Apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam

apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam

Semua manusia pasti merasakan dan mengalami hal ini setelah ia dewasa. Siklus tersebut merupakan proses organ reproduksi pada wanita untuk siap ketika terjadinya kehamilan suatu saat setelah waktunya. Lalu, apakah hukum memotong kuku saat haid dilarang? Sepertinya iya jika ada adat yang melarang aktivitas tersebut. 5 Kesimpulan Hukum Memotong Kuku Saat Haid Potong Kuku, Foto : Istimewa Syekh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa setiap wanita yang haid maupun nifas wajib menjaga kebersihan tubuh, sehingga dapat dipastikan bahwa hukum memotong kuku saat sedang haid tidak dilarang dalam Agama.

Tapi ingat, ini dalam agama, karena kepercayaan orang-orang jaman dulu tentu tetap berbeda, ada adat yang melarang adapula yang tidak melarang. Setiap daerah masing-masing memiliki adat yang berbeda, sehingga memotong kuku saat haid pun mungkin bisa saja dilarang. Namun dalam agama belum ada dalil yang melarang pemotongan kuku bahkan ini wajib karena termasuk membersihkan tubuh. Seperti kata Syehk Utsaimin yang sudah admin katakan bahwa setiap wanita harus membersihkan tubuh saat sedang menstruasi atau haid.

Larangan Memotong Kuku Dalam Islam Meski admin sudah menyampaikan bahwa hukum memotong kuku saat haid dalam Islam tidak dilarang, akan tetapi Islam melarang orang-oarng untuk memotong kuku ketika sedang berkurban. Hadist Riwayat Muslim menjelaskan bahwa orang yang sedang berkurban tidak boleh memotong kuku dan rambut saat memasuki tanggal 1 Zulhijah. Namun, banyak orang menganggap bahwa wanita yang sedang haid, Syehk Ibnu Ustaimin malah menyarankan para perempuan agar menjaga kebersihan badan.

Begitupun dengan memotong rambut saat haid tidak ada larangan menurut fatwa Syehk Ibnu Ustaimin dalam penjelasannya yang sudah admin rangkum. Baca juga : Hukum Tanam Bulu Mata Haram Bukan Apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam Merubah Ciptaan Tuhan Wanita Wajib Menjaga Kebersihan Saat Haid haid atau nifas yang setiap bulan wanita alami ternyata tidak dilarang dalam memotong kuku karena para wanita wajib menjaga kebersihan badan.

Bukankah memotong kuku dan rambut adalah sarana untuk kebersihan dan membersihkan tubuh?. Maka demikian, semua hal tentang kebersihan tubuh yang wanita lakukan dianjurkan pada saat mereka sedang memasuki masa-masa haid. Namun sekali lagi admin tegaskan, mungkin tidak dengan adat, karena ada beberapa adat yang melarang hal-ha tertentu meski tidak dilarang dalam agama. Kalau adat didaerah kamu melarang untuk memotong kuku saat sedang melaksanakan hal tersebut, maka jangan dibantah.

Ikuti saja aturan yang ada di mana tempat kamu tinggal, sepeti sebelumnya admin pernah membahas Makna Pepatah Dimana Bumi Dipijak, Disana Langit Dijunjung. Larangan Saat Haid Test Pack, Foto : Istimewa Hukum memotong kuku saat haid tidak dilarang, namun ada beberapa hal yang dilarang dalam Islam, dan itu adalah kebiasaan dan ibadah ummat muslim. Wanita yang sedang haid tidak boleh melakukan shalat fardhu maupun sunnah, puasa wajib maupun sunnah dan berhubungan badan.

Ketiga hal yang diwajibkan itu justru dilarang bagi wanita yang sedang haid, mungkin kamu juga sudah tahu tentang beberapa hal ini. Maka, bagi yang sedang haid, atau menstruasi, atau nifas, para wanita dilarang melakukan kewajiban yang ditentukan dalam agama. Menurut para ulama, wanita yang memaksa melakukan tersebut malah haram hukumnya, meski itu adalah kewajiban.

Tapi bukan berarti kamu harus meninggalkannya, kamu harus tetap memenuhi ibadah itu dengan melakukan qada atau membayar ibadah pada saat kamu sudah selesai haid. Misalnya puasa, kamu tidak puasa selama 3 hari karena haid, nah di bulan berikutnya (selain bulan puasa, kecuali 1 syawal) kamu harus menebusnya dengan berpuasa selama 3 hari.

Niatnya sudah banyak bertebaran, kamu pun bisa berkonsultasi lebih lanjut kepada para ulama dan kiyai yang ada disekitaran kamu ya. Baca juga : Pengertian dan Arti Thaharah : Mengapa Thaharah Itu Penting?

Kesimpulan Jadi kita simpulkan bahwa, memotong kuku dan rambut pada saat sedang haid atau nifas atau menstruasi hukumnya tidak dilarang alias boleh-boleh saja. Selama adat di daerah kamu tidak melarangnya. Sehingga kamu tidak usah takut dan tidak usah ragu lagi, kalau masih ragu coba konsultasi ke orang yang paham agama. Demikian penjelasan mengenai hukum memotong kuku saat haid dalam islam, semoga yang sudah admin jelaskan diatas dapat membantu dan bermanfaat bagi kamu ya sahabat kalem.

• #RAMADAN • #COVID-19 • Community • Pregnancy • Getting Pregnant • First Trimester ( 1 - 13 weeks ) • Second Trimester ( 14 - 27 weeks ) • Third Trimester ( 28 - 41 weeks ) • Birth • Baby • 0-6 months • 7-12 months • Kid • 1-3 years old • 4-5 years old • Big Kid • 6-9 years old • 10-12 years old • Life • Relationship • Health and Lifestyle • Home and Living • Fashion and Beauty •  Ada beberapa pehamanan yang masih diyakini terkait apa yang tidak apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam dilakukan seorang perempuan saat sedang haid dalam hukum Islam, salah satunya yakni disebutkan perempuan haid tidak boleh potong kuku dan rambut.

Alasannya yakni karena saat sedang haid, perempuan berada dalam kondisi tidak suci sehingga kuku atau rambutnya pun tidak boleh terpisahkan.

Diyakini bahwa jika kuku atau rambut dipotong kemudian dibuang, maka kelak akan memengaruhi di hari Kiamat nanti. Benarkah demikian? Berikut rangkuman dari Popmama.com: Freepik Pemahaman tentang hukum potong kuku atau rambut saat haid sampai saat ini masih menjadi tanda tanya bagi kebanyakan perempuan. Larangan ini masih sering disamakan dengan hukum orang yang hendak berqurban.

Sebagaimana jelas disebutkan dalam HR Muslim bahwa orang yang berqurban dilarang memotong kuku dan rambut terhitung saat memasuki tanggal 1 Zulhijah.

Namun demikian, hukum ini tidak sama bagi perempuan yang sedang haid. Belum ada dalil yang jelas menyebutkan bahwa perempuan dilarang potong kuku atau rambut saat haid.

apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam

Mufti Arab Saudi, Syekh Ibnu Utsaimin dalam kumpulan fatawa Az-Ziinah Wal Mar’ah karangannya membantah jika perempuan haid dilarang untuk memotong kuku dan rambut.

Syekh Utsaimin justru menyebutkan perempuan yang haid justru sebenarnya dianjurkan memelihara kebersihan tubuhnya, termasuk dengan memotong kuku dan rambut. Freepik Selain saat haid, tidak adanya hukum memotong rambut saat haid atau kuku juga berlaku pada perempuan saat sedang dalam masa nifas, Ma. Tidak ada dalil dari ayat Alquran yang melarang perempuan saat nifas untuk memotong kuku atau rambut. Beberapa hal yang dilarang dilakukan oleh perempuan saat haid maupun nifas di antaranya seperti sholat wajib atau sunnah; puasa; dan jima’ (berhubungan intim).

Pexels/Freestocks.org Seperti disebutkan sebelumnya, Syekh Ibnu Utsaimin menyebutkan bahwa perempuan yang haid maupun nifas wajib memelihara kebersihan tubuh, termasuk dengan memotong kuku dan rambut.

Tidak adanya dalil yang jelas menyebutkan larangan potong kuku atau rambut saat haid membuat aktivitas ini diyakini masih boleh dilakukan. Setelah haid atau nifas selesai, Mama diwajibkan melakukan mandi wajib. Dikutip dari Nadhlatul Ulama (NU) Online, saat mandi wajib, seseorang harus membaca niat di awal basuhan. Berikutnya meratakan tubuh dengan air. Segala permukaan dan lipatan di tubuh mesti secara rata terbasuh air baik berbentuk bulu, kuku, maupun kulit.

Demikian informasi tentang hukum memotong kuku saat haid atau hukum memotong rambut saat haid serta nifas. Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq. Baca juga: • 15 Nama Bayi Perempuan Islami 2 Kata yang Artinya Pembawa Rezeki • Mengajarkan 5 Rukun Islam dan Penjelasannya pada Anak • Hukum Perceraian Menurut Islam dan Dalil-dalilnya
Membahas masalah mengenai potong kuku atau rambut saat sedang haid, memang tidak terdapat riwayat yang menuliskan jika memotong kuku pada saat haid dilarang.

Dalam sebuah hadis A’isyah disebutkan jika pada saat Aisyah ikut haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sesudah sampai di Mekkah, beliau mengalami haid. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata padanya, “Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah…” (HR. Bukhari 317 & Muslim 1211) Artikel terkait: • Hukum Onani Dalam Islam • Hukum Merokok Dalam Islam • Hukum Mendengarkan Musik Apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam Islam • Hukum Kb Dalam Islam • Hukum Lelaki Membuat Wanita Menangis Dalam Islam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan A’isyah yang sedang haid untuk menyisir rambutnya.

Padahal beliau baru saja datang dari perjalanan. Sehingga kita bisa menyimpulkan dengan yakin, pasti akan ada rambut yang rontok. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyuruh A’isyah untuk menyimpan rambutnya yang rontok untuk dimandikan setelah suci haid. Dalam kedua hadis diatas memperlihatkan jika memotong kuku ataupun rambut yang rontok saat haid hukumnya sama dengan keadaan suci yang artinya tidak memiliki kewajiban untuk memandikannya bersama madsi haid.

Apabila hal tersebut disyariatkan, tentunya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga akan menjelaskan pada A’isyah untuk menyimpan rambut dan memandikannya bersama mandi haid. Di dalam fatawa Al Kubra, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memiliki sebuah pertanyaan, “Saat seorang sedang junub dan memotong kukunya atau kumis atau menyisir rambut, apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam salah?, Sebagian orang mengatakan jika orang yang memotong rambut atau kuku saat junub, maka semua bagian tubuhnya akan kembali saat hari kiamat dan menuntut pemiliknya untuk memandikannya dan apakah itu benar?”.

Syaikhul Islam lalu menjawab, “Terdapat hadis shahih dari Hudzifah dan Abu Hurairah radliallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang orang yang junub, kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis.’ Dalam shahih Al-Hakim, ada tambahan, ‘Baik ketika hidup maupun ketika mati.’ baca juga: • Hukum Selfie Dalam Islam • Hukum Membuang Kucing Dalam Islam • Hukum Perceraian dalam Islam • Hukum Lelaki Membuat Wanita Menangis dalam Islam • Hukum Mendengarkan Musik Dalam Islam • Hukum Tiup Lilin Ulang Tahun dalam Islam Sementara saya belum pernah mengetahui adanya dalil syariat yang memakruhkan potong rambut dan kuku, ketika junub.

Bahkan sebaliknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh orang yang masuk islam, “Hilangkan darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah.” Beliau juga memerintahkan orang yang masuk islam untuk mandi.

Dan beliau tidak memerintahkan agar potong rambut dan khitannya dilakukan setelah mandi. Tidak adanya perintah, menunjukkan bolehnya potong kuku dan berkhitan sebelum mandi…’” (Fatawa Al-Kubra, 1:275) Sementara dalam hadis Nabi Muhammad SAW dan atsar, para sahabat ditemui dengan anjuran untuk wanita haid dan juga nifas untuk selalu menjaga kebersihan.

Wanita yang sedang haid disarankan untuk mandi dan juga menyisir rambutnya. Akan tetapi, pada sebagian wanita mengalami kerontokkan rambut dan menyisir rambut bisa mencabut sebagian rambut tersebut. Artikel terkait: • Hukum Suami Tidak Menafkahi Istri Dalam Islam • Hukum Khitan Bagi Perempuan • Hukum Memelihara Jenggot • Hukum Memakai Jilbab • Hukum Semir Rambut Warna Hitam 1.

Pendapat Ahli Fiqih Mazhab Syafi’iyah Sedangkan menurut ahli fiqih Mazhab Syafi’iyah dengan tegas memperbolehkan wanita yang sedang haid atau nifas untuk memotong kuku, mencukur bulu ketiak atau kemaluan dan sebagainya.

Tidak ada ketentuan untuk melakukan hal tersebut dan bisa berdampak buruk pada saat hari berbangkit kemudian hari. [Kitab Tuhfatul Muhtaj 4/56] 2. Pendapat Mufti Arab Saudi Pendapat selanjutnya dari mufti Arab Saudi yakni Syekh Ibnu Utsaimin di dalam kumpulan fatawa Az Ziinah Wai Mar’ah karangannya juga menyinggung mengenai permasalahan ini. Syekh Utsaimin memberi bantahannya apabila seorang wanita yang sedang haid, nifas atau junub dilarang untuk memotong kuku dan juga rambutnya.

Justru seorang wanita yang sedang haid dan juga nifas sangat dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan tubuh seperti memotong kuku tersebut. 3. Pendapat Al Utsaimin Al Utsaimin juga memberi tambahan bahwa seorang wanita yang sedang haid atau nifas atau bahkan mengalami mimpi basah, maka sangat dianjurkan untuk mandi janabat seperti waktu ia suci.

Hal ini juga terjadi saat ia bercumbu dengan suami tanpa jima yang sampai mengeluarkan air mani, maka wanita tersebut tetap melaksanakan mandi janabah meski dalam keadaan haid atau nifas. Artikel terkait: • Hukum Menyambung Rambut • Hukum Minum Alkohol Tidak Sengaja • Hukum Menyikat Gigi Saat Puasa • Hukum Wanita Bercadar • Hukum Mencukur Alis Dalam Islam 4.

Pendapat Muhammad bin Yusuf Al Ibadhi Muhammad bin Yusuf Al Ibadhi dalam kitabnya Syarkh An Nail Wa Syifai Alil [1/347] menyebutkan tentang pemahaman mengenai larangan wanita haid dan nifas untuk memotong kuku atau rambut masuk dalam perkara bi’dah. Ia meyakini jika hal tersebut akan berpengaruh pada hari berbangkit dan umat Islam dilarang untuk mengharamkan perkara yang sudah diperbolehkan seperti dilarang untuk memperbolehkan perkara yang sudah dihalalkan.

5. Shahih Al Hakim Di dalam Shahih Al Hakim juga disebutkan, “Baik hidup ataupun saat mati”. Saya tidak mengetahui dalil syar’i yang memakruhkan potong rambut dan kuku saat junub. Bahkan sebaliknya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang yang baru masuk Islam, “Buanglah rambut kekafiran darimu dan berkhitanlah,” (HR. Abu Dawud No. 356 dan di nilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil (1/120)) Kemudian setelah itu beliau memerintahkan orang tadi untuk mandi.

Beliau tidak memerintahkan agar khitan dan memotong rambut ditunda setelah mandi. Dari sabda beliau ini menunjukkan kedua hal tersebut boleh dilakukan. Mandi dulu atau potong rambut dulu. Demikian juga wanita haid diperintahkann untuk menyisir rambut saat mandi sementara sisiran rambut itu bisa merontokkan rambut.” (Majmu’ Fatawa, 21/120-121) 6. Pendapat Al Ghazali Al Ghazali berkata dalam al Ihya, “Tidak semestinya memotong (rambut) atau menggunting kuku atau memotong ari-ari, atau mengeluarkan darah atau memotong sesuatu bagian tubuh dalam keadaan junub, mengingat seluruh anggota tubuh akan dikembalikan kepada tubuh seseorang.

Sehingga (jika hal itu dilakukan) maka bagian yang terpotong tersebut kembali dalam keadaan junub. Dikatakan: setiap rambut dimintai pertanggungjawaban karena janabahnya. baca juga: • Hukum Sholat Jumat Bagi Wanita • Hukum Menghina Allah Dalam Hati • Hukum Memelihara Kucing dalam Islam • Hukum Menahan Kentut Saat Sholat • Hukum Menjawab Salam Non Muslim Namun meskipun begitu, Imam Al Ghazali tidaklah sampai mengharamkan hal tersebut dan hanya sebatas makhruh saja yang terlihat dari kata yang dipakai yakni “tidak semestinya”.

apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam

Pendapat dari Imam Al Ghazaliini lalu dibantah oleh mayoritas ulama Syafi’iyah. Dalam kitab Syafi;i yang lain yakni Niyatul Muhtaj Syarh al Minhaj, “Pendapat Imam al Ghazali tidak perlu untuk dikaji kembali sebab bagian tubuh yang kembali adalah yang disaat kematian sang pemilik dan bagian dari badan asli yang pernah terpotong, bukan seluruh kuku dan juga rambut yang pernah dipotong selama hidupnya”.

7. Pendapat Atho bin Abi Robah ra Atho bin Abi robah ra yang merupakan seorang tabi’in senior berkata, “Seorang yang junub (diperbolehkan) melakukan hijamah (pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor) dan memotong kuku dan menggunting rambutnya, walaupun ia belum berwudhu.” (Shahih al-Bukhari 1/496) 8.

Pendapat Ibnu Rajab al Hanbali Dalam “Fath al-Bari Syarah Shohih al-Bukhari”, Ibnu Rajab al-Hanbali menyatakan bahwa tidak ada khilaf (perbedaan) tentang bolehnya ini (menyisir rambut atau memotong kuku) di antara ashabina (ulama mazhab Hanbali) kecuali Abu al-Farj al-Syirozi. 9. Fatawa Al Kubra Dalam kitab Fatawa Al Kubra dijelaskan jika, “Dan aku tidak mengetahui atas makruhnya menghilangkan rambut bagi orang yang sedang junub dan menghilangkan kukunya dalam dalil Syar’i, akan tetapi, sungguh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah berkata kepada orang yang masuk Islam: Jatuhkanlah (hilangkan) darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah.

Maka, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang masuk Islam untuk mandi, dan tidak menyuruh untuk mengakhirkan khitan dan menghilangkan rambut dan mendahulukan mandi. [Fatawa Al-Kubra: 1/275] Hadis Rasulullah SAW memberi penegasan, “Sesungguhnya yang paling besar dosa dan kejahatannya dari kaum muslimin adalah orang yang bertanya tentang hal yang tidak diharamkan, lantas hal tersebut menjadi diharamkan karena pertanyaannya tadi.” (HR Bukhari).

Artikel apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam • Hukum Zina Tangan • Hukum Membaca Yasin di Kuburan • Hukum Menyambung Rambut • Memakai Perhiasan Dalam Islam • Mencukur Bulu Kemaluan Pria Dalam Islam Dalam beberapa keterangan yang sudah kami jelaskan diatas, tidak ditemukan dalil syar’i yang memberi keterangan jika menghilangkan rambut dan juga memotong kuku dimakhruhkan apalagi diharamkan, maka hukumnya diperbolehkan dan tidak boleh disebut makruh bahkan haram tanpa didasari dengan dalil kuat yang memberi keterangan dengan jelas.

Demikian ulasan lengkap yang bisa kami berikan mengenai hukum memotong kuku saat haid.

apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam

Semoga bisa bermanfaat dan menambah informasi khususnya untuk para wanita muslimah. baca juga: • Hukum Pre-Wedding dalam Islam • Hukum Belum Membayar Hutang Puasa Ramadhan • Hukum Menyakiti Hati Orang Apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam dalam Isla • Hukum Menafkahi Orang Tua Setelah Menikah • Hukum Orang Tua Melarang Anaknya Menikah ADA anggapan bahwa muslimah yang sedang haid atau junub dilarang memotong rambut ataupun kuku.

Dalihnya, ketika seorang perempuan membuang bagian tubuh dalam kondisi hadas besar seperti junub, haid, atau nifas, maka kelak di hari kiamat, tubuh tersebut akan kembali dalam keadaan najis karena belum pernah disucikan. Ini akan menjadi aib bagi dirinya karena beberapa anggota tubuh seperti rambut dan kuku yang najis atau tidak suci. Benarkah demikian? Bagaimana syariat memandang perkara tersebut dan bagaimana hukumnya? Larangan memotong kuku dan rambut kerap disamakan apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam orang yang berqurban.

Sebagaimana hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, ‘Orang yang berqurban dilarang untuk memotong rambut dan kuku terhitung saat memasuki tanggal 1 Zulhijjah.” (HR Muslim).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjawab, terdapat hadis shahih dari Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam, diriwayatkan oleh Hudzaifah dan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhuma, tatkala Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang seorang yang junub. Beliau mengatakan, إِنَّ المُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ “Jasad seorang mukmin tidaklah najis.” Dalam Shahih Al Hakim disebutkan, حَيًّا وَلَا مَيتًا “Baik hidup ataupun saat mati.” Ibnu Taimiyah bahkan menjelaskan, tidak mengetahui dalil syar’i yang memakruhkan potong rambut dan kuku saat junub.

Bahkan sebaliknya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang yang baru masuk Islam, أَلْقِ عَنكَ شَعرَ الكُفرِ وَاختَتِن “Buanglah rambut kekafiran darimu dan berkhitanlah,” (HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil) Loading. Kemudian setelah itu Rasullullah memerintahkan orang tadi untuk mandi. Beliau tidak memerintahkan agar khitan dan memotong rambut ditunda setelah mandi.

Sehingga menurut Syaikul Islam Ibnu Taimiyah, dari sabda Rasulullah ini menunjukkan kedua hal tersebut boleh dilakukan. Mandi dulu atau potong rambut dulu. Demikian juga wanita haid diperintahkann untuk menyisir rambut saat mandi sementara sisiran rambut itu bisa merontokkan rambut.” (Kitab Majmu’ Fatawa) Yang dimaksud Syaikhul Islam dengan menyisir rambut bagi perempuan haid adalah hadis ‘Aisyah radhiallahu ‘anha saat menunaikan haji Wada’, beliau mengalami haid.

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah radhiallahu’anha, انْقُضِي رَأْسَكِ وَامْتَشِطِي وَأَهِلِّي بِالْحَجِّ وَدَعِي الْعُمْرَة “Urailah kepangan rambutmu dan bersisirlah, mulailah untuk ibadah haji dan tinggalkan ibadah umrah.” (HR.

Bukhari No.1556 dan Muslim No.1211) Umumnya,menyisir bisa merontokkan rambut wanita. Meski demikian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengijinkan hal tersebut dilakukan oleh orang yang sedang ihram dan haid. BACA JUGA: Haid, Perhatikan 6 Hal Ini Demi Kesehatan Ahli fiqih Mazhab Syafi’iyah secara tegas memperbolehkan kaum wanita yang haid atau nifas memotong kuku, mencukur bulu ketiak/ kemaluan, dan seterusnya. Tak ada keterangan jika melakukan hal-hal tersebut akan berdampak buruk di hari berbangkit nanti.

Demikian diterangkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj (4/56). Mufti Arab Saudi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam kumpulan ‘fatawa Az-Ziinah Wal Mar’ah’ juga pernah disinggung persoalan ini.

Al-Utsaimin membantah jika orang yang tengah haid, nifas, atau junub dilarang untuk memotong kuku dan rambut. Malahan orang yang haid dan nifas sebenarnya dianjurkan memelihara kebersihan tubuhnya seperti memotong kuku dan bercukur.

Al-Utsaimin menambahkan, jika perempuan yang haid atau nifas mengalami mimpi basah, ia dianjurkan untuk mandi janabah sebagaimana waktu ia suci. Demikian juga jika ia bercumbu dengan suaminya tanpa jima’ yang sampai keluar mani. Maka perempuan ini tetap melakukan mandi janabah walau ia dalam keadaan haid dan nifas.

Selain itu, tidak ada satupun ulama pakar fiqih yang mengatakan bahwa hukumnya adalah makruh. [] SUMBER: SINDONEWS
Akan ada banyak pertanyaan yang muncul ketika seseorang mengalami haid, seperti : Apakah seorang wanita berdosa ketika memotong rambut, kuku dan membuang dari keduanya pada waktu haid?

Apakah disela-sela waktu haid, harus dicuci terlebih dahulu sebelum dibuang? Sepertinya kita memangharus mengetahui tentang hukum memotong kuku saat haid. Masalah ini seringkali terjadi pada kebanyakan para wanita.

Terkait dengan hukum memotong rambut, kuku dan semisalnya diantara sunah fitrah disela-sela haid. Hal itu timbul karena keyakinan yang salah pada sebagian diantara mereka. Bahwa anggota tubuh manusia akan kembali kepadanya di hari kiamat nanti. Kalau dihilangkannya sementara kalau dia dalam kondisi hadats besar baik janabat, haid atau nifas.

Maka ia akan kembali dalam kondisi najis yang belum dibersihkan. Perkataan ini salah dan tidak ada kebenarannya seperti hukum menunda mandi wajib setelah haid. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah sebagaimana dalam ‘Majmu’ Al-Fatawa, (21/120-121) ditanya tentang seseorang dalam kondisi junub dan dia memotong kuku, kumis atau menyisir rambutnya.

Apakah dia terkena sesuatu. Sebagian mengisyaratkan akan hal ini. Dengan mengatakan, ”Kalau seseorang memotong rambut atau kukunya maka anggota (tubuhnya) akan kembali kepadanya di akhirat. Maka ketika dibangkitkan hari kiamat ada bagian junub sesuai dengan apa yang berkurang darinya.

Dan pada setiap rambut ada bagian dari janabat, apakah hal itu (benar) atau tidak?” Maka beliau rahimahullah menjawab: “Telah ada ketetapn dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam dari hadits Hudzaifah dan hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhuma ketika disebutkan kepadanya masalah junub berkata (Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis) dalam shoheh Hakim (Baik waktu hidup maupun mati).

Sepengetahuan saya tidak ada dalil syar’I larangan menghilangkan rambut orang junub dan kukunya seperti hukum memotong rambut saat haid dalam islam. Bahkan Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda (Hilangkan rambut kekufuran anda dan berkhitanlah). HR. Abu Dawud (356) dinyatakan hasan oleh Al-Albany di ‘Irwaul Gool (1/120). Maka beliau memeritahkan orang yang baru masuk islam untuk mandi.

Dan tidak memerintahkan mengakhirkan khitan dan memotong rambut dari mandi. Keumuman perkataannya mengandung diperbolehkan kedua hal tersebut. Begitu juga orang haid diperintahkan menyisir sewaktu mandi. Padahal menyisir dapat menghilangkan sebagian rambutnya. Wallahu’alam.” Selesai Syeikhul Islam mengisyaratkan hal itu pada hadits Aisyah radhiallahu’aha ketika haid pada haji wada’, maka Nabi sallallahu’alaihi wasallam memerintahkan kepadanya (Uraikan rambutmu dan bersisirlah.

Serta berihlal (talbiyah) dengan haji dan tinggalkan umroh). HR. Bukhori, (1556) dan Muslim, (1211). Bersisir seringkali sebagian rambutnya berjatuhan. Meskipun begitu Nabi sallallahu’alaihi wa sallam mengizinkan hal itu bagi orang yang berihrom dan orang haid. Para ahli fiqih dari kalangan Syafi’iyyah mengatakan seperti dalam kitab ‘Tuhfatul Muhtaj, (4/56): “Yang sesuai nash, bahwa orang haid diperbolehkan mengambilnya. Selesai (maksudnya adalah kuku, bulu kemaluan, bulu ketiak. Maksud nash disitu adalah madzhab).

Telah ada dalam ‘Fatawa Nurun ‘Ala Ad-Darb’ oleh Syekh Ibnu Utsaimin (Fatawa Az-Ziinah Wal Mar’ah/ soal no 9): “Saya mendengar bahwa menyisir waktu haid tidak diperbolehkan, begitu juga (tidak diperbolehkan) memotong kuku dan mandi.

Apakah hal ini dibenarkan atau tidak? Maka beliau rahimahullah menjawab, “Ini tidak benar. Orang haid diperbolehkan memotong kuku dan menyisir rambutnya. Diperbolehkan mandi dari janabat. Seperti ketika dia bermimpi sementara dia dalam kondisi haid, maka dia mandi janabat. Atau bercumbu dengan suaminya tanpa bersenggema sampai keluar (air mani), maka dia mandi jenabat.

Sepengetahuan saya bahwa pendapat yang dikenal dikalang sebagian wanita bahwa apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam boleh mandi, tidak bersisir, tidak menyentuh kepala dan tidak memotong kukunya adalah tidak ada asalnya dalam agama.” Selesai Dan tidak dikenal pendapat yang memakruhkan hal itu satupun dari pendapat para ahli fikih yang terkenal.

apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam

Akan tetapi disebutkan pada sebagian kitab ahli bid’ah dari golongan yang menyalahi ahlus sunnah. Sebagaimana dalam kitab ‘Syarkh An-Nail Wa Syifai’ ‘Alil, (1/347) karangan Muhammad bin Yusuf Al-Ibadhii. Hal ini juga sangat jelas seperti yang dijelaskan dalam kitab Fatawa Al Kubra dijelaskan jika, “Dan aku tidak mengetahui atas makruhnya menghilangkan rambut bagi orang yang sedang junub dan menghilangkan kukunya dalam dalil Syar’i, akan tetapi, sungguh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah berkata kepada orang yang masuk Islam: Jatuhkanlah (hilangkan) darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah.

Maka, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang masuk Islam untuk mandi, dan tidak menyuruh untuk mengakhirkan khitan dan menghilangkan rambut dan mendahulukan mandi. [Fatawa Al-Kubra: 1/275] Hadis Rasulullah SAW memberi penegasan, “Sesungguhnya yang paling besar dosa dan kejahatannya dari kaum muslimin adalah orang yang bertanya tentang hal yang tidak diharamkan, lantas hal tersebut menjadi diharamkan karena pertanyaannya tadi.” (HR Bukhari).

Dengan mengkaji ulang dan menilik kembali semua hadist maupun dalil diatas sebenarnya belum ada penjelasan secara terperinci dan pasti apakah memotong kuku benar dilarang atau bersifat makruh seperti amalan di bulan ramadhan bagi wanita haid.

Dan dengan menarik kesimpulan bahwa ada sebagian ulama yang mengharamkan ada sebagian ulama yang membolehkan. Disnilah peranan kebijakan kita sebagai seorang muslimah di perlukan. Kembali lagi kepada dasar islam yaitu kebersihan adalah pangkal dari keimanan seseorang. maka setidaknya potonglah kuku Anda jika memang sudah sangat kotor walaupun anda sedang berada dalam fase menstruasi.

Sekian dari kami semoga bermanfaat.
Hukum Potong Kuku ketika Haid Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum ustad….

apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam

Apakah boleh memotong kuku atau rambut pada saat haid? Apakah hadist atau ayat yg menyangkut masalah ini? makasih wassalam.

Abdillah XXXXXd ( [email protected] ) Jawaban: Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah… Tidak terdapat riwayat yang melarang wanita haid untuk memotong kuku maupun rambut.

Demikian pula, tidak terdapat riwayat yang memerintahkan agar rambut wanita haid yang rontok utnku di cuci bersamaan dengan mandi paska haid. Bahkan sebaliknya, terdapat riwayat yang membolehkan wanita haid untuk menyisir rambutnya.

Padahal, tidak mungkin ketika wanita yang menyisir rambutnya, tidak ada bagian rambut yang rontok. Disebutkan dalam hadis dari A’isyah, bahwa ketika Aisyah mengikuti haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesampainya di Mekkah beliau mengalami haid. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, ….دعي عمرتك وانقضي رأسك وامتشطي “Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah…” (HR.

Bukhari 317 & Muslim 1211) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan A’isyah yang sedang haid untuk menyisir rambutnya. Padahal beliau baru saja datang dari perjalanan. Sehingga kita bisa menyimpulkan dengan yakin, pasti akan ada rambut yang rontok.

Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyuruh A’isyah untuk menyimpan rambutnya yang rontok untuk dimandikan setelah suci haid. Hadis ini menunjukkan bahwa rambut rontok atau potong kuku ketika haid hukumnya sama dengan kondisi suci.

Artinya, tidak ada kewajiban untuk memandikannya bersamaan dengan madsi haid. Jika hal ini disyariatkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan jelaskan kepada A’isyah agar menyimpan rambutnya dan memandikannya bersamaan dengan mandi haidnya. Dalam Fatawa Al-Kubra, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah terdapat pertanyaan, “Ketika seorang sedang junub, kemudian memotong kukunya, atau kumisnya, atau menyisir rambutnya.

Apakah dia salam dalam hal ini? Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa orang yang memotong rambutnya atau kukunya ketika junub maka semua bagian tubuhnya ini akan kembali pada hari kiamat dan menuntut pemiliknya untuk memandikannya, apakah ini benar?” Syaikhul Islam memberi jawaban قد ثبت عن النبي صلى الله عليه و سلم من حديث حذيفة ومن حديث أبي هريرة رضي الله عنهما : أنه لما ذكر له الجنب فقال : إن المؤمن لا ينجس.

وفي صحيح الحاكم apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam حيا ولا ميتا. “Terdapat hadis shahih dari Hudzifah dan Abu Hurairah radliallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang orang yang junub, kemudian beliau bersabda, ‘ Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis.’ Dalam shahih Al-Hakim, ada tambahan, ‘ Baik ketika hidup maupun ketika mati.’ وما أعلم على كراهية apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam شعر الجنب وظفره دليلا شرعيا بل قد قال النبي للذي أسلم : ألق عنك شعر الكفر واختتن.

فأمر الذي أسلم أن يغتسل ولم يأمره بتأخير الاختتان وإزالة الشعر عن الاغتسال فإطلاق كلامه يقتضي جواز الأمرين. Sementara saya belum pernah mengetahui adanya dalil syariat yang memakruhkan potong rambut dan kuku, ketika junub. Bahkan sebaliknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh orang yang masuk islam, “Hilangkan darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah.” Beliau juga memerintahkan orang yang masuk islam untuk mandi.

Dan beliau tidak memerintahkan agar potong rambut dan khitannya dilakukan setelah mandi. Tidak adanya perintah, menunjukkan bolehnya potong kuku dan berkhitan sebelum mandi…’” ( Fatawa Al-Kubra, 1:275) Allahu a’lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).

Artikel www.KonsultasiSyariah.com 🔍 Daftar Wali Kutub, Bagaimana Surga, Jumlah Kata Dalam Al Quran, Mendengarkan Surat Yasin, Download Surat Jin, Detailer Obat • TAGS • adakah memotong rambut batal puasa • apa hukum nya memotong rambut ketika sedang puasa • apa hukumnya memotong kuku di bulan ramadhan • apa hukumnya memotong kuku di saat puasa • apa hukumnya potong kuku dbulan puasa • apa kah masturbasi pada wanita membatalkan puasa • apa kah puasa boleh potong rambut • apakah boleh potong rambut saat haid • apakah memotong kuku membatalkan puasa?

• apakah pada saat mens tidak boleh • apakah perempuan puasa gak boleh potong kuku • batal puasa rambut • beribadah saat haid pada bulan ramadhan • boleh gunting rambut di bulan puasa hukum batal • boleh tak potong kuku waktu dalam haid • bolehkah bercukur pada siang hari di bulan puasa • bolehkah gunting kuku saat sedang puasa • bolehkah masturbasi dilakukan saat menstruasi • bolehkah memandikan mandi junub • bolehkah memotong kuku saat junub • bolehkah menggunting kuku pada saat haid • bolehkah potong kuku saat puasa • bulan puasa potong rambut batal atau tidak?

• cuci darah bagi wanita haid • fikih hukum menggunting kuku dan rambut saat haid • gunting kuku saat puasa • gunting rambut batal puasa • gunting rambut haid • gunting rambut puasa ramadhan • hadis gunting rambut bulan puasa • hadist larangan memotong rambut saat haid • hadist tentang memotong kuku pada saat menstruasi • hadist tentang memotong kuku saat berpuasa • hadits potong rabmbut saat haid • haid • haid potong kuku • haid potong rambut • haid rambut • haidh • haidpoyong rambut • haji • haram memotong kuku ketika berpuasa • hari yang tepat untuk memotong kuku dan rambut menurut rasullah • hukum • hukum cukur rambut dalam bulan puasa • hukum cukur rambut di saat puasa • hukum gunting kuku pada saat puasa • hukum gunting rambut bulan puasa • hukum kalau haid potong rambut atau potong kuku • hukum memotong kuku bagi wanita haid • hukum memotong kuku dan rambut saat sedang puasa • hukum memotong kuku pada saat puasa • hukum memotong kuku saat haid • hukum memotong rambut bagi wanita haid • hukum memotong rambut bagi yang puasa • hukum memotong rambut dan kuku saat puasa ramadhan • hukum mencukur rambut saat puasa ramadhan • hukum mengetip kuku di bulan puasa • hukum menggunting kuku pada waktu haid • hukum menggunting rambut • hukum menyisir rambut wanita haid • hukum potong kuku • hukum potong kuku bagi wanita saat haid • hukum potong kuku dibulan ramadhan • hukum potong kuku ketika puasa • hukum potong kuku pada bulan puasa • hukum potong kuku saat haid • hukum potong kuku saat menstruasi • hukum potong kuku saat puasa • hukum potong kuku semasa haid • hukum potong kuku semasa puasa • hukum potong rambut dan kuku saat puasa • hukum potong rambut di bulan puasa • hukum potong rambut ketika puasa • hukum potong rambut saat junub • hukum wanita haid memotong rambut • hukumnya bulan puasa kalau potong rambut • hukumnya memotong kuku siang hari pada bulan puasa • junub • kanapa tidak boleh potong kuku pada saat haid?

• keadaan haid tidak boleh potong kuku • kenapa tidak boleh memotong kuku saat haid • konsultasisyari'ah • larangan memotong kuku ketika haid • larangan memotong kuku saat haid • mandi haid • memotong kuku dalam kondisi jinabat • memotong kuku dan rambut apakah membatalkan puasa • memotong kuku di bulan puasa • memotong kuku membatalkan puasa? • memotong kuku pada bulan ramadhan • memotong kuku saat berpuasa • memotong rambut • memotong rambut ketika haid • mencuci rambut ketika uzur • menggunting kuku batal tidak puasa • menurut islam kenapa rambut wanita sering rontok • menyisir rambut ketika haid • potong bulu pada bulan ramadhan • potong kuku • potong kuku batal gak sih puasanya • potong kuku bulan puasa • potong kuku di bulan ramadhan • potong kuku haid • potong kuku ketika puasa • potong kuku masa puasa • potong kuku saat haid bolehkah?

• potong rambut apa membatalkan puasa? • potong rambut bulan puasa • potong rambut di bulan puasa • potong rambut di bulan ramadhan • potong rambut dibulan puasa,, • potong rambut hukum puasa • potong rambut pada bulan romadhan • potong rambut saat ramadan • potong rambut waktu puasa • puasa boleh gunting rambut?

• puasa boleh potong rambut? • puasa boleh tidak potong rambut • puasa menggunting kuku boleh ga sih • puasa potong kuku dan rambut • puasa potong rambut • putung kuku diwaktu puasa boleh gak? • ramadan potong kuku • rambut • sah ketip kuku di bulan ramadhan • sebab mengapa tidak boleh memotong kuku ketika puasa • tidak boleh gunting kuku rambut saat haid • tidak boleh gunting kuku saat haid • tidak boleh membuang rambut saat haid POPULAR CATEGORIES • FIKIH 1490 • AQIDAH 931 • Ibadah 790 • Sholat 599 • Halal Haram 552 • Pernikahan 517 Recent Posts • Bolehkah Ayah Mencium Anak Perempuannya yang Sudah Dewasa?

• Apakah Jual Beli Kurma Secara Online Termasuk Riba? • Hukum Shalat di Antara Tiang-tiang dalam Shalat Jama’ah • Hukum Meminjam Uang di Pinjaman Online (Pinjol) • Apa yang Dilakukan Masbuk ketika Masuk ke Shaf? • Sembuh Sakit karena BersedekahMenu • HOME • Apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks REPUBLIKA.CO.ID, Berkembang pemahaman di masyarakat, orang yang tengah haid dilarang memotong kuku dan rambut.

Alasannya, dalam kondisi itu orang tersebut tidak dalam keadaan suci. Jadi rambut dan kuku yang terpisah dari tubuhnya tentu juga tidak suci. Jika rambut dan kuku ini dibuang, ia akan bermasalah di hari Kiamat nanti. Analoginya, di hari berbangkit setiap orang akan dikembalikan lagi seluruh anggota tubuhnya secara sempurna sebagaimana di dunia.

Jika ada anggota tubuh yang dibuang seperti rambut dan kuku dalam keadaan tidak suci, tentu ia akan kembali dalam keadaan tidak suci pula. Ini akan menjadi aib bagi dirinya karena beberapa anggota tubuh seperti rambut dan kuku yang najis atau tidak suci. Benarkah apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam Permasalahan ini kerap ditanyakan kepada para ulama.

Larangan memotong kuku dan rambut kerap disamakan dengan orang yang berqurban. Sebagaimana hadis Nabi SAW, orang yang berqurban dilarang untuk memotong rambut dan kuku terhitung saat memasuki tanggal 1 Zulhijjah. (HR Muslim). Namun persoalan wanita yang sedang haid, nifas, atau junub, tidak ditemui satupun pendapat ulama yang mengakomodir larangan untuk memotong kuku atau rambut. Dalilnya, karena memang tidak ditemui dalil yang melarangnya. Ibnu Taimiyah dalam kitab fenomenalnya Majmu’ Al-Fatawa, (21/120-121) pernah mengupas persoalan ini.

Fatwa Ibnu Taimiyah berasal dari pertanyaan orang kepadanya pasal boleh-tidaknya memotong rambut atau kuku saat junub apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam haid. Ibnu Taimiyah membantah jika memotong rambut atau kuku saat haid punya kaitan dengan hari berbangkit sebagaimana diisukan. Menurut Ibnu Taimiyah, seorang mukmin tak boleh disebut najis.

apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam

Ini berdalil dengan hadis Nabi SAW, "Sesungguhnya orang Islam itu tidak najis." (HR Bukhari Muslim). Bahkan jika seorang mukmin yang sudah meninggal, jenazahnya tidak disebut najis (HR Hakim). Sebutan Najis hanya bagi orang kafir saja. Firman Allah SWT, "Hanyalah orang-orang musyrik itu najis." (QS at-Taubah [10]: 28). Adapun orang haid dan nifas hanya darahnya saja yang najis, bukan orangnya.

Demikian pula bagi orang yang junub. Dalam hadis Nabi SAW dan atsar para sahabat ditemui anjuran bagi wanita haid dan nifas untuk memelihara kebersihan. Misalkan, orang yang haid dianjurkan untuk mandi dan menyisir rambutnya. Padahal bagi sebahagian wanita yang mengalami kerontokan, menyisir rambut dapat mencabut sebahagian rambut. Hal ini terjadi kepada istri Nabi SAW, Aisyah RA. Ketika Aisyah RA menunaikan haji Wada' bersama Nabi SAW, ia mendapati dirinya haid.

Nabi SAW memintanya untuk mandi dan bersisir. "Uraikan rambutmu dan bersisirlah. Serta berihlal (talbiyah) dengan haji dan tinggalkan umroh," sabda Beliau SAW.

(HR Bukhari Muslim). Ahli fiqh Mazhab Syafi'iyah secara tegas memperbolehkan kaum wanita yang haid atau nifas memotong kuku, mencukur bulu ketiak/ kemaluan, dan seterusnya. Tak ada keterangan jika melakukan hal-hal tersebut akan berdampak buruk di hari berbangkit nanti.

apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam

Demikian diterangkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj (4/56). Mufti Arab Saudi, Syekh Ibnu Utsaimin dalam kumpulan fatawa Az-Ziinah Wal Mar’ah karangannya juga disinggung persoalan ini.

Syekh Utsaimin membantah jika orang yang tengah haid, nifas, atau junub dilarang untuk memotong kuku dan rambut. Malahan orang yang haid dan nifas sebenarnya dianjurkan memelihara kebersihan tubuhnya seperti memotong kuku dan bercukur. Al-Utsaimin menambahkan, jika wanita yang haid atau nifas mengalami mimpi basah, ia dianjurkan untuk mandi janabat sebagaimana waktu ia suci.

Demikian juga jika ia bercumbu dengan suaminya tanpa jima' yang sampai keluar mani. Maka wanita ini tetap melakukan mandi janabah walau ia dalam keadaan haid dan nifas.

Muhammad bin Yusuf Al-Ibadhi dalam kitabnya Syarkh An-Nail Wa Syifai Alil (1/347) menyebut pemahaman yang melarang wanita haid dan nifas memotong kuku/ rambut tersebut sebagai perkara bid'ah. Yang demikian jika ia meyakini akan berpengaruh pada hari berbangkit. Umat Islam dilarang untuk mengharamkan perkara yang dibolehkan.

Sebagaimana dilarang untuk membolehkan perkara yang dihalalkan. Hadis Rasulullah SAW menegaskan, "Sesungguhnya yang paling besar dosa dan kejahatannya dari kaum muslimin adalah orang yang bertanya tentang hal yang tidak diharamkan, lantas hal tersebut menjadi diharamkan karena pertanyaannya tadi." (HR Bukhari). Dalam persoalan memotong rambut atau kuku bagi wanita haid dan nifas hukumnya boleh.

Tidak boleh disebut makruh, apalagi haram tanpa ada dalil yang menerangkan.

apakah boleh potong kuku saat haid menurut islam

Wallahu'alam.

Dalil larangan Potong kuku saat Menstruasi




2022 www.videocon.com