Pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

Cerita UKM New Flash News LIVE TV News Commerce Ketahanan Informasi TIMES TV Nasional Daerah Internasional Politik Ekonomi Pemerintahan Gaya Hidup Entertainment Wisata Kuliner Tekno Olahraga Otomotif Jadwal Sepakbola Pendidikan Kesehatan Kopi TIMES Glutera News Gawainesia English • • Kanal • Peristiwa Nasional • Catat! Pindah Domisili Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dirjen Dukcapil Kemendagri RI Zudan Arif Fakrulloh kembali menegaskan, bahwa pengurusan pindah domisi dalam satu kabupaten/kota tidak lagi membutuhkan surat pengantar RT/RW mapun desa dan kelurahan.

Penghapusan surat pengantar ini, kata dia, merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2018, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 108 Tahun 2019. "Pindah penduduk dalam satu Kabupaten/Kota, cukup menunjukan Kartu Keluarga (KK) saja. Tidak perlu pengantar apapun," ucap Zudan kepada TIMES Indonesia di Jakarta, Minggu (9/1/2022).

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

Menurut Dirjen Zudan, pihaknya bersama seluruh jajarannya mulai pusat hingga daerah terus berbenah memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dalam mengurus data kependudukan. Salah satunya dengan menghapus surat pengantar pindah domisil dari RT/RW maupun desa dan kelurahan. "Jadi, kalau ada Kepala Dinas Dukcapil yang masih meminta pengantar dari RT/RW sampai ke Desa/ Kelurahan akan saya beri sanksi tegas," tegas dia. Selain itu, Dukcapil juga tidak memberlakukan Surat Keterangan Pindah (SKP) bagi warga yang pindah domisili dalam satu kabupaten/kota.

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

SKP hanya bagi penduduk yang mengurus pindah domisili antar Kabupaten/Kota atau antar Provinsi. “Kecuali penduduk tersebut belum terdata dalam database, maka perlu pengantar RT/RW untuk membuat NIK pertama kali,” imbuh Dirjen Zudan.

Dirjen Zudan mengingatkan agar para kepala Dinas Dukcapil di seluruh daerah untuk tidak membuat persyaratan tambahan di luar ketentuan yang berlaku jika tidak ingin sanksi tegas. “Kita harus tegas karena pelayanan publik ini mutlak harus kita perbaiki agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik dari negara,” demikian Dirjen Dukcapil Kemendagri RI Zudan Arif Fakrulloh soal pengrusan pindah domisili tak perlu surat pengantar RT/RW. (*) **) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update.

Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP. none
Jakarta - Syarat pindah domisili menjadi informasi penting diketahui bagi masyarakat yang hendak menetap ke daerah lain.

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

Saat ini, surat pengantar RT/RW tak lagi menjadi salah satu syarat pindah domisili. Simak informasi berikut mengenai syarat pindah domisili yang sudah detikcom rangkum. Syarat Pindah Domisili: Tidak Perlu Pengantar RT/RW Dilansir dari situs Dukcapil, saat ini Dukcapil sudah menyederhanakan sejumlah persyaratan layanan.

Hal ini pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw syarat pengantar RT/RW atau desa/kelurahan yang kini dihapuskan dari syarat pindah domisili.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh. Aturan itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) 96 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 108 Tahun 2019. "Pindah penduduk dalam satu Kabupaten/Kota, cukup menunjukkan Kartu Keluarga (KK) saja. Tidak perlu pengantar apapun" kata Zudan pada Sabtu (8/1). Baca juga: KTP Digital Mulai Uji Coba, Begini Sederet informasi Terbarunya Dihapusnya keterangan RT/RW sampai Desa/Kelurahan bukan tanpa alasan.

Data Kependudukan yang dimiliki Dukcapil sudah lengkap sehingga tidak memerlukan verifikasi dari RT/RW maupun Desa/Kelurahan. "Keterangan RT/RW sampai desa/kelurahan sudah tidak dibolehkan lagi karena data kependudukan kita sudah lengkap. Kecuali penduduk tersebut belum terdata dalam database, maka perlu pengantar RT/RW untuk membuat NIK pertama kali," sambungnya.

Selain itu, Zudan juga menambahkan, perpindahan penduduk dalam satu Kabupaten/Kota tidak memerlukan Surat Keterangan Pindah atau SKP. Hanya penduduk yang melakukan perpindahan antar kabupaten/kota atau antar provinsi yang akan dibekali SKP oleh Dinas Dukcapil asal untuk diberikan ke daerah tujuan. Syarat Pindah Domisili: Dokumen yang Dibutuhkan Surat pengantar RT/RW atau desa/kelurahan sudah tidak diperlukan sebagai syarat pindah domisili.

Hanya saja, masih ada beberapa dokumen lain yang dibutuhkan dalam mengurus syarat pindah domisili. Baca juga: Kemendagri Uji Coba e-KTP Digital, Bagaimana Nasib Warga Tak Punya HP? Melansir dari laman resmi pemerintah kota Semarang dan Kabupaten Grobogan, masih ada sejumlah dokumen yang harus disiapkan sebagai syarat pindah domisili, yakni: • Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi • KTP-el asli dan fotokopi • Pas Foto ukuran 3x4 sebanyak 3-5 lembar • Surat kuasa pengasuhan anak dari orang tua /wali dan surat pernyataan bersedia menerima sebagai anggota keluarga bagi penduduk usia kurang dari 17 tahun • SKTT (surat keterangan tempat tinggal), surat izin tinggal terbatas dan dokumen perjalanan (bagi orang asing tinggal terbatas) • Dokumen perjalanan dan izin tinggal tetap (bagi orang asing tinggal tetap) • Kartu seleksi calon transmigran dan surat pemberitahuan pemberangkatan bagi penduduk yang akan transmigrasi.

• Surat pernyataan di atas meterai yang menerangkan tidak keberatan penggunaan alamat dalam dokumen kependudukan dari pemilik rumah untuk digunakan oleh penduduk yang menempati tempat tinggal yang bukan pemiliknya. Informasi lain soal syarat pindah domisili ada di halaman berikutnya. Suar.ID - Bagi Warga Indonesia yang ingin pindah domisili, sekarang tidak perlu lagi meminta surat pengantar dari RT/RW.

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

Bagi Warga Indonesia yang ingin pindah, mereka hanya perlu menyiapkan Kartu Keluarga (KK) dan KTP elektronik sebagai syaratnya. Aturan baru ini diklaim lebih mempersingkat proses bagi masyarakat dalam mengurus administrasi kepindahan mereka.

Peraturan tentang pindah domisili baru ini tercantum dalam Perpres Nomor 96 Tahun 2018, yang telah disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Oktober 2018. Perpres tersebut merupakan subtitusi dari Perpres 25 Tahun 2008. Baca Juga: Peraturan Terbaru PPDB 2019, Penghapusan SKTM hingga Syarat Lama Domisili Minimal Satu Tahun Dikutip dari Warta Kota, Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan tata cara kepindahan domisili penduduk ke tempat baru.

Pertama, pihak yang bersangkutan cukup datang ke Dinas Dukcapil daerah asal, dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK). Lalu, Dinas Dukcapil daerah asal membuatkan surat keterangan pindah (SKPWNI) untuk dibawa ke tempat tujuan. Setelah Dinas Dukcapil tempat tujuan menerima SKPWNI, maka mereka akan menerbitkan KTP elektronik dan KK sesuai tempat baru, sekaligus menarik KTP elektronik yang lama. "Yang bersangkutan cukup bawa fotokopi KK, datang ke Dinas Dukcapil daerah asal.

Dari daerah asal membuatkan surat pindah untuk dibawa ke tempat tujuan." "Dinas Dukcapil tempat tujuan setelah menerima surat pindah, kemudian menerbitkan KTP-el dan KK. KTP-el yang lama ditarik oleh Dinas Dukcapil di tempat baru," jelas Zudan melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Selasa (13/11/2018). Sedangkan posisi RT/RW pada aturan baru tersebut tetap diperlukan, untuk membuat dokumen Kartu Keluarga pertama kali. Baca Juga: Cerita Miris dari Balik Tebalnya Kabut Asap, Bayi di Pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw Meninggal, Dokter Temukan Bakteri di Paru-parunya ARTIKEL TERKAIT • News Peraturan Terbaru PPDB 2019, Penghapusan SKTM hingga Syarat Lama Domisili Minimal Satu Tahun • News Begini Pandangan Media Asing terhadap Pindahnya Ibu Kota Indonesia • News Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan, Viral di Medsos, Bentuk Pulau Kalimantan Seperti Tubuh Semar, Apa Kaitannya dengan Filosofi Jawa?

• News Pindah Lokasi dari Jakarta ke Kalimantan Timur, Benarkah Ibu Kota Baru Nanti Mencakup Lahan Milik Prabowo? • News Merasa Dirugikan Atas Kebijakan Menteri Susi, Gubernur Maluku Menyatakan Perang, Kantor Bu Susi Dia Suruh Pindah ke Sini
Parapuan.co - Saat akan pindah domisili atau tempat tinggal, Kawan Puan pasti bingung dengan persyaratan yang diperlukan.

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

Seperti surat pengantar dari RT/RW hingga desa/kelurahan. Namun kini pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri telah mempermudah proses kepindahan warga baik dalam kabupaten/kota yang sama, maupun berbeda provinsi. Melansir Kompas.com, Direktur Jenderal Kependudukan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh menyebut kini surat keterangan RT/RW dan desa/kelurahan telah dihapus.

Warga tak lagi membutuhkan surat tersebut untuk mengurus kepindahannya ke tempat lain. Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 96 Tahun 2018, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 108 Tahun 2019. Untuk mengurus kepindahan, warga cukup menunjukkan Kartu Keluarga tanpa harus mengurus surat ke RT/RW maupun desa/kelurahan. “Pindah penduduk dalam satu kabupaten/kota, cukup menunjukkan Kartu Keluarga pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw saja.

Tidak perlu pengantar apapun," ujar Zudan sebagaimana dilansir dari siaran pers Dukcapil Kemendagri, Senin (10/1/2022). Untuk warga yang hendak pindah ke lokasi baru namun sudah berbeda kota/kabupaten atau provinsi, ada tambahan yang harus dipenuhi.

Baca Juga: Akan Tersimpan di Ponsel, Ini 4 Poin E-KTP Digital yang Perlu Dipahami
HOME • • Y20 INDONESIA • RAMADANSATU • NASIONAL • Hukum • Nusantara • Sosial • Pendidikan • Lingkungan • Hankam • POLITIK • DUNIA • Asia • Amerika • Eropa • Timur Tengah • Afrika • MEGAPOLITAN • Pelayanan Publik • Aktualitas • Hukum & Kriminalitas • EKONOMI • Makro • Pasar Modal • Bisnis • Bank • Properti • Infrastruktur • FOKUS • LAINNYA • BOLA • Inggris • Spanyol • Italia • UEFA • Indonesia • Internasional • MOTOGP 2022 • OTOMOTIF • Mobil • Motor • Tips Otomotif • OLAHRAGA • Bulutangkis • Basket • Tenis • Motogp • F-1 • Tinju • Lainnya • GAYA HIDUP • Kuliner • Wisata • Mode • HIBURAN • Film • Musik • Seleb • Seni • KESEHATAN • Aktualitas Kesehatan • Tips • DIGITAL • Digital Life • Gadget • Sains • BERITA GRAFIK • PEMDA • Kota Semarang • Provinsi Jateng • FIGUR • OPINI Jakarta - Masyarakat tak memerlukan surat pengantar dari RT/RW, desa, kelurahan, termasuk kecamatan jika berpindah domisili.

Dokumen yang diperlukan hanya fotokopi kartu keluarga. "Kita menegaskan kembali bahwa itu (surat pengantar) tidak perlu," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Zudan Arif Fakrulloh, Minggu (14/10). Diungkapkan, beberapa kabupaten memang masih mewajibkan surat pengantar.

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

Karenanya, Dukcapil Kemdagri telah membuat surat edaran 417.12/18749/Dukcapil pada 10 Oktober. Surat itu ditujukan untuk seluruh dinas dukcapil (disdukcapil) di daerah. Ia menyatakan, jajaran dukcapil perlu mengacu surat edaran. Mekanisme surat perpindahan penduduk diatur melalui surat tersebut. Diharapkan pelayanan administrasi kependudukan menjadi semakin cepat dan mudah.

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

"Jadi, cukup datang ke disdukcapil sesuai alamat Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dan membawa fotocopy KK," ujarnya. Nantinya, disdukcapil daerah sebelumnya akan mengeluarkan surat keterangan pindah warga negara Indonesia (SKPWNI). Selanjutnya, KK dan KTP-el diterbitkan sesuai domilisi terbaru. Ditambahkan, bagi penduduk yang mencantumkan alamat baru pada SKPWNI, tapi bukan merupakan rumah pribadi, maka perlu melampirkan surat pernyataan. "Surat pernyataan tidak keberatan penggunaan alamat dalam dokumen kependudukan dari pemilik rumah," imbuh Zudan.

Ia juga mengingatkan agar disdukcapil menyampaikan laporan data perpindahan penduduk kepada kecamatan, desa/kelurahan sekurang-kurangnya dua kali sebulan. Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: Suara PembaruanSuara.com - Memperoleh surat domisili sangat penting.

Mengurus surat pindah domisili kini bukan hanya bisa dilakukan secara offline, tapi juga secara online. Lantas, bagaimana cara mengurus surat pindah domisili?

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

Cara mengurus surat pindah domisili sebenarnya bukanlah proses yang sulit. Namun, tanpa pengetahuan sebelumnya tentang hukum Indonesia dan birokrasinya, Anda akan terjebak dalam proses tanpa akhir yang tidak hanya memakan waktu, tetapi juga biaya.

Untuk memilik surat pindah domisili ada beberapa cara yang perlu Anda perhatikan agar proses pembuatan surat berjalan lancar. Berikut penjelasan cara mengurus surat pindah domisili. Cara Mengurus Surat Pindah Domisili Online Baca Juga: Syarat dan Cara Mengurus Surat Keterangan Mualaf di KUA, Ferdinand Sudah Punya? Diketahui, syarat untuk mengurus surat pindah domisili kini tidak perlu lagi melampirkan surat pengantar dari RT/RW.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden No 96 Th 2018 serta Peraturan Mendagri (Menteri Dalam Negeri) No 108 Th 2019. Melansir dari berbagai sumber, mengurus surat pindah domisili juga bisa dilakukan secara online. Adapun cara mengurus surat pindah domisili secara online yaitu sebagai berikut: • Menyiapkan KTP dan KK (Kartu Keluarga), dan surat keterangan pindah dari kelurahan • Masuk ke situs resmi layanan Disdukcapil sesuai dengan domisili yang sudah tersedia layanan surat pindah online • Mengisi data seperti: mencantumkan nomer ponsel aktif dan NIK pemohon • Pilih menu 'Perpindahan Keluar', lalu pilih siapa pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw yang ingin pindah domisili • Setelah itu, isi data kepindahan, seperti NIK pemohon dan NIK dari anggota keluarga yang ingin pindah domisili • Kemudian, unggah seluruh dokumen yang diperlukan (KTP, KK serta surat keterangan pindah dari kelurahan) • Klik menu 'Kirim', lalu tunggu proses verifikasi selesai dari petugas Disdukcapil Ketika verifikasi sudah selesai, pihak Disdukcapil akan mengeluarkan lembar SKPWNI serta kartu keluarga.

Anda bisa segera mengunduh serta mencetaknya di kertas HVS ukuran A4. Baca Juga: Cara Mengurus Sertifikat Halal, Ini Syarat dan Produk yang Wajib Punya • Datang ke kantor Kelurahan membawa dokumen persyaratan • Mengisi formulir permohonan pindah yang ditandatangani kepala desa setempat • Setelah itu, formulir dibawa ke kantor kecamatan untuk mendapatkan tandatangan camat setempat • Kemudian, formulir permohonan pindah akan dibawa ke CAPIL, lalu diserahkan ke petugas • Tunggu hingga surat pindah domisili diterbitkan Kepala Disdukcapil Demikian informasi mengenai cara mengurus surat pindah domisili secara online maupun offline.

Ingat, mengurus surat pindah domisili tidak lagi membutuhkan surat pengantar dari RT/RW. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Merdeka.com - Pindah domisili tak perlu surat pengantar RT/RW. Aturan tersebut telah dihapus oleh Kemendagri.

Kini aturan pindah domisili mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) 96 Tahun 2018, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 108 Tahun 2019. Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, apabila hendak melakukan pindah tempat tinggal, maka yang perlu dilakukan hanya menunjukkan Kartu Keluarga (KK) saja.

“Pindah penduduk dalam satu Kabupaten/Kota, cukup menunjukan Kartu Keluarga (KK) saja.

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

Tidak perlu pengantar apapun. Jadi, kalau ada Kepala Dinas Dukcapil yang masih meminta pengantar dari RT/RW sampai ke Desa/Kelurahan akan saya beri sanksi tegas,” kata Zudan dalam keterangan tertulis, Senin (10/1). Dia menjelaskan, dihapuskannya keterangan RT/RW sampai Desa/Kelurahan, bukan tanpa alasan. Data Kependudukan yang dimiliki Dukcapil sudah lengkap sehingga tidak memerlukan verifikasi dari RT/RW maupun Desa/Kelurahan. Tidak Perlu SKP Kemudian untuk perpindahan penduduk dalam satu Kabupaten/Kota, juga tidak memerlukan Surat Keterangan Pindah atau SKP.

Dia menerangkan, hanya penduduk yang melakukan perpindahan antar Kabupaten/Kota atau antar Provinsi yang akan dibekali SKP oleh Dinas Dukcapil asal untuk diberikan ke daerah tujuan.

pindah domisili tidak perlu surat pengantar rt/rw

Zudan pun mengimbau, agar masyarakat betul-betul mencermati persyaratan-persyaratan yang berlaku. Tidak hanya itu, dia juga mengingatkan kepada para Dukcapil dan mengancam akan melakukan sanksi tegas bila masih ada yang meminta syarat tambahan di luar ketentuan yang berlaku.

Zudan meminta para Kepala Dinas Dukcapil untuk mengecek sampai petugas di tingkat Kelurahan/Desa atau Kecamatan, dan mengganti atau bahkan mencopot petugas yang tidak melayani dengan baik. BACA JUGA: Jangan Khawatir, BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Perawatan Pasien Hepatitis Pendatang di Bandung Harus Miliki SKTS, Berikut Cara Daftar dan Persyaratannya “Kita harus tegas karena pelayanan publik ini mutlak harus kita perbaiki agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik dari negara,” kata Zudan menegaskan sekali lagi pindah domisili tak perlu surat keterangan RT/RW.

[rnd] Baca juga: Kemendagri: Kartu Keluarga Mirip e-KTP Itu Ilegal, Laporkan Polisi! Wagub DKI Soal Gaji dan Tunjangan DPRD Naik: Ada Peningkatan Itu Dibolehkan Syarat dan Cara Membuat e-KTP Digital DPR Fraksi PAN Soroti Posisi Wamendagri Dievaluasi Kemendagri, DKI Masih Anggarkan Perjalanan Luar Negeri Rp103 M 1 Kisah Kehidupan Seks Tentara Belanda di Indonesia 2 6 Potret Terbaru Aisyahrani Hamil Anak Ketiga, Penampilannya Mencuri Perhatian 3 Barisan Prajurit Kopaska TNI Menangis di Hutan, Alasannya Bikin Haru 4 Misteri Penembak Arief Rahman Hakim: Pengawal Presiden atau Polisi Militer Jakarta?

5 Video Viral, Seorang Perempuan Ngamuk Merebut Mikrofon Khatib saat Salat Jumat Selengkapnya

cara pengajuan surat pindah antar provinsi sampai selesai




2022 www.videocon.com