Batu amandel keluar sendiri

batu amandel keluar sendiri

Artikel ini disusun bersama Laura Marusinec, MD. Dr. Marusinec adalah dokter spesialis anak besertifikasi di Children's Hospital of Wisconsin, dan menjabat sebagai konsil praktik klinik. Dia meraih gelar M.D. dari Medical College of Wisconsin School of Medicine pada 1995 dan menyelesaikan program residensi di Medical College of Wisconsin di bidang pediatrik pada 1998. Dia adalah anggota American Medical Writers Association dan Society for Pediatric Urgent Care.

Ada 8 referensi yang dikutip dalam artikel ini dan dapat ditemukan di akhir halaman. Artikel ini telah dilihat 141.896 kali. Batu amandel adalah bintil-bintil putih yang terlihat di lekuk amandel. [1] X Teliti sumber Batu amandel terbentuk ketika partikel makanan terperangkap di dalam lekuk tersebut dan bakteri mulai memakannya sehingga berubah menjadi bintil berbau yang tidak mengenakkan.

Kondisi ini biasanya dialami oleh orang dengan lekuk amandel yang dalam. Meskipun batu amandel biasanya terlepas sendiri ketika Anda batuk dan makan, dan jika diperlukan, melalui intervensi medis atau metode rumahan, ada beberapa cara menghilangkan bintil tersebut dan mencegahnya terbentuk kembali.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/53\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-1-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-1-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/53\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-1-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-1-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/6\/64\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-2-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-2-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/6\/64\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-2-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-2-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/23\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-3-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-3-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/23\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-3-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-3-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/4a\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-4-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-4-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/4a\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-4-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-4-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Siapkan cotton bud.

Buka keran air dan basahi cotton bud agar lebih lunak dan tidak mengiritasi tenggorokan. [2] X Teliti sumber Jangan letakkan sembarangan setelah dibasahi karena ada risiko kontaminasi. Minimalkan kontak antara cotton bud dengan permukaan yang mungkin membawa kuman, termasuk tangan Anda.

Apabila ada batu amandel yang menempel pada cotton bud, goyang ke arah wastafel tanpa menyentuh permukaan apa pun, atau seka dengan tisu bersih. • Jika cotton bud bersentuhan dengan wastafel atau meja, ganti dengan yang baru.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/4b\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-5-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-5-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/4b\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-5-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-5-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Tusuk batu amandel dengan perlahan menggunakan cotton bud.

Tekan atau tusuk batu amandel sampai terlepas dan menempel di cotton bud. Lalu, keluarkan dari mulut. • Pelan-pelan karena pendarahan bisa saja terjadi. Meskipun normal jika sedikit berdarah, usahakan untuk meminimalkan risiko itu. [3] X Batu amandel keluar sendiri sumber Luka bisa terinfeksi oleh bakteri yang sama dengan yang menyebabkan batu amandel. • Basuh mulut jika berdarah, lalu sikat gigi dan lidah begitu darah berhenti keluar. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/d\/d3\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-6-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-6-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/d\/d3\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-6-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-6-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/2b\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-7-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-7-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/2b\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-7-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-7-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Cek apakah batu amandel keluar sendiri batu yang tersembunyi.

Setelah semua batu yang bisa dilihat terlepas, tempatkan ibu jari ke leher, di bawah rahang, dan masukkan telunjuk bersih ke dalam mulut tepat di samping amandel dan pencet batu yang tersisa menuju bukaan (seperti memencet pasta gigi). Jika tidak ada batu yang muncul, jangan berasumsi semuanya sudah hilang.

Ada lekuk yang begitu dalam sehingga batu yang tersembunyi tidak dapat didorong keluar. [4] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/28\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-8-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-8-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/28\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-8-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-8-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Lepaskan batu yang sulit dikeluarkan dengan hati-hati.

Batu yang tidak bisa terlepas dengan cotton bud biasanya sangat dalam. Jangan dipaksa karena mungkin akan berdarah. Gunakan bagian belakang sikat gigi untuk menyenggolnya sampai longgar, kemudian angkat dengan cotton bud atau sikat gigi. [5] X Teliti sumber • Jika tetap tidak bisa terlepas, Anda bisa berkumur dengan obat kumur beberapa hari dan coba lagi. • Jika masih tidak berhasil, cobalah menggunakan irigator oral.

Apabila itu pun tidak mempan, tingkatkan alirannya. • Ingat bahwa sebagian orang mudah sekali muntah dan tidak dapat menoleransi benda asing yang masuk ke dalam tenggorokan.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/a6\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-9-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-9-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/a6\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-9-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-9-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/11\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-10-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-10-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/11\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-10-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-10-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/aa\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-11-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-11-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/aa\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-11-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-11-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c0\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-12-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-12-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c0\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-12-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-12-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Bekumurlah dengan obat kumur setelah makan.

Karena batu amandel biasanya terbentuk apabila sisa makanan terperangkap dalam lekuk amandel, Anda perlu berkumur setelah makan. Obat kumur tidak hanya baik untuk kesehatan gigi dan gusi, tetapi juga membantu mengeluarkan sisa-sisa makanan sebelum menjadi makanan bakteri yang membentuk batu amandel.

• Pastikan Anda menggunakan obat kumur bebas alkohol. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/ae\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-13-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-13-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/ae\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-13-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-13-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Cobalah berkumur dengan air hangat dan garam.

Campur 1 sdt. garam dengan 200 ml air, aduk sampai rata. Gunakan larutan tersebut untuk berkumur dengan kepala mendongak. Air garam dapat melepas sisa makanan dari lekuk amandel, dan juga mengurangi rasa tidak batu amandel keluar sendiri akibat tonsilitis yang biasanya menyertai batu amandel. [7] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/7\/75\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-14-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-14-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/75\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-14-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-14-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Beli obat kumur oksidasi.

Obat kumur jenis ini mengandung klorin dioksida dan senyawa zink alami. Oksigen itu sendiri menghalangi pertumbuhan bakteri sehingga obat kumur oksidasi dapat membantu mengatasi dan mencegah batu amandel. [8] X Teliti sumber • Akan tetapi, obat kumur oksidasi sangat kuat sehingga hanya boleh digunakan satu atau dua kali seminggu untuk menghindari penggunaan berlebihan.

Gunakan obat kumur oksidasi sebagai tambahan obat kumur alami. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/d\/d4\/Prevent-Tonsil-Stones-Step-10.jpg\/v4-460px-Prevent-Tonsil-Stones-Step-10.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/d\/d4\/Prevent-Tonsil-Stones-Step-10.jpg\/v4-728px-Prevent-Tonsil-Stones-Step-10.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Bicarakan dengan dokter tentang pengangkatan amandel.

Pengangkatan amandel adalah prosedur yang relatif sederhana dan efektif. Risikonya relatif rendah dan pemulihannya juga singkat. Masalah paling umum hanyalah sakit tenggorokan dan pendarahan ringan.

[9] X Teliti sumber • Jika dokter mengkhawatirkan riwayat medis, usia, atau faktor lain, Anda dianjurkan untuk memilih opsi lain. • Ingat bahwa pengangkatan amandel hanya akan dianjurkan untuk kasus batu amandel berulang, sulit dikeluarkan, atau ada komplikasi. • Anda juga dapat meminta dokter melepas batu amandel.

Dokter dapat melakukannya dengan peralatan irigasi khusus. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/e\/e9\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-16-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-16-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/e9\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-16-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-16-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Pertimbangkan antibiotik untuk batu amandel batu amandel keluar sendiri persisten atau parah.

Beberapa jenis antibiotik, seperti penisilin atau erythromycin, dapat digunakan untuk mengatasi batu amandel. Akan tetapi, antibiotik tersebut tidak dapat membereskan penyebabnya, yaitu sisa makanan yang terperangkap di dalam amandel. Batu amandel masih bisa kembali, dan antibiotik juga memiliki efek samping.

Kebanyakan antibiotik membunuh bakteri menguntungkan di dalam mulut dan usus yang sebenarnya membantu melawan bakteri bermasalah. [10] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/7\/71\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-17-Version-2.jpg\/v4-460px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-17-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/71\/Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-17-Version-2.jpg\/v4-728px-Remove-Tonsil-Stones-%28Tonsilloliths%29-Step-17-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Artikel ini disusun bersama Laura Marusinec, MD.

Dr. Marusinec adalah dokter spesialis anak besertifikasi di Children's Hospital of Wisconsin, dan menjabat sebagai konsil praktik klinik. Dia meraih gelar M.D. dari Medical College of Wisconsin School of Medicine pada 1995 dan menyelesaikan program residensi di Medical College of Wisconsin di bidang pediatrik pada 1998.

Dia adalah anggota American Medical Writers Association dan Society for Pediatric Urgent Care. Artikel ini telah dilihat 141.896 kali. Batu amandel (tonsilolithiasis) adalah kumpulan mineral yang membentuk benjolan dan tumbuh di permukaan amandel.

Batu ini memiliki ciri khas, yakni berwarna putih kekuningan dan berukuran sebesar kerikil. Amandel sendiri merupakan sepasang kelenjar kecil berbentuk oval dan terletak di belakang tenggorokan. Dalam bahasa medis, amandel disebut dengan tonsil. Fungsinya untuk mencegah infeksi dengan menyaring bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut.

Gejala Batu Amandel Individu dengan kondisi ini bisa tidak bergejala. Pada yang bergejala, umumnya menunjukkan hal-hal berikut: • Bau mulut (halitosis). • Batuk terus-menerus. • Amandel membengkak dan kemerahan. • Demam. • Adanya benjolan pada leher yang menandakan pembesaran kelenjar getah bening.

• Sakit telinga. • Sakit tenggorokan. • Rasa tidak enak di mulut. • Sulit hingga nyeri menelan.

batu amandel keluar sendiri

• Sensasi ada yang mengganjal di tenggorokan. • Adanya bercak putih pada amandel. • Keluar batu berwarna putih atau kuning saat meludah. • Kerap mengalami infeksi tenggorokan berulang meski sudah mengonsumsi antibiotik. Penyebab Batu Amandel yang Perlu Diwaspadai Tonsilolithiasis terbentuk ketika mineral (seperti kalsium), lendir, air liur, makanan, bakteri, atau jamur menumpuk pada lekukan-lekukan (kriptus) amandel, yang kemudian mengeras dan membentuk benjolan. Secara umum, individu lebih berisiko mengalami tonsilolithiasis bila kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut (misalnya jarang menyikat gigi dan berkumur), ukuran amandel besar dan berkarang, serta sering mengalami radang amandel atau sinusitis kronis.

Diagnosis Kondisi ini dapat dilihat dengan membuka mulut lebar-lebar di depan cermin, kemudian periksa apakah ada gumpalan atau benjolan berwarna putih kekuningan pada amandel. Ada kemungkinan jika ukurannya sangat kecil sehingga tidak terlihat jelas. Namun, sebaiknya periksakan diri ke dokter bila mengalami gejala mirip batu amandel seperti bau mulut dan sakit tenggorokan.

Dokter biasanya juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa bagian dalam mulut dan tenggorokan. Bila ukurannya terlalu kecil dan sulit dilihat, dokter mungkin menyarankan untuk melakukan pemeriksaan radiologi seperti rontgen. Pengobatan Batu Amandel yang Bisa Dilakukan Kondisi medis ini bisa diobati secara mandiri maupun dengan penanganan medis.

Untuk mengobatinya di rumah, ada beberapa cara berikut bisa dilakukan: • Berkumur air garam atau obat kumur yang mengandung klorheksidin, serta menyemprotkan air ke arah tonsilolithiasis. Tekanan air yang diberikan akan mendorong batu amandel ke atas batu amandel keluar sendiri terlepas dengan sendirinya. • Batuk dengan keras untuk melunakkan batu amandel dan melepaskannya. Tidak perlu memaksakan batuk hingga menyiksa diri karena dapat melukai tenggorokan dan menyebabkan peradangan.

Hentikan proses ini bila batu amandel tidak juga terlepas setelah mencoba batuk berkali-kali. • Menggunakan jari atau kapas lembut untuk melepaskan batu amandel bila kedua cara di atas tidak berhasil.

Pastikan telah mencuci tangan sebelum menyentuh amandel dengan tangan. Dorong area yang terdapat batu secara halus. Hindari menggunakan benda kasar atau tajam (seperti sikat gigi atau tusuk gigi) untuk mendorong batu amandel karena bisa menyebabkan luka dan infeksi. Secara medis, antibiotik akan diberikan bila terdapat infeksi bakteri pada amandel. Pada kasus tertentu, dapat dilakukan pembedahan untuk mengecilkan atau mengangkatnya (kriptolisis).

Pembedahan untuk mengangkat amandel (tonsilektomi) juga mungkin dilakukan bila batu amandel sering berulang dan menyebabkan masalah kesehatan seperti nyeri menelan dan infeksi amandel. Hati-hati Komplikasi yang Bisa Muncul Sebenarnya, kondisi medis yang satu batu amandel keluar sendiri jarang menimbulkan komplikasi.

Namun pada sebagian kecil kasus, dapat menyebabkan infeksi berat hingga terbentuk abses (kantong nanah). Ukuran batu amandel yang terlalu besar juga dapat menyebabkan pembengkakan, peradangan, dan infeksi serius. Bisakah Kondisi Ini Dicegah? Faktnya, kondisi tonsilolithiasis dapat terjadi berulang sehingga perlu dicegah kemunculannya.

batu amandel keluar sendiri

Hal-hal berikut dapat dilakukan untuk mencegahnya: • Menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam. • Rajin menggunakan obat kumur. • Tidak merokok.

• Membatasi konsumsi alkohol.

batu amandel keluar sendiri

• Minum air putih yang cukup setidaknya 8 gelas sehari. Semoga bermanfaat! Baca Juga: id.theasianparent.com/myasthenia-gravis id.theasianparent.com/peyronie id.theasianparent.com/penyakit-kardiomegali Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.

• Kehamilan • Tips Kehamilan • Trimester Pertama • Trimester Kedua • Trimester Ketiga • Melahirkan • Menyusui • Tumbuh Kembang • Bayi • Balita • Prasekolah • Praremaja • Usia Sekolah • Parenting • Pernikahan • Berita Terkini • Seks • Keluarga • Kesehatan • Penyakit • Info Sehat • Vaksinasi • Kebugaran • Gaya Hidup • Keuangan • Travel • Fashion • Hiburan • Kecantikan • Kebudayaan • Lainnya • TAP Komuniti • Beriklan Dengan Kami • Hubungi Kami • Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan
Batu amandel sering tidak disadari kemunculannya, sampai akhirnya muncul batu seperti kerikil yang keluar dari dalam mulut.

Batu tersebut mengeluarkan aroma yang tidak sedap bahkan bau busuk. Tapi batu amandel sebenarnya tidak membutuhkan pengobatan yang cukup serius, namun perlu segera ditangani untuk menghilangkan penumpukan bakteri pada area amandel. Tahukah batu amandel keluar sendiri bagaimana caranya mengobati batu amandel di rumah? Batu amandel merupakan lapisan keras menyerupai batu kerikil yang terletak di lekukan amandel. Batu amandel dapat terbentuk karena partikel makanan, air liur dan bakteri tersangkut pada area amandel.

Zat asing ini akan menumpuk dan membentuk lapisan keras yang disertai dengan bau tidak sedap. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang dengan lekuk amandel yang dalam atau orang yang memiliki radang amandel tak kunjung sembuh. Cara untuk mengetahui kamu memiliki batu amandel atau tidak adalah dengan membuka mulut lebar-lebar di depan cermin, kemudian beri pencahayaan kearah mulutmu untuk mengetahui kondisi amandelmu. Jika amandel berwarna kemerahan dan terdapat bercak-bercak putih, kamu harus waspada.

Bercak putih yang kamu temukan itu adalah batu amandel yang belum dikeluarkan. Batu amandel bisa bertekstur kenyal atau keras, berbau busuk atau tidak. Bila tidak menemukan gumpalan atau bercak putih kekuningan di sekitar amandel, belum tentu batu amandel keluar sendiri tidak terjangkit batu amandel.

Ada batu amandel yang memang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, tentunya itu harus didukung oleh peralatan medis guna melihat seberapa besar dan banyaknya batu amandel yang kamu derita. Maka dari itu, amati pula gejala berikut: • Napas berbau tak sedap tanpa alasan yang jelas. • Sakit tenggorokan yang sering berulang dan tak kunjung sembuh.

batu amandel keluar sendiri

• Rasa tak nyaman, seperti ada yang tersangkut di bagian belakang mulut. • Sulit menelan. • Batuk terus menerus. • Telinga terasa sakit atau nyeri. (Baca juga: Batu Amandel disebabkan oleh Buruknnya Kesehatan Gigi dan Mulut) Jika kamu merasakan bahwa beberapa gejala diatas, kamu harus segerakan memeriksakan dirimu ke dokter untuk meminimalisir batu amandel kronis.

batu amandel keluar sendiri

Tapi sebelum dokter menentukan beberapa jenis penanganan, dokter pastinya akan mendiagnosis penyebab batu amandelmu. Bila penyebab batu amandel disebabkan oleh kebiasaan merawat gigi yang buruk, maka dokter akan merekomendasikan kamu untuk menjaga kesehatan gigi, namun jika membutuhkan intervensi medis, bisa jadi kamu harus melalui proses pembedahan.

Berikut beberapa intervensi medis yang akan direkomendasikan oleh dokter, diantaranya: 1. Operasi Pengangkatan Amandel ( Tonsilektomi) Operasi amandel adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat amandel seluruhnya atau satu diantaranya. Pembedahan ini paling sering dilakukan pada kasus peradangan amandel ( tonsilitis). Tonsilitis ini sering terjadi pada anak-anak, dikarenakan sistem imun atau kekebalan tubuh mereka yang belum sepenuhnya aktif. Radang amandel ini biasanya ditandai dengan pembengkakan disertai kemerahan pada area amandel.

batu amandel keluar sendiri

Sulitnya menelan karena rasa sakit menyebabkan amandel harus segera diangkat. Setelah dilakukannya operasi, mungkin kamu atau si kecil akan merasakan nyeri berat pada area tenggorokan ±2 minggu lamanya. 2. Operasi Laser Amandel Operasi laser amandel ini berbeda dengan operasi amandel pada umumnya. Penggunaan laser dapat meminimalisir risiko perdarahan, tidak menghilangkan amandel sepenuhnya dan meminimalisir rasa sakit. Kemungkinan untuk sembuh pun akan jauh lebih cepat sehingga sangat direkomendasikan untuk proses penghilangan batu amandel.

Pada operasi laser ini, dokter akan menggunakan laser untuk menghilangkan batu amandel. Setelahnya, dokter akan melapisi dan memperbaiki kembali daerah-daerah tersebut (tidak menghilangkan amandel sepenuhnya). 3. Operasi Coblation Amandel Cara menghilangkan batu amandel satu ini cukup unik, yakni dengan menggunakan energi frekuensi radio dan air garam untuk menghilangkan batu di celah-celah amandel.

Operasi ini memiliki risiko yang jauh lebih kecil ketimbang jenis operasi amandel lainnya. Laser yang digunakan pada operasi juga suhunya rendah dan risiko seperti perdarahan juga tidak terlalu tinggi. Sayangnya, operasi amandel ini tidak menyembuhkan batu amandel dengan tuntas, batu amandel bisa tumbuh kembali bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Selain melalui operasi, batu amandel juga dapat diatasi dengan berbagai bahan alami yang biasa kamu temui di rumah.

Namun cara pengobatan ini, hanya bersifat sementara untuk mengurangi rasa sakit saat kamu menelan, diantaranya: • Gunakan Cotton Bud Usahakan gunakan cotton bud yang steril dan bersih, kalau bisa gunakan cotton bud yang masih baru.

Cotton bud memiliki tekstur lebut dan tidak menimbulkan luka pada area amandel, meskipun kamu memberikan sedikit tekanan untuk mengeluarkan batu amandel. Bila ingin lebih mudah, kamu bisa menggunakan cermin untuk mengetahui letak batu amandel yang kamu alami, selain itu juga untuk menentukan tekanan yang kamu lakukan pada area amandel. Jangan gunakan tangan saat mengeluarkan batu amandel karena itu akan memperbanyak bakteri di dalam mulut. Tangan mengandung ribuan bakteri yang tidak terlihat, jika kamu memasukannya ke dalam mulut, maka jumlah bakteri di dalam mulut akan semakin banyak dan memperparah kondisi amandelmu.

• Berkumur dengan Air Garam Air garam dipercaya dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab batu amandel. Air garam dapat merubah air liur menjadi bersifat basa dengan pH diatas 7. Kadar pH yang tinggi ini dapat menghalangi pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Sebab hampir seluruh bakteri lebih memilih lingkungan asam untuk hidup. Selanjutnya, air garam bersifat isotonik dan tidak mengiritasi selaput lendir. Namun, berkumur dengan air garam tidak sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu yang lama karena dapat merusak gigi dan mengganggu kesehatan tubuh.

• Minum Antibiotik Meminum antibiotik ini tidak boleh sembarangan, kamu harus mengkonsultasikannya ke dokter untuk mengetahui kadar dosisnya. Namun antibiotik tidak bisa menyembuhkan batu amandel, antibiotik hanya dapat meredakan rasa sakit yang ditimbulkan akibat pembengkakan. Cara sederhana di atas hanya bersifat sementara, kamu harus tetap memeriksakan batu amandelmu ke dokter. Jangan biarkan sampai terjadi komplikasi pada area tubuh batu amandel keluar sendiri.

Mulailah dengan merubah pola hidupmu sendiri, rajin-rajinlah menggosok gigi untuk menjaga kebersihan gigi dan mulutmu agar bakteri tidak tersangkut di amandelmu lagi. Jika Anda melihat bintik putih pada sisi kiri atau kanan kerongkongan, bintik tersebut bisa saja merupakan batu batu amandel keluar sendiri. Penyebab batu amandel dapat berasal dari serpihan makanan, kotoran, dan bahan lain yang mengeras bersama kalsium.

Dalam kasus yang ringan, kondisi ini biasanya tidak membahayakan kesehatan. Namun, Anda mungkin akan merasa tidak nyaman karena terasa ada yang mengganjal di tenggorokan. Penyebab terbentuknya batu amandel Amandel atau tonsil adalah sepasang jaringan lunak yang terdapat di sisi kiri dan kanan belakang tenggorokan.

Jaringan ini berfungsi untuk menghalau bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh melalui tenggorokan.

batu amandel keluar sendiri

Permukaan amandel terdiri dari banyak celah dan lekukan yang disebut kripta. Selain radang amandel (tonsilitis), ada kondisi medis lain yang dapat mengganggu kinerja amandel, yaitu batu amandel atau tonsilolits. Ukuran batu bisa bervariasi mulai dari beberapa milimeter hingga sebesar kacang polong. Tonsilolits berwarna putih kekuningan dan menempel sampai ke dalam amandel. Dalam studi University of Iowa dijelaskan bahwa tonsilolits terbentuk dari bakteri, sisa makanan, kotoran, sel-sel mati, dan bahan sejenisnya yang terperangkap di dalam kripta.

Seluruh kotoran ini kemudian terkumpul dan bertambah banyak. Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan mengendap dan mengeras dalam proses yang disebut kalsifikasi. Akhirnya, terbentuklah batuan dengan tekstur yang keras. Tonsilolits dapat terjebak di dalam kripta dan bertambah banyak.

Terdapat beberapa kondisi dan faktor yang dapat menjadi penyebab terbentuknya batu amandel, yaitu: 1. Kebersihan mulut yang kurang terjaga Perawatan kebersihan mulut dan gigi yang buruk dapat menyebabkan banyak kotoran dan bakteri bersarang dan menumpuk pada amandel.

batu amandel keluar sendiri

2. Struktur amandel yang tersusun banyak kripta Meski begitu, Anda tetap berisiko mengalami penyakit ini walaupun rajin merawat kebersihan mulut.

batu amandel keluar sendiri

Faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu amandel bisa berasal dari struktur amandel itu sendiri. Tonsilolits dapat terbentuk dengan lebih mudah apabila Anda memiliki amandel berukuran besar dengan banyak kripta. Kotoran lebih mudah terperangkap dan menumpuk pada amandel yang memiliki lebih banyak lekukan dan celah yang. Batu amandel keluar sendiri ini dapat membuat tonsilolits terbentuk berulang kali. 3. Sering mengalami radang amandel Peradangan akibat infeksi bakteri atau virus pada amandel bisa membuat amandel bengkak sehingga ukurannya bertambah besar.

Kondisi ini menyebabkan makanan, kotoran, dan bakteri mudah tersangkut, kemudian menumpuk di dalam amandel. Berbagai gejala batu amandel yang perlu diwaspadai Pada awalnya, tonsilolits sering kali tidak memiliki gejala (asimptomatik). Namun, seiring membesarnya ukuran batu amandel maka amandel bisa membengkak dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Selain amandel yang bengkak, terdapat beberapa gejala khas yang mungkin dialami seperti: 1. Bau mulut Bau mulut (halitosis) adalah gejala umum dari batu amandel.

Sebuah penelitian menemukan bahwa pada pasien yang punya tonsilolits kronis, ternyata memiliki senyawa sulfur dalam mulutnya. Zat sulfur tersebut bisa menimbulkan batu amandel keluar sendiri mulut. Dari semua pasien, 75 persen orang dengan kandungan senyawa sulfur yang tinggi pada mulutnya memiliki tonsilolits. Bakteri dan jamur yang memakan tumpukan batuan mengeluarkan zat yang membuat napas dari mulut berbau busuk.

2. Sakit tenggorokan karena pembengkakan Adanya batu pada amandel membuat tenggorokan terasa mengganjal atau terasa sakit saat menelan. Kemungkinan rasa sakit pada tenggorokan akan muncul saat batu mulai membesar. Ketika tonsilolits dan radang amandel terjadi bersamaan, akan sulit menentukan apakah rasa sakit di tenggorokan disebabkan oleh infeksi atau pembengkakan. Untungnya, batu empedu yang asimptomatik biasanya akan terdeteksi lebih mudah karena adanya radang amandel.

3. Adanya gumpalan putih di tenggorokan Batu pada amandel terlihat seperti batu amandel keluar sendiri padat yang berwarna putih atau kekuningan. Benjolan tersebut terlihat di belakang tenggorokan. Namun, ada juga yang mudah terlihat, misalnya terjadi pada lipatan amandel. Pada kasus ini, batu amandel hanya akan terlihat dengan bantuan teknik pemindaian non-invasif, seperti CT scan atau pencitraan resonansi magnetik.

4. Kesulitan menelan dan telinga terasa sakit Amandel yang membengkak karena adanya batuan, bisa menyebabkan kesulitan atau rasa sakit saat menelan makanan dan minuman. Namun, timbulnya rasa sakit tergantung pada lokasi atau ukuran tonsilolits. Selain kesulitan menelan, pasien juga bisa merasakan sakit pada bagian telinga. Meskipun batuan yang terbentuk tidak menyentuh langsung area telinga, tenggorokan dan telinga memiliki jalur saraf yang sama sehingga rasa sakit bisa menyebar.

Untuk memastikan penyakit ini, Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengamati gejalanya. Cara menghilangkan batu amandel Untuk menghilangkan batu amandel, dokter perlu mengangkatnya dari amandel.

Jangan mencoba untuk mencabutnya sendiri dengan alat atau benda tajam apapun. Apabila Anda sembarangan mengangkat tonsilolits, Anda bisa merusak jaringan amandel sekaligus pembuluh darah yang berada di sekitarnya.

Untuk mengangkat tonsilolits, dokter akan bisa melakukan beberapa pengobatan berikut ini. 1. Operasi laser amandel Pada operasi laser ini, dokter akan menggunakan laser untuk menghilangkan batu amandel. Setelahnya, dokter akan melapisi dan memperbaiki kembali daerah-daerah tersebut (tidak menghilangkan amandel sepenuhnya). O perasi laser lebih kecil risikonya daripada operasi amandel lain. Operasi laser amandel ini tidak tidak memerlukan anestesi umum, tidak harus menghilangkan amandel, mengurangi risiko perdarahan, lebih cepat sembuh dan tidak terlalu sakit.

2. Operasi coblation amandel Cara menghilangkan tonsilolits ini menggunakan energi frekuensi radio dan air garam untuk menghilangkan batu di celah-celah amandel. Operasi ini juga lebih kecil risikonya dibandingkan dengan operasi pengangkatan amandel. Laser yang digunakan pada operasi juga suhunya rendah dan risiko seperti perdarahan juga tidak terlalu tinggi 3. Tonsilektomi (operasi pengangkatan amandel) Namun, batu amandel bisa sulit diangkat menggunakan cara tersebut, biasanya terjadi ketika ukuran batu terlampau besar dan terjadi peradangan parah pada amandel.

Apalagi jika kondisi ini terjadi berulang kali sehingga berdampak besar pada penurunan kualitas hidup Anda. Untuk mengatasinya, dokter mungkin akan melakukan operasi pengangkatan amandel. Operasi ini juga bisa menimbulkan risiko komplikasi seperti perdarahan dan infeksi.

Setelah amandel diangkat, kemungkinan besar ada rasa nyeri berat pada bagian tenggorokan hingga 2 minggu lebih. Namun, sebagian besar operasi amandel tidak menyebabkan gangguan jangka panjang dan Anda tetap bisa hidup sehat dan normal meskipun tidak lagi memiliki amandel.

batu amandel keluar sendiri

Operasi pengangkatan amandel adalah tindakan yang besar dan membutuhkan pertimbangan yang matang. Oleh karena itupastikan Anda telah berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter apakah operasi pengangkatan amandel menjadi pengobatan yang tepat untuk Anda. Cara mengobati batu amandel di rumah Cara menghilangkan tonsilolits di rumah hanya bisa dilakukan apabila batu berukuran kecil, dan tidak menyebabkan sakit.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba: 1.

batu amandel keluar sendiri

Pakai cuka sari apel Gunakan 1 sendok makan cuka apel dan 1 cangkir air hangat, lalu kumur tenggorokan. Lakukan kumur pakai cuka apel ini 3 kali satu hari untuk melonggarkan amandel agar batu bisa keluar dengan batu amandel keluar sendiri. 2. Dikeluarkan pakai kapas atau jari Jika Anda dapat melihat batu di amandel di tenggorokan, Anda kemungkinan bisa mengeluarkannya pakai jari atau kapas. Untuk mengeluarkan pakai jari atau kapas, Anda harus hati-hati.

Apabila kuku menusuk amandel atau jari Anda kotor, ini bisa menyebabkan infeksi dan bikin batu amandel tambah besar. 3. Kumur air garam Kumur air garam dapat menjadi cara menghilangkan tonsilolits dengan mudah.

Caranya, tambahkan setengah sendok teh garam ke secangkir air hangat. Kumur cairan tersebut di tenggorokan selama 10-15 menit. Ragam Obat yang Efektif Atasi Radang Amandel, dari Alami Hingga Medis Cara mencegah terbentuknya batu amandel Meski demikian, Anda dapat mengurangi risikonya dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Rutinlah menyikat gigi minimal sebanyak dua kali dalam batu amandel keluar sendiri.

Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang masih menempel pada celah gigi. Kemudian, bersihkan seluruh bagian mulut Anda dengan obat kumur. Utamakan berkumur pada bagian belakang tenggorokan yang menjadi tempat terbentuknya batu amandel.

Yellamma Bai, K., & Vinod Kumar, B. (2015). Tonsillolith: A polymicrobial biofilm. Medical Journal Armed Forces India, 71, S95-S98.

https://doi.org/10.1016/j.mjafi.2011.12.009 Bamgbose, B., Ruprecht, A., Hellstein, J., Timmons, S., & Qian, F. (2014). The Prevalence of Tonsilloliths and Other Soft Tissue Calcifications in Patients Attending Oral and Maxillofacial Radiology Clinic of the University of Iowa. ISRN Dentistry, 2014, 1-9. https://doi.org/10.1155/2014/839635 Tonsil Stones Might Be Causing Your Bad Breath.

(2020). Retrieved 13 October 2020, from https://health.clevelandclinic.org/troublesome-tonsil-stones-causing-bad-breath/
Batu amandel biasanya tidak membahayakan kesehatan. Namun, Anda mungkin akan merasa tidak nyaman karena terasa ada yang mengganjal di sisi tenggorokan.

Lantas, apa sebenarnya yang memicu pembentukan batu amandel? Penyebab terbentuknya batu amandel Amandel atau tonsil adalah sepasang jaringan lunak yang terdapat di sisi kiri dan kanan belakang tenggorokan (kerongkongan). Jaringan ini berfungsi untuk memerangkap bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh melalui tenggorokan. Masing-masing jaringan amandel diselubungi oleh lapisan sel mukosa berwarna merah muda seperti bagian dalam mulut Anda.

Permukaannya terdiri dari banyak celah dan lekukan yang disebut kripta. Penyebab munculnya batu amandel bisa berasal dari bakteri, sisa makanan, kotoran, sel-sel mati, dan bahan sejenisnya yang terperangkap di dalam kripta.

Seluruh kotoran ini kemudian terkumpul dan bertambah banyak. Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan memadat dan mengeras dalam proses yang disebut kalsifikasi. Akhirnya, terbentuklah batu amandel dengan tekstur yang keras. Batu amandel dapat terjebak di dalam kripta dan bertambah banyak. Batu amandel biasanya berwarna putih atau kekuningan.

Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga sebesar kacang polong. Hanya ada sedikit kasus di mana batu amandel tumbuh melebihi ukuran tersebut. Batu amandel dan kebersihan mulut Banyak orang menduga bahwa kebersihan batu amandel keluar sendiri merupakan penyebab utama dari terbentuknya batu amandel.

Padahal, tidak demikian. Anda tetap dapat memiliki batu amandel walaupun rajin merawat kebersihan mulut. Faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu amandel justru adalah struktur amandel itu sendiri. Batu amandel dapat terbentuk dengan lebih mudah apabila Anda memiliki amandel dengan banyak kripta. Kondisi ini membuat amandel memiliki lebih banyak lekukan dan celah yang dalam. Batu amandel keluar sendiri pun lebih mudah terperangkap dan menumpuk sehingga Anda akan lebih sering bermasalah dengan batu amandel.

Cara mencegah terbentuknya batu amandel Penyebab terbentuknya batu amandel berasal dari kondisi dan struktur amandel itu sendiri. Tidak ada cara alami yang benar-benar efektif mencegah pembentukan batu amandel. Meski demikian, Anda dapat mengurangi risikonya dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi.

Rutinlah menyikat gigi minimal sebanyak dua kali dalam sehari. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang masih menempel pada celah gigi. Kemudian, bersihkan seluruh bagian mulut Anda dengan obat kumur.

Utamakan berkumur pada bagian belakang tenggorokan yang menjadi tempat terbentuknya batu amandel. Batu amandel lebih sering muncul pada penderita radang amandel. Jika Anda mengalami kondisi ini atau sering bermasalah dengan batu amandel, operasi pengangkatan amandel mungkin bisa menjadi solusi. Operasi adalah tindakan yang besar untuk sekadar mengatasi penyebab batu amandel, kecuali jika batu amandel menghambat fungsi pernapasan dan menelan. Sebagian besar batu amandel bahkan dapat hilang dengan sendirinya.

Jadi, pastikan Anda telah berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum memilih untuk menjalani operasi pengangkatan amandel. Dokter biasanya akan menyarankan opsi ini ketika cara lain tidak dapat mengatasi masalah batu amandel yang Anda alami. How do the tonsils work? https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279406/ Diakses pada 27 Juni 2019.

What you should know about tonsil stones. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315026.php Diakses pada 27 Juni 2019. Tonsil Stones (Tonsilloliths). https://www.webmd.com/oral-health/guide/tonsil-stones-tonsilloliths-treatment-and-prevention#1 Diakses pada 27 Juni 2019.

What Exactly Are Tonsil Stones and What Causes Them? https://www.everydayhealth.com/tonsil-stones/what-they-are-what-causes-them/#theyrenotlinkedtootherstones Diakses pada 27 Juni 2019. All About Tonsil Stones: Why They Develop, How to Prevent and Treat Them, and More. https://www.everydayhealth.com/tonsil-stones/ Diakses pada 27 Juni 2019. Tonsil Stone Treatment: Home Remedies, When Surgery Is Needed, and More. https://www.everydayhealth.com/tonsil-stones/treatment/ Diakses pada 27 Juni 2019.
KOMPAS.com - Batu amandel adalah serpihan kotoran yang mengeras dan bakteri yang tersangkut di sudut amandel.

Banyak orang memiliki batu amandel tapi tidak menyadarinya, terlebih jika ukurannya cuma sekecil pecahan beras.

Namun, batu amandel berukuran cukup besar sampai seukuran buah anggur bisa menyebabkan komplikasi amandel bengkak dan memicu bau mulut tak sedap. Sebelum menyimak ulasan cara menghilangkan batu amandel, kenali dulu penyebab dan gejalanya. Baca juga: 12 Ciri-ciri Amandel Radang, Tak Hanya Sakit saat Menelan Penyebab batu amandel Melansir WebMD, amandel adalah sepasang jaringan seperti kelanjar yang terletak di bagian belakang tenggorokan.

Amandel memiliki celah-celah kecil sehingga lendir, bakteri, dan sel kulit mati bisa terperangkap di sana dan membentuk puing kotoran. Batu amandel terbentuk ketika puing kotoran tersebut mengeras. Kondisi ini biasanya dialami orang yang amandelnya radang dalam jangka panjang, atau mengalami infeksi berulang tapi tidak diobati dengan tepat. Selain itu, penyebab batu amandel lainnya yakni kebersihan gigi yang buruk dan gangguan sinus kronis. Baca juga: 5 Obat Amandel saat Kambuh Gejala batu amandel Seperti disinggung di atas, batu amandel yang ukurannya masih kecil biasanya tidak menimbulkan gejala penyakit.

Ketika ukurannya cukup besar, gejala batu amandel yang dirasakan penderitanya yakni:Jakarta - Pernahkah Anda merasa ada butiran putih kecil berbau yang kadang tak sengaja keluar dari dalam mulut? Bila iya, kemungkinan besar itu adalah batu amandel. Batu ini sebetulnya tidak berbahaya. Pembawa acara SciSchow, Michael Aranda, batu amandel keluar sendiri bahwa batu amandel berasal dari partikel-partikel kotoran yang terperangkap di bagian belakang mulut. Amandel di dalam mulut memiliki peran untuk melawan infeksi dan ketika banyak partikel kotoran terkumpul secara otomatis sel darah putih dihasilkan untuk menyerang karena dianggap mengancam.

Baca juga: Meski Tidak Sakit, Amandel yang Bengkak dan Mengganggu Boleh Diangkat "Amandel ini penuh dengan lubang lekukan yang tujuannya untuk mengundang bakteri masuk. Dengan demikian banyak sel imun yang dapat terpapar pada patogen-patogen potensial, mulai membangun respons imun untuk melawannya," kata Michael seperti dikutip dari kanal resmi SciShow di YouTube, Selasa (7/2/2017).

"Sayangnya ketika Anda memiliki lekukan-lekukan 'nyaman' ini untuk bakteri, banyak hal mulai dari sel mati, lendir, sisa makanan, dan partikel lain ikut terkumpul," lanjut Michael. Kotoran yang terkumpul kemudian ikut diserang oleh sel darah putih. Pada akhirnya lama-kelamaan terjadi pengerasan hingga terbentuk lah batu amandel. Menurut dr Alan Greene dari California orang yang sering memiliki batu amandel biasanya remaja atau mereka dengan amandel besar. Selain itu batu amandel bisa juga muncul pada orang yang jarang memerhatikan kesehatan mulut.

Pada beberapa kasus batu amandel dapat minimbulkan masalah iritasi serta bau mulut. Untuk menghilangkannya bisa dengan disapu memakai sikat gigi, berkumur-kumur pakai air garam, atau dengan cotton bud.

Bila batu amandel masih sulit juga dihilangkan maka disarankan agar seseorang menemui dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Baca juga: Sudah Gosok Gigi Seusai Sahur Tapi Masih Juga Bau Mulut, Apa yang Salah? (fds/vit) Berita Terkait • Tips Jaga Kesehatan Mulut Saat Puasa, Sikat Gigi Bikin Batal Nggak Sih?

• Apa Itu Virus Herpes? Penyakit Menular yang Bisa Kambuh Lagi • Waktu yang Tepat Sikat Gigi Saat Puasa Biar Mulut Nggak Bau 'Jigong' • Catat! 5 Cara Jitu Mengatasi Bau Mulut saat Puasa • Duh! Studi Temukan Pria Bau Mulut Cenderung Alami Disfungsi Ereksi • Kerap Dikira Flu Biasa, Kenali 4 Gejala Sinusitis yang Harus Diwaspadai • Sambut Hari Kanker Sedunia, Menkes Budi Ajak Perempuan RI Vaksinasi HPV • Mengenal Kanker Mulut: Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya MOST POPULAR • 1 Hepatitis Akut 'Misterius' Menular Lewat Pernapasan dan Pencernaan, Begini Mencegahnya • 2 Dijalani Raja Salman, Apa Itu Kolonoskopi yang Bisa Deteksi Kanker Usus Besar?

• 3 Benarkah Long COVID 'Biang Kerok' Hepatitis Misterius? Ini Penjelasan Pakar IDI • 4 Masih Misterius, IDAI Ungkap Kemungkinan Cara Penularan Hepatitis Akut • 5 Tips Curi-curi Waktu untuk Bercinta di Pagi Hari • 6 Post Holiday Blues Bikin Tak Semangat Bekerja? Psikolog Sarankan Ini • 7 Perlengkapan Main Sepatu Roda, Penting agar Tetap Aman Saat Meluncur • 8 5 Tips Foreplay yang Bikin Seks Makin Panas • 9 WHO: Angka Kematian Tak Langsung Pasien COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia • 10 Wajib Dicoba!

Ini 4 Posisi yang Bikin Seks Makin Enak • SELENGKAPNYA
none

PANEN BATU AMANDEL

    Related articles



2022 www.videocon.com