Masjid agung jawa tengah

masjid agung jawa tengah

Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi Alamat: Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Masjid Agung Jawa Tengah merupakan salah satu bangunan ibadah yang begitu terkenal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Masjid ini membutuhkan waktu selama lima tahun untuk menyelesaikan proses pembangunannya dari tahun 2001 hingga 2006. Masjid yang luas dan megah ini mampu menampung hingga belasan ribu jamaah yang ingin beribadah disana.

Salah satu masjid terbesar di Jawa Tengah ini memiliki desain yang unik dalam bangunannya. Arsitektur dari bangunan ini sendiri memiliki tema Jawa, Arab, hingga Roma.

Terdapat pula ciri khas pada dasar tiangnya berupa sebuah motif bertema batik. Sedangkan pada dindingnya memiliki berbagai kaligrafi yang indah dan membuat penasaran publik untuk segera mengunjunginya. Bahkan masjid ini sangat terinspirasi dari bangunan utama umat islam di bumi yakni Masjid Nabawi yang berada di Kota Madinah. Salah satunya yaitu dengan adanya payung raksasa menjulang tinggi yang berada masjid agung jawa tengah area depan masjid. Terdapat beberapa keunggulan lainnya dari masjid indah tersebut yang akan masjid agung jawa tengah secara detail dibawah ini.

Daftar Isi • Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah • 1. Kembalinya Dana Wakaf Masjid • 2. Hadirnya Tokoh Besar dari Berbagai Negara • 3. Kebanggan Masyarakat Semarang • 4. Berada di Pusat Kota • 5. Pernah Mengumumkan Kemerdekaan Indonesia • Alamat dan Rute Menuju Lokasi • Desain Masjid Agung dan Masjid agung jawa tengah • 1. Sembilan dan Lima Air Mancur di Halaman Masjid • 2. Gerbang Al-Qonatir dan Enam Tiang dari Payung Raksasa • 3. Lampu Bawah Kubah • Kegiatan Rutin di Masjid Agung • 1.

Tempat Ibadah • 2. Sekolah TPA • 3. Pengajian Rutin • Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Masjid Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah Photo by Google Maps Rizál 1. Kembalinya Dana Wakaf Masjid Masjid Agung Jawa Tengah ini merupakan bagian dari sejarah penyebaran Agama Islam yang terjadi di nusantara. Sebelumnya tidak ada masyarakat yang mengetahui asal mula pengembalian dana wakaf tersebut.

Namun, setelah ditelusuri wakaf itu pernah mengalami penukaran tanah karena area sebelumnya tidak digunakan secara produktif dan dibiarkan begitu saja. Setelah itu, tanah tersebut ditukar dengan sebuah lahan di Kota Demak. Beberapa tahun kemudian, gubernur dari Provinsi Jawa Tengah turun tangan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang menjadi alasan penundaan pembangunan masjid tersebut.

Pada akhirnya, masjid ini pun akan dibangun kembali dengan tanda sebuah tiang yang dipasang di area tersebut. 2. Hadirnya Tokoh Besar dari Berbagai Negara Pemasangan tiang sebagai tanda akan dibangunnya masjid besar tersebut tidak dilakukan dengan sembarangan. Tiang tersebut dipasang oleh beberapa tokoh terkenal di Indonesia. Diantaranya yaitu Bapak Said Agil Husen Al-Munawar yang memiliki jabatan sebagai Menteri Agama. Dibantu pula oleh dua tokoh lainnya yakni Kyai Sahal Mahfudz serta Mayor Jenderal Mardiyanto.

BACA: 15 Tempat Wisata Alam di Semarang Terbaru & Paling Hits Tidak hanya dari dalam negeri, pembangunan mesjid ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh besar perwakilan tujuh negara muslim di dunia. Ketujuh negara itu sangat mendukung dibangunnya mesjid besar di daerah Jawa Tengah ini. Perwakilan negara muslim tersebut diantaranya adalah Palestina, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Abu Dhabi.

masjid agung jawa tengah

3. Kebanggan Masyarakat Semarang Masjid Agung Jawa Tengah ini memang dikenal masyarakat setelah terjadi perubahan pada bangunannya yang menjadi lebih besar dan megah.

masjid agung jawa tengah

Ternyata masjid ini sudah digunakan fungsinya sejak dahulu oleh masyarakat sekitar Kota Semarang. Masjid ini biasa digunakan oleh masyarakat untuk ibadah shalat jumat dengan khatib ataupun muadzin dari penduduk sekitar. Bahkan masjid ini juga memiliki banyak keterikatan sejarah dengan berdirinya kota tersebut. Terdapat cagar budaya di dalam masjid ini yang sangat dijaga keistimewaannya dan dilindungi oleh masyarakat setempat.

Masjid ini juga sangat dibanggakan oleh pemerintah ataupun penduduk Kota Semarang sebagai suatu bangunan yang sangat penting. Photo by Google Maps riski muzaka 4. Berada di Pusat Kota Masjid yang megah dan indah ini terletak di pusat kota yang mudah ditemukan oleh siapapun ketika ingin mengunjunginya. Letak dari area masjid ini sangat berdekatan dengan berbagai bangunan milik pemerintah.

Bahkan area masjid ini juga memiliki desain seperti bentuk sebuah kota di zaman dahulu dengan suasana yang khas. Keberadaannya yang menjadi bangunan utama masjid agung jawa tengah memudahkan setiap pengunjung yang mencari tempat ibadah saat datang ke kota ini.

masjid agung jawa tengah

Anda tidak perlu lagi menanyakan pada warga sekitar mengenai letak masjid terdekat di kota tersebut. Bahkan setelah melakukan ibadah, Anda juga dapat pergi jalan-jalan di taman masjid untuk berfoto dengan background terbaik.

5. Pernah Masjid agung jawa tengah Kemerdekaan Indonesia Masjid Agung Jawa Tengah ini juga berhasil mengumumkan tentang kemerdekaan negara ini kepada masyarakat sesaat setelah mendapat informasi proklamasi dari Jakarta.

Padahal saat itu Indonesia masih dijajah oleh tentara Jepang. Salah satu jamaah dari masjid ini mencoba untuk maju ke dekat mimbar, kemudian mengumumkan hal penting tersebut. Jamaah itu berhasil mengumumkannya ketika rangkaian ibadah shalat jumat sedang berlangsung di masjid tersebut.

Namun ketika pihak Jepang mengetahui hal itu, mereka langsung mencari sosok jemaah tersebut dan membunuhnya seketika. Untuk menghargai jasanya, Presiden Soekarno sempat berkunjung ke masjid tersebut di tahun 1952 dan melakukan pidato di dalamnya. Alamat dan Rute Menuju Lokasi Photo by Google Maps Agung Wahyu Diono Alamat dari Masjid Agung Jawa Tengah ini berada di daerah Sambirejo, tepatnya di Jalan Gajah Mada.

masjid agung jawa tengah

Itu merupakan sebuah daerah yang berada di Kecamatan Gayam Sari, Kota Semarang. Perlu Anda ketahui bahwa masjid ini tidak dibuka selama 24 jam. Jam operasional dari masjid tersebut yakni dibuka dari pukul 04.00 pagi dan akan ditutup ketika pukul 09.00 malam.

BACA: 10 Oleh-Oleh Khas Kudus yang Paling Populer Sedangkan untuk rute menuju masjid yang megah ini tidak begitu sulit. Jika berasal dari pusat kotanya, Anda hanya perlu mengarahkan kendaraan menuju jalur Terminal Penggaron dan berhenti di depan sebuah Lotte Mart. Setelah itu, Anda belok ke arah kiri hingga menemukan masjid tersebut.

Jika berasal dari jalur Simpang Lima, maka masjid terletak di bagian kiri jalan. Terdapat pula jalur lain menuju arah masjid ini jika dari daerah Purwodadi. Anda tinggal mengambil jalan dengan jalur Gobong, kemudian Gubug, setelah itu Mranggen dan sampailah di Semarang.

Kemudian arahkan kendaraan menuju jalur Lotte Mart. Setelah itu, ambil jalan lurus ke arah kanan hingga menemukan masjid megah tersebut. Desain Masjid Agung dan Maknanya Masjid agung jawa tengah by Google Maps nico febrian 1. Sembilan dan Lima Air Mancur di Halaman Masjid Ketika berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah ini, Anda akan menemukan dua jenis air mancur yang sangat cantik.

Untuk bagian pertamanya sendiri terletak di dekat gerbang besar dari masjid ini dengan mata air yang berjumlah sembilan buah. Ini merupakan simbol bahwa terdapat sembilan wali songo yang memiliki pengaruh penting dalam penyebaran islam di negeri ini. Sedangkan jika Anda berjalan lebih jauh ke arah barat dari gerbang utama tersebut, akan menemukan air mancur yang lain. Air mancur ini juga memiliki kesejukan yang tenang dan damai. Namun, hanya terdapat lima mata air di lokasi ini. Hal tersebut memiliki makna bahwa terdapat lima rukun islam yang merupakan hal wajib dan harus dijalankan oleh seluruh umat muslim di dunia.

masjid agung jawa tengah

2. Gerbang Al-Qonatir dan Enam Tiang dari Payung Raksasa Gerbang megah dengan desain elegan dari masjid ini memiliki gaya arsitektur yang mirip dengan Koloseum di Kota Roma. Gerbang ini dibangun dengan desain khusus dimana terdapat 25 lengkungan pada sekelilingnya. Makna dari gerbang ini yaitu bahwa dalam ajaran Islam terdapat 25 Nabi serta Rasul yang wajib diketahui oleh umat muslim. Pada halaman masjid, Anda juga akan menemukan payung-payung besar yang dapat terbuka dan masjid agung jawa tengah dengan otomatis.

Tiang dari setiap payung dibangun bukan hanya untuk melindungi jamaah dari terik panas matahari saja. Keenam tiang dari seluruh payung raksasa itu memiliki makna bahwa terdapat enam rukun iman dalam ajaran Islam. 3. Lampu Bawah Kubah Desain terakhir yang paling unik dari Masjid Agung Jawa Tengah ini adalah terdapat banyak lampu dengan ukuran kecil di dalam ruangan utama. Letak lampu tersebut tepat berada di bawah kubah masjid.

Anda mungkin tidak dapat memahami makna lampu tersebut ketika berkunjung di pagi atau siang hari. BACA: 10 Tempat Camping di Jawa Tengah yang Paling Hits Anda akan memahami makna dari lampu ini ketika berkunjung dari sore hingga malam hari yang akan menjelaskan sebuah simbol dari alam semesta. Selain itu, Anda juga akan menyaksikan sebuah bangunan megah terang benderang yang sangat tenang dan nyaman dari pemandangan mesjid ini.

Kegiatan Rutin di Masjid Agung Photo by Google Maps aliq burhani 1. Tempat Ibadah Tentu saja kegiatan rutin yang dilakukan di masjid ini yakni beribadah. Masjid Agung Jawa Tengah ini tidak hanya digunakan untuk ibadah shalat fardhu dan jumatan saja. Masjid besar ini biasa digunakan masyarakat untuk melaksanakan shalat dalam dua hari raya Idul Fitri ataupun Idul Adha.

Selain itu masjid ini juga mampu menampung banyak jemaah saat hari raya tersebut. 2. Sekolah TPA Masjid ini juga sudah lama digunakan masyarakat sekitar sebagai tempat belajar agama. Luasnya masjid dapat digunakan fungsinya sebaik mungkin untuk menyebarkan ilmu agama melalui sebuah madrasah ini.

Anak-anak juga dapat belajar dengan suasana yang lebih tenang serta desain yang sangat indah untuk dinikmati setiap saatnya. 3. Pengajian Rutin Masjid ini juga sering mengadakan satu kali pengajian baik itu dalam waktu seminggu ataupun sebulan.

Selain itu, masjid ini juga biasa digunakan ketika diadakan sebuah pengajian besar yang menghadirkan ustadz terkenal pada beberapa hari besar Islam. Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Masjid Photo by Google Maps blie barry Masjid Agung Jawa Tengah ini memiliki fasilitas umum yang cukup lengkap di dalamnya seperti kamar mandi, tempat khusus untuk wudhu, dan AC.

Bahkan masjid ini juga memiliki sebuah perpustakaan yang buku-bukunya dapat dibaca oleh siapapun yang berkunjung kesana. Terdapat pula tempat penyimpanan sandal serta area parkir yang sangat luas untuk ratusan kendaraan. Masjid besar masjid agung jawa tengah juga memiliki ruang serba guna serta beberapa area untuk belajar anak-anak dari masyarakat yang tinggal disana.

Sebagian dari ruangan masjid merupakan madrasah tempat belajar agama bagi kalangan anak. Hal tersebut dikarenakan masjid ini memiliki struktur yang tertata dengan puluhan pengurus, sepuluh imam dan khatib, serta empat orang muadzin.

Bagi Anda yang berasal dari luar Kota Semarang, sudah tersedia sebuah fasilitas penginapan paling dekat dari masjid agung ini. Biasanya pengunjung akan sengaja datang ketika sedang diselenggarakan perayaan hari besar, pengajian, serta tabligh akbar.

Bahkan masjid ini sering mengadakan kegiatan zakat ataupun infaq besar-besaran yang dihadiri oleh banyak orang. Itulah beberapa informasi dari Masjid Agung Jawa Tengah yang sangat megah ini. Selain sejarahnya yang luar biasa, juga terdapat makna dari setiap desain di dalamnya. Selain itu, terdapat pula beberapa fasilitas terbaik yang tersedia di dalam ataupun luar masjid yang memudahkan para pengunjungnya.

Bagi Anda yang suka mengunjungi tempat-tempat religius yang memiliki banyak situs bersejarah, anda harus pergi ke Kota Semarang. Semarang adalah salah satu kota di Indonesia yang masjid agung jawa tengah menarik untuk dikunjungi karena memiliki destinasi wisata yang sangat banyak salah satunya adalah Masjid Agung Jawa Tengah yang akrab disebut MAJT ini.

Masjid ini terletak di Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah dan menjadi salah satu masjid terbesar yang ada di Indonesia. Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah Semarang Photo by @sidiqnurseto MAJT diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang pada saat itu menjabat sebagai presiden dan diresmikan pada tanggal 14 November 2006.

Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 25 hektar dan proses pembangunan masjid ini memakan banyak waktu dimulai pada tahun 2001 dan selesai hingga tahun 2006. Mau tahu seperti apa sejarah MAJT dan fasilitas apa saja yang dimiliki Masjid Agung Jawa Tengah ini? Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah dimulai pada bulan Juni 2001 ketika Gubernur Jawa Tengah membentuk sebuah tim untuk melakukan pembangunan Masjid Agung.

Proses pembangunan ini memakan waktu sangat panjang bahkan proses konstruksi bisa dibuka secara resmi setahun setelahnya yakni pada bulan september 2002. Lalu pada bulan November 2006, MAJT pun sudah terbangun sempurna dan akhirnya bisa diresmikan oleh Presiden Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan istrinya.

Photo by @sidiqnurseto Pembangunan masjid yang memakan waktu sekitar 5 tahun ini terinspirasi dari masjid Nabawi yang ada di Makah. Secara keseluruhan biaya pembangunan masjid ini adalah mencapai Rp 198.692.340.000. Masjid yang diresmikan oleh bapak SBY ini memiliki prasasti asli yang telah dipasang secara permanen di halaman depan pintu masuk dengan berat 7,8 ton.

masjid agung jawa tengah

Prasasti itu adalah batu alam yang diambil dari lereng Gunung Merapi. Photo by @sidiqnurseto Prasasti tersebut diukir Nyoman M. Alim yang juga diyakini pernah membuat miniatur candi Borobudur dan ia pamerkan di Minimundus Vienna Austria pada tahun 2001. MAJT dilengkapi dengan area 7500 M2 dengan 6 payung raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis. Ya, sebagaimana filosofi Masjid Agung Jawa Tengah yang terinspirasi dari Masjid Nabawi yang ada di Madinah, maka bisa dikatakan konstruksi bangunan ini hampir mirip dengan masjid tersebut.

Sebagai sebuah masjid yang sangat besar, MAJT bahkan bisa menampung hingga lebih dari 15.000 jamaah. Photo by @_budiwaluyo Kompleks MAJT ini terdiri dari tiga bangunan utama dengan konsep bangunan sengaja dibentuk dengan huruf U.

Tiga bangunan utama ini terdiri dari masjid, convention hall Masjid Agung Jawa Tengah, dan perpustakaan. Untuk bangunan utama kompleks Masjid Agung Jawa Tengah adalah berada di bagian tengahnya yang merupakan bangunan masjid dengan kubah dan enam menara. Alamat Masjid Agung Jawa Tengah Photo by @INSTANUSANTARA Masjid Agung Jawa Tengah bisa anda temukan di daerah SemarangTimur, tepatnya berada di Jalan Gajah Semarang, atau anda bisa juga mengikuti arahan google maps ke masjid agung semarang ini : Rute Menuju Masjid Agung Jawa Tengah Untuk menuju masjid Agung Jawa Tengah ini tidak begitu sulit, karena lokasinnya memang tidak jauh dari pusat kota, berikut adalah beberapa rute yang mungkin bisa anda tempuh dengan mudah : 1.

Rute dari Pusat kota Semarang Jika anda berada di pusat kota semarang atau di Simpang Lima semarang anda tinggal mengambil arah menuju Purwokdadi atau terminal Penggaron, setelah itu anda tinggal mengikuti jalan saja sampai menuju perempatan Lotte Mart di kiri jalan. Dari perempatan tersebut anda silahkan mengambil jalur kiri, terus ikuti jalan tersebut hingga sampai nanti di Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di sebelah kiri jalan jika dari arah Simpang Lima Semarang. 2. Rute dari arah Purwodadi Grobogan Apabila anda berasal dari arah Purwodadi dan sekitarnnya anda tinggal mengikuti rute Purwodadi kumudian Godong – Gubug – Mranggen hingga ke Semarang, jika sudah di Semarang anda tinggal menuju keperempatan sebelum Lotte Mart.

Kemudian silahkan ambil jalur kanan terus ikuti jalan tersebut sampai dengan ke Masjid Agung Jawa Tengah. Meskipun masjid ini terisnpirasi dari Masjid Nabawi, namun bangunan masjid ini memiliki sebuah atap yang menyerupai atap joglo, khas rumah tradisional Jawa.

Atap ini memiliki arti baik sebagai tahapan untuk bisa naik menuju surga. Filososi dari atap joglo merupakan simbolisme jalan menuju surga yang artinya jika ingin meraih surga-Nya maka harus mencari jalan yang benar. Photo by @isnandahrn Selain terdiri dari sebuah masjid yang megah dan menampung hingga 15.000 jamaah, Masjid Agung Jawa Tengah ini juga memiliki sebuah convention hall yang mampu menampung hingga 2.000 orang dan sering disewa untuk berbagai acara bisnis hingga resepsi pernikahan.

Ya, secara arsitektur, masjid ini tidak hanya terinspirasi dari budaya Arab tapi perpaduan antara Jawa dan Romawi pula.

Hal ini bisa dibuktikan dari pilar-pilar bangunan yang sangat kuat dan teradaptasi dari arsitektur Romawi sedangkan masjid pusat yang megah dan elegan ini terinspirasi gaya arsitektur Arab dan atap masjid berbentuk joglo teradaptasi budaya Jawa.

Photo by @danang_ashari Bukan hanya terdapat bangunan saja, MAJT juga memiliki sebuah halaman tengah yang tidak kalah megah. Halaman ini terdapat enam payung hidrolik besar yang memang sengaja dibuat sama dengan yang ada di Masjid Nabawi.

6 payung ini adalah representasi dari prinsip 6 rukun iman, sementara itu kompleks MAJT juga memiliki Menara Asmaul Husna yang sengaja didesain hampir sama dengan menara Masjid yang ada Kudus. Photo by @riyan_timur Menara MAJT sendiri memiliki ketinggian 99 meter sebagai representasi dari 99 Asma Allah. Menara ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata religi paling populer di kota Semarang. Di masjid ini, anda dapat dengan mudah menemukan hotel, restoran, dan alat transportasi karena lokasinya yang sangat strategis dan dekat dengan pusat kota.

Fasilitas di Masjid Agung Jawa Tengah Photo by @antobing Masjid megah yang masjid agung jawa tengah di atas tanah 10 hektar ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Fasilitas Masjid Agung Jawa Tengah terdiri dari gedung pertemuan atau convention hall, toko suvenir, food court, gedung perkantoran, perpustakaan, dan sebuah menara pandang. Bisa dikatakan MAJT ini dibangun bukan hanya untuk tempat ibadah saja, tapi juga sengaja digunakan sebagai objek wisata religi pula.

Bahkan MAJT juga dilengkapi dengan wisma penginapa dengan kapasitas 23 kamar dengan berbagai kelas sehingga para wisatawan yang ingin bermalam dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. Photo by @rizky_anaz Daya tarik lain dari MAJT adalah Menara Al-Husnanya yang sangat ramai dikunjungi. Menara Masjid Agung Jawa Tengah ini terdiri dari 3 lantai yang dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat kota Semarang. Dalam menara juga terdapat Da’I’ Radio atau radio yang menyiarkan dakwah Islam dan terletak di lantai 1.

Photo by @riyan_timur Sedangkan di lantai 2 digunakan sebagai Museum budaya Islam yang terdapat berbagai foto-foto dan informasi mengenai sejarah dan ulama Islam di Indonesia.

Adapula restoran di menara ini untuk Anda yang ingin beristirahat sejenak sambil menikmati hidangan khas kuliner kota Semarang. Photo by @andreasbagas_a Sementara di lantai 3 digunakan sebagai menara pandang yang bisa meliha keindaha kota Semarang.

Pada awal Ramadan 1427 H, teropong di menara MAJT ini digunakan pertama kalinya untuk melihat Hilal. Teropong ini hampir sama dengan apa yang ada Boscho, Bandung. Untuk bisa mencapai menara pandang, Anda bisa menggunakan lift untuk akses ke atas.

Photo by @amri.romantha Dengan segala fasilitas yang sangat lengkap di Masjid Agung Jawa Tengah ini, tidak heran jika objek wisata religi ini masjid agung jawa tengah menarik untuk Anda kunjungi. Jadi, jika Anda ingin mengunjungi kota Semarang, memasukkan Masjid Agung Jawa Tengah sebagai salah satu tempat wisata yang ada dalam agenda Anda adalah sebuah ide yang bagus. Baca Juga : Masjid Terbesar di Asia Masjid Istiqlal Photo by @tapsemarang Bagi yang ingin berekreasi di Semarang, MAJT bukan hanya menyediakan restoran dan tempat penginapan saja, tapi juga menyediakan beberapa fasilitas hiburan, seperti peralatan bermain dan sebuah akomodasi yang akan membawa pengunjung berkeliling kompleks masjid.

Sangat menarik sekali bukan? Wisata Terdekat di Sekitar Masjid Agung Semarang 1. Lawang Sewu Untuk berwisata di Lawang Sewu Semarang anda hanya akan menempuh jarak sekitar (17 menit), cocok banget deh untuk di jadikan tujuan wisata anda di Semarang.

2. Kota Lama Kawasan dimana terdapat banyak bangunan-bangunan tua ini memang cocok untuk di jadikan salah satu tempat fotogenik di semarang, jaraknnya dari Masjid Agung Jawa Tengah hanya sekitar (13 menit saja) 3. Water Blaster Sebuah waterpark terlengkap yang di kota Semarang ini menjadi destinasi wisata wajib yang kamu kunjungi di Semarang, seru banget deh pokoknya jaraknya juga tidak terlalu jadu hanya sekitar ( 27 menit saja ) 4.

Sam Poo Kong Apa itu sam poo kong ? sam poo kong adalah bangunan peninggalan Laksamana Cheng Ho yaitu seorang pelayar muslim yang berlayar dari China, untuk bisa sampai kesini anda akan menumpuh jarak sekitar ( 23 menit ) dari Masjid Agung Semarang. Nah demikianlah sedikit review mengenai Masjid Agung Semarang Jawa Tengah, semoga dapat menambah wawasan anda dan juga amal ibadah bagi kami, demikian terimakasih
Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang.

Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul sejak tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.

Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang menjadi momentum sejarah yang penting bagi masyarakat muslim Semarang. Momentum kembalinya banda wakaf tersebut menjadi titik klimaks perjuangan masyarakat muslim semarang dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya telah muncul seajk tahun 1980.Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang tersebut inilah yang menjadi latar belakang sejarah pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.

Pada tanggal 6 juni 2001 Gubernur Jawa Tengah membentuk Tim Koordinasi Pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah yang terdiri atas unsur Pemerintahan Propinsi, Majelis Ulama Indonesia, Masjid Besar Kauman Semarang, Departemen Agama, Departemen Pekerjaan Umum, Organisasi Kemasyarakatan Islam, Pemerintah Kota, dan Cendekiawan.

Selain Masjid Kauman, Semarang juga mempunyai masjid agung lainnya, yaitu Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid ini memiliki kaitannya dengan Masjid Kauman. Arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah mengadopsi gaya Masjid agung jawa tengah, Arab, dan Jawa.

Dok: Negeri 1000 Kubah Trans TV Liputan dilakukan sebelum masa Pandemi Covid 19
Masjid Masjid agung jawa tengah Jawa Tengah Informasi umum Letak Semarang, Jawa Tengah, Indonesia Afiliasi agama Islam Situs web www .majt .or .id Deskripsi arsitektur Arsitek Ir. H. Ahmad Fanani Jenis arsitektur Masjid Gaya arsitektur Perpaduan arsitektur Jawa dan Arab Peletakan batu pertama 6 September 2002 Luas 10.000 M 2 Rampung 14 November 2006 Spesifikasi Kapasitas 6.000 ditambah 10.000 jamaah (Kapasitas serambi masjid) Kubah 1 Diameter kubah (luar) 20 meter Menara 4 Menara masjid ditambah 1 Menara terpisah Tinggi menara 62 meter (Menara Masjid), 99 meter (Menara Asmaul Husna) Masjid Agung Jawa Tengah ( bahasa Jawa: ꦩꦱ꧀ꦗꦶꦢ꧀​ꦄꦒꦼꦁ​ꦗꦮꦶ​ꦠꦼꦔꦃ, translit.

Masjid Agêng Jawi Têngah) adalah masjid yang terletak di Semarang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid ini berdiri di masjid agung jawa tengah lahan 10 hektare. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006.

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah. Daftar isi • 1 Sejarah • 2 Arsitektur • 3 Fasilitas • 4 Galeri • 5 Referensi • 6 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Keberadaan bangunan masjid ini tak lepas dari Masjid Besar Kauman Semarang.

Pembangunan MAJT berawal dari kembalinya tanah banda (harta) wakaf milik Masjid Besar Kauman Semarang yang telah sekian lama tak tentu rimbanya. Raibnya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang berawal dari proses tukar guling tanah wakaf Masjid Kauman seluas 119.127 ha yang dikelola oleh BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) bentukan Bidang Urusan Agama Depag Jawa Tengah.

Dengan alasan tanah itu masjid agung jawa tengah produktif, oleh BKM tanah itu di tukar guling dengan tanah seluas 250 ha di Demak lewat PT. Sambirejo. Kemudian berpindah tangan ke PT.

Tensindo milik Tjipto Siswoyo. Hasil perjuangan banyak pihak untuk mengembalikan banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang itu ahirnya berbuah manis setelah melalui perjuangan panjang.

masjid agung jawa tengah

MAJT sendiri dibangun di atas salah satu petak tanah banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang yang telah kembali tersebut. MAJT dengan payungnya yang terkembang Pada tanggal 6 Juni 2001, Gubernur Jawa Tengah membentuk Tim Koordinasi Pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah untuk menangani masalah-masalah baik yang mendasar maupun teknis.

Berkat niat yang luhur dan silaturahmi yang erat, dalam waktu kerja yang amat singkat keputusan-keputusan pokok sudah dapat ditentukan: status tanah, persetujuan pembiayaan dari APBD oleh DPRD Jawa Tengah, serta pemiilhan lahan tapak dan program ruang. Kemudian pembangunan masjid tersebut dimulai pada hari Jumat, 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Said Agil Husen al-Munawar, KH.

MA Sahal Mahfudz dan Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto. Pemasangan tiang pancang pertama tersebut juga dihadiri oleh tujuh duta besar dari negara-negara sahabat, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Mesir, Palestina, dan Abu Dhabi. Dengan demikian mata dan perhatian dunia internasional pun mendukung dibangunnya Masjid Agung Jawa Tengah tersebut.

MAJT diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Masjid dengan luas areal tanah 10 Hektar dan luas bangunan induk untuk salat 7.669 meter persegi secara keseluruhan pembangunan Masjid ini menelan biaya sebesar Rp 198.692.340.000. Meskipun baru diresmikan pada tanggal 14 November 2006, tetapi masjid ini telah difungsikan untuk ibadah jauh sebelum tanggal tersebut. Masjid megah ini telah digunakan ibadah Salat Jumat untuk pertama kalinya pada tanggal 19 Maret 2004 dengan Khatib Drs.

H. M. Chabib Thoha, MA, (Kakanwil Masjid agung jawa tengah Jawa Tengah) Perpaduan dua arsitektural pada atap MAJT Arsitektur [ sunting - sunting sumber ] Masjid Agung Jawa Tengah dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Diarsiteki oleh Ir. H. Ahmad Fanani dari PT. Atelier Enam Jakarta yang memenangkan sayembara desain MAJT tahun 2001. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa namun dibagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter ditiap penjuru atapnya sebagai bentuk bangunan masjid universal Islam lengkap dengan satu menara terpisah dari bangunan masjid setinggi 99 meter.

Gaya Romawi terlihat dari bangunan 25 pilar dipelataran masjid. Pilar-pilar bergaya koloseum Roma di Romawi dihiasi kaligrafi kaligrafi yang indah, menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul, di gerbang ditulis dua kalimat syahadat, pada bidang datar tertulis huruf Arab Melayu “Sucining Guno Gapuraning Gusti“.

Menara dan Pilar di serambi MAJT Masjid Agung Jawa Tengah ini, selain disiapkan sebagai tempat ibadah, juga dipersiapkan sebagai objek wisata religius. Untuk menunjang tujuan tersebut, Masjid Agung ini dilengkapi dengan wisma penginapan dengan kapasitas 23 kamar berbagai kelas, sehingga para peziarah yang ingin bermalam bisa memanfaatkan fasilitas.

Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower yang tingginya 99 meter. Bagian dasar dari menara ini terdapat Studio Radio Dais (Dakwah Islam) dan pemancar TVKU. Sedangkan di lantai 2 dan lantai 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam, dan di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat.

Lantai 19 untuk menara pandang, dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat kota Semarang. Pada awal Ramadhan 1427 H lalu, teropong di masjid ini untuk pertama kalinya digunakan untuk melihat Rukyatul Hilal oleh Tim Rukyah Jawa Tengah dengan menggunakan teropong canggih dari Boscha.

Fasilitas [ sunting - sunting sumber ] Menara Asmaul Husna setinggi 99 meter di area MAJT Di dalam area MAJT terdapat Menara Asma Al-Husna Setinggi 99 Meter terdiri dari: lantai 1 untuk Studio Radio DAIS MAJT dan pemancar TVKU, lantai 2 untuk museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, Lantai 18 rumah makan berputar, lantai 19 Gardu pandang kota Semarang dan lantai 19 Tempat rukyat al-hilal.

Sejak Juni 2017, masjid ini telah memiliki sebuah stasiun televisi yakni MAJT TV yang siarannya bekerjasama dengan TVKU Semarang. [1] Area serambi Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi 6 payung raksasa otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi, Tinggi masing masing payung elektrik adalah 20 meter dengan diameter 14 meter.

Payung elektrik dibuka setiap salat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 200 knot, tetapi jika pengunjung ada yang ingin melihat proses mengembangnya payung tersebut bisa menghubungi pengurus masjid. MAJT memiliki koleksi Al Quran raksasa berukuran 145 x 95 cm². Ditulis tangan oleh Drs. Khyatudin, dari Pondok Pesantren Al-Asyariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo.

Lokasi berada di dalam ruang utama tempat salat. Bedug raksasa berukuran panjang 310 cm, diameter 220 cm. Merupakan replika bedug Pendowo Purworejo. Dibuat oleh para santri pondok pesantren Alfalah, Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, asuhan KH Ahmad Sobri, menggunakan kulit lembu Australia. Tongkat khatib MAJT merupakan tongkat pemberian Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darusalam.

Galeri [ sunting - sunting sumber ] • • ^ "Gandeng TVKU, MAJT-TV Segera Ujicoba Siaran". Suara Merdeka. 8 Januari 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-25. Diakses tanggal 2017-06-29. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Situs web resmi • Situs web resmi MAJT TV • Wisata Semarang - Masjid Agung Jawa Tengah • Foto foto: Masjid Agung Jawa Tengah Semarang • Indotoplist [ pranala nonaktif permanen] • Halaman ini terakhir diubah pada 19 Februari 2022, pukul 14.25.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan masjid agung jawa tengah • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Masjid Agung Jawa Tengah dari ketinggian.

Deskripsi singkat: Meskipun Masjid Agung Jawa Tengah merupakan tempat untuk beribadah umat Islam, namun di sini banyak pula para wisatawan datang. Ornamen dan desain yang unik dari masjid ini adalah salah satu daya tarik dari masjd yang telah diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Masjid Agung Jawa Masjid agung jawa tengah (MAJT) ini berdiri di tanah seluas 10 hektar dan dirancang dengan gaya arsitektur campuran Jawa, Islam dan Romawi. Asitektur Jawa sendiri diterapkan pada bangunan utama masjid dengan menonjolkan atap berbentuk limas. Sedangkan arsitektur Islam ditonjolkan lewat kubah besar dan menara di setiap ujung bangunan.

Lalu gaya Romawi ditonjolkan dengan 25 pilar bergaya koloseum Athena di Romawi yang dihiasi dengan kaligrafi indah menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul. Benar-benar masjid yang unik, ya? Fasilitas: • Menara Asma Al-Husna: Menara ini merupakan menara yang memiliki tinggi 99 meter yang terdiri dari beberapa lantai.

Di dalamnya terdapat Stasiun Radio DAIS MAJT dan pemancar TV, sebuah museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, rumah makan berputar, dan gardu pandang kota Semarang dan untuk melihat hilal. • Payung raksasa berjumlah 6 mirip di Masjid Nabawi setinggi 20 meter dan diameter 14 meter untuk memayungi para jemaah saat acara besar seperti salah Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha. • Koleksi Al-Quran raksasa berukuran 145 x 95 cm² dan bedug raksasa berukuran panjang 310 cm, diameter 220 cm.

• Tongkat khatib MAJT pemberian Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunri Darusalam. Lokasi: Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50613.5/5 - (2 votes) Keberadaan masjid agung di setiap kota menjadi hal yang sudah diketahui secara umum.

Tak terkecuali di Jawa Tengah. Sebuah masjid yang berdiri kokoh dan besar ini dikenal dengan nama Masjid Agung Jawa Tengah. Bukan hanya filosofi setiap desain arsitekturnya yang unik, tetapi ada satu ikon yang membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi. Ikon tersebut adalah payung besar yang serupa dengan yang ada di Masjid Nabawi. Tak hanya menjadi pusat ibadah bagi warga Semarang dan sekitarnya, masjid ini juga menjadi tujuan wisata Jawa Tengah yang banyak disambangi.

Biasanya, yang paling sering mengunjungi adalah rombongan ziarah wisata. Mari mengulik tentang istimewanya masjid ini. Konten • Fasilitas yang Tersedia • Jam Buka dan Aktivitas yang Bisa Dilakukan • Mengagumi Arsitektur Masjid yang Unik • Menyaksikan Payung Masjid yang Mekar • Mengambil Foto dengan Background Masjid • Berkunjung ke Menara Asmaul Husna • Alamat dan Rute Menuju Masjid Agung Jawa Tengah • Harga Tiket Fasilitas yang Tersedia Image by masjid agung jawa tengah Sudah selayaknya fasilitas di Masjid Agung Jawa Tengah ini patut diacungi jempol.

Pasalnya, cukup lengkap dan bisa menunjang aktivitas beribadah atau berwisata untuk pengunjung. Beberapa diantaranya: • Penginapan • Perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah • Auditorium • Ruang Akad Nikah • Pemandu Wisata • Museum Kebudayaan Islam • Kios Cinderamata • Sarana Bekam • Air Mancur • Arena Bermain Anak • Kereta Kelinci Baca Juga: Pantai Sadranan: Menyapa Biota Laut yang Menawan dan Menikmati Aktivitas Snorkeling Jam Buka dan Aktivitas yang Bisa Dilakukan Sebagai rumah ibadah bagi umat Muslim, tentu saja kapan saja boleh dikunjungi.

Terutama untuk alasan beribadah dan kegiatan positif lainnya. Jadi, Masjid Agung ini dibuka selama 24 jam. Image masjid agung jawa tengah @yogaaris.nimatullah Sedangkan aktivitas yang bisa kamu lakukan tidak hanya ibadah saja.

masjid agung jawa tengah

Ada beberapa hal menarik yang tidak boleh terlewat selama ada di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang, Jawa Tengah ini, berikut ulasannya: • Mengagumi Arsitektur Masjid yang Unik Masjid ini merupakan rancangan dari Ir.

H. Ahmad Fanani yang mana bisa dilihat bawha bagian depan masjid bergaya arsitektur Romawi. Lekat sekali dengan gedung populer bernama Colosseum. Sementara itu, pada bagian dinding ada kaligrafi yang indah serta terdapat empat menara yang mengelilinginya. Atap masjidnya sendiri bermotif batik yang merupakan ciri dari kebudayaan Jawa.

• Menyaksikan Payung Masjid yang Mekar Sebagaimana payung yang ada di Masjid Nabawi, di Masjid Agung ini, kamu juga dapat melihatnya. Enam buah payung elektrik yang berukuran raksasa. Payung dibuka hanya pada saat tertentu seperti Maulid Nabi, Idul Fitri, Idul Adha, salat Jumat, dan juga salat gerhana.

Meski begitu, dilihat pula kondisinya apakah angin lebih dari dua ratus knot atau tidak. • Mengambil Foto masjid agung jawa tengah Background Masjid Kamu juga bisa bisa berfoto secara leluasa di sisi masjid mana pun.

Nah, sebagai referensi, ada beberapa spot yang menarik, seperti Alquran raksasa di Masjid Agung Jawa Tengah. Kitab suci ini bisa kamu lihat begitu masuk ke masjid. Penulis dari Alquran raksasa ini adalah Hayatudin yakni lulusan dari UNSIQ (Universitas Sains Alquran).

• Berkunjung ke Menara Asmaul Husna Satu tempat di bagian luar masjid yang tidak boleh kamu lewatkan adalah Menara Asmaul Husna. Tinggi dari menara ini adalah 99 meter dengan 19 lantai. Di lantai dua dan tiga terdapat Museum untuk menelusuri kebudayaan Islam di Tanah Jawa. Baca Juga: Pantai Sundak: Menunggu Mentari Tiba di Pesisir Alamat dan Rute Menuju Masjid Agung Jawa Tengah Sebenarnya tak sulit untuk bisa menemukan masjid yang begitu megah ini.

Namun, bagi yang pertama kali mengunjunginya tentu masih belum tahu lokasi pastinya. Silakan catat baik-baik lokasinya. Ada di Semarang, Masjid Agung Jawa Tengah masuk pada Kecamatan Gayamsari. Tepatnya ada di Jalan Gajah Raya nomor 128. Kode pos Masjid Agung Jawa Tengah adalah 50166. Baca Juga: Inilah Kebun Buah Mangunan Wisata Keluarga Murah & Mengedukasi Selanjutnya, kamu akan lewat Alas Roban, Masjid agung jawa tengah dan Kendal. Jika sudah sampai di Jalan Jenderal Sudirman, Sugiopranoto, dan Pandanaran, kamu akan menemukan lokasi Simpang Lima, silakan menuju Jalan Mayjend Sutoyo, lanjut Jalan R.A Kartini, Jalatundo, Gajah Raya, dan sampailah kamu di Masjid Agung.

Harga Tiket Image by @nanda.dewii Silakan cek harga tiket untuk masuk ke Masjid Agung Jawa Tengah. Lihat daftarnya berikut ini: Keterangan Harga Tiket Tiket Masuk Gratis Menara Asmaul Husna Rp.

7.500,- Siapa bilang masjid tidak bisa menjadi tempat wisata yang menarik? Buktinya, ada banyak fasilitas dan hal asyik yang bisa kamu lakukan di masjid ini. Mulai dari melihat sejarah Islam, menyaksikan kemegahan gedung, hingga naik ke menara setinggi 99 meter. Lebih menarik lagi kalau kamu manfaatkan paket tour jogja dari tripjogja.co.id untuk mengunjungi berbagai tempat seru di Jawa Tengah. Bagikan artikel ini di media sosialmu jika dirasa bermanfaat.

Mana sisi paling menarik Masjid Agung Jawa Tengah yang paling kamu sukai?
Location in Semarang Geographic coordinates 6°59′02″S 110°26′45″E  /  6.983863°S 110.445964°E  / -6.983863; 110.445964 Coordinates: 6°59′02″S 110°26′45″E  /  6.983863°S 110.445964°E  / -6.983863; 110.445964 Masjid agung jawa tengah Architect(s) Ir.

H. Ahmad Fanani Type Mosque Style Mix of Javanese, Arabic, and Greek Date established 2006 Construction cost Rp. 198,692,340,000 [1] (US$ 22,000,000) Specifications Capacity 15,000 Dome(s) 1 Dome dia. (outer) 20 m (66 ft) Minaret(s) 4 Minaret height 62 m (203 ft) Website masjidagungjateng .com /home The Great Mosque of Central Java ( Indonesian: Masjid Agung Jawa Tengah) is a mosque in the city of Semarang, Central Java, Indonesia.

The interior The mosque complex covers 10 hectares (25 acres). There are three central buildings arranged in the shape of a U, with the domed mosque at the centre; all buildings have pitched, tiled roofs, while the central mosque has four minarets. The central roof resembles the roof of a " joglo", the traditional Javanese house, and symbolises the rising steps toward heaven or to gain God's blessing. The long buildings forming the arms of the U house a library and auditorium respectively; [2] the auditorium can hold up to 2,000 people.

[1] In the central courtyard are six large hydraulically operated umbrellas, inspired by the ones at Al-Masjid al-Nabawi in Medina, which are used to protect worshipers; [2] the six umbrellas represent the six tenets of iman.

[3] More than 15,000 worshipers can fit in the 7,669-square-metre (82,550 sq ft) prayer area. [2] [4] At the open end of the U is a series of Arabic-style arches, with Masjid agung jawa tengah calligraphs of 99 attributes of Allah, stood on 25 pillars, each representing one of the named prophets in Islam. [3] Beyond the arches is an inscription on a 3.2-metre (10 ft) tall, 7.8 ton stone from Mount Merapi, designed by Nyoman M.

Alim. [1] [3] Nearby is the 99-metre-tall (325 ft) Asmaul Husna Tower, designed to resemble the minaret of Menara Kudus Mosque in Kudus; the height represents the 99 attributes of Allah. [5] Used for calling Muslims to prayer, the tower also houses a radio station for da'wah and museum at its base and restaurant and observation deck near its summit.

[2] [5] The upper levels are accessible by lift.

masjid agung jawa tengah

{INSERTKEYS} [6] On premises there is also a 23-room hotel. [5] History [ edit ] Preparations for the mosque's construction began on 6 June 2001, when the governor of Central Java formed the Coordination Team for the Construction of the Great Mosque ( Tim Koordinasi Pembangunan Masjid Agung) which consisted of state bodies such as the provincial and city governments as well as private bodies such as the Indonesian Ulema Council (MUI).

Of the waqf land once under the purview of the Kauman Mosque of Semarang, only the site at Jl. Gajah was deemed large enough. In September 2001 the team published a proposed construction schedule. [4] Funding came from the provincial government. [3] Construction began on 6 September 2002, when minister of religion Said Agil Husin al-Munawar, head of MUI Sahal Mahfudz, and governor of Central Java Mardiyanto laid the first stake.

While the mosque was still under construction, Chabib Thoha led Friday prayers on 19 March 2004. [4] The mosque was dedicated on 14 November 2006 by President Susilo Bambang Yudhoyono and his wife. [1] [2] The mosque is also a tourist attraction, with buses and trams available to transport visitors around the grounds. {/INSERTKEYS}

masjid agung jawa tengah

{INSERTKEYS} [2] References [ edit ] Footnotes • Gower, Simon Marcus (31 July 2009). "The marvels of a modern mosque". The Jakarta Post. Archived from the original on 12 February 2012 . Retrieved 12 February 2012. • Herusansono, Winarto (1 October 2008). "Resto Berputar, Restoran Tertinggi di Indonesia" [Rotating Restaurant, the Highest Restaurant in Indonesia]. Kompas (in Indonesian). Archived from the original on 12 February 2012 . Retrieved 12 February 2012. • "Masjid Agung Jateng Telah Mendunia" [The Great Mosque of Central Java is Known Throughout the World].

Antara (in Indonesian). 22 August 2007. Archived from the original on 12 February 2012 . Retrieved 12 February 2012. • Meinita, Hanna (17 October 2011). "Payung Otomatis Masjid Agung Jateng Seperti di Masjid Nabawi" [Automatic Umbrellas at the Great Mosque of Semarang are Like Those at Masjid Nabawi]. okezone.com (in Indonesian). MNC Group.

Archived from the original on 12 February 2012 . Retrieved 12 February 2012. • "Presiden Resmikan Masjid Agung Jateng" [President Opens the Great Mosque of Central Java] (in Indonesian). Office of the President of Indonesia. 14 November 2006. Archived from the original on 12 February 2012 . Retrieved 12 February 2012. • "Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah" [History of the Great Mosque of Central Java] (in Indonesian).

Grand Mosque of Central Java. Archived from the original on 12 February 2012 . Retrieved 12 February 2012. External links [ edit ] Wikimedia Commons has media related to Great Mosque of Central Java. • Official website Edit links • This page was last edited on 2 August 2021, at 16:51 (UTC). • Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License 3.0 ; additional terms may apply.

By using this site, you agree to the Terms of Use and Privacy Policy. Wikipedia® is a registered trademark of the Wikimedia Foundation, Inc., a non-profit organization. • Privacy policy • About Wikipedia • Disclaimers • Contact Wikipedia • Mobile view • Developers • Statistics • Cookie statement • •{/INSERTKEYS}

🔵 MUADZIN MASJID AGUNG JAWA TENGAH 🔵 PART II




2022 www.videocon.com