Apakah anjing bisa tertular covid

apakah anjing bisa tertular covid

Jakarta - Pada Februari 2020, seekor anjing di Hong Kong didiagnosa terinfeksi virus corona dengan gejala ringan. Diisolasi sejak 26 Februari - 14 Maret, anjing jenis Pomerania apakah anjing bisa tertular covid dinyatakan telah negatif COVID-19 dan boleh pulang namun ia meninggal dua hari setelahnya, meskipun sampai saat ini belum diketahui apakah virus corona yang jadi penyebab kematiannya.

Kasus infeksi virus corona ini terbilang langka. Sebab menurut studi yang dilakukan ilmuwan China, hewan seperti anjing, ayam, dan babi, sangat kecil kemungkinannya terkena atau menularkan Sars-CoV-2, virus penyebab penyakit COVID-19. Namun berbeda halnya pada kucing. Sebab belum lama ini terjadi kasus seekor kucing di Belgia didiagnosa positif virus corona setelah terpapar dari pemiliknya yang juga terinfeksi. Penelitian yang ditulis oleh Hualan Chen dari Harbin Veterinary Research Institute juga menemukan bahwa kucing bisa saja terkena virus corona dan menularkannya ke kucing lain.

iIustrasi anak dan hewan peliharaan. Foto: iStock "Kami menemukan bahwa Sars-CoV-2 tidak bisa menggandakan diri dengan sempurna pada tubuh anjing, ayam dan babi namun tidak begitu pada musang dan kucing.

Kami menemukan bahwa virus bisa ditularkan antar kucing melalui droplet dari saluran pernapasan," demikian studi itu ditulis, seperti dikutip dari NY Post. Kini dengan ditemukannya kasus virus corona pada anjing dan kucing, serta belum lama ini seekor harimau (masih satu keluarga dengan kucing -red) di Amerika Serikat juga didiagnosa COVID-19, menimbulkan kekhawatiran baru.

apakah anjing bisa tertular covid

Mungkinkah manusia terpapar virus corona dari hewan peliharaan dan begitu pula sebaliknya? Beberapa organisasi kesehatan global menyatakan sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan bisa menyebarkan atau terinfeksi virus corona dengan cara seperti manusia menularkannya kepada manusia lain.

Selain itu tidak juga ditemukan bukti kalau hewan peliharaan bisa menjadi sumber penyebaran virus corona jenis baru ini. Profesor Jonathan Ball, virologist dari Unversity of Nottingham, juga menegaskan bahwa kucing bukanlah 'tersangka utama' dari penyebaran virus yang telah menjangkiti lebih dari 200 negara ini.

Saat ini yang paling berpotensi menularkan virus corona adalah manusia itu sendiri. Jam tangan bulu hewan peliharaan Foto: ist "Penularan dari manusia ke manusia sudah jelas merupakan pemicu utamanya, jadi tidak perlu panik soal kucing yang bisa jadi sumber penyebar virus," kata apakah anjing bisa tertular covid kepada Guardian. Meskipun tidak ada bukti bahwa kucing atau anjing bisa menularkan virus corona ke manusia, menerapkan kebersihan diri dan hewan peliharaan tetap harus dilakukan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) tetap merekomendasikan kamu cuci tangan setelah berinteraksi dengan hewan. "Selalu cuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Cara ini bisa melindungi kamu dari bakteri seperti E.coli dan Salmonella yang bisa disebarkan dari hewan ke manusia," saran WHO. Selain itu jika kamu merasakan gejala-gejala COVID-19 dan tinggal bersama kucing peliharaan ada baiknya menjaga jarak agar hewan kesayangan kamu tidak ikut tertular.

"Jelas, jika kamu merasa kena COVID-19 dan tinggal bersama kucing, sebaiknya batasi kontak dekat dengan teman berbulu kamu sampai kondisi tubuh membaik," saran Jonathan. MOST POPULAR • Begini Nasib Penyiar Radio yang nge-Prank Orang Sampai Bunuh Diri • 10 Foto Transformasi Artis Sebelum dan Setelah Photoshop, Madonna Bikin Kaget • Viral Kisah Sedih Anak Bupati Istrinya Meninggal Dunia Usai Melahirkan • Ramalan Zodiak 9 Mei: Aries Lakukan Pengetatan, Libra Main Aman Saja • Hari Ibu, Priyanka Chopra dan Nick Jonas Unggah Foto Perdana Bersama Anak • Sinopsis Woori the Virgin, Drakor Diadaptasi dari Serial AS, Tayang di Viu • Kontroversi Influencer yang Berhubungan Intim 5 Kali Sehari, Sampai Pingsan • 8 Potret Viral Wanita yang Pelihara 6 Buaya di Rumah, Nggak Ada Takut-takutnya • Yuki Kato Pamer Foto Keluarga, Wajah Ayahnya yang Jarang Tersorot Curi Atensi • Viral Pengamen Badut Cilik Berparas Cantik Sampai Mau Diadopsi, Ini Sosoknya Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • apakah anjing bisa tertular covid • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General apakah anjing bisa tertular covid National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Baca Juga • Bahaya Mengonsumsi Daging Anjing • DNA Tunjukkan Anjing Adalah Sahabat Tertua Manusia • Kafe Anjing Pertama Dibuka di Arab Saudi Peneliti menilai mereka berdasarkan risiko tertular virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan Covid-19.

Setidaknya ada 2.086 orang yang disurvei dalam penelitian dan sekitar 41 persen di antaranya berusia antara 40 hingga 54 tahun. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research oleh University of Granada dan Andalusian School of Public Health di Spanyol menemukan bahwa 4,7 persen (setara dengan 98 orang) dari kelompok tersebut telah tertular SARS-CoV-2. Para peserta ditanyai tentang kegiatan apa saja yang telah mereka lakukan. Tim tersebut menyatakan bahwa hidup bersama dengan seekor anjing dan membawa hewan berbulu ini untuk jalan-jalan meningkatkan risiko tertular Covid-19 hingga sebesar 78 persen.

Para ahli menyatakan bahwa ini mungkin terjadi karena fakta bahwa saat berjalan-jalan, anjing dapat menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menularkannya kepada pemiliknya. Meskipun belum jelas apakah hewan menyebarkan virus, para ahli memperingatkan bahwa pemilik anjing harus fokus pada kebersihan, seperti mencuci tangan dan menjaga jarak saat membawa anjing mereka berjalan-jalan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa menerima pengiriman barang ke rumah dari supermarket meningkatkan risiko hingga 94 persen jika dibandingkan dengan pergi ke toko secara langsung.

Selain itu, ditemukan bahwa bekerja di kantor meningkatkan risiko sebesar 76 persen daripada bekerja dari rumah. Anehnya, risiko hanya naik 60 persen jika orang lain yang berada dalam satu rumah dinyatakan positif Covid-19. Penulis studi tersebut, Cristina Sánchez González, mengatakan bahwa hasil tersebut memperingatkan peningkatan penularan di antara para pemilik anjing.

Meski demikian, “alasan prevalensi yang lebih tinggi tentang hal ini masih harus dijelaskan". "Dengan mempertimbangkan kelangkaan sumber daya saat ini untuk melakukan diagnosis SARS-CoV-2 apakah anjing bisa tertular covid manusia, kemungkinan diagnosis pada anjing sangat kecil kemungkinannya,” ujar González, dilansir The Sun, Rabu (18/11).

González mengatakan bahwa lebih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk mengetahui apakah anjing menyebarkan virus dengan cara yang sama seperti manusia.

Pertanyaan lain yang perlu dijawab ialah apakah virusnya dapat menyebar melalui kotoran hewan tersebut.

apakah anjing bisa tertular covid

Meski demikian, González mengatakan, langkah untuk menutup area seperti taman bermain menjadi tidak masuk akal ketika area seperti taman anjing bisa tetap terbuka. Ia mengungkapkan bahwa tindakan pencegahan satu-satunya adalah menjaga kebersihan diri.

"Di tengah pandemi dan tidak adanya pengobatan atau vaksin yang efektif, tindakan pencegahan dengan menjadi kebersihan adalah satu-satunya yang efektif dan tindakan ini juga harus diterapkan pada anjing, yang menurut penelitian kami, tampaknya meningkatkan risiko penularan Covid-19 baik secara langsung atau tidak,” jelas González.
Share: Sejak lama, ditemukan penularan penyakit dari hewan ke manusia dan sebaliknya.

COVID-19 adalah salah satunya. Sebuah berita mengejutkan mengabarkan seekor harimau yang hasil tesnya positif COVID-19 di kebun binatang Bronx, Amerika Serikat. Kami epidemiolog penyakit hewan yang mempelajari penyakit menular; kami telah menerima banyak pertanyaan mengenai bagaimana virus SARS-CoV-2 mempengaruhi hewan peliharaan.

Bisakah H ewan P eliharaan T erkena COVID-19 ?

apakah anjing bisa tertular covid

Ketika berbicara mengenai virus, kata “terkena” atau “tertular” menjadi ambigu. Pertanyaan yang lebih tepat adalah: dapatkah kucing atau anjing saya terinfeksi SARS-CoV-2? Jawabannya iya. Ada bukti dari kasus nyata serta eksperimen laboratorium yang membuktikan bahwa kucing dan anjing dapat terinfeksi virus corona.

Di Hong Kong, petugas kesehatan telah menguji 17 anjing dan 8 kucing yang hidup dengan pasien COVID-19. Mereka menemukan bukti bahwa dua jenis anjing terpapar virus: Pomer an ian dan German S hepherd, meskipun tidak ada yang sakit. Tidak ada di antara kucing tersebut yang terinfeksi atau sakit. Namun, ada laporan terpisah tentang kucing dari Hong Kong yang terinfeksi. Kasus kucing lain terinfeksi dilaporkan di Belgia.

Pemilik kucing ini juga terkena COVID-19, namun tidak seperti di Hong Kong, pada kasus ini kucing menjadi sakit dengan gangguan pernapasan, disertai diare dan muntah. Baca juga: Rumah Berpotensi Jadi Tempat Penularan COVID-19 Bukti terakhir datang dari Wuhan, Cina. Di sana, peneliti menguji 102 kucing dan menerbitkan studi pra-cetak dan hasilnya, 15 kucing dinyatakan positif memiliki antibodi terhadap virus - yang berarti kucing itu pernah terpapar pada masa lalu.

Peneliti tersebut mengatakan bahwa virus corona telah “menginfeksi populasi kucing di Wuhan, ini mengimplikasikan bahwa risiko yang sama juga dapat terjadi di daerah wabah lainnya.” Peneliti ini menguji kucing dari pemilik yang terkena COVID-19, rumah sakit hewan, dan bahkan beberapa hewan liar. Tiga kucing yang terinfeksi memiliki majikan yang terkena COVID-19, sedangkan untuk dua belas pemilik kucing lainnya tidak dan tidak jelas dari mana peliharaan mereka terpapar.

Kucing S aya B isa M enular kan V irus ke H ewan L ainnya En ggak ? Jika kucing atau anjing dapat menyebarkan virus corona, maka otoritas kesehatan dan masyarakat perlu memasukkan hewan-hewan ini ke dalam perencanaan mereka untuk mengendalikan dan memperlambat pandemi.

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui betapa mudahnya virus corona bereplikasi pada hewan peliharaan dan apakah mereka dapat berpindah ke hewan lain. Sekelompok peneliti di Cina melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Untuk melakukan ini, mereka menginokulasi - yaitu, langsung mempaparkan - sejumlah kucing dan anjing dengan virus corona dengan menempatkan dosis besar SARS-CoV-2 dalam hidung mereka.

Para ilmuwan kemudian menempatkan beberapa hewan yang diinokulasi ini di sebelah hewan kontrol yang tidak terinfeksi untuk melihat apakah hewan yang diinokulasi menjadi sakit, dapat menyebarkan virus ke hewan yang tidak sehat, atau keduanya. Baca juga: Satgas COVID-19 Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Peneliti menemukan bahwa anak kucing dan kucing muda dapat terinfeksi ketika diberi virus dalam dosis besar.

Kelima anak kucing yang diinokulasi menjadi sakit dan dua mati, tapi semua kucing muda dapat melawan infeksi tanpa menjadi sakit parah. Mereka juga menemukan bahwa kucing dapat menularkan virus ke kucing lain. Setelah seminggu, sepertiga kucing yang tidak terinfeksi ditempatkan di sebelah kucing yang diinokulasi dan teruji positif.

Hasil ini memberi bukti bahwa SARS-CoV-2 dapat bereplikasi pada kucing dan membuat mereka sakit, ini juga menjadi bukti bahwa kucing dapat menularkan virus lewat udara ke kucing lain.

Penelitian yang sama juga mengamati anjing dan menunjukkan bahwa anjing lebih tahan terhadap virus dan tidak dapat menularkan apakah anjing bisa tertular covid hewan lainnya.

Ini informasi penting, tapi percobaan yang dilakukan sangat tidak alami. Tidak ada penelitian tentang penularan antara kucing dan anjing di dunia nyata sehingga masih belum jelas apakah penularan alami terjadi.

Walau percobaan ini menunjukkan bahwa kucing dan anjing tidak sepenuhnya kebal terhadap virus corona, tidak adanya pandemi di antara hewan peliharaan rumah tangga memberikan bukti bahwa mereka lebih tahan daripada manusia.

Dapatkah S aya T apakah anjing bisa tertular covid dari K ucing S aya? Meski kami tidak dapat mengatakan bahwa penularan virus dari anjing atau kucing itu sepenuhnya tidak mungkin, penelitian mengatakan bahwa kejadian ini sangatlah tidak mungkin. Saat ini tidak ada kasus yang dilaporkan tentang orang yang tertular coronavirus dari hewan.

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa “berdasarkan bukti saat ini, penularan apakah anjing bisa tertular covid manusia ke manusia masih menjadi pendorong utama” dari pandemi COVID-19, tapi “bukti lebih lanjut diperlukan untuk memahami apakah hewan dan hewan peliharaan dapat menyebarkan penyakit” Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan bahwa tidak ada bukti hewan peliharaan dapat menyebarkan COVID-19 kepada orang.

Walau kucing Anda dapat terinfeksi, menurut sains, sangat tidak mungkin mereka bisa menularkannya kepada Anda. Bahkan, jika kucing Anda terinfeksi, kemungkinan besar kucing itu tertular dari Anda.

Haruskah S aya C egah K ucing K eluar atau U bah P erilaku A njing S aya? Meskipun kemungkinan bahwa hewan peliharaan terkena virus dari hewan lain itu rendah, jika Anda membawa anjing atau kucing Anda ke luar, pastikan hewan peliharaan Anda mengikuti aturan yang sama seperti orang lain: jauhkan dari orang lain dan hewan lain. Jika seekor anjing mendekati Anda, tidak perlu takut sakit karena virus pada bulu anjing. Tetapi hindari mendekati anjing dengan tali pengikat kalung anjing, karena ada jejak kontak manusia di tali itu.

Jika menderita COVID-19, CDC menyarankan untuk mengisolasi diri dari hewan peliharaan anda dan meminta orang lain untuk merawat mereka. Namun, jika itu tidak memungkinkan, cuci tangan Anda sesering mungkin dan hindari menyentuh wajah.

apakah anjing bisa tertular covid

Perlu diingat: Jika hewan peliharaan Anda membutuhkan perawatan medis, pastikan untuk memberi tahu dokter hewan Anda jika Anda atau ada penghuni rumah lain terpapar COVID-19. Dengan informasi itu, dokter hewan dapat mengambil tindakan pencegahan yang memadai. Bukti-bukti seputar hewan peliharaan dan virus corona berubah dengan cepat dan tim kami memastikan selalu ada ulasan terbaru bagaimana kucing, anjing, musang, hewan peliharaan lain dan ternak lain dipengaruhi oleh virus corona.

Namun dengan bukti-bukti yang ada sekarang, tidak banyak yang perlu dikhawatirkan soal kucing atau anjing Anda. Dalam kasus yang jarang terjadi, mereka mungkin terinfeksi virus; tapi kemungkinan mereka sakit akibat infeksi atau menularkannya kepada Anda atau hewan lain sangat rendah. Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh The Conversationsumber berita dan analisis yang independen dari akademisi dan komunitas peneliti yang disalurkan langsung pada masyarakat. JAKARTA, KOMPAS.com - Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di beberapa negara, termasuk Indonesia, tentu membuat banyak masyarakat khawatir.

apakah anjing bisa tertular covid

Kekhawatiran semakin bertambah setelah adanya isu tentang hewan peliharaan yang tertular virus corona baru, setelah kontak dekat dengan pemiliknya yang dinyatakan positif Covid-19. Terkait hal ini, benarkah virus corona baru juga bisa dialami oleh hewan peliharaan seperti kucing dan anjing? Apakah kucing dan anjing turut menyebarkan virus corona ke manusia?

Baca juga: 5 Tips Membuat Rumah Lebih Ramah Hewan Peliharaan Dilansir dari Vets Now, Jumat (9/7/2021), para ahli veteriner dan ahli virologi molekuler berpendapat bahwa tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan memainkan peran penting dalam apakah anjing bisa tertular covid penyakit.

Anjing dapat tertular jenis virus corona tertentu, seperti canine respiratory coronavirus (virus corona pernapasan anjing). Tetapi, untuk virus corona jenis baru ini atau Covid-19, tidak dianggap sebagai ancaman signifikan bagi hewan peliharaan.

Apakah hewan peliharaan bisa tertular Covid-19? Meskipun ada beberapa kasus kucing dan anjing yang dites positif Covid-19 melalui kontak dekat dengan manusia yang terinfeksi, berdasarkan informasi terbatas yang tersedia hingga saat ini, masih belum ada bukti bahwa hewan peliharaan berperan dalam penyebaran virus. Baca juga: Pentingnya Bermain dengan Hewan Peliharaan Studi baru yang dirilis pada Juli 2021 meningkatkan bukti lain yang menunjukkan bahwa anjing dan kucing dapat tertular virus dari pemiliknya.

Saat ini tidak ada bukti penyebaran Covid-19 dari hewan peliharaan ke manusia, atau dari anjing dan kucing ke hewan lain.

apakah anjing bisa tertular covid

Penelitian terbaru mendukung bukti lain bahwa rute penularan virus yang paling mungkin adalah dari manusia ke hewan, bukan sebaliknya. Studi dari Universitas Utrecht di Belanda mengetes kucing dan anjing dari Covid-19 di rumah tangga yang terpapar virus.

Berita Terkait 5 Penyebab Bulu Hewan Peliharaan Berubah Warna Menjadi Putih Tips Hidup dengan Hewan Peliharaan di Rumah yang Sempit Tips Menghilangkan Noda dan Bau Kotoran Hewan Peliharaan di Lantai Cara Hilangkan Bau Pesing di Karpet yang Dikencingi Hewan Peliharaan 4 Cara Membuat Taman Ramah Hewan Peliharaan Berita Terkait 5 Penyebab Bulu Hewan Peliharaan Berubah Warna Menjadi Putih Tips Hidup dengan Hewan Peliharaan di Rumah yang Sempit Tips Menghilangkan Noda dan Bau Kotoran Hewan Peliharaan di Lantai Cara Hilangkan Bau Pesing di Karpet yang Dikencingi Hewan Peliharaan 4 Cara Membuat Taman Ramah Hewan Peliharaan
• Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Reksa Dana Baru • Simpanan • Tabungan • Tabungan Berjangka • Tabungan Syariah • Deposito • Deposito Syariah • E-Money • Semua • Kartu • Aplikasi • Artikel • Promo • Lainnya • Daftar Pusat Service • Daftar Bengkel Asuransi • Lembaga Keuangan • Daftar Istilah • Ruang Edukasi • Blog • Masuk - Daftar • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Masuk Daftar Walaupun sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan penularan virus corona dari hewan peliharaan seperti anjing dan kucing ke manusia.

Namun, jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda, virus corona telah menjadi apakah anjing bisa tertular covid bagi hewan peliharaan. Dokter hewan Ooy Komariah, praktisi di Animal Clinic Jakarta mengatakan bahwa pada hewan virus corona sudah ada sebelum virus corona [penyebab Covid-19] ada di manusia.

Ini biasanya pada anjing dan kucing. Kalau di anjing tidak mematikan, tapi pada kucing bisa mematikan. Tapi untuk apakah anjing bisa tertular covid corona yang biasa menyerang kucing dan anjing berbeda dengan virus corona yjenis Covid-19 yang menjadi penyebab pandemi saat ini.

apakah anjing bisa tertular covid

Pada anjing, virus ini disebut Canine coronavirus (CCoV) yang menginfeksi organ usus anjing. Sedangkan pada kucing, virus ini dikenal dengan Feline coronavirus (FCoV) yang bisa menyerang sejumlah organ. Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah?

Cermati punya solusinya! Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik! Gejala Virus Corona pada Anjing Canine coronavirus atau CCoV merupakan infeksi usus pada anjing, terutama anak anjing. Virus ini berasal dari keluarga Coronaviridae. Dilansir dari berbagai sumber, CCoV berbeda dengan SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 pada manusia. CCoV menyerang saluran pencernaan apakah anjing bisa tertular covid tidak menular pada manusia hanya pada sesama hewan saja.

Sedangkan SARS-CoV-2 menyerang sistem pernapasan manusia dan hanya bisa ditularkan ke manusia saja. Canine enteric coronavirus mungkin disebabkan oleh jenis virus cotona yang berbeda tetapi hampir semuanya menyebabkan gejala yang sama.

Enterona coronavirus juga merupakan jenis virus corona yang paling umum terlihat pada anjing sedangkan canine respiratory coronavirus jarang terjadi.

Enterona coronavirus pada anjing biasanya menyebabkan gejala yang memengaruhi lambung dan usus. Gejala anjing yang terinfeksi virus corona di antaranya: • Mengalami diare mendadak • Anjing merasakan tidak nyaman pada perut • Lesu • Kehilangan Selera Makan • Muntah-muntah Virus Corona pada Kucing Feline coronavirus (FCoV) pada kucing bisa mengakibatkan penyakit feline infectious peritonitis (FIP).

Tapi virus corona pada kucing bersifat dormant atau virus tertidur jika tidak ada pemicu. Jadi dengan imunisasi baik, virus tertidur. Namun, kalau kucing terkena sakit lain, penyakit akan timbul. FIP bisa terbagi menjadi dua, yakni basah apakah anjing bisa tertular covid kering. Gejala yang biasa ditimbulkan di antaranya: • Demam • Anoreksia • Penurunan berat badan • Lesu • Sulit bernapas pada FIP basah akibat penumpukan cairan di rongga perut, dada, atau keduanya.

Untuk FIP yang bersifat kering, gejala klinis akan tergantung pada organ yang terdampak. Misalnya pada ginjal maka kucing akan mengalami hal seperti ini: • rasa haus dan buang air kecil berlebih • muntah • berat badan turun.

Jika organ hati yang terdampak maka kucing akan mengalami penyakit kuning. Penularannya bisa disebabkan cairan tubuh, lalu bekas kendang dan kebiasaan kucing yang menjilat dirinya setelah buang air besar dan buang air kecil dikandang yang kotor. virus corona pada kucing ini bersifat mematikan sehingga kucing yang mengalami gejala klinis sebaiknya segera dibawa ke klinik hewan. Baca Juga: Ketahui Pentingnya Asuransi untuk Hewan Peliharaan, Benefit dan Cara Klaimnya Cara Melindungi Hewan Peliharaan dari Virus Corona Centers for Disease Control and Prevention juga menyebutkan bahwa mereka sadar adanya sejumlah binatang peliharaan termasuk kucing dan anjing yang terinfeksi virus karena kontak dekat dengan pemiliknya di negara lain.

Memang belum ada bukti bahwa hewan peliharaan ini dapat menyebarkan virus ke manusia dan meskpun risiko penularan dari hewan ke manusia rendah, tapi orang dapat menyebarkan virus corona ke hewan peliharaan.

Berikut cara melindungi hewan peliharaan dari Covid-19, menurut CDC. • Memperlakukan hewan peliharaan dengan cara yang sama seperti anggota keluarga manusia untuk melindungi mereka dari Covid-19, termasuk membatasi kontak dengan orang-orang di luar rumah. • Memelihara kucing dan anjing di dalam rumah demi mencegah hewan peliharaan lain berkeliaran dengan bebas.

• Masker tidak boleh dikenakan pada hewan peliharaan, karena dapat membahayakan. • Orang yang terinfeksi harus menghindari kontak dengan hewan peliharaan, artinya dilarang berciuman, berpelukan atau tidur di ranjang yang sama.

• Saat terkena virus corona minta anggota rumah lain untuk merawat hewan peliharaannya. Jika itu tidak memungkinkan, CDC mengatakan orang-orang harus memakai masker saat berinteraksi dengan hewan peliharaan mereka. • Jika mencurigai hewan peliharaan terkena virus corona harus berkonsultasi dengan dokter hewan. • Cuci tangan setelah memegang hewan, makanan, limbah, atau mainan mereka; • Lakukan kebersihan hewan peliharaan yang baik dan bersihkan hewan peliharaan dengan benar; • Bicaralah dengan dokter hewan jika kamu memiliki pertanyaan tentang kesehatan hewan peliharaan.

Jangan Lupa Beli Asuransi untuk Hewan Peliharaan Sama seperti asuransi pada umumnya, asuransi untuk hewan pun bisa menanggung biaya perawatan kesehatan untuk hewan peliharaan kamu yang sedang sakit atau mengalami kecelakaan. Baik untuk periode yang lama atau sebentar. Dengan memiliki asuransi hewan setidaknya ada beberapa biaya yang bisa ditanggung oleh asuransi hewan peliharaan yang bisa meringankan beban biaya majikan jika terjadi apa-apa dengan hewan peliharaan.

Baca Juga: Karakter Seseorang Bisa Dilihat dari Hewan Peliharaannya. Yuk, Cek Disini! Kategori • Asuransi • Asuransi Jiwa • Asuransi Kendaraan • Asuransi Kesehatan • Asuransi Perjalanan • Asuransi Umum • BPJS • Belanja • Berita • Bisnis • Deposito • Dokumen Anda • Emas • Fintech • Gaya Hidup • Info Umum • Inspirasi • Investasi • Karir • Kartu Kredit • Keluarga • Kredit HP • Kredit Mobil • Kredit Motor • Kredit Multiguna • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Tanpa Agunan • Kuis • Liburan dan Kuliner • Otomotif • Pajak • Peluang Usaha • Pendidikan • Perbankan • Pernikahan • Pinjaman • Properti • Quotes Motivasi • Ragam • Reksadana • Review Handphone • Saham • Seputar Ramadan • Siaran Pers • Tabungan • Tips Bisnis • Tips Kesehatan • Tips Keuangan • Unit Link • Wawancara Khusus • Wirausaha Selengkapnya
Auteurs • Annette O'Connor Professor of Veterinary Epidemiology, Michigan State University • Jan Sargeant Professor of Veterinary Epidemiology, University of Guelph • Sarah Totton Research Assistant, University of Guelph Déclaration apakah anjing bisa tertular covid Les auteurs ne travaillent pas, ne conseillent pas, ne possèdent pas de parts, ne reçoivent pas de fonds d'une organisation qui pourrait tirer profit de cet article, et n'ont déclaré aucune autre affiliation que leur organisme de recherche.

Partenaires Michigan State University apporte des fonds en tant que membre fondateur de The Conversation US. University of Guelph apporte des fonds en tant que membre fondateur de The Conversation CA. University of Guelph apporte un financement en tant que membre adhérent de The Conversation CA-FR. Voir les partenaires de The Conversation France Langues • Bahasa Indonesia • English Manusia dan hewan berbagi banyak penyakit.

COVID-19 adalah salah satunya, sebagaimana kita tahu dari berita mengejutkan tentang seekor harimau yang hasil tesnya positif di kebun binatang Bronx, Amerika Serikat. Kami epidemiolog penyakit hewan yang mempelajari penyakit menular; kami telah menerima banyak pertanyaan mengenai bagaimana virus SARS-CoV-2 mempengaruhi hewan peliharaan.

Bisakah hewan peliharaan terkena coronavirus? Ketika berbicara mengenai virus, kata “terkena” atau “tertular” menjadi ambigu. Pertanyaan yang lebih tepat adalah: dapatkah kucing atau anjing saya terinfeksi SARS-CoV-2? Jawabannya iya. Ada bukti dari kasus nyata serta eksperimen laboratorium yang membuktikan bahwa kucing dan anjing dapat terinfeksi virus corona. Di Hong Kong, petugas kesehatan telah menguji 17 apakah anjing bisa tertular covid dan apakah anjing bisa tertular covid kucing yang hidup dengan pasien COVID-19.

Mereka menemukan bukti bahwa dua jenis anjing terpapar virus: Pomerian dan German shepherd, meskipun tidak ada yang sakit. Tidak ada di antara kucing tersebut yang terinfeksi atau sakit. Namun ada laporan terpisah tentang kucing yang di dari Hong Kong.

Kasus kucing lain terinfeksi dilaporkan di Belgia.

apakah anjing bisa tertular covid

Pemilik kucing ini juga terkena COVID-19, namun tidak seperti di Hong Kong, pada kasus ini kucing menjadi sakit dengan gangguan pernafasan, disertai diare dan muntah. Bukti terakhir datang dari Wuhan, Cina. Di sana, peneliti menguji 102 kucing dan menerbitkan studi pra-cetak dan hasilnya, 15 kucing dinyatakan positif memiliki antibodi terhadap virus - yang berarti kucing itu pernah terpapar pada masa lalu.

Peneliti tersebut mengatakan bahwa virus corona telah “menginfeksi populasi kucing di Wuhan, ini mengimplikasikan bahwa risiko yang sama juga dapat terjadi di daerah wabah lainnya.” Peneliti ini menguji kucing dari pemilik yang terkena COVID-19, rumah sakit hewan, dan bahkan beberapa hewan liar. Tiga kucing yang terinfeksi memiliki majikan yang terkena COVID-19, sedangkan untuk dua belas pemilik kucing lainnya tidak dan tidak jelas dari mana peliharaan mereka terpapar.

apakah anjing bisa tertular covid

Masker kucing: gaya, tapi tidak penting. GK Hart/Vikki Hart/Stone via Getty Images Kucing saya bisa menulari virus ke hewan lainnya, nggak?

Jika kucing atau anjing dapat menyebarkan virus corona, maka otoritas kesehatan dan masyarakat perlu memasukkan hewan-hewan ini ke dalam perencanaan mereka untuk mengendalikan dan memperlambat pandemi.

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui betapa mudahnya virus corona bereplikasi pada hewan peliharaan dan apakah mereka dapat berpindah ke hewan lain. Sekelompok apakah anjing bisa tertular covid di Cina melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Untuk melakukan ini, mereka menginokulasi - yaitu, langsung mempaparkan - sejumlah kucing dan anjing dengan virus corona dengan menempatkan dosis besar SARS-CoV-2 dalam hidung mereka.

Para ilmuwan kemudian menempatkan beberapa hewan yang diinokulasi ini di sebelah hewan kontrol yang tidak terinfeksi untuk melihat apakah hewan yang apakah anjing bisa tertular covid menjadi sakit, dapat menyebarkan virus ke hewan yang tidak sehat, atau keduanya.

Peneliti menemukan bahwa anak kucing dan kucing muda dapat terinfeksi ketika diberi virus dalam dosis besar. Kelima anak kucing yang diinokulasi menjadi sakit dan dua mati, tapi semua kucing muda dapat melawan infeksi tanpa menjadi sakit parah. Mereka juga menemukan bahwa kucing dapat menularkan virus ke kucing lain. Setelah seminggu, sepertiga kucing yang tidak terinfeksi ditempatkan di sebelah kucing yang diinokulasi dan teruji positif. Hasil ini memberi bukti bahwa SARS-CoV-2 dapat bereplikasi pada kucing dan membuat mereka sakit, ini juga menjadi bukti bahwa kucing dapat menularkan virus lewat udara ke kucing lain.

Penelitian yang sama juga mengamati anjing dan menunjukkan bahwa anjing lebih tahan terhadap virus dan tidak dapat menularkan ke hewan lainnya. Ini informasi penting, tapi percobaan yang dilakukan sangat tidak alami. Tidak ada penelitian tentang penularan antara kucing dan anjing di dunia nyata sehingga masih belum jelas apakah penularan alami terjadi. Walau percobaan ini menunjukkan bahwa kucing dan anjing tidak sepenuhnya kebal terhadap virus corona, tidak adanya pandemi di antara hewan peliharaan rumah tangga memberikan bukti bahwa mereka lebih tahan daripada manusia.

Meskipun kucing dapat terinfeksi, bukti menunjukan sangat tidak mungkin mereka menularkannya ke manusia. MANAN VATSYAYANA / AFP via Getty Images Dapatkah saya tertular dari kucing saya?

Meski kami tidak dapat mengatakan bahwa penularan virus dari anjing atau kucing itu sepenuhnya tidak mungkin, penelitian mengatakan bahwa kejadian ini sangatlah tidak mungkin. Saat ini tidak ada kasus yang dilaporkan tentang orang yang tertular coronavirus dari hewan. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa “berdasarkan bukti saat ini, penularan dari manusia ke manusia masih menjadi pendorong utama” dari pandemi COVID-19, tapi “bukti lebih lanjut diperlukan untuk memahami apakah hewan dan apakah anjing bisa tertular covid peliharaan dapat menyebarkan penyakit” Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan apakah anjing bisa tertular covid tidak ada bukti hewan peliharaan dapat menyebarkan COVID-19 kepada orang.

Walau kucing Anda dapat terinfeksi, menurut sains, sangat tidak mungkin mereka bisa menularkannya kepada Anda. Bahkan, jika kucing Anda terinfeksi, kemungkinan besar kucing itu tertular dari Anda. Demi keamanan, hewan peliharaan Anda harus mengikuti pembatasan sosial seperti manusia. AP Photo/Mark Lennihan Haruskah saya mencegah kucing keluar atau mengubah perilaku anjing saya? Meskipun kemungkinan bahwa hewan peliharaan terkena virus dari hewan lain itu rendah, jika Anda membawa anjing atau kucing Anda ke luar, pastikan hewan peliharaan Anda mengikuti aturan yang sama seperti orang lain: jauhkan dari orang lain dan hewan lain.

Jika seekor anjing mendekati Anda, tidak perlu takut sakit karena virus pada bulu anjing. Tetapi hindari mendekati anjing dengan tali pengikat kalung anjing, karena ada jejak kontak manusia di tali itu. Jika menderita COVID-19, CDC menyarankan untuk mengisolasi diri dari hewan peliharaan anda dan meminta orang lain untuk merawat mereka.

Tapi jika itu tidak memungkinkan, cuci tangan Anda sesering mungkin dan hindari menyentuh wajah. Perlu diingat: jika hewan peliharaan Anda membutuhkan perawatan medis, pastikan untuk memberi tahu dokter hewan Anda jika Anda atau ada penghuni rumah lain terpapar COVID-19. Dengan informasi itu, dokter hewan dapat mengambil tindakan pencegahan yang memadai.

Bukti-bukti seputar hewan peliharaan dan virus corona berubah dengan cepat dan tim kami memastikan selalu ada ulasan terbaru bagaimana kucing, anjing, musang, hewan peliharaan lain dan ternak lain dipengaruhi oleh virus corona.

Tapi dengan bukti-bukti yang ada sekarang, tidak banyak yang perlu dikhawatirkan soal kucing atau anjing Anda.

Dalam kasus yang jarang terjadi, mereka mungkin terinfeksi virus; tapi kemungkinan mereka sakit akibat infeksi atau menularkannya kepada Anda atau hewan lain sangat rendah. Artikel ini diterjemahkan oleh Agradhira Nandi Wardhana dari Bahasa Inggris.Virus corona pada anjing bisa diketahui bila pemilik hewan memeriksakan anjing pada dokter.

Virus corona yang bisa menginfeksi anjing, lanjut Novi, tidak menimbulkan akibat fatal. Namun, hal yang berbeda bisa terjadi ketika anjing terinfeksi virus parvo yang mengakibatkan diare berdarah. Jika anjing terinfeksi dua virus ini, corona dan parvo, kondisinya bisa fatal.

"Kalau anak anjing terkena corona, lalu virus parvo masuk, anjing bisa kesulitan bertahan hidup," kata dia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), belum ada bukti hewan peliharaan seperti anjing dan kucing bisa terinfeksi virus corona baru alias COVID-19. Meski demikian, pemilik hewan peliharaan harus senantiasa mempraktikkan kebiasaan hidup bersih. Setelah menyentuh hewan, cucilah tangan dengan air bersih mengalir dan sabun untuk melindungi diri dari bakteri seperti Salmonella dan E.

coli yang dapat menyebar dari hewan ke manusia.
Virus corona diketahui dapat dengan mudah menular lewat droplet atau percikan saat seseorang yang positif COVID-19 sedang bersin atau batuk.

Sebagian besar kasus ini pun menyebar dari satu orang ke orang lain yang ada di sekitarnya. Tapi, bagaimana dengan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing ? Apakah bisa tertular dan terpapar virus corona juga? Ya Moms, topik ini sebenarnya sudah muncul sejak awal pandemi. Hingga kini, persoalan penularan dari manusia ke hewan masih terus dikaji. Seperti kita ketahui pula bahwa informasi seputar virus corona atau COVID-19 selalu berkembang dari waktu ke waktu.

Bahkan, kita dapat dengan mudah mendapatkannya dari berbagai sumber terpecaya di internet. Moms, sebelumnya kita perlu sedikit mengilas balik bahwa SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini mulanya diduga merupakan virus berasal dari kelelawar.

apakah anjing bisa tertular covid

Menurut laporan investigasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus tersebut kemungkinan besar berpindah terlebih dahulu ke hewan perantara sebelum menginfeksi manusia. Sejauh ini, para peneliti menduga hewan perantara tersebut adalah trenggiling. Sejak saat itulah, virus corona dilaporkan menyerang spesies binatang lain, mulai dari yang dekat manusia hingga hewan liar. Bahkan, Reuters melansir, sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda telah mengungkap bahwa hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing juga dapat dengan mudah tertular COVID-19 dari pemiliknya.

Hal senada juga diunkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Menurutnya, beberapa hewan peliharaan --termasuk kucing dan anjing, dapat terpapar COVID-19.

Hal ini disebabkan karena sebagian besar hewan tersebut melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi COVID-19, misalnya saja sang pemilik hewan. Mayo Clinic juga melansir, tidak ada bukti bahwa virus corona dapat menular ke manusia atau hewan lain dari kulit, bulu, atau rambut hewan peliharaan. Namun perlu diingat, Moms, anak kecil atau orang lanjut usia (lansia) yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, lebih mungkin sakit karena beberapa kuman lain yang dibawa oleh hewan.

Jika Anda positif COVID-19 dan hewan peliharaan Anda juga jatuh sakit, jangan membawanya ke klinik dokter hewan, ya! Lebih baik Apakah anjing bisa tertular covid menghubungi dokter hewan terlebih dahulu.

Biasanya dokter akan menawarkan konsultasi online dan apabila kondisi hewan peliharaan memburuk, dokter hewan akan membuat rencana lain untuk merawat hewan peliharaan Anda. Bahkan, pengujian lebih lanjut yang dilakukan dr. Els menunjukkan bahwa hewan-hewan tersebut sembuh dalam waktu cepat dan tidak menularkan kepada hewan peliharaan lainnya yang juga tinggal di rumah yang sama.

Sebagian hewan peliharaan juga tidak menunjukkan gejala sakit dan beberapa lainnya hanya mengalami gejala ringan dan bisa dirawat di rumah.

Penjelasan Virus Corona Menurut Kedokteran Hewan




2022 www.videocon.com