Surat an-nas ayat ke-3

surat an-nas ayat ke-3

(Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu) artinya bertasbihlah seraya memuji-Nya (dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Surat an-nas ayat ke-3 Penerima tobat) sesungguhnya Nabi saw. sesudah surah ini diturunkan, beliau selalu memperbanyak bacaan: Subhaanallaah Wa Bihamdihi, Astaghfirullaaha Wa Atuubu Ilaihi, yang artinya: "Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya." Dengan turunnya surah ini dapat diketahui bahwa saat ajalnya telah dekat.

Peristiwa penaklukan kota Mekah itu terjadi pada bulan Ramadan tahun delapan Hijriah, dan beliau wafat pada bulan Rabiulawal, tahun sepuluh Hijriah.

maka bersyukurlah kepada Tuhanmu dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Mintalah ampunan untukmu dan untuk umatmu, karena Dia, memang, sunguh Maha Penerima tobat hamba-Nya(1). (1) Surat ini menunjuk kepada peristiwa pembebasan kota Mekah. Penyebab langsung terjadinya pembebasan kota Mekah adalah pelanggaran suku Quraisy terhadap perjanjian Hudaibiyah dengan melakukan penyerangan terhadap suku Khazâ'ah--yang sudah berada dalam lindungan Rasulullah saw.--dan membantu Banû Ka'b dalam aksi penyerangan itu.

Ketika itu, Rasulullah melihat bahwa apa yang dilakukan oleh suku Quraisy dalam melanggar perjanjian tersebut mengharuskannya untuk melakukan pembebasan Mekah. Beliau pun segera mengumpulkan sebuah pasukan kuat yang terdiri atas 10. 000 ribu tentara. Peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadan, tahun 8 Hijriah (Desember 630 M.). Rasulullah mewasiatkan pasukannya untuk tidak melakukan penyerangan kecuali dalam keadaan terpaksa.

surat an-nas ayat ke-3

Dan, atas kehendak Allah, Rasulullah bersama pasukannya dapat memasuki kota Mekah tenpa terjadi perang. Begitulah, Nabi Muhammad memperoleh kemenangan yang amat besar dalam sejarah penyebaran Islam tanpa terjadi perang dan pertumpahan darah. Submit : 2015-04-01 02:13:32 Link sumber: http://tafsir.web.id/ Dengan turunnya surah ini surat an-nas ayat ke-3, bahwa ajal Beliau telah semakin dekat; penaklukkan Mekkah terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijriah, sedangkan wafatnya Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pada bulan Rabi’ul Awwal pada tahun ke-11 Hijriah.

ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied. Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: nxYsRYGrL_qF1i_52qXdRv8cOVE2etleM6XXJ03vLcqGJYiohy_VBA==
maka sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas karunia-Nya yang agung itu, bertasbihlah dan sucikanlah Tuhanmu dari sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya, dan sertailah tasbihmu itu dengan memuji Tuhan-mu yang telah menyokongmu dalam menaklukkan Mekah, dan mohonlah ampunan kepada-Nya untukmu dan umatmu.

Sungguh, Dia Maha Penerima tobat hamba-hamba-Nya yang bertasbih dan beristigfar.

surat an-nas ayat ke-3

Membaca tasbih, tahmid, dan istighfar adalah cara yang mulia ketika seseorang meraih kesuksesan karena pada hakikatnya Allah-lah yang memberi kesuksesan itu kepadanya, bukan dengan berpesta dan berfoya-foya. Bila yang demikian itu telah terjadi, Nabi diperintahkan untuk mengagungkan dan mensucikan Tuhannya dari hal-hal yang tidak surat an-nas ayat ke-3 bagi-Nya, seperti menganggap terlambat datangnya pertolongan dan mengira bahwa Tuhan tidak menepati janji-Nya menolong Nabi atas orang-orang kafir.

Menyucikan Allah hendaknya dengan memuji-Nya atas nikmat-nikmat yang dianugerahkan-Nya dan mensyukuri segala kebaikan-kebaikan yang telah dilimpahkan-Nya dan menyanjung-Nya dengan sepantasnya. Bila Allah Yang Mahakuasa dan Mahabijaksana memberi kesempatan kepada orang-orang kafir, bukanlah berarti Dia telah menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beramal baik. Kemudian Nabi Muhammad dianjurkan untuk meminta ampun kepada Allah untuk dirinya dan sahabat-sahabatnya yang telah memperlihatkan kesedihan dan keputusasaan karena merasa pertolongan Allah terlambat datangnya.

Bertobat dari keluh-kesah adalah dengan mempercayai penuh akan janji-janji Allah dan membersihkan jiwa dari pemikiran yang bukan-bukan bila menghadapi kesulitan. Hal ini walaupun berat untuk jiwa manusia biasa, tetapi ringan untuk Nabi Muhammad sebagai insan kamil (manusia sempurna). Oleh sebab itu, Allah menyuruh Nabi saw memohon ampunan-Nya. Keadaan ini terjadi pula pada para sahabat yang memiliki jiwa yang sempurna dan menerima tobat mereka, karena Allah selalu menerima tobat hamba-hamba-Nya.

Allah mendidik hamba-hamba-Nya melalui bermacam-macam cobaan dan surat an-nas ayat ke-3 merasa tidak sanggup menghadapinya harus memohon bantuan-Nya serta yakin akan datangnya bantuan itu. Bila ia selalu melakukan yang demikian niscaya menjadi kuat dan sempurnalah jiwanya. Maksudnya, bila pertolongan telah tiba dan telah mencapai kemenangan serta manusia berbondong-bondong masuk Islam, hilanglah ketakutan dan hendaklah Nabi saw bertasbih menyucikan Tuhannya dan mensyukuri-Nya serta membersihkan jiwa dari pemikiran-pemikiran yang terjadi pada masa kesulitan.

Dengan demikian, keluh-kesah dan rasa kecewa tidak lagi akan mempengaruhi jiwa orang-orang yang ikhlas selagi mereka memiliki keikhlasan dan berada dalam persesuaian kata dan cinta sama cinta.

Dengan turunnya Surah an-Nasr ini, Nabi memahami bahwa tugas risalahnya telah selesai dan selanjutnya ia hanya menunggu panggilan pulang ke rahmatullah.

Ibnu 'AbbAs berkata: "Ketika turun ayat Idha jaa nasrullahi wal fath, Rasulullah saw memanggil Fatimah, lalu berkata: "Kematian diriku sudah dekat." Fatimah pun menangis. Rasulullah saw berkata, "Jangan menangis, karea kamu adalah anggota pertama dari keluargaku yang akan menyusulku." Fatimah pun tertawa bahagia (mendengarnya). Para istri Nabi saw yang melihat hal itu berkata, "Wahai Fatimah, kami melihatmu menangis lalu tertawa." Fatimah berkata, "Rasulullah saw memberitahuku bahwa kematian dirinya telah dekat, maka aku menangis.

Namun, beliau mengatakan, "Jangan menangis, karena kamu adalah anggota pertama dari keluargaku yang akan menyusulku." Maka aku pun tertawa bahagia. (Riwayat al- Darimi) Ibnu 'Umar berkata, "Surah ini turun di Mina ketika Nabi mengerjakan Haji Wada', sesudah itu turun firman Allah: Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. (al-Ma'idah/5: 3) Nabi hidup hanya delapan puluh hari setelah turun ayat ini.

Kemudian setelah itu, turun ayat Kalalah, dan Nabi hidup sesudahnya lima puluh hari. Setelah itu turun ayat: Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. (at-Taubah/9:128) Maka Nabi saw hidup sesudahnya tiga puluh lima hari. Kemudian turun firman Allah: Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. (al Baqarah/2: 281) Maka Nabi saw hidup sesudahnya hanya dua puluh satu hari saja.

ARTIKEL LAINNYA • Doa Meminta Kesembuhan untuk Diri Sendiri Berdasar Hadits Nabi SAW • Surat Yusuf Ayat 15-16: Ini Doa Nabi Yusuf Saat Dimasukkan ke Sumur • Investasi Miras? Inilah Hadist-hadist yang Melarang Minuman Haram Itu • Ustaz Adi Hidayat Temukan Obat Covid-19 Bersumber dari Hadis Nabi • Ustaz Arrazy Hasyim Tanggapi Hadis-hadis Bulan Rajab • Keutamaan Membaca Ayat Kursi Setelah Shalat Fardhu dan Manfaatnya • Surat Thaha Ayat 41, Kisah Nabi Musa Diangkat Menjadi Rasul • Surat Yusuf Ayat 37: Dakwah Nabi Yusuf Mulai Diterima Penghuni Penjara • Tipu Daya Duniawi (1): Banyak Ayat Al-Quran dan Hadits yang Surat an-nas ayat ke-3 Dunia • Doa-doa Para Nabi yang Tercantum Dalam Al-Qur'an • more إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ Arab-Latin: Ilāhin-nās Artinya: Sembahan manusia.

« An-Nas 2 ✵ An-Nas 4 » Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir Surat An-Nas Ayat 3 (Terjemah Arti) Paragraf di atas merupakan Surat An-Nas Ayat 3 dengan text arab, latin dan artinya. Didapati beraneka penafsiran dari berbagai mufassirin terhadap makna surat An-Nas ayat 3, misalnya sebagaimana termaktub: Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia Tuhan semabahan manusia yang tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr.

Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) 3. Sesembahan mereka yang benar, tidak ada sesembahan lain yang benar bagi manusia selain Dia. Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr.

Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah 3. إِلٰهِ النَّاسِ (Sembahan manusia) Yakni sesembahan manusia; sebab raja belum tentu menjadi sesembahan, maka Allah menjelaskan di sini bahwa hanya Dia-lah sesembahan manusia. Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah?

surat an-nas ayat ke-3

Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir Al-Wajiz / Surat an-nas ayat ke-3 Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Surat an-nas ayat ke-3 3.

Dzat yang disembah manusia dengan sebenar-benarnya, dan nama Tuhan itu hanya dikhususkan untuk Allah SWT, dan tidak ada satupun sekutu bagiNya. Ini adalah tiga sifat Allah, yaitu Rububiyyah, Malik, dan Uluhiyyah (Mendidik, Merajai dan Menjadi Tuhan) Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof.

Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah Sembahan manusia} sesembahan manusia yang sebenarnya Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H 1-6. Surat ini mencakup perlindungan diri kepada Rabb manusia, Penguasa dan Sesembahan mereka, dari setan yang merupakan pangkal dan materi dasar segala kejahatan. Di antara fitnah dan kejahatannya adalah bisikan dalam dada manusia.

Keburukan dibuat seolah-olah baik untuk mereka dan diperlihatkan dalam bentuk yang indah, menggerakan keinginan mereka agar melakukannya, menghalangi mereka dari kebaikan dan kebaikan di perlihatkan pada mereka dengan wujud lain.

Setan selalu berada dalam kondisi seperti itu, membisiki kemudian menunda bisikan bila manusia mengingat Rabbnya dan meminta pertolongan kepadaNya untuk menangkal bisikan tersebut. Maka manusia selayaknya meminta pertolongan dan perlindungan serta berpegangan pada pemeliharaan Allah, karena semua makhluk berada di bawah uluhiyah dan kekuasaanNya, semua ubun-ubun makhluk yang melata berada dalam genggaman Allah, dan di bawah uluhiyahNya yang menjadi tujuan penciptaan makhluk.

Karena itu, tidaklah tujuan itu sempurna untuk manusia tanpa menangkal kejahatan musuh mereka yang ingin memutuskan mereka dan menghalangi mereka darinya dan ingin menjadikan mereka sebagai golongannya, agar mereka menjadi penghuni Neraka Sa’ir.

surat an-nas ayat ke-3

Bisikan, sebagaimana berasal dari setan juga bisa berasal dari manusia, karena itu Allah berfirman, “Dari jin dan manusia.” Segala puji bagi Allah semata, Rabb semesta alam, secara permulaan, penutup, lahir dan batin. Kita memohon semoga Allah menyempurnakan nikmatNya, memaafkan dosa-dosa kita yang menghalangi kita dari berbagai berkahNya, semoga Allah mengampuni kesalahan dan keinginan hawa nafsu kita yang melenyapkan renungan ayat-ayat Allah dari hati kita.

Kita berharap kepadaNya semoga tidak menghalangi kita dari kebaikan yang ada di sisiNya karena keburukan yang ada pada diri kita, karena sesungguhnya hanya kaum kafir dan orang-orang yang sesatlah yang berputus asa dari rahmat Allah.

Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof.

Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA) { إِلَٰهِ النَّاسِ } Inil adalah sifat ketiga yang disebutkan dalam surah ini, "Al-Ilah" berarti : "Al-Ma'bud" yang disembah, dan "Al-Ma'bud" terbagi menjadi dua bagian : - Sembahan yang haq, dan ini hanyalah milik Allah - عز وجل - semata.

- Sembahan yang bathil, yaitu sembahan selain Allah - عز وجل - dari sembahan-sembahan kaum musyrikin, dan mereka juga berasal dari manusia atau benda-benda mati tak bernyawa. Jadi dalam surah ini disimpulkan ada tidak macam dari pembagian tauhid : "Rabb" dan "Al-Malik" dan "Al-Ilah". Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H إِلَهِ النَّاسِ “Sembahan manusia.” Maknanya: sesembahan dan yang diibadahi oleh mereka.

Sesembahan yang sebenarnya, yang disembah, dicintai dan diagungkan Dialah Allah ‘Azza Wa Jalla. An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi Surat An-Nas ayat 3: Aku berlindung dengan Tuhan manusia dan sesembahan mereka yang benar, yang memalingkan keburukan sihir dan ‘ain, serta keburukan setan dari kalangan manusia dan jin.

Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nas Ayat 3 Sembahan manusia, tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah tuhan yang patut disembah dan dimintai perlindungan.

4-6. Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya, yang membisikkan kejahatan dan kesesatan ke dalam dada manusia dengan cara yang halus, lihai, licik, dan menjanjikan secara terus-menerus.

Aku berlindung kepada-Nya dari setan pembisik kejahatan dan kesesatan yang berasal dari golongan jin, yakni makhluk halus yang tercipta dari api, dan juga dari golongan manusia yang telah menjadi budak setan. Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Itulah variasi penafsiran dari beragam ahli tafsir mengenai isi dan arti surat Surat an-nas ayat ke-3 ayat 3 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat untuk kita bersama. Bantu dakwah kami dengan memberi backlink ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

TafsirWeb Updates • Luqman 13-14 • al-Kautsar • Al-Ma’idah 3 • Al-Hujurat 12 • Al-Isra 23 • al-Waqi’ah • al-‘Ashr • Al-Baqarah 83 • Luqman 14 • al-Fatihah • Al-Isra 1 • Ali ‘Imran 159 • Yasin • al-Mulk • Yunus 40-41 • ‘Abasa • Al-Hujurat 13 • Al-Isra 32 • al-Fil • al-Balad
Jakarta - Surat Annas adalah surah penutup ke-114 dalam Al Quran. Annas artinya manusia dan kata Annas diambil dari ayat pertama surat ini.

Surat ini termasuk dalam golongan surah makkiyah dan terdiri dari 6 ayat. Annas turun sesudah surat Al Falaq dan sebelum surat Al Ikhlas. Isi surat Annas seperti dilansir buku 'Tafsir Al Mishbah jilid 15 karya Prof Dr M Quraish Shihab adalah permohonan perlindungan surat an-nas ayat ke-3 Allah SWT. Baca juga: Surat Al Fil, Arab, Latin, dan Maknanya Nabi saw. bersabda: "Allah telah menurunkan kepadaku ayat-ayat yang tidak ada bandingannya; Qul A 'uudzu bi Rabbian-Nas dan Qul A 'uudzubi Rabbal-Falaq (dst)" (HR.Muslim dan at-Tirmidzi melalui 'Uqbah Ibn 'Amir al-Juhani).

Yang dimaksud dengan tidak ada bandingannya, adalah dalam hal doa meminta perlindungan.

surat an-nas ayat ke-3

Dalam surat al Falaq yang disebut terakhir adalah iri hati, dan inilah yang merupakan sumber upaya iblis menjerumuskan manusia serta sumber permusuhan dengannya. Karena itu dalam surat Annas https://www.detik.com/tag/alquran memulai dengan memohon perlindungan dari kejahatan khusus yaitu godaan jin atau iblis.

Di sisi lain, surat Al Falaq merupakan permohonan perlindungan dari kejahatan yang bersumber dari luar. Sedangkan surat Annas merupakan permohonan perlindungan dari kejahatan yang datang dari dalam, bahkan boleh jadi diri manusia sendiri. Allah SWT pada surat ini mengajar Nabi Muhammad SAW memohon perlindungan dengan berfirman: Katakanlah wahai Nabi Muhammad, aku berlindung kepada Tuhan Pemelihara manusia. Maha Raja yang menguasai manusia Tuhan yang disembah dan dipatuhi oleh manusia suka atau tidak suka.

Berikut surat Annas Arab, latin, dan artinya: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ - ١ qul a'ụżu birabbin-nās Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, مَلِكِ النَّاسِۙ - ٢ malikin-nās Raja manusia, اِلٰهِ النَّاسِۙ - ٣ ilāhin-nās sembahan manusia, مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ - ٤ min syarril-waswāsil-khannās surat an-nas ayat ke-3 kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ - ٥ allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ - ٦ minal-jinnati wan-nās dari (golongan) jin dan manusia."
Allah menambah keterangan tentang Tuhan pendidik manusia ialah yang menguasai jiwa mereka dengan kebesaran-Nya.

Mereka tidak mengetahui kekuasaan Allah itu secara keseluruhan, tetapi mereka tunduk kepada-Nya dengan sepenuh hati dan mereka tidak mengetahui bagaimana datangnya dorongan hati kepada mereka itu, sehingga dapat mempengaruhi seluruh jiwa raga mereka. Ayat-ayat ini mendahulukan kata Rabb (pendidik) dari kata Malik dan Ilah karena pendidikan adalah nikmat Allah yang paling utama surat an-nas ayat ke-3 terbesar bagi manusia. Kemudian yang kedua diikuti dengan kata Malik (Raja) karena manusia harus tunduk kepada kerajaan Allah sesudah mereka dewasa dan berakal.

Kemudian diikuti dengan kata Ilah (sembahan), karena manusia sesudah berakal menyadari bahwa hanya kepada Allah mereka harus tunduk dan hanya Dia saja yang berhak untuk disembah.

surat an-nas ayat ke-3

Allah menyatakan dalam ayat-ayat ini bahwa Dia Raja manusia. Pemilik manusia dan Tuhan manusia, bahkan Dia adalah Tuhan segala sesuatu. Tetapi di lain pihak, manusialah yang membuat kesalahan dan kekeliruan dalam menyifati Allah sehingga mereka tersesat dari jalan lurus. Mereka menjadikan tuhan-tuhan lain yang mereka sembah dengan anggapan bahwa tuhan-tuhan itulah yang memberi nikmat dan bahagia serta menolak bahaya dari mereka, yang mengatur hidup mereka, menggariskan batas-batas yang boleh atau tidak boleh mereka lakukan.

Mereka memberi nama tuhan-tuhan itu dengan pembantu-pembantunya dan menyangka bahwa tuhan-tuhan itulah yang mengatur segala gerak-gerik mereka. Dalam ayat lain, Surat an-nas ayat ke-3 berfirman: Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia.

Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. (at-Taubah/9: 31) Dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan.

surat an-nas ayat ke-3

Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim? (Ali 'Imran/3: 80) Maksudnya, dengan ini Allah memperingatkan manusia bahwa Dia-lah yang mendidik mereka sedang mereka adalah manusia-manusia yang suka berpikir dan Dia Raja mereka dan Dia pula Tuhan mereka menurut pikiran mereka.

Maka tidak benarlah apa yang mereka ada-adakan untuk mendewa-dewakan diri mereka padahal mereka manusia biasa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Surat an-nas ayat ke-3 malaikat malam dan para malaikat siang saling bergantian mendatangi kalian. Mereka berkumpul saat shalat Subuh dan Ashar. Kemudian naiklah para malaikat malam (yang mendatangi kalian).

Lalu, Allah bertanya kepada mereka (dan Dia lebih mengetahui semua urusan mereka): Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian meninggalkannya? Mereka (malaikat) menjawab: Kami meninggalkan mereka sedang shalat dan ketika kami mendatangi mereka, mereka juga sedang shalat.

surat an-nas ayat ke-3

(HR. Nasa\'i No. 481) ARTIKEL LAINNYA • Surat Yusuf Ayat 37: Dakwah Nabi Yusuf Mulai Diterima Penghuni Penjara • Sahabat Nabi Tidak Bermazhab, Benarkah? • Surat Yusuf Ayat 13-14: Nabi Ya'kub Cemas Saat Yusuf Dibawa Saudaranya • 40 Hadis Keutamaan Al-Quran (3) • Ayat-ayat Surat an-nas ayat ke-3 Qur'an Tentang Cinta dan Jodoh, Bisa Diamalkan sebagai Doa • Surat Ali Imran 190-191, Nabi Menangis karena Ayat Ini • Tipu Daya Duniawi (1): Banyak Ayat Al-Quran dan Hadits yang Mencela Dunia • Ayat-Ayat Al-Quran Terkesan Acak, Begini Penjelasan Quraish Shihab • Muamalah dalam Rumah Tangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis Surat an-nas ayat ke-3 • Memahami Ayat Penyembuhan dalam Al-Quran • moreMenu • 📖 SURAH-SURAH ALQURAN • 📗 HADITS SHAHIH • 📘 BULUGHUL MARAM • KITAB THAHARAH (BERSUCI) • KITAB SHALAT • KITAB JENAZAH • KITAB ZAKAT • KITAB SHIYAM • KITAB HAJJI • KITAB NIKAH • KITAB URUSAN PIDANA • KITAB HUKUMAN • KITAB JIHAD • KITAB MAKANAN • KITAB SUMPAH DAN Surat an-nas ayat ke-3 • KITAB MEMUTUSKAN PERKARA • KITAB MEMERDEKAKAN BUDAK • KITAB KELENGKAPAN • 🙏 DO'A SEHARI-HARI • 🔉 AUDIO PODCAST • 💬 KAMUS ISTILAH ISLAM • ❓ SOAL & PERTANYAAN AGAMA • 🔀 AYAT ALQURAN ACAK • 🔀 HADITS ACAK • 🔀 ARTIKEL ACAK • 🐫 LAINNYA .

• Statistik Pencarian • Donasi • Beri Saran & Masukan • Tentang RisalahMuslim Tafsir QS. An-Nas (114) : 3. Oleh Kementrian Agama RI Allah menambah keterangan tentang Tuhan pendidik manusia ialah yang menguasai jiwa mereka dengan kebesaran-Nya. Mereka tidak mengetahui kekuasaan Allah itu secara keseluruhan, tetapi mereka tunduk kepada-Nya dengan sepenuh hati dan mereka tidak mengetahui bagaimana datangnya dorongan hati kepada mereka itu, sehingga dapat mempengaruhi seluruh jiwa raga mereka.

Ayat-ayat ini mendahulukan kata Rabb (pendidik) dari kata Malik dan Ilah karena pendidikan adalah nikmat Allah yang paling utama dan terbesar bagi manusia. Kemudian yang kedua diikuti dengan kata Malik (Raja) karena manusia harus tunduk kepada kerajaan Allah sesudah mereka dewasa dan berakal. Kemudian diikuti dengan kata Ilah (sembahan), karena manusia sesudah berakal menyadari bahwa hanya kepada Allah mereka harus tunduk dan hanya Dia saja yang berhak untuk disembah. Allah menyatakan dalam ayat-ayat ini bahwa Dia Raja manusia.

Pemilik manusia dan Tuhan manusia, bahkan Dia adalah Tuhan segala sesuatu. Tetapi di lain pihak, manusialah yang membuat kesalahan dan kekeliruan dalam menyifati Allah sehingga mereka tersesat dari jalan lurus. Mereka menjadikan tuhan-tuhan lain yang mereka sembah dengan anggapan bahwa tuhan-tuhan itulah yang memberi nikmat dan bahagia serta menolak bahaya dari mereka, yang mengatur hidup mereka, menggariskan batas-batas yang boleh atau tidak boleh mereka lakukan.

Mereka memberi nama tuhan-tuhan itu dengan pembantu-pembantunya dan menyangka bahwa tuhan-tuhan itulah yang mengatur segala gerak-gerik mereka. Dalam ayat lain, Allah ﷻ berfirman: اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًا لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ Mereka menjadikan orang-orang alim ( Yahudi), dan rahib-rahibnya ( Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia.

Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. ( At-Taubah [9]: 31) وَلَا يَأْمُرَكُمْ اَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلٰۤىِٕكَةَ وَالنَّبِيّٖنَ اَرْبَابًا اَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ اِذْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ Dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan.

Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim? ( Ali ‘Imran [3]: 80) Maksudnya, dengan ini Allah memperingatkan manusia bahwa Dia-lah yang mendidik mereka sedang mereka adalah manusia-manusia yang suka berpikir dan Dia Raja mereka dan Dia pula Tuhan mereka menurut pikiran mereka.

surat an-nas ayat ke-3

Maka tidak benarlah apa yang mereka ada-adakan untuk mendewa-dewakan diri mereka padahal mereka manusia biasa. Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi: (1-3) Ketiga ayat yang pertama merupakan sebagian dari sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala yaitu sifat Rububiyah (Tuhan), sifat Al-Mulk (Raja), dan sifat Uluhiyyah (Yang disembah).

Dia adalah Tuhan segala sesuatu, Yang memilikinya dan Yang disembah oleh semuanya. Maka segala sesuatu adalah makhluk yang diciptakan-Nya dan milik-Nya serta menjadi hamba-Nya. Unsur Pokok Surah An Nas (الناس) Surat ini terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Falaq. Nama " An-Nas" diambil dari "An Naas" yang berulang kali disebut dalam surat ini yang artinya manusia. Keimanan: ▪ Perintah kepada manusia agar berlindung kepada Allah dari segala macam kejahatan yang datang ke dalam jiwa manusia dari jin dan manusia.

Ayat ini terdapat dalam surah An Nas. Surah An-Nas (bahasa Arab:النَّاسِ, “Manusia”) adalah surah penutup (ke-114) dalam Alquran. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang berarti manusia.

surat an-nas ayat ke-3

Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah adalah anjuran supaya manusia memohon perlindungan kepada Allah terhadap pengaruh hasutan jahat setan yang menyelinap di dalam diri. Nomor Surah 114 Nama Surah An Nas Arab الناس Arti Umat Manusia Nama lain – Tempat Turun Mekkah Urutan Wahyu 21 Juz Juz 30 Jumlah ruku’ 1 ruku’ Jumlah ayat 6 Jumlah kata 20 Jumlah huruf 78 Surah sebelumnya Surah Al-Falaq Surah selanjutnya Tidak ada Kandungan Surah An Nas ۞ QS.

114:1 • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) ۞ QS. 114:2 • Segala sesuatu milik Allah • Al Malik (Raja) ۞ QS. 114:3 • Tauhid Uluhiyyah ۞ QS. 114:4 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan ۞ QS. 114:5 • Sifat iblis dan pembantunya ۞ QS. 114:6 • Sifat iblis dan pembantunya Correct!

surat an-nas ayat ke-3

Wrong! Penjelasan: Dalam hadits shahih disebutkan. أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ. أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.' [HR.

Muslim dalam Al-Iman (49)] Correct! Wrong! Penjelasan: Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا 'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran' --HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah. Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat surat an-nas ayat ke-3, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang … Pencarian Terbaru • apa itu hilah • robbi laa tadzarni fardan wa anta khoirul waaritsin • arti ruqyatun dalam kamus • tasbih malaikat langit tertinggi • makna hadis لا يغلق الرهن • hadits menyusui dewasa • tafsir al anfal 50 • mvidiyo meyiksa twanan cewe hamil di ab ganistan • makna hadits makanan cukup untuk dua orang cukup untuk tiga orang • Radhiyallohu • radhiallahu wa Anna wa radhoh artinya • muwatta artinya • rabbanaghfirlana dzunubana waliwa • hadist sesungguhnya agama itu mudah • doa menerima sodaqoh

Surat An-Naba' (The Tidings)




2022 www.videocon.com