Dr terawan agus purwanto

dr terawan agus purwanto

eBahana.com – Mayor Jenderal TNI Dr. dr. Terawan Agus Purwanto, Sp. Rad (K) RI adalah sosok yang digadang-gadang menjadi menteri. Dia adalah anak Tuhan yang dr terawan agus purwanto IDI karena dikenal dengan metode fenomenal yang terbukti berhasil dalam dunia kedokteran, yakni terapi “cuci otak” untuk mengurangi gejala stroke. Dokter Terawan adalah anak Tuhan yang sering memberikan penghiburan kepada pasien-pasiennya.

Dia memiliki waktu yang banyak untuk berinteraksi dengan pasien, dia juga memiliki kesempatan untuk menjalankan tugasnya sebagai dokter. Dokter Terawan tidak hanya menjalankan job descriptionnya seorang dokter, tetapi ia melakukan lebih dari semua itu. Kepada pasien yang seiman dengannya, ia sering memberitakan injil kepada mereka. Menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sangat baik, adalah ciri khas dari Terawan. Bahkan setelah dia ‘dibuang’ oleh IDI, rumah sakit-rumah sakit di Jerman langsung melirik Terawan.

Beruntung Jerman belum sempat memberikan kewarganegaraan honoris kepada Terawan, hati Terawan direbut oleh istana. Dia dipanggil istana kemarin. Dengan demikian, Indonesia masih bersyukur mendapatkan kesempatan untuk dilayani oleh dokter Terawan. Lagi pula, panggilan ibu pertiwi jauh lebih berkesan dan bermakna ketimbang panggilan negara lain.

dr terawan agus purwanto

Panggilan istana oleh Presiden Joko Widodo ini memberikan sebuah indikasi penting. Bahwa Doktor Terawan tetap terpaut dengan Indonesia dan mendapatkan kesempatan untuk menjalankan panggilan pengabdian bagi nusa dan bangsa. Kecintaan terhadap Indonesia jauh melampaui apapun yang bisa dibayangkan. Jiwa nasionalisme Terawan teruji.

dr terawan agus purwanto

Penulis sempat melihat video Mayjen Doktor dokter Terawan ini menyanyi sebuah lagu rohani berjudul “Hidup ini adalah kesempatan”. Hanya 40 sekian detik, silakan disimak video lagu ini. Dengan nyanyian dokter Terawan ini, kita melihat bagaimana ia mengamini dan mengimani lagu Kristen ini di dalam konteks berbangsa dan bernegara.

Terawan sadar bahwa hidup ini adalah sementara. Di dalam kesementaraan ini, dia menjalankan dan mengabdi kepada Tuhan dan bangsa, tanpa harus mendua atau bercabang hati. Karena Tuhan memerintahkan di dalam Alkitab, untuk anak-anak Tuhan setia kepada bangsa dan negara.

Untuk menaati pemerintah yang ada. Karena pemerintah yang ada saat ini, adalah pemerintahan yang tidak sering muncul. Kalau diberikan hal yang baik, Terawan tidak akan menyia-nyiakan hal ini. Jika dia diminta untuk menjadi menteri kesehatan, sesuai dengan kapasitasnya, pasti ia akan menjalankannya dengan sangat baik.

Semoga Doktor Terawan bisa menjadi berkat lebih luas lagi ketika dia menjadi menteri yang lebih besar pengaruhnya, agar Indonesia berpengharapan dalam dunia kesehatan. Agar di Jakarta ada RS Kanker yang dibangun. Semoga ada harapan untuk pasien-pasien yang sekarang patah arang. Karena dahan yang terkulai tidak pernah Tuhan patahkan. Begitulah berkat-berkat. Manuel Mawengkang/Yas Sumber : http://seword.com IHSG Anjlok Hampir 3 Persen, Saham ANTM, BMRI, BBCA, BBRI Tekan Indeks Bisnis-27 Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Senin 9 Mei 2022, Naik setelah Libur Lebaran Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Mei 2022 LIVE : IHSG anjlok 4 persen (10:12 WIB) LIVE : Harga emas Antam naik (10:10 WIB) LIVE : Rupiah dibuka turun (09:05 WIB) Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto diberhentikan secara permanen dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pemecatan secara permanen Terawan ini berdasarkan Muktamar XXXI PB IDI yang berlangsung di Kota Banda Aceh pada 22-25 Maret 2022. Dilansir dari berbagai sumber, Terawan menamatkan pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM). Kemudian dia masuk TNI AD dan ditugaskan di sejumlah wilayah. Pria kelahiran Yogyakarta 5 Agustus 1964 ini pernah menjabat sebagai Tim Dokter Kepresidenan pada 2009 dan pernah menjabat sebagai Kepala RSPAD pada 2015.

Baca Juga : Intip Garasi Eks Menkes Dokter Terawan yang Dipecat Permanen dari IDI Kontroversi Pada Februari tahun tahun 2018, Majelis Kode Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) sempat merekomendasikan sanksi pemberhentian dr terawan agus purwanto selama dr terawan agus purwanto bulan dan pencabutan izin praktik Terawan terkait kontroversi metode ‘cuci otak’ dengan alat Digital Substraction Angiography (DSA) dalam pengobatan stroke.

Berdasarkan keterangan Sekretaris MKEK PB IDI saat itu, dr Pukovisa Prawiroharjo, rekomendasi sanksi itu adalah atas pertimbangan etika perilaku profesional seorang sejawat.

"MKEK mengambil putusannya didasarkan pada murni pertimbangan etika perilaku profesional seorang sejawat," kata Pukovisa saat itu lewat keterangan resmi. Baca Juga : IDI Pecat Dokter Terawan, Inilah 5 Kesalahan Eks Menkes Jokowi di Mata MKEK Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan dalam polemik pemecatan dokter Terawan Agus Putranto.

Kemenkes berencana memfasilitasi proses mediasi antara MKEK IDI dengan mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto itu. Namun, IDI kemudian mengkaji ulang kasus tersebut dan sidang kemudian memutuskan untuk menunda sanksi. Polemik Terawan mencuat pasca-penunjukan sebagai menteri kesehatan oleh Presiden Joko Widodo. Dr terawan agus purwanto di kalangan media bahwa IDI sempat mengeluarkan surat 'rekomendasi' kepada Presiden RI untuk tidak menjadikan Terawan sebagai menteri kesehatan, menimbang sanksi yang diterimanya.

Terawan sendiri sempat merespons kabar dugaan pelanggaran kode etik itu dengan mengatakan bahwa dia tidak pernah menanggapinya. "Sudahlah, yang berkasus itu siapa. Biarkan saja. Saya kan tidak pernah tanggapi. Tidak perlu kan (menanggapi), belum waktunya, harus sesuai tata cara militer, saya waktu itu militer," tegas Terawan sebelum menghadiri syukuran di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pada Rabu (23/10/2019), seperti dikutip dr terawan agus purwanto Antara. Pada akhir 2020 Terawan dipecat Jokowi dan diganti Budi Gunadi Sadikin.

Jokowi tak menjelaskan mengapa mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto itu dicopot. Vaksin Nusantara Setelah tidak menjabat sebagai menteri kesehatan, Terawan mengembangkan vaksin Nusantara untuk melawan Virus Corona penyebab Covid-19. Vaksin berbasis sel dendritik ini awalnya tidak mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji klinik.

Hal ini direspons sejumlah anggota DPR RI. Sejumlah anggota DPR RI dr terawan agus purwanto penyuntikan vaksin Nusantara pada tahap uji klinik fase 2. Mereka pun mendukung vaksin Nusantara dikembangkan sebagai vaksin buatan dalam negeri.

Selain anggota DPR, sejumlah pejabat, tokoh publik, artis pun disuntik vaksin Nusantara, misalnya eks Menkes Siti Fadilah, eks Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Pertahanan Pabowo Subianto. Politikus Golkar Aburizal Bakrie juga diketahui menerima vaksin Nusantara. Selain itu, ada juga selebritas Ashanty dan Anang Hermansyah. Terpopuler • Niat Bayar Utang Puasa Ramadan, Bolehkah Puasanya Dicicil atau Harus Sekaligus?

• Tender Gorden DPR Dimenangkan Penawar Tertinggi Rp43,5 Miliar, Kok Bisa? • Odesa Dihantam Rudal, Kapal Rusia Kembali Ditenggelamkan Pasukan Ukraina • Kemenag Izinkan 50 Persen Pegawai WFH Usai Libur Lebaran 9-13 Mei • PPKM Jawa-Bali Berakhir Besok, Begini Situasi Covid-19 Nasional
Terawan Agus Putranto Menteri Kesehatan Indonesia ke-19 Masa jabatan 23 Oktober 2019 – 23 Desember 2020 Presiden Joko Widodo Wakil Presiden Ma'ruf Amin Pendahulu Nila Moeloek Pengganti Budi Gunadi Sadikin Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Masa jabatan 1 Juni 2015 – 23 Oktober 2019 Pendahulu Hardjanto Pengganti Bambang Dwi Hasto Informasi pribadi Lahir 5 Agustus 1964 (umur 57) Sitisewu, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia [1] Kebangsaan Indonesia Partai politik Independen Suami/istri Ester Dahlia Anak Abraham Apriliawan Putranto Orang tua Sudarno (ayah) Alma mater Letnan Jenderal TNI ( Purn.) Prof.

Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) (lahir 5 Agustus 1964) [4] adalah dokter Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia antara 23 Oktober 2019 dan 23 Desember 2020.

Sebelumnya ia seorang dokter militer yang juga menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto dan Ketua Tim Dokter Kepresidenan. [5] Ia menjadi dokter militer pertama yang menjabat Menkes sejak Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr.

Suwardjono Surjaningrat (1978–1988) dan orang dengan pangkat militer tertinggi yang pernah memangku jabatan ini. Ia merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan kemudian masuk TNI AD, di mana ia ditugaskan ke beberapa daerah termasuk Lombok, Bali, dan Jakarta untuk mengemban tugas sebagai pelaksana medis/kesehatan militer.

[6] Ia juga pernah menjabat sebagai Tim Dokter Kepresidenan pada tahun 2009 dan pernah menjabat sebagai Kepala RSPAD tahun 2015. Daftar isi • 1 Kehidupan awal dan pendidikan • 2 Riwayat Jabatan • 2.1 Militer • 2.2 Pemerintahan • 2.3 Organisasi • 3 Kontroversi • 3.1 Terawan Theory • 3.2 Pandemi COVID-19 • 4 Penghargaan • 4.1 Tanda Jasa • 4.2 Brevet • 5 Referensi Kehidupan awal dan pendidikan Terawan lahir pada tanggal 5 Agustus 1964 di Sitisewu, [1] sebuah kawasan di Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta.

Ia menempuh pendidikan awal di SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta (1977), [1] SMP Negeri 2 Yogyakarta (1980), [1] dan SMA Bopkri 1 Yogyakarta (1983). [7] Ia mengambil S-1 di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1990), S-2 Spesialisasi Radiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya (2004), [8] dan S-3 Doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar (2013).

[9] Ia juga mengambil pendidikan di Sepamilwa ABRI pada tahun 1990. Pada tahun 2022, Terawan diangkat sebagai profesor kehormatan ilmu pertahanan bidang kedokteran militer dari Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia.

[ butuh rujukan] Riwayat Jabatan Militer • Tim Dokter Kepresidenan RI (2009-2019) • Ka. RSPAD Gatot Soebroto (2015—2019) Pemerintahan Pada 23 Oktober 2019, ia dilantik dan dipercaya untuk membantu tugas dari presiden Joko Widodo pada posisi Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju periode 2019—2024. Dr terawan agus purwanto • Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia. • Ketua World International Committee of Military Medicine.

• Ketua ASEAN Association of Radiology. Kontroversi Terawan Theory Ia pernah merumuskan Terawan Theory, yakni sebuah teori yang terkait dengan metode 'cuci otak' pada penderita stroke. Meskipun demikian, ia dipecat oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) karena melakukan metode tersebut kepada pasien sebelum melalui penelitian ilmiah. [10] Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memecat mantan Menteri Kesehatan Dr dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan.

[11] [12] Pandemi COVID-19 Ketika Pandemi COVID-19 mulai merebak, ia bekerja mengevakuasi 188 warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di kapal pesiar Dream World. [13] Ia juga mendapat kontroversi dari pemulangan dan karantina WNI dari Wuhan karena lokasi karantina terlalu dekat dengan pemukiman penduduk, meskipun pemerintah Indonesia telah meyakinkan warga bahwa WNI yang dipulangkan tidak terinfeksi.

Setelah masa karantina 14 hari, seluruh WNI dideklarasikan sehat dan tidak terinfeksi COVID-19. [14] Terawan juga dikritik karena menyatakan bahwa flu biasa lebih berbahaya daripada COVID-19, dengan menyatakan bahwa flu biasa memiliki jumlah kematian lebih tinggi dari COVID-19.

dr terawan agus purwanto

{INSERTKEYS} [15] Terawan juga dikritik karena sikap "arogan" dan "anti-sains" dalam menangani krisis COVID-19 di Indonesia.

[16] Menurutnya percuma yang sehat pakai masker, [17] menyalahkan pembeli masker, [18] sebelumnya sempat menyebutkan enjoy aja terkait virus corona, [19] dan pengangkatan duta imunitas corona. [20] Penghargaan Tanda Jasa • ^ a b c d ww25.ibukata.com http://ww25.ibukata.com/rangkuman/biografi/3863/profil-terawan-menkes-dari-kalangan-militer/?subid1=20210616-1755-55bd-8a09-8222740e942b . Diakses tanggal 2021-06-16. Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) • ^ https://www.jawaban.com/read/article/id/2019/10/23/10/191023122810/terawan_agus_putrantomenteri_kesehatan_baru_yang_ternyata_cinta_tuhan • ^ https://jawaban.com/read/article/id/2019/10/23/91/191023113734/5_menteri_kabinet_indonesia_maju_ini_beragama_kristen_katoliksiapa_saja_mereka • ^ "Jadi Menteri Kesehatan, dr Terawan Dikenal Ramah dan Religius Saat Sekolah".

suara.com. 2019-10-23 . Diakses tanggal 2021-06-16. • ^ "Profil Dokter Terawan, Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju". Kompas. 23 October 2019 . Diakses tanggal 23 October 2019. • ^ "Sosok Terawan Agus Putranto, Dokter Tentara yang Jadi Menteri Kesehatan". suara.com. 2019-10-23 . Diakses tanggal 2021-06-16.

• ^ Liputan6.com (2019-10-23). "Kisah Terawan Muda Sewaktu Bersekolah di Yogyakarta". liputan6.com . Diakses tanggal 2021-06-16. • ^ Media, Kompas Cyber (2019-10-23). "Profil Dokter Terawan, Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju". KOMPAS.com . Diakses tanggal 2021-06-16. • ^ Nurdyansa (2019-10-23GMT+080023:42:34+08:00). "Biografi Dr. Terawan Agus Putranto, Kisah Ahli 'Cuci Otak' Menjadi Menteri Kesehatan - Biografiku.com" .

Diakses tanggal 2021-06-16. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Kresna, Mawa. "Kejanggalan Terapi 'Brainwash' Dokter Terawan". {/INSERTKEYS}

dr terawan agus purwanto

tirto.id. Diakses tanggal 2021-06-16. • ^ Tim 20Detik. "IDI Resmi Pecat Dokter Terawan Dari Keanggotaan". detiknews. Diakses tanggal 2022-03-26. • ^ Ramadhan, Azhar Bagas. "Eks Menkes Terawan Dipecat dari IDI Keputusan MKEK". detiknews. Diakses tanggal 2022-03-26. • ^ "Menkes Terawan Jelaskan Pentingnya Evakuasi WNI di Kapal World Dream Didahulukan".

Tribunnews.com. Diakses tanggal 2020-02-26. • ^ Redaksi. "Terawan: 238 WNI dari Natuna Sehat & Bebas Corona". news .

dr terawan agus purwanto

Diakses tanggal 2020-02-26. • ^ Sihombing, Rolando Fransiscus. "Menkes: Kematian Gegara Flu Lebih Tinggi, Kenapa Heboh Corona Luar Biasa?". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-09. • ^ Post, The Jakarta. "Terawan must go, civil groups say, demanding crisis-sensitive health minister".

The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-23. • ^ Media, Kompas Cyber. "Menkes: Percuma yang Sehat Pakai Masker".

KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-04-19. • ^ Liputan6.com (2020-02-15). "Menkes Terawan Soal Harga Masker Melonjak: Salahmu Sendiri, Kok Beli?". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-04-19. • ^ "Kata Menkes Terawan saat Disinggung Enjoy Aja terkait Virus Korona". iNews.ID. 2020-01-31. Diakses tanggal 2020-04-19.

• ^ "Menkes Terawan Nobatkan Duta Imunitas Corona Sejati, Ini Personil dan Alasannya!".

dr terawan agus purwanto

KOMPAS.tv. Diakses tanggal 2020-04-19. • ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-10-23. Diakses tanggal 25 Oktober 2019. Jabatan politik Didahului oleh: Nila Moeloek Menteri Kesehatan Indonesia 2019-2020 Diteruskan oleh: Budi Gunadi Sadikin Jabatan militer Didahului oleh: Hardjanto Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto 2015–2019 Diteruskan oleh: Bambang Dwi Hasto • Menteri KP: Edhy Prabowo, Luhut Binsar Panjaitan ( a.i.), Syahrul Yasin Limpo ( a.i.), Sakti Wahyu Trenggono • Menparekraf/Kepala Baparekraf: Wishnutama Kusubandio, Sandiaga Uno • Menhub: Budi Karya Sumadi • Menteri Dr terawan agus purwanto Arifin Tasrif • Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono • Menteri LHK: Siti Nurbaya Bakar • Meninves/ Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia • Menkes: Terawan Agus Putranto, Budi Gunadi Sadikin • Mensos: Juliari Batubara, Muhadjir Effendy ( a.i.), Tri Rismaharini • Dr terawan agus purwanto Fachrul Razi, Yaqut Cholil Qoumas • Menteri PPPA: I Gusti Ayu Bintang Darmawati • Menteri DPDTT: Abdul Halim Iskandar • Menpora: Zainudin Amali • Mendikbudristek: Nadiem Makarim • Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa • Mensesneg: Pratikno • Kepala BRIN: Laksana Tri Handoko • Kepala IKN: Bambang Susantono • Jaksa Agung: Arminsyah ( Plt.), ST Burhanuddin • Panglima TNI: Hadi Tjahjanto, Andika Perkasa • Kapolri: Ari Dono Sukmanto ( Plt.), Idham Azis, Listyo Sigit Prabowo • Kepala Dr terawan agus purwanto Kepresidenan: Moeldoko Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang tidak memiliki judul • Halaman dengan rujukan yang memiliki URL kosong • Galat CS1: tanggal • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Pages using infobox officeholder with unknown parameters • Semua orang hidup • Semua artikel biografi • Artikel biografi April 2022 • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan April 2022 • Semua artikel rintisan • Rintisan biografi Indonesia • Semua artikel rintisan April 2022 • Rintisan biografi Indonesia April 2022 • Halaman ini terakhir diubah pada 14 April 2022, pukul 14.08.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Dr terawan agus purwanto ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • • About Us • Our Vision and Mission • Offerings for HCPs • Community in Action • FAQs Answered • Join the MedSynapse Community • Sign In • Sign Up • Download Our App • Privacy Policy • Terms of Use • Our Industry Solutions • Our Healthcare Partners • Solution for Companies • Get Insights and Reports • Get in Touch • Careers & Jobs • Contact Us
Terawan Agus Putranto 19th Health Minister of Indonesia In office 23 October 2019 – 23 December 2020 President Joko Widodo Preceded by Nila Moeloek Succeeded by Budi Gunadi Sadikin Personal details Born ( 1964-08-05) 5 August 1964 (age 57) Yogyakarta, SR Yogyakarta, Indonesia Nationality Indonesian Spouse(s) Ester Dahlia Children 1 Alma mater Politeknik Negeri Padang Airlangga University Hasanuddin University Military service Allegiance Indonesia Branch/service Indonesian Army Years of service 1990–2019 Rank Lieutenant General Terawan Agus Putranto (born 5 August 1964) [1] is an Indonesian physician who served as the Minister of Health of Indonesia between 23 October 2019 [2] and 23 December 2020.

He graduated from the Faculty of Medicine of Gajah Mada University and then joined the Indonesian Army as a military physician. He is a radiologist. He is the fourth Health Minister of Indonesia to have come from the military and the first since Suwardjono Surjaningrat [ id], who was in office between 1978 and 1988.

As Suwardjono and the two earlier officers were 2-star generals, Terawan is the highest-ranked military officer to have ever held this ministerial office. Contents • 1 Positions • 2 Minister of Health of Indonesia • 2.1 National Healthcare Insurance • 2.2 COVID-19 pandemic • 3 Controversy • 4 References Positions [ edit ] • Indonesian Presidential Medical Team, 2009. • Chairperson of the Indonesian Radiology Specialist Association. • Honorary chairman of the International Committee of Military Medicine.

[3] • Chair of the ASEAN Association of Radiology. • Head of the Gatot Soebroto Army Hospital, 2015. • Minister of Health of Indonesia, 2019. [4] Minister of Health of Indonesia [ edit ] Indonesian President Joko Widodo appointed Terawan as Health Minister on 23 October 2019, having previously promoted him to the rank of Lieutenant General. [5] National Healthcare Insurance [ edit ] Upon his appointment, Terawan promised to resolve a deficit in Indonesia's single-payer government healthcare program, BPJS Kesehatan; [6] however, he was criticized when the government increased the premium for healthcare coverage.

[7] Terawan later said he had no solution for the program. [8] COVID-19 pandemic [ edit ] During the COVID-19 pandemic, Terawan was involved in the government's successful effort to evacuate 188 Indonesians trapped on the World Dream cruise ship. [9] He was criticized for quarantining Indonesians returning from Wuhan too close to residential areas, despite assurance from Indonesian government that the returning Indonesians were not infected.

After a mandatory 14-days period of quarantine, all Indonesians quarantined were declared infection-free. [10] Terawan was criticized for stating that flu is more dangerous than COVID-19 because flu has a higher mortality rate.

[11] However, his initial response to the spread of COVID-19, such as the initial recommendation to not wear a mask, is quite aligned with other public health officials around the world including Dr. Anthony Fauci of the United States' NIH and general directions from the World Health Organization. [12] [13] Terawan is also under fire for his "anti-science" and "arrogant" attitude in leading the COVID-19 crisis in Indonesia.

[14] He has the reputation to be bad in responding critics and input from the public. One of the cases is when he challenged a study done by Harvard University. Marc Lipsitch, epidemiologist from Harvard University, and three of his colleagues conducted research to determine locations around the world that could have undetected cases of the virus imported from abroad. [15] Terawan comments on the study, "In my dr terawan agus purwanto, the suspicion is too far-fetched. Let Harvard to come here.

The door is open for them to see. There is nothing we keep secret." [16] On 4 October 2020, a coalition of civil societies groups which consists of academics and social organizations calls for Terawan resignation for his alleged incompetence of COVID-19 handling. The group started a petition urging the president to fire the minister. [17] A controversial interview done by Najwa Shihab attracted national attention to the whereabouts of Minister Terawan during pandemic. The empty chair interview was the first to be performed in Indonesia.

Even though there are reports about the interview, Shihab deemed her action as still a form of journalism. On 22 December dr terawan agus purwanto, it was announced that Terawan was being replaced as Health Minister by Budi Gunadi Sadikin. [18] Controversy [ edit ] Prior to his appointment as minister, Terawan was known for his “brain-cleaning” treatment or intra-arterial cerebral flushing, a combination of digital subtraction angiography (DSA) and heparin injection for stroke patients.

He claimed his method was effective as a treatment for stroke patients; however, since the first instance of this procedure being done was before any scientific study supporting the procedure being published, The Court of Medical Honour and Ethic (MKEK) of Indonesian Medical Association (IDI) deemed the practice unethical and issued a recommendation to suspend him for a year over a violation of three articles of the Indonesian Doctors Ethics Code.

[19] On October 2019, Terawan was named as one of the candidates to be the next Minister of Health.

dr terawan agus purwanto

IDI then wrote to Jokowi, suggesting that he should not be appointed as minister. [20] However, Jokowi said that Terawan had met all criteria required to be a minister of health, and referred to his previous experience in managing budgets and human resources, including during his service as the Gatot Soebroto Army Hospital (RSPAD) director. [21] On 25 March 2022, The 31st General Assembly of IDI confirmed the recommendation of MKEK-IDI, effectively stripped Terawan from its membership. [22] Since he is no longer member of IDI, he will not be able to renew his medical license, thus effectively barred him from practicing medicine in the Indonesia.

[23] References dr terawan agus purwanto edit ] • ^ Ariska Puspita Anggraini; Sari Hardiyanto (23 October 2019). "Profil Dokter Terawan, Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju" (in Indonesian). Kompas.com. Archived from the original on 19 February 2021. Retrieved 19 February 2021. • ^ "Profil Dokter Terawan, Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju". Kompas. 23 October 2019. Retrieved 23 October 2019. • ^ "Secretariat General and Chairmanship".

cimm-icmm.org. CIMM ICMM. Retrieved 22 January 2020. • ^ "Indonesian President Jokowi announces new Cabinet". The Straits Times. 23 October 2019. Retrieved 23 October 2019. • ^ Mediatama, Grahanusa (25 October 2019). "Sebelum diangkat jadi menteri, Terawan diberi kenaikan pangkat luar biasa oleh Jokowi".

kontan.co.id (in Indonesian). Retrieved 26 February 2020. • ^ "Jokowi : Dokter Terawan Sudah Punya Jurus Atasi Defisit BPJS Kesehatan - Finansial". Bisnis.com. Retrieved 26 February 2020.

• ^ Putri, Cantika Adinda. "Cerita Kekecewaan Terawan yang 'Angkat Tangan' soal BPJS". news (in Indonesian). Retrieved 26 February 2020.

• ^ Putri, Cantika Adinda. "Pengakuan Mengejutkan Terawan: Tak Punya Solusi Soal BPJS". dr terawan agus purwanto (in Indonesian).

Retrieved 20 January 2020. • ^ "Menkes Terawan Jelaskan Pentingnya Evakuasi WNI di Kapal World Dream Didahulukan". Tribunnews.com (in Indonesian). Retrieved 26 February 2020. • ^ Redaksi. "Terawan: 238 WNI dari Natuna Sehat & Bebas Corona".

news (in Indonesian). Retrieved 26 February 2020. • ^ Sihombing, Rolando Fransiscus. "Menkes: Kematian Gegara Flu Lebih Tinggi, Kenapa Heboh Corona Luar Biasa?".

detiknews (in Indonesian). Retrieved 9 March 2020. • ^ Farmer, Brit McCandless. "March 2020: Dr. Anthony Fauci talks with Dr Jon LaPook about COVID-19".

CBS. • ^ "Menkes Soal Virus Corona: Orang Sehat Tak Perlu Pakai Masker". CNN. • ^ "Terawan must go, civil groups say, demanding crisis-sensitive health minister".

The Jakarta Post. Retrieved 23 March 2020. • ^ " 'It's meant to help': Harvard professor responds after government dismisses study on undetected coronavirus cases".

The Jakarta Post. Retrieved 15 February 2020. • ^ 6, Liputan. "Menkes Terawan Tantang Harvard Cek Virus Corona di Indonesia". Liputan6 (in Indonesian). Retrieved 12 February 2020. {{ cite web}}: CS1 maint: numeric names: authors list ( link) • ^ "Civil society coalition starts petition demanding dismissal of Health Minister Terawan". The Jakarta Post. Retrieved 4 October 2020. • ^ "Budi Gunadi Sadikin Gantikan Terawan Jadi Menkes". detikNews (in Indonesian).

22 December 2020. Retrieved 22 December 2020. • ^ " 'Brain wash' stroke treatment under scrutiny in Indonesia after inquiry". The Straits Times.

dr terawan agus purwanto

10 April 2018. Retrieved 3 December 2019. • ^ "Jabatan Menkesnya Ditolak IDI, Terawan Tak Ambil Pusing - Katadata.co.id". katadata.co.id (in Indonesian).

23 October 2019. Retrieved 26 February 2020. • ^ "Despite health minister controversy, health priorities can't wait". Jakarta Post. 29 October 2019. Retrieved 3 December 2019. • ^ "IDI Resmi Pecat Dokter Terawan dari Keanggotaan".

Detikcom (in Indonesian).

dr terawan agus purwanto

26 March 2022. Retrieved 26 March 2022. • ^ Ramadhan, Azhar Bagas (26 March 2022). "Dipecat IDI, Eks Menkes Terawan Tak Bisa Lagi Urus Izin Praktik". Detikcom (in Indonesian). Retrieved 26 March 2022. Edit links • This page was last edited on 14 April 2022, at 02:53 (UTC).

• Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License 3.0 ; additional terms may apply. By using this site, you agree to the Terms of Use and Privacy Policy. Wikipedia® is a registered trademark of the Wikimedia Foundation, Inc., a dr terawan agus purwanto organization. • Privacy policy • About Wikipedia • Disclaimers • Contact Wikipedia • Mobile view • Developers • Statistics • Cookie statement • •
• Tim Dok­ter Kepresidenan Indonesia (2009) • Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Dr terawan agus purwanto Indonesia • Ketua World International Committee of Military Medicine • Ketua ASEAN Association of Radiology • Kepala RSPAD Gatot Soebroto Indonesia (2015) • Akademi Ilmu Pengetahuan Yogyakarta (AIPYo) Yogyakarta, Indonesia (2016) • Tentara Indonesia • Dokter Indonesia (1990) • Menteri Kementerian Kesehatan (2019-2020) Terawan Agus Putranto atau yang lebih sering dikenal dengan dokter Terawan dikenal sebagai dokter dengan spesialisasi di bidang radiologi.

Pria kelahiran Yogyakarta, 5 Agustus 1964 ini setelah lulus sekolah menengah atas, ia melanjutkan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Dokter Terawan meneruskan studi pascasarjana radiologi di Universitas Airlangga, Surabaya (lulus pada 2004), kemudian studi doktoral di Universitas Hassanuddin, Makassar (lulus pada 2013). Terawan bekerja di rumah sakit Angkatan Darat setelah bertugas ke beberapa daerah seperti Bali, Lombok, dan Jakarta. Sejak 2015, ia menjadi Kepala RSPAD Gatot Soebroto. Dokter Terawan menuai kontroversi lewat terapi brain flushing untuk mengobati pasien stroke.

Terapi tersebut diterapkan dari penelitian disertasinya berjudul “Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis". Melalui metode ini, ia mengklaim bahwa pasien dapat sembuh setelah 4-5 jam usai operasi. Ia juga mengklaim terapinya telah mendapatkan pengakuan paten, bernama ‘Terawan Theory’, dan dipakai di sebuah rumah sakit di Jerman.

Tapi, klaim-klaim ini diragukan. Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia menguji terapi dokter Terawan dan memutuskan metodenya melanggar sejumlah kode etik, antara lain mengiklankan diri dan menjanjikan kesembuhan pada pasien.

Terapi Terawan juga tidak melewati uji klinis, dan penelitianya dinilai "lemah" dan "cacat". Keputusan majelis, Terawan dicopot sementara dari keanggotaan IDI sejak 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019. Pada 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuknya menjadi Menteri Kesehatan RI dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Namun, pada Desember 2020 posisinya digantikan oleh Budi Gunadi Sadikin yang dilantik oleh Joko Widodo pada 23 Desember 2020.• DUNIA • Afrika • Amerika • Asia • Timur Tengah • Eropa • NASIONAL • Nusantara • Dana Desa • Edukasi • Hankam • Hukum dan Kriminal • Lingkungan • Dr terawan agus purwanto • Kesehatan • Lowongan Kerja • POLITIK • Partai • Pilbup • Pilgub • Pilpres • NIAS • Kabupaten Nias • Kota Gunungsitoli • Nias Selatan • Nias Barat • Nias Utara • EKONOMI • Pasar Modal • Bisnis • Bank • Properti • Makro • Infranstruktur • OLAHRAGA • Bola • Liga Indonesia • Liga Internasional • Liga Inggris • Liga Italia • Liga Spanyol • Liga UEFA • Bola Sejagat • Bulutangkis • Motogp • Tenis • Tinju • Basket • F-1 • Soccertaiment • Lainnya • HIBURAN • Agama • Seni • Musik • Lirik Lagu Nasional • Lirik Lagu Nias • Film • Gosip • RAGAM • TREND • Opini • Pro Kontra • Figur • Fokus • Artikel • OTOMATIF • Mobil • Motor • Advertorial • GAYA HIDUP • Wisata • Mode • Kuliner
( 33) Biografiku.com – Biografi dr.

Terawan Agus Putranto. Ia sangat terkenal sebagai dokter dengan metode ‘Cuci Otak’ untuk pasien stroke. Ia sudah melayani pasien hingga puluhan ribu melalui metodenya ini. Namun metodenya ini dianggap kontroversi oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sehingga membuat ia pernah dipecat dari IDI.

dr. Terawan diketahui memiliki langganan pasien pejabat serta para artis terkenal.

dr terawan agus purwanto

Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan, dr. Terawan menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Berikut profil dan biografi dr. Terawan Agus Putranto yang dikenal ahli dalam metode ‘Cuci Otak’ Daftar Isi • Biodata dr.

Terawan Agus Putranto • Biografi dr. Terawan Agus Putranto • Menjadi Dokter TNI Angkatan Darat • Metode ‘Cuci Otak’ • Kepala RSPAD Gatot Subroto • Penghargaan dr. Terawan • Dipecat dari IDI • Pasien Pejabat dan Artis • Menjadi Menteri Kesehatan Indonesia Biodata dr.

Terawan Agus Putranto Nama : Letjen TNI Dr dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) Lahir : Yogyakarta, 5 Agustus 1964 Agama : Kristen Protestan Istri : Ester Dahlia Anak : Abraham Apriliawan Pendidikan : (S1) Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, (S2) Spesialis Radiologi. Universitas Airlangga, (S3), Fakultas Kedokteran, Universitas Hassanuddin (Unhas). Biografi dr. Terawan Agus Putranto dr. Terawan Agus Putranto dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 5 Agustus 1964.

ia mengenyam pendidikan di SMP Negeri 2 Yogyakarta. Setelah lulus dari sana pada tahun 1980, ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMA Bopkri 1 Yogyakarta dan kemudian lulus pada tahun 1983.

Sejak kecil Terawan Agus Putranto sudah bercita-cita menjadi seorang dokter. Setelah tamat SMA, Terawan Agus Putranto kemudian diterima masuk di Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada, Dr terawan agus purwanto dan kemudian lulus pada tahun 1990. Prestasinya cukup baik, terbukti ia berhasil menjadi dokter saat berumur 26 tahun. BACA JUGA : Biografi Idrus Paturusi, Kisah Sang Dokter di Medan Lara Menjadi Dokter TNI Angkatan Darat Selepas lulus sebagai seorang dokter, dr Terawan kemudian bergabung dengan TNI Angkatan Darat melalui jalur Korps Kesehatan Militer.

selama bergabung dengan TNI AD, dr. Terawan pernah bertugas di Bali, Lombok dan kemudian Jakarta. Karena ayah dr. Terawan hanya pensiunan PNS biasa sementara dr. Terawan kala itu bercita-cita ingin menjadi dokter spesialis, maka ia kemudian melanjutkan pendidikannya berbekal beasiswa ikatan dinas.

Ia mengambil gelar master dibidang spesialis Radiologi di universitas Airlangga, Surabaya dan selesai pada tahun 2004. Beberapa tahun kemudian dr terawan agus purwanto 2009, dr. Terawan kemudian masuk dalam jajaran tim dokter kepresidenan. Selain itu, ia terus memperdalam ilmu kedokterannya dengan menempuh program Doktor (S3) di Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode ‘Cuci Otak’ Dalam studinya, ia menekankan perhatiannya pada penderita stroke.

Disertasinya berjudul ‘Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis’. Dalam studinya tersebut, ia menemukan metode yang ia beri nama ‘ Brain Flushing‘. Metode ini sempat menjadi perdebatan dikalangan akademisi dan ilmuwan kedokteran karena dr terawan agus purwanto belakangnya sebagai seorang radiolog.

dr terawan agus purwanto

Namun dr. Terawan berhasil membuktikannya. Metode pengobatan ‘Cuci Otak’ nya bahkan sudah ia terapkan dan digunakan di Jerman. Ia membuat paten dengan nama ‘Therawan Theory’. Menurut pengalaman dr.

Terawan, dengan metode ini pasien bisa sembuh sekitar 4-5 jam dr terawan agus purwanto operasi. Dikutip dari CNN Indonesia disebutkan bahwa dalam sebuah wawancara dr. Terawan yang dimuat dalam dalam situs Good To Know, Disitu ia menyebutkan bahwa ia berhasil mengobati pasien bernama Benny Panjaitan, yang diketahui merupakan seorang penyanyi grup Panbers.

BACA JUGA : Biografi Michael Schumacher dr. Terawan menyebutkan bahwa Benny Panjaitan mengidap penyakit stroke selama setahun yang menyebabkan ia lumpuh. melalui metode cuci otak atau  Intra Arterial Heparin Flushing (IAHF) dimana itu adalah modifikasi dari penggunaan teknik pencitraan dengan Digital Substraction Angiography (DSA) yang kemudian dilakukan tindakan dengan metode flushing heparin dengan yang dipandu dengan kateter.

Dikutip dari CNN Indonesia, menurut dr. Terawan, intervensi radiologi dapat memperbaiki penumbra. Dimana dalam otak penderita stroke terdapat bagian inti atau bagian otak yang mati dan penumbra atau bagian yang mati sebagian. Bagian yang rusak tidak bisa diperbaiki, tetapi bagian penumbra masih bisa. Kepala RSPAD Gatot Subroto Karena prestasi serta pengalamannya, pada tahun 2015 dr. Terawan diangkat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto dengan pangkat Mayor Jenderal.

Penghargaan dr. Terawan Inovasi dan penemuan metode ‘Cuci Otak’ ini membuat dr. Terawan diganjar beberapa penghargaan seperti Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) dan dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA).

Ia juga mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) yakni Lifetime Achievement Award atas penemuannya.

Walaupun begitu, metode pengobatan ‘Cuci Otak’ yang dikembangkan oleh dr. Terawan ini masih menjadi kontroversi sebagian kalangan kedokteran. Dipecat dari IDI bahkan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) pernah dr terawan agus purwanto atau memberhentikan izin praktek dr.

Terawan terkait metode pengobatannya selama setahun. MKEK IDI menilai dr. Terawan melakukan serious ethical missconduct atau pelanggaran berat terkait dengan metodenya.

dr terawan agus purwanto

Pasien Pejabat dan Artis Banyak pejabat yang biasa menjadi pasien dari dr. Terawan seperti Prabowo Subianto serta Aburizal Bakrie dan para pejabat lainnya. Prabowo dan Aburizal Bakrie bahkan memberikan pengakuan keberhasilan dari metode ‘cuci otak’ dr.

Terawan. BACA JUGA : Biografi Enrico Fermi (1901-1954) Menjadi Menteri Kesehatan Indonesia Pada bulan oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk dr. Terawan Agus Putranto sebagai Menteri kesehatan menggantikan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Anfasa Moeloek Sp.M yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesehatan. dr. Terawan masuk dalam kabinet Indonesia Maju yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo dengan masa jabatan 2019 hingga 2024. Praktis setelah menjabat sebagai Menteri Kesehatan, dr.

Terawan harus melepaskan jabatannya sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto. Ia juga mengundurkan diri atau pensiun dini dari TNI, dimana pangkat terakhirnya adalah Letjen TNI dokter Terawan Agus Putranto. Selain pernah menjabat sebagai dr terawan agus purwanto RSPAD Gatot Subroto, dr. Terawan juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia, Ketua World International Committee of Military Medicine serta Ketua ASEAN Association of Radiology.
.

• News • Nasional • Internasional • Megapolitan • Finance • Keuangan • Makro • Bisnis • Sport • Soccer • All Sport • Lifestyle • Music • Film • Health • Seleb • Muslim • Travel • Otomotif • Techno • Multimedia • Video • Photo • Infografis • Indeks • Daerah • Aceh • Sumut • Sumsel • Jabar • Jateng • Yogya • Jatim • Bali • Kalbar • Sulsel • Babel • Lampung • Maluku • Dr terawan agus purwanto • Sumbar • NTB • Sulut • Kalteng • Kalsel • Kaltim • Regional • • BACA JUGA: Disuntik Booster Vaksin Nusantara oleh Terawan, Prabowo: Meningkatkan Imun dan Kekebalan Tubuh Dengan adanya persoalan itu, Saleh menyebut, Kementerian Kesehatan harus mengambil tindakan untuk memfasilitasi pertemuan IDI dengan Terawan.

Dr terawan agus purwanto, berbagai persoalan dan isu yang beredar harus diselesaikan melalui dialog yang baik. "Ada beberapa kegiatan dr. Terawan yang disoal.

Misalnya, DSA dan vaksin nusantara. Saya dan keluarga adalah pasien langsung dr. Terawan yang mencoba kedua hal itu. Setelah di-DSA, rasanya tidak ada masalah. Bahkan, ada perasaan lega dan enak. Begitu juga vaksin nusantara. Setelah divaksin, alhamdulillah tidak ada masalah. Sejauh ini, kami baik-baik saja," papar Saleh.
Lulus dari Fakultas Kedokteran UGM, Terawan Agus Putranto langsung mengabdi sebagai dokter TNI Angkatan Darat. Ia menghabiskan kariernya di dunia medis dengan menemukan metode baru, terapi cuci otak, untuk pengobatan stroke.

Nama Mayjen TNI Dr.dr.Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI mulai dikenal setelah mempraktikkan metode cuci otak untuk menyembuhkan penderita stroke. Kegigihannya sebagai dokter tak kenal lelah. Di tengah kesibukannya sebagai dokter, ia juga menempuh pendidikan hingga doktor dengan melahirkan karya ilmiah yang luar biasa. Keinginannya menjadi dokter memang cita-citanya saat kecil. Pria kelahiran, Yogyakarta, 5 Agustus 1964 ini setelah lulus sekolah menengah atas, ia melanjutkan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Ia berhasil lulus sebagai dokter pada 1990 saat usianya menginjak 26 tahun. Lulus sebagai dokter, ia mengabdikan dirinya ke di intansi militer Angkatan Darat.Ia kemudian ditugaskan ke beberapa daerah, di antaranya Bali, Lombok, dan Jakarta.

Untuk memperdalam ilmu kedokterannya, ia mengambil Spesialis Radiologi di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Ia merasa bahwa ilmu Radiologi di Indonesia belum banyak berkembang, sehingga ia pun terketuk hatinya untuk memperdalam radiologi intervensi.

Terawan lulus pada usia 40 tahun. Pentingnya ilmu yang dimilikinya tentu untuk membantu pasien agar lebih cepat sembuh dari penyakitnya. Tak cukup di sana, Terawan lagi-lagi untuk menunjang pelayanan dan menambah keilmuannya, ia menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan lulus pada 2013. Dalam pergumulannya dengan dunia medis, Terawan terbilang cerdas.

Ia menemukan metode baru untuk penderita stroke. Metode yang biasa disebut brain flushing itu juga tertuang dalam disertasinya bertajuk “Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis".

Disertasi tersebut ia sertakan dalam studi doktoratnya di Universitas Hassanuddin. Tentu saja, metode ini mengundang pro dan kontra di kalangan praktisi dan akademisi kedokteran. Namun, Terawan Agus Putranto mampu membuktikannya. Dalam pengalamannya, pasien bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca operasi. Metode pengobatan tersebut bahkan telah diterapkan di Jerman dengan nama paten ‘Terawan Theory’. Kualitas sosok Terawan makin sempurna setelah diangkat menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada 2015.

Ia tak hanya bergelut untuk ego pribadinya sebagai dokter, tapi ia juga mampu mengelola rumah sakit secara profesional. Atas pengabdiannya, Terawan mendapatkan sejumlah penghargaan. Di antaranya penghargaan Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) dan dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA) terbanyak.

Terawan membuktikan kepada dunia medis, meski menjadi dokter militer, ia tetap bisa memberikan penemuan metode baru dan pelayanan cepat kepada pasien stroke agar cepat sembuh. (AC/DN) KELUARGA Istri : Ester Dahlia Anak : Abraham Apriliawan PENDIDIKAN S1, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (UGM), 1990 S2, Spesialis Radiologi.

Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, 2004 S3, Doktor Fakultas Kedokteran, Universitas Hassanuddin (Unhas), Makassar, 2013 KARIER dokter, 1990 Tim Dok­ter Kepresidenan, 2009 Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia Ketua World International Committee of Military Medicine Ketua ASEAN Association of Radiology Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, 2015-sekarang Angggota, Akademi Ilmu Pengetahuan Yogyakarta (AIPYo), 2016

Menerima Bapak Terawan Agus Putranto, Istana Merdeka, 22 Oktober 2019




2022 www.videocon.com