Bakteriofag adalah

bakteriofag adalah

MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan bakteriofag adalah Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • bakteriofag adalah Me) 10.1.

Sebarkan ini: Pengertian Bakteriofag Bakteriofage ialah virus yang menginfeksi bakteri, Walaupun spektrum bakteri yang dapat diinfeksi satu bakteriofage itu terbatas, banyaknya bakteriofage yang ada tak terhitung jumlahnya itu maka sangat mungkin bahwa paling sedikit terdapat satu bakteriofage untuk setiap tipe bakteri (Utomo, 2009). Virus(bahasa latin) artinya racun. Hampir semua virus dapat menyebabkan penyakit pada organisme lain.

Jenis-jenis virus yaitu virus pada tumbuhan, virus pada hewan, virus pada manusia, dan virus pada bakteri yang dikenal sebagai Bakteriofage. Bakteriofageatau sering disebut fage adalah kesatuan biologis paling sederhana yang diketahui mampu mereplikasi dirinya (mampu menggandakan dirinya bakteriofag adalah menjadi lebih banyak). Dengan demikian, jasad renik ini dijadikan penelitian dalam genetika, yaitu dijadikan sistem model untuk mempelajari patogenesitas yang disebabkan virus.

Bakteriofage mula-mula ditemukan secara terpisah Frederich W.Twort di Inggris pada tahun 1915 dan oleh ilmuwan Prancis, D’Herelle pada tahun 1917, merupakan virus yang menginfeksi atau menyerang bakteri. Virus ini sering digunakan oleh para ilmuwan untuk penelaahan lebih mendalam tentang virus karena mudah ditumbuhkan pada bakteri (inang).

Virus yang hidup pada bakteri teersebut mudah dipelihara dengan kondisi yang dapat dikendalikan dan ruangan yamg relatif sedikit dibandingkan dengan pemeliharaan inang berupa tumbuhan atau hewan. Oleh karena itu Bakteriofage menjadi perhatian besar untuk penelitian virus. Fage pada hakekatnya terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang terkemas di dalam selubung protein pelindung.

Reproduksi virus bakterial yang virulen mencakup urutan umum sebagai berikut: adsorbsi partikel fage, penetrasi asam nukleat, replikasi asam nukleat virus, perakitan partikel-partikel fage baru, dan pembebasan partikel-partikel fage ini bakteriofag adalah dalam suatu ledakan bersamaan dengan terjadinya lisis sel inang.

Fage-fage virulen telah digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri patogenik. Bakteriofag Kenyataannya virus ada di mana-mana, terbukti sering terjadi mewabahnya suatu penyakit yang tidak mengenal daerah tertentu. Dengan demikian, virus ini sama seperti virus pada umumnya yang dapat hidup luas di alam. Bentuknya juga hampir sama seperti virus, yaitu terdiri atas sebuah inti asam nukleat yang dikelilingi oleh selubung protein. Virus ini mempunyai ekor yang digunakan untuk melewatkan asam nukleatnya ketika menginokulasi sel inang.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Tubuh Virus – Pengertian, Ciri, Bentuk, Parasitisme, Bagian, Ukuran, Proses, Reproduksi Morfologi dan Struktur Bakteriofage Jika kita amati, tubuh bakteriofage tersusun atas kepala, ekor, dan serabut ekor.

Kepala berbentuk polyhedral (segi banyak) yang di dalamnya mengandung DNA dan RNA saja. Dari kepala muncul tubus atau selubung memanjang yang dinamakan sebagai ekor virus.

ekor ini bertugas sebagai alat penginfeksi. Bagian antara kepala dan ekor bakteriofag adalah selubung yang disebut kapsid Bakteriofag adalah tersusun atas molekul-molekul protein, oleh sebab itu disebut sebagai selubung protein atau pembungkus protein, fungsinya sebagai pelindung bakteriofag adalah nukleat DNA dan RNA, dapat membantu menginfeksi virus ke sel inangnya dan menentukan ma%am sel yang akan dilekati.

‘oba perhatikan, pada bagian ujungnya ditumbuhi serabut-serabut ekor yang dapat berfungsi sebagai penerima rangsang atau reseptor. (ejumlah subunit molekul protein yang menyusun kapsid dan identik satu dengan yang lain disebut kapsomer. )elah kitaketahui bahwa ekor bakteriofage bertugas untuk menginfeksi. Tahukah anda bahwa bakteriofage sebenarnya mempunyai dua tipe cara menginfeksi,yaitu litik atau virulen dan tenang atau lisogenik. Cara-Cara menginfeksi bakteriofage bakteriofag adalah juga sekaligus digunakan sebagai cara bereproduksi (memperbanyak diri!) • Kelompok morfologi fage Semua fage mempunyai inti asam nukleat yang ditutupi oleh selubung protein, atau kapsid.

Kapsid ini tersusun dari subunit morfologis yang disebut kapsomer. Kapsomer terdiri dari sejumlah subunit atau molekul protein yang disebut protomer. Virus bakteri dapat dikelompokkan ke dalam enam tipe morfologis: • Tipe yang paling rumit ini mempunyai kepala heksagonal, ekor yang kaku dengan seludang kontraktil, dan serabut ekor.

Dengan DNA berjumlah 2. • Serupa tipe A, tipe ini mempunyai kepala heksagonal. Tetapi, tidak memiliki seludang kontraktil, ekor kaku dan mengenai serabut ekor, ada atau tidak mempunyai serabut ekor. Dengan DNA berjumlah 2. • Tipe ini dicirikan oleh sebuah kepala heksagonal, dengan ekor yang lebih pendek dari kepalanya. Ekornya tidak mempunayi seludang kontraktil dan mengenai serabut ekor, Serabut ekor ada atau tidak. Dengan DNA berjumlah 2. • Tipe ini mempunayi sebuah kepala tanpa ekor, dan kepalanya tesusun dari kapsomer-kapsomer besar.

DNA berjumlah 1. • Tipe ini mempunayi sebuah kepala tanpa ekor, dan kepalanya tersusun dari kapsomer-kapsomer kecil. Dengan RNA berjumlah 1. • Tipe ini berbentuk filamen. Dengan DNA berjumlah 1. Tipe-tipe A, B, dan C menunjukkan morfologi yang unik bagi bakteiofage. Tipe-tipe morfologis dalam kelompok D dan E dijumpai pula pada virus tumbuhan dan hewan. Bentuk yang seperti filamen, pada kelpmpok F dijumpai pada beberapa virus tumbuhan • Struktur fage Tubuh Bakteriofage tersusun atas kepala, ekor,dan serabut ekor.

Kepala berbentuk polyhedral (segi banyak) yang di dalamnya mengandung DNA atau RNA saja. Dari kepala muncul tubus atau selubung memanjang yang disebut sebagai ekor virus. Ekor ini bertugas sebagai alat penginfeksi. Bagian antara kepala dan ekor memiliki selubung yang disebut kapsid. Kapsid tersusun atas molekul-molekul protein sehingga disebut selubung protein atau pembungkus protein dan berfungsi sebagai pelindung asam nukleat (DNA dan RNA), dapat membantu menginfeksi virus ke sel inangnya dan menentukan macam sel yang akan dilekati.

Pada bagian ujung ekornya ditumbuhi serabut-serabut ekor yang dapat berfungsi sebagai penerima rangsang atau reseptor. Sejumlah subunit molekul protein yang menyusun kapsid dan identik satu dengan yang lain disebut kapsomer. Dibandingkan dengan kebanyakan virus, bakteriofage sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatur secara cermat.

Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup. Pada virus T4 asam nukleatnya adalah DNA, tetapi pada banyak virus lain, termasuk virus penyebab AIDS, polio, dan flu, asam nukleatnya adalah RNA.

• Asam nukleat fage Tipe morfologis fage yang berbeda-beda juga dicirikan oleh tipe asam nukleatnya yang berbeda-beda pula. Semua fage berekor mengandung DNA berutasan ganda. Fage dengan kapsomer yang besar (kelompok D) dan yang berbentuk filamen (kelompok F) mempunyai DNA berutasan tunggal. Fage –fage kelompok E mempunyai RNA berutasan tunggal. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Replikasi Virus – Pengertian, Litik, Lisogenik, Proses, Tahap, Contoh Bakteriofage Escherichia coli Kelompok bakteriofage yang diteliti paling ekstensif ialah bakteriofag adalah koli, dinamakan demikian karena menginfeksi Escherichia coligalur B yang nonmotil Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Virus Reproduksi Bakteriofage Bakteriofage sebenarnya memiliki dua tipe cara menginfeksi, yaitu litik atau virulen dan tenang atau lisogenik.

Cara-cara menginfeksi bakteriofage tersebut juga sekaligus digunakan sebagai cara bereproduksi (memperbanyak diri). Daur Litik atau Virulen.

Bila bakteriofage menginfeksi sel dan sel tersebut memberikan tanggapandengan cara menghasilkan virus-virus baru dalam jumlah yang besar, bakteriofag adalah pada masa akhir inkubasi.

Sel ini akan pecah atau mengalami lisis yang akan melepaskan bakteriofage-bakteriofage baru untuk menginfeksi sel-sel inangnya. Berikutrangkaian daur litik bakteriofage : • Fase adsorbs (penempelan) Pada fase ini awalnya ditandai dengan adanya ujung ekor menempel / melekat pada dinding sel bakteri. Penempelan tersebut dapat terjadi apabila serabut dan ekor virus melekat pada dinding sel bakteri.

Virus menempel hanya pada tempat-tempat khusus, yaitu pada permukaan dinding bakteriofag adalah bakteri yang memiliki protein khusus yang dapat ditempati protein virus. Menempelnya protein virus pada protein dinding sel bakteri itu sangat khas, mirip kunci dan gembok. Virus dapat menempel pada sel-sel tertentu yang diinginkan karena memiliki reseptor pada ujung-ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus mengeluarkan enzim lisozim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding sel bakteri atau inang.

• Fase Infeksi (penetrasi) Pada fase ini, selubung sel berkontraksi sehingga mendorong inti ekor ke dalam sel melalui dinding dan membran sel, kemudian virus tersebut menginjeksikan DNA ke dalam sel bakteri. Namun demilian, selubung bakteri yang membentuk kepala dan ekor bakteriofage tetap tertinggal di luar sel. Setelah menginfeksi kemudian akan terlepas dan tidak berfungsi lagi, seperti pada gambar berikut ini : – Penetrasi sel inang oleh bakteriofage – selubung ekor memendek, intinya menembus ke dalam sel, di dalam DNA virusdisuntikkan ke dalam sel.

DNA virusyang telah diinjeksikan yang mengandung enzim lisozim ke dalam akan menghancurkan DNA bakteri, sehingga DNA virus yang berperan mengambil alih kehidupan. DNA virus mereplikasi diri berulang-ulang dengan cara menggandakan diri dalam jumlah yang banyak, selanjutnya melakukan sintesis bakteriofag adalah dari ribosom bakteri yang akan diubah menjadi bagian-bagian kapsid, seperti kepala, ekor, dan serabut ekor.

Kemudian terjadi proses perakitan. Bagian-bagian kapsid kepala, ekor, dan serabut ekor yang mula-mula terpisah selanjutnya dirakit menjadi kapsid virus kemudian DNA virus masuk ke dalamnya, maka terbentuklah tubuh virus yang utuh. • Fase litik Ketika bakteriofag adalah telah selesai yang ditandai denga terbentuknya tubuh virus baru yang mengambil alih perlengkapan metabolik sel inang bakteri yang menyebabkan memuat asam nukleat virus daripada asam nukleat bakteri. Setelah sekitar 20 menit, dari infeksi awal, sudah terbentuk 200 bakteriofage yang telah terakit dan sel bakteri itu pun mengalami lisis dan melepaskan bakteriofage-bakteriofage baru/virus akan keluar untukmencari/menginfeksi bakteri-bakteri lain sebagai inangnya, begitu seterusnya dan memulai lagi daur hidup tersebut.

Daur L i sogenik Pada daur ini juga mengalami fase yang sama dengan daur litik, yaitu melalui fase adsorbsi dan fase injeksi. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan fase-fase berikut : • Fase penggabungan Karena DNA bakteri terinfeksi DNA virus, hal tersebut akan mengakibatkan benang ganda berpilin DNA bakteri menjadi putus, selanjutnya DNA virus menyisip di antara putusan dan menggabung dengan benang bakteri.

bakteriofag adalah

Dengan demikian, bakteri yang terinfeksi akan memiliki DNA virus. • Fase pembelahan Karena terjadi penggabungan, maka DNA virus menjadi satu dengan DNA bakteri dan DNA virus menjadi menjadi tidak aktif disebut profage. Dengan demikian, jika DNA bakteri, melakukan replikasi, maka DNA virus yang tidak aktif (profage) juga ikut melakukan replikasi. Misalnya, apabila DNA bakteri membelah diri terbentuk dua sel bakteri, maka DNA virus juga identik membelah diri menjadi dua seperti DNA bakteri, begitu seterusnya.

Dengan demikian, jumlah profage DNA virus akan mengikuti jumlah sel bakteri inangnya. • Fase sintesis Dalam keadaan tertentu, jika DNA virus yang tidak aktif (profage) terkena zat kimia tertentu atau radiasi tinggi, mka DNA virus akan menjadi aktif yang kemudian menghancurkan DNA bakteri dan memisahkan diri berikutnya.

Selanjutnya, DNA virus tersebut mensintesis protein sel bakteri (inangnya) untuk digunakan sebagai kapsid bagi virus-virus baru dan sekaligus melakukan replikasi diri menjadi banyak. • Fase perakitan Kapsid-kapsid dirakit menjadi kapsid virus yang utuh,yang berfungsi sebagai selubung virus.

Kapsid baru virus terbentuk. Selanjutnya, DNA hasil replikasi masuk ke dalamnya guna membentuk virus-virus baru. • Fase litik Fase ini sama dengan daur litik. Setelah terbentuk bakteri virus baru terjadilah lisis sel. Virus-virus yang terbentuk berhamburan keluar sel bakteri guna menyerang bakteri baru.

Dalam daur selanjutnya, virus dapat mengalami daur litik atau lisogenik, demikian seterusnya. Berikut gambar hubungan antara fase litik dan lisogenik Gambar di atas memperlihatakan bahwa virus dalam keadaan lingkungan tertentu pada saat mengalami fase lisogenik dapat berpindah ke fase litik.

Hal itu terjadi apabila virus menginfeksi bakteri, tetapi sel bakteri tersebut mempunyai daya tahan/daya imun yang kuat,maka virus tersebut tidak dapat bersifat virulen (virus yang dapat menyebabkan lisis/pecah). Pada saat lingkungannya berubah dan menyebabkan daya tahan sel bakteri berkurang,maka keadaan lisogenik akan dapat berubah menjadi litik/lisis,sehingga profage akan berubah menjadi virulen.

Dengan demikian, bakteri akan pecah (lisis) karena terbentuknya virus-virus baru. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Reproduksi Virus – Pengertian, Cara, Strategi, Bakteriofage, Virus Hewan, Contohnya Peranan Virus bakteri (bakteriofage) Dalam rekayasa genetika untuk penyembuhan atau pencegahan penyakit infeksi tertentu, pemetaan kromosom, menjinakkan bakteri patogen dengan menginfeksikan profage ke dalam sel nya dan banyak yang digunakan untuk bidang bioteknologi.

Bakteriofage ialah virus yang menginfeksi bakteri. Walaupun spektrum bakteri yang dapat diinfeksi satu bakteriofage itu terbatas, banyaknya bakteriofage yang ada tak terhitung jumlahnya itu maka sangat mungkin bahwa paling sedikit terdapat satu bakteriofage untuk setiap tipe bakteri.

• Komposisi dan struktur kimia. Bakteriofage terdapat dalam bentuk-bentuk pilihan dan, seperti virus hewan, semuanya mempunyai kapsid protein yang membungkus asam nukleat bakteriofage. Beberapa juga mempunyai struktur kompleks yang digunakan untuk menempelkan bakteriofage pada sel yang rentan. Kepala bakteriofage, yang berisi asam nukleat, sering ikosahedral, tetapi ada beberapa bentuk lain lain, termasuk bentuk bulat dan gilig (silindris).

Tidak semua bakteriofage mempunyai ekor; diantaranya yang mempunyai, terdapat cukup keanekaragaman dalam strukturnya. • Lisogeni Berbeda dengan pelepasan banyak virus hewan, pembebasan partikel bakteriofage yang matang selalu berakibat lisis dan kematian bakteri yang diinfeksi.

Bakteriofage-bakteriofage yang infeksinya diikuti dengan reproduksi bakteriofag adalah lisis disebut bakteriofage ‘virulen’. Akan tetapi banyak bakteriofage dapat menginfeksi bakteri tanpa merangsang produksi lebih banyak atau lisis sel yang terinfeksikan.

Dalam hal ini, DNA bakteriofage menjadi bagian material genetik bakteri inangnya. DNA bakteriofage yang terdapat dan mereplikasi bersama dengan DNA bakteri disebut ‘probakteriofage’ atau ‘profage’ Bakteri yang membawa profage diberi istilah ‘lisogen’, yang menunjukkan adanya potensi untuk melisis dan bakteriofage yang dapat memproduksi lisogen disebut bakteriofage ‘temperate’.

Sudah tentu, kecuali bila profage sewaktu-waktu menjadi virulen dan memproduksi partikel bakteriofage matang, suitlah untuk mengetahui apakah galur bakteri tertentu lisogen atau tidak.

Namun, bakterium yang kadang-kadang lisogen memang akan menempuh daur lisis, dan bakteriofage yang dibebaskan dapat diasai dengan mencawankan supernat pada biakan bakteri kedua yang dilisis oleh bakteriofage temperat yang dibebaskan.

• Konversi bakteriofag adalah. Walaupun profage tidak menyalin semua DNA nya (kecuali jika profage itu memasuki daur lisis), tidak berarti bahwa semua gen DNA profage mungkin disalin untuk membentuk protein yang baru bagi bakteri.

Produk ini mungkin berupa enzim yang merangsang perubahan dalam struktur lipopolisakarida membran luar bakteri atau yang memprduksi racun yang dikeluarkan oleh bakteri ke dalam lingkungan sekitarnya. Protein racun yang dikeluarkan, yang disebut eksotoksin, merupakan dasar untuk penyakit gawat seperti difteria, demam skarlet dan botulisme. Diperolehnya karakter baru yang disandi oleh DNA profage disebut konversi lisogen. Peranan bakteriofage dalam kehidupan : • Untuk membuat antitoksin.

• Untuk melemahkan bakteri. • Untuk reproduksi vaksin. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Archaebacteria Dan Eubacteria Manfaat Bakteriofag • Virus melumpuhkan bakteri Steve Earl menderita infeksi akibat bakteri stafilokokus.

Obat-obatan Amerika miliknya tidak memberikan solusi apapun, hingga berlanjut amputasi pada kakinya. Dalam keputusasaan tersebut Steve terbang ke Georgia, ke pusat medis phagotherapy di Tbilissi.

Beberapa minggu kemudian ia berangsur-angsur pulih. Sebuah keajaiban? Bukan. Dia menjalani pengobatan dengan prinsip “musuh dari musuhku adalah temanku • Lebih kuat dari antibiotik Georgia merupakan salah satu dari banyak negara yang melawan infeksi dengan menggunakan virus bakteriofaag (pemakan bakteri). Saat ini penggunaannya sudah meluas meliputi conjunctivitis, otitis, dan infeksi luka terbuka akibat staphylococcus.

Di Georgia, semua orang pernah dirawat dengan menggunakan bakteriofaag sekurang-kurangnya 1 kali dalam hidup mereka. Ide untuk penggunaan virus sebagai antibakteri pertama kali diutarakan pada tahun 1920. Maraknya firma farmasi mengkomersilkan penggunaan bakteriofaag untuk merawat disentri, kolera, infeksi akibat Staphylococcus aureus maupun Eschericia coli.

Kemudian seiring berjalannya waktu, penemuan antibiotic menyebabkan penggunaan bakteriofaag dianggap kurang mumpuni. • Menghancurkan sel tumor Ide penggunaan virus untuk menghancurkan sel tumor berkembang sejak tahun 1912, awalnya saat itu virus digunakan untuk menghancurkan sel kanker rahim. Menurut penjelasan Jean Rommelaire dari pusat penelitian kanker di Heidelberg, mekanisme pertahanan dalam sel tumor berubah sehingga memudahkan virus untuk memasukinya dan bermultiplikasi.

Kemudian pada penelitian selanjutnya ia menemukan bahwa jenis virus tertentu, seperti parvovirus yang biasanya menyebabkan influenza, tidak menyerang sel sehat melainkan sel ganas bakteriofag adalah. Dari situ berkembang selanjutnya untuk perawatan kanker prostat, carcinoma, melanoma, dan jenis-jenis kanker lainnya. Lalu karena pada tumor otak virus tidak dapat dengan mudah melewati sawar darah otak (blood brain barrier), virus tersebut dimodifikasi secara genetik sehingga pada akhirnya dapat menyembuhkan tumor serebral • Virus yang kita inginkan manfaatnya Pemakan Bakteri, yakni virus yang hanya menginfeksi bakteri, dianggap ampuh untuk mengeliminasi pathogen-pathogen tertentu dalam saluran pencernaan.

Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2006 menyetujui penggunaan bakteriofag yang secara umum dikenal tidak bersifat offensive, sebagai zat tambahan pada makanan, untuk melawan bakteri pathogen seperti Lysteria monocytogens. Bakteri ini bertanggungjawab terhadap penyakit listeriosis, suatu penyakit yang memiliki potensi parah pada penderita yang rentan. Salah satu sediaan zat tambahan makanan yang mengandung bakteriofaag yakni LISTEX P100 dapat digunakan pada makanan mentah (tidak dimasak) atau yang dimasak.

Cara Kerja Bakteriofag Bakteriofag dapat ditemukan di tanah, di air, maupun pada beberapa produk makanan (daging, sayuran, produk susu). Kita membedakan faag ini menjadi virus dan temperatur yang memiliki cara kerja berbeda. Di mana virus menembus masuk dari dinding seluler bakteri, dan bermultiplikasi secara cepat tanpa berintegrasi dengan DNA sel inang, sementara temperatur meningkatkan suhu bakteri dengan berintegrasi dengan DNA sel inang. Dalam aplikasi antibakteri, kemampuan melisiskan bakteriofag adalah tanpa DNA ini yang direkomendasikan.

Penggunaan bahan kimia seperti (ozone, chlor) dan juga pemaparan fisik (paparan terhadap sinar UV, pasturisasi) juga merupakan metode kontrol, namun sayangnya dapat merusak atau mengubah kualitas dari produk. Penggunaan bakteriofaag sebagai agen antibakteria untuk melawan pathogen-patogen tersebut, merupakan suatu alternatif yang menarik. Dalam opini publik bulan April 2009, para ahli dari EFSA mempertimbangkan bahwa dalam kondisi khusus bakteriofaag mungkin dapat sangat efektif dalam menghilangkan pathogen-patogen dalam saluran pencernaan.

Para ahli tersebut merekomendasikan untuk penelitian lebih lanjut mengenai persistensi bakteriofaag dalam bakteriofag adalah pencernaan dan kapasitasnya untuk mencegah rekontaminasi. Nah setelah membaca ulasan ini pernah gak terpikirkan kenapa orang tua jaman dulu minum air keran tapi gak kena diare? Jawabannya simpel. Di dalam air keran itu ada virus bakteriophage yang kalau diminum malah menyebabkan bakteri penyebab diare bakteriofag adalah penyakit sejenis malah mati.

Ini bukan sekedar joke atau main-main lho… malahan dulu pernah diteliti (oleh Ernest Hanbury Hankin) kalau minum air sungai Gangga dan Yamuna di India bisa menyembuhkan penyakit kolera. Kemudian ahli bakteriologi (Frederick Twort) sampai membuat postulat mengenai hal ini, namun terhenti karena perang dunia pertama Bakteriofag Sebagai Pencegah Keracunan Makanan Foodborne disease atau kasus keracunan makanan adalah suatu penyakit yang ditimbulkan oleh pengkonsumsian makanan yang telah terkontaminasi mikroba patogen.

Gejala yang ditimbulkan berupa mual, muntah, diare akut, sakit perut dan demam tinggi. Foodborne disease telah menjadi penyebab utama masalah kesehatan masyarakat global yang tidak hanya terjadi di negara berkembang yang memiliki sanitasi dan hygiene yang umumnya buruk, namun juga di negara – negara maju. Salah satu peneliti, Kusumaningsih dalam jurnalnya menyatakan bahwa sebanyak 67% kasus foodborne diseases disebabkan oleh cemaran virus, 30% oleh bakteri, 3% oleh parasit.

Namun, walau cemaran bakteri hanya 30% terhadap kasus foodborne disesases, 60% diantaranya mengakibatkan wabah dan angka kematian (mortalitas) tinggi. Salah satu mikroba patogen yang menyebabkan keracunan makanan adalah Salmonella sp. yang umum dijumpai dalam produk olahan ayam, daging ayam mentah, telur ayam, kulit dan bakteriofag adalah ayam. Penyakit yang ditimbulkan bakteri ini disebut Salmonellosis. Gejala yang ditumbulkan adalah mual, muntah, demam, keram perut dan diare yang berlangsung selama 3-7 hari setelah terinfeksi.

Diare akut yang disebabkan oleh salmonellosis dapat menyebabkan dehidrasi hingga mengharuskan bakteriofag adalah dibawa ke rumah sakit. Pada kasus parah, infeksi bakteriofag adalah dapat menyebar ke usus, aliran darah, serta bagian tubuh lainnya hingga dapat menyebabkankan kematian jika penanganan tidak dilakukan secara cepat dan tepat. Terjadinya kontaminani Salmonella sp.

pada ayam disebabkan oleh kurangnya sanitasi saat penyembelihan dan tidak higenisnya penanganan ayam pasca penyembelihan. Permintaan daging ayam sendiri terus meningkat terutama di Indonesia.

bakteriofag adalah

Tercatat permintaan per kapita daging ayam ras dan buras di tahun 2012 sebesar 4,015 kg/kapita/tahun hingga menjadi 4,914 kg/kapita/tahun di tahun 2015. Namun, pengoalahan ayam pasca panen masih kurang memadai terutama di industi kecil dan menengah. Hal ini dapat meningkatkan kasus foodborne disease.

Selama ini pencegahan foodborne disease dilakukan dengan pemberian antibiotik dan bahan pengawet buatan.

bakteriofag adalah

Pemberian antibiotik secara terus menerus dapat menyebabkan resistensi bakteri patogen sehingga harus dilakukan peningkatan dosis antibiotik. Konsumsi antibiotik yang dilakukan terus menerus dalam dosis tinggi dapat menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang seperti kerusakan hati dan ginjal. Sehingga dalam kasus seperti ini perlu adanya alternatif lain untuk pencegahan foodborne diseases. Bakteriofag dapat dijadikan salah satu alternatif pencegahan foodborne diseases yang efektif dan tanpa efek samping berbahaya.

Bakteriofag merupakan salah satu jenis virus yang dapat membunuh bakteri. Virus ini mengandung DNA atau RNA dan protein reseptor spesifik yang cocok pada target bakteri inang sihingga kerja bakteriofag sangatlah spesifik. Penggunaan bakteriofag yang dapat melisikan bakteri patogen saja akan menguntungkan karena tidak terganggunya bakteri baik dalam makanan.

Terdapat dua jenis daur hidup dari bakteriofag yaitu daur litik dan daur lisogenik. Daur litik merupakan keadaan dimana bakterifag akan menginfeksi bakteri inang, memasukkan materi genetik ke dalam sel bakteri dan membentuk bagian – bagian tubuhnya sehingga menyebabkan lisisnya sel bakteri. Bakterifag dengan daur hidup litik inilah yang diharapkan dapat digunakan sebagai pencegah foodborne disesases yang aman dan efektif. Isolasi bakteriofag dilakukan dengan menggunakan sampel berupa usus ayam.

Usus ayam diduga mengandung bakteriofag karena merupakan bagian tubuh hewan yang paling banyak mengandung mikroba patogen dimana mikroba patogen tersebut merupakan inang dari bakteriofag.

Isolasian dilakukan dengan penghancuran usus ayam sehingga didapatkan cairan usus ayam yang diduga mengandung bakteriofag. Hasil yang didapat dari isolasi bakteriofag ini, mampu melisiskan bakteri patogen Salmonella sp. dan mencegah perkembangan dari E. coli. Bakteriofag dapat melisiskan bakteri inang hingga dengan pengenceran 10-7 karena bakteriofag mampu melakukan autodosing atau memperbanyak diri sesuai dengan jumlah bakteri patogen yang ada dalam suatu makan Contoh Virus Bakteriofage Subfamili : Corticoviridae Genus : Corticovirus Spesies : Alteromonas phage PM2 Subfamili : Fuselloviridae Genus : Fusellovirus Spesies : Sulfolobus virus Subfamili : Lipothrixviridae Genus : Lipothrixvirus Spesies bakteriofag adalah Thermoproteus virus Subfamili : Myoviridae Genus : T4-like phages Spesies : coliphage T4 Bacteria Subfamili : Microviridae Genus : Chlamydiamicrovirus Spesies : Chlamydia phage 1 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi, IPA, SMA Ditag adenovirus, alat yang digunakan bakteriofag untuk menancapkan diri ke makhluk hidup lain adalah, apa yang dimaksud dengan daur litik, apa yang dimaksud dengan virion, bagian bagian bakteriofag, bagian pada virus bakteri tumbuhan, bakteri yang diserang oleh bakteriofage adalah bakteri, bakteriofag adalah virus yang menyerang, bakteriofag mempunyai bentuk, bakteriofag menyerang, bakteriofag pdf, Bakteriofag Sebagai Pencegah Keracunan Makanan, bakteriofage adalah brainly, Bakteriofage Bakteriofag adalah coli, bakteriofage pdf, bakteriofage t7, bentuk bakteriofag, berapakah ukuran tubuh virus, cara kerja bakteriofag, cara membuat bakteriofag, Ciri Umum Bakteriofag, ciri-ciri bakteriofag, ciri-ciri virus adalah, Contoh Virus Bakteriofage, fungsi kaki serabut pada bakteriofag, gambar bakteriofage, jelaskan istilah virulen, jelaskan manfaat virus bagi kehidupan, kapankah daur lisogenik terjadi jelaskan, kapsid yang berisi asam nukleat adalah, bakteriofag adalah adenovirus, kasus tentang virus, laporan bakteriofage, makalah bakteriofage, manfaat bakteriofag, materi bakteriofage, mengapa para ilmuwan mengembangkan pengetahuan mengenai virus menggunakan bakteriofag, Morfologi dan Struktur Bakteriofage, Pengertian Bakteriofag, penyakit bakteriofage, penyakit yang disebabkan oleh bakteriofag, Peranan Virus bakteri (bakteriofage), perbedaan litik dan lisogenik, pernyataan tentang bakteriofag, picornavirus dapat menyebabkan penyakit, Reproduksi Bakteriofage, salah satu contoh virus rna adalah, salah satu sifat dari virus adalah, sebutkan 3 ciri ciri virus bakteriofage, sebutkan 3 fungsi dari kapsid, sebutkan peranan virus yang menguntungkan, senyawa yang menyusun kapsid pada virus, senyawa yang menyusun kapsid virus berupa, siklus reproduksi bakteriofage, struktur bakteriofage dan fungsinya, virulensi virus tidak ditentukan oleh, virus adalah, virus akan memperbanyak diri di dalam, virus berasal dari bahasa latin memiliki arti, virus berasal dari kata, virus berkembang biak dengan melakukan, virus dapat berukuran antara, virus dianggap sebagai makhluk hidup karena, virus memiliki sifat sebagai benda bakteriofag adalah yaitu, virus memperbanyak diri dengan cara, virus pemakan bakteri adalah brainly, virus yang menyerang bakteri disebut Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com • العربية • Azərbaycanca • Беларуская • Български • বাংলা • Bosanski • Català • کوردی • Čeština • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Gaeilge • Galego • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Íslenska • Italiano • 日本語 • ქართული • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Kurdî • Кыргызча • Latina • Lietuvių • Latviešu • Македонски • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • Português • Română • Русский • Русиньскый • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • Тоҷикӣ • ไทย • Türkçe • Українська • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt bakteriofag adalah 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Struktur Bakteriofag Bakteriofag berasal dari dua kata ( Latin: bacteria dan Yunani: φαγεῖν) (dibaca: phagein" yang artinya "dimakan").

Dari asal kata tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bakteriofag merupakan virus yang menyerang bakteri. Bakteriofag tersusun dari protein yang menyelubungi genom DNA atau RNA (molekul), dan mereka memiliki struktur yang sederhana ataupun rumit. Bakteriofag ditemukan oleh Twort (1916) dan d'herlle (1917) Daftar isi • 1 Replikasi • 2 Perbedaan • 3 Referensi • 4 Lihat juga Replikasi [ sunting - sunting sumber ] Bakteriofag memiliki dua macam cara untuk mereplikasikan dirinya, yaitu daur litik dan daur lisogenik.

Replikasi tersebut baru dapat dilakukan ketika virus ini telah masuk ke dalam sel inangnya (bakteri). Bakteriofag termasuk ke dalam ordo Caudovirales. Salah satu contoh bakteriofag adalah T4 virus yang menyerang bakteri Eschericia coli ( E.

coli), merupakan bakteri yang hidup pada saluran pencernaan manusia. Perbedaan [ sunting - sunting sumber ] Perbedaan dengan virus ialah bahwa virus hidup dan berkembang biak dalam organisme yang multiseluler, sedangkan bakteriofag hidup dan berkembang biak dalam organisme yang uniseluler.

[1] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • Halaman ini terakhir diubah pada 9 Desember 2021, pukul 08.02. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
01 01 Apa itu Bakteriofag? Bakteriofag adalah virus yang menginfeksi bakteri.

Tage terdiri dari kepala ikosahedral (20-sisi), yang berisi materi genetik (DNA atau RNA), dan ekor tebal dengan beberapa serat bengkok.

Ekor digunakan untuk menyuntikkan materi genetik ke dalam sel inang untuk menginfeksinya. Phage kemudian menggunakan mesin genetika bakteri untuk mereplikasi dirinya sendiri. Ketika jumlah yang mencukupi telah dihasilkan fags keluar dari sel oleh lisis, sebuah proses yang membunuh sel.

KARSTEN SCHNEIDER / SCIENCE PHOTO LIBRARY / Getty Images Bakteriofag adalah virus yang menginfeksi bakteri. Bakteriofag, pertama kali ditemukan sekitar tahun 1915, telah memainkan peran unik dalam biologi viral.

Mereka mungkin adalah virus yang paling paham, namun pada saat yang sama, strukturnya bisa sangat kompleks. Bakteriofag pada dasarnya adalah virus yang terdiri dari DNA atau RNA yang diapit oleh cangkang protein.

Cangkang protein atau kapsid melindungi genom virus. Beberapa bakteriofag, seperti bacteriophage T4 yang menginfeksi E.colijuga memiliki protein tail yang terdiri dari serat yang membantu melampirkan virus ke inangnya. Penggunaan bakteriofag memainkan peran penting dalam menjelaskan bahwa virus memiliki dua siklus kehidupan bakteriofag adalah siklus litik dan siklus lisogenik. Virilen Bakteriofag dan Siklus Litik Virus yang membunuh sel inang terinfeksi mereka dikatakan ganas.

DNA dalam jenis virus ini direproduksi melalui siklus litik. Dalam siklus ini, bakteriofag menempel pada dinding sel bakteri dan menyuntikkan DNA-nya ke inang. DNA virus bereplikasi dan mengarahkan konstruksi dan perakitan DNA virus dan bagian virus lainnya. Setelah dirakit, virus yang baru diproduksi terus bertambah jumlahnya dan membongkar atau melisiskan sel inang mereka. Lisis menghasilkan penghancuran tuan rumah.

Seluruh siklus dapat selesai dalam 20 - 30 menit tergantung pada berbagai faktor seperti suhu. Reproduksi phage jauh lebih cepat daripada reproduksi bakteri yang khas, sehingga seluruh koloni bakteri dapat dihancurkan dengan sangat cepat. Siklus litik juga sering terjadi bakteriofag adalah virus hewan. Berperang Virus dan Siklus Lysogenic Virus beriklim adalah virus yang bereproduksi tanpa membunuh sel inangnya. Virus bereputasi bereproduksi melalui siklus lisogenik dan memasuki keadaan dorman.

Dalam siklus lisogenik, DNA virus dimasukkan ke dalam kromosom bakteri melalui rekombinasi genetik. Bakteriofag adalah dimasukkan, genom virus dikenal sebagai sebuah ramalan. Ketika bakteri host mereproduksi, genom profase direplikasi dan diteruskan ke setiap sel anak bakteri.

bakteriofag adalah

Sel inang yang membawa nujum memiliki potensi untuk bakteriofag adalah, sehingga disebut sel lisogenik. Dalam kondisi stres atau pemicu lainnya, ramalan dapat beralih dari siklus lisogenik ke siklus litik untuk reproduksi cepat partikel virus. Ini menghasilkan lisis sel bakteri. Virus yang menginfeksi hewan juga dapat berkembang biak melalui siklus lisogenik.

Virus herpes, misalnya, awalnya memasuki siklus litik setelah infeksi dan kemudian beralih ke siklus lisogenik. Virus memasuki periode laten dan dapat berada dalam jaringan sistem saraf selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa menjadi ganas. Sekali terpicu, virus memasuki siklus litik dan menghasilkan virus baru. Siklus Pseudolysogenic Bakteriofag juga dapat menunjukkan siklus hidup yang sedikit berbeda dari kedua siklus litik dan lisogenik.

Dalam siklus pseudolysogenic, DNA virus tidak dapat direplikasi (seperti pada siklus litik) atau dimasukkan ke dalam genom bakteri (seperti pada siklus lisogenik). Siklus ini biasanya terjadi ketika tidak tersedia cukup nutrisi untuk mendukung pertumbuhan bakteri. Genom virus dikenal sebagai preprophage yang tidak dapat direplikasi di dalam sel bakteri. Setelah kadar nutrisi kembali ke keadaan yang cukup, preprophage dapat memasuki siklus litik atau lisogenik.

Sumber: • Feiner, R., Argov, T., Rabinovich, L., Sigal, N., Borovok, I., Herskovits, A. (2015). Perspektif baru tentang lysogeny: kenabian sebagai pengatur aktif bakteri. Nature Reviews Microbiology13 (10), 641–650. doi: 10.1038 / nrmicro3527 Bakteriofage mula-mula ditemukan secara terpisah Frederich.

Mengapa model bakteriofage yang digunakan sebagai model penelitian para ilmuan tersebut. 4 Perbedaan Surat Resmi Dan Surat Pribadi Yang Penting Untuk Bakteriofag adalah Surat Tulisan Persamaan Istilah bakteriofage berasal dari kata bacteria yaitu bakteri dan phagein yang berarti makan atau menggigit.

Bakteriofage adalah.

bakteriofag adalah

Virus fage mudah ditumbuhkan pada bakteri inang. Salah satu contoh bakteriofage adalah T4 virus yang menyerang bakteri Eschericia coli. Bakteriofage adalah kesatuan biologis paling sederhana yang diketahui mampu mereplikasi bakteriofag adalah mampu menggandakan dirinya sendiri menjadi lebih banyak.

Dengan demikian jasad renik ini dijadikan penelitian dalam genetika yaitu dijadikan sistem model untuk mempelajari patogenesitas yang disebabkan virus. Bakteriofage atau sering disebut fage adalah kesatuan biologis paling sederhana yang diketahui mampu mereplikasi dirinya mampu menggandakan dirinya sendiri menjadi lebih banyak.

James Dewey Watson dan Francis Crick merupakan ilmuwan pertama yang mengajukanm model struktur DNA pada tahun 1953 dengan. Dibandingkan dengan kebanyakan virus ia sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatur secara cermat. Bagian C adalah Leher yang. Baik bakteriofag maupun virus corona keduannya sama-sama memiliki bagian kepala leher dan ekor virus hanya saja penyusun materi.

Dengan demikian jasad renik ini dijadikan bakteriofag adalah dalam genetika yaitu dijadikan sistem model untuk mempelajari patogenesitas yang disebabkan virus. Struktur tubuhnya lebih kompleks dibandingkan dengan jenis virus lainnya.

Kapsid tersusun dari. CIRI-CIRI UMUM BAKTERIOFAGE Kenyataannya virus ada di mana-mana. Virus yang menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik D.

Bakteriofage termasuk ke dalam ordo Caudovirales. Virus ini sering digunakan oleh para ilmuwan untuk penelaahan lebih mendalam tentang virus. Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian. Bagian-bagian tubuhnya terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal leher dan ekor. Virus yang berkembang biak didalam tubuh bakteri C.

Bakteriofaga adalah virus yang menyerang menginfeksi bakteri sedangkan virus corona adalah keluarga bakteriofag adalah virus yang memiliki kekhasan yakni memiliki struktur seperti mahkota dan mengakibatkan terjadinya infeksi saluran pernapasan atas ringan.

Bakteriofage adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. Bakteri yang memakan virus B. Bakteriofage merupakan virus yang berkembang biak di dalam tubuh bakter.

Bagian kepala mengandung pilinan DNA. Lisis sel-sel bakteri dikatakan dibawa oleh virus yang dikatakan sebagai filterable poison virus adalah bahasa Latin untuk racun.

Selain itu terdiri atas bagian-bagian berbeda yang diatur secara cermat. Bagian E adalah Selubung ekor. Bakteriofage sederhananya fage merupakan virus yang menginfeksi menyerang bakteri. Bakteriofage memiliki sebuah inti asam nukleat dikelilingi oleh selubung protein bakteriofag adalah kapsid. Pada bakteriofage bagian yang berisi DNA adalah. Genom adalah sepotong DNAsegment DNA yang menyandi protein mengandung semua informasi genetic yang dimilikinya.

Coli merupakan bakteri yang hidup pada saluran pencernaan manusia Wikipedia 2011. Bakteri yang dapat menghancurkan virus E. Bakteri yang dibantu oleh virus sehingga mampu membuat vaksin. Semua virus memiliki asam nukleat pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup. Bank Perkreditan Rakyat Bpr Pengertian Tugas Dan Fungsi Beserta Contohnya Secara Lengkap Http Www Gurupendidikan Com Perbankan Perbaikan Rumah Anggar Contoh Kata Dan Kalimat Homograf Serta Pengertian Https Ift Tt 2qkyqpg Ejaan Kata Kata Teman Pengertian Hak Angket Hak Interpelasi Dan Mosi Dpr Bijak Hukum Pidana Politik Pin Di Biologi Indonesia Kategori wallpaper Tag adalah, bakteriofage Navigasi Tulisan Recent Posts • Apakah Penyakit Herpes Boleh Kena Air • Susu Appeton Weight Gain Untuk Orang Dewasa • Masker Alami Untuk Rambut Kering Dan Mengembang • Biaya Pembuatan Siup Tdp Dan Ho • Cara Edit Alamat Di Google Map • Cara Beli Pulsa Listrik Lewat Klikbca • Susunan Acara Perpisahan Kelas 9 Dalam Bahasa Inggris bakteriofag adalah Cara Mencari Hp Android Yang Hilang Dalam Keadaan Mati • Pinjaman Uang Daerah Bekasi Bakteriofag adalah Jaminan • Cara Membuat Lensa Kamera Hp Sendiri • Cara Mengukur Luas Tanah Dengan Google Earth
Bakteriofag, (Bacterio: berarti bakteri dan Phage: berarti penyerang atau pemakan) adalah bakteriofag adalah yang menyerang sel bakteri.

Bakteriofag ini menunjukkan hubungan parasit dengan sel inang bakteri. Bakteriofag tidak hanya mereplikasi di dalam sel inang (bakteri) tetapi juga mengendalikan mesin inang. Ini ada di mana-mana di alam.

Pengertian Bakteriofag adalah virus yang menginfeksi bakteri untuk berkembang biak. Karena hanya menginfeksi bakteri, bakteriofag adalah dapat digunakan untuk mengobati bakteriosis. Bakteriofag, disebut juga fag, adalah virus yang memiliki kemampuan untuk menginfeksi bakteri, yang digunakan untuk proses replikasi virus. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani dan berarti “pemakan bakteri”. Seperti semua virus lainnya, bakteriofag tidak memiliki sel dan merupakan parasit intraseluler wajib, karena mereka tidak memiliki metabolisme sendiri dan membutuhkan sel inang untuk bereproduksi.

Bakteriofag ditemukan di berbagai tempat di alam dan tidak bakteriofag adalah jawab menyebabkan kerusakan kesehatan manusia. Karena mereka parasitize bakteri, bakteriofag bertindak di tempat-tempat ini mengendalikan populasi bakteri. Sejarah Bakteriofag pertama kali dipelajari oleh F.W.

Twort (1915). Kemudian istilah ‘bacteriophage’ diberikan oleh Felix de Herelle (1917). Setelah itu, ia menemukan bakteriofag berguna untuk pasien yang menderita disentri yang disebabkan oleh Bacillus bakteriofag adalah dan memperkenalkan ‘terapi Phage’. Klasifikasi Berdasarkan genom dan morfologi, bakteriofag diklasifikasikan oleh ICTV (Komite Internasional tentang Taksonomi Virus). Atas dasar genom: Bakteriofag dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis: • ds-DNA • ss-RNA • ds-DNA • ss-RNA Ciri ciri • Bakteriofag lebih kecil dari bakteri.

• Bahan genetik bakteriofag dapat berupa DNA atau RNA dan linier atau melingkar. • Ukuran genomnya sekitar 49kb. • Ukuran bakteriofag berkisar dari 25-200nm panjangnya. • Bacteriophage dapat menular atau tidak menular ke sel inang. Struktur tubuh Sebagian besar bakteriofag memiliki DNA sebagai materi genetik, tetapi ada jenis yang memiliki RNA.

Bakteriofag DNA umumnya memiliki komponen-komponen sebagai berikut: kepala, ekor dan serabut ekor. Kepala adalah lokasi materi genetik, dan ekor serta serat ekor terkait dengan penetrasi materi genetik ke dalam sel inang. Bakteriofag dapat menginfeksi bakteri yang berbeda, tetapi ada jenis yang sangat spesifik yang hanya mampu menginfeksi jenis bakteri tertentu. Struktur bakteriofag meliputi komponen-komponen berikut: Kepala: • Memanjang • Berbentuk heksagonal • Struktur prismoid • Dikelilingi oleh sebuah selaput disebut sebagai “Kapsid” Kapsid: • Dibentuk oleh subunit protein identik yang disebut ‘Kapsomes’.

• Terdiri dari sekitar 2.000 capsomeres. Bahan genetik: • Ini bisa berupa DNA atau RNA. • Strukturnya bisa linear atau melingkar • Dikemas ketat di dalam kepala • Panjangnya 50nm Leher: • Juga disebut sebagai “Kerah” • Menghubungkan kepala dan ekor • Struktur seperti pelat melingkar Ekor: • Itu seperti tabung kosong • Dikelilingi oleh selubung protein Sarung: • Terdiri dari sekitar 144 subunit protein • Sifatnya sangat kontraktil • Berisi 24 mata air Pelat dasar: • Berbentuk heksagonal • Hadir di ujung distal Serat ekor: • Terpasang di pelat dasar • Panjang, seperti benang filamen • Khusus inang • Ditemukan 6 dalam jumlah • Ukuran: 130x2nm Sepatu berduri: • Juga disebut sebagai ekor paku • Mengenali situs reseptor sel inang Siklus hidup Ada dua jenis: – Siklus litik dan Lisisogenik Siklus litik Itu juga disebut sebagai ‘siklus Virulen atau Infeksi ”.

Fag yang terlibat dalam ini disebut sebagai “fag litik”. Bakteriofag menginfeksi atau membunuh sel inang yang oleh karenanya dikenal sebagai fase virulen. Langkah-langkah siklus litik mencakup: • Penempelan • Adsorpsi • Penetrasi • Replikasi • Perakitan • Lisis sel Penempelan: Pada langkah ini pin atau paku ekor mengenali situs reseptor pada sel bakteri inang dan menempel padanya.

Setelah itu, serat-serat ekor bakteriofag menempel pada permukaan bakteri. Adsorpsi: Pada langkah ini, gugus amino dari sel inang bereaksi dengan gugus karboksil dari sel bakteri dan sebaliknya. Setelah reaksi, serat ekor mengeluarkan “enzim litik”. Enzim ini menciptakan lubang di sel inang melalui mana materi genetik melewati sitoplasma. Penetrasi: Langkah ini juga dikenal sebagai “Injeksi”, di mana bahan genetik fag menembus ke dalam bahan genetik inang.

Replikasi atau biosintesis: Setelah penetrasi, mRNA bergerak keluar dari nukleus ke sitoplasma dan materi genetik virus menurunkan bahan genetik inang. Kemudian mRNA mentranskripsi dan menerjemahkan untuk membentuk kapsid protein yang mengarah pada biosintesis komponen lain. Perakitan: Ini juga disebut sebagai “Pematangan”. Pada tahap ini, semua komponen bakteriofag berkumpul untuk menghasilkan anak baru atau keturunan virion.

Lisis: Pada tahap ini, virus membunuh sel bakteri dengan lisis sel dan melepaskan sekitar 100-200 virion progeni.

bakteriofag adalah

Siklus lisogenik Ini juga disebut sebagai “Siklus sedang atau Non-infeksi”. Fag yang berpartisipasi dalam siklus ini dikenal sebagai “fag lisogenik”. Bakteriofag ini tidak membunuh atau menginfeksi sel bakteri dan itulah alasan mengapa ia disebut fase tidak menular. Siklus lisogenik termasuk langkah-langkah berikut: – • Penempelan • Penetrasi • Penggabungan materi genetik • Replikasi • Pembelahan sel • Induksi Penempelan: Pada langkah ini, fag lisogenik pertama-tama mengenali situs reseptor inang melalui paku mereka.

Setelah dikenali, serat ekor menempel pada permukaan sel inang. Penetrasi: Ini juga sama dengan fase litik di mana serat ekor melepaskan enzim lisogenik untuk membuat pori, dimana bahan genetiknya masuk ke sitoplasma sel inang. Penggabungan materi genetik: Ini juga disebut sebagai “Integrasi materi genetik”. Pada tahap ini, DNA fage dimasukkan ke dalam materi genetik ‘materi genetik inang’ yang membentuk bakteriofag adalah yaitu “Prophage”.

Prophage adalah fage Temperate yang non-aktif yaitu tidak dapat menghasilkan progeni baru. Langkah ini hanyalah rekombinasi fag dan materi genetik inang, yang tidak melibatkan proses transkripsi dan translasi. Replikasi: Selama kondisi yang menguntungkan, profag bereplikasi ketika genom bakteri bereplikasi dan melewati sel anak. Pembelahan sel: Pada tahap ini, sel membelah menjadi dua sel anak yang identik. Induksi: Ini memiliki dua kondisi: • Profag dapat tetap dalam keadaan tidak aktif di dalam sel inang • Kedua, profag dapat melanjutkan siklus litik dengan induksi sinar UV atau perlakuan panas.

Siklus infeksi bakteriofag Setelah menemukan sel inang, bakteriofag mengikatnya. Virus menyuntikkan materi genetiknya ke dalam bakteri dan mulai menggunakan strukturnya untuk menggandakannya dan menghasilkan kapsid baru. Dengan menggunakan mesin bakteri, bakteriofag mampu menghasilkan virus baru. Bakteriofag mungkin atau mungkin tidak menyebabkan lisis (pecahnya) sel inang. Bakteriofag yang mendorong lisis disebut litik, dan yang tidak menyebabkan kematian sel disebut beriklim sedang atau lisogenik.

Bakteriofag beriklim sedang menyebabkan materi genetiknya dimasukkan ke dalam genom sel dan, saat bakteri membelah, mereka mengirimkan materi virus ke keturunannya. Dalam kasus ini, virus mengasumsikan status laten. Namun, dari waktu ke waktu, siklus lisogenik dapat terputus dan memulai siklus litik, yang menyebabkan pelepasan bakteriofag dan lisis sel. Beberapa jenis bakteriofag membutuhkan waktu 20 hingga 60 menit untuk menyelesaikan perbanyakannya.

Peranan • Bakteriofag membantu dalam identifikasi, klasifikasi dan deteksi bakteri patogen. • Ini bertindak sebagai agen bakteriofag adalah, dengan membunuh bakteri yang melibatkan polusi tanah dan air.

• Untuk mempelajari konsep evolusi, ia bertindak sebagai modal organisme. • Penggunaan dalam rekayasa genetika. • Dalam mikrobiologi luar angkasa, Ini Digunakan sebagai “Detektor radiasi”.

• Penggunaannya dalam pengobatan banyak penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang dikenal sebagai “terapi Phage. • Memainkan peran utama untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri plankton.

• Dalam hortikultura, digunakan sebagai semprotan untuk melindungi tanaman bakteriofag adalah sayuran. • Penggunaan sebagai biosida seperti disinfektan untuk membersihkan permukaan lingkungan. Misalnya. Di rumah sakit. Oleh karena itu, bakteriofag menunjukkan berbagai arti penting ekologis, molekuler dan biomedis. Terapi Phage Bakteriofag selain tidak merusak kesehatan kita juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Teknik ini didasarkan pada penyisipan bakteriofag ke dalam tubuh sehingga mereka menemukan, parasitisasi bakteri penyebab penyakit dan mendorong kehancurannya (lisis). Keuntungan utama dari terapi fag adalah bakteriofag hanya bekerja pada bakteri, bereplikasi hanya di dalam sel-sel ini.

Ciri-ciri Bakteriofag Klasifikasi Klasifikasi Pengertian Siklus lisogenik Peranan Bakteriofag Sejarah Bakteriofag Siklus hidup Bakteriofag Struktur tubuh Bakteriofag Pos-pos Terbaru • Pada posisi manakah magnet batang paling mungkin mengalami potensial magnet paling kecil? • Bagaimana tanggapan Soviet ketika orang Berlin Timur membelot ke Barat dalam jumlah besar? • Apakah North Carolina memiliki tim MLS?

• Apakah sabana mendapat curah hujan lebih sedikit per tahun daripada padang rumput? • Bagaimana domestikasi tumbuhan bakteriofag adalah hewan mengubah masyarakat manusia?
Bakteriofag adalah bakteri yang menginfeksi virus. Mereka juga disebut ‘fag’ atau hanya virus bakteri karena setiap kelompok virus yang menginfeksi bakteri disebut sebagai Bakteriofag.

Bakteriofag adalah virus yang menjadi parasit bakteri dan berkembang biak di dalamnya. Mereka memiliki bentuk yang berbeda dan menunjukkan variasi genetik. Mereka mungkin mengandung DNA atau RNA sebagai materi genetik dan mungkin memiliki jumlah gen mulai dari empat hingga beberapa ribu.

Nama bakteriofag menggambarkan kemampuan bakterisidal suatu entitas dan diterjemahkan menjadi ” pemakan bakteri ” dalam bahasa Inggris. Bakteriofag tidak hanya menginfeksi bakteri tetapi juga archaea organisme prokariotik bersel tunggal. Apa itu Bakteriofag? Bakteriofag (juga disebut fag, dari bahasa Yunani φαγητόν phagēthon, ‘makanan’, ‘konsumsi’) adalah virus yang secara eksklusif menginfeksi organisme prokariotik (bakteri dan archaea).

bakteriofag adalah

Seperti virus yang menginfeksi sel eukariotik, fag terdiri dari selubung protein atau kapsid di mana bahan genetiknya terkandung, yang dapat berupa DNA atau RNA, dari 5.000 hingga 500.000 pasangan basa. Ukuran fag berkisar dari sekitar 20 hingga 200 nm.

Mereka dapat dibagi menjadi bakteriofag bakteriofag adalah dan “berekor”. Perbedaan antara keduanya adalah bakteriofag ekor memiliki penjepit yang memungkinkan materi genetik disuntikkan ke dalam bakteri inang dan tidak bergantung pada masuk ke dalam sel inang.

Sebaliknya, bakteriofag tak berekor mirip dengan virus eukariotik karena mereka bergantung pada memasuki sel inang untuk replikasi mereka. Bakteriofag berekor terdiri lebih dari 60% fag dan diklasifikasikan dalam urutan Caudoviral.2 Bakteriofag tak berekor diklasifikasikan dalam bakteriofag adalah ordo dan filum.

Mereka dapat dibuat dari DNA atau RNA, namun, bakteriofag transkripsi balik belum terdeteksi, yaitu, mereka direplikasi oleh rantai perantara materi genetik yang berbeda dari yang mereka buat, seperti retrovirus. Bakteriofag ekor secara eksklusif terbuat dari DNA. Fag ada di mana-mana dan dapat ditemukan pada berbagai jenis bakteri dan archaea, baik di dalam tanah, lingkungan perairan, maupun dalam populasi mikroorganisme di usus hewan.

Salah satu lingkungan yang paling banyak dihuni oleh fag dan virus lainnya adalah air laut, di mana diperkirakan terdapat sekitar 10 9 partikel virus per mililiter, dengan 70% prokariota laut terinfeksi oleh fag. Menurut penelitian filogenetik, sebagian besar bakteriofag yang saat ini menginfeksi prokariota berasal sebelum nenek moyang universal terakhir dan oleh karena itu menginfeksi nenek moyang universal terakhir dan protobiont, (struktur lipid yang terdiri dari materi genetik yang mendahului sel).

bakteriofag adalah

Asal usul bakteriofag yang merupakan virus pertama tidak pasti, diduga bahwa bakteriofag adalah mungkin berasal dari dunia RNA, dalam beberapa protobion ini atau dengan kombinasi kedua faktor.4 Pada saat asal eukariota, bakteriofag akan mendahului beberapa virus yang saat ini menginfeksi eukariota. Misalnya, bakteriofag ekor (Caudoviral) adalah nenek moyang dari Herpesviral, yang mencakup virus herpes dan cacar bakteriofag adalah. Karakteristik Bakteriofag Beberapa ciri-ciri penting Bakteriofag yaitu: • Beberapa jenis bakteriofag ada di lingkungan tetapi satu jenis hanya dapat menginfeksi satu jenis atau beberapa jenis bakteri.

• Mereka diklasifikasikan dalam sejumlah keluarga Virus. Contohnya termasuk Inoviridae, Microviridae, Rudiviridae, dan Tectiviridae. • Seperti semua virus lainnya, mereka adalah organisme sederhana yang terdiri dari inti materi genetik yang dikelilingi oleh kapsid protein.

• Materi genetik dapat berupa DNA atau RNA pada bakteriofag. • Setelah menginfeksi sel, sel tersebut sepenuhnya mengambil kendali sel inang dan menghentikannya dari memproduksi komponen bakteri dan memaksanya untuk menghasilkan komponen virus. • Mereka akhirnya menyebabkan lisis sel bakteri inang.

bakteriofag adalah

• Mereka juga terlibat dalam proses yang disebut transduksi, di mana Bakteriofag kadang-kadang mengeluarkan sebagian dari DNA sel inangnya dan mentransfer DNA ini ke dalam genom sel inang baru. Siklus hidup Fag dapat dibagi menjadi virulen dan sedang tergantung pada siklus hidupnya.

Fag virulen menghasilkan siklus litik, dalam siklus ini mereka mengikat ke inang mereka, bakteriofag adalah genom mereka, mereplikasi berkat mesin molekuler inang dan, akhirnya, melisiskan sel inang, sambil melepaskan keturunannya.5 Jenis fag kedua, beriklim sedang, memiliki gaya hidup yang berbeda dan menginfeksi inangnya dengan memulai siklus lisogenik, di mana genom fag tetap laten sebagai profag, bereplikasi bersama dengan inangnya, dan kadang meledak dalam siklus litik di bawah pemicu tertentu.

Mereka dapat bermanfaat bagi bakteri karena dapat mengkode gen untuk resistensi terhadap antibiotik atau faktor virulensi lainnya.

Replikasi Fag dapat menghasilkan siklus litik bakteriofag adalah siklus lisogenik, meskipun sangat sedikit yang mampu melakukan keduanya. Jika dilakukan lisis maka lisogeni tidak dapat dilakukan begitu pula sebaliknya. Dalam siklus litik, sel inang fag dilisis (dihancurkan) setelah replikasi dan enkapsulasi partikel virus, sehingga virus baru bebas untuk melakukan infeksi baru.

Sebaliknya, lisis sel langsung tidak terjadi pada siklus lisogenik. Genom fag dapat diintegrasikan ke dalam DNA kromosom dari bakteri inang atau archaea, bereplikasi pada saat yang sama dengan inangnya, atau dapat tetap stabil sebagai plasmid, bereplikasi secara independen dari replikasi bakteri. Dalam kedua kasus tersebut, genom fag akan diteruskan ke semua keturunan dari bakteri yang awalnya terinfeksi. Dengan demikian, fag tetap dalam keadaan laten sampai kondisi lingkungan memburuk: penurunan nutrisi, peningkatan agen mutagenik, dll.

Pada saat ini, fag atau profag endogen diaktifkan dan menimbulkan siklus litik yang berakhir dengan lisis sel.Pengertian Bakteriofag: Bakteriofag adalah virus yang menginfeksi bakteriofag adalah bereplikasi hanya dalam sel bakteri. Juga dikenal sebagai fag, mereka ada di mana-mana di lingkungan dan diakui sebagai agen biologis paling berlimpah di bumi. Bakteriofag sangat beragam dalam ukuran, morfologi, dan organisasi genom. Namun, semua terdiri dari genom asam nukleat yang terbungkus dalam cangkang protein kapsid yang disandikan bakteriofag, yang melindungi bahan genetik dan memediasi pengirimannya ke dalam sel inang berikutnya.

Mikroskop elektron memungkinkan visualisasi terperinci dari ratusan jenis bakteriofag, beberapa di antaranya bakteriofag adalah memiliki “kepala”, “kaki”, dan “ekor”.

Terlepas dari penampilan bakteriofag adalah, bakteriofag tidak bergerak dan bergantung pada gerakan Brown untuk mencapai target mereka. Seperti semua virus, bakteriofag sangat spesifik-spesies terkait dengan inangnya dan biasanya hanya menginfeksi spesies bakteri tunggal, atau bahkan strain spesifik dalam suatu spesies.

Setelah bakteriofag menempel pada inang yang rentan, bakteri tersebut mengejar salah satu dari dua strategi replikasi: litik atau lisogenik. Selama siklus replikasi litik, bakteriofag menempel pada bakteri inang yang rentan, memasukkan genomnya ke dalam sitoplasma sel inang, dan memanfaatkan ribosom inang untuk memproduksi proteinnya. Sumber daya sel inang cepat dikonversi menjadi genom virus dan protein kapsid, yang berkumpul menjadi beberapa salinan bakteriofag asli.

bakteriofag adalah

Ketika sel inang mati, sel itu secara aktif atau pasif dilisiskan, melepaskan bakteriofag baru untuk menginfeksi sel inang lain. Dalam siklus replikasi lisogenik, fag juga menempel pada bakteri inang yang rentan dan memasukkan genomnya ke dalam sitoplasma sel inang.

Namun, genom bakteriofag bukannya diintegrasikan ke dalam kromosom sel bakteri atau dipertahankan sebagai elemen episom di mana, dalam kedua kasus, itu direplikasi dan diteruskan ke sel bakteri anak tanpa membunuh mereka. Genom bakteriofag terintegrasi disebut profag, dan bakteri yang mengandungnya disebut lisogen. Profag dapat dikonversi kembali ke siklus replikasi litik dan membunuh inangnya, paling sering sebagai respons terhadap perubahan kondisi lingkungan.

Fungsi Bakteriofag Meskipun bakteriofag tidak dapat menginfeksi dan mereplikasi dalam sel manusia, mereka merupakan bagian penting dari mikrobioma manusia dan mediator kritis pertukaran genetik antara bakteri patogen dan non-patogen.

Pemindahan gen dari satu strain bakteri ke yang lain oleh bakteriofag disebut transduksi dan dapat terjadi secara umum atau khusus. Dalam transduksi “umum”, potongan acak DNA genom bakteri dikemas di dalam kapsago bakteriofag sebagai pengganti DNA genom fag karena sel inang terurai dari replikasi litik. Jika bakteriofag yang membawa DNA bakteri ini menyuntikkannya ke dalam sel inang yang sehat, ia dapat berintegrasi ke dalam kromosom bakteri itu, mengubah genomnya dan sel anak-anaknya.

Dalam transduksi “khusus”, diperkirakan bakteriofag lisogenik, yang telah diamplifikasi dalam populasi bakteri, mengeluarkan beberapa DNA bakteri dengan genomnya ketika memulai siklus replikasi litik. Karena lisogen berbagi situs integrasi yang sama, semua bakteriofag progeni mentransduksi gen bakteri yang sama ke inang baru mereka. Selain pertukaran genetik, bakteriofag dapat mengubah populasi mikroba karena mereka memangsa spesies bakteri tertentu sementara membiarkan yang lain tidak terluka.

Selama lebih dari 100 tahun, penelitian telah berusaha untuk menggunakan sifat ini sebagai sarana untuk mengobati infeksi bakteri patogen pada manusia dan hewan. Sementara bakteriofag liar mungkin memiliki efek sementara pada populasi bakteri liar, banyak hambatan untuk penggunaan klinis bakteriofag litik sebagai terapi antimikroba (terapi fag) pada manusia ada.

Untuk satu, strain bakteri liar sangat beragam, dan banyak yang resisten terhadap satu atau beberapa bakteriofag. Banyak mekanisme resistensi diketahui, dengan satu contoh terkenal, sistem CRISPR-Cas9 sekarang direkayasa sebagai alat untuk manipulasi genetik di laboratorium, berasal sebagai mekanisme pertahanan bakteri melawan infeksi bakteriofag.

Selain itu, bakteriofag jauh lebih imunogenik daripada obat antimikroba dan dengan cepat dibersihkan dari darah oleh sistem endotel reticular. Ukuran bakteriofag yang besar relatif terhadap obat antimikroba juga kemungkinan akan membatasi penggunaannya pada aplikasi topikal jika koktail fage yang efektif ditemukan. Beberapa peneliti telah menyarankan bahwa menggunakan enzim bakteriofag yang dapat menembus dinding sel bakteri mungkin merupakan strategi yang lebih sederhana.

Sampai saat ini, belum ada uji coba acak, terkontrol, double-blind yang menunjukkan kemanjuran dari kedua strategi bakteriofag tersebut pada manusia. Pentingnya bakteriofag Klinis Bakteriofag secara klinis signifikan karena beberapa alasan.

Pertama, banyak toksin bakteri yang sangat patogen dikodekan oleh genom bakteriofag, sehingga bakteri bakteriofag adalah hanya patogen ketika dilisogenkan oleh fag penyandi racun.

Contohnya adalah toksin kolera dalam Vibrio cholerae, toksin difteri dalam Corynebacterium diphtheriae, botulinum neurotoxin dalam Clostridium botulinum, toksin biner Clostridium difficile, dan toksin Shiga dari spesies Shigella. Tanpa racun yang dikodekan bakteriofagspesies bakteri ini jauh lebih sedikit patogen atau tidak patogen sama sekali. Mengapa fag mengkode racun ini tidak diketahui. Sementara toksin kolera bisa dibilang membantu bakteriofag dan inangnya mencapai korban berikutnya dengan menyebabkan diare yang banyak dan berair, kelumpuhan akibat toksin botulinum tampaknya memiliki efek sebaliknya.

Kedua, bakteriofag adalah vektor untuk transfer gen bakteriofag adalah, yang mungkin termasuk gen resistensi antimikroba. Mereka juga telah direkayasa untuk memperkenalkan gen ke strain bakteriofag adalah untuk efek klinis, meskipun penggunaan ini saat ini dalam tahap pengujian. Aspek ketiga yang relevan secara klinis dari bakteriofag adalah deteksi mereka dapat digunakan sebagai biomarker untuk keberadaan inang mereka dalam sampel lingkungan yang kompleks.

Ini paling umum digunakan sebagai pengganti untuk kontaminasi tinja dari sumber air. Jika bakteriofag ada, host kemungkinan besar juga. Atau, fag telah direkayasa untuk menghasilkan molekul yang dapat dideteksi, seperti luciferase, ketika mereka menginfeksi inangnya sebagai sarana untuk mendeteksi bakteri dalam sampel lingkungan bakteriofag adalah.

Sementara sebagian besar digantikan oleh teknologi yang lebih baru, bakteriofag juga secara klinis relevan karena kemampuan mereka untuk membedakan strain dari spesies bakteri yang sama. Sebagian besar spesies bakteri yang diteliti memiliki banyak patogen bakteriofag, sama seperti manusia sebagai spesies yang rentan terhadap banyak virus.

Strain yang berbeda dalam suatu spesies tahan bakteriofag adalah beberapa bakteriofag dan bukan yang lain. Dengan menginfeksi setiap galur secara sistematis dengan panel fag standar untuk spesies itu, masing-masing galur dapat diidentifikasi dengan pola kerentanan dan ketahanan terhadap masing-masing jenis bakteriofag.

Bakteriofag dari Staphylococcus aureus, misalnya, menggunakan panel bakteriofag standar yang dibagikan secara internasional untuk membedakan strain S. aureus. Sebelum pengembangan metode molekuler untuk tujuan ini, seperti mengetik urutan multilokus dan elektroforesis gel bidang-berdenyut, mengetik fag adalah standar kriteria untuk melacak galur untuk tujuan bakteriofag adalah. Akhirnya, bakteriofag adalah jenis virus pertama yang ditemukan dan merupakan bagian dari banyak penemuan mendasar biologi molekuler.

Sebagai contoh, bukti bahwa DNA adalah molekul yang mentransmisikan informasi genetik, mekanisme dasar pengaturan gen, dan kode genetik untuk menyebutkan beberapa, semuanya ditemukan menggunakan bakteriofag.

Peranan bakteriofag dalam Kesehatan Resistensi Antibiotik dan Pengendalian Infeksi Bakteriofag adalah pendorong evolusi bakteri bakteriofag adalah microbiome manusia (bukti Level II). Profag dapat diinduksi untuk beralih ke siklus replikasi litik oleh stres sel inang, termasuk obat antimikroba.

Oleh karena itu, perawatan antibiotik, terutama yang menargetkan flora mikroba usus, dapat diharapkan untuk mengubah mikrobioma virus (fag). Bakteriofag tidak mudah diinaktivasi seperti sel bakteri vegetatif, tetapi mereka rentan terhadap inaktivasi UV, autoklaf, dan prosedur disinfeksi standar rumah sakit.

Penyakit Mediasi Bakteri Toksin Penting bagi semua anggota tim yang merawat pasien dengan penyakit yang dimediasi toksin yang ditanggung oleh fag, seperti kolera atau shigella, bahwa prosedur desinfeksi harus dipilih karena kemampuannya untuk menonaktifkan virus dan juga bakteri.

Meskipun bakteriofag tidak menginfeksi sel manusia secara langsung, mereka dapat memediasi transfer gen virulensi dari strain bakteri patogen ke non-patogen. Fungsi Bakteriofag Pengertian Bakteriofag Pentingnya bakteriofag Klinis Peranan bakteriofag dalam Kesehatan
Dibentuk oleh kepala yang mengandung asam nukleat, ekor, dan serat kaudal – semua bakteriofag berasal dari protein – bakteriofag melekat pada dinding sel prokariota ini, dengan bantuan protein yang ada di ekornya.

Bakteriofag menusuk wilayah ini dan kemudian menyuntikkan DNA-nya, meninggalkan kapsul yang sekarang kosong di luar. DNA bakteriofag adalah berlipat ganda dalam sel inang – dalam hal ini, bakteri – menyebabkan sintesis protein virus dan, akibatnya, pembentukan fag baru.

Ini, setelah waktu tertentu dan dengan bantuan enzim spesifik, menghancurkan dinding bakteri, dan dapat menginfeksi individu lain. Langkah-langkah tersebut termasuk yang disebut siklus litik. Bakteriofag adalah juga terjadi bahwa bakteriofag dimasukkan ke dalam kromosom bakteri, yang dikenal sebagai profago. Di sana, itu berkembang biak dan membelah bersama dengan organisme inang, menciptakan seluruh populasi bakteri yang terinfeksi oleh fag tidak aktif, atau marah.

Ini adalah siklus lisogenik. Fag yang tidak aktif juga dapat mengambil kendali metabolisme bakteri, dengan melepaskan diri dari kromosom bakteri, mengawali siklus litik.

Sedangkan bakteriofag menginfeksi bakteri, dan bakteriofag adalah kita dapat tumbuh di laboratorium dengan mudah. Jadi seluruh organisme dapat tumbuh di piring, dan jika Anda menambahkan campuran bakteriofag dengan bakteri, Anda akan melihat di piring yang tidak memiliki bakteriofag itu akan menjadi halaman rumput bakteri, sedangkan di mana pun ada lubang di dalamnya sepiring bakteri, itu menunjukkan bahwa bakteriofag adalah telah menginfeksi mereka dan telah membunuh semua bakteri di sekitarnya, yang secara efektif adalah apa yang dilakukan bakteriofag.

Bakteriofag masuk ke dalam sel, mereproduksi diri mereka sendiri dan kemudian menghancurkan sel itu terbuka, membunuh bakteri, dan kemudian pergi dan menemukan lebih banyak inang untuk menginfeksi. Struktur bakteriofag dapat mencakup berbagai fitur untuk menginfeksi sel inang.

Banyak bakteriofag memiliki poros sentral dan pelengkap mirip kaki. Kaki menempel pada bakteri, dan bahan genetik disuntikkan melalui poros ke sitoplasma sel inang, di mana ia bereplikasi dan berkumpul kembali menjadi keturunan.

Siklus hidup bakteriofag adalah litik atau lisogenik. Fag litik, seperti T4, melisis sel inang setelah replikasi virion. Progeni fag kemudian dilepaskan untuk menemukan inang baru. Fag lisogenik tidak langsung melisis sel inang. Fag ini dikenal sebagai fag sedang. Genom bakteriofag berintegrasi dengan genom inang dan bereplikasi dengannya, tanpa merusak sel. Ketika bakteriofag adalah memburuk untuk sel inang, seperti kekurangan nutrisi, fag memulai siklus reproduksi, menghasilkan lisis.

Pengertian Bakteriofag Bakteriofag, atau fag, adalah virus yang menginfeksi bakteri, jadi ini tidak menginfeksi sel manusia bakteriofag adalah mereka sangat terspesialisasi dan hanya menginfeksi bakteri. Jadi setiap bakteri diserang oleh berbagai virus bakteriofag adalah menggunakan mereka sebagai inang yang mereka tiru.

Bakteriofag berbeda dengan virus eukariotik karena, untuk mendeteksi virus yang menginfeksi mata Anda, idealnya Anda perlu menginfeksi ke dalam mata Anda, atau garis kultur jaringan sel manusia, yang tidak persis sama dengan mata Anda.

Bakteriofage merupakan virus yang menginfeksi bakteri, Walaupun spektrum bakteri yang dapat diinfeksi satu bakteriofage itu terbatas, banyaknya bakteriofage yang ada tak terhitung jumlahnya itu maka sangat mungkin bahwa paling sedikit terdapat satu bakteriofage untuk setiap tipe bakteri (Utomo, 2009).

Jenis-jenis virus yaitu virus pada tumbuhan, virus pada hewan, virus pada manusia, dan virus pada bakteri yang dikenal sebagai Bakteriofage. Bakteriofage atau sering disebut fage adalah kesatuan biologis paling sederhana yang diketahui mampu mereplikasi dirinya (mampu menggandakan dirinya sendiri menjadi lebih banyak).

Bakteriofage mula-mula ditemukan secara terpisah Frederich W.Twort di Inggris pada tahun 1915 dan oleh ilmuwan Prancis, D’Herelle pada tahun 1917, merupakan virus yang menginfeksi atau menyerang bakteri. Fage pada hakekatnya terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang terkemas bakteriofag adalah dalam selubung protein pelindung.

Siklus Hidup Bakteriofag Bakteriofag dapat menghasilkan siklus litik atau siklus lisogenik, meskipun sangat sedikit yang mampu melakukan keduanya. Jika lisis dilakukan, lisogenesis tidak dapat dilakukan dan bakteriofag adalah.

Dalam siklus litik, sel inang fag dilisis (dihancurkan) setelah replikasi dan enkapsulasi partikel virus, sehingga virus baru bebas untuk melakukan infeksi baru. Sebaliknya, dalam siklus lisogenik, lisis sel langsung tidak terjadi. Genom fag dapat diintegrasikan ke dalam DNA kromosom bakteri inang, bereplikasi pada saat yang sama dengan bakteri, atau dapat tetap stabil dalam bentuk plasmid, mereplikasi secara independen dari replikasi bakteri.

Dalam kedua kasus, genom fag akan diteruskan ke semua keturunan dari bakteri yang awalnya terinfeksi. Fag dibiarkan tidak aktif sampai kondisi lingkungan memburuk: penurunan nutrisi, peningkatan agen mutagenik, dll. Pada saat ini, fag atau fag endogen diaktifkan dan menimbulkan siklus litik yang berakhir dengan lisis sel. Siklus hidup bakteriofag terdiri dari beberapa langkah: • Penempelan dan penetrasi • sintesis protein dan asam nukleat • perakitan virion • pelepasan virion Perlekatan dan penetrasi: Bakteriofag menempel pada reseptor pada permukaan luar bakteri.

Itu termasuk lipopolisalarida, asam teichoic, protein, atau flagella. Banyak bakteriofag menggunakan mekanisme agak seperti jarum suntik hipodermik untuk menyuntikkan bahan genetik ke dalam sel melalui struktur seperti ekor. Sintesis protein dan asam bakteriofag adalah Ribosom bakteri menerjemahkan mRNA virus menjadi protein.

Jika bakteriofag memiliki genom RNA, RNA replikase disintesis awal dalam proses ini. RNA polimerase Inang direkrut untuk secara istimewa menyalin mRNA virus, mengganggu sintesis normal protein inang.

Protein dirangkai menjadi virion baru. Perakitan Virion: Protein pembantu sering digunakan untuk merakit partikel virus. Mereka disatukan sepotong demi sepotong, pelat dasar, ekor dan kapsid kepala, dengan DNA bakteriofag adalah dikemas di dalamnya. Pelepasan virion: Bakteriofag yang baru terbentuk dilepaskan oleh lisis, ekstrusi, atau tunas. Terapi Bakteriofag Menjadi predator alami bakteri, bakteriofag telah lama dianggap sebagai agen terapi potensial.

Ada banyak laporan terapi fage yang digunakan pada manusia. Dalam sebuah penelitian terhadap 550 pasien dengan septikemia bakteri, fag diberikan secara oral, topikal, atau ke mata, telinga, atau hidung. Tingkat keberhasilan untuk perawatan berkisar antara 75 hingga 100 persen. Kemanjurannya bahkan lebih tinggi di antara pasien yang tidak menanggapi terapi antibiotik. Fag juga berguna untuk: • meningitis serebrospinal pada infeksi kulit bayi baru lahir karena Pseudomonas, • Staphylococcus, Klebsiella, Proteus, dan E.

coli. • abses subphrenic dan subhepatik berulang • penyakit bakteri kronis Terapi fag juga telah ditemukan untuk menormalkan kadar alpha necrosis factor tumor (TNF-α) dalam serum. Keamanan Terapi Bakteriofage Bakteriofag tampaknya tidak berbahaya jika digunakan secara klinis. Di AS phage phi X174 digunakan untuk memonitor fungsi kekebalan humoral pada pasien yang kekurangan adenosine deaminase, dan untuk mempelajari respon imun manusia. Fag sangat umum di lingkungan dan makanan, dan bakteriofag adalah dengan penyakit atau cedera.

Pertimbangan keamanan dalam agen terapeutik adalah bahwa mereka tidak boleh memicu transduksi umum atau memiliki urutan gen dengan homologi yang signifikan untuk gen resistensi antibiotik utama yang diketahui, gen toksin yang dikodekan fag, dan gen untuk faktor virulensi bakteri. Ciri Umum Bakteriofag • Seperti virus yang menginfeksi sel eukariotik, bakteriofag terdiri dari mantel protein atau kapsid yang mengandung 5.000 hingga 500.000 pasangan basa bahan genetik, yang mungkin berupa DNA.

• Ukuran bakteriofag berkisar antara sekitar 20 hingga 200 nm. • Sebagian besar bakteriofag (khususnya 96% dari yang saat ini diidentifikasi) diklasifikasikan dalam urutan Caudovirales, yang berekor DNA, memiliki untai ganda, dan selanjutnya diklasifikasikan ke dalam keluarga Siphoviridae, Myoviridae, dan Podoviridae.

• Bakteriofag ada di mana-mana dan dapat ditemukan di berbagai jenis bakteri, baik di tanah maupun di populasi mikroorganisme di usus hewan. Salah satu lingkungan yang paling banyak dihuni oleh fag dan virus lainnya adalah air laut, di mana diperkirakan ada sekitar 109 partikel virus per mililiter, dan 70% bakteri laut dapat terinfeksi oleh fag. Ciri lain Bakteriofage sama seperti virus pada bakteriofag adalah yang dapat hidup luas di alam.

Bentuknya juga hampir sama, yaitu terdiri atas sebuah inti asam nukleat yang dikelilingi olehselubung protein. Virus ini mempunyai ekor yang digunakan untuk melewatkan asam nukleatnya ketika menginokulasi sel inang.

Bakteriofag adalah virus ada di mana-mana, terbukti sering terjadi mewabahnya suatu penyakit yang tidak mengenal daerah tertentu. Dengan demikian, virus ini sama seperti virus pada umumnya yang dapat hidup luas di alam. Bakteriofag dapat dibagi menjadi ganas dan sedang tergantung bakteriofag adalah siklus hidupnya. Bakteriofag virulen menghasilkan siklus litik, dalam siklus ini mereka mengikat inang bakteri mereka, menyuntikkan genom mereka, mereproduksi berkat mesin molekuler inang, dan akhirnya melisis sel inang, secara bersamaan melepaskan keturunannya.

Jenis Bakteriofag kedua, temperat, memiliki gaya hidup yang berbeda dan menginfeksi inangnya dengan memulai siklus lisogenik, di mana genom bakteriofag tetap tidak aktif sebagai profag, bereplikasi bersama dengan inangnya, dan kadang-kadang itu pecah dalam siklus litik di bawah pemicu spesifik.

Mereka dapat bermanfaat bagi bakteri, karena mereka dapat menyandikan gen untuk resistensi terhadap antibiotik atau faktor virulensi lainnya Struktur Tubuh Bakteriofage. Tubuh Bakteriofage tersusun atas kepala, ekor,dan serabut ekor.

Kepala berbentuk polyhedral (segi banyak) yang di dalamnya mengandung DNA atau RNA saja. Dari kepala muncul tubus atau selubung memanjang yang disebut sebagai ekor virus. Ekor ini bertugas sebagai alat penginfeksi. Bagian antara kepala dan ekor memiliki selubung yang disebut kapsid. Kapsid tersusun atas molekul-molekul protein sehingga disebut selubung protein bakteriofag adalah pembungkus protein dan berfungsi sebagai pelindung bakteriofag adalah nukleat (DNA dan RNA), dapat membantu menginfeksi virus ke sel inangnya dan menentukan macam sel yang akan dilekati.

Pada bagian ujung ekornya ditumbuhi serabut-serabut ekor yang dapat berfungsi sebagai penerima rangsang atau reseptor. Sejumlah subunit molekul protein yang menyusun kapsid dan identik satu dengan yang lain disebut kapsomer. Dibandingkan dengan kebanyakan bakteriofag adalah, bakteriofage sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatur secara cermat.

Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup. Pada virus T4 asam nukleatnya adalah DNA, tetapi pada banyak virus lain, termasuk virus penyebab Bakteriofag adalah, polio, dan flu, asam nukleatnya adalah RNA. Peranan bakteriofag Dalam rekayasa genetika untuk penyembuhan atau pencegahan penyakit infeksi tertentu, pemetaan kromosom, menjinakkan bakteri patogen dengan menginfeksikan profage ke dalam sel nya dan banyak yang digunakan untuk bidang bioteknologi.

Peranan lain bakteriofage dalam kehidupan : • Untuk membuat antitoksin. • Untuk melemahkan bakteri. • Untuk reproduksi vaksin. Manfaat Bakteriofag • Virus melumpuhkan bakteri • Lebih kuat dari antibiotik • Menghancurkan sel tumor Sejarah Sejarah penemuan bakteriofag telah menjadi bahan perdebatan, termasuk kontroversi mengenai siapa penemunya.

Pada tahun 1913, ahli bakteriologi Inggris Frederick Twort menemukan agen bakteriolitik yang menginfeksi dan membunuh bakteri, tetapi ia tidak dapat mengetahui apa sebenarnya agen itu, menunjukkan dalam salah satu hipotesisnya bahwa, di antara kemungkinan lain, itu bisa berupa virus. Tidak sampai 1917, ketika ahli mikrobiologi Kanada Félix d’Herelle mengumumkan bakteriofag adalah “antagonis mikroba tak terlihat dari basil disentri,” yang ia klaim sebagai virus yang disebut bakteriofag.

Karya D’Herelle dimulai dari tahun 1910 dan berbeda dengan Twort dan beberapa ilmuwan lain yang telah melaporkan fenomena serupa, ia tidak banyak meragukan sifat dari fenomena yang ia amati dan mengklaim bahwa itu adalah virus yang mem parasit bakteri.

Nama bacteriophage dibentuk dari kata “bakteri” dan “phagein” (makan atau melahap, dalam bahasa Yunani), menyiratkan bahwa fag “memakan” atau “melahap” bakteri.

Bakteriofage adalah kesatuan biologis paling sederhana yang diketahui mampu mereplikasi dirinya (mampu menggandakan dirinya sendiri menjadi lebih banyak). Dengan demikian, jasad renik ini dijadikan penelitian dalam genetika, yaitu dijadikan sistem model untuk mempelajari patogenesitas yang disebabkan virus.

Bagaimana struktur dari bakteriofage? Yuk simak bersama: Di manakah virus bisa hidup? Kenyataannya virus ada di mana-mana, terbukti sering terjadi mewabahnya suatu penyakit yang tidak mengenal daerah tertentu. Dengan demikian, virus ini sama seperti virus pada umumnya yang dapat hidup luas di alam. Bentuknya juga hampir sama seperti virus, yaitu terdiri atas sebuah inti asam nukleat yang dikelilingi oleh selubung protein.

Virus ini mempunyai ekor yang digunakan untuk melewatkan asam nukleatnya ketika menginokulasi sel inang. Jika kita amati, tubuh bakteriofage tersusun atas kepala, ekor, dan serabut ekor.

bakteriofag adalah

Kepala berbentuk polyhedral (segi banyak) yang di dalamnya mengandung DNA atau RNA saja. Dari kepala muncul tubus atau selubung memanjang yang dinamakan sebagai ekor virus. Ekor ini bertugas sebagai alat penginfeksi. Bagian antara kepala dan ekor memiliki selubung yang disebut kapsid. Kapsid tersusun atas molekul-molekul protein, oleh sebab itu disebut sebagai selubung protein atau pembungkus protein, fungsinya sebagai pelindung asam nukleat (DNA dan RNA), dapat membantu menginfeksi virus ke sel inangnya dan menentukan macam sel yang akan dilekati.

Virus menempel hanya pada tempattempat khusus, yakni pada permukaan dinding sel bakteri yang memiliki protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya protein virus pada protein dinding sel bakteri itu sangat khas, mirip kunci dan gembok.

Virus dapat menempel pada sel-sel tertentu yang diinginkan karena memiliki reseptor pada ujung-ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus mengeluarkan enzim lisozim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri atau inang.

b. Fase injeksi (penetrasi), selubung (seludang) sel berkontraksi bakteriofag adalah mendorong inti ekor ke dalam sel melalui dinding dan membran sel, kemudian virus tersebut menginjeksikan DNA ke dalam sel bakteri. Namun demikian, seludang protein yang membentuk kepala dan ekor fage tetap tertinggal di luar sel.

Setelah menginjeksi kemudian akan terlepas dan tidak berfungsi lagi. Setelah sekitar 20 menit dari infeksi awal sudah terbentuk 200 bakteriofage yang telah terakit dan sel bakteri itu pun meledak pecah (lisis) dan melepaskan fage-fage baru/virus akan keluar untuk mencari/menginfeksi bateri-bakteri lain sebagai inangnya, begitu seterusnya dan memulai lagi daur hidup tersebut.

b. Fase pembelahan, karena terjadi penggabungan, maka DNA virus menjadi satu dengan DNA bakteri dan DNA virus menjadi tidak aktif disebut profage.

Dengan demikian, jika DNA bakteri melakukan replikasi, maka DNA virus yang bakteriofag adalah aktif bakteriofag adalah juga ikut melakukan replikasi. Misalnya, apabila DNA bakteri membelah diri terbentuk dua sel bakteri, maka DNA virus juga identik Gambar diatas memperlihatkan bahwa virus dalam keadaan lingkungan tertentu pada saat mengalami fase lisogenik dapat berpindah ke fase litik. Hal itu terjadi apabila virus fage menginfeksi bakteriofag adalah, tetapi sel bakteri tersebut mempunyai daya tahan/daya imun yang kuat, maka virus tersebut tidak dapat bersifat virulen (virus menyebabkan lisis/pecah).

Pada saat lingkungannya berubah dan menyebabkan daya tahan sel bakteri berkurang, maka keadaan lisogenik akan dapat berubah menjadi litik/lisis, sehingga profage akan berubah menjadi virulen. Dengan demikian, bakteri akan pecah (lisis) karena terbentuknya virus-virus baru.

Replika Virus Bakteriofag (Uprak Biologi, XII IIS-1 MAN 18 Jakarta)




2022 www.videocon.com