Foto monyet ber 6

foto monyet ber 6 foto monyet ber 6

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – 3 shio-wanita-yang-bawa-keberuntungan-bagi-suaminya' title='SHIO Wanita yang Bawa Keberuntungan Bagi Suaminya'>SHIO Wanita yang Bawa Keberuntungan Bagi Suaminya, Shio Kuda Hingga Shio Monyet.

Ada beberapa shio yang diprediksi membawa keberuntungan untuk suaminya. Satu diantaranya adalah Shio Monyet. Seorang istri yang memiliki shio Monyet adalah mereka yang dikenal dengan perencanaan jauh ke depan. Serta pandai berkata-kata untuk memberikan nasihat kepada suaminya tanpa menyinggung. Selain itu, keberuntungan bagi keluarga pula jika wanita yang ber shio Monyet juga bukan istri yang penuntut serta selalu memberikan pengertian. Meskipun ingin hidup nyaman dengan berbagai aktivitas seorang ibu maupun istri, tapi Shio Monyet paham akan kondisi yang di depan matanya.

Jika memang belum ada kesempatan foto monyet ber 6 melakukan me time, ia juga tidak akan melakukan itu apalagi foto monyet ber 6 akan merepotkan suaminya. Lalu, seperti apa ramalan lengkapnya? SuaraJawaTengah.id - Anggota Polres Wonogiri, Bripda PS yang ditembak tim Resmob Polresta Surakarta, diduga memiliki beberapa kasus pelangaran disiplin. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iqbal Aqudusy mengatakan, oknum polisi Bripda PS beserta komplotannya melakukan pemerasan terhadap warga Lawean, Kota Solo.

Saat akan ditangkap, Bripda PS melawan dengan cara menabrak mobil tim Resmob Polresta Surakarta. Menurut Kombes Iqbal, selain diancam hukuman pidana, oknum polisi Bripda PS diancam sanksi berat. Termasuk sanksi pemecatan. Baca Juga: Tim Resmob Ungkap Kasus Pemerasan dan 'Dor' Anggota Polres Wonogiri, Kapolresta Solo: Praktik Premanisme Kami Sikat! “Kapolda jelas berkomitmen. Jadi akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku pidana, termasuk juga anggota,” kata Kombes Iqbal di Alun-alun Kota Magelang, Jumat (22/4/2022).

Bripda PS akan dibawa ke sidang Komisi Ketik Etik Polri (KKEP). “Iya pasti (kemungkinan dijatuhi hukuman pemecatan). Pasti ada karena disitu nanti akan disidang KKEP. Salah satu sanksinya adalah pemecatan,” ujar Kombes Iqbal. Terlebih Bripda PS diketahui pernah beberapa kali melakukan pelanggaran tindak disiplin.

“Nanti akumulasi (pelanggaran disiplin) itulah yang akan menjadi pertimbangan hakim.” Polisi masih menggali keterangan kasus dari oknum polisi Bripda PS. Termasuk mencari tahu sudah berapa lama dia dan komplotannya melakukan aski pemerasan tersebut. “Masih diperiksa. Kan baru kemarin (ditangkap),” ujar Kombes Iqbal.

foto monyet ber 6

Kronologi kasus ini bermula pada Minggu, 17 April 2022, Bripda PS dan komplotannya mendatangi rumah korban WP di Laweya, Surakarta. Pelaku mengancam memperkarakan perselingkuhan WP jika tidak memberikan sejumah uang.
pu·sat n 1 tempat yang letaknya di bagian tengah: Istana Merdeka letaknya di -- kota Jakarta; 2 titik yang di tengah-tengah benar (dalam bulatan bola, lingkaran, dan sebagainya): -- bumi; -- lingkaran; 3 pusar; 4 pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dan sebagainya): perguruan tinggi harus menjadi -- berbagai ilmu pengetahuan; 5 orang yang membawahkan berbagai bagian; orang yang menjadi pumpunan foto monyet ber 6 bagian-bagian; -- biaya tempat, orang, bagian alat, atau bagian lain perusahaan yang biayanya dapat dipastikan dan yang dapat dipakai sebagai patokan pengendalian biaya; -- data organisasi yang mengumpulkan, menampung, mengolah, dan menyajikan data perlengkapan pengolah data elektronik; -- dingin daerah di belahan bumi selatan dan di belahan bumi utara, yang hingga kini merupakan daerah terendah suhunya; -- diversifikasi Hut daerah geografis yang banyak memiliki galur yang dibudidayakan; -- jala bagian jala yang di pertengahan; -- kebudayaan tempat membina dan mengembangkan kebudayaan; -- komunikasi pusat informasi meteorologi yang mengumpulkan data untuk disebarkan secara internasional; -- panas Bio bagian dalam sistem saraf pusat yang mengontrol produksi dan pelepasan panas; -- pemberitaan Kom tempat pengumpulan berita yang masuk; -- pembicaraan pokok pembicaraan ; -- pemerintahan tempat yang menjadi pokok kedudukan pemerintahan; -- perdagangan pusat perniagaan; -- perhatian yang menjadi sasaran perhatian; -- perniagaan tempat foto monyet ber 6 dan sebagainya) yang terutama foto monyet ber 6 melakukan perdagangan; -- pertokoan tempat yang diperuntukkan bagi pertokoan yang mudah dikunjungi pembeli berbagai lapisan masyarakat; -- produksi siaran Kom tempat pembuatan siaran; -- tenaga listrik pabrik pembangkit listrik; -- usaha daerah yang merupakan pusat kegiatan pelayanan ekonomi dengan segala fasilitasnya, misalnya perkantoran, perdagangan, keuangan, dan rekreasi; ber·pu·sat v berpangkal atau berpokok di (pada, kepada): usaha ini ~ pada pengurangan jumlah kaum tuna-aksara; me·mu·sat·kan v mengarahkan (mengumpulkan dan sebagainya) ke satu titik (tempat, hal, dan sebagainya): dia sekarang ~ seluruh perhatiannya ke pendidikan anak-anaknya; pe·mu·sat·an n 1 proses, cara, perbuatan memusatkan: ~ tenaga dan pikiran; ~ kapal perang pada tempat-tempat yang strategis; 2 Pol perubahan kekuasaan politik dari badan-badan pemeritah daerah ke pemerintah pusat; 3 Pol penyerahan kekuasaan dari pembuat undang-undang kepada anggota eksekutif; ~ kekuasaan penempatan seluruh kekuasaan pada satu pusat atau tokoh; se·pu·sat a 1 memiliki satu pusat bersama: lingkaran ~; 2 mengenai satu titik yang terdapat tepat di tengah-tengah; konsentrik ★ Pencarian populer hari ini lirih,luruh,papah,tapak,larah,remang aktivitas-atau-aktifitas sinonim cecak izin-atau-ijin aktifitas komoditi-atau-komoditas abjad-atau-abjat dedikasi halalbihalal interpretasi akomodasi cabai-atau-cabe zaman-atau-jaman implikasi cari andal-atau-handal justifikasi komprehensif apotek-atau-apotik azan-atau-adzan asas-atau-azaz efektif ce tapaktilas elite-atau-elit miliar-atau-milyar antre-atau-antri praktik-atau-praktek detail-atau-detil kerja analisis bokek amfibi-atau-amphibi signifikan peka aktivitas konsekuensi bani analisis-atau-analisa integrasi implisit cegak cendekiawan-atau-cendikiawan daftar-atau-daptar pengaruh efektifitas-atau-efektivitas acuh konservatif representasi ★ Mana penulisan kata yang benar?

foto monyet ber 6

✔ Tentang KBBI daring ini Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini merupakan KBBI Daring (Dalam Jaringan / Online tidak resmi) yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata (lema/sub lema). Berbeda dengan beberapa situs web ( website) sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan dengan berbagai warna pembeda untuk jenis kata, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya.

Fitur-fitur selengkapnya bisa dibaca dibagian Fitur KBBI Daring. Database Utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi (kata dan arti) tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan "Definisi Eksternal". Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas.

foto monyet ber 6

Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan ( link) yang mengarah ke situs ini tetap tersedia.

Untuk mencari kata dari KBBI edisi V (terbaru), silakan merujuk ke website resmi di kbbi.kemdikbud.go.id ✔ Fitur KBBI Daring • Pencarian satu kata atau banyak kata sekaligus • Tampilan yang sederhana dan ringan untuk kemudahan penggunaan • Proses pengambilan data yang sangat cepat, pengguna tidak perlu memuat ulang ( reload/refresh) jendela atau laman web ( website) untuk mencari kata berikutnya • Arti kata ditampilkan dengan warna yang memudahkan mencari lema maupun sub lema.

Berikut beberapa penjelasannya: • Jenis kata atau keterangan istilah semisal n (nomina), v (verba) dengan warna merah muda (pink) dengan garis bawah titik-titik.

foto monyet ber 6

Arahkan mouse untuk melihat keterangannya (belum semua ada keterangannya) • Arti ke-1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dengan huruf tebal dengan latar lingkaran • Contoh penggunaan lema/sub-lema ditandai dengan warna biru • Contoh dalam peribahasa foto monyet ber 6 dengan warna oranye • Ketika diklik hasil dari daftar kata "Memuat", hasil yang sesuai dengan kata pencarian akan ditandai dengan latar warna kuning • Menampilkan hasil baik yang ada di dalam kata dasar maupun turunan, dan arti atau definisi akan ditampilkan tanpa harus mengunduh ulang data dari server foto monyet ber 6 Pranala ( Pretty Permalink/Link) yang indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya : • Kata 'rumah' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/rumah • Kata 'pintar' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/pintar • Kata 'komputer' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/komputer • dan seterusnya Sehingga diharapkan pranala ( link) tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan, baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan.

• Aplikasi dikembangkan dengan konsep Responsive Design, artinya tampilan situs web ( website) KBBI ini akan cocok di berbagai media, misalnya smartphone ( Tablet pc, iPad, iPhone, Tab), termasuk komputer dan netbook/laptop.

Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan. • Tambahan kata-kata baru diluar KBBI edisi III • Penulisan singkatan di bagian definisi seperti misalnya: yg, dng, dl, tt, dp, dr dan lainnya ditulis lengkap, tidak seperti yang terdapat di KBBI PusatBahasa. ✔ Informasi Tambahan Tidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdisi dari 2 atau 3 huruf, akan ditampilkan semua.

foto monyet ber 6

Jika hasil pencarian dari daftar kata "Memuat" sangat banyak, maka hasil yang dapat langsung di klik akan dibatasi jumlahnya. Selain itu, untuk pencarian banyak kata sekaligus, sistem hanya akan foto monyet ber 6 kata yang terdiri dari 4 huruf atau lebih. Misalnya yang dicari adalah "air, minyak, larut", maka hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan larut saja.

Untuk pencarian banyak kata sekaligus, bisa dilakukan dengan memisahkan masing-masing kata dengan tanda koma, misalnya: ajar,program,komputer (untuk mencari kata ajar, program dan komputer). Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam kolom "kata dasar" dan hasil yang berupa kata turunan akan ditampilkan dalam kolom "Memuat".

Pencarian banyak kata ini hanya akan mencari kata dengan minimal panjang 4 huruf, jika kata yang panjangnya 2 atau 3 huruf maka kata tersebut akan diabaikan.

foto monyet ber 6

Edisi online/daring ini merupakan alternatif versi KBBI Offline yang sudah dibuat sebelumnya (dengan kosakata yang lebih banyak). Bagi yang ingin mendapatkan KBBI Offline (tidak memerlukan koneksi internet), silakan mengunjungi halaman web ini KBBI Offline. Jika ada masukan, saran dan perbaikan terhadap kbbi daring ini, silakan mengirimkan ke alamat email: ebta.setiawan -- gmail -- com Kami sebagai pengelola website berusaha untuk terus menyaring iklan yang tampil agar tetap menampilkan iklan yang pantas.

Tetapi jika anda melihat iklan yang tidak sesuai atau tidak pantas di website kbbi.web.id, ini silakan klik Laporkan Iklan [{"x":5,"w":"akar","d":"akar<\/b> n<\/em> 1<\/b> bagian tumbuhan yang biasanya tertanam di dalam tanah sebagai penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat<\/em>; 2<\/b> ki<\/em> asal mula; pokok; pangkal; yang menjadi sebab(-sebabnya): yang perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan;<\/em> 3<\/b> Ling<\/em> unsur yang menjadi dasar pembentukan kata (seperti graf<\/em> pada grafik, biografi, apektrograf)<\/em>; 4<\/b> Mat<\/em> suatu operasi aljabar, yang biasanya dinyatakan dengan simbol ?, misalnya (akar a sama dengan b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat _n dari _a sama dengan _c), berarti cn = a, jadi-- adventisius<\/b> akar yang tumbuh dari daun atau batang, bukan dari pangkal pohon; -- apung<\/b> akar tumbuhan sebagai alat untuk mengapung, seperti pada foto monyet ber 6 gondok; -- bahar<\/b> tumbuhan laut, biasanya dibuat gelang tangan untuk mencegah penyakit sengal; -- batang<\/b> akar yang besar dan panjang pada pohon, menjulur dari atas ke bawah, biasanya terdapat pada pohon beringin; -- batu<\/b> akar yang tumbuh di bukit-bukit, batangnya berwarna hitam dan foto monyet ber 6 berdaun, biasanya dibuat ikat pinggang sebagai penangkal sakit pinggang; -- belit<\/b> akar yang keluar dari batang di atas tanah dan berfungsi untuk memanjat dengan melilit penunjangnya; -- beluru<\/b> tumbuhan sulur-suluran, akar dan polongnya dapat dibuat obat; Entada phaseoloides<\/em>; -- bilangan<\/b> Mat<\/em> bilangan yang diperoleh dari suatu bilangan yang diuraikan dengan pangkatnya; -- bulu<\/b> akar rambut; -- cabang<\/b> akar yang tumbuh dari akar lain (juga disebut akar sekunder kalau akar tersebut merupakan cabang dari akar utama); -- dagun<\/b> tumbuhan, Gnetum temi folium;<\/em> -- embun<\/b> tumbuhan memanjat, Leoinanthus erubescens<\/em>; -- gambir<\/b> perdu memanjat keluarga Combretaceae<\/em>; -- gantung<\/b> akar yang tumbuh pada cabang dan tidak mencecah tanah, seperti pada pohon beringin; -- gerit-gerit<\/b> tumbuhan yang getahnya seperti karet, Urceola brachysepala<\/em>; -- gigi<\/b> pangkal gigi yang di dalam gusi; -- isap<\/b> akar benalu untuk mengisap air serta zat makanan dari tanaman (pohon) tumpangan; haustorium; -- jangkar<\/b> akar yang menyerupai jangkar seperti terdapat pada pandan; -- kait-kait<\/b> tumbuhan (akar-akaran) merambat yang batangnya berduri; Uncaria acida;<\/em> -- kambing-kambing<\/b> tumbuhan memanjat, Sarcolobus globosus<\/em>; -- kata<\/b> Ling<\/em> bagian kata yang menjadi dasar arti kata lain yang dibentuk dari kata tersebut; -- kemenyan<\/b> tumbuhan memanjat, Diescorea appositifiola<\/em>; -- kerayun<\/b> akar yang-yang; -- kijil<\/b> tumbuhan memanjat,Smilase helferi<\/em>; -- kucing<\/b> tumbuhan merambat, panjang 2—20 m, beraroma pahit dan tajam, digunakan sebagai bumbu, obat mag, obat penurun panas; Toddalia aculeata;<\/em> -- kuning<\/b> tumbuhan merambat, tinggi 5—15 m, tumbuh di hutan liar atau hutan bambu, daunnya mengandung alkali dan dapat dipakai sebagai obat sakit kepala; Fibraurea chloroleuca;<\/em> -- larak<\/b> tumbuhan menjalar yang dapat dipakai sebagai alat pengikat apabila foto monyet ber 6 kering; -- layak<\/b> tumbuhan memanjat, Uvaria purpurea<\/em>; -- lekat<\/b> akar yang keluar dari buku batang dan berfungsi melekatkan tumbuhan itu pada penunjangnya, misalnya pada sirih; -- lembaga<\/b> akar yang keluar dari benih; -- liar<\/b> akar yang tumbuh di tempat yang tidak semestinya, misalnya pada daun atau ruas; -- lingkar<\/b> akar yang pertumbuhannya tidak masuk ke dalam tanah, tetapi hanya melingkar di dekat permukaan tanah; -- lupang<\/b> tumbuhan menjalar, Micaria apanders<\/em>; -- lupuk<\/b> tumbuhan membelit, Adenia acuminata;<\/em> -- lutut<\/b> akar atau bagian akar yang tumbuh ke udara, membengkok, dan masuk lagi ke dalam tanah (sehingga membentuk gambaran seperti lutut) serta berfungsi untuk pernapasan, terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah payau seperti pada Bruguiera parvifolia<\/em>; -- melata <\/b> 1<\/b> akar tumbuhan yang merambat, seperti ubi jalar yang semakin lama semakin banyak; 2<\/b> ki<\/em> bertambah lama bertambah banyak (tentang utang); -- melibat<\/b> akar melilit; -- melilit<\/b> akar yang membelit dan melekat pada pohon lain; -- mempelas<\/b> tumbuhan perdu yang merambat, batangnya kecil pipih, dibuat sebagai pengikat; Tetracera indica<\/em>; -- mempelas hari betina<\/b> akar rempelas; -- napas<\/b> akar yang keluar secara tegak lurus dari akar foto monyet ber 6 terbenam dalam tanah dan berfungsi untuk pernapasan, misalnya pada pedada; -- pahit<\/b> akar yang dipakai untuk obat penyakit sesak napas atau asma; Cyclea laxiflora<\/em>; -- parsi<\/b> rumput-rumputan keras yang tunasnya dapat dimakan sebagai sayuran; asparagus; Asparagus officinalis<\/em>; -- primer<\/b> akar pertama yang tumbuh pada saat biji berkecambah; akar tunggang; -- puntianak<\/b> udani; -- pusat<\/b> akar yang langsung tumbuh dari tudung akar; -- putat<\/b> tumbuhan, Gnetum funiculare<\/em>; -- rambut<\/b> bulu halus pada ujung akar; -- rempelas<\/b> tumbuhan perdu yang merambat, batangnya liat, dibuat tali yang kasar, daunnya kasap, digunakan untuk menggosok kayu; Tetracera scandens<\/em>; -- samping<\/b> akar cabang; -- sarikan<\/b> tumbuhan perdu yang merambat, tangkainya dapat dibuat tali; Spatholobus ferrugineus;<\/em> -- saut<\/b> perdu yang merambat, buahnya berwarna merah dan beracun, kulit kayunya dapat dibuat tali; Adenia singaporeana;<\/em> -- senduduk<\/b> tumbuhan, Marumia muscosa<\/em>; -- sentagi<\/b> tumbuhan menjalar yang akarnya digunakan sebagai obat; -- sepulih<\/b> tumbuhan yang dibuat obat; Ophioxylon serpentinum<\/em>; -- serabut<\/b> akar samping yang keluar dari pangkal batang atau buku umumnya bergerombol dan berfungsi menggantikan akar tunggang yang tidak berkembang; -- serapat<\/b> tumbuhan merambat; -- serau<\/b> tumbuhan akar gerip putih; Parameria barbata<\/em>; -- serumat<\/b> tumbuhan, akar tapak rimau; Canthium aciculatum;<\/em> -- seruntun<\/b> tumbuhan yang dapat dipakai sebagai obat; bratawali yang pahit rasanya; Tinospora tuberculata<\/em>; -- sulung<\/b> tumbuhan memanjat, Gynochtodes sublanceolata<\/em>; -- susu<\/b> akar tunggang; -- tempelas<\/b> tumbuhan, Tetracera indica<\/em>; -- teriba<\/b> tumbuhan yang akarnya digunakan untuk mengobati kurap, Rhinacanthus nasuta;<\/em> -- tikus<\/b> tumbuhan tropis yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, akarnya dibuat obat, Rauwolfia serpentina<\/em>; -- tinggal<\/b> rimpang yang sederhana, tidak bercabang-cabang, (seperti pada pisang); -- tombak<\/b> akar tunggal; -- tuba<\/b> tumbuhan berbunga kupu-kupu, akarnya mengandung zat racun untuk mematikan ikan dan serangga; Derris elliptica;<\/em> -- tunggang<\/b> akar utama yang tumbuh dari biji, tegak ke bawah dan darinya keluar cabang akar; -- tunjang<\/b> akar yang tumbuh dari batang di atas tanah dan masuk ke tanah untuk menunjang batang supaya tidak roboh, misalnya pada pandan duri;<\/em> -- udara<\/b> akar yang tumbuh dari bagian batang di atas tanah dan menggantung di udara; -- umbi<\/b> akar tunggang yang mengandung zat tepung dan sebagainya dan dapat dimakan; -- wangi<\/b> akar berbau harum yang biasa dibuat kipas atau ditaruh di antara pakaian; narwastu; Andropogon zizanivides;<\/em> -- yang-yang<\/b> tumbuhan memanjang; akar kerayun; Vitis hastata;<\/em>akar-akar·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> sesuatu yang menyerupai akar; 2<\/b> berbagai jenis akar;ber·a·kar<\/b> v<\/em> 1<\/b> ada akarnya; keluar akarnya; 2<\/b> ki<\/em> mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dalam sanubarinya;<\/em> 3<\/b> ki<\/em> sudah beranak cucu; 4<\/b> lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung;<\/em>meng·a·kar<\/b> v<\/em> 1<\/b> menjadi akar; 2<\/b> menyerupai akar; 3<\/b> ki<\/em> mendalam atau menyatu benar di dalam hati, pikiran, dan sebagainya (tentang ajaran, adat, dan sebagainya);per·a·kar·an<\/b> n<\/em> hal-hal yang berkaitan dengan akar: foto monyet ber 6 sistem ~ dapat dijadikan petunjuk untuk memahami struktur vegetasi<\/em>","msg":""},{"x":5,"w":"daerah","d":"da·e·rah<\/b> \/daérah\/ n<\/em> 1<\/b> bagian permukaan bumi dalam kaitannya dengan keadaan alam dan sebagainya yang khusus: -- khatulistiwa (kutub, padang pasir, pantai, pegunungan, dan sebagainya)<\/em>; 2<\/b> lingkungan pemerintah; wilayah: -- kabupaten (provinsi, negara, dan sebagainya)<\/em>; 3<\/b> selingkungan tempat yang dipakai untuk tujuan khusus; kawasan: -- industri (perkantoran, pertokoan, dan sebagainya)<\/em>; 4<\/b> tempat sekeliling atau yang termasuk dalam lingkungan suatu kota (wilayah dan sebagainya): -- Jakarta dan sekitarnya<\/em>; 5<\/b> tempat dalam satu lingkungan yang sama keadaannya (iklimnya, hasilnya, dan sebagainya): -- tropis; -- penghasil kopra<\/em>; 6<\/b> tempat yang terkena peristiwa yang sama: -- banjir (bergolak, pertempuran, wabah, dan sebagainya)<\/em>; 7<\/b> bagian permukaan tubuh: -- payudara (pergelangan kaki, perut, dan sebagainya)<\/em>;-- aliran sungai<\/b> daerah sekitar sungai, yang melebar sampai ke punggung bukit (gunung) yang merupakan daerah sumber air, tempat semua curahan air hujan yang jatuh di atasnya mengalir ke dalam sungai: -- aliran sungai yang gundul itu harus dihutankan kembali dan dilestarikan<\/em>; -- artikulasi<\/b> Ling<\/em> tempat artikulasi; -- banjir<\/b> daerah yang sering dilanda banjir; -- banjir pertama<\/b> daerah pertama dilanda banjir karena paling dekat ke sungai; -- buta<\/b> Tek<\/em> lapisan tersembunyi yang tidak terdeteksi oleh isyarat geofisik; -- gawang<\/b> daerah sekitar gawang, tempat penjaga gawang boleh memegang bola: pelanggaran itu terjadi di -- gawang pemain lawan sehingga wasit menunjuk titik putih yang berarti harus dilakukan tendangan hukuman<\/em>; -- haram<\/b> daerah suci sekitar Mekah dan Medinah yang mempunyai batasan tertentu, di dalamnya orang dilarang menumpahkan darah dan sebagainya; -- hitam <\/b> 1<\/b> lingkungan tempat orang melakukan kejahatan; 2<\/b> lingkungan pelacuran dan sebagainya; -- irigasi<\/b> kesatuan wilayah atau hamparan tanah yang mendapat air dari satu jaringan irigasi; -- istimewa<\/b> daerah yang mempunyai aturan pemerintahan khusus yang kadang-kadang menyimpang dari peraturan umum: -- Istimewa Yogyakarta dan foto monyet ber 6 Istimewa Aceh<\/em>; -- jatuh<\/b> daerah yang diramalkan atau dirancang sebagai tempat jatuhnya benda terbang atau diterbangkan; -- kantong<\/b> daerah kecil bagian wilayah negara yang dikuasai oleh para pejuang kemerdekaan: Tentara Nasional Indonesia melancarkan perang terhadap tentara pendudukan Belanda dari -- kantong<\/em>; -- kebudayaan<\/b> daerah yang menyatukan sejumlah kebudayaan suku bangsa yang memiliki persamaan ciri yang mencolok; -- khatulistiwa<\/b> bagian permukaan bumi di sekitar garis khatulistiwa, antara 23,5o lintang utara dan 23,5o lintang selatan; -- Khusus Ibu Kota<\/b> daerah pemerintahan ibu kota yang tingkatnya disamakan dengan provinsi (kepala daerahnya seorang gubernur); -- kumuh<\/b> daerah atau perkampungan yang miskin dan kotor; -- kuno<\/b> daerah geografis tempat tersebarnya kebudayaan suku bangsa yang mengandung unsur kuno, biasanya terletak di pinggiran suatu daerah kebudayaan; -- lampu merah<\/b> lingkungan foto monyet ber 6 pelacuran; -- litoral<\/b> daerah perairan yang dangkal dekat pantai, yang menunjang kehidupan tanaman berakar; -- maksiat<\/b> daerah dalam wilayah suatu kota tempat judi dan pelacuran; -- mata air<\/b> daerah yang mendapat air dari satu mata air; -- minus<\/b> daerah yang kurang memiliki sumber penghidupan bagi penduduknya; -- operasi<\/b> daerah tempat melakukan suatu kegiatan; -- otonom<\/b> daerah yang berdiri sendiri, mempunyai batas wilayah tertentu, mempunyai undang-undang dan peraturan yang khusus berlaku untuk daerahnya dengan tidak menyalahi undang-undang pemerintah pusat; daerah swatantra; -- pantai<\/b> daerah di pinggir laut; -- pasang surut<\/b> daerah yang secara teratur terkena perubahan (pasang surut) air oleh air pasang; -- pedalaman<\/b> daerah yang terletak jauh dari kota atau dari pantai; -- pemilihan<\/b> daerah untuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, yang terdiri atas daerah pemilihan tingkat I dan daerah pemilihan tingkat II; -- penalti<\/b> Olr<\/em> bagian lapangan sepak bola di muka gawang yang diberi berbatas, apabila terjadi pelanggaran oleh salah seorang pemain dari kesebelasan yang sedang mempertahankan gawangnya di daerah itu, kesebelasan itu dikenakan foto monyet ber 6 berupa tendangan bebas ke arah gawang; -- pendudukan<\/b> daerah yang dirampas dan diduduki (dikuasai) oleh tentara asing; -- perbatasan<\/b> daerah di sepanjang batas dua negara; -- permukiman<\/b> bagian kota wilayah besar yang khusus digunakan untuk tempat tinggal penduduk; -- pertanian<\/b> daerah yang digunakan untuk bercocok tanam dengan atau tanpa pengairan; -- perwalian<\/b> Pol<\/em> daerah yang tidak mempunyai pemerintahan sendiri, tetapi ditempatkan di bawah sistem perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa; -- pesisir<\/b> daerah di sekitar pantai; -- pinggiran<\/b> daerah yang terletak di pinggir kota; -- pusat perdagangan<\/b> daerah di dalam kota yang merupakan pusat kegiatan dagang dengan toko dan lembaga perdagangan lain; -- rawan<\/b> daerah yang terganggu keamanan dan ketenteramannya (merupakan daerah berbahaya, tidak tertib, kemelut, dan sebagainya); -- seberang <\/b> 1<\/b> daerah (pulau) di luar daerah sendiri; 2<\/b> cak<\/em> sebutan untuk daerah di luar Pulau Jawa; -- seberang lautan<\/b> 1<\/b> daerah yang harus dicapai dengan menyeberangi lautan; 2<\/b> daerah jajahan; -- serang<\/b> daerah untuk mulai melakukan serangan bagi para pemain baris depan dalam permainan voli; -- sublitoral <\/b> 1<\/b> daerah pantai yang biasanya mempunyai kedalaman kurang dari 200 m; 2<\/b> daerah pantai yang mencakup permukaan air sampai ke batas terendah tempat tanaman dapat tumbuh; -- swapraja<\/b> daerah yang berpemerintahan sendiri, tetapi dengan kekuasaan sangat terbatas, seperti kesultanan; -- swasembada<\/b> daerah yang dapat mencukupi kebutuhannya sendiri, tidak bergantung kepada daerah lain; -- swatantra<\/b> daerah otonom; -- tadah<\/b> Hid<\/em> daerah penampungan air yang mengalirkan air ke sebagian atau keseluruhan dari saluran air; -- takluk<\/b> daerah yang tunduk pada hukum negara tertentu; -- tidak bertuan<\/b> daerah yang tidak dikuasai oleh salah satu pemerintahan; -- Tingkat I<\/b> provinsi; -- Tingkat II<\/b> 1<\/b> kabupaten; 2<\/b> kota; -- tropis<\/b> daerah sekitar khatulistiwa yang beriklim panas; -- tujuan wisata<\/b> 1<\/b> daerah yang memiliki objek wisata yang ditunjang oleh masyarakat dan prasarana pariwisata; 2<\/b> tempat yang menjadi sasaran kunjungan wisata; 3<\/b> daerah yang berdasarkan kesiapan prasarana dan sarana dinyatakan siap menerima kunjungan wisatawan; -- vulkanis<\/b> daerah yang tanahnya berasal dari letusan gunung berapi dan di tempat itu diperkirakan masih terdapat gunung berapi;ke·da·e·rah·an<\/b> n<\/em> sifat-sifat atau segala sesuatu mengenai daerah"},{"x":5,"w":"depresi","d":"dep·re·si<\/b> \/déprési\/ n<\/em> 1<\/b> Ek<\/em> keadaan perniagaan yang sukar dan lesu; 2<\/b> Psi<\/em> gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang merosot (seperti muram, sedih, perasaan tertekan); 3<\/b> Geo<\/em> daerah merosot atau tenggelam akibat terbentuknya antiklin dan sinklin pada waktu yang sama; 4<\/b> Met<\/em> daerah yang bertekanan rendah;-- pusat<\/b> Geo<\/em> depresi yang luas yang dikelilingi oleh depresi yang lebih kecil; -- tropis<\/b> Geo<\/em> 1<\/b> depresi yang berasal dari daerah tropis; 2<\/b> gangguan tropis yang kecepatan anginnya lebih rendah dari 34 knot; -- utama<\/b> Geo<\/em> depresi induk, tempat terjadinya beberapa depresi lain"},{"x":5,"w":"kantor","d":"kan·tor<\/b> n<\/em> 1<\/b> balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan (perusahaan dan sebagainya); 2<\/b> tempat bekerja;-- bank<\/b> kantor (perusahaan) yang mengurus soal pinjam- meminjam uang, tabungan, dan sebagainya; -- berita<\/b> Kom<\/em> badan atau lembaga yang mengumpulkan dan menyediakan bahan berita untuk media massa (pers, radio, dan televisi), baik berita nasional maupun internasional; -- besar<\/b> kantor yang menjadi induk kantor cabang; kantor pusat; -- cabang<\/b> kantor yang mengurus kepentingan suatu perusahaan (instansi) di tempat lain atau yang kedudukannya berada di bawah kantor pusat; -- departemen<\/b> perwakilan suatu departemen foto monyet ber 6 tingkat kabupaten atau kota madya; -- dinas<\/b> perwakilan suatu departemen pada tingkat kecamatan; -- kawat<\/b> kantor telepon dan telegram (yang mengurusi pengiriman berita dengan telepon atau telegram); -- lelang<\/b> tempat penyelenggaraan pelelangan barang; balai lelang; -- pengadilan<\/b> kantor tempat memeriksa suatu perkara (mengadili tertuduh atau tergugat); -- perwakilan<\/b> kantor atau instansi pemerintah (usaha dagang dan sebagainya) yang mewakili urusan kantor induk di tempat lain; -- polisi<\/b> kantor tempat mengerjakan urusan kepolisian; -- pos<\/b> kantor yang mengurus pengiriman surat, paket, dan sebagainya dengan pos; -- pusat<\/b> kantor besar yang menjadi induk kantor cabang; -- tera<\/b> kantor tempat mengurus (menguji) benar tidaknya alat ukur (timbangan, meteran, dan sebagainya); kantor metrologi; -- wilayah<\/b> perwakilan suatu departemen pada tingkat provinsi;ber·kan·tor<\/b> v<\/em> 1<\/b> membuka kantor di; kantornya berada di: perusahaan pelayaran itu ~ di Tanjung Priok;<\/em> 2<\/b> berdinas;per·kan·tor·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> hal yang berkaitan dengan kantor; 2<\/b> kompleks atau tempat berkantor"},{"x":5,"w":"kota1<\/sup>","d":"ko·ta1<\/sup><\/b> n<\/em> 1<\/b> daerah permukiman yang terdiri atas bangunan rumah yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat; 2<\/b> Dem<\/em> daerah pemusatan penduduk dengan kepadatan tinggi serta fasilitas modern dan sebagian besar penduduknya bekerja di luar pertanian; 3<\/b> dinding (tembok) yang mengelilingi tempat pertahanan;-- administratif <\/b> 1<\/b> kota yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan wilayah atau daerah tertentu; 2<\/b> wilayah yang dikepalai seorang wali kota, yang bertanggung jawab kepada kepala wilayah kabupaten yang bersangkutan, dan tidak memiliki DPRD sendiri; -- batik<\/b> sebutan lain untuk kota Pekalongan; -- buaya<\/b> sebutan lain untuk kota Surabaya; -- hujan<\/b> sebutan lain untuk kota Bogor; -- industri <\/b>kota yang merupakan tempat konsentrasi industri penduduk yang sebagian besar terlibat dalam kegiatan itu; -- kembang<\/b> sebutan lain untuk kota Bandung; -- kosmopolitan<\/b> kota besar yang mempunyai sifat internasional dengan banyaknya lembaga yang mewakili lembaga negara lain dan banyaknya penduduk yang merasa dirinya mewakili kebudayaan dan pemikiran internasional; -- madya<\/b> 1<\/b> kota yang merupakan ibu kota daerah tingkat dua (setingkat dengan kabupaten); 2<\/b> wilayah yang dikepalai oleh seorang wali kota; -- metropolitan<\/b> kota besar yang menguasai daerah sekelilingnya dengan adanya kota satelit dan kota pinggiran; -- pahlawan<\/b> sebutan lain untuk kota Surabaya; -- pelabuhan<\/b> kota yang merupakan peluasan suatu pelabuhan; -- pelajar<\/b> sebutan lain untuk kota Yogyakarta; -- perdagangan<\/b> kota besar ataupun kecil yang berpusat pada suatu pasar atau pusat perdagangan; -- pinggiran<\/b> kota kecil atau komunitas yang berdekatan dengan kota metropolitan yang sangat bergantung padanya di bidang ekonomi; -- praja<\/b> daerah dan pemerintahan kota yang setingkat dengan kabupaten; -- pusat religi<\/b> kota yang berpusat pada pusat keagamaan seperti candi, kuil, dan biara; -- satelit<\/b> 1<\/b> kota baru yang dibangun di dekat atau di pinggir sebuah kota besar dalam rangka peluasan kota; 2<\/b> kota yang terletak di pinggir atau berdekatan dengan kota besar, yang secara ekonomis, sosial, administratif, dan politis tergantung pada kota besar itu; -- suci<\/b> kota yang menjadi pusat peribadatan dan tradisi seperti Mekah, Roma, Yerusalem; -- udang<\/b> sebutan lain untuk kota Cirebon;ber·ko·ta<\/b> kl v<\/em> berbenteng; berdinding batu;me·ngo·ta<\/b> v<\/em> 1<\/b> mendirikan tembok sekeliling; membenteng; 2<\/b> cak<\/em> datang bermukim ke kota;me·ngo·tai<\/b> kl v<\/em> memberi berbenteng; membentengi; memagari dengan dinding batu;me·ngo·ta·kan<\/b> kl v<\/em> 1<\/b> menjadikan seperti kota; menjadikan bersifat kota; menjadikan sebagai konsumsi orang kota; 2<\/b> memperkuat dengan benteng; memakai sesuatu untuk benteng;pe·ngo·ta·an<\/b> v<\/em> proses, cara, perbuatan mengotakan;per·ko·ta·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> daerah (kawasan) kota; 2<\/b> kelompok pemukiman yang terdiri atas tempat tinggal dan tempat kerja pertanian;ke·ko·ta·an<\/b> v<\/em> berhubungan dengan sifat atau keadaan kota;ke·ko·ta-ko·ta·an<\/b> a<\/em> berlaku (berlagak) sebagai orang kota"},{"x":5,"w":"makna","d":"mak·na<\/b> n<\/em> 1<\/b> arti: ia memperhatikan -- setiap kata yang foto monyet ber 6 dalam tulisan kuno itu<\/em>; foto monyet ber 6 maksud pembicara atau penulis; pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan;-- afektif<\/b> makna emotif; -- denotasi<\/b> Ling<\/em> makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas hubungan lugas antara satuan bahasa dan wujud di luar bahasa, seperti orang, benda, tempat, sifat, proses, kegiatan; -- denotatif<\/b> makna yang bersifat denotasi; -- ekstensi<\/b> Ling<\/em> makna yang mencakupi semua objek yang dapat dirujuk dengan kata itu; -- emotif<\/b> Ling<\/em> makna kata atau frasa yang ditautkan dengan perasaan (ditentukan oleh perasaan): -- gramatikal<\/b> Ling<\/em> makna yang didasarkan atas hubungan antara unsur-unsur bahasa dalam satuan yang lebih besar, misalnya hubungan antara kata dan kata lain dalam frasa atau klausa; -- intensi<\/b> makna yang mencakupi semua ciri yang diperlukan untuk keterterapan suatu kata (istilah); -- khusus<\/b> makna kata atau istilah yang pemakaiannya terbatas pada bidang tertentu; -- kiasan<\/b> makna kata atau kelompok kata yang bukan makna yang sebenarnya, melainkan mengiaskan sesuatu, misalnya mahkota wanita<\/em> berarti 'rambut wanita'; -- kognitif<\/b> Ling<\/em> aspek-aspek makna satuan bahasa yang berhubungan dengan ciri-ciri dalam alam di luar bahasa atau penalaran; -- konotasi<\/b> Ling<\/em> makna (nilai rasa) yang timbul karena adanya tautan pikiran antara denotasi dan pengalaman pribadi; -- konotatif<\/b> Ling<\/em> makna yang bersifat konotasi; -- kontekstual<\/b> Ling<\/em> makna yang didasarkan atas hubungan antara ujaran dan situasi pemakaian ujaran itu; -- leksikal<\/b> Ling<\/em> mak-na unsur bahasa sebagai lambang benda, peristiwa, dan sebagainya; -- lokusi<\/b> Ling<\/em> makna yang dimaksudkan penutur dalam perbuatan berbahasa; -- luas<\/b> Ling<\/em> makna ujaran yang lebih luas daripada makna pusatnya, misalnya makna sekolah<\/em> dalam kalimat ia bersekolah lagi di Seskoal (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut)<\/em> yang lebih luas daripada makna 'gedung tempat belajar'; -- pusat<\/b> Ling<\/em> makna kata yang umumnya dapat dimengerti walaupun kata itu diberikan tanpa konteks; -- referensial<\/b> Ling<\/em> makna unsur bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan dapat dijelaskan oleh analisis komponen; makna denotasi; -- sempit<\/b> Ling<\/em> makna ujaran yang lebih sempit daripada makna pusatnya; -- suratan<\/b> Ling<\/em> makna denotasi; -- tak berciri<\/b> Ling<\/em> makna pusat; -- tautan<\/b> konotasi; -- umum<\/b> Ling<\/em> kata foto monyet ber 6 istilah yang pemakaiannya menjadi unsur bahasa umum;ber·mak·na<\/b> v<\/em> berarti; mempunyai (mengandung) arti penting (dalam): kalimat itu - rangkap<\/em>;- berbilang<\/b> mempunyai (mengandung) beberapa arti;mem·ber·mak·na·kan<\/b> v<\/em> menjadikan bermakna: terampilnya siswa berbahasa Indonesia berarti keberhasilan dalam - pengajaran bahasa Indonesia<\/em>;me·mak·na·kan<\/b> v<\/em> menerangkan arti (maksud) suatu kata dan sebagainya"},{"x":5,"w":"perintah","d":"pe·rin·tah<\/b> n<\/em> 1<\/b> perkataan yang bermaksud menyuruh melakukan sesuatu; suruhan: atas -- sang Pangeran, beberapa pelayan datang;<\/em> 2<\/b> aba-aba; komando: latihan gerak badan sebaiknya dilakukan dengan --;<\/em> 3<\/b> aturan dari pihak atas yang harus dilakukan: ia membacakan -- yang berkenaan dengan pembasmian penyelundupan;<\/em>me·me·rin·tah<\/b> v<\/em> 1<\/b> memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu: tidak ada seorang pun berani ~ dia;<\/em> 2<\/b> menguasai dan mengurus (negara, daerah, dan sebagainya): tidak salah jika dikatakan bahwa Gajah Mada yang ~ Majapahit pada masa itu;<\/em>me·me·rin·tahi<\/b> v<\/em> 1<\/b> memberi perintah kepada: kerjanya hanya ~ jongos-jongos;<\/em> 2<\/b> membawahkan: lebih senang ~ orang pandai-pandai daripada ~ orang bodoh;<\/em> Raja Palembang yang bernama Demang Lebar Daun ~ daerah itu;<\/em>me·me·rin·tah·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> menyuruh orang lain melakukan sesuatu; menyuruh foto monyet ber 6 Pangeran Diponegoro telah ~ penghentian tembak-menembak;<\/em> 2<\/b> memerintah; mengelola: ia tidak dapat lagi ~ daerah perkebunan yang selalu diganggu gerombolan bersenjata<\/em>;ter·pe·rin·tah<\/b> v<\/em> diperintah; dikuasai: bangsa itu lama ~ oleh kekuasaan asing;<\/em>pe·me·rin·tah<\/b> n<\/em> 1<\/b> sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; 2<\/b> sekelompok orang yang secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; 3<\/b> penguasa suatu negara (bagian negara): ~ negeri dimisalkan pengemudi negara; negara memerlukan ~ yang kuat dan bijaksana;<\/em> 4<\/b> badan tertinggi yang memerintah suatu negara (seperti kabinet merupakan suatu pemerintah): beberapa anggota DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR; jawaban ~ dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri;<\/em> 5<\/b> negara atau negeri (sebagai lawan partikelir atau swasta): baik sekolah ~ maupun sekolah partikelir harus dibangun tiga tingkat;<\/em> 6<\/b> pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan tambang;<\/em>~ bayang-bayang<\/b> pemerintah yang disusun dan disiapkan untuk melakukan tugasnya jika diperlukan; ~ bayangan<\/b> kelompok rahasia yang dituduh membuat kebijakan umum, kelompok ini tidak dapat dikritik oleh rakyat ataupun dibatalkan (ditarik kembali) oleh para pemilih; ~ berdaulat<\/b> sekelompok orang yang bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk mempertahankan kesinambungan nasional yang otonom; ~ daerah<\/b> penguasa yang memerintah di daerah, seperti gubernur, bupati; ~ defacto<\/b> pemerintah yang berkuasa atas rakyatnya dan diakui pula oleh rakyatnya; ~ desa<\/b> pemerintah terendah langsung di bawah pimpinan kepala desa atau lurah yang menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri dan terdiri atas kepala desa dan lembaga musyawarah desa; ~ kesatuan<\/b> sistem politik dalam seluruh kekuasaan yang dipusatkan pada pemerintah nasional; ~ kolonial<\/b> pemerintah yang dibangun di bawah inspirasi filsafat merkantilisme yang tercermin dalam pemerintahan wilayah yang diduduki; ~ nasional<\/b> bentuk pemerintahan suatu negara yang diatur oleh bangsa negara itu sendiri; ~ pusat<\/b> penguasa yang bertugas di pusat, melingkungi seluruh pemerintah daerah; ~ sendiri<\/b> pemerintah yang foto monyet ber 6 partisipasi warga negara melalui sistem pemilihan dan perwakilan;pe·me·rin·tah·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> proses, cara, perbuatan memerintah: ~ yang berdasarkan demokrasi; gubernur memegang tampuk ~ di Daerah Tingkat I;<\/em> 2<\/b> segala urusan yang dilakukan oleh negara dalam menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan negara;~ daerah<\/b> pemerintahan yang mewakili pemerintah pusat di daerah dalam wilayah suatu negara; ~ kembar<\/b> dua pemerintahan bersama-sama menguasai suatu daerah; ~ foto monyet ber 6 segala bentuk mekanisme, daya upaya, dan proses lembaga negara dalam menentukan, merumuskan, mengatur, dan mengusahakan tercapainya foto monyet ber 6 negara; ~ oligarki<\/b> sistem pemerintahan yang ketiga kekuasaan pemerintahan negara berada di tangan beberapa orang atau golongan; ~ otokrasi<\/b> sistem pemerintahan negara yang ketiga kekuasaan pemerintahan berada dalam satu tangan, misalnya pada kerajaan absolut; ~ otoriter<\/b> pemerintahan yang didasarkan kekuasaan mutlak; ~ presidentil<\/b> pemerintahan republik yang kepala negaranya langsung memimpin kabinet; ~ sementara<\/b> pemerintahan setelah jatuhnya suatu kabinet sampai terbentuknya kabinet baru; ~ sentral<\/b> pemerintah pusat (terdapat di ibu kota negara yang tidak selalu terletak di tengah-tengah wilayah negara dan sebagainya); ~ sipil<\/b> pemerintahan yang dipegang oleh orang-orang sipil (bukan pemerintahan militer);ber·pe·me·rin·tah·an<\/b> v<\/em> memiliki pemerintahan; ada pemerintahan"},{"x":1,"w":"pusat","d":"pu·sat<\/b> foto monyet ber 6 1<\/b> tempat yang letaknya di bagian tengah: Istana Merdeka letaknya di -- kota Jakarta; <\/em>2<\/b> titik yang di tengah-tengah benar (dalam bulatan bola, lingkaran, dan sebagainya): -- bumi; -- lingkaran;<\/em> 3<\/b> pusar; 4<\/b> pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dan sebagainya): perguruan tinggi harus menjadi -- berbagai ilmu pengetahuan;<\/em> 5<\/b> orang yang membawahkan berbagai bagian; orang yang menjadi pumpunan dari bagian-bagian;-- biaya<\/b> tempat, orang, bagian alat, atau bagian lain perusahaan yang biayanya dapat dipastikan dan yang dapat dipakai sebagai patokan pengendalian biaya; -- data<\/b> organisasi yang mengumpulkan, menampung, mengolah, dan menyajikan data perlengkapan pengolah data elektronik; -- dingin<\/b> daerah di belahan bumi selatan dan di belahan bumi utara, yang hingga kini merupakan daerah terendah suhunya; -- diversifikasi<\/b> Hut<\/em> daerah geografis yang banyak memiliki galur yang dibudidayakan; -- jala<\/b> bagian jala yang di pertengahan; -- kebudayaan<\/b> tempat membina dan mengembangkan kebudayaan; -- komunikasi<\/b> pusat informasi meteorologi yang mengumpulkan data untuk disebarkan secara internasional; -- panas<\/b> Bio<\/em> bagian dalam sistem saraf pusat yang mengontrol produksi dan pelepasan panas; -- pemberitaan<\/b> Kom<\/em> tempat pengumpulan berita yang masuk; -- pembicaraan<\/b> pokok pembicaraan ; foto monyet ber 6 pemerintahan<\/b> tempat yang menjadi pokok kedudukan pemerintahan; -- perdagangan<\/b> pusat perniagaan; -- perhatian<\/b> yang menjadi sasaran perhatian; -- perniagaan<\/b> tempat (kota dan sebagainya) yang terutama untuk melakukan perdagangan; -- pertokoan<\/b> tempat yang diperuntukkan bagi pertokoan yang mudah dikunjungi pembeli berbagai lapisan masyarakat; -- produksi siaran<\/b> Kom<\/em> tempat pembuatan siaran; -- tenaga listrik<\/b> pabrik pembangkit listrik; -- usaha<\/b> daerah yang merupakan pusat kegiatan pelayanan ekonomi dengan segala fasilitasnya, misalnya perkantoran, perdagangan, keuangan, dan rekreasi;ber·pu·sat<\/b> v<\/em> berpangkal atau berpokok di (pada, kepada): usaha ini ~ pada pengurangan jumlah kaum tuna-aksara;<\/em>me·mu·sat·kan<\/b> v<\/em> mengarahkan (mengumpulkan dan sebagainya) ke satu titik (tempat, hal, dan sebagainya): dia sekarang ~ seluruh perhatiannya ke pendidikan anak-anaknya;<\/em>pe·mu·sat·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> proses, cara, perbuatan memusatkan: ~ tenaga dan pikiran; ~ kapal perang pada tempat-tempat yang strategis;<\/em> 2<\/b> Pol<\/em> perubahan kekuasaan politik dari badan-badan pemeritah daerah ke pemerintah pusat; 3<\/b> Pol<\/em> penyerahan kekuasaan dari pembuat undang-undang kepada anggota eksekutif;~ <\/em>kekuasaan<\/b> penempatan seluruh kekuasaan pada satu pusat atau tokoh;se·pu·sat<\/b> a<\/em> 1<\/b> memiliki satu pusat bersama: lingkaran ~;<\/em> 2<\/b> mengenai satu titik yang terdapat tepat di tengah-tengah; konsentrik"},{"x":5,"w":"sesat","d":"se·sat<\/b> a<\/em> 1<\/b> tidak melalui jalan yang benar; salah jalan: malu bertanya -- di jalan; mati --;<\/em> 2<\/b> ki<\/em> salah (keliru) benar; berbuat yang tidak senonoh; menyimpang dari kebenaran (tentang agama dan sebagainya): ajaran yang --;<\/em>-- surut, terlangkah kembali, pb<\/em> memperbaiki kesalahan yang telah dibuat;-- air<\/b> salah didik (sukar diajar); -- akal<\/b> gila; -- barat<\/b> salah jalan sama sekali; -- lalu<\/b> menempuh jalan yang salah; -- langkah<\/b> melakukan perbuatan yang tidak patut; berbuat yang tidak senonoh; -- pikiran<\/b> salah pendirian (pendapat); -- pusat<\/b> bingung;ber·se·sat<\/b> a<\/em> dalam keadaan salah jalan; kesasar;me·nye·sat·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> membawa ke jalan yang salah; menyebabkan sesat (salah jalan): mereka memang sengaja - kita;<\/em> 2<\/b> ki<\/em> menyebabkan keliru (salah) dan sebagainya: - pandangan; - pikiran;<\/em>ter·se·sat<\/b> v<\/em> salah jalan; kesasar: mudah- mudahan ia tidak - di tengah jalan;seperti sebuah biji - dalam rumput, pb<\/em> 1<\/b> orang yang hina tidak kelihatan oleh orang; 2<\/b> sesuatu yang kecil;ke·se·sat·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> kebingungan; 2<\/b> ki<\/em> kesalahan jalan atau pikiran; kekeliruan; sesuatu yang sesat;pe·nye·sat·an<\/b> n<\/em> proses, cara, foto monyet ber 6 menyesatkan"},{"x":5,"w":"tali1<\/sup>","d":"ta·li1<\/sup><\/b> n<\/em> 1<\/b> barang yang berutas-utas panjang, dibuat dari bermacam-macam bahan (sabut kelapa, ijuk, plastik, dan sebagainya) ada yang dipintal ada yang tidak, gunanya untuk mengikat, mengebat, menghela, menarik, dan sebagainya; 2<\/b> ki<\/em> hubungan: mempererat -- persaudaraan;<\/em>-- busur tidak selamanya dapat diregang, pb<\/em> orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya; -- jangan putus, kaitan jangan rekah, pb<\/em> perkara harus diputus seadil-adilnya agar kedua belah pihak yang beperkara sama-sama senang; -- putus keluan putus, pb<\/em> anak muda (gadis) yang telah bebas berbuat sekehendak hatinya setelah orang yang menjaganya (orang tuanya) meninggal; -- yang tiga lembar itu tak suang-suang putus, pb<\/em> bersatu teguh, bercerai runtuh; bagai menghela -- jala, pb<\/em> sangat berhati-hati; sepanjang -- beruk, pb<\/em> terlalu panjang sehingga membosankan (tentang pidato, doa yang panjang);-- air <\/b> 1<\/b> selokan; saluran air; bendar; 2<\/b> ceruk kecil sepanjang tepi kusen dengan tembok; 3<\/b> aliran arus; 4<\/b> pengairan; -- alir<\/b> pancing dengan umpan hidup untuk menangkap buaya; -- api<\/b> tali dari sabut dan sebagainya yang dipakai sebagai api-api; tali kain yang dibakar apabila memasang rokok orang besar pada zaman dahulu; -- ari-ari<\/b> tali pusar; -- arus<\/b> aliran arus (listrik, suara, dan sebagainya); -- barut <\/b> 1<\/b> tali pengikat (pembarut); 2<\/b> ikat pinggang; kendit; -- bawat<\/b> Lay<\/em> tali yang diikatkan pada palang layar untuk menggerakkan layar supaya mendapat angin; -- belati<\/b> tali buatan Eropa (dibuat dari serat sisal dan sebagainya); -- bicara<\/b> pesawat telepon; -- busur<\/b> tali perentang pada busur (untuk melentingkan anak panah); -- dahi layar<\/b> Lay<\/em> tali yang mengikatkan layar yang di sebelah atas; -- duga<\/b> tali untuk menentukan dalamnya laut; -- dugang <\/b> 1<\/b> Lay<\/em> tali penahan tiang dan sebagainya yang dipegang untuk menyeimbangkan perahu dengan badan; 2<\/b> tali penahan pohon yang akan ditebang agar tidak menimpa rumah, pohon lain, dan sebagainya dan jatuhnya diarahkan ke tempat yang diinginkan; -- gai<\/b> Lay<\/em> giuk; -- hidung<\/b> ceruk memanjang antara hidung dan bibir atas; -- jantung<\/b> ki<\/em> kekasih; kesayangan; -- jiwa<\/b> pangkal hidup; jantung hati; yang disayangi (dikasihi); -- kail<\/b> tali untuk menggantungkan mata kail; -- kang<\/b> tali kekang; tali kendali (pada kuda tunggang); -- kawat<\/b> tali berbentuk garis lembar-lembar kawat berukuran lebih dari 2,5 cm yang pelilitannya dilakukan secara khusus, biasanya digunakan pada tahang penggulung untuk menarik alat angkut dalam sumur tambang; -- kekang<\/b> tali untuk mengekang (kuda tunggang); tali kendali; -- kekerabatan<\/b> hubungan antara orang-orang sekerabat (sanak saudara); -- keledor<\/b> sabuk pengaman (di mobil, kapal terbang); -- kembar<\/b> tali (kawat, kabel) yang dipilin dari dua utas; -- kendali<\/b> tali kekang; -- kendit<\/b> ikat pinggang; -- kepala<\/b> tali yang diikatkan pada kepala sapi atau kuda untuk memudahkan menuntun atau mengikat hewan itu; -- kipas<\/b> tali karet untuk memutar kipas mesin mobil; -- labrang<\/b> Lay<\/em> tali kapal (perahu) untuk memperkuat tiang berdiri dan sebagainya; -- lalai<\/b> lay<\/em> tali kapal (perahu) untuk memutar kayu palang tempat menggantungkan layar; -- leher<\/b> dasi; -- lidah<\/b> urat di bawah lidah; -- liung<\/b> ikat pinggang dari emas; -- liung-liung<\/b> tali untuk mengikat keris ke pinggang; -- manila<\/b> serat manila; -- monyet<\/b> tali yang diikatkan pada laberang sekoci sebagai tempat pegangan penumpang sekoci pada waktu sekoci diturunkan;-- nyawa<\/b> yang dikasihi (disayangi); jantung hati; tali jiwa; -- pangkat<\/b> jerat; -- penambat<\/b> tali atau rantai yang diikatkan pada ternak sehingga ternak itu dapat merumput dan bergerak dalam radius sepanjang tali itu; -- pengaman<\/b> sabuk pengaman; -- penggulung<\/b> tali tempat sangkar bergantung dalam sumur tegak pada sistem angkutan tambang bawah tanah melalui tahang penggulung dan ditarik oleh mesin angkat; -- penyandang<\/b> sabuk untuk menggendong atau menyandang alat untuk menyemprot bahan pemberantasan hama dan penyakit tumbuhan peliharaan; -- peranti<\/b> adat kebiasaan; tradisi; -- pergantungan<\/b> ki<\/em> 1<\/b> kekasih; 2<\/b> orang tempat mengharapkan bantuan; -- persaudaraan<\/b> hubungan antarsesama sanak saudara; -- perut<\/b> usus; -- pinggang<\/b> ikat pinggang; kendit; -- pintal<\/b> tali yang terpilin; -- pusar<\/b> tali pusat -- pusat <\/b> 1<\/b> usus yang menghubungkan tembuni dengan perut (pada pusar) bayi; 2<\/b> Bot<\/em> bagian buah yang menghubungkan biji dengan dinding buah; -- rasa<\/b> ki<\/em> hubungan batin antara seseorang dan orang lain (biasanya orang yang mempunyai hubungan dekat); -- sawar<\/b> tali untuk menghela kerbau dan sebagainya; -- sepatu<\/b> tali untuk mengikat (mengatupkan) sepatu sewaktu dipakai; -- silaturahmi<\/b> hubungan persaudaraan; -- singkil<\/b> ikat pinggang (dipakai oleh perempuan yang sedang hamil); -- sipat <\/b> 1<\/b> tali (benang) diberi berdawat hitam dan sebagainya untuk menandai kayu yang akan digergaji; 2<\/b> tali pada batu anting; -- temali <\/b> 1<\/b> bermacam-macam tali; 2<\/b> berkait-kaitan; banyak berkaitan dengan; -- tudung <\/b> 1<\/b> tali pada tudung; 2<\/b> cambang tipis yang sampai di bawah agu; -- tum<\/b> cak<\/em> tali kekang; -- tunda<\/b> tali untuk menghela perahu dan sebagainya; -- ulang<\/b> tali yang melalui beberapa kapi (kayu kerek); -- usai<\/b> Lay<\/em> tali untuk menarik (kapi, kerek, dan sebagainya);ber·ta·li<\/b> v<\/em> 1<\/b> memakai tali; ada talinya: bungkusan yang ~ merah itu kepunyaanku;<\/em> 2<\/b> ki<\/em> sudah bertunangan: gadis itu sudah foto monyet ber 6 ~ panjang, pb<\/em> diberi kebebasan yang seluas-luasnya; dibiarkan berbuat sesuka hatinya: ~ boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing, pb<\/em> ada tanda (bukti) yang jelas atau yang boleh dipegang teguh; tergantung tidak ~pb<\/em> perempuan yang tidak diurus lagi oleh suaminya, tetapi tidak dapat meminta cerai;~ darah<\/b> berkerabat; seketurunan;ta·li-ber·ta·li<\/b> v<\/em> ada sangkut-pautnya; bertali-tali;ber·ta·li-ta·li<\/b> v<\/em> 1<\/b> bersambung-sambung; sambung-menyambung; terus-menerus; beruntun-runtun: kata-kata keji ~ keluar dari mulutnya; bukit-bukit itu ~ dari utara ke selatan sepanjang 1.000 km;<\/em> 2<\/b> berjalin-jalin; berlibat-libat; berbelit-belit: banyak hal yang ~ dengan masalah kenakalan remaja;<\/em>ber·ta·li·an<\/b> v<\/em> berkenaan (dengan); berhubungan; ada sangkut pautnya (dengan): larangan itu dikeluarkan yang berwajib ~ dengan situasi tanah air pada akhir-akhir ini;<\/em>per·ta·li·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> perhubungan; sangkut paut (kekeluargaan); perkariban: ~ kedua orang yang berbeda suku itu akhir-akhir ini semakin erat;<\/em> 2<\/b> Ling<\/em> hubungan antara unsur bahasa dalam kesatuan yang utuh, misalnya pertalian antara kalimat dan kalimat dalam wacana;~ batin<\/b> pertalian yang tidak kelihatan; ~ darah<\/b> hubungan kekerabatan;mem·per·ta·li·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> mengikat menjadi satu: mereka ~ semua tawanan itu sebelum diseret ke markas;<\/em> 2<\/b> menjalin-jalinkan; memperhubungkan: jangan ~ perkara itu dengan urusan pribadimu;<\/em> 3<\/b> menghubungkan: urat saraf yang ~ otak dengan mata;<\/em> dilaluinya kampung yang ~ Kota Serang dengan Pandeglang;<\/em> 4<\/b> menjodohkan: ia hendak ~ anak gadisnya dengan pemuda itu;<\/em> 5 <\/b>menjadikan bertali;pe·na·li<\/b> n<\/em> 1<\/b> pengikat; 2<\/b> kesimpulan; pembatasan (definisi)"},{"x":5,"w":"titik1<\/sup>","d":"ti·tik1<\/sup><\/b> n<\/em> noktah (pada huruf, tanda, tanda baca, dan sebagainya): setiap kalimat berita diakhiri dengan tanda --;<\/em>-- akhir<\/b> tempat berakhirnya pertandingan (lari, balap mobil), pekerjaan, dan sebagainya; -- api<\/b> Fis<\/em> pusat pertemuan sinar yang dibalikkan di kaca yang cekung atau yang sudah dipecah oleh lensa (suryakanta): matahari terletak pada salah satu -- api elips lintasan bumi; --<\/em> aries<\/b> salah satu dari titik perpotongan ekliptika dengan khatulistiwa langit; -- artikulasi<\/b> Ling<\/em> tempat terjadinya persentuhan atau penyempitan pada saluran suara (ketika alat ucap aktif menempel atau mendekati alat ucap pasif) dalam pembentukan bunyi bahasa; -- awal<\/b> tempat dimulainya pertandingan (lari, balap mobil), pekerjaan, dan sebagainya: setelah ada aba-aba, kami meninggalkan -- awal;<\/em> -- balik<\/b> titik di dalam suatu kurva hasil yang menjadi batas kenaikan hasil mulai berbalik menurun; -- beku<\/b> derajat suhu yang menunjukkan suatu barang cair membeku (menjadi padat); -- burjamhal<\/b> titik aries; -- cair<\/b> suhu tertentu yang menunjukkan benda padat mulai meleleh atau mencair; -- didih<\/b> batas derajat suhu yang menunjukkan suatu barang cair mulai mendidih: -- didih air ialah pada suhu 100o C;<\/em> -- dua<\/b> tanda baca (:) untuk menandai pemerian dan sebagainya; -- embun<\/b> Fis<\/em> derajat suhu tempat suatu campuran gas (udara) menjadi jenuh dan mengembunkan cairan; -- impas<\/b> titik yang menunjukkan hasil penjualan hanya untuk menutup harga pokok produk (tidak ada untung atau rugi); -- kabut<\/b> Hidm<\/em> suhu udara (dalam sangkar) pada saat terbentuk kabut; -- kata<\/b> keputusan; -- kedalaman<\/b> kedudukan titik yang telah dihitung kedalamannya; -- koma<\/b> tanda baca berupa titik dan koma (;) untuk menandai bagian kalimat yang sejenis dan setara, juga untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung; -- koordinat<\/b> titik utama pada pedoman atau kompas, yaitu titik utara, selatan, timur, dan barat; -- kulminasi<\/b> titik puncak (tertinggi): perlahan-lahan bulan merangkak dari kaki langit menuju -- kulminasi;<\/em> -- lebur<\/b> derajat suhu tempat suatu bahan (zat) padat mencair di bawah tekanan normal: tiap zat padat mempunyai -- lebur yang khas;<\/em> -- lidah<\/b> ki<\/em> kata; perkataan; -- librasi<\/b> titik di dalam susunan benda langit yang secara teoritis menunjukkan bahwa benda langit ketiga berada dalam keadaan tidak bergerak untuk jangka waktu tak terbatas karena segala daya yang bekerja di titik tersebut (termasuk dalam bidang gravitasi karena benda langit itu) saling meniadakan; -- mata <\/b> 1<\/b> titik yang menjadi pusat segenap penglihatan (pada gambar pemandangan); 2<\/b> sesuatu yang menarik perhatian orang banyak; pusat perhatian (minat); -- nyala<\/b> Kim<\/em> derajat suhu terendah tempat suatu minyak menguap cukup banyak dan cukup reaktif untuk dapat terbakar seketika; -- optimum<\/b> titik puncak (terbaik dan sebagainya): meningkatkan penggunaan kayu pada -- optimum;<\/em> -- ordinat<\/b> letak titik perpotongan pada garis horizontal dengan garis vertikal; -- panas<\/b> Fis<\/em> derajat suhu tempat logam dan sebagainya mulai lebur: -- panas timah 332oC;<\/em> -- pangkal<\/b> yang menjadi pangkal ketika memikirkan (membicarakan dan sebagainya) sesuatu; -- pegangan<\/b> Fis<\/em> tanda di medan pandangan sistem optis yang dipakai sebagai acuan dalam pengukuran; -- pusar<\/b> titik pusat; -- pusat<\/b> titik pada pusat bidang (bulatan dan sebagainya); -- selera<\/b> sangat ingin (akan makan dan sebagainya); -- temu<\/b> 1<\/b> titik tempat dua buah garis atau lebih dan sebagainya bertemu; -- tengah<\/b> titik pusat; -- tolak<\/b> 1<\/b> titik pangkal; 2<\/b> ki<\/em> pokok kesepakatan: kedua kubu belum mencapai -- tolak dalam perundingan itu<\/em>; -- tumpu <\/b> 1<\/b> titik tempat berpijak; 2<\/b> tempat tertentu untuk berdiri (tentang titik awal perlombaan dan sebagainya); -- uap<\/b> derajat suhu yang menunjukkan benda cair mulai menguap"},{"x":5,"w":"urus1<\/sup>","d":"urus1<\/sup><\/b> v<\/em> rawat; piara; pelihara; atur: tidak --cak<\/em> tidak terpelihara; tidak terurus;ber·u·rus·an<\/b> v<\/em> 1<\/b> ada urusan (dengan); berhubungan (dengan): saya tidak mau ~ dengan dia lagi;<\/em> 2<\/b> tersangkut dalam suatu hal (perkara kepolisian dan sebagainya): karena tidak mau membayar utang, ia harus ~ dengan polisi;<\/em>meng·u·rus<\/b> v<\/em> 1<\/b> mengatur segala-galanya (tentang suatu urusan atau hal dan bertanggung jawab mengenai hal itu): untuk perpisahan itu ada yang ~ keuangan, ada yang ~ acara kesenian, dan sebagainya;<\/em> 2<\/b> mengatur menjadi baik; menata; merapikan; mengemasi; membenahi; membereskan: sesudah menyapu lantai, ia ~ tempat tidur;<\/em> 3<\/b> menyelenggarakan (perayaan, pertemuan, dan sebagainya); memelihara dan menjaga (kebun, rumah tangga, dan sebagainya); merawat (kendaraan dan sebagainya); menjaga baik-baik: panitia sibuk ~ perayaan Hari Kemerdekaan RI; ~ kebun cengkih memang tidak mudah; <\/em>4<\/b> mengusahakan (perdagangan, perusahaan, dan sebagainya); mengelola; memimpin dan mengatur (sekolah, perkumpulan, dan sebagainya): tiap anak diserahi tugas ~ toko; tidak mudah ~ koperasi;<\/em> 5<\/b> mengusut atau menyelidiki suatu hal; menyelesaikan (persoalan, perkara, perselisihan, dan sebagainya): bapaknya diminta datang ke sekolah untuk ~ persoalan anaknya; perkara perkelahian itu sudah ada yang ~;<\/em>~ buku<\/b> mencatat keluar-masuknya uang dalam perniagaan; ~ diri<\/b> merawat kesehatan diri;meng·u·rusi<\/b> v<\/em> mengatur baik-baik; menjaga dan merawat: keluarga itu berantakan karena suami ataupun istri tidak pernah ~ keadaan rumah tangganya;<\/em>meng·u·rus·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> mengurusi; 2<\/b> menyelesaikan (membereskan) sesuatu untuk orang lain: kalau Tuan tidak mampu menyelesaikan sendiri, saya sanggup ~ nya sampai selesai;<\/em>ter·u·rus<\/b> v<\/em> terpelihara (terawat, teratur) baik-baik: anak-anaknya tidak ~;<\/em>urus·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> sesuatu yang diurus: ada ~ penting;<\/em> 2<\/b> perkara; masalah; hal ihwal; persoalan: untuk ~ ini, polisi telah menahan orang yang dicurigai; ~ politik adalah tanggung jawab kita juga; itu ~ mu, bukan ~ ku;<\/em> 3<\/b> sesuatu yang berhubungan atau ada sangkut-pautnya dengan: setelah ~ pabean selesai, kita masih berurusan dengan calo-calo taksi<\/em>; 4<\/b> bagian pekerjaan (jawatan, dinas, dan sebagainya) yang mengurus sesuatu: jawatan ~ pajak; bagian ~ pegawai;<\/em> kantor ~ pegawai;<\/em> 5<\/b> cara mengurus (merawat, menyelenggarakan, dan sebagainya): kurang beres ~ nya;<\/em>~ belakang <\/b> 1<\/b> hal-hal yang berkenaan dengan kebutuhan dapur; 2<\/b> perkara nanti (yang akan diselesaikan) di kemudian hari; ~ kecil<\/b> hal yang tidak penting (tidak berarti); ~ umum<\/b> urusan mengenai berbagai hal;peng·u·rus<\/b> n<\/em> 1<\/b> orang(-orang) yang mengurus; 2<\/b> sekelompok orang yang mengurus dan memimpin perkumpulan (partai dan sebagainya); pemimpin; direksi: Kepala Desa menunjuk beberapa orang menjadi ~ Lembaga Sosial Desa; ~ cabang terdiri atas seorang ketua, seorang sekretaris, dan seorang bendahara;<\/em> 3<\/b> penyelenggara (pertemuan dan sebagainya);~ besar<\/b> pengurus yang ada di pusat perkumpulan (partai dan sebagainya); pemimpin tertinggi; pengurus pusat; ~ cabang<\/b> foto monyet ber 6 yang berada pada cabang organisasi; ~ harian<\/b> pengurus yang melakukan tugas (perkumpulan, partai, dan sebagainya) sehari-hari; ~ inti<\/b> pengurus tetap yang biasanya terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara; ~ pusat<\/b> pengurus yang berada di pusat organisasi; pengurus besar; ~ ranting<\/b> pengurus yang berada pada ranting organisasi; ~ sementara<\/b> pengurus yang ditunjuk untuk sementara sampai ada pengurus tetap; ~ terpilih<\/b> pengurus yang ditunjuk berdasarkan pemilihan; ~ tetap<\/b> pengurus yang sudah resmi dan sah berdasarkan pemilihan dan pengangkatan;peng·u·rus·an<\/b> n<\/em> proses, cara, perbuatan mengurus: mereka adalah para pemimpin yang berkecimpung di dalam ~ negara; ia bertugas dalam bidang ~ bahan makanan dan kerumahtanggaan istana;<\/em>ke·u·rus<\/b> Jk v<\/em> terurus; terpelihara: karena terlalu sibuk, dirinya sendiri tidak ~ lagi;<\/em>ke·u·rus·an<\/b> Jk v<\/em> keurus;ke·peng·u·rus·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> seluk-beluk yang berhubungan dengan tugas pengurus: akhirnya tercapai kesepakatan tentang foto monyet ber 6 partai itu; <\/em>2<\/b> hal-hal yang bersangkut-paut dengan cara mengurus sesuatu: diciptakan ~ yang sejalan dengan hasil kongres<\/em>"},{"x":5,"w":"vokal","d":"vo·kal<\/b> 1<\/b> a<\/em> mengenai suara; 2<\/b> n Ling<\/em> bunyi bahasa yang dihasilkan oleh arus udara dari paru-paru melalui pita suara dan penyempitan pada saluran suara di atas glotis; 3<\/b> n Ling<\/em> satuan fonologis yang diwujudkan dalam lafal tanpa pergeseran, seperti [a, i, u, e, o]; 4<\/b> a ki<\/em> berani mengemukakan pendapat; berani bersuara (mengkritik dan sebagainya): dia adalah anggota DPR yang --;<\/em>-- bawah<\/b> vokal yang dihasilkan dengan lidah di bagian bawah mulut, misalnya [a]; -- belakang<\/b> vokal yang dihasilkan dengan lidah ditarik ke arah belakang rongga mulut, misalnya [u]; -- buka<\/b> vokal yang dihasilkan dengan lidah dalam posisi yang agak rendah; -- bundar<\/b> vokal yang diucapkan dengan bibir membundar; -- depan<\/b> vokal yang dihasilkan dengan menggerakkan bagian lidah ke arah langit-langit, misalnya vokal [e]; -- hambat<\/b> vokal dalam suku kata tertutup; -- hampar<\/b> vokal yang dihasilkan dengan bibir melebar, misalnya [e] dalam teh<\/em>;-- kardinal<\/b> salah satu seri vokal dengan ciri-ciri artikulasi tertentu, berguna sebagai dasar perbandingan vokal sebuah bahasa dan di antara bahasa-bahasa (diciptakan oleh Daniel Jones); -- kendur<\/b> vokal yang diartikulasikan dengan otot agak kendur, misalnya \/i\/ pada saling<\/em>; -- pusat<\/b> vokal yang dihasilkan dengan lidah dalam posisi tidak di depan dan tidak di belakang; -- rendah<\/b> vokal yang diucapkan dengan lidah dalam posisi serendah-rendahnya; -- sempit<\/b> vokal yang diartikulasikan dengan mulut terbuka sedikit dan dengan lidah diangkat ke depan atau belakang; -- setengah terbuka<\/b> vokal yang diartikulasikan dengan lidah dalam posisi medium rendah; -- setengah tertutup<\/b> vokal yang diartikulasikan dengan lidah dalam posisi medium tinggi; -- takbersuara<\/b> vokal yang dihasilkan dengan saluran suara ada dalam posisi vokal dan membiarkan udara mengalir dan menghasilkan aspirasi sebelum pita suara bergetar; -- takbundar<\/b> vokal hampar; -- tegang<\/b> vokal yang dihasilkan dengan otot menegang, misalnya [i] dalam kiri<\/em>; -- tengah<\/b> vokal yang dihasilkan dengan lidah dalam posisi tidak tinggi, tidak rendah; -- ternasal<\/b> vokal yang mengandung nasal sebagai ciri sekunder; -- tinggi<\/b> bunyi vokal yang dihasilkan dengan lidah terletak tinggi di dalam rongga mulut, misalnya foto monyet ber 6, e, u]"},{"x":5,"w":"pemerintah","d":"pemerintah<\/b> n<\/em> 1<\/b> sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; 2<\/b> sekelompok orang yang secara bersamasama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; 3<\/b> penguasaan suatu negara (bagian negara): masyarakat menginginkan ~ yang kuat dan bijaksana<\/em> ; 4<\/b> badan tertinggi yang memerintah suatu negara (seperti kabinet merupakan suatu pemerintah): Ketua DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR<\/em> ; 5<\/b> negara atau negeri (sebagai lawan partikelir atau swasta): sekolah ~ seharusnya tidak membayar<\/em> ; 6<\/b> pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan pertambangan<\/em> ; ~ daerah<\/b> penguasa yang memerintah di daerah; ~ pusat<\/b> penguasa yang bertugas di pusat yang melingkupi seluruh pemerintah daerah; berpemerintahan<\/b> v<\/em> memiliki pemerintahan; ada pemerintahan

Sumber: Kamus Bahasa Indonesia edisi elektronik (Pusat Bahasa, 2008)<\/div>"}] Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Lembaga SMP Negeri 4 Omesuri Kabupaten Lembata baru saja mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pasalnya, lembaga ini sebagai kontributor pencapaian rekor MURI pada peluncuran buku fiksi dan non-fiksi terbanyak melalui program-program literasi yang diselenggarakan oleh NYALANESIA selama April 2021-Maret 2022.

Foto monyet ber 6 SMPN 4 Omesuri, Kornelis Kara kepada Pos Kupang, Jumat 22 April 2022 mengatakan penghargaan piagam MURI dengan nomor 811-0845/Nyala/M.E-2/PTNMI/III/2022 tersebut diberikan pada 7 April 2022 lalu. Baca juga: Ramalan 12 Shio Minggu 24 April 2022, Naga Tunjukan Kesalahan Orang, Monyet Ada Pembatasan Tentunya penghargaan tersebut bisa memotivasi, meningkatkan minat literasi peserta didik dan guru - guru untuk lebih berkarya dan membawa nama baik sekolah. Menurut dia, para kontributor dan Nyalanesia berhasil memecahkan rekor Muri di bidang literasi, dengan rekor peluncuran buku fiksi dan non fiksi terbanyak sejumlah 4.216 buku ber-ISBN dari seluruh Indonesia.

Kornelis juga menambahkan bahwa, buku yang dihasilkan dari Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB) bersama Nyalanesia dari siswa SMP Negeri 4 Omesuri berupa Antologi Puisi. Baca juga: Lakalantas di Nangalimang, 3 Orang dilarikan ke Rumah Sakit Program GSMB Nasional ini dipersembahkan kepada semua sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia supaya menjadi solusi sekaligus wahana untuk mengakselerasi kualitas budaya literasi dan mutu pendidikan secara efektif dan efesien.

Menurutnya, menang atau kalah dalam kompetisi adalah hal biasa, yang paling penting ada kemauan dari siswa dan guru untuk bisa menghasilkan sebuah karya. "Dari 183 siswa terdapat 50 siswa yang menghasilkan karya dalam bentuk buku antologi puisi," ungkap Kornelis.

foto monyet ber 6

Baca juga: Pemkab Lembata Mulai Terapkan Aplikasi Simatneo, Ini Tujuannya "Mari menjadi bagian dalam upaya menyalakan masa depan bangsa dengan meningkatkan minat Literasi bukan hanya membaca namun dengan menulis buku," tutupnya.(*)
SuaraJawaTengah.id - Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan kemunculan foto salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden ( Wantimpres) Putri Kuswinu Wardana menjenguk Ade Armando.

Seperti diketahui dosen Universitas Indonesia tersebut tengah menjalani perawatan usai babak belur dikeroyok masa aksi 11 April 2022 kemarin. Berdasarkan unggahan foto di akun twitter @maspiyuaja, ia membagikan tangkapan layar berisikan foto Putri Kuswinu Wardana sedang menjenguk Ade Armando bersama seorang wanita lainnya. Putri Kuswinu Wardana juga tidak lupa menyampaikan rasa keprihatiannya atas apa yang dialami Ade Armando.

Baca Juga: Takut Trauma, Keluarga Tak Mau Bicara Soal Kasus Pengeroyokan ke Ade Armando "Putri K. Wardani menjenguk Ade Armando di Rumah Sakit Siloam, Semanggi (12/04).

Dalam kunjungannya ini, Putri menyampaikan keprihatinannya atas kekerasan yang harus dialami Ade Armando dan berharap kedepannya persaudaraan bangsa ini dipererat," bunyi keterangan tertulis yang tertera dalam tangkapan layar tersebut. Sontak saja unggahan Mas Piyu itu pun foto monyet ber 6 dibanjiri komentar warganet. Tak sedikit dari mereka banyak memberikan ragam tanggapan. Bahkan tak sedikit dari warganet yang memberikan komentar menohok.

foto monyet ber 6

Karena kehadiran orang-orang Istana menjenguk Ade Armando membuktikan kalau pakar komunikasi UI itu merupakan buzzer yang dilindungi negara. Baca Juga: Kutuk Pengeroyokan Ade Armando, Koalisi Kebebasan Berpendapat: Beda Pandangan Tak Bisa Jadi Alasan Melukai Orang "Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara sudah berganti dengan buzzerrp dan banser dipelihara oleh negara.

Sah dah," ucap akun @068**. "Akhirnya terbuka juga siapa dibelakang AA (Ade Armando) Makanya kasus dia aman-aman saja," imbuh akun @Mahdi**. "Pak @wiranto1947 Ketua @WantimpresRI anak buah bapak si Putri terlalu ceroboh dan dungu, akun resmi negara bisa semudah itu upload peliharaan yang sedang sakit. Lalu di hapus, tapi keburu dicomot netizen.

foto monyet ber 6

Atur anak buah biar makin cerdas pak," sahut akun @Tamong**. Sebelumnya, saat terjadi aksi unjuk rasa di gedung DPR RI pada Senin (11/04/2022). Ade Armando dianiaya sekumpulan massa yang diduga bukan dari kelompok mahasiswa kelompok. Dia dianiayai hingga tersungkur ke aspal bahkan celana panjang yang dikenakannya hilang.

foto monyet ber 6

Ade juga mencoba melindungi kepala dan badan sambil tersungkur ke tanah ketika dia menerima amukan massa. Potret Ade Armando dalam kondisi babak-belur dan dievakuasi polisi tersebar di sejumlah akun media sosial, termasuk twitter. Catatan Redaksi: Sebagian isi artikel ini telah direvisi oleh redaksi Suara.com pada hari Jumat, 15 April 2021, setelah kami mendapat protes dari Satriyo Yudi Wahono.

Satriyo Yudi Wahono memprotes karena isi artikel ini sebelumnya, menyebut namanya. Pada akun twitter @maspiyuaja bukanlah Piyu gitaris band Padi. Melalui catatan ini, redaksi Suara.com meminta maaf kepada Satriyo Yudi Wahono serta publik.

foto monyet ber 6

Kontributor : Fitroh Nurikhsan

Foto monyet lucu




2022 www.videocon.com