Rambu jalan berkelok

rambu jalan berkelok

• Search for: • Tulisanku • Paper • Non Paper • Dari Sobat • Deni Prasetio • Tri Handayani Wijayanti • SiJum Garut • Pendidikan • Parenting • Pelajaran • Cerpen • Islam • Akidah • Ibadah • Akhlak • Muamalah • Sejarah • K3LL • Keselamatan • Kesehatan • Lingkungan • Lainnya • Disclaimer • Kontak • Privacy Policy • About Me Daftar Isi • 1 Jenis-Jenis Rambu Lalu Lintas • 2 Persyaratan perangkat kontrol lalu lintas • 3 Alat komunikasi • 4 Jenis-jenis rambu lalu lintas • 4.1 1.Rambu perintah • 4.2 2.Rambu peringatan • 4.3 3.

Rambu petunjuk • 4.4 4. Rambu Larangan Oleh: Muhyidin, SKM Perangkat kontrol lalu lintas adalah media yang digunakan untuk berkomunikasi antara insinyur lalu lintas dan pengguna jalan. Tidak seperti moda transportasi lain, tidak ada kontrol pada pengemudi yang menggunakan jalan. Di sini perangkat kontrol lalu lintas datang membantu insinyur lalu lintas.

Jenis utama dari perangkat kontrol lalu lintas yang digunakan adalah- rambu lalu lintas, marka jalan, sinyal lalu lintas dan rambu jalan berkelok parkir.

rambu jalan berkelok

Bab ini membahas rambu-rambu kontrol lalu lintas. Berbagai jenis rambu lalu lintas adalah rambu peraturan, rambu peringatan dan rambu informasi. Persyaratan perangkat kontrol lalu lintas • Perangkat kontrol harus memenuhi kebutuhan: Setiap perangkat harus memiliki tujuan khusus untuk operasi arus lalu lintas yang aman dan efisien. Perangkat yang berlebihan tidak boleh digunakan. • Rambu lalu lintas harus mendapat perhatian dari pengguna jalan: Ini memengaruhi desain tanda.

Untuk mendapatkan perhatian, visibilitas yang baik harus ada di sana. Juga tanda harus jelas dan jelas. Tanda harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga pengemudi rambu jalan berkelok memerlukan usaha ekstra untuk melihat tanda. • Rambu harus menyampaikan makna yang jelas dan sederhana: Kejelasan dan kesederhanaan pesan sangat penting bagi pengemudi untuk memahami makna dalam waktu singkat. Penggunaan warna, bentuk dan legenda sebagai kode menjadi penting dalam hal ini.

Legenda harus dibuat singkat dan sederhana sehingga pengemudi yang kurang berpendidikan pun dapat memahami pesan dalam waktu yang lebih singkat. • Pengguna jalan harus menghormati tanda-tanda: Penghormatan diperintahkan hanya ketika driver dikondisikan untuk mengharapkan bahwa semua perangkat membawa pesan yang bermakna dan penting.

Pesan-pesan perangkat yang terlalu banyak, salah gunakan dan membingungkan cenderung membuat pengemudi mengabaikannya. • Perangkat kontrol harus menyediakan waktu yang memadai untuk respons yang tepat dari pengguna jalan: Ini sekali lagi terkait dengan aspek desain perangkat kontrol lalu lintas. Rambu jalan berkelok tanda harus ditempatkan pada jarak tertentu sehingga pengemudi dapat melihatnya dan mendapat waktu yang cukup untuk menanggapi situasi. Misalnya, tanda STOP yang selalu ditempatkan di garis berhenti persimpangan harus terlihat untuk setidaknya satu jarak pandangan berhenti yang aman jauh dari garis berhenti.

Alat komunikasi Sejumlah mekanisme digunakan oleh insinyur lalu lintas untuk berkomunikasi dengan pengguna jalan. Mekanisme ini mengenali keterbatasan manusia tertentu, terutama penglihatan. Pesan disampaikan melalui elemen-elemen berikut. • Warna: Ini adalah karakteristik pertama dan paling mudah diperhatikan dari suatu perangkat. Penggunaan warna yang berbeda untuk tanda yang berbeda adalah penting.

Warna yang paling umum digunakan adalah merah, hijau, kuning, hitam, biru, dan coklat. Ini digunakan untuk mengkode perangkat tertentu dan untuk memperkuat pesan tertentu. Penggunaan warna yang konsisten membantu pengemudi mengidentifikasi keberadaan papan tanda di depan.

rambu jalan berkelok

• Bentuk: Ini adalah elemen kedua yang dilihat oleh pengemudi di sebelah warna perangkat. Kategori bentuk yang biasanya digunakan adalah bentuk lingkaran, segitiga, persegi panjang, dan berlian. Dua bentuk luar biasa yang digunakan dalam rambu lalu lintas adalah bentuk segi delapan untuk tanda STOP dan penggunaan segitiga terbalik untuk tanda BERI JALAN.

• Legenda: Ini adalah elemen terakhir dari perangkat yang dipahami dalam mengemudi. Ini adalah aspek penting dalam kasus rambu lalu lintas. Agar mudah rambu jalan berkelok oleh rambu jalan berkelok, legenda harus pendek, sederhana dan spesifik sehingga rambu jalan berkelok mengalihkan perhatian pengemudi.

Simbol biasanya digunakan sebagai legenda sehingga bahkan orang yang tidak dapat membaca bahasa akan dapat memahaminya. Tidak perlu dalam hal sinyal lalu lintas dan marka jalan.

• Pola: Biasanya digunakan dalam penerapan marka jalan, melengkapi rambu lalu lintas. Umumnya digunakan garis padat, ganda padat, dan putus-putus. Setiap pola menyampaikan jenis makna yang berbeda. Penggunaan pola yang sering dan konsisten untuk menyampaikan informasi direkomendasikan agar pengemudi terbiasa dengan berbagai jenis tanda dan dapat langsung mengenalinya. Jenis-jenis rambu lalu lintas Ada beberapa ratusan rambu lalu lintas yang tersedia yang mencakup berbagai situasi lalu lintas.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas, rambu diklasifikasikan ke dalam 4 kategori utama. • Rambu perintah: Rambu-rambu ini mengharuskan pengemudi untuk mematuhi rambu-rambu untuk keselamatan pengguna jalan lainnya.

• Rambu peringatan: Rambu ini untuk keselamatan diri sendiri yang mengemudi dan menyarankan pengemudi untuk mematuhi rambu ini. Rambu ini berisi peringatan ada bahaya di jalan, tempat berbahaya dan sifat bahaya di jalan. • Rambu petunjuk: Rambu petunjuk memberikan informasi kepada pengemudi tentang fasilitas yang tersedia di depan, dan rute serta jarak untuk mencapai tujuan tertentu.

• Rambu larangan: Rambu yang menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh pengguna jalan Selain itu jenis rambu lalu lintas khusus yaitu rambu zona kerja juga tersedia. Jenis rambu ini digunakan untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan ketika beberapa pekerjaan konstruksi berlangsung. Mereka ditempatkan hanya untuk jangka waktu pendek dan akan dipindahkan segera setelah pekerjaan selesai dan ketika jalan dibawa kembali ke kondisi normal.

Tiga tanda pertama akan dibahas secara rinci di bawah ini. 1.Rambu perintah Rambu ini juga disebut rambu wajib karena itu wajib bahwa pengemudi harus mematuhi rambu-rambu ini. Jika pengemudi gagal mematuhi mereka, petugas berwenang seperti polisi lalu lintas memiliki hak untuk mengambil tindakan hukum terhadap pengemudi.

Rambu-rambu rambu jalan berkelok terutama dimaksudkan untuk keselamatan pengguna jalan lainnya. Rambu-rambu ini umumnya memiliki warna dasar biru, garis tepi putih, lambang putih, warna huruf/angka putih dan kata-kata putih.

Rambu perintah dapat diklasifikasikan lebih lanjut menjadi: • Perintah mematuhi arah yang ditunjuk. Rambu perintah arah terdiri dari perintah mengikuti ke arah kiri, mengikuti ke arah kanan, belok ke arah kiri, belok ke arah kanan, berjalan lurus, dan mengikuti arah yang ditunjukkan saat memasuki bundaran • Perintah memilih salah satu arah yang ditunjuk.

Rambu ini terdiri atas rambu memilih lurus atau belok kiri, dan memilih lurus atau belok kanan • Perintah memasuki bagian jalan tertentu. Rambu ini terdiri dari perintah memasuki jalur atau lajur yang ditunjuk, dan pilihan memasuki salah satu jalur atau lajur yang ditunjuk • Perintah batas minimum kecepatan. Misalnya kecepatan minimum kendaraan yang diperintahkan di area tol adalah 60 km/jam. • Perintah penggunaan rantai ban.

• Perintah menggunakan jalur atau lajur lalu lintas khusus. Rambu ini terdiri dari perintah menggunakan jalur atau lajur lalu lintas khusus kendaraan bermotor dan perintah menggunakan jalur atau lajur lalu lintas khusus kendaraan tidak bermotor • Batas akhir perintah tertentu. Rambu ini terdiri atas batas akhir kecepatan minimum yang diperintahkan dan batas akhir perintah menggunakan rantai khusus ban. • Perintah dengan kata-kata.

rambu jalan berkelok

Misalnya “BELOK KIRI LANGSUNG” dan “BUS DAN TRUK GUNAKAN LAJUR KIRI”. Beberapa contoh dari tanda peraturan ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Mereka termasuk rambu perintah mengikuti ke arah kiri, perintah mengikuti ke arah kanan, perintah belok ke arah kiri, dll. Contoh rambu perintah 2.Rambu peringatan Rambu peringatan atau rambu peringatan memberi informasi kepada pengemudi tentang kondisi jalan yang akan datang. Mereka menyarankan pengemudi untuk mematuhi aturan.

Tanda-tanda ini dimaksudkan untuk keselamatan pengemudi. Mereka menyerukan kewaspadaan ekstra dari bagian pengemudi. Konvensi warna yang digunakan untuk jenis tanda ini adalah warna dasar kuning, garis tepi hitam, warna lambang hitam dan warna huruf/angka hitam. Beberapa contoh untuk jenis tanda ini diberikan dalam gambar di bawah ini termasuk peringatan tikungan ke kiri, peringatan tikungan ganda dengan tikungan pertama kiri, peringatan tikungan tajam ke kiri dll.

Contoh rambu peringatan 3. Rambu petunjuk Rambu petunjuk juga disebut rambu panduan, disediakan untuk membantu pengemudi mencapai tujuan yang diinginkan. Ini terutama dimaksudkan untuk pengemudi yang tidak terbiasa dengan tempat itu. Rambu-rambu panduan ini kesannya berlebihan untuk pengguna yang terbiasa dengan lokasi, tetapi sangat berguna untuk yang belum mengetahui lokasi tersebut.

Beberapa contoh untuk jenis rambu-rambu ini adalah rambu-rambu rute, rambu-rambu tujuan, rambu jarak, informasi layanan, rekreasi dan budaya tanda tangan daerah dll. Penanda rute digunakan untuk mengidentifikasi nama jalan raya. Mereka memiliki desain yang khas dan rambu jalan berkelok. Mereka menulis huruf hitam dengan latar belakang kuning. Rambu tujuan digunakan untuk menunjukkan arah ke titik tujuan kritis, dan untuk menandai persimpangan penting.

Jarak dalam kilometer terkadang ditandai ke sisi kanan tujuan. Mereka, secara umum, persegi panjang dengan dimensi panjang dalam arah horisontal. Mereka diberi kode warna sebagai huruf putih dengan latar belakang hijau. Rambu jarak disediakan untuk menginformasikan pengemudi tentang kemajuan sepanjang rute untuk mencapai tujuannya. Rambu panduan servis memberikan informasi kepada pengemudi mengenai berbagai layanan seperti makanan, bahan bakar, bantuan medis, dll. Informasi tentang area bersejarah, rekreasi dan budaya lainnya diberikan pada huruf putih dengan latar belakang cokelat.

Pada gambar di bawah kita dapat melihat beberapa contoh untuk rambu petunjuk yang meliputi penanda rute perjalanan, petunjuk jurusan yang menunjukkan jurusan yang dituju, penutupan sementara ruas jalan menuju Jelambar, dll.

Contoh rambu petunjuk 4. Rambu Larangan Rambu-rambu larangan di Indonesia berbentuk lingkaran dan memiliki garis merah dengan garis diagonal kecuali tanda Berhenti, Segitiga Terbalik, dan Perlintasan Kereta. Rambu larangan terdiri dari larangan berjalan terus, larangan masuk, larangan parkir/berhenti, larangan pergerakan lalu lintas tertentu, larangan dengan kata-kata dan batas akhir larangan.

Contoh larangan dengan kata-kata yaitu: “DILARANG MENAIKKAN ATAU MENURUNKAN PENUMPANG”. Terpopuler Bulan Ini • Kumpulan Materi untuk Kultum, Ceramah dan Dakwah • Daftar Lengkap Peraturan K3 & Lingkungan Terbaru • Tabel Lengkap Bahasa Sunda Lemes A-Z • Cara Menentukan Besar Sampel Penelitian • Latihan Soal & Jawaban Matematika Kelas 6 SD • Desain Studi Epidemiologi • Teori Kecelakaan Swiss Cheese Model • Perbedaan Uji Z, Uji F, dan Uji t • Theory of Reasoned Action • Perbedaan Incident, Accident dan Nearmiss • Teori Kecelakaan Domino Heinrich • Contoh Soal & Jawaban Biostatistika Intermediate • Ukuran Frekuensi Penyakit • Prosedur K3 Penggalian (Excavation Safety Procedure) • Contoh Soal dan Jawaban Kelas 5 SD Tema 5 • Teori Human Factor SHELL Model • Anggota Tubuh dalam Bahasa Jawa Krama Inggil • 10 Langkah Investigasi Insiden & Kecelakaan Kerja • Manajemen Surveilans Kesehatan Kerja • Nama Anggota Badan dalam Basa Sunda Lemes Recent Posts • Daftar Ebook K3 Rambu jalan berkelok Pribadi May 3, 2022 • Materi Sosialisasi Mekanisme dan Kriteria PROPER 2021-2022 May 1, 2022 • Perusahaan Peserta PROPER 2022 dan Jadwal Sosialisasi Mekanisme PROPER 2021-2022 April 18, 2022 • Faktor Risiko Ergonomi dan Solusinya Pada Penjahit di Industri Garmen April 17, 2022 • Shalawat: Password Bagi Ijabahnya Doa-Doa Seorang Rambu jalan berkelok April 14, 2022 Recent Comments • Muhyidin, SKM on Prosedur Hot Work Sesuai NFPA 51B Edisi 2019 • Puput Yuwono on Prosedur Hot Work Sesuai NFPA 51B Edisi 2019 • rd wahyu on Latihan Soal & Jawaban Matematika Kelas 6 SD • Muhyidin, SKM on Tafsir Surat Al Balad Ayat 1-7 • Muhyidin, SKM on Prosedur Hot Work Sesuai NFPA 51B Edisi 2019 Categories • Akhlak (16) • Akidah (13) • Cerpen (6) • Deni Prasetio (171) • Ibadah (16) • Kesehatan (31) • Keselamatan (48) • Lingkungan (11) • Muamalah (2) • Non Paper (65) • Paper (6) • Parenting (9) • Pelajaran (21) • Sejarah (38) • SiJum Garut (5) • Tri Handayani Wijayanti (5) • Uncategorized (2) Bobo.id - Peraturan tidak hanya ada di sekolah, di rumah, atau di berbagai tempat umum.

Selain itu, peraturan juga ada di jalan raya, yang berlaku untuk para pengendara kendaraan bermotor maupun pengguna jalan lainnya. Untuk pengendara kendaraan bermotor, aturan diatur dengan rambu lalu lintas yang terdiri dari berbagai macam jenis. Yuk, ketahui apa saja macam-macam rambu lalu lintas yang ada di jalan raya, juga contohnya! Baca Juga: Punya Makna Berbeda, Inilah Warna-warna dalam Rambu Lalu Lintas Macam-Macam Rambu Lalu Lintas Rambu lalu lintas yang ada di jalan raya dibagi menjadi lima jenis, yaitu rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah, rambu petunjuk, dan rambu tambahan.

Fungsi dari rambu peringatan adalah untuk memberi peringatan kepada pengguna rambu jalan berkelok bermotor agar lebih waspada di jalan. Karakteristik rambu peringatan ini adalah papan berwarna kuning dengan garis tepi dan tulisan berwarna hitam. Tujuan dari penggunaan warna kuning ini adalah agar pengemudi lebih mudah melihat rambu yang ada di jalan.

Contoh rambu peringatan misalnya seperti rambu yang menunjukkan jalanan menurun, menanjak, berkelok, atau bergelombang. Baca Juga: Di Mana Pun Letak Tangki Bensin, Pengendara Motor Harus Turun Jika Sedang Mengisi Bensin, Mengapa Begitu? ARTIKEL TERKAIT • Mengapa Lampu Lalu Lintas di Jepang Berwarna Merah-Kuning-Biru? #AkuBacaAkuTahu • Pernah Tahu di Kota Mana Lampu Lalu Lintas Pertama Dunia Digunakan? Cari Tahu Kisahnya, yuk! • Contoh Tabel Berisi Simbol Lalu Lintas Beserta Maknanya, Materi Belajar dari Rumah SD Kelas 4-6 • Ketahui tentang Alat Transportasi dan Tertib Lalu Lintas di Video Ini
Last Updated on September 27, 2021 by Berkendara tidak rambu jalan berkelok soal skill Anda dalam mengendalikan kendaraan, tapi juga bagaimana Anda memamai berbagai macam rambu lalu lintas yang ada di jalanan.

Adanya rambu-rambu ini bertujuan agar para pengguna jalan tetap aman, nyaman, dan tertib sehingga mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas atau kecelakaan. Lantas, apa saja macam-macam rambu lalu lintas dan artinya? Simak informasi berikut ini, yuk! Jenis-Jenis Rambu Lalu Lintas Ada banyak rambu lalu lintas yang mana rambu-rambu tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu: • Rambu jalan berkelok perintah • Rambu peringatan • Rambu larangan • Rambu petunjuk Mari kita bahas satu per satu jenis-jenis rambu tersebut beserta artinya: 1.

Rambu Perintah Rambu jalan berkelok rambu yang satu ini fungsinya untuk memberi perintah kepada pengendara maupun pengguna jalan lainnya agar patuh terhadap apa yang diperintahkan oleh rambu tersebut. Biasanya, rambu perintah berupa papan berbentuk lingkaran dan berwarna biru. Sedangkan tanda rambunya sendiri berwarna putih. Berikut ini adalah beberapa contoh rambu perintah yang ada dipasang di jalanan beserta artinya: 2.

Rambu Peringatan Rambu selanjutnya yang harus Anda ketahui dan pahami adalah rambu peringatan. Sesuai dengan namanya, tujuan dipasangnya rambu ini adalah untuk memperingati pengguna jalan soal kondisi jalanan atau bahaya lainnya yang dapat terjadi di lintasan, seperti jalan menanjak, turunan, hingga berkelok-kelok.

Ciri khas dari rambu peringatan ini adalah plat persegi berwarna kuning. Sementara untuk garis tepi dan tanda rambunya berwarna hitam. Ada banyak rambu yang termasuk ke dalam jenis rambu peringatan, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: 3.

Rambu Larangan Anda tentu juga sudah tidak asing lagi dengan rambu lalu lintas yang satu ini, bukan? Nah, sesuai dengan namanya, rambu larangan berfungsi untuk memberitahukan kepada pengguna jalan agar tidak melanggar apa yang dilarang dalam rambu tersebut. Karena sifatnya ‘melarang’, maka rambu ini umumnya diberi warna merah pada tepiannya, kemudian tanda rambu berwarna hitam dan beberapa di antaranya ditambahkan garis miring—juga berwarna merah—sebagai petunjuk.

Macam-macam rambu yang masuk ke dalam jenis rambu larangan adalah sebagai berikut: Saat melihat rambu seperti ini, maka pastikan untuk tidak melanggarnya karena bukan hanya Anda akan ditilang petugas Polis Lalu Lintas (Polantas), tapi juga bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

4. Rambu Petunjuk Jenis rambu yang terakhir adalah rambu petunjuk. Rambu ini berfungsi untuk menunjukkan suatu lokasi kepada pengendara. Rambu petunjuk berbentuk persegi dengan warna dasar hijau. Sementara itu, tulisannya berwarna putih. Contoh rambu petunjuk adalah sebagai berikut: Namun, ada juga rambu yang berwarna putih dengan garis tepi berwarna biru, dan simbol berwarna hitam.

Biasanya, rambu petunjuk semacam ini rambu jalan berkelok suatu fasilitas umum seperti rumah sakit, masjid, gereja, dan pom bensin.

Nah, itu dia macam-macam rambu lalu lintas yang perlu Anda ketahui. Selalu patuhi rambu-rambu tersebut demi keselamatan diri Anda dan pengguna jalan lainnya.

Lindungi mobil kesayangan dari risiko kerusakan dengan asuransi mobil terbaik. Bandingkan berbagai macam asuransi mobil all risk atau total loss only (TLO) hanya di Cekpremi.com, dan nikmati diskon premi hingga 25%! Advertisements Apa itu rambu lalu lintas ?

Rambu lalu lintas adalah tanda berupa angka, lambang, huruf, kalimat atau perpaduan diantaranya yang memiliki fungsi sebagai peringatan, perintah atau petunjuk bagi semua pengguna jalan. Daftar isi • Fungsi Rambu Lalu lintas • Jenis Rambu Lalu Lintas • Gambar Rambu Lalu rambu jalan berkelok Larangan Beserta Artinya • Gambar Rambu Lalu lintas Peringatan beserta Artinya • Gambar Rambu Lalu lintas Petunjuk beserta artinya • Gambar Rambu Lalu lintas Perintah beserta Artinya • Download Rambu lalu lintas PDF Mengenal Jenis Rambu Lalu Lintas Ada ber macam macam rambu lalu lintas di indonesia, jumlahnya rambu jalan berkelok ada 319 gambar, namun rambu tersebut dikelompokan menjadi beberapa macam, antara lain adalah Fungsi rambu lalu lintas Fungsi rambu lalu lintas berfungsi untuk memberikan peringatan, perintah ataupun petunjuk bagi pengguna jalan sehingga kondisi jalan semakin kondusif dan aman bagi setiap pengguna jalan.

Jenis-Jenis Rambu Lalu Lintas dan Warnanya sebenarnya jenis rambu lalu lintas hanya ada 4, sesuai dengan Keputusan Mentri Perhubungan KM 61 Tahun 1993 tentang rambu-rambu lalu lintas di jalan. Berikut ini adalah Jenisnya dan rambu jalan berkelok warnanya • Rambu Peringatan (warna latar kuning dan gambar / tulisan berwarna hitam) • Rambu Larangan (warna latar putih dan gambar / tulisan berwarna Merah dan Hitam) • Rambu Perintah (warna latar Biru dan gambar / tulisan berwarna Putih dan Merah) • Rambu Petunjuk (warna latar ada yang hijau, biru ataupun coklat) Namun terdapat juga beberapa rambu yang tidak tercantum dalam keputusan mentri yaitu • Rambu Tambahan • Rambu Nomor Rute Jalan Contoh dan gambarnya bisa dilihat di bawah, atau bisa klik jenis rambu diatas.

rambu jalan berkelok

Bahan dan Ukuran Rambu Lalu Lintas? Bahan rambu lalu lintas bisa berupa bahan logam atau non logam. Untuk logam ketebalan minimal adalah 0,8 mm, namun untuk alumunium minimal 2 mm, dan harus logam anti karat. Sedangkan untuk Bahan non logam minimal ketebalan adalah 2 mm dan harus tahan cuaca. Ukuran Rambu Ukuran rambu rambu lalu lintas berbeda-beda namun pada umumnya ukuranya adalah 60 CM x 60 CM. Peraturan tentang rambu lalu lintas telah di atur dalam Peraturan mentri no.

13 tahun 2014 tentang rambu lalu lintas berikut ini adalah rambu lalu lintas lengkap : 1. Rambu Lalu Lintas Larangan Beserta Artinya Rambu lalu lintas larangan adalah rambu yang digunakan untuk menyatakan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pengguna jalan. Rambu ini memiliki ciri warna latar putih dan dan simbol atau warnanya berwarna Merah dan atau Hitam.

Rambu larangan yang paling sering digunakan di jalan antara lain : • rambu dilarang parkir • Rambu dilarang masuk • Rambu lalu lintas stop • Rambu Segitiga • Rambu Kereta • rambu dilarang berbelok • dll Untuk lebih jelasnya anda bisa melihat di bawah ini : Baca Juga - Jadwal Pemutihan pajak (Penghapusan denda pajak) - Cek Pajak Menggunakan Plat nomor Rambu Peringatan ini memiliki latar kuning dan simbol atau tulisan berwarna hitam.

simbol peringatan yang sering kita lihat di jalan adalah • Rambu peringatan percabangan jalan • Rambu jalan berkelok • Rambu lalu lintas Hati-hati (tanda seru) • Rambu awas jalan licin • rambu jalan berkelok. Berikut ini adalah simbol rambu lalu lintas peringatan serta artinya satu persatu.

3. Rambu Lalu Lintas Petunjuk Beserta Artinya Rambu petunjuk adalah rambu yang digunakan untuk memberikan petunjuk tentang jurusan, jalan, kota, situasi, tempatpengaturan, fasilitas dan lain-lain kepada pengguna jalan.

Rambu Petunjuk ini memiliki beberapa warna. Dan ukuranya juga berbeda-beda tergantung kebutuhan. Yang paling sering kita temui di jalan antara lain • Rambu petunjuk arah jalan • Rambu petunjuk tempat ibadah • Rambu petunjuk tempat umum seperti SPBU, halte bis, rumah sakit dll.

• Rambu tempat parkir • Rambu petunjuk restoran (gambar garpu sendok) • Rambu petunjuk putar balik • dll Untuk lebih jelasnya anda bisa melihat gambar lalu lintasnya dibawah ini.

4. Rambu Lalu Lintas Perintah Beserta artinya Rambu perintah adalah rambu yang berfungsi untuk menyatakan perintah yang wajib ditaati oleh pengguna jalan. Rambu jalan berkelok rambu perintah ini jika dilanggar maka anda bisa terkena sangsi tilang.

Rambu perintah memiliki ciri-ciri latar belakang biru dengan gambar atu tulisan berwarna putih. Rambu yang sering terlihat di jalan antara lain : • rambu penunjuk arah yang wajib diikuti rambu jalan berkelok Rambu batas kecepatan • Rambu jalur khusus pejalan kaki, sepeda dan kendaraan lain. • dll berikut ini adalah Simbol rambu lalu lintas perintah :
Secara sederhana, alasan rambu jalan berkelok harus dipasang adalah agar para pengemudi berhati-hati saat melintasi jalan yang berkelok.

Rambu jalan berkelok biasanya berwarna kuning, yang berarti termasuk dalam golongan rambu peringatan. Jadi, rambu jalan berkelok harus dipasang karena bertujuan untuk mengingatkan pengemudi agar berhati-hati bahwa jalan di depan adalah jalan berkelok-kelok dan pengemudi harus mengurangi kecepatan. (DNR)
rambu lalu lintas – Halo semuanya, selamat datang di ceritaihsan.com. Kali ini kita akan belajar mengenal tentang macam-macam rambu lalu lintas, tanda serta artinya.

Mari kita bahas satu per satu. Biar tambah berkah, jangan lupa baca basmallah dulu sebelum membaca. Bismillahirromanirrohim. Sebenarnya ada banyak sekali rambu lalu lintas yang bisa kita pelajari dan sering dijumpai di jalan, namun setidaknya penulis akan memberikan sedikit banyak tentang rambu-rambu yang ada.

rambu jalan berkelok

Penting bagi kita untuk mengetahui beberapa pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas. Supaya kita bisa mengerti dan dapat mematuhi rambu jalan berkelok dengan baik, sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan. Dengan pahamnya kita tentang rambu-rambu yang dipasang, maka kita juga akan terhindar dari polisi. Karena kita sudah mentaati hukum yang berlaku saat berlalu lintas. Daftar isi • 1 Pertama : Rambu Lalu lintas Peringatan • 1.1 Penjelasan dari gambar rambu-rambu: • 2 Kedua : Rambu Larangan • 3 Ketiga : Rambu Lalu Lintas Perintah • 4 Keempat : Rambu Lalu Lintas Petunjuk • 5 Kelima : Rambu Papan Tambahan • 6 Keenam : Rambu Nomor Rute • 6.1 Contoh Penempatan Rambu Nomor Rute: • 6.2 Share this: Pertama : Rambu Lalu lintas Peringatan Penjelasan dari gambar rambu-rambu: • 1.a.

Tikungan ke kiri, sebentar lagi arah depan akan ada tikungan ke kiri rambu jalan berkelok arah jam 10.30. • 1.b. Tikungan ke kanan, tidak jauh lagi arah depan akan ada tikungan ke kanan dengan arah jam 1.30.

• 1.c. Tikungan tajam ke kiri, beberapa meter lagi ada tikungan tajam arah jam 9, sehingga kita mengharuskan untuk melambat agar bisa melewatinya dengan aman. • 1.d. Tikungan tajam ke kanan, beberapa meter lagi ada tikungan tajam arah jam 3.

• 1.e. Tikungan ganda, tikungan pertama ke kiri, pada rambu ini maka kita benar-benar disuruh untuk berhati-hati dalam melewati jalur depan yang tak lama lagi kita lewati. Karena pada rambu ini, jalan yang kita lewati adalah tikungan ganda dan cukup berbahaya jika kita dalam keadaan laju cepat. • 1.f. Tikungan ganda, tikungan pertama ke kanan, penjelasan sama seperti nomer 5 (1.e) hanya saja yang ini arah tikungan pertama ke kanan. • 1.g. Urutan beberapa tikungan, tikungan pertama ke kiri, pada rambu ini juga kita diingatkan bahwa jalur yang ada didepan yang akan kita lalui adalah bebrapa tikungan yang bertubi-tubi, sehingga kita harus melambat untuk melewati jalur ini.

• 1. h. Urutan beberapa tikungan, tikungan pertama ke kanan, penjelasan sama seperti nomer 7 (1.g) • 1. i. Pengarah tikungan ke kanan, rambu yang menjelaskan jika kita akan belok ke kanan. • 1. j. Pengarah tikungan ke kiri, rambu yang menjelaskan jika kita akan belok ke kanan. • 2. a. Turunan, rambu yang menjelaskan kita akan melewati turunan. • 2. b. Turunan curam, rambu yang menjelaskan kita akan melewati turunan yang cukup rambu jalan berkelok atau curam.

Penjelasan dari gambar rambu-rambu: • 2. c. Tanjakan, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang menanjak. • 2. d. Tanjakan terjal, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati tanjakan yang tinggi. • 3. a. Penyempitan di kiri dan kanan jalan, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang menyempit di sisi kanan dan kiri jalan.

• 3. b. Penyempitan di kiri jalan, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang menyempit di sisi kiri jalan. • 3.

rambu jalan berkelok

c. Penyempitan di kanan jalan, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang menyempit di sisi kanan jalan. • 3. d. Jembatan, penyempitan di jembatan, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang menyempit di sebuah jembatan. • 3. e. Pengurangan jalur kiri, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang berkurang pada sisi jalur kiri. • 3. f. Pengurangan jalur kanan, rambu rambu jalan berkelok menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang berkurang pada sisi jalur kanan.

• 4. Jembatan angkat, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jembatan angkat. • 5. Jalan menuju tepian air, rambu rambu jalan berkelok menerangkan pengemudi akan melewati jalan menuju tepian air dan tepian jurang. • 6. a. Jalan tidak datar, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan berbukit yang tidak datar. • 6. b. Jalan cembung, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang cembung, atau sebuah jembatan yang cembung. • 6. c. Jalan cekung, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang cekung.

• 7. Jalan licin, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang licin. • 8. Kerikil lepas, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati jalan yang berkerikil. Penjelasan dari gambar rambu-rambu: • 9. a. Longsoran tanah, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati longsoran tanah atau batu yang berjatuhan dari sebelah kiri jalan. • 9. b. Longsoran tanah, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati longsoran tanah atau batu yang berjatuhan dari sebelah kanan jalan.

• 10. Penyeberangan jalan, rambu yang menerangkan ada penyeberangan jalan di arah depan. • 11. Banyak anak-anak, rambu yang menerangkan banyak anak-anak di daerah sekitar. • 12. Banyak orang yang berseperda, rambu yang menerangkan banyak orang yang bersepeda di daerah sekitar itu.

• 13. a. Banyak satwa jinak, rambu yang menerangkan banyak satwa jinak di daerah sekitar yang sering melintasi jalan tersebut. • 13. b. Banyak satwa liar, rambu yang menerangkan banyak satwa liar di daerah sekitar yang sering melintasi jalan tersebut.

• 14. Ada pekerjaan jalan, rambu yang menerangkan ada perbaikan jalan. • 15. Lampu pengaturan lalulintas. • 16. Lintasan pesawat terbang, rambu yang menerangkan pengemudi akan melewati lintasan jalan pesawat terbang.

• 17.

rambu jalan berkelok

Angin dari samping. • 18. a. Lalulintas dua arah. • 18. b. Awal bangunan bangunan pemisah untuk lalu lintas dua arah. • 18. c. Awal bangunan bangunan pemisah untuk lalu lintas dua arah. • 18. d. Awal bangunan bangunan pemisah untuk lalu lintas satu arah. Penjelasan dari gambar rambu-rambu: Dibawah ini adalah rambu-rambu penjelas bagi para pengemudi bahwa dia akan melewati persimpangan yang dipaparkan di pinggiran jalan.

• 19. a. Persimpangan empat. • 19. b. Persimpangan tiga sisi kiri. • 19.

rambu jalan berkelok

c. Persimpangan tiga sisi kanan. • 19. d. Persimpangan tiga serong kiri. • 19. e. Persimpangan tiga serong kiri. • 19. f. Persimpangan tiga serong kanan. • 19. g. Persimpangan tiga serong kanan.

• 19.

rambu jalan berkelok

h. Persimpangan tiga type T. • 19. i. Persimpangan tiga type Y. • 19. j. Persimpangan ganda kiri kanan. • 19. k. Persimpangan ganda kanan kiri. • 19. l. Persimpangan tiga ganda kiri.

• 19. m. Persimpangan tiga ganda kanan. • 20. a. Persimpangan tiga dengan prioritas. • 20. b. Persimpangan rambu jalan berkelok sisi kiri dengan prioritas. Penjelasan dari gambar rambu-rambu: • 20. c. Persimpangan tiga sisi kanan dengan prioritas. • 20. d. Persimpangan tiga serong kiri dengan prioritas. • 20. e. Persimpangan tiga serong kanan dengan prioritas. • 20. f. Persimpangan bundaran dengan proritas.

• 21. a. Tinggi ruang bebas ” … ” m. (dalam kurung adalah ukurannya) • 21. b. Lebar ruang bebas ” … ” m. (dalam kurung adalah ukurannya) • 22. a. Persilangan datar dengan lintasan kereta api berpintu. • 22. b .

rambu jalan berkelok

Persilangan datar dengan lintasan rambu jalan berkelok api tanpa pintu. • 23. Hati-hati!. • 24. a. Rambu tambahan menyatakan jarak 450 m. • 24. b. Rambu tambahan menyatakan jarak 300 m. • 24. c. Rambu tambahan menyatakan jarak 150 m. • 25. Peringatan tentang bahaya tanah longsor di musim hujan. Kedua : Rambu Larangan Rambu lalu lintas berwarna merah adalah rambu yang menyuruh kita agar tidak melakukan suatu tindakan atau hal yang ada di rambu jalan rambu jalan berkelok. Juga sebuah peringatan kepada kita supaya kita taat dan tidak melakukannya di tempat itu Ketiga : Rambu Lalu Lintas Perintah Rambu lalu lintas perintah adalah rambu yang menyuruh kita untuk mengikuti apa yang ada dalam rambu tersebut.

Bila larangan adalah suatu rambu yang tidak membolehkan kita untuk melakukan suatu tindakan, maka rambu ini adalah rambu yang mewajibkan kita untuk melakukan apa yang diperintahkan rambu tersebut. Berikut gambar rambu beserta perintahnya.Daftar Isi • Rambu Peringatan • Rambu Larangan • Rambu Perintah • Rambu Petunjuk Gambar rambu- rambu lalu lintas atau traffic sign yang terpasang di sepanjang jalan bukan sekedar hiasan saja.

Tapi rambu-rambu tersebut memiliki rambu jalan berkelok penting bagi para pengguna jalan. Tanpa adanya rambu-rambu lalu lintas mungkin saja pengguna jalan bisa tersesat atau bahkan berpotensi mengalami laka lantas. Nah, setiap gambar rambu lalu lintas pun mempunyai arti masing-masing.

Oleh karena itu, sebagai pengguna jalan yang baik perlulah kita memahami arti dari rambu-rambu lalu lintas tersebut. Jika anda belum mengetahuinya, tenang saja karena pada artikel kali ini penulis akan berbagi mengenai gambar rambu lalu lintas dan artinya secara lengkap.

Menurut Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang dimaksud dengan rambu-rambu lalu lintas adalah bagian perlengkapan jalan yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat dan atau perpaduan yang berfungsi sebagai peringatan, larangan, perintah atau petunjuk bagi pengguna jalan.

Secara umum, rambu-rambu lalu lintas digolongkan ke dalam enam jenis. Berikut adalah beberapa gambar rambu lalu lintas dan artinya: Rambu Peringatan • Tikungan ke kiri Rambu Petunjuk Keempat, rambu lalu lintas petunjuk. Rambu petunjuk ini memiliki fungsi memberikan arah atau petunjuk pada pengguna jalan. Umumnya rambu ini memiliki warna dasar hijau dan atau biru dengan simbol dan tulisan berwarna putih. • Rambu pendahulu petunjuk jurusan pada persimpangan di depan Rambu petunjuk jenis ini berfungsi menunjukan arah untuk mencapai tujuan (kota, wilayah atau daerah) serta berfungsi menyatakan nama jalan.

Umumnya, rambu ini berwarna dasar hijau dengan warna lambang atau tulisan putih.
Cianjur - Kontur jalan yang berkelok dan minim penerangan membuat jalur Ciloto-Cianjur di Jawa Barat dianggap menjadi salah satu tempat langganan kecelakaan lalu lintas. Menghindari hal tersebut terus berulang, Polres Cianjur, Jawa Barat menambah rambu-rambu peringatan di sepanjang jalur tersebut.

Sedikitnya 100 rambu dan spanduk peringatan terpasang di lintas jalur perbatasan Kabupaten Bogor menuju Cianjur tersebut. Menurut polisi, dengan banyaknya rambu peringatan pengendara diharapkan mematuhi batas kecepatan maksimum kendaraannya di jalur tersebut. "Kita berupaya menekan seminimal mungkin terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut, peringatan batas kecepatan dan imbauan untuk istirahat bila merasa lelah kita pasang, untuk posko pengamanan juga akan kita dirikan di sepanjang jalur tersebut," kata Kasatlantas Polres Cianjur AKP R Erik Bangun Prakasa kepada detikcom, Minggu (26/6/2016).

Erik juga mengingatkan kepada pengendara untuk dalam kondisi prima ketika membawa kendaraannya dan selalu memeriksa rem dan oli kendaraannya sebelum dipakai bepergian. Pastikan kondisi ban juga tidak gundul ketika dipakai. "Mayoritas penyebab kecelakaan di jalur puncak adalah human error, kondisi rem blong dan ban yang gundul. Jalan berkelok juga kerap mengurangi konsentrasi makanya pastikan istirahat yang cukup ketika akan membawa kendaraan," lanjut Erik.

Untuk penanganan kemacetan di jalur Puncak, Erik menyebut pihaknya selalu berkoordinasi dengan Polres Bogor untuk pemberlakuan arus satu arah. "Penempatan petugas di Pos Segar Alam (lepas Puncak Pass) juga berperan memecah simpul macet di jalur itu," tandasnya (dhn/dhn)
Semua pengendara wajib memahami berbagai rambu lalu lintas yang dipasang untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan.

Tanpa pemahaman yang utuh pada rambu lalu lintas, rawan terjadi pelanggaran yang merugikan pengguna jalan lain. Tak jarang, kesalahan dalam mengartikan rambu lalu lintas bisa berakibat fatal, seperti misalnya kecelakaan. 6 Jenis Rambu Lalu Lintas Beserta Contoh dan Artinya Ada 6 jenis rambu lalu lintas yang perlu Anda ketahui. Diantaranya adalah rambu peringatan, perintah, petunjuk, larangan, papan tambahan, dan rambu nomor rute. 1. Rambu Peringatan Ada total lebih dari 70 rambu lalu lintas yang termasuk dalam kategori peringatan.

Rambu lalu lintas ini dikenali dengan ciri gambar dan tulisan berwarna hitam, sementara latarnya berwarna kuning.

Rambu-rambu dalam kategori ini biasanya menggunakan bentuk belah ketupat. Berikut ini adalah beberapa contoh rambu peringatan yang sering dijumpai: ● Jalan Bercabang Rambu perintah dengan jalan bercabang berfungsi untuk menunjukkan bentuk jalan kedepan.

Misalnya, ada rambu peringatan dengan 4 atau 3 cabang. Biasanya rambu ini diletakkan 200-500 meter sebelum jalan yang dimaksud. ● Tanda Seru di Tengah Tanda lalu lintas yang satu ini berfungsi untuk mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati. Kondisi berhati-hati ini biasanya karena jalan yang sempit, satu arah, curam atau terjal. ● Dua Tanda Panah Atas Bawah dan Kanan Kiri Rambu ini berfungsi rambu jalan berkelok menunjukkan tinggi ruang bebas.

Di bagian tengah rambu ini biasa diberi angka untuk menunjukkan berapa meter tinggi ruang bebasnya. Jika panah ada di sebelah kanan kiri, maka rambu jalan berkelok lebar ruang bebasnya.

● Pagar Rambu ini selalu dipasang di dekat rel kereta. Fungsi dari rambu bergambar pagar ini adalah menandakan adanya lintasan kereta api berpintu. Apabila terdengar suara aba-aba kereta akan lewat, maka Anda bisa mulai mengurangi kecepatan. ● Bentuk Jalan Ada 3 jenis rambu lalu lintas kategori peringatan yang berbentuk jalan, yakni jalan tidak datar, cembung dan cekung.

Apabila Anda menjumpai rambu ini, maka Anda harus mempersiapkan diri untuk berkendara di jalan jenis tersebut dalam jarak dekat. ● Panah Berkelok-kelok Tanda panah selalu menunjukkan kemana arah yang harus diikuti oleh pengguna jalan.

Bila terdapat rambu bergambar panah berkelok-kelok, maka tandanya akan ada banyak tikungan di depan. ● Lurus Bergaris Selain berbentuk belah ketupat, ada juga rambu peringatan yang berbentuk persegi panjang seperti tongkat. Rambu ini dengan satu garis merah menunjukkan jarak 150 meter, dua garis merah artinya 300 meter dan terakhir 3 garis berarti 450 meter. Masing-masing rambu peringatan punya makna yang berbeda-beda.

Namun semuanya penting untuk mencegah pengendara terjebak bahaya atau kecelakaan. 2. Rambu Perintah Rambu perintah harus ditaati oleh semua pengguna jalan. Rambu-rambu lalu lintas ini memiliki ciri menggunakan warna dominan biru dan putih. Berikut adalah beberapa contoh rambu perintah: ● Putaran Bundaran Rambu lalu lintas ini pasti ada di jalan yang mengitari bundaran. Artinya, Anda harus mengikuti arah jalan sesuai rambu.

Misalnya, rambu menunjukkan bahwa arah jalan dari kiri ke kanan sesuai bundaran. Maka Anda juga harus mengambil jalan dari kiri ke kanan sesuai arahan rambu. ● Jalan Bercabang Ada dua jenis rambu lalu lintas jalan bercabang, lurus atau ke kanan dan lurus atau ke kiri. Saat berjalan, pengendara harus mengikuti salah satu jalan yang sudah ditunjukkan. ● Gambar Kendaraan Bila pada salah satu lajur terdapat rambu bergambar kendaraan, maka lajur tersebut dikhususkan untuk kendaraan tersebut.

Misalnya, apabila terdapat rambu perintah bergambar sepeda, maka lajur tersebut hanya untuk sepeda saja. ● Gambar Banyak Kendaraan Apabila dalam satu rambu lalu lintas terdapat banyak kendaraan sekaligus, maka hanya kendaraan rambu jalan berkelok yang bisa lewat. Biasanya, kendaraan ini digolongkan menjadi yang bentuknya mirip.

Contohnya adalah lajur pedati, gerobak dorong dan dokar.

rambu jalan berkelok

● Arah Rambu Arah mengandung perintah agar para pengendara mengikuti panah ke salah satu arah saja. Misalnya ke kiri atau ke kanan. Pengguna jalan hanya bisa mengikuti arah yang ditentukan. Ada 5 jenis rambu dalam kategori ini yaitu ke arah kiri, kanan, belok kanan, belok kiri dan lurus. ● KM Angka Rambu ini memerintahkan pengguna jalan untuk berjalan minimal secepat angka tertera. Misalnya, tertera angka 30 KM. Maka Anda sebagai pengguna jalan harus berjalan setidaknya 30 KM.

Rambu-rambu perintah perlu dipatuhi agar lalu lintas tetap lancar dan nyaman bagi semua pengendara. 3. Rambu Larangan Berbeda dengan rambu peringatan, rambu larangan menunjukkan apa saja hal yang tidak boleh dilakukan oleh pengguna jalan. Untuk warnanya, rambu larangan identik dengan warna merah. Tujuannya adalah agar bisa dilihat dari kejauhan. Berikut ini adalah beberapa contoh rambu-rambu lalu lintas larangan: ● Stop Gambar rambu lalu lintas larangan ini paling sering dijumpai di jalanan.

Fungsinya adalah untuk menghentikan pengguna jalan berjalan terus. Biasanya, rambu ini terletak di ujung jalan. Wah ! Ini Rate Card 2022 Model, Influencer, dan Selebgram Bali ● Strip Putih di Tengah Mirip dengan stop, rambu ini menunjukkan larangan masuk untuk semua pengguna jalan.

Biasanya, rambu ini terdapat di ujung jalan satu arah. Tujuannya adalah agar tidak terjadi tabrakan antara satu pengendara dan lainnya. ● Kendaraan Dicoret Untuk rambu ini, berarti hanya kendaraan tersebut yang tidak boleh masuk dalam lingkungan. Misalnya, ada rambu bus dicoret maka artinya bus tidak boleh rambu jalan berkelok.

Kendaraan lain yang tidak dicoret tetap diizinkan untuk masuk. ● Huruf P Dicoret Anda tentu sudah cukup familiar dengan rambu ini. Huruf P merupakan akronim dari Parkir, sehingga arti dari rambu jalan berkelok ini adalah dilarang parkir. Batas pelarangan adalah sejauh 15 meter dari tempat terpasangnya rambu. ● KM Angka Bila ada rambu bertuliskan km angka, seperti 40 km, maka artinya adalah pengguna jalan tidak boleh berkendara di atas kecepatan tersebut.

Rambu ini sering dipasang di area penyebrangan sekolah dan lokasi banyak anak-anak. ● Tanda Belok Dicoret Tanda ini mengandung maksud bahwa Anda tidak boleh belok kanan, kiri ataupun putar balik. Rambu ini biasa terpasang di jalan raya. Rambu ini dipasang agar tidak terjadi kecelakaan antara pengguna arah yang satu dengan lainnya. Pelanggaran pada rambu lalu lintas larangan akan berakibat denda atau bahaya yang mengancam.

4. Rambu Petunjuk Rambu petunjuk biasanya menggunakan dominan warna hijau dan putih. Berbeda dengan rambu lainnya, rambu-rambu lalu lintas ini cenderung memiliki banyak tulisan dan petunjuk arah. Berikut adalah rambu jalan berkelok rambu petunjuk: ● Jalan Bercabang Disertai Nama Tempat Rambu ini berfungsi untuk menunjukkan kemana jalan tersebut akan membawa Anda.

Misalnya apabila Anda melewati jalan yang menuju sebuah pertigaan.

rambu jalan berkelok

Sebelum pertigaan, akan ada rambu yang menjelaskan kemana arah dituju. Anda bisa memilih jalan yang sesuai dengan tujuan. ● Nama Tempat dan Tanda Panah Bila ada rambu petunjuk yang menunjukkan tanda panah diikuti nama tempat, maka artinya rambu ini menunjukkan satu-satunya jalan menuju tempat tersebut.

Jika nama tempat yang disebutkan sesuai dengan tujuan Anda, maka ikuti tanda panah tersebut. ● Nama Tempat dan KM Rambu petunjuk dengan nama tempat diikuti dengan angka KM menunjukkan seberapa jauh lokasi tersebut dari tempat pemasangan tanda. Misalnya, Yogyakarta 2 KM. Maka artinya, Anda akan sampai di Yogyakarta dalam 2 KM ke depan. ● Orang Berjalan Tanda orang berjalan menunjukkan tempat penyeberangan. Tentu saja rambu lalu lintas ini ditempatkan di zebra cross atau jembatan rambu jalan berkelok.

● Tanda Panah Tanda panah menunjukkan jalan satu arah. Misalnya, ada rambu dengan tanda panah ke kiri. Maka pengguna jalan hanya bisa mengikuti jalan ke kiri. ● Jalan dengan Ujung Merah Apabila Anda menemukan rambu ini, maka Anda perlu berhenti atau putar balik.

Arti dari rambu ini adalah adanya jalan buntu di ujung jalan tersebut. Rambu petunjuk tanda buntu ini juga bisa berupa jalan bercabang, dimana salah satu jalan buntu dan lainnya tidak. ● Huruf P Fungsi dari rambu lalu lintas ini adalah untuk memberitahukan kepada pengguna jalan terkait adanya tempat parkir. Biasanya diikuti dengan tulisan kendaraan yang boleh parkir di area tersebut. Mengikuti rambu petunjuk akan memudahkan Anda menemukan arah atau tempat yang dituju. 5. Rambu Tambahan Fungsi utama dari rambu tambahan adalah untuk memberikan keterangan lain bagi pengguna jalan.

Rambu ini biasanya dituliskan dalam warna hitam dan putih saja serta kurang mencolok kehadirannya. Berikut ini beberapa rambu jalan berkelok rambu tambahan: ● Jam atau Waktu Rambu tambahan yang menunjukkan waktu, seperti 10.00 – 12.00, memiliki arti waktu berlakunya rambu rambu jalan berkelok lintas. Selain di jam tertera, pengguna jalan bisa mengabaikan rambu ini. ● Peringatan Kalimat-kalimat peringatan seperti JALAN LICIN atau BANYAK JURANG berfungsi untuk membuat pengguna jalan lebih berhati-hati.

Jenis rambu tambahan seperti ini biasanya diikuti dengan tanda peringatan atau larangan. ● Tanda Panah dan Angka Jika Anda melihat rambu dengan tanda panah ke kanan dan di bagian atasnya, maka rambu ini menunjukkan jarak berlakunya rambu. Misalnya, rambu dengan panah ke kanan diikuti 10 meter. Maka artinya, rambu tertera (berupa larangan, perintah atau peringatan) hanya berlaku sampai 10 meter ke arah kanan saja.

6. Rambu Nomor Rute Fungsi utama dari rambu nomor rute adalah untuk memberikan keterangan tambahan dari sebuah jalan. Rambu ini berbentuk hexagonal dengan angka dan tulisan di bagian atasnya. Masing-masing unsur dalam rambu ini memiliki artinya sendiri. Untuk rambu nomor rute jalan nasional, maka di bagian atasnya akan ada tulisan Rambu jalan berkelok dan disertai latar berwarna merah. Sementara untuk jalan propinsi, akan ada tulisan PROPINSI dengan latar berwarna biru.

Jalan rute propinsi jauh lebih banyak daftarnya dibandingkan jalan nasional. Bagian angka dari rambu ini menunjukkan nomor rutenya. Nomor rute sendiri sudah ditentukan oleh pemerintah, sehingga Anda perlu mengecek sendiri untuk daftarnya. Rute jalan pasti berupa rangkaian jalanan. Salah satu contoh rute jalan nasional adalah Rute 23 yang menunjukkan jalan dari Gempol – Pandaan – Lawang – Malang – Kepanjen.

Jadi bila Anda menemukan rambu hexagonal NASIONAL bertuliskan angka 23, maka artinya Anda berada di rute 23. Banyaknya macam rambu lalu lintas tersebut bukan tanpa alasan. Masing-masing jalan di berbagai daerah punya kondisi yang berbeda-beda. Keberadaan rambu-rambu tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Jadi, apakah Anda sudah banyak menghafalkan rambu-rambu lalu lintas? Baca Juga : 7 Contoh Curriculum Vitae yang Disukai oleh Perusahaan Recent Posts • Arfadia dan Candi Ajak 10 Brand Buka Bersama Anak Panti Asuhan Denpasar • Tanyakan Delisting, VidyCoin Legal & Terdaftar di Bappebti • Wah ! Ini Rate Card 2022 Model, Influencer, dan Selebgram Bali • Babi Guling Karya Rebo, Pertama di Kedonganan Bali • Makan Babi Guling di Seminyak Dengan Konsep Taman

Pantauan Udara Arus Balik Hari Terakhir Libur Lebaran Cikampek




2022 www.videocon.com