Alat utama untuk mengukir adalah

alat utama untuk mengukir adalah

Pengertian Grafika, Tujuan, Fungsi dan Jenisnya Apakah anda saat ini sedang menggeluti dunia percetakan atau desain grafis ? Jika memang demikian, sangat perlu sekali mengenal apa alat utama untuk mengukir adalah pengertian grafika serta berbagai hal yang terkait di dalamnya. Grafika memiliki berbagai fungsi, salah satunya ketika sedang melakukan presentasi. Dengan adanya grafika, Anda semua bisa membuat model presentasi yang tidak biasa saja. Produk grafika sebenarnya sudah lama ada di sekitar kita.

Akan tetapi, sayangnya tidak semua dari kita ini memahami bahwa produk atau karya tersebut merupakan salah satu bagian dari produk atau karya grafika.

Untuk itu, dalam pembahasan ini akan kami berikan ulasan mengenai pengertian grafika secara lengkap. Pengertian Grafika Bagi orang yang tidak bergelut di dunia percetakan tentu asing dengan what is graphics? Grafika adalah berasal dari bahasa Inggris “Graphic” yang berarti presentasi visual dengan menggunakan beberapa media permukaan seperti kanvas, dinding, layar komputer, atau batu. Tujuannya lain tidak lain untuk memberikan informasi, tanda, ilustrasi bahkan hiburan. Informasi tersebut akhirnya berwujud dalam bentuk foto, gambar, grafik, diagram, Line Art, desain geometrais, peta dan berbagai informasi lain yang kerap kita temui di dalam kehidupan sehari-hari.

jika merujuk dari asal katanya, kata grafika adalah berasal dari bahasa Yunani yang berarti graphos. Dalam bahasa Yunani, graphos artinya gambar atau tulisan. Orang lebih mengenal grafika sebagai kata “cetak”, yaitu sebuah proses untuk memperbanyak gambar atau tulisan dengan memanfaatkan media cetak.

Pengertian Grafika adalah sebuah teknik untuk menyampaikan pesan, informasi yang dihadirkan dengan cara dicetak dan dihadirkan untuk orang banyak. Lebih dari itu, dengan adanya grafika ini maka pikiran tokoh pada zaman dahulu bisa sampai kepada kita. Berkat jasa grafika, maka semua kebutuhan akan semakin dipermudah.

Keberadaan grafika juga tidak bisa dilepaskan dengan aktivitas manusia. Hampir semua hal yang berhubungan dengan aktivitas manusia melibatkan hasil karya grafika. Seperti halnya ijazah, STNK, paspor, dokumen, uang kertas, poster hingga koran semuanya merupakan hasil karya manusia berkat kecanggihan teknologi grafika.

alat utama untuk mengukir adalah

Pengertian Grafika Menurut Para Ahli Pengertian grafika Menurut Suyanto Suyanto mendefinisikan grafis sebagai “aplikasi dari keterampilan seni serta komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan juga industri”. Aplikasi ini mencakup bidang periklanan serta penjualan produk, menciptakan identitas visual, produk serta perusahaan dan juga lingkungan grafis. Pengertian grafika Menurut Jessica Helfand Jessica Helfand memberikan definisi jika grafis alat utama untuk mengukir adalah kombinasi yang kompleks antara kata-kata dan juga gambar, angka serta grafik.

Seorang individu bisa menggabungkan beberapa elemen ini. dengan demikian maka akan dihasilkan sesuatu khusus yang sangat berguna, mengejutkan dan juga mudah untuk diingat.

Pengertian grafika Menurut Danton Sihombing Danton Sihombing memberikdan pengertian jika grafis adalah sebuah pekerjaan yang memasukkan berbagai elemen seperti marka, simbol serta uraian verbal yang diviasualisasikan melalui tipografi gambar baik menggunakan teknik fotografi atau ilustrasi. Elemen tersebut kemudian diterapkan dalam dua fungsi, yaitu sebagai perangkat visual serta perangkat komunikasi. Sejarah Grafika Setelah mengetahui pengertian grafika, kini kita beralih ke sejarah munculnya grafika.

Mengenai sejarahnya, tidak bisa dilepaskan dari munculnya indutri percetakan. Untuk percetakan ini sendiri ternyata memiliki catatan sejarah tersendiri. Beberapa sumber sejarah mencatata informasi tanggal dari sebuah gambar yang ada di dalam dinding gua yang berumur setidaknya lebih dari 30.000 tahun.

Di tahun 2500 B.C, orang-orang Mesir membuat seni pahat yaitu ukiran hieroglypics di atas sebuah batu. Namun, percetakan yang bisa kita jumpai saat ini tidak bisa ditemukan sampai lebih dari 500 tahun yang lalu.

Bukan hanya itu saja. Orang Cina juga menghasilkan temuan hebat. Kertas yang kita lohat saat ini merupakan hasil temuan orang Cina terdahulu.

Alat utama untuk mengukir adalah pertama kali ditemukan di abad pertama serta meovoable type yang terbuat dari tanah liat di abad ke-11.

Dilanjutkan dengan orang Korea yang pertama kali membuat moveable type dari perunggu di pertengahan abad ke-13. Namun, tidak bisa diketahui mengenai hubungan antara penemuan awal dari orang Asia serta penemuan percetakan di Eropa di abad ke-15. Di Eropa sendiri seblum ditemukannya percetakan, seluruh informasi yang ada di catat menggunakan tangan. Orang Eropa akan menyalin semua hal-hal yang sifatnya penting.

Mereka juga memiliki ahli tulis yang secara khusus bertugas menyalin teks ke dalam sebuah buku. Tentu hal ini membutuhkan waktu yang sangat panjang. Bahkan bisa sampai bertahun-tahun. Teknik ini sangat lambat serta mahal.

Oleh karenanya hanya sedikit saja orang yang memiliki kesempatan serta kemampuan untuk bisa membaca sebuah karya sampai selesai. Besar kemungkinan pertama kalinya ditemukan percetakan supaya mempermudah penduplikasian injil.

Jika sebelumnya ditulis dengan menggunakan tangan di ruangan scriptoria, maka sejak dimulainya zaman renaisans manusia akhirnya memiliki pikirna untuk memproduksinya secara massal. Pertama kali teknik cetaknya dikenal serta dimulai dari Kota Mainz, Jerman tahun 1440, dimana saat itu Kota Mainz merupakan sentra kerjainan uang logam. Johanner Gutenbaerg merupakan orang pertama kali yang memperkenalkan metode percetakan ini berkat inspirasinya menggesekkan uang logam dengan arang pada atas kertas.

Hingga pada akhirnya relief uang logam ini menghasilkan beberapa idesalah satunya untuk membuat model permukaan dengan tinggi yang bervariasi. Hingga pada akhirnya lebih dikenal dengan istilah cetak tinggi. Sejak adanya penemuan tersebut, akhirnya manusia mulai mengembangkan model percetakan menggunakan mesin supaya mempermudah pekerjaan mencetak.

Mengenai perjalanannya, Johannes Guttenbarg memulai kerya dalam mesin cetak mulai tahun 1436 saat dirinya bekerja sama dengan Andreas Dirtzehan yaitu seorang yang dahulu merupakan murid Johannes Gutenbarga dalam pemotongan batu permata. Selain Andreas Dritzehan, Johannes juga memulai perjalanannya bersama Andreas Heilmann yaitu seorang pemilik pabrik kertas. Hampir bersamaan waktunya, dimana masyarakat setempat juga sedang mengembangkan cetakan yang bisa dipindah-pindahkan, termasuk di dalamnya pandai emas.

Johannes Guttenbarg lain tidak lain adalah orang pertama yang menghasilkan cetakan dari campuran timbal, timah, antimon yang kritis guna menghasilkan cetakan yang mampu tahan lama. Berkat alat yang ditemukan Guttenbarg ini pada kahirnya muncullah buku dengan kualitas tinggi serta lebih cocok digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan cetakan yang terbuat dari tanah lita, kayu, ataupun perunggu yang sebelumnya sempat berkembang di Asia Timur.

demi mendaatkan hasil cetakan timbal ini, Guttenberg menggunakan sesuatu yang akhirnya dipertimbangkan sebagai salah satu hasil penemuan yang paling cerdik. Bukan hanya itu saja, Guttenberg juga diakui karena berhasil memperkenalkan tinta berbasis minyak yang mampu bertahan dalam waktu yang lebih lama, dibandingkan dengan tinta yang menggunakan bahan dasa berupa air.

Mengenai bahan percetakannya sendiri, Guttenberg menggunakan naskah yang terbuat dari kulit binatang serta kertas. Guttenberg membuat beberapa kali pecobaan. Hasilnya dimuat di dalam kitabnya, dimana Guttenberg membuat beberapa cetakan berwarna di halaman awal dan alat utama untuk mengukir adalah tersedia di dalam beberapa salinan saja. The Mainz Plaster merupakan karya baru Guttenberg yang dikeluarkan di tahun 1453. Karta tersebut menggunakan huruf cetakan dengan warna merah serta biru yang rumit.

Macam-Macam Grafika Relief Jenis cetakan relief ini merupakan hasil cetak menggunakan lapisan timbul di dalam lempengan cetakan atau balok kayu yang sudah diberi tinta dan pada area yang tidka timbul tidak diberi tinta.

Hal ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah cetakan yang dibutuhkan. Relief ini sendiri kerap digunakan dalam pembuatan stempel. Intaglio Masih dengan menggunakan teknik timbul, cetakan intalgio ini lain tidak lain merupakan sebuah cetakan timbul dengan menorehkan atau menggoreskan plat alumunium sehingga menghasilkan sebuah gambar yang diingkan.

Pada bagian area yag tergores ini diberi tinta dan kemudian ditempelkan di dalam kertas basah. Mengenai hasilnya bisa dijumpai dalam cetakan timbul.

Mengenai hasilnya bisa kita lihat dalam uang kertas. Cetak Grafika Alat utama untuk mengukir adalah Mengenai metodenya, stensil ini mengunakan metode pengguntingan. Dalam hal ini yang digunting adalah sebuah kertas yang memiliki bentuk sesuai dengan tulisan yang diinginkan. Selanjutnya kertas tersebut ditempatkan menggunakan kain atau papan yang diberi cat khusus, pada akhirnya kertas tersebut akan dicat atau disemprot.

Dengan demikian saat kertas tersebut dicabut maka akan mengasilkan cat di kain atau papan seperti bentuk gunting. Cetak Plano Plano merupakan teknik cetak di atas lapisan datar. Teknik percetakan ini memanfaatkan perbedaan sifat minyak serta air yang keduanya tidak saling menyatu. Teknik yang digunakan pada cetak plano ini akhirnya menginspirasi mesin cetak ofset.

Hasil cetak plano bisa kita jumpai pada mesin fotokopi serta mesin scanner. Kolagrafi Jika Anda pernah melihat hasil cetakan dengan objek yang menempel dalam kanvas serta semuanya diberi cat dan kemudian objeknya dilepas, itulah teknik kolagrafi. Sekilas memang nampak seperti kolase. Namun ternyata Kolagrafi tidak ada hubungannya sama seklai dengan kolase. Jangan salah desain : Perbedaan vektor dan bitmap Fotografi Fotografi merupakan sebuah seni yang menggunakan pencitraan di dalam sebuah objek.

Unsur seni yang kerap ditampilkan merupakan komparasi foto. Semakin bagus komposisinya, maka akan semakin menghasilkan foto yang bagus juga. terlebih jika ada pesan tertentu yang disampaikan di dalam foto tersebut. peralatan utama yang diguankan yaitu kamera. Hasil fotonya kemudian dicetak atau disimpan di dalam komputer. Cetak Saring Cetak saring ini ternyata hasil pengembangan dari cetak stensil.

Dimana cetak stensil memiliki beberapa kekurangan, terutama ketika mencetak huruf yang memiliki kurva tertutup seperti o, d, e atau a. Hasil karya cetak saring ini bisa dijumpai dalam kaos, spanduk serta pembungkus makanan. Tujuan Grafika 1. Memperindah Media Tujuan dihadirkannya grafika yang pertama adalah untuk menambah nilai keindahan pada media tertentu.

Jika seni grafika diaplikasikan di baju kaos, sudah pasti baju kaos tersebut akan nampak lebih indah. 2. Sebagai Media Penyampaian Pesan Seni grafika adalah seni yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan kepada siapa saja yang melihat.

Dengan menggunakan media berupa grafis maka pesan akan lebih bisa dikembangkan dalam berbagai bentuk gambar yang lebih menarik. Kehadiran bentuk gambar yang menarik menjadikan orang rela memusatkan perhatiannya pada gambar tersebut. 3. Menambah Nilai Jual Sebuah Produk Dengan adanya pesan yang disematkan dalam bentuk visual yang menarik, sebuah produk bisa ditingkatkan nilai jualnya.

Mengingat banyak juga orang yang akhirnya membeli sebuah produk dikarenakan kemasannya yang menarik. Produk Grafika Membahas pengertian grafika, sejarah grafika dan beberapa hal terkait di dalamnya, tentu sangat kurang jika tidak membahas mengenai hasil produk grafika 1.

Koran Koran merupakan hasil karya grafika yang secara visual bisa kita lihat dalam bentuk teks serta gambar. Mengenai fungsinya sendiri, koran berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Namun saat ini karena sudah banyak media online, maka masyarakat lebih senang membaca berita melalui media online. Mengenai metode percetakannya, koran dicetak menggunakan cetakan dafatar offset. Selain itu, isi cetakannya berupa berita-berita terbaru dan sedang hangat-hangatnya.

Dengan memuat berita yang sedang hangat ini maka menjadikan koran mudah laku. 2. Kaos Bergambar Selain menggunakan media kertas, grafika juga mamanfaatkan kaos sebagai media cetak. Salah satu hasil cetakan dari media kaos ini berupa kaos bergambar. Kaos bergambar ini tentu memiliki nilai keindahan tersendiri sehingga akan nampak lebih menarik.

Teknik sablon dimanfaatkan untuk bisa menghasilkan gambar yang bagus. Kini banyak masyarakat yang menjual kaos dengan berbagai gambar yang menarik.

3. Poster Hampir setiap pemberitahuan yang ditulis semuanya menggunakan kerangka poster. Hal ini dikarenakan poster memang berfungsi sebagai media promosu, media pemberitahuan seta bisa juga digunakan sebagai media pembelajaran serta alat utama untuk mengukir adalah. Mengenai sejarahnya, dahulu poster dibuat dengan menggunakan panel kayu atau tembok.

Akan tetapi kini bisa melihat poster yang dibuat dengan menggunakan cetakan digital. Poster kerap digunakan sebagai pilihan karena menggunakan perpaduan teks serta gambar menarik. Dengan demikian maka banyak orang yang penasaran untuk membaca informasi yang dimuat di dalamnya.

4. Kemasan Makanan Banyak orang yang akhirnya membeli makanan dikarenakan kemasannya yang menarik. selain berfungsi untuk melindungi makanan, mencerminkan sebuah produk tertentu, lain tidak lain tujuan dibuatnya kemasan ini adalah untuk menarik perhatian konsuemen.

Mengenai teknik grafika yang digunakan, kemasan makanan kebanyakan dicetak menggunakan cetakan digital. Tujuannya untuk membuat makanan tersebut menarik dan akhirnya banyak pembeli yang membeli. Melalui kemasan yang menarik maka selera konsumen akan meningkat. 5. Iklan Apa sih tujuan sebenarnya iklan? Iklan hadir untuk mengingatkan orang-orang, sebagai media promosi serta menambah nilai sebuah produk. Saat ini iklan banyak dibuat dengan menggunakan media cetak, berupa koran dan majalah.

Namun kini iklan lebih banyak dijumpai dalam media elektronik sepertui TV dan juga media luar ruangan seperti billboard. Semua metode tersebut menggunakan cetak digital.

6. Kartu Ucapan Fungsi dari kartu ucapan ini sendiri yaitu untuk memberikan ucapan kepada orang-orang. Teknik yang digunakan dalam membuat ucapan tersebut lain tidak lain yaitu teknik grafika. Dalam membuat kartu ucapan, biasanya orang akan membuat semenarik mungkin supaya banyak orang yang tertarik serta meninggalkan kesan kepada orang yang diberi kartu ucapan tersebut.

Teknik Cetak Grafika Setelah membaca beberapa uraian di atas, tentu Anda sudah mulai memahami alat utama untuk mengukir adalah grafika serta beberapa produk yang dihasilkan. Rasanya kurang lengkap sekali jika tidak membahas mengenai teknik yang digunakan untuk menghasilkan berbagai produk terbaik yang disebutkan sebelumnya. Berikut ini beberapa teknik cetak grafika yang sebaiknya Anda ketahui.

1. Teknik Cetek Saring (Silkscreen) Jenis teknik cetak satu ini kerap dikenal dengan nama teknik sablon. Untuk membuat cetakan dengan teknik saring maka dibutuhkan sebuah cetakan yang terbuat dari kasa (screen). Kasa memiliki takstur elsatus, lentur serta halus. Banyak seniman yang pada akhirnya menggunakan jenis teknik satu ini.

beberapa diantaranya seperti Robert Indiana, Edward Rusca, Joseft Albert, Chuck Close dan masih banyak lagi. Dikarenakan cukup mudah dalam pembuatannya, maka tidak mengherankan jika banyak orang yang menggunakan teknik ini. 2. Teknik Cetak Tinggi (Woodcut) Teknik cetak tinggi kerap dikenal dengan nama cetak timbul. Disebut dengan teknik cetak tinggi karena memang hasil karya grafisnya berupa seni grafis yang nampak timbul. Sebagian besar orang juga mengenalnya dengan teknik cungkil.

Penyebutan teknik cungkil terkait dengan cara pembuatannya yang memang dicungkil. Terkait dengan media yang digunakan ada beberapa media yang digunakan.

Diantaranya seperti triplek, metal, kayu, hardboard serta karet. Salah satu cetak tinggi yang cukup terkenal yaitu teknik cetak yang dibuat oleh orang mesir pada abad ke-14. Johannes Gutenberg merupakan penemunya. Selain Gutenberg, ada juga banyak seniman kelas dunia yang juga banyak menggunakan teknik ini.

Seniman tersebut diantarnya Kabiel Suadi, H.Holbein serta Ando Hirosigge. 3. Teknik Cetak Datar (Lithography) Mengenai asal bahasanya, Lithiography ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu Lithos yang berarti batu serta graphien yang berarti menulis.

Secara keseluruhan, lithiography ini berarti seni cetak dengan menggunakan media berupa batu. Mengenai jenis batunya, menggunakan batu kapur dengan bentuk berupa lempengan. Dengan demikian, maka akan nampak seperu kertas tebal dengan warna cokelat. Jenis kapur dipilih karena jenis batuan ini bisa menghisap tinta. 4. Teknik Cetak Dalam Teknik cetak dalam memiliki alat utama untuk mengukir adalah lain yaitu intaglio.

Mengenai jenis tekniknya, jenis teknik ini merupakan teknik dengan menggores media dengan menggunakan benda berbentuk tumpul. Terkait dengan media yang digunakan, teknik cetak dalam banyak menggunakan media yang terbuat dari logam.

Dengan demikian, maka hasil goresannya akan permanen serta sulit untuk dihilankan. Untuk jenis teknik cetak dalam sendiri ternyata terbagi dalam empat jenis teknik. Adapun keempat jenis teknik tersebut diantaranya engraving, mezzotint, dry point dan etsa. Untuk lebih lengkapnya aalah berikut ini: 5. Engraving Jika Anda menggunakan jenis teknik ini, maka Anda wajib menyiapkan burin.

Burin adalah semacam alat untuk mengukir logam. Logam yang digunakan pada bagian permukaannya akan diberi car. Jika sudah maka burin akan digunakan untuk mengukir logam. Setelah itu dilanjutkan dengan membersihkan bagian permukaan logam dari cat sehingga hanya cat pada bagian logam yang akan diukir. 6. Mezzoint Mezzoint ini marupakan teknik untuk mengerok bagian permukaan logam sampai halus.

Mezzoint memanfaatkan gelap terang untuk bisa membentuk dimensi yang bagus. 7. Drypoint Mengenai benda yang digunakan, pada teknik drypoint ini lebih banyak menggunakan benda runcing untuk mengukir media. Benda runcing dimanfaatkan untuk menekan bagian media sehingga menghasilkan sebuah lukisan.

8. Etsa Teknik etsa merupakan sebuah teknik yang memandaatkan zat cair berupa asam nitrat yang ditorehkan di atas lempenhan tembaga. 9. Teknik Cetak Foto Jenis teknik yang kelima ini merupakan jenis teknik yang paling sering kita jumpai. Kamera merupakan perangkat yang tidak bisa dilepaskan saat Anda menggunakan teknik alat utama untuk mengukir adalah foto. Hasil gambar dari kamera kemudian dicetak dengan menggunakan alat print.

Banyak orang yang menyebutnya dengan teknik fotografi. Baca juga : 1. Unsur- unsur desain grafis 2. Prinsip desain grafis Ternyata grafika adalah sebuah karya yang mengalami perjalanan penjang. Selain itu grafika ini juga memiliki banyak peranan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana cukup jelas bukan mengenai pengertian grafika dan berbagai pembahasan terkait di dalamnya. Selamat membaca semoga mendapatkan manfaat, jangan lupa bagika artikel dari siipung.com.

Jika Anda merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Anda bisa memberikan donasi melalui Paypal. Dana hasil dari donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain blog ini - Terima kasih.

Tambahkan aplikasi Si Ipung di smartphone tanpa install, buka Si Ipung dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon 3 titik di browser kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Si Ipung dari layar utama smartphone Anda. OLEH MUHYIDDIN Dalam beberapa tahun belakangan, istilah moderasi menjadi populer di tengah masyarakat. Terminologi itu juga dikaitkan dengan kehidupan religi. Maka publik pun mengakrabi wacana-wacana seputar, umpamanya, moderasi beragama.

Diskursus moderasi itu juga mendapatkan perhatian banyak kalangan, termasuk alim ulama maupun para sarjana dan cendekiawan Muslim. Di antara mereka yang mencurahkan kajian pada topik tersebut adalah Prof KH Muhammad Quraish Shihab. Salah satu karyanya yang berkaitan dengan ini adalah Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama.

Dalam buku terbitan Lentara Hati itu, sang pakar tafsir Alquran mengungkapkan, minatnya pada tema moderasi beragama sudah ada sejak dahulu. Bahkan, saat masih menempuh pendidikan tinggi di Universitas al-Azhar Mesir, dirinya sudah mulai tertarik pada topik tersebut.

Dalam bahasa Arab, moderasi diistilahkan sebagai wasathiyyah.

alat utama untuk mengukir adalah

Menurut Quraish Shihab, wasathiyyah itu tidak sekadar urusan atau kepentingan orang per orang. Lebih dari sekadar individu, sikap dan cara pandang moderat juga bertautan dengan umat dan bahkan masyarakat bangsa. Maka, apa sesungguhnya yang dimaksud dengan wasathiyyah? Mengapa memilihnya? Lantas, bila sudah disepakati bersama, bagaimana menerapkannya di tengah komunitas agama? Tiga pertanyaan itulah yang coba dijawab Quraish Shihab dalam karyanya. Buku ini membagi pembahasan ke dalam tiga bagian.

Pertama, sang penulis menjelaskan tentang istilah dan seluk-beluk makna wasathiyyah. Termasuk di dalamnya pemaparan mengenai hakikat moderasi. Menurut dia, kata tersebut berakar dari wasatha, yang sebenarnya memiliki banyak arti. Dalam Al-Ma’jum al-Wasith yang disusun Lembaga Bahasa Arab Mesir, dikemukakan bahwa wasath merupakan apa-apa yang terdapat di antara kedua ujung dan sekaligus menjadi bagian darinya. Istilah yang sama juga berarti pertengahan dari segala sesuatu, serta adil dan baik.

Sebagai seorang ahli tafsir, Quraish Shihab juga mejabarkan kata wasath yang terdapat dalam Alquran dan sejumlah hadis. Ia mengatakan, kata tersebut dalam berbagai bentuknya ditemukan lima kali dalam kitab suci, yaitu pada surah al-Baqarah ayat 143 dan 238, al-Maidah ayat 89, al-Qalam ayat 28, dan al-Adiyat ayat 4-5.

SHARE Dalam membahas hakikat wasathiyyah, Quraish Shihab menegaskan terlebih dahulu bahwa Islam itu sendiri merupakan moderasi. Dalam arti, semua ajaran agama ini bercirikan visi pertengahan. Karena itu, semua penganutnya juga semestinya menanamkan sikap dan cara pikir yang moderat. Dia menjelaskan, umat Islam harus moderat dalam pandangan dan keyakinannya.

Moderat pula dalam pemikiran dan perasaannya. Penjelasan ini didasarkan pada pendapat seorang cendekiawan Mesir, Sayyid Quthub (1096-1966).

Ulama yang syahid itu suatu ketika menafsirkan kandungan makna surah al-Baqarah ayat 143. Arti firman Allah tersebut, “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ‘umat pertengahan’ ( ummatawwasathan) agar alat utama untuk mengukir adalah menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” Dalam buku ini, ulama kelahiran Sulawesi Selatan itu mendefinisikan wasathiyyah sebagai keseimbangan dalam segala persoalan hidup duniawi dan ukhrawi.

Sikap seimbang itu juga disertai upaya-upaya menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi. Ini berdasarkan petunjuk agama dan kondisi objektif yang sedang dialami. Jadi, tidak sekadar menunjuk adanya dua kutub, lalu memilih apa yang ada di tengahnya. Quraish Shihab menambahkan, wasathiyyah selalu disertai prinsip “tidak berkekurangan dan tidak juga berkelebihan".

Pada saat yang sama, moderasi dalam nuansa keislaman itu bukanlah panggilan sikap untuk menghindar dari situasi sulit, apalagi lari dari tanggung jawab. Sebab, Islam mengajarkan keberpihakan pada kebenaran dengan penuh hikmah.

Condong pada kebenaran berlaku dalam semua situasi di setiap waktu dan tempat. Wasathiyyah juga menjadi ciri ajaran Islam sebagai keseimbangan antara berbagai kutub. Umpamanya, antara ruh dan jasad, dunia dan akhirat, agama dan negara, individu dan masyarakat, ide dan realitas, lama dan baru, akal dan naqal (teks keagamaan), dan lain-lain.

SHARE Quraish Shihab juga menekankan, moderasi bukanlah sebuah resep yang tersedia rinciannya, melainkan upaya terus menerus untuk menemukan dan menerapkannya. Pada bagian kedua buku ini, M Quraish kemudian menjawab pertanyaan tentang mengapa memilih wasathiyyah.

Dalam hal ini, penulis meninjau jauh ke belakang. Ia mengingatkan, bagaimana Allah menerangkan proses penciptaan alam raya dan manusia di dalam Alquran. Semesta ini diciptakan-Nya dengan asas keseimbangan, yang sesuai dengan prinsip moderasi. Terkait penciptaan manusia, sejak awal makhluk ini ditetapkan-Nya sebagai khalifah di muka bumi.

Alat utama untuk mengukir adalah cucu Adam AS diberi amanah untuk memelihara keseimbangan serta mematuhi semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Mantan menteri agama itu menuturkan, Allah memberi karunia kepada manusia yakni aneka potensi jasmani dan rohani. Dengan begitu, mereka mampu menerapkan keseimbangan dalam hidup. Maka tidak meleset apabila dikatakan bahwa wasathiyyah sesungguhnya selaras dengan fitrah atau jati diri setiap insan.

Pada bagian ketiga buku ini, guru besar ilmu tafsir itu mengurai penjelasannya untuk menjawab pertanyaan, bagaimana cara menerapkan wasathiyyah. Dalam penjelasannya, Quraish Shihab mengungkapkan sejumlah pengetahuan yang diperlukan untuk menerapkan moderasi. Kesemuanya adalah fiqih maqashid, fiqih al-awlawiyat, fiqih al-muwazanat, dan fiqih al ma’alat.

Selain itu, ia pun menerangkan, langkah-langkah utama untuk mewujudkan wasathiyyah. Berdasarkan ulasan yang dilakukannya atas pendapat sekian banyak pakar, maka diperoleh sebuah kesimpulan bahwa terdapat tiga hal pokok terkait moderasi. SHARE Ketiganya adalah akidah, syariat, dan budi pekerti. Maka semuanya mesti dipertimbangkan guna menegakkan moderasi beragama. Untuk menerapkan wasathiyah dalam kehidupan pribadi dan masyarakat, menurut dia, diperlukan upaya-upaya serius.

Usaha itu dikukuhkan oleh pengetahuan atau pemahaman yang benar, emosi yang seimbang dan terkendali, serta kewaspadaan. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang benar, wasathiyyah dapat diterapkan dengan tepat dan benar pula. Melalui pengendalian emosi, misalnya, seseorang akan terhindar dari kecenderungan ekstrem.

Dengan kehati-hatian, seorang Muslim akan menginsafi diri untuk terus berkembang menjadi lebih baik. Karya Quraish Shihab ini mampu menyajikan penjelasan yang mudah dimengerti oleh para pembaca.

Terlebih lagi, buku setebal 204 halaman ini juga menyertakan ayat-ayat Alquran dan hadis sebagai rujukan. Buku tersebut layak menjadi rujukan khususnya bagi umat Islam yang ingin mengetahui lebih dalam tentang moderasi beragama.

Dalam buku ini, pakar tafsir Alquran Prof Quraish Shihab menerangkan dengan gamblang dan perinci ihwal moderasi beragama menurut perspektif Islam. - (DOK PRI ) DATA BUKU Judul: Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama Penulis: Prof KH Muhammad Quraish Shihab Penerbit: Lentera Hati Tebal: 204 halaman Teknologi telah mendorong aliran informasi yang sangat deras.

Informasi yang berkualitas pun bercampur dengan informasi palsu tanpa mutu. Republika.id bergiat untuk terus memandu umat pada sumber literasi yang kredibel. Mari menjadi bagian dari ikhtiar menjaga umat dari informasi sesat melalui gerakan "Literasi Umat". Salurkan donasi Anda untuk alat utama untuk mengukir adalah ikhtiar ini.
• Afrikaans • Alemannisch • Aragonés • العربية • مصرى • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Boarisch • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Català • کوردی • Qırımtatarca • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Français • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • עברית • Hrvatski • Alat utama untuk mengukir adalah • Հայերեն • Interlingua • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • ქართული • Kabɩyɛ • Қазақша • 한국어 • Ripoarisch • Kurdî • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Lingua Franca Nova • Lombard • Lietuvių • Latviešu • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Mirandés • Nāhuatl • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Nouormand • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Picard • Polski • پنجابی • Português • Runa Simi • Română • Русский • Русиньскый • Саха тыла • Sicilianu • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Seeltersk • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • தமிழ் • ไทย • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • 中文 • 粵語 • Acid rock • arena rock • art rock • beat • rok kristen • deathrock • rok eksperimental • garage rock • glam rock • hard rock • heartland rock • heavy metal • genre turunan • indie rock • new wave • post-punk • post-rock • punk rock • genre turunan • rok alternatif • rok instrumental • rok progresif • rok psikedelis • soft rock • space rock • stoner rock • surf rock ( daftar lengkap) Genre campuran ( fusion) • Afrika Selatan • Argentina • Amerika Serikat • Armenia • Australia • Austria • Belanda • Belarus • Belgia • Bosnia dan Herzegovina • Brasil • Britania Raya • Chile • Denmark • Ekuador • Estonia • Finlandia • Filipina • Hungaria • India • Indonesia • Irlandia • Islandia • Israel • Italia • Jepang • Jerman • Latvia • Lituania • Kamboja • Kanada • Kroasia • Kuba • Malaysia • Meksiko • Nepal • Norwegia • Peru • Polandia • Portugal • Prancis • Republik Dominika • Rusia • Selandia Baru • Serbia • Slovenia • Spanyol • Swedia • Swiss • Tatar • Thailand • Tiongkok • Turki • Ukraina • Uruguay • Venezuela • Yugoslavia • Yunani • Zambia Versi lokal • Grunge [1] • Madchester • Kancah Palm Desert • San Francisco sound • Trøndelag Topik lainnya • Album era • Distorsi • grup musik • Hall of Fame • pop • opera rock • musik progresif • hubungan dengan elektronik • band rock • dampak sosial Musik rok adalah genre yang luas dari musik populer yang berasal dari rock and roll di Amerika Serikat pada akhir 1940-an dan awal 1950-an, berkembang menjadi berbagai gaya yang berbeda pada pertengahan 1960-an hingga seterusnya, terutama di Amerika Serikat dan Inggris.

[2] Ini berakar pada rock and roll 1940-an dan 1950-an, sebuah gaya yang diambil langsung dari genre blues dan ritme dan blues musik Afrika-Amerika dan dari musik country.

Musik rok juga menarik kuat dari sejumlah genre lain seperti blues elektrik dan folk, dan memasukkan pengaruh dari jazz, klasik, dan gaya musik lainnya. Untuk instrumentasi, rok berpusat pada gitar elektrik, biasanya sebagai bagian dari grup rok dengan gitar bas listrik, drum, dan satu atau lebih penyanyi.

Biasanya, rok adalah musik berbasis lagu dengan tanda waktu 4/4 menggunakan bentuk verse–chorus, tetapi genrenya menjadi sangat beragam. Seperti musik pop, lirik sering kali menekankan cinta romantis tetapi juga membahas berbagai tema lain yang sering kali bersifat sosial atau politik.

Musisi rok pada pertengahan 1960-an mulai memajukan album di atas singel sebagai bentuk dominan dari ekspresi dan konsumsi musik rekaman, dengan The Beatles di garis depan perkembangan ini. Kontribusi mereka memberikan genre ini legitimasi budaya di arus utama dan memulai era album di industri musik selama beberapa dekade berikutnya.

Pada akhir periode " rok klasik" [2] tahun 1960-an, sejumlah subgenre musik rok yang berbeda telah muncul, termasuk hibrida seperti blues rock, folk rock, country rock, rok selatan, raga rock, dan jazz rock, banyak di antaranya berkontribusi pada pengembangan musik rok klasik. Rok psikedelis dipengaruhi oleh kontra budaya psikedelik dan hippie pada 1960-an.

Genre baru yang muncul antara lain rok progresif yang memperluas elemen artistik, glam rock yang menonjolkan kecakapan memainkan pertunjukan dan gaya visual, dan subgenre heavy metal yang beragam dan bertahan lama, yang menekankan volume, kekuatan, dan kecepatan. Pada paruh kedua tahun 1970-an, punk rock bereaksi dengan menghasilkan kritik sosial dan politik yang energik.

Punk adalah pengaruh pada 1980-an pada new wave, post-punk dan akhirnya rok alternatif. Dari tahun 1990-an, rok alternatif mulai mendominasi musik rok dan masuk ke arus utama dalam bentuk grunge, Britpop, dan rock indie. Subgenre gabungan lebih lanjut telah muncul sejak itu, termasuk pop punk, rok elektronik, rap rock, dan rap metal, serta upaya sadar untuk meninjau kembali sejarah rok, termasuk kebangkitan garage rock/ post-punk dan techno-pop di tahun 2000-an.

Pada tahun 2010-an, popularitas arus utama dan relevansi budaya musik rok perlahan mengalami penurunan, dengan hip hop melampauinya sebagai genre paling populer di Amerika Serikat. Pada tahun 2020-an, pandemi COVID-19 berdampak besar pada kancah musik rok, dengan banyak pertunjukan langsung dibatalkan atau ditunda, dan beberapa artis beralih ke pertunjukan daring; dekade ini juga telah melihat kebangkitan musik pop punk.

Musik rok juga telah mewujudkan dan berfungsi sebagai kendaraan untuk gerakan budaya dan sosial, yang mengarah ke subkultur utama termasuk mods dan rocker di Inggris Raya dan kontra budaya hippie yang menyebar dari San Francisco di AS pada 1960-an. Demikian pula, budaya punk tahun 1970-an melahirkan subkultur goth, punk, dan emo. Alat utama untuk mengukir adalah tradisi rakyat lagu protes, musik rok telah dikaitkan dengan aktivisme politik serta perubahan sikap sosial terhadap ras, jenis kelamin, dan penggunaan narkoba, dan sering dilihat sebagai ekspresi pemberontakan pemuda terhadap konsumerisme dan konformitas orang dewasa.

Pada saat yang sama, musik rok juga sangat sukses secara komersial, sehingga mendapat tuduhan selling out. Daftar isi • 1 Karakteristik • 2 Akhir 1940-an–pertengahan 1960-an • 2.1 Rock and roll • 2.2 Pop rock dan instrumental rock • 2.3 Musik surf (peselancar) • 3 Pertengahan 1960-an–akhir 1980-an • 3.1 Invasi Britania • 3.2 Garage rock • 3.3 Blues rock • 3.4 Folk rock • 3.5 Psychedelic rock • 3.6 Rock progresif • 3.7 Jazz rock • 3.8 Komodifikasi tahun 1970-an • 3.9 Roots rock • 3.10 Glam rock • 3.11 Chicano rock • 3.12 Soft rock, hard rock, dan awal heavy metal • 3.13 Rock kristen • 3.14 Heartland rock • 3.15 Punk rock • 3.16 New wave • 3.17 Post-punk • 3.18 Munculnya rock alternatif • 4 Awal 1990-an–akhir 2000-an • 4.1 Grunge • 4.2 Britpop • 4.3 Post-grunge • 4.4 Pop punk • 4.5 Indie rock • 4.6 Metal alternatif, rap rock dan nu metal • 4.7 Post-Britpop • 4.8 Post-hardcore dan emo • 4.9 Garage rock/post-punk revival • 4.10 Digital electronic rock • 5 2010an–sekarang • 5.1 Penurunan arus utama • 5.2 Dampak COVID-19 pada kancah musik rock • 5.3 Kebangkitan pop-punk • 6 Dampak sosial • 6.1 Peran wanita • 7 Lihat juga • 8 Catatan • 9 Referensi • 10 Baca dan dengarkan lebih lanjut • 11 Pranala luar Karakteristik [ sunting - sunting sumber ] Definisi yang baik tentang rock, sebenarnya, adalah bahwa itu adalah musik populer yang sampai tingkat tertentu tidak peduli apakah itu populer.

— Bill Wyman dalam Vulture (2016) [3] Suara rock secara tradisional berpusat pada gitar listrik yang diperkuat, yang muncul dalam bentuk modernnya pada 1950-an dengan popularitas rock and roll. [4] Juga, itu dipengaruhi oleh suara gitaris blues listrik.

[5] Alat utama untuk mengukir adalah gitar elektrik dalam musik rock biasanya didukung oleh gitar bass elektrik, yang mempelopori musik jazz di era yang sama, [6] dan perkusi yang dihasilkan dari drum kit yang menggabungkan drum dan simbal.

[7] Trio instrumen ini sering dilengkapi dengan masuknya instrumen lain, terutama keyboard seperti piano, organ Hammond, dan synthesizer.

[8] Instrumentasi rock dasar berasal dari instrumentasi band blues dasar (gitar utama, instrumen chord kedua, bass, dan drum). [5] Sekelompok musisi yang menampilkan musik rock disebut sebagai band rock atau grup rock. Selanjutnya, biasanya terdiri dari antara tiga ( power trio) dan lima anggota. Secara klasik, sebuah band rock berbentuk kuartet yang anggotanya mencakup satu atau lebih peran, termasuk vokalis, gitaris utama, gitaris ritme, gitaris bass, drummer, dan seringkali pemain keyboard atau instrumentalis lainnya.

[9] Pola drum 4/4 sederhana yang umum dalam musik rock Play ( bantuan· info) Musik rock secara tradisional dibangun di atas dasar ritme sederhana yang tidak tersinkronisasi dalam 4'4 meter, dengan snare drum back beat yang berulang pada ketukan dua dan empat.

[10] Melodi sering berasal dari mode musik lama seperti Dorian dan Mixolydian, serta mode mayor dan minor. Harmoni berkisar dari triad umum hingga perempat dan perlima sempurna paralel dan progresi harmonik disonan. [10] Sejak akhir 1950-an, [11] dan khususnya dari pertengahan 1960-an dan seterusnya, musik rock sering menggunakan struktur verse-chorus yang berasal dari musik blues dan folk, tetapi ada banyak variasi dari model ini. [12] Kritikus telah menekankan eklektisisme dan keragaman gaya rock.

[13] Karena sejarahnya yang kompleks dan kecenderungannya untuk meminjam dari bentuk musik dan budaya lain, telah dikemukakan bahwa "mustahil untuk mengikat musik rock dengan definisi musik yang digambarkan secara kaku." [14] Menurut pendapat jurnalis musik Robert Christgau, "rock terbaik menyentak kebajikan seni rakyat—keterusterangan, kegunaan, penonton alami—ke masa kini dengan bidikan teknologi modern dan pemisahan modernis".

[15] Rock and roll dikandung sebagai outlet untuk kerinduan remaja . Untuk membuat rock and roll juga merupakan cara yang ideal untuk mengeksplorasi intersections seks, cinta, alat utama untuk mengukir adalah, dan kesenangan, untuk menyiarkan kelezatan dan keterbatasan daerah, dan untuk mengatasi kerusakan dan manfaat budaya massa itu sendiri. — Robert Christgau dalam Christgau's Record Guide (1981) [16] Tidak seperti banyak gaya musik populer sebelumnya, lirik rock telah membahas berbagai tema, termasuk cinta romantis, seks, pemberontakan melawan " Pembentukan", masalah sosial, dan gaya hidup.

[10] Tema-tema ini diwarisi dari berbagai sumber seperti tradisi pop Tin Pan Alley, musik rakyat, dan ritme dan blues. [17] Christgau mencirikan lirik rock sebagai "media keren" dengan diksi sederhana dan pengulangan berulang, dan menegaskan bahwa "fungsi" utama rock "berkaitan dengan musik, atau, lebih umum, kebisingan." [18] Dominasi musisi kulit putih, laki-laki, dan sering kali kelas menengah dalam musik rock telah sering dicatat, [19] dan rock telah dilihat sebagai apropriasi bentuk musik hitam untuk penonton muda, kulit putih dan sebagian besar laki-laki.

[20] Akibatnya, kelompok ini juga terlihat mengartikulasikan keprihatinan grup ini baik dalam gaya maupun lirik. [21] Christgau, menulis pada tahun 1972, mengatakan meskipun beberapa pengecualian, "rock and roll biasanya menyiratkan identifikasi seksualitas dan agresi laki-laki". [22] Sejak istilah "rock" mulai digunakan dalam preferensi untuk "rock and roll" dari akhir 1960-an, biasanya telah dikontraskan alat utama untuk mengukir adalah musik pop, yang memiliki banyak karakteristik yang sama, tetapi darinya sering dijauhkan dengan penekanan.

pada musik, pertunjukan langsung, dan fokus pada tema serius dan progresif alat utama untuk mengukir adalah bagian dari ideologi keaslian yang sering digabungkan dengan kesadaran akan sejarah dan perkembangan genre. [23] Menurut Simon Frith, rock adalah "sesuatu yang lebih dari pop, sesuatu yang lebih dari rock and roll" dan "musisi [r]ock menggabungkan penekanan pada keterampilan dan teknik dengan konsep seni romantis sebagai ekspresi artistik, asli dan tulus".

[23] Pada milenium baru, istilah rock kadang-kadang digunakan sebagai istilah selimut termasuk bentuk-bentuk seperti musik pop, musik reggae, musik soul, dan bahkan hip hop, yang telah dipengaruhi tetapi sering dikontraskan melalui sebagian besar sejarahnya. [24] Christgau telah menggunakan istilah itu secara luas untuk merujuk pada musik populer dan alat utama untuk mengukir adalah yang memenuhi kepekaannya sebagai "a rock-and-roller", termasuk kesukaan pada ketukan yang bagus, lirik yang bermakna dengan sedikit kecerdasan, dan alat utama untuk mengukir adalah pemuda, yang memegang "daya tarik abadi" yang begitu objektif "sehingga semua musik remaja mengambil bagian dari sosiologi dan laporan lapangan." Menulis di Christgau's Record Guide: The '80s (1990), dia mengatakan kepekaan ini terbukti dalam musik penyanyi folk-penulis lagu Michelle Shocked, rapper LL Cool J, dan duo synth-pop Pet Shop Boys—"semua anak sedang berolahraga.

identitas"—seperti halnya dalam musik Chuck Berry, the Ramones, dan the Replacements. [25] Akhir 1940-an–pertengahan 1960-an [ sunting - sunting sumber ] Rock and roll [ sunting - sunting sumber ] Chuck Berry dalam foto publisitas tahun 1958 Dasar dari musik rok adalah rock and roll, yang berasal dari Amerika Serikat selama akhir 1940-an dan awal 1950-an, dan dengan cepat menyebar ke penjuru dunia. Genre ini berasal dari musik kulit hitam yang beragam pada waktu itu, termasuk rhythym and blues dan musik rohani, dengan country and western.

[26] Pada tahun 1951, DJ asal Cleveland, Ohio Alan Freed mulai memainkan musik rhythym and blues untuk para penonton multi-ras, dan disebut sebagai yang pertama menggunakan frase “ rock and roll” untuk menjelaskan musik ini.

[27] Elvis Presley pada sesi pemotretan promosional untuk film Jailhouse Rock pada tahun 1957 Banyak perdebatan mengenai rekaman yang dikenal sebagai rekaman pertama rock and roll. Pesaingnya termasuk " Good Rocking Tonight" karya Wynonie Harris (1948); [28] Yaitu lagu dari Goree Carter berjudul “ Rock Awhile” (1949); [29] Jimmy Preston “ Rock the Joint” (1949), yang selanjutnya lagu ini dicover oleh Bill Haley & His Comets pada tahun 1952; [30] dan “ Rocket 88” oleh Jackie Brenston and his Delta Cats (faktanya bernama, Ike Turner dan bandnya The Kings of Rhythym), direkam oleh Sam Phillips untuk Sun Records pada tahun 1951.

[31] Empat tahun kemudian, lagu dari Bill Haley “ Rock Around the Clock” (1955) menjadi lagu rock and roll pertama yang menduduki puncak tangga lagu majalah Billboard dengan penjualan utama dan grafik penyiaran, serta membuka pintu ke selutuh dunia untuk gelombang baru kebudayaan populer ini. [32] [33] Banyak juga yang menyatakan bahwa lagu “ That’s All Right (Mama)” (1954), singel pertama Elvis Presley untuk Sun Records di Memphis sebagai rekaman rock and roll pertama, [34] namun di waktu yang sama, lagu dari Big Joe Turner “ Shake, Rattle & Roll”, yang kemudian dicover oleh Haley, pernah menduduki tangga lagu Billboard R&B charts.

Artis lain dengan awal hits rock and roll termasuk Chuck Berry, Bo Diddley, Fats Dominoo, Little Richard, Jerry Lee Lewis, dan Gene Vincent. [31] Rock and roll segera menjadi kekuatan penjualan rekaman yang besar di Amerika, seperti Eddie Fisher, Perry Como, dan Patti Page, yang pernah mendominasi tangga lagu pada dekade sebelumnya, ketika mengakses tangga lagu pop menurun secara signifikan. [35] Rock and roll sering dilihat sebagai pemimpin untuk beberapa sub-genre, termasuk rockabilly, menggabungkan unsur rock and roll dengan musik country “hillbilly”, di mana biasanya dimainkan dan direkam pada pertengahan 1950-an oleh penyanyi kulit putih seperti Carl Perkins, Jerry Lee Lewis, Buddy Holly dan dengan sukses komersial yang terbaik, Elvis Presley.

[36] Gerakan Hispanik dan Amerika Latin dalam rock and roll, yang pada akhirnya mengarah pada kesuksesan rock Latin dan rock Chicano di AS, mulai meningkat di Barat Daya; dengan musisi standar rock and roll Ritchie Valens dan bahkan mereka yang berada dalam genre warisan lainnya, seperti Al Hurricane bersama saudara-saudaranya Tiny Morrie dan Baby Gaby saat mereka mulai menggabungkan rock and roll dengan country- western dalam musik tradisional New Mexico.

[37] Sebaliknya doo wop menempatkan vokal harmoni berganda dan backing lirik yang tidak mempunyai arti apa-apa (dari sinilah nama genre ini berasal), yang umumnya diisi dengan instrumentasi yang ringan berasal dari grup vokal Afrika-Amerika pada 1930an dan 1940an. [38] Artis seperti The Crows, The Penguins, The El Dorados, dan The Turbans semuanya mencetak hits, dan grup seperti The Platters, dengan lagu “ The Great Pretender” (1955), [39] dan The Coasters dengan lagu humoris seperti “ Yakety Yak” (1958), [40] diberi peringkat sebagai artis rock and roll yang paling sukses pada waktu itu.

[41] Era ini juga melihat pertumbuhan popularitas gitar listrik, dan perkembangan yang spesifik terhadap gaya bermain rock and roll melalui artis seperti Chuck Berry, Link Wray, dan Scotty Moore. [42] Penggunaan efek distorsi, dikembangkan oleh gitaris electric blues seperti Guitar Slim, [43] Willie Johnson dan Pat Hare pada awal 1950-an, [44] dan dipopulerkan oleh Chuck Berry pada pertengahan 1950-an.

[45] Penggunaan power chord, dikembangkan oleh Willie Johnson dan Pat Hare pada awal 1950-an, [44] dan dipopulerkan oleh Link Wray pada akhir 1950an. [46] Di Britania Raya, gerakan trad jazz dan folk membawa pengaruh musik blues ke Inggris. [47] Hit oleh Lonnie Donegan “ Rock Island Line” pada tahun 1955 membawa pengaruh yang besar dan membantu untuk mengembangkan tren grup musik skiffle ke seluruh negeri, banyak dari mereka contohnya band John Lennon The Quarrymen, berpindah genre ke rock and roll.

[48] Para komentator menyatakan berakhirnya era rock and roll pada akhir 1950an dan awal 1960an. Dengan meninggalnya Buddy Holly, The Big Booper dan Richie Valens pada kecelakaan pesawat tahun 1959, kepergian Elvis untuk menjadi tentara, Little Richard beralih profesi menjadi pendeta, Jerry Lee Lewis dan Chuck Berry diprosekusi dan membongkar skandal payola (di mana melibatkan publik figur, yaitu Alan Freed, dengan melakukan penyuapan dan korupsi pada saat mempromosikan seorang artis atau sebuah lagu), hal ini memberikan rasa bahwa era rock and roll yang dibangun sampai titik atas mulai berakhir.

[49] Pop rock dan instrumental rock [ sunting - sunting sumber ] The Everly Brothers in 2006 Istilah pop telah digunakan sejak awal abad ke-20 untuk merujuk pada musik populer secara umum, tetapi sejak pertengahan 1950-an mulai digunakan untuk genre yang berbeda, ditujukan untuk pasar anak muda, sering kali dicirikan sebagai alternatif yang lebih lembut dari rock dan musik rock and roll.

[50] [51] Sejak sekitar tahun 1967, istilah ini semakin sering digunakan untuk menentang istilah musik rock, untuk menggambarkan bentuk yang lebih komersial, fana, dan mudah diakses.

[23] Sebaliknya musik rock dipandang sebagai fokus pada karya-karya yang diperluas, khususnya album, sering dikaitkan dengan sub-budaya tertentu (seperti budaya tandingan tahun 1960-an), menempatkan penekanan pada nilai-nilai artistik dan "keaslian", menekankan pertunjukan langsung dan instrumental atau vokal.

keahlian dan sering dilihat sebagai merangkum perkembangan progresif daripada hanya mencerminkan tren yang ada. [23] [50] [51] [52] Namun demikian, banyak musik pop dan rock sangat mirip dalam hal suara, instrumentasi, dan bahkan konten lirik. [nb 1] Periode akhir 1950-an dan awal 1960-an secara tradisional dipandang sebagai era jeda untuk rock and roll. [56] Baru-baru ini beberapa penulis [kata musang] telah menekankan inovasi dan tren penting dalam periode ini yang tanpanya perkembangan di masa depan tidak akan mungkin terjadi.

[57] [58] Sementara rock and roll awal, terutama melalui munculnya rockabilly, melihat kesuksesan komersial terbesar untuk pemain pria dan kulit putih, di era ini, genre didominasi oleh artis kulit hitam dan wanita. Rock and roll tidak menghilang pada akhir 1950-an dan sebagian energinya dapat dilihat dalam kegilaan tarian Twist di awal 1960-an, terutama menguntungkan karir Chubby Checker. [58] [nb 2] James Brown tampil di tahun 1969 Cliff Richard memiliki hit pertama British rock and roll berjudul “ Move It” menggunakan suara ala British rock dengan efektif.

[61] Pada awal 1960an backing grupnya The Shadows adalah grup yang paling sukses dengan rekaman instrumental. [62] Disaat rock and roll menghilang menjadi pop lembut dan balada, grup rock Inggris di klub lokal, sangat terpengaruh oleh pionir bles rock seperti Alexis Korner, yang mulai bermain dengan intensitas.

alat utama untuk mengukir adalah

{INSERTKEYS} [63] Serta perkembangan musik soul yang signifikan sebagai kekuatan besar secara komersial. Dikembangkan dari rhythym adn blues dengan campuran musik rohani dan pop, dipimpin oleh para pionir seperti Ray Charles dan Sam Cooke pada pertengahan 1950an, [64] serta pada awal 60an figur seperti Marvin Gaye, James Brown, Aretha Franklin, Curtis Mayfield dan Stevie Wonder yang mendominasi tangga lagu R&B dan mendongkrak tangga lagu pop, membantu mempercepat penghilangan status segregasi mereka, di mana Motown dan Stax/Volt Records menjadi kekuatan yang besar pada bidang perusahaan rekaman.

[65] Semua elemen ini, seperti close harmony pada doo wop dan grup perempuan, secara perlahan membuat penulisan lagu pada Brill Building Sound dan nilai produksi musik soul, telah dilihat sebagai pengaruh kepada suara ala Meseybeat, lebih tepatnya awal musik The Beatles, dan melalui mereka membentuk musik sesudahnya.

[65] [nb 3] Beberapa sejarawan musik mengatakan pada periode ini sangat penting untuk perkembangan rock and roll yang inovatif, seperti suara yang diproses secara elektronik oleh beberapa inovator seperti Joe Meek, dan metode produksi Wall of Sound yang dikembangkan oleh Phil Spector.

[58] Musik surf (peselancar) [ sunting - sunting sumber ] The Beach Boys bermain musik pada tahun 1964 Pionir dari rock and roll instrumental seperti Duane Eddy, Link Wray, dan The Ventures yang dikembangkan oleh Dick Dale yaitu menambahkan reverb “basah”, petikan yang cepat, seperti musik timur tengah dan pengaruh dari musik Meksiko, menghasilkan hit regional “ Let’s Go Trippin” pada 1961 yang membawa kegilaan kepada musik surf, serta diikuti dengan lagu seperti “ Misirlou” (1962). [67] Seperti Dale and his Del-Tones, hampir semua awal band surf dibentuk di California selatan, seperti Bel-Airs, The Challengers, dan Eddie & the Showmen.

[67] The Chantays hits nasional dengan lagu “ Pipeline” pada 1963 dan mungkin nada surf yang paling dikenal yaitu lagu “ Wipe Out” oleh The Surfaris pada 1963, di mana masing-masing menduduki peringkat 2 dan 10 pada tangga lagu Billboard tahun 1965.

[68] Pertumbuhan popularitas pada genre ini dipimpin oleh grup dari area lain untuk mencobanya. Yaitu The Astronauts, dari Boulder, Colorado, The Trashmen, dari Minneapolis, Minnesota, yang mempunyai hits berjudul “Surfin’ Bird” pada 1964 dan The Rivieras dari South Bend, Indiana, yang menduduki peringkat 5 dengan lagu “California Sun” tahun 1964.

[69] The Atlantics, dari Sydney, Australia, membuat kontribusi yang signifikan kepada genre ini, dengan hits mereka “Bombora” (1963). [69] Band instrumental asal Eropa pada masa ini umumnya fokus pada gaya rock and roll yang dimainkan oleh The Shadows, namun The Dakotas, yaitu backing band asal Inggris untuk penyanyi Merseybeat Billy J. Kramer, mendapat perhatian sebagai musisi surf dengan lagu “Cruel Sea” (1963), lalu dinyanyikan ulang oleh band instrumental asal Amerika, yaitu The Ventures.

[70] Musik surf mendapati sukses komersial yang besar sebagai musik vokal, tepatnya karya dari The Beach Boys, dibentuk di California Selatan tahun 1961.

Album awal mereka termasuk dua lagu surf rock instrumental (semuanya adalah cover dari Dick Dale) dan lagu vokal, memberikan gambaran rock and roll dan doo wop serta close harmoni pada artis pop vokal seperti The Four Freshmen. [69] Hits pertama untuk Beach Boys, “ Surfin” pada 1962 menduduki tangga lagu Billboard top 100 dan membantu untuk membuat ‘kegilaan’ terhadap musik surf menjadi fenomena nasional.

{/INSERTKEYS}

alat utama untuk mengukir adalah

{INSERTKEYS} [71] Dari tahun 1963 grup ini mulai meninggalkan tema berselancar dengan Brian Wilson yang menjadi komposer besar dan produser, berpindah ke tema yang lebih umum seperti masa remaja lelaki dengan lagu tentang mobil dan gadis-gadis pada “ Fun, Fun, Fun” (1964) dan “ California Girls” (1965). [71] Artis surf vokal yang lain mengikutinya, seperti Ronny & the Daytonas” dengan “G.

T. O.” (1964) dan Rip Chords dengan “Hey Little Cobra”, di mana keduanya menduduki peringkat 10 teratas, namun hanya artis lain yang mendapat sukses dengan formula seperti Jan & Dean, yang mempunyai hits nomor 1 dengan “Surf City” (ditulis bersama dengan Brian Wilson) pada 1963.

[69] Kegilaan pada musik surf dan hampir semua karier dari artis bergenre surf secara efektif selesai dengan datangnya Invasi Britania pada 1964. [69] Hanya The Beach Boys yang bisa tetap menciptakan karier yang kreatif sampai pertengahan 1960an, memproduksi banyak singel hit dan album, termasuk yang sangat dihargai Pet Sounds pada 1966, yang membuat mereka satu-satunya grup asal Amerika yang mampu menyaingi The Beatles.

[71] [nb 4] Pertengahan 1960-an–akhir 1980-an [ sunting - sunting sumber ] Invasi Britania [ sunting - sunting sumber ] The Beatles tiba di New York pada bulan Januari 1964 pada permulaan dari Invasi Britania Pada akhir 1962, apa yang menjadi suasana British rock dimulai dengan grup beat seperti The Beatles, Gerry & The Pacemakers dan The Searchers dari Liverpool dan Freddie and the Dreamers, Herman’s Hermits dan The Hollies dari Manchester.

Mereka menggambarkan pengaruh yang luas terhadap musik Amerika termasuk soul, rhythym and blues, dan musik surf, [72] umumnya menginterpretasikan nada standar Amerika dan bermain untuk para penari. Band seperti The Animals dari Newcastle dan Them dari Belfast, [73] dan dari London seperti The Rolling Stones dan The Yardbirds, yang langsung terpengaruh dari rhythym and blues dan musik blues sesudahnya. [74] Segera grup-grup ini membuat karya mereka sendiri, mengabungkan bentuk musik AS dengan beat yang berenergi.

Band beat tergantung pada “melodi yang pelan”, sedangkan awal British rhthym and blues artis menggunakan tema yang sedikit seksual, lagu yang lebih agresif, sering kali mengadopsi tema anti-pemerintah. Namun pada awalnya, kedua unsur bergabung menjadi satu. [75] Pada 1963, dipimpin oleh The Beatles, grup beat memulai untuk mendapat sukses nasional di Inggris, segera diikuti para artis yang berfokus dengan rhythym and blues.

[76] Pada tahun 1964, The Beatles mendrongkrak popularitas umum di Amerika Serikat. Lagu “ I Want to Hold You Hand” adalah hits nomor 1 pertama mereka pada Billboard Hot 100 menghabiskan waktu 7 minggu di puncak tangga lagu dan total 15 minggu pada pada tangga lagu. [77] [78] Penampilan pertama mereka pada The Ed Sullivan Show tanggal 9 Februari, diperkirakan ditonton oleh 73 juta orang (pada waktu itu hal ini adalah rekor untuk program televisi Amerika) sering disebut kejadian yang penting pada budaya Amerika.

The Beatles menjadi band rock yang terbesar dalam penjualan karyanya sepanjang masa dan mereka diikuti pada tangga musik AS oleh band Inggris ternama.

[75] Selama dua tahun selanjutnya, artis Inggris mendominasi tangga lagu AS dengan Peter and Gordon, The Animals, Manfred Mann, Petula Clark, Freddie and the Dreamers, Wayne Fontana and the Mindbenders, Herman’s Hermits, The Rolling Stones, The Troggs, dan Donovan semuanya mempunyai satu atau lebih single nomor 1. [77] Other major acts that were part of the invasion included The Kinks and The Dave Clark Five. [79] [80] Invasi Britania membantu produksi rock and roll secara internasional, membuka pintu terutama untuk musisi Inggris (dan Irlandia) mendapat sukses internasional.

[81] Di Amerika hal ini menyebabkan berakhirnya era musik surf instrumental, grup vokal perempuan dan (pada waktu itu) idola remaja, yang pernah mendominasi tangga lagu di Amerika pada akhir 1950an dan 60an. [82] Serta menurunkan pamor artis R&B seperti Fats Domino dan Chubby Checker dan bahkan menurunkan sukses tangga musik kepada artis rock and roll yang masih bertahan, contohnya Elvis.

[83] Invasi Britania juga berperan untuk menambah genre pada musik rok, banyaknya bermunculan grup rock, berdasarkan gitar dan drum dan menghasilkan hasil karya sendiri untuk mereka sebagai penyanyi-penulis lagu.

[38]Mengikuti contoh yang diberikan oleh LP Rubber Soul tahun 1965 The Beatles khususnya, band rock Inggris lainnya merilis album rock yang dimaksudkan sebagai pernyataan artistik pada tahun 1966, termasuk The Rolling Stones' Aftermath, The Beatles Revolver sendiri, dan the Who A Quick One, sebagai serta aksi Amerika di the Beach Boys ( Pet Sounds) dan Bob Dylan ( Blonde on Blonde).

[84] Garage rock [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Garage rock Garage rock adalah bentuk amatir dari musik rok, terutama berkambang di Amerika Utara pada pertengahan 1960an dan disebut seperti itu karena biasanya dimainkan pada garasi rumah penduduk. [85] [86] Lagu pada garage rock berkisah antara trauma terhadap kehidupan SMA, dengan lagu tentang “perempuan yang melayang” umumnya digunakan.

[87] Lirik dan cara bermainnya lebih agresif dari musik umumnya pada waktu itu, sering menggunakan vokal teriakan yang perlahan-lahan menjadi menjerit. [85] Musik ini bervariasi dari hanya satu jenis chord (contohnya The Seeds) sampai mendekati kualitas musisi studio (seperti The Knickerbocker, The Remains, dan The Fifth Estate). Genre ini juga memiliki variasi regional pada berbagai negara dengan yang suasana yang utama di California dan Texas.

[87]Negara bagian Pacific Northwest di Washington dan Oregon mungkin memiliki suara regional yang paling jelas. [88] D-Men. Genre ini sudah dikembangkan dari band lokal sebelumnya pada 1958.

“Tall Cool one” (1959) oleh The Wailers dan “ Louie, Louie” oleh The Kingsmen (1963) adalah contoh yang umum pada genre ini. [89] Pada tahun 1963, single dari band-band garage rock mulai “memanjat” ke tangga lagu AS dengan peringkat yang bagus, seperti Paul Revere and the Raiders (Boise), [90] The Trashmen (Minneapolis) [91] dan The Rivieras (South Bend, Indiana). [92] Band garange rock lainnya yang berpengaruh, contohnya The Sonics (Tacoma, Washington), tidak pernah mencapai tangga lagu Billboard Hot 100.

[93] Pada periode awal banyak band yang sangat terpengaruh oleh surf rock dan kesamaan antara garage rock dan frat rock, kadang-kadang diakui sebagai sub-genre dari garage rock. British Invasion antara tahun 1964-1966 sangat mempengaruhi band garage rock, memberikan mereka kepada penonton nasional, memimpin banyak (biasanya grup surf rock atau hot rod) untuk mengadopsi gaya British Invasion, dan membentuk lebih banyak grup.

[87] Ribuan band garage rock terdapat di AS dan Kanada pada periode ini dan menghasilkan ratusan hits regional.

[87] Contohnya: “The Witch” oleh The Sonics dari Tacoma (1965), “ Where You Gonna Go” oleh Unrelated Segments dari Detroit (1967), “Girl I Got News for You” oleh Birdwatchers dari Miami (1966) dan “1-2-5” oleh The Haunted dari Montreal.

Meskipun skor dari band yang ditandatangani oleh label besar, banyak dari mereka yang gagal secara komersial.

Secara umum disepakati bahwa garage rock mencapai puncaknya secara komersial dan artistik sekitar tahun 1966. [87] Pada tahun 1968 gaya tersebut sebagian besar menghilang dari tangga lagu nasional dan di tingkat lokal saat musisi amatir menghadapi kuliah, pekerjaan, atau wajib militer.

Gaya baru telah berevolusi untuk menggantikan garage rock. [87] [nb 5] Blues rock [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: British blues Penyebab utama Invasi Britania ke musik populer Amerika adalah melalui artis beat dan R&B, prinsip ini segera dipakai oleh band gelombang kedua yang menggambarkan inspirasi mereka langsung kepada musik blues Amerika, contohnya The Rolling Stones dan The Yardbirds.

[95] Musisi blues asal Inggris pada akhir 1950an dan awal 1960an terpengaruh dengan “kegilaan” musik Skiffle, dan Robert Johnson. [96] Semakin banyak mereka menggunakan suara amplifier yang keras, umumnya berpusat pada gitar listrik, didasari genre Chicago blues, terutama setelah tur Muddy Waters di Inggris pada 1958, yang mengilhami Cyril Davies dan gitaris Alexis Korner untuk membentuk band Blues Incorporated.

[97] Band ini tumbuh dan menginspirasi banyak figur pada saat “meledaknya” British blues, yaitu anggota dari The Rolling Stones dan Cream, yang menggabungkan standar blues dan dibangun dengan instrumentasi rock.

[63] Eric Clapton bermain di Barcelona pada tahun 1974 Fokus lain yang menjadi kunci untuk British blues adalah John Mayall yang membentuk The Bluesbreakers, yaitu anggotanya Eric Clapton (setelah kepergiannya dari The Yardbirds) dan sesudahnnya Peter Green. Terutama menjadi signifikan setelah dirilisnya album ‘’ Blues Breakers with Eric Clapton” (1966), disebut-sebut sebagai rekaman penting British blues dan suaranya yang diperhitungkan di Inggris dan Amerika Serikat.

[98] Eric Clapton pergi untuk membentuk supergrup Cream, Blind Faith dan Derek and the Dominos, diikuti dengan solo karier yang membantu membawa blues rock kepada khalayak umum. [97] Green, bersama dengan bagian ritme dari The Bluesbreakers Mick Fleetwood dan John McVie, membentuk Peter Green’s Fleetwood Mac, yang menikmati sukses komersial pada genre ini. Pada akhir 1960an Jeff Beck, yang juga merupakan mantan anggota The Yardbirs, berpindah direksi dari blues rock menjadi heavy rock dengan bandnya The Jeff Beck Group.

[97] Gitaris terakhir The Yardbirds Jimmy Page, lalu pergi untuk membentuk ‘’The New Yardbirds’’ yang lalu berubah menjadi Led Zeppelin. Banyak lagu dari tiga album pertama mereka, dan karier sesudahnya, adalah lagu blues tradisional. [97] Di Amerika, blues rock dipionirkan oleh gitaris Lonnie Mack, [99] pada awal 1960an, namun genre ini mulai meredup pada pertengahan 1960an karena musisi yang mengembangkan genre ini suaranya persis dengan musisi British blues. Artis yang memegang kunci penting yaitu Paul Butterfield (di mana band ini meniru gaya John Mayal and the Bluesbreakers di Inggris sebagai titik awal untuk banyak musisi yang sukses), Canned Heat, awal dari Jefferson Airplane, Janis Joplin, Johnny Winter, The J.

Geils Band dan Jimi Hendrix dengan power trionya, The Jimi Hendrix Experience dan Band of Gypsys, dengan kemampuan dan penampilan yang menjadi populer pada dekade ini. [97] Band blues rock yang berasal dari bagian selatan Amerika, seperti Allman Brothers Band, Lynyrd Skynyrd, dan ZZ Top, dan menggabungkan unsur country sehingga mengasilkan genre Southern rock. [100] Band blues rock awal sering mengemulasi musik jazz, durasi yang lama, menggunakan improvisasi, yang kemudian menjadi unsur penting dari genre progressive rock.

Dari sekitar tahun 1967, band seperti Cream dan The Jimi Experience mulai berpindah dari bentuk murni berdasarkan blues ke bentuk psychedelia.

[101] Pada tahun 1970an, blues rock menjadi lebih berat dan berdasarkan riff, contohnya karya dari Led Zeppelin dan Deep Purple, dan garis penghubung antara blues rock dan hard rock “mulai terlihat”, [101] sebagai band yang memulai merekam album dengan gaya rock. [101] Genre ini berlanjut pada 1970an dengan figur seperti George Thorogood dan Pat Travers, terutama suasana Inggris (kecuali mungkin grup seperti Status Quo dan Foghat yang berpindah dari bentuk boogie rock yang repetitif dan berenergi, band ini menjadi fokus pada inovasi heavy metal, dan pamor blues rock mulai menurun.

[102] Folk rock [ sunting - sunting sumber ] Joan Baez dan Bob Dylan pada tahun 1963 Pada 1960an, suasana American folk music revival tumbuh sebagai gerakan yang besar, menggunakan musik tradisional dan komposisi baru dengan gaya tradisional, biasanya dengan instrumen akustik.

[103] Di Amerika genre ini dipionirkan oleh figur seperti Woody Guthrie dan Pete Seeger dan sering diidentifikasikan dengan progressive folk atau politik labor. [103] Pada awal 1960an figur seperti Joan Baez dan Bob Dylan menjadi pemimpin gerakan ini sebagai penyanyi-penulis lagu.

[104] Dylan mulai dikenal kepada khalayak umum dengan hits seperti “ Blowin’ in the Wind” (1963) dan “ Masters of War” (1963), yang membawa “ lagu protes” kepada masyarakat luas, [105] namun mulai mempengaruhi satu sama lain, rock dan musik folk yang masih berupa genre yang terpisah. [106] Upaya awal untuk menggabungkan elemen folk dan rock contohnnya " The House of Rising Sun oleh The Animals (1964), yang merupakan lagu rakyat yang direkam dengan instrumentasi rock and roll pertama yang sukses secara komersial [107] dan " I’m a Loser" oleh The Beatles (1964), bisa dibilang ini lagu pertama Beatles yang dipengaruhi secara langsung oleh Dylan.

[108] Gerakan folk rock biasanya diperkirakan telah lepas landas dengan rekaman The Byrds dari Dylan" Mr. Tambourine Man " yang menduduki puncak tangga lagu pada 1965. [106] Dengan anggota yang telah menjadi bagian dari artis folk kafe berbasis di Los Angeles, yang diadopsi Byrds instrumentasi rock, termasuk drum dan gitar 12-senar Rickenbacker, yang menjadi unsur utama dalam suara genre ini.

[106] Belakangan tahun itu Dylan mengadopsi instrumen listrik, banyak kemarahan dari banyak kaum puritan, dengan lagu " Like a Rolling Stone" menjadi singel hit di AS. [106]Menurut Ritchie Unterberger, Dylan (bahkan sebelum adopsi instrumen listrik) mempengaruhi musisi rock seperti The Beatles, menunjukkan "kepada generasi rock secara umum bahwa album bisa menjadi pernyataan mandiri utama tanpa single hit", seperti di The Freewheelin' Bob Dylan (1963).

[109] Artis ini mempengaruhi musisi asal Inggris seperti Donovan dan Fairport Convention. [106] Pada tahun 1969 Fairport Covention meninggalkan campura mereka yang meliputi cover artis Amerika dan lagu yang dipengaruhi Dylan untuk memainkan musik tradisional rakyat Inggris dengan alat-alat listrik. [110] Electric folk ini diambil oleh band-band termasuk Pentangle, Steeleye Span dan The Albion Band, yang gilirannya mendorong band Irlandia seperti Horslips dan artis Skotlandia seperti JSD Band, Spencer’s Feat dan kemudian Five Hand Reel, untuk menggunakan musik tradisional mereka dan menciptakan sebuah genre Celtic rock di awal 1970-an.

[111] Folk rock mencapai puncak popularitas komersial pada periode 1967-68, sebelum banyak artis pindah ke berbagai arah, termasuk Dylan dan Byrds, yang mulai mengembangkan country rock.

[112] Namun, hibridisasi folk dan rock telah dilihat dan memiliki pengaruh besar pada perkembangan musik rok, membawa unsur-unsur psychedelia, dan membantu untuk mengembangkan ide-ide dari penyanyi-penulis lagu, lagu protes dan konsep "keaslian". [106] [113] Psychedelic rock [ sunting - sunting sumber ] The Jimi Hendrix Experience pada tahun 1968 Musik psychedelic yang terinspirasi LSD memulai getaran pada suanana folk.

[114] Kelompok pertama yang mengiklankan diri mereka sebagai psychedelic rock adalah The 13th Floor Elevators dari Texas. [114] The Beatles memperkenalkan banyak elemen utama dari suara psychedelic kepada penonton pada periode ini, seperti feedback gitar, sitar India, dan efek suara backmasking. Psychedelic rock secara khusus berkembang di kancah musik California saat kelompok-kelompok mengikuti pergeseran Byrds dari folk ke folk rock dari tahun 1965.

[115] Gaya hidup psychedelic, yang berkisar pada obat-obatan halusinogen, telah berkembang di San Francisco dan produk yang paling menonjol dari adegan tersebut adalah Big Brother and the Holding Company, Grateful Dead dan Jefferson Airplane. [115] [116] Gitaris utama Jimi Hendrix Experience, Jimi Hendrix melakukan distorsi yang diperpanjang, kemacetan penuh umpan balik yang menjadi fitur utama psychedelia. [115] Rock psychedelic mencapai puncaknya pada tahun-tahun terakhir dekade ini.

1967 melihat The Beatles merilis pernyataan psikedelik definitif mereka di Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band, termasuk lagu kontroversial " Lucy in the Sky with Diamonds", Rolling Stones merespons tahun itu dengan Their Satanic Majesties Request, [115] dan Pink Floyd memulai debutnya dengan The Piper di Gates of Dawn.

Rekaman kunci termasuk Surealistic Pillow Jefferson Airplane dan Strange Days [117] dari the Doors. Tren ini memuncak pada Festival Woodstock 1969, yang menyaksikan pertunjukan oleh sebagian besar aksi psikedelik utama. [115] Sersan Pepper kemudian dianggap sebagai album terbesar sepanjang masa dan titik awal untuk era album, di mana musik rock bertransisi dari format single ke album dan mencapai legitimasi budaya di arus utama.

[118] Dipimpin oleh The Beatles pada pertengahan 1960-an, [119] musisi rock memajukan LP sebagai bentuk dominan dari ekspresi dan konsumsi musik rekaman, memulai era album rock-informed di industri musik selama beberapa dekade berikutnya. [120] Rock progresif [ sunting - sunting sumber ] Informasi lebih lanjut: Musik progresif Progressive rock, istilah yang kadang-kadang digunakan secara bergantian dengan art rock, bergerak melampaui formula musik yang sudah mapan dengan bereksperimen dengan instrumen, jenis lagu, dan bentuk yang berbeda.

[121] Dari pertengahan 1960-an the Left Banke, The Beatles, the Rolling Stones dan the Beach Boys, telah memelopori dimasukkannya harpsichords, wind, dan string section pada rekaman mereka untuk menghasilkan bentuk rock Barok dan dapat didengar dalam singel seperti Procol Harum " A Whiter Shade of Pale" (1967), dengan pendahuluannya yang terinspirasi dari Bach. [122] The Moody Blues menggunakan orkestra penuh di album mereka Days of Future Passed (1967) dan kemudian menciptakan suara orkestra dengan synthesizer.

[121] Orkestrasi klasik, keyboard, dan synthesizer sering ditambahkan ke format rock gitar, bass, dan drum yang sudah mapan di rock progresif berikutnya.

[123] Prog rock band Yes tampil di konser di Indianapolis pada tahun 1977 Instrumental adalah hal yang umum, sementara lagu dengan lirik terkadang konseptual, abstrak, atau berdasarkan fantasi dan fiksi ilmiah. [124] The Pretty Things SF Sorrow (1968), dan the Kinks Arthur (Or the Decline and Fall of the British Empire) (1969) memperkenalkan format opera rock dan membuka pintu ke album konsep, sering kali menceritakan kisah epik atau menangani tema menyeluruh yang agung.

[125] Album debut King Crimson tahun 1969, In ​​the Court of the Crimson King, yang memadukan riff gitar yang kuat dan mellotron, dengan musik jazz dan simfoni, sering dianggap sebagai rekaman kunci dalam rock progresif, membantu adopsi genre secara luas di awal 1970-an.

di antara band-band blues-rock dan psychedelic yang ada, serta aksi-aksi yang baru terbentuk. [121] Adegan Canterbury yang semarak melihat tindakan mengikuti Soft Machine dari psychedelia, melalui pengaruh jazz, menuju hard rock yang lebih luas, termasuk Caravan, Hatfield and the North, Gong, dan National Health. [126] Kesuksesan komersial yang lebih besar dinikmati oleh Pink Floyd, yang juga pindah dari psychedelia setelah kepergian Syd Barrett pada tahun 1968, dengan The Dark Side of the Moon (1973), dipandang sebagai mahakarya genre, menjadi salah satu buku terlaris album sepanjang masa.

[127] Ada penekanan pada keahlian instrumental, dengan Yes menampilkan keterampilan gitaris Steve Howe dan pemain keyboard Rick Wakeman, sementara Emerson, Lake & Palmer adalah supergrup yang menghasilkan beberapa karya genre yang paling menuntut secara teknis. [121] Jethro Tull dan Genesis sama-sama mengejar merek musik yang sangat berbeda, tetapi jelas berbahasa Inggris. [128] Renaissance, dibentuk pada tahun 1969 oleh mantan Yardbirds Jim McCarty dan Keith Relf, ​​berkembang menjadi band berkonsep tinggi yang menampilkan suara tiga oktaf Annie Haslam.

[129] Sebagian besar band Inggris bergantung pada pengikut sekte yang relatif kecil, tetapi segelintir, termasuk Pink Floyd, Genesis, dan Jethro Tull, berhasil menghasilkan sepuluh single teratas di rumah dan memecahkan pasar Amerika. [130] Merek progresif rock Amerika bervariasi dari Frank Zappa yang eklektik dan inovatif, Captain Beefheart dan Blood, Sweat & Tears, [131] hingga band-band yang lebih berorientasi pada pop rock seperti Boston, Foreigner, Kansas, Journey, dan Styx.

[121] Ini, di samping band Inggris Supertramp dan ELO, semua menunjukkan pengaruh prog rock dan sementara peringkat di antara tindakan yang paling sukses secara komersial tahun 1970-an, menggembar-gemborkan era kemegahan atau arena rock, yang akan berlangsung sampai biaya pertunjukan yang kompleks (seringkali dengan teater pementasan dan efek khusus), akan digantikan oleh festival rock yang lebih ekonomis sebagai tempat pertunjukan utama pada 1990-an.

[ butuh rujukan] Untaian instrumental dari genre tersebut menghasilkan album seperti Tubular Bells (1973) milik Mike Oldfield, rekor pertama, dan hit di seluruh dunia, untuk label Virgin Records, yang menjadi andalan genre tersebut. [121] Rock instrumental sangat penting di benua Eropa, memungkinkan band-band seperti Kraftwerk, Tangerine Dream, Can, dan Faust untuk menghindari hambatan bahasa.

[132] " krautrock" berat synthesizer mereka, bersama dengan karya Brian Eno (untuk sementara waktu pemain keyboard dengan Roxy Music), akan menjadi pengaruh besar pada rock elektronik berikutnya.

[121] Dengan munculnya punk rock dan perubahan teknologi pada akhir 1970-an, rock progresif semakin dianggap sebagai sok dan berlebihan. [133] [134] Banyak band bubar, tetapi beberapa, termasuk Genesis, ELP, Yes, dan Pink Floyd, secara teratur mencetak sepuluh album teratas dengan tur keliling dunia yang sukses.

[135] Beberapa band yang muncul setelah punk, seperti Siouxsie and the Banshees, Ultravox, dan Simple Minds, menunjukkan pengaruh rock progresif, serta pengaruh punk mereka yang lebih dikenal. [136] Jazz rock [ sunting - sunting sumber ] Jaco Pastorius dari Weather Report tahun 1980 Pada akhir 1960-an, jazz-rock muncul sebagai subgenre yang berbeda dari blues-rock, psychedelic, dan rock progresif, memadukan kekuatan rock dengan kompleksitas musik dan elemen improvisasi jazz.

AllMusic menyatakan bahwa istilah jazz-rock "mungkin merujuk pada band fusion paling keras, paling liar, dan paling bertenaga dari kamp jazz, tetapi paling sering menggambarkan pemain yang berasal dari sisi rock dari persamaan." Jazz-rock "...umumnya tumbuh dari subgenre rock yang paling ambisius secara artistik di akhir tahun 60-an dan awal 70-an", termasuk gerakan penyanyi-penulis lagu. [137] Banyak musisi rock and roll awal AS telah memulai jazz dan membawa beberapa elemen ini ke dalam musik baru.

Di Inggris, subgenre blues rock, dan banyak tokoh terkemukanya, seperti Ginger Baker dan Jack Bruce dari band yang digawangi Eric Clapton, Cream, telah muncul dari kancah jazz Inggris. Sering disorot sebagai rekaman jazz-rock sejati pertama adalah satu-satunya album oleh the Free Spirits with Out of Sight and Sound yang berbasis di New York yang relatif tidak dikenal (1966).

Kelompok band pertama yang secara sadar menggunakan label tersebut adalah band rock putih berorientasi R&B yang menggunakan bagian tanduk jazzy, seperti Electric Flag, Blood, Sweat & Tears dan Chicago, untuk menjadi beberapa band paling sukses secara komersial di kemudian hari.

1960-an dan awal 1970-an. [138] Tindakan Inggris muncul pada periode yang sama dari kancah blues, untuk memanfaatkan aspek nada dan improvisasi jazz, termasuk Nucleus [139] dan Graham Bond dan spin-off John Mayall Colosseum. Dari rock psychedelic dan adegan Canterbury muncul Soft Machine, yang, telah disarankan, menghasilkan salah satu perpaduan yang berhasil secara artistik dari dua genre. Mungkin perpaduan yang paling diakui secara kritis datang dari sisi jazz persamaan, dengan Miles Davis, terutama dipengaruhi oleh karya Hendrix, menggabungkan instrumentasi rock ke dalam suaranya untuk album Bitches Brew (1970).

Itu adalah pengaruh besar pada artis jazz yang dipengaruhi rock berikutnya, termasuk Herbie Hancock, Chick Corea dan Weather Report. Genre mulai memudar pada akhir 1970-an, sebagai bentuk fusi yang lebih lembut mulai mengambil penontonnya, [137] tetapi tindakan seperti Steely Dan, [137] Frank Zappa dan Joni Mitchell merekam album yang dipengaruhi jazz signifikan dalam periode ini, dan terus menjadi pengaruh besar pada musik rock.

[138] Komodifikasi tahun 1970-an [ sunting - sunting sumber ] Berkaca pada perkembangan musik rock pada awal tahun 1970-an, Robert Christgau kemudian menulis dalam Christgau's Record Guide: Rock Albums of the Seventies (1981): [16] Dekade itu, tentu saja, merupakan skema arbitrer itu sendiri—waktu tidak hanya melakukan belokan rapi menuju masa depan setiap sepuluh tahun.

Tetapi seperti banyak konsep artifisial—uang, katakanlah—kategori itu memang mengambil realitasnya sendiri begitu orang mengetahui bagaimana menerapkannya. "Tahun 60-an sudah berakhir," sebuah slogan yang baru mulai terdengar pada tahun 1972 atau lebih, memobilisasi semua orang yang ingin percaya bahwa idealisme telah berlalu, dan begitu mereka dimobilisasi, itu terjadi.

Dalam musik populer, merangkul tahun 70-an berarti penarikan elitis dari konser yang berantakan dan adegan kontra kebudayaan dan pengejaran pencatutan dari common denominator terendah di FM radio dan album rock.

Rock melihat komodifikasi yang lebih besar selama dekade ini, berubah menjadi industri bernilai miliaran dolar dan menggandakan pasarnya sementara, seperti dicatat Christgau, menderita "kehilangan prestise budaya" yang signifikan.

"Mungkin Bee Gees menjadi lebih populer daripada The Beatles, tetapi mereka tidak pernah lebih populer dari Yesus", katanya. "Sejauh musik mempertahankan kekuatan mitis, mitos itu mengacu pada diri sendiri - ada banyak lagu tentang kehidupan rock and roll tetapi sangat sedikit tentang bagaimana rock dapat mengubah dunia, kecuali sebagai merek obat penghilang rasa sakit baru ...

Di tahun 70-an yang berkuasa mengambil alih, ketika industrialis rock memanfaatkan suasana nasional untuk mengurangi musik yang kuat menjadi spesies hiburan yang sering reaksioner—dan untuk mengubah basis populer rock dari penonton ke pasar." [16] Roots rock [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Country rock dan Southern rock Roots rock adalah istilah yang sekarang digunakan untuk menggambarkan perpindahan dari apa yang dilihat beberapa orang sebagai ekses dari adegan psikedelik, ke bentuk rock and roll yang lebih mendasar yang menggabungkan pengaruh aslinya, terutama musik country dan folk, yang mengarah pada penciptaan musik rock and roll.

rock country dan rock selatan. [140] Pada tahun 1966 Bob Dylan pergi ke Nashville untuk merekam album Blonde on Blonde. [141] Ini, dan album-album berikutnya yang lebih jelas dipengaruhi oleh country, telah dilihat sebagai penciptaan genre country folk, sebuah rute yang ditempuh oleh sejumlah musisi folk akustik yang sebagian besar.

[141] Tindakan lain yang mengikuti tren back-to-basics adalah grup Kanada the Band dan Creedence Clearwater Revival yang berbasis di California, keduanya mencampurkan rock and roll dasar dengan folk, country dan blues, menjadi salah satu band paling sukses dan berpengaruh.

dari akhir 1960-an. {/INSERTKEYS}

alat utama untuk mengukir adalah

{INSERTKEYS} [142] Gerakan yang sama melihat awal karir rekaman artis solo California seperti Ry Cooder, Bonnie Raitt dan Lowell George, [143] dan mempengaruhi karya pemain mapan seperti Rolling Stones Beggar's Banquet (1968) dan The Beatles Let It Be ( 1970).

[115] Merefleksikan perubahan tren dalam musik rock selama beberapa tahun terakhir, Christgau menulis dalam kolom "Panduan Konsumen" Juni 1970-nya bahwa "ortodoksi baru" dan "ketertinggalan budaya" ini meninggalkan produksi improvisasi dan berhias studio demi penekanan pada "ketat, instrumentasi cadangan" dan komposisi lagu: "Referensinya adalah rock '50-an, musik country, dan ritme-dan-blues, dan inspirasi utamanya adalah Band." [144] The Eagles selama 2008–2009 Long Road out of Eden Tour Pada tahun 1968, Gram Parsons merekam Safe at Home dengan International Submarine Band, bisa dibilang album rock country sejati pertama.

[145] Belakangan tahun itu ia bergabung dengan Byrds untuk Sweetheart of the Rodeo (1968), yang umumnya dianggap sebagai salah satu rekaman paling berpengaruh dalam genre tersebut. [145] The Byrds melanjutkan dengan nada yang sama, tetapi Parsons pergi untuk bergabung dengan mantan anggota Byrds lainnya Chris Hillman dalam membentuk the Flying Burrito Brothers yang membantu membangun kehormatan dan parameter genre, sebelum Parsons berangkat untuk mengejar karir solo.

[145] Band-band di California yang mengadopsi country rock termasuk Hearts and Flowers, Poco, New Riders of the Purple Sage, [145] Beau Brummels, [145] dan Nitty Gritty Dirt Band. [146] Beberapa pemain juga menikmati kebangkitan dengan mengadopsi suara country, termasuk: Everly Brothers; satu kali idola remaja Rick Nelson yang menjadi vokalis untuk Stone Canyon Band; mantan Monkee Mike Nesmith yang membentuk First National Band; dan Neil Young.

[145] The Dillards adalah, luar biasa, tindakan negara, yang bergerak ke arah musik rock. [145] Keberhasilan komersial terbesar untuk country rock datang pada 1970-an, dengan artis termasuk Doobie Brothers, Emmylou Harris, Linda Ronstadt dan Eagles (terdiri dari anggota Burrito, Poco, dan Stone Canyon Band), yang muncul sebagai salah satu band rock paling sukses sepanjang masa, menghasilkan album yang mencakup Hotel California (1976).

[147] Pendiri Southern rock biasanya dianggap sebagai Allman Brothers Band, yang mengembangkan suara khas, sebagian besar berasal dari blues rock, tetapi memasukkan unsur boogie, soul, dan country pada awal 1970-an. [100] Tindakan paling sukses untuk mengikuti mereka adalah Lynyrd Skynyrd, yang membantu membangun citra " Good ol' boy" dari subgenre dan bentuk umum gitar rock tahun 1970-an. [100] Penerus mereka termasuk instrumentalis fusion/progresif Dixie Dregs, Outlaws yang lebih dipengaruhi country, Wet Willie yang condong ke funk/R&B dan (menggabungkan elemen R&B dan gospel) Ozark Mountain Daredevils.

[100] Setelah kehilangan anggota asli dari Allmans dan Lynyrd Skynyrd, genre ini mulai memudar popularitasnya di akhir 1970-an, tetapi dipertahankan pada 1980-an dengan aksi-aksi seperti .38 Special, Molly Hatchet dan the Marshall Tucker Band. [100] Glam rock [ sunting - sunting sumber ] David Bowie selama tur Ziggy Stardust dan Spiders pada tahun 1972 Glam rock muncul dari adegan psychedelic dan art rock Inggris pada akhir 1960-an dan dapat dilihat sebagai perpanjangan dan reaksi terhadap tren tersebut.

[148] Beragam musiknya, bervariasi antara kebangkitan rock and roll sederhana dari tokoh-tokoh seperti Alvin Stardust hingga art rock kompleks dari Roxy Music, dan dapat dilihat sebanyak mode sebagai subgenre musik. [148] Secara visual itu adalah mesh dari berbagai gaya, mulai dari glamor Hollywood tahun 1930-an, melalui daya tarik seks tahun 1950-an, sandiwara kabaret sebelum perang, gaya sastra dan simbolis Victoria, fiksi ilmiah, hingga mistisisme dan mitologi kuno dan okultisme; memanifestasikan dirinya dalam pakaian keterlaluan, riasan, gaya rambut, dan sepatu bot bersol platform.

[149] Glam paling terkenal karena ambiguitas seksual dan gendernya dan representasi androgini, di samping penggunaan sandiwara yang ekstensif. [150] Itu digambarkan oleh kecakapan memainkan pertunjukan dan manipulasi identitas gender dari tindakan Amerika seperti the Cockettes dan Alice Cooper. [151] Asal usul glam rock dikaitkan dengan Marc Bolan, yang telah mengganti nama duo folknya menjadi T. Rex dan menggunakan instrumen listrik pada akhir 1960-an.

Sering disebut sebagai momen awal adalah penampilannya di acara musik BBC Top of the Pops pada bulan Maret 1971 mengenakan glitter dan satin, untuk menampilkan apa yang akan menjadi hit Top 10 Inggris keduanya (dan hit Nomor 1 Inggris pertama), " Hot Love".

[152] Sejak tahun 1971, sudah menjadi bintang kecil, David Bowie mengembangkan persona Ziggy Stardust-nya, memasukkan unsur-unsur tata rias profesional, pantomim, dan penampilan ke dalam aktingnya.

[153] Para pemain ini segera diikuti dalam gaya oleh tindakan termasuk Roxy Music, Sweet, Slade, Mott the Hoople, Mud dan Alvin Stardust. [153] Meskipun sangat sukses di tangga lagu tunggal di Inggris, sangat sedikit dari musisi ini yang mampu membuat dampak serius di Amerika Serikat; Bowie adalah pengecualian utama menjadi superstar internasional dan mendorong adopsi gaya glam di antara tindakan seperti Lou Reed, Iggy Pop, New York Dolls dan Jobriath, sering dikenal sebagai "glitter rock" dan dengan konten lirik yang lebih gelap daripada rekan-rekan Inggris mereka.

[154] Di Inggris, istilah glitter rock paling sering digunakan untuk merujuk pada versi glam yang ekstrem yang dikejar oleh Gary Glitter dan musisi pendukungnya, Glitter Band, yang di antara mereka mencapai delapan belas single top ten di Inggris antara tahun 1972 dan 1976.

[155] Gelombang kedua dari band glam rock, termasuk Suzi Quatro, Roy Wood Wizzard dan Sparks, mendominasi tangga lagu tunggal Inggris dari sekitar tahun 1974 hingga 1976. [153] Tindakan yang ada, beberapa biasanya tidak dianggap sebagai pusat genre, juga mengadopsi gaya glam, termasuk Rod Stewart, Elton John, Queen dan, untuk sementara waktu, bahkan Rolling Stones. [153] Itu juga merupakan pengaruh langsung pada tindakan yang menjadi terkenal kemudian, termasuk Kiss dan Adam Ant, dan kurang langsung pada pembentukan gothic rock dan glam metal serta pada punk rock, yang membantu mengakhiri mode untuk glam dari sekitar tahun 1976.

[154] Sejak itu Glam menikmati kebangkitan sederhana secara sporadis melalui band-band seperti Chainsaw Kittens, the Darkness [156] dan dalam aksi crossover R&B Prince. [157] Chicano rock [ sunting - sunting sumber ] Carlos Santana, Malam Tahun Baru 1976 di Cow Palace di San Francisco Setelah kesuksesan awal rock Latin di tahun 1960-an, musisi Chicano seperti Carlos Santana dan Al Hurricane terus memiliki karir yang sukses sepanjang tahun 1970-an.

Santana membuka dekade dengan sukses dalam single 1970-nya " Black Magic Woman" di album Abraxas. [158] Album ketiganya Santana III menghasilkan single "No One to Depend On", dan album keempatnya Caravanserai bereksperimen dengan suaranya untuk penerimaan campuran. [159] [160] Dia kemudian merilis serangkaian empat album yang semuanya mencapai status emas: Welcome, Borboletta, Amigos, dan Festivál. Al Hurricane terus mencampur musik rocknya dengan musik New Mexico, meskipun ia juga lebih banyak bereksperimen dengan musik Jazz, yang menghasilkan beberapa singel yang sukses, terutama di album Vestido Mojado-nya, termasuk "Vestido Mojado" dengan nama yang sama, serta " Por Una Mujer Casada" dan "Puño de Tierra"; saudara-saudaranya sukses dengan singel musik New Mexico di "La Del Moño Colorado" oleh Tiny Morrie dan "La Cumbia De San Antone" oleh Baby Gaby.

[161] Al Hurricane Jr. juga memulai karir rekaman musik rock-infused New Mexico yang sukses di tahun 1970-an, dengan membawakan lagu "Flor De Las Flores" tahun 1976. [162] [163] Los Lobos mendapatkan popularitas saat ini, dengan album pertama mereka Los Lobos del Este de Los Angeles pada tahun 1977.

Soft rock, hard rock, dan awal heavy metal [ sunting - sunting sumber ] Suatu waktu yang aneh, 1971—walaupun balkanisasi rock ke dalam genre berjalan dengan baik, seringkali sulit untuk membedakan satu frase menangkap dari yang berikutnya.

" Art-rock" bisa berarti apa saja mulai dari the Velvets hingga the Moody Blues, dan meskipun Led Zeppelin diluncurkan dan Black Sabbath merayakan, " heavy metal" tetap menjadi konsep amorf. — Robert Christgau [164] Dari akhir 1960-an, menjadi umum untuk membagi musik rock mainstream menjadi soft dan hard rock. Soft rock sering kali diturunkan dari folk rock, menggunakan instrumen akustik dan lebih menekankan pada melodi dan harmoni.

[165] Seniman besar termasuk Carole King, Cat Stevens dan James Taylor. [165] Album ini mencapai puncak komersialnya pada pertengahan hingga akhir 1970-an dengan artis seperti Billy Joel, America dan Fleetwood Mac yang direformasi, yang Rumours (1977) adalah album terlaris dekade ini.

[166] Sebaliknya, hard rock lebih sering berasal dari blues-rock dan dimainkan lebih keras dan dengan intensitas lebih. [167] Ini sering menekankan gitar listrik, baik sebagai instrumen ritme yang menggunakan riff berulang sederhana dan sebagai instrumen utama solo, dan lebih cenderung digunakan dengan distorsi dan efek lainnya. [167] Tindakan kunci termasuk band Invasi Inggris seperti Kinks, serta pemain era psikedelik seperti Cream, Jimi Hendrix dan the Jeff Beck Group.

[167] Band-band yang dipengaruhi hard rock yang menikmati kesuksesan internasional di akhir 1970-an termasuk Queen, [168] Thin Lizzy, [169] Aerosmith, AC/DC, [167] dan Van Halen.

Led Zeppelin live di Stadion Chicago pada Januari 1975 Dari akhir 1960-an istilah "heavy metal" mulai digunakan untuk menggambarkan beberapa hard rock yang dimainkan dengan volume dan intensitas yang lebih besar, pertama sebagai kata sifat dan pada awal 1970-an sebagai kata benda. [170] Istilah ini pertama kali digunakan dalam musik dalam " Born to Be Wild" karya Steppenwolf (1967) dan mulai diasosiasikan dengan band pionir seperti Blue Cheer dari San Francisco, James Gang dari Cleveland dan Grand Funk Railroad di Michigan.

[171] Pada tahun 1970 tiga band kunci Inggris telah mengembangkan suara dan gaya khas yang akan membantu membentuk subgenre. Led Zeppelin menambahkan elemen fantasi ke riff blues-rock mereka, Deep Purple membawa minat simfoni dan abad pertengahan dari fase rock progresif mereka dan Black Sabbath memperkenalkan aspek gothic dan harmoni modal, membantu menghasilkan suara yang "lebih gelap".

[172] Elemen-elemen ini diambil oleh "generasi kedua" band-band heavy metal hingga akhir 1970-an, termasuk: Judas Priest, UFO, Motorhead dan Rainbow dari Inggris; Kiss, Ted Nugent, dan Blue Oyster Cult dari AS; Rush dari Kanada dan Scorpions dari Jerman, semuanya menandai perluasan popularitas subgenre tersebut.

[172] Meskipun kurangnya pemutaran dan kehadiran sangat sedikit di tangga lagu single, akhir 1970-an heavy metal membangun banyak pengikut, terutama di kalangan remaja laki-laki kelas pekerja di Amerika Utara dan Eropa. [173] Rock kristen [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Musik rok Kristen Rock, sebagian besar genre heavy metal, telah dikritik oleh beberapa pemimpin Kristen, yang mengutuknya sebagai tidak bermoral, anti-Kristen dan bahkan setan.

[174] Namun, rock Kristen mulai berkembang pada akhir 1960-an, terutama dari gerakan Yesus yang dimulai di California Selatan, dan muncul sebagai subgenre pada 1970-an dengan artis seperti Larry Norman, biasanya dilihat sebagai "bintang" besar pertama rock Kristen.

[175] Genre ini sebagian besar merupakan fenomena di Amerika Serikat. [176] Banyak artis rock Kristen memiliki ikatan dengan dunia musik Kristen kontemporer. Mulai tahun 1980-an artis pop Kristen telah memiliki beberapa kesuksesan arus utama. Sementara artis-artis ini sebagian besar dapat diterima di komunitas Kristen, adopsi gaya heavy rock dan glam metal oleh band-band seperti Stryper, yang mencapai kesuksesan arus utama yang cukup besar pada 1980-an, lebih kontroversial.

[177] [178] Dari tahun 1990-an ada peningkatan jumlah tindakan yang berusaha untuk menghindari label band Kristen, lebih memilih untuk dilihat sebagai kelompok yang juga Kristen, termasuk P.O.D. [179] Heartland rock [ sunting - sunting sumber ] Bruce Springsteen di Berlin Timur pada tahun 1988 Heartland rock berorientasi kelas pekerja Amerika, yang dicirikan oleh gaya musik yang lugas, dan kepedulian terhadap kehidupan orang Amerika biasa, kerah biru, berkembang pada paruh kedua tahun 1970-an.

Istilah heartland rock pertama kali digunakan untuk menggambarkan grup rock arena barat tengah seperti Kansas, REO Speedwagon dan Styx, tetapi yang kemudian dikaitkan dengan bentuk root rock yang lebih peduli secara sosial yang lebih langsung dipengaruhi oleh folk, country, dan rock and roll.

[180] Ini telah dilihat sebagai rekanan American Midwest dan Rust Belt untuk rock country Pantai Barat dan rock Selatan di Amerika Selatan. [181] Dipimpin oleh tokoh-tokoh yang awalnya telah diidentifikasi dengan punk dan New Wave, itu paling kuat dipengaruhi oleh tindakan seperti Bob Dylan, Byrds, Creedence Clearwater Revival dan Van Morrison, dan rock dasar garasi tahun 1960-an dan Rolling Stones.

[182] Dicontohkan oleh keberhasilan komersial penyanyi penulis lagu Bruce Springsteen, Bob Seger, dan Tom Petty, bersama dengan tindakan yang kurang dikenal secara luas seperti Southside Johnny and the Asbury Jukes dan Joe Grushecky and the Houserockers, itu sebagian merupakan reaksi terhadap penurunan perkotaan pasca-industri.

di Timur dan Barat Tengah, sering berkutat pada isu-isu disintegrasi dan isolasi sosial, di samping bentuk kebangkitan rock and roll yang baik. [182] Genre ini mencapai puncak komersial, artistik dan berpengaruh pada pertengahan 1980-an, dengan Springsteen Born in the USA (1984), menduduki puncak tangga lagu di seluruh dunia dan menelurkan serangkaian sepuluh single teratas, bersama dengan kedatangan artis termasuk John Mellencamp, Steve Earle dan penyanyi-penulis lagu yang lebih lembut seperti Bruce Hornsby.

[182] Itu juga dapat didengar sebagai pengaruh pada artis yang beragam seperti Billy Joel, [183] Kid Rock [184] dan the Killers. [185] Heartland rock memudar sebagai genre yang diakui pada awal 1990-an, seperti musik rock pada umumnya, dan tema kelas pekerja kerah biru dan kulit putih pada khususnya, kehilangan pengaruh dengan audiens yang lebih muda, dan ketika seniman heartland beralih ke karya yang lebih pribadi. [182] Banyak seniman rock tanah air terus merekam hari ini dengan kesuksesan kritis dan komersial, terutama Bruce Springsteen, Tom Petty, dan John Mellencamp, meskipun karya mereka menjadi lebih pribadi dan eksperimental dan tidak lagi mudah masuk ke dalam satu genre.

Artis-artis baru yang musiknya mungkin akan diberi label heartland rock seandainya dirilis pada 1970-an atau 1980-an, seperti Bottle Rockets dari Missouri dan Uncle Tupelo dari Illinois, sering kali mendapati diri mereka diberi label alt-country. [186] Punk rock [ sunting - sunting sumber ] Patti Smith, tampil pada 1976 Punk rock dikembangkan antara tahun 1974 dan 1976 di Amerika Serikat dan Inggris.

Berakar pada garage rock dan bentuk lain dari apa yang sekarang dikenal sebagai musik protopunk, band-band punk rock menghindari ekses yang dianggap berlebihan dari rock arus utama tahun 1970-an. [187] Mereka menciptakan musik yang cepat dan keras, biasanya dengan lagu-lagu pendek, instrumentasi yang dilucuti, dan seringkali lirik anti-kemapanan politik. Punk menganut etika DIY (lakukan sendiri), dengan banyak band memproduksi sendiri rekaman mereka dan mendistribusikannya melalui saluran informal.

[188] Vokalis Johnny Rotten dan gitaris Steve Jones dari Sex Pistols Pada akhir 1976, aksi seperti Ramones dan Patti Smith, di New York City, dan Sex Pistols and the Clash, di London, diakui sebagai pelopor gerakan musik baru. [187] Tahun berikutnya melihat punk rock menyebar ke seluruh dunia.

Punk dengan cepat menjadi fenomena budaya utama di Inggris. Pertempuran TV langsung Sex Pistols dengan Bill Grundy pada 1 Desember 1976, adalah momen penting dalam transformasi punk Inggris menjadi fenomena media besar, bahkan ketika beberapa toko menolak untuk menyimpan rekaman dan siaran radio sulit didapat.

[189] Pada Mei 1977, Sex Pistols mencapai puncak kontroversi baru (dan nomor dua di tangga lagu single) dengan sebuah lagu yang merujuk Ratu Elizabeth II, " God Save the Queen", selama Silver Jubilee-nya. [190] Untuk sebagian besar, punk berakar pada adegan lokal yang cenderung menolak asosiasi dengan arus utama. Sebuah subkultur punk terkait muncul, mengekspresikan pemberontakan kaum muda dan ditandai dengan gaya pakaian khas dan berbagai ideologi anti-otoriter. [191] Pada awal tahun 1980-an, gaya yang lebih cepat dan lebih agresif seperti hardcore dan Oi!

telah menjadi mode utama punk rock. [192] Hal ini telah menghasilkan beberapa aliran hardcore punk yang berevolusi, seperti D-beat (subgenre distorsi-berat yang dipengaruhi oleh band Inggris Discharge), anarcho-punk (seperti Crass), grindcore (seperti Napalm Death), dan crust punk. [193] Musisi yang mengidentifikasi atau terinspirasi oleh punk juga mengejar berbagai variasi lain, sehingga memunculkan New wave, post-punk dan gerakan rock alternatif.

[187] New wave [ sunting - sunting sumber ] Deborah Harry dari band Blondie, tampil di Maple Leaf Gardens di Toronto pada tahun 1977 Meskipun punk rock adalah fenomena sosial dan musik yang signifikan, pencapaiannya kurang dalam hal penjualan rekaman (didistribusikan oleh label khusus kecil seperti Stiff Records), [194] atau pemutaran radio Amerika (karena adegan radio terus didominasi oleh format arus utama seperti sebagai disko dan rock berorientasi album).

[195] Punk rock telah menarik penggemar dari dunia seni dan perguruan tinggi dan segera band-band olahraga pendekatan, lebih melek seni, seperti Talking Heads dan Devo mulai menyusup ke kancah punk; di beberapa kalangan deskripsi "gelombang baru" mulai digunakan untuk membedakan band-band punk yang kurang terang-terangan ini. [196] Eksekutif rekaman, yang sebagian besar dibuat bingung oleh gerakan punk, menyadari potensi aksi gelombang baru yang lebih mudah diakses dan mulai secara agresif menandatangani dan memasarkan band mana pun yang dapat mengklaim koneksi jarak jauh ke punk atau new wave.

[197] Banyak dari band ini, seperti the Cars dan the Go-Go's dapat dilihat sebagai band pop yang dipasarkan sebagai new wave; [198] tindakan lain yang ada, termasuk the Police, the Pretenders dan Elvis Costello, menggunakan gerakan gelombang baru sebagai batu loncatan untuk karir yang relatif panjang dan sukses, [199] sementara band "dasi kurus" dicontohkan oleh the Knack, [200] atau Blondie fotogenik, dimulai sebagai tindakan punk dan pindah ke wilayah yang lebih komersial.

[201] Antara 1979 dan 1985, dipengaruhi oleh Kraftwerk, Yellow Magic Orchestra, David Bowie dan Gary Numan, gelombang baru Inggris menuju ke arah Romantisisme Baru seperti Spandau Ballet, Ultravox, Japan, Duran Duran, A Flock of Seagulls, Culture Club, Talk Talk dan Eurythmics, terkadang menggunakan synthesizer untuk menggantikan semua instrumen lainnya.

[202] Periode ini bertepatan dengan kebangkitan MTV dan menyebabkan banyak eksposur untuk merek synth-pop ini, menciptakan apa yang telah ditandai sebagai Invasi Inggris kedua. [203] Beberapa band rock tradisional yang beradaptasi dengan zaman video dan mengambil keuntungan dari pemutaran MTV, yang paling jelas Dire Straits, yang " Money for Nothing" dengan lembut mengolok-olok stasiun, meskipun faktanya telah membantu menjadikan mereka bintang internasional, [204] tetapi secara umum, rock berorientasi gitar secara komersial dikalahkan.

[205] Post-punk [ sunting - sunting sumber ] U2 tampil pada the Joshua Tree Tour 2017 Jika hardcore paling langsung mengejar estetika punk yang dilucuti, dan gelombang baru datang untuk mewakili sayap komersialnya, post-punk muncul di akhir 1970-an dan awal 1980-an sebagai sisi yang lebih artistik dan menantang. Pengaruh besar di samping band punk adalah the Velvet Underground, Frank Zappa dan Captain Beefheart, dan adegan no wave yang berbasis di New York yang menekankan pada kinerja, termasuk band-band seperti James Chance and the Contortions, DNA dan Sonic Youth.

[206] Kontributor awal genre ini termasuk band AS Pere Ubu, Devo, the Residents dan Talking Heads. [206] Gelombang pertama post-punk Inggris termasuk Gang of Four, Siouxsie and the Banshees dan Joy Division, yang kurang menekankan pada seni daripada rekan-rekan mereka di AS dan lebih pada kualitas emosional yang gelap dari musik mereka.

[206] Band-band seperti Siouxsie and the Banshees, Bauhaus, the Cure, dan the Sisters of Mercy, semakin bergerak ke arah ini untuk menemukan rock Gotik, yang telah menjadi dasar dari sub-budaya utama pada awal 1980-an. [207] Wilayah emosional yang sama dikejar oleh tindakan Australia seperti the Birthday Party dan Nick Cave.

[206] Anggota Bauhaus dan Joy Division menjelajahi wilayah gaya baru masing-masing sebagai Love and Rockets dan New Order. [206] Gerakan post-punk awal lainnya adalah musik industri [208] yang dikembangkan oleh band Inggris Throbbing Gristle dan Cabaret Voltaire, dan Suicide yang berbasis di New York, menggunakan berbagai teknik elektronik dan sampling yang meniru suara produksi industri dan yang akan berkembang menjadi berbagai bentuk musik pasca-industrial pada 1980-an.

[209] Generasi kedua band post-punk Inggris yang menerobos pada awal 1980-an, termasuk the Fall, the Pop Group, the Mekons, Echo and the Bunnymen dan the Teardrop Explodes, cenderung menjauh dari lanskap sonik yang gelap. [206] Bisa dibilang band paling sukses yang muncul dari post-punk adalah U2 Irlandia, yang memasukkan unsur-unsur citra religius bersama dengan komentar politik ke dalam musik mereka yang sering anthemic, dan pada akhir 1980-an telah menjadi salah satu band terbesar di dunia.

[210] Meskipun banyak band post-punk terus merekam dan tampil, itu menurun sebagai gerakan pada pertengahan 1980-an karena tindakan dibubarkan atau pindah untuk menjelajahi area musik lainnya, tetapi terus mempengaruhi perkembangan musik rock dan telah dilihat sebagai elemen utama dalam penciptaan gerakan rock alternatif.

[211] Munculnya rock alternatif [ sunting - sunting sumber ] R.E.M. adalah band rock alternatif yang sukses di tahun 1980-an/90-an Istilah rock alternatif diciptakan pada awal 1980-an untuk menggambarkan artis rock yang tidak cocok dengan genre mainstream saat itu. Band yang dijuluki "alternatif" tidak memiliki gaya terpadu, tetapi semuanya terlihat berbeda dari musik arus utama.

Band-band alternatif dihubungkan oleh hutang kolektif mereka ke punk rock, melalui hardcore, New Wave atau gerakan post-punk. [212] Band rock alternatif penting tahun 1980-an di AS termasuk R.E.M., Hüsker Dü, Jane's Addiction, Sonic Youth, dan the Pixies, [212] dan di Inggris the Cure, New Order, the Jesus and Mary Chain, dan the Smiths. [213] Artis sebagian besar terbatas pada label rekaman independen, membangun adegan musik bawah tanah yang luas berdasarkan radio kampus, [214] fanzine, tur, dan dari mulut ke mulut.

Mereka menolak synth-pop yang dominan pada awal 1980-an, menandai kembalinya ke rock gitar berbasis grup. [215] [216] [217] Beberapa dari band awal ini mencapai kesuksesan arus utama, meskipun pengecualian untuk aturan ini termasuk R.E.M., Smiths, dan Cure. Meskipun penjualan album secara umum kurang spektakuler, band-band rock alternatif asli memberikan pengaruh yang cukup besar pada generasi musisi yang tumbuh dewasa pada 1980-an dan akhirnya berhasil menembus arus utama pada 1990-an.

Gaya rock alternatif di AS selama 1980-an termasuk jangle pop, terkait dengan rekaman awal REM, yang menggabungkan gitar dering pop dan rock pertengahan 1960-an, dan rock kampus, yang digunakan untuk menggambarkan band-band alternatif yang dimulai di sirkuit perguruan tinggi. dan radio kampus, termasuk aksi-aksi seperti 10.000 Maniac dan the Feelies. [212] Di Inggris, rock gothic dominan pada awal 1980-an, tetapi pada akhir dekade, indie atau dream pop [218] seperti Primal Scream, Bogshed, Half Man Half Biscuit dan the Wedding Present, dan apa yang dijuluki band shoegaze seperti My Bloody Valentine , Slowdive, Ride dan Lush masuk.

[219] Yang paling bersemangat adalah adegan Madchester, yang memproduksi band-band seperti Happy Mondays, Inspiral Carpets dan the Stone Roses. [213] [220] Dekade berikutnya akan melihat keberhasilan grunge di AS dan Britpop di Inggris, membawa rock alternatif ke arus utama.

Awal 1990-an–akhir 2000-an [ sunting - sunting sumber ] Grunge [ sunting - sunting sumber ] Nirvana tampil pada tahun 1992 Tidak terpengaruh oleh pop dan rock yang dikomersialkan dan diproduksi secara besar-besaran pada pertengahan 1980-an, band-band di negara bagian Washington (khususnya di wilayah Seattle) membentuk gaya rock baru yang sangat kontras dengan musik arus utama saat itu. [221] Genre yang berkembang kemudian dikenal sebagai "grunge", istilah yang menggambarkan suara musik yang kotor dan penampilan sebagian besar musisi yang tidak terawat, yang secara aktif memberontak terhadap citra artis lain yang terlalu rapi.

[221] Grunge menggabungkan unsur-unsur hardcore punk dan heavy metal menjadi satu suara, dan menggunakan banyak distorsi gitar, fuzz dan feedback. [221] Liriknya biasanya apatis dan penuh kecemasan, dan sering kali menyangkut tema-tema seperti keterasingan sosial dan jebakan, meskipun juga dikenal karena humor gelap dan parodi rock komersialnya. [221] Band seperti Green River, Soundgarden, Melvins dan Skin Yard memelopori genre ini, dengan Mudhoney menjadi yang paling sukses pada akhir dekade ini.

Grunge sebagian besar tetap menjadi fenomena lokal sampai tahun 1991, ketika album Nirvana Nevermind menjadi sukses besar, berisi lagu anthemic " Smells Like Teen Spirit".

[222] Nevermind lebih melodik daripada pendahulunya, dengan menandatangani kontrak dengan Geffen Records, band ini adalah salah satu yang pertama menggunakan mekanisme promosi dan pemasaran perusahaan tradisional seperti video MTV, pajangan di toko, dan penggunaan "konsultan" radio yang mempromosikan pemutaran di major stasiun rock arus utama. Selama tahun 1991 dan 1992, album grunge lainnya seperti Pearl Jam Ten, Soundgarden Badmotorfinger dan Alice in Chains Dirt, bersama dengan album Temple of the Dog yang menampilkan anggota Pearl Jam dan Soundgarden, menjadi salah satu dari 100 album terlaris.

[223] Label rekaman besar menandatangani sebagian besar band grunge yang tersisa di Seattle, sementara gelombang kedua pindah ke kota dengan harapan sukses. [224] Namun, dengan kematian Kurt Cobain dan bubarnya Nirvana berikutnya pada tahun 1994, masalah tur untuk Pearl Jam dan kepergian penyanyi utama Alice in Chains Layne Staley pada tahun 1998, genre mulai menurun, sebagian dibayangi oleh Britpop dan lebih komersial terdengar post-grunge.

[225] Britpop [ sunting - sunting sumber ] Oasis tampil pada tahun 2005 Britpop muncul dari kancah rock alternatif Inggris pada awal 1990-an dan dicirikan oleh band-band yang secara khusus dipengaruhi oleh musik gitar Inggris pada 1960-an dan 1970-an.

[213] The Smiths adalah pengaruh besar, seperti juga band-band dari scene Madchester, yang bubar pada awal 1990-an. [81] Gerakan ini sebagian dilihat sebagai reaksi terhadap berbagai tren musik dan budaya yang berbasis di AS pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, khususnya fenomena grunge dan sebagai penegasan kembali identitas rock Inggris.

[213] Britpop bervariasi dalam gaya, tetapi sering menggunakan nada dan kait yang menarik, di samping lirik dengan perhatian khusus Inggris dan adopsi ikonografi Invasi Inggris 1960-an, termasuk simbol identitas Inggris yang sebelumnya digunakan oleh mod. [226] Ini diluncurkan sekitar tahun 1993 dengan rilis oleh kelompok-kelompok seperti Suede dan Blur, yang segera diikuti oleh orang lain termasuk Oasis, Pulp, Supergrass, dan Elastica, yang menghasilkan serangkaian album dan single yang sukses.

[213] Untuk sementara kontes antara Blur dan Oasis dibangun oleh pers populer menjadi "Pertempuran Britpop", awalnya dimenangkan oleh Blur, tetapi dengan Oasis mencapai kesuksesan jangka panjang dan internasional yang lebih besar, secara langsung mempengaruhi band-band Britpop kemudian, seperti Ocean Color Scene dan Kula Shaker. [227] Grup Britpop membawa rock alternatif Inggris ke arus utama dan membentuk tulang punggung gerakan budaya Inggris yang lebih besar yang dikenal sebagai Cool Britannia.

[228] Meskipun band-bandnya yang lebih populer, khususnya Blur dan Oasis, mampu menyebarkan kesuksesan komersial mereka ke luar negeri, terutama ke Amerika Serikat, gerakan itu sebagian besar runtuh pada akhir dekade. [213] Post-grunge [ sunting - sunting sumber ] Foo Fighters melakukan pertunjukan akustik pada tahun 2007 Istilah post-grunge diciptakan untuk generasi band yang mengikuti kemunculan ke arus utama dan hiatus selanjutnya dari band grunge Seattle.

Band pasca-grunge meniru sikap dan musik mereka, tetapi dengan suara berorientasi komersial yang lebih ramah radio.

[225] Seringkali mereka bekerja melalui label besar dan datang untuk menggabungkan pengaruh beragam dari jangle pop, pop-punk, metal alternatif atau hard rock. [225] Istilah post-grunge awalnya dimaksudkan untuk merendahkan, menunjukkan bahwa mereka hanyalah turunan musik, atau respons sinis terhadap gerakan rock "asli".

[229] Awalnya, band grunge yang muncul saat grunge menjadi mainstream dan dicurigai meniru suara grunge dicap sebagai post-grunge. [229] Dari tahun 1994, band baru mantan drummer Nirvana Dave Grohl, Foo Fighters, membantu mempopulerkan genre dan menentukan parameternya.

[230] Beberapa band pasca-grunge, seperti Candlebox, berasal dari Seattle, tetapi subgenre ditandai dengan perluasan basis geografis grunge, dengan band-band seperti Audioslave Los Angeles, dan Collective Soul Georgia dan di luar AS hingga Silverchair Australia dan Bush Inggris. , yang semuanya mengokohkan post-grunge sebagai salah satu subgenre yang paling layak secara komersial di akhir 1990-an.

[212] [225] Meskipun band pria mendominasi post-grunge, album 1995 artis solo wanita Alanis Morissette Jagged Little Pill, diberi label sebagai post-grunge, juga menjadi hit multi-platinum. [231] Post-grunge bermetamorfosis selama akhir 1990-an sebagai band post-grunge seperti Creed dan Nickelback muncul.

[229] Band-band seperti Creed dan Nickelback membawa post-grunge ke abad ke-21 dengan sukses komersial yang cukup besar, meninggalkan sebagian besar kecemasan dan kemarahan dari gerakan asli untuk lagu kebangsaan yang lebih konvensional, narasi dan lagu-lagu romantis, dan diikuti dalam nada ini oleh tindakan yang lebih baru termasuk Shinedown , Seether, 3 Doors Down dan Puddle of Mudd.

[229] Pop punk [ sunting - sunting sumber ] Green Day tampil pada tahun 2013 Asal-usul pop punk tahun 1990-an dapat dilihat pada band-band yang lebih berorientasi pada lagu dari gerakan punk tahun 1970-an seperti Buzzcocks dan the Clash, band-band new wave yang sukses secara komersial seperti the Jam and the Undertones, dan elemen rock alternatif yang lebih dipengaruhi hardcore.

pada tahun 1980-an. [232] Pop-punk cenderung menggunakan melodi power-pop dan perubahan akord dengan tempo punk yang cepat dan gitar yang keras. [233] Musik punk memberikan inspirasi bagi beberapa band yang berbasis di California pada label independen di awal 1990-an, termasuk Rancid, Pennywise, Weezer dan Green Day. [232] Pada tahun 1994 Green Day pindah ke label besar dan memproduseri album Dookie, yang menemukan penonton baru, sebagian besar remaja, dan membuktikan kesuksesan penjualan berlian yang mengejutkan, yang mengarah ke serangkaian singel hit, termasuk dua singel nomor satu di AS.

[212] Mereka segera diikuti oleh debut eponymous dari Weezer, yang menelurkan tiga single sepuluh besar di AS. [234] Keberhasilan ini membuka pintu bagi penjualan multi-platinum band punk metalik the Offspring dengan Smash (1994). [212] Gelombang pertama pop punk ini mencapai puncak komersialnya dengan Nimrod Green Day (1997) dan Americana Offspring (1998). [235] Gelombang kedua pop punk dipelopori oleh Blink-182, dengan album terobosan mereka Enema of the State (1999), diikuti oleh band-band seperti Good Charlotte, Simple Plan dan Sum 41, yang menggunakan humor dalam video mereka dan memiliki nada yang lebih ramah radio untuk musik mereka, sambil mempertahankan kecepatan, beberapa sikap dan bahkan tampilan punk tahun 1970-an.

[232] Band pop-punk kemudian, termasuk All Time Low, 5 Seconds Of Summer, the All-American Rejects dan Fall Out Boy, memiliki suara yang digambarkan lebih mendekati hardcore 1980-an, sambil tetap mencapai kesuksesan komersial. [232] Indie rock [ sunting - sunting sumber ] Lo-fi rock indie band Pavement Pada 1980-an istilah rock indie dan rock alternatif digunakan secara bergantian. [236] Pada pertengahan 1990-an, ketika elemen gerakan mulai menarik minat arus utama, khususnya grunge dan kemudian Britpop, post-grunge dan pop-punk, istilah alternatif mulai kehilangan maknanya.

[236] Band-band yang mengikuti kontur adegan yang kurang komersial semakin dirujuk oleh label indie. [236] Mereka secara khas berusaha untuk mempertahankan kendali karir mereka dengan merilis album pada label independen mereka sendiri atau kecil, sambil mengandalkan tur, dari mulut ke mulut, dan diputar di stasiun radio independen atau perguruan tinggi untuk promosi.

[236] Dihubungkan oleh etos lebih dari pendekatan musik, gerakan indie rock mencakup berbagai gaya, dari band-band yang dipengaruhi grunge seperti the Cranberries dan Superchunk, melalui band eksperimental do-it-yourself seperti Pavement, hingga punk- penyanyi folk seperti Ani DiFranco. [212] [213] Telah dicatat bahwa rock indie memiliki proporsi artis wanita yang relatif tinggi dibandingkan dengan genre rock sebelumnya, sebuah kecenderungan yang dicontohkan oleh perkembangan musik Riot grrrl yang berwawasan feminis.

[237] Banyak negara telah mengembangkan scene indie lokal yang luas, berkembang dengan band-band dengan popularitas yang cukup untuk bertahan di dalam negara masing-masing, tetapi hampir tidak dikenal di luar mereka. [238] Pada akhir 1990-an, banyak subgenre yang dapat dikenali, sebagian besar berasal dari gerakan alternatif akhir 1980-an, dimasukkan di bawah payung indie. Lo-fi menghindari teknik perekaman yang dipoles untuk D.I.Y.

etos dan dipelopori oleh Beck, Sebadoh dan Pavement. Karya Talk Talk dan Slint membantu menginspirasi kedua post rock, gaya eksperimental yang dipengaruhi oleh jazz dan musik elektronik, dipelopori oleh Bark Psychosis dan diambil oleh tindakan seperti Tortoise, Stereolab, dan Laika, [239] [240] serta mengarah ke lebih padat dan kompleks , rock matematika berbasis gitar, dikembangkan oleh artis-artis seperti Polvo dan Chavez.

[241] Space rock melihat kembali ke akar progresif, dengan aksi drone berat dan minimalis seperti Spacemen 3, dua band yang diciptakan dari perpecahannya, Spectrum dan Spiritualized, dan grup selanjutnya termasuk Flying Saucer Attack, Godspeed You!

Black Emperor dan Quickspace. [242] Sebaliknya, Sadcore menekankan rasa sakit dan penderitaan melalui penggunaan melodi dari instrumentasi akustik dan elektronik dalam musik band-band seperti American Music Club dan Red House Painters, [243] sedangkan kebangkitan pop Barok bereaksi terhadap musik lo-fi dan eksperimental dengan menempatkan penekanan pada melodi.

dan instrumentasi klasik, dengan seniman seperti Arcade Fire, Belle and Sebastian dan Rufus Wainwright. [244] Metal alternatif, rap rock dan nu metal [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Gelombang baru heavy metal Amerika, Metal alternatif, Rap rock, Rap metal, dan Nu metal Metal alternatif muncul dari adegan hardcore rock alternatif di AS pada akhir 1980-an, tetapi memperoleh khalayak yang lebih luas setelah grunge masuk ke arus utama pada awal 1990-an.

[245] Band-band metal alternatif awal mencampur berbagai genre dengan kepekaan hardcore dan heavy metal, dengan band-band seperti Jane's Addiction dan Primus menggunakan rock progresif, Soundgarden dan Corrosion of Conformity menggunakan garage punk, the Jesus Lizard dan Helmet mencampurkan noise rock, Ministry dan Nine Inch Nails dipengaruhi oleh musik industrial, Monster Magnet pindah ke psychedelia, Pantera, Sepultura dan White Zombie menciptakan groove metal, sementara Biohazard, Limp Bizkit dan Faith No More beralih ke hip hop dan rap.

[245] Linkin Park tampil di Festival Sonisphere 2009 di Pori, Finlandia Hip hop mendapat perhatian dari aksi rock di awal 1980-an, termasuk Clash dengan " The Magnificent Seven" (1980) dan Blondie dengan " Rapture" (1980).

[246] [247] Tindakan crossover awal termasuk Run DMC dan Beastie Boys. [248] Rapper Detroit Esham menjadi terkenal karena gaya "acid rap", yang memadukan rap dengan suara yang sering kali berbasis rock dan heavy metal. [249] [250] Rapper yang mengambil sampel lagu rock termasuk Ice-T, the Fat Boys, LL Cool J, Public Enemy dan Whodini. [251] Pencampuran thrash metal dan rap dipelopori oleh Anthrax pada single 1987 mereka yang dipengaruhi komedi " I'm the Man".

[251] Pada tahun 1990, Faith No More masuk ke arus utama dengan single " Epic", sering dianggap sebagai kombinasi pertama yang benar-benar sukses dari heavy metal dengan rap. [252] Ini membuka jalan bagi kesuksesan band-band yang sudah ada seperti 24-7 Spyz dan Living Colour, dan band-band baru termasuk Rage Against the Machine dan Red Hot Chili Peppers, yang semuanya memadukan rock dan hip hop di antara pengaruh lainnya.

[251] [253] Di antara penampil gelombang pertama yang meraih kesuksesan arus utama sebagai rap rock adalah 311, [254] Bloodhound Gang, [255] dan Kid Rock. [256] Suara yang lebih metalik – nu metal – diikuti oleh band-band termasuk Limp Bizkit, Korn dan Slipknot. [251] Kemudian dalam dekade gaya ini, yang berisi campuran grunge, punk, metal, rap dan turntable scratching, melahirkan gelombang band-band sukses seperti Linkin Park, P.O.D.

dan Staind, yang sering diklasifikasikan sebagai rap metal atau nu metal, yang pertama adalah band terlaris dari genre tersebut. [257] Pada tahun 2001, nu metal mencapai puncaknya dengan album seperti Staind Break the Cycle, P.O.D Satellite, Slipknot Iowa dan Linkin Park Hybrid Theory. Band-band baru juga muncul seperti Disturbed, Godsmack dan Papa Roach, yang debut major label Infest menjadi hit platinum. [258] Album kelima Korn yang telah lama ditunggu-tunggu, Untouchables, dan album kedua Papa Roach Lovehatetragedy, tidak terjual sebaik rilisan mereka sebelumnya, sementara band-band nu metal lebih jarang diputar di stasiun radio rock dan MTV mulai berfokus pada pop punk dan emo.

[259] Sejak itu, banyak band telah berubah ke musik hard rock, heavy metal, atau musik elektronik yang lebih konvensional. [259] Post-Britpop [ sunting - sunting sumber ] Travis pada tahun 2007 Sejak sekitar tahun 1997, ketika ketidakpuasan tumbuh dengan konsep Cool Britannia, dan Britpop sebagai gerakan mulai bubar, band-band baru mulai menghindari label Britpop sambil tetap memproduksi musik yang berasal darinya.

[260] [261] Banyak dari band-band ini cenderung mencampur elemen rock tradisional Inggris (atau trad rock Inggris), [262] khususnya The Beatles, Rolling Stones dan Small Faces, [263] dengan pengaruh Amerika, termasuk post-grunge.

[264] [265] Diambil dari seluruh Britania Raya (dengan beberapa band penting muncul dari utara Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara), tema musik mereka cenderung kurang terpusat pada kehidupan Inggris, Inggris dan London dan lebih introspektif daripada sebelumnya. kasus dengan Britpop pada puncaknya. [266] [267] Ini, di samping kemauan yang lebih besar untuk terlibat dengan pers dan penggemar Amerika, mungkin telah membantu beberapa dari mereka dalam mencapai kesuksesan internasional.

[268] Band-band post-Britpop dipandang menampilkan citra bintang rock sebagai orang biasa dan musik mereka yang semakin melodik dikritik karena hambar atau turunan. [269] Band-band post-Britpop seperti Travis dari The Man Who (1999), Stereophonics dari Performance and Cocktails (1999), Feeder dari Echo Park (2001), dan khususnya Coldplay dari album debut mereka Parachutes (2000), mencapai kesuksesan internasional yang jauh lebih luas daripada kebanyakan band lainnya.

dari grup Britpop yang telah mendahului mereka, dan merupakan beberapa tindakan yang paling sukses secara komersial di akhir 1990-an dan awal 2000-an, bisa dibilang menyediakan landasan untuk kebangkitan garage rock atau post-punk revival, yang juga dilihat sebagai reaksi terhadap merek rock introspektif mereka.

[265] [270] [271] [272] Post-hardcore dan emo [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Screamo Post-hardcore berkembang di AS, khususnya di Chicago dan Washington, DC daerah, pada awal hingga pertengahan 1980-an, dengan band-band yang terinspirasi oleh etika do-it-yourself dan musik gitar hardcore punk, tetapi dipengaruhi oleh post-punk, mengadopsi format lagu yang lebih panjang, struktur musik yang lebih kompleks dan terkadang gaya vokal yang lebih melodis.

[273] Emo juga muncul dari adegan hardcore pada 1980-an di Washington, D.C., awalnya sebagai "emocore", digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan band yang menyukai vokal ekspresif daripada gaya menggonggong yang lebih kasar. [274] Adegan emo awal beroperasi sebagai bawah tanah, dengan band-band berumur pendek merilis rekaman vinil kecil-kecilan pada label independen kecil.

[274] Emo masuk ke budaya arus utama di awal 2000-an dengan kesuksesan penjualan platinum dari Jimmy Eat World Bleed American (2001) dan Dashboard Confessional The Places You Have Come to Fear the Most (2003). [275] Emo baru memiliki suara yang jauh lebih utama daripada tahun 1990-an dan daya tarik yang jauh lebih besar di kalangan remaja daripada inkarnasi sebelumnya. Pada saat yang sama, penggunaan istilah emo meluas di luar genre musik, menjadi terkait dengan mode, gaya rambut, dan musik apa pun yang mengekspresikan emosi.

[276] Pada tahun 2003 band pasca-hardcore juga menarik perhatian label besar dan mulai menikmati kesuksesan arus utama di tangga album. [ butuh rujukan] Sejumlah band ini dilihat sebagai cabang emo yang lebih agresif dan sering diberi label screamo yang tidak jelas.

[277] Garage rock/post-punk revival [ sunting - sunting sumber ] The Strokes tampil pada tahun 2006 Pada awal 2000-an, sebuah grup band baru yang memainkan versi gitar rock yang dipreteli dan back-to-basics, muncul ke arus utama.

Mereka dicirikan secara berbeda sebagai bagian dari garage rock, post-punk atau new wave revival. [278] [279] [280] [281] Karena band datang dari seluruh dunia, mengutip pengaruh yang beragam (dari blues tradisional, melalui New Wave hingga grunge), dan mengadopsi gaya berpakaian yang berbeda, kesatuan mereka sebagai genre telah diperdebatkan. [282] Ada upaya untuk menghidupkan kembali garage rock dan elemen punk pada 1980-an dan 1990-an dan pada 2000 adegan telah tumbuh di beberapa negara.

[283] Terobosan komersial dari adegan ini dipimpin oleh empat band: the Strokes, yang muncul dari kancah klub New York dengan album debut mereka Is This It (2001); the White Stripes, dari Detroit, dengan album ketiga mereka White Blood Cells (2001); the Hives dari Swedia setelah album kompilasi mereka, Your New Favorite Band (2001); dan the Vines dari Australia dengan Highly Evolved (2002). [284] Mereka dibaptis oleh media sebagai band "The", dan dijuluki "Penyelamat rock 'n' roll", yang mengarah ke tuduhan hype.

[285] Gelombang kedua band yang mendapat pengakuan internasional karena gerakan tersebut antara lain Black Rebel Motorcycle Club, the Killers, Interpol dan Kings of Leon dari AS, [286] the Libertines, Arctic Monkeys, Bloc Party, Kaiser Chiefs dan Franz Ferdinand dari Inggris, [287] Jet dari Australia, [288] dan the Datsun dan the D4 dari Selandia Baru. [289] Digital electronic rock [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Laptronica, Indietronica, Electroclash, Dance-punk, New rave, dan Synth-pop Pada tahun 2000-an, ketika teknologi komputer menjadi lebih mudah diakses dan perangkat lunak musik semakin maju, menjadi mungkin untuk membuat musik berkualitas tinggi menggunakan sedikit lebih dari satu komputer laptop.

[290] Hal ini menghasilkan peningkatan besar-besaran dalam jumlah musik elektronik produksi rumahan yang tersedia untuk masyarakat umum melalui internet yang berkembang, [291] dan bentuk-bentuk pertunjukan baru seperti laptronica [290] dan live coding.

[292] Teknik-teknik ini juga mulai digunakan oleh band-band yang sudah ada dan dengan mengembangkan genre yang mencampurkan rock dengan teknik dan suara digital, antara lain indie electronic, electroclash, dance-punk dan new rave.

[ butuh rujukan] 2010an–sekarang [ sunting - sunting sumber ] Penurunan arus utama [ sunting - sunting sumber ] Selama tahun 2010, musik rock mengalami penurunan popularitas arus utama dan relevansi budaya dan pada tahun 2017, musik hip hop telah melampauinya sebagai genre musik yang paling banyak dikonsumsi di Amerika Serikat. [293] Kritikus pada paruh kedua dekade ini memperhatikan popularitas genre yang memudar, mengutip popularitas musik dansa elektronik hip hop, [294] [295] kebangkitan streaming dan munculnya teknologi yang telah mengubah pendekatan terhadap penciptaan musik sebagai faktor.

[296] Ken Partridge dari Genius menyarankan bahwa hip-hop menjadi lebih populer karena merupakan genre yang lebih transformatif dan tidak perlu bergantung pada suara masa lalu dan bahwa ada hubungan langsung dengan penurunan musik rock dan perubahan sikap sosial selama tahun 2010-an.

[294] Bill Flanagan, dalam sebuah opini 2016 untuk The New York Times, membandingkan keadaan rock selama periode ini dengan keadaan jazz di awal 1980-an, "memperlambat dan melihat ke belakang." [297] Vice menyarankan bahwa penurunan popularitas ini sebenarnya dapat menguntungkan genre dengan menarik orang luar dengan "sesuatu untuk dibuktikan dan tidak ada untungnya." [298] Terlepas dari penurunan popularitas aliran rock, beberapa band rock terus mencapai kesuksesan mainstream di tahun 2010-an dan 2020-an, termasuk Tool, [299] Fall Out Boy, [295] Greta Van Fleet, [300] Panic!

at the Disco, [301] Twenty One Pilots, [301] Walk the Moon, [301] Portugal. The Man, [301] the Black Keys, [301] Disturbed, [301] dan Avenged Sevenfold. [302] Dampak COVID-19 pada kancah musik rock [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dampak pandemi COVID-19 pada industri musik Pandemi COVID-19 membawa perubahan ekstrem pada kancah musik rock di seluruh dunia. Pembatasan, seperti aturan karantina, menyebabkan pembatalan dan penundaan yang meluas dari konser, tur, festival, perilisan album, upacara penghargaan, dan kompetisi.

[303] [304] [305] [306] [307] Beberapa artis terpaksa memberikan pertunjukan online untuk menjaga karir mereka tetap aktif. [308] Skema lain untuk menghindari pembatasan karantina digunakan di konser musisi rock Denmark Mads Langer: penonton menyaksikan pertunjukan dari dalam mobil mereka, seperti di teater drive-in. [309] Secara musik, pandemi menyebabkan lonjakan rilis baru dari subgenre musik rock yang lebih lambat, kurang energik, dan lebih akustik.

[310] [311] Industri mengumpulkan dana untuk membantu dirinya sendiri melalui upaya seperti Crew Nation, dana bantuan untuk kru musik live yang diselenggarakan oleh Livenation. [312] Kebangkitan pop-punk [ sunting - sunting sumber ] Pada awal tahun 2020-an, artis rekaman baik musik pop maupun rap merilis rekaman pop-punk populer, banyak di antaranya diproduksi atau dibantu oleh drummer Blink-182 Travis Barker. Mewakili kebangkitan komersial untuk genre, tindakan ini termasuk Machine Gun Kelly, Willow Smith, Trippie Redd, Halsey, Yungblud, dan Olivia Rodrigo.

Popularitas platform media sosial TikTok membantu memicu nostalgia gaya musik berbasis kecemasan di kalangan pendengar muda selama pandemi. Di antara yang paling sukses dari rilisan ini adalah album Machine Gun Kelly 2020 Tickets To My Downfall, yang menduduki puncak Billboard 200, dan single hit nomor satu Rodrigo " Good 4 U" (2021). [313] Dampak sosial [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Efek sosial dari musik rock Subgenre rock yang berbeda diadopsi oleh, dan menjadi pusat, identitas sejumlah besar sub-budaya.

Pada 1950-an dan 1960-an, masing-masing, pemuda Inggris mengadopsi subkultur Teddy Boy dan Rocker, yang berkisar seputar rock and roll AS.

[314] Budaya tandingan tahun 1960-an terkait erat dengan psychedelic rock. Subkultur punk pertengahan akhir 1970-an dimulai di AS, tetapi diberi tampilan khusus oleh desainer Inggris Vivienne Westwood, tampilan yang menyebar ke seluruh dunia. [315] Dari kancah punk, subkultur Goth dan Emo tumbuh, keduanya menghadirkan gaya visual yang khas. [316] Festival Woodstock 1969 dipandang sebagai perayaan gaya hidup tandingan. Ketika budaya rock internasional berkembang, itu menggantikan bioskop sebagai sumber utama pengaruh mode.

[317] Paradoksnya, para pengikut musik rock seringkali tidak mempercayai dunia mode, yang dianggap meninggikan citra di atas substansi. [317] Mode rock telah dilihat sebagai menggabungkan unsur-unsur budaya dan periode yang berbeda, serta mengekspresikan pandangan yang berbeda tentang seksualitas dan gender, dan musik rock secara umum telah dicatat dan dikritik karena memfasilitasi kebebasan seksual yang lebih besar.

[317] [318] Rock juga telah dikaitkan dengan berbagai bentuk penggunaan narkoba, termasuk amfetamin yang diambil oleh mod pada awal hingga pertengahan 1960-an, melalui LSD, mescaline, hashish, dan obat-obatan halusinogen lainnya yang terkait dengan rock psikedelik pada pertengahan-akhir 1960-an dan awal 1970-an. ; dan kadang-kadang untuk ganja, kokain dan heroin, yang semuanya dipuja dalam lagu.

[319] [320] Rock telah dikreditkan dengan mengubah sikap ras dengan membuka budaya Afrika-Amerika untuk penonton kulit putih; tetapi pada saat yang sama, rock dituduh mengambil dan mengeksploitasi budaya itu.

[321] [322] Sementara musik rock telah menyerap banyak pengaruh dan memperkenalkan penonton Barat pada tradisi musik yang berbeda, [323] penyebaran global musik rock telah ditafsirkan sebagai bentuk imperialisme budaya.

[324] Musik rock mewarisi tradisi rakyat dari lagu protes, membuat pernyataan politik tentang hal-hal seperti perang, agama, kemiskinan, hak-hak sipil, keadilan dan lingkungan. [325] Aktivisme politik mencapai puncak arus utama dengan " Do They Know It's Christmas?" single (1984) dan konser Live Aid untuk Ethiopia pada tahun 1985, yang, meskipun berhasil meningkatkan kesadaran akan kemiskinan dunia dan dana untuk bantuan, juga telah dikritik (bersama dengan acara serupa), karena menyediakan panggung untuk pengembangan diri dan peningkatan keuntungan bagi bintang rock yang terlibat.

[326] Sejak awal perkembangannya, musik rock telah diasosiasikan dengan pemberontakan melawan norma-norma sosial dan politik, paling jelas pada penolakan awal rock and roll terhadap budaya yang didominasi orang dewasa, penolakan kontra budaya terhadap konsumerisme dan konformitas, dan penolakan punk terhadap semua bentuk konvensi sosial, [327] namun, itu juga dapat dilihat sebagai sarana eksploitasi komersial dari ide-ide semacam itu dan untuk mengalihkan kaum muda dari aksi politik.

[328] [329] Peran wanita [ sunting - sunting sumber ] Suzi Quatro adalah seorang penyanyi, bassis dan pemimpin band. Ketika dia memulai karirnya pada tahun 1973, dia adalah salah satu dari sedikit instrumentalis dan pemimpin band wanita terkemuka.

Instrumentalis wanita profesional jarang dalam genre rock seperti heavy metal meskipun band-band seperti Within Temptation telah menampilkan wanita sebagai penyanyi utama dengan pria memainkan instrumen.

Menurut Schaap dan Berkers, "bermain dalam sebuah band sebagian besar merupakan aktivitas homososial laki-laki, yaitu, belajar bermain dalam sebuah band sebagian besar merupakan pengalaman berbasis teman sebaya, yang dibentuk oleh jaringan pertemanan yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin.

[330] Mereka mencatat bahwa musik rock "sering didefinisikan sebagai bentuk pemberontakan laki-laki vis-à-vis budaya kamar tidur perempuan." [331] (Teori "budaya kamar tidur" berpendapat bahwa masyarakat mempengaruhi anak perempuan untuk tidak terlibat dalam kejahatan dan penyimpangan dengan menjebak mereka di kamar tidur mereka; itu dikembangkan oleh sosiolog bernama Angela McRobbie.) Dalam musik populer, ada "pembedaan gender antara partisipasi publik (pria) dan privat (wanita)" dalam musik.

[331] "Beberapa sarjana berpendapat bahwa pria mengecualikan wanita dari band atau dari latihan band, rekaman, pertunjukan, dan aktivitas sosial lainnya". [332] "Perempuan umumnya dianggap sebagai konsumen pasif dan pribadi dari musik pop yang diduga apik dan dibuat-buat – oleh karena itu, – musik pop yang lebih rendah ..., mengecualikan mereka dari berpartisipasi sebagai musik rock berstatus tinggi ician". [332] Salah satu alasan mengapa jarang ada kelompok gender campuran adalah karena "band beroperasi sebagai unit yang erat di mana solidaritas homososial – ikatan sosial antara orang-orang dari jenis kelamin yang sama ...

– memainkan peran penting". [332] Dalam kancah musik rock tahun 1960-an, "menyanyi terkadang merupakan hobi yang dapat diterima bagi seorang gadis, tetapi memainkan alat musik ... tidak pernah dilakukan". [333] "Pemberontakan musik rock sebagian besar merupakan pemberontakan laki-laki; para wanita – sering kali, pada 1950-an dan 60-an, gadis-gadis remaja – dalam musik rock biasanya menyanyikan lagu-lagu sebagai pribadiæ sangat bergantung pada pacar macho mereka ...".

Philip Auslander mengatakan bahwa "Meskipun ada banyak wanita di rock pada akhir 1960-an, sebagian besar hanya tampil sebagai penyanyi, posisi tradisional feminin dalam musik populer". Meskipun beberapa wanita memainkan instrumen di band-band garage rock Amerika yang semuanya perempuan, tidak satu pun dari band-band ini mencapai lebih dari kesuksesan regional. Jadi mereka "tidak menyediakan template yang layak untuk partisipasi berkelanjutan perempuan dalam rock".

[334] Sehubungan dengan komposisi gender band heavy metal, telah dikatakan bahwa "penampil [h]eavy metal hampir secara eksklusif laki-laki" [335] "...setidaknya sampai pertengahan 1980-an" [336] selain "...pengecualian seperti Girlschool ". [335] Namun, "...sekarang [di tahun 2010-an] mungkin lebih dari sebelumnya–wanita metal yang kuat telah menempatkan adipati mereka dan berhasil melakukannya" [337], "mengukir tempat yang cukup besar untuk diri [mereka]." [338] Ketika Suzi Quatro muncul pada tahun 1973, "tidak ada musisi wanita terkemuka lainnya yang bekerja di musik rock secara bersamaan sebagai penyanyi, instrumentalis, penulis lagu, dan pemimpin band".

[334] Menurut Auslander, dia "menendang pintu laki-laki di rock and roll dan membuktikan bahwa seorang musisi wanita ... dan ini adalah poin yang saya sangat khawatir tentang ...

bisa bermain juga jika tidak lebih baik daripada anak laki-laki". [334] All-female band adalah grup musik dalam genre seperti rock and blues yang secara eksklusif terdiri dari musisi wanita.

Ini berbeda dengan girl grup, di mana anggota perempuannya hanya vokalis, meskipun terminologi ini tidak diikuti secara universal. [339] Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Daftar genre rock • Daftar artis rock mainstream • ^ Istilah "pop-rock" dan "power pop" telah digunakan untuk menggambarkan musik yang lebih sukses secara komersial yang menggunakan unsur-unsur dari, atau bentuk, musik rock.

[53] Pop-rock has been defined as an "upbeat variety of rock music represented by artists such as Elton John, Paul McCartney, the Everly Brothers, Rod Stewart, Chicago, and Peter Frampton." [54] The term power pop was coined by Pete Townshend of the Who in 1966, but not much used until it was applied to bands like Badfinger in the 1970s, who proved some of the most commercially successful of the period.

[55] • ^ Setelah mereda pada akhir 1950-an, doo wop menikmati kebangkitan pada periode yang sama, dengan hits untuk tindakan seperti the Marcels, the Capris, Maurice Williams and the Zodiacs, dan Shep dan Limelight. [41] The rise of girl groups like the Chantels, the Shirelles and the Crystals placed an emphasis on harmonies and polished production that was in contrast to earlier rock and roll. [59] Some of the most significant girl group hits were products of the Brill Building Sound, named after the block in New York where many songwriters were based, which included the number 1 hit for the Shirelles " Will You Love Me Tomorrow" in 1960, penned by the partnership of Gerry Goffin and Carole King.

[60] • ^ Semua elemen ini, termasuk harmoni yang erat dari doo wop dan girl group, penulisan lagu yang dibuat dengan cermat dari Brill Building Sound dan nilai produksi soul yang dipoles, telah dilihat sebagai pengaruh suara Merseybeat, terutama karya awal the Beatles, dan melaluinya membentuk musik rock selanjutnya. [66] • ^ Hanya Beach Boys yang mampu mempertahankan karir kreatif hingga pertengahan 1960-an, menghasilkan serangkaian single dan album hit, termasuk Pet Sounds yang sangat dihormati pada tahun 1966, yang membuat mereka, bisa dibilang, satu-satunya artis rock atau pop Amerika yang bisa menyaingi The Beatles.

[71] • ^ Di Detroit, warisan garage rock tetap hidup hingga awal 1970-an, dengan band-band seperti MC5 dan the Stooges, yang menggunakan pendekatan yang jauh lebih agresif terhadap bentuk. Band-band ini mulai diberi label punk rock dan sekarang sering terlihat sebagai proto-punk atau proto- hard rock. [94] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Azerrad, Michael (April 16, 1992). "Grunge City: The Seattle Scene". Rolling Stone. Penske Business Media .

Diakses tanggal November 2, 2018. • ^ a b W. E. Studwell and D. F. Lonergan, The Classic Rock and Roll Reader: Rock Music from its Beginnings to the mid-1970s (Abingdon: Routledge, 1999), ISBN 0-7890-0151-9 p.xi • ^ Wyman, Bill (20 December 2016). "Chuck Berry Invented the Idea of Rock and Roll". Vulture.com. New York Media, LLC. • ^ J.M. Curtis, Rock Eras: Interpretations of Music and Society, 1954–1984 (Madison, WI: Popular Press, 1987), ISBN 0-87972-369-6, pp.

68–73. • ^ a b Campbell, Michael; Brody, James (2007). Rock and Roll: An Introduction (edisi ke-2nd). Belmont, CA: Thomson Schirmer.

hlm. 80–81. ISBN 978-0-534-64295-2. • ^ Templat:Source in source • ^ Templat:Source in source • ^ P. Théberge, Any Sound you can Imagine: Making Music/Consuming Technology (Middletown, CT, Wesleyan University Press, 1997), ISBN 0-8195-6309-9, pp. 69–70. • ^ Templat:Source in source • ^ a b c C.

Ammer, The Facts on File Dictionary of Music (New York: Infobase, 4th edn., 2004), ISBN 0-8160-5266-2, pp. 251–52. • ^ Campbell & Brody 2007, hlm. 117 • ^ J. Covach, "From craft to art: formal structure in the music of the Beatles", in K. Womack and Todd F. Davis, eds, Reading the Beatles: Cultural Studies, Literary Criticism, and the Fab Four (New York: SUNY Press, 2006), ISBN 0-7914-6715-5, p. 40. • ^ T. Gracyk, Rhythm and Noise: an Aesthetics of Rock, (London: I.B.

Tauris, 1996), ISBN 1-86064-090-7, p. xi. • ^ P. Wicke, Rock Music: Culture, Aesthetics and Sociology (Cambridge: Cambridge University Press, 1990), ISBN 0-521-39914-9, p. x. • ^ Christgau, Robert (1981). "Genesis: Selling England by the Pound". Christgau's Record Guide: Rock Albums of the Seventies.

Ticknor & Fields. ISBN 0-89919-025-1 . Diakses tanggal October 16, 2021 – via robertchristgau.com. • ^ a b c Christgau, Robert (1981). "The Decade".

Christgau's Record Guide: Rock Albums of the Seventies. Ticknor & Fields. ISBN 0-89919-025-1 . Diakses tanggal April 6, 2019 – via robertchristgau.com. • ^ Farber, Barry A. (2007). Rock 'n' roll Wisdom: What Psychologically Astute Lyrics Teach About Life and Love. Westport, CT: Praeger. hlm. xxvi–xxviii. ISBN 978-0-275-99164-7. • ^ Christgau, Robert; et al.

(2000). McKeen, William, ed. Rock & Roll Is Here to Stay: An Anthology . W.W. Norton & Company. hlm. 564–65, 567. ISBN 0-393-04700-8. • ^ McDonald, Chris (2009). Rush, Rock Music and the Middle Class: Dreaming in Middletown. Bloomington, IN: Indiana University Press. hlm. 108–09. ISBN 978-0-253-35408-2. • ^ S. Waksman, Instruments of Desire: the Electric Guitar and the Shaping of Musical Experience (Cambridge, MA: Harvard University Press, 2001), ISBN 0-674-00547-3, p. 176. • ^ Frith, Simon (2007).

Taking Popular Music Seriously: Selected Essays. Aldershot, England: Ashgate Publishing. hlm. 43–44. ISBN 978-0-7546-2679-4. • ^ Christgau, Robert (11 June 1972). "Tuning Out, Tuning In, Turning On". Newsday . Diakses tanggal 17 March 2017. • ^ a b c d T. Warner, Pop Music: Technology and Creativity: Trevor Horn and the Digital Revolution (Aldershot: Ashgate, 2003), ISBN 0-7546-3132-X, pp. 3–4. • ^ R. Beebe, D. Fulbrook and B. Saunders, "Introduction" in R.

Beebe, D. Fulbrook, B. Saunders, eds, Rock Over the Edge: Transformations in Popular Music Culture (Durham, NC: Duke University Press, 2002), ISBN 0-8223-2900-X, p. 7. • ^ Christgau, Robert (1990). "Introduction: Canons and Listening Lists". Christgau's Record Guide: The '80s. Pantheon Books. ISBN 0-679-73015-X . Diakses tanggal 6 April 2019. • ^ R. Unterberger, "Birth of Rock & Roll", in V. Bogdanov, C. Woodstra and S. T. Erlewine, eds, All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2002), ISBN 0-87930-653-X, pp.

1303-4. • ^ T. E. Scheurer, American Popular Music: The Age of Rock (Madison, WI: Popular Press, 1989), ISBN 0-87972-468-4, p. 170. • ^ Will the creator of modern music please stand up? Alexis Petridis The Guardian 4/16/2004 • ^ Robert Palmer, "Church of the Sonic Guitar", pp.

13-38 in Anthony DeCurtis, Present Tense, Duke University Press, 1992, p. 19. ISBN 0-8223-1265-4. • ^ Bill Dahl, "Jimmy Preston", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-04-27 , diakses tanggal 2013-04-06 .

• ^ a b M. Campbell, ed., Popular Music in America: and the Beat Goes on (Boston, MA: Cengage Learning, 3rd edn., 2008), ISBN 0-495-50530-7, pp. 157–8. • ^ Gilliland 1969, show 55, track 2. • ^ P. Browne, The Guide to United States Popular Culture (Madison, WI: Popular Press, 2001), ISBN 0-87972-821-3, p. 358. • ^ N. McCormick (24 June 2004), "The day Elvis changed the world", The Telegraph, diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-02-11 , diakses tanggal 2013-04-16 • ^ R.

S. Denisoff, W. L. Schurk, Tarnished Gold: the Record Industry Revisited (New Brunswick, NJ: Transaction, 3rd edn., 1986), ISBN 0-88738-618-0, p. 13. • ^ "Rockabilly", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 11 February 2011 . • ^ Lucero, Mario J. "The problem with how the music streaming industry handles data". Quartz . Diakses tanggal February 14, 2020. • ^ a b R. Shuker, Popular Music: the Key Concepts (Abingdon: Routledge, 2nd edn., 2005), ISBN 0-415-34770-X, p.

35. • ^ Gilliland 1969, show 5, track 3. • ^ Gilliland 1969, show 13. • ^ a b R. Unterberger, "Doo Wop", in V. Bogdanov, C. Woodstra and S. T. Erlewine, eds, All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2002), ISBN 0-87930-653-X, pp. 1306-7.

Kesalahan pengutipan: Tanda tidak sah; nama "Bogdanov2002DooWop" didefinisikan berulang dengan isi berbeda • ^ J. M. Curtis, Rock Eras: Interpretations of Music and Society, 1954–1984 (Madison, WI: Popular Press, 1987), ISBN 0-87972-369-6, p. 73. • ^ Aswell, Tom (2010). Louisiana Rocks! The True Genesis of Rock & Roll.

Gretna, Louisiana: Pelican Publishing Company. hlm. 61–5. ISBN 1589806778. • ^ a b Robert Palmer, "Church of the Sonic Guitar", pp. 13-38 in Anthony DeCurtis, Present Tense, Duke University Press, 1992, pp. 24-27. ISBN 0-8223-1265-4. • ^ Collis, John (2002).

Chuck Berry: The Biography. Aurum. hlm. 38. • ^ Hicks, Michael (2000). Sixties Rock: Garage, Psychedelic, and Other Satisfactions. University of Illinois Press. hlm. 17. ISBN 0-252-06915-3. • ^ R. F. Schwartz, How Britain Got the Blues: the Transmission and Reception of American Blues Style in the United Kingdom (Aldershot: Ashgate, 2007), ISBN 0-7546-5580-6, p. 22. • ^ J. Roberts, The Beatles (Mineappolis, MN: Lerner Publications, 2001), ISBN 0-8225-4998-0, p.

13. • ^ Campbell 2008, hlm. 99 • ^ a b S. Frith, "Pop music" in S. Frith, W. Stray and J. Street, eds, The Cambridge Companion to Pop and Rock (Cambridge: Cambridge University Press, 2001), ISBN 0-521-55660-0, pp. 93–108. • ^ a b "Early Pop/Rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 17 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ R. Shuker, Understanding Popular Music (Abingdon: Routledge, 2nd edn., 2001), ISBN 0-415-23509-X, pp.

8–10. • ^ R. Shuker, Popular Music: the Key Concepts (Abingdon: Routledge, 2nd edn., 2005), ISBN 0-415-34770-X, p. 207. • ^ L. Starr and C. Waterman, American Popular Music (Oxford: Oxford University Press, 2nd edn, 2007), ISBN 0-19-530053-X, archived from the original on 17 February 2011. • ^ Borack, John M. (2007). Shake Some Action: The Ultimate Power Pop Guide. Not Lame Recording Company. hlm. 18. ISBN 978-0-9797714-0-8. • ^ Gilliland 1969, shows 20–21. • ^ B. Bradby, "Do-talk, don't-talk: the division of the subject in girl-group music" in S.

Frith and A. Goodwin, eds, On Record: Rock, Pop, and the Written Word (Abingdon: Routledge, 1990), ISBN 0-415-05306-4, p. 341. • ^ a b c K. Keightley, "Reconsidering rock" in S. Frith, W. Straw and J. Street, eds, The Cambridge Companion to Pop and Rock (Cambridge: Cambridge University Press, 2001), ISBN 0-521-55660-0, p. 116. • ^ R. Dale, Education and the State: Politics, Patriarchy and Practice (London: Taylor & Francis, 1981), ISBN 0-905273-17-6, p.

106. • ^ R. Unterberger, "Brill Building Sound", in Bogdanov et.al., 2002, pp. 1311–12. • ^ D. Hatch and S. Millward, From Blues to Rock: an Analytical History of Pop Music (Manchester: Manchester University Press, 1987), ISBN 0-7190-1489-1, p. 78. • ^ A. J. Millard, The Electric Guitar: a History of an American Icon (Baltimore, MD: JHU Press, 2004), ISBN 0-8018-7862-4, p.

150. • ^ a b B. Eder, "British Blues", in V. Bogdanov, C. Woodstra, S. T. Erlewine, eds, All Music Guide to the Blues: The Definitive Guide to the Blues (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2003), ISBN 0-87930-736-6, p. 700. • ^ Gilliland 1969, show 55, track 3; shows 15–17. • ^ a b R. Unterberger, "Soul", in V. Bogdanov, C.

Woodstra and S. T. Erlewine, eds, All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2002), ISBN 0-87930-653-X, pp. 1323-5. • ^ R.

Unterberger, "Merseybeat", in Bogdanov et.al., 2002, pp. 1319–20. • ^ a b J. Blair, The Illustrated Discography of Surf Music, 1961–1965 (Ypsilanti, MI: Pierian Press, 2nd edn., 1985), ISBN 0-87650-174-9, p. 2. • ^ J. Blair, The Illustrated Discography of Surf Music, 1961–1965 (Ypsilanti, MI: Pierian Press, 2nd edn., 1985), ISBN 0-87650-174-9, p.

75. • ^ a b c d e R. Unterberger, "Surf Music", in V. Bogdanov, C. Woodstra and S. T. Erlewine, eds, All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2002), ISBN 0-87930-653-X, pp.

1313-14. • ^ J. Blair, The Illustrated Discography of Surf Music, 1961–1965 (Ypsilanti, MI: Pierian Press, 2nd edn., 1985), ISBN 0-87650-174-9, p. 126. • ^ a b c d W. Ruhlman, et.

al., "Beach Boys", in V. Bogdanov, C. Woodstra and S. T. Erlewine, eds, All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2002), ISBN 0-87930-653-X, pp. 71–5. • ^ R. Stakes, "Those boys: the rise of Mersey beat", in S. Wade, ed., Gladsongs and Gatherings: Poetry and its Social Context in Liverpool Since the 1960s (Liverpool: Liverpool University Press, 2001), ISBN 0-85323-727-1, pp. 157–66. • ^ I. Chambers, Urban Rhythms: Pop Music and Popular Culture (Basingstoke: Macmillan, 1985), ISBN 0-333-34011-6, p.

75. • ^ J. R. Covach and G. MacDonald Boone, Understanding Rock: Essays in Musical Analysis (Oxford: Oxford University Press, 1997), ISBN 0-19-510005-0, p. 60. • ^ a b R. Unterberger, "British Invasion", in V. Bogdanov, C. Woodstra and S. T. Erlewine, eds, All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2002), ISBN 0-87930-653-X, pp.

1316-17. • ^ R. Unterberger, "British R&B", in V. Bogdanov, C. Woodstra and S. T. Erlewine, eds, All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2002), ISBN 0-87930-653-X, pp. 1315-6. • ^ a b I. A. Robbins, "British Invasion", Encyclopædia Britannica, diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-02-17 , diakses tanggal 2013-04-16 • ^ H.

Bill, The Book Of Beatle Lists (Poole, Dorset: Javelin, 1985), ISBN 0-7137-1521-9, p. 66. • ^ T. Leopold (5 February 2004), "When the Beatles hit America CNN February 10, 2004", CNN.com, diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-02-11 , diakses tanggal 2013-04-16 • ^ "British Invasion", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 11 February 2011 . • ^ a b "Britpop", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ K. Keightley, "Reconsidering rock" in, S. Frith, W. Straw and J. Street, eds, The Cambridge Companion to Pop and Rock (Cambridge: Cambridge University Press, 2001), ISBN 0-521-55660-0, p. 117. • ^ F. W. Hoffmann, "British Invasion" in F. W. Hoffmann and H. Ferstler, eds, Encyclopedia of Recorded Sound, Volume 1 (New York, NY: CRC Press, 2nd edn., 2004), ISBN 0-415-93835-X, p. 132. • ^ Simonelli, David (2013). Working Class Heroes: Rock Music and British Society in the 1960s and 1970s. Lanham, MD: Lexington Books.

hlm. 96–97. ISBN 978-0-7391-7051-9. • ^ a b R. Shuker, Popular Music: the Key Concepts (Abingdon: Routledge, 2nd edn., 2005), ISBN 0-415-34770-X, p. 140. • ^ E.J. Abbey, Garage Rock and its Roots: Musical Rebels and the Drive for Individuality (Jefferson, NC: McFarland, 2006), ISBN 0-7864-2564-4, pp.

74–76. • ^ a b c d e f R. Unterberger, "Garage Rock", in Bogdanov et al., 2002, pp. 1320–21. • ^ N. Campbell, American Youth Cultures (Edinburgh: Edinburgh University Press, 2nd edn., 2004), ISBN 0-7486-1933-X, p.

213. • ^ Otfinoski, Steven. "The Golden Age of Rock Instrumentals". Billboard Books, (1997), p. 36, ISBN 0-8230-7639-3 • ^ W.E. Studwell and D.F. Lonergan, The Classic Rock and Roll Reader: Rock Music from its Beginnings to the mid-1970s (Abingdon: Routledge, 1999), ISBN 0-7890-0151-9, p. 213. • ^ J. Austen, TV-a-Go-Go: Rock on TV from American Bandstand to American Idol (Chicago IL: Chicago Review Press, 2005), ISBN 1-55652-572-9, p.

19. • ^ Waksman, Steve (2009). This Ain't the Summer of Love: Conflict and Crossover in Heavy Metal and Punk. Berkeley CA: University of California Press. hlm. 116. ISBN 978-0-520-25310-0. • ^ F.W. Hoffmann "Garage Rock/Punk", in F.W. Hoffman and H. Ferstler, Encyclopedia of Recorded Sound, Volume 1 (New York: CRC Press, 2nd edn., 2004), ISBN 0-415-93835-X, p.

873. • ^ Thompson, Graham (2007). American Culture in the 1980s. Edinburgh, UK: Edinburgh University Press. hlm. 134. ISBN 978-0-7486-1910-8. • ^ H.S. Macpherson, Britain and the Americas: Culture, Politics, and History (Oxford: ABC-CLIO, 2005), ISBN 1-85109-431-8, p. 626. • ^ V. Coelho, The Cambridge Companion to the Guitar (Cambridge: Cambridge University Press, 2003), ISBN 0-521-00040-8, p. 104. • ^ a b c d e R. Uterberger, "Blues Rock", in V.

Bogdanov, C. Woodstra, S.T. Erlewine, eds, All Music Guide to the Blues: The Definitive Guide to the Blues (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2003), ISBN 0-87930-736-6, pp. 701–02. • ^ T. Rawlings, A. Neill, C. Charlesworth and C.

White, Then, Now and Rare British Beat 1960–1969 (London: Omnibus Press, 2002), ISBN 0-7119-9094-8, p. 130. • ^ P. Prown, H.P. Newquist and J.F. Eiche, Legends of Rock Guitar: the Essential Reference of Rock's Greatest Guitarists (Milwaukee, WI: Hal Leonard Corporation, 1997), ISBN 0-7935-4042-9, p. 25. • ^ a b c d e R. Unterberger, "Southern Rock", in Bogdanov et al., 2002, pp.

1332–33. • ^ a b c "Blues-rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ P. Prown, H.P. Newquist and J.F. Eiche, Legends of Rock Guitar: the Essential Reference of Rock's Greatest Guitarists (Milwaukee, WI: Hal Leonard Corporation, 1997), ISBN 0-7935-4042-9, p.

113. • ^ a b G. Mitchell, The North American Folk Music Revival: Nation and Identity in the United States and Canada, 1945–1980 (Aldershot: Ashgate, 2007), ISBN 0-7546-5756-6, p. 95. • ^ G. Mitchell, The North American Folk Music Revival: Nation and Identity in the United States and Canada, 1945–1980 (Aldershot: Ashgate, 2007), ISBN 0-7546-5756-6, p.

72. • ^ J. E. Perone, Music of the Counterculture Era American History Through Music (Westwood, CT: Greenwood, 2004), ISBN 0-313-32689-4, p. 37. • ^ a b c d e f R. Unterberger, "Folk Rock", in V.

Bogdanov, C. Woodstra and S. T. Erlewine, eds, All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2002), ISBN 0-87930-653-X, pp. 1308-9. • ^ J. E. Perone, Mods, Rockers, and the Music of the British Invasion (Oxford: ABC-CLIO, 2009), ISBN 0-275-99860-6, p.

128. • ^ R. Unterberger, "The Beatles: I'm a Loser", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2011 . • ^ Unterberger, Richie (December 31, 2018). "2018". Folkrocks . Diakses tanggal June 3, 2021. • ^ M. Brocken, The British Folk Revival 1944–2002 (Ashgate, Aldershot, 2003), ISBN 0-7546-3282-2, p.

97. • ^ C. Larkin, The Guinness Encyclopedia of Popular Music (London: Guinness, 1992), ISBN 1-882267-04-4, p. 869. • ^ G. W. Haslam, A. H. Russell and R. Chon, Workin' Man Blues: Country Music in California (Berkeley CA: Heyday Books, 2005), ISBN 0-520-21800-0, p. 201. • ^ K. Keightley, "Reconsidering rock" in, S. Frith, W. Straw and J. Street, eds, The Cambridge Companion to Pop and Rock (Cambridge: Cambridge University Press, 2001), ISBN 0-521-55660-0, p.

121. • ^ a b M. Hicks, Sixties Rock: Garage, Psychedelic, and Other Satisfactions (Chicago, IL: University of Illinois Press, 2000), ISBN 0-252-06915-3, pp. 59–60. • ^ a b c d e f R. Unterberger, "Psychedelic Rock", in Bogdanov et al., 2002, pp. 1322–23. • ^ Gilliland 1969, shows 41–42.

• ^ J.E. Perone, Music of the Counterculture Era American History Through Music (Westwood, CT: Greenwood, 2004), ISBN 0-313-32689-4, p. 24. • ^ DeRogatis, Jim; Kot, Greg (2010). The Beatles vs. The Rolling Stones: Sound Opinions on the Great Rock 'n' Roll Rivalry. Voyageur Press. hlm. 70, 75. ISBN 978-1610605137. • ^ Whitburn, Joel (2003). Joel Whitburn's Top Pop Singles 1955-2002. Record Research. hlm. xxiii. ISBN 9780898201550. • ^ Pareles, Jon (January 5, 1997). "All That Music, and Nothing to Listen To".

The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal December 27, 2017 . Diakses tanggal March 10, 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d e f g R.

Unterberger, "Progressive Rock", in Bogdanov et al., 2002, pp. 1330–31. • ^ J.S. Harrington, Sonic Cool: the Life & Death of Rock 'n' Roll (Milwaukee, WI: Hal Leonard Corporation, 2003), ISBN 0-634-02861-8, p. 191. • ^ E. Macan, Rocking the Classics: English Progressive Rock and the Counterculture (Oxford: Oxford University Press, 1997), ISBN 0-19-509887-0, pp. 34–35. • ^ E.

Macan, Rocking the Classics: English Progressive Rock and the Counterculture (Oxford: Oxford University Press, 1997), ISBN 0-19-509887-0, p. 64. • ^ "Prog rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ E. Macan, Rocking the Classics: English Progressive Rock and the Counterculture (Oxford: Oxford University Press, 1997), ISBN 0-19-509887-0, p.

129. • ^ R. Reising, Speak to Me: The Legacy of Pink Floyd's The Dark Side of the Moon (Aldershot: Ashgate, 2005), ISBN 0-7546-4019-1. • ^ M. Brocken, The British Folk Revival, 1944–2002 (Aldershot: Ashgate, 2003), ISBN 0-7546-3282-2, p. 96. • ^ B. Eder, "Renaissance", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ K. Holm-Hudson, Progressive Rock Reconsidered (London: Taylor & Francis, 2002), ISBN 0-8153-3715-9, p.

9. • ^ N.E. Tawa, Supremely American: Popular Song in the 20th Century: Styles and Singers and What They Said About America (Lanham, MA: Scarecrow Press, 2005), ISBN 0-8108-5295-0, pp. 249–50. • ^ P. Bussy, Kraftwerk: Man, Machine and Music (London: SAF, 3rd end., 2004), ISBN 0-946719-70-5, pp.

15–17. • ^ K. Holm-Hudson, Progressive Rock Reconsidered (London: Taylor & Francis, 2002), ISBN 0-8153-3715-9, p.

92. • ^ Knight, Brian L., "Rock in the Name of Progress (Part VI -"Thelonius Punk")", The Vermont Review, diarsipkan dari versi asli tanggal 17 July 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Thompson, Graham (2007). American Culture in the 1980s. Edinburgh, Britania Raya: Edinburgh University Press. hlm. 134. ISBN 978-0-7486-1910-8.

Periksa nilai: invalid character -isbn= ( bantuan). Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ T.

Udo, "Did Punk kill prog?", Classic Rock Magazine, vol. 97, September 2006. • ^ a b c "Jazz-Rock Music Genre Overview", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 16 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b R.

Unterberger, "Jazz Rock", in Bogdanov et al., 2002, pp. 1328–30. • ^ I. Carr, D. Fairweather and B. Priestley, The Rough Guide to Jazz (London: Rough Guides, 3rd edn., 2004), ISBN 1-84353-256-5, p. iii. • ^ Auslander, Philip (2008). Liveness: Performance in a Mediatized Culture (edisi ke-2nd). Abingdon, England: Routledge.

hlm. 83. ISBN 978-0-415-77353-9. • ^ a b K. Wolff and O. Duane, Country Music: The Rough Guide (London: Rough Guides, 2000), ISBN 1-85828-534-8, p. 392. • ^ R. Unterberger, "The Band", and S.T.

Erlewine, "Creedence Clearwater Revival", in Bogdanov et al., 2002, pp. 61–62, 265–66. • ^ Hoskyns, Barney (2007). Hotel California: The True-Life Adventures of Crosby, Stills, Nash, Young, Mitchell, Taylor, Browne, Ronstadt, Geffen, the Eagles, and Their Many Friends.

Hoboken, NJ: John Wiley & Sons. hlm. 87–90. ISBN 978-0-470-12777-3. • ^ Christgau, Robert (June 18, 1970). "Consumer Guide (11)". The Village Voice . Diakses tanggal February 18, 2020 – via robertchristgau.com.

• ^ a b c d e f g R. Unterberger, "Country Rock", in Bogdanov et al., 2002, p. 1327. • ^ B. Hinton, "The Nitty Gritty Dirt Band", in P. Buckley, ed., Rock: The Rough Guide (London: Rough Guides, 1st edn., 1996), ISBN 1-85828-201-2, pp. 612–13. • ^ N.E. Tawa, Supremely American: Popular Song in the 20th Century: Styles and Singers and What They Said About America (Lanham, MA: Scarecrow Press, 2005), ISBN 0-8108-5295-0, p. 227–28. • ^ a b R. Shuker, Popular Music: the Key Concepts (Abingdon: Routledge, 2nd edn., 2005), ISBN 0-415-34770-X, pp.

124–25. • ^ P. Auslander, Performing Glam Rock: Gender and Theatricality in Popular Music (Ann Arbor, MI: University of Michigan Press, 2006), ISBN 0-7546-4057-4, pp. 57, 63, 87 and 141. • ^ "Glam rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ P. Auslander, Performing Glam Rock: Gender and Theatricality in Popular Music (Ann Arbor, MI: University of Michigan Press, 2006), ISBN 0-472-06868-7, p.

34. • ^ Mark Paytress, Bolan – The Rise And Fall of a 20th Century Superstar ( Omnibus Press 2002) ISBN 0-7119-9293-2, pp. 180–181. • ^ a b c d P. Auslander, "Watch that man David Bowie: Hammersmith Odeon, London, July 3, 1973" in I. Inglis, ed., Performance and Popular Music: History, Place and Time (Aldershot: Ashgate, 2006), ISBN 0-7546-4057-4, p.

72. • ^ a b P. Auslander, "Watch that man David Bowie: Hammersmith Odeon, London, July 3, 1973" in Ian Inglis, ed., Performance and Popular Music: History, Place and Time (Aldershot: Ashgate, 2006), ISBN 0-7546-4057-4, p.

80. • ^ D. Thompson, "Glitter Band" and S. Huey, "Gary Glitter", in Bogdanov et al., 2002, p. 466. • ^ R. Huq, Beyond Subculture: Pop, Youth and Identity in a Postcolonial World (Abingdon: Routledge, 2006), ISBN 0-415-27815-5, p.

161. • ^ P. Auslander, Performing Glam Rock: Gender and Theatricality in Popular Music (Ann Arbor, MI: University of Michigan Press, 2006), ISBN 0-7546-4057-4, p. {/INSERTKEYS}

alat utama untuk mengukir adalah

227. • ^ "Billboard". 1970-06-27. Diakses tanggal 2015-08-24. • ^ referred to as career suicide, as recalled in a 2013 interview by drummer and album co-producer Michael Shrieve • ^ Gleason, Ralph J. (8 December 1976). "Santana: Caravanserai : Music Reviews : Rolling Stone". Rolling Stone. Diakses tanggal 14 April 2012. • ^ Alat utama untuk mengukir adalah Herencia Del Norte (dalam bahasa Spanyol). Gran Via. 1998. Diakses tanggal February 14, 2020. • ^ Koskoff, E. (2017).

The Garland Encyclopedia of World Music: The United States and Canada. Garland Encyclopedia of World Music. Taylor & Francis. hlm. 1253. ISBN 978-1-351-54414-6. Diakses tanggal February 14, 2020. • ^ Hurricane, Al Jr. "Flor De Las Flores". Frontera Project. Diakses tanggal February 14, 2020. • ^ Christgau, Robert (1995). "The Move: Great Move! The Best of the Move". Details. Diakses tanggal September 10, 2018. • ^ a b J.M.

Curtis, Rock Eras: Interpretations of Music and Society, 1954–1984 (Madison, WI: Popular Press, 1987), ISBN 0-87972-369-6, p. 236. • ^ J. Kennaugh, "Fleetwood Mac", in P. Buckley, ed., Rock: The Rough Guide (London: Rough Guides, 1st edn., 1996), ISBN 1-85828-201-2, pp. 323–24. • ^ a b c d "Hard Rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ S.T. Erlewine, "Queen", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ J. Dougan, "Thin Lizzy", Allmusic, diarsipkan alat utama untuk mengukir adalah versi asli tanggal 12 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ R. Walser, Running With the Devil: Power, Gender, and Madness in Heavy Metal Music (Middletown, CT: Wesleyan University Press, 1993), ISBN 0-8195-6260-2, p. 7. • ^ R. Walser, Running With the Devil: Power, Gender, and Madness in Heavy Metal Music (Middletown, CT: Wesleyan University Press, 1993), ISBN 0-8195-6260-2, p.

9. • ^ a b R. Walser, Running With the Devil: Power, Gender, and Madness in Heavy Metal Music (Middletown, CT: Wesleyan University Press, 1993), ISBN 0-8195-6260-2, p. 10. • ^ R. Walser, Running With the Devil: Power, Gender, and Madness in Heavy Metal Music (Middletown, CT: Wesleyan University Press, 1993), ISBN 0-8195-6260-2, p.

3. • ^ J.J. Thompson, Raised by Wolves: the Story of Christian Rock & Roll (Toronto: ECW Press, 2000), ISBN 1-55022-421-2, pp. 30–31. • ^ J.R. Howard and J.M. Streck, Apostles of Rock: The Splintered World of Contemporary Christian Music (Lexington, KY: University Press of Kentucky, 2004), ISBN 0-8131-9086-X, p. 30. • ^ J.R. Howard and J.M. Streck, Apostles of Rock: The Splintered World of Contemporary Christian Music (Lexington, KY: University Press of Kentucky, 2004), ISBN 0-8131-9086-X, pp.

43–44. • ^ J.J. Thompson, Raised by Wolves: the Story of Christian Rock & Roll (Toronto: ECW Press, 2000), Alat utama untuk mengukir adalah 1-55022-421-2, pp. 66–67 and 159–161. • ^ M.B. Wagner, God's Schools: Choice and Compromise in American Society (Rutgers University Press, 1990), ISBN 0-8135-1607-2, p. 134. • ^ J.J. Thompson, Raised by Wolves: the Story of Christian Rock & Roll (Toronto: ECW Press, 2000), ISBN 1-55022-421-2, pp. 206–07. • ^ Kirkpatrick, Rob (2007). The Words and Music of Bruce Springsteen.

Westport, CT: Praeger. hlm. 51. ISBN 978-0-275-98938-5. • ^ Thompson 2007, hlm. 138 • ^ a b c d "Heartland Rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 13 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ J.A. Peraino (30 August 1987), "Heartland rock: Bruce's Children", New York Times, diarsipkan dari versi asli tanggal 12 May 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ A.

DeCurtis (18 October 2007), "Kid Rock: Rock n' Roll Jesus", Rolling Stone, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 May 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ S.T. Erlewine, "The Killers: Sam's Town", Rolling Stone, diarsipkan dari versi asli tanggal 29 April alat utama untuk mengukir adalah Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ S. Peake, "Heartland Rock", About.com, diarsipkan dari versi asli tanggal 12 May 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c J.

Dougan, "Punk Music", in Bogdanov et al., 2002, pp. 1335–36. • ^ A. Rodel, "Extreme Noise Terror: Punk Rock and the Aesthetics of Badness", in C. Washburne and M. Derno, eds, Bad Music: The Music We Love to Hate (New York: Routledge), ISBN 0-415-94365-5, pp. 235–56.

• ^ Savage (1992), pp. 260, 263–67, 277–79; Laing (1985), pp. 35, 37, 38. • ^ Young, Charles M. (October 20, 1977). "Rock Is Sick and Living in London". Rolling Stone. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 14, 2006. Diakses tanggal October 10, 2006. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ R. Sabin, "Rethingking punk and racism", in R. Sabin, ed., Punk Rock: So What?: the Cultural Legacy of Punk (Abingdon: Routledge, 1999), ISBN 0-415-17029-X, p.

206. • ^ Skott-Myhre, Hans A. (2009). Youth and Subculture as Creative Force: Creating New Spaces for Radical Youth Work. Toronto, Canada: University of Toronto Press. hlm. xi. ISBN 978-1-4426-0992-1. • ^ T. Gosling, "'Not for sale': The Underground network of Anarcho-punk" in A. Bennett and R.A. Peterson, eds, Music Scenes: Local, Translocal and Virtual (Nashville TN: Vanderbilt University Press, 2004), ISBN 0-8265-1451-0, pp. 168–86. • ^ Waksman 2009, hlm. 157 • ^ E. Koskoff, Music Cultures in the United States: an Introduction (Abingdon: Routledge, 2005), ISBN 0-415-96589-6, p.

358. • ^ Campbell 2008, hlm. 273–74 • ^ R. Shuker, Popular Music: the Key Concepts (Abingdon: Routledge, 2nd edn., 2005), ISBN 0-415-34770-X, pp. 185–86. • ^ M. Janosik, ed., The Greenwood Encyclopedia of Rock History: The Video Generation, 1981–1990 (London: Greenwood, 2006), ISBN 0-313-32943-5, p.

75. • ^ M.K. Hall, Crossroads: American Popular Culture and the Vietnam Generation (Rowman & Littlefield, 2005), ISBN 0-7425-4444-3, p. 174. • ^ Borack 2007, hlm. 25 • ^ S.T. Erlewine, "New Wave", in Bogdanov et al., 2002, pp. 1337–38. • ^ S. Borthwick and R. Moy (2004), Popular Music Genres: an Introduction, Edinburgh: Edinburgh University Press, hlm. 121–23, ISBN 0-7486-1745-0 • ^ S. Reynolds, Rip It Up and Start Again Postpunk 1978–1984 (London: Penguin Books, 2006), ISBN 0-14-303672-6, pp.

340, 342–43. • ^ M. Haig, Brand Royalty: How the World's Top 100 Brands Thrive & Survive (London: Kogan Page Publishers, 2006), ISBN 0-7494-4826-1, p.

54. • ^ Young, Jon (2007). "Roll over guitar heroes, synthesizers are here". Dalam Cateforis, Theo. The Rock History Reader (edisi ke-1st). London, UK: Routledge. hlm. 21–38. ISBN 978-0-415-97501-8. • ^ a b c d e f S.T. Erlewine, "Post Punk", in Bogdanov et al., 2002, pp. 1337–8. • ^ Goodlad & Bibby 2007, hlm. 239 • ^ C. Gere, Digital Culture (London: Reaktion Books, 2002), ISBN 1-86189-143-1, p. 172. • ^ "Industrial rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 1 January 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ F.W.

Hoffmann and H. Ferstler, Encyclopedia of Recorded Sound, Volume 1 (New York: CRC Press, 2nd edn., 2004), ISBN 0-415-93835-X, p. 1135. • ^ D. Hesmondhaigh, "Indie: the institutional political and aesthetics of a popular music genre" in Cultural Studies, 13 (2002), p. 46. • ^ a b c d e f g S.T. Erlewine, "American Alternative Rock / Post Punk", in V.

Bogdanov, C. Woodstra and S.T. Erlewine, All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2002), ISBN 0-87930-653-X, pp.

1344–6. • ^ a b c d e f g S.T. Erlewine, "British Alternative Rock", in V. Bogdanov, C. Woodstra and S.T. Erlewine, All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (Milwaukee, WI: Backbeat Books, 3rd edn., 2002), ISBN 0-87930-653-X, pp.

1346–47. • ^ T. Frank, "Alternative to what?", in C.L. Harrington and D.D. Bielby, eds, Popular Culture: Production and Consumption (Oxford: Wiley-Blackwell, 2001), ISBN 0-631-21710-X, pp. 94–105. • ^ S.T. Erlewine, "The Smiths", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 16 July 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ S.T. Erlewine, "R.E.M.", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 28 June 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "College rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 29 December 2010 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ N.

Abebe (24 October 2005), "Twee as Fuck: The Story of Indie Pop", Pitchfork Media, diarsipkan dari versi asli tanggal 3 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Shoegaze", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 24 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ R.

Shuker, Popular Music: the Key Concepts (Abingdon: Routledge, 2nd edn., 2005), ISBN 0-415-34770-X, p. 7. • ^ a b c d "Grunge", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 13 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ E. Olsen (4 September 2004), "10 years later, Cobain continues to live on through his music", MSNBC.com, diarsipkan dari versi asli tanggal 11 March 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ J.

Lyons, Selling Seattle: Representing Contemporary Urban America (London: Wallflower, 2004), ISBN 1-903364-96-5, p. 136. • ^ M. Azerrad, Our Band Could Be Your Life: Scenes from the American Indie Underground, 1981–1991 (Boston, MA: Little Brown and Company, 2001), ISBN 0-316-78753-1, pp.

452–53. • ^ a b c d "Post-grunge", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 13 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ H. Jenkins, T. McPherson and J. Shattuc, Hop on Pop: the Politics and Pleasures of Popular Culture (Durham NC: Duke University Press, 2002), ISBN 0-8223-2737-6, p. 541. • ^ E. Kessler, "Noelrock!", NME, 8 June 1996. • ^ W. Osgerby, Youth Media (Abingdon: Routledge, 2004), ISBN 0-415-23808-0, pp.

92–96. • ^ a b c d T. Grierson, "Post-Grunge: A History of Post-Grunge Rock", About.com, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 May 2011 Parameter -url-status= yang tidak alat utama untuk mengukir adalah akan diabaikan ( bantuan) • ^ S.T. Erlewine, "Foo Fighters", in Bogdanov alat utama untuk mengukir adalah al., 2002, p.

423. • ^ S.T. Erlewine, "Alanis Morissette", in Bogdanov et al., 2002, p. 761. • ^ a b c d W. Lamb, "Punk Pop", About.com, diarsipkan dari versi asli tanggal 16 May 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Punk Pop", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 17 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ S.T. Erlewine, "Weezer", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 13 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ S.T. Erlewine, "Green Day", and "Offspring", in Bogdanov et al., 2002, pp. 484–85, 816. • ^ a b c d "Indie rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 5 January 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Leonard, Marion (2007).

Gender in the Music Industry: Rock, Discourse and Girl Power. Aldershot, England: Ashgate Publishing. hlm. 2. ISBN 978-0-7546-3862-9. • ^ J. Connell and C. Gibson, Sound Tracks: Popular Music, Identity, and Place (Abingdon: Routledge, 2003), ISBN 0-415-17028-1, pp. 101–03. • ^ S. Taylor, A to X of Alternative Music (London: Continuum, 2006), ISBN 0-8264-8217-1, pp. 154–55. • ^ "Post rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ "Math rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

alat utama untuk mengukir adalah ^ "Space rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Sadcore", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ "Chamber pop", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ a b "Alternative Metal", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ W. Ruhlmann, "Blondie", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 15 January 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ D.A.

Guarisco, "The Clash: The Magnificent Seven", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ K. Sanneh (3 December 2000), "Rappers Who Definitely Know How to Rock", New York Times, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 July 2012 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ C.L. Keyes, Rap Music and Street Consciousness (Chicago, IL: University of Illinois Press, 2002), ISBN 0-252-07201-4, p.

108. • ^ W.E. Ketchum III (15 October 2008), "Mayor Esham? What?", Metro Times, diarsipkan dari versi asli tanggal 4 May 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d "Rap-Metal", Allmusic, 15 October 2008, diarsipkan dari versi asli tanggal 2 April 2012 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ S.

T. Erlewine, et al., "Faith No More", in Bogdanov et al., 2002, pp. 388–89. • ^ T. Grierson, "What Is Rap-Rock: A Brief History of Rap-Rock", About.com. Retrieved 31 December 2008. • ^ C. Nixon (16 August 2007), "Anything goes", The San Diego Union-Tribune, diarsipkan dari versi asli tanggal 4 May 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ T.

Potterf (1 October 2003), "Turners blurs line between sports bar, dance club", The Seattle Times, diarsipkan dari versi asli tanggal 3 May 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Long Live Rock n' Rap: Rock isn't dead, it's just moving to a hip-hop beat. So are its mostly white fans, who face questions about racial identity as old as Elvis", Newsweek, 19 July 1999 • ^ L. McIver, Nu-metal: The Next Generation of Rock & Punk (London, Omnibus Press, 2002), ISBN 0-7119-9209-6, p.

10. • ^ B. Reesman, "Sustaining the success", Billboard, 23 June 2001, 113 (25), p. 25. • ^ a b J. D'Angelo, "Will Korn, Papa Roach and Limp Bizkit evolve or die: a look at the Nu Metal meltdown", MTV, diarsipkan dari versi asli tanggal 21 December 2010 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ J.

Harris, Britpop!: Cool Britannia and the Spectacular Demise of English Rock (Cambridge MA: Da Capo, 2004), ISBN 0-306-81367-X, pp. 369–70. • ^ S. Borthwick and R. Moy, Popular Music Genres: an Introduction (Edinburgh: Edinburgh University Press, 2004), ISBN 0-7486-1745-0, p. 188. • ^ "British Trad Rock", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 17 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ A. Petridis (14 February 2004), "Roll over Britpop . it's the rebirth of art rock", The Guardian, diarsipkan dari versi asli tanggal 25 June 2010 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ M. Wilson, "Stereophonics: You Gotta Go There to Come Back", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ a b H. Phares, "Travis", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan). • ^ Cloonan, Martin (2007). Popular Music and the State in the UK: Culture, Trade or Industry?.

Aldershot, England: Ashgate Publishing. hlm. 21. ISBN 978-0-7546-5373-8. • ^ A. Begrand (17 May 2007), "Travis: The boy with no name", Pop Matters, diarsipkan dari versi asli tanggal 19 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ S. Dowling (19 August 2005), "Are we in Britpop's second wave?", BBC News, diarsipkan dari versi asli tanggal 17 March 2010 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ A.

Petridis (26 February 2004), "And the bland played on", Guardian.co.uk, diarsipkan dari versi asli tanggal 21 April 2010 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ M.

Roach, This Is It-: the First Biography of the Strokes (London: Omnibus Press, 2003), ISBN 0-7119-9601-6, pp. 42, 45. • ^ A. Ogg, "Stereophonics", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 21 January 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ A.

Leahey, "Coldplay", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 14 January 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Post-hardcore", Alat utama untuk mengukir adalah, diarsipkan dari versi asli tanggal 5 May 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b "Emo", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 15 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ J. DeRogatis (3 Alat utama untuk mengukir adalah 2003), "True Confessional?", Chicago Sun Times, diarsipkan dari versi asli tanggal 1 May 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ H.A.S. Popkin (26 March 2006), "What exactly is 'emo,' anyway?", MSNBC.com • ^ "Screamo", Allmusic • ^ H. Phares, "Franz Ferdinand: Franz Ferdinand (Australia Bonus CD)", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 16 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ J. DeRogatis, Turn on your Mind: Four Decades of Great Psychedelic Rock (Milwaukee, WI: Hal Leonard Corporation, 2003), ISBN 0-634-05548-8, p. 373. • ^ "New Wave/Post-Punk Revival", Allmusic, diarsipkan dari versi asli tanggal 16 February 2011 Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan).

• ^ M. Roach, This Is It-: the First Biography of the Strokes (London: Omnibus Press, 2003), ISBN 0-7119-9601-6, p. 86. • ^ E.J. Abbey, Garage Rock and its Roots: Musical Rebels and the Drive for Individuality (Jefferson, NC: McFarland, 2006), ISBN 0-7864-2564-4, pp. 108–12. • ^ P. Simpson, The Rough Guide to Cult Pop (London: Rough Guides, 2003), ISBN 1-84353-229-8, p.

42. • ^ P. Buckley, The Rough Guide to Rock (London: Rough Guides, 3rd edn., 2003), ISBN 1-84353-105-4, pp. 498–99, 1024–26, 1040–41, 1162–64. • ^ Smith, Chris (2009). 101 Albums That Changed Popular Music. Oxford, UK: Oxford University Press. hlm. 240. ISBN 978-0-19-537371-4. • ^ S.J. Blackman, Chilling Out: the Cultural Politics of Substance Consumption, Youth and Drug Policy (Maidenhead: McGraw-Hill International, 2004), ISBN 0-335-20072-9, p. 90. • ^ Else, David; et al. (2007). Lonely Planet Great Britain (edisi ke-7th).

London, UK: Lonely Planet. hlm. 75. ISBN 978-1-74104-565-9. • ^ Smitz, Paul (2005). Lonely Planet Australia (edisi ke-14th). Footscray, Victoria: Lonely Planet. hlm. 58. ISBN 978-1-74059-740-1. • ^ Rawlings-Way, Charles; et al.

(2008). Lonely Planet New Zealand (edisi ke-14th). Footscray, Victoria: Lonely Planet. hlm. 52. ISBN 978-1-74104-816-2. • ^ a b Emmerson, Simon (2007).

Living Electronic Music. Aldershot, England: Ashgate Publishing. hlm. 80–81. ISBN 978-0-7546-5548-0. • ^ R. Shuker, Popular Music: the Key Concepts (Abingdon: Routledge, 2nd edn., 2005), ISBN 0-415-34770-X, pp. 145–48. • ^ Emmerson 2007, hlm. 115 • ^ McIntyre, Hugh. "Report: Alat utama untuk mengukir adalah Is The Dominant Genre In The U.S. For The First Time". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 July 2017.

Diakses tanggal 2019-11-27. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b "Why Rock Can't Compete With Hip-Hop in 2017". Genius (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-15. • ^ a b Whitecloud, Shane (May 15, 2018). "Why Did Rock Music Decline and Can It Make a Comeback?". KDOT. Diarsipkan dari versi asli tanggal February 25, 2022. Diakses tanggal July 11, 2018.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ross, Danny. "Rock 'N' Roll Is Dead. No, Really This Time". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-27. • ^ Flanagan, Bill (2016-11-19). "Opinion - Is Rock 'n' Roll Dead, or Just Old?". The New York Times (dalam bahasa Inggris). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2019-11-27. • ^ Ozzi, Dan (2018-06-16). "Rock Is Dead, Thank God". Vice (dalam bahasa Inggris).

Diakses tanggal 2019-11-27. • ^ Kornhaber, Spencer (21 August 2019). "Why Tool Could Be More Relevant Today Than Ever Before". The Atlantic. • ^ "Rock's Revivalists: Greta Van Fleet". 3 April 2019. • ^ a b c d e f "Hot Rock Songs - Decade-End". Billboard. • ^ "Brooks Wackerman Joins Avenged Sevenfold". Avenged Sevenfold. November 5, 2015. Diakses tanggal April 27, 2016. • ^ "Here Are All the Major Music Events Canceled Due to Coronavirus (Updating)".

Billboard. 3 April 2020. Diakses tanggal 4 Alat utama untuk mengukir adalah 2020. • ^ Yang, Rachel; Huff, Lauren; Nolfi, Joey; Kinane, Ruth (2020-03-26). "BTS, Madonna, Khalid, Billie Eilish, and more artists canceling shows over coronavirus". Entertainment Weekly (dalam bahasa Inggris). • ^ "Concerts Canceled Due To Coronavirus: Ongoing List". Billboard. 3 March 2020. Diakses tanggal 2 April 2020. • ^ "Coronavirus: Updated List of Tours and Festivals Canceled or Postponed Due to COVID-19".

Pitchfork (dalam bahasa Inggris). 2020-03-20. Diakses tanggal 3 April 2020. • ^ Leight, Elias (30 March 2020). "They Were Going to Be Spring's Biggest Albums – Until COVID-19 Hit".

Rolling Stone. Diakses tanggal 1 April 2020. • ^ Blistein, Jon; Legaspi, Althea (19 March 2020). "Common Performs Classics, Freestyles During 'Together at Home' Concert". Rolling Stone. Diakses tanggal 5 April 2020. • ^ Nikel, David (2020-04-29). "In Photos: Denmark's Drive-In Venue Gets Around Coronavirus Event Ban".

Forbes. • ^ Hissong, Samantha (7 April 2020). " 'Hey Siri, Play Songs to Calm Me Down': What the World Is Listening to Amid COVID-19". Rolling Stone (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 7 May 2020.

• ^ Joven, Jason; Rosenborg, Rutger A.; Seekhao, Nuttiiya; Yuen, Michelle (2020-04-23). "COVID-19's Effect on the Global Music Business, Part 1: Genre". Chartmetric. • ^ Millman, Ethan (2020-08-12). "Aerosmith, BTS, U2 Among Contributors to Live Nation Charity Fund". Rolling Stone. Diakses tanggal 2020-09-21. • ^ Jefferson, J'na (June 5, 2021).

"Olivia Rodrigo, MGK and Willow Smith among pop-punk revivalists". USA Today. Diakses tanggal June 9, 2021. • ^ M. Brake, Comparative Youth Culture: the Sociology of Youth Cultures and Youth Subcultures in America, Britain, and Canada (Abingdon: Routledge, 1990), ISBN 0-415-05108-8, pp.

73–79, 90–100. • ^ P.A. Cunningham and S.V. Lab, Dress and Popular Culture (Madison, WI: Popular Press, 1991), ISBN 0-87972-507-9, p. 83. • ^ Goodlad, Lauren M. E.; Bibby, Michael, ed. (2007). Goth: Undead Subculture. Durham, NC: Duke University Press. ISBN 978-0-8223-3921-2.

• ^ a b c S. Bruzzi and P. C. Gibson, Fashion Cultures: Theories, Explorations, and Analysis (Abingdon: Routledge, 2000), ISBN 0-415-20685-5, p.

260. • ^ G. Lipsitz, Time Passages: Collective Memory and American Popular Culture (Minneapolis MN: University of Minnesota Press, 2001), ISBN 0-8166-3881-0, p. 123. • ^ R. Coomber, The Control of Drugs and Drug Users: Reason or Reaction? (Amsterdam: CRC Press, 1998), ISBN 90-5702-188-9, p.

44. • ^ P. Peet, Under the Influence: the Disinformation Guide to Drugs (New York: The Disinformation Company, 2004), ISBN 1-932857-00-1, p. 252. • ^ Fisher, Marc (2007). Something in the Air: Radio, Rock, and the Revolution that Shaped a Generation. New York, NY: Random House.

hlm. 53. ISBN 978-0-375-50907-0. • ^ M.T. Bertrand, Race, Rock, and Elvis (Chicago IL: University of Illinois Press, 2000), ISBN 0-252-02586-5, pp. 95–96. • ^ J. Fairley, "The 'local' and 'global' in popular music" in S.

Frith, W. Straw and J. Street, eds, The Cambridge Companion to Pop and Rock (Cambridge: Cambridge University Press, 2001), ISBN 0-521-55660-0, pp. 272–89. • ^ R. Shuker, Understanding Popular Music (Abingdon: Routledge, 1994), ISBN 0-415-10723-7, p. 44. • ^ T.E. Scheurer, American Popular Music: Alat utama untuk mengukir adalah Age of Rock (Madison, WI: Popular Press, 1989), ISBN 0-87972-468-4, pp. 119–20. • ^ D. Horn and D. Bucley, "Disasters and accidents", in J.

Shepherd, Continuum Encyclopedia of Popular Music of the World: Media, Industry and Society (London: Continuum, 2003), ISBN 0-8264-6321-5, p. 209. • ^ P. Wicke, Rock Music: Culture, Aesthetics and Sociology (Cambridge: Cambridge University Press, 2nd edn., 1995), ISBN 0-521-39914-9, pp.

91–114. • ^ E.T. Yazicioglu and A.F. Firat, "Clocal rock festivals as mirrors into the futures of cultures", in R.W. Belk, ed., Consumer Culture Theory (Bingley: Emerald Group Publishing, 2007), ISBN 0-7623-1446-X, pp.

109–14. • ^ Yazicioglu, E. T.; Firat, A. F. (7 June 2007). "Clocal Rock Festivals as Mirrors into the Futures of Cultures". Dalam Belk, Russell W.; Sherry, John F. Consumer Culture Theory: Volume 11. Bingley: Emerald Group Publishing. hlm. 109–14. ISBN 978-0-7623-1446-1. • ^ J. Schaap and P. Berkers, "Grunting Alone?

Online Gender Inequality in Extreme Metal Music", IASPM Journal, vol.4(1) (2014), pp. 101–02. • ^ a b J. Schaap and P. Berkers. "Grunting Alone?

Online Gender Inequality in Extreme Metal Music", IASPM Journal, Vol.4 (1), (2014), p. 102, • ^ a b c J. Schaap and P. Berkers, "Grunting Alone? Online Gender Inequality in Extreme Metal Music", IASPM Journal, Vol.4(1), (2014), p. 104. • ^ White, Erika (28 January 2015). "Music History Primer: 3 Pioneering Female Songwriters of the '60s - REBEAT Magazine".

Rebeatmag.com. Diakses tanggal 20 January 2016. • ^ a b c Auslander, Philip (28 January 2004). "I Wanna Be Your Man: Suzi Quatro's musical androgyny" (PDF).

Popular Music. United Kingdom: Cambridge University Press. 23 (1): 1–16. doi: 10.1017/S0261143004000030. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 24 May 2013. Diakses tanggal 25 April 2012. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Brake, Mike (1990).

"Heavy Metal Culture, Masculinity and Iconography". Dalam Frith, Simon; Goodwin, Andrew. On Record: Rock, Pop and the Written Word. Routledge. hlm. 87–91. • ^ Walser, Robert (1993). Running with the Devil:Power, Gender and Madness in Heavy Metal Music. Wesleyan University Press. hlm. 76. • ^ Eddy, Chuck (1 July 2011). "Women of Metal". Spin. SpinMedia Group. • ^ Kelly, Kim (17 January 2013). "Queens of noise: heavy metal encourages heavy-hitting women".

The Telegraph. • ^ For example, vocalists Girls Aloud are referred to as a "girl band" in OK magazine Diarsipkan 1 November 2012 di Wayback Machine. and the Guardian, while Girlschool are termed a "girl group" at the imdb and Belfast Telegraph.

Baca dan dengarkan lebih lanjut [ sunting - sunting sumber ] • Bogdanov, V.; Woodstra, C.; Erlewine, S. T., ed. (2002). All Music Guide to Rock: the Definitive Guide to Rock, Pop, and Soul (edisi ke-3rd). Milwaukee, WI: Backbeat Books. ISBN 0-87930-653-X. • Christgau, Robert (1992). "B.E.: A Dozen Moments in the Prehistory of Rock and Roll". Details. • Gilliland, John (1969). "Crammer: A lively cram course on the history of rock and some other things" (audio). Pop Chronicles [ en; ja].

University of North Texas Libraries. • Robinson, Richard. Pop, Rock, and Soul. New York: Pyramid Books, 1972. ISBN 0-0515-2660-3 • Shepherd, J., ed. (2003). Continuum Encyclopedia of Popular Music of the World: Volume II: Performance and Production. New York: Alat utama untuk mengukir adalah. ISBN 0-8264-6322-3. • Szatmary, David P.

Rockin' in Time: a Social History of Rock-and-Roll. Third ed. Upper Saddle River NJ: Prentice-Hall, 1996. xvi, 320 p., ill., mostly with b&w photos. ISBN 0-13-440678-8 Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Inggris) (2008). In Encyclopædia Britannica.

Retrieved June 10, 2008, from Encyclopædia Britannica Online. • (Inggris) World Wide Rocks • Musik rok di Curlie (dari DMOZ) Sumber pustaka mengenai Musik rok • Sumber di perpustakaan Anda • Sumber di perpustakaan lain Cari tahu mengenai Musik rok pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari Commons Kutipan dari Wikiquote Buku dari Wikibuku Entri basisdata #y di Wikidata • Anatolian rock • Art rock • Baroque rock • Beat music • Blues rock • Boogie rock • Rok kristen • Comedy rock • Dream pop • Country rock • Rok elektronik • Rok eksperimental • Folk rock • Alat utama untuk mengukir adalah rock • Garage rock • Hard rock • Heavy metal • Jam • Jazz rock • Krautrock • Noise rock • Power pop • Rok progresif • Rok psikedelis • Acid rock • Raga rock • Roots rock • Samba rock • Soft rock • Southern rock • Space rock 1970an • Arena rock • Cock rock • Dance-rock • Funk rock • Glam rock • Gothic rock • Heartland rock • Horror punk • Industrial rock • New wave • No wave • Ostrock • Post-punk • Post-progresif • Pub rock (Britania Raya) • Pub rock (Australia) • Punk rock • Hardcore punk • Shock rock • Soft rock • Visual kei • Yacht rock 1980an • Albanian • Belarusian • Belgian • Bosnian • British • British rock and roll • Britpop • Post-Britpop • Croatian • Danish • Dutch • Indorock • Nederbeat • Ultra • Estonian • Finnish • French • German • Greek • Hungarian • Icelandic • Irish • Italian • Latvian • Lithuanian • Macedonian • Norwegian • Polish • Portuguese • Romanian • Russian • Serbian • Slovenian • Spanish • Swedish • Swiss • Ukrainian • Yugoslavian • Art rock • Hard rock and heavy metal • Extreme Metal • Neo-Rockabilly • New wave • Post-punk • Punk Asia • Invasi Britania • Daftar tahun dalam musik rok • Asal usul rock and roll • Musik country • Jazz • Rhythm and blues • Elektronik dalam musik rok • Dampak sosial • Rock Against Communism • Rock Against Racism • Rock Against Sexism • Musik rok dan jatuhnya komunisme • Rockism and poptimism • Alat utama untuk mengukir adalah dalam musik rok Topik terkait Kategori tersembunyi: • Halaman dengan kesalahan referensi • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Galat CS1: ISBN • CS1 sumber berbahasa Spanyol (es) • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Templat webarchive tautan wayback • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Artikel dengan mikroformat hAudio • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan April 2022 • Artikel berpranala Curlie • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN alat utama untuk mengukir adalah Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Halaman ini terakhir diubah alat utama untuk mengukir adalah 13 April 2022, pukul 05.19.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Fuziah binti Haroun Al Rashid ( 1953-09-01) 1 September 1953 (umur 68) Pekerjaan Penyanyi, pelakon Tahun aktif 1973–kini Pasangan Jamaluddin Jalil Harahap ( k. 1978) Anak Eezaq Farouq Harahap Jamaluddin ( Cico Harahap) Yazmeen Amir Al-Rashid Uji Rashid (dilahirkan sebagai Fuziah binti Haroun Al Rashid) merupakan seorang penyanyi dan pelakon wanita dari Malaysia yang terkenal.

Beliau pernah menyanyi berpasangan dengan pasangan duet pertamanya di pentas iaitu Sudirman Haji Arshad, Latif Ibrahim, D J Dave dan Hail Amir. Insan seni yang bermata galak ini dikurniakan dengan suara manja yang semulajadi serta sinonim dengan gelaran " penyanyi bersuara manja" oleh peminat seni tanahair; terutamanya generasi 70an, 80an dan 90an.

Bahkan suara manja ini juga menjadi signature beliau yang tersendiri dalam lakonan filem, drama tv dan pentas yang dijayakannya. Sehinggakan pada lewat 90an sendiri, Uji Rashid telah meminjamkan suara beliau untuk sebuah siri popular kanak-kanak antarabangsa yang dialihsuarakan ke Bahasa Malaysia. Isi kandungan • 1 Kehidupan Awal • 2 Kerjaya Seni • 3 Era Uji Rashid (EUR) • 4 Kesinambungan Karier • 5 Diskografi • 5.1 Album EP • 5.2 Album studio • 5.3 Album duet • 5.4 Album alat utama untuk mengukir adalah • 5.5 16 Lagu Uji Rashid paling evergreen • 5.6 Lagu Raya paling malar segar • 6 Filemografi • 6.1 Filem • 6.2 Drama • 6.3 Teater • 7 Anugerah dan Penghargaan • 7.1 Festival Filem Malaysia • 7.2 Anugerah Seri Angkasa • 7.3 Anugerah Bintang Popular Berita Harian • 7.4 Anugerah Industri Muzik • 7.5 Anugerah MACP • 7.6 Anugerah Khas • 7.7 Lain-lain Anugerah (Acara/ Program Hiburan) • 8 Rujukan • 9 Pautan luar Kehidupan Awal [ sunting - sunting sumber ] Pembabitan beliau dalam bidang seni bermula pada zaman persekolahannya iaitu pada awal 60-an.

Ketika itu beliau sedang menuntut di sebuah sekolah di Bandar Seri Begawan, Negara Brunei Darussalam di mana beliau melibatkan diri dalam tarian ballet. Apabila beliau berhijrah ke Kuala Lumpur, beliau aktif pula dalam sukan, seni lukis, debat dan seni tari. Akhirnya, atas desakan rakan-rakan sekolahnya, beliau pun menyertai aktiviti tarian untuk pementasan akhir tahun sekolahnya. Biarpun sekadar suka-suka, beliau seterusnya tidak ketinggalan untuk menyertai pertandingan tarian dan pada masa yang sama mula berjinak-jinak dengan teater.

Boleh dikatakan apa jua cabang seni yang disertainya, sama ada tarian atau lakonan telah membuatkannya berazam untuk mencuba nasib dalam pertandingan nyanyian yang berlangsung di Panggung Anniversary Kuala Lumpur dan beliau berjaya meraih tempat ketiga. Bersama rakannya, Fauziah Nawi, mereka memberanikan diri menyertai Pertandingan Bintang RTM tetapi tidak mencapai sebarang kejayaan.

Biarpun tidak berjaya, bakatnya dikesan oleh Datuk Ahmad Nawab dan berikutan dengan galakan yang diterima daripada penggubah lagu terbabit, beliau telah merakamkan empat lagu di sebuah studio di Singapura tetapi lagu-lagu berkenaan tidak diterbitkan. Kerjaya Seni [ sunting - sunting sumber ] Nasibnya berubah selepas itu sebaik sahaja bertemu dengan Jamil Sulong yang secara kebetulan mengajaknya untuk membintangi filem terbaru yang berjudul "Permintaan Terakhir" (1975) bersama Nozie Nani, Datuk Sani Abdullah dan Yusof Haslam.

Tuahnya kemudian cukup menyerlah di layar perak. Apabila filem pertamanya itu mendapat sambutan hangat di pawagam dan namanya semakin menjadi sebutan, barulah lagu-lagunya yang pernah dirakamkan dulu diedarkan sekaligus meledakkan lagi popularitinya sebagai bintang baru berpotensi besar.

Era Uji Rashid (EUR) [ sunting - sunting sumber ] Sama ada lakonan mahu pun nyanyian, kedua-dua bidang ini cukup sinonim dengannya.

Uji Rashid dianggap sebagai bintang idola yang menjadi ikutan ramai, khususnya pada era 70an. Sebut apa saja, daripada fesyen pakaian, rambut, solekan mata hingga ke personanya yang begitu manja menjadi bualan hangat masyarakat pada ketika itu.

Paling menarik dan unik, sampaikan ada sejenis ikan pun turut diberi gelaran Ikan Uji Rashid dek sepasang matanya yang besar dan bulat. Hingga saat ini, tidak ada seorang pun artis tersohor negara diberi gelaran sebegitu. Juga sempena popularitinya, tidak ketinggalan orang Melaka menggelar duit syiling 50 sen sebagai duit Uji Rashid.

Seorang pengusaha kain batik pula mengambil kesempatan untuk mencipta Kain Uji Rashid; sejenis corak kain batik. Rasanya, Uji Rashid sendiri tidak pernah meraih apa-apa keuntungan daripada ini semua melainkan berasa cukup terharu. Kalaulah Uji Rashid berada di kemuncak popularitinya pada era milenial ini (dengan kegilaan masyarakat pada alat utama untuk mengukir adalah media sosial); bayangkan saja liputan berita mengenai beliau, peluang lakonan dan nyanyian yang bakal diterimanya serta barisan anugerah yang mungkin menjadi miliknya; sama ada berlandaskan bakat berkualiti atau impak populariti.

[1] Filem-filem lakonannya cukup meninggalkan kesan seperti Permintaan Terakhir, Jiwa Remaja, Menanti Hari Esok, Dendang Perantau, Langit Tidak Selalu Cerah, Yassin, Mistik, Lembing Awang Pulang Ke Dayang, Misteri Balan-Balan dan beberapa buah lagi.

Sebelum wujudnya penganugerahan di Festival Filem Malaysia pada awal tahun 80an dan datangnya zaman internet, Uji Rashid telah berjaya mencipta era kegemilangannya sebagai bintang filem pujaan ramai menerusi barisan filem paling laris dekad 70an seperti Permintaan Terakhir, Jiwa Remaja, Menanti Hari Esok dan Dendang Perantau. Beliau digelar Primadona Filem Melayu era 70an dan satu-satunya seniwati yang mempunyai nama dan pengaruh sangat besar di kalangan pencinta filem tempatan pada waktu itu (ini kerana Uji Rashid juga merupakan seorang penyanyi yang cukup popular pada dekad yang sama).

Melalui penghayatan watak yang beliau persembahkan dalam setiap satu filem yang dijayakannya kecuali Menanti Hari Esok di mana Uji merupakan bintang undangan khas dan penyanyi runut bunyi, Uji Rashid tidak pernah ketinggalan untuk tersenarai sebagai calon unggulan (akhir) buat trofi Pelakon Wanita Terbaik.

Malah, untuk Pesta Filem Malaysia Pertama sendiri (1980), nama Uji berdiri sebaris dengan aktres lagenda tanahair yang hebat dan berkarisma di peringkat akhir pencalonan anugerah utama itu seperti Azean Irdawaty, Noorkumalasari dan Fauziah Ahmad Daud. Sejak itu, setiap watak utama yang dijayakannya melayakkan beliau bertanding sama di acara Festival Filem Malaysia; membuktikan kecemerlangan bintang besar ini dalam bidang lakonan.

Filem-filem yang dimaksudkan adalah Dendang Perantau (mewakili filem beliau pada lewat 70an) serta filem-filem drama berat seperti Langit Tidak Selalu Cerah dan Yassin. Uji Rashid paling hampir menggondol anugerah utama dalam majlis berprestij itu pada FFM8 melalui filem Yassin seperti yang diwar-warkan dalam akhbar-akhbar utama ketika itu tetapi malangnya nasib tidak menyebelahi beliau.

Bahkan harus diingat lakonan menyayat hati dan cukup berkesan Uji di dalam filem tragik (juga kemunculan pertama beliau pada tahun 1975) iaitu Permintaan Terakhir nyata telah mengundang pujian ramai yang melimpah-ruah namun tiada sebarang acara penganugerahan terbilang wujud pada zaman itu. Sejak awal tahun 1980an, Uji Rashid mula beralih pula membintangi ratusan drama tempatan.

Uji juga merakamkan puluhan lebih piring hitam (EP), cartridge dan album termasuk album duetnya dengan Hail Amir dan bersama artis-artis lain secara beramai-ramai. Semasa EMI mula serius dalam industri muzik Malaysia pada tahun 1975, Uji Rashid merupakan salah satu artis yang pertama merakamkan album penuh. Empat album terawal Uji Rashid telah berjaya terjual melebihi 30,000 unit lantas menjadikan Uji Rashid sebagai salah seorang artis yang paling laris pada waktu itu.

Antara album yang dihasilkan oleh ibu kepada seorang cahaya mata itu sepanjang karier nyanyiannya ialah Semakin Hari Semakin Sayang, Antara Matamu Dan Mataku, Ku Kekosongan, Kali Terakhir Ku Lihat Wajahmu, Hujan, Mengapa Derita Yang Dicari, Ku Kejar Bayanganmu, Merpati, Bisikan Hati, Melayu Klasik dan Bukan Terpaksa. Era 70an juga menyaksikan pemilik nama glamor Uji Rashid ini mengukir sejarah sebagai trendsetter terutamanya pada fesyen bulu mata dan rambut Paris Look beliau.

Uji dikatakan mendapat ilham untuk memotong pendek rambutnya sewaktu kunjungan beliau ke Paris atas urusan rasmi pada pertengahan tahun 70an. Sememangnya pada zaman kegemilangan Uji Rashid, beliau banyak membuat lawatan ke luar negara seperti London, Stockholm dan Paris sebagai duta negara merangkap penyanyi dan penari mewakili Kompleks Budaya Negara. Uji turut terlibat mewakili Malaysia ke Festival Filem Asia Pasifik ke-21 di Jakarta menerusi filem Permintaan Terakhir suatu ketika dulu (1975).

Alat utama untuk mengukir adalah Karier [ sunting - sunting sumber ] Selepas menikmati kejayaan yang boleh dibanggakan melalui album Bisikan Hati 1988 sehingga lebih 3 lagu berentak kontemporari daripada album tersebut telah mencuri hati peminat; Peristiwa Semalam, Rinduku Semakin Mendalam, Sekadar Mengingati serta beberapa lagi, Uji terus berbakti pada dunia lakonan yang juga sudah sebati dalam dirinya.

Sehinggakan pada sekitar Mei-Jun 1991, tatkala Penghibur No. 1 Asia, rakan seperjuangan beliau- Allahyarham Sudirman Haji Arshad sibuk mencari Uji Rashid untuk dipelawa merakamkan lagu-lagu baru, Uji tidak ditemui oleh Sudir. Sudirman bercadang menerbitkan album baru Uji Rashid di bawah label Sudir Records/ Production kerana berpendapat bahawa Uji memiliki suara yang manja dan lemak merdu; tiada penyanyi yang mampu meniru suara unik Uji.

Sudir mengatakan adalah rugi jika Uji tidak terus menyanyi dan merakamkan album. Apakan daya, takdir menentukan yang Uji berada di luar Kuala Lumpur untuk jangkamasa yang agak panjang pada waktu itu kerana komitmen drama swasta yang dilakonkannya. Akhirnya, hasrat Sudirman tidak kesampaian kerana tidak berapa lama kemudian Allahyarham telah terlantar sakit selama lebih 7 bulan.

[2] [3].Bagaimanapun, 4 tahun selepas itu Uji Rashid telah merakamkan album duet kembali pada 1995- berjudul Melayu Klasik bersama Hail Amir. Album ini mencatat kejayaannya yang tersendiri sehingga tercalon ke peringkat akhir Anugerah Industri Muzik ke 3 dalam kategori Persembahan Vokal Terbaik di dalam Album (Berkumpulan) dan juga Album Pop Tradisional Terbaik.

Penyanyi bukan Melayu terkenal tanahair- Francesca Peter juga pernah mengundang Uji Rashid merakamkan sebuah lagu dengannya sebagai tribute beliau buat Biduanita lagenda ini (Fran sendiri juga merupakan seorang peminat setia). Lagu tersebut karya Julfekar merupakan satu kolaborasi yang padu dan alat utama untuk mengukir adalah jiwa (biarpun tidak ramai yang tahu) berjudul "Suatu Saat Dulu"; dimuatkan dalam album Fran- Masih Merindu (2005).

Suara yang dilontarkan Uji Rashid selain kekal manja dan mersik, jelas begitu mendayu dan sayu dalam lagu tersebut. [4] Penyanyi alaf baru, Yuna yang sedang mencipta nama di Amerika Syarikat juga pernah menyatakan hasratnya untuk mendapatkan khidmat penyanyi senior ini; menyampaikan lagu ciptaan beliau- Terukir di Bintang pada Anugerah Juara Lagu tahun 2013. Ketika itu Yuna tidak dapat bertanding atas faktor percanggahan jadual rakaman beliau di negara "Uncle Sam" tersebut.

Yuna sekeluarga mengatakan yang Uji Rashid merupakan penyanyi idola mereka dan satu-satunya calon paling tepat membawakan lagu bernada sebegitu menggantikan Yuna.

Bagaimanapun, sedikit kontroversi terpalit bilamana Uji Rashid digugurkan daripada membuat persembahan pada saat-saat akhir atas faktor kesihatan.

Sebagai penyanyi berpengalaman, Uji Rashid telah menangani isu tersebut secara profesional alat utama untuk mengukir adalah menggunakan saluran yang betul biarpun dikecam teruk oleh sekumpulan netizen. [5] [6] [7] Di samping berterusan menerima undangan menyanyi sehingga kini, Uji Rashid juga pernah terbabit dalam program hiburan sukaramai 80an iaitu Mekar Sejambak dan Hiburan Minggu Ini; bersama-sama antara lainnya penyanyi Ahmad Fauzee dan Shah Rezza.

Dianggarkan sudah ratusan drama tempatan yang dibintangi oleh Seniwati Uji Rashid (hampir kesemuanya adalah watak utama wanita selain undangan) bermula pada tahun 1980an. Wajah jelitanya tidak putus-putus menghiasi kaca televisyen Malaysia melalui slot-slot drama terkenal pada waktu itu. Uji Rashid selayaknya digelar Ratu Layar Kaca 80an juga the Nation's Darling of 70s&80s lantaran kekerapan beliau muncul mewarnai kedua-dua dunia senilakon dan nyanyian tanahair. Pada tahun 1983, ia bagaikan "Hari Raya Uji Rashid" bilamana Uji menjadi artis paling laris menghangatkan Aidilfitri tahun tersebut; melalui drama dan program hiburan (nyanyian) di tv.

[8] Antara lakonan cemerlang oleh pelakon berkaliber tinggi dan watak penyedih ini yang dikenang sehingga ke hari ini adalah watak dalam drama seperti Kejadian Dalam Estet, Panggilan Pusara, Jauh Pandangan, Haryati dan Nazirah. Uji terus menjadi pilihan utama sebagai heroin penerbit drama dari tahun 80an hinggalah 90an dan serasi digandingkan dengan hero-hero popular dekad-dekad tersebut melalui karya seperti Demam Malam, Fatihah, Hidayat, Dia Bukan Untukku, Mencari Jalan Pulang dan Abang Muda.

Selain drama berdurasi 45 minit dan 90 minit, beliau juga turut menjayakan drama berepisod panjang yang menjadi tontonan ramai seperti drama bersiri PJ dan Opah.

alat utama untuk mengukir adalah

Dalam siri PJ, Uji Rashid memegang watak sebagai Tengku Marlina yang diilhamkan daripada watak Sue Ellen dari siri TV Amerika popular tahun 80an, Dallas.

Mungkin juga watak isteri lelaki korporat itu diserahkan kepada Uji kerana kecantikan sepasang mata bundarnya; atas rujukan watak asal tersebut. Kali terakhir Uji Rashid beraksi buat sebuah telefilem adalah dalam drama yang meruntun jiwa Mariam Annisa pada tahun 2008. Pelakon karakter ini melakonkan watak Mariam Annisa- seorang bekas pelacur yang lanjut usia; yang ingin menghabiskan sisa-sisa hidupnya di kampung halaman sendiri dan bertaubat.

Namun, sikap orang kampung yang prejudis serta hipokrit pada masa yang sama telah menyedarkan diri beliau yang kehadirannya hanya menjadi bahan cemuhan yang tiada penghujung. Uji nyata tidak mempersia-siakan ruang untuk terus berkarya yang diberi dengan mempamerkan lakonan yang mantap dan menyentuh hati. Ramai yang masih ingat bahawa Uji Rashid juga pernah terlibat dalam siri alihsuara kegemaran ramai Ultraman pada era 90an.

Watak beliau adalah sebagai heroin/rakan setugas hero siri tersebut pada satu siri yang awal dan kemudiannya sebagai "Kapten Megumi Iruma" pasukan penyelamat bumi pada siri berikutnya Ultraman Tiga- membuktikan bahawa anugerah suara yang manja itu telah membawa beliau jauh untuk terus meneroka bidang seni yang dicintainya. Satu lagi cabang seni yang Uji pernah ceburi adalah pengacaraan. Uji Rashid diberi kepercayaan menjadi pengacara jemputan rancangan popular Muzik Muzik TV3 pada tahun 1985 dan pemudahcara episod Masakan Kuih Tradisional bersama Uji pada bulan Ramadhan di awal tahun 90an.

Gaya penyampaiannya yang manja dan bersahaja di kaca TV telah memikat hati ramai penonton. Diskografi [ sunting - alat utama untuk mengukir adalah sumber ] Album EP [ sunting - sunting sumber ] • Uji Rashid (1975) [EMI] • Semakin Hari Semakin Sayang (1976) [EMI] Alat utama untuk mengukir adalah studio [ sunting - sunting sumber ] • Ku Kekosongan (1976) [EMI] • Kali Terakhir Ku Lihat Wajahmu (1977) [EMI] • Mengapa Derita Yang Di Cari (1980) [WEA] • Mengapa Berjauhan (1981) [WEA] • Merpati (1983) [CBS/SONY] • Bisikan Hati (1988) [Soundwaves] • Bukan Terpaksa (1999) [EMI] Album duet [ sunting - sunting sumber ] • Antara Matamu dan Mataku (1976) (bersama Hail Amir) [EMI] • Hujan (1977) (bersama Hail Amir) [EMI] • Ku Kejar Bayangan Mu (1980) (bersama Hail Amir) [WEA] • Melayu Klasik (1995) [EMI] Album kompilasi [ sunting - sunting sumber ] • Kenangan Manis - Siri Mat Jimat EMI (1993) [Dirilis semula pada tahun 2014 bersama siri "24-bit Remastering"] • Asmara Bergelora (bersama Hail Amir) - Siri Mat Jimat EMI (1994) [Dirilis semula pada tahun 2014 bersama siri "24-bit Remastering"] • Kenangan Mengusik Jiwa - Selekta Emas WEA (1994) • 1975-1977 Vol.

1 & 2 - Siri Perdana EMI (1997) • Cerita Asmaraku (Bersama Hail Amir) Vol. 1 & 2 - Siri Perdana EMI (1997) • Memori Hit 2 - Warner Music (2009) • Siri Biografi - Warner Music-EMI (2011) [Mengandungi alat utama untuk mengukir adalah lagu Uji Rashid dari 4 pihak syarikat rakaman iaitu EMI, WEA, CBS, dan Soundwaves] • Siri Lagenda Hit (2013) • Siri Bintang Pujaan (2014) • Koleksi Lagu-Lagu Terbaik - Warner Music (2015) 16 Lagu Uji Rashid paling evergreen [ sunting - sunting sumber ] (penilaian dibuat berdasarkan bilangan artis yang menyanyikan semula, kekerapan siaran di radio dan kaca tv, lagu wajib "bermusim", pilihan runut bunyi/ latarbelakang filem/ drama, lagu mengungguli carta terkenal, memenangi anugerah utama, menjadi pilihan dalam pertandingan nyanyian dan tontonan ramai di youtube/ media sosial) • Kali Terakhir Ku Lihat Wajahmu • Semakin Hari Semakin Sayang • Menanti Hari Esok • Namamu Terukir Di Hatiku • Seloka Hari Raya • Tangisan Semalam • Ku Ingin Selalu Di Sampingmu • Penawar Di Hati • Hanya Kasih • Kemesraan • Ulik Mayang • Mengapa Dirindu • Ku Kekosongan • Sani • Akulah Laguku • Peristiwa Semalam Lagu Raya paling malar segar [ sunting - sunting sumber ] (lagu wajib dalam playlist Hari Raya) • Seloka Hari Raya • Doa Di Hari Mulia • Dengan Bismillah Filemografi [ sunting - sunting sumber ] Filem [ sunting - sunting sumber ] • 1975 Permintaan Terakhir (pelakon utama) • 1975 Jiwa Remaja (pelakon utama) • 1977 Menanti Hari Esok (penampilan istimewa sebagai " Uji Rashid" di samping aktres utama- Noorkumalasari) • 1979 Dendang Perantau (pelakon utama) • 1981 Langit Tidak Selalu Cerah (pelakon utama) • 1989 Yassin (pelakon utama) • 2003 Mistik (penampilan istimewa sebagai Professor) • 2009 Lembing Awang Pulang Ke Dayang (pelakon pembantu) • Misteri Balan-Balan Drama [ sunting - sunting sumber ] ( Di antara ratusan drama yang dibintangi oleh Uji Rashid- majoritinya watak heroin dan pada zaman sebelum internet digunakan dengan meluas; dinyatakan beserta pelakon gandingan beliau) • 1980 PUTERI TAWANAN (Panggung): Ahmad Tamimi Siregar • SAYANG ADIK SAYANG : Abu Bakar Omar • 1980 WAJAH SAYA, OTAK AWAK : Baharuddin Hj.

Omar • KELOPAK BUNGA PUTIH : Jalaluddin Hassan • MAAF TAK TERUCAP : Abu Bakar Kassim • HIDAYAT (Siri): Jalaluddin Hassan/ Azizah Mahzan/Allahyarhamah Azean Irdawaty/ Yusni Jaafar/ Wan Maimunah/ Hamidah Wahab • DEMAM MALAM : Allahyarham Abdullah Chik/ Sofia Jane/ Ridzuan Hashim • MALAM SHAHDU (Panggung): Johari Yusof/Tamam Idris • ATIKA AYUNI: Sharifah Haslinda • SANGGAR BAYU : Abu Bakar Omar • BUNGA-BUNGA RETAK: Jalaluddin Hassan/ Mustafa Kamal/ Jasmin Hamid/ Roy Azman • 1981 KEJADIAN DALAM ESTET : Ahmad Tamimi Siregar • 1981 BAHTERA : Khalid Salleh/Meor Hashim Manaf/ Imuda • 1981 GELISAH SEORANG SENIMAN :Khalid Salleh/Noriah Ahmad/Fauziah Samad • 1981 OMBAK :Allahyarham Ismail Din • 1981 BUAT MENYAPU SI AIR MATA (Siri):Zakariah Ariffin • 1981 DULANG TEMBAGA : Razali Buyung • 1981 SEMBANG MAK LANG (Siri): Aida Rahim • 1981 SIRI OPAH :Allahyarham Zami Ismail/ Khatijah Abu Hassan • 1981 SIRI SANTAN BELADA : Allahyarham Zami Ismail/Allahyarham Ahmad Abdullah/Allahyarham Yusuf Mohd.

• 1982 AZIMAH :Allahyarham Shukery Hashim/Allahyarhamah Noraini Hashim • 1983 SENJA BELUM BERAKHIR : Abu Bakar Omar, Allahyarham Rosnah Mohd Noor • 1983 PANGGILAN PUSARA :Allahyarham Mustaffa Noor/Allahyarham Azean Irdawaty • 1984 PJ HOLDINGS :Datuk Aziz Singah/ Datuk Yusuf Haslam/Allahyarham Osman Zailani/Fatimah Yassin/Allahyarham Azmil Mustapha/ Melissa Saila/ Rosnah Mohd Noor/ Allahyarham Mahyon Ismail • 1984 KALI PERTAMA CINTA KU BERSEMI :Allahyarham Megat Saiful Bahari/Lydiawati/ Cico Harahap • 1985 SHAFIKAH : Zaidi Omar • 1985 KABUS DI TENGAH KOTA :Mozaid/Datin Rosnani Ludin • 1985 HARYATI : Ebby Saiful/ Yunus Mansor • 1986 JAUH PANDANGAN :Hisham Ahmad Tajuddin/ Allahyarhamah Mariani • 1986 NAZIRAH : S.Sahlan/ Marlia Musa/ Izzaidah Khairan • 1986 Alat utama untuk mengukir adalah NUSANTARA :S.Sahlan • 1987 HARI INI BUKAN SEMALAM : Dharma Harun Al Rashid, Alice Voon • 1990 SELIUH ANAK SELUANG : Ainina Ahmad B./ Zizie Ezette/ Arash Mohammad/ Rosyam Noor, Umie Aida • 1991 SELAMAT ULANG TAHUN,YB : Datuk Rahim Razali • 1991 TUAH JEBAT : Rahim Jailani/ Sidi Oraza • 1994 RAYA TERAKHIR : Abu Bakar Omar • 1995 FATIHAH : Zaidi Omar/ Ridzuan Hashim/ Aida Aris • 1995 DIA BUKAN UNTUKKU sebagai Indah Fuziana Farhan: Mubarak Majid, Ruzaidi Abd.

Rahman, Fauziah Nawi, Kartina Aziz & Allahyarham Osman Zailani • 1996 Abang Muda : Edika Yusof, Raja Noor Baizura, Khatijah Tan, Rozie Othman & Noralbaniah • 1998 MENCARI JALAN PULANG : Roy Azman/ Janet Khoo/ Sham Visa • 2002 TRAUMA :Cico/ Wardina Safiyyah alat utama untuk mengukir adalah 2002 JULIA : Wardina Safiyyah/Isma Danial • 2004 ORANG KASAR : Eman Manan/ Jalaluddin Hassan/Loloq/ Azizah Mahzan/ Ako Mustapha/ Liyana Jasmay • 2006 EMPAYAR 5K : Kuswadinata/ Zizie Ezette/ Aida Rahim • 2008 MARIAM ANNISA : Alat utama untuk mengukir adalah Borgiba/ Aziz Sattar/ Razali Buyung/ Kuswadinata • 2012 SPAGETTI KUAH LODEH : Hail Amir/ Liza Abdullah/ Azhan Rani/ Adira Teater [ sunting - sunting sumber ] • 1973 KUALA LUMPUR KUALA LUMPUR • 1975 UDA DAN DARA • 1975 HANG TUAH • 1986 TANAH BERNANAH (bersama Alat utama untuk mengukir adalah Patra • 1989 CINDAI • 1989 INTAN SITI RAHIMAH (bersama Eman Manan) • 1991 MALAM INI PENYU MENANGIS (bersama Sofia Jane dan Sabri Yunus) • 1995 Primadona (bersama Zaidi Omar, Bohari Ibrahim dan Kartina Aziz) • 2012 SUMPAH RAJA BERSIONG Anugerah dan Penghargaan [ sunting - sunting sumber ] Festival Filem Malaysia [ sunting - sunting sumber ] Tahun Kategori Karya Keputusan 1980 Pelakon Wanita Terbaik Dendang Perantau Tercalon 1981 Langit Tidak Selalu Cerah Tercalon 1989 Yassin Tercalon Anugerah Seri Angkasa [ sunting - sunting sumber ] Tahun Kategori Karya Keputusan 1983 Pelakon Terbaik (Wanita) "Senja Belum Berakhir" Menang 1984 "Kali Pertama Cintaku Bersemi" Tercalon 1986 "Jauh Pandangan" Tercalon Anugerah Bintang Popular Berita Harian [ sunting - sunting sumber ] Tahun Anugerah Kategori Keputusan 2004 Anugerah Bintang Popular Berita Harian 2004 Anugerah Biduanita Veteran (kini dikenali Anugerah Pencapaian Sepanjang Hayat) Menang Anugerah Industri Muzik [ sunting - sunting sumber ] Tahun Anugerah Kategori Keputusan 1995 Anugerah Industri Muzik ke-3 (i) Persembahan Vokal Terbaik di dalam Album- Berkumpulan (bersama Hail Amir) (ii) Album Pop Tradisional Terbaik; kedua-duanya melalui Album Melayu Klasik Tercalon Anugerah MACP [ sunting - sunting sumber ] Tahun Anugerah Kategori Keputusan 2007 Anugerah MACP 2007 Lagu Paling Popular 70an- Semakin Hari Semakin Sayang Menang Anugerah Khas [ sunting - sunting sumber ] Tahun Anugerah Kategori Keputusan 2015 ASEAN Outstanding Business Award Lifetime Achievement Award Menang Lain-lain Anugerah (Acara/ Program Hiburan) [ sunting - sunting sumber ] Tahun Program Kategori Keputusan 2011 Tiada Lama Tiada Baru.Satu-satunya Ikon Paling Popular Menang (melalui undian SMS).

Calon-calon lain antaranya Aishah, Dato' Jamal Abdillah, Mas Idayu Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Sahidan Jaafar (11 Oktober 2015) [1] Utusan Online • ^ BAM (9 November 2011) [2] Tribute to Allahyarham Sudirman • ^ Uji Rashid (Facebook) (22 Februari 2012) [3] Tribute to Allahyarham Sudirman • ^ youtube [4] "Suatu Saat Dulu" oleh Uji&Fran • ^ utusan.com (15 Januari 2013) [5] • ^ rotikaya.com (21 Januari 2013) [6] • ^ budiey.com (21 Januari 2013) [7] • ^ The Star (8 Mac 2011) [8] Diarkibkan 2018-08-29 di Wayback Machine Pautan luar [ sunting - sunting sumber ] Tambah pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 06:43, 5 April 2022.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Penggunaan untuk butiran lanjut.

• Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • •
Menghafal Al-Quran cara agar cepat lancar dan tidak mudah lupa.

Menghafal atau tahfidz Quran bagi yang tidak biasa adalah sulit. Apalagi kalau harus menghafal 30 juz Al-Quran yang terdiri dari 114 Surah dan 6666 ayat. Selain tidak mudah untuk memulai hafalan, juga tidak mudah mempertahankan hafalan yang sudah ada. Beberapa ahli memberi sejumlah saran agar menghafal Al-Quran menjadi mudah, menyenangkan dan yang sudah dihafal terus lengket di kepala.

Berikut beberapa teori cepat dan mudah menghafal Al Quran dan terus mengingatnya. Silahkan dipilih mana yang lebih mudah dilaksanakan. Apapun metode yang akan dipilih, jangan lupa untuk memperhatikan nasihat pada poin 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, dan 1.5.

Daftar isi • 11 Langkah Agar Cepat Hafal Al-Quran • Metode 3T + 1M • Metode Menghafal Al-Quran Syekh Ali Jaber • Metode Ustadz Yusuf Mansur • Metode Dr. Ustadz Abul Hasan Sakhrokhti • Konsep Sobari Sutarip.

1. 11 LANGKAH AGAR MUDAH DAN CEPAT MENGHAFAL AL-QURAN 1. Ikhlas dalam belajar dan mengajar Al-Quran. Allah berfirman dalam QS Al Bayyinah 98:5 وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ Artinya: Mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.

Nabi bersabda: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ Artinya: Bahwasanya keabsahan suatu perbuatan itu tergantung pada niat (muttafaq alaih). Di samping itu, pelajar harus menumbuhkan motivasi keimanan dan keinginan kuat untuk menghafal Al-Quran. 2. Menghafal di waktu kecil itu lebih baik. Pepatah Arab menyatakan: الحفظ في الصِّغَرِ كالنَّقْشِ في الحَجَرِ Artinya: Menghafal di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. 3. Memilih tempat dan waktu menghafal. 4. Bacaan harus baik dan tartil sesuai aturan ilmu tajwid.

Allah berfirman dalam QS Al Muzzammil 73:4 وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا Artinya: Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil. Bacaan Al-Quran yang baik dan benar harus didahulukan dari menghafal. 5. Mushaf (cetakan kitab Al-Quran) cukup satu saja. Jangan pindah-pindah. Dan pilihlah mushaf yang ayatnya berakhir di akhir halaman agar supaya bisa berkesan di ingatan kita saat proses penghafalan. 6. Menghubungkan antara makna satu ayat dengan ayat lainnya akan membuat lebih melekat hafalannya.

Pemahaman yang menyeluruh menjadi jalan untuk hafal secara sempurna, sedang pengulangan akan melindungi hafalan baru agar menetap dan tidak hilang. 7. Menghafal setiap hari dan teratur itu lebih baik daripada menghafal secara terputus-putus. Sedangkan hafalan dengan cara lambat dan terarah itu lebih utama daripada alat utama untuk mengukir adalah secara cepat.

Fokus pada ayat-ayat yang mirip akan menghilangkan kebingunan dalam menghafal. 8. Jalin hubungan baik dengan guru pengajar atau pembimbing. 9. Barengi hafalan dan bacaan dengan amal perbuatan. Komitmen meninggalkan maksiat dan mengamalkan ketaatan pada Allah. 10. Pentingnya muroja’ah (pengulangan) secara terus menerus pada ayat yang sudah dihafal. 11. Memohon pada Allah dengan doa dan memohon pertolongan pada-Nya adalah sangat penting dalam menghafal Al-Quran.

2. MENGHAFAL DENGAN METODE 3T + 1M DALAM TAHFIDZ AL-QURAN Talqin atau Tasmi’ Talqin berarti seorang Ustadz membacakan al-Quran untuk kemudian diikuti oleh para muridnya. Jika anda tidak memiliki Ustadz yang dapat membacakan kepada Anda, mendengarkan bacaan al-Quran dari rekaman juga dapat menjadi salah satu alternatif. Meskipun alternatif tersebut tidak sebagai sebaik jika anda berhadapan dengan ustadz secara langsung.

Karena jika anda berhadapan langsung dengan Ustadz, maka bacaan anda yang salah saat mengikuti bacaan, dapat langsung dikoreksi. Adapun tasmi’ berarti seorang murid membaca al-Quran untuk didengarkan oleh ustadz. Tafahum Arti dari tafahum adalah memahami arti dari bacaan Al-Quran yang akan dihafal.

Tentunya tidak semua orang harus melalui tahapan ini dalam menghafal. Yang dianjurkan untuk memahami al-Quran saat menghafal adalah mereka yang berusia remaja serta dewasa. Tikrar Tikrar berarti mengulang-ulangi bacaaan hingga hafal. Caranya? 1. Baca ayat pertama hingga 10-20 kali hingga hafal 2. Lalu baca ayat kedua sebanyak 10-20 kali hingga hafal 3. Baca ayat pertama + kedua sebanyak 10-20 kali hingga hafal 4. Lalu baca ayat ketiga sebanyak 10-20 kali hingga hafal 5.

Kembali baca ayat pertama + kedua + ketiga sebanyak 10-20 kali hingga hafal 6. Dan seterusnya Muraja’ah Setelah hafal, ulangi kembali bacaan tersebut. Inilah yang dimaksud dengan muraja’ah.

Muraja’ah sangat penting alat utama untuk mengukir adalah muraja’ah inilah yang akan melekatkan hafalan secara lebih kuat ke dalam benak kita. 3. TEORI SYEKH ALI JABER DALAM MENGHAFAL AL-QURAN Ali Jaber memiliki tips dan metode yang unik agar cepat hafal Al-Quran. Berikut 5 tahap ala Syekh Ali Jaber: 1. PERHATIKAN POSISI MEMEGANG DAN MEMBACA AL QURAN Posisikan Al Quran sejajar dan dihadapkan wajah, geser ke kiri lebih sedikit, namun kepala tetap lurus. 2. YANG MENJADI PENGGERAK DALAM MEMBACA ADALAH MATA Ketika selesai memposisikan seperti yang diutarakan di atas, yang menjadi indera perekam adalah mata.

Mata yang bertugas dalam merekam bacaan ayat yang ingin dihafalkan. 3. TIDAK PERLU MENGHAFAL DAN MEMBACA Jangan baca di hati, pikiran dan jangan dihafal. Anggap mata sebagai alat scanning setiap yang dibaca. Ibaratnya mata sebagai pemfotokopi. “Mata kita sebenarnya 70 kali lebih hebat daripada alat scan, sekali lihat bisa terekam.

Cuma karena belum terbiasa sayang sekali tidak dimanfaatkan nikmat mata.” 4. FOKUSKAN MATA UNTUK MEREKAM BACAAN Seringkali yang membuat kita tidak bisa menghafal cepat adalah kurang fokus. Dalam hal ini, usahakan mata dan fikiran fokus kepada bacaan dan ayat yang akan alat utama untuk mengukir adalah.

Rilekskan badan dan lakukan dengan santai saja. Jika belum fokus, buang dan tarik nafas pelan-pelan dan keluarkan juga pelan-pelan. 5. TUTUP MATA, LALU LAFALKAN Setelah merekam 30 detik secara fokus di ayat yang akan dihafalkan, kemudian tutup mata, dan lafalkan. Anda bisa meminta orang lain untuk mengoreksi bacaan Al Quran yang dihafalkan. Kebanyakan dari yang pernah mencoba jika kurang berhasil adalah kurang fokus dan konsentrasi saat merekam pada alat utama untuk mengukir adalah, jangan memikirkan hal lain 4.

MENGHAFAL DENGAN METODE USTADZ YUSUF MANSYUR DALAM TAHFIDZ AL-QURAN Ustadz Yusuf Mansyur menyatakan bahwa cara menghafal Al-Quran supaya cepat hafal dan tidak mudah lupa itu harus melakukan dua perbaikan yaitu perbaikan mental dan perbaika metode. Pertama, perbaikan mental.

alat utama untuk mengukir adalah

Yang dimaksud perbaikan mental ada lima yaitu: doa, niat, mengetahui fahdilah (keutamaan) hafal Al-Quran agar motivasi tetap tinggi, punya target, dan banyak beramal ibadah agar hati bersih.

Kedua, metode menghafal yang benar, dalam hal ini ada tiga yaitu (a) jangan ganti-ganti mushaf (kitab suci Al-Quran); (b) satu ayat atau satu baris baca diulang 20 kali; (c) apabila ayatnya panjang, maka bagi menjadi beberapa penggalan dan setiap penggalan diulang sebanyak 20 kali. 5. METODE DR. ABUL HASAN AHMADI SHAHROKHTI UNTUK TAHFIDZ AL-QURAN Dr.

Abul Hasan Ahmadi Shahrokhti adalah qari tingkat internasional dari Iran, memiliki metode sebagai berikut: (a) Niat yang tulus dan konsistensi serta pemaknaan (pemahaman) Quran harus diutamakan.

Jangan sampai kita bekerja keras menghafal Quran, tetapi pemaknaan dan pengamalan terabaikan. Apa gunanya hafal Quran, tetapi akhlaknya tidak Qurani?

alat utama untuk mengukir adalah

(b) Baca bagian Al-Quran yang mudah (QS Al-Muzamil :20) dan membacanya berulang-ulang sehingga hafal seakan-akan tanpa sengaja. Bukan sengaja menghafal. Jadi, menghafal Al-Quran dengan tidak menghafal. (c) Hindari memaksakan diri atau bekerja keras untuk hafal karena akan sulit dilakukan. (d) Cara menghafal bagi anak-anak: pembiasaan, membaca Quran bersama-sama, perdengarkan kaset tilawah, dongengkan tentang cerita-cerita dalam Quran, terangkan makna ayat-ayat Quran.

Nah, melalui cara-cara ini, anak akan hafal dengan sendirinya sekaligus paham makna ayat. 6. KONSEP SOBARI SUTARIP UNTUK TAHFIDZ AL-QURAN Menurut Sobari Sutarip, menghafal Quran itu mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun dengan syarat sebagai berikut: (a) Ada niat yang kuat dan tulus karena Allah; (b) meminta kepada yang menurunkan al-Qur’an supaya dipantaskan menjadi penghafal al-Qur’an.

Baca juga: Tahfidz Al Quran Al-Khoirot Artikel, Ponpes Navigasi pos
Halaman artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Tidak ada alasan yang diberikan. Silakan kembangkan alat utama untuk mengukir adalah ini semampu Anda.

Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Suku Asmat adalah sebuah suku di Papua. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik.

Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara Sungai Sinesty dan Sungai Nin serta Suku Simai. Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Kondisi Alam • 3 Pertentangan • 4 Persebaran • 5 Kampung Asmat • 6 Ciri Fisik • 7 Mata Pencaharian • 7.1 Makanan Pokok • 8 Pola Hidup • 9 Cara Merias Diri • 10 Adat istiadat suku asmat • 11 Unik • 12 Rumah Adat • 13 Agama • 14 Kepercayaan Dasar • 14.1 Roh-roh dan Kekuatan Magis • 15 Sumber Alam dan Potensi Alam • 16 Wanita Dalam Pandangan Suku Asmat • 17 Bencana Yang Di Waspadai • 18 Mitologi • 19 Upacara Adat • 19.1 Upacara suku Asmat yaitu • 20 Kepustakaan • 21 Bibliografi • 22 Lihat juga • 23 Pranala luar Etimologi Suku Asmat adalah nama dari sebuah suku yang ada di Papua, Indonesia.

Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayu tradisional yang sangat khas. Beberapa alat utama untuk mengukir adalah / motif yang sering kali digunakan dan menjadi tema utama dalam proses pemahatan patung yang dilakukan oleh penduduk suku asmat adalah mengambil tema nenek moyang dari suku mereka, yang biasa disebut mbis. Namun tak berhenti sampai disitu, sering kali juga ditemui ornamen / motif lain yang menyerupai perahu atau wuramon, yang mereka percayai sebagai simbol perahu arwah yang membawa nenek moyang mereka di alam kematian.

Bagi penduduk asli suku asmat, seni ukir kayu lebih merupakan sebuah perwujudan dari cara mereka dalam melakukan ritual untuk mengenang arwah para leluhurnya.

Kondisi Alam Wilayah yang ditempati Suku Asmat adalah dataran coklat lembek yang tertutup oleh jaring laba-laba sungai. Wilayah yang ditinggali Suku Asmat ini telah menjadi Kabupaten sendiri dengan nama Kabupaten Asmat dengan 7 Kecamatan atau Distrik.Hampir setiap hari hujan turun dengan curah 3000-4000 milimeter/tahun.Setiap hari juga pasang surut laut masuk kewilayah ini,sehingga tidak mengherankan kalau permukaan tanah sangat lembek dan berlumpur.Jalan hanya dibuat dari papan kayu yang ditumpuk di atas tanah yang lembek.Praktis tidak semua kendaraan bermotor bisa lewat jalan ini.Orang yang berjalan harus berhati-hati agar tidak terpeleset,terutama saat hujan.

Pertentangan Ada banyak pertentangan di antara desa berbeda Asmat. Yang paling mengerikan adalah cara yang dipakai Suku Asmat untuk membunuh musuhnya. Ketika musuh dibunuh, mayatnya dibawa ke kampung, kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk dimakan bersama. Mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggalkan kepalanya. Otaknya dibungkus daun sago yang dipanggang dan dimakan.

alat utama untuk mengukir adalah

Namun hal ini sudah jarang alat utama untuk mengukir adalah bahkan hilang resmi dari ingatan. Persebaran Suku Asmat tersebar dan mendiami wilayah disekitar pantai Laut Arafuru dan Pegunungan Jayawijaya, dengan medan yang lumayan berat mengingat daerah yang ditempati adalah hutan belantara, dalam kehidupan suku Asmat, batu alat utama untuk mengukir adalah biasa kita lihat dijalanan ternyata sangat berharga bagi mereka.

Bahkan, batu-batu itu bisa dijadikan sebagai maskawin. Semua itu disebabkan karena tempat tinggal Suku Asmat yang membetuk rawa-rawa sehingga sangat sulit menemukan batu-batu jalanan yang sangat berguna bagi mereka untuk membuat kapak, palu, dan sebagainya.

Kampung Asmat Sekarang biasanya, kira-kira 100 sampai 1000 orang hidup di satu kampung. Setiap kampung punya satu rumah Bujang dan banyak rumah keluarga. Rumah Bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. Rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga, yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri.

Hari ini, ada kira-kira 70.000 orang Asmat hidup di Indonesia. Mayoritas anak-anak Asmat sedang bersekolah. Ciri Fisik Penduduk Asmat pada umumnya memiliki ciri fisik yang khas,berkulit hitam dan berambut keriting. Tubuhnya cukup tinggi.

Rata-rata tinggi badan orang Asmat wanita sekitar 162 cm dan tinggi badan laki-laki mencapai 172 cm. Mata Pencaharian Kebiasaan bertahan hidup dan mencari makan antara suku yang satu dengan suku yang lainnya di wilayah Distrik Citak-Mitak ternyata hampir sama. Suku Asmat Darat, Suku Citak dan Suku Mitak mempunyai kebiasaan sehari-hari dalam mencari nafkah adalah berburu binatang hutan seperti, ular, kasuari, burung, babi hutan dll.

mereka juga selalu meramuh / menokok sagu sebagai makan pokok dan nelayan yakni mencari ikan dan udang untuk dimakan. kehidupan dari ketiga suku ini ternyata telah berubah. Sehari-hari orang Asmat bekerja dilingkungan sekitarnya,terutama untuk mencari makan, dengan cara berburu maupun berkebun, yang tentunya masih menggunakan metode yang cukup tradisional dan sederhana.

Masakan suku Asmat tidak seperti masakan kita. Masakan istimewa bagi mereka adalah ulat sagu. Namun sehari-harinya mereka hanya memanggang ikan atau daging binatang alat utama untuk mengukir adalah buruan. Dalam kehidupan Suku Asmat “batu” yang biasa kita lihat dijalanan ternyata sangat berharga bagi mereka.

Bahkan, batu-batu itu bisa dijadikan sebagai maskawin. Semua itu disebabkan karena tempat tinggal Suku Asmat yang membetuk rawa-rawa sehingga sangat sulit menemukan batu-batu jalanan yang sangat berguna bagi mereka untuk membuat kapak, palu, dan sebagainya. Makanan Pokok Makanan Pokok orang Asmat adalah sagu,hampir setiap hari mereka makan sagu yang dibuat jadi bulatan-bulatan yang dibakar dalam bara api.Kegemaran lain adalah makan ulat sagu yang hidup dibatang pohon sagu,biasanya ulat sagu dibungkus dengan daun nipah,ditaburi sagu,dan dibakar dalam bara api.Selain itu sayuran dan ikan bakar dijadikan pelengkap.

Namun yang memprihatinkan adalah masalah sumber air bersih.Air tanah sulit didapat karena wilayah mereka merupakan tanah berawa.Terpaksa menggunakan air hujan dan air rawa sebagai air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Pola Hidup Satu hal yang patut ditiru dari pola hidup penduduk asli Suku Asmat,mereka merasa dirinya adalah bagian dari alam, oleh karena itulah mereka sangat menghormati dan menjaga alam sekitarnya, bahkan, pohon disekitar tempat hidup mereka dianggap menjadi gambaran dirinya. Batang pohon menggambarkan tangan, buah menggambarkan kepala, dan akar menggambarkan kaki mereka Cara Merias Diri Suku Asmat memiliki cara yang sangat sederhana untuk merias diri mereka.

mereka hanya membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah. untuk menghasilkan warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan. sedangkan warna hitam mereka hasilkan dari arang kayu yang dihaluskan. cara menggunakan pun cukup simpel, hanya dengan mencampur bahan tersebut dengan sedikit air, pewarna itu sudah bisa digunakan untuk mewarnai tubuh.

Adat istiadat suku asmat Suku Asmat adalah suku yang menganut Animisme, sampai dengan masuknya para Misionaris pembawa ajaran baru, maka mereka mulai mengenal agama lain selain agam nenek-moyang. Dan kini, masyarakat suku ini telah menganut berbagai macam agama, seperti Protestan, Khatolik bahkan Islam. Seperti masyarakat pada umumnya, dalam menjalankan proses kehidupannya, masyarakat Suku Asmat pun, melalui berbagai proses, yaitu: • Kehamilan, selama proses ini berlangsung, bakal generasi penerus dijaga dengan baik agar dapat lahir dengan selamat dengan bantuan ibu kandung atau ibu mertua.

• Kelahiran, tak lama setelah si jabang bayi lahir dilaksanakan upacara selamatan secara sederhana dengan acara pemotongan tali pusar yang menggunakan Sembilu, alat yang terbuat dari bambu yang dilanjarkan. Selanjutnya, diberi ASI sampai berusia 2 tahun atau 3 tahun.

• Pernikahan, proses ini berlaku bagi seorang baik pria maupun wanita yang telah berusia 17 tahun dan dilakukan oleh pihak orang tua lelaki setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan dan melalui uji keberanian untuk membeli wanita dengan mas kawinnya piring antik yang berdasarkan pada nilai uang kesepakatan kapal perahu Johnson, bila ternyata ada kekurangan dalam penafsiran harga perahu Johnson, maka pihak pria wajib melunasinya dan selama masa pelunasan pihak pria dilarang melakukan tindakan aniaya walaupun sudah diperbolehkan tinggal dalam satu atap.

• Kematian, bila kepala suku atau kepala adat yang meninggal, maka jasadnya disimpan dalam bentuk mumi dan dipajang di depan joglo suku ini, tetapi bila masyarakat umum, jasadnya dikuburkan. Proses ini alat utama untuk mengukir adalah dengan iringan nyanyian berbahasa Asmat dan pemotongan ruas jari tangan dari anggota keluarga yang ditinggalkan. Unik Dalam memenuhi kebutuhan biologisnya, baik kaum pria maupun wanita melakukannya di ladang atau kebun, disaat prianya pulang dari berburu dan wanitanya sedang berkerja di ladang.

Selanjutnya, ada peristiwa yang unik lainnya dimana anak babi disusui oleh wanita suku ini hingga berumur 5 tahun. Rumah Adat Rumah Tradisional Suku Asmat adalah Jeu dengan panjang sampai 25 meter.Sampai sekarang masih dijumpai Rumah Tradisional ini jika kita berkunjung ke Asmat Pedalaman. Bahkan masih ada juga di antara mereka yang membangun rumah tinggal di atas pohon.

Agama Masyarakat Suku Asmat beragama Katolik,Protestan,dan Animisme yakni suatu ajaran dan praktik keseimbangan alam dan penyembahan kepada roh orang mati atau patung. Bagi Suku Asmat ulat sagu merupakan bagian penting dari ritual mereka.Setiap ritual ini diadakan,dapat dipastikan,kalau banyak sekali ulat yang dipergunakan. (Kal Muller,Mengenal Papua,2008,hal.31) Kepercayaan Dasar Adat istiadat suku Asmat mengakui dirinya sebagai anak dewa yang berasal dari dunia mistik atau gaib yang lokasinya berada di mana mentari tenggelam setiap sore hari.

Mereka yakin bila nenek moyangnya pada zaman dulu melakukan pendaratan di bumi di daerah pegunungan. Selain itu orang suku Asmat juga percaya bila di wilayahnya terdapat tiga macam roh yang masing-masing mempunyai sifat baik, jahat dan yang jahat namun mati. Berdasarkan mitologi masyarakat Asmat berdiam di Teluk Flamingo, dewa itu bernama Fumuripitis. Orang Asmat yakin bahwa di lingkungan tempat tinggal manusia juga diam berbagai macam roh yang mereka bagi dalam 3 golongan.

• Yi – ow atau roh nenek moyang yang bersifat baik terutama bagi keturunannya. • Osbopan atau roh jahat dianggap penghuni beberapa jenis alat utama untuk mengukir adalah. • Dambin – Ow atau roh jahat yang mati konyol.

Kehidupan orang Asmat banyak diisi oleh upacara-upacara. Upacara besar menyangkut seluruh komuniti desa yang selalu berkaitan dengan penghormatan roh nenek moyang seperti berikut ini: • Mbismbu (pembuat tiang) • Yentpokmbu (pembuatan dan pengukuhan rumah yew) • Tsyimbu (pembuatan dan pengukuhan perahu lesung) • Yamasy pokumbu (upacara perisai) • Mbipokumbu (Upacara Topeng) Suku ini percaya bahwa sebelum memasuki surga, arwah orang yang sudah meninggal akan mengganggu manusia.

Gangguan bisa berupa penyakit, bencana, bahkan peperangan. Maka, demi menyelamatkan manusia serta menebus arwah, mereka yang masih hidup membuat patung dan menggelar pesta seperti pesta patung bis (Bioskokombi), pesta topeng, pesta perahu, dan pesta ulat-ulat sagu.

Roh-roh dan Kekuatan Magis • Roh setan Kehidupan orang-orang Asmat sangat terkait erat dengan alam sekitarnya. Mereka memiliki kepercayaan bahawa alam ini didiami oleh roh-roh, jin-jin, makhluk-makhluk halus, yang semuanya disebut dengan setan. Setan ini digolongkan ke dalam 2 kategori: 1.

Setan yang membahayakan hidup. Setan yang membahayakan hidup ini dipercaya oleh orang Asmat sebagai setan yang dapat mengancam nyawa dan jiwa seseorang. Seperti setan perempuan hamil yang telah meninggal atau setan yang hidup di pohon beringin, roh yang membawa penyakit dan bencana (Osbopan). 2. Setan yang tidak membahayakan hidup.

Setan dalam kategori ini dianggap oleh masyarakat Asmat sebagai setan yang tidak membahayakan nyawa dan jiwa seseorang, hanya saja suka menakut-nakuti dan mengganggu saja. Selain itu orang Asmat juga mengenal roh yang sifatnya baik terutama bagi keturunannya., yaitu berasal dari roh nenek moyang yang disebut sebagai yi-ow • Kekuatan magis dan Ilmu sihir Orang Asmat juga percaya akan adanya kekuatan-kekuatan magis yang kebanyakan adalah dalam bentuk tabu. Banyak hal -hal yang pantang dilakukan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti dalam hal pengumpulan bahan makanan seperti sagu, penangkapan ikan, dan pemburuan binatang.

Kekuatan magis ini juga dapat digunakan untuk menemukan barang yang hilang, barang curian ataupun menunjukkan si pencuri barang tersebut. Ada juga yang mempergunakan kekuatan magis ini untuk menguasai alam dan mendatangkan angin, halilintar, hujan, dan topan.

Sumber Alam dan Potensi Alam Selain ikan,cucut,kepiting,udang,teripang,ikan penyu,cumi-cumi,dan hewan lainnya yang melimpah ruah.Daerah Asmat juga memiliki sumber daya alam yang amat luar biasa,seperti: rotan,kayu,gahar,kemiri,kulit masohi,kulit lawang,damar,dan kemenyan.

Wanita Dalam Pandangan Suku Asmat Simbolisasi perempuan dengan Flora & Fauna yang berharga bagi masyarakat Asmat (pohon/kayu,kuskus,anjing,burung kakatua dan nuri,serta bakung),seperti kata Asmat di atas,menunjukkan bagaimana sesungguhnya masyarakat Asmat menempatkan perempuan yang sangat berharga bagi mereka.Hal ini tersirat juga dalam berbagai seni ukiran dan pahatan mereka.Namun dalam gegap gempitanya serta kemasyuran pahatan dan ukiran Asmat.Tersembunyi suatu realita derita para Ibu dan gadis Asmat yang tak terdengar dari dunia luar.

Derita perempuan Asmat menjadi pelakon tunggal dalam menghidupi suku tersebut.Setiap harinya mereka harus menyediakan makanan untuk suami dan anak-anaknya,mulai dari mencari ikan,udang,kepiting,dan tembelo sampai kepada mencari pohon sagu yang tua,menebang pohon sagu,menokok,membawa sagu dari hutan,memasak dan menyajikan.Setelah itu mencuci tempat makanan atau tempat masak termaksud mengambil air dari telaga atau sungai yang jernih untuk keperluan minum keluarga.

Sementara itu kegiatan laki-laki Asmat sehari-harinya alat utama untuk mengukir adalah menikmati makanan yang disediakan istrinya,mengisap tembakau,dan berjudi.Kadang suami membuat rumah atau perahu,namun dengan batuan istri.Ada pula suami yang mau menemani istrinya mencari kayu bakar.Sayangnya mereka hanya benar-benar menemani.Mendayung perahu,menebang kayu,dan membawanya pulang adalah tugas istri.Suami yang cukup berbaik hati akan membantu membawakan kapak istrinya. Jika istri tidak menyiapkan permintaan suaminya seperti sagu atau ikan,maka istri akan menjadi korban luapan kemarahan.Jika mereka kalah judi,maka istri pula yang akan dijadikan objek kekesalan.Mereka yang tinggal di Agats,kini terbiasa pula untuk mabuk,mereka lebih rentan untuk mengamuk,sehingga istripun yang akan lebih banyak menerima tindak kekerasan.

Kadang kala laki-laki Asmat mengukir,jika mereka ingin tau atau jika hendak menyelenggarakan pesta.Ketika laki-laki mengukir,maka tugas perempuan akan semakin bertambah.Perempuan harus terus menyediakan sagu bakar dan makanan lain yang diinginkan suami mereka agar dapat terus bertenaga untuk mengukir.Semakin lama laki-laki alat utama untuk mengukir adalah banyak pula makanan yang harus mereka sediakan.Hal itu berarti akan semakin lelah perempuan Asmat,karena harus memangur,meramah,dan mengolah sagu,dan bahkan menjaring ikan,lebih tragisnya lagi,jika ukiran itu dijual,maka uangnya hanya untuk suami yang membuatnya,perempuan Asmat tidak menerima imbalan apapun untuk jerih payahnya menyediakan makanan.

Padahal tanpa makanan itu,satu ukiranpun tidak akan selesai dibuat.(Dewi Linggasari,2004,Yang Perkasa Yang Tertindas. Potret Hidup Perempuan Asmat.Yogyakarta: Bigraf Publishing,bekerjasama dengan Yayasan Adhikarya IKAPI dan The Fourt Foundation.Hal.22). Bencana Yang Alat utama untuk mengukir adalah Waspadai Bencana bagi Suku Asmat kurang lebih ada 3,yaitu ; • Penyakit Malaria • Buaya • HIV/AIDS Setelah virus HIV/AIDS marak di Asmat dan mulai merenggut korban jiwa,semakin bertumpuk daftar persoalan yang harus dihadapi PEMDA dan seluruh masyarakat Asmat.Sebagai sebuah Kabupaten baru yang tengah sibuk-sibuknya melakukan pembenahan infrastruktur dan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam rangka menyelenggarakan sebuah pemerintahan baru,dalam berbagi aspek,berjangkitnya HIV/AIDS ini merupakan sebuah pukulan telak yang bakal menyedot dana,waktu,tenaga,dan pikiran dari segenap komponen masyarakat Asmat,instansi-instansi terkait dalam jajaran pemerintahan Kabupaten Asmat khususnya dan sudah pasti butuh Pemerintah Pusat perlu segera mengambil langkah-langkah penanggulanggannya.

Mitologi Dalam hal kepercayaan orang Asmat yakin bahwa mereka adalah keturunan dewa yang turun dari dunia gaib yang berada di seberang laut di belakang ufuk, tempat matahari terbenam tiap hari. Menururt keyakinan orang Asmat, dewa nenek-moyang itu dulu mendarat di bumi di suatu tempat yang jauh di pegunungan.

Dalam perjalanannya turun ke hilir sampai ia tiba di tempat yang kini didiami oleh orang Asmat hilir, ia mengalami banyak petualangan. Dalam mitologi orang Asmat yang berdiam di Teluk Flaminggo misalnya, dewa itu namanya Fumeripitsy. Ketika ia berjalan dari hulu sungau ke arah laut, ia diserang oleh seekor buaya raksasa. Perahu lesung yang ditumpanginya tenggelam. Dalam perkelahian sengit yang terjadi, ia dapat membunuh si buaya, tetapi ia sendiri luka parah. Ia terbawa arus yang mendamparkannya di tepi sungai Asewetsy, Desa Syuru sekarang.

Untung ada seekor burung Flamingo yang merawatnya sampai ia sembuh kembali; kemudian ia membangun rumah yew dan mengukir dua patung yang sangat indah serta membuat sebuah genderang E m, yang sangat kuat bunyinya. Setelah ia selesai, ia mulai menari terus-menerus tanpa henti, dan kekuatan sakti yang keluar dari gerakannya itu memberi hidup pada kedua patung yang diukirnya. Tak lama kemudian mulailah patung-patung itu bergerak dan menari, dan mereka kemudian menjadi pasangan manusia yang pertama, yaitu nenek-moyang orang Asmat.

Upacara Adat Upacara suku Asmat yaitu Tengkorak nenek moyang Asmat. • Ritual hari Kematian Orang Asmat tidak mengenal dalam hal mengubur mayat orang yang telah meninggal. Bagi mereka, kematian bukan hal yang alamiah.

Bila seseorang tidak mati dibunuh, maka mereka percaya bahwa orang tersebut mati karena suatu sihir hitam yang kena padanya. Bayi yang baru lahir yang kemudian mati pun dianggap hal yang biasa dan mereka tidak terlalu sedih karena mereka percaya bahwa roh bayi itu ingin segera ke alam roh-roh. Sebaliknya kematian orang dewasa mendatangkan dukacita yang amat mendalam bagi masyarakat Asmat.

Suku Asmat percaya bahwa kematian yang datang kecuali pada usia yang terlalu tua atau terlalu muda, adalah disebabkan oleh tindakan jahat, baik dari kekuatan magis atau tindakan kekerasan. Kepercayaan mereka mengharuskan pembalasan dendam untuk korban yang sudah meninggal. Roh leluhur, kepada siapa mereka membaktikan diri, direpresentasikan dalam ukiran kayu spektakuler di kano, tameng atau tiang kayu yang berukir figur manusia. Sampai pada akhir abad 20an, para pemuda Asmat memenuhi kewajiban dan pengabdian mereka terhadap sesama anggota, kepada leluhur dan sekaligus membuktikan kejantanan dengan membawa kepala musuh mereka, sementara bagian badannya di tawarkan untuk dimakan anggota keluarga yang lain di desa tersebut.

Apabila ada orang tua yang sakit, maka keluarga terdekat berkumpul mendekati si sakit sambil menangis sebab mereka percaya ajal akan menjemputnya. Tidak ada usaha-usaha untuk mengobati atau memberi makan kepada si sakit. Keluarga terdekat si sakit tidak berani mendekatinya karena mereka percaya si sakit akan ´membawa´ salah seorang dari yang dicintainya untuk menemani.

Di sisi rumah dimana si sakit dibaringkan, dibuatkan semacam pagar dari dahan pohon nipah. Ketika diketahui bahwa si sakit meninggal maka ratapan dan tangisan menjadi-jadi. Keluarga yang ditinggalkan segera berebut memeluk sis akit dan keluar rumah mengguling-gulingkan tubuhnya di lumpur. Sementara itu, orang-orang di sekitar rumah kematian telah menutup semua lubang dan jalan masuk (kecuali jalan masuk utama) dengan maksud menghalang-halangi masuknya roh-roh jahat yang berkeliaran pada saat menjelang kematian.

Orang-orang Asmat menunjukkan kesedihan dengan cara menangis setiap hari sampai berbulan-bulan, melumuri tubuhnya dengan lumpur dan mencukur habis rambutnya. Yang sudah menikah berjanji tidak akan menikah lagi (meski nantinya juga akan menikah lagi) dan menutupi kepala dan wajahnya dengan topi agar tidak menarik bagi orang lain. Mayat orang yang telah meninggal biasa diletakkan di atas para (anyaman bambu), yang telah disediakan di luar kampung dan dibiarkan sampai busuk.

Kelak, tulang belulangnya dikumpulkan dan disipan di atas pokok-pokok kayu. Tengkorak kepala diambil dan dipergunakan sebagai bantal petanda cinta kasih pada yang meninggal. Orang Asmat percaya bahwa roh-roh orang yang telah meninggal tersebut ( bi) masih tetap berada di dalam kampung, terutama kalau orang itu diwujudkan dalam bentuk patung mbis, yaitu patung kayu yang tingginya 5-8 meter.

Cara lain yaitu dengan meletakkan jenazah di perahu lesung panjang dengan perbekalan seperti sagu dan ulat sagu untuk kemudian dilepas di sungai dan seterusnya terbawa arus ke laut menuju peristirahatan terakhir roh-roh. Saat ini, dengan masuknya pengaruh dari luar, orang Asmat telah mengubur jenazah dan beberapa barang milik pribadi yang meninggal. Umumnya, jenazah laki-laki dikubur tanpa menggunakan pakaian, sedangkan jenazah wanita dikubur dengan menggunakan pakaian.

Orang Asmat juga tidak memiliki pemakaman umum, maka jenazah biasanya dikubur di hutan, di pinngir sungai atau semak-semak tanpa nisan. Dimana pun jenazah itu dikubur, keluarga tetap dapat menemukan kuburannya.

• Ritual Pembuatan dan Pengukuhan Perahu Lesung Setiap 5 tahun sekali, masyarakat Asmat membuat perahu-perahu baru.Dalam proses pembuatan prahu hingga selesai, ada berapa hal yang perlu diperhatikan. Setelah pohon dipilih, ditebang, dikupas kulitnya dan diruncingkan kedua ujungnya, batang itu telah siap untuk diangkut ke pembuatan perahu. Sementara itu, tempat pegangan untuk menahan tali penarik dan tali kendali sudah dipersiapkan. Pantangan yang harus diperhatikan saat mengerjakan itu semua adalah tidak boleh membuat alat utama untuk mengukir adalah bunyi-bunyian di sekitar tempa itu.

Masyarakat Asmat percaya bahwa jika batang kayu itu diinjak sebelum ditarik ke air, maka batang itu akan bertambah berat sehingga tidak dapat dipindahkan. Untuk menarik batang kayu, si pemilik perahu meminta bantuan kepada kerabatnya. Sebagian kecil akan mengemudi kayu di belakang dan selebihnya menarik kayu itu. Sebelumnya diadakan suatu upacara khusus yang dipimpin oleh seorang tua yang berpengaruh dalam masyarakat.

Maksudnya adalah agar perahu itu nantinya akan berjalan seimbang dan lancar. Perahu pun dicat dengan warna putih di bagian dalam dan di bagian luar berwarna merah berseling putih.

Perahu juga diberi ukiran yang berbentuk keluarga yang telah meninggal atau berbentuk burung dan binatang lainnya.Setelah dicat, perahu dihias dengan daun sagu. Sebelum dipergunakan, semua perahu diresmikan terlebih dahulu.

Para pemilik perahu baru bersama dengan perahu masing-masing berkumpul di rumah orang yang paling berpengaruh di kampung tempat diadakannya pesta sambil mendengarkan nyanyi -nyanyian dan penabuhan tifa. Kemudian kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan diri dalam perlombaan perahu. Para pendayung menghias diri dengan cat berwarna putih dan merah disertai bulu-bulu burung.

Kaum anak-anak dan wanita bersorak-sorai memberikan semangat dan memeriahkan suasana. Namun, ada juga yang menangis mengenang saudaranya yang telah meninggal. Dulu, pembuatan perahu dilaksanakan dalam rangka persiapan suatu penyerangan dan pengayauan kepala. Bila telah selesai, perahu -perahu ini dicoba menuju tempat musuh dengan maksud memanas -manasi mereka dan memancing suasana musuh agar siap berperang.

Sekarang, penggunaan perahu lebih terarahkan untuk pengangkutan bahan makanan. • Upacara Bis Upacara B is merupakan salah satu kejadian penting di dalam kehidupan suku Asmat sebab berhubungan dengan pengukiran patung leluhur ( Bis) apabila ada permintaan dalam suatu keluarga. Dulu, upacara Bis ini diadakan untuk memperingati anggota alat utama untuk mengukir adalah yang telah mati terbunuh, dan kematian itu harus segera dibalas dengan membunuh anggota keluarga dari pihak yang membunuh.

Untuk alat utama untuk mengukir adalah patung leluhur atau saudara yang telah meninggal diperlukan kurang lebih 6-8 minggu. Pengukiran patung dikerjakan di dalam rumah panjang (bujang) dan selama pembuatan patung berlangsung, kaum wanita tidak diperbolehkan memasuki rumah tersebut. Dalam masa-masa pembuatan patung bis, biasanya terjadi tukar-menukar istri yang disebut dengan papis. Tindakan ini bermaksud untuk mempererat hubungan persahabatan yang sangat diperlukan pada saat tertentu, seperti peperangan.

Pemilihan pasangan terjadi pada waktu upacara perang-perangan antara wanita dan pria yang diadakan tiap sore. Upacara perang-perangan ini bermaksud untuk mengusir roh-roh jahat dan pada waktu ini, wanita berkesempatan untuk memukul pria yang dibencinya atau pernah menyakiti hatinya.

Sekarang ini, karena peperangan antar clan sudah tidak ada lagi, maka upacara bis ini baru dilakukan bila terjadi mala petaka di kampung atau apabila hasil pengumpulan bahan makanan tidak mencukupi. Menurut kepercayaan, hal ini disebabkan roh-roh keluarga yang telah meninggal yang belum diantar ketempat perisitirahatan terakhir, yaitu sebuah pulau di muara sungai Sirets. Patung bis menggambarkna rupa dari anggota keluarga yang telah meninggal.

Yang satu berdiri di atas bahu yang lain bersusun dan paling utama berada di puncak bis. Setelah itu diberikan warna dan diberikan hiasan-hiasan.Usai didandani, patung bis ini diletakkan di atas suatu panggung yang dibangun dirumah panjang.

Pada saat itu, keluarga yang ditinggalkan akan mengatakan bahwa pembalasan dendam telah dilaksanakan dan mereka mengharapkan agar roh-roh yang telah meninggal itu berangkat ke pulau Sirets dengan tenang. Mereka juga memohon agar keluarga yang ditinggalkan tidak diganggu dan diberikan kesuburan.

Biasanya, patung bis ini kemudian ditaruh alat utama untuk mengukir adalah ditegakkan di daerah sagu hingga rusak. • Upacara pengukuhan dan pembuatan rumah bujang ( yentpokmbu) Orang-orang Asmat mempunyai 2 tipe rumah, yaitu rumah keluarga dan rumah bujang ( je). Rumah bujang inilah yang amat penting bagi orang-orang Asmat. Rumah bujang ini dinamakan sesuai nama marga (keluarga) pemiliknya. Rumah bujang merupakan pusat kegiatan baik yang bersifat religius maupun yang bersifat nonreligius.

Suatu keluarga dapat tinggal di sana, tetapi apabila ada suatu penyerangan yang akan direncanakan atau upacara-upacara tertentu, wanita dan anak-anak dilarang masuk. Orang-orang Asmat melakukan upacara khusus untuk rumah bujang yang baru, yang dihadiri oleh keluarga dan kerabat. Pembuatan rumah bujang juga diikuti oleh beberapa orang dan upacara dilakukan dengan tari-tarian dan penabuhan tifa.

Kepustakaan • Koentjaraningrat (1998) Pokok-pokok Etnografi. Jakarta: Rineka Cipta • Koentjaraningrat (1980) Sejarah Teori Antropologi. Jakarta: UI Press • Sudarman, Dea (1993) Menyingkap Budaya Suku Pedalaman Irian Jaya. Jakarta: Delata Bibliografi • http;//www.scribd.com/Suku_Asmat/5-11-2011 • http;//www.ksupointer.com/Suku_Asmat_Sosok_Budaya_Indonesia_diPapua/5-11-2011 • http;//www.lestariweb.com/Indonesia/Papua_People_Asmat/5-11-2011 Lihat juga • Kesenian Suku Asmat Pranala luar • (Indonesia) Kisah Suku Asmat • (Indonesia) Suku Di Papua • (Inggris) Asmat Tribe - Irian Jaya Diarsipkan 2011-09-02 di Wayback Machine.

• Halaman ini terakhir diubah pada 2 Februari 2022, pukul 17.18. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN dr Ciptomangunkusumo (RSCM), Jakarta, dengan dugaan penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia.

Kemenkes meminta masyarakat meningkatkan personal hygiene untuk mencegah kasus hepatitis misterius ini meluas. "Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat," ujar Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada Republika, Senin (2/5/2022) malam. Ia menambahkan, gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.

Terkait penyebab penyakit ini, Nadia memastikan tidak sama dengan virus hepatitis A, B, C, D, dan E yang sebelumnya beredar. Tetapi, pihaknya memastikan hepatitis akut ini adalah kelompok adenovirus dan gejalannya kuning karena menginfeksi jaringan hati. Nadia menambahkan, Kemenkes belum tahu penyebab hepatitis akut ini atau informasi lainnya.

Oleh karena itu, ia menambahkan bahwa saat ini Kemenkes sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas kesehatan Provinsi DKI Alat utama untuk mengukir adalah sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut. Selama masa investigasi, dia melanjutkan, Kemenkes menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang.

"Lakukan tindakan pencegahan dengan melakukan personal hygiene seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes),” katanya. Menurutnya upaya ini penting dilakukan karena belum diketahui secara pasti penyebabnya. Apalagi, Nadia mengingatkan, vaksin untuk melawan penyakit ini belum tersedia.

Lebih lanjut pihaknya meminta jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, alat utama untuk mengukir adalah air besar berwarna pucat, kejang, penurunan kesadaran agar alat utama untuk mengukir adalah memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. Tak hanya itu, dia melanjutkan, Kemenkes melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 Tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022.

Surat Edaran tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan Pemerintah Daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya. Kemenkes meminta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Rumah Sakit untuk antara lain memantau dan melaporkan kasus sindrom Penyakit Kuning akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak dan memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Ia menambahkan, Kemenkes juga meminta pihak terkait untuk menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom Penyakit Kuning, dan membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor.

SHARE “Tentunya kami lakukan penguatan surveilans melalui lintas program dan lintas sektor, agar dapat segera dilakukan tindakan apabila ditemukan kasus sindrom jaundice akut maupun yang memiliki ciri-ciri seperti gejala hepatitis,” ujar Nadia. Lebih lanjut Kemenkes juga meminta Dinas Kesehatan, kantor kesehatan pelabuhan (KKP), dan Rumah Sakit segera memberikan notifikasi/laporan apabila terjadi peningkatan kasus sindrom jaundice akut maupun menemukan kasus sesuai definisi operasional kepada Dirjen P2P melalui Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) melalui nomor 0877-7759-1097 atau surat elektronik dengan alamat poskoklb@yahoo.com.

Seperti diketahui, sejak secara resmi dipublikasikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh organisasi kesehatan dunia PBB (WHO), jumlah laporan terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara. Kemenkes telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia, dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.

Sebelumnya, WHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown aetiology ) pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah. Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun.

Satu kasus di antaranya dilaporkan meninggal. Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (Penyakit Kuning) akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah).

Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam. Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium diluar negeri telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D, dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut. Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus dil luar negeri yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41.

SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus. Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama berharap agar Kementerian Kesehatan memberikan penjelasan lebih rinci.

Karena, dalam rilis Kementerian Kesehatan belum disebutkan bagaimana hasil laboratorium Hepatitis A,B,C dan E pada ketiga kasus ini. "Data dunia menyebutkan bahwa pada kejadian Hepatitis yang banyak dibahas ini maka hasil Lab Hepatitis A - E nya negatif. Selain itu tentu juga bagaimana hasil ada tidaknya Adenovirus 41 yang kini banyak diduga sebagai penyebab Hepatitis di lintas benua ini," ujar Tjandra, Senin (2/5). "Kita tentu amat berduka karena ke tiga kasus di Jakarta ini semuanya wafat.

Kalau data dunia, dari lebih dari 170 kasus maka yang meninggal adalah satu anak. Jadi akan baik kalau ada penjelasan lebih rinci tentang perbedaan fatalitas ini, 1 meninggal dari 170 kasus di dunia dan semua 3 meninggal dari 3 kasus kita," sambung Tjandra. Tjandra melanjutkan, alangkah baiknya bila ada penjelasan tentang hasil Laboratorium Hepatitis A-E dan juga Adenovirus yang juga disampaikan ke publik tentang ada hasil pemeriksaan virus2 lainnya.

Diketahui, WHO merekomendasikan pemeriksaan darah, serum, urine, faeses, sampel saluran napas dan bila mungkin biopsi hati, semuanya untuk pemeriksaan karakteristik virus secara mendalam, termasuk sequencing. Teknologi telah mendorong aliran informasi yang sangat deras. Informasi yang berkualitas pun bercampur dengan informasi palsu tanpa mutu.

Republika.id bergiat untuk terus memandu umat pada sumber literasi yang kredibel. Mari menjadi bagian dari ikhtiar menjaga umat dari informasi sesat melalui gerakan "Literasi Umat". Salurkan donasi Anda untuk mendukung ikhtiar ini.
(a) Cetakan Timbulan (Relief) • Merupakan proses membuat cetakan dengan meletakkan dakwat atau warna pada permukaan tapak cetakan yang biasanya terdiri daripada blok kayu atau lino.

• Hasil permukaan acuan merupakan imej yang terhasil di permukaan kertas. • Contoh cetakan jenis ini ialah: (a) Cetakan Kayu (b) Cetakan Lino (c) Cetakan Kolograf (d) Cetakan Kolaj (b) Cetakan Stensil atau Skrin • Cetakan ini memerlukan kain sutera (organdi) yang direnggangkan di atas pemidang kayu.

• Cetakan Sutera Saring / Stensil / Sarigrafi. • Terdapat beberapa kaedah yang boleh digunakan dalam jenis cetakan ini iaitu: (a) Kaedah Potongan Kertas Pendua (b) Kaedah Filem Leker (c) Kaedah Skrin Foto (c) Cetakan Lithografi / Planograf / Cetakan datar • Juga dikenali sebagai cetakan Plonografi. • Cetakan datar menggunakan blok batu kapur sebagai blok persembahan imej. • Teknik yang digunakan ialah teknik penolakan minyak dengan air.

• Kekalisan antara air dan minyak dapat menghasilkan cetakan seakanakan lukisan pensil. • Cetakan dibuat menggunakan mesin cetak. (d) Cetakan Benaman (Intaglio) • Berlawanan dengan cetakan timbulan. Bagi cetakan timbulan, dakwat atau pewarna di atas permukaan yang timbul manakala cetakan benaman pula dakwat atau warnanya di dalam ukiran turisan yang akan menjadi imej.

• Merupakan proses membuat cetakan melalui cara mengukir pada plat logam atau kayu dan meletakkan dakwat atau warna ke dalam hasil turisan. Contoh cetakan jenis ini ialah: (a) Kaedah Turisan (engraving) (b) Kaedah Gurisan Asid (etching) (c) Kaedah Akuantin (aquantint) (d) Kaedah Mesotin (mezzotint) (e) Cetakan Gurisan Asid • Cetakan asid pertama kali digunakan pada awal kurun ke-16 selepas asid diketahui boleh digunakan untuk mengguris imej ke dalam kepingan logam.

• Rembrandt Van Rijn, Francisco Goya dan Pablo Picasso adalah antara artis yang menggunakan tekni ini untuk mencipta dan menghasilkan sebahagian daripada karya utama mereka. • Corak gurisan yang dihasilkan diatas permukaan logam yang telah disapu dengan sejenis bahan yang kalis asid. • Gurisan dibuat dengan jarum etching di atas permukaan logam. • Mesin digunakan untuk menghasilkan cetakan jenis ini. (f) Cetakan Kayu • Kaedah yang paling awal digunakan.

• Muncul di Negeri China pada kurun ke-8. • Berkembang ke Eropah sekitar tahun 1418 Masihi dan digunakan untuk mencetak rekaan pada kain. Kemudian, cetakan dikembangkan untuk kegunaan pendidikan, keagamaan, propaganda dan tekstil untuk pakaian. • Cetakan berwarna alat utama untuk mengukir adalah pada kurun ke-15 Masihi.

Manakala pada kurun ke-16, cetakan muncul dan mencapai status sebagai satu bentuk seni yang penting dengan penghasilan karya Albrecht Durer dan karyawan Eropah. • Di Malaysia, cetakan bermula dengan mencetak kain sarung. • Kaedah yang mudah dan murah kerana peralatan senang didapati.

• Cara dan teknik sama dengan cetakan lino. Perbezaannya hanya cetakan kayu menggunakan kayu yang kesan cetakannya berira manakala cetakan lino menggunakan lino kesannya yang licin.

• Permukaan kayu yang berira ini membawa kesan yang tersendiri yang amat menarik. Oleh itu, seorang pencetak dari Eropah, Edvard Munch amat suka menggunakan alat utama untuk mengukir adalah ini. (above: Edward Jansen, Railroad Bridge, Wood-block print on paper.

Gift of the WPA. 1943.06.47) (above: Minnie Lois Murphy (American, 1901 - 1962), Election Night, ca. 1935 - 1937, Wood-block print on paper. Gift of the WPA. 1943.06.17) (g) Cetakan Lino • Kaedah dan proses sama dengan cetakan kayu iaitu kaedah cetakan timbul. • Bezanya hanya imej yang hendak di cetak di ukir dengan pahat pengukir di atas lino manakala kaedah cetakan kayu ukiran dibuat di atas blok kayu. (h) Cetakan Lithografi • Cetakan ini dicipta pada tahun 1798 oleh Aloys Senefelder.

• Pada tahun 1890-an, cetakan ini telah muncul dalam karya yang penuh artistik, iaitu dalam bentuk warna oleh Piere Bonnard dan Henri de Toulouse-Leutrec. • Juga dikenali sebagai cetakan Plonografi. • Cetakan datar menggunakan blok batu kapur sebagai blok persembahan imej. • Teknik yang digunakan ialah teknik penolakan minyak dengan air.

• Kekalisan antara air dan minyak dapat menghasilkan cetakan seakan akan lukisan pensil. • Cetakan dibuat menggunakan mesin cetak. (i) Cetakan Sutera Saring • Pada sekitar tahun 1930-an, beberapa artis Amerika Syarikat memulakan hasil karya mereka dengan menggunakan teknik cetakan ini. • Juga dikenali sebagai cetakan stensil dan sarigrafi.

alat utama untuk mengukir adalah

• Cetakan ini memerlukan kain sutera (organdi) yang diregangkan pada pemidang. • Imejnya dihasilkan melalui keratan kertas pendua, filem leker atau skrin foto. • Berbeza dengan cetakan lain, ia menggunakan sekuji untuk menyapu dakwat atau warna di atas permukaan kertas.

• Terdapat pelbagai kaedah stensil. Di antaranya ialah: (a) Kaedah Potongan Kertas Pendua (b) Kaedah Filem leker (c) Kaedah Lilin (d) Kaedah Sutera Saring (j) Cetakan Stensil Kaedah Potongan Kertas Pendua Kaedah ini ialah kaedah yang paling ringkas dan mudah. Sediakan sebuah pemidang alat utama untuk mengukir adalah.

Lukis dan gunting imej atas kertas pendua. Semasa mencetak, letakkan imej yang telah dipotong di atas kertas permukaan dasar yang hendak dicetak.

Pemidang skrin diletakkan di atasnya sebelum dituangkan dakwat atau warna. Gunakan sekuji untuk meratakan warna di atas pemidang skrin. Angkat perlahan-lahan pemidang skrin. Biasanya imej yang dipotong itu akan terlekat pada belakang pemidang skrin. Cetakan ini tidak boleh menghasilkan edisi yang banyak kerana kertas pendua yang dipotong itu akan lembap dan menyebabkan dakwat atau warna terkeluar.

Sila rujuk rajah-rajah berikut: (k) Cetakan Stensil Kaedah Alat utama untuk mengukir adalah Laker Langkah 1 : Sediakan lakaran imej. Kemudian lukis imej pada muka belakang filem leker. Langkah 2 : Potong dan keluarkan bahagian-bahagian yang hendak didakwatkan atau diwarnakan dengan pisau pemotong NT. Filem leker ini mempunyai dua lapisan. Satu lapisan berlilin dan satu lapisan kertas biasa.

Bahagian yang dipotong ialah bahagian yang berlilin. Langkah 3 : Setelah selesai mengeluarkan bahagian yang ditembusi dakwat atau warna, kertas filem leker itu diletakkan di bawah pemidang yang telah tersedia dengan kain sutera. Kemudian, digosok dengan seterika elektrik yang sederhana panas.

Semasa menggosok, bahagian yang berlilin (leker) akan melekat pada pemidang, sementara kertas biasa • ▼ 2011 (15) • ▼ November (15) • Contoh-contoh karya • Pengenalan Cetakan • Sejarah Cetakan • Kritikan Karya cetakan Tempatan • Kritikan karya cetakan luar negara • Cetakan Tamadun China • Cetakan Tamadun Jepun • Bahan-bahan yang digunakan untuk Cetakan • Apakah itu Sebuah Cetakan Asli • Sejarah perkembangan Seni Cetak di Malaysia • Sejarah Cetakan Sutera Saring • Sejarah Cetakan Kayu • Jenis-jenis cetakan • Proses Penghasilan karya cetakan Sutera Saring • Proses Penghasilan karya cetakan kayu
none

Carving a Gmelina Elliptica (Wareng) Bonsai with Ben Bonsai Studio




2022 www.videocon.com