Batuk berdahak pada bayi

batuk berdahak pada bayi

Batuk berdahak pada bayi bukanlah kondisi yang mengkhawatirkan, tetapi dapat membuat bayi merasa tidak nyaman dan rewel. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami cara menangani batuk berdahak pada bayi dengan tepat.

Infeksi virus batuk berdahak pada bayi bakteri merupakan penyebab utama batuk berdahak yang sering dialami oleh bayi. Beberapa contoh penyakit infeksi yang dapat menyerang saluran pernapasan bayi adalah batuk rejan, batuk croup, bronkiolitis, dan pneumonia.

Selain infeksi, batuk berdahak pada bayi bisa juga disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti asma, alergi, iritasi saluran napas, naiknya asam lambung, paparan polusi seperti asap rokok, atau akibat menelan benda tertentu. Memahami Jenis Batuk Batuk merupakan refleks alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir, debu, atau sisa-sisa makanan yang masih tersangkut di tenggorokan. Batuk sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu batuk kering dan batuk berdahak.

batuk berdahak pada bayi

Batuk kering adalah upaya tubuh batuk berdahak pada bayi menghilangkan rasa gatal di tenggorokan bayi. Sedangkan, batuk berdahak adalah upaya tubuh untuk mengeluarkan lendir dari paru-paru dan tenggorokan. Batuk berdahak sering terjadi jika bayi mengalami pilek atau lendir mengalir ke dari hidung ke tenggorokan ( postnasal drip).

Tak jarang, batuk pada bayi disertai dengan demam, sakit tenggorokan, kehilangan selera makan, serta hidung tersumbat. Hal inilah yang membuat bayi menjadi rewel. Meredakan Batuk Berdahak Pada Bayi Walaupun dahak atau lendir mengandung sel darah putih yang berfungsi untuk membantu melawan kuman, dahak atau lendir akan terkumpul di tenggorokan bayi jika dibiarkan.

Hal ini bisa mengganggu pernapasannya. Untuk mengatasi batuk berdahak pada bayi, orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut ini: • Perbanyak asupan cairan bayi Saat bayi terserang batuk berdahak, sebaiknya Anda memberikan asupan cairan yang cukup. Langkah ini bertujuan untuk mengencerkan dahak dan untuk membantu batuk berdahak pada bayi bayi melawan infeksi penyebab batuk berdahak. • Pastikan bayi cukup istirahat Bayi yang sakit akan menjadi rewel dan kesulitan untuk istirahat.

Kondisi ini bisa membuat bayi lebih lama menderita batuk berdahak. Usahakan bayi cukup tidur, agar kuat untuk melawan infeksi penyebab batuk berdahak. • Jaga kelembapan udara Melembapkan udara di sekitar bayi dipercaya mampu mengurangi lendir yang ada di tenggorokan dan membantu melegakan pernapasan Si Kecil. • Jauhkan bayi dari polusi Ketika bayi sedang batuk, penting untuk menjauhkannya dari polusi, seperti asap rokok atau udara kotor.

Hal ini guna mencegah agar iritasi dan batuknya tidak memburuk, serta agar Si Kecil dapat beristirahat dengan baik. Perlu diingat, hindari pemberian obat bebas tanpa resep dokter. Selain itu, hindari pemberian madu pada bayi berusia di bawah satu tahun untuk meredakan batuk. Hal ini untuk menghindari kemungkinan bayi mengalami botulisme. Meski tidak perlu khawatir berlebihan saat bayi mengalami batuk berdahak, Anda tetap harus waspada jika dahak mulai berubah warna menjadi hijau, kuning, atau kecokelatan disertai bau.

batuk berdahak pada bayi

Dahak yang berwarna dan berbau batuk berdahak pada bayi bisa menandakan terjadinya infeksi dan memerlukan penanganan dokter segera. Selain itu, konsultasikan ke dokter anak jika batuk berdahak pada bayi tidak membaik setelah 5 hari, batuk semakin memburuk, kesulitan untuk bernapas, terdapat mengi, serta batuk membuat bayi sulit untuk makan dan minum. Periksakan juga Si Kecil apabila batuk berdahak itu disertai demam hingga 38°C pada bayi berusia di bawah 3 bulan dan 39°C pada bayi usia 3–6 bulan.

Advertisement Ketika terkena jenis batuk yang satu ini, bayi dapat mengalami sakit tenggorokan, tidak nafsu makan, terbangun di malam hari, hingga membuatnya lebih rewel. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebab batuk berdahak pada bayi Anda. Penyebab batuk berdahak pada bayi Batuk berdahak adalah batuk yang menghasilkan lendir atau dahak. Kondisi ini menunjukkan adanya lebih banyak lendir yang terbentuk di saluran pernapasan bayi. Pada batuk berdahak, dahak terasa di bagian belakang tenggorokan atau dada.

batuk berdahak pada bayi

Penyebab batuk berdahak pada bayi, di antaranya: • Virus flu atau pilek Batuk berdahak pada bayi paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan flu atau pilek. Pada kondisi ini, bayi dapat merasakan gejala, seperti batuk berdahak, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, sakit otot, tidak selera makan, dan demam ringan. Dalam mengatasinya, berikan banyak cairan seperti ASI (jika masih menyusu) atau air putih untuk bayi agar sistem kekebalan tubuhnya mampu melawan infeksi yang ada.

Selain itu, gunakan bahan atau alat, seperti madu, vaporizer, atau humidifier untuk menenangkan tenggorokan bayi yang sakit. Buat bayi banyak beristirahat agar batuk berdahaknya bisa segera sembuh. • Asma Asma jarang terjadi pada bayi di bawah usia 2 tahun, kecuali jika terdapat riwayat keluarga yang memiliki asma. Penyempitan saluran pernapasan yang terjadi pada asma, dapat menyebabkan gejala, seperti mengi, batuk berdahak, hidung tersumbat, dan mata yang terasa gatal serta berair.

Namun, jika bayi belum mendapat diagnosis asma dari dokter maka kondisi tersebut juga bisa disebut penyakit saluran udara reaktif. Untuk mengatasi kondisi ini, segera bawa bayi Anda ke dokter. Dokter biasanya akan menggunakan obat asma untuk gejala yang dirasakan bayi Anda, terutama mengi dan batuk.

Dokter mungkin akan meresepkan obat asma cair atau yang dihirup, untuk membuka saluran pernapasan bayi Anda. Selain itu, Anda juga harus memerhatikan laju pernapasan bayi Anda karena dikhawatirkan mengalami sesak napas.

• Batuk batuk berdahak pada bayi Batuk rejan merupakan infeksi bakteri yang membuat paru-paru dan saluran pernapasan meradang. Batuk ini juga bisa menginfeksi batang tenggorokan sehingga menyebabkan batuk pada bayi yang hebat dan terus menerus. Bayi yang mengalami batuk rejan akan merasakan gejala, seperti pilek, batuk berdahak pada bayi berdahak, bersin, demam, batuk selama 20-30 detik tanpa henti, dan mungkin memuntahkan dahak yang kental. Untuk menangani bayi yang mengalami batuk rejan, Anda harus membawa mereka ke dokter.

Penyakit ini dapat menjadi sangat berbahaya bagi bayi di bawah usia 1 tahun karena menyebabkan komplikasi yang berujung pada kematian. Baca Juga • Obat Sesak Napas: Cara Alami dan yang Bisa Ditemukan di Apotek • Mengenal Pneumonia Bilateral dan Bedanya dengan Pneumonia Biasa • Sama-Sama Menyerang Pernapasan, Ini Perbedaan Bronkitis dan Pneumonia • Menghirup sesuatu Bayi yang menghirup sesuatu, seperti asap rokok, udara kotor, bahan kimia, ataupun iritan lainnya, bisa menyebabkan batuk pada bayi.

Hal tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan bayi hingga menimbulkan dahak yang berlebih. Bukan hanya itu, gejala lain yang mungkin terjadi, yaitu batuk terus menerus, sesak napas, atau kulit yang pucat. Dalam mengatasi kondisi ini, sebaiknya jauhkan bayi dari hal yang dapat memperparah batuknya, baik asap rokok maupun polusi udara.

Berilah ASI sesering mungkin agar tenggorokannya terasa nyaman dan memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Sementara, jika bayi Anda berusia lebih dari 1 tahun, maka Anda dapat memberinya ½ sdt madu sebelum tidur untuk menenangkan tenggorokannya. • Bronkiolitis Bronkiolitis menyebabkan bayi mengalami batuk berdahak. Penyakit ini biasanya muncul setelah flu biasa. Sebagian besar kasus bronkiolitis pada bayi di bawah usia 1 tahun disebabkan oleh respiratory syncytial virus (RSV).

Bronkiolitis umumnya terjadi ketika udara dingin, dan disertai dengan gejala, seperti demam ringan dan hilang nafsu makan. Ini merupakan batuk pada bayi yang harus diwaspadai. Untuk mengatasi bronkiolitis, Anda dapat memberi bayi banyak cairan seperti ASI dan menyalakan humidifier. Selain itu, bayi perlu lebih banyak beristirahat agar keadaannya segera membaik.

batuk berdahak pada bayi

Jika mengalami kesulitan bernapas, segera bawa bayi ke dokter. Selain bronkiolitis, bronkitis (peradangan pada tabung bronkial) juga dapat menyebabkan batuk berdahak. • Pneumonia Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang berbahaya bagi bayi. Penyakit ini disebabkan oleh virus ataupun bakteri layaknya flu biasa.

Bayi yang mengalami kondisi ini dapat mengalami gejala, yaitu batuk terus menerus, kelelahan, dan batuk berdahak yang berwarna hijau atau kuning. Selain itu, bayi juga bisa mengalami demam, mulai dari ringan hingga berat. Sama halnya dengan bronkiolitis, ini juga merupakan batuk pada bayi yang harus diwaspadai. Cara mengatasi pneumonia tergantung pada penyebabnya, yaitu virus atau bakteri. Oleh sebab itu, jika muncul gejalanya pada bayi Anda, segera periksakan mereka ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganannya.

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri biasanya lebih berbahaya. Untuk memastikan penyebab batuk berdahak pada bayi Anda, sebaiknya orang tua membawa si kecil pada dokter anak agar mendapat diagnosis yang tepat. Selain itu, jika batuk berdahak yang dialami bayi Anda tak kunjung membaik, atau bahkan disertai demam tinggi yang tak kunjung turun, segera bawa bayi Batuk berdahak pada bayi ke dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/wet-cough#causes-in-young-children Diakses pada 06 Agustus 2019 Parents. https://www.parents.com/baby/health/cough/decoding-babys-cough/ Diakses pada 06 Batuk berdahak pada bayi 2019 What to expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/health-and-safety/baby-toddler-cough-symptoms/ Diakses pada 06 Agustus 2019 Baby Center. https://www.babycenter.com/0_whooping-cough-in-babies_10911.bc Diakses pada 06 Agustus 2019 Penyakit 10 Jenis Asma dengan Ciri-Cirinya yang Berbeda Terdiagnosis menderita asma, tidak cukup hanya sampai di situ.

Memahami jenis asma yang diderita membuat proses penanganan bisa lebih akurat. Terlebih, reaksi seseorang terhadap asma bisa berbeda-beda. Untungnya, rata-rata cara penanganannya mirip satu dengan lainnya.
Bayi adalah makhluk lemah yang organ-organnya belum terbentuk secara sempurna. Oleh karena itu, bayi membutuhkan perlindungan ekstra terhadap pengaruh dari lingkungan luar karena tubuhnya belum mampu beradaptasi dengan baik.

Batuk berdahak merupakan suatu pertanda adanya kontaminasi dari lingkungan yang mengganggu tubuh bayi. Sebagai orang tua, sudah semestinya Anda memperhatikan keadaan ini. Batuk seringkali memang gejala yang biasa dialami bayi, namun ada kalanya itu merupakan pertanda adanya penyakit lain yang mendasarinya.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai penyebab, kapan batuk berdahak pada bayi dikatakan sebagai kondisi gawat, dan terutama bagaimana cara mengobatinya (baca pula artikel sebelumnya mengenai cara mengatasi batuk pada bayi secara alami). Silakan simak dengan saksama uraian di bawah ini. Penyebab Batuk Berdahak Pada Bayi • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Batuk berdahak pada bayi dapat disebabkan oleh banyak faktor.

Akan tetapi, faktor yang paling umum adalah adanya gangguan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Infeksi saluran pernapasan akut dapat terjadi pada organ pernapasan atas (dari hidung sampai bronkus) dan bawah (bronkiolus, paru, alveolus).

Dalam hal ini, asthma dan bronkiolitis adalah dua kasus yang paling banyak diderita oleh bayi berusia di bawah satu tahun. Batuk berdahak bisa diduga asthma apabila disertai dengan sesak, suara mengi pada setiap helaan napas, serta tampak adanya retraksi (tarikan) pada otot bantu pernapasan. Asthma dapat terjadi karena faktor keturunan maupun karena adanya pemicu seperti debu dan asap rokok.

Asthma sering terjadi pada bayi karena bayi memiliki batuk berdahak pada bayi tahan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna. Sementara itu, bronkiolitis adalah adanya penyumbatan atau penyempitan bronkiolus. Bronkiolitis memiliki gejala yang mirip dengan asthma, maka biasanya diperlukan foto rontgen untuk deteksi lebih tepat. Tak hanya asthma dan bronkiolitis, batuk berdahak dapat pula merupakan salah satu gejala flu. Biasanya ia muncul bersama pilek. Flu pada bayi biasanya dikarenakan virus yang ditularkan oleh orang lain (baca pula penyebab bayi pilek dan cara mengatasinya).

• Daya tahan tubuh lemah Bayi adalah makhluk dengan daya tahan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna. Oleh karena itu, bayi sangat memerlukan ASI karena ASI merupakan minuman terbaik yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh bayi. ASI eksklusif wajib diberikan pada bayi hingga berusia 6 bulan. Setelah itu, bayi tetap disapih hingga berusia 2 tahun, namun juga diberikan makanan pendamping (MP ASI).

ASI yang pertama kali keluar disebut kolostrum. Manfaat kolostrum bagi bayi baru lahir sangat luar biasa dalam membentuk daya tahan tubuh bayi. Maka sebisa mungkin ibu tidak melewatkan untuk memberikan kolostrumnya kepada sang bayi. baca pula artikel : • makanan untuk memperbanyak ASI • pantangan ibu menyusui • makanan sehat untuk ibu menyusui • makanan bergizi untuk ibu hamil Untuk bayi yang telah mengonsumsi makanan pendamping ASI, usahakan selalu menyediakan makanan yang bervariasi dan bergizi tinggi.

Akibat kekurangan gizi pada bayi juga dapat berdampak pada melemahnya daya tahan tubuh yang dapat memicu munculnya berbagai penyakit. • Cuaca dingin Batuk berdahak juga dapat muncul dari lender akibat ketidaktahanan tubuh bayi terhadap cuaca dingin di sekitarnya.

Untuk itu usahakan bayi selalu dalam kondisi hangat. Selimuti bayi, pakaikan jaket dan topi ketika bepergian, jangan mandikan bayi terlalu lama, usahakan rutin menjemur bayi di pagi hari, dan juga jangan meletakkan bayi di tempat ber-AC terlalu lama. Sebelumnya kita telah membahas mengenai bahaya AC bagi balita dan cara memandikan bayi baru lahir. Selain itu, faktor cara kelahiran bayi (caesar atau normal) juga cukup berpengaruh terhadap kepekaan bayi terhadap suhu sekitar. Umumnya ada beberapa kelebihan bayi lahir normal dibandingkan dengan bayi yang lahir melalui proses operasi caesar.

batuk berdahak pada bayi Faktor penyakit lain Terkadang batuk berdahak pada bayi tak boleh diremehkan oleh para orang tua. Batuk berdahak pada bayi juga bisa merupakan sebuah gejala dari rangkaian gejala suatu penyakit yang mendasarinya. Batuk berdahak dapat merupakan pertanda adanya gangguan organ pernapasan, pencernaan, juga penyakit lain seperti campak (baca pula artikel gejala campak pada bayi). Ada pula faktor lain yang menyebabkan bayi menjadi rentan terhadap penyakit, seperti posisi tidur tengkurap (baca pula artikel mengenai posisi tidur bayi yang baik).

Cara Mengobati Batuk Berdahak Pada Bayi • Terapi uap Terapi uap terbukti cukup efektif menangani batuk berdahak yang disebabkan oleh gangguan saluran napas. Uap dapat mengurangi lender dan membuka atau memperlebar saluran napas yang menyempit. Terapi ini tergolong cukup aman bagi anak-anak. Namun, untuk batuk berdahak yang tak dilandasi oleh gangguan saluran napas, terapi ini belum terbukti efektif. • Perbanyak asupan cairan (minum) Jangan sembarangan memberi obat maupun suplemen kepada anak, apalagi bayi di bawah satu tahun.

Berikan saja batuk berdahak pada bayi yang banyak. Minuman yang diberikan bisa berupa susu maupun air putih. Cairan yang masuk batuk berdahak pada bayi dalam tubuh akan mengencerkan lender dan hal ini akan mengurangi dahak bayi.

Beberapa orang mungkin menyarankan untuk memberikan madu. Namun ingat, sebelumnya kita telah membahas mengenai bahaya madu bagi bayi baru lahir. Ketimbang melakukan hal yang belum tentu aman, beri saja nutrisi alami bagi bayi Anda, seperti ASI dan buah-buahan.

• Segeralah berobat ke dokter Bila Anda telah mengusahakan berbagai cara namun hasilnya masih nihil, segeralah berobat ke dokter. Hanya dokter orang yang secara terdidik mempelajari penyakit manusia. Percayakan bayi Anda di tangan seorang professional yang tepat. Cukup sekian informasi yang kita bahas kali ini.

Semoga dapat memberi manfaat bagi para orang tua yang membacanya. Semoga setelah ini, para orang tua dapat lebih memperhatikan kesehatan bayinya dan melakukan penanganan secara cepat dan tepat bila ditemui gangguan kesehatan pada tubuh sang anak (baca pula artikel cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit). Selamat berjuang merawat buah batuk berdahak pada bayi tercinta. Kapan Bayi Harus Dibawa ke Dokter? • Batuk berdahak yang tak kunjung sembuh Bila bayi mengalami batu berdahak yang tak kunjung sembuh selama lebih dari seminggu, segera periksakan ke dokter.

Batuk berdahak yang tak kunjung sembuh bisa dikarenakan infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, jamur) yang dapat menyebabkan terjadinya penyempitan saluran pernapasan. Kondisi ini akan sangat menyiksa bayi dan juga akan sangat menganggu waktu tidurnya yang semestinya dimanfaatkan sebaik mungkin. • Batuk berdahak yang disertai demam Demam adalah salah satu tanda yang tak boleh dianggap remeh. Demam menunjukkan adanya inflamasi pada tubuh. Pada bayi, suhu tubuh mulai dari 37⁰C sudah bisa dikategorikan demam.

Pada bayi, sebisa mungkin hindari demam yang berlangsung terus-menerus. Demam pada waktu anak-anak dapat berdampak buruk ketika ia beranjak dewasa. Demam pada anak-anak, terutama bayi, akan sangat mengganggu kematangan sistem saraf sehingga ketika dewasa batuk berdahak pada bayi seseorang akan mengalami epilepsy maupun kemampuan berpikir yang rendah (kebodohan). • Batuk berdahak yang disertai sesak Batuk yang disertai sesak dicurigai merupakan gejala asthma, bronkiolitis, maupun gangguan pernapasan lainnya.

Hal ini memerlukan penanganan cepat dari dokter. Jakarta - Batuk berdahak pada bayi usia 0-12 bulan bisa terjadi kapan saja, Bunda. Kondisi ini bisa bikin bayi rewel hingga menolak makan.

Menurut dokter spesialis anak, dr.Melisa Anggraeni, M.Biomed, Sp.A, penyebab batuk berdahak bayi usia 0-6 bulan bisa berbeda dengan bayi 6-12 bulan. Angka kejadian batuk di bawah usia 6 bulan termasuk jarang dibandingkan di atas 6 bulan. "Seandainya bayi usia 0-6 bulan itu terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), berarti pasti penyebabnya adalah infeksi dari lingkungan," kata Melisa kepada HaiBunda, belum lama ini. Si Kecil mungkin tertular sakit dari orang dewasa atau anak-anak kecil di sekitarnya.

Sakit batuk berdahak juga bisa disebabkan kondisi lingkungan yang buruk atau binatang peliharaan, Bunda. "Anak bisa tertular penyakit dari lingkungan yang tidak sehat, contohnya ada binatang peliharaan yang menyebarkan penyakit atau lingkungan kurang bersih atau tinggal di tempat pembuangan sampah, lalu menyebabkan radang paru," ujar Melisa.

Selama lingkungan tempat tinggal anak bersih, Bunda enggak perlu khawatir anak bisa batuk berdahak ya. Lingkungan yang bersih dan tidak terpapar bakteri atau virus, jarang membuat anak sakit. Berbeda dengan bayi di bawah 6 bulan, bayi di atas 6 bulan lebih mudah terserang sakit batuk berdahak. Aktivitas anak yang sudah mulai aktif membuatnya gampang terpapar virus, bakteri, hingga jamur.

"Bayi usia 6-12 bulan itu lebih aktif, bisa merangkak, berjalan kemana-mana, memasukkan tangan ke mulut, dan mengeksplorasi lingkungan. Bisa jadi dia sakit batuk karena faktor lingkungan, infeksi virus atau bakteri yang masuk mulut atau tertular dari orang di sekitarnya," kata Melisa. Mengeluarkan dahak pada bayi 0-12 bulan memang enggak mudah.

Simak cara aman mengeluarkan dahak pada bayi di usia ini di halaman selanjutnya.
Nah, agar Anda tak keliru, berikut penjelasan seputar batuk pada bayi, mulai dari jenis sampai obat batuk yang tepat. Apakah batuk pada bayi berbahaya? Batuk merupakan respon alami tubuh untuk melindungi saluran udara agar tidak tersumbat.

Gejala ini membantu membersihkan tenggorokan dan dada bayi Anda dari iritasi, seperti lendir, debu, atau asap.

Artinya, batuk merupakan hal yang normal bila terjadi sesekali dan tidak membahayakan si kecil. Meski begitu, batuk juga bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang serius bila terjadi terus menerus.

Apalagi, jika batuk terjadi pada bayi baru lahir hingga yang berusia 4 bulan. Pasalnya, anak pada usia tersebut jarang mengalami batuk karena belum dapat mengoordinasikan pernapasan antara mulut dan hidungnya dengan baik. Dua jenis batuk yang umum menyerang bayi Secara umum, ada dua jenis batuk yang umum terjadi pada bayi.

Berikut penjelasannya. 1. Batuk Berdahak Batuk berdahak merupakan jenis batuk yang disertai oleh keluarnya dahak. Umumnya, ini terjadi karena kondisi medis tertentu yang menyebabkan keluarnya dahak atau lendir. Pada bayi, biasanya ini terjadi karena infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan. 2. Batuk Kering Berbeda dengan batuk berdahak, batuk kering tidak disertai dengan keluarnya dahak atau lendir. Pada bayi, jenis batuk ini sering terjadi karena croup atau masalah kesehatan lainnya, seperti alergi.

Batuk berdahak pada bayi penyebab dan gejala batuk pada bayi? Dua jenis batuk di atas bisa terjadi karena berbagai penyebab. Adapun setiap penyebab batuk umumnya menimbulkan berbagai gejala lainnya yang khas, serta membutuhkan penanganan yang berbeda.

Berikut adalah beberapa penyebab dari batuk pada bayi beserta dengan gejala yang menyertainya. 1.

batuk berdahak pada bayi

Pilek atau flu Ini merupakan penyebab batuk yang umum terjadi pada si kecil. Akibat flu atau pilek, bayi biasanya mengalami batuk berdahak, yang sering memburuk pada malam hari. Pasalnya, ketika si kecil berbaring, lendir menetes dari bagian belakang hidung dan mulutnya ke tenggorokan sehingga memicu batuk. Batuk jenis ini umumnya akan mereda dalam waktu tiga hingga enam minggu hingga gejala flu pada anak hilang.

Selain itu, batuk juga sering disertai dengan bersin, hidung beringus, mata berair, demam pada bayi yang rendah, serta nafsu makan berkurang. 2. C roup Croup adalah peradangan pada saluran napas bagian atas (laring dan trakea). Peradangan menyebabkan saluran napas membengkak, sehingga bayi sulit bernapas dan mengeluarkan batuk kering seperti gonggongan. Selain batuk, gejala croup sering disertai dengan demam, hidung tersumbar atau meler, suara serak, muncul suara melengking saat menghirup udara, dan sesak napas.

Gejala biasanya semakin parah saat malam hari dan ketika bayi menangis. Sebagian besar kasus croup disebabkan oleh virus, seperti virus parainfluenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan adenovirus. Umumnya, kondisi ini bersifat ringan dan dapat diobati di rumah, meski bisa juga menjadi parah. 3. Batuk rejan Batuk rejan (pertusis) merupakan kondisi yang serius pada bayi dan bisa mematikan. Ini merupakan penyakit menular yang terjadi akibat infeksi bakteri Bordetella pertussis pada saluran pernapasan.

Selain batuk berkepanjangan, kondisi ini juga ditandai dengan tarikan napas yang mengeluarkan suara bernada tinggi “ whoop” atau mengi (berbunyi ngik ngik). Selain itu, gejala lain yang muncul bisa berupa demam dan hidung meler. Adapun bayi di bawah usia 6 bulan lebih mungkin mengalami komplikasi dari pertusis, seperti pneumonia dan ensefalopati.

Pemberian vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus) dapat membantu mengurangi risiko penularannya pada bayi. 4. Bronkiolitis Bronkiolitis adalah infeksi paru-paru yang umum terjadi pada anak-anak dan bayi di bawah usia 12 bulan. Umumnya, kondisi ini terjadi karena infeksi virus dan sering kali memuncak saat cuaca dingin.

Gejala bronkiolitis mirip dengan flu biasa, seperti hidung meler dan demam ringan. Namun, lambat laun, bayi menjadi batuk, mengi, dan kesulitan bernapas. Adapun gejala ini sering terjadi selama beberapa hari atau bahkan minggu.

Sebagian besar kasus bronkiolitis pada bayi pun umumnya bersifat ringan. Namun, jika infeksi semakin batuk berdahak pada bayi, bronkiolitis dapat mengancam keselamatan jiwa si kecil. 5. Pneumonia Banyak infeksi pada paru-paru yang dimulai dengan gejala seperti flu. Selain bronkiolitis, pneumonia juga bisa menjadi penyebabnya. Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Kondisi ini menyebabkan paru-paru memproduksi dahak berlebih, sehingga memicu batuk pada si kecil.

Selain itu, pneumonia pada anak bayi juga sering disertai dengan demam tinggi, meriang, sulit bernapas, nyeri dada (terutama saat batuk), dan kelelahan yang tak biasa. Untuk mengatasinya, dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk bayi Anda. 6. Asma Bayi yang mengidap asma juga umumnya mengalami batuk saat gejalanya muncul. Selain batuk, gejala asma yang muncul pada bayi bisa berupa sesak napas, mengi, mudah lelah, bayi menjadi batuk berdahak pada bayi, hingga muncul warna biru pada kulit dan kuku bayi.

Batuk pada bayi ini dapat berlangsung di siang hari. Namun, biasanya gejala akan memburuk pada malam hari atau saat suhu di sekitar berubah dingin. Adapun asma itu sendiri terjadi ketika saluran udara menyempit akibat peradangan.

Sementara itu, beberapa faktor dapat memicu kekambuhan gejala asma pada anak, seperti asap, bau yang menyengat, bulu, serbuk sari, atau tungau debu. Bagaimana cara mengatasi batuk pada bayi? Mengatasi batuk pada bayi tidak bisa dilakukan sembarangan. Melansir laman Baby Center, pemberian obat batuk over-the-counter (OTC) atau yang dibeli bebas di apotek tidak dianjurkan untuk bayi.

Bahkan American Academy of Pediatrics menyebut, Anda bisa mengobati batuk pada si kecil secara alami dan tanpa obat-obatan. Bagaimana caranya? Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan batuk pada bayi Anda.

1. Meningkatkan cairan tubuh Cairan tambahan dapat membantu meringankan batuk pada si kecil.

Anda bisa memberinya air putih atau jus. Namun, pada bayi di bawah usia 6 bulan, pemberian ASI ekstra sangat dianjurkan, karena ASI dipercaya dapat meningkatkan imunitas bayi. 2. Berikan madu Bila si kecil sudah berusia 1 tahun, Anda bisa memberikannya satu sendok teh madu sebelum tidur. Madu dapat melapisi tenggorokan anak, sehingga rasa sakit akibat batuk bisa berkurang.

Namun, jangan berikan madu untuk bayi karena bisa memicu botulisme yang mengancam jiwa. 3. Menaikkan kepala bayi Untuk batuk berdahak pada bayi meredakan batuk, naikkan sedikit kepala bayi Anda saat tertidur, seperti menggunakan bantal yang tidak terlalu tebal atau handuk yang sudah dilipat. Namun, sebaiknya lakukan cara ini jika bayi Anda sudah berusia lebih dari 1 tahun.

4. Pilih makanan yang meringankan batuk Jika bayi Anda sudah berusia 6 bulan ke atas, Anda bisa memberinya makanan yang dapat membantu meringankan batuk. Misalnya, sup ayam hangat atau buah-buahan yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh. 5. Istirahat yang cukup Pastikan bayi Anda mendapat istirahat yang cukup.

Batuk berdahak pada bayi menidurkan bayi Anda pada posisi yang ia suka. Bila ia mudah tertidur di gendongan Anda, sebaiknya Anda tidak membaringkannya hingga ia tertidur.

Jika ia mudah tidur di ranjangnya, Anda bisa baringkan di ranjangnya. 6. Menggunakan humidifier Anda juga bisa menggunakan humidifier untuk membantu melembapkan udara. Adapun hal ini bisa membantu mengurangi pembengkakan pada saluran napas bayi Anda. Selain humidifier, Anda juga bisa menggunakan uap dari air panas yang ditaruh di dalam baskom.

Bila cara di atas tak cukup untuk meredakan batuk, Anda bisa memberikan paracetamol atau ibuprofen untuk anak Anda, terutama jika ia demam.

batuk berdahak pada bayi

Namun, pastikan bayi Anda sudah berusia di atas 6 bulan, atau sebaiknya konsultasikan pada dokter anak Anda. Haruskah saya membawanya ke dokter? Anda sebaiknya pergi ke dokter jika bayi Anda berusia di bawah 4 bulan dan mengalami batuk. Selain itu, Anda juga harus mengunjungi dokter jika si kecil mengalami kondisi berikut saat batuk. • Batuk disertai demam yang tak kunjung reda setelah lima hari. • Batuk semakin memburuk, Anda bisa perhatikan dari suaranya.

• Bayi demam hingga mencapai sekitar 40° Celsius. • Batuk terjadi terus menerus sepanjang hari dan malam. • Kesulitan bernapas. • Berkeringat pada malam hari. • Berat badan bayi menurun. • Dahak yang keluar berwarna kuning, hijau, atau mengandung darah. • Batuk sangat keras hingga bayi muntah. Jika ada gejala yang mengkhawatirkan terkait batuk pada bayi, segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter. Bronchiolitis – Batuk berdahak pada bayi and treatment – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2022).

Retrieved 19 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchiolitis/diagnosis-treatment/drc-20351571 Clinical Practice Guidelines : Whooping cough (pertussis). Rch.org.au. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.rch.org.au/clinicalguide/guideline_index/Whooping_Cough_Pertussis/ Cough (0-12 Months).

Seattle Children’s Hospital. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/cough-0-12-months/ Cough. Raising Children Network. (2022).

batuk berdahak pada bayi

Retrieved 19 January 2022, from https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/cough Coughing in babies - BabyCenter. BabyCenter. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.babycenter.com/health/illness-and-infection/coughing-in-babies_11526 Croup. Children’s Hospital Colorado. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.childrenscolorado.org/conditions-and-advice/conditions-and-symptoms/conditions/croup/ Croup.

Seattle Children’s Hospital. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/croup/ Decoding Your Baby’s Cough. Children’s Hospital Los Angeles. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.chla.org/blog/health-and-safety-tips/decoding-your-babys-cough Here’s what your baby’s cough could mean - Texas Children’s Hospital.

Texaschildrens.org. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.texaschildrens.org/blog/here%E2%80%99s-what-your-baby%E2%80%99s-cough-could-mean Signs and Symptoms of Whooping Batuk berdahak pada bayi (Pertussis) - CDC. Cdc.gov. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.cdc.gov/pertussis/about/signs-symptoms.html#:~:text=as%203%20weeks.-,Early%20Symptoms,is%20most%20dangerous%20for%20babies Asthma in Babies and Children - Allergy & Asthma Network.

Allergy & Asthma Network. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://allergyasthmanetwork.org/what-is-asthma/asthma-in-babies-and-children/ Breastfeeding Benefits Your Baby’s Immune System. HealthyChildren.org. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Breastfeeding-Benefits-Your-Babys-Immune-System.aspx#:~:text=Other%20factors%20in%20breast%20milk,can%20be%20damaging%20in%20excess Feeding Batuk berdahak pada bayi When They Are Sick.

Eatright.org. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.eatright.org/health/wellness/preventing-illness/feeding-children-when-they-are-sick Kids Health Information : Pneumonia. Rch.org.au. (2022). Retrieved 19 January 2022, from https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Pneumonia/#:~:text=Pneumonia%20in%20children%20can%20be,to%20get%20into%20the%20body
Batuk berdahak pada bayi dapat terjadi karena berbagai hal.

Misalnya infeksi, alergi, peradangan saluran napas, adanya benda asing pada saluran napas, dan lainnya. Saluran napas bayi yang masih memiliki diameter lebih sempit serta belum efektifnya refleks batuk pada bayi, menyebabkan gejala batuk berdahak pada bayi dapat lebih berat. Kondisi ini kerap membuat orang tua panik.

Pasalnya, batuk berdahak sering kali membuat bayi mengalami kesulitan tidur dan bernapas. Lalu, bagaimana cara mengatasi batuk berdahak pada bayi?

Simak ulasannya di bawah ini. 1. Memberikan Cairan yang Cukup Dahak yang mengumpul di saluran napas akan mengganggu pernapasan bayi. Padahal, bayi belum dapat mengeluarkan dahaknya sendiri. Cara menghilangkan dahak pada bayi bisa dengan mencukupi kebutuhan cairannya. Dengan asupan cairan yang cukup, dahak akan menjadi lebih encer dan lebih mudah diserap.

Artikel Lainnya:Â Manfaat Kencur untuk Obati Batuk Bayi Untuk mengatasi batuk berdahak pada bayi, cara lainnya adalah dengan berjemur. Berjemur 10-15 menit sehari di pagi hari dapat membantu mengurangi gejala batuk berdahak. Udara segar di pagi hari serta kehangatan yang diberikan oleh sinar matahari akan membuat bayi lebih nyaman.

Selain itu, berjemur membuat anak mendapatkan vitamin D yang bisa membantu menjaga daya tahan tubuhnya. 3. Konsumsi Obat Penurun Demam Saat bayi mengalami batuk berdahak, terjadi peradangan pada saluran napasnya. Batuk berdahak pada bayi peradangan ini dapat diringankan dengan pemberian parasetamol. Obat lain yang dapat diberikan untuk mengatasi batuk berdahak pada anak adalah ibuprofen, tentunya dengan dosis yang sesuai.

Kendati begitu, pemberian obat-obatan ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu. Selain itu, pemberian obat kepada anak di bawah 6 bulan tidak dianjurkan karena refleks batuk mereka belum sempurna. 4. Menepuk Lembut Punggung Bayi Cara lain untuk mengobati batuk berdahak pada bayi adalah dengan menepuk lembut bagian dada dan punggungnya. Dengan menepuk dada serta punggung bayi secara lembut dan berulang, maka si Kecil dapat lebih mudah mengeluarkan dahaknya. Artikel Lainnya: Bolehkah Bayi Konsumsi Obat Batuk Berdahak?

Mengoleskan balsam khusus bayi sembari melakukan pijatan lembut juga dapat membantu si Kecil merasa lebih nyaman. Terlebih, aroma balsam khusus bayi bisa melegakan saluran napas yang mengalami batuk berdahak. Artikel Lainnya: Makanan yang Harus Dihindari Saat Batuk 6. Uap Pemberian uap hangat bisa menjadi salah satu cara mengatasi batuk berdahak pada bayi. Namun, penguapan dengan nebulizer hanya diperbolehkan pada kondisi tertentu sesuai instruksi dokter.

Sebagai contoh, jika ada suara mengi atau bayi sulit mengeluarkan napas. Kondisi ini umunya ditemukan pada penyakit asma atau bronkiolitis. 7. Istirahat dan Nutrisi Cukup Istirahat serta nutrisi yang cukup merupakan aspek yang sangat penting pada bayi yang sedang batuk berdahak.

Nutrisi seimbang membantu proses penyembuhan infeksi pada bayi. Sementara itu, istirahat yang cukup akan membantu proses penyembuhan melalui regenerasi sel yang cepat terjadi pada kondisi istirahat. Artikel Lainnya:Â Kenapa Anak Bayi Sering Pura-Pura Batuk? Menghindari polusi udara serta asap rokok juga penting sebagai cara mengatasi batuk berdahak pada bayi. Hal ini akan membantu mempercepat proses penyembuhan. Polutan yang terdapat dalam polusi udara atau asap rokok dapat mengganggu sel-sel pada saluran napas bayi, sehingga proses pembersihan infeksi tidak dapat berjalan dengan baik.

9. Berkonsultasi dengan Dokter Jika batuk berdahak tidak kunjung sembuh atau anak terlihat sesak, makan dan minum berkurang, atau demam tinggi, maka sebaiknya Batuk berdahak pada bayi segera membawa si Kecil ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap kepada anak Anda, serta memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak. Baca Juga • Arti Kesehatan di Balik Kebiasaan Bayi Menjulurkan Lidah • Untung-Rugi Pijat Bayi dengan Minyak Zaitun • Cara Mengatasi Hidung Bayi yang Tersumbat Nah, kini Anda telah mengetahui cara mengatasi batuk berdahak pada bayi.

Ingat, tidak semua keluhan batuk berdahak yang dialami bayi membutuhkan obat-obatan khusus.

batuk berdahak pada bayi

Bila ingin konsultasi lebih lanjut mengenai batuk berdahak pada bayi, Anda bisa menggunakan fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. [WA]• Artikel Kesehatan Semua hal yang berhubungan dengan informasi kesehatan mulai dari informasi terbaru dunia kesehatan, tips kesehatan, hingga saran-saran untuk menuju hidup lebih sehat. • Kesehatan Wanita • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Cari Dokter • Cari Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI • Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Subur (Ovulasi) • Cara Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Daftar Terbit: 21 Oktober 2021 Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat - Ditinjau oleh: dr.

Ursula Penny Putrikrislia Batuk berdahak pada bayi dapat menyebabkan si Kecil rewel dan susah tidur. Saluran pernapasan yang terganggu karena dahak juga bisa menyebabkan bayi mengalami sesak napas. Simak beberapa cara mengatasi batuk berdahak pada bayi yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah dalam artikel berikut ini.

Cara Mengatasi Batuk Berdahak pada Bayi Meskipun batuk berdahak pada bayi tergolong ringan dan tidak serius, kondisi ini tetap tidak boleh dibiarkan. Ini dia beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi batuk berdahak pada bayi secara mandiri di rumah. 1. Batuk berdahak pada bayi bayi tetap terhidrasi dengan baik Jaga bayi tetap terhidrasi agar lendir atau dahak bisa mengalir dan dikeluarkan melalui batuk. Dalam kondisi dehidrasi (kekurangan cairan), ingus dan sekresi lain akan mengering sehingga sulit dibersihkan dengan batuk.

Menghidrasi bayi dapat dilakukan dengan menyusui atau memberinya susu formula secara teratur sesuai kebutuhan. Untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, tidak perlu diberi cairan tambahan.

Sementara untuk bayi yang lebih besar di atas usia 6 bulan, Anda dapat memberikan cairan tambahan berupa jus tanpa gula. 2. Tetesan air asin Cara lain yang bisa meredakan batuk berdahak pada bayi adalah dengan obat tetesan air asin yang bisa dibeli secara bebas. Tetesan garam atau air asin membantu dahak mengalir ke bagian belakang hidup lalu tenggorokan.

batuk berdahak pada bayi

Berikan 2 hingga 3 tetes garam per lubang hidung sebanyak beberapa kali sehari. Setelah diberi tetesan, mungkin bayi akan bersin, namun ini adalah respon yang normal. Namun, orang tua harus berhati-hati menggunakan cara ini atau konsultasi ke dokter. 3. Coba suction Anda juga bisa mencoba menyedot lendir dari hidung bayi sebelum mencapai tenggorokan dan mengiritasi tenggorokan serta saluran napasnya.

Setelah menggunakan tetes air asin, ambil spuit bulb dan tarik untuk mengeluarkan udara. Sambil tetap ditekan, masukkan seperempat hingga setengah inci ke dalam lubang hidung bayi. Kemudian lepaskan tekanan batuk berdahak pada bayi jarum suntik bisa menyedot lendir keluar hingga bersih. Ulangi proses ini seperlunya, namun jangan terlalu sering agar tidak terjadi iritasi pada hidung bayi.

4. Jaga udara dalam ruangan tetap lembap Melembapkan udara yang dihirup bayi adalah cara lain untuk membersihkan saluran pernapasannya dari dahak. Anda bisa menggunakan humidifieruntuk melembapkan udara di kamar tidur bayi.

Namun, banyak ahli kesehatan menyarankan metode steam atau penguapan di dalam kamar mandi karena kadar kelembapan udaranya lebih tinggi.

Caranya cukup dengan mengalirkan air panas di dalam kamar mandi, tutup pintu kamar mandi, lalu biarkan kelembapan udaranya meningkat, cukup selama 10-15 menit saja.

5. Beri madu pada batuk berdahak pada bayi Untuk bayi yang sudah berusia 12 bulan atau lebih, Anda bisa memberikan madu pada si Kecil saat sebelum tidur siang atau tidur di malam hari. Madu dapat melapisi tenggorokan bayi untuk meredakan rasa sakit. Penelitian mengungkapkan bahwa madu memiliki khasiat yang sama dengan dekstrometorfan. Berikan satu sendok teh mau pada bayi atau sesuai kebutuhan. Namun, jangan berikan pada bayi di bawah usia 12 batuk berdahak pada bayi.

6. Beri topangan pada bayi Apabila bayi lebih sering batuk di malam hari, para ahli menyarankan untuk memberi topangan pada bayi agar posisi tubuhnya sedikit lebih tegak. Anda bisa menggunakan bantal tambahan untuk mengangkat kepalanya sehingga pernapasan bayi menjadi lebih lancar. Selain itu, sebaiknya selama bayi batuk Anda tidur di ruangan yang sama dengan bayi sehingga dapat membantunya ketika ia tiba-tiba batuk di malam hari. 7. Jauhkan dari bahan iritan Cara mengatasi batuk berdahak pada bayi dengan menjauhkan bayi dari paparan asap, debu, atau bahan kimia berbahaya yang mungkin memperburuk kesehatan bayi.

Paparan terhadap iritan bisa menjadi salah satu penyebab batuk berdahak pada bayi, dan bisa juga memicu asma serta alergi. Zat-zat iritan bisa saja berupa asap tembakau, debu, jamur, dan zat yang lainnya. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membawa bayi keluar ruangan saat kualitas udara sedang buruk.

Jaga udara di dalam rumah tetap bersih dengan cara berikut ini: • Tidak merokok di sekitar bayi atau di dalam ruangan. • Menyedot debu yang ada di karpet atau kasur dengan penyedot debu yang dilengkapi filter HEPA (udara partikulat efisiensi tinggi). • Menjaga kelembapan udara di rumah pada kisaran 40 sampai 50 persen.

• Menjauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur bayi. • Menggunakan penutup kasur dan bantal anti alergi. Baca Juga: Bibir Kering pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya 8.

Konsultasi ke dokter Silakan konsultasi ke dokter bila baduk berdahak pada bayi tidak kunjung sembuh dan diikuti dengan gejala lain yang mengkhawatirkan seperti bayi demam, sesak napas, tidak nafsu makan, atau semakin rewel. Dokter akan memberi perawatan dan saran pengobatan terbaik untuk kesembuhan si Kecil.

Gejala Batuk Berdahak pada Bayi yang Harus Diwaspadai Perhatikan munculnya gejala batuk berdahak pada bayi agar Anda tahu kapan saat yang tepat untuk membawanya ke dokter. Gejala yang sering muncul antara lain: • Kesulitan bernapas atau sesak napas.

• Demam tinggi batuk berdahak pada bayi dari 38°C (untuk bayi di bawah 3 bulan) atau lebih tinggi dari 39°C (untuk bayi di atas 3 bulan). • Batuk berdarah. • Kesulitan menelan. • Kesulitan membuka mulut lebar-lebar. • Pembengkakan amandel yang signifikan di satu sisi. • Bayi tidak bisa tidur karena batuk terus-menerus. • Batuk pada bayi baru lahir di usia beberapa minggu. • Batuk berlangsung selama 8 minggu berturut-turut atau lebih. • Batuk yang semakin parah, terutama setelah 3 minggu dari munculnya gejala awal.

• Batuk yang disertai keringat dingin di malam hari dan menyebabkan penurunan berat badan. Itulah pembahasan tentang cara mengatasi batuk berdahak pada bayi. Batuk adalah salah satu penyakit yang sangat mudah menyerang bayi, namun keberadaan penyakit ini tidak boleh dianggap enteng.

Segera periksakan anak ke dokter jika gejala batuk tidak kunjung sembuh atau hingga mengganggu aktivitas dan si Kecil. • Iftikhar, Noreen. 2021. How to Suction Mucus Out of Your Baby’s Throat. https://www.healthline.com/health/baby/how-to-get-mucus-out-of-baby-throat#first-aid-for-choking. (Diakses pada 16 Oktober 2021) • Marcin, Ashley.

2020. 7 Cough Remedies for Babies. https://www.healthline.com/health/baby/how-to-help-baby-with-cough. (Diakses pada 16 Oktober 2021) • Texas Children’s Hospital, 2020. Here’s what your baby’s cough could mean. https://www.texaschildrens.org/blog/here%E2%80%99s-what-your-baby%E2%80%99s-cough-could-mean. (Diakses pada 16 Oktober 2021) Informasi Terbaru • 12 Manfaat Totok Wajah untuk Kecantikan dan Kesehatan • Mata Juling pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya • Hepatitis Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan • 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Maag hingga Anemia • Malassezia Folliculitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan,

BATUK BERDAHAK PADA BAYI-BRONKITIS-PNEUMONIA




2022 www.videocon.com