Alasan ibu kota pindah ke kalimantan

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan memindahkan ibu kota negara ( IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pemerintah juga sudah menyepakati bahwa ibu kota negara baru diberi nama “Nusantara”.

Selain itu, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) juga secara resmi mengesahkan Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) pada Selasa (18/01/2022) lalu. Adanya UU IKN ini menjadi sebuah kepastian hukum yang diperlukan dalam pelaksanaan pemindahan ibu kota negara baru.

Pembangunan fisik IKN di Kalimantan Timur akan dimulai pada pertengahan tahun 2022. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan upacara HUT RI di tahun 2024 akan dilakukan di lokasi ibu kota negara baru. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memastikan bahwa rencana ini akan dilaksanakan karena telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Visi Indonesia 2045.

Baca juga: BI: Pemulihan Ekonomi Akan Berlanjut, tapi Omicron Perlu Diwaspadai Lantas apa alasan pemerintah memindahkan ibu kota negara (IKN)? Dilansir dari laman Indonesiabaik.id dan buku saku Pemindahan Ibu Kota Negara, setidaknya ada enam alasan yang mendasari pemindahan ibu kota negara.

Keenam alasan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Penduduk di Jawa terlalu padat Pertama, alasan utama pemindahan ibu kota negara ini adalah beban Jakarta dan Jawa sudah terlalu berat. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) pada 2015 menyebutkan, sebesar 56,56 persen penduduk Indonesia atau 150,18 juta jiwa terkonsentrasi di pulau Jawa.

Sementara di pulau lainnya, persentase penduduk Indonesia kurang dari 10 persen. Kecuali pulau Sumatera, yakni sebesar 22,1 persen atau 58,45 juta jiwa. Baca juga: 4 Isu Prioritas W20 Presidensi Indonesia Di Kalimantan, persentase penduduk Indonesia hanya 6,1 persen atau 16,23 juta jiwa.

Di Sulawesi, persentase penduduk Indonesia sebesar 7,4 persen atau 19,56 juta jiwa. Lalu di Bali dan Nusa Tenggara, penduduknya sebanyak 14,90 juta jiwa atau 5,6 persennya penduduk Indonesia.

Sementara di Maluku dan Papua memiliki persentase paling kecil, yakni 2,8 persen atau 7,32 juta jiwa. YouTube Beberapa alasan mengapa ibu kota negara pindah dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur 2. Kontribusi ekonomi pada PDB Kedua, alasan pemindahan ibu kota negara adalah kontribusi ekonomi pulau Jawa terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia atau Produk Domestik Bruto (PDB), sangat mendominasi. Sementara pulau lainnya jauh tertinggal. Jokowi ingin menghapuskan istilah "Jawasentris" sehingga kontribusi ekonomi di pulau lain juga harus digenjot.

Baca juga: Semen Indonesia Dukung Upaya Pemerintah Wujudkan Net Zero Carbon Emission 2060 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, kontribusi ekonomi terhadap PDB di pulau Jawa sebesar 59 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi di pulau Jawa sebesar 5,52 persen. Di Sumatera, kontribusi ekonominya alasan ibu kota pindah ke kalimantan 21,31 persen. Adapun di Kalimantan, kontribusi ekonominya sebesar 8,05 persen dengan pertumbuhan ekonomi 4,99 persen.

Adapun di Sulawesi, kontribusinya 6,33 persen dengan perrumbuhan ekonomi 6,65 persen. Lalu di Bali dan Nusa Tenggara, kontribusinya 3,06 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07 persen. Kemudian di Maluku dan Papua, berkontribusi sebesar 2,24 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,40 persen. Baca juga: Asuransi Unit Link: Pengertian, Keuntungan, Risiko, dan Jenis-jenisnya 3.

Krisis air bersih Alasan lain dari pemindahan ibu kota negara adalah ketersediaan air bersih.

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 2016, Jawa dan Bali mengalami krisis air yang cukup parah. Kondisi paling buruk berada di daerah Jabodetabek dan Jawa Timur. Hanya sebagian kecil di pulau Jawa yang memiliki indikator hijau atau ketersediaan airnya masih sehat, yakni di wilayah Gunung Salak hingga Ujung Kulon. 4. Konversi lahan terbesar terjadi di Pulau Jawa Dalam beberapa dasawarsa terakhir, Pulau Jawa mengalami konversi lahan terbesar di antara gugus pulau lainnya di Indonesia.

Tren tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depannya. Proporsi konsumsi lahan terbangun di pulau Jawa mendominasi, bahkan mencapai lima kali lipat dari Kalimantan. Diprediksi, lahan terbangun di Jawa pada 2030 sebesar 42,79 persen.

Baca juga: Investasi Ilegal Makan Banyak Korban, Begini Kata OJK Di Kalimantan, keterbangunan lahannya sebesar 9,29 persen pada 2010. Proporsi lahan terbangun di Kalimantan diprediksi meningkat pada 2030 menjadi alasan ibu kota pindah ke kalimantan persen.

5. Pertumbuhan urbanisasi sangat tinggi Selain itu, yang menjadi alasan pemindahan ibu kota adalah pertumbuhan urbanisasi yang sangat tinggi, dengan konsentrasi penduduk terbesar di Jakarta dan Jabodetabekpunjur. Pada tahun 2013, Jakarta menempati peringkat ke-10 kota terpadat di dunia (UN, 2013). Lalu pada tahun 2017 masuk peringkat ke-9 kota terpadat di dunia. Meningkatnya beban Jakarta sehingga terjadi penurunan daya dukung lingkungan dan besarnya kerugian ekonomi.

Hal itu seperti rawan banjir, tanah turun dan muka air laut naik, kualitas air sungai tercemar berat. Sekitar 50 persen wilayah Jakarta memiliki tingkat keamanan banjir di bawah 10 tahunan (ideal kota besar minimum 50 tahunan).

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

Baca juga: OJK Beberkan Penyebab Menjamurnya Pinjol Ilegal Wilayah Jakarta terancam oleh aktivitas Gunung Api (Krakatau, Gunung Gede) dan potensi gempa bumi-tsunami, Megathrust Selatan, Jawa Barat dan Selat Sunda dan gempa darat Sesar Baribis, Sesar Lembang, dan Sesar Cimandiri.

Selain itu, tanah turun mencapai 35-50 cm selama kurun waktu tahun 2007-2017. Berita Terkait Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi Kemenhub Siapkan Transportasi Cerdas dan Terintegrasi di IKN Adik Prabowo Subianto Jawab Tudingan Dapat Jatah Proyek di IKN Merasa Difitnah Dapat Proyek di IKN, Adik Prabowo: Kebohongan Besar Jokowi: Pembangunan IKN Bagian Penting dari Transformasi Ekonomi RI Berita Terkait Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi Kemenhub Siapkan Transportasi Cerdas dan Terintegrasi di IKN Adik Prabowo Subianto Jawab Tudingan Dapat Jatah Proyek di IKN Merasa Difitnah Dapat Proyek di IKN, Adik Prabowo: Kebohongan Besar Jokowi: Pembangunan IKN Bagian Penting dari Transformasi Ekonomi RI JAKARTA - Pemerintah membeberkan alasan terkait pemindahan ibu kota Jakarta ke Kalimantan Timur.

Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) hampir dipastikan jadi kenyataan seiring Rancangan Undang-Undang (RUU) yang telah diketok bersama DPR. "Pertanyaannya kenapa saat pandemi, pertama pemindahaan ibu kota ini salah satu bagian dari upaya mengatasi pandemi," ujar Plt.

Alasan ibu kota pindah ke kalimantan Regional II Bappenas Mohammad Roudo saat diskusi virtual, Rabu (2/2/2022). Baca Juga: Alasan ibu kota pindah ke kalimantan Ungkap 3 Tugas Utama Pengawasan Ibu Kota Baru Menurut dia pemindahan ibu kota diharapkan dapat mendongkrak ekonomi dari pembangunan sejumlah kluster industri. Rencananya akan dibangu 6 kluster industri dan 2 kluster pendukung.

"Harapannya ketika itu bisa bergerak maka akan memberikan multiplier effect," sambungnya. Di bagian lain, pemindahan IKN ke Kalimantan diharapkan dapat menciptakan pemerataan pemabangunan yang saat ini hanya fokus di satu wilayah saja, yakni di Jawa. "Ini adalah salah satu upaya bagaimana kita melakukan transformasi ekonomi, bagaimana kita mengurangi kesenjangan wilayah, meningkatkan pemerataan dengan membuat pusat pertumbuhan baru," kata Roudo. Baca Juga: Tokoh Muda NU Ungkap Makna Filosofis Pengukuhan Pengurus PBNU di Ibu Kota Baru Dia mengatakan pemindahaan ibu kota telah melalui kajian hingga terpilih di daerah Kaltim.

Terkait anggaran mekanismenya kerja sama dengan swasta, KPBU dan APBN. "Swasta kita dorong secara bertahap untuk melibatkan peran serta dari swasta dalam pembiayaan IKN," jelasnya.
Balikpapan, IDN Times - Pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur (Kaltim) bukan sekadar wacana, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata, menerangkan dengan gamblang alasan mengapa ibu kota negara berpindah ke Pulau Borneo.

"Sebenarnya perencanaan pemindahan ibu kota tak dadakan. Kami memulainya dari 2017 atau tiga tahun lalu," terangnya dalam acara Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara: Kalimantan untuk Indonesia, Menuju Ibu Kota Masa Depan: Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable, Rabu (21/8), di Swiss-Belhotel Balikpapan.

IDN Times/Yuda Almerio Rudy menjelaskan, sebelum memutuskan memilih Kalimantan sebagai calon ibu kota baru, Bappenas sudah melakukan kajian ke sejumlah provinsi seperti Sulawesi, Sumatera dan beberapa daerah lainnya. Semua kriteria penilaian menjadi dasar penentuan, seperti kondisi lingkungan, potensi bencana, keamanan dan potensi konflik, sumber air, dekat dengan bandara atau pelabuhan, punya udara baik dan lain-lain.

"Ternyata Kalimantan punya nilai lebih unggul," jelasnya. Rudy menuturkan, letak Kalimantan secara umum berada di tengah Nusantara dan itu merupakan lokasi strategis yang jauh dari petaka gempa.

Pemindahan ibu kota keluar dari Jawa juga menghilangkan stigma Jawa sentris. Dengan demikian pada tahap selanjutnya proses pengembangan wilayah bisa merata. Pusat industri juga perlu berkembang di luar Jawa termasuk ibu kota negara nantinya di Kalimantan. "Beliau (presiden) ingin Indonesia sentris bukan Jawa sentris. Makanya perlu diperlukan pengembangan pembangunan ke luar Jawa," tuturnya.

Baca Juga: Ibu Kota Baru, Kalimantan Harus Kembangkan Industri Hilir 5 Tahun Ini idntimes.com/Helmi Shemi Hal lain, kata dia, yang memicu pemindahan ibu kota ialah penduduk di Jawa sudah terlalu banyak, setidaknya 56 persen dari total penduduk di Indonesia ada di Jawa.

Sisanya berada di pulau lain. Selain jumlah penduduk, alasan lain seperti polusi, infrastruktur juga tak memadai yang menambah kemacetan. "Belum lagi air bersih sangat minim. Saat ini di Jakarta sukar sekali dapat air sehat," paparnya.

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

Ia menambahkan, "Selain itu, Jakarta berada di peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia versi AirVisual." IDN Times/Mela Hapsari Dia menambahkan, jika ibu kota pindah ke Kalimantan maka 50 persen ekonomi masyarakat akan meningkat dengan signifikan.

Sebab pemindahan ini akan membuka peluang bagi ibu kota baru membuka keran investasi.

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

Menurut Rudy, tidak hanya provinsi yang terpilih menjadi ibu kota negara baru saja yang ekonominya melejit, tapi juga provinsi-provinsi lain di Kalimantan akan ikut bertumbuh dan berkembang pesat. Baca Juga: Benahi Jakarta Lebih Mahal Daripada Bangun Ibu Kota Baru TRENDING • Nama Briptu Hasbudi Terseret Kasus Pembunuhan Tiga Pengantar Udang • 5 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Berselancar alasan ibu kota pindah ke kalimantan Tinder • Arus Balik di Samarinda Lancar, Kemacetan karena Aktivitas Wisata • Liburan Hemat Ala Backpacker ke Pulau Derawan di Kaltim • Cuaca Hari Ini 7 Mei 2022: Balikpapan Berawan Sepanjang Hari • Mengintip Meriam Peninggalan Perang Jepang di Balikpapan • Pemkot Balikpapan Gelar Tes Antigen Acak bagi Pemudik • Mengenal Wisata Alam Gua Mengkuris dari Sejarah hingga Lokasinya • Serba-serbi tentang PPU yang Menyimpan Keindahan • Pertamina Jamin Pasokan Energi Arus Balik Regional Kalimantan Presiden Joko Widodo berjalan seusai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin 26 Agustus 2019.

Rencana untuk pindah ibu kota ini sudah digagas bahkan sejak era Presiden pertama Soekarno. Ia mengatakan Indonesia belum pernah merancang sendiri di mana pusat pemerintahan.

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay Jokowi mengatakan beban Pulau Jawa sudah terlalu berat dengan penduduk yang telah mencapai 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia. Ditambah dengan posisi Jawa sebagai sumber ketahanan pangan. "Beban ini akan semakin berat jika ibu kota pemerintahan pindahnya tetap di Pulau Jawa," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019.

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

Pemerintah meyakini wilayah di Kalimantan ini lebih minim risiko bencananya. Mulai dari bencana banjir, gempa, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, letusan gunung api, dan tanah longsor, dinilai lebih jarang terjadi di sana. 2. Berada di tengah Indonesia Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dinilai strategis, karena berada di tengah Indonesia. 3. Lokasi berdekatan dengan wilayah alasan ibu kota pindah ke kalimantan Pembangunan ibu alasan ibu kota pindah ke kalimantan baru akan dimulai dari nol.

Karena itu, kedekatan lokasi dengan daerah yang lebih berkembang akan lebih memudahkan pembangunan. Lokasi baru yang dipilih pemerintah ini berdekatan dengan Balikpapan dan Samarinda. 4. Memiliki infrastruktur relatif lengkap Sebagai daerah dengan lahan kosong besar, fasilitas di lokasi baru nanti cukup mumpuni. Mulai dari jalan tol hingga dekat dengan bandara taraf internasional. 5. Lahan milik pemerintah Jokowi mengatakan di lokasi pembangunan ibu kota baru nanti, pemerintah memiliki 180 ribu hektare lahan.

Hal ini akan memudahkan pemerintah dalam membangun tanpa terlalu direpotkan dengan urusan pembebasan tanah.
Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengungkapkan alasan pemindahan ibu kota negara (IKN) ke luar pulau Jawa yaitu Kalimantan Timur. Dia mengatakan pemindahan IKN ke Kalimantan Timur bertujuan untuk pemerataan dan keadilan ekonomi.

Menurut Jokowi, 58 persen perputaran ekonomi ada di pulau Jawa khususnya Jakarta, padahal Indonesia memiliki 17.000 pulau. “Juga ada banyak alasan, karena ada banyak lahan dan yang paling penting pemindahan (IKN)) ini untuk pemerataan, untuk keadilan, karena kita memiliki 17.000 pulau yang 56 persennya ada di Jawa. Ada 156 juta populasinya Indonesia ada di pulau Jawa,” ujar Jokowi dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (15/3/2022). Jokowi yang berkemah sejak Senin (14/3) malam kemarin juga mengungkapkan alasan mengapa dirinya memilih Titik Nol Ibu Kota di wilayah Penajam Paser Utara (PPU).

Berdasar kajian Bappenas sejak 2014, Jokowi akhirnya memutuskan lokasinya di wilayah tersebut. “Ada banyak lokasi (IKN) kemudian diciutkan, diciutkan akhirnya menjadi 3 dan diputuskan di Kalimantan Timur di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, karena ini adalah titik yang paling tengah jika diambil dari barat, timur, utara dan selatan.

Di sini tengahnya,” ungkap Jokowi sembari menunjuk lokas kemahnya tersebut. “Ini proses yang Panjang. Ini sudah diputuskan oleh Bung Karno kira-kira pada tahun 1957, tapi karena pergolakan mundur, mundur akhirnya tidak jadi.

Saat Presiden Soeharto juga sama ingin memindahkan ibu kota ke Jawa Barat tapi tidak jadi karena ada peristiwa 1998. Presiden SBY juga melakukan kajian-kajian untuk memindahkan ibu kota karena banyak juga alasan,” ungkapnya.

Terpopuler • PNS Boleh WFH Seminggu Usai Libur Lebaran, Kapan Masuk Kantor Lagi?

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

• Tender Gorden DPR Dimenangkan Penawar Tertinggi Rp43,5 Miliar, Kok Bisa? • Rudal Iskander Rusia Hancurkan Senjata Buatan AS, 3 Helikopter Ditembak Jatuh • Evakuasi Warga di Azovstal Selesai, Rusia Blokade Tentara Ukraina • Kemenag Izinkan 50 Persen Pegawai WFH Usai Libur Lebaran 9-13 Mei
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Alasan utama ibu kota Negara Indonesia dipindahkan ke Kalimatan dengan nama Nusantara yang baru-baru ini diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Teman-teman pasti sudah mendengar tentang pemindahan Alasan ibu kota pindah ke kalimantan Kota Indonesia dari Jakarta ke wilayah Kalimantan Timur. Pemindahan Ibu Kota ini sudah direncanakan sejak tahun 2019 dan hingga kini sedang dalam proses persiapan. Bahkan belum lama ini Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan nama ibu kota baru. • Kenapa Nama Ibu Kota Baru Nusantara ? Ketahui Arti Nusantara dan Asal-usul Nusantara dari Gajah Mada Nama yang dipilih adalah Nusantara yang sebelumnya ada sekitar 80 usulan nama.

Nama Nusantara itu dipilih dengan banyak pertimbangan yang sudah dibicarakan dengan ahli sejarah dan bahasa. Tapi tahu tidak kenapa ibu kota harus dipindahkan? Ada beberapa alasan terkait pemindahan ibu kota salah satunya adalah kondisi penduduk. 1. Populasi di Jawa Terlalu PadatPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN Berikut 5 alasan dari Jokowi dan Kementerian tentang pemindahan Ibu Kota Baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. TRIBUNNEWS.COM - Pemindahan Ibu Kota Baru telah resmi diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Pemindahan Ibu Kota Baru ke Kalimantan Timur disampaikan lewat konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Lokasi yang dipilih adalah sebagian Kabupaten Penajem Paser Utara dan sebagian Kutai Kertanegara.

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

Kedua lokasi ini bertempat di Provinsi Kalimantan Timur. "Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertangera, Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi. Saat mengumumkan ibu kota baru, Jokowi terlihat didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain itu, terlihat juga sejumlah pejabat pemerintahan, di antaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menter Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

• Ibukota Baru di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Ini Alasan Jokowi • 5 Fakta Kutai Kartanegara, Ibukota Baru yang Kaya Akan SDA dan Lokasi Kerajaan Tertua di Indonesia Hadir juga Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Presiden Jokowi sebelumnya telah menyampaikan rencana pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan saat Sidang Bersama DPD-DPR, Senin (16/8/2019) lalu. Ibu kota baru Indonesia telah diputuskan berlokasi di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Keputusan pemindahan ibu kota baru di Indonesia diumumkan pada konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/8/2019) siang. HALAMAN 2 ===========================>
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied. The Amazon CloudFront distribution is configured to block access from your country.

We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If alasan ibu kota pindah ke kalimantan provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: GZpUAGw9KpfQPRNTTuyfyJ6DxaXEI--x5mQKmsm-EAgD3zo9Y6lRwA==
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo membeberkan alasan mengapa Provinsi Kalimantan Timur dipilih oleh pemerintah sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia pengganti DKI Jakarta.

"Kenapa di Kalimantan Timur? Pertama, risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor," ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/8/2019).

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

Baca juga: Pemerintah Segera Siapkan RUU Pemindahan Ibu Kota Baru Kedua, lokasi tersebut dinilai strategis. Jika ditarik koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia. Ketiga, lokasi itu berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. "Keempat, telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap," ujar Jokowi. Terakhir, hanya di lokasi tersebutlah terdapat lahan pemerintah, yakni seluas 180.000 hektar.

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

Diberitakan, Presiden Jokowi resmi mengumumkan ibu kota baru berada di Kalimantan. Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartangera, Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi.

Baca juga: Jadi Ibu Kota Baru, Ini Keunggulan Kalimantan Timur Saat mengumumkan ibu kota baru, Jokowi terlihat didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain itu, terlihat juga sejumlah pejabat pemerintahan, di antaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Hadir juga Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

alasan ibu kota pindah ke kalimantan

Kompas TV Meski masih belum diputuskan ibu kota baru sudah mengerucut ke satu provinsi alasan ibu kota pindah ke kalimantan Kalimantan Timur. Kalimantan pun bakal jadi area baru yang menarik digarap oleh para pelaku usaha.

Pelaku usaha yang telah berekspansi berpotensi meraup untung. Dari sektor properti Ciputra Development Tbk sudah punya lahan seluas 870 hektar di Kalimantan.

Sementara dari konstruksi Wijaya Karya Beton berencana membangun pabrik baru di Kalimantan Timur seluas 26 hektar. Selain 2 emiten itu ada juga pabrik Massindo Grup produsen kasur pegas yang memperluas pabrik di Samarinda Central Bizpark, Kalimantan Timur. Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas Wahyu Pratama menyebut pemindahan ibu kota akan baik untuk pemerataan ekonomi. Akademisi investasi Lukas Setia Atmaja pun mengiyakan.

Pemindahan ibu kota jadi poin positif bagi emiten. Selama pemindahan ibu kota tak memengaruhi kondisi mendasar suatu perusahaan maka emiten tak masalah dengan keputusan pemerintah ini. Diperkirakan akan ada 1,5 juta penduduk dari Jakarta bermigrasi. Terdiri dari para PNS maupun anggota TNI-Polri. Sesuai rencana pemindahan para PNS ke ibu kota baru akan dimulai tahun 2024 mendatang. Total anggaran Rp 486 triliun dibutuhkan untuk bisa mewujudkan rencana pemindahan ini.

#Emiten #PemindahanIbuKota #Kalimantan Berita Terkait Jadi Ibu Kota Baru, Ini Keunggulan Kalimantan Timur Mengenal Samboja Kutai Kertanegara, Lokasi Ibu Kota Baru Pengganti Jakarta Jokowi: Ibu Kota Baru di Sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaltim LIVE STREAMING: Presiden Jokowi Umumkan Ibu Kota Baru Presiden Jokowi Ungkap Alasan Mengapa Ibu Kota RI Harus Pindah Berita Terkait Jadi Ibu Kota Baru, Ini Keunggulan Kalimantan Timur Mengenal Samboja Kutai Kertanegara, Lokasi Ibu Kota Baru Pengganti Jakarta Jokowi: Ibu Kota Baru di Sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaltim LIVE STREAMING: Presiden Jokowi Umumkan Ibu Kota Baru Presiden Jokowi Ungkap Alasan Mengapa Ibu Kota RI Harus Pindah Ibu Kota Pindah, Jokowi Sebut Jakarta Tetap Jadi Prioritas Pembangunan https://nasional.kompas.com/read/2019/08/26/13512831/ibu-kota-pindah-jokowi-sebut-jakarta-tetap-jadi-prioritas-pembangunan https://asset.kompas.com/crops/xUomdQw_y4GBXFtdRhCfO2-amSY=/0x30:1512x1038/195x98/data/photo/2019/08/26/5d63800226c45.jpg

Menanti Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan - SINGKAP




2022 www.videocon.com