Retaphyl theophylline 300 obat apa

retaphyl theophylline 300 obat apa

Pada dosis biasa dapat retaphyl theophylline 300 obat apa rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, jantung berdebar, insomnia dan lain-lain. Pada dosis yang sangat tinggi dapat menimbulkan efek toksis, yaitu iritasi lambung dan konvulsi, toksisitas berat berupa aritmia, muntah terus menerus, pada anak-anak bisa terjadi hematemesis, stimulasi SSP, diaphoresis dan demam, palpitasi, takikardia, aritmia ventrikuler, tachypnea, rash, hiperglikemia.

K24KLIK Salam Sehat Bapak Muhammad Zaenuri, RETAPHYL SR 300MG TAB tersedia dan dapat dipesan di K24Klik.com dalam jumlah per strip yaitu 10 tablet atau kelipatannya. Klik "Beli" pada produk tersebut dan ikuti langkah mudah selanjutnya. Apabila Anda mengalami kesulitan, silahkan hubungi Health Consultant kami melalui live chat yang tersedia. Demikian info yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Lihat Komentar Selanjutnya K24KLIK Salam sehat Ibu Eni Astuti, Penggunaan Retaphyl Sr dapat menimbulkan efek samping.

Beberapa efek samping yang akan timbul umumnya yakni rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, jantung berdebar, insomnia dan lain-lain. Apabila ibu mengalami beberapa efek samping diatas, kami sarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kembali untuk solusi terbaik penggunaan produk ini.

Demikian yang dapat kami informasikan, semoga bermanfaat. Lihat Komentar Selanjutnya Pengertian Retaphyl SR Retaphyl SR adalah obat yang mengandung Theophylline yang dikemas dalam bentuk sediaan tablet.

Retaphyl SR digunakan untuk membantu mengobati penyakit paru-paru, seperti asma dan bronkitis (infeksi saluran pernapasan menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi), dan emfisema (penyakit progresif jangka panjang pada paru-paru yang umumnya menyebabkan napas menjadi pendek).

Keterangan Retaphyl SR • Golongan: Obat Keras • Kelas Terapi: Antiasmatik.

retaphyl theophylline 300 obat apa

• Kandungan: Theophylline 300 mg. • Bentuk: Kaplet Lepas Lambat. • Satuan Penjualan: Strip. • Kemasan: Box, 10 Strip @10 Kaplet. • Farmasi: Kimia Farma PT • Harga: Rp25.000 - Rp45.000/ Strip Kegunaan Retaphyl SR Retaphyl SR digunakan sebagai pengobatan asma bronkial. Dosis & Cara Penggunaan Retaphyl SR Retaphyl SR merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya. • Dewasa: 1 kaplet, diminum 2 kali sehari di pagi dan sore hari.

• Anak-anak usia > 6 tahun: ½ kaplet, iminum 2 kali sehari di pagi dan sore hari. • Diminum setelah makanan untuk mengurangi ketidaknyamanan lambung. Telan utuh, jangan dikunyah / dihancurkan. Cara Penyimpanan Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Retaphyl SR Efek samping penggunaan Retaphyl SR yang mungkin terjadi adalah: • Mual, muntah. • Sakit kepala. • Diare. • Jantung berdebar. • Susah tidur. • Pada anak-anak: hematemesis atau muntah darah, stimulasi sistem saraf pusat, diaforesis produksi keringat yang berlebih, demam. Kontraindikasi Hindari penggunaan Retaphyl SR pada pasien yang memiliki indikasi: • Ulkus gaster atau luka pada lambung • Penyakit diabetes Interaksi Obat Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Retaphyl SR: • Litium • Antikoagulan • Cimetidine • Allopurinol • Erythromycin • Propranolol • Troleandomycin • Kontrasepsi oral • Rifampicin • Efedrin • Preparat xanthine lainnya Kategori Kehamilan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Retaphyl SR ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin. Perhatian Menyusui Teofilin diekskresikan ke dalam ASI dan dapat menyebabkan iritabilitas atau tanda-tanda toksisitas ringan lainnya pada bayi yang disusui.
Theophylline digunakan untuk mengatasi penyempitan saluran pernapasan atau bronkospasme. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiasma yang bekerja dengan merelaksasi otot-otot yang mengencang agar lebih mudah bernapas.

Theophyllin umumnya digunakan untuk mengobati asma, peradangan saluran bronkus dalam paru-paru ( bronkitis kronis), kerusakan kantong udara ( emfisema), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit paru-paru lainnya. Obat ini membantu mengelola gejala asma dengan menjaga saluran udara agar tetap terbuka. Theophylline dapat digunakan bersama inhaler untuk mengurangi risiko serangan asma. Theophylline (Teofilin) Golongan Kelas terapi : Bronkodilator.

Klasifikasi Obat : Derivat xanthine Kategori obat Obat resep Bentuk sediaan obat Tablet, kaplet, kapsul, sirup, injeksi Dikonsumsi oleh Dewasa, anak-anak, dan lansia Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Dosis obat Dosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat. Dosis setiap orang pasti berbeda-beda.

Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat. Oral??????? Bronkospasme akut • Dewasa: 5 mg/kgBB/hari • Anak-anak 1 tahun ke atas: Sama dengan dosis dewasa • Lansia: Menggunakan dosis lebih rendah Bronkospasme kronis • Dewasa: 300-1.000 mg/hari yang dibagi setiap 6-8 jam.

Dosis pemeliharaan sebanyak 175-500 mg setiap 12 jam sekali. • Anak-anak: • 6-12 tahun dengan BB 20-35 kg: 120-250 mg sebanyak 2 kali/hari • 12 tahun ke atas: 250-500 mg sebanyak 2 kali/sehari • Lansia: Menggunakan dosis lebih rendah Intravena atau injeksi pada pembuluh darah vena Bronkospasme akut parah • Dewasa: 4-5 mg/kgBB/hari melalui infus selama 20-30 menit.

Dosis pemeliharaan sebanyak 0,4-0,6 mg/kg berat badan/jam. • Anak-anak: 4-5 mg/kgBB/hari melalui infus selama 20-30 menit • Dosis pemeliharaan anak-anak 1-9 tahun: 0,8-1 mg/kgBB/jam • Dosis pemeliharaan 9-12 tahun: 0,7-0,77 mg/kgBB/jam • Lansia: Menggunakan dosis lebih rendah Aturan pakai obat • Oral: Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Konsumsilah bersama makanan untuk meredakan nyeri perut. • Injeksi: Dilakukan dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat? • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.

• Sudah mendekati jadwal berikutnya Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya. • Jangan menggandakan dosis yang terlewat Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda. • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda.

Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat retaphyl theophylline 300 obat apa sesuai kebutuhan Anda. Efek samping belum tentu terjadi di setiap penggunaan obat. Namun, segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping serius.

Efek samping yang mungkin terjadi karena penggunaan theophylline, antara lain: • Sakit kepala Minumlah banyak air putih dan mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai.

Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda. • Mual atau sakit perut Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa kuat, seperti makanan pedas. Cobalah mengonsumsi obat ini setelah makan. • Detak jantung cepat, sulit tidur, perasaan gemetar, pusing, atau muntah Jika gejala ini berlanjut atau semakin parah, bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda. Gejala tersebut bisa menjadi tanda dosis Anda terlalu tinggi. • Kesulitan tidur Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya.

Hati-hati menggunakan theophyllin jika mengalami: • Tekanan bola mata (glaukoma) • Prostat yang membesar • Masalah buang air kecil • Penyumbatan dalam usus (obstruksi usus) dan sembelit parah • Epilepsi atau gangguan kejang lainnya • Masalah jantung • Penyakit arteri koroner (pembuluh darah arteri tersumbat) • Tekanan darah tinggi • Masalah saraf, otak, atau sumsum tulang belakang Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan Simpan pada suhu 20-25°C. Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi) Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi, seperti: • Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) • Penyakit paru-paru • Gangguan ginjal atau hati • Sedang dalam masa kehamilan • Anak-anak dan lanjut usia Kategori kehamilan & menyusui Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan theophylline pada ibu hamil.

Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan retaphyl theophylline 300 obat apa. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter? Segera hubungi dokter jika Anda mengalami: • Muntah parah atau berkelanjutan • Sakit kepala • Sulit tidur • Detak jantung cepat • Kejang • Demam • Tingkat kalium rendah, seperti kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, mati rasa atau kesemutan, serta kelemahan otot atau perasaan lemas • Gula darah tinggi, seperti rasa haus dan buang air kecil meningkat serta mulut kering Interaksi mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat bersamaan.

Jika ingin menggunakan obat bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih retaphyl theophylline 300 obat apa. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan. Mengonsumsi obat theophylline dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti: • Salmeterol dan albuterol Menggunakan theophylline bersama salmeterol dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular, seperti peningkatan denyut jantung, denyut nadi, dan tekanan darah.

• Budesonide Penggunaan theophylline bersama budesonide dapat menyebabkan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia) dan peningkatan kadar theophylline. Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu.

Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/theophylline?mtype=generic Diakses pada 18 Februari 2021 WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3591-3076/theophylline-oral/theophylline-sustained-release-oral/details Diakses pada 18 Februari 2021 MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681006.html Diakses pada 18 Februari 2021 Drugs.

https://www.drugs.com/drug-interactions/theophylline.html Diakses pada 18 Februari 2021 Healthline. https://www.healthline.com/health/theophylline-oral-tablet#about Diakses pada 18 Februari 2021 Patient.

https://patient.info/medicine/theophylline-nuelin-sa-slo-phyllin-uniphyllin-continus Diakses pada 18 Februari 2021 Daftar Isi • Apa Kandungan dan Komposisi Retaphyl SR? • Bagaimana Farmakologi Retaphyl SR? • Retaphyl SR Obat Apa? • Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Retaphyl SR? • Apa Saja Kontraindikasi Retaphyl SR? • Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Retaphyl SR? • Pertanyaan yang Sering Diajukan • Apa Efek Samping Retaphyl SR?

• Apa Saja Interaksi Obat Retaphyl SR? • Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Retaphyl SR? • Bagaimana Cara Penyimpanan Retaphyl SR? • Bagaimana Kemasan dan Sediaan Retaphyl SR? • Apa Nama Perusahaan Produsen Retaphyl SR?

Apa Kandungan dan Komposisi Retaphyl SR? Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien.

Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Retaphyl SR adalah: Tiap kaplet lepas lambat mengandung: Theophylline 300 mg Bagaimana Farmakologi Retaphyl SR?

Theophylline merupakan turunan metilxantin yang mempunyai efek antara lain merangsang susunan syaraf pusat dan melemaskan otot polos, terutama bronkhus.

Sekilas Tentang Theophylline Pada Retaphyl SR Theophylline merupakan suatu obat yang digunakan dalam terapi pengobatan gejala asma atau kondisi paru lainnya yang menghalangi atau memblokir saluran pernapasan seperti emfisema atau bronkhitis kronis. Theophylline umumnya digunakan bersama dengan obat lainnya.

Obat ini bekerja dengan cara melemaskan otot dan menurunkan respon substansi yang dapat menyebabkan penyempitan saluran napas sehingga membuka saluran pernapasan dan memudahkan proses bernapas.

Selain membuka saluran napas, Theophylline memiliki efek lainnya seperti meningkatkan kontraksi otot jantung dan efisiensinya, meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan aliran darah ginjal, memiliki aktivitas anti inflamasi, dan stimulan sistem saraf pusat. Theophylline masuk dalam kelas obat methylxanthine. Theophylline bekerja dengan cara melemaskan atau merilekskan otot polos bronkial dan pembuluh darah paru serta mengurangi respon saluran napas terhadap histamin, methacholine, adenosine, dan allergen.

Theophylline menghambat phosphodiesterase tipe II dan IV, enzim yang bertanggung jawab untuk pemecahan cAMP pada otot polos yang dapat menghasilkan bronkodilasi. Theophylline juga terikat pada reseptor adenosine A2B dan menghalangi adnosine yang memediasi bronkokonstriksi. Obat ini dengan cepat dan lengkap diserap setelah pemberian oral dalam bentuk solid ataupun solution.

Efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah penggunaan theophylline meliputi nausea, diare, peningkatan denyut jantung, denyut jantung tidak normal, sakit kepala, insomnia, pusing, dan kemungkinan efek lainnya yang tidak disebutkan dalam tulisan ini.

Theophylline pertama kali diekstraksi dari daun tanaman teh oleh ahli biologi asal Jerman Albrecht Kossel pada 1888. kemudian pada 1895, Hermann Emil Louis Fischer dan Lorenz Ach mulai melakukan sintesis kimia pada theophylline dan retaphyl theophylline 300 obat apa 1,3-dimethyluric acid.

Pada tahun 1900, ilmuwan Jerman lainnya, Wilhelm Traube mensintesa Theophylline dan menghasilkan purin. Theophylline pertama kali digunakan didunia medis pada 1902 sebagai zat diuretik. Dua puluh tahun kemudian baru digunakan untuk pengobatan asma dan pada 1970 diproduksi dalam sediaan sirup dengan nama brand Theostat 20 dan Theostat 80 serta dalam sediaan tablet pada tahun 1980 dengan nama Quibron. Studi yang dilakukan pada 2004 mendapati bahwa penggunaan theophylline dapat membantu pengobatan ADHD pada anak dan remaja.

Studi lain yang dilakukan pada 2008 menemukan data bahwa theophylline mampu meningkatkan kepekaan indera penciuman pada mereka yang menderita anosmia dimana hidung mereka kurang bisa merasakan aroma atau bau. Theophylline (teofilin) juga dikenal sebagai dimetilxantin, adalah obat metilxantin yang digunakan dalam terapi penyakit pernapasan seperti PPOK atau asma dengan berbagai merek.

Karena banyak efek sampingnya, obat ini sekarang jarang diberikan untuk penggunaan klinis. Sebagai anggota keluarga xanthine, ia memiliki kesamaan struktural dan farmakologis dengan kafein. Hal ini secara alami ditemukan dalam teh, meskipun dalam jumlah kecil (~ 1 mg/L), secara signifikan lebih sedikit daripada dosis terapeutik.

Tindakan utama teofilin melibatkan: • relaksasi otot polos bronkus • meningkatkan kontraktilitas dan efisiensi otot jantung: inotropik positif • meningkatkan detak jantung: kronotropik positif • meningkatkan tekanan darah • meningkatkan aliran darah ginjal • beberapa efek anti-inflamasi • efek stimulasi sistem saraf pusat terutama pada pusat pernapasan meduler.

Sejarah Teofilin pertama kali diekstraksi dari daun teh sekitar tahun 1888 oleh ahli biologi Jerman Albrecht Kossel.

Obat itu diidentifikasi secara kimia pada tahun 1896, dan akhirnya disintesis oleh ilmuwan Jerman lainnya, Wilhelm Traube. Penggunaan klinis pertama teofilin dalam pengobatan asma datang pada 1950-an. Farmakokinetik Penyerapan Bioavailabilitas adalah 100%. Namun, minum obat di malam hari dapat memperlambat proses penyerapan, tanpa mempengaruhi ketersediaan hayati.

Mengambil obat setelah makan tinggi kandungan lemak juga akan memperlambat proses penyerapan, tanpa mempengaruhi bioavailabilitas. Ada satu pengecualian. Mengambil UniphylTM, formulasi teofilin kerja panjang, setelah makan dengan kandungan lemak tinggi akan meningkatkan bioavailabilitasnya. Distribusi Teofilin didistribusikan dalam cairan ekstraselular, di dalam plasenta, di dalam air susu ibu dan di dalam sistem saraf pusat. Volume distribusi adalah 0,5 L/kg. Ikatan protein adalah 40%.

Volume distribusi dapat meningkat pada neonatus dan mereka yang menderita sirosis atau malnutrisi, sedangkan volume distribusi dapat menurun pada mereka yang menderita obesitas. Metabolisme Teofilin dimetabolisme secara ekstensif di hati (sampai 90%). Ini mengalami N-demetilasi melalui sitokrom P450 1A2. Ini dimetabolisme oleh urutan pertama paralel dan jalur Michaelis-Menton.

Metabolisme dapat menjadi jenuh (non-linear), bahkan dalam kisaran terapeutik. Peningkatan dosis kecil dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi serum yang tidak proporsional. Metilasi dalam kafein juga penting pada populasi bayi. Perokok dan orang dengan gangguan hati (hati) memetabolismenya secara berbeda. Eliminasi Teofilin diekskresikan tidak berubah dalam urin (hingga 10%).

Pembersihan obat meningkat dalam kondisi ini: anak-anak 1 hingga 12, remaja 12 hingga 16, perokok dewasa, perokok lanjut usia, fibrosis kistik, hipertiroidisme. Klirens obat menurun dalam kondisi ini: lanjut usia, gagal jantung kongestif akut, sirosis, hipotiroidisme, dan penyakit virus demam.

Waktu paruh eliminasi bervariasi: 30 jam untuk neonatus prematur, 24 jam untuk neonatus, 3,5 jam untuk anak-anak usia 1 hingga 9, 8 jam untuk dewasa bukan perokok, 5 jam untuk perokok dewasa, 24 jam untuk mereka yang mengalami gangguan hati, 12 jam untuk gagal jantung kongestif NYHA kelas I-II, 24 jam untuk gagal jantung kongestif NYHA kelas III-IV, 12 jam untuk lansia.

Indikasi Penggunaan terapeutik utama teofilin ditujukan untuk: • penyakit obstruktif kronik saluran napas • penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) • asma bronkial • apnea bayi. Mekanisme aksi Mekanisme kerja utama teofilin adalah antagonisme reseptor adenosin.

Teofilin adalah antagonis adenosin non-spesifik, antagonis reseptor A1, A2, dan A3 hampir sama, yang menjelaskan banyak efek jantung dan beberapa efek anti-asma. Mekanisme aksi lain yang diusulkan termasuk penghambatan non-spesifik enzim fosfodiesterase, menghasilkan peningkatan AMP siklik intraseluler; namun hal ini belum diketahui secara pasti.

Teofilin telah terbukti menghambat konversi fibroblas paru yang dimediasi TGF-beta menjadi miofibroblas pada PPOK dan asma melalui jalur cAMP-PKA dan menekan COL1 mRNA, yang mengkode protein kolagen. Telah ditunjukkan bahwa teofilin dapat membalikkan pengamatan klinis ketidakpekaan steroid pada pasien dengan PPOK dan penderita asma yang merupakan perokok aktif (suatu kondisi yang mengakibatkan stres oksidatif) melalui mekanisme yang jelas terpisah.

Teofilin in vitro dapat mengembalikan aktivitas HDAC (histone deacetylase) yang berkurang yang disebabkan oleh stres oksidatif (yaitu, pada perokok), mengembalikan respons steroid ke normal. Selanjutnya, teofilin telah terbukti secara langsung mengaktifkan HDAC2. (Kortikosteroid mematikan respon inflamasi dengan menghalangi ekspresi mediator inflamasi melalui deasetilasi histon, efek yang dimediasi melalui histone deacetylase-2 (HDAC2).

Setelah deasetilasi, DNA diputar ulang di sekitar histon dan dikemas ulang sehingga daerah promotor inflamasi gen tidak tersedia untuk mengikat faktor transkripsi seperti NFkB yang bertindak untuk mengaktifkan aktivitas inflamasi. Baru-baru ini telah ditunjukkan bahwa stres oksidatif yang terkait retaphyl theophylline 300 obat apa asap rokok dapat menghambat aktivitas HDAC2, sehingga menghalangi efek anti-inflamasi kortikosteroid.) Jadi teofilin dapat terbukti menjadi bentuk baru terapi tambahan dalam meningkatkan respons klinis terhadap steroid pada perokok asma.

Efek samping Penggunaan teofilin diperumit oleh fakta bahwa teofilin berinteraksi dengan berbagai obat, terutama simetidin dan fenitoin, dan memiliki indeks terapeutik yang sempit, sehingga penggunaannya harus dipantau untuk menghindari toksisitas.

Hal ini juga dapat menyebabkan mual, diare, peningkatan denyut jantung, aritmia, dan eksitasi SSP. Toksisitasnya meningkat oleh eritromisin, simetidin, dan fluorokuinolon.

Ini dapat mencapai tingkat racun ketika dikonsumsi dengan makanan berlemak, retaphyl theophylline 300 obat apa yang disebut pembuangan dosis. Perpaduan Teofilin dapat dibuat secara sintetik mulai dari dimetilurea dan etil 2-sianoasetat. Retaphyl SR Obat Apa? Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Retaphyl SR? Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu.

Retaphyl SR adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk: Untuk meringankan dan mengatasi serangan asthma bronkhial. Apa Saja Kontraindikasi Retaphyl SR? Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi retaphyl theophylline 300 obat apa penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan.

Pemberian Retaphyl SR dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini: • Hypersensitivitas terhadap theophylline dan senyawa golongan xantin • Penderita tukak lambung, diabetes Sekilas tentang pernapasan dan penyakitnya Pernapasan adalah suatu proses dimana kita menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Respirasi adalah proses pembakaran (oksigen) zat-zat makanan ( glukosa) di dalam sel- sel tubuh dengan bantuan oksigen dan enzim. Organ-organ pernapasan pada manusia yaitu rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus dan paru-paru, ronkiolus dan Alveolus.

Berikut adalah macam-macam penyakit pada sistem pernapasan Faringitis Faringitis adalah radang pada faring karena infeksi sehingga timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah Streptococcus pharyngitis. Peradangan juga dapat terjadi karena terlalu banyak merokok, ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan rasa kering di kerongkongan.

Asma Asma adalah kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi seperti debu, bulu, ataupun rambut. Global Initiative for Asthma, sebuah lembaga nirlaba internasional untu penanggulangan asma, mendefinisikan asma sebagai gangguan pada selaput pipa udara yang menyalurkan udara ke dalam paru-paru.

Pada penyakit asma, paru-paru tidak dapat menyerap oksigen secara optimal. Asma ditandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas. Asma dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh hipersensitivas bronkiolus (disebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara.

Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Kelainan ini tidak menular dan bersifat genetis atau bawaan seseorang sejak lahir. Kelainan ini juga dapat kambuh jika suhu lingkungan cukup rendah atau keadaan dingin, udara kotor, alergi, dan stres (tekanan psikologis). Influenza (Flu) Penyakit influenza disebabkan oleh virus influenza.

Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal. Influenza merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernafasan terutama ditandai oleh demam, gigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk yang tidak berdahak.

Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri. Emfisema Emfisema adalah penyakit pada paru-paru yang ditandai dengan pembengkakan pada paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara. Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus. Emfisema membuat penderita sulit bernafas.

Penderita mengalami batuk kronis dan sesak napas. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.

Bronkitis Bronkitis berupa peradangan pada selaput lendir dari saluran bronkial. Peradangan-peradangan tersebut dapat terjadi karena berbagai hal, di antaranya karena infeksi oleh mikroorganisme. Asbestosis Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas.

Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut.

Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru). Sinusitis Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada bagian atas rongga hidung atau sinus paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, menurunnya kekebalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi. Tuberculosis (TBC) TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Bakteri ini dapat menyerang seluruh organ tubuh manusia, namun yang paling sering diserang adalah paru-paru (maka secara umum sering disebut sebagai penyakit paru-paru / TB Paru-paru).

Gejala-gejala penyakit TB Paru adalah: batu berdahak selama tiga minggu atau lebih, dalam dahak pernah didapati bercak darah, demam selama satu bulan lebih terutama pada retaphyl theophylline 300 obat apa dan sore, menurunnya nafsu makan dan juga berat badan, sering berkeringat saat malam, dan sesak nafas. Pneumonia Pneumonia atau Logensteking yaitu penyakit radang pari-paru yang disebabkan oleh Diplococcus pneumoniae.

Akibat peradangan alveolus dipenuhi oleh nanah dan lender sehingga oksigen sulit berdifusi mencapai darah. Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan. Dipteri Dipteri adalah infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Pada umumnya, disebabkan oleh Corynebacterium diphterial.

Pada tingkat lanjut, penderitanya dapat mengalami kerusakan selaput jantung, demam, lumpuh, bahkan meninggal dunia. Renitis Renitis merupakan peradangan pada rongga retaphyl theophylline 300 obat apa sehingga hidung menjadi bengkak dan banyak mengeluarkan lendir. Gejala-gejala yang timbul pada seseorang yang menderita renitis antara lain bersin-bersin, hidung gatal, hidung tersumbat, dan berair (ingus encer).

Renitis bisa timbul karena alergi atau faktor lain. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) Upper Respiratory tract Infection (URI) merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia bagian atas, yaitu hidung, laring (tekak), dan tenggorokan.

Penyakit ini sering dijumpai pada masa peralihan cuaca. Penyebab munculnya ISPA hampir sama dengan influenza, yaitu karena kekebalan tubuh yang menurun. Kanker Paru-Paru Penyakit ini merupakan salah satu yang paling berbahaya. Sel- sel kanker pada paru-paru terus tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini lamakelamaan dapat menyerang seluruh tubuh. Salah satu pemicu kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok.

Merokok dapat memicu terjadinya kanker paru-paru dan kerusakan paru-paru. SARS SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo Coronaviridae. Virus ini menginfeksi saluran pernapasan. Gejalanya berbedabeda pada tiap penderita, misalnya pusing, muntah-muntah, disertai panas tinggi dan batuk.

Sementara itu, gangguan yang tidak disebabkan oleh infeksi antara lain rinitis, yaitu peradangan pada membran lendir ( mukosa) rongga hidung. Banyaknya lendir retaphyl theophylline 300 obat apa disekresikan, mengakibatkan peradangan. Biasanya, terjadi karena alergi terhadap suatu benda, seperti debu atau bulu hewan.

Rinitis Rinitis adalah radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus, missal virus influenza. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat. Laringitis Laringitis adalah radang pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak serak.

Legionnaries Legionnaries adalah penyakit paru-paru yang disebabkan bakteri legionella pneumophilia. Bentuk infeksinya mirip dengan pneumonia. Tonsilitis Tonsillitis adalah peradangan pada tonsil (amandel) sehingga tampak membengkak, berwarna kemerahan, terasa lunak dan timbul bintik-bintik putih pada permukaannya. Tonsilitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.

Jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak (radang) yang dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan. Asfiksi Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan jaringan toksigen ke jaringan yang disebabkan oleh terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, atau jaringan tubuh. Asfiksi disebababkan oleh: tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).

Hipoksia Hipoksia yaitu gangguan pernapasan dimana kondisi sindrom kekurangan oksigen pada pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian.Pada kasus yang fatal dapat menyebabkan kematian pada sel- sel. Namun pada tingkat yang lebih ringan dapat menimbulkan penekanan aktivitas mental (kadang-kadang memuncak sampai koma), dan menurunkan kapasitas kerja otot.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Retaphyl SR? Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis retaphyl theophylline 300 obat apa serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi.

Berikut ini dosis dan aturan pakai Retaphyl SR: Dosis dewasa : 2 kali sehari 1 kaplet, pagi dan malam. Dosis anak lebih dari 6 tahun : 2 kali sehari 1/ 2 kaplet. pagi dan malam. Tidak boleh dikunyah atau dihancurkan. Pertanyaan yang Sering Diajukan Apakah Aman Menggunakan Retaphyl SR Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin? Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakanyang dapat mempengaruhi retaphyl theophylline 300 obat apa atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Retaphyl SR? Jika Anda lupa menggunakan Retaphyl SR, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat.

Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali. Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Retaphyl SR Sewaktu-waktu? Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut.

Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Retaphyl SR? Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Retaphyl SR yang Sudah Kedaluwarsa? Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat.

Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa. Apa Efek Samping Retaphyl SR? Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat.

Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Retaphyl SR yang mungkin terjadi adalah: • Retaphyl pada dosis biasa dapat menimbulkan rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, jantung berdebar, insomnia dan lain-lain.

Pada dosis yang sangat tinggi dapat menimbulkan efek toksis, yaitu iritasi lambung dan konvulsi, toksisitas berat berupa aritmia, muntah terus menerus, pada anak-anak bisa terjadi hematemesis, stimulasi SSP, diaphoresis dan demam • Kardiovaskuler, misalnya: palpitasi, takikardia, aritmia ventrikuler • Pernafasan, misalnya: tachypnea • Rash, hiperglikemia Apa Saja Interaksi Obat Retaphyl SR? Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya.

Interaksi obat Retaphyl SR antara lain: • Theophylline meningkatkan ekskresi litium, meningkatkan efek antikoagulan • Dengan Cimetidin, Allopurinol dosis tinggi, Erythromicin, Propanolol, Troleandomisin dan kontrasepsi oral, konsentrasi Theopylline dalam serum meningkat • Jangan diberikan bersamaan dengan preparat xantin yang lain • Rifampicin menurunkan serum Theophylline Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Retaphyl SR?

• Jangan diberikan pada wanita hamil dan menyusui, kecuali atas perintah dokter. Pemberian bersama efedrin akan meningkatkan toksisitas. Hati-hati diberikan pada penderita penyakit hati, epilepsi • Hati-hati pada penderita hipoksemia, hipertensi atau penderita yang mempunyai riwayat tukak lambung • Dapat mengiritasi saluran gastrointestinal • Jangan melampaui dosis yang dianjurkan dan bila dalam satu jam gejala-gejalanya masih tetap atau bertambah buruk, agar menghubungi Puskesmas atau rumah sakit terdekat • Hati-hati pemberian pada penderita diatas 55 tahun terutama pria dan pada penderita penyakit paru-paru kronik • Keamanan dan efektifitas penggunaan sediaan pada anak-anak dibawah 6 tahun belum diketanui dengan pasti Bagaimana Cara Penyimpanan Retaphyl SR?

: Simpan pada suhu kamar (25 – 30°C), terlindung dari cahaya Bagaimana Kemasan dan Sediaan Retaphyl SR? / Izin BPOM Dus @ 10 strip @ 10 kaplet lepas lambat; DKL9312514106A1 HARUS DENGAN RESEP DOKTER Apa Nama Perusahaan Produsen Retaphyl SR? Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek.

Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan.

Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya.

Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Retaphyl SR: PT Kimia Farma Sekilas Tentang Kimia Farma PT Kimia Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang menurut sejarahnya sudah ada sejak jaman Hindia-Belanda. Perusahaan ini berdiri pada 1817 yang pada awalnya perusahaan ini bernama NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co yang kemudian oleh Pemerintah Indonesia dimasa awal kemerdekaan dinasionalisasi dan dilakukan peleburan dengan beberapa perusahaan farmasi lainnya pada 1958 yang kemudian namanya berubah menjadi PNF (Perusahaan Negara farmasi) Bhinneka Kimia Farma.

Pada 16 Agustus 1971, status PNF berubah menjadi PT dan namanya kembali mengalami perubahan menjadi PT Kimia Farma (persero). Pada 4 Juli 2001, status PT Kimia Farma berubah menjadi perusahaan publik seiring dengan pencatatan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (Saat ini menjadi Bursa Efek Indonesia) sehingga berubah namanya menjadi PT Kimia Farma Tbk.

Jumlah karyawan perusahaan ini diperkirakan mencapai 5.758 orang. Perusahaan ini telah mengantongi berbagai sertifikat mutu seperti CPOB, ISO 9001, ISO 9002, ISO 14001, dan juga telah mendapatkan persetujuan dari US-FDA sehingga produk perusahaan ini bisa dipasarkan di Amerika Serikat.

PT Kimia Farma memiliki beberapa fasilitas produksi yang terletak di berbagai daerah yang berbeda yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Sarolangun, Watukadon, dan Tanjung Morawa.

retaphyl theophylline 300 obat apa

Setiap fasilitas produksi memproduksi produk yang berbeda-beda. Untuk pemasaran produk, PT Kimia Farma melakukannya melalui anak perusahaannya bernama PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) yang memang dibentuk untuk pemasaran dan penjulan produk induk perusahaannya.

Perusahaan ini memiliki 46 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Selain bergerak di bidang produksi produk obat dan farmasi, PT Kimia Farma juga merambah bisnis apotek, laboratorium, dan klinik kesehatan. PT Kimia Farma Apotek merupakan anak perusahaan yang didirikan untuk menjalankan dan mengelola bisnis apotek dan PT Kimia Farma Diagnostik untuk usaha laboratorium dan diagnostik.

Baru-baru ini PT Kimia Farma megakuisisi PT Phapros, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Produk PT Kimia Farma selain dijual di Indonesia juga diekspor ke berbagai negara di dunia. Beberapa produk yang dijual selain obat jadi dan sediaan farmasi, juga menjual bahan baku retaphyl theophylline 300 obat apa obat seperti iodine dan quinine.

Produk-produk tersebut diekpor ke beberapa negara seperti India, Jepang, Taiwan, New Zealand, dan negara-negara Eropa. Untuk produk kosmetik, produk PT Kimia Farma telah berhasil menembus pasar Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, dan Vietnam.
Teofilin termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai xanthines.

Ia bekerja di saluran udara dengan merelaksasi otot-otot, membuka saluran udara untuk meningkatkan pernapasan, dan meredakan iritasi paru-paru. Gejala masalah pernapasan yang dapat dikontrol dapat melancarkan aktivitas Anda sehari-hari.

retaphyl theophylline 300 obat apa

Obat ini tidak bekerja secara langsung dan tidak boleh digunakan untuk serangan kesulitan bernapas yang tiba-tiba. Dokter Anda harus meresepkan bantuan obat / inhaler (misalnya albuterol) untuk serangan sesak retaphyl theophylline 300 obat apa / asma tiba-tiba saat Anda dalam waktu penggunaan obat ini. Anda harus selalu memiliki inhaler. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk lebih jelasnya.

Dosis theophylline dan efek samping theophylline akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini. Retaphyl theophylline 300 obat apa aturan pakai Theophylline?

Konsumsi obat ini dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali atau dua kali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Jika obat ini mengganggu perut Anda, Anda dapat menggunakannya dengan makanan.

Obat ini bekerja dengan baik bila jumlahnya dalam tubuh Anda berada pada tingkat yang konstan. Oleh karena itu, gunakan obat ini secara teratur. Karena produsen yang berbeda memiliki rekomendasi yang berbeda pula, tanyakan dengan dokter atau apoteker tentang waktu terbaik untuk menggunakan teophylline merek tertentu yang Anda gunakan.

Jangan menghancurkan atau mengunyah teofilin. Melakukan hal tersebut dapat melepaskan semua obat sekaligus, meningkatkan risiko efek samping. Selain itu, jangan membagi tablet kecuali mereka memiliki garis bagi dan dokter atau apoteker memberitahu Anda untuk melakukannya. Telanlah seluruh atau sebagian tablet tanpa menghancurkan atau mengunyah.

Jika Anda mengonsumsi kapsul, telan secara utuh. Jika Anda tidak dapat menelan mereka, Anda dapat membuka kapsul dan taburi isinya ke sesendok makanan lunak seperti saus apel atau puding. Makan seluruh campuran segera tanpa dikunyah. Kemudian minum segelas penuh cairan (8 ons atau 240 mililiter). Jangan menyiapkan persediaan obat untuk penggunaan yang akan datang.

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda, respon terhadap pengobatan, usia, berat badan, tingkat obat dalam darah, dan obat lain yang Anda gunakan. (Lihat juga bagian Interaksi Obat.) Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat yang paling banyak. Retaphyl theophylline 300 obat apa membantu Anda mengingat, gunakan pada waktu yang sama setiap hari. Informasikan dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda. Bagaimana cara penyimpanan Theophylline? Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda. Dosis Theophylline Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan. Berapa dosis obat theophylline untuk orang dewasa?

• Dosis awal: 5 mg / kg dosis awal (pasien tidak menerima Theophylline atau aminofilin). • Dosis pemeliharaan: untuk orang dewasa sehat yang tidak merokok: 10 mg / kg / hari. Jangan melebihi 900 mg / hari. • Untuk perokok sehat: 16 mg / kg / hari. • Pasien dengan gagal jantung bawaan atau cor pulmonale: 5 mg / kg / hari.

Jangan melebihi 400 mg / hari. Berapa dosis obat teofilin untuk anak-anak? Dosis awal: Jika Theophylline tidak diberikan dalam 24 jam: 5 mg / kg dosis awal untuk mencapai konsentrasi serum sekitar 10 mcg / mL; dosis awal harus diberikan menggunakan produk oral yang dapat diserap dengan cepat bukan produk berkelanjutan). Jika Theophylline telah diberikan dalam 24 jam: 2,5 mg / kg Theophylline dapat diberikan dalam keadaan darurat ketika konsentrasi serum tidak tersedia.

Dosis pemeliharaan: • Bayi kurang dari 42 hari: 4 mg / kg / hari secara oral. • Bayi 42 hari sampai 181 hari: 10 mg / kg / hari secara oral. dosis alternatif: [(0,2 x umur dalam minggu) + 5] x kg = 24 jam dosis oral dalam miligram. • Bayi 6 bulan, kurang dari 12 bulan: 12 sampai 18 mg / kg / hari. Dosis alternatif: [(0,2 x umur dalam minggu) + 5] x kg = 24 jam dosis oral dalam miligram.

• 1 – 8 tahun: 20-24 mg / kg / hari. • 9 – 11 tahun: 16 mg / kg / hari. • 12 – 15 tahun: 13 mg / kg / hari. • 16 tahun atau lebih: 10 mg / kg / hari. Jangan melebihi 900 mg / hari. Dalam dosis apakah theophylline tersedia? • Kapsul: 100 mg; 200 mg; 300 mg; 400 mg • Elixir: 80 mg / 15 mL (473 mL) • 15/80 mg mL larutan • Tablet 100 mg; 200 mg; 300 mg; 450 mg; 600 mg. Efek samping Theophylline Apa efek samping teofilin yang mungkin terjadi?

Efek samping teofilin yang tidak begitu serius mungkin termasuk: • Sakit perut, diare • Sakit kepala • Berkeringat • Masalah tidur (insomnia) • Merasa gelisah, gugup, atau mudah marah Hentikan menggunakan Theophylline dan hubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari efek samping yang serius berikut ini: • Muntah parah dan menerus; • Detak jantung yang cepat atau tidak rata; • Kejang; • Kebingungan, tremor atau gemetar; • Mual dan muntah, sakit kepala parah, denyut jantung cepat; • Kalium rendah (kebingungan, denyut jantung tidak merata, haus yang ekstrim, peningkatan buang air kecil, ketidaknyamanan pada kaki, kelemahan otot atau perasaan lemas); atau • Gula darah tinggi ( rasa haus meningkat, buang air kecil meningkat, kelaparan, mulut kering, bau napas, mengantuk, kulit kering, penglihatan kabur, penurunan berat badan) Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini.

Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda. Peringatan dan Perhatian Obat Theophylline Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Theophylline? Dalam memutuskan untuk menggunakan obat, risiko minum obat harus dipertimbangkan.

Ini adalah keputusan Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, berikut harus dipertimbangkan: Alergi Beri tahu dokter jika Anda pernah memiliki reaksi yang tidak biasa atau alergi terhadap obat ini atau obat-obatan lainnya.

Juga beritahu ahli kesehatan jika Anda memiliki jenis lain dari alergi, seperti untuk makanan, pewarna, pengawet, atau hewan. Untuk produk non-resep, baca label atau bahan obat dengan hati-hati. Anak-anak Studi yang dilakukan untuk saat ini belum menunjukkan masalah anak-anak khusus yang akan membatasi kegunaan Theophylline pada anak-anak. Namun, anak-anak muda pada usia 1 tahun lebih mungkin memiliki efek samping yang serius, yang mungkin memerlukan penyesuaian dosis untuk pasien yang menerima Theophylline.

Lansia Studi yang tepat dilakukan untuk saat ini belum menunjukkan masalah orang tua khusus yang akan membatasi kegunaan Theophylline pada orang tua. Namun, pasien usia lanjut mungkin lebih sensitif terhadap efek Theophylline daripada orang muda, dan lebih mungkin untuk memiliki masalah ginjal, hati, jantung, atau paru-paru, yang mungkin memerlukan penyesuaian dosis untuk pasien yang menerima Theophylline.

Apakah Theophylline aman untuk ibu hamil dan menyusui? Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA : • A = Tidak berisiko • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian • C = Mungkin berisiko • D = Ada bukti positif dari risiko • X = Kontraindikasi • N = Tidak diketahui Interaksi Obat Theophylline Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Theophylline? Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan retaphyl theophylline 300 obat apa, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat-obatan berikut ini tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin memutuskan untuk tidak memperlakukan Anda dengan obat retaphyl theophylline 300 obat apa atau mengubah beberapa obat lain yang Anda ambil.

• Amifampridine • Riociguat Menggunakan obat ini dengan salah satu obat-obatan berikut biasanya tidak dianjurkan, tapi mungkin diperlukan dalam beberapa kasus. Jika kedua obat yang diresepkan bersamaan, dokter Anda dapat mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

• Acrivastine • Adenosine • Blinatumomab • Bupropion • Ceritinib • Cimetidine • Ciprofloxacin • Cobicistat • Deferasirox • Desogestrel • Dienogest • Dihydroartemisinin retaphyl theophylline 300 obat apa Drospirenone • Enoxacin • Erythromycin • Estradiol Cypionate • Estradiol Valerate • Ethinyl Estradiol • Ethynodiol Diacetate • Etintidine • Etonogestrel • Fluconazole • Fluvoxamine • Fosphenytoin • Halothane • Idelalisib • Idrocilamide • Imipenem • Levofloxacin • Levonorgestrel • Medroxyprogesterone Acetate • Mestranol • Mexiletine • Nilotinib • Norelgestromin • Norethindrone • Norgestimate • Norgestrel • Pefloxacin • Peginterferon Alfa-2a • Peginterferon Alfa-2b • Phenytoin • Pixantrone • Regadenoson • Rofecoxib • Siltuximab • Thiabendazole • Troleandomycin • Vemurafenib • Zileuton Menggunakan obat ini dengan salah satu obat-obatan berikut dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping tertentu, tetapi menggunakan kedua obat mungkin merupakan pengobatan terbaik untuk Anda.

Jika kedua obat yang diresepkan bersamaan, dokter Anda dapat mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan salah satu atau kedua obat. • Adinazolam • Alprazolam • Aminoglutethimide • Amiodarone • Azithromycin • Bromazepam • Brotizolam • Cannabis • Carbamazepine • Chlordiazepoxide • Clobazam • Clonazepam • Clorazepate • Diazepam • Disulfiram • Estazolam • Febuxostat • Flunitrazepam • Flurazepam • Halazepam • Interferon Alfa-2a • Ipriflavone • Isoproterenol • Ketazolam • Lorazepam • Lormetazepam • Medazepam • Methotrexate • Midazolam • Nilutamide • Nitrazepam • Oxazepam • Pancuronium • Pentoxifylline • Phenobarbital • Piperine • Prazepam • Propafenone • Quazepam • Rifampin • Rifapentine • Riluzole • Ritonavir • Secobarbital • St John’s Wort • Tacrine • Tacrolimus • Telithromycin • Temazepam • Ticlopidine • Triazolam • Viloxazine • Zafirlukast Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Theophylline?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Menggunakan obat ini dengan salah satu dari berikut biasanya tidak dianjurkan, tapi mungkin dalam beberapa kasus yang tidak dapat dihindari. Jika digunakan bersamaan, dokter Anda dapat mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan obat ini, atau memberikan instruksi khusus tentang penggunaan makanan, alkohol, atau tembakau. • Tembakau Menggunakan obat ini dengan salah satu dari berikut dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping tertentu tetapi mungkin dalam beberapa kasus yang tidak dapat dihindari.

Jika digunakan bersamaan, dokter Anda dapat mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan obat ini, atau memberikan instruksi khusus tentang penggunaan makanan, alkohol, atau tembakau. • Kafein • Makanan Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Theophylline? Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain.: • Gagal jantung bawaan atau • Cor pulmonal (kondisi jantung) atau • Demam dari 38,8 derajat Celcius atau lebih tinggi selama 24 jam atau lebih atau • Hypothyroidism (tiroid kurang aktif) atau • Infeksi berat (misalnya, sepsis) atau • Penyakit ginjal pada bayi lebih muda dari usia 3 bulan atau • Penyakit hati (misalnya, sirosis, hepatitis) atau • Edema paru (kondisi paru-paru) atau • Syok (kondisi serius dengan aliran darah yang sangat sedikit dalam tubuh) -Gunakan dengan hati-hati.

Efek dapat ditingkatkan karena pembersihan obat yang lambat dari tubuh. • Masalah irama jantung (misalnya, aritmia) atau • Kejang, atau riwayatnya, atau • Maag–Gunakan dengan hati-hati. Mungkin membuat kondisi lebih buruk Overdosis Theophylline Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis? Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis? Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa.

Jangan menggandakan dosis.
Theophylline (teofilin) merupakan obat-obatan bronkodilator turunan methylxanthines. Obat ini memiliki fungsi serupa dengan obat aminophylline, tetapi mempunyai efektivitas yang lebih kuat. Obat ini telah digunakan untuk keperluan medis sejak 1930-an. Secara struktural, theophylline mirip dengan kafein dan sering diberikan untuk penyakit radang saluran napas.

Berikut informasi selengkapnya mengenai manfaat obat, dosis, cara pakai, serta risiko efek sampingnya. Untuk apa obat theophylline? Theophylline adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati serangan bronkospasme. Bronkospasme ini adalah kejadian di mana terjadi penyempitan saluran udara sehingga menimbulkan gangguan pernapasan.

Biasanya theophylline diberikan untuk mengobati asma atau penyakit lain yang membutuhkan relaksasi saluran pernapasan. Biasanya obat ini dimanfaatkan untuk meredakan sesak dada, mengi dan batuk sehingga kamu dapat bernapas dengan lebih mudah.

Theophylline tersedia sebagai sediaan kapsul tablet (kaptab) yang diminum melalui mulut. Untuk pengobatan serangan akut, obat ini tersedia sebagai injeksi aminofilin melalui alat yang dinamakan nebulizer.

retaphyl theophylline 300 obat apa

Apa fungsi dan manfaat obat theophylline? Theophylline berfungsi sebagai agen bronkodilator yang bekerja dengan merelaksasikan otot polos bronkial dan menghambat aktivitas adenosin. Adenosin adalah neurotransmitter yang berperan dalam mengontrol kontraksi otot polos dan melemaskan otot jantung.

Dengan kata lain, obat ini bekerja dengan membuka saluran udara pada paru-paru dengan mengurangi respons zat yang menyebabkan saluran udara menyempit. Dengan demikian, kamu dapat lebih mudah bernapas.

Dalam bidang medis, theophylline memiliki manfaat untuk mengobati beberapa kondisi berikut: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) Penyakit ini merupakan gangguan pernapasan jangka panjang yang ditandai dengan aliran pernapasan yang buruk. Selain itu, penyakit ini berkembang dan memburuk dari waktu ke waktu. Bronkitis kronis dan emfisema adalah sebutan lain untuk penyakit ini.

Selain perubahan gaya hidup, termasuk berhenti merokok, pengobatan untuk mencegah penyakit yang semakin memburuk sangat diperlukan. Obat-obatan yang umumnya diberikan termasuk bronkodilator dan kortikosteroid (misalnya, prednisone) untuk mencegah peradangan. Bronkodilator berfungsi sebagai agen untuk membantu pasien PPOK lebih mudah bernapas, mengurangi sesak napas serta mengi.

retaphyl theophylline 300 obat apa

Obat-obatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien. Asma Asma merupakan penyakit peradangan jangka panjang pada saluran pernapasan. Untuk serangan akut asma, obat yang bekerja cepat biasanya lebih direkomendasikan. Obat-obatan ini termasuk salbutamol dan kortikosteroid. Theophylline dapat digunakan sebagai terapi tambahan dalam pengobatan asma. Pemberian obat untuk jangka panjang sebaiknya dengan pengawasan dari dokter karena risiko kemungkinan stimulasi jantung yang berlebihan.

Merek dan harga obat theophylline Obat ini termasuk dalam golongan obat resep yang hanya bisa didapatkan dengan rekomendasi dari dokter. Beberapa merek obat theophylline yang telah beredar di Indonesia adalah Asmano, Asmasolon, Retaphyl SR, Theobron, Bronchophylin, Bronsolvan, Bufabron. Berikut informasi mengenai beberapa merek obat beserta harganya: • Teolas tablet. Sediaan tablet mengandung salbutamol sulfate dan theophylline untuk mengobati asma dan bronkitis. Obat ini diproduksi oleh Erela dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp162/tablet.

• Asthma-Soho STR. Sediaan kaplet mengandung ephedrine HCl 12,5mg dan theophylline 125mg. Obat ini diproduksi oleh PT Soho Industri Farmasi dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp2.709/strip isi 4 kaplet. • Retaphyl SR 300mg tablet.

Sediaan kaplet lepas lambat untuk mengatasi gejala serangan asma bronkial. Obat ini diproduksi oleh Kimia Farma dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp2.759/kaplet. • Bufabron tablet. Sediaan tablet untuk mengobati gejala asma bronkial yang diproduksi oleh Bufa Aneka.

Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.502/tablet. • Luvismatablet. Sediaan tablet mengandung theophylline 130mg dan ephedrine HCl 10mg untuk mengobati asam dan PPOK. Obat ini diproduksi oleh Ifars dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp5.302/strip isis 10 tablet. • Euphylline retard 250mg tablet. Sediaan tablet mengandung theophylline anhydrous untuk mengobati PPOK dan asma. Obat ini diproduksi oleh Pharos dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp4.351/tablet.

Bagaimana cara minum obat theophylline? Baca dan ikuti petunjuk cara pakai serta dosis yang telah ditentukan oleh dokter. Jika ada yang tidak kamu pahami, tanyakan kembali hal tersebut pada dokter atau apoteker. Jangan gunakan theophylline untuk serangan bronkospasme atau asma akut. Gunakan obat inhalasi yang memadai untuk mengatasi serangan asma dengan cepat. Segera hubungi dokter apabila gejala tidak membaik atau obat tidak dapat bekerja dengan baik.

Tanyakan pada dokter atau apoteker apakah kamu harus menggunakan obat dengan atau tanpa makanan. Beberapa merek obat theophylline bisa diresepkan berbeda.

Obat tablet salut selaput sebaiknya diminum utuh dengan segelas air putih. Obat jangan dikunyah, dihancurkan, atau digerus karena tablet tersebut diformulasikan untuk lepas lambat. Apabila kamu kesulitan menelan kapsul, kamu bisa membuka kapsul dan menaburkan isinya pada sesendok makanan lunak, seperti yogurt. Theophylline harus diminum secara teratur agar kamu mendapatkan hasil pengobatan yang efektif.

Terus minum obat ini meskipun kamu merasa lebih baik. Jangan berhenti meminumnya kecuali diinstruksikan oleh dokter.

Jika kamu lupa minum, minum obat segera saat kamu ingat. Lewati dosis apabila tiba waktu minum dosis selanjutnya. Jangan menggandakan dosis minum obat dalam satu waktu minum. Sebaiknya kamu melalui pemeriksaan medis secara berkala untuk melihat efektivitas obat. Jangan mengubah dosis atau jadwal pengobatan tanpa ada perintah dari dokter.

Beritahu dokter apabila kamu menggunakan theophylline apabila kamu akan menjalani tes laboratorium tertentu, misalnya kolesterol atau gula darah.

Kamu bisa menyimpan theophylline dalam suhu ruangan terhindar dari kelembapan dan sinar matahari setelah digunakan. Berapa dosis obat theophylline? Dosis dewasa Bronkospasme berat akut Dosis lazim: 4,6mg per kg melalui infus ke pembuluh darah vena (intravena) selama 30 menit. Dosis pemeliharaan: 0,4mg per kg berat badan per jam.

Bronkospasme akut Dosis lazim sebagai obat oral yang diminum melalui mulut: 5mg per kg berat badan. Bronkospasme kronis Dosis sebagai tablet pelepasan termodifikasi bentuk anhidrat: 250-500 mg diminum dua kali sehari. Sedangkan untuk dosis alternatif dapat diberikan 400 atau 600 mg sekali sehari.

Dosis sebagai tablet pelepasan termodifikasi bentuk monohidrat: 200 mg setiap 12 jam. Selain itu, dosis dapat disesuaikan menjadi 300 mg atau 400 mg setiap 12 jam berdasarkan respons klinis. Dosis anak Bronkospasme berat akut Dosis lazim: 4,6 mg per kg melalui infus selama 30 menit. Dosis pemeliharaan yang diberikan melalui infus intravena: • Usia 1 hingga kurang dari 9 tahun: 0.8mg per kg berat badan per jam • Usia 9 hingga 12 tahun: 0,7 mg / kg / jam.

Bronkospasme kronis Dosis dalam bentuk monohidrat untuk anak usia kurang dari 6 tahun: 9mg per kg berat badan, diminum dua kali sehari. Dosis dalam bentuk anhidrat: • Usia 6 hingga 12 tahun dengan berat badan 20 sampai 35 kg: 125 – 250mg diminum dua kali sehari. • Usia di atas 12 tahun dapat diberikan dosis sama dengan dosis dewasa. Apakah theophylline aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan theophylline dalam golongan obat kategori kehamilan C. Studi penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa obat ini dapat menyebabkan risiko merugikan pada janin (teratogenik).

Namun, ada studi terkontrol yang lebih memadai pada wanita retaphyl theophylline 300 obat apa. Penggunaan obat dapat dilakukan apabila potensi manfaat yang didapat lebih besar dari risikonya. Theophylline diketahui dapat terserap retaphyl theophylline 300 obat apa ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Konsultasikan lebih lanjut mengenai hal ini dengan dokter. Apa efek samping obat theophylline yang mungkin terjadi? Beberapa efek samping mungkin muncul karena respons dari tubuh pasien atau karena penggunaan obat yang tidak tepat dosis.

Hubungi dokter apabila muncul gejala efek samping berikut: • Gejala reaksi alergi, seperti gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan • Muntah parah yang berkelanjutan • Sakit kepala yang berkelanjutan • Kesulitan tidur (insomnia) • Detak jantung cepat • Kejang • Tanda-tanda baru penyakit, terutama demam • Kadar kalium rendah yang ditandai dengan kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, dada berdebar, peningkatan rasa haus atau buang air retaphyl theophylline 300 obat apa, mati rasa atau kesemutan, kelemahan otot atau perasaan lemas • Gula darah tinggi yang ditandai dengan gejala rasa haus meningkat, buang air kecil meningkat, mulut kering, bau napas buah.

Reaksi efek samping yang serius lebih mungkin berisiko pada orang tua usia lanjut.

retaphyl theophylline 300 obat apa

Sebaiknya penggunaan obat pada orang tua selalu dipantau dan diberikan dosis efektif terendah untuk meminimalkan risiko. Efek samping umum yang mungkin terjadi dari penggunaan theophylline, antara lain: • Mual, muntah, diare • Sakit kepala • Gangguan tidur (insomnia) • Tremor • Berkeringat • Merasa gelisah atau mudah tersinggung Peringatan dan perhatian Kamu tidak boleh menggunakan theophylline apabila memiliki riwayat alergi dengan obat ini atau obat yang serupa sebelumnya, seperti aminophylline.

Beritahu dokter mengenai riwayat alergi yang kamu miliki. Kamu mungkin juga tidak bisa menggunakan theophylline apabila memiliki riwayat penyakit berikut: • Serangan jantung baru-baru ini • Detak jantung yang tiba-tiba dan cepat • Porfiria (kelainan bawaan yang menyebabkan kelainan kulit atau sistem saraf) Jangan memberikan obat ini pada anak-anak tanpa ada petunjuk dari dokter.

Kamu juga tidak boleh memberikan theophylline apabila anak sudah menggunakan obat ephedrine. Tanyakan pada dokter apakah kamu aman untuk menggunakan theophylline apabila memiliki riwayat kesehatan berikut: • Tekanan darah tinggi • Penyakit jantung misalnya detak jantung tidak teratur, gagal jantung • Penyakit paru-paru • Fibrosis kistik • Gangguan tiroid misalnya kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif • Sakit maag • Riwayat epilepsi • Infeksi virus • Pembesaran prostat • Penyakit hati • Penyakit ginjal • Sering merokok Sebaiknya kamu beritahukan ke dokter apabila kamu sedang hamil atau menyusui bayi sebelum menggunakan theophylline.

Kamu bisa memberitahu dokter apabila kamu memiliki kebiasaan minum alkohol dalam jumlah besar. Selain itu, kamu juga bisa menginfokan ke dokter apabila kamu telah menerima vaksinasi baru-baru ini. Jangan menggunakan vaksinasi apa pun saat kamu menggunakan theophylline tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Beritahu dokter dan apoteker apabila kamu menggunakan salah satu dari obat-obatan berikut: • Obat untuk tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, misal propranolol, verapamil • Obat untuk epilepsi retaphyl theophylline 300 obat apa, misalnya carbamazepine, phenytoin, phenobarbital • Obat-obatan untuk mengobati depresi, misalnya fluvoxamine, viloxazine • Obat-obatan untuk mengobati TBC (tuberkulosis), misalnya rifampicin, isoniazid • Antibiotik tertentu, misalnya erythromycin, clarithromycin, ciprofloxacin, enoksasin • Obat asam urat, misalnya sulfinpyrazone, allopurinol • Ritonavir • Fluconazole • Lithium • Cimetidine • St.

John’s wort (obat herbal) • Pil KB Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 26 Maret 2021, Theophylline - C7H8N4O2 – PubChem Drugsite Trust, diakses pada 26 Maret 2021, Theophylline – FDA prescribing information MedlinePlus – Health Information from the Retaphyl theophylline 300 obat apa Library of Medicine, diakses pada 26 Maret 2021, Theophylline: MedlinePlus Drug Information Healthline Media, Inc, diakses pada 26 Maret 2021, Theophylline - Side Effects, Dosage, Uses & More Science Direct, diakses pada 26 Maret 2021, Theophylline – an overview The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 26 Maret 2021, Theophylline: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 26 Maret 2021, TEOFILIN - PIO Nas Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 27 maret 2021, 3.1.1 Teofilin - PIO Nas – POMTerbantu banget dengan adanya HonestDocs saat saya lagi nyari obat yg susah dicari.

Obatnya jg cepet sampenya. 😄🙏Makasi banyak ya. Padahal saya cerewet banget, karena masih baru pake layanan ini.

Eh, ternyata adminnya tetep sabar dan ramah. Proses pendataannya juga cepet.

retaphyl theophylline 300 obat apa

Sukses selalu buat HonestDocs Ringkasan singkat • Bahan aktif: Theophylline 300 mg • Kemasan: 1 dos isi 10 setrip x 10 kaplet lepas lambat • Manfaat: Teofilin digunakan untuk mengobati atau mencegah serangan bronkospasme (gangguan pernapasan yang disebabkan oleh pengetatan dan penyempitan saluran udara). Teofilin adalah bronkodilator yang membantu mengobati asma atau penyakit dada lainnya dengan merelaksasikan saluran udara paru-paru, dan meredakan sesak dada, mengi dan batuk sehingga Anda dapat bernapas dengan lebih mudah • Dosis: • Untuk bronkospasme akut.

Dewasa: Dosis individual berdasarkan kadar teofilin serum; gunakan berat badan ideal untuk menghitung dosis. Sebagai larutan teofilin (anhidrat) segera-rilis: Pada pasien yang belum menerima teofilin atau agen xantin lainnya dalam 24 jam sebelumnya: Dosis muatan: 5 mg/kgBB untuk mencapai rata-rata sekitar 10 mcg/mL kadar serum puncak. Persyaratan dosis harus dipandu oleh konsentrasi teofilin serum pasien, keamanan, dan tolerabilitas (lihat pedoman produk rinci). Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan • Untuk bronkospasme kronis.

Dewasa: Dosis individual berdasarkan kadar teofilin serum; gunakan berat badan ideal untuk menghitung dosis. Untuk profilaksis dan pengobatan bronkospasme dan bronkokonstriksi reversibel yang berhubungan dengan asma, COPD, dan bronkitis kronis: Sebagai tab pelepasan termodifikasi teofilin (anhidrat): 250-500 mg dua kali sehari.

Sebagai alternatif, 400 atau 600 mg sekali sehari. Sebagai tablet pelepasan termodifikasi teofilin monohidrat: Dosis pemeliharaan biasa: 200 mg setiap 12 jam, dapat disesuaikan menjadi 300 mg atau 400 mg setiap 12 jam berdasarkan respons klinis. Persyaratan dosis harus dipandu oleh konsentrasi teofilin serum pasien, keamanan, dan tolerabilitas (lihat pedoman produk rinci). Anak: Menentukan dosis berdasarkan kadar teofilin serum; gunakan berat badan ideal untuk menghitung dosis.

Sebagai tablet pelepasan termodifikasi teofilin monohidrat: ≥6 tahun Dosis pemeliharaan biasa: 9 mg/kgBB duaa kali sehari. Sebagai tablet pelepasan termodifikasi teofilin (anhidrat): 6-12 tahun 20-35 kg: 125-250 mg dua kali sehari; > 12 tahun: Sama dengan dosis dewasa. Persyaratan dosis harus dipandu oleh konsentrasi teofilin serum pasien, keamanan, dan tolerabilitas (lihat pedoman produk rinci).

Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan • Nomor Registrasi BPOM: DKL9312514106A1 • Gratis konsultasi obat via Whatsapp bersama apoteker kami Rincian produk Komposisi • Theophylline 300 mg Dosis • Retaphyl theophylline 300 obat apa bronkospasme akut • Dewasa: Dosis individual berdasarkan kadar teofilin serum; gunakan berat badan ideal untuk menghitung dosis.

Sebagai larutan teofilin (anhidrat) segera-rilis: Pada pasien yang belum menerima teofilin atau agen xantin lainnya dalam 24 jam sebelumnya: Dosis muatan: 5 mg/kgBB untuk mencapai rata-rata sekitar 10 mcg/mL kadar serum puncak. Persyaratan dosis harus dipandu oleh konsentrasi teofilin serum pasien, keamanan, dan tolerabilitas (lihat pedoman produk rinci) • Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan • Untuk bronkospasme kronis • Dewasa: Dosis retaphyl theophylline 300 obat apa berdasarkan kadar teofilin serum; gunakan berat badan ideal untuk menghitung dosis.

Untuk profilaksis dan pengobatan bronkospasme dan bronkokonstriksi reversibel yang berhubungan dengan asma, COPD, dan bronkitis kronis: • Sebagai tablet pelepasan termodifikasi teofilin (anhidrat): 250-500 mg dua kali sehari.

retaphyl theophylline 300 obat apa

Sebagai alternatif, 400 atau 600 mg sekali sehari • Sebagai tablet pelepasan termodifikasi teofilin monohidrat: Dosis pemeliharaan biasa: 200 mg setiap 12 jam, dapat disesuaikan menjadi 300 mg atau 400 mg setiap 12 jam berdasarkan respons klinis.

Persyaratan dosis harus dipandu oleh konsentrasi teofilin serum pasien, keamanan, dan tolerabilitas (lihat pedoman produk rinci) • Anak: Menentukan dosis berdasarkan kadar teofilin serum; gunakan berat badan ideal untuk menghitung dosis • Sebagai tablet pelepasan termodifikasi teofilin monohidrat: ≥6 tahun: Dosis pemeliharaan biasa: 9 mg/kgBB dua kali sehari • Sebagai tablet pelepasan termodifikasi teofilin (anhidrat) • 6-12 tahun, 20-35 kg: 125-250 mg dua kali sehari • > 12 tahun: Sama dengan dosis dewasa.

retaphyl theophylline 300 obat apa

Persyaratan dosis harus dipandu oleh konsentrasi teofilin serum pasien, keamanan, dan tolerabilitas (lihat pedoman produk rinci). Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperluka • Telan utuh, tablet jangan dikunyah atau dihancurkan Perhatian • Jangan mengkonsumsi Retaphyl SR jika: • Anda mederita tukak lambung • Anda menderita diabetes • Gratis konsultasi obat via Whatsapp bersama apoteker kami sebelum mengkonsumsi Retaphyl SR jika: • Anda memiliki riwayat penyakit hati, epilepsi, hipoksemia, hipertensi, riwayat tukak lambung • Hati-hati penggunaan pada anak < 6 tahun • Hati-hati penggunaan pada ibu hamil atau menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait • Anda mengonsumsi obat-obatan berikut: • Dapat meningkatkan ekskresi litium dan efek antikoagulan • Simetidin, alopurinol, eritromisin, propranolol, troleandomisin, dan kontrasepsi oral dapat meningkatkan kadar teofilin serum • Penggunaan bersamaan dengan rifampisin, efedrin • Hindari pengunaan bersama dengan preparat xantin lain • Ibu hamil dan menyusui, silahkan cek daftar obat yang aman retaphyl theophylline 300 obat apa atau Gratis konsultasi obat via Whatsapp bersama apoteker kami: • Kategory keamanan kehamilan: Kategori C (Pelajari lebih lanjut tentang Kategori Keamanan Kehamilan disini) • Cek daftar obat-obatan yang aman selama hamil • Cek daftar obat-obatan yang aman selama menyusui Efek samping • Efek samping yang umum: Mual, muntah, sakit kepala, diare, palpitasi, insomnia.

Pada anak: hematemesis, perangsangan sistem saraf pusat, diaforesis, demam • Efek samping lain: dapat terjadi pada beberapa pasien • Beri tahu dokter atau apoteker Anda sesegera mungkin jika Anda merasa tidak enak badan setelah minum obat Penyimpanan • Simpan tablet Anda di tempat yang sejuk dan kering dengan suhu di bawah 20-25 ° C. • Simpan di tempat yang tidak dapat dijangkau anak-anak.

• Jangan gunakan obat setelah tanggal kedaluwarsa ini. Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi • Theophylline Tampilkan lebih banyak

Theophylline: Learn More About Asthma and COPD Treating Drug




2022 www.videocon.com