Ikan kakap cina

ikan kakap cina

Ikan Kakap China Atau Chinamanfish (Symphorus nematophorus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi Masuk kedalam famili Lutjanidae, hidup di Terumbu karang, 0–50 m; sirip punggung dengan 10 duri dan 14–17 jari lunak, tubuh agak lebar, ikan dewasa terutama kemerahan dengan garis pucat, individu lebih kecil coklat kekuningan dengan garis-garis biru terang dan garis gelap samar di kedua sisi, tidak ada bintik di pangkal ekor; Pasifik Barat; sampai 80 cm.

Chinese Snapper Or Chinamanfish (Symphorus nematophorus); Morphology, Habitat, Traits, Classification Enter the Lutjanidae family, live on Coral reefs, to 50 m depth; dorsal fins with 10 spines and 14–17 soft rays, body moderately deep, adults mainly reddish with paler bars, smaller individuals yellowish brown with bright-blue stripes and faint dark bars on sides, no spot on caudal peduncle; W.

Pacific; to 80 cm. Publisher Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi. Daftar Pustaka White, Ikan kakap cina. T., Peter. R. Last., Dharmadi., Ria. Faizah., Umi. Chodrijah., Budi. Iskandar. Prisantoso., John. J. Pogonoski., Melody. Puckridge., Stephen. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research. Merauke - Benda mirip kerupuk mentah yang keras ini dicari-cari.

Ukurannya ada yang selebar telapak tangan atau dua kali lebih besar, berwarna putih pucat. Sekilas, sulit dipercaya bahwa ini barang mahal, bila dikumpulkan harganya bisa ratusan juta Rupiah. Benda ini adalah gelembung ikan. Para nelayan di Merauke, Provinsi Papua, banyak yang memburunya di lautan.

Seperti para nelayan di Pantai Lampu Satu ini, gelembung ikan ikan kakap cina alasan mereka untuk berada di tengah laut selama berpuluh-puluh hari. Saat detikcom menyambangi salah satu sudut kampung nelayan Makassar di Lampu Satu, Kamis (11/5/2017), para pria dewasa sedang beristirahat di teras rumah panggung, sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Mereka nelayan, namanya Hamzah, Jum, Bota, Kahar, Ruslan, Sahid, dan Haris. Gelembung ikan. Foto: Hasan Al Habshy Mereka bercerita kepada kami soal gelembung ikan itu.

Gelembung yang paling mahal adalah yang diambil dari perut ikan gulama (Pennahia argentata). Gelembung dari jenis ikan yang lain harganya lebih murah, namun tetap saja harganya fantastis untuk ukuran jeroan ikan.

ikan kakap cina

Ada gelembung kakap cina, angkui, dan kuroh. "Dulu, kita pernah dapat paling banyak Rp 300 juta lebih. Tapi waktu itu melautnya sampai daerah Wanam dan juga sampai perbatasan PNG (Papua Nugini) ke sana," kata Jum, pria 35 tahun, sambil bersandar di pagar teras rumah panggung ini.

Di daerah itu ada ribuan ekor ikan gulama yang bisa dijaring. Tentu tak mudah untuk mencapai wilayah perairan yang disebutkan itu. Di samping jaraknya jauh, bahan bakar dan perbekalan juga harus dipersiapkan dengan modal tak sedikit. Melaut sebulan saja, butuh duit belasan hingga puluhan juta rupiah.

ikan kakap cina

Belum lagi sebelum melaut, mereka harus minta izin dulu dengan nelayan setempat agar terhindar dari rusuh di lautan. Ikan gulama sendiri ikan kakap cina semakin sulit didapati oleh nelayan Lampu Satu. Gulama biasa dijumpai sekitar September sampai Januari. "Gulama itu carinya setengah mati. Kadang satu bulan, tiga bulan, tidak dapat ikan itu," kata Sahid (35) sambil menenggak minuman di suasana gerah tepi pantai ini. Gelembung adalah organ yang membantu ikan bisa mengambang.

Nama pasarannya adalah 'fish maw'. Di China, gelembung menjadi makanan mewah, diolah dalam bentuk sup atau rebusan. Gelembung juga menjadi sumber kolagen, lem tahan air, hingga alat pemurni minuman beralkohol. Nelayan juga menginformasikan gelembung ini diolah menjadi benang operasi yang digunakan dokter. Jika telinga ikan ini putus, harganya berkurang.

ikan kakap cina

Foto: Hasan Al Habshy Jum yang pamit sebentar ke rumah sebelah kemudian kembali lagi membawa satu lembar gelembung, beratnya sekitar 30 gram.

Ini adalah gelembung dari ikan kakap cina angkui, seperti ada sepasang telinga di ujungnya. "Kalau telinganya putus, harganya berkurang," kata Jum. Nilai gelembung ini dipengaruhi juga oleh jenis kelamin ikannya. Beda gelembung ikan jantan dan betina ada pada bentuk gelembung. Bila jantan, pinggirnya cenderung tipis dan tengahnya tebal. Bila betina, permukaannya cenderung tebal semua.

Gelembung jantan lebih mahal harganya. Bila mau dijual, gelembung itu dikelompokkan dulu berdasarkan berat per gram. Kemudian gelembung yang dikumpulkan itu akan dinilai berdasarkan ukuran per 1 kg. Berikut adalah daftar harga gelembung ikan berdasarkan penuturan nelayan Pantai Lampu Satu, Haris (27) sang kaptel kapal, sambil membuka foto catatan di ponsel Android-nya.

Gelembung Gulama: di bawah 10 gram, per 1 kg: Rp 8 juta 10 gram, per 1 kg : Rp 18 juta 20 gram, per 1kg: Rp 28 juta 30 gram, per 1kg: Rp 38 juta 50 gram, per 1kg: Rp 53 juta 80 gram, per 1kg: Rp 83 juta Gelembung Kakap Cina jantan: di bawah 50 gram, per 1 kg: Rp 4,5 juta 50 gram, per 1 kg: Rp 11 juta 100 gram, per 1 kg: Rp 17.800.000,00. 150 gram, per 1 kg: Rp 22.500.000,00.

Gelembung Kakap Cina betina: di bawah 50 gram, per 1 kg: Rp 2,8 juta 50 gram, per 1 kg: Rp 6,3 juta 100 gram, per 1 kg: Rp 10.600.000,00. 150 gram, per 1 kg: Rp 13.800.000,00. 200 gram, per 1 kg: Rp 17.700.000,00. 250 gram, per ikan kakap cina kg: Rp 21.000.000,00.

"Kalau gelembung warnanya sudah merah, itu tandanya ikan sudah tua, busuk. Harganya dipotong 30 persen," kata Haris. Pada Oktober tahun kemarin, Haris dan para nelayan yang menggunakan kapalnya berhasil meraup lebih dari Rp 100 juta dari lebih dari 10 kg gelembung kakap cina. "Bulan-bulan 10 biasanya dapat segitu," kata Haris.

ikan kakap cina

Yang membayar gelembung-gelembung ini adalah para pengepul, mereka sebut sebagai bos. Para nelayan ini mengaku tak ikan kakap cina menahu sebenarnya buat apa gelembung-gelembung ini, kecuali hanya sebatas informasi singkat yang tak terlalu mereka pahami.

"Kita biasa tanya bos (pengepul). Dia selalu bilang, 'Ah, kamu tidak tahu.' Ada yang bilang dibikin soto, buat benang operasi karena ini bisa menyatu dengan daging. Bos jual ke Malaysia, Singapura, lewat Jakarta atau Surabaya," kata Boy Yadi, nelayan kelahiran 1974 pemilik Kapal Motor Fadel yang pulang dari melaut 22 hari. Harga gelembung ikan ini cukup tinggi. Foto: Hasan Al Habshy Sambil duduk di samping rumahnya, Boy menjelaskan bahwa kapalnya menggunakan jaring jangkar, bukan jaring hanyut ikan kakap cina bisa ditarik sampai 10 mil hingga 20 mil.

Jaring jangkar lebih murah, namun tentu hasil tangkapannya juga lebih sedikit ketimbang jaring hanyut. Gelembung-gelembung kakap cina yang didapat para nelayan barusan kemudian dia ukur dengan timbangan warna perak dengan alas kaca transparan. Angka menunjukkan 247 gram untuk yang paling besar. Namun ukuran-ukuran gelembung yang dia dapat tak semuanya sama, ada yang besar dan ada yang kecil.

Cukup banyak juga gelembung-gelembung kering yang dia timbang. "Ini total Rp 22 juta," kata Boy usai menimbang. Akhir-akhir ini ombak sedang tinggi. Para nelayan tak mendapatkan tangkapan dalam jumlah yang banyak. Boy mengaku pernah mendapat total Rp 180 juta pada bulan April kemarin, hasil gelembung dari 107 ekor kakap cina. "April kemarin dapat Rp 180 juta lebih," kata dia yang bersarung.

ikan kakap cina

Sejak Kapan Tren Gelembung Ikan? Para nelayan ingat betul bahwa pada masa kecil mereka, tak pernah ada tren pencarian gelembung seperti sekarang. Dulu, yang mereka tahu yang dicari dari laut adalah ikan, cumi-cumi, kepiting, dan hasil laut konvensional lainnya. "Nyari gelembung itu sejak tahun 2000-an," kata Haris.

Pada masa-masa itu, awalnya ada orang Tionghoa yang datang ke nelayan bertanya soal gelembung ikan. Akhirnya gelembung menjadi buruan favorit para nelayan, mengalahkan buruan favorit sebelumnya.

ikan kakap cina

"Dulu kan sirip hiu, tapi sekarang sirip hiu murah dan dilarang juga. Pengirimannya juga sudah susah. Sekarang gelembung ikan ini," kata dia. "Waktu saya kecil, tidak ada yang tahu soal gelembung ini," imbuh Kahar, nelayan umur 41 tahun. Keuntungan Dibagi ke Banyak Nelayan Untung ratusan juta Rupiah bukan berarti ikan kakap cina ke kantong satu orang saja. Untuk melaut, satu kapal bisa berisi banyak nelayan, terdiri dari kapten dan anak buah kapal.

Adapun kapal itu sendiri adalah sewaan dari pemiliknya. Haris misalnya, pada Oktober lalu dia dapat untung banyak dari aktivitas mencari gelembung, yakni Rp 100 juta. Keuntungan itu sudah dipotong ongkos melaut 20 hari sebesar Rp 20 juta untuk beli makanan hingga solar. Rp 100 juta itu kemudian dibagi. "Dibagi dua dulu sama yang punya kapal, 50:50.

ikan kakap cina

Yang punya kapal dapat 50 persen. Kemudian dari 50 persen yang kami dapat, kami bagi lagi untuk enam orang," kata Haris yang punya ABK enam orang yang memakai Kapal Motor sewaan bernama 'Jaya'. Hasil penjualan dibagi ke banyak nelayan. Foto: Hasan Al Habshy Maka hasil pembagian itulah yang akan dipakai untuk hidup para nelayan sekeluarga.

Namun para nelayan ini juga tak pasti sebulan sekali melaut. Uang hasil melaut itu dibawa ke daratan untuk hidup selama sebulan atau dua bulan, bersama keluarga. Aktivitas melaut mereka sangat tergantung ombak. Bila ombak tinggi, mereka tak bisa melaut. "Kita biasa satu bulan, dua bulan di darat dulu. Baru melaut lagi.

Kalau cuaca ombak ikan kakap cina, ya sulit," kata Jum yang merupakan anak buah kapal sang kapten, Haris.
Menu • HOME • TANAH PAPUA • Anim Ha • Domberai • Bomberai • Lapago • Meepago • Mamta • Saireri • BERITA PAPUA • Polhukam • Pendidikan & Kesehatan • Otonomi • Nasional & Internasional • Jayapura Membangun • Infrastruktur • Ekonomi, Bisnis & Keuangan • Seni & Budaya • Olahraga • Nabire Membangun • Pilkada Papua • Lingkungan • Interaktif • PASIFIK • NUSA • Ibu Kota • Jawa • Bali & Nusa Tenggara • Kalimantan • Sulawesi • Maluku • Sumatra • ARTIKEL • Indepth • Opini • Pengalaman • Ikan kakap cina Papua • Perempuan dan Anak • Selepa • MORE • Pilihan Editor • Advertorial • Sumbangan Pembaca • Berita Foto • Rilis Pers • Trivia • Covid-19 • RESOURCES • Blog • Arsip • West Papua Daily • Laporan Warga • Saya Komen • Infografis • Komik Pace Jubi Nelayan asal Bulukumba di depan kapal motor ikan, mencari ikan kakap china sampai ke PNG-Jubi/Dominggus Mampioper Papua No.

1 News Portal - Jubi Jayapura, Jubi- Puluhan kapal motor milik nelayan asal Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan berjejer rapi di bibir pantai Lampu Satu, Kabupaten Merauke. Ada pula ratusan kapal motor yang melepaskan ikan kakap cina di laut berpasir, sambil menunggu waktu yang tepat untuk kembali melaut.

Tak ada satupun nelayan asal Marind Buti yang melaut. Padahal dulunya mereka yang menguasai laut di Lampu Satu Merauke. Missionaris Katolik menginjili dan mengajari tentang Bunda Maria serta Putranya Yesus Kristus di Kampung Marind Imbuti (Buti).

Kontak pertama orang Marind dengan Pastor Van Der Heijden SJ pada 1892. Barulah pada 14 Agustus 1905 Pastor Henry Nolen MSC dan kawan-kawan mulai mendirikan gereja kecil di Kampung Wendu di pesisir pantai lalu berpindah ke Kampung Buti di pantai Lampu Satu.

Gereja Katolik Santa Theresia, jalan Arafura Buti Kelurahan Samkai adalah Gereja Katolik pertama di Kampung Buti, bagi orang orang Marind Buti. “Orang Buti dari sananya memang nelayan yang melaut,”kata Herry Ndiken pengusaha dan intelektual asal Marind di Kabupaten Merauke, kepada Jubi, Selasa (17/12/2019) seraya menambahkan ikan kakap cina menjadi kewajiban Dinas Perikanan Kabupaten Merauke membina dan mengembangkan kemampuan mereka dalam mencari ikan.

Hal senada juga dikatakan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Marind Imbuti (Buti) Xaverius Bavo Gebze kepada Jubi dan Tirto.id, Rabu (18/12/2019) tentang kondisi terkini masyarakat Marind Imbuti di Kota Merauke.

“Orang Marind era 1970 an masih kelihatan mereka masih berjualan kelapa, ikan dan udang, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi karena perubahan dalam pembangunan, “kata Gebze. Rabu (18/12/2019) di kediamannya.

Dia menambahkan orang Buti sudah tidak bisa lagi menjaring ikan dan udang karena areal pencaharian mereka sudah terdapat banyak kapal-kapal nelayan berlabuh.

Tak ada pilihan lagi, kata Gebze mungkin hanya minuman keras (Miras) dalam kehidupan orang-orang Marind Buti. “Ketika masyarakatnya berhadapan dengan Miras saya hanya bisa serahkan kepada pihak polisi saja untuk menyelesaikan,”katanya.

Gereja Katolik pertama di Kabupaten Merauke-Jubi/dam Dia menambahkan, mau melarang orang-orang Buti untuk menjual pasir juga serba salah. karena mereka punya kebutuhan dan guna memenuhi kehidupan mereka. “Kalau mereka mau menjual tanah mereka, saya juga tak bisa menahan karena itu milik mereka,”katanya.

Solusinya kata Gebze, kalau mau membangun jangan mengambil pasir dari lahan-lahan milik warga karena akan berdampak buruk. “Lobang-lobang empang bekas galian akan semakin banyak,”katanya. Nelayan Bulukumba Berbeda dengan nelayan orang Marind Buti, nelayan-nelayan asal Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan mencari gelembung ikan kakap China karena laku di pasaran. Salah seorang nelayan asal Bulukumba kepada Jubi di pantai Pasir Lampu Satu Merauke mengaku kapal kapal motor kayu yang berjejer sedang diperbaiki dengan memakai lembaran kayu besi (Merbau).”Kita perbaiki karena saat melaut mencari ikan kakap China bisa sampai ke laut Papua New Guinea,”katanya kepada Jubi, Selasa (17/12/2019)seraya menambahkan harga gelembung ikan kakap China per ons mencapai sembilan juta rupiah.

Jubi mengutip https://kkp.go.id menyebutkan nelayan-nelayan di Papua bagian selatan di Kabupaten Merauke dihebohkan dengan perburuan gelembung ikan yang memiliki nilai jual yang fantastis di pasaran. Informasi dari para nelayan perburuan ini dimulai sejak periode awal era tahun 2000-an dan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya permintaan serta lonjakan harga di pasaran. Bahkan banyak kapal yang dulunya pencari hiu mengalihkan target buruannya ke gelembung ikan.

Ikan-ikan yang biasanya diburu untuk diambil gelembung renangnya biasa disebut masyarakat lokal sebagai ikan Duri/Ote, ikan Kakap Putih, ikan Kuro, ikan Kakap Cina/Angkui dan ikan Gulama, tetapi yang paling diburu adalah ikan Kakap Cina dan ikan Gulama karena memiliki harga gelembung renang yang jauh lebih mahal dibandingkan 3 jenis ikan lainnya.

Ikan-ikan tersebut biasanya banyak ditemukan di area muara sungai atau perairan yang dekat dengan pantai. Bentuk gelembung ikan yang sudah kering sekilas mirip dengan kerupuk dan apabila dilihat oleh orang awam akan dianggap biasa saja. Negara ikan kakap cina banyak mengkonsumsi gelembung ikan dan merupakan tujuan ekspor terbesar adalah China.

Gelembung ikan ini biasanya diolah menjadi bahan makanan seperti sup, selain itu informasi yang didapat dari para pengumpul, gelembung ikan ini juga digunakan sebagai bahan untuk membuat benang operasi.

Jumlah pengiriman gelembung ikan yang sudah dikeringkan dari Kabupaten Merauke terbilang cukup besar. Mengutip data ikan kakap cina SKIPM Merauke atau Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan kelas II Merauke menunjukan pada 2018 saja, sejak Januari hingga Juni jumlah pengiriman gelembung ikan dari Merauke mencapai 82.000 kilogram. Untuk menentukan harga jual dari gelembung ikan kecuali untuk gelembung ikan Duri/Ote, para pengumpul biasanya mengelompokkan terlebih dahulu berat per satuan setiap gelembung ikan.

Kemudian memberikan harga setiap kelompok berat per kilogramnya, tentu saja semakin berat suatu gelembung ikan harganya semakin mahal. Daftar Harga gelembung ikan yang sudah dikeringkan, yang diperoleh dari informasi para pengumpul di Kabupaten Merauke, untuk ikan Duri/Ote seharga Rp.150.000/kg, ikan Kuro mulai dari kategori dengan berat dibawah 10 gram seharga Rp.500.000/kg hingga yang kategori berat 100 gram ke atas seharga Rp.2.200.000. Ikan kakap putih mulai dari kategori dengan berat di bawah 10 gram seharga Rp.650.000/kg hingga yang kategori berat lebih dari 100 gram seharga Rp.4.300.000/kg, ikan kakap Cina/Angkui yang berjenis kelamin betina mulai dari kategori dengan berat dibawah 30 gram seharga Rp.1.000.000/kg hingga yang kategori berat lebih dari 200 gram seharga Rp.18.000.000/kg.

Sedangkan ikan Kakap Cina/Angkui berjenis kelamin jantan mulai dari kategori dengan berat 50 gram seharga Rp.11.000.000/kg hingga yang kategori berat lebih dari 200 gram seharga Rp.28.000.000/kg. Ikan Gulama memiliki nilai jual paling tinggi memiliki harga dimulai dari kategori dengan berat 10 gram seharga Rp.20.000.000/kg hingga yang kategori berat lebih dari 40 gram seharga Rp.50.000.000/kg.

Harga-harga tersebut menurut data SKIPM Merauke SKIPM Merauke merupakan perkiraan dari pengumpul dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi di pasaran. Harganya yang tinggi membuat ikan kakap cina terhadap gelembung ikan semakin gencar dilakukan.

Terlebih dengan adanya moratorium kapal asing menjadi berkah tersendiri bagi para nelayan di Kabupaten Merauke. Sebelum adanya moratorium, lautan Merauke tidak ada lagi kapal-kapal trawl asing yang mendominasii perairan Arafura, Merauke.

Bahkan permintaan pembuatan kapal ikan pun semakin meningkat. Pantauan Jubi di Pantai Lampu Satu Merauke, banyak deretan pembuatan kapal-kapal ikan mulai dari yang berukuran kecil hingga besar.(*) Editor: Syam Terrajana • Puluhan mahasiswa Jayawijaya terancam terusir dari… • Sejumlah kepala suku di Papua Barat dukung Otsus dan DOB • Rasisme terhadap orang Papua yang terus berulang • Analisis komparatif teori solidaritas Emile Durkheim… • 13 syarat pembentukan Daerah Otonom menurut UU… • Uncen buka pendaftaran mahasiswa baru jalur mandiri… • Ini Penyebab Kemiskinan di Papua Menurut BPS • April 2022, Universitas Internasional Papua terima… • Korban dalam keberagaman: Kentalnya rasisme dan… • Harapan orang tua pada anak dalam komuni pertama English Story (RSS) • Komnas HAM oversees legal process to Wasior, Wamena, and Paniai cases March 24, 2022 • Papuan people in solidarity with Haris Azhar and Fatia Maulidiyanti March 24, 2022 • WPCC urges UN Human Rights to visit Papua, investigate human rights situation as Indonesia keeps denying facts March 23, 2022 • Wabu Block a conflict center between security forces and Indigenous Papuans March 22, 2022 • KNPB denies involvement in protests against regional expansion, regrets police accusation March 18, 2022 • Two Papuan civilians shot dead during protest, buried by the side of the road as resistance symbols March 17, 2022 • Tinggilibet and Dambet residents fled hometown following shootings of eight workers March 17, 2022 • MRP collaborates with Komnas Perempuan in Papuan women protection March 16, 2022 none
Mari kita mulakan masakan Ikan Stim Ala Hong Kong, iaitu Ikan Kakap Merah Stim ala Cina.

Segar dan dengan isinya yang manis, dikukus dengan bahan mudah, pasti anda akan puas dan tidak menyesal membuat hidangan ini. Siapa tau anda boleh menjadi Chef dirumah pada hari minggu ini. Apa salahnya ya? Dan untuk ibu-ibu ataupun bapa-bapa yang dalam program nak kuruskan badan dan berdiet, memang cucuklah hidangan ini.

ikan kakap cina

Ikan Kakap mengandungi protein, omega-3, ia juga mendukung metabolisme dan fungsi kerja tubuh yang amat kita perlukan. Tidak hanya sedap, malah masakan ini juga menyihatkan dan sangat-sangat dipromosikan. Resepi Kredit Indoculinaire Hunter 🖨️ Print Bahan-bahan: • ikan kakap cina ekor Ikan laut Kakap Merah (1kg) disiang, direndam air jeruk nipis sebentar, dicuci dan dibelah • 1 ikat Daun Bawang besar dipotong ikut saiz hidangan Stim kaca.

• 1 ikat Daun ketumbar • 4 cm Halia ukuran besar dihiris • 4 chilli padi merah dipotong kasar • 4 sudu makan Minyak bawang atau minyak zaitun • 6 sudu makan Minyak goreng • 1 sudu teh serbuk lada putih • 1 sudu teh Garam • 1 sudu teh Gula putih • 4 sudu makan Light soya sos / kicap masin • 200 ml Air • Minyak masak Cara-caranya: • Setelah dicuci dan ditos air ikannya, keringkan ikan dengan kertas dapur disekeliling dan dalaman ikan.

(Boleh juga gunakan Ikan Kerapu ataupun Ikan Bawal). • Bubuhkan secukup garam ke ikan. Seterusnya letakkan daun bawang dibawah ikan, di hidangan kaca untuk kukusan. • Sumbatkan halia potong kebelahan ikan dan hirisan halia yang kecil dibahagian perutnya juga. • Tuangkan minyak bawang (scallion oil) ke atas ikan. • Letakkan bekas kaca ikan kakap cina saucepan ataupun periuk kukus. Tutup dan kukus sampai ikannya masak. • Setelah Ikan Kakapnya masak, angkat bekas kaca dan ketepikan. Keluarkan halia dibahagian ikan, pisahkan daun bawang daripada ikan.

Buang air ikan didalam bekas. • Taburkan lada putih keatas ikan, dan hias hirisan daun bawang, hirisan halia, daun ketumbar dan chilli padi kesatas ikan. • Panaskan sedikit minyak di saucepan. Tuangkan minyak panas keatas ikan. • Tuangkan kicap masin di saucepan, gula, daun ketumbar dan akar ketumbar yang bersih jika ada, daun bawang dan tambahkan air. • Masak sehingga sosnya mendidih dan sebati dengan daun tadi dengan api yang kecil.

• Apabila sudah siap sosnya, buang daun bawang dan daun ketumbar tadi. • Tuangkan sosnya keatas ikan. Sajikan. • Asam Pedas (10) • Ayam (54) • Ikan (48) • Ikan Bilis (15) • Indonesia (46) • Jepun (2) • Kambing (8) • Kari (12) • Kencing Manis (1) • Kentang (2) • Kerang (2) • Ketam (5) • Korea (1) • Lembu (4) • Malaysia (136) • Mee (12) • Nasi (14) • Pasta (5) • Rempeyek (10) ikan kakap cina Rendang Ayam (6) • Rendang Daging (10) • Sambal (18) • Sapi (3) • Singapura (79) • Sotong (17) • Telur (5) • Thai (3) • Udang (7)

ikan kakap cina

serunya menjaring ikan kakap cina




2022 www.videocon.com