Kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

1. Kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat karena . A. terbentuk secara terencana oleh beberapa orang.

B. akan berkembang berinteraksi dan berbagi pengalaman masing masing. C. masing masing anggota mempunyai kecenderungan untuk mengatur kelompoknya. D. setiap anggota kelompok harus bertanggungjawab dalam mengembangkan kelompoknya.

E. mempunyai struktur dan aturan masing - masing yang harus ditaati oleh setiap sesuai dengan aktivitas anggotanya yang saling anggotanya. 2. Yang dimaksud dengan bersistem dan berproses dalam syarat terbentuknya kelompok sosial adalah . A. terbentuknya norma - norma atau peraturan yang tegas yang harus ditaati oleh anggota kelompok sosial. B. terselenggaranya program yang direncanakan kelompok sosial. C. mempunyai arah perubahan dalam kelompok sosial. D. membagi kedalam beberapa bagian dalam kelompok sosial.

E. tercapainya tujuan dan cita - cita kelompok sosial yang telah direncanakan dalam sebuah program kerja. 3. Agar dapat disebut sebagai kelompok sosial, himpunan manusia harus memiliki syarat antara lain .

A. ada seorang pemimpin yang menaunginya. B. ada aturan yang harus ditegakkan. C. ada pembagian kerja yang jelas. D. norma yang ada bersifat mengikat. E. bersistem dan berproses. ​ • Di lingkungan masyarakat, alasan dari bisa dikatakannya suatu kelompok sosial berkembang dan dinamis adalah (B) akan berkembang sesuai dengan interaksi dan kegiatan berbagi pengalaman masing-masing.

• Pada kelompok sosial, penjelasan terhadap salah satu syarat dari pembentukan kelompok sosial yang merupakan bersistem dan berproses adalah (A) terbentuknya norma atau peraturan yang tegas dan harus ditaati oleh anggota kelompok sosial. • Syarat yang harus dimiliki oleh suatu himpunan manusia sehingga bisa dikatakan sebagai kelompok sosial adalah (E) bersistem dan berproses.

Pembahasan Pada nomor 1, pilihan (B) benar karena berkembang dan dinamisnya suatu kelompok sosial akan terjadi ketika ada interaksi yang dilakukan secara terus menerus. Interaksi ini akan mendorong kegiatan berbagi pengalaman dan mendorong terjadinya perubahan pada kelompok sosial tersebut. Pada nomor 2, pilihan (A) benar karena dengan adanya tujuan yang sama pada suatu kelompok sosial akan mendorong terbentuknya norma dan juga peraturan yang harus ditaati oleh setiap anggota pada kelompok sosial tersebut.

Norma dan aturan ini dibuat sehingga tujuan dari kelompok sosial tersebut bisa tercapai. Pada nomor 3, pilihan (E) benar karena berikut adalah beberapa syarat dari terbentuknya kelompok sosial: • Bersistem dan berproses.

• Memiliki tujuan yang sama dan ingin diwujudkan. • Adanya interaksi yang bersifat timbal balik pada kelompok sosial. • Adanya kesadaran kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat anggota menjadi bagian dari kelompok sosial tersebut. Pelajari lebih lanjut • Materi tentang syarat kelompok sosial brainly.co.id/tugas/13750480 • Materi tentang faktor pembentuk kelompok sosial brainly.co.id/tugas/30878212 • Materi tentang jenis kelompok sosial brainly.co.id/tugas/5866503 Detail jawaban Kelas: 11 Mapel: Sosiologi Bab: 5 - Keanekaragaman Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural Kode: 11.20.5 #TingkatkanPrestasimu #SPJ3 Pengertian Kelompok Sosial – Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan sesamanya.

Kebutuhan interaksi ini merupakan kebutuhan mendasar yang jika tidak dipenuhi, manusia bisa merasakan jenuh bahkan sampai stress. Kita lihat akibat pandemi Covid19 seperti sekarang ini, banyak laporan menyebutkan tingkat stress masyarakat meningkat. Keterbatasan interaksi sosial yang mendadak menjadi salah satu sebabnya. Kelompok-kelompok sosial berkurang dan jarang berkumpul seperti dulu. Seberapa besar kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat peran kelompok sosial?

Grameds, yuk kita bahas bersama tentang kelompok sosial. Daftar Isi • A. Pengertian Kelompok Sosial • 1. Soerjono Soekanto • 2. George Homans • 3.

Paul B. Horton dan Chester Chester L. Hunt • B. Proses Terbentuknya Kelompok Sosial • 1. Dorongan untuk bertahan hidup • 2. Dorongan untuk meneruskan garis keturunan • Anda Mungkin Juga Menyukai • 3.

Dorongan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan • C. Kelompok Sosial VS Kelas Sosial • D. Macam-macam Kelompok Sosial • 1.

Kelompok Sosial Berdasarkan Proses Terbentuknya • a. Kelompok semu • 1). Kerumunan atau crowd • 2). Massa • 3). Publik • b. Kelompok nyata • 1). Kelompok statistik • 2). Kelompok Masyarakat • 3). Kelompok masyarakat khusus • 4). Kelompok asosiasi • 2. Kelompok Sosial Berdasarkan Ikatan Anggota • a. Etnis • b. Bangsa • c. Masyarakat • d. Paguyuban • e. Patembayan • f. Komunitas • g. Organisasi sosial • E.

Klasifikasi Kelompok Sosial • F. Syarat Kelompok Sosial • 1. Adanya interaksi antar anggota • 2. Interdependen • 3. Kesadaran • 4. Adanya kesamaan • 5. Rasa menjadi bagian • 6. Struktur • 7. Mempunyai sistem dan terus menjalankan proses berkembang. • G. Ciri-ciri Kelompok Sosial • H. Nilai dan Norma yang Berlaku Dalam Kelompok Sosial A. Pengertian Kelompok Sosial Seperti biasa, definisi terkadang tidak dapat mendeskripsikan gambaran yang benar-benar tepat apa yang didefinisikan karena keterbatasan kata, diksi, atau metafora.

Namun dengan definisi, setidaknya kita bisa memahami sesuatu mendekati pengertian sebenarnya. Definisi tentang kelompok sosial telah diungkapkan oleh banyak ahli. Berikut ini merupakan pendapat para ahli mengenai kelompok sosial: 1. Soerjono Soekanto Profesor sosiologi dari Universitas Indonesia tersebut mendefinisikan kelompok sosial sebagai kesatuan-kesatuan atau himpunan manusia yang hidup berdampingan karena memiliki hubungan yang saling timbal balik dan saling mempengaruhi satu sama lain.

2. George Homans Sosiolog asal Amerika Serikat ini mendefinisikan kelompok sosial sebagai kumpulan individu yang saling berinteraksi, melakukan kegiatan, dan memiliki perasaan yang mendorong untuk membentuk sesuatu yang terorganisir secara menyeluruh dan saling timbal balik.

3. Paul B. Horton dan Chester Chester L. Hunt Kedua sosiolog ini mendefinisikan kelompok sosial sebagai sekumpulan manusia yang sadar akan keanggotaannya sebagai makhluk sosial kemudian saling berinteraksi satu sama lain.

B. Proses Terbentuknya Kelompok Sosial Fitrah manusia sebagai makhluk sosial mendorong manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya. Manusia saling membutuhkan satu sama lain.

Karena sifat dasar tersebut, kelompok sosial dengan mudah terbentuk secara alami. Adanya interaksi menjadikan mereka berkumpul, membuat kelompok baik terorganisir atau tidak, lalu membuat kegiatan di dalamnya. Semakin panjang interaksi mereka, semakin kuat ikatan yang terjalin. Semakin kuat ikatan tersebut, semakin kuat persatuan dan kesatuan di dalam kelompok tersebut. Kuatnya ikatan perasaan di dalam kelompok tersebut dipengaruhi oleh kesamaan dalam tujuan, pemikiran, hobi, cita-cita, perilaku, dan sebagainya.

Selain itu, ada beberapa dorongan yang menjadikan manusia butuh untuk berkelompok. Pendorong-pendorong tersebut dapat dijabarkan melalui penjelasan di bawah ini: 1. Dorongan untuk bertahan hidup Salah satu kebutuhan manusia adalah dengan bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan manusia untuk saling tolong menolong.

Melakukan kegiatan ekonomi saja, manusia memerlukan manusia lainnya, baik sebagai produsen, distributor, ataupun konsumen. Rp 63.000 2. Dorongan untuk meneruskan garis keturunan Kebutuhan lain manusia yang tidak mungkin dapat dicapai oleh dirinya sendiri adalah memiliki garis keturunan.

Untuk mempunyai keturunan, seseorang harus menikahi lawan jenisnya. Dari pernikahan tersebut akan terbentuk kelompok sosial kecil berupa keluarga. 3. Dorongan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan Pekerjaan yang dilakukan seorang diri, terlebih tanpa pembagian tugas dan manajemen yang baik tentunya sangat melelahkan. Bayangkan saya misalnya dalam sebuah keluarga, seorang ibu harus mencari nafkah, membereskan urusan rumah tangga, mendidik anak, memasak, dan lain-lain dan semua itu dikerjakan sendiri, tentu melelahkan.

Tidak adanya efektivitas, efisiensi, dan pembagian tugas dalam pekerjaan menyebabkan pekerjaan terasa sangat berat. Hingga terbentuklah bermacam-macam kelompok sosial. Ada yang berdasarkan hobi.

Ada yang berdasarkan cita-cita. Ada yang berdasarkan pemikiran. Bahkan ada yang berdasarkan kesamaan nasib. Mereka membentuk kelompok sosial untuk saling menguatkan satu sama lain. Karena pada dasarnya, manusia akan kesulitan untuk berjuang sendiri. C. Kelompok Sosial VS Kelas Sosial Kelompok sosial berbeda dengan kelas sosial.

Jika kelompok sosial terbentuk secara alami karena adanya ikatan perasaan dan kebutuhan, kelas sosial tercipta karena adanya perbedaan tingkatan antara manusia satu dengan manusia lainnya.

Kelas sosial pada umumnya muncul karena adanya pihak yang menganggap diri atau kelompoknya lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain. D. Macam-macam Kelompok Sosial Kelompok sosial terbagi menjadi beberapa macam dan kategori.

Berdasarkan proses terbentuknya, kelompok sosial terbagi menjadi kelompok semu, kelompok nyata, kelompok statistik, kelompok statistik, kelompok kemasyarakatan, kelompok masyarakat khusus, dan kelompok asosiasi. Sementara berdasarkan ikatan antar anggotanya, kelompok sosial terbagi menjadi kelompok sosial etnis, bangsa, masyarakat, paguyuban, patembayan, komunitas, dan organisasi sosial.

Penjelasan lebih rinci akan kita bahas di bawah ini. Yuk Grameds check it out! 1. Kelompok Sosial Berdasarkan Proses Terbentuknya a.

Kelompok semu Kelompok semu terdiri dari orang-orang yang terbentuk sementara secara spontan dan tidak memiliki identitas, aturan, ikatan, ataupun tujuan bersama. Dalam kelompok semu, interaksi dan komunikasi hanya bersifat sementara dan tidak mengikat. Oleh karena itu, kelompok semu tidak bertahan lama. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, contoh kelompok semu adalah: 1). Kerumunan atau crowd Kerumunan merupakan kumpulan yang terjadi secara spontan dan tidak teratur.

Kerumunan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu: – Kerumunan formal ( formal crowds) Kerumunan yang mempunyai pusat perhatian yang sama. Contoh: penonton sepak bola, penonton bioskop, dan sebagainya. – Kerumunan terencana yang ekspresif (Planned expressive group) Kerumunan yang terencana, tidak mempunyai pusat perhatian yang sama, namun memiliki tujuan yang sama. Contoh: orang yang menghadiri pesta, orang yang rekreasi, dan sebagainya. – Kerumunan santai namun tidak nyaman ( Inconvenient Causal Crowds) Kerumunan yang terbentuk karena adanya kebutuhan untuk menggunakan fasilitas umum di suatu tempat.

Contoh: orang sedang menunggu bis, orang sedang menunggu antrian, dan lain-lain. Kerumunan yang terbentuk karena adanya suatu peristiwa tertentu. Contoh: kerumunan karena adanya penampakan UFO di langit atau pergerakan indah dari sekelompok burung, dan sebagainya.

– Kerumunan yang melawan hukum ( Acting Lawless Crowds) Kerumunan yang terbentuk karena adanya sebuah tindakan yang melawan hukum. Contoh: tawuran, pengeroyokan, dan sebagainya. – Kerumunan yang berlawanan dengan moral ( Immoral Lawless Crowds) Kerumunan ini terbentuk karena kumpulan orang yang melakukan kegiatan yang berlawanan dengan nilai dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat tertentu. Contoh: kerumunan orang mabuk. Sma/Ma Buku Interaktif Kl.10 Sosiologi Peminatan Smt.1 Rev.2 2).

Massa Kelompok sosial jenis ini hampir sama dengan kerumunan, bedanya massa direncanakan dan diorganisir.

Massa sifatnya tidak spontan. Contoh: Demonstrasi, kampanye, parade, dan lain-lain. 3). Publik Publik merupakan kumpulan individu dalam jumlah besar namun secara fisik tidak harus berada di satu tempat yang sama. Publik biasanya direncanakan dan tidak jarang satukan karena alat komunikasi.

Contoh: pemirsa TV dan youtube. b. Kelompok nyata Kelompok nyata merupakan kelompok sosial yang bersifat tetap. Sebagian besar kelompok yang ada di masyarakat merupakan kelompok nyata. Kelompok nyata terbagi menjadi beberapa jenis lagi, yaitu: 1). Kelompok statistik Biasanya, kelompok sosial jenis ini ada karena keperluan penelitian. Kelompok ini tidak terorganisir, apalagi terencana.

Tidak ada kesadaran berkelompok dalam kelompok statistik dan ada karena disesuaikan dengan kepentingan. Contoh: kelompok penduduk usia 17-65 tahun, kelompok remaja yang mempunyai akun media sosial, dan lain-lain. 2). Kelompok Masyarakat Kelompok sosial yang terbentuk karena adanya kesamaan kepentingan di antara anggotanya. Namun demikian, kesamaan kepentingan tersebut tidak lantas menjadikan kepentingan bersama dalam kelompok ini. Kelompok ini terbentuk secara alami dan spontan, tanpa perlu direncanakan.

Kelompok masyarakat memungkinkan adanya sarana kesadaran berkelompok dan interaksi karena adanya sarana pemersatu. Sifatnya tetap dan memiliki kemungkinan tidak dibatasi oleh wilayah. Contoh: 3). Kelompok masyarakat khusus Kelompok ini terbentuk karena adanya kesamaan yang khusus dan lebih spesifik di antara anggotanya. Kesamaan tersebut bisa berupa usia, gender, tempat tinggal, pekerjaan, dan lain-lain. Kelompok ini terbentuk secara alami dan biasanya terbentuk karena ketersediaan sarana untuk bersatu.

Anggotanya memiliki kesadaran dalam berkelompok dan interaksi yang kontinu. 4). Kelompok asosiasi Kelompok ini memiliki sifat tetap. Keberadaannya sengaja dibentuk dan direncanakan dengan baik.

Biasanya kelompok ini mempunyai organisasi yang kuat dan memiliki sistem yang terorganisir dengan baik. 2. Kelompok Sosial Berdasarkan Ikatan Anggota a. Etnis Etnis atau suku merupakan kelompok sosial yang pengelompokannya didasarkan pada kemiripan dalam hal garis keturunan.

Selain itu, etnis juga mempunyai kemiripan budaya, bahasa, dan kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat yang sama.

Kesamaan-kesamaan tersebut menentukan seseorang diakui atau tidak dalam etnis tertentu. Contoh: persatuan ikatan mahasiswa etnis tertentu, persaudaraan etnis tertentu, dan sebagainya. b. Bangsa Bangsa merupakan kelompok sosial yang pengelompokannya disatukan oleh nasionalisme pada negara. Bangsa terbentuk karena adanya penderitaan, sejarah, nasib, dan perjuangan yang sama. Contoh: Bangsa Indonesia, Bangsa Jerman, Bangsa Amerika, dan lain-lain. c. Masyarakat Kelompok sosial jenis ini merupakan kelompok sosial yang cakupannya luas dan ciri-cirinya beragam.

Pada umumnya, masyarakat dikelompokkan berdasarkan wilayah tempat tinggal, mata pencaharian, kemajuan peradaban, dan lain-lain. Contoh: netizen, masyarakat desa, masyarakat kota, masyarakat Pulau Jawa, dan lain-lain.

Sosiologi Komunikasi Massa d. Paguyuban Paguyuban merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena adanya ikatan batin yang kuat. Dalam prakteknya, tidak jarang gotong royong dan tolong-menolong antar anggota didasari ketulusan tanpa kepentingan dan pamrih. Beberapa diantaranya memiliki garis keturunan yang sama. Beberapa yang lain diikat oleh rasa kebersamaan dan solidaritas.

Paguyuban memiliki ciri-ciri intim (Hubungan yang erat dan menyeluruh), privat (hubungannya bersifat pribadi), dan eksklusif (hanya untuk “kita” saja, selain “kita” tidak termasuk). Contoh: keluarga inti, keluarga besar, rukun tetangga, dan sebagainya.

e. Patembayan Patembayan adalah kelompok sosial yang memiliki ikatan lahiriah, biasanya kurang disertai adanya ikatan batin. Sehingga dalam prakteknya, interaksi dilakukan karena adanya kepentingan satu sama lain. Hal ini berisiko ikatan kelompok ini sifatnya tidak berjangka panjang.

Terbentuknya patembayan didasari atas pemikiran rasional yang lebih mempertimbangkan untung-rugi ikut serta di dalamnya. Jika seseorang anggota sudah tidak memiliki kepentingan apapun, dia bisa keluar sewaktu-waktu dari kelompok. Contoh: ikatan antar pedagang, ikatan pengusaha, ikatan alumni sekolah, serikat pekerja, dan sebagainya. f. Komunitas Komunitas adalah kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan karakteristik seperti hobi, geografi, profesi, agama, ras, dan lain-lain.

Di dalam komunitas, memungkinkan terjadinya interaksi yang saling membantu sehingga ikatan perasaan cukup kuat di dalamnya.

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

Contoh: komunitas pendaki gunung, komunitas gowes, komunitas fotografi, dan lain-lain. g. Organisasi sosial Organisasi sosial merupakan kelompok sosial yang memiliki struktur yang jelas. Masing-masing anggota memiliki tugas dan peran masing-masing. Dan semua diatur dengan rapi, spesifik, dan terukur. Organisasi sosial keanggotaannya bersifat resmi dan sifat lembaganya memiliki identitas yang jelas dan diakui.

E. Klasifikasi Kelompok Sosial Kelompok sosial dibagi menjadi beberapa klasifikasi, yaitu sebagai berikut: • Berdasarkan atas cara terbentuknya, seperti kelompok semu dan kelompok nyata. • Berdasarkan kualitas hubungan antar anggotanya, seperti kelompok primer (hubungan cenderung informal) dan kelompok sekunder (hubungan cenderung formal). • Berdasarkan kekuatan ikatan antar anggotanya, seperti paguyuban dan patembayan.

• Berdasarkan pencapaian tujuannya, seperti kelompok formal (mempunyai aturan sendiri) dan kelompok informal (memiliki tujuan bersama namun tidak resmi). F. Syarat Kelompok Sosial Sebuah kelompok dapat dikatakan sebagai kelompok sosial jika memenuhi beberapa syarat di bawah ini, yaitu: 1. Adanya interaksi antar anggota Adanya kelompok sosial untuk mewadahi interaksi anggotanya.

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

Sebuah kelompok yang tidak memiliki interaksi tidak dapat dikatakan sebagai kelompok, melainkan hanya kumpulan individu. 2. Interdependen Anggota satu dengan lainnya saling mempengaruhi perilaku dan sikap. 3. Kesadaran Setiap anggota memiliki kesadaran akan keterlibatannya di dalam kelompok tersebut. 4. Adanya kesamaan Adanya kesamaan, baik itu nasib, penderitaan, daerah, profesi, dan lainnya, dapat mempererat ikatan antar anggota.

5. Rasa menjadi bagian Perasaan dan persepsi ini harus dimiliki oleh anggota dari kelompok sosial. Dengan merasa menjadi bagian kelompok, seseorang dapat merasakan manfaat adanya kelompok sosial. 6. Struktur Adanya struktur akan menuntun anggota untuk melaksanakan peran dan tugasnya sebagai bagian dari kelompok sehingga keberadaan kelompok sosial dapat dirasakan.

7. Mempunyai sistem dan terus menjalankan proses berkembang. G. Ciri-ciri Kelompok Sosial Jika ditemukan ciri-ciri seperti di bawah ini, maka bisa dikatakan sebagai kelompok sosial: • Adanya motivasi, dorongan, dan motif yang sama antara satu individu dengan lainnya.

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

• Adanya pembagian tugas atau penegasan fungsi sehingga masing-masing memiliki kesadaran peran dan wewenangnya di dalam kelompok. • Adanya akibat dari interaksi yang dilakukan oleh anggota satu dengan anggota lainnya. • Terbentuknya norma di dalam kelompok yang sesuai dengan nilai-nilai yang diusung oleh anggota. • Kepentingan berjalan dan berproses. • Ditemukannya pergerakan yang dinamis dalam aktivitasnya.

H. Nilai dan Norma yang Berlaku Dalam Kelompok Sosial Interaksi yang terjadi di dalam kelompok sosial membentuk kebiasaan dan kekhasan di dalamnya. Hal ini terjadi dalam semua hal, termasuk nilai-nilai dan norma yang dijunjung oleh kelompok sosial tersebut. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok sosial diharuskan untuk sesuai dengan nilai dan norma yang ada di dalamnya. Kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma kelompok akan ditolak karena tidak mencerminkan kepribadian kelompok dan melenceng dari tujuan dibentuknya kelompok sosial tersebut.

Saat penerimaan anggota baru pun, beberapa kelompok sosial membuka rekrutmen dengan sistem seleksi siapa saja yang cocok dengan nilai dan norma yang berlaku. Kalaupun tidak ada seleksi, biasanya anggota baru menyesuaikan dengan nilai dan norma tersebut agar kehadirannya diterima secara sosial.

Baca juga artikel terkait “Pengertian Kelompok Sosial” : • Pengertian Perubahan Sosial • Contoh Masalah Sosial di Indonesia • Pengertian Interaksi Sosial • Pengertian Lembaga Sosial • Pengertian Struktur Sosial • Daftar Suku Bangsa di Indonesia • Pengertian Diferensiasi Sosial Grameds, demikianlah pembahasan kita mengenai kelompok sosial. Gramedia bercita-cita untuk menjadi yang terdepan dalam menjadi #SahabatTanpaBatas dengan menyajikan buku-buku terbaik kami untuk Anda semua.

Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
MENU • Beranda • Sosiologi • Sosiologi Hukum • Sosiologi Klasik • Sosiologi Pedesaan • Sosiologi Perkotaan • Sosiologi Pendidikan • Sosiologi Politik • Sosiologi Menurut Para Ahli • Sosiologi Agama • Kajian Sosiologi • Sosiologi Umum • Sosiologi Perguruan Tinggi • Sosiologi SMA • Tokoh Sosiologi • Globalisasi • Penelitian Sosial • Lainnya • Antropologi • Ekonomi • Masyarakat dan Penduduk • Sosial • Karya Tulis • Budaya • Contact Us • Disclaimer • Privacy Policy • Disisi lainnya, kelompok sosial dapatlah dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat karena mengikuti bentuk perubahan sosial yang dialami.

Prihal ini misalnya saja mengenai kelompok sosial yang paling besar adalah negara dan bangsa, dimana negara dalam memenuhi arti kebutuhan bagi warganya melakukan hubungan kerjasama sehingga tidak ada negara manapun yang bisa hidup terisolasi.

Daftar Isi • Kelompok Sosial • Pengertian Kelompok Sosial • Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli • Ciri Kelompok Sosial • Prilaku kolektif • Memiliki Tujuan • Dibenttuk dengan Sengaja maupun Alami • Bentuk Kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat Sosial • Kelompok Primer (Primary Group) • Kelompok sekunder • Kelompok Formal (Formal Group) • Kelompok Informal (Informal Group) • In Group • Out Group • Paguyuban (Gemeinschaft) • Gessellschaft (Patembayan) • Kelompok Referensi (Reference group) • Kelompok Membership (Membership Group) • Syarat Pembentukan Kelompok Sosial • Manfaat Terbentuknya Kelompok Sosial • Mudah Mengkordinir Masyarakat • Mengurangi Terjadinya Konflik • Contoh Kelompok Sosial • Indonesia • Sebarkan ini: • Posting terkait: Kelompok Sosial Kelompok sosial pada hakekatnya bisa terbentuk terjadi secara naluriah di dalam kehidupan manusia dengan sebagai sebagai manusia yang normal tentusaja membutukan teman dengan jumlah banyak atau kecil.

Teman-temen yang ada disekeliling kita tersebut sudah bisa di definisikan sebagai kelompok sosial yang nyata. Meski kadangkala dalam kelompok sosial juga terdapat berbagai contoh penyempangan sosial namun untuk mengontrolnya dibutuhkanlah keteraturan sosial melalui nilai dan norma sosial yang telah dijadikan ketetapan (konsensus bersama).

Pengertian Kelompok Sosial Kelompok sosial adalah sekumpulan individu yang terikat dan menjalin interaksi sosial tertentu satu dengan yang lainnya, sehingga jenis interaksi sosial tersebut bisa menjadikan manusia untuk saling mengerti dan memahami antar sesama.

Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli Adapun definisi kelompok sosial menurut para ahli, antara lain; • Soerjono Soekanto, Pengertian kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan sosial. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik saling memengaruhi dan suatu kesadaran saling menolong.

• Roland Freedman Cs, Definisi kelompok sosial dalah susunan organisasi sosial yang ada di dalam masyarakat, dengan tersusun antara dua dan bisa lebih jumlahnya.

Dimana satu dengan lainnya terjadi hubungan ketergantungan yang menyebabkan terciptanya ikatan-ikatan secara bersisitem. • Sherif, Arti kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang ada di dalam masyarakat. Dengan susunan terperinci dan jelas antara tugas dan wewenang, hingga kondisi ini seringkali berkaitan dengan struktur sosial yang dilakukan untuk mengendalikan berbagai bentuk penyimpangan sosial. • Robert K.Merton, Pengertian kelompok sosial adalah kesatuan hidup dalam masyarakat yang terusus secara sistematis dengan dua kategori yaitu membership group berupa kelompok sosial yang memiliki anggota dengan jelas dan reference group yang dimaknai sebagai kesatuan dalam masyarakat dengan keanggotakan keseluruhan namun menunjang terbentuknya membership group.

Ciri Kelompok Sosial Untuk beberapa karakteristik adanya kelompok sosial. Antara lain; • Prilaku kolektif Kolektif adalah bagian penting daripada ciri kelompok sosial yang cenderung bersifat sementara, tidak terorganisasi, dan merupakan perilaku spontanitas.

Untuk perilaku kolektif dalam kelompok sosial ini misalnya saja ada dalam kerumunan yang dimaknai sebagai kumpulan individu yang bersifat sementara.

Ukuran utama dan kerumunan adalah kehadiran individu secara fisik dan tidak terorganisasi. Kerumunan dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu hadirin (audience), kerusuhan (riot), pesta pora (orgi), dan kepanikan. • Memiliki Tujuan Biasanya kelompok yang terbentuk di lingkungan sosial bermasyarakat memiliki tujuan yang ingin diwujudkan secara bersama.

Prihal ini misalnya saja dalam prilaku massa yang dilakukan oleh anggota buruh dengan tersetruktur dan terorganisasi, serta terjadi interaksi tidak langsung melalui alat-alat komunikasi dengan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

• Dibenttuk dengan Sengaja maupun Alami Kelompok sosial dalam yang ada di dalam masyarakat dapat terbentuk secara alami ataupun terbentuk dengan proses di sengaja. Kelompok sosial yang terbentuk secara alami misalnya keluarga inti dan ikatan kelompok kekerabatan. Adapun kelompok yang sengaja dibentuk misalnya organisasi atau perkumpulan.

Faktor yang melatarbelakangi seseorang membentuk atau bergabung dalam kelompok sosial, antara lain dipengaruhi oleh syarat-sayarat yang ada.

Bentuk Kelompok Sosial Bentuk Kelompok Sosial Untuk macam-macam jenis yang ada dalam kelompok sosial, antara lain; • Kelompok Primer (Primary Group) Kelompok primer adalah kelompok sosial yang antara nggotanya saling mengenal, sering bertatap muka ( face to face), bekerja sama dengan sifat pribadi, dan bersifat permanen.

Kelompok sosial ini akan bisa berjalan dengan baik dan dalam jangka waktu yang lama. Contoh dalam kelompok primer adalah keluarga. • Kelompok sekunder Kelompok sekunder adalah kelompok sosial dengan jumlah anggota banyak, hubungan antaranggota bersifat formal, antar anggota tidak saling mengenal, dan tidak permanen. Kelompok sosial ini bisa dikatakan berlawanan dengan kelompok primer. Contoh yang ada di dalam kelompok primer misalnya saja adalah Lembaga Politik, khususnya partai politik yang hubungan antar anggotaya bersifat formal selain itu juga satu dengan yang lainnya tidak saling mengenal.

Bahkan dalam politik dikatakan sebagai kelompok primer karena tidak ada istilah kawan dan lawan di dalamnya. • Kelompok Formal (Formal Group) Kelompok formal adalah organisasi kelompok yang ada di dalam masyarakat dan juga terbentuk kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat resmi, mempunyai peraturan tegas dan sengaja dibuat oleh anggota-anggotanya untuk ditaati, serta berfungsi mengatur hubungan antaranggota.

Contoh yang bisa disebutkan dalam kelompok formal ini adalah koperasi desa. Peraturan dan jenis struktur yang ada dalam Kopersi Desa yang digunakan untuk antar anggota di dalam kelompoknya. Misalnya adalah kebijakan mengenai peminjaman dana, dan lainnya. • Kelompok Informal (Informal Group) Kelompok informal adalah organisasi kelompok yang dibentuk dengan tidak resmi, tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti, serta peraturan yang ada di dalam kelompok informal tidak tertulis secara resmi atau jelas.

Contohnya dalam kelompok informal yang ada di dalam masyarakat adalah peguyuban kopi hitam. Dalam paguyupan tersebut tidak disebutkan mengenai peraturan berkumpul harus meminum kopi hitam, atau hal lainnya yang sifatnya nonformal.

• In Group In group adalah salah satu jenis kelompok sosial yang individunyanya mengidentifikasikan diri dalam kelompok tersebut. Sehingga ciri khas dalam in group dalam kelompok sosial lebih condong tertutup ketika ada individu dan kelompok lainnya yang ingin bergabung.

• Out Group Out group adalah kelompok yang dianggap sebagai kelompok luar atau kelompok yang dianggap sebagai lawan, disini sangatlah jelas bahwa keanggotakannya disebutkan oleh kelompok in group sehingga kadangkala terjadi disintegrasi sosial diantara. • Paguyuban (Gemeinschaft) Gemeinschaft yaitu bentuk kehidupan bersama antaranggota masyarakat yang mempunyai hubungan solidaritas mekanis, bersifat alami, dan kekal. Kelompok paguyuban sering dikaitkan dengan kondisi yang dialami oleh masyarakat desa.

Untuk contoh paguyuban sendiri misalnya saja adalah paguyuban sepeda ontel Surakarta. • Gessellschaft (Patembayan) Pengertian patembayan adalah bentuk kehidupan yang bersifat pamrih, dengan karaketristik memiliki hubungan solidaritas organis, dan bertangsung dalam jangka waktu pendek.

Kelompok jenis ini identik dengan masyarakat modern perkotaan yang kompleks. • Kelompok Referensi (Reference group) Kelompok referensi adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota keompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya atas dasar kehidupan berkelompok sehingga untuk hubungan sosial yang terbentuk tidak terlalu intents.

• Kelompok Membership (Membership Group) Kelompok membership adalah kelompok yang hubungan antara nggotanya terjadi secara fisik.

Dimana khusus pada ukuran utama keanggotaan seseorang adalah interaksinya dengan kelompok sosial yang bersangkutan, bahkan kadangkala ciri khas membership memikiki card ataupun kartu. Syarat Pembentukan Kelompok Sosial Syarat terbentuknya kelompok sosial tersebut sebagai berikut; • Kesamaan darah dan keturunan (genealogi) • Faktor geografis suatu daerah • Kesamaan daerah asal • Kesamaan kepentingan Manfaat Terbentuknya Kelompok Sosial Manfaat Kelompok Sosial Fungsi terbentuknya kelompok sosial, antara lain; • Mudah Mengkordinir Masyarakat Manfaat besar yang diperoleh dengan terbentuknya kelompok sosial ialah bisa dengan langkah mudah mengumpulan masyarakat.

Alasan ini diungkapkan karena masyarakat yang ada di suatu wilayah akan bisa tersusun rapih jika dalam masyarakat tersebut ada struktur sosial pemerintahan. • Mengurangi Terjadinya Konflik Berbagaia contoh konflik sosial yang terjadi di beberapa negara banyak sekali menimbulkan beban dan juga masalah.

Oleh karena itulan di dalam upaya mengurangi beban yang terjadi diseprlukan adanya kelompok sosial, hal tersebut dikatakan karena masyarakat akan saling menghirmati jika sering melakukan interaksi sosial.

Contoh Kelompok Sosial Contoh kelompok yang ada di dalam kehidupan sehari-hari misalnya saja; • Indonesia Negara dan Bangsa Indonesia dengan multietnis merupakan bagian daripada contoh kelompok sosial. Lantaran memiliki sejarah yang sama inilah Bangsa Indonesia memutuskan satu dalam nusantara.

Meskpun persatuan tersebut tidak hanya untuk satu golongan suku, agama, dan lainnya. Akan tetapi yang pasti dalam persatuan kelompok sosial yang terjadi di dalam masyarakat Indonesia dilakukan untuk bisa mencapai cita-cita yang diimpikan,cita-cita ialah tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Dari penjelasan, dapatlah dikatakan bahwa kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang membentuk keterikatan satu dengan yang lainnya, meskipun ikatan tersebut dibentuk dengan latar belakang yang berbeda.

Akan tetapi yang pasti dalam kelompok sosial menginginkan tujuan yang sama. Adapun dalam mengontrol kelompok sosial agar dianggap sesuai dengan keteraturan sosial makna diperlukan upaya untuk membentuk struktur sosial. Demikinlah penjelasan mengenai pengertian kelompok sosial menurut para ahli, ciri, bentuk, macam, syarat, dan contohnya. Semoga dengan adanya bahasan ini bisa memberikan wawasan dan pengetahuan mendalam bagi segenap pembaca yang saat ini membutuhkan refrensinya.

Posting terkait: • 10 Contoh Kelompok Semu di Masyarakat dalam Keseharian • Pengertian Lembaga Sosial, Ciri, Tipe, Tujuan, Fungsi, dan Contohnya • 10 Ciri Kelompok Sosial di Masyarakat dan Contohnya Posting pada Sosial Ditag Arti Kelompok Sosial, Bentuk Kelompok Sosial, Contoh Kelompok Sosial, Definisi Kelompok Sosial, Jenis Kelompok Sosial, Karakteristik Kelompok Sosial, Kegunaan Kelompok Sosial, Kelompok Sosial, Kelompok Sosial Adalah, Kelompok Sosial Dalam Sosiologi, kelompok sosial in group, kelompok sosial in out group, membership group, Pengertian Kelompok Sosial, Pengertian Kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat Sosial Menurut Para Ahli, reference group, Syarat Kelompok Sosial, Tipe Kelompok Sosial Navigasi pos Kategori • Antropologi • Budaya • Ekonomi • Geografi • Globalisasi • Kajian Sosiologi • Karya Tulis • Kategori Tingkatan • Kehidupan Sehari-Hari • Lainnya • Kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat dan Penduduk • Penelitian Sosial • Sejarah • Sosial • Sosiologi • Sosiologi Agama • Sosiologi Hukum • Sosiologi Keluarga • Sosiologi Klasik • Sosiologi Menurut Para Ahli • Sosiologi Pedesaan • Sosiologi Pendidikan • Sosiologi Perguruan Tinggi • Sosiologi Perkotaan • Sosiologi Politik • Sosiologi SMA • Sosiologi Umum • Teori Sosiologi • Tokoh Sosiologi Dinamika Kelompok Sosial – Perlu Grameds ketahui bahwa dinamika kelompok sosial adalah salah satu bahan penting dalam objek kajian sosiologi.

Pembahasan tentang dinamika dalam kelompok sosial berhubungan dengan kehidupan manusia yang hakikatnya terus berjalan secara dinamis. Itulah sebabnya proses sosial dan interaksi sosial akan terjadi dalam kehidupan yang terkadang tidak semudah mengembalikan telapak tangan. Ada saja permasalahan sosial yang bisa muncul dalam sebuah peradaban sosial dari zaman ke zaman.

Hal ini menunjukan bahwa dinamika kelompok sosial dalam kehidupan masyarakat bisa terwujud, baik bagi masyarakat demokrasi, masyarakat multikultural, maupun masyarakat modern dan tradisional. Untuk mengenali gejala tersebut, berikut ini penjelasan tentang dinamika kelompok sosial, mulai dari pengertian, ciri, tujuan, jenis, faktor, aspek, prinsi, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari: Daftar Isi • Pengertian Dinamika Kelompok Sosial • Ciri Dinamika Kelompok Sosial • Tujuan Dinamika Kelompok Sosial • Jenis Dinamika Sosial di Masyarakat • 1.

Kelompok Primer • 2. Kelompok Sekunder • Anda Mungkin Juga Menyukai • 3. Kelompok Formal • 4. Kelompok Informal • Faktor Dinamika Kelompok Sosial • 1. Faktor Internal • 2.

Faktor Eksternal • Aspek Dinamika Kelompok Sosial • 1. Adaptasi • 2. Pencapaian Tujuan • 3. Integrasi • 4. Pola Pemeliharaan dan Perluasan • 5. Komunikasi Kelompok • 6. Konflik Antar Kelompok • 7. Kohesi • 8. Pemecahan masalah • Prinsip Dinamika Kelompok Sosial • Contoh Dinamika Kelompok Sosial Pengertian Dinamika Kelompok Sosial Dinamika kelompok sosial berkaitan dengan penelaahan tentang faktor terjadinya hubungan kelompok sosial atas dasar perilaku atau tindakan dalam kelompok sosial.

Hal tersebut bisa terjadi melalui berbagai bentuk interaksi yang dinamis dengan adanya situasi sosial yang mendukung. Kajian tentang dinamika kelompok sosial ini berhubungan erat dengan pembentukan struktur sosial dalam kelompok, norma sosial, perasaan saling memiliki, dan internalisasi dari setiap perwujudan norma yang ada dalam lingkungan sosial bermasyarakat tersebut. Jadi, dinamika kelompok sosial adalah serangkaian bentuk problematika kehidupan yang dialami oleh individu maupun kelompok yang melakukan bentuk mobilisasi sosial dengan cepat sehingga mengubah keteraturan sosial yang sudah berlaku di masyarakat.

Berikut ini definisi dinamika kelompok sosial menurut para ahli: • Menurut Soerjono Soekanto, dinamika sosial adalah perubahan sosial dalam masyarakat yang mengalami berbagai bentuk permasalahan yang bisa dilakukan perorangan atau kelompok, sehingga dengan adanya dinamika sosial keteraturan sosial dalam masyarakat tidak berjalan dengan semestinya. • Menurut Shertzer dan Stonedinamika kelompok sosial adalah bentuk tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu tanpa mengetahui maksud utamanya dalam kebutuhan tersebut, sehingga mengakibatnya keadaan yang memaksanya untuk menghalalkan segala cara.

• Menurut Slamet Sentosadinamika kelompok sosial adalah suatu bentuk hubungan yang terjalin antar kelompok sosial dalam lingkungan masyarakatnya secara teratur dan berhubungan dengan psikologis yang jelas. Makna dari hubungan psikologis adalah hubungan yang terjalin antar kelompok sosial yang dalam, sehingga dapat merasakan berbagai situasi yang dialami secara bersama-sama.

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

• Menurut Floyd D.Ruchdinamika kelompok sosial adalah bentuk analisis tentang hubungan-hubungan atau relasi yang terjadi dalam kelompok sosial terkait dengan tindakan atau pola perilaku setiap individu dalam sebuah situasi sosial tertentu. • Menurut Sprottdinamika kelompok sosial adalah bentuk analisis mengenai hubungan relasi yang terjadi antara anggota-anggota kelompok sosial tertentu dalam sebuah lingkungan masyarakat.

• Menurut Robert F.Balesdinamika kelompok sosial adalah wujud dari proses kejiwaan yang terjalin dalam hubungan antar individu dan dapat mempengaruhi sebuah kelompok tertentu. Ciri Dinamika Kelompok Sosial Dinamika yang menonjol dalam kelompok sosial memiliki karakteristik seperti berikut ini: • Adanya motif yang sama antara individu satu dengan lainnya sehingga dapat menyebabkan interaksi atau kerjasama untuk mencapai tujuan yang sama • Muncul akibat-akibat interaksi yang berlainan antara satu individu dengan lainnya karena timbul rasa ketergantungan rasa dan kecakapan individu yang terlambat • Memiliki bentuk struktur atau organisasi kelompok dan penugasan yang jelas dan terdiri dari beberapa peran serta kedudukannya masing-masing • Muncul peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang kemudian mengatur sebuah interaksi di suatu kegiatan atau aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama Tujuan Dinamika Kelompok Sosial Terjadinya dinamika kelompok sosial memiliki tujuan dalam sebuah lingkungan masyarakat sebagai berikut: • Untuk meningkatkan proses interaksi antara anggota kelompok terhadap anggota kelompok lainnya, sehingga dapat menimbulkan rasa saling menghargai satu sama lain • Muncul rasa solidaritas antar anggota kelompok sehingga dapat saling menghormati dan saling menghargai • Tercipta komunikasi yang terbuka terhadap sesama anggota kelompok • Muncul kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat baik diantara sesama anggota kelompok • Produktivitas anggota kelompok menjadi meningkat • Dapat mengembangkan kelompok ke arah yang lebih baik dan lebih maju • Dapat meningkatkan kesejahteraan hidup anggotanya Jenis Dinamika Sosial di Masyarakat Dalam praktiknya di lingkungan masyarakat, dinamika yang ada dalam kelompok sosial muncul dalam dua jenis seperti berikut ini: • Dinamika Kecil adalah dinamika yang terjadi karena adanya perubahan baik kecil yang ada di masyarakat dan berpengaruh pada suatu kelompok sosial • Dinamika Besar adalah dinamika yang terjadi dalam kelompok sosial karena adanya perubahan progres (maju) ataupun perubahan regres (mundur) akibat proses mobilitas sosial yang terjadi Jenis dinamika kelompok di atas juga dipengaruhi dengan jenis kelompok sosial yang terlebih seperti berikut ini: 1.

Kelompok Primer Kelompok Primer adalah kelompok sosial yang didalamnya terjadi interaksi sosial dimana anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan sehari-hari. George Homans mengungkapkan bahwa kelompok primer terdiri dari sejumlah orang yang sering berkomunikasi satu dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara.

Contohnya terjadi pada keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan sebagainya. Rp 145.500 2. Kelompok Sekunder Kelompok Sekunder adalah suatu kelompok sosial yang berinteraksi secara tidak langsung, yakni dengan berjauhan dan sifatnya kurang kekeluargaan.

Hubungan ini biasanya terjadi bersifat lebih objektif, contohnya seperti hubungan di partai politik, perhimpunan serikat kerja dan sebagainya. 3. Kelompok Formal Kelompok Formal adalah bentuk kelompok sosial yang ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).

Anggota jenis kelompok ini diangkat oleh organisasi, seperti hubungan semua kelompok atau perkumpulan yang memiliki AD/ART. 4. Kelompok Informal Kelompok Informal adalah bentuk kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan seseorang dalam lingkungan tertentu. Keanggotan kelompok jenis ini biasanya tidak teratur dan keanggotaannya ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok.

Pran menjalankan tugas dalam kelompok ini jelas namun biasanya bersifat informal dan hanya didasarkan pada kekeluargaan dan simpati, contohnya pada kelompok-kelompok arisan. Faktor Dinamika Kelompok Sosial Munculnya dinamika kelompok dalam lingkungan sosial tertentu biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Baik faktor yang terjadi secara internal maupun eksternal sehingga semakin memperkuat dinamika tersebut dalam sebuah kelompok, seperti faktor-faktor berikut ini: 1.

Faktor Internal • Munculnya konflik antar anggota kelompok, misalnya konflik sosial yang terjadi dalam sebuah kelompok yang menyebabkan terjadinya keretakan dan berubahnya pola dan bentuk hubungan sosial dalam kelompok tersebut • Munculnya selisihan paham dalam kelompok sosial yang mempengaruhi keberadaan individu tersebut dalam kelompok sosial tertentu • Perbedaan kepentingan antara Anggota kelompok yang tidak memiliki kesamaan dalam kesepahaman yang akhirnya memisahkan diri dan memilih untuk bergabung pada kelompok yang kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat persamaan • Perubahan struktur kelompok sosial yang disebabkan oleh adanya dorongan dari luar seperti adanya ancaman yang menyebabkan adanya perubahan dalam kelompok sosial tersebut • Adanya pergantian anggota kelompok yang disebabkan adanya guncangan yang berkaitan dengan kedudukan anggota kelompok tersebut 2.

Faktor Eksternal • Adanya perubahan situasi sosial yang terjadi akibat adanya proses industrialisasi yang dapat menggeser pola hubungan serta bentuk nilai-nilai yang dianut dalam kelompok tertentu • Adanya perubahan situasi ekonomi yang dapat mengakibatkan pergeseran hubungan sosial yang ada dalam masyarakat.

Sehingga hubungan sosial tersebut dapat berubah berdasar kepentingan dan tidak lagi berdasar pada kekerabatan • Adanya perubahan situasi politik dengan pergantian dalam elite penguasa dapat mendorong perubahan kebijakan pada kelompok- kelompok sosial yang ada dalam masyarakat Rekomendasi Buku Sosiologi Terbaik 1.

Adaptasi Adaptasi dalam kelompok sosial sangat dibutuhkan untuk menyesuaikan suatu kelompok dengan perkembangan zaman yang tidak terbatas. Adaptasi adalah bentuk kemampuan masyarakat atau seseorang dan kelompok dalam melakukan penyesuaian dirinya dengan lingkungan sosial tertentu. 2. Pencapaian Tujuan Kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuan tertentu akan mengalami perubahan dan perkembangan dalam lingkungan masyarakat tersebut.

Upaya pencapaian tujuan tersebut dilakukan atas dasar sukarela antar anggota masyarakat dan dilakukan dengan adanya kesepakatan-kesepakatan tertentu. 3. Integrasi Integrasi dalam kelompok sosial adalah upaya untuk tetap bersatu dalam kelompok untuk mendukung dan mewujudkan tujuan tertentu. Aspek ini penting untuk dilakukan sebagai bentuk kesimbangan dan keteraman di dalam kehidupan seseorang.

4. Pola Pemeliharaan dan Perluasan Kelompok sosial perlu melakukan perubahan dan membuat pola-pola pemeliharaan agar tidak terjadi disintegrasi dalam lingkungan sosial tertentu. Kelompok sosial ini juga akan melakukan perluasan, misalnya dengan menerima anggota baru dan memperkenalkan serta mempengaruhi anggota tersebut dengan unsur budaya yang dimiliki kelompok tersebut.

5. Komunikasi Kelompok Komunikasi adalah dasar semua interaksi manusia dan berfungsi untuk semua kelompok. Setiap kelompok harus menerima dan menggunakan informasi tersebut untuk berkomunikasi.

Komunikasi kelompok inilah yang nantinya akan menjadi perpindahan ide atau gagasan karena adanya kebutuhan timbal balik antara satu dengan lainnya 6. Konflik Antar Kelompok Konflik adalah suatu bentuk perbuatan yang dapat memecah belah kelompok sosial yang memiliki beragam pemikiran yang berbeda-beda, terutama dalam menentukan keputusan bersama. Jika terjadi konflik dalam suatu kelompok biasanya ada kepentingan dibaliknya, baik kepentingan personal maupun kepentingan umum. Itulah sebabnya tidak jarang jika dalam suatu kelompok ada perbedaan persepsi maupun bentuk lainnya yang menyebabkan terjadinya perpecahan antar individu, kelompok, bahkan dalam artian luas Antara suku, Antara Negara dan sebagainya.

Ada beberapa penyebab terjadinya konflik, seperti salah satu contohnya adanya persaingan karena jabatan dalam suatu kelompok tertentu.

7. Kohesi 8. Pemecahan masalah Dalam praktiknya saat kita menjalani hidup memang selalu berliku, terkadang bisa merasa nyaman, namun ada kalanya juga merasa tidak nyaman. Termasuk saat kita hidup dalam sebuah kelompok yang bisa jadi memiliki persamaan dan perbedaan dalam menyamakan persepsi maupun tujuan bersama. Dinamika seperti ini sebenarnya sudah lumrah terjadi dalam sebuah lingkungan kelompok tertentu. Saat mendapatkan suatu masalah atau konflik maka membutuhkan solusi untuk menyelesaikannya.

Pemecahan masalah inilah yang merupakan proses menemukan jawaban yang ingin dihasilkan tersebut, seperti beberapa langkah dalam memecahkan masalah berikut ini: • Mendefinisikan masalah Yang Terjadi • Menemukan diagnosis besarnya masalah dan penyebabnya • Merumuskan strategi alternatif atau merencanakan strategi pemecahan tertentu • Menentukan dan melaksanakan strategi yang dirasa paling dikehendaki • Mengevaluasi keberhasilan strategi yang telah digunakan Prinsip Dinamika Kelompok Sosial Berikut ini beberapa prinsip dinamika kelompok yang perlu Grameds ketahui: • • Adanya Partisipasi atau keterlibatan aktif yang meliputi keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok • Saling menghormati pada tiap-tiap anggota kelompok dengan memiliki rasa saling menghargai atas pendapat, masukan, dan saran dari anggota kelompok yang lainnya • Percaya Dan Mempercayai dalam membangun hubungan sosial untuk membentuk jaringan sosial (networks) yang akhirnya di mapankan berupa pranata (institution) yang saling percaya dengan sifat kejujuran (honesty ) kewajaran (fairness), sikap egaliter (egalitarianism), toleransi (tolerance) dan kemurahan hati (generosity) • Adanya Rasa Keterbukaan untuk mengungkapkan informasi diri kepada orang lain yang bertujuan untuk mencapai hubungan yang akrab dalam lingkungan tertentu • Tidak Mengancam dengan memberi kesempatan semua anggota kelompok untuk mengemukakan isi hati dan buah pikirannya tanpa rasa takut dan terancam Contoh Dinamika Kelompok Sosial Berdasarkan penjelasan tentang pengertian, jenis, ciri, tujuan, aspek, faktor, dan prinsip dinamika kelompok di atas, maka ada contoh-contoh yang bisa diambil dalam dinamika tersebut, seperti berikut ini: • Masyarakat Indonesia banyak memberikan pandangan pada masyarakat di Papua dengan tipikal yang cenderung berbeda, yakni keras dan tertinggal.

Maksud bersifat keras adalah dalam pergaulan dan tata cara dalam berbicara dan kebudayaan mereka. Kondisi tersebut adalah bagian dari dinamika dalam kelompok sosial masyarakat karena belum tentu semua masyarakat yang berasal dari Papua tertinggal dan tata bicaranya keras. Persepsi semacam ini sejatinya sebagai wujud integrasi nasional dan juga wujud diskriminasi kepada kelompok tertentu berdasarkan ras dan suku. • Dalam segi agama, sebagian golongan melihat bahwa adanya Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi yang membela agama lain daripada membela agamanya sendiri.

Bahkan ada sejumlah orang yang menganggap bahwa Banser dan Banom NU lebih menjaga Gereja daripada Menjaga Masjid.

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

Anggapan seperti ini bisa dikatakan sebagai dinamika kelompok sosial yang bisa merugikan dan mengikis integrasi sosial dalam kehidupan bermasyarakat dalam beragam • Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh persatuan buruh untuk memperjuangkan dan menuntut kenaikan upah kerja • Mundurnya ketua umum organisasi kepemudaan tertentu karena dirinya merasa tidak memiliki kesepahaman yang sama dengan anggota lainnya • Terjadi aksi demo organisasi masyarakat terhadap Dewan Perwakilan Rakyat karena ketidaksetujuan individu atau kolektif organisasi dengan aturan yang dibuat pemerintah • Terjadi kericuhan dalam kegiatan musyawarah anggota kelompok tertentu karena adanya selisih paham antar anggota • Terhambatnya roda organisasi karena ada konflik yang terjadi antaranggota, sehingga berakibat pada kinerja mereka dalam menjalani tugas dalam kelompok tersebut Baca Juga: • Pengertian Perubahan Sosial • Contoh Masalah Sosial di Indonesia • Pengertian Interaksi Sosial • Pengertian Lembaga Sosial • Pengertian Struktur Sosial • Daftar Suku Bangsa di Indonesia • Pengertian Diferensiasi Sosial Nah, itulah penjelasan tentang dinamika kelompok sosial, mulai dari pengertian, ciri, tujuan, jenis, faktor, aspek, prinsi, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah Grameds merasa pernah mengalami fenomena dinamika tersebut dalam kelompok sosial? Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa lepas berhubungan dengan orang lain untuk bertahan hidup. Itulah sebabnya kita akan menemukan banyak fenomena dalam hubungan sosial tersebut. Agar dapat memahami dinamika kelompok sosial dengan baik, Grameds bisa mempelajarinya lewat kajian ilmu sosiologi. Grameds bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di www.gramedia.com untuk menemukan banyak referensi buku tentang sosiologi dan kajian ilmu sosial.

Berikut ini rekomendasi buku Gramedia yang bisa Grameds baca tentang sosiologi, baik buku pelajaran untuk tingkat SMA atau sederajat dan buku perspektif yang lebih luas: Selamat belajar. #SahabatTanpabatas. Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Dalam soal ditanyakan tentang penyebab kelompok sosial berkembang dan dinamis.

Kelompok sosial merupakan kumpulan atau kesatuan individu. Setiap individu dalam kelompok sosial selalu melakukan interaksi secara terus-menerus. Interaksi-interaksi yang dilakukan individu dengan individu maupun individu dengan kelompok yang berlangsung lama dan intens akan menghasilkan pengalaman bagi individu dan kelompok. Terbentuk dan berkembangnya pengalaman-pengalaman baru di kelompok menyebabkan masyarakat mengalami perubahan.

Oleh karena itu, kelompok sosial dapat berkembang dan dinamis di masyarakat. Jadi, jawaban yang tepat adalah B.
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 7.6.

Sebarkan ini: Dinamika kelompok merupakan kelompok yang terdiri dari dua/lebih individu yang mempunyai hubungan psikologis dengan jelas antara anggota satu dengan lainnya serta berlangsung dalam situasi yang dialami. Dinamika Kelompok terdiri dari kata dinamika dan kelompok. Kata dinamika berasal dari kata dinamis yang artinya bergerak dan kata kelompok yang berarti sekumpulan orang yang berkumpul dan berinteraksi serta mempunyai tujuan bersama.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi Dan 5 Jenis Panca Indera Manusia Beserta Bagiannya Secara Lengkap Anggota-anggota kelompok diikat oleh satu aturan baik dalam pembicaraan maupun petrilaku (interaksi) tentang sesuatu yang nampaknya berharga (tujuan). Dengan interaksi timbul pengaruh secara timbal balik antara satu individu dengan individu yang lain atau individu dengan kelompok secara keseluruhan.

Dinamika Kelompok ini dipandang sebagai teknik berhubungan antar manusia, dengan maksud agar kualitas hubungan individu dalam kelompok tersebut dapat mengarah kepada perubahan tingkah laku yang positif. Hal itu dilakukan melalui pendekatan andragogi dimana peserta yang lebih berpartisipasi aktif dalam suatu program pelatihan ( diklat). Dalam pelaksanaannya dinamika kelompok ini lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengalami atau melakukan kegiatan untuk memecahakan suatu permasalahan yang bersifat rekreatif, selanjutnya proses tersebut didalam suatu diklat diganti dengan materi yang disesuaiak dengan diklat yang akan dilaksanakan.

Fungsi Dinamika Kelompok Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain: • Membuat kelompok kerjasama saling menguntungkan dalam hal mengatasi persoalan hidup. • Memudahkan pekerjaan. • Memecahkan masalah pekerjaan yang membutuhkan solusi masalah serta mengurangi beban pekerjaan yang terlampau besar hingga selesai lebih cepat, efisien dan efektif. Salah satunya dengan membagi pekerjaan yang besar menyesuaikan bagian kelompoknya pada masing-masing (sesuai keahlian).

• Menciptakan iklim yang demokratis didalam kehidupan bermasyarakat dengan memungkinkan setiap individu memberikan masukan, berinteraksi, serta mempunyai peran yang sma di dalam masyarakat. Jenis Kelompok Sosial Kelompok sosial merupakan suatu kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang menjalankan interaksi sosial dan ada pembagian tugas, struktur serta norma yang ada.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Suntik Vitamin C Beserta Manfaat Dan Efek Sampingnya • Kelompok Primer Ialah kelompok sosial yang didalamnya ada interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal satu sama lain secara dekat, dan berhubungan erat ddalam kehidupan. Sedangkan meurut Goerge Homans kelompok primer adalah sejumlah orang yang beberapa orang sering berkomunikasi dengan yang lain, sehingga tiap-tiap orang bisa berkomunikasi secara langusng (bertatap muka) tanpa melewati perantara.

Contphnya : Keluarga, kawan sepermainan, RT, kelompok agama, dll. • Kelompok Sekunder Bila interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, serta sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi umumnya bersifat objektif.

Contohnya: perhimpinan serikat kerja, partai politik dan lainya. • Kelompok Formal Pada kelompok tersebut ditandai dengan adanya Anggaran Dasar atau peraturan, Anggaran Rumah Tamgga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi. Contohnya dari kelompok tersebut merupakan seluruh perkumpulan yang mempunyai AD/ART. • Kelompok Informal Ialah kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, kebutuhan seseorang, daya tarik.

Keanggotaan keolompok umumnya tidak teratur serta keanggotaannya ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu serta kelompok.

Terjadi pembagian tugas yang jelas namun bersifat infirmal dan hanya berdasarkan kekeluargaan serta simpati. Cotohnya: kelompok arisan. Ciri Dinamika Kelompok Kelompok bisa dinamakan kelompok sisoal, jika mempunyai ciri-ciri sepeti bibawah ini: • Mempunyai motif yang sama antara individu satu dengan lainnya. (menyebabkan intraksi/kerjasama sebagai pencapaian tujuan yang sama) • Ada akibat-akibat iteraksi yang berlainan antara individu satu dengan yang lain (akibat yang ditimbulkan tergantung rasa serta kecakapan individu yang terlambat) • Adanya pembentukan struktur atau organisasi kelompok dan penugasan yang jelas dsan teradiri dari peran serta kedudukan pada masing-masing.

• Adanya peneguhan norma pedoman tingkag laku anggota kelompok yang mengatur interaksi pada suatu kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Keunggulan dan Kelemahan dalam Kelompok Pada proses dinamika kelompok ada faktor yang bisa menghambat ataupun memperlancar proses tersebut yang ada berupa kelebihan ataupun kekurangan pada kelompok tersebut.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Fungsi dan Jenis-Jenis Vitamin Menurut Ahli Kimia • Kelebihan Kelompok • • Adanya keterbukaan antar anggota kelompok untuk menerima dan memberi informasi serta pendapat anggota yang lainnya. • Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi • Mempunyai kemampuan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompok dengan melakukan tekanan • Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah disepakati kelompok.

• Kekurangan Kelompok Kekurangan Kelompok Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan. Proses Dalam Dinamika Kelompok Bekerja dalam kelompok memang bukan satu-satunya cara untuk dapat bekerja secara efektif. Bagi orang tertentu terkadang tidak memerlukan kerjasama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Namun adakalanya suatu pekerjaan karena sifatnya justru lebih baik bila diselesaikan melalui kerjasama. Ada beberapa pertimbangan aseseorang bekerja sendiri untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Pertimbangan tersebut antara lain : sifat pekerjaan yang lebif efektif bila diselesaikan sendiri, waktu yang mendesak, tanggung jawab dan sumber yang terbatas. Sedangkan seseorang memilih bekerja dalam kelompok dengan pertimbangan adanya manfaat yang bias diambil apabila pekerjaan tersebut diselesaikan secara berkelompok yaitu : 1.

Resiko pekerjaan ditanggung bersama 2. Sumber yang didapat lebih banyak 3. Terjadi proses belajar dari angota kelompok 4. Kelemahan individu teratasi oleh kelompok 5. Kemampuan memecahkan masalah dan pengambilan keputusan dapat lebih baik. Agar tujuan bersama dapat tercapai maka kelompok tersebut harus bekerja secara efektif. Kelompok yang efektif adalah kelompok yang dapat memecahkan masalah secara bersama atau dapat mewujudkan suatu sasaran yang disetujui bersama.

Kegiatan Dalam Dinamika Kelompok Ada lima bahasan yang dilakukan dalam Dinamika Kelompok yaitu : Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jenis dan Fungsi Protein Terlengkap 1.

Pengenalan diri sendiri Pengenalan diri sendiri berarti mengetahui dan memahami diri sendiribaik secara potensi yang dimiliknya maupun cara-cara memberdayakan dan mengembangkan potensi tersebut serta memahami kekurangan dan kelemahan diri.

Pengenalan diri sendiri adalah suatu langkah awal untuk dapat menjadi individu yang berhasil dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Sebagai mahkluk sosial kita sangat membutuhkan agar diri kita dapat diterima, disenangi dan dibutuhkan oleh kelompok dan lingkungannya.

Untuk itu setiap individu dituntut agar selalu menyesuaikan diri dengan keinginan kelompok. 2. Pengenalan Kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat Lain Apabila dalam usaha pengenalan diri sendiri kita lebih banyak mencari tahu kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri, maka dalam proses pengenalan orang lain lebih banyak berusaha untuk mengenali sisi positifnya agar dapat memanfaatkan kemampuan kita dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak mengganggu dalam menyesuaikan diri dengan kelompok.

Usaha untuk mengenal orang lain dapat dilakukan dengan memperhatikan perilaku, gaya dan gerak-gerik serta penampilan dari setiap aktifitas. Selain itru dapat pula dilakukan dengan mencari informasi tentang orang tersebut dari orang-orang yang cukup mengenalnya. Dalam kegiatan Dinamika Kelompok ini banyak memberikan kesempatan kepada peserta untuk saling berinteraksi agar saling mengenal dan terbuka sehungga akan mempercepat proses penyesuaian diri dan menjadikan kelompok tersebut kelompok yang kondusif dalam mencapai tujuan bersama.

3. Komunikasi Komunikasi merupakan inti dari hubungan antar manusia dalam kelompok. Proses komunikasi dapat berlangsung baik dan efektif apabila terjadi pemahaman yang sama antar komunikator selaku pemberi pesan dan komunikan selaku penerima pesan tentang ide atau informasi yang disampaikan.

Agar dapat efektif maka informasi yang akan disampaikan harus memenuhi 5 C yaitu : Clear ( jelas), Complete (lengkap), Concise (ringkas), Correct ( benar) dan Corteous (sopan). 4. Kerjasama Kelompok Pada hakekatnya kerjasama merupakan landasan bagi keberadaan kelompok. Kerjasama berlansung dalam semua proses kelompok dari awal sampai akhir, dimana setiap anggota kelompok saling berinteraksi, berkomunikasi dan berpartisipasi.

Setiap individu memiliki peran dan aktifitas sesuai dengan kemampuannya dalam rangka mencapai tujuan bersama. Kehidupan dalam suatu kelompok baik formal maupun non formal, kelompok kecil maupun besar, kelompok profesi maupun sosial, jika tidak didasarkan kerjasama antar anggota kelompoknya maka kelompok ini akan menjadi mati atau bubar.

Usaha menciptakan kerjasama kelompok ini merupakan syarat guna tercapainya tujuan kelompok. Dengan menyamakan persepsi serta berbekal potensi dalam menyatu paduka kemampuan individi diharapkan kelompok akan berjalan harmonis kearah sasaran yang ditentukan. 5. Norma (aturan) Kelompok Norma kelompok adalah cara melihat atau memandang sesuatu yang dimiliki oleh kelompok berupa sikap, kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat dan aturan permainan bersama.

Norma kelompok diperlukan agar dapat memberikan arah dan isi tentang begaimana anggota kelompok berinteraksi dan berperilaku. Norma kelompok ini tercipta adanya tujuan kelompok dapat berupa consensus, pedoman ataupun peraturan. Apapun bentuknya norma kelompok ini selalu ada di dalam kelompok, karena norma ini akan mempengaruhi perilaku individu dalam kelompok.

Kegiatan dalam dinamika kelompok ini bersifat umum yaitu berupa permainan ataupun diskusi untuk memecahakan suatu permalahan. Untuk menghindari kejenuhan peserta dalam mengikuti pelatihan, kita berikan permainan-permainan yang menarik namun mempunyai refleksi ataupun filosofi bagaimana seharusnya proses dalam kelompok tersebut dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pancasila Sebagai Norma Bernegara Sebarkan ini: • • • • • Posting pada IPS, Umum Ditag aspek aspek dinamika kelompok, aspek dinamika kelompok sosial, Ciri Dinamika Kelompok, contoh dinamika kelompok, contoh dinamika kelompok dalam organisasi, contoh dinamika kelompok dalam perusahaan, contoh dinamika kelompok sosial, contoh kasus dalam dinamika kelompok, dinamika kelompok pdf, dinamika kelompok ppt, dinamika kelompok sosial kurikulum 2013, download buku dinamika kelompok, faktor yang mempengaruhi dinamika kelompok, Fungsi Dinamika Kelompok, hakikat dinamika kelompok, jelaskan pola pola hubungan antar kelompok, jenis jenis dinamika kelompok, Jenis kelompok sosial, jurnal penelitian dinamika kelompok, konsep dasar kelompok, konsep dasar kelompok kerja, konsep dasar kelompok pdf, konsep dinamika kelompok, makalah dinamika kelompok, makalah dinamika kelompok sosial, makalah tentang konsep kelompok, materi dinamika kelompok, materi dinamika kelompok power point, pembelajaran dinamika kelompok, penyebab dinamika kelompok sosial, peranan dinamika kelompok, pertanyaan tentang dinamika kelompok, sejarah dinamika kelompok, soal tentang dinamika kelompok sosial, syarat syarat produktivitas kelompok, teori dinamika kelompok menurut para ahli, unsur unsur dinamika kelompok sosial Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.ComMATERI PEMBELAJARAN MAPEL : SOSIOLOGI KELAS : XI.

IPS SEMESTER : 2 DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL Oleh : WAWAN SAFA’AT, S.pd. Nip. 197009282006041009 SMA 3 REMBANG Jl. GAJAH MADA NO. 8 REMBANG • 1. PENGANTAR Masyarakat di berbagai belahan dunia, mengalami perkembangan yang makin lama kompleks. Kelompok sosial sebagai bentuk pengelompokan manusia, selalu berinteraksi dan memiliki sifat tidak statis. Berbagai Kelompok sosial yang terbentuk dalam masyarakat memiliki perkembangan yang tidak sama. Untuk memahami perkembangan dan perubahan kelompok sosial, perlu kiranya dipelajari dinamika kelompok sosial.

• 2. PETUNJUK Dalam menggunakan modul ini, peserta didik harus belajar secara individu dan kelompok. Untuk memudahkan dalam pemahaman dan kemampuan dalam menguasai materi terutama tentang dinamika kelompok sosial. • 3. STANDAR KOMPETENSI Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multicultural • 4. KOMPETENSI DASAR Menganalisis perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multicultural. • 5.

INDIKATOR • Menjelaskan pengertian Dinamika kelompok sosial. • Mengidentifikasi aspek-aspek dinamika kelompok sosial. • Menjelaskan factor pendorong dinamika kelompok sosial.

• Mendeskripsikan perkembangan berbagai kelompok sosial. • 6. KEMAMPUAN PRASYARAT Perkembangan kelompok-kelompok sosial akan menentukan kehidupan kelompok di masa yang akan dating. Lebih dari itu, perkembangan masyarakat yang semakin rumit dengan adanya Heterogenitas dan Spesialisasi yang tinggi kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat diperlukan kelompok-kelompok resmi di bentuk. • 7. PRE TEST Kelompok-kelompok sosial yang terdapat dalam masyarakat selalu mengalami dinamika.

Apa yang di maksud dengan dinamika kelompok sosial ? Faktor apa yang mendorong terjadinya dinamika kelompok sosial ? serta dampak apa yang di timbulkannya ?

• 8. KEGIATAN BELAJAR • A. KONSEP DASAR DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL • 1. Pengertian Dinamika kelompok sosial dapat didefinisikan sebagai proses perubahan dan perkembangan akibat adanya interaksi dan interdependensi, baik antar anggota kelompok maupun antara anggota suatu kelompok dengan kelompok lain. Kelompok sosial yang terbentuk dalam masyarakat, berupa kelompok sosial kecil ( pertemanan dan kekerabatan ) dan kelompok sosial besar ( masyarakat desa, kota, dan bangsa ).

Kelompok sosial tersebut bersifat dinamis, dalam arti selalu mengalami perkembangan dan perubahan. Perkembangan dan perubahan dalam kelompok tersebut memunculkan pengaruh terhadap kehidupan kelompok pada masa berikutnya.

• 2. Aspek Dinamika Kelompok Sosial Menurut Floyd D, dinamika kelompok atau group dynamics merupakan analisis hubungan kelompok-kelompok sosial di mana tingkah laku dalam kelompok adalah hasil interaksi yang dinamis antara individu dalam situasi sosial tertentu. Kehidupan kelompok akan ditandai dengan pembentukan struktur, norma, solidaritas, rasa memiliki dan internalisis.

Ruth Benedict, mengemukan pendapat bahwa aspek yang dipelajari dalam dinamika kelompok sosial adalah sebagai berikut. • a. Kohesi atau Persatuan Aspek kohesi akan Nampak jelas dari tingkah laku para anggota kelompok, missal proses pengelompokan, intensitas anggota, arah pilihan, dan nilai-nilai dalam kelompok. • b. Motif atau Dorongan Aspek motif berkaitan erat dengan perhatian anggota terhadap kehidupan kelompok, missal kesatuan kelompok, tujuan bersama, dan orientasi diri terhadap kelompok.

• c. Struktur Aspek ini nampak sekali pada bentuk pengelompokan, bentuk hubungan, perbedaan kedudukan antaranggota dan pembagian tugas.

• d. Pimpinan Aspek pimpinan memiliki peran penting dalam kehidupan kelompok sosial. Hal ini nampak dari bentuk kepemimpinan, tugas pimpinan, dan sistem kepemimpinan. • e. Perkembangan Kelompok Aspek perkembangan kelompok dapat diamati dari perubahan dalam kelompok dan sebagainya. Perkembangan masyarakan yang makin lama makin kompleks, mempengaruhi keberadaan kelompok sosial yang ada. Oleh karena memiliki peran penting, maka banyak pihak menyadari peran penting mempelajari dinamika kelompok sosial dengan alas an sbb : • Kelompok sosial merupakan kesatuan sosial yang selalu ada dalam setiap masyarakat.

• Dinamika kelompok sosial berkaitan dengan perubahan sosial dan kebudayaan masyarakat, sehingga relevan dengan kebijakan pemerintah dalam proses pembangunan daerah. • B. FAKTOR PENDORONG DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL Dinamika kelompok sosial dalam masyarakat menyebabkan perubahan dan perkembangan kelompok sosial yang makin kompleks.

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

Perkembangan tersebut tidak lepas dari factor pendorong yaitu sebagai berikut. • 1. Faktor Pendorong dari Luar Faktor pendorong dari luar atau ekstern merupakan pengaruh dari luar yang menyebabkan dinamisnya suatu kelompok sosial, yang meliputi berikut. • a. Perubahan Situasi Sosial Terjadinya situasi sosial yang berubah, missal pembentukan kabupaten baru atau provinsi baru, industrialisasi, ruralisasi, dan sebagainya dapat mendorong perkembangan kelompok sosial.

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

Misal akibat industrialisasi, pola masyarakat paguyuban yang berdasarkan nilai kebersamaan/gotong royong bergeser menjadi kelompok patembayan yang berpegang pada nilai individualistis.

• b. Perubahan Situasi Ekonomi Situasi ekonomi masyarakat yang berubah, mendorong pula terjadinya perubahan pada kelompok sosial. Misal perubahan dari masyarakat pedesaan dengan segala karakterya menjadi masyarakat perkotaan yang memiliki karakteristik yang beerlainan. • c. Perubahan situasi politik terjadinya pergantian pemegang kekuasaan atau sekitar elite kekuasaan atau perubahan kebijaksanaan penguasa dapat menyebabkan perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat.

• 2. Faktor Pendorong dari Dalam Faktor dari dalam (intern) kelompok yang menyebabkan timbulnya dinamika kelompok sosial adalah sebagai berikut. • a. Konflik Antarangggota Kelompok Konfik yang terjadi antar anggota dalam kelompok sosial dapat membawa pengaruh keretakan dan berubahnya pola hubungan sosial.

Akibat konflik teersebut akan menyebabkan teerpecahnya sebuah kelompok sosial.mial seseorang yang menjadi anggota kelompok sosial, karena merasatidak cocok dengan angggota lain (in group) maka menjadi out group dari kelompok sosial tersebut.

• b. Perbedaan kepentingan Dasar terbentuknya kelompok sosial adalah kepentingan yang sama. Begitu terjadi perbedaan kepentingan, maka kelangsunganhidup kelompok soaial tersebut akan teerpecah.anggota kelompok yang merasa tidak lagi sepaham berusaha memisahkan diri dan bergabung dengan kelompok lain yang sepaham.

• c. Perbedaan Paham Perbedaan paham diantara anggota kelomp-ok sosial dapat mempengaruhi kelangsungan kelompok tersebut. Perbedaan paham tersebut akan berpengaruh terhadap keberadaan kelompok sosial dalam mayarakat. • C. PERKEMBANGAN BERBAGAI KELOMPOK SOSIAL • 1.

Kelompok Kekerabatan Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat. Kelompok keluarga dapat dijumpai dalam setiap masyarakat didunia. Keluarga inti atau keluarga batih terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anaknya yang belum menikah.

Keluarga inti berfungsi memberikan sosialisasi dan perlindungan kepada anak-anak, dan mendidik mereka sampai mandiri. Dari keluarga inti berkembang menjadi keluarga besar ( extended family) yang dinamakan kelompok kekerabatan. Dalam kekerabatan terdapat hubungan darah atau persaudaraan. Kelompok tersebut menjadi awal terbentuknya masyarakat. Pada dasarya kelompok kekerabatan merupakan masyarakat homogin yang menganut nilai, norma ataupun tingkah laku yang relatif sama, sehingga pembagian kerja dilakukan secara sederahana berlandaskan pada tradisi dan perbedaan jenis kelamin.

Dalam kelompok kekerabatan, nilai tradisional masih dijunjung tinggi. Kehidupan kelompok berpusat pada tradisi kebudayaan yang telah dipelihara secara turun temurun.

Soerjono soekanto menyatakan, kemungkinnan untuk mengubah tradisi kebudayaan yang telah dipelihara turun temurun memang sulit.

Namun, melalui inovasi secara bertahap, perubahan dalam kelompok kekerabatan dapat terjadi meskipun dalam waktu yang cukup lama. • 2. Kelompok Okupasional Semula kelompok okupasional terbentuk dalam masyarakat yang bersifat homogen. Dalam masyarakat, seseorang individu kemungkinan melakukan berbagai pekerjaan.

Spesialisasi pekerjaan yang mulai tumbuh dalam masyarakat sejalan dengan pengaruh dunia luar dan berakibat masyarakat menjadi heterogen. Spesialisasi pekerjaan makin berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Hal ini diimbangi dengan perkembangan lembaga pendidikan sehingga menghasilkan orang yang ahli dalam ilmu tertentu (professional). Dalam masyarakat yang heterogen tersebut, muncul kelompok okupasional.

Kelompok okupasional merupakan kelompok anggota masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang ahli dan dari kalangan profesional yang memiliki etika profesi. Misal Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PERsatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serikat buruh, Parfi, dan sebagainya. • 3. Kelompok Volunter Berkembangnya sarana komunikasi secara luas dan cepat menyebabkan tidak ada masyarakat yang benar-benar tertutup terhadap dunia luar.

Heterogenitas masyarakat semakin luas. Makin berkembangnya masyarakat berakibat tidak semua kebutuhan anggota masyarakat dapat terpenuhi.

Oleh karena itu muncullah kelompok volunteer. Kelompok volunteer terdiri atas individu yang memiliki kepentingan yang sama, tetapi tadak mendapat perhatian dari masyarakat yang semakin luas daya jangkauannya.

Kelompok volunter berusaha memenuhi kebutuhan anggotanya secara mandiri tanpa mengganggu kepentingan masyarakat umum.

Kelompok volunter dapat berkembang menjadi kelompok yang mantap karena diakui keberadaannya oleh masyarakat umum. Missal kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat pemantau pemilu di Indonesia, lembaga quick count pemilu, dan sebagainya. • 4. Masyarakat Perdesaan • a. Pengertian Masyarakat tradisional merupakan masyarakat yang sebagian besar/keseluruhan aktivitasnya berkaitan erat dengan tradisi, baik yang berkaitan dengan religi maupun nonreligi.

Masyarakat tradisional pada umumnya hidup di perdesaan, sehingga dapat diidentikkan dengan masyarakat perdesaan. H. Landis mengemukan desa dari aspek statistic, psikologi sosial, dan ekonomi. Dari statistic, perdesan adalah tempat dengan penduduk kurang dari 2.500 orang.

Psikologi sosial, perdesaan adalah daerah di mana pergaulannya ditandai dengan derajat intemasi/ keakrabannya yang sangat tinggi. Sedangkan kota adalah tempat di mana hubungan sesame individu sangat impersonal/longer. Aspek ekonomi, perdesaan adalah daerah di mana pusat perhatian/ kepentingan adalah pertanian dalam arti yang luas.

Bintarto mendefinisikan perdesaan sebagai suatu hasil perpaduan antara kegiatan kelompok manusia dengan lingkungan. Hasil dari perpaduan berupa bentuk di muka bumi yang di timbulkan oleh unsure fisiografi, sosial dan ekonomi, politik dan cultural yang kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat berinteraksi antarunsur serta dalam hubungan dengan daerah lain. Unsure desa meliputi daerah, penduduk, dan tata kehidupan. Ketiganya dikatakan sebagai living unit atau satu kesatuan hidup yang tidak dapat dilepaskan satu sama lain.

Secara sosiologis, pengertian desa memberikan penekanan pada kesatuan masyarakat pertanian dalam suatu masyarakat yang jelas menurut susunan pemerintahannya.

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

Kehidupan di desa sering dinilai sebagai kehidupan yang tentram, damai, selaras, jauh dari perubahan yang dapat menimbulkan konfik. Perlu ditandaskan bahwa tidak semua masyarakat desa dapat disebut masyarakat tradisional, sebab ada sebagian desa yang sedang mengalami perubahan ke arah kemajuan dengan meninggalkan kebiasaan lama.

Sehingga lebih ditekankan pada masyarakat desa yang begada di perdalaman dan kurang memahami perubahan/pengaruh dari kehidupan kota.

• b. Ciri masyarakat desa Menurut Redfield, cirri masyarakat pra industry atau primitive meliputi berikut 1) Agak rendah perkembangan pengetahuan dan teknologinya 2) Komunitasnya kecil (sampai ratusan jiwa) 3) Belum banyak mengenal pembagiaan kerja dan spesialisasi. 4) Masih tidak kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat deferensiasi kemasyarakatan. 5) Tidak ada heterogenitas kebudayaan. 6) Terdapat cirri orde moral yaitu prinsip hidup yang mengikat.

Sedangkan ciri masyarakat desa di Indonesia meliputi berikut. 1) Berkaitan dengan tradisi masyarakat 2) Memiliki rangkaian sistem teknologi yang sederhana. 3) Bersifat tetap/tidak banyak mengalami perubahan. 4) Memiliki sifat sederhana dan daya pakai serta produktivitas yang relatif rendah. 5) Dalam beberapa hal memiliki sifat rasional. 6) Tingkat buta huruf relatif tinggi. 7) Hukum yang berlaku tidak tertulis, tidak kompleks. 8) Ekonomi produksi untuk keperluan keluarga.

• c. Dinamika dalam Masyarakat Pedesaan Secara sosiologis, mentalitas individu dominan dibentuk oleh situasi tata pergaulan dalam masyarakat, termasuk di dalamnya tekanan hidup. Masyarakat tradisional yang tinggal di desa pada umumnya masih lugu, polos, jujur, lemah dan pamrih, semangat solidaritas tinggi dan murni.

Adapun factor yang mempengaruhi mentalitas tersebut adalah sbb. 1) Tekanan hidup terasa lebih ringan. 2) Masih memiliki waktu yang cukup dan seimbang antara rohaniah dengan keduniawian. 3) Letaknya di perdalaman berakibat belum banyak dicemari pengaruh media masa. 4) Kehidupan paguyuban menjadikan warga saling mengenal dan akrab. Masyarakat perdesaan atau rural community merupakan masyarakat yang pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani, berkebun, berladang. System kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan dan mempunyai hubungan yang erat serta mendalam di antara anggotanya.

Cara bertani masih dilakukan dengan tradisional dan tidak efisien karena belum dikenal mekanisasi dalam pertanian. Kegiatan bertani hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga atau masyarakatnya sendiri, bukan untuk dijual. Ditinjau dari aspek kepemimpinan, hubungan antara pemimpin dan rakyat berlangsung secara informal.

Seorang pimpinan memiliki beberapa kedudukan dan peranan yang sulit dipisahkan, sehingga segala sesuatu dipusatkan pada seorang kepala desa. Perubahan pada masyarakat pedesaan sulit dilakukan karena pola piker masyarakat (terutama generasi tua) masih didasarkan pada tradisi.

Disamping itu juga kurang meratanya proses pembangunan dan informasi sehingga menimbulkan kondisi ang kontras antara masyarakat perdesaan dengan masyarakat perkotaan. Dengan berkembangnya iptek, informasi melalui media masa mulai masuk ke masyarakat perdesaan. Hal ini berakibat perubahan karakter/watak, bahkan menghilangkan karakter masyarakat perdesaan. Meskipun pengaruh media masa tidak selalu negatif. Di Indonesia, desa memiliki peran penting, mengingat mayoritas penduduk tinggal di perdesaan.

Menurut bintarto, desa memiliki fungsi berikut. 1) Hinterland atau daerah dukung yang berperan sebagau daerah pemberi makanan pokok yang tidak dapat dihasilkan kota. 2) Dari sudut ekonomi, berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power).

3) Dari segi kegiatan/okupasi, desa merupakan desa agraris, manufaktur, industry, dan sebagainya. Masyarakat perdesan memiliki keyakinan yang mendalam terhadap norma sosial, sehingga mereka memiliki sifat sulit berubah.

Hal ini menguntungkan dalam pembakuan akhlak dan budi perkerti, namum merugikan dalam perkembangan iptek. Kepatuhan warga bukan karena takut terhadap sanksi sosial, melainkan keyakinan mendalam akan kebenaran nilai sosial dalam norma.

Factor yang mendukung kepatuhan murni yaitu : 1) Kehidupan rohani lebih tebal dan berkembang lebih subur. 2) Tuntutan hidup relative ringan.

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

3) Letaknya yang terpencil dan komunikasi tertutup menghambat masuknya pengaruh negative. 4) Jumlah penduduk relative sedikit dan saling mengenal. • 5. Mayarakat Perkotaan • a. Pengertian Masyarakat modern merupakan masyarakat yang sebagian besar warganya memiliki orientasi budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat perkotaan merupakan sekelompok orang yang hidup bersama pada suatu wilayah tertentu yang menjadi suatu pusat politik pemerintahan dan atau industri, perdagangan, kebudayaan dengan memperlihatkan sifat atau ciri corak pergaulan dan tata kehidupan yang berbeda dengan masyarakat desa.

Sedangkan secara sosiologis, pengertian kota terletak pada sifat dan cirri kehidupan dan bukan ditentukan oleh menetapnya sejumlah penduduk di suatu wilayah perkotaan. Di berbagai Negara berkembang, seperti Indonesia, masyarakat modern disebut juga masyarakat kota.

• b. Ciri masyarakat Modern/Kota Selo Soemardjan mengemukakan sbb : • Hubungan antar manusia di dasarkan atas kepentingan pribadi. • Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dan saling memengaruhi.

• Percaya pada fungsi iptek untuk meningkatkan kesejahteraan. • Masyarakat tergolong menurut bermacam-macam profesi dan keahlian.

• Tingkat pendidikan formal merata dan tinggi. • Hokum tertulis yang sangat kompleks. • Dominan ekonomi pasar berdasarkan penggunaan uang. Soerjono Soekanto mengemukakan ciri manusia modern adalah sebagai berikut.

• Orang yang bersikap terbuka terhadappengalaman dan penemuan baru (tidak ada prasangka). • Siap untuk menerima perubahan setelah menilai kekurangan yang dihadapinya. • Peka terhadap masalah yang terjadi di sekitarnya. • Memiliki informasi yang lengkap mengenai pendiriannya. • Lebih banyak berorientasi ke masa kini dan mendatang. • Senantiasa menyadari potensi yang ada pada dirinya dan yakin dapat dikembangkan. • Tidak pasrah pada nasib. • Percaya pada manfaat iptek. • Menyadari dan menghormati hak, kewajiban, dan kehormatan orang pihak lain.

• c. Dinamika Masyarakat Perkotaan Masyarakat perkotaan atau urban community merupakan kelompok social yang mendiami wilayah yang luas, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian disektor industry, jasa, dan perdagangan.

Keanggotaan masyarakat kota tidak saling mengenal, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi. Kehidupan kota yang sangat kompetitif dan selektif dapat meruntuhkan kesetiakawanan, silidaritas social yang dapat menggeser nilai social dalam masyarakat.

Agak rendahnya mentalitas masyarakat perkotaan disebabkan oleh berikut. 1) Tekanan hidup yang keras, di mana kehidupan makin kompetitif. kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat Kemajuan iptek menghasilkan barang yang serba menarik dan mendorong untuk memilikinya. 3) Kehidupan banyak kegiatan dan kesibukan, sehingga orang tidak ramah, masa bodoh dan egoistis. 4) Jumplah penduduk yang besar membuat hidup sulit, sehingga muncul perbuatan curang.

Mentalitas masyarakat perkotaan dapat dilihat dari cirri-ciri struktur sosialnya yaitu sbb : 1) Heterogenitas social dalam berbagai aspek kehidupan. 2) Hubungan antar penduduk bersifat sekunder/pengenalan serba terbatas pada kehidupan tertentu. 3) Pengawasan sekunder, di mana secara fisik berdekatan, namun secara social berjauhan. 4) Mobilitas sosial sangat tinggi dan didasarkan pada profesi.

5) Ikatan perkumpulan bersifat sukarela. 6) Individualism, sebaiknya gotong royong melemah. Mentalitas masyarakat modern berorientasi pada system nilai budaya yang didasarkan alam pikiran dan alam jiwa yang rasional. Cirri system nilai budaya ini diantaranya : sikap menghargai karya orang lain, menghargai waktu, menghargai mutu, berfikir kreatif, efisien dan produktif, percaya pada diri sendiri, berdisiplin dan bertanggungjawab.

Berkebalikan dengan masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan memiliki tatanan nilsi yang heterogen. Masyarakat kota terdiri atas berbagai suku bangsa, agama, adat istiadat, menjalankan fungsi pusat administratif dan pusat komersial, bahkan pusat konsentrasi kegiatan yang menjadi indikator modernisasi.

Hal ini menyebabkan kota menjadi daya tarik bagi masyarakat desa untuk melakukan urbanisasi. Faktor penyebab dinamika sosial dalam masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut. 1. Faktor pendidikan. 2. Faktor urbanisasi. 3. Faktor kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat.

4. Industrialisasi dan mekanisasi. 5. Ekonomi. 6. Sosial. 7. Politik. 8. Budaya. Dampak dari dinamika masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut : • Dampak positif a. Tingkat pendidikan lebih merata. b. Komunikasi dan informasi lebih cepat dan mudah. c. Profesionalitas lebih terjaga. d. Pembangunan dalam berbagai bidang lebih terjamin. • Dampak negative • Munculnya sikap individualitas.

• Memudarnya nilai kebersamaan. • Munculnya sikap kurang mempercayai pihak lain. • Memudarnya perhatian terhadap budaya lokal dan budaya nasional, terutama di kalanan generasi muda.

Dalam hal ini perlu kiranya dibahas mengenai perbedaan masyarakat tradisional dengan masyarakat modern yang nampak jelas pada table Mentalitas Tradisional/Pedesaan Mentalitas Modern/Pekotaan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Menolak pengalaman baru dan tetutup terhadap pembaharuan dan perubahan. Ketidaksanggupan berempati.

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

Orientasi pandangan ke masa lalu. Perencanaan tidak penting. Tidak yakin manusia dapat menguasai alam. Dikuasai oleh keadaan Kurang ada pengakuan terhadap harga diri Kurang percaya pada ilmu dan teknologi Kurang percaya pada keadilan dalam pembagian.1. 2. 3. 4. 5.

6. 7. 8. 9. 3.Menerima pengalaman baru dan terbuka terhadap pembaharuan dan perubahan. Kesanggupan berempati. Orientasi pandangan ke masa kini dan masa depan. Perencanaan penting. Yakin manusia dapat menguasai alam. Keadaan dapat diperhitungkan. Pengakuan terhadap harga diri. Percaya pada ilmu dan teknologi. Percaya pada keadilan dalam pembagian. Ciri tersebut dapat mekekat atau dimiliki bauk masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan, masyarakat industry maupun masyarakat agraris.

Karena cirri modern dan tradisional adalah ekspresi dari kondisi mental psikis/kejiwaan manusia yang yang sering terlepas dari kondisi social yang melingkupinya. Dengan demikian tidak secara otomatis individu yang hidup dalam masyarakat industry/kota memiliki karakter manusia modern. v LEMBAR KERJA SISWA Kerjakan tugas berukut secara singkat dan jelas! • Bagaimanakah perkembangan kelomok social dalam masyarakat?

Jawab: • Jelaskan bentuk garis keturunan dalam kelompok kekerabatan di Indonesia! Jawab: • Kerjakan tabel dibawah ini dengan jawaban singkat dan jelas! Jawab: No. Masalah Uraian 1. Paguyuban trah 2. Kelompok profesi 3. Awal timbulnya kelompok volunter 4. Masyarakat tradisional 5. Masyarakat modern v UJI KOMPETENSI Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!

kenapa kelompok sosial dikatakan berkembang dan dinamis di masyarakat

• Jelaskan pengertian dari dinamika kelompok sosial? • Sebutkan aspek-aspek yang dikaji dalam dinamika kelompok sosial! • Factor apa sajakah yang menyebabkan adanya dinamika kelompok sosial? • Bagaimanakah latar belakang munculnya kelompok okupasional? • Bagaimana cara menarik garis keturunan dalam kelompok kekerabatan? v TINDAK LANJUT Nilai tertinggi 100,kkm 68. Apabila ada peserta didik yang mendapat nilai dibawah 68, peserta didik harus mengikuti program remidi.

v RANCANGAN REMIDIAL • Jelaskan aspek dinamika dalam kelompok sosial menurut ruth benedict! • Bagaimanakah perubahan situasi politik dengan dinamika kelompok sosial ? • Bagaimanakah tujuan dibentuknya kelompok volunteer dalam masyarakat ? v KUNCI JAWABAN • Proses perubahan dan perkembangan kelompok social akibat dan interdependensi antaranggota kelompok maupun dengan kelompok lain dalam masyarakat. • 2. Kohesi, motif, struktur, pimpinan, dan perkembangan kelompok.

• a. Faktor dari luar : – perubahan situasi social – Perubahan ekonomi – Perubahan politik b. Faktor dari dalam : – konfik antar anggota -Perbedaan kepentingan -Perbadaan paham • Perkembangan masyarakat yang makin dinamis mendorong individu suatu pekerjaan. Mereka masuk dalam perkumpulan profesi atau kelompok okupasional. • Dengan menarik garis keturunan ibu, ayah dan kedua orang tuanya. v DAFTAR ISTILAH • Dinamis • Extended family • Inovasi • Intensitas • Interdepasi • Kohesi • Modernisasi • Motif • Urbanisasi • Volunter v DAFTAR PUSTAKA Horton, Paul B dan Hunt, chester L.

1999 sosiologi jilid I, II, Edisi ke enam. Jakarta: Pernerbit Erlangga. Soekanto, Soerjono dan Dari, Prof, 1993. Struktur masyarakat. Jakarta: CU Rajawali.

Materi Sosiologi Kelompok Sosial di Masyarakat Bag. 1 Kelas XI IPS [With My Voice]




2022 www.videocon.com