Kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Diksi – Pengertian, Contoh, Ciri, Jenis, Syarat, Fungsi Dan Tujuannya – DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai kalimat diksi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, fungsi, jenis dan contoh, nah agar lebih memahami dan dimengerti simak ulasannya dibawah ini.

8.7. Sebarkan ini: Diksi merupakan pemilihan kata yang paling tepat untuk menyampaikan suatu maksud. Pemilihan kata yang tepat bertujuan untuk memberikan kesan serta pesan agar mudah diterima dengan lawan bicara. Diksi sangat berguna dalam penulisan karya tulis seperti puisi, novel, laporan dan sebagainya. Pengertian Diksi Menurut para ahli • Menurut Keraf (2008: 22-23) Diksi adalah pilihan kata atau diksi jauh lebih luas dari apa yang dipantulkan oleh hubungan kata-kata itu. Istilah ini bukan saja dipergunakan untuk menyatakan kata-kata mana yang dipakai untuk mengungkapkan suatu ide atau gagasan, tetapi juga meliputi fraseologi, gaya bahasa, dan ungkapan.

• Menurut Widyamartaya (1990: 45) Diksi atau pilihan kata adalah kemampuan seseorang membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikannya dan kemampuan tersebut hendaknya disesuaikan dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca. • Menurut Mustakim (1994: 41) Pemilihan kata adalah proses atau tindakan memilih kata yang dapat mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan pilihan kata adalah hasil proses atau tindakan tersebut.

Syarat Diksi Syarat-syarat ketepatan kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah kata • Membedakan makna denotasi dan konotasi dengan cermat, denotasi yaitu kata yang bermakna lugasdan tidak bermakna ganda.

Sedangkan konotasi dapat menimbulkan dapat menimbulkan makna yang bermacam-macam, lazim digunakan dalam pergaulan, untuk tujuan estetika, dan kesopanan. • Memebedakan secara cermat makna kata yang hampir bersinonim, kata yang hampir bersinonom misalnya: adalah, ialah, yaitu, merupakan dalam pemakainnya berbeda-beda. • Membedakan makna kata secara cermat kata yang mirip ejaanya, misalnya: infrensi (kesimpulan) dan iterferensi (saling mempengaruhi), sarat (penuh, bunting), dan syarat (ketentuan).

• Tidak menafsirkan makna kata secara subjektive berdasarkan pendapat sendiri, jika pemahaman belum dapat dipastikan, pemakaian kata harus menemukan makna yang tepat dalam kamus, misalnya: modern sering diartikan secara subjektive canggih menurut kamus modern berarti terbaru atau mutakhir; canggih berarti banyak cakap, suka mengganggu, banyak mengetahui, bergaya intelektual. • Menggunakan imbuhan asing (jika diperlukan) harus memahami maknanya secara tepat, misalnya: dilegalisir seharusnya dilegalisasi, koordinir seharusnya koordinasi.

• Menggunakan kata-kata idiomatik berdasarkan susunan (pasangan) yang benar, misalnya: sesuai bagi seharusnya sesuai dengan. • Menggunakan kata umum dan kata khusus, secara cermat. Untuk mendapatkan pemahaman yang spesifik karangan ilmiah sebaiknya menggunakan kata khusus, misalnya: mobil (kata umum) corolla (kata khusus, sedan buatan toyota). • Menggunakan kata yang berubah makna dengan cermat, misalnya: isu (berasal dari bahasa Inggris issue berarti publikasi, kesudahan, perkara) isu (dalam bahasa Indoenesia berarti kabar yang tidak jelas asal usulnya, kabar angin, desas-desus).

• Menggunakan dengan cermat kata bersinonim, misalnya: pria dan laki-laki, saya dan aku, serta buku dan kitrab) ; berhomofoni; misalnya bang dan bank, ke tahanan dan ketahanan); dan berhomografi (misalnya: apel buah, apel upacara; buku ruas, buku kitab) • Menggunakan kata abstrak dan kata konkret secara cermat, kata abstrak (konseptual), misalnya: pendidikan, wirausaha, dan pengobatan modern) dan kata konkret atau kata khusus (misalnya: minggu, serapan, dan berenang).

Tujuan Diksi Tujuan Diksi (Pemilihan kata) adalah untuk memperoleh keindahan guna menambah daya ekspresivitas. Maka sebuah kata akan lebih jelas, jika pilihan kata tersebut tepat dan sesuai.

Ketepatan pilihan kata bertujuan agar tidak menimbulkan interpretasi yang berlainan antara penulis atau pembicara dengan pembaca atau pendengar, sedangkan kesesuaian kata bertujuan agar tidak merusak suasana. Selain itu berfungsi untuk menghaluskan kata dan kalimat agar terasa lebih indah. Dan juga dengan adanya diksi oleh pengarang berfungsi untuk mendukung jalan cerita agar lebih runtut mendeskripsikan tokoh, lebih jelas mendeskripsikan latar waktu, latar tempat, dan latar sosial dalam cerita tersebut.

Diksi dan Gaya Bahasa Dengan penggunaan diksi yang tepat dan sesuai dengan pengekspresian paragraf atau wacana maka gaya bahasa menjadi efektif.

Sehingga gaya bahasa membentuk suasana kejujuran, kesopanan, kemenarikan, tingkat keresmian, atau gaya percakapan. Gaya bahasa yang dihasilkan oleh pilihan kata terbagi tiga yaitu, gaya sederhana, gaya menengah dan gaya mulia.

Fungsi Diksi Adapun untuk fungsi diksi sendiri yaitu: • Membuat orang yang membaca ataupun mendengar karya sastra menjadi lebih faham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh pengarang. • Membuat komunikasi menjadi lebih efektif. • Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal “tertulis ataupun terucap”. • Membentuk ekspresi ataupun gagasan yang tepat sehingga dapat menyenangkan pendengar ataupun pembacanya. • Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal.

• Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat ( sangat resmi, resmi, tidak resmi )sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca. • Menciptakan komunikasi yang baik dan benar. • Menciptakan suasana yang tepat. • Mencegah perbedaan penafsiran. • Mencegah salah pemahaman. • Mengefektifkan pencapaian target komunikasi. Baca Juga : Pengertian Kalimat Efektif Lengkap Beserta Contohnya Ciri-Ciri Diksi Adapun ciri-ciri diksi yaitu: • Tepat dalam pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan • Dapat digunakan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dan bentuk yang sesuai dengan gagasan dan situasi serta nilai rasa pembaca.

• Menggunakan pembendaharaan kata yang dimiliki masyarakat bahasanya dan dapat menggerakan dan memberdayakan kekayaan tersebut menjadi jaring kata yang jelas. Baca Juga : “Kalimat Penjelas” Pengertian & ( Ciri – Contoh ) Jenis Diksi Menurut Chaer makna kata dapat dibedakan menjadi: • Makna Denotasi dan Makna Konotasi Makna denotasi ialah makna yang sesungguhnya dari kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah tersebut, sedangkan makna konotasi ialah makna yang bukan makna sesungguhnya dari makna kata itu sendiri.

Contoh: • Ibu membuatkan aku kopi yang sangat nikmat pagi ini (Denotasi kata kopi menunjukan makna sebenarnya).

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

• Kulit Budi terlihat seperti kopi (konotasi negatif, kata kopi menunjukan makna yang tidak sebenarnya dan berupa sindiran). • Dewi memang cantik seperti matahari (konotasi positif kata matahari menunjukan makna yang tidak sebenarnya dan berupa sanjungan). • Makna Leksikal Dan Gramatikal Leksikal ialah makna kata yang berdasarkan kamus, leksikal dapat disebut juga leksikon atau makna kata berdefinisi.

contoh: miskin ialah ketika seseorang tidak mampu dan kekurangan secara finansial. Gramatikal ialah makna kata yang terjadi karena: • Terdapat imbuhan contoh: pelukis, lukisan, dilukis, pelukisan.

• Diletakan pada frase, klausa atau diberi intonasi.

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

Contoh: Pelukis itu merupakan orang yang sangat terkenal (pe- pada lukis menunjukan orang). • Makna Referensial Dan Nonreferensial Makna referensial ialah makna kata yang menunjukan sesuatu misalnya “kantor Bupati terletak di jalan Jend, Sudirman “kata jalan menunjukan kepada sesuatu tempat”.

Sedangkan makna nonreferensial ialah makna kebalikan dari referensial. Contoh: “Aku baru saja pulang dari kantor bupati akan tetapi aku lupa alamatnya” “kata tetapi mengacu pada kata nonreferensional”.

• Makna Konseptual Dan Asosiatif Makna konseptual ialah makna kata yang mendeskripsikan kata itu sendiri. Contoh: “minggu ini aku dan keluarga akan berlibur ke puncak” (kata puncak mendeskripsikan daerah dataran tinggi). Sedangkan makna asosiatif ialah makna kata yang menunjukan hubungan terkait dengan makna kata tersebut.

Contoh: “Hati orang itu sangatlah putih” (kata putih memiliki hubungan dengan bersih dan suci). Baca Juga : “Kalimat Imperatif” Pengertian & ( Fungsi – Ciri – Macam – Contoh ) • Makna Kata Dan Makna Istilah Makna kata ialah makna yang akan terlihat maknanya ketika terdapat pada suatu kalimat.

Contoh: kata “panas” dapat menunjukan cuaca dapat menunjukan suhu, dapat menunjukan benda. Sedangkan makna istilah ialah makna kata yang bersifat mutlak karena hanya digunakan pada bagian-bagian tertentu saja. Contoh: Kata “panas” hanya dapat digunakan untuk mengungkapkan suatu makanan yang baru saja matang. • Makna Kias Dan Makna Lugas Makna kias ialah kata yang digunakan untuk mengutarakan makan secara tidak langsung, Contoh: gadis itu seperti bunga yang bermekaran.

“Kata bunga menunjukan makna cantok jelita”. Makna lugas ialah jelas atau makna yang berlawanan dengan makna kias. Contoh: Bunga di halaman rumahku sangatlah indah “kata bunga menunjukan makna yang jelas”. Baca Juga : “Kalimat Tunggal” Pengertian & ( Ciri – Jenis kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah Contoh ) Demikianlah pembahasan mengenai “Kalimat Diksi” Pengertian & ( Fungsi – Jenis – Contoh ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia Ditag 10 contoh kalimat diksi, 20 kata diksi, arti diksi dalam puisi, arti kata candi, ciri ciri diksi, contoh bahasa diksi, contoh diksi, contoh diksi brainly, contoh diksi dalam cerpen, contoh diksi dalam puisi, contoh kalimat diksi atau pilihan kata, diksi adalah brainly, diksi adalah dan contohnya, diksi bertenaga, diksi dalam puisi, diksi dalam puisi adalah, diksi pdf, ejaan bahasa indonesia, fungsi diksi, jenis-jenis diksi, Kalimat Efektif, kamus diksi puisi, kriteria pemilihan kata atau diksi, kumpulan kalimat diksi, macam macam diksi, makalah diksi, makna kias dalam diksi, manfaat diksi, materi diksi, pengertian diksi dalam puisi, pengertian diksi dan contohnya, pengertian diksi menurut para ahli, pertanyaan tentang diksi, prinsip pemakaian diksi, sampiran adalah, syarat diksi, syarat-syarat diksi, tujuan diksi Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Hosting adalah • Bercerita adalah • Pengertian Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK) • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 8.3.

Sebarkan ini: Komunikasi Adalah – Definisi, Fungsi, Tujuan, Unsur Dan Jenisnya – Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communisyang berarti sama atau menjadikan milik bersama.

Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya. Pengertian Komunikasi Komunikasi adalah “suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”.

Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik tubuh atau menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu.

Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. Beberapa definisi komunikasi adalah: • Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid). • Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).

• Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981). • Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W) • Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).

Tujuan Komunikasi Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut: • Mempelajari atau mengajarkan sesuatu • Mempengaruhi perilaku seseorang • Mengungkapkan perasaan • Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain • Berhubungan dengan orang lain • Menyelesaian sebuah masalah • Mencapai sebuah tujuan • Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik • Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain Baca Juga : Pengertian, Komponen Dan Fungsi CPU Lengkap Dengan Cara Kerjanya Diagram 1 : Proses Komunikasi Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya.

Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas. Materi pesan dapat berupa : • Informasi • Ajakan • Rencana kerja • Pertanyaan dan sebagainya Simbol/ isyarat Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya).

Tujuan penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu. Media/penghubung Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb. Baca Juga : Sistem Pakar Mengartikan kode/isyarat Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.

Penerima pesan Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim Balikan (feedback) Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal.

Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak.

Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

Gangguan Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.

Dasar Komunikasi Komunikasi mempunyai dasar sebagai berikut: Niat, Minat, Pandangan, Lekat, Libat. Niat menyangkut : • Apa yang akan disampaikan • Siapa sasarannya • Apa yang akan dicapai • Kapan akan disampaikan Minat, ada dua factor yang mempengaruhi yaitu: • Faktor obyektif : merupakan rangsang yang kita terima • Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima stimulus Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.

Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima. Libat, merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya. Baca Juga : Fungsi Kapasitor Jenis Komunikasi Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau kelompok Jenis komunikasi terdiri dari: • Komunikasi verbal dengan kata-kata • Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh • Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ; • Vocabulary (perbendaharaan kata-kata).

Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi. • Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.

• Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi. • Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri.

Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi. • Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.

• Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan. Komunikasi Non Verbal Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal. Yang termasuk komunikasi non verbal : • Ekspresi wajah Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.

• Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan.

Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya • Kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.

• Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya. • Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi.

Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat • Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan. Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress.

Baca Juga : Pengertian,10 Komponen Dan Model Komunikasi Bentuk Komunikasi Komunikasi sebagai proses memiliki bentuk : • Bentuk Komunikasi berdasarkan • Komunikasi langsung • Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat. • Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.

Komunikasi tidak langsung Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll. Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya • Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran : • Komunikasi massayaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.

Baca Juga : Pengertian Etika/Etiket Dan Etiket/Etika Di Dalam Bekomunikasi Beserta Contohnya Komunikasi masa yang baik harus : • Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele • Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami • Bentuk gambar yang baik Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio) • Komunikasi kelompok Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.

• Komunikasi perorangan. Adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon. • Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan : • Komunikasi satu arah Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.

• Komunikasi timbal balik Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik. Hambatan Komunikasi • Hambatan dari Proses Komunikasi • Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.

• Hambatan dalam penyandian/simbol Baca Juga : Pengertian Komunikasi Lengkap Menurut Para Ahli Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.

• Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan. • Hambatan dalam bahasa sandi.

Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima • Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.

• Hambatan dalam memberikan Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

• Hambatan Fisik Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya. • Hambatan Semantik Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima. • Hambatan Psikologis Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah pengirim dan penerima pesa.

Baca Juga : Pengertian Komunikasi Lisan Dan Tertulis Secara Lengkap • Kelas dibagi menjadi empat (4) kelompok • Masing-masing kelompok memilih ketua kelompok. • Ketua kelompok menugaskan anggota kelompoknya untuk berpasang-pasangan. Masing-masing menanyakan kepada pasangannya tentang : • Keluarga (anak, istri/suami dll) • Pendidikan • Tempat kerja • Rencana masa depan, termasuk rencana yang berkaitan dengan SPMKK dan tidak boleh dibuat catatan.

• Setelah itu saling bergantian (10 menit). • Setelah itu masuk dalam kelompok kecil dan menceritakan apa yang dia peroleh dari pasangannya (pasangannya tidak boleh berkomentar sebelum selesai penyampaian).

• Setelah selesai baru diklarifikasi oleh yang bersangkutan (YBS). • Terakhir diskusikan apa yang dapat anda peroleh dari permainan diatas • Catatan untuk fasilitator : • Metoda ini untuk melihat : • Apakah seseorang dapat menjadi seorang pendengar yang baik • Apakah seseorang dapat menyampaikan informasi dengan jelas • Setelah itu sampaikan “10 Ciri-Ciri Pendengar yang Baik” Demikianlah pembahasan mengenai Komunikasi Adalah – Definisi, Fungsi, Tujuan, Unsur Dan Jenisnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 🙂 🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Pengantar Ilmu Komunikasi, Pengantar Teknologi Informasi Ditag 3 fungsi dalam berkomunikasi, alur proses komunikasi, arti alarm, arti cerobong, arti komunikasi menurut para ahli, arti menara, bagaimana proses komunikasi terjadi, contoh komunikasi, definisi komunikasi, fungsi komunikasi, istilah istilah komunikasi, jaringan komunikasi komputer global disebut, jelaskan pengertian komunikasi non verbal, jenis jenis komunikasi, jenis komunikasi, kalimat komunikasi, Komponen Komunikasi, komponen komunikasi meliputi, komunikasi tidak efektif, layanan komunikasi digital, macam macam komunikasi dan artinya, macam macam proses komunikasi, makalah komunikasi secara umum, makalah pengertian komunikasi, makalah proses komunikasi, manfaat komunikasi, mengapa komunikasi sangat penting, model komunikasi umum, model proses komunikasi, pengertian bentuk komunikasi, pengertian digital, pengertian komunikasi beserta contohnya, pengertian komunikasi bisnis, pengertian komunikasi dalam jaringan, pengertian komunikasi kantor, pengertian komunikasi menurut kbbi, pengertian komunikasi menurut para ahli, pengertian komunikasi menurut para ahli pdf, pengertian komunikasi pdf, pengertian komunikasi secara etimologi, pengertian komunikasi secara umum, pengertian proses komunikasi, pengertian tujuan komunikasi, perspektif proses komunikasi, proses komunikasi, proses komunikasi bisnis, proses komunikasi brainly, proses komunikasi dalam organisasi, proses komunikasi dan tahapan komunikasi, proses komunikasi efektif pdf, proses komunikasi kantor, proses komunikasi menurut para ahli, proses komunikasi pdf, proses komunikasi primer, sebut dan jelaskan komponen komunikasi data, sebutkan 2 komunikasi secara daring, sebutkan arti dari konsep think jelaskan, sebutkan aspek aspek komunikasi verbal, sebutkan unsur-unsur dalam komunikasi, syarat kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah komunikasi, syarat syarat komunikasi, tahap kelima dari proses komunikasi adalah, tahapan proses komunikasi, tujuan komunikasi, tuliskan 4 fungsi komunikasi kantor, tuliskan model komunikasi daring, unsur komunikasi, unsur unsur komunikasi, unsur-unsur komunikasi terdiri dari Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
4.

bacalah surat dinas berikut, kemudian tulislah unsur-unsur surat dinas tersebut secara urut dari nomor (1) s.d. (10)! organisasi siswa intra sekola … h (osis) smp persada nusantara jalan hati damai, nomor 67 jakarta (021) 77485 (1) (2) 10 november 2020 nomor : 088/osis-n/11/2020 hal : mengikuti turnamen bola basket (3) (4) yth.

ketua osis smp bina bangsa di jakarta (5) dengan hormat, (6) dalam rangka memperingati hari jadi smp persada nusantara, kami akan menyelenggarakan turnamen bola basket tingkat smp se-jakarta. (7) . (8) demikian surat ini, atas partisipasi saudara, kami berterima kasih. hormat kami, (9) ketua osis, dewangga krisna (10)​ Sebagian dari kita mungkin tidak banyak yang tahu mengenai majas. Paling tidak secara harafiah.

Pun meski nyatanya tanpa disadari kerap menggunakan itu dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu dalam percakapan di rumah, di sekolah, ataupun di lingkungan lainnya. Begitu juga dalam bahasa tulisan. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan majas? Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, majas atau gaya bahasa sendiri merupakan cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau kiasan.

Majas umumnya digunakan dalam penulisan karya sastra, termasuk di dalamnya puisi dan prosa. Tujuannya sederhana, memperkaya pemilihan kata dan bahasa dalam karya. Artinya sendiri bisa berbeda tergantung pada konteks penggunaannya.

Secara umum, majas dibagi ke dalam empat kategori, yakni majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran dan majas penegasan. Majas perbandingan Ini merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan atau menyandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian.

Dalam pemanfaatannya.

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

majas perbandingan dibagi menjadi beberapa sub jenis, yaitu: Alegori: enyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran. Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

Alusio: mengungkapkan suatu hal dengan kiasan yang memiliki kesamaan dengan yang telah terjadi sebelumnya. Contoh: Megawati berhasil menjadi Kartini modern karena menjadi presiden wanita pertama di Indonesia. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, umpama, ibarat, dll. Contoh: Mereka bagaikan anak ayam yang kehilangan induk ketika ditinggal Ibunya.

Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama. Contoh: Sudah 3 tahun ini Kareem bertindak sebagai tangan kanan atasannya. Sinestesia: merupakan suatu kalimat yang mengalami perubahan makna kata disebabkan oleh adanya pertukaran tanggapan antara dua indara yang berbeda. Contoh: Tak seperti biasanya, hari ini ia datang dengan muka kecut Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh: Ketimbang air rebusan, Atha lebih suka minum Aqua.

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

Litotes: merupakan salah satu jenis majas yang mengungkapkan perkataan dengan rendah hati dan lemah lembut. Tujuannya untuk merendahkan diri. Contoh: Mampirlah ke bilikku jika ada waktu. (Padahal rumahnya berukuran besar dan bagus). Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal. Contoh: Saking kerasnya, suara tawa Yuza sampai terdengar ke awang-awang.

Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia. Contoh: Kue-kue di toko itu begitu menggoda Sinekdok: Gaya bahasa ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte. Sinekdok pars pro toto merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur untuk menampilkan keseluruhan sebuah benda.

Sementara sinekdok totem pro parte adalah kebalikannya, yakni gaya bahasa yang menampilkan keseluruhan untuk merujuk pada sebagian benda atau situasi. Contoh: Pars pro Toto: Hingga matahari tenggelam, batang hidungnya tak kunjung kelihatan. Totem pro Parte: BTS berhasil memenangi Top Social Artist di Billboard Music Awards tiga kali berturut-turut. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.

Contoh: Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya? Eponim: Menyebutkan nama seseorang yang memiliki hubungan dengan sifat tertentu yang ingin diungkapkan. Contoh: Jika kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah menjadi Einstein, maka kamu harus belajar sangat keras. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.

Contoh: Hatinya lembut seperti sutera. Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh: Hidupnya benar-benar rumit, seperti benang kusut. Majas sindiran Majas sindiran merupakan suatu gaya bahasa yang mengungkapkan suatu maksud atau pernyataan dengan menggunakan perkataan yang bersifat menyindir dan bertujuan untuk memperkuat makna atau kesan kalimat tersebut.

Dalam pemanfaatannya, majas sindiran dibagi menjadi beberapa sub jenis, meliputi: Ironi: Kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.

Contoh: Tulisanmu bagus sekali, sampai-sampai tak seorang pun bisa membacanya. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar. Contoh : Dasar otak udang, soal begini mudah saja tidak bisa dikerjakan. Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Contoh: Kamu kan pintar, mengapa harus bertanya kepadaku?

Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll. Contoh: Percuma memakai kacamata tebal, jika tulisan sebesar ini saja tidak kelihatan. Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

Sama kecoa saja takut, laki-laki macam apa kamu? Majas pertentangan Ini merupakan kelompok majas yang memiliki ciri khas dengan gaya penuturan yang mengungkapkan sesuatu yang bertentangan dengan makna yang sesungguhnya. Penuturan dengan majas pertentangan dimaksudkan untuk memperkuat makna dari sesuatu yang diutarakan, sehinga lawan bicara atau pendengar akan terkesan dan tertarik pada apa yang diucapkan. Majas pertentangan dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni: Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.

Contoh: Meski berada di keramaian, tapi aka tetap merasa kesepian. Oksimoron: Paradoks dalam satu frasa. Contoh: Jangan pernah menyerah, selalu ada kemudahan dalam kesulitan yang dihadapi manusia. Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya. Contoh: Baik anak-anak ataupun dewasa membayar tiket dengan harga sama. Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.

Contoh: Harga semua sayuran naik, kecuali kacang panjang. Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya Contoh: Shakespare sering mendapat telepon untuk tampil di depan publik membacakan karya-karyanya. Majas penegasan Majas atau gaya bahasa penegasan adalah majas yang digunakan untuk menegaskan sesuatu agar memberi efek tertentu bagi yang mendengar maupun membaca. Secara umum, majas ini dibagi menjadi beberapa jenis, meliputi: Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.

Contoh: Saya sungguh tidak ingin semua orang disini tahu bahwa Anda telah mengambil uang itu. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Contoh: Saya naik tangga ke atas. Repetisi: Pengulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat. Contoh : Dia adalah orang yang mencuri tasku, dia mengambil isinya, dan dia meninggalkan itu begitu saja. Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan. Contih: Para demonstran kocar-kacir setelah aparat kepolisian menembakkan gas air mata Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.

Contoh: Susah senang sehidup semati. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frasa, atau klausa yang sejajar. Contoh: Sungguh aku melihatnya, sungguh aku mendengarnya, sungguh aku menyaksikannya Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.

Contoh: Suaranya begitu bagus, lembut dan enak didengar. Sigmatisme: Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu. Contoh: Kutulis surat ini kala hujan gerimis.

(Salah satu kutipan puisi W.S. Rendra) Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan. Contoh: Ayah membawa buah tangan berupa buah durian. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.

Contoh: Baik rakyat kecil, kalangan menengah, maupun kalangan atas berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memenuhi hak suara mereka. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting. Contoh: □ Acara itu didatangi oleh orang yang paling tua muda bahkan yang masih anak-anak dan balita.

Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya. Contoh: Dikejar oleh satpol PP, pedagang kaki lima itu lari tunggang langgang. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.

Contoh: Bagaimana rasanya diseruduk kuda, apa sakit? Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.

Contoh: Saya ke kantor dulu. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya. Contoh: Silahkan jika saudara-saudara ingin pulang, oh maaf maksudnya silahkan untuk menginap. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.

Contoh: Setelah bangun tidur, Anna lalu mandi, setelah itu membantu ibunya, dan berangkat ke kantor. Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung. Contoh: ayah, ibu, kakek, nenek. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

Contoh: BTS, boyband asal Korea Selatan, menggelar stadium tur di Amerika Eksklamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru. Contoh: Bagus sekali suaranya! Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan. Contoh: Banjir sedada, listrik mati, anak-anak menangis, kelaparan menunggu pertolongan.

Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya. Contoh: Aku tak akan membuka kedoknya kalau dia adalah preman Tanah Abang. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan. Contoh: Prof, ada yang ingin saya sampaikan. Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat. Contoh: Nasibku, memiliki suami sepertinya.

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis. Contoh: Sirna sudah segala harkat dan harga diri orang itu.

Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu. Contoh: Perlu saya ingatkan, Kakek saya itu peramah dan juga pemarah. Kelas Pintar Kelas Pintar adalah kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik.

Related Topics • 4 Kelompok Majas • Bahasa Indonesia • Bahsa • Gaya Bahasa • Majas • Majas Penegasan • Majas Perbandingan • Majas Pertentangan • Majas Sindiran Previous Article
Formula adalah kelompok-kelompok kata yang secara teratur dimanfaatkan dalam kondisi matra yang sama untuk mengungkapkan suatu ide pokok. Ungkapan formulaik adalah larik atau paruh larik yang disusun berdasarkan formula.

Unsur-unsur itu biasanya dihafal, sehingga wacana lisan sangat tergantung kepada ungkapan-ungkapan baku, dalam bentuk bergaya, misalnya dalam bentuk peribahasa dan kata-kata adat lainnya (Sweeney, 1987: 96-97).

Dalam penyusunan cerita, orientasi lisan terutama tampak pada perangkaian potongan- potongan formula menjadi akumulasi formula. Dengan demikian, cerita lebih menyerupai perakitan formula. Unsur-unsur formula itu, baik puitis maupun naratif berakar dalam kehidupan sosial serta mempengaruhi seluruh sistem nilai masyarakat bersangkutan.Penciptaan sastra lisan selalu berarti meneladan kenyataan dan/atau meniru konvensi pencipta-pencipta sebelumnya lewat pemakaian bahasa formulaik dan konvensional yang tersedia dan siap dipakai.

Dalam masyarakat niraksara, karya sastra selalu bersifat komunal dan disebarkan dalam bentuk yang relatif tetap. Fungsi sastra lisan, seperti telah disebutkan di atas, terutama sebagai penyimpan informasi dan sistem nilai yang relevan untuk masyarakat bersangkutan.

Dengan perkataan lain, sastra lisan lebih mengutamakan fungsi tile daripada dulce. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa teknik-teknik retorika sastra lisan umumnya bersifat baku dan stereotipe. 3.2 Teknik-teknik Retorika Sastra Lisan Telah disebutkan bahwa tujuan utama penggunaan bahasa dalam sastra lisan adalah 'berguna' utile ) bagi kepentingan identifikasi sistem nilai kolektif, sekalipun sarana itu sendiri dapat pula menimbulkan kenikmatan estetis (dulce).

Retorika pada prinsipnya bersifat pragmatis: mendorong sidang pendengar yang nyata untuk mengambil keputusan yang nyata pula dalam dunia eksistensial (Teeuw, 1988a: 446). Dengan demikian studi retorika sastra lisan berkaitan dengan penelitian mengenai sarana bahasa yang dimanfaatkan oleh tukang cerita untuk mencapai efek maksimal terhadap pendengar yang hendak diyakikannya. Sarana-sarana bahasa sastra itu diharapkan dapat dikaji setepat, selengkap, dan secermat mungkin, khususnya yang menimbulkan tangapan tertentu dari pihak pendengarnya.

9 Cerita-cerita (khususnya epos) cenderung dipahami sebagai cara pertama manusia menata pengalaman dan pengetahuannya (Sweeney, 1987: 202-205). Manusia memandang seolah-olah dirinya mengalami kejadian-kejadian dalam suatu rangkaian waktu tertentu: satu peristiwa mengikuti peristiwa lainnya dalam satu rangkaian. Dalam rangka membuat cerita itu menjadi satu rangkaian yang bulat dan utuh, penyair lisan menggunakan berbagai metode seperti: penambahan peristiwa dalam cerita, penghilangan peristiwa, dan pergeseran peristiwa (Abdullah, 1991: 1050).

Penambahan peristiwa ditandai dengan teknik penjajaran tindakan, penjajaran frase perangkai, dan penggunaan kata penghubung tertentu. • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram
Phrases Used to Express Opinion Dalam bahasa Inggris ada berbagai expression atau ungkapan untuk berbagi pendapat yang berbeda, seperti mengungkapkan pendapatan dengan kuat atau tegas atau mengungkapkan pendapat yang netral.

Jika kita merasa pendapat kita sangat kuat terhadap suatu hal, kita dapat mengungkapkannya dengan cara yang tegas dan bahasa yang tajam. Namun apabila kita tidak yakin atau belum merasa jelas terhadap suatu hal, kita dapat menggunakan kata dan ungkapan yang lebih halus dan netral. Setiap perasaan dan pemikiran kita atas suatu pendapat memiliki cara pengungkapannya masing-masing.

Begitu juga dengan situasi di mana kita mengungkapkannya. Ada ungkapan khusus untuk dipakai dalam pergaulan sehari-hari, ada pula ungkapan yang lebih pantas digunakan dalam situasi formal seperti rapat perusahaan, forum terbuka kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah, atau ketika membuat tulisan akademik.

Di bawah ini adalah beberapa ungkapan yang bisa digunakan secara tersendiri atau sebagai frasa pembuka, dalam mengungkapkan pendapat dalam bahasa Inggris.

A. Giving Opinions (Memberikan Pendapat) In my view, from my point of view, atau in my opinion adalah ungkapan yang sering digunakan dalam bahasa Inggris tertulis yang berkarakteristik formal. Beberapa ungkapan yang serupa namun untuk situasi lisan adalah sebagai berikut: • I (really) think that … = Saya (betul-betul) berpikir bahwa … • I believe (that) … = Saya percaya (bahwa) … • I’m sure that … = Saya yakin bahwa … • In my opinion / My opinion is … = Dalam pendapat saya / Pendapat saya adalah … • I agree with … = Saya setuju dengan … • I feel that … = Saya merasa bahwa … • I guess/imagine … = Saya kira … • I reckon/suppose … = Saya rasa … • To my mind … = Dalam pikiran saya … • If you ask me … = Jika Anda bertanya pada saya … • To be honest (with you) … = Sejujurnya … • As far as I’m concerned … = Sejauh yang saya ketahui … CATATAN: • I think / believe (that) / I’m sure: Untuk mengungkapkan pendapat personal secara sederhana.

I think that he’s leaving the country for college is better for his career later. (Saya pikir dia meninggalkan negara ini untuk kuliah akan lebih baik untuk karirnya kelak.) • In my view / opinion: Untuk memberi pendapat berdasarkan posisi kita dalam menilai suatu hal. In my opinion, students should have breakfast every day because it’s important to gain maximum focus at school.

(Menurut pendapat saya, murid-murid harus sarapan setiap hari karena itu penting untuk mendapatkan fokus yang maksimal di sekolah.) • I guess / imagine: Untuk mengungkapkan pendapat atas suatu hal yang didasarkan pada pandangan pribadi yang berbentuk dugaan atau perkiraan.

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

I guess bumpy roads in this rural area can lead to traffic accidents. (Saya kira jalan bergelombang di pedesaan ini dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.) • I agree with: Untuk menyatakan bahwa kita setuju atau sejalan dengan suatu pendapat. I agree with you that children must learn how to accept defeat since early stage.

(Saya setuju denganmu bahwa anak-anak harus belajar menerima kekalahan sedari dini.) • To my mind: Digunakan untuk menekankan bahwa ini adalah pendapat kita sendiri. To my mind the quality of Indonesian local musicians is comparable to international musicians.

(Dalam pikiran saya kualitas musisi lokal Indonesia bisa dibandingkan dengan musisi mancanegara.) • Reckon: Biasanya untuk mengungkapkan pendapat tentang apa yang mungkin akan terjadi. I reckon there will be traffic jam at 9 pm, so we should go earlier. (Saya rasa akan terjadi macet pukul 9 malam, jadi kita harus pergi lebih awal.) • Feel: Untuk mengungkapkan pendapat pribadi yang kuat. I feel that I shouldn’t enroll for medical school this year. (Saya merasa bahwa saya seharusnya tidak mengambil kuliah kedokteran tahun ini.) • If you ask me: Untuk mengungkapkan pendapat secara kritis.

If you ask me, it’s illogical to spend so much money on makeup only. (Jika Anda bertanya pada saya, menghabiskan banyak uang hanya untuk riasan wajah itu tidak beralasan.) • To be honest (with you ): Untuk mengungkapkan pendapat secara kritis tanpa terdengar kasar.

To be honest (with you), you posting such hateful comments on social media might be bad for your own online reputation.

(Sejujurnya, mengunggaj komentar kebencian di media sosial seperti itu akan berakibat buruk bagi reputasimu di dunia maya.) • As far as I’m concerned : Digunakan untuk mengungkapkan pendapat yang mungkin berbeda dengan pendapat orang lain.

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

As far as I’m concerned, we’ve reached the conclusion on this matter and there shouldn’t be another emergency meeting. (Sejauh yang saya ketahui, kita sudah mencapai kesimpulan pada masalah ini dan tidak perlu lagi ada rapat darurat lain.) B.

Expressing Strong Opinion (Mengungkapkan Pendapat yang Kuat) • Without a shadow of doubt, … = Tanpa sedikitpun keraguan, … • I really don’t think … = Saya tidak berpikir bahwa … • Quite the opposite, … = Justru sebaliknya, … • To be perfectly frank, … = Terus terang saja, … CONTOH: • Without a shadow of doubt, I think this presidential election shouldn’t be this chaotic.

(Tanpa sedikitpun keraguan, saya pikir pemilihan presiden ini tidak perlu jadi kacau balau begini.) kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah I really don’t think that leaving the home from such a gentle age would be good for her independence.

(Saya tidak berpikir bahwa dengan dia meninggalkan rumah sejak usia belia itu akan baik untuk kemandiriannya.) • Quite the opposite, I think skipping the breakfast is okay as long as we have proper meal at lunch time.

(Justru sebaliknya, saya pikir melewatkan sarapan itu tidak apa-apa selama kita mendapat makanan yang cukup saat makan siang.) • To be perfectly frank, his asking for money when you’re short of it is a terrible idea. He never pays you back. (Terus terang saja, dia memintaimu uang saat kamu sedang kekurangan itu bukan ide yang baik. Dia tidak pernah mengembalikannya.) C. Expressing Strong Neutral (Mengungkapkan Pendapat yang Netral) • Fair enough.

= Cukup adil. • I can accept that. = Saya bisa menerimanya. • I’m not an expert on this, but their opinion might be true or false. = Saya bukan ahlinya, tapi mungkin pendapat mereka bisa benar atau salah. • Let’s agree to disagree on this. = Saya setuju bahwa kita tidak perlu sama-sama setuju dalam hal ini.MENU • Home • Tentang Kami • Profil Kontributor • Kebijakan Privasi • Kontak Kami • Geografi • Geografi Ekonomi • Geografi Fisik • Geografi Kota • Geografi Kependudukan • Geografi Lingkungan • Sumber Daya Alam • Perpetaan • Astronomi • Laut dan Pesisir • Meteorologi • Ekonomi • Kewarganegaraan • Bahasa • Bahasa Indonesia • Sejarah • Pengetahuan Umum • Majas terdiri atas beberapa jenis seperti majas personafikasi, simile, hiperbola, litotes, metafora dan sebagainya.

Majas biasanya digunakan dalam sebuah novel, cerpen maupun puisi untuk menambahkan nilai seni pada kalimat di dalamnya agar terlihat lebih menarik dan tidak membosankan. Penggunaan majas berguna untuk memperjelas dan mempertegas kesan yang ingin disampaikan oleh kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah kepada pembacanya.

Nah, pada kesempatan kali ini hanya akan membahas salah satu jenis majas yang sering digunakan dalam karya sastra yaitu Majas Metafora. Daftar Isi • Pengertian Majas Metafora • Fungsi Majas Metafora • Ciri-Ciri Majas Metafora • Jenis-Jenis Majas Metafora • Pembagian Jenis Majas Menurut Orrechioni • Metafora In Praesetia • Metafora In Absentia • Pembagian Jenis Majas Menurut Parera • Metafora Antropomorfik • Metafora Bercitra Hewan • Metafora Bercitra Abstrak • Metafora Bercitra Sinestesia • Perbedaan Majas Metafora dan Simile • Contoh Majas Metafora Pengertian Majas Metafora Majas metafora merupakan salah satu majas yang menggunakan pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai kiasan berdasarkan persamaan ataupun perbandingan.

Berdasarkan penjelasan diatas, tidak mengherankan jika majas metafora juga disebut sebagao majas perbandingan ataupun persamaan. Majas yang menggambarkan sesuatu dengan persamaan atau perbandingan langsung ini tidak menggunakan kata penghubung.

Contohnya bak, seperti, laksana, dan sebagainya. Akan tetapi, langsung memakai kata kiasan yang sifatnya hampir sama atau bahkan sama. Majas metafora sebenarnya banyak digunakan dalam karya sastra dimana tujuannya untuk mengungkapkan makna tertentu melalui penekanan pada kesan yang akan ditimbulkan.

Penggunaan gaya bahasa metafora juga ditunjukkan untuk mengatasi keterbatasan pilihan kata dan bentuk ekspresi dari penulis.

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

Fungsi Majas Metafora Pemakaian majas metafora dalam sebuah karya sastra memang dapat membuat kata-kata dalam karya tersebut terlihat lebih hidup dan menarik untuk dibaca. Selain itu, penggunaan gaya bahasa metafora juga bisa membuat konsep dan ide seorang penulis menjadi lebih mudah dipahami oleh para pembaca atau bahkan membuat ungkapan pemikiran yang rumit menjadi lebih mudah dimengerti. Misalnya digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang abstrak ke konkret, menjelaskan hal yang tidak bisa dipahami menjadi lebih mudah dipahami dan sebagainya.

Dengan adanya majas metafora, dapat membuat pembaca tidak hanya dapat menikmati karya sastra yang dibacanya saja, namun juga bisa memperoleh pengetahuan baru mengenai penulisan kalimat di dalam karya sastra tersebut. Ciri-Ciri Majas Metafora Majas metafora adalah majas yang menggunakan kata atau frasa yang bukan makna sesungguhnya, melainkan sebagai kiasan ataupun penggambaran terhadap objek lainnya. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang umumnya dimiliki oleh teks metafora • Tidak menggunakan kata konjungsi atau penghubung dalam kelompok kata atau kalimatnya.

• Membandingkan suatu objek atau kondisi dengan menggunakan perbandingkan langsung tanpa memakai kata perbandingkan, berupa kata seperti, laksana, bagaikan, bak dan lainnya.

• Menggunakan frasa atau kata-kata yang memiliki makna kiasan untuk membandingkan ataupun menyamakan suatu objek dengan objek yang lainnya. Jika sebuah teks memiliki semua ciri-ciri yang dijelaskan diatas, maka kalian dapat yakin bahwa itu merupakan sebuah teks metafora. Jenis-Jenis Majas Metafora Para pakar linguistik telah menobatkan majas atau gaya bahasa metafora sebagai ratunya majas.

Hal ini dikarenakan ada banyak sekali majas yang pembentukannya berasal dari gaya bahasa metafora. Pembagian Jenis Majas Menurut Orrechioni Menurut Kerbrat Orrechioni (1977:149-156) majas metafora terbagi menjadi dua jenis yaitu Metafora In Praesetia dan Metafora In Absentia.

Setelah ini kita akan mencoba membahas kedua jenis metafora tersebut. Metafora In Praesetia Majas metafora in prasetia merupakan salah satu jenis majas metafora dimana objek yang hendak dibandingkan bersamaan dengan perbandingannya. Sehingga makna yang terkandung di dalamnya akan lebih eksplisit. Perhatikan kalimat di bawah ini Rahayu adalah kembang desa yang berhasil mencuri perhatian banyak pria di desa Bungaraya. Dari contoh kalimat tersebut, kata “kembang desa” memiliki makna secara jelas jika Rahayu adalah gadis paling cantik di desa tersebut.

Metafora In Absentia Majas metafora in absentia merupakan jenis majas metafora yang mengungkapkan suatu hal dengan cara yang implisit. Jenis majas yang satu ini menggunakan perbandingan tidak secara langsung ditujukan pada objek yang dibicarakan.

Sehingga tak jarang penggunaan majas metafora in absentia ini membuat pembaca kebingungan dalam memahami maksud dari kalimat yang ada di dalam sebuah karya sastra. Selain itu, terkadang penggunaan majas metafora in absentia juga disalah artikan oleh pembaca karena terjadi penyimpangan pada maknanya.

Perhatikan kalimat di bawah ini Dari contoh kalimat tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pemuda ingin mempersunting sebuah bunga.

Apakah kesimpulan ini benar? Tentu saja tidak, jika kita perhatikan, maka kata-kata bunga desa itu merujuk kepada sebuah gadis atau perempuan cantik yang menjadi dambaan para pemuda.

Pembagian Jenis Majas Menurut Parera Bila menurut orrechio majas metafora dibagi menjadi dua jenis, maka berbeda dengan Parera (2004:119) yang membedakan jenis majas metafora menjadi empat jenis, yaitu: Metafora Antropomorfik Ungkapan metafora antropomorfik juga dikenal dengan gaya personifikasi atau meniru.

Hal ini dikarenakan jenis majas ini sering digunakan untuk membandingkan sesuatu dengan suatu hal lainnya. Contohnya adalah cintanya bersungut-sungut atau pohon nyiur melambai-lambai. Seperti kita ketahui, cinta tidak mungkin bersungut bukan? Pohon juga tidak mungkin melambai-lambai. Kedua ekspresi ini berupaya menggambarkan cinta yang sangat kuat dan menggebu-gebu atau pohon yang tertiup angin sangat kencang hingga bergoyang-goyang. Metafora Bercitra Hewan Jenis majas yang satu ini sering menggunakan binatang atau bagian tubuh binatang ataupun sesuatu yang berhubungan dengan binatang untuk pencitraan sesutau yang lainnya.

Majas bercitra hewan ini sering digunakan untuk mengumpat atau memarahi seseorang karena perbuatannya. Orang tersebut disamakan dengan binatang yang hina atau berkelakuan buruk. Contohnya adalah babi kamu, artinya seseorang tersebut memiliki watak atau perbuatan yang dipadankan dengan babi.

Contoh lainnya adalah dasar monyet dimana orang tersebut dipandang memiliki kelakuan seperti monyet. Metafora Bercitra Abstrak Metafora bercitra abstrak biasanya digunakan untuk mengalihkan ungkapan-ungkapan yang abstrak menjadi ungkapan yang lebih konkret. Contoh dari penggunaan majas ini ialah anak emas yang diartikan sebagai anak kebanggaan atau anak yang dibanggakan keluarganya. Metafora Bercitra Sinestesia Metafora bercitra sinestesia merupakan jenis majas yang digunakan untuk mengalihkan atau pemindahan dari pengalaman satu ke pengalaman lain atau dari tanggapan satu ke tanggapan lainnya.

Contohnya, buah bibir dan kaki tangan. Untuk penggunaan contoh majas kaki tangan memiliki makna orang kepercayaan dan untuk buah bibir maknanya bahan pembicaraan.

Perbedaan Majas Metafora dan Simile Seperti yang sudah kita pelajari diatas, metafora pada dasarnya adalah mengumpamakan suatu objek dengan objek lainnya. Hal ini sangat mirip dengan majas simile yang juga membandingkan suatu objek dengan objek lain. Perbedaan utama antara keduanya adalah pada penggunaan kata-kata penunjuk. Pada simile, digunakan kata penunjuk seperti bagaikan, bak, seperti, tampak, dan sejenisnya. Sementara, metafora tidak menggunakan kata-kata penunjuk ini dan langsung menyerupai saja.

Contohnya adalah salah satu kutipan yang sangat terkenal yaitu Aku ini Binatang Jalang Jika kita perhatikan, kalimat tersebut adalah majas metafora karena langsung menempatkan aku untuk menyerupai binatang jalang. Disini, tidak ada kata yang menunjukkan bahwa aku ini menyerupai.

Sekarang, coba perhatikan kalimat dibawah ini Aku ini bagaikan binatang jalang. Terlihat bukan perbedaannya? Disini, terdapat kata-kata penujuk yaitu bagaikan yang menunjukkan bahwa aku ini menyerupai sebuah binatang jalang. Bagaimana, apakah kalian sudah cukup paham perbedaan antara kedua jenis majas ini? Jika belum, coba kita perhatikan contoh-contoh dibawah ini ya.

Contoh Majas Metafora Supaya lebih memahami mengenai majas metafora, berikut beberapa contoh serta arti dari maja metafora yang kerap digunakan Puluhan ruko di Tanah Abang habis dilahap si jago merah.

Pada majas metafora diatas, “si jago merah” melambangkan kebakaran dan api yang bergolak menghanguskan ruko-ruko.

Tikus-tikus kantor itu tidak pernah jera meskipun mengetahui ancaman hukumannya sangat berat Pada metafora kali ini, kata-kata “tikus kantor” merujuk kepada koruptor yang bertindak bagaikan tikus mencuri-curi uang dari kantor/rakyat.

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kita harus bersikap lapang dada dalam menerima setiap ujian dari Allah SWT. Pada kalimat diatas, makna dari kata-kata “lapang dada” ialah sabar. Karena, pada saat kita tertekan, umumnya dada kita terasa kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah. Andi menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal. Pada majas diatas, makna dari kata-kata “tulang punggung” ialah seorang yang memberi nafkah kehidupan bagi para keluarganya.

Karena, tulang punggung adalah tumpuan bagi badan, disini, tulang punggung adalah tumpuan dari keluarga. Koruptor merupakan sampah masyarakat yang sangat merugikan negara. Makna dari kata “sampah masyarakat” ialah seorang penjahat atau anggota masyarakat yang dianggap tidak berguna/merugikan. Rija merupakan kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah emas pak Isa, seorang lurah di desa Sukamakmur.

Pada kalimat diatas, makna dari kata “anak emas” ialah anak kesayangan atau anak yang dibanggakan oleh keluarganya. Reno rela banting tulang setiap harinya demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Makna dari kata “banting tulang” pada kalimat diatas ialah bekerja keras.

Sepulang dari Jakarta, Ani membawa buah tangan yang sangat banyak. Kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah kalimat diatas, kata “buah tangan” digunakan untuk melambangkan oleh-oleh ataupun souvenir. Lintah darat itu mendatangi rumah ibu yusna.

Makna dari kata “lintah darat” pada kalimat diatas ialah rentenir atau pemberi hutang. Yena langsung naik darah saat bertemu Ani. Pada kalimat diatas, kata “naik darah” digunakan untuk melambangkan kemarahan ataupun kekesalan.

Itulah ulasan singkat mengenai majas metafora. Demikianlah, semoga ulasan di atas dapat menjadi sumber referensi yang bermanfaat dan berguna bagi Anda sekalian.

kelompok kata yang mengungkapkan suatu kesan atau tanggapan adalah

Kategori • Astronomi (2) • Bahasa Indonesia (32) • Ekonomi (23) • Geografi (6) • Geografi Ekonomi (16) • Geografi Fisik (21) • Geografi Kependudukan (8) • Geografi Kota (15) • Geografi Lingkungan (9) • Kewarganegaraan (25) • Laut dan Pesisir (4) • Meteorologi (15) • Pengetahuan Umum (89) • Perpetaan (12) • Sejarah (46) • Sumber Daya Alam (5)

Mengungkapkan teks tanggapan secara lisan dan tulisan




2022 www.videocon.com