Rukun pernikahan

rukun pernikahan

Menikah, suatu ibadah yang tertera di al-Quran merupakan bersatunya dua insan antara satu laki-laki dan satu perempuan dalam janji suci. Karena menikah bukanlah hal yang mudah, di mana kamu memulai kehidupanmu yang baru bersamanya sampai maut memisahkan. Dalam pernikahan terdapat rukun dan syarat sah nikah, hal ini yang harus ada.

rukun pernikahan

Apabila salah satunya nggak ada, maka pernikahan dianggap nggak sah di mata agama. Bagimu yang berencana untuk membangun bahtera rumah tangga bersama pasangan, berikut adalah rukun dan syarat sah nikah dalam agama Islam. bridestory.com/ Speculo Weddings Sejatinya pernikahan dimulai pada saat akad nikah dilaksanakan. Bagaimana bisa akan akan berlangsung jika mempelai laki-lakinya nggak ada. Akad juga nggak bisa diwakilkan karena pada saat berlangsungnya akad juga merupakan proses penyerahan tanggung jawab wali mempelai perempuan ke mempelai laki-laki.

bridestory.com/ Speculo Weddings Pada syariat Islam, disebutkan juga sahnya pernikahan saat ada mempelai perempuan yang halal untuk dinikahi.

Seorang laki-laki dilarang untuk memperistri perempuan yang haram untuk dinikahi. Haram untuk dinikahi di antaranya, pertalian darah, hubungan persusuan, atau hubungan kemertuaan. bridestory.com/ Speculo Weddings Selain ada mempelai laki-laki dan perempuan, juga diperlukan wali nikah. Wali merupakan orangtua mempelai perempuan baik ayah, kakek, ataupun saudara dari garis keturunan ayah. Jika diurutkan yang berhak menjadi wali di antaranya ayah, kakek dari pihak ayah, saudara laki-laki kandung (kakak atau adik), saudara laki-laki seayah, saudara kandung ayah (pakde atau om), anak laki-laki rukun pernikahan saudara kandung ayah.

bridestory.com/ Speculo Weddings Dibutuhkan dua saksi nikah laki-laki yang mempunyai enam persyaratan, yaitu Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil. Dua orang saksi ini dapat diwakilkan oleh pihak keluarga, tetangga ataupun orang yang dapat dipercaya untuk menjadi seorang saksi. Jika nggak ada saksi maka pernikahan tersebut nggak sah di mata hukum dan agama. bridestory.com/ Fotologue Photo Ijab dan qabul dimaknai sebagai janji suci kepada Allah SWT di hadapan penghulu, wali dan saksi.

Saat kalimat “saya terima nikahnya”, maka dalam waktu bersamaan dua mempelai laki-laki dan perempuan sah untuk menjadi sepasang suami istri. Pada rukun nikah ini harus dipenuhi semuanya dan nggak bisa ditawar lagi. bridestory.com/ Antijitters Photo Pernikahan merupakan bersatunya sepasang laki-laki dan perempuan yang nggak mempunyai ikatan darah. Diharamkan bagi pernikahan jika mempelai perempuan merupakan mahrom mempelai laki-laki dari pihak ayah. Oleh karena itu mengecek riwayat keluarga juga diperlukan sebelum terjadinya pernikahan.

bridestory.com/ Yourmate Penentuan wali juga penting rukun pernikahan dilakukan sebelum menikah. Bagi seorang laki-laki, mengetahui asal usul seorang perempuan juga diperlukan. Apabila ayah dari mempelai perempuan sudah meninggal bisa diwakilkan oleh kakeknya. Pada syariat Islam, terdapat wali hakim yang bisa menjadi wali dalam sebuah pernikahan. Walaupun diperkenankan, penggunaan wali hakim ini juga nggak sembarangan.

Karena ada seorang ayah yang nggak diperkenankan menjadi wali anaknya sendiri. Tetapi ada pula meskipun nggak serumah tetapi seorang ayah berhak menjadi seorang wali bagi mempelai perempuan. bridestory.com/ Yourmate Ibadah haji merupakan ibadah yang segala sesuatunya dilipat gandakan. Akan tetapi saat seseorang melakukan ibadah haji nggak diperkenankan untuk melakukan pernikahan. Seperti yang tertera dalam hadist berikut: لاَ يُنْكِحُ الْـمُحْرِمُ وَلاَ يُنْكَحُ وَلاَ يَخْطُبُ “Seorang yang sedang berihram tidak boleh menikahkan, tidak boleh dinikahkan, dan tidak boleh mengkhitbah.” (HR.

Muslim no. 3432) bridestory.com/ Yourmate Saat pernikahan terjadi, nggak ada paksaan dari pihak manapun. Oleh karena itu pernikahan harus didasarkan pada inisiatif dan keikhlasan kedua mempelai untuk hidup bersama.

Jika dahulu pernikahan terjadi karena dorongan pihak perempuan, sekarang pernikahan merupakan pilihan dari kedua mempelai untuk memulai hidup bersama. Itu tadi rukun dan syarat sah menikah bagi yang beragama Islam. Semoga bisa menjadi panduan dan pengetahuan sebelum merencanakan pernikahan ya, Bela. Baca Juga: 5 Harga Sewa Gedung Pernikahan di Jakarta Utara Tahun 2019 Baca Juga: 10 Cara Membangun Kepercayaan dalam Pernikahan Baca Juga: Ketahui Bedanya, Ini 7 Jenis Upacara Pernikahan yang Biasa Dilakukan Jakarta - Berencana menikah dalam waktu dekat?

Bagi kamu yang Muslim, wajib paham rukun nikah dan syarat sah menikah dalam Islam sebelum ijab-qabul. Pernikahan merupakan momen sakral. Oleh sebab itu, penting memahami rukun nikah dan syarat sah menikah dalam Islam. Mengutip buku rukun pernikahan 'Menyingkap Hakikat Perkawinan: Al-Ghazali' karya Ahmad Bagir, ada beberapa rukun nikah dan syarat sah menikah dalam Islam yang patut diketahui sebelum mengikat janji suci pernikahan.

Apa kamu sudah mengerti adab, rukun nikah, dan syarat sah menikah dalam Islam? Rukun dan syarat sah nikah dalam Islam. Foto: Dok. H. Abdul Azis Kamaluddin, MA. Rukun Nikah 1: Ada Wali Nikah Rukun dan syarat sah nikah dalam Islam pertama adalah calon istri harus memiliki wali nikah.

Jika tidak ada wali yang sah maka telah mendapatkan izin dari penguasa negeri. Rukun Nikah 2: Keikhlasan Wanita Sebuah pernikahan harus ada keikhlasan dari wanita.

Hal ini berlaku buat wanita yang telah cukup umur (baligh) apalagi walinya bukan ayah kandung atau keluarga sendiri.

Rukun Nikah 3: Ada Dua Orang Saksi Laki-laki Pernikahan harus dihadiri dua orang saksi laki-laki yang dikenal sebagai orang baik. Rukun dan syarat sah nikah dalam Islam. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanang Sholahudin Rukun Nikah 4: Ijab Qabul Tidak Boleh Terputus Saat pernikahan, pengucapan lafal ijab dan qabul harus bersambungan (tak terputus ucapan keduanya karena perkataan lain yang tidak ada hubungan dengannya). Rukun Nikah 5: Ijab Qabul Diucapkan 2 Laki-laki Dewasa Lafal ijab dan qabul harus diucapkan oleh dua orang laki-laki dewasa, calon suami serta wali dari pihak wanita atau wakil keduanya.

MOST POPULAR • 7 Foto Elin, Pengamen Badut Cilik yang Kecantikannya Viral • Gaya Seksi Kristen Stewart Ekspos Paha Pakai Rok Transparan di Show Chanel • Berlian Biru Langka Terjual Hampir Rp 1 Triliun Setelah 'Perang' 8 Menit • Begini Nasib Penyiar Radio yang nge-Prank Orang Sampai Bunuh Diri • Pura-pura Kondangan, Pria Ini Curi Kotak Angpau Isi Uang Puluhan Juta • Viral Rukun pernikahan Tahan Sakit, Demi Lepas Cincin yang Nyangkut di Alat Kelamin • Serba-serbi Diet IU Korea, Turun 4 Kg Dalam 4 Hari Tapi Tidak Sehat • Hari Ibu, Priyanka Chopra dan Nick Jonas Unggah Foto Perdana Bersama Anak • 10 Foto Transformasi Artis Sebelum dan Setelah Photoshop, Madonna Bikin Kaget • Viral Kisah Sedih Anak Bupati Istrinya Meninggal Dunia Usai Melahirkan
Jakarta - Menikah bukan asal mempersatukan dua insan.

Namun ada syarat agar nikah itu menjadi sah di mata agama. Bagi yang mau menikah, harus benar-benar memperhatikan syarat sah nikah dan rukunnya berikut ini.

Sebab kalau salah satu tidak ada, tidak sah menikahnya di mata agama. Hukum rukun pernikahan adalah sunah karena nikah sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Hukum asal nikah adalah sunah bagi seseorang yang memang sudah mampu untuk melaksanakannya sebagaimana hadits Nabi riwayat Al-Bukhari nomor 4779 berikut ini: يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج، ومن لم يستطع فعليه بالصوم، فإنه له وجاءٌ Artinya, "Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah.

Sungguh menikah itu lebih menenteramkan mata dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa rukun pernikahan menjadi tameng baginya." Baca juga: Puluhan Pasutri di Indonesia Cerai karena Suami/istri Ternyata Homoseks Berikut Rukun Menikah: 1.

Mempelai laki-laki Syarat sah menikah adalah ada mempelai laki-laki. Pernikahan dimulai pada saat akad nikah. 2. Mempelai Perempuan Sahnya menikah kedua yakni ada mempelai perempuan yang halal untuk dinikahi. Dilarang untuk memperistri perempuan yang haram untuk dinikahi seperti pertalian darah, hubungan persusuan, atau hubungan kemertuaan.

3. Wali Nikah Perempuan Syarat sah menikah berikutnya adanya wali nikah. Wali merupakan orangtua mempelai perempuan yakni ayah, kakek, saudara laki-laki kandung (kakak atau adik), saudara laki-laki seayah, saudara kandung ayah (pakde atau om), anak laki-laki dari saudara kandung ayah. 4. Saksi Nikah Menikah sah bila ada saksi nikah.

Tidak sah menikah seseorang bila tidak ada saksi. Syarat menjadi saksi nikah yakni Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil. Dua orang rukun pernikahan ini diwakilkan oleh pihak keluarga, tetangga, ataupun orang yang dapat dipercaya untuk menjadi seorang saksi.

5.

rukun pernikahan

Ijab dan Qabul Terakhir, syarat sah nikah yakni ijab dan qabul. Ijab dan qabul adalah janji suci kepada Allah SWT di hadapan penghulu, wali, dan saksi. Saat kalimat "Saya terima nikahnya", maka dalam waktu bersamaan dua mempelai laki-laki dan perempuan sah untuk menjadi sepasang suami istri. Wali di sini ialah orang tua mempelai wanita baik ayah, kakek maupun pamannya dari pihak ayah ( ‘amm), dan pihak-pihak lainnya.

Secara berurutan, yang berhak menjadi wali adalah ayah, lalu kakek dari pihak ayah, saudara lelaki kandung (kakak ataupun adik), saudara lelaki seayah, paman (saudara lelaki ayah), anak lelaki paman dari jalur ayah.
Perkahwinan di dalam pandangan Islam bukan hanya semata-mata sebagai penyatuan dua jiwa dan soal cinta, tetapi ia merupakan ibadah dan kepentingan untuk memikul tanggungjawab di antara suami dan isteri.

Sumber: @nanihennasp Buat mereka yang sedang merancang untuk rukun pernikahan rumahtangga dalam masa terdekat atau sebaliknya, adalah penting untuk mempersiapkan diri rukun pernikahan ilmu agama dan bukannya hanya tertumpu kepada persediaan majlis sahaja. Ini sesuai dengan firman Allah swt di dalam Surah An-Nisa, ayat 1: Sumber: Quran.com Antara perkara yang wajib diketahui oleh bakal pengantin sama ada lelaki atau perempuan ialah rukun dan syarat sah nikah.

Ini penting kerana tanpa memenuhi salah satu rukun atau syarat sah nikah, sesuatu pernikahan itu boleh dianggap sebagai tidak sah. Jadi, mari kita lihat apakah antara perkara dan isi penting di dalam aspek rukun dan syarat sah nikah ini menurut pandangan Islam. Apa Itu Rukun Nikah? Pertama sekali kita perlu mengetahui bahawa terdapat perbezaan di antara rukun nikah dan syarat sah nikah tetapi keduanya wajib disempurnakan bagi tujuan sah sesuatu pernikahan tersebut.

Pada asasnya, rukun pernikahan yang telah dipersetujui oleh jumhur ulama’, Rukun Nikah ada 5 Perkara, iaitu: • Pengantin Lelaki (suami) • Pengantin Perempuan (isteri) • Wali • Dua orang saksi • Ijab dan Kabul Setiap perkara yang terdapat pada rukun nikah rukun pernikahan yang dinyatakan di atas, haruslah memenuhi beberapa syarat yang telah ditetapkan.

Di sinilah, syarat sah nikah diaplikasi dan digunapakai. Baca: 9 Prosedur Borang Nikah Untuk Daftar Berkahwin Oleh itu, penting di sini untuk syarat sah setiap rukun nikah tersebut diperjelaskan dengan lebih terperinci.

rukun pernikahan

1. Syarat-Syarat Sah Nikah Pengantin Lelaki (Suami) Di dalam konteks ini, seorang lelaki itu boleh dijadikan calon suami apabila dia telah memenuhi syarat-syarat seperti yang telah digariskan di bawah, iaitu: • Beragama Islam • Nyata calon itu ialah lelaki • Bukan mahram dengan calon isteri • Lelaki yang diketahui dan tertentu • Berkahwin atas kerelaan sendiri dan tidak terpaksa • Mengenali wali yang sah di dalam rukun pernikahan tersebut • Mengetahui bahawa calon isteri itu halal untuk dinikahi • Tak mempunyai 4 orang isteri yang sah dalam suatu masa • Bukan di dalam ihram umrah atau haji 2.

Syarat-Syarat Sah Nikah Pengantin Perempuan (Isteri) Wanita juga harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini untuk sah dijadikan isteri di dalam sesebuah perkahwinan, iaitu : • Beragama Islam • Nyata calon itu ialah perempuan dan bukan khunsa • Wanita yang halal dikahwini oleh lelaki tersebut iaitu bukan muhrim • Perempuan yang tertentu • Rukun pernikahan atas kerelaan sendiri dan bukan rukun pernikahan • Bukan dalam keadaan iddah’ • Jelas statusnya sebagai perempuan yang tidak bersuami • Bukan dalam keadaan ihram Haji atau Umrah 3.

Syarat Sah Wali Islam mewajibkan kepada setiap wanita itu seorang wali yang sah untuk menikahkannya sebagai suatu tanda kemuliaan maruah diri dan demi kepentingan masa depannya.

Wali memainkan peranan yang cukup penting di dalam kehidupan seseorang wanita kerana menjadi wali merupakan suatu amanah dan tanggungjawab untuk memastikan wanita yang berada di bawah jagaannya terpelihara bukan hanya dari segi perkahwinan, tetapi juga dalam soal pemberian nafkah dan nasab umpamanya.

Oleh itu, jelaslah kepada kita bahawa wali bukan hanya boleh dipilih secara membuta tuli, tetapi Islam telah menggariskan panduan yang ketat bagi syarat sah wali, iaitu: • Beragama Islam • Seorang Lelaki • Baligh & Berakal • Waras rukun pernikahan Adil & Tidak Fasiq Ketika Aqad • Tidak Dalam Ihram • Bukan Seorang Safih (atau orang yang dicabut wilayahnya ke atas hartanya sebab mubazzir dan boros) • Merdeka & Bukan Hamba.

Rukun pernikahan begitu, isu wali ini merupakan rukun pernikahan isu yang seringkali menjadi kekeliruan dalam kalangan bakal pengantin terutamanya pengantin perempuan yang mempunyai masalah daripada segi kesahihan wali. Tuntutan Susunan Wali Secara asasnya, bapa merupakan wali yang paling utama di dalam sesebuah pernikahan tersebut.

Namun, sekiranya terdapat permasalahan tentang peranan bapa sebagai wali yang sah, jangan bimbang, Islam telah menyenaraikan tuntutan susunan wali bagi bakal pengantin perempuan untuk mempermudahkan lagi segala urusan.

Tetapi, jika masih terdapat sebarang ketidakpastian di hal ini, seelok-eloknya perkara ini dirujuk terlebih dahulu kepada mana-mana pejabat agama bagi mengelakkan sebarang permasalahan berlaku ketika akad nikah berlangsung ataupun apa yang lebih membimbangkan adalah pernikahan yang dijalankan menjadi tidak sah.

4. Dua Orang Saksi Peranan saksi juga amat penting di dalam sesebuah pernikahan yang bakal dilangsungkan. Ini kerana, saksi merupakan mereka yang bertanggungjawab menjamin kesahihan sesuatu ijab dan kabul selain daripada berperanan untuk memberikan penjelasan sekiranya pertelingkahan atau permasalahan berlaku di dalam sesebuah rumahtangga di kemudian hari.

Syarat-Syarat Sah Saksi Seterusnya, kehadiran saksi yang sah juga dapat mengelakkan sebarang fitnah terhadap sesebuah perkahwinan yang dibina. Oleh itu, hanya sebahagian daripada mereka yang layak sahaja yang dibenarkan untuk menjadi saksi menurut Islam, iaitu : • Beragama Islam • Lelaki • Baligh • Berakal • Merdeka • Sekurang-kurangnya dua orang • Tahu dan faham kandungan lafaz ijab dan qabul • Tidak buta, bisu atau pekak • Adil (Tidak melakukan dosa besar dan tidak berterusan melakukan dosa-dosa kecil) • Bukan tertentu yang menjadi wali 5.

Lafaz Ijab Ijab merupakan ayat yang dilafazkan oleh wali yang sah sebagai tanda keizinan untuk menikahi seseorang wanita yang berada di bawah tanggungjawabnya kepada rukun pernikahan lelaki. Ini disertakan dengan lafaz, contohnya seperti: Contoh Lafaz Ijab “(Sebut nama penuh pengantin lelaki) Aku nikahkan engkau dengan anak perempuanku (Sebut nama penuh pengantin perempuan) dengan mas kahwinnya sebanyak (nyatakan mas kahwin yang telah dipersetujui) tunai”.

Syarat-Syarat Sah Ijab Perlu diingatkan juga bahawa lafaz ijab ini hanya sah diterima sekiranya memenuhi syarat-syarat sah Ijab iaitu: • Pernikahan dijalankan dengan menggunakan perkataan nikah atau perkataan yang mempunyai maksud yang sama secara tepat dan jelas.

• Tiada tempoh tertentu untuk diikat (contoh rukun pernikahan kontrak/mutaah) • Tidak secara rukun pernikahan • Tidak dibenarkan menggunakan kiasan atau sindiran • Nikah dilafazkan oleh wali atau wakilnya 6. Lafaz Kabul Apabila lafaz ijab telah disebut dan memenuhi syarat sah seperti yang telah dinyatakan, maka lafaz Kabul oleh pengantin lelaki haruslah dijalankan segera, seperti: “Aku terima nikahnya (sebut nama penuh pengantin perempuan) dengan mas kahwinnya sebanyak yang tersebut” Syarat-Syarat Lafaz Kabul Lafaz Kabul juga perlu memenuhi beberapa syarat tertentu sebelum sesebuah pernikahan itu disahkan, iaitu: Demikianlah penjelasan rukun nikah dan syarat sah nikah seperti yang telah digariskan dalam Islam.

Suka juga untuk dibahaskan secara ringkas di sini tentang beberapa perkara penting di dalam sesebuah perkahwinan iaitu alam pertunangan dan tujuan pernikahan menurut Islam.

Melalui fasa ke arah sesebuah perkahwinan itu bukanlah sesuatu yang mudah, begitu banyak persiapan yang perlu dilakukan dalam masa yang singkat. Pada masa kini, permodenan zaman telah banyak merubah perspektif masyarakat terhadap nilai perkahwinan itu sendiri. Haruslah diingatkan kepada bakal pengantin di luar sana untuk tidak terus lalai di dalam mempersiapkan diri dengan ilmu-ilmu rumahtangga terutamanya dari segi agama. Islam mengangkat sesebuah pernikahan itu sebagai suatu ikatan yang cukup mulia malahan menjadi antara jalan termudah mencapai syurga buat lelaki dan perempuan sekiranya memenuhi tujuan pernikahan seperti yang dituntut.

Tujuan Utama Bernikah Terdapat 3 tujuan utama yang di dalam pernikahan yang perlu dititikberatkan sebelum kita melangkah ke arah gerbang perkahwinan. 1. Berkahwin untuk ibadah.

Ini kerana Allah swt menjanjikan ganjaran pahala yang berganda untuk setiap perkara baik yang dilakukan sebagai suami dan isteri. Tentunya juga lebih seronok kalau setiap ibadah dan tanggungjawab duniawi ataupun sebaliknya yang dahulu dilakukan bersendirian, tetapi kini mempunyai teman untuk bersama-sama melaksanakannya.

2. Berkahwin untuk memenuhi fitrah manusia. Perkahwinan bagi mereka yang cukup berkemampuan amatlah digalakkan kerana ia dapat mengelakkan seseorang itu daripada terjerumus melakukan maksiat. Tambahan pula, sememangnya naluri dan fitrah seseorang manusia itu untuk hidup di dalam keadaan berkasih sayang. 3. Berkahwin untuk memelihara martabat manusia Perkahwinan melahirkan keturunan masyarakat yang terpelihara nasabnya dan ini penting bagi menjamin keharmonian di dalam kehidupan.

Selain itu, hubungan silaturrahim juga dapat dieratkan lagi sesama ahli keluarga dan kenalan kedua-dua pengantin. Adab Bertunang Mengikut Islam Akhir sekali, bila menyentuh hal perkahwinan ini memang kita tidak dapat mengelak daripada membicarakan soal pertunangan. Orang melayu khususnya amat menitikberatkan fasa pertunangan ini dan majlis pertunangan sering disambut dalam keadaan meriah.

Bagaimana pula pendirian Islam di dalam soal ini? Secara ringkasnya, fasa pertunangan penting sebagai langkah awal buat pasangan mengenali secara peribadi bukan hanya antara satu sama lain tetapi juga keluarga yang berkenaan. Justeru, Islam meletakkan juga beberapa panduan ringkas tentang adab bertunang, terutamanya daripada rukun pernikahan 1.

rukun pernikahan

Adab Pergaulan Fasa pertunangan bukanlah tiket bagi rukun pernikahan bakal pengantin untuk tidak membataskan pergaulan mereka. Batasnya tetap harus diutamakan di dalam setiap perbincangan atau perjumpaan yang ingin diadakan.

2. Hadiah Pertunangan Islam tidak meletakkan cincin sebagai pemberian wajib ketika bertunang. Namun, ianya sudah menjadi adat di dalam kalangan masyarakat melayu untuk berbuat demikian. Apa yang penting ialah, hadiah yang diberikan pihak lelaki kepada perempuan merupakan simbolik tanda rukun pernikahan mereka telah dimiliki. 3. Tempoh Pertunangan Fasa pertunangan itu besar dugaannya. Jadi sebaiknya pertunangan yang diikat itu tidak perlulah terlalu lama bagi mengelakkan sebarang fitnah atau permasalahan daripada berlaku.

Hebahan tunang juga tidak digalakkan di dalam Islam bagi memelihara kehormatan diri kedua-dua bakal pengantin serta ahli keluarganya. Oleh itu, majlis pertunangan besar-besaran seperti yang kita lihat pada hari ini, tidak digalakkan tetapi juga tidak dilarang sekiranya berkemampuan dan tidak membazir.

Begitulah sedikit sebanyak perkongsian tentang rukun nikah dan syarat sah nikah serta isu berkaitan dengannya yang dapat dibincangkan pada kali ini. Jangan bimbang sekiranya anda masih kurang jelas tentang isu ini kerana segala rujukan buat sebarang permasalahan berkaitan perkahwinan boleh diadukan kepada mana-mana pejabat agama yang bertauliah.

Baca: 16 Soalan Akad Nikah Yang Selalu Di Tanya Tok Kadi Apa yang penting ialah persediaan lebih awal daripada segala aspek perlulah dilakukan terlebih dahulu supaya sebarang masalah dapat diatasi sebelum majlis berlangsung.

Semoga berjaya dan selamat pengantin baru buat bakal-bakal pengantin di luar sana!

rukun pernikahan

Terkini • 11 Dewan Kahwin Gombak Yang Menarik - Venue Terbaik Untuk Hari Istimewa • 16 Butik Pengantin Kuala Terengganu - Koleksi Baju & Pelamin Menarik • 10 Butik Pengantin Klang Yang Menarik Untuk Hari Istimewa Anda • 5 Hiasan Bilik Pengantin Yang Romantik - Inspirasi rukun pernikahan Tips Rekaan • 15 Bunga Tangan Pengantin Yang Menarik & Istimewa
Pernikahan adalah salah satu syariat yang dianjurkan untuk dilaksanakan bagi umat islam.

Tujuan pernikahan dalam islam adalah untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah serta diberkahi oleh Allah SWT. Dalam pernikahan terdapat syarat-syarat akad nikah dan rukun-rukun yang mesti dipenuhi.

Beriku penjelasan mengenai rukun dalam pernikahan dan syarat-syaratnya. Pernikahan dalam islam juga menyangkut adanya mahram (baca pengertian mahram dan muhrim dalam islam) dan wanita yang haram dinikahi. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini mengenai rukun nikah dalam islam : Rukun Nikah Rukun adalah sesuatu yang harus ada dalam suatu ibadah dan hal tersebut menentukan sah atau tidaknya suatu ibadah namun sesuatu itu termasuk dalam rangkaian pekerjaan tersebut.

Rukun nikah adalah hal-hal yang harus ada atau harus dipenuhi keberadaannya dalam islam dan disebutkan dalam fiqih pernikahan. Adapun rukun nikah berdasarkan ulama terdiri dari empat perkara yakni : 1. Adanya calon suami dan istri yang akan melakukan pernikahan. Adapun rukun pernikahan yang harus dipenuhi oleh kedua mempelai adalah: • Laki-laki dan perempuan yang akan menikah beraga islam • Memiliki Identitas yang jelas dan tidak kabur, hal ini juga dimaksudkan agar pernikahan dapat dicatat oleh petugas pernikahan.

Sebelum menikah pasangan boleh melakukan proses rukun pernikahan dan khitbah atau tunangan. (baca tunangan dalam islam dan ta’aruf menurut islam) • Kedua belah pihak mempelai baik pria maupun wanita telah setuju untuk menikah dan juga setuju dengan pihak yang mengawininya termasuk wali dari mempelai perempuan.

Sedangkan dalam Kompilasi Rukun pernikahan Islam ditegaskan mengenai persyaratan persetujuan kedua mempelai pada pasal 16, yaitu: • Perkawinan didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.

• Pihak wanita harus menyetujui pernikahan dengan jelas dengan mengucapkannya dengan lisan maupun tulisan. • Antara kedua belah pihak tidak ada hal-hal yang terlarang untuk melangsungkan pernikahan atau tidak ada konflik dalam keluarga. • Kedua belah mempelai telah dewasa dan mencapai usia minimum pernikahan 2.

Adanya wali dari pihak calon mempelai wanita. Pernikahan hanya dianggap sah apabila ada seorang wali atau wakilnya yang akan menikahkannya (baca urutan wali nikah) dan nikah tanpa wali hukumnya batal, sesuai dengan sabda Nabi saw Perempuan mana saja yang menikah tanpa seizin walinya maka pernikahannya batal. Jika suaminya telah menggaulinya, maka maskawinnya adalah untuknya (wanita) terhadap apa yang diperoleh darinya.

Apabila mereka bertengkar, maka penguasa menjadi wali bagi mereka yang tidak mempunyai wali. (HR. Ahmad). Adapun syarat-syarat wali nikah yang harus dipenuhi antara lain sebagai berikut : • Werdeka dan bukan budak atau hamba sahaya • Berjebis kelamin lelaki dan bukan perempuan sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis namun ada yang menyebutkan bahwa wanita yang telah dewasa dan berakal boleh menjadi wali bagi dirinya sendiri.

• Baligh serta dan berakal sehat.artinya wali haruslah sudah dewasa dan memiliki akal yang sehat atau tidak gila. • Tidak sedang melakukan ihram ibadah haji maupun umrah. Hal ini sesuai hadis Rasulullah SAW “Orang yang sedang ihram tidak boleh menikahkan seseorang dan tidak boleh pula dinikahkan oleh seseorang”.

• Adil, dalam hal ini adil wali harus memiliki sifat yang baik sebagaimana disebutkan dalam hadits “Tidak sah nikah kecuali bila ada wali dan dua orang saksi yang adil” • Memiliki pikiran yang sehat dan tidak pikun. Oleh sebab itu seseorang tidaklah sah menjadi wali apabila rukun pernikahan memiliki gangguan dengan pikirannya misalnya pikun karena usia.

• Islam, seorang wali nikah haruslah beragama islam dan hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 28: Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin.

barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan Rukun pernikahan kepada Allah kembali (mu). (QS.

rukun pernikahan

Ali Imran: 28). 3. Rukun pernikahan dua orang saksi Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama menyangkut kedudukan saksi dalam pernikahan, apakah termasuk rukun ataukah termasuk syarat dalam pernikahan. Menurut pendapat ulama Syafi’iyah dan Hanabilah saksi dalam pernikahan adalah termasuk rukun dari pernikahan.

Sementara menurut ulama Hanafiyah dan Zahiriyah, saksi merupakan salah satu dari dari syarat-syarat pernikahan yang harus atau mutlak ada. Tentang keharusan adanya saksi dalam akad pernikahan rukun pernikahan sesuai firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al Talaq ayat 2: Apabila mereka Telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu Karena Allah.

Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Al Talaq: 2). Adapun syarat menjadi saksi dalam pernikahan adalah sebagai berikut : • Berjumlah minimal dua orang sesuai dengan pendapat ulama namun Ulama hanafiyah berpendapat bahwa saksi itu boleh terdiri dari satu orang laki-laki dan dua orang perempuan.

• Saksi haruslah orang merdeka dan bukan budak atau hamba sahaya • Bersifat adil dalam arti saksi dikenal sebagai orang baik dan tidak pernah melakukan kejahatan besar • Beragama islam, orang nonmuslim tidak diperkenankan menjadi saksi • Bisa mendengar dan melihat. Hal ini diharuskan karena saksi adalah orang yang nantinya akan menyaksikan dan mendengarkan prosesi ijab kabul dalam pernikahan. • Berjenis kelamin laki-laki, namun ulama Hanafiyah berpendapat bahwa saksi itu boleh terdiri dari perempuan asalkan harus disertai juga oleh saksi laki-laki.

4. Ijab Kabul Rukun nikah yang selanjutnya adalah ucapan sighat akad nikah atau ijab dan kabul yang rukun pernikahan oleh wali pihak mempelai perempuan dan dijawab oleh calon mempelai laki-laki.

Akad nikah atau ucapan nikah tersebut haruslah diucapkan oleh wali nikah kemudian dijawab oleh mempelai pria .Ijab kabul juga harus dilaksanakan dalam bahasa yang dimengerti oleh kedua belah pihak. Demikian rukun-rukun nikah yang harus dipenuhi, agar pernikahan atau ibadah yang dilaksanakan sah hukumnya di mata hukum dan agama.

Pernikahan yang dilaksanakan hendaknya selalu berpegang pada kaidah agama dan dilaksanakan untuk menghindari perbuatan yang haram seperi zina (baca zina dalam islam) maupun pernikahan sedarah.3 menit “Ketika seorang menikah, maka ia telah menyempurnakan setengah agamanya,” begitu keterangan berdasarkan hadis.

Atas dasar ini, proses pernikaha tidak boleh asal-asalan, tapi harus sesuai dengan rukun nikah dan memenuhi persyaratan sebagaimana Islam telah mengajarkan. Al-Qur’an pun menyebutkan bahwa pernikahan merupakan sebuah ibadah di mana dua insan bersatu dalam ikatan janji suci. Menikah bukanlah perkara mudah, karena sejatinya pernikahan merupakan lembaran baru kehidupan bagi dua insan hingga maut memisahkan. Dalam pernikahan, Islam telah mencantumkan rukun dan persyaratan yang harus ada agar pernikahan tersebut sah hukumnya di mata agama.

Apakah kamu sudah tahu rukun pernikahan saja rukun dan syaratnya? Yuk, simak penjelasan rukun nikah dan syaratnya! Syarat Nikah dalam Islam sumber: thailand-wedding.com 1.

Kedua Rukun pernikahan Beragama Islam Dua insan laki dan perempuan yang sama-sama beragama Islam harus melangsungkan pernikahan yang berlandaskan Islam. Tidak sah sebuah pernikahan jika seorang muslim menikahi non muslim dengan menggunakan proses ijab kabul Islam. 2. Bukan Laki-Laki Mahram bagi Calon Istri Ikatan pernikahan rukun pernikahan laki-laki yang masih termasuk mahram bagi calon istri hukumnya adalah haram.

Oleh karena itu, sebelum melakukan pernikahan sebaiknya mengecek riwayat keluarga terlebih dahulu. 3. Mengetahui Wali Nikah Sebelum proses akad nikah berlangsung, sudah harus menentukan siapa wali nikah dari pihak perempuan. Jika ayah dari mempelai perempuan sudah meninggal, orang yang berhak menjadi wali mengikuti ketentuan seperti keterangan di atas.

Dalam syariat Islam, terdapat juga wali hakim yang bisa beperan sebagai wali dalam pernikahan Islam. sumber: weddingz.in 4. Tidak Sedang Melaksanakan Haji Seorang muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji tidak diperkenankan untuk melakukan pernikahan. Seperti tercantum dalam hadis berikut ini: لاَ rukun pernikahan الْـمُحْرِمُ وَلاَ يُنْكَحُ وَلاَ يَخْطُبُ “Orang yang sedang berihram tidak boleh menikahkan, tidak boleh dinikahkan, dan tidak boleh mengkhitbah.” (HR.

Muslim No. 3432) 5. Tidak Atas Paksaan Pernikahan harus berdasar dari kesadaran dan keinginan kedua belah pihak, bukan atas dasar paksaan dari pihak manapun. sumber: weddingplz.com Berikut lima rukun nikah dalam Islam: • Ada mempelai laki-laki • Ada mempelai perempuan • Terdapat wali nikah bagi perempuan • Dihadiri saksi nikah dua orang laki-laki • Ijab dan kabul Lebih lengkapnya, simak penjelasan rukun pernikahan dalam Islam di bawah ini… 1.

Ada Mempelai Laki-Laki Ikatan pernikahan dimulai ketika akad nikah dilaksanakan, di mana calon pengantin laki-laki mengikat perjanjian dengan wali dari pengantin perempuan.

Demikian pula, calon pengantin laki-laki wajib menghadiri akad nikah tanpa melalui perwakilan.

rukun pernikahan

Sebab ini merupakan tahap penyerahan tanggung jawab wali mempelai perempuan kepada calon mempelai laki-laki. 2. Ada Mempelai Perempuan Syariat Islam menyebutkan bahwa sahnya ikatan pernikahan adalah ketika ada pengantin perempuan yang halal untuk dinikahi. Pun Islam juga memberikan larangan kepada pria untuk menikahi perempuan yang haram dinikahi. Laki-laki haram menikahi perempuan yang terikat pertalian sedarah, hubungan persusuan, dan hubungan kemertuaan. 3. Ada Wali Nikah bagi Perempuan Selain adanya kedua mempelai laki-laki dan perempuan, proses pernikahan juga memerlukan kehadiran wali rukun pernikahan perempuan.

Orang yang berhak menjadi wali perempuan adalah ayah, kakek dari pihak ayah, saudara laki-laki kandung (kakak atau adik), saudara laki-laki seayah, saudara kandung ayah, dan anak laki-laki dari saudara kandung ayah. sumber: balistarisland.com 4. Ada Saksi Nikah Dua Orang Laki-Laki Pernikahan juga harus menghadirkan dua orang saksi laki-laki dengan syarat beragama Islam, laki-laki, baligh, berakal, merdeka, dan adil.

Orang yang dapat mewakilkan dua orang saksi ini bisa berasal dari pihak keluarga atau orang yang terpercaya.

Tanpa kehadiran saksi ini, pernikahan tersebut tidak sah di mata agama dan hukum. 5. Ijab dan Kabul Ijab dan kabul merupakan proses dalam akad nikah yang berarti sebagai janji suci kepada Allah Swt. di hadapan penghulu, wali perempuan, dan 2 orang saksi laki-laki. Rukun pernikahan pernikahan kedua mempelai sah menjadi pasangan suami istri ketika mempelai laki-laki mengucapkan kalimat “Saya terima nikahnya…”. Kedua calon mempelai harus memenuhi rukun nikah ini atau pernikahan tersebut tidak sah di mata agama.

rukun pernikahan Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99! Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia. Sedang mencari rumah dijual di Tanah Abang ?

rukun pernikahan

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!
Menikah sejatinya adalah sebuah ibadah. Lewat pernikahan, rukun pernikahan insan disatukan dalam sebuah janji suci. Namun demikian, pernikahan bukanlah proses yang mudah. Perlu persiapan yang matang untuk melangsungkan pernikahan termasuk di antaranya adalah menaati rukun nikah bagi kedua mempelai. Lantas, dalam agama Islam, sudah tahukah Anda rukun nikah ada berapa?

Artikel berikut ini akan mengulas rukun nikah dan syarat sah pernikahan dalam Islam. 5 Rukun Nikah dan Syarat Sah Pernikahan dalam Islam Sebagai salah satu momen penting dalam hidup, pernikahan merupakan peristiwa yang patut rukun pernikahan dengan seksama.

Hal ini termasuk rukun nikah dan syarat sah pernikahan yang bisa Anda simak di bawah ini: 1. Rukun Nikah Pertama Adalah Ada Mempelai Laki-Laki Dalam Islam, pernikahan dianggap sah apabila mempelai laki-laki hadir saat akad nikah. Akad nikah merupakan waktu di mana kedua mempelai dipersatukan dalam janji suci pernikahan. Dalam prosesi ini, mempelai pria harus hadir dan mengucapkan sendiri janjinya.

Kehadirannya tidak dapat diwakilkan oleh orang tua maupun wali nikah. Sebab, hal ini berkaitan rukun pernikahan pertanggungjawaban mempelai laki-laki atas mempelai perempuan dari orangtuanya. 2. Rukung Nikah Selanjutnya Adalah Ada Mempelai Perempuan Selain mempelai laki-laki yang harus hadir di tempat, dalam agama Islam sah atau tidaknya sebuah pernikahan juga bergantung pada kehadiran mempelai perempuan. Selain itu, haram hukumnya apabila mempelai perempuan memiliki pertalian darah, hubungan persusuan, atau hubungan kemertuaan dengan calon mempelai laki-laki.

rukun pernikahan

Artikel terkait: Syarat, Tata Cara, dan Hukum Nikah Siri, Ini Risikonya Parents! 3. Salah Satu Syarat Sah Nikah Adalah Ada Wali bagi Perempuan Kedua rukun pernikahan nikah ini dapat dihadirkan oleh pihak keluarga, tetangga, ataupun orang yang dapat dipercaya untuk menjadi saksi. Pernikahan tidak akan sah di mata hukum negara dan agama apabila wali nikah dan saksi tidak hadir dalam akad nikah.

Artikel terkait: Nikah muda, 7 artis ini buktikan rumah tangganya harmonis dan jauh dari gosip 5. Ijab Kabul, Rukun Nikah yang Tak Boleh Dilewatkan Sumber: Shutterstock Janji pernikahan dalam Islam disebut sebagai ijab dan kabul. Ijab kabul adalah sebuah janji suci dari kedua mempelai kepada Allah SWT di hadapan penghulu, wali, dan saksi nikah.

Begitu kalimat, “Saya terima nikahnya” telah terucap dan kedua saksi menyetujui pengucapan ijab dan qabul tersebut maka di momen itu pula dua insan menjadi sah sebagai sepasang suami istri. 5 Syarat Sah Pernikahan dalam Agama Islam yang Wajib Dipatuhi Butir-butir di atas merupakan ketentuan yang tidak dapat diganggu gugat sehingga kedua calon mempelai perlu mempersiapkannya dengan baik.

Selain rukun nikah, masih ada syarat sah pernikahan dalam agama Islam. Berikut urutannya: 1. Laki-Laki dan Perempuan Beragama Islam Sumber: Shutterstock Saat akan menikah dengan seorang perempuan, perlu dipastikan bahwa calon istri bukanlah saudara sedarah atau sekandung. Perlu diperhatikan bahwa laki-laki dan perempuan yang akan menikah tidak boleh memiliki ikatan darah atau istilahnya mahrom. Maka dari itu, menelusuri riwayat keluarga penting untuk dilakukan karena bagian dari syarat nikah Islam.

Artikel terkait: 10 Artis Nikah Beda Usia, Ada yang Terpaut Umur Hingga 45 Tahun! 3. Asal-usul Wali Nikah Jelas Sumber: ANTARA Foto/Aprilio Akbar Saat menentukan wali, laki-laki yang hendak menikah perlu mengetahui dengan jelas asal-usul calon istri. Bilamana ayah dari pihak perempuan sudah meninggal, wali nikah bisa diwakilkan oleh kakek atau kakak laki-laki kandungnya. Dalam Islam, hal ini disebut wali hakim pernikahan.

Namun, asal-usulnya harus jelas. 4. Tidak Sedang Melaksanakan Ibadah Haji Laki-laki dan perempuan tidak boleh menikah saat melaksanakan ibadah haji karena haji merupakan ibadah yang segala sesuatunya dilipatgandakan. 5. Tidak Ada Paksaan Sumber: Pexels Yang terpenting, menikahlah tanpa adanya paksaan dari siapa pun.

Pernikahan harus didasari keikhlasan dan niat tulus dari kedua mempelai untuk menjalani hidup bersama. Nah, Parents, itulah rukun nikah dan syarat sah menikah untuk Anda yang beragama Islam. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda mempersiapkan rencana pernikahan ya.

Baca juga: Kartu nikah mulai diluncurkan, apa bedanya dengan buku nikah? 8 Hal Ini Bisa Bikin Stres Menjelang Nikah, Pernah Mengalami? 5 Dampak Nikah Siri Bagi Istri dan Anak, Banyak Ruginya! • Kehamilan • Tips Kehamilan • Trimester Pertama • Trimester Kedua • Trimester Ketiga • Melahirkan • Menyusui • Tumbuh Kembang • Bayi • Balita • Prasekolah • Praremaja • Usia Sekolah • Parenting • Pernikahan • Berita Terkini • Seks • Keluarga • Kesehatan • Penyakit • Info Sehat • Vaksinasi • Kebugaran • Gaya Hidup • Keuangan • Travel • Fashion • Hiburan • Kecantikan • Kebudayaan • Lainnya • TAP Komuniti • Beriklan Dengan Kami • Rukun pernikahan Kami • Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan
Jakarta - Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral.

Dalam agama Islam sendiri, menikah hukumnya sunah. Bagi kamu yang berencana menjalankan sunah tersebut, ketahui dulu apa saja rukun dan syarat sah menikah dalam Islam. Bagaimana dengan rukun dan syarat sah menikah dalam Islam rukun pernikahan Para calon pengantin wajib paham ya mengenai rukun rukun pernikahan syarat sah menikah dalam Islam.

Hukum menikah itu sunah namun dianjurkan. Seperti tertuang dalam surat An-Nur ayat 32 yang berbunyi; وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ rukun pernikahan وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ Wa angkiḥul-ayāmā mingkum waṣ-ṣāliḥīna min 'ibādikum wa imā`ikum, iy yakụnụ fuqarā`a yugnihimullāhu min faḍlih, wallāhu wāsi'un 'alīm Baca juga: 5 Rukun dan Syarat Sah Nikah Dalam Islam, Calon Pengantin Wajib Tahu!

Artinya: "Dan nikahkan lah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga rukun pernikahan yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan.

Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui." Sesuai janji Allah SWT, tak heran bila menikah menjadi hal yang diutamakan rukun pernikahan Islam ketika sudah cukup usia. Namun sebelum menikah, kamu dan pasangan harus mengerti rukun dan syarat sah menikah dalam Islam. Mengutip buku berjudul 'Menyingkap Hakikat Perkawinan: Al-Ghazali' karya Ahmad Bagir, ada beberapa rukun dan syarat sah nikah dalam Islam yang patut diketahui.

Simak rukun dan syarat sah menikah dalam Islam. Rukun dan Syarat Sah Nikah Dalam Islam Pahami rukun dan syarat sah nikah dalam Islam agar tidak salah langkah ketika mengikat janji suci dengan pasanganmu. Rukun dan syarat sah nikah dalam Islam memang harus dipenuhi agar pernikahan sah secara agama maupun negara. Berikut rukun dan syarat sah nikah dalam Islam: 1. Ada Calon Pengantin Laki-laki Terdapat calon pengantin laki-laki yang tidak terhalang secara syar'i untuk menikah.

Calon suami harus laki-laki, beragama Islam, dan memiliki kerelaan diri untuk menikah. 2. Calon Pengantin Harus Beragama Islam Rukun dan syarat sah nikah dalam Islam selanjutnya, kedua calon pengantin harus memeluk agama Islam. Pada rukun dan syarat sah nikah dalam Islam, sifatnya mutlak karena pernikahan dianggap tidak sah jika salah satu pihak adalah nonmuslim dan melakukan tata cara ijab-qabul secara Islam. 3. Tanpa Paksaan Pada rukun dan syarat sah nikah dalam Islam tentu harus tanpa paksaan di antara kedua belah pihak.

rukun pernikahan boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah atau dimintai pendapat, dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan sampai dimintai izinnya." (HR Al Bukhari: 5136, Muslim: 3458) 4.

Harus Ada Saksi Pada rukun dan syarat sah nikah dalam Islam, akad nikah harus dihadiri oleh minimal dua orang saksi. Setiap pernikahan Muslim wajib ada saksi nikah. Untuk menjadi saksi harus seorang laki-laki dewasa, beragama Islam, dan memiliki pengetahuan agama Islam yang baik. 5. Wali Nikah Harus Laki-laki Dewasa Rukun dan syarat sah nikah dalam Islam lainnya adalah wali nikah harus laki-laki.

Sebuah pernikahan wajib ada wali nikah laki-laki. Untuk perempuan, wali nikah yang utama adalah ayah kandung. Jika ayah kandung sudah meninggal dunia maka bisa diwakilkan oleh laki-laki dewasa dari keluarga ayah, seperti kakek, kakak atau adik kandung ayah perempuan. Kalau memang wali dari keluarga tidak ada maka alternatifnya adalah wali hakim yang mendapatkan izin dari penguasa negeri. Wali nikah tidak boleh seorang perempuan, seperti tertuang dalam hadits berikut; "Dari Abu Hurairah ia berkata, bersabda Rasulullah SAW: 'Perempuan tidak boleh menikahkan (menjadi wali)terhadap perempuan dan tidak boleh menikahkan rukun pernikahan (HR.

Ad-Daruqutni dan Ibnu Majah) 6. Tidak rukun pernikahan Ibadah Haji Salah satu rukun dan syarat sah menikah dalam Islam adalah tidak sedang menunaikan ibadah rukun pernikahan. Berdasarkan mazhab syafii dalam kitab Fathul Qarib Al-Mujib melangsungkan akad nikah menjadi larangan saat menunaikan ibadah haji. Bahkan menjadi wali nikah pun juga tidak diperkenankan saat haji. الثامن (عقد النكاح) فيحرم على المحرم أن يعقد النكاح لنفسه أو غيره، بوكالة أو ولاية Artinya: "Kedelapan (dari sepuluh perkara yang dilarang dilakukan ketika ihram) yaitu akad nikah.

Akad nikah diharamkan bagi orang yang sedang ihram, bagi dirinya maupun bagi orang lain (menjadi wali)" MOST POPULAR • 7 Foto Elin, Pengamen Badut Cilik yang Kecantikannya Viral • Gaya Seksi Kristen Stewart Ekspos Paha Pakai Rok Transparan di Show Chanel • Berlian Biru Langka Rukun pernikahan Hampir Rp 1 Triliun Setelah 'Perang' 8 Menit • Begini Nasib Penyiar Radio yang nge-Prank Orang Sampai Bunuh Diri • Pura-pura Kondangan, Pria Ini Curi Kotak Angpau Isi Uang Puluhan Juta • Viral Pria Tahan Sakit, Demi Lepas Cincin yang Nyangkut di Alat Kelamin • Serba-serbi Diet IU Korea, Turun 4 Kg Dalam 4 Hari Tapi Tidak Sehat • Hari Ibu, Priyanka Chopra dan Nick Jonas Unggah Foto Perdana Bersama Anak • 10 Foto Transformasi Artis Sebelum dan Setelah Photoshop, Madonna Bikin Kaget • Viral Kisah Sedih Anak Bupati Istrinya Meninggal Dunia Usai Melahirkan

RUKUN DALAM MENIKAH Ust. Adi Hidayat Lc MA




2022 www.videocon.com