena angkanya (positif COVID-19) tinggi sekali, 45 (siswa dan guru) di seluruh sekolah dan kemungkinan akan terus menyebar," ujar Bima usai rapat dengan Forkopimda dan staf pemkot Bogor, Senin (31/01/2022).

"(Penghentian PTM) Sampai batas waktu yang tidak ditentukan, sampai lonjakannya kemudian kembali melandai, vaksin anak-anak sudah full (dosis 1 dan 2) dan juga (vaksin) booster sudah diberikan kepada guru dan pendidik," imbuhnya. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebelumnya mengatakan akan melakukan evaluasi pelaksanaan PTM seiring lonjakan kasus COVID-19 Jabar. "Nah, ini kami teliti sehingga dalam perhitungan PPKM yang sering ditanyakan memang agak berbeda dengan isu tahun lalu, mohon bersabar," kata Ridwan Kamil, Sabtu (29/1/2022).

"Kita sedang menganalisis tapi kasus sedang tinggi, kita full waspada dengan prokes (protokol kesehatan) sambil mengevaluasi PPKM yang paling pas untuk situasi ini, termasuk mengevaluasi PTM, juga kita evaluasi," sambungnya.

Baca juga: 90 Sekolah di DKI Ditutup & RI2 Minta PTM Diperhatikan, Ini Respons Kemendikbud 3. Tangerang Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, pemerintah Kota Tangerang, Banten menghentikan sementara PTM (detik.com/tag/ptm) di jenjang pendidikan anak usia dini hingga SMP mulai Rabu (26/1/2022).

Para siswa kembali menjalani PJJ seperti siswa PAUD-SMP di Bogor dan Bekasi. "Kenaikan kasusnya cukup drastis, makanya untuk menjaga anak-anak proses belajar mengajar kembali online untuk sementara," kata Arief, Selasa (25/1/2022) seperti dikutip dari laman kantor berita Antara. Simak Video " Epidemiolog Singgung Ancaman Omicron Bagi Anak" [Gambas:Video 20detik] (twu/rah)
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan menyetop pembelajaran tatap muka ( PTM).

Nantinya mekanisme belajar mengajar akan diganti dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Berdasarkan rapat dengan Pak Gubernur kita meminta izin untuk melakukan kegiatan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)," tutur Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di Bekasi, Selasa (1/2/2022). Peralihan dari PTM ke PJJ, sambung Tri, menyusul ditemukannya kasus konfirmasi positif Covid-19.

PJJ pun akan dimulai pada besok hari, Rabu (2/2/2022) selama 14 hari. "Besok sudah PJJ lagi, ini juga untuk SD, SMP. Kita imbau juga untuk SMA PJJ, 14 hari," katanya. Baca juga: Presiden Jokowi Minta PTM Dievaluasi, Anies: Kita Monitoring Terus Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah menyebutkan, terdapat 8 Guru Tenaga Kependidikan (GTK) yang terpapar Covid-19.

Dengan demikian, jumlah keterpaparan yang ada di zona pendidikan Kota Bekasi ada 28 orang. “Gurunya juga. Jadi Guru Tenaga Kependidikan ada 8, terus siswanya ada 20.

Jadi total ada 28," jelas Inay.

28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

Dia memastikan telah melakukan tracing terkait penyebaran kasus ini. Adapun tracing tersebut dilakukan oleh Puskesmas melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

"Sudah kita tracing, bahkan sudah dilakukan misalnya sekolah itu kena, misalnya kelas A. Itu kita lakukan tracing, terus guru juga semua ditracing.

Jadi semua kita tracing, dan itu dilakukan oleh Dinkes, melalui Puskesmas," ucapnya.
Jakarta – Pembelajaran tatap muka di Kota Bekasi akan disetop mulai besok. PTM akan diganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kemarin berdasarkan rapat dengan Pak Gubernur kita meminta izin untuk melakukan kegiatan PJJ,” ujar PLT Walikota Bekasi, Tri Adhianto ketika ditemui di klenteng Hok Lay Kiong, Jalan Kenari 1 Selasa (1/2/2022).

PTM disetop menyusul ditemukannya 20 siswa dan guru terpapar Corona. Tri mengatakan PJJ akan dimulai pada hari Rabu (2/2) besok selama 14 hari. “Mulai besok sudah PJJ lagi, ini juga untuk SD, SMP. Kita imbau juga untuk SMA PJJ selama 14 hari,” ujarnya. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah menjelaskan siswa yang terpapar covid-19 masih di bawah 5 persen. Meski demikian pemerintah tetap melakukan tracing kepada siswa lain yang sekelas dengan penyintas.

“Gurunya juga. Jadi GTK (Guru Tenaga Kependidikan) ada 28 guru-siswa positif corona, terus siswanya ada 20. Jadi total ada 28. Sudah kita tracing, bahkan sudah dilakukan misalnya sekolah itu kena, misalnya kelas A. Itu kita lakukan tracing, terus guru juga semua ditracing. Jadi semua kita tracing, dan itu dilakukan oleh Dinkes, melalui Puskesmas,” ujar Inay ketika dihubungi.

Atas kasus ini dia menyerahkan sistem pembelajaran kepada pemerintah daerah. “Kalau itu tergantung kepada pemerintah daerah lagi, kepala daerahnya gimana putusannya, kalau kita kan hanya melaksanakan,” ucapnya.

(idn/idn)

28 guru-siswa positif corona, ptm di bekasi disetop mulai besok

Puluhan Siswa Dan Guru Positif Covid-19, PTM Ditunda




2022 www.videocon.com