Tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

★ SMA Kelas 10 / Ujian Semester 2 (UAS / UKK) Seni Budaya SMA Kelas 10 Tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna-warni adalah tari…. a. serimpi b. merak c. cakalele d. pendet e. gambyong Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah?

klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Ujian Semester 2 (UAS / UKK) Penjas SMA Kelas 10 Kedua tangan yang memegang bola dalam keadaan melayang adalah cara melakukan….

a. set shoot b. lay up shoot c. overhead pass d. jump shoot e.

tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

bloking Materi Latihan Soal Lainnya: • Tes Bahasa Jepang • Bab Perdagangan Internasional - IPS SMP Kelas 9 • Ulangan Harian PAI SD Kelas 5 • UTS Sejarah Indonesia SMA Kelas 10 • PTS Prakarya Semester 2 Genap SMP Kelas 8 • IPA SD Kelas 6 • Gerak Ritmik - Penjaskes PJOK SD Kelas 6 • Satuan Ukuran - Matematika SD Kelas 6 • PTS Bahasa Inggris Semester 2 Genap SMA Kelas 10 • Ulangan Penjaskes PJOK SD Kelas 4 Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.

Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • Follow us: Facebook • Instagram • Twitter Preview soal lainnya: Ujian Semester 2 (UAS / UKK) Seni Budaya SMA Kelas 10 Tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna-warni adalah tari…. a. serimpi b.

tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

merak c. cakalele d. pendet e. gambyong Materi Latihan Soal Lainnya: • Ulangan Harian Bahasa Inggris SD Kelas 2 • Bahasa Indonesia SMA Kelas 12 • Tema 2 Seni Budaya Tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari Kelas 6 • Ulangan Harian Bahasa Indonesia SMA Kelas 11 • PAT Biologi SMA Kelas 11 • Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Tumbuhan Biji - IPA SMP Kelas 8 • PAT Bahasa Sunda SD Kelas 3 • Agama Islam SD Kelas 6 • PKn Tema 5 Subtema 2 Tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari Kelas 6 • IPA Tema 8 dan 9 SD Kelas 5 Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tips : Jika halaman ini selalu menampilkan soal yang sama secara beruntun, maka pastikan kamu mengoreksi soal terlebih dahulu dengan menekan tombol "Koreksi" diatas. Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.

Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •
SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website.

See our Privacy Policy and User Agreement for details. tari tradisional nusantara • 1. TUGAS PRESENTASI SENI BUDAYA BAB 10 • Deswitaku Al Fitri (7) • Fitria Rika Aryanti (12) • Nafissa Hadiningtyas (18) • Quarta Atsir Azaria Dewi (23) • Berlin Happy Winike Christi (31) Kelompok 1 8A • 2. KONSEP TARI NUSANTARA Tari nusantara adalah jenis tari yang tumbuh dan berkembang di seluruh bumi Nusantara.

Tarian nusantara adalah sebuah identitas daerah dari seluruh wilayah di Indonesia karena masing masing daerah memiliki tariannya sendiri. • 3. PENERAPAN POLA LANTAI DAN UNSUR PENDUKUNG GERAK TARI GAYA TRADISIONAL PADA TARI KREASI Pola lantai pada gaya gerak tari tradisional sudah ditentukan oleh penciptanya, begitu juga unsur pendukung lainnya seperti irama musik, ekspresi, rias, dan busana yang dikenakan.

Pola lantai pada gaya gerak tari kreasi geraknya dapat diambil dari ragam gerak tari yang sudah ada dan dikembangkan sesuai dengan tema tari yang akan disusun menjadi tarian baru. Ekspresi dan unsur pendukung lainnya akan lebih Nampak dengan busana yang diinovasi lebih gemerlap sehingga terkesan mewah, meriah, dan warna-warni. • 4. TARI TRADISIONAL NUSANTARA Tari Tradisional Tari Kreasi • 5. Jenis jenis tari tradisional gaya klasik Tunggal Berpasangan Kerakyatan berpasangan atau kelompok • 6.

TARI TRADISIONAL GAYA KLASIK TUNGGAL Dibedakan menjadi 2, yaitu tari tradisional tunggal lepas dan tari tradisional tunggal terikat. Tari tradisional tunggal lepas tidak memiliki alur cerita Tari tradisional tunggal terikat memiliki alur cerita berbentuk konflik atau permasalahan yang harus disampaikan kepada penonton • 7.

Tarian jenis ini biasanya berlatar belakang cerita kepahlawanan, percintaan, dan kegembiraan. Tari tradisional tunggal memiliki gerakan dinamis, tegas, halus, dan lemah gemulai. Rangkaian gerak tari tradisional dari awal sampai akhir memiliki unsur keindahan gerak yang baku. Artinya, gerak yang diperagakan menggunakan ruang gerak yang runtut. Contoh tari tradisional tunggal terikat adalah tari panji semirang dari Bali.

• 8. Tari panji semirang • Contoh tari tunggal bentuk terikat • Menceritakan penyamaran putri dhaha, putri prabu erlangga menjadi seorang laki laki karena selalu disiksa oleh ibu tirinya • Candra kirana dalam penyamarannya digambarkan sebagai seorang laki laki yang tampan rupawan.

• 9. Jenis jenis tari tradisional gaya klasik Tunggal Berpasangan Kerakyatan berpasangan atau kelompok • 10. TARI TRADISIONAL GAYA KLASIK BERPASANGAN Jenis tari yang dimainkan oleh dua orang penari yang satu dengan lainnya saling melengkapi. Contohnya: tari gatotkaca, tari damarwulan, tari rara mendut, dan tari perang sugriwo subali. • 11. Tari gatotkaca pregiwa adalah jenis tari berpasangan yang bertema romantik.

Tenaga yang digunakan sedang sampai kuat, terkesan sangat dinamis, sementara penari wanitanya menggunakan tenaga sedang. • 12. Jenis jenis tari tradisional gaya klasik Tunggal Berpasangan Kerakyatan berpasangan atau kelompok • 13. TARI TRADISIONAL GAYA KLASIK KERAKYATAN BERPASANGAN ATAU KELOMPOK Tarian bentuk pasangan atau kelompok, tidak memiliki alur cerita, hanya sekedar mengungkapkan kegembiraan semata. Contohnya: tari piring, tari kipas, tari payung, tari serampang dua belas, tari mayang, tari jaipong, dan tari gambyong.

Disini kita akan membahas tari serampang dua belas, tari ketuk tilu, tari payung, dan tari saputangan. • 14. TARI SERAMPANG DUA BELAS Tenaga yang digunakan sedang sampai kuat. Terkesan sangat dinamis. Penari laki laki menggunakan tenaga yang lebih kuat dari wanita saat menari. • 15.

TARI KETUK TILU Ketuk tilu adalah sebuah tarian pergaulan cikal bakal tari jaipong dari jawa barat. Istilah ketuk tilu diambil dari alat musik pengiringnya, yaitu 3 buah ketuk (bonang).

Tari ketuk tilu adalah tarian untuk menyambut panen dan sebagai rasa terima kasih kepada Dewi Sri. • 16. TARI PAYUNG • Tari payung adalah tari berpasangan yang melambaikan kasih sayang. • Berasal dari Sumatra barat. • Biasanya dilakukan oleh 3-4 penari, berpasangan pria-wanita. • Tarian ini mencerminkan pergaulan muda mudi. • Tujuan: melindungi • 17. TARI SAPUTANGAN • 18. TARI TRADISIONAL NUSANTARA Tari Tradisional Tari Kreasi • 19. JENIS JENIS TARI TRADISIONAL GAYA KREASI Tari tradisional gaya kreasi sering disebut tari kreasi baru karena rangkaian gerak tarinya mengambil / mengkombinasikan gerak gerak tari yang sudah ada.

Tari tradisional gaya kreasi bentuk penyajiannya biasanya berpasangan atau kelompok. Tarian ini muncul dan berkembang dengan baik sebab durasinya singkat, yaitu sekitar 5 menit.

Gerakannya pun tidak terlalu sulit untuk diperagakan dan dihafalkan. Tari ini merupakan rangkaian gerak yang tersusun menjadi bentuk varian yang diambil dari rangkaian gerak yang sesuai dengan tema. Contohnya: tarian setelah panen padi, pesta desa, dan pesta nelayan.

• 20. PENERAPAN POLA LANTAI DAN UNSUR PENDUKUNG TARI GAYA TARI TRADISIONAL PADA TARI KREASI Rangkaian gerak tari gaya tari tradisional pada tari kreasi biasanya menggunakan pola lantai yang sudah divariasi. Pola lantai variatif yang memutar, zig zag, dan spiral, dengan desain atas, sedang, dan bawah, digunakan oleh penata tari gaya tradisional pada tari kreasi sekarang ini. Tari kreasi dapat mengambil tema kepahlawanan atau kegembiraan. Untuk tari gaya tradisional pada tari kreasi bentuk tunggal, pasangan, atau kelompok, dapat diambil dari cerita sejarah, karya sastra, perangai dan tingkah laku binatang.

Seorang penata tari perlu tahu kesan apa yang hendak disampaikan oleh penonton lewat gerakan gaya tari tradisional ada tari kreasi tersebut. Tujuannya agar dapat menjadi rtarian tradisional bentuk tunggal yang menarik untuk ditampilkan.

• 21. PENERAPAN POLA LANTAI DAN UNSUR PENDUKUNG TARI GAYA TARI TRADISIONAL PADA TARI KREASI PENERAPAN POLA LANTAI DAN UNSUR PENDUKUNG TARI GAYA TARI TRADISIONAL PADA TARI KREASI 1. Tari tradisional pada tari kreasi dengan tema kepahlawanan 2. Tari tradisional pada tari kreasi dengan tema roman Kreasi bentuk tunggal Kreasi bentuk berpasangan atau kelompok 3. Tari tradisional pada tari kreasi dengan tema kegembiraan 4.

Ragam gerak dasar tari tradisional • 22. 1. TARI GAYA TRADISIONAL PADA TARI KREASI BENTUK TUNGGAL DENGAN TEMA KEPAHLAWANAN Tema kepahlawanan memiliki symbol keberanian dan kewibawaan dalam membela kehormatan. Ungkapan seseorang tentang kepahlawanan dalam berkeseniaan, khususnya seni tari, diwujudkan dalam ragam gerak gagah perkasa sarat dengan olah, kekuatan, dan keperkasaan dengan volume atau ruang gerak ruas patah-patah menyiku.

Contohnya: Tari Ngremo dari Jawa Timur, Tari Beskalan dari Jawa Tengah, dan Tari Eko Prawiro dari Jawa Barat. • 23. 2. TARI GAYA TRADISIONAL PADA TARI KREASI BENTUK TUNGGAL DENGAN TEMA ROMAN Tari tradisional bentuk tungga dengan tema roman / percintaan merupakan rangkaian gerak tari yang tersusun dan terikat sesuai karakter gerak yang memiliki alur cerita kehidupan asmara tokoh yang menari tanpa pasangan karena tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari sepihak.

Ragam gerak tari gaya tradisional pada tari kreasi bentuk tunggal : tari kebyar Ragam gerak tari gaya tradisional pada tari kreasi bentuk berpasangan : tari wira pertiwi • 24. 3. TARI GAYA TRADISIONAL PADA TARI KREASI BENTUK TUNGGAL DENGAN TEMA KEGEMBIRAAN Kegembiraan adalah ungkapan rasa senang atau gembira karena permasalahan terselesaikan atau karena keinginan sudah tercapai. Oleh karena itu, ragam gerak yang digunakan sebaiknya terangkai ringan, lincah, serta berirama cepat dan dinamis, kecualitari yang menggambarkan alur cerita / atau memiliki cerita di dalamnya.

Contohnya: Tari Jaipong, Tari Merak, dan Tari Pendet. • 25. TATA RIAS DAN BUSANA TARI TRADISIONAL KLASIK Berguna untuk mempertegas atau memperjelas karakter suatu bentuk tarian Tujuan: agar seseorang yang melihat tidak hanya sekedar terkesan keindahan gerak yang diperagakan, tapi juga secara keseluruhan penampilan.

Tata rias disesuaikan dengan peran penari • 26. RIAS KARAKTER ATAU TOKOH Rias cantik dan tampan dirias secantik dan setampan mungkin Rias karakter juga dirias sesuai dengan karakternya (seperti tokoh harimau, cakil, gajah, dll) • 27. POLA LANTAI TARI TUNGGAL DAN BERPASANGAN ATAU KELOMPOK Arah hadap adalah kemana penari harus menghadap, ke depan, ke kanan, ke kiri, ke belakang, atau serong. Arah gerak adalah arah kemana penari harus bergerak, yaitu maju, mundur, berputar, ke samping, serong, zig zag, spiral, atau diam di tempat.

Gerak menurut karakteristiknya dibagi menjadi 2, yaitu gerak berkarakter maskulin, dan gerak berkarakter feminim. Gerak maskulin atau gerak laki laki memiliki aturan peragaan yang berbeda dengan gerak feminim, perbedaan itu terletak pada langkah kaki, rentangan tangan, pengangkatan dagu, dan pengangkatan kaki.

Kesenian gandrung Banyuwangi muncul bersamaan dengan dibukanya hutan “Tirtagondo” (Tirta arum) untuk membangun ibu kota Balambangan pengganti Pangpang (Ulu Pangpang) atas prakarsa Mas Alit yang dilantik sebagai bupati pada tanggal 2 Februari 1774 di Ulupangpang Demikian antara lain yang diceritakan oleh para sesepuh Banyuwangi tempo dulu.

Mengenai asalnya kesenian gandrung Joh Scholte dalam makalahnya antara lain menulis sebagai berikut: Asalnya lelaki jejaka itu keliling ke desa-desa bersama pemain musik yang memainkan kendang dan terbang dan sebagai penghargaan mereka diberi hadiah berupa beras yang mereka membawanya di dalam sebuah kantong.

(Gandroeng Van Banyuwangi 1926, Bab “Gandrung Lelaki”). Mereka setiap hari berkeliling mendatangi tempat-tempat yang dihuni oleh sisa-sisa rakyat Balambangan sebelah timur (dewasa ini meliputi Kab. Banyuwangi) yang jumlahnya konon tinggal sekitar lima ribu jiwa, akibat peperangan yaitu penyerbuan Kompeni yang dibantu oleh Mataram dan Madura pada tahun 1767 untuk merebut Balambangan dari kekuasaan Mangwi, hingga berakirnya perang Bayu yang sadis, keji dan brutal dimenangkan oleh Kompeni pada tanggal 11 Oktober 1772.

Berkat munculnya gandrung yang dimanfaatkan sebagai alat perjuang dan yang setiap saat acap kali mengadakan pagelaran dengan mendatangi tempat-tempat yang dihuni oleh sisa-sisa rakyat yang hidup bercerai-berai di pedesaan, di pedalaman dan bahkan sampai yang masih menetap di hutan-hutan dengan keadaannya yang memprihatinkan, kemudian mereka mau kembali kekampung halamannya semula untuk memulai membentuk kehidupan baru atau sebagaian dari mereka ikut membabat hutan Tirta Arum yang kemudian tinggal di ibukota yang baru di bangun atas prakarsa Mas Alit.

Setelah selesai ibu kota yang baru dibangun dikenal dengan nama Banyuwangi sesuai dengan konotasi dari nama hutan yang dibabad (Tirta-arum). Dari keterangan tersebut terlihat jelas bahwa tujuan kelahiran kesenian ini ialah menyelamatkan sisa-sisa rakyat yang telah dibantai habis-habisan oleh Kompeni dan membangun kembali bumi Belambangan sebelah timur yang telah hancur porak-poranda akibat serbuan Kompeni (yaitu yang dewasa ini meliputi Daerah Kabupaten Banyuwangi).

Gandrung wanita pertama yang dikenal dalam sejarah adalah gandrung Semi, seorang anak kecil yang waktu itu masih berusia sepuluh tahun pada tahun 1895. Menurut cerita yang dipercaya, waktu itu Semi menderita penyakit yang cukup parah. Segala cara sudah dilakukan hingga ke dukun, namun Semi tak juga kunjung sembuh. Sehingga ibu Semi (Mak Midhah) bernazar seperti “Kadhung sira waras, sun dhadekaken Seblang, kadhung sing yo sing” (Bila kamu sembuh, saya jadikan kamu Seblang, kalau tidak ya tidak jadi).

Ternyata, akhirnya Semi sembuh dan dijadikan seblang sekaligus memulai babak baru dengan ditarikannya gandrung oleh wanita.

Menurut catatan sejarah, gandrung pertama kalinya ditarikan oleh para lelaki yang didandani seperti perempuan dan, menurut laporan Scholte (1927), instrumen utama yang mengiringi tarian gandrung lanang ini adalah kendang.

tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

Pada saat itu, biola telah digunakan. Namun, gandrung laki-laki ini lambat laun lenyap dari Banyuwangi sekitar tahun 1890an, yang diduga karena ajaran Islam melarang segala bentuk transvestisme atau berdandan seperti perempuan.

Namun, tari gandrung laki-laki baru benar-benar lenyap pada tahun 1914, setelah kematian penari terakhirnya, yakni Marsan. Tradisi gandrung yang dilakukan Semi ini kemudian diikuti oleh adik-adik perempuannya dengan menggunakan nama depan Gandrung sebagai nama panggungnya.

Kesenian ini kemudian terus berkembang di seantero Banyuwangi dan menjadi ikon khas setempat. Pada mulanya gandrung hanya boleh ditarikan oleh para keturunan penari gandrung sebelumnya, namun sejak tahun 1970-an mulai banyak gadis-gadis muda yang bukan keturunan gandrung yang mempelajari tarian ini dan menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian di samping mempertahankan eksistensinya yang makin terdesak sejak akhir abad ke-20.

Busana untuk tubuh terdiri dari baju yang terbuat dari beludru berwarna hitam, dihias dengan ornamen kuning emas, serta manik-manik yang mengkilat dan berbentuk leher botol yang melilit leher hingga dada, sedang bagian pundak dan separuh punggung dibiarkan terbuka. Di bagian leher tersebut dipasang ilat-ilatan yang menutup tengah dada dan sebagai penghias bagian atas. Pada bagian lengan dihias masing-masing dengan satu buah kelat bahu dan bagian pinggang dihias dengan ikat pinggang dan sembong serta diberi hiasan kain berwarna-warni sebagai pemanisnya.

Selendang selalu dikenakan di bahu. Kepala dipasangi hiasan serupa mahkota yang disebut omprok yang terbuat dari kulit kerbau yang disamak dan diberi ornamen berwarna emas dan merah serta diberi ornamen tokoh Antasena, putra Bima] yang berkepala manusia raksasa namun berbadan ular serta menutupi seluruh rambut penari gandrung. Pada masa lampau ornamen Antasena ini tidak melekat pada mahkota melainkan setengah terlepas seperti sayap burung.

Sejak setelah tahun 1960-an, ornamen ekor Antasena ini kemudian dilekatkan pada omprok hingga menjadi yang sekarang tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari. Penari gandrung menggunakan kain batik dengan corak bermacam-macam. Namun corak batik yang paling banyak dipakai serta menjadi ciri khusus adalah batik dengan corak gajah oling, corak tumbuh-tumbuhan dengan belalai gajah pada dasar kain putih tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari menjadi ciri khas Banyuwangi.

Sebelum tahun 1930-an, penari gandrung tidak memakai kaus kaki, namun semenjak dekade tersebut penari gandrung selalu memakai kaus kaki putih dalam setiap pertunjukannya. Dibalik gemerlap pagelaran tari Gandrung yang dibawakan wanita-wanita bertubuh sintal dan langsing, ada prosesi magis yang harus dilakukan oleh setiap penari sebelum memulai pertunjukan.

Ritual khusus bernuansa magis itu sebagai persiapan penari agar dapat tampil menarik dan simpatik. Sebab, penari gandrung bukan sekedar ingin dapat memuaskan penonton, di samping itu juga berharap dapat uang tip dari orang-orang yang simpati padanya. Ada beberapa persyaratan khusus bagi seorang penari gandrung sebelum naik ke pentas. Pertama, adalah dalam soal merias, sang penari harus melakukannya sendiri tanpa bantuan petugas rias. Karena itu sebagai syarat utama seorang penari Gandrung yang sudah profesional, dia harus bisa menata diri sendiri, terutama memoles wajah agar dapat tampil sedemikian menarik Alat make-up yang digunakan tidak sembarangan, sebelum digunakan harus diberi mantera agar dapat membuat penari lebih percaya diri saat berada di atas panggung, dan penonton yang melihatnya akan terpesona setelah melihat wajah si penari.

Prosesi ini memang cukup memakan waktu, di samping persiapan khusus yang harus dilakukan para penari. Kadang dari persiapan ini saja, rombongan penari sebelum tampil harus merogoh kocek hingga ratusan ribu hanya untuk bisa tampil memukau penonton.

Sebab selain itu masih ada persyaratan lainnya, yakni disediakannya sesaji yang terdiri dari kelapa, pisang, beras, gula, ayam dan alat kinang lengkap. Semua perlengkapan tersebut kemudian diletakkan di kamar penari rias dan tempat yang tidak jauh dari penabuh gong. “Jangan heran kalau orang nanggap pagelaran Gandrung itu mahal, lha wong untuk persiapan tampil saja biayanya sudah besar,” ujar Marsudi, salah seorang anggota kelompok Gandrung di Banyuwangi.

Tata cara persiapan lainnya, penari saat akan mengenakan kuluk (mahkota) maka terlebih dahulu membaca sebuah mantera sesuai dengan keinginannya. Itu dengan pantangan kuluk yang sudah dipakai tidak boleh dilepaskan hingga pementasan berakhir. Mitos cara mengenakan kuluk tersebut sangat disakralkan lantaran berkaitan langsung dengan kejadian yang akan menimpa penari. Karena itu kuluk harus dirawat dengan benar dan diletakkan di tempat yang aman.

Sebab, jika ada kejadian seperti kuluk terjatuh atau terlepas sebelum pagelaran berakhir akan berakibat pada penari yang mengalami musibah Paling tidak selama menjadi penari dalam satu pagelaran penari gandrung harus siap selama 24 jam penuh.

Pasalnya, rangkaian dari ritual mulai dari prosesi persiapan hingga akhir pagelaran mereka tidak boleh melepas pakaian khasnya sebelum dibacakan mantera dari “guru” atau orang yang dianggapnya lebih pintar. Karena itu untuk menjaga agar selama pagelaran penari tidak terganggu oleh urusan lain, semisalkan ingin buang hajat atau dirasuki rasa kantuk, mereka biasanya sudah memiliki amalan masing-masing yang diberikan oleh gurunya.

tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

Amalan tersebut akan dibaca sebelum penari naik ke pentas dan sesudah pertunjukan. Tarian Gandrung Banyuwangi dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen. Kesenian ini masih satu genre dengan seperti Ketuk Tilu di Jawa Barat, Tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, Lengger di wilayah Banyumas dan Joged Bumbung di BaIi, dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik (gamelan).

Gandrung merupakan seni pertunjukan yang disajikan dengan iringan musik khas perpaduan budaya Jawa dan Bali. Tarian dilakukan dalam bentuk berpasangan antara perempuan (penari gandrung) dan laki-laki (pemaju) yang dikenal dengan "paju". Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan orkestrasi khas ini populer di wilayah Banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, dan telah menjadi ciri khas dari wilayah tersebut, hingga tak salah jika Banyuwangi selalu diidentikkan dengan gandrung.

Kenyataannya, Banyuwangi sering dijuluki Kota Gandrung dan patung penari gandrung dapat dijumpai di berbagai sudut wilayah Banyuwangi. Musik pengiring untuk gandrung Banyuwangi terdiri dari satu buah kempul atau gong, satu buah kluncing (triangle), satu atau duabuah biola, dua buah kendhang, dan sepasang kethuk. Di samping itu, pertunjukan tidak lengkap jika tidak diiringi panjakatau kadang-kadang disebut pengudang (pemberi semangat) yang bertugas memberi semangat dan memberi efek kocak dalam setiap pertunjukan gandrung.

Peran panjak dapat diambil oleh pemain kluncing. Selain itu kadang-kadang diselingi dengan saron Bali, angklung, atau rebana sebagai bentuk kreasi dan diiringi electone. Saron atau yang biasanya disebut juga ricik ,adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan.Dalam satu set gamelan biasanya mempunyai 4 saron, dan semuanya memiliki versi pelog dan slendro. Saron menghasilkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung, dengan ukuran fisik yang lebih kecil.

Tabuh saron biasanya terbuat dari kayu, dengan bentuk seperti palu. Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan tergantung pada komando dari kendang dan jenis gendhingnya.

Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya, ricik ditabuh dengan keras dan cepat. Pada gendhing Gati yang bernuansa militer, ricik ditabuh lambat namun keras. Ketika mengiringi lagu ditabuh pelan. Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil Gong yang telah ditempa belum dapat ditentukan nadanya.

Nada gong baru terbentuk setelah dibilas dan dibersihkan. Apabila nadanya masih belum sesuai, gong dikerok sehingga lapisan perunggunya menjadi lebih tipis. Di Korea Selatan disebut juga Kkwaenggwari.

tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

Tetapi kkwaenggwari yang terbuat dari logam berwarna kuningan ini dimainkan dengan cara ditopang oleh kelima jari dan dimainkan dengan cara dipukul sebuah stik pendek. Cara tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari kkwaenggwari menggunakan lima jari ini ternyata memiliki kegunaan khusus, karena satu jari (telunjuk) bisa digunakan untuk meredam getaran gong dan mengurangi volume suara denting yang dihasilkan.

Rebana adalah gendang berbentuk bundar dan pipih. Bingkai berbentuk lingkaran dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing. Kesenian di Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura yang sering memakai rebana adalah musik irama padang pasir, misalnya, gambus, kasidah dan hadroh. Bagi masyarakat Melayu di negeri Pahang, permainan rebana sangat populer, terutamanya di kalangan penduduk di sekitar Sungai Pahang.

Tepukan rebana mengiringi lagu-lagu tradisional seperti indong-indong, burung kenek-kenek, dan pelanduk-pelanduk. Di Malaysia, selain rebana berukuran biasa, terdapat juga rebana besar yang diberi nama Rebana Ubi, dimainkannya pada hari-hari raya untuk mempertandingkan bunyi dan irama.

Kendang, kendhang, atau gendang adalah instrumen dalam gamelan Jawa Tengah yang salah satu fungsi utamanya mengatur irama. Instrument ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu.Jenis kendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut kendang ciblon/kebar. Pasangan ketipung ada satu lagi bernama kendang gedhe biasa disebut kendang kalih.

Kendang kalih dimainkan pada lagu atau gendhing yang berkarakter halus seperti ketawang, gendhing kethuk kalih, dan ladrang irama dadi.

Bisa juga dimainkan cepat pada pembukaan lagu jenis lancaran ,ladrang irama tanggung. Untuk wayangan ada satu lagi kendhang yang khas yaitu kendhang kosek. Dengan peralatan musik atau gamelan seperti yang terbuat di atas, maka dihasilkan beberapa gending gandrung. Perbendaharaan gending-gending gandrung merupakan gending-gending klasik yang sulit diketemukan penciptanya.

Gending-gending itu dapat dipilih menjadi 7 bagian yang jumlahnya cukup banyak.Yakni, (yang terdiri dari Gending Padha Nonton,Gending Sekar Jenang Ayun-Ayun, Maenang, Ladrang, Celeng Mogok,Ugo-Ugo, Lia-Liu, Lebak-Lebak, Lindoondo Krenoan, Gagak Serta, Limar-Limir, Gandraiya, Emek-Emek, Duduk Maling, Kembang Jambe, Kelam Okan, Jaran Dawuk, Sawunggaling, Gerang Kalong, Guritan, Erang-Arang, Blabakan, Embat-Embat, Keyok-Keyok, Kosir-Kosir, Tarik Jangkar, Krimping Sawi, Condrodewi, Opak Apem).

Sebagian gending yang terdapat berasal dari Sangyang dan Bali, seperti Gebyar-gebyur, Gulung-gulung Agung, sekar potel, Sandel sate, Surung dayung, dan Pecari putih. Sedang yang berpengaruh jawa cukup banyak, antara lain Sampak, Puspawarna, Pacung, kinanti, Angleng, Sinom, Ladrang Manis, Wida Sari, Sukmailing, Titipati, Damarkeli, ing-ing, Semarang dan masih banyak lagi. Kesenian gandrung banyuwangi biasanya dilaksanakan diatas pentas ketika pesta perkawinan atau khitanan, dan berlangsung sepanjang malam.

tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

Panari gandrung biasanya menari bersama-sama, diikuti para pemaju. Penampilannya selalu didahului atau dibuka oleh tari pembuka yang biasa disebut tari jejer. Pada tari pembuka ini penari menari dan menyanyi tanpa pemaju, sebagai tanda ucapan selamat datang kepada para penonton, dan secara tradisional diiringi gending Podho Nonton.

Acara inti dimulai beberapa menit setelah acara tari pembuka atau jejer diakhiri. Penari gandrung menari dan menyanyi di atas pentas melayani para pemaju yang telah agak lama menanti. Pemaju yang berasal dari kata maju ‘maju, bergerak’, biasanya tampil atau beringsut ke arah muka dari kalangan penonton yang ingin ber¬sama-sama menari dengan penari gandrung di atas pentas, tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari kadang-kadang karena mereka mendapat lemparan selendang atau sampur dari gandrung itu sendiri, kemudian bangkit dan naik ke pentas untuk menari memenuhi ajakan gandrung.

Apabila ada pemaju yang berhasrat menari bersama gandrung, ia mendekati pentas, menyerahkan atau memberikan sejumlah uang kepada salah seorang pemukul gamelan pemegang keluncing, dan menyebutkan gending yang dimintanya. Penari gandrung melayani hasrat itu dan mulai menari bersama di atas pentas. Begitulah proses terjadinya pemaju Banyuwangi yang berlangsung bergembira menari bersama gandrung sepanjang malam. Namun dalam perkembangannya dewasa ini, mengingat nilai seni dan sifat harga diri penari gandrung itu sendiri, proses pemaju seperti itu sudah tidak terlihat lagi.

Biasanya setiap jenis gending atau tarian ditarikan oleh empat orang pemaju sekaligus agar dapat dijelmakan kaidah tari pemaju gandrung dalam etika dan estetika tari, sebab adalah tidak terpuji dan melanggar kesopan¬an jika teijadi singgungan di atas pentas antara penari gandrung dan pemajunya. Pelanggaran semacam itu akan mendapat um¬patan langsung dari penonton, dan mungkin dapat terjadi per¬kelahian antara penabuh gamelan dan pemaju. Setelah acara menari dan menyanyi sepanjang malam, kira- kira menjelang fajar, acara ditutup dengan sebuah tari penutup yang biasa dikenal dengan nama tari seblangan.

Pada tari penutup ini, gandrung menari sambil melagukan gending khas Ba¬nyuwangi seorang diri. Dia membawakan gending-gending yang bersifat romantis, erotik, religius, atau menyedihkan dan me¬ngandung nasihat, seakan-akan mengingatkan penonton akan keagungan Tuhan setelah bergembira ria sepanjang malam. Se-akan-akan mengingatkan kita agar kembali kepada keluarga, tugas, dan kewajiban sehari-hari. Sering penonton menghayati¬nya begitu dalam sehingga tanpa disadari air mata mengalir membasahi pipi.

Pagelaran Pacu Sewu Gandrungg dibawakan oleh 1.000 penari dari berbagai kalangan pelajar SD, SMP, SMA, SMK, Universitas dan sanggar seni di Banyuwangi. Acara ini terselenggara sebagai wujud kecintaan masyarakat akan budaya tari gandrung banyuwangi. Pacu Sewu gandrung telah menjadi even tetap pemerintah banyuwangi yang di agendakan setiap pertengahan bulan November.
Melanjutkan tulisan Contoh Soal dan Jawaban Seni Budaya Kelas X Semester 2 Pilihan Ganda bagian keempat (soal nomor 46-60), bagian kelima berisikan materi tentang "Apresiasi Karya Seni Tari Daerah Nusantara".

Berikut ini soal PG Seni Budaya beserta jawaban dimulai dari soal nomor 61 sampai dengan 75. 61. Salah satu jenis tarian yang lahir pada zaman Kerajaan Pajang adalah.

a. merak, keris, bedhaya b. batik, keris, condet c. campuran, beksan, condet d. condet, begawan, beksan e. serimpi, bedhaya, beksan Jawaban: e 62. Keunikan gerak pada tari pendet terdapat pada. a. tangan berputar b. tangan melambai c. kepala berputar d. kaki berjingkat e. gerakan mata Jawaban: e 63. Gerakan tari yang memiliki gerak silat yang lincah dan gesit berasal dari daerah. a. Jawa b. Nangroe Aceh Darussalam c. Batak d.

tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

Minangkabau e. Papua Jawaban: d 64.

tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

Tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna-warni adalah tari. a. serimpi b. merak c. cakalele d. pendet e. gambyong Jawaban: b 65. Susunan gerak tari yang mengalir dan tenang dapat ditemukan pada tari. a. serimpi b. merak c. cakalele d. pendet e. gembyong Jawaban: a 66. Jenis tarian yang menirukan gerakan-gerakan alam seperti gerakan manusia, hewan adalah ciri tarian pada zaman.

a. Hindu b. Budha c. Majapahit d. Islam e. Prasejarah Jawaban: e 67. Jenis tarian yang menggunakan senjata perlengkapan berasal dari wilayah. a. Kalimantan, Jawa, dan Irian b.

Sulawesi, Kalimantan, dan Papua c. Kalimantan, Jawa, dan Papua d. Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Jawa e. Papua, Bali, dan Jawa Jawaban: b 68. Fungsi tarian tortor dari daerah Batak adalah.

a. untuk upacara tertentu b. untuk menyambut tamu c. untuk kesenangan d. untuk menyambut panen e. sebagai rasa syukur Jawaban: a 69. Tari serimpi merupakan seni tari yang berkembang pada zaman.

a. prasejarah b. sebelum masehi c. kerajaan d. modern e. sejarah Jawaban: c 70. Jenis tarian yang dipengaruhi oleh kehidupan sehari-hari berasal dari daerah. a. Dayak b. Sulawesi c. Papua dan Nusa Tenggara d. Jawa e. Sunda Jawaban: c 71. Kegiatan tari yang mengandung pesan untuk anak-anak agar bersikap dewasa dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama merupakan fungsi tari sebagai media.

a. pendidikan b. pertunjukan c. penyaluran terapi d. pergaulan e. katarsis Jawaban: a tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari. Tari serampang dua belas memiliki. a. gerakan yang lembut b.

gerakan yang lincah dan dinamis c. gerakan yang asimetris d. gerakan yang sederahana e. gerakan silat Jawaban: b 73. Perlengkapan yang digunakan untuk mendukung tari disebut.

a. aksesori b. tata busana c. tata dekorasi d. tata panggung e. properti Jawaban: e 74. Kalung, gelang, mahkota adalah termasuk. a. aksesori b. tata busana c. tata rupa d. tata rias e. properti Jawaban: a 75. Tari serampang dua belas merupakan tari yang memiliki fungsi sebagai media. a.

upacara b. pendidikan c. pertunjukan d. pergaulan e. penyalur terapi Jawaban: d Lanjut ke soal nomor 76-90 => c ontoh soal PG Seni Budaya beserta jawaban kelas 10 semester 2 bagian ke-6
Preview soal lainnya: Ujian Semester 2 Genap UAS Seni Budaya SMA Kelas 12 Periode Persagi diwarnai dengan munculnya gerakan untuk membangun seni rupa dengan menyertakan… a.

semangat perjuangan b. semangat perubahan c. visi seni yang lebih mendalam d. pengalaman hidup sehari-hari e. nilai-nilai perjuangan rakyat Indonesia Materi Latihan Soal Lainnya: • Tema 7 Subtema 3 SD Kelas 6 • Persiapan Ujian Sekolah SMA Kelas 12 • Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ) - TIK SMK TKJ Kelas 12 • PTS Tema 1 Subtema 2 SD Kelas 5 • Tema 3 SD Kelas 5 • Panas dan Perpindahannya - IPA SD Kelas 5 • Tema 4 Subtema 1 SD Kelas 2 • Ulangan Harian PAI SD Kelas 5 • Latihan Tema 9 Subtema 1 SD Kelas 5 • Ekosistem – IPA SD Kelas 5 Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tips : Jika halaman ini selalu menampilkan soal yang sama secara beruntun, maka pastikan kamu mengoreksi soal terlebih dahulu dengan menekan tombol "Koreksi" diatas. Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.

Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •Preview soal lainnya: Ujian Semester 2 (UAS / UKK) Seni Budaya SMA Kelas 10 Tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna-warni adalah tari….

tari yang menggunakan busana gemerlap dan warna warni adalah tari

a. serimpi b. merak c. cakalele d. pendet e. gambyong Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Materi Latihan Soal Lainnya: • PTS Matematika SMP Kelas 7 • UTS PPKn Semester 1 Ganjil SMA Kelas 11 • PTS 1 - PPKn SMP Kelas 9 • Tema 8 Subtema 4 SD Kelas 3 • Ulangan Harian Tema 3 Subtema 3 SD Kelas 5 • Pencemaran Lingkungan - IPA SMP Kelas 7 • Lapisan Bumi - IPA SMP Kelas 7 • Ulangan Tema 9 Subtema 2 SD Kelas 4 • IPS Tema 6 Subtema 1 SD Kelas 5 • Besaran dan Satuan - Fisika SMP Kelas 7 Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan - Hubungi Kami - Kirim Soal - Privacy Policy Follow us: Facebook • Instagram • Twitter

Seni Tari




2022 www.videocon.com