Ibu kota sumatera selatan

ibu kota sumatera selatan

• [ Ibu kota sumatera selatan 6, 2022 ] Profil Negara Ukraina (Ukraine) Profil Negara • [ March 24, 2022 ] Profil Negara Jerman (Germany) Profil Negara • [ March 20, 2022 ] Negara-negara Anggota G20 (Group of Twenty) Pengetahuan Umum • [ March 11, 2022 ] Profil Negara Rusia (Russia) Profil Negara • [ February 10, 2022 ] Profil Negara Amerika Serikat (United States of Amerika) Profil Negara Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Selatan – Provinsi Sumatera Selatan adalah salah satu Provinsi yang terletak di Pulau Sumatera.

Provinsi yang sering disebut dengan Sumsel ini berbatasan dengan Provinsi Jambi di sebelah Utaranya dan Provinsi Lampung di sebelah Selatannya. Sedangkan di sebelah Baratnya berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan di sebelah Timurnya berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung. Secara Geografis, Provinsi Sumatera Selatan terletak di 1⁰ – 4⁰ Lintang Selatan dan 102⁰ – 106⁰ Bujur Timur dengan luas wilayah sebesar 91.592,43km2. Jumlah Penduduk di Provinsi Sumtera Selatan adalah sebanyak 8.049.797 jiwa.

Ibukota Provinsi Sumatera Selatan adalah Kota Palembang.

ibu kota sumatera selatan

Provinsi Sumatera Selatan didirikan pada tanggal 15 September 1950 yang pada saat itu meliputi wilayah Jambi, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung. Namun saat ini, keempat wilayah tersebut telah dimekarkan menjadi Provinsi tersendiri. Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Selatan Secara Administratif, Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 13 Kabupaten dan 4 Kota. Berikut ini adalah daftar 13 Kabupaten dan 4 Kota di Provinsi Sumatera Selatan beserta Luas Wilayah dan Ibukotanya.

No. Kabupaten/Kota Ibu kota Luas Wilayah 1 Kabupaten Banyuasin Pangkalan Balai 11.832,99 km 2 2 Kabupaten Empat Lawang Tebing Tinggi 2.256,44 km 2 3 Kabupaten Lahat Lahat 5.311,74 km 2 4 Kabupaten Muara Enim Muara Enim 7.383,90 km 2 5 Kabupaten Musi Banyuasin Sekayu 14.266,26 km 2 6 Kabupaten Musi Rawas Muara Beliti ibu kota sumatera selatan km 2 7 Kabupaten Musi Rawas Utara Rupit 6.008,55 km 2 8 Kabupaten Ogan Ilir Indralaya 2.666,09 km 2 9 Kabupaten Ogan Komering Ilir Kota Kayu Agung 18.359,04 km 2 10 Kabupaten Ogan Komering Ulu Baturaja 4.797,06 km 2 11 Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Muaradua 5.493,94 km 2 12 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Talang Ubi 1.840,00 km 2 13 Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Martapura 3.370,00 km 2 14 Kota Lubuklinggau Lubuklinggau 401,50 km 2 15 Kota Pagar Alam Pagar Alam 633,66 km 2 16 Kota Palembang Palembang 369,22 km 2 17 Kota Prabumulih Prabumulih 251,94 km 2 Sumber : Luas Wilayah dikutip dari Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan – situs www.kemendagri.go.id.

Ibu kota Palembang Area - Total luas 91.592,43 [1] km 2 Populasi - Total 8.160.900 Pemerintahan - Gubernur Herman Deru - Wagub Mawardi Yahya - Ketua DPRD Giri Ramanda Nazaputra Kiemas - Sekda Nasrun Umar - Kecamatan 212 - Kelurahan 3.081 APBD - DAU Rp. 788.813.301.000,- Demografi - Etnis Melayu 34,37% Jawa 27,01% Komering 5,68% Sunda 2,45% Tionghoa 1,10% Minangkabau 0,94% Suku Batak Lain-lain 28,45% [2] - Agama Islam 94.30% Kristen Protestan 1.96% Buddha 1.76% Katolik 1.11% Hindu 0.87% [3] - Bahasa Bahasa Penesak, Bahasa Musi, Bahasa Palembang, Bahasa Komering, Bahasa Pasemah, Bahasa Ogan, Bahasa Indonesia Lagu daerah Dek Sangke Situs web www .sumselprov .go .id Sumatra Selatan yito tala tuwewu lo provinsi to pulo Sumatra, Indonesia.

Dudutu lo Ibu kota sumatera selatan Sumatera Selatan botiya to Pulau Sumatera ibu kota sumatera selatan ibu kotaliyo Kota Palembang. To Provinsi Sumatera Selatan woluwo 13 (mopula totolu) Kabupaten wawu 4 (wopato) Kota de'uwitoliyo: • Kabupaten Banyuasin (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Pangkalan Balai) • Kabupaten Empat Lawang (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Tebing Tinggi) • Kabupaten Lahat (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Lahat) • Kabupaten Muara Enim (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Muara Enim) • Kabupaten Musi Banyuasin (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Sekayu) • Kabupaten Musi Rawas (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Muara Beliti Baru) • Kabupaten Musi Rawas Utara (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Rupit) • Kabupaten Ogan Ilir (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Indralaya) • Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Kota Kayu Agung) • Kabupaten Ogan Komering Ulu (Pusat Pemerintahan / Ibu Ibu kota sumatera selatan : Baturaja) • Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Muaradua) • Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Martapura) • Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Talang Ubi • Kota Lubuklinggau • Kota Pagar Alam • Kota Palembang • Kota Prabumulih Referensi [ boli'a - boli'a bungo ] • Acèh • Afrikaans • العربية • Azərbaycanca • تۆرکجه • Basa Bali • Български • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • 客家語/Hak-kâ-ngî • हिन्दी • Bahasa Indonesia • Ilokano • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Lietuvių • Basa Banyumasan • Minangkabau • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Kapampangan • Polski • پنجابی • Português • Русский • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Српски / srpski • Sunda • Svenska • தமிழ் • ไทย • Türkçe • Українська • اردو • Vèneto • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Boli'a wumbuta • Halaman botiye biloli'a pulitiyo 21 September 2020,to 05.10.

• Tuladu woluwo to tibawa Lisensi Atribusi-MotayadeOdelo Creative Commons; wu'udu duhengiyo mowali popopasiyolo. Bilohi Wu'udu Mopohuna u lebe motombango. • Tinepo privasi • Tomimbihu Wikipedia • Momāhu • Bibilohu seluler • Ta lomongu • Statistik • Pernyataan kuki • •
Provinsi Sumatera Selatan berdiri pada tanggal 14 Agustus 1960 dengan dasar hukum Perpu No. 3/1950. Provinsi yang terletak dibagian sebelah selatan Pulau Sumatera ini beribukota di Palembang.

Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi di Indoenesia yang terkenal akan kekayaan sumber daya alamnya, beberapa sumber daa alam di Sumatera Selatan diantaranya minyak bumi, gas alam, dan batu bara.

Selain itu, Palembang yang merupakan ibukota provinsi sudah terkenal sejak dahulu karena menjadi pusat dari Kerajaan Sriwijaya. Sumatera Selatan / img: sumselprov.go.id Secara administratif, Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 17 kota/ kabupaten, rinciannya adalah 13 Pemerintah Kabupaten, dan 4 Pemerintah Kota. Pembagian Kabupaten/ Kota tersebut adalah: No.

Kabupaten/Kota Ibu kota 1 Kabupaten Banyuasin Pangkalan Balai 2 Kabupaten Empat Lawang Tebing Tinggi 3 Kabupaten Lahat Lahat 4 Kabupaten Muara Enim Muara Enim 5 Kabupaten Musi Banyuasin Sekayu 6 Kabupaten Musi Rawas Muara Beliti 7 Kabupaten Musi Rawas Utara Rupit 8 Kabupaten Ogan Ilir Indralaya 9 Kabupaten Ogan Komering Ilir Kota Kayu Agung 10 Kabupaten Ogan Komering Ulu Baturaja 11 Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Muaradua 12 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Talang Ubi 13 Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Martapura 14 Ibu kota sumatera selatan Lubuklinggau Lubuklinggau 15 Kota Pagar Alam Pagar Alam 16 Kota Palembang Palembang 17 Kota Prabumulih Prabumulih Dari sekian banyak potensi yang dimiliki oleh Sumatera Selatan, salah satunya adalah potensi wisata yang indah dan menarik untuk dikunjungi.

Beberapa tempat tujuan wisata di wilayah Provinsi Sumatera Selatan diantaranya: Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan lain-lain. • Etnik Melayu (34.37%), Jawa (27.01%), Komering (5.68%), Sunda (2.45%), China (1.1%), Minangkabau (0.94%), Lainnya (28.45%) [1] • Agama Islam (96%), Kristian (1.7%), Buddha (1.8%), Others (0.5%) [2] • Bahasa Indonesian, Melayu Palembang, Col, Kubu, Komering Zon waktu WIB ( UTC+7) Pendaftaran kenderaan BG Laman web www.sumselprov.go.id Sumatera Selatan ( Jawi : سومترا سلاتن) merupakan sebuah provinsi yang terdapat di Negara Indonesia yang terletak di bahagian selatan Pulau Sumatera.

Negeri ini beribu kota di Palembang. Secara geografi, negeri Sumatera Selatan bersempadan dengan negeri Jambi di sebelah utara, negeri Kep. Bangka-Belitung di bahagian timur, negeri Lampung di selatan, dan negeri Bengkulu di barat.

Negeri ini kaya dengan sumber alam, seperti petroleum, gas asli, dan arang batu. Selain itu ibu negeri Sumatera Selatan iaitu Palembang, telah terkenal sejak dahulu kerana pernah menjadi ibu kota bagi Kerajaan Sriwijaya.

Di samping itu, negeri ini mempunyai tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jambatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam, dan lain-lain. Terdapat juga pelbagai makanan tradisional yang unik dari negeri ini seperti pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes, dan tempoyak. Sebahagian rencana ini mengandungi kandungan menggunakan bahasa yang terlalu mengikuti baku negara tertentu hasil pengambilan semula sumber ditulis dari negara sedemikian sebagai asasnya.

Anda diminta sunting semula kandungan rencana ini agar ia beristilah seimbang dan selaras serta jelas difahami umum dalam kalangan pengguna Bahasa Melayu yang lain ibu kota sumatera selatan laman Istilah MABBIM kelolaan Dewan Bahasa dan Pustaka. Silalah membantu. Kata nama khas dan petikan media tertentu (seperti daripada akhbar-akhbar atau dokumen rasmi) perlu dikekalkan untuk tujuan rujukan. Sumber perkamusan dari Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia juga disediakan. Anda boleh rujuk: Laman Perbincangannya • Dasar dan Garis Panduan Wikipedia • Manual Menyunting Provinsi Sumatra Selatan dikenal juga dengan sebutan "Bumi Sriwijaya".

Pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. [ petikan diperlukan] Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China.

[ petikan diperlukan] Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. [ petikan diperlukan] Ketika masih berjaya, Kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.

[ petikan diperlukan] Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. [ petikan diperlukan] Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya. Geografi [ sunting - sunting sumber ] Provinsi Sumatra Selatan secara astronomis terletak antara 1–4° Lintang Selatan dan 102–106° Bujur Timur, dan luas daerah seluruhnya adalah 87.017.41 km 2. Batas batas wilayah Provinsi Sumatra Selatan sebagai berikut: • sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi, • sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung, • sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, • sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Secara topografi, wilayah Sumatra Selatan di Pantai Timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengaruhi oleh pasang surut. Vegetasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (bakau). Sedikit makin ke barat merupakan dataran rendah yang luas. Lebih masuk kedalam wilayahnya semakin bergunung-gunung.

Disana terdapat bukit barisan yang membelah Sumatra Selatan dan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 900 – 1.200 meter dari permukaan laut. Bukit barisan terdiri atas puncak Gunung Seminung (1.964 m), Gunung Dempo (3.159 m), Gunung Patah (1.107 m) dan Gunung Bengkuk (2.125m). Disebelah Barat Bukit Barisan merupakan lereng. Provinsi Sumatra Selatan mempunyai beberapa sungai besar.

Kebanyakan sungai-sungai itu bermata air dari Bukit Barisan, kecuali Sungai Mesuji, Sungai Lalan dan Sungai Banyuasin. Sungai yang bermata air dari Bukit Barisan dan bermuara ke Selat Bangka adalah Sungai Musi, sedangkan Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Kelingi, Sunga Lakitan, Sungai Rupit dan Sungai Rawas merupakan anak Sungai Musi.

Secara administratif Sumatra Selatan terdiri dari 13 (tiga belas) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, dengan Palembang sebagai ibu kota provinsi. Pemerintah kabupaten dan kota membawahi pemerintah kecamatan dan desa atau kelurahan. Sumatra Selatan memiliki 13 kabupaten, 4 kota madya, 212 kecamatan, 354 kelurahan, dan 2.589 desa.

[ petikan diperlukan] Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi Kabupaten dengan luas wilayah terbesar dengan luas 16.905,32 ha, diikuti oleh Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah sebesar 14.477 ha. Terdapat empat sektor yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap PDRB. Pada 2010, empat sektor yang memberikan sumbangan terbesar adalah sektor industri pengolahan, diikuti ibu kota sumatera selatan sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian serta sektor perdagangan, hotel dan Restoran.

ibu kota sumatera selatan

Pada tahun yang sama, kontribusi masing-masing sektor diatas secara berurutan adalah ibu kota sumatera selatan, 21,62%, 16,85%, 12,70%. [ petikan diperlukan] Sebagai salah satu provinsi tujuan investasi, Sumatra Selatan memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang, di antaranya adalah Bandara S.M. Badaruddin II yang terdapat di Kota Palembang, Bandara Silampari yang terletak di kota Lubuklinggau, Bandara Tanjung Enim di Kabupaten Muara Enim, Bandara Banding Agung yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pelabuhan Palembang yang terketak di Kota Palembang juga Pelabuhan Khusus Kerta Pati di Kabupaten Muara Enim.

[3] Iklim [ sunting - sunting sumber ] Provinsi Sumatera Selatan mempunyai iklim tropis dan basah dengan variasi curah hujan antara 9/7 – 492/23 mm sepanjang tahun 2003. Setiap bulannya hujan cenderung turun.Dipantai Timur tanah nya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengarui oleh pasang surut.Vegitasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (Bakau).Sedikit makin kebarat merupakan dataran rendah yang luas.lebih masuk dalam wilayah semakin daerahnya bergunung-gunung Sumatra Selatan memiliki Iklim Am, yaitu iklim tropis dengan musim kemarau yang pendek.

Demografi [ sunting - sunting sumber ] Tari kebagh dari Pagar Alam, Sumatra Selatan Masalah kependudukan di antara lain meliputi jumlah, komposisi dan distribusi penduduk merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan.

Jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan, tetapi dapat juga menjadi beban dalam proses pembangunan jika mempunyai kualitas yang rendah.

ibu kota sumatera selatan

Oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional dalam ibu kota sumatera selatan permasalahan penduduk pemerintah tidak saja mengarahkan pada upaya pengendalian jumlah penduduk tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Di samping itu program perencanaan pembangunan sosial di segala bidang harus mendapat prioritas utama yang berguna untuk peningkatan kesejahteraan penduduk. Pada tahun 2015 jumlah penduduk Sumatra Selatan sudah mencapai 8.370.281 jiwa, yang menempatkan Sumatra Selatan sebagai provinsi ke-6 terbesar penduduknya di Indonesia, BPS.

Secara absolut jumlah penduduk Sumatra Selatan terus bertambah dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 1971 jumlah penduduk sebesar 2,931 juta jiwa, meningkat menjadi 3,975 pada tahun ibu kota sumatera selatan, 5,493 juta jiwa pada tahun 1990 serta 6,273 pada tahun 2000. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar maka Sumatra Selatan dihadapkan kepada suatu masalah kependudukan yang sangat serius.

Oleh karena itu, upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk disertai dengan upaya peningkatan kesejahteraan penduduk harus merupakan suatu upaya yang berkesinambungan dengan program pembangunan yang sedang dan akan terus dilaksanakan. Wilayah-Wilayah [ sunting - sunting sumber ] Kabupaten [ sunting - sunting sumber ] • Kabupaten Banyuasin • Kabupaten Empat Lawang • Kabupaten Lahat • Kabupaten Muara Enim • Kabupaten Musi Banyuasin • Kabupaten Musi Rawas • Kabupaten Ogan Ilir • Kabupaten Ogan Komering Ilir • Kabupaten Ogan Komering Ulu • Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Kota [ sunting - sunting sumber ] • Kota Lubuklinggau • Kota Pagaralam • Kota Palembang • Kota Prabumulih Pranala Luar [ sunting - sunting sumber ] • ^ Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape.

Institute of Southeast Asian Studies. 2003. • ^ "Sensus Penduduk 2010 Provinsi Sumatera Selatan Menurut Agama Yang dianut" [2010 South Sumatra Census]. sp2010.bps.go.id (dalam bahasa Indonesia). 2010. • ^ Sumatra Selatan Dalam Angka 2010 Kategori-kategori tersembunyi: • Laman dengan argumen ibu kota sumatera selatan bukan angka • Sumber CS1 bahasa Indonesia (id) • Laman yang menggunakan kotak info petempatan dengan kemungkinan senarai moto • Koordinat di Wikidata • Rencana yang memerlukan kemaskini dalam BM • Semua rencana dengan kenyataan tidak bersumber • Semua rencana tunas • Tunas • Acèh • Afrikaans • العربية • Azərbaycanca • تۆرکجه • Bahasa Hulontalo • Bahasa Indonesia • Basa Bali • Bân-lâm-gú • Basa Banyumasan • Български • Català • Cebuano • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • English • Español • Esperanto • Euskara • فارسی • Français ibu kota sumatera selatan 客家語/Hak-kâ-ngî • 한국어 • हिन्दी • Ilokano • Italiano • Jawa • Kapampangan • ქართული • Lietuvių • മലയാളം • मराठी • Minangkabau • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Монгол • Nederlands • 日本語 • Norsk bokmål • پنجابی • Polski • Português • Русский • Scots • Simple English • Српски / srpski • Srpskohrvatski / српскохрватски • Sunda • Suomi • Svenska • தமிழ் • ไทย • Tiếng Việt • Türkçe • Українська • اردو • Vèneto • Winaray • 吴语 • 粵語 • 中文 Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 09:22, 3 Mei 2022.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Penggunaan ibu kota sumatera selatan butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • •
• Kota Banda Aceh • Kota Langsa • Kota Lhokseumawe • Kota Sabang • Kota Subulussalam • Kota Binjai • Kota Gunungsitoli • Kota Medan • Kota Padang Sidempuan • Kota Pematangsiantar • Kota Sibolga • Kota Tanjungbalai • Kota Tebing Tinggi • Kota Bengkulu • Kota Jambi • Kota Sungaipenuh • Kota Dumai • Kota Pekanbaru • Kota Bukittinggi • Kota Padang • Kota Padang Panjang • Kota Pariaman • Kota Payakumbuh • Kota Sawahlunto • Kota Solok • Kota Lubuklinggau • Kota Pagar Alam • Kota Palembang • Kota Prabumulih • Kota Bandar Lampung • Kota Metro • Kota Pangkal Pinang • Kota Batam • Kota Tanjungpinang Suku bangsa • Halaman ini terakhir diubah pada 12 April 2022, pukul 16.43.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
• Acèh • Afrikaans • العربية • Azərbaycanca • تۆرکجه • Basa Bali • Български • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Bahasa Hulontalo • 客家語/Hak-kâ-ngî • हिन्दी • Ilokano • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Lietuvių • Basa Banyumasan • Minangkabau • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Kapampangan • Polski • پنجابی • Português • Русский • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Српски / srpski • Sunda • Svenska • தமிழ் • ไทย • Türkçe • Українська • اردو • Vèneto • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Daftar • 0702 — Tebing Tinggi (Kabupaten Empat Lawang) • 0711 — Kota Palembang — Pangkalan Balai - Betung (Kabupaten Banyuasin) — Indralaya (Kabupaten Ogan Ilir) • 0712 — Kayu Agung (Kabupaten Ogan Komering Ilir) — Tanjung Raja (Kabupaten Ogan Ilir) • 0713 — Kota Prabumulih — Pendopo Talang Ubi (Kabupaten Muara Enim) • 0714 — Sekayu (Kabupaten Musi Banyuasin) • 0730 — Kota Pagar Alam — Kota Agung (Kabupaten Lahat) • 0731 — Lahat (Kabupaten Lahat) • 0733 — Kota Lubuklinggau — Muara Beliti (Kabupaten Musi Rawas) • 0734 — Muara Enim (Kabupaten Muara Enim) • 0735 — Baturaja (Kabupaten Ogan Komering Ulu) — Martapura (Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur) — Muaradua (Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan) Kode ISO 3166 ID-SS Pelat kendaraan BG Kode Kemendagri 16 DAU Rp 1.756.924.452.000,- ( 2020) [5] Lagu daerah Peta Administrasi Provinsi Sumatera Selatan Koordinat: 3°17′S 104°9′E  /  3.283°S 104.150°E  / -3.283; 104.150 Sumatra Selatan ( Jawi: سومترا سلاتن) adalah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian Selatan pulau Sumatra.

Ibu kota Sumatra Selatan berada di kota Palembang, dan pada tahun 2021 penduduk provinsi ini berjumlah 8.550.849 jiwa. [2] Secara geografis, Sumatra Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kepulauan Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat.

Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara. Selain itu, ibu kota provinsi Sumatra Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Dari abad ke-7 hingga akhir abad ke-14, provinsi ini merupakan pusat Kerajaan Buddha Sriwijaya, yang mempengaruhi sebagian besar kawasan Asia Tenggara.

ibu kota sumatera selatan

{INSERTKEYS} [6] Sriwijaya adalah pusat penting bagi perluasan agama Buddha di Kepulauan Nusantara pada abad ke-8 hingga abad ke-12. Sriwijaya juga kerajaan bersatu pertama yang mendominasi sebagian besar Nusantara yang kini disebut Indonesia. [7] Karena posisi geografisnya, ibu kota Sriwijaya, Palembang, menjadi pelabuhan berkembang yang sering dikunjungi oleh para pedagang dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok.

Dimulai pada abad ke-16, Islam mulai menyebar di wilayah tersebut, secara efektif menggantikan agama Hindu dan Buddha sebagai agama dominan di wilayah tersebut. Pada abad ke-17, Kesultanan Islam Palembang didirikan dengan Palembang sebagai ibukotanya, pada saat itu pula orang-orang Eropa mulai berdatangan di wilayah ini. Belanda menjadi kekuatan dominan di wilayah tersebut. Melalui Perusahaan Hindia Timur Belanda, Belanda memberikan pengaruh terhadap Kesultanan Palembang.

Hingga pada akhirnya Kesultanan Palembang dibubarkan. Wilayah ini seperti wilayah lainnya di indonesia, Belanda mengambil alih pemerintahan untuk abad berikutnya, tetapi selama Perang Dunia II, Jepang menyerang Palembang dan mengusir Belanda.

Jepang menduduki wilayah Sumatra Selatan sampai Agustus 1945, ketika mereka menyerah kepada pasukan Sekutu. Belanda berusaha untuk kembali ke wilayah tersebut, tetapi ini ditentang oleh Republik Indonesia yang baru dideklarasikan, sehingga terjadi Perang Kemerdekaan. Pada akhirnya, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dan menarik diri dari wilayah tersebut pada tahun 1950. Provinsi Sumatera Selatan kemudian dibentuk pada 12 September 1950.

Namun, berdasarkan peraturan daerah Provinsi Sumatra Selatan tentang hari jadi provinsi Sumatra Selatan maka pemerintah Sumatra Selatan menetapkan bahwa 15 Mei 1946 merupakan hari jadi provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Daftar isi • 1 Sejarah • 2 Geografi • 3 Iklim • 4 Politik dan pemerintahan • 4.1 Daftar Gubernur • 4.2 Dewan Perwakilan • 4.3 Kabupaten dan Kota • 5 Demografi • 5.1 Suku bangsa • 5.2 Bahasa • 6 Galeri • 7 Referensi • 8 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Provinsi Sumatra Selatan dikenal juga dengan sebutan "Bumi Sriwijaya".

Pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika.

[ butuh rujukan] Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri Tiongkok.

[ butuh rujukan] Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. [ butuh rujukan] Ketika masih berjaya, Kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.

[ butuh rujukan] Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. [ butuh rujukan] Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya. Geografi [ sunting - sunting sumber ] Provinsi Sumatra Selatan secara astronomis terletak antara 1–4° Lintang Selatan dan 102–106° Bujur Timur, dan luas daerah seluruhnya adalah 87.017.41 km 2.

Batas batas wilayah Provinsi Sumatra Selatan sebagai berikut: • sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi, • sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung, • sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, • sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

{/INSERTKEYS}

ibu kota sumatera selatan

Secara topografi, wilayah Sumatra Selatan di Pantai Timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengaruhi oleh pasang surut. Vegetasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (bakau).

Sedikit makin ke barat merupakan dataran rendah yang luas. Lebih masuk kedalam wilayahnya semakin bergunung-gunung. Disana terdapat bukit barisan yang membelah Sumatra Selatan dan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 900 – 1.200 meter dari permukaan laut. Bukit barisan terdiri atas puncak Gunung Seminung (1.964 m), Gunung Dempo (3.159 m), Gunung Patah (1.107 m) dan Gunung Bengkuk (2.125m).

Disebelah Barat Bukit Barisan merupakan lereng. Provinsi Sumatra Selatan mempunyai beberapa sungai besar. Kebanyakan sungai-sungai itu bermata air dari Bukit Barisan, kecuali Sungai Mesuji, Sungai Lalan dan Sungai Banyuasin. Sungai yang bermata air dari Bukit Barisan dan bermuara ibu kota sumatera selatan Selat Bangka adalah Sungai Musi, sedangkan Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Kelingi, Sunga Lakitan, Sungai Rupit dan Sungai Rawas merupakan anak Sungai Musi.

Secara administratif Sumatra Selatan terdiri dari 13 (tiga belas) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, dengan Palembang sebagai ibu kota provinsi.

ibu kota sumatera selatan

Pemerintah kabupaten dan kota membawahi pemerintah kecamatan dan desa atau kelurahan. Sumatra Selatan memiliki 13 kabupaten, 4 kota madya, 212 kecamatan, 354 kelurahan, dan 2.589 desa. [ butuh rujukan] Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi Kabupaten dengan luas wilayah terbesar dengan luas 16.905,32 ha, diikuti oleh Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah sebesar 14.477 ha. Terdapat empat sektor yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap PDRB. Pada 2010, empat sektor yang memberikan sumbangan terbesar adalah sektor industri pengolahan, diikuti oleh sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian serta sektor perdagangan, hotel dan Restoran.

ibu kota sumatera selatan

Pada tahun yang sama, kontribusi masing-masing sektor diatas secara berurutan adalah 23,67%, 21,62%, 16,85%, 12,70%. [ butuh rujukan] Sebagai salah satu provinsi tujuan investasi, Sumatra Selatan memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang, di antaranya adalah Bandara S.M. Badaruddin II ibu kota sumatera selatan terdapat di Kota Palembang, Bandara Silampari yang terletak di kota Lubuklinggau, Bandara Tanjung Enim di Kabupaten Muara Enim, Bandara Banding Agung yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pelabuhan Palembang yang terketak di Kota Ibu kota sumatera selatan juga Pelabuhan Khusus Kerta Pati di Kabupaten Muara Enim.

[8] Iklim [ sunting - sunting sumber ] Provinsi Sumatera Selatan mempunyai iklim tropis dan basah dengan variasi curah hujan antara 9/7 – 492/23 mm sepanjang tahun 2003.

Setiap bulannya hujan cenderung turun.Dipantai Timur tanah nya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengarui oleh pasang surut.Vegitasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (Bakau).Sedikit makin kebarat merupakan dataran rendah yang luas.lebih masuk dalam wilayah semakin daerahnya bergunung-gunung.

Sumatra Selatan memiliki Iklim Am, yaitu iklim tropis dengan musim kemarau yang pendek. Politik dan pemerintahan [ sunting - sunting sumber ] Daftar Gubernur [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Daftar Gubernur Sumatra Selatan No Foto Gubernur Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Gubernur 1 A. K. Gani 1945 1946 [ket. 1] 2 Mohammad Isa 1946 1948 1948 1952 [ket. 2] 3 Winarno Danuatmodjo 1952 1957 3 4 M.

Husin 1957 1958 4 5 Mochtar Prabu Mangkunegara 1958 1959 5 6 H. A. Bastari 1959 1963 6 7 Abu Jazid Bustomi 1963 1966 7 Ali Amin 8 Ali Amin 1966 1967 8 [9] 9 Asnawi Mangku Alam 1967 1978 9 10 Sainan Sagiman 1978 1983 10 1983 1988 11 11 Ramli Hasan Basri 7 November 1988 7 November 1993 12 7 November 1993 7 November 1998 13 12 Rosihan Arsyad 7 November ibu kota sumatera selatan 7 November 2003 14 13 Syahrial Oesman 7 November 2003 11 Juli 2008 15 Mahyuddin N.

S. 14 Mahyuddin N. S. 11 Juli 2008 7 November 2008 15 Alex Noerdin 7 November 2008 7 November 2013 16 Edy Yusuf 7 November 2013 21 September 2018 17 [ket. 3] Ishak Mekki — Hadi Prabowo (Penjabat) 21 September 2018 1 Oktober 2018 [11] [12] [13] — 16 Herman Deru 1 Oktober 2018 Petahana 18 [ket. 4] [14] Mawardi Yahya Catatan • ^ Sebagai Gubernur Muda Sumatra Selatan • ^ Sebagai Gubernur Sumatra Selatan • ^ Mengundurkan diri karena mencalonkan diri dalam Pemilihan umum legislatif Indonesia 2019 [10] • ^ Masa jabatan Gubernur sebelumnya Alex Noerdin seharusnya berakhir pada 7 November, tetapi dipercepat menjadi 1 Oktober berhubung Alex Noerdin dan wakilnya mencalonkan diri sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019 Dewan Perwakilan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatra Selatan DPRD Sumsel beranggotakan 75 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali.

Pimpinan DPRD Sumsel terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Sumsel yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 24 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Palembang di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

[15] Komposisi anggota DPRD Sumsel periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik dimana Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 13 kursi, kemudian disusul oleh PDI Perjuangan yang meraih 11 kursi dan Partai Gerindra yang meraih 10 kursi.

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Sumsel dalam tiga periode terakhir. [16] [17] [18] [19] Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode 2009-2014 2014-2019 2019-2024 Golkar 16 10 13 PDI-P 11 13 11 Gerindra 6 10 10 Demokrat 13 11 9 PKB 4 6 8 PKS 7 5 6 NasDem (baru) 5 6 PAN 4 6 5 Hanura (baru) 4 5 3 Perindo (baru) 3 PPP 5 2 1 PBB 3 2 0 PKPB 1 PPRN (baru) 1 Jumlah Anggota 75 75 75 Jumlah Partai 12 11 11 Kabupaten dan Kota [ sunting - sunting sumber ] Demografi [ sunting - sunting sumber ] Masalah kependudukan di antara lain meliputi jumlah, komposisi dan distribusi penduduk merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan.

Jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan, tetapi dapat juga menjadi beban dalam proses pembangunan jika mempunyai kualitas yang rendah. Oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional dalam menangani permasalahan penduduk pemerintah tidak saja mengarahkan pada upaya pengendalian jumlah penduduk tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Di samping itu program perencanaan ibu kota sumatera selatan sosial di segala bidang harus mendapat prioritas utama yang berguna untuk peningkatan kesejahteraan penduduk.

Pada tahun 2020 jumlah penduduk Sumatra Selatan sudah mencapai 8.497.196 jiwa, yang menempatkan Sumatra Selatan sebagai provinsi ke-6 terbesar penduduknya di Indonesia. [2] Secara absolut jumlah penduduk Sumatra Selatan terus bertambah dari tahun ke tahun.

ibu kota sumatera selatan

Tercatat pada tahun 1971 jumlah penduduk sebesar 2,931 juta jiwa, meningkat menjadi 3,975 pada tahun 1980, 5,493 juta jiwa pada tahun 1990 serta 6,273 pada tahun 2000. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar maka Sumatra Selatan dihadapkan kepada suatu masalah kependudukan yang sangat serius.

Oleh karena itu, upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk disertai dengan upaya peningkatan kesejahteraan penduduk harus merupakan suatu upaya yang berkesinambungan dengan program pembangunan yang sedang dan akan terus dilaksanakan. Berikut adalah jumlah penduduk Sumatra Selatan dari tahun ke tahun: Tahun 1971 1980 1990 2000 2003 2005 2010 2020 Jumlah penduduk 2.930.830 3.975.904 5.492.993 6.210.800 6.503.918 6.782.339 7.450.394 8.497.196 (Sensus 2020) Sejarah kependudukan Sumatra Selatan Sumber: [2] [21] Suku bangsa [ sunting - sunting sumber ] Pakain adat pernikahan orang Melayu Palembang.

Masyarakat Sumatera Selatan memiliki ragam etnis dan kelompok budaya, umumnya terbagi atas etnis pribumi (Iliran dan Ibu kota sumatera selatan dan etnis pendatang.

Etnis pribumi berada dalam satu istilah kolektif "Melayu Palembang" yang terbagi menjadi dua, yaitu Orang Iliran dan Orang Uluan. [22] Di Sumatera Selatan, semua etnis hidup berdampingan dan damai, bahkan tidak pernah terjadi konflik antar etnis dan umat beragama.

Berdasarkan data dari Sensus Badan Pusat Statistik Tahun 2010. Berikut ini komposisi etnis atau suku bangsa di Provinsi Sumatera Selatan: [23] Tari kebagh dari Pagar Alam, Sumatra Selatan No Suku Jumlah 2010 % 1 Asal Sumatera Selatan* 4.120.408 55,43% 2 Jawa 2.037.715 27,41% 3 Melayu 602.741 8,11% 4 Sunda 162.877 2,19% 5 Asal Sumatra lainnya 104.386 1,40% 6 Tionghoa 72.575 0,98% 7 Minangkabau 64.403 0,87% 8 Batak 45.709 0,61% 9 Lampung 44.983 0,60% 10 Bugis 42.977 0,58% 11 Bali 38.552 0,52% 12 Banten 17.141 0,23% 13 Jambi 16.198 0,22% 14 Suku lainnya 63.377 0,85% Sumatra Selatan 7.434.042 100% Catatan:* Data yang dihitung adalah data yang tercatat, di luar data yang tidak diketahui, dalam Sensus Penduduk Indonesia 2010.

Suku asal Sumatra Selatan lainnya termasuk semua suku dari Sumatera Selatan selain Melayu, seperti suku Daya, Enim, Gumai, Kayu Agung, Kikim, Kisam, Komering, Lematang, Lengkayap, Lintang, Lom, Mapur, Sekak, Meranjat, Musi Banyuasin, Musi Sekayu, Sekayu, Ogan, Orang Sampan, Pasemah, Pedamaran,Pegagan, Rambang, Ranau, Rawas, Saling, Semendo, Teloko, Ulu. [23] [24] Bahasa [ sunting - sunting sumber ibu kota sumatera selatan Sumatra Selatan memiliki beragam bahasa daerah, logat dan dialek yang sangat kaya dan berbeda.

Bahasa daerah yang umum dipakai dan menjadi lingua franca antar suku di Sumatra Selatan adalah Bahasa Melayu Palembang. Selain itu, Di wilayah tenggara Sumatra Selatan yaitu wilayah Komering (OKU Timur dan OKI), Bahasa Komering menjadi bahasa utama di sana bagi ratusan ribu penduduknya namun di sisi lain Bahasa Ogan menjadi bahasa alternatif penghubung bagi masyarakat yang tinggal di wilayah OKU Raya (Ogan Komering Ulu, OKU Timur dan OKU Selatan).

Di wilayah barat Sumatra Selatan tepatnya sepanjang dataran tinggi Gunung Dempo dan aliran Sungai Lematang, Bahasa Besemah menjadi bahasa utama antara masyarakat asli dan wilayah utara Bahasa Musi memegang peran dalam komunikasi sehari-hari masyarakat di sana. Galeri [ sunting - sunting sumber ] • • ^ "PERDA Provinsi Sumatra Selatan No 5 Tahun 2007" (PDF). jdih.sumselprov.go.id. Diakses tanggal 22 April 2021. • ^ a b c d "Provinsi Sumatera Selatan Dalam Angka 2022" (pdf).

www.sumsel.bps.go.id. hlm. 67, 267. Diakses tanggal 16 Maret 2022. • ^ "Jumlah Penduduk Menurut Agama di Sumatera Selatan". www.sumsel.bps.go.id. Diakses ibu kota sumatera selatan 16 Maret 2022. • ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2020-2021".

ibu kota sumatera selatan

www.bps.go.id. Diakses tanggal 16 Maret 2022. • ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF).

www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 25 Januari 2021. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Munoz, Paul Michel (2006). Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. Singapore: Editions Didier Millet. hlm. 171. ISBN 9789814155670. • ^ Mohd Hazmi Mohd Rusli (31 August 2015).

"The unsung Malay history". Astro Awani. • ^ Sumatra Selatan Dalam Angka 2010 • ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2021-01-17. Diakses tanggal 2019-04-08. • ^ Siregar, Raja Adil (5 September 2018). "Nyaleg, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Mundur". detikNews. Diakses tanggal 19 September 2018. • ^ Irwanto (19 September 2018). "Prabowo gantikan Alex Noerdin sebagai Pj Gubernur Sumsel". Merdeka.com. Diakses tanggal 20 September 2018.

• ^ Hafiz, Abdul (19 September 2018). Sudarwan, ed. "Hadi Prabowo Ditunjuk Jadi Pj Gubernur Sumsel Per 21 September 2018".

TribunNews. Diakses tanggal 20 September 2018. • ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatra Selatan (21 September 2018). "Alex Noerdin Akhiri Masa Jabatan, Hadi Prabowo Resmi Penjabat Gubernur Sumsel". Portal Resmi Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Diakses tanggal 21 September 2018.

• ^ MC Diskominfo Prov.Sumsel (1 Oktober 2018). "Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel serta Kaltim". Portal Resmi Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Diakses tanggal 2 Oktober 2018. • ^ "75 Anggota DPRD Sumsel Dilantik". kaganga.com. Kanwil Kemenkumham Maluku Utara. 24-09-2019. Diakses tanggal 16-10-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ "Komposisi Keanggotaan DPRD Provinsi Sumatera Selatan".

dprd.sumselprov.go.id. 15-10-2015. Diakses tanggal 19-10-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ "Ini Daftar Nama Anggota DPRD Sumsel yang Dilantik Hari Ini". rmolsumsel.com. 24-09-2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-10-18. Diakses tanggal 19-10-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ "75 Anggota DPRD Sumsel Dilantik, Berikut Daftarnya…".

sumeks.co. 24-09-2019. Diakses tanggal 19-10-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ "Inilah 75 anggota DPRD Sumsel terpilih 2019 - 2024". antaranews.com. 12-08-2019. Diakses tanggal 19-10-2019.

Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ ibu kota sumatera selatan b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. • ^ BPS Sensus 2010 ibu kota sumatera selatan • ^ "Iliran dan Uluan: Dinamika dan Dikotomi Sejarah Kultural Palembang - PDF Download Gratis".

docplayer.info. Diakses tanggal 2021-09-18.

ibu kota sumatera selatan

• ^ a b "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (pdf). www.bps.go.id. hlm. 36–41. Diakses tanggal 22 September 2021.

• ^ "Iliran dan Uluan: Dinamika dan Dikotomi Sejarah Kultural Palembang - PDF Download Gratis". docplayer.info. Diakses tanggal 2021-09-18. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Situs web resmi pemerintah provinsi • (Indonesia) Situs web resmi Badan Pemeriksa Keuangan Palembang • (Indonesia) Situs web resmi pariwisata Indonesia • (Indonesia) Profil Demografi Sumsel • (Indonesia) Profil Ekonomi Sumsel • (Indonesia) Profil Wisata Sumsel • (Indonesia) Ekonomi Regional Sumsel • (Indonesia) Statistik Regional Sumsel • Kota Banda Aceh • Kota Langsa • Kota Lhokseumawe • Kota Sabang • Kota Subulussalam • Kota Binjai • Kota Gunungsitoli • Kota Medan • Kota Padang Sidempuan • Kota Pematangsiantar • Kota Sibolga • Kota Tanjungbalai • Kota Tebing Tinggi • Kota Bengkulu • Kota Jambi • Kota Sungaipenuh • Kota Dumai • Kota Pekanbaru • Kota Bukittinggi • Kota Padang • Kota Padang Panjang • Kota Pariaman • Kota Payakumbuh • Kota Sawahlunto • Kota Solok • Kota Lubuklinggau • Kota Pagar Alam • Kota Palembang • Kota Prabumulih • Kota Bandar Lampung • Kota Metro • Kota Pangkal Pinang • Kota Batam • Kota Tanjungpinang Suku bangsa Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen formatnum non-numerik • Galat CS1: tanggal • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Pages using infobox settlement with no coordinates • Koordinat di Wikidata • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Halaman dengan peta • Halaman ini terakhir diubah pada 7 Mei 2022, pukul 05.01.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS ibu kota provinsi sumatera selatan. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll.

Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Gunakan ibu kota sumatera selatan tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B
Provinsi Sumatera Selatan memiliki 17 kabupaten/kota yang terdiri dari 13 kabupaten dan 4 kota, dengan luas wilayah sebesar 91.592,43 km2. Kabupaten/kota yang mempunyai luas wilayah terbesar di Provinsi Sumatera Selatan adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan luas wilayah sebesar 18.539,04 km2, diikuti oleh Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah sebesar 14.266,26 km2, dan kemudian oleh Kabupaten Banyuasin dengan luas wilayah sebesar 11.832,99 km2.

Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan adalah Kota Palembang. Berikut adalah daftar 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan yang diurutkan secara alfabetis, lengkap dengan kode wilayah menurut Peraturan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, nama ibu kota kabupaten dan luas wilayah dari masing-masing ibu kota sumatera selatan tersebut. No Kode Wilayah Kabupaten/Kota Ibu Kota Kabupaten Luas Wilayah (km2) Luas Wilayah (%) 1 16.07 Kabupaten Banyuasin Pangkalan Balai 11.832,99 12,92% 2 16.11 Kabupaten Empat Lawang Tebing Tinggi 2.256,44 2,46% 3 16.04 Kabupaten Lahat Ibu kota sumatera selatan 5.311,74 5,80% 4 16.03 Kabupaten Muara Enim Muara Enim 7.383,90 8,06% 5 16.06 Kabupaten Musi Banyuasin Sekayu 14.266,26 15,58% 6 16.05 Kabupaten Musi Rawas Muara Beliti 6.350,10 6,93% 7 16.13 Kabupaten Musi Rawas Utara Rupit 6.008,55 6,56% 8 16.10 Kabupaten Ogan Ilir Indralaya 2.666,09 2,91% 9 16.02 Kabupaten Ogan Komering Ilir Kayuagung 18.359,04 20,04% 10 16.01 Kabupaten Ogan Komering Ulu Baturaja 4.797,06 5,24% 11 16.09 Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Muaradua 5.493,94 6,00% 12 16.08 Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Martapura 3.370,00 3,68% 13 16.12 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Talang Ubi 1.840,00 2,01% 14 16.73 Kota Lubuk Linggau – 401,50 0,44% 15 16.72 Kota Pagar Alam – 633,66 0,69% 16 16.71 Kota Palembang – 369,22 0,40% 17 16.74 Kota Prabumulih – 251,94 0,28% Provinsi Sumatera Selatan 91.592,43 100,00% Daftar kabupaten/kota di provinsi lainnya: Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Utara.

Catatan: Data kode wilayah, nama kabupaten/kota, dan luas wilayah berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan. Recent Posts ibu kota sumatera selatan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022 • Daftar Puskesmas di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi • Daftar Puskesmas di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi • Kurs Pajak Terbaru (+ PDF KMK Tahun 2021)

MARTAPURA IBU KOTA OKU TIMUR SUMATERA SELATAN




2022 www.videocon.com