Karakteristik geografis malaysia barat adalah

karakteristik geografis malaysia barat adalah

Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru.

Kita ketahui dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.

6. Lemahnya nila-nilai budaya bangsa akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa,baik melewati kontak langsung maupun tak langsung.Kontak langsung antara lain melalui unsur-unsur pariwisata,sedangkan kontak tak langsung antara lain melalui media cetak (majalah dan tabloid) atau media elektronika (televisi,tape recorder,film,radio).hal itu akan berdampak adanya westernisasi atau gaya hidup kebarat-baratan,pergaulan bebas,penyalahgunaan narkotika dan lain sebagainya.

Bangsa Indonesia sebetulnya dapat belajar dari pengalaman negara-negara lain dan dari negara kita sendiri tentang akibat menguatnya primordialisme, sehingga keberadaan dan penguatan lembaga-lembaga integrative seperti sistem pendidikan nasional, karakteristik geografis malaysia barat adalah sipil dan militer, partai-partai politik (ideology nasionalisme yang dapat menjembatani perbedaan etnik yang tajam, Sedangkan partai etnik tidak berhasil) harus tetap dilaksanakan dengan karakteristik geografis malaysia barat adalah bahwa hal ini adalah sebagai konsekuensi dari masyarakat kita yang majemuk.

Perlunya lembaga-lembaga pemersatu melalui state building dilandasi oleh pemikiran seorang ilmuwan Benedict Anderson, yang menganggap nasionalisme sebagai ideologi yang membentuk suatu masyarakat imajiner (imagined communities). Dalam masyarakat imajiner menjadi masyarakat riil juga membuktikan kebenaran teori Geertz tentang perlunya lembaga-lembaga pemersatu, sehingga ketika pencetus ideology nasionalisme para founding father sudah meninggal, negara bangsa masih tetap bertahan dan tidak terjadi disintegrasi.

Uraian secara singkat tentang lembaga pemersatu yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut : Lembaga integrative yang paling dominant dan paling penting yang mutlak diperlukan adalah kekuatan militer (TNI), yang jika diperlukan dapat memakai penguasaan dan monopolinya atas alat-alat kekerasan (alat peralatan perang – alat utama sistem persenjataan) untuk mempertahankan dan bahkan untuk karakteristik geografis malaysia barat adalah negara bangsa.

Dalam kerangka pemikiran tradisional bahkan gejala universal kaum militer di dunia, peranan militer sebagai benteng terakhir (mean of the last resort) mempertahankan kebutuhan negara bangsa.

Hal ini dapat dilihat sikap keras dari militer terhadap gerakan-gerakan separatis maupun kedaerahan (primodialisme), sebagai contoh kudeta militer di Pakistan di bawah Jenderal Musharaf, kepulauan Fiji, Rusia di bwah Presiden Vladimir Putin menghadapi separatis Chechnya, dan Srilanka menghadapi gerilyawan etnik Tamil serta TNI dan Polri menghadapi gerakan-gerakan separatis maupun kedaerahan di Indonesia mulai dari RMS tahun 1950, sampai masalah GAM di Aceh dan Papua Merdeka di Papua.

Dalam suasana demokratisasi, pengunaan kekuatan militer terhadap gerakan separatis dapat menimbulkan ambivalensi karena pada proses demokrasi, kegiatan separatisme yang dilakukan tanpa kekerasan adalah sesuatu yang legal.

Contoh nyata adalah kasus Quebec di Kanada yang sudah dua kali melakukan referendum untuk memisahkan diri tetapi tidak berhasil. Referendum yang berhasil terjadi di Indonesia, yakni jajak pendapat di Timor Timur tahun 1999 yang dimenangkan oleh kelompok pro kemerdekaan. Jajak pendapat di Timor Tiimur sebetulnya bukan yang pertama kali untuk Indonesia, karena kita pernah menyelenggarakan Act of free choice (penentuan pendapat rakyat – perpera) di Irian jaya tahun 1969 bersama PBB, yang berhasil mendapat dukungan untuk bersatu dengan Indonesia.

Contoh Jajak pendapat serupa terjadi di Sabah dan Serawak tahun 1963 yang setuju bergabung dengan semenanjung Malaya untuk membentuk negara Malaysia. Selain birokrasi militer, proses state building juga mencakup birokrasi sipil yang mempunyai tugas utama menarik pajak dan menyediakan bahan Pokok khususnya bahan Makanan (aparatur pajak sebagai bentuk yang paling tradisional dari demokrasi). Penyediaan bahan Makanan harus tersedia dengan cukup untuk mencegah terjadinya “huruhara kelaparan pangan” atau food riots, yang dalam sejarah dapat di contohkan dengan revolusi Prancis tahun 1789 dan revolusi Rusia tahun 1917.

Indonesia juga pernah mengalami food riots yang menyebabkan runtuhnya pemerintahan orde baru tahun 1998 akibat krisis moneter Sejak tahun 1997. Krisis pangan dan moneter juga meruntuhkan pemerintahan di Muangthai dan Korea Selatan, Sedangkan yang selamat hanya Malaysia di bawah PM Mahathir Mohammad. Birokrasi militer dan sipil di Indonesia sudah berkembang pesat dan mengalami kemajuan baik dari segi jumlah, kualitas, jenjang pangkat maupun penempatan jabatan eselon Pimpinan serta sumber etnik rekrutmen.

Dari segi etnik, baik TNI maupun Polri dan PNS baik Pusat maupun daerah sudah meliputi semua etnik group yang ada, sehingga melambangkan Bhineka Tunggal Ika. Lembaga partai politik di Indonesia merupakan perwujudan dari ideology nasionalisme yang paling berhasil.

Ideologi nasionalisme yang dibawakan oleh Partai Politik di Indonesia cukup berhasil, partai politik yang berideologi nasionalisme dapat menjembatani perbedaan etnik yang tajam, ini dapat dibuktikan oleh sejarah bahwa partai politik yang berazaskan etnik boleh dikatakan kurang berhasil bahkan gagal total. sebagai contoh pada Pemilu 1999 Partai Tionghoa Indonesia gagal dibandingkan partai Bhineka Tunggal Ika yang keduanya berorientasi etnik Tionghoa, dimana partai Bhineka Tunggal Ika yang majemuk berhasil memperoleh satu kursi di DPR.

Sedangkan pada Pemilu tahun 1955 yang agak berhasil hanya Partai Persatuan Dayak di Kalimantan Barat Sedangkan Partai etnik lainnya di Jawa Barat gagal memperoleh kursi di DPRD maupun DPR.

Dalam sejarahnya Partai Politik merupakan alat mobilisasi vertical yang lebih cepat dibandingkan dengan birokrasi nasional baik birokrasi sipil maupun militer. Dengan sistem Pemilu di Indonesia sekarang merupakan gabungan dari sistem distrik dan sistem proposional, sehingga perwakilan daerah dan etnik terwakili. Maka partai politik mampu menjadi alat integrasi bangsa untuk menekan perlawanan etnik yang minoritas.

Kita juga dapat memetik pelajaran dan pengalaman kisah sukses PAP di Singapura menunjukkan keberhasilan kebijakan rekrutmen dari Lee Kuan Yew dalam mengakomodir ketiga etnik yang ada di luar etnik mayoritas Tionghoa yakni etnik Melayu, India dan Indo (Eurasian).

Bagaimana dengan Pemilu 2009 nanti ? Sistem pendidikan nasional menjadi alat integrasi nasional terutama karena sifatnya yang menciptakan elite nasional yang kohesif. Pendidikan nasional mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi, menjadi alat pemersatu baik melalui kurikulum nasiional, bahasa pengantar maupun sistem rekrutmen siswa, mahasiswa maupun tenaga pengajar yang bersifat nasional.

Dalam suasana otonomi daerah sekarang ini diusahakan adanya ujian lokal tetapi yang berstandar nasional, demikian juga walaupun ada ide untuk menambah muatan kurikulum lokal/kedaerahan, namun tetap kurikulum inti mengajarkan ilmu sosial dan humaniora yang bersifat integratif dan nasional.

Sifat integratif lainnya adalah pemakaian bahasa pengantar yakni bahasa Indonesia sebaga bahasa nasional disamping penggunaan bahasa lokal/daerah yang diberlakukan untuk pendidikan tingkat SD/SLTP. Cara ini akan memudahkan integrasi ke dalam sistem nasional dan sosialisasi yang sama untuk seluruh warga negara. Sedangkan alat integrasi yang lain adalah rekrutmen siswa, mahasiswa dan tenaga pengajar yang bersifat nasional dan multi etnik, sehingga terjadi proses komunikasi, sosialisasi, asimilasi dan kulturasi dari berbagai etnik di kalangan siswa, mahasiswa dan tenaga pengajar.

Adanya perguruan tinggi pada tahun 1920 di Jakarta dan di berbagai kota besar maupun di setiap ibukota propinsi dan dianggap sebagai embrio terbentuknya komunitas nasional yang bersifat multi etnik, berbicara dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dan berkeinginan terbentuknya negara Indonesia.

Peranan media masa nasional seperti koran, majalah, TVRI, RRI cukup penting di Indonesia sebagai alat integrasi nasional. Banyak koran maupun media masa lainnya yang terbit di Jakarta tetapi penyebarannya menjangkau sampai ke seluruh kabupaten-kabupaten, begitu juga koran lokal yang mampu menembus pasar ke daerah lainnya.

Alat komunikasi lainnya adalah telepon, yang mengalami perkembangan pesat sejak pemerintahan orde baru sampai sekarang, seiring dengan modernisasi telekomunikasi yang dipelopori oleh Telkom dan Indosat. Sifat integratif dari telepon ini dibuktikan dengan banyaknya percakapan interlokal antar kota yang mencakup rata-rata 30 % dari biaya langganan telepon perbulan.

Perkembangan yang cepat dalam bidang transportasi mengakibatkan terjadinya mobilitas geografis penduduk dapat lebih cepat, aman, nyaman, dan murah. Bentuk mobilitas penduduk dapat transmigrasi, migrasi maupun turisme baik antar daerah, karakteristik geografis malaysia barat adalah, regional bahkan global.

Meningkatnya kegiatan mobilitas penduduk dan turisme nasional maupun lokal membawa dampak memperkuat rasa kesatuan dan kebangsaan. Letak Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan kepulauan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Daerah yang berpotensi untuk memisahkan diri adalah daerah yang paling jauh dari ibu kota, atau daerah yang besar pengaruhnya dari negara tetangga atau daerah perbatasan, daerah yang mempunyai pengaruh global yang besar, seperti daerah wisata, atau daerah yang memiliki kakayaan alam yang berlimpah. Akhir-akhir ini agama sering dijadikan pokok masalah didalam terjadinya konflik di negara ini, hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap agama yang dianut dan agama lain.

Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan bijaksana pada akhirnya dapat menimbulkan karakteristik geografis malaysia barat adalah kemungkinan disintegrasi bangsa, oleh sebab itu perlu adanya penanganan khusus dari para tokoh agama mengenai pendalaman masalah agama dan komunikasi antar pimpinan umat beragama secara berkesinambungan.

Masalah politik merupakan aspek yang paling mudah untuk menyulut berbagai ketidak nyamanan atau ketidak tenangan dalam bermasyarakat dan sering mengakibatkan konflik antar masyarakat yang berbeda faham apabila tidak ditangani dengan bijaksana akan menyebabkan konflik sosial di dalam masyarakat.

Selain itu ketidak sesuaian kebijakan-kebijakan pemerintah pusat yang diberlakukan pada pemerintah daerah juga sering menimbulkan perbedaan kepentingan yang akhirnya timbul konflik sosial karena dirasa ada ketidak adilan didalam pengelolaan dan pembagian hasil atau hal-hal lain seperti perasaan pemerintah daerah yang sudah mampu mandiri dan tidak lagi membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat, konflik antar partai, kabinet koalisi yang melemahkan ketahanan nasional dan kondisi yang tidak pasti dan tidak adil karakteristik geografis malaysia barat adalah ketidak pastian hukum.

Pluralitas kondisi sosial budaya bangsa Indonesia merupakan sumber konflik apabila tidak ditangani dengan bijaksana. Tata nilai yang berlaku di daerah yang satu tidak selalu sama dengan daerah yang lain. Konflik tata nilai yang sering terjadi saat ini yakni konflik antara kelompok yang keras dan lebih modern dengan kelompok yang relatif terbelakang.

Kemungkinan disintegrasi bangsa dilihat dari aspek pertahanan keamanan dapat terjadi dari seluruh permasalahan aspek asta gatra itu sendiri. Dilain pihak turunnya wibawa TNI dan Polri akibat kesalahan dimasa lalu dimana TNI dan Polri digunakan oleh penguasa sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaannya bukan sebagai alat pertahanan dan keamanan negara. • Artikel Lain-lain (5) • Artikel Pendidikan (45) • Game dan Cheat (5) • Kumpulan Cerpen (4) • Kumpulan Drama (3) • Kumpulan Kliping (6) • Kumpulan Makalah (12) • Kumpulan Proposal (2) • Kumpulan Puisi (8) • Kumpulan Skripsi (6) • Laporan Karya Tulis (2) • Naruto Episode (7) • Naruto Movie (1) • Serba HP (5) • Serba Komputer (1) Indonesia is located in equator line with it’s avarage temperature is 35°C.

Its humidity is high, it can reach 85% (hot humid tropical climate). There are two things that cause extreme climate. Firstly the position between 2 continent and two ocean. Secondly big different between the area of continent and ocean. This condition makes disadvantage for human being in doing their activities becaused of up and down of the temperature that is not comfort for the human body.

The best range of temperature for Indonesian people in doing their activities is 22,8°C - 25,8°C and the humidity 70%. Easiest step to create thermal comfort in building is using air condition system.

How ever it affects to the electrical energy used. This paper proposes to solve the thermal comfort in building by architectural solution, designing building by considering orientation to wind direction and sun, using of architecture element and building material, and also elements of landscape. sti-jul2005- (26) . In every activity carried out by humans, especially at work, thermal comfort is needed to optimize productivity, and this is similar to the learning and teaching processes.

Based on a reference to the Decree of the Minister of Health No. 261 / MENKES / SK / II / 1998, the ideal room temperature is between 18°C -26°C [3] [4].

. The ideal room temperature will create comfort in the learning and teaching process. With increasing outdoor air temperature due to climate change, an air conditioner is needed to reach the ideal room temperature. An air conditioner is an air conditioner that is needed to regulate the temperature and humidity of the air in a room. The purpose of this study is to determine the airflow pattern produced by air conditioning equipment and to determine the distribution of air temperature in the computer laboratory room.

Computational Fluid Dynamic (CFD) is a simulation method used by using the ANSYS application. Based on research conducted in a computer laboratory room which has a length of 12 m, a width of 12 m, a chamfer of 3.93 m and a height of 3 m, the airflow pattern produced by the air conditioner is relatively the same between the variable air velocity 2.5 m / s and 3 m / s.

Where the air will move straight in accordance with the outlet shape of the air conditioner and then experience a decrease in speed over a certain distance and a change in the direction of air flow occurs due to exposure to room properties and eventually spreads throughout the room.

The average temperature in the computer laboratory room for the variable air velocity 2.5 m/s is 24°C. Meanwhile, the variable air velocity 3 m/s 23 ° C.

.  The distance between building masses is at least 6 meters  The mass and height configuration of the building must provide visibility or "Stolen Vista."  Connectivity between buildings must be simple and easy to read by building users Mass design and building structure must be uncomplicated and straightforward [26]. . The Indonesian government is confronted with several issues concerning tourist sites, both local and foreign.

This study serves as a support facility for the Borobudur Highlands sector of the Nglinggo-Sedayu Gate. A combined technique is used during the research stage to collect primary data, such as measuring the area's position using a Total Station and GPS. Additionally, there are secondary restrictions in government and local government norms. The Ministry of Tourism formed the Borobudur Tourism Area Management Authority Agency to facilitate the growth of the Borobudur attraction.

After field measurements with the Total Station and GPS, as well as a soil test in the Highland Borobudur region, mainly the site where the Amphitheatre location has elevation, and the valley position's contours are very dry, two factors drew us to the area: the design, which is inspired by the forms and textures of the surrounding environment, and the stunning outlook, particularly towards the private resort.

This conclusion applies current architectural notions to building masses, vernacular architecture on building roofs, eco-architectural approaches to the built environment in building assembly, and building technology in utility systems and building facades. . Thermal comfort is a crucial factor impacting on the teaching and learning activities in a classroom. Moreover, a comfortable situation depends heavily on several climatic variables such as radiation due to the sun exposure, the humidity, the air temperature, and the wind speed around the building [3].

Geographically, Indonesia is located in the equatorial region, so Indonesia has an equatorial climate which is hot and humid. . Various, different evaporator placements in a room have produced different airflow patterns, temperature distribution, and airflow velocities.

In this study, karakteristik geografis malaysia barat adalah average room temperature and airflow velocity measured at 27 points of the CFD simulation for 4 positions of the planned evaporator placements were compared to determine the most ideal position based on karakteristik geografis malaysia barat adalah comfortable temperature and the maximum airflow velocity pursuant to the SNI 03-6572-2001 recommendation.

On Position 1, two evaporators were given to the west wall.

karakteristik geografis malaysia barat adalah

Position 2, two evaporators were placed on the south wall. On Position 3, two evaporators were given to the north wall. Moreover, on Position 4, two evaporators were placed opposite to each other where an evaporator was placed on the south wall, and the other evaporator was placed on the north wall.

An ANSYS Fluent software was employed to make the CFD simulation. Based on the results of the study, it was found out that Position 2 was the most ideal evaporator placement position since it met the comfortable temperature limit and has the highest number of airflow velocity points meeting the recommended maximum airflow velocity pursuant to the SNI 03-6572-2001 recommendation.

. Berdasarkan manfaat dari rumput laut (Turbinaria sp.) dan kencur maka sangat baik bila dikembangkan menjadi produk kosmetika terutama untuk kulit. Penggunaan produk kosmetik alami sebagai perawatan kulit merupakan salah satu upaya melindungi kulit dari dampak negatif cuaca matahari yang menyengat dan mengganggu yang akan mengakibatkan munculnya noda hitam (Talarosha 2005).

Kandungan pada rumput laut (Turbinaria sp.) dan kencur sangat dibutuhkan oleh kulit karena mengandung bahan alami. . Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting dan strategi perbaikan sistem ventilasi kamar kos yang mempunyai bukaan ventilasi hanya pada satu sisi dinding untuk mendapatkan distribusi aliran udara optimum dalam ruangan.

Penelitian menggunakan metode survei dan eksperimen, analisis dengan metode simulasi komputer. Parameter input dalam simulasi diperoleh melalui pengukuran di lapangan berupa dimensi geometri kamar kos, letak dan luas bukaan ventilasi, serta parameter iklim mikro. Simulasi dilakukan pada kondisi eksisting dan strategi terhadap letak serta rasio bukaan. Perlakuan karakteristik geografis malaysia barat adalah kecepatan angin untuk input adalah 0,25 m/det, 0,5 m/det, 0,75 m/det dan 1,00 m/det.

Hasil riset menunjukkan bahwa sistem ventilasi eksisting kamar kos berkinerja buruk karena temperatur dalam ruangan dapat mencapai 7 °C diatas temperatur luar. Peningkatan rasio bukaan menjadi 20,26% dari luas lantai, dengan rincian 11,77% bukaan ventilasi atas, dan 8,45% bukaan ventilasi bawah, mengakibatkan distribusi aliran udara meningkat, ventilasi silang terjadi dengan inlet pada bukaan bawah dan outlet pada bukaan atas, efeknya temperatur ruangan dapat diturunkan terutama pada kecepatan angin inlet diatas 0,25 m/det.

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting dan strategi perbaikan sistem ventilasi kamar kos yang mempunyai bukaan ventilasi hanya pada satu sisi dinding untuk mendapatkan distribusi aliran udara optimum dalam ruangan. Penelitian menggunakan metode survei dan eksperimen, analisis dengan metode simulasi komputer. Parameter input dalam simulasi diperoleh melalui pengukuran di lapangan berupa dimensi geometri kamar kos, letak dan luas bukaan ventilasi, serta parameter iklim mikro.

karakteristik geografis malaysia barat adalah

Simulasi dilakukan pada kondisi eksisting dan strategi terhadap letak serta rasio bukaan. Perlakuan terhadap kecepatan angin untuk input adalah 0,25 m/det, 0,5 m/det, 0,75 m/det dan 1,00 m/det. Hasil riset menunjukkan bahwa sistem ventilasi eksisting kamar kos berkinerja buruk karena temperatur dalam ruangan dapat mencapai 7 °C diatas temperatur luar. Peningkatan rasio bukaan menjadi 20,26% dari luas lantai, dengan rincian 11,77% bukaan ventilasi atas, dan 8,45% bukaan ventilasi bawah, mengakibatkan distribusi aliran udara meningkat, ventilasi silang terjadi dengan inlet pada bukaan bawah dan outlet pada bukaan atas, efeknya temperatur ruangan dapat diturunkan terutama pada kecepatan angin inlet diatas 0,25 m/det.

Abstract This study aims to identify existing conditions and strategies to improve the ventilation system of boarding room that have ventilation openings on only one side of the wall to get the optimum airflow distribution in the room. The study used survey and experimental methods, analysis with the computational simulation method. Input parameters in the simulation are obtained through measurements in the field in the form of room geometry dimensions, location and area of ventilation openings, and microclimate parameters.

Simulations are carried out on existing conditions and strategies on the location and opening ratio. The treatment of wind speed for input (v) is 0.25 m/sec, 0.5 m/sec, 0.75 m/sec and 1.00 m/sec. The results showed that the existing ventilation system of the boarding room performed poorly because the indoor temperature could reach 7 °C above the ambient temperature.

Increased open ratio to 20.26% of floor area, with details of 11.77% of upper ventilation openings, and 8.45% of lower ventilation openings, resulting in increased airflow distribution, cross ventilation occurs with inlets at lower openings and outlets at upper openings, the effect is room temperature can be lowered especially at wind speeds above 0.25m/sec. PENDAHULUAN Kenyamanan termal pada ruang interior merupakan salah satu tujuan dari perancangan sebuah bangunan untuk memberikan perlindungan kepada manusia dari pengaruh iklim yang kurang menguntungkan.

Seharusnya bangunan dapat berfungsi sebagai pelindung dari panas, dingin dan tiupan angin yang mengakibatkan ketidaknyamanan terhadap penghuni (Latif et al. 2019e). Termasuk kamar kos yang banyak disewa oleh mahasiswa sebagai tempat mereka beraktivitas sepulang dari kampus.

Menurut Latif et al. (2019e), ruang kamar kos mengalami panas pada siang maupun malam hari disebabkan sistem ventilasi alami tidak berfungsi dengan baik. Indonesia yang beriklim tropis lembap, memiliki karakter udara panas serta aliran udara yang minim The Corona Virus Disease 2019 pandemic is an event of the spread of the corona virus around the world. LIPI researchers stated that air temperature and humidity can affect the spread of the corona virus. Coronavirus resistance decreases in hot air temperatures and high humidity.

Based on the problem of hot air temperature and high humidity that can retard the spread of the corona virus, a study was carried out on the effect of the material on the thermal conditions of buildings to reduce the spread of the corona virus.

Thermal measurements are carried out on a 2-story residential house. The research objective was to determine the thermal condition of the 2-story residential material which can reduce the spread of the corona virus.

The research method is quantitative research method with experimental approach. The quantitative research method with an experimental approach is to measure air temperature and humidity on several materials of a 2-storey residential house using ecotect software. The results of the research are ceramic floor materials, brick walls, glass openings, gypsum ceilings and ceramic tile roofs have thermal conditions that can reduce the spread of the corona virus in a 2-story residential house. The condition of a school landscape is important because it affects the learning process which can increase participation among students.

Nature school is one form of an educational institution that takes account the importance of a landscape and how the students can appreciate the environment. One nature school is in Bogor, more specifically at Tanah Baru.

This nature school has an inclusive education program for children with special needs, in which they can interact with other children of the same age. The aim of this research is to create a concept and design of the school landscape and playgrounds that can function as an educational and healing space through programs and activities that stimulate growth and development of children with environmental qualities and esthetics.

The method that was used for this research was analyzing qualitative and quantitative aspects through three approaches that are biophysics, social, and education of special needs children. This method was done through four stages which are: (1) preparation stage, (2) karakteristik geografis malaysia barat adalah and analyzing the existing conditions (physical and biophysical) and educational process for special needs children through direct observation and literature review, (3) data processing stage, karakteristik geografis malaysia barat adalah (4) designing stage.

The main concept of this school landscape is to create an educational and interactive landscape which can be used for therapeutic activities by combining the existing therapeutic activities.

The main concept of this landscape comes from the concept “building blocks for learning” which consists of skills obtained karakteristik geografis malaysia barat adalah therapeutic activities. The design concept, “building blocks of life”, is a development from the main concept which can be interpreted as the compositional structure of all living things, in which cells are the lowest structural level of living things, as well as elementary school in the educational system.

The output of this research is limited to the landscape design phase, with the final product in the form of a site plan and other supporting detail drawings. The interior design of the Petra Christian University Business and Technology Incubator aims to provide a forum for the people of East Java, especially start-up companies, students, lecturers and the outside community to start their start-ups and to develop the creative economy in East Java.

The current interior of IBT Petra still uses former classrooms. So that it still karakteristik geografis malaysia barat adalah not accommodate the activities and needs of its users to work optimally and creatively. In order to solve the problem formulation, the Design Thinking 101 method is used, which consists of 3 main stages, namely Understand (Collecting and Analyzing Data), Explore (Looking for ideas for problem solving) and Materialize (Testing and developing designs).

Then an IBT interior design was produced with the concept of Entrepreneur's Dream, which applies the vision, mission and karakteristik geografis malaysia barat adalah of a startup, namely innovative, grow, caring, global into its interior design that can help realize the vision and mission.

The resulting scope includes creative co-working space, exhibition space, store, office, event space, makerspace and café. p>The present work is a contribution to the energy efficiency in the habitats by the valorization of the local building materials in Burkina Faso.

A comparative numerical study on the thermal behavior and energy consumption of some habitats in local and modern building materials is carried out.

The simulations were carried out using computer code written in FORTRAN language over a period of one . [Show full abstract] year. Analysis of the results shows that habitats in local construction materials (BTC, BLT, adobe) have a better thermal response compared to modern building materials (hollow cinder block).

karakteristik geografis malaysia barat adalah

Generally speaking, the temperature and humidity profiles obtained do not make it possible to ensure the summer comfort in these buildings throughout the year. The evaluation of air-conditioning loads to ensure thermal comfort in these habitats shows that they are higher respectively in the blocks, BLT, BTC, adobe constructions. We therefore consider that local building materials represent a good alternative for the search for energy efficiency in buildings.

Data from ESEM and optical microscopy experiments show that deliquescence and crystallization of NaCl are strongly influenced by the rate and magnitude of the humidity change, and to a lesser extent by the variations in . [Show full abstract] crystal size. The growth of salts in porous building materials can generate stress and provoke mechanical dilatation. Most stones respond to a relative humidity increase by expanding, while during drying they shrink.

Dilatation measurements on Umm Ishrin sandstone from Petra, Jordan rapidly cycled under isothermal conditions from 30 to 92% RH, show this typical behaviour.

However, when the same sandstone prisms are contaminated with sodium chloride results show that the presence of NaCl induces expansion during drying and contraction during humidity increase, with much higher amplitudes than the uncontaminated prisms.

Flaking and granular disintegration were observed after only a few cycles, with dilatation amplitudes depending on the cycle duration.

Overall, the cyclic expansion tended to exceed the contraction in amount and took place with a slower pace. These experiments further illustrate mechanisms, parameters and underline the importance of NaCl-induced damage occurring in porous building materials. View full-text Modelling of mass transports in cementitious materials usually implies a macroscopic approach of porous building materials based on thermodynamics of open continua.

Examination of the entropy source leads to the main equations: filtration of both liquid and gaseous phases, vapor diffusion through dry air, chloride diffusion through liquid water, phase change equilibrium, etc. Numerical . [Show full abstract] Simulations of chloride diffusion into saturated media and both moisture and chloride transport during wetting-drying cycles proved very efficient correlation with experimental data.

Read more Service life planning and service life prediction is today ruled by the ISO 15686 standard. This standard can guide user to find out the Reference Service Life (RSL) of components and materials from both laboratory aging tests and field exposures. In particular, during last years researches on durability of building materials gave considerable results on building materials behavior during their .

[Show full abstract] service life, but there is still a lot of work to be done on methods for predicting the Estimated Service Life (ESL) of components or materials in real projects. This paper presents results from a research developed at the "Dipartimento di Ingegneria dei Sistemi Edilizi e Territoriali – Polytechnic of Milan" on the durability of building components, and shows a method, based on a performance approach, for estimating the service life of a component starting from experimental data.

The transition from experimental data to ESL can be done, according to the ISO 15686, in three different ways: a) factor method, b) engineering methods and c) stochastic methods. The tool developed at the DISET can be compared to an engineering method; it allows estimating the service life of a component by the definition of limits to the degradation of its performance characteristics. Starting from user requirements on indoor climate, in particular on thermal comfort and humidity control, and from experimental data on the behavior over time of building components, this method allows the user to define limits for performance characteristics of building components.

These are boundaries that are not to be passed during the degradation of building components if we want the indoor climate to satisfy user requirements and therefore they determine the service life of karakteristik geografis malaysia barat adalah component. We call these limits "performance limits". View full-text Knowledge and understanding of heat transfer through roof of an air-conditioned building have become increasingly important as air-conditioning penetrates more widely to attain thermal comfort.

The knowledge could be utilized to rationalize and economize on the use of energy and building materials. The mechanism of heat transfer is a dynamic phenomenon influenced by many factors such as . [Show full abstract] instantaneous solar and sky radiation intensities, thermal properties of materials, wind velocity, ventilation condition, and temperatures of interior, ambient and sky.

The development of a model for unsteady heat transmission through a roof installed with radiant barrier is presented. The model is applied to tilted and flat roof, and a number of installation configurations of radiant barrier.

The calculation results agree reasonably well with the result from experimental measurements. The model would become useful in evaluating the cost-effectiveness of karakteristik geografis malaysia barat adalah combination of radiant barrier and insulation installations under varying climates in different regions. Keyword radiant barrier, retardant of thermal radiation, attic insulation, heat transmission model, heat transmission through roof.

Read more
• Afrikaans • Alemannisch • Aragonés • العربية • ܐܪܡܝܐ • مصرى • Asturianu • Авар • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Banjar • বাংলা • བོད་ཡིག • Bosanski • Català • Нохчийн • کوردی • Qırımtatarca • Čeština • Kaszëbsczi • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Võro • Føroyskt • Français • Arpetan • Frysk • Gaeilge • Gagauz • Gàidhlig • Galego • ગુજરાતી • Gaelg • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Hornjoserbsce • Magyar • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Iñupiak • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Taqbaylit • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Перем коми • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Кыргызча • Latina • Лакку • Лезги • Limburgs • Ladin • Lietuvių • Latviešu • Basa Banyumasan • Олык марий • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • मराठी • Bahasa Melayu • Dorerin Naoero • Karakteristik geografis malaysia barat adalah • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Deitsch • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Romani čhib • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • संस्कृतम् • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Тыва дыл • Українська • اردو • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Zeêuws • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan.

Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.

Cari sumber: "Desa" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Sebuah desa di Johor, Malaysia. Desa, atau udik, menurut definisi "universal", adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan ( rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit permukiman kecil yang disebut kampung (Banten, Jawa Barat, Papua Barat, Papua), dusun (Jawa Tengah dan Jawa Timur) atau padukuhan (Yogyakarta) atau Banjar (Bali) atau jorong (Sumatra Barat), Lembang ( Toraja), atau Pekon/Tiuh/Peratin (Lampung).

Kepala Desa dapat disebut dengan nama lain misalnya Kepala Kampung atau Petinggi di Kalimantan Timur, Klèbun di Madura, Pambakal di Kalimantan Selatan, dan Kuwu di Cirebon, Hukum Tua di Sulawesi Utara.

Sejak diberlakukannya otonomi daerah Istilah desa dapat disebut dengan nama lain, misalnya di Sumatra Barat disebut dengan istilah nagari, di Aceh dengan istilah gampong, di Papua dan Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut dengan istilah kampung, di Kabupaten Tana Toraja & Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan disebut dengan istilah Lembang.

Begitu pula segala istilah dan institusi di desa dapat disebut dengan nama lain sesuai dengan karakteristik adat istiadat desa tersebut. Hal ini merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan Pemerintah terhadap asal usul dan adat istiadat setempat.

Berdasarkan pertaturan Undang-Undang No. 6 tahun 2014, Desa ialah kepaduan masyarakat hukum yang mempunyai batas kawasan yang berhak untuk mengelola dan menjalankan kegiatan pemerintahan, kebutuhan masyarakat domestik menurut gagasan masyarakat, kebebasan asal usul, dan kebebasan tradisional yang disegani dalam struktur pemerintahan Indonesia. Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak.

Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Bambang Utoyo Desa merupakan tempat sebagian besar penduduk yang bermata pencarian di bidang pertanian dan menghasilkan bahan makanan R. Bintarto Desa adalah perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis politik, kultural setempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain Sutarjo Kartohadikusumo Desa merupakan kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri merupakan pemerintahan terendah di bawah camat William Ogburn dan MF Nimkoff Desa adalah kesatuan organisasi kehidupan sosial di dalam daerah terbatas.

S.D. Misra Desa adalah suatu kumpulan tempat tinggal dan kumpulan daerah pertanian dengan batas-batas tertentu yang luasnya antara 50 – 1.000 are. Paul H Landis Desa adalah suatu wilayah yang jumlah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan cirri-ciri sebagai berikut: • Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antra ribuan jiwa • Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuaan terhadap kebiasaan • Mata pencaharian bersifat agraris dan dipengaruhi oleh faktor-faktor alam sekitar seperti iklim, keadaan alam, kekayaan alam.

UU no. 22 tahun 1999 Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan Nasional dan berada di daerah Kabupaten UU no.

5 tahun 1979 Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia UU no.

6 tahun 2014 Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

[1] Unsur-Unsur Desa [ sunting - sunting sumber ] Desa punya tiga unsur yakni: [2] • Daerah, yang dimaksud daerah dalam arti yaitu tanah-tanah yang produktif dan tanah yang tidak. Juga penggunaannya, termasuk juga unsur lokasi, luas, dan batas yang merupakan lingkungan geografi setempat. • Penduduk, yaitu meliputi jumlah rasio jenis kelamin, komposisi penduduk, pertambahan, kepadatan, persebaran, dan kualitas penduduknya.

• Tata kehidupan desa yang berkaitan erat dengan norma, adat istiadat dan aspek budaya lainnya yang berlaku. Kewenangan Desa [ sunting - sunting sumber ] Kewenangan desa merupakan kekuasaan dan tanggungjawab desa sebagai identitas hukum dalam mengatur dan mengurus desa.

Kewenangan desa merupakan dasar bangun jika desa dianalogikan sebagai suatu bangunan. Maka dari itu kewenangan desa merupakan pondasi atau dasar yang digunakan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. [3] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Desa di Indonesia Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa • ^ Media, Kompas Cyber. "Desa: Definisi dan Unsurnya". KOMPAS.com.

Diakses tanggal 2020-12-27. • ^ Nain, Umar (2019). Pembangunan Desa dalam Perspektif Sosiohistoris (PDF). makassar: Garis Khatulistiwa. hlm. 56. ISBN 978 623 7617 06 8. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) [ pranala nonaktif permanen] • Banjar • Banua • Blok • Daerah • Daerah administratif khusus • Daerah ibu kota • Daerah insuler • Daerah istimewa • Daerah khusus • Daerah otonom • Daerah pemerintahan lokal • Departemen • Dependensi federal • Desa • Desa adat • Dewan • Distrik • Dusun • Distrik federal • Distrik ibu kota • Distrik kota • Distrik metropolitan • Distrik munisipalitas • Distrik otonom • Divisi • Gampong • Ibu kota • Karakteristik geografis malaysia barat adalah kota federal • Kabupaten • Kabupaten administrasi • Kadipaten • Kampung • Kanton • Kapanewon • Kawasan perkotaan • Kawasan perdesaan • Kecamatan • Keamiran • Kegubernuran • Kelurahan • Kelurahan sipil • Kemantren • Kepangeranan • Kepenatuaan • Kepenghuluan (Rokan Hilir) • Koloni • Komune • Komunitas • Komunitas otonom • Komunitas residensial • Kondominium • Konstituensi • Kota • Kota administrasi • Kota independen • Kota otonom • Kotamadya • Lembang • Lingkaran • Lingkungan • Liwa • Mukim • Nagari • Negara bagian • Panji • Panji otonom • Paroki • Paroki sipil • Pedukuhan • Pekon • Pembagian sensus • Perempat • Persemakmuran • Prefektur • Prefektur otonom • Protektorat • Provinsi • Provinsi otonom • Republik otonom • Reservasi Indian • Rukun tetangga • Rukun warga • Sirkuit • Subdivisi sensus • Subprefektur • Tiyuh • Unit administratif lokal • Unit wilayah otonom • Urban (Kawasan Perkotaan) • Wilayah • Wilayah dependensi • Wilayah nasional • Wilayah persatuan • Wilayah persekutuan Istilah nonbahasa Indonesia yang dipergunakan saat ini • Arondisemen • Amphoe • Amt • Bailiwick • Bakhsh • Baladiyah • Barangay • Barrio • Bezirk / Regierungsbezirk • Borough • Comarca • County* • County administratif* • County borough* • County otonom* • County metropolitan* • Croft • Daïra • Frazione • Freguesia • Gemeente • Hamlet • Judet • Località • Muban • Munisipalitas • Munisipalitas county regional* • Munisipalitas distrik • Munisipalitas regional • Powiat • Oblast • Okrug • Ostan • Periphery • Purok • Quarter • Ranchería • Shabiyah • Shahr • Shahrestan • Shire (Ketuanan) • Suzerainty • Tambon • Vingtaine • Voivodat • Ward • Ward otonom Istilah bahasa Indonesia yang tidak dipergunakan lagi • Daerah tingkat I • Daerah tingkat II • Daerah swatantra tingkat I • Daerah swatantra tingkat II • Daerah swatantra tingkat III • Distrik pedesaan • Distrik perkotaan • Distrik saniter (perkotaan pedesaan) • Kabupaten administratif • Karesidenan • Kawedanan • Kotaraya • Kota administratif • Kotapraja • Kota imperial • Lingkaran imperial • Negara kota • Provinsi imperial • Republik • Seratus • Swapraja • Mukim (Aceh) Istilah nonbahasa Indonesia yang tidak dipergunakan lagi Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Artikel yang membutuhkan referensi tambahan Maret 2022 • Semua artikel yang membutuhkan referensi tambahan • Artikel yang tidak memiliki referensi Maret 2022 • Semua artikel yang tidak memiliki referensi • Halaman ini terakhir diubah pada 4 Maret 2022, pukul 03.19.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • tirto.id - Wilayah merupakan unsur penting dalam negara karena menjadi dasar penyelenggaraan pemerintahan. Maka itu, suatu pemerintahan tidak merepresentasikan negara jika tidak memiliki kedaulatan di wilayah yang tetap.

Saking pentingnya unsur wilayah, karakteristik geografis malaysia barat adalah negara menetapkan lokasi dan batas-batasnya dengan dasar konstitusi dan berbagai peraturan perundang-undangan. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah yang terdiri atas daratan dan perairan. Status NKRI sebagai negara kepulauan tersebut ditegaskan dalam Pasal 25 A UUD 1945, yang berbunyi: " Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah dan batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang." Sebagai negara kepulauan, Republik Indonesia memiliki wilayah perairan laut yang lebih luas daripada daratannya.

Maka, peranan wilayah laut menjadi sangat penting bagi bangsa dan negara Indonesia, demikian mengutip buku PPKN terbitan Kemendikbud (2017). Baca juga: Apa Saja Karakteristik Wilayah Indonesia: Lautan, Perairan, Daratan Wilayah lautan Indonesia yang sangat luas itu mengandung kekayaan sumber daya alam melimpah, baik berupa biota maupun barang tambang di kedalaman buminya. Karena itu, penegasan kedaulatan NKRI atas wilayah laut yang dimiliki dan pengakuan dunia internasional atas klaim ini menjadi penting.

Terdapat 2 topik besar terkait dengan kedaulatan NKRI atas wilayah lautnya. Pertama adalah pembagian wilayah laut dan penentuan batas-batasnya. Pembagian Wilayah Laut Indonesia Menurut Konvensi Hukum Laut Berdasarkan Hukum Laut Internasional yang disepakati oleh PBB pada 1982, pembagian wilayah perairan Negara Kesatuan Indonesia menjadi 3 bagian.

Adapun 3 pembagian wilayah laut Indonesia menurut Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (United Nation Convention of Law of the Sea atau UNCLOS) tersebut adalah Zona Laut Teritorial, Zona Landas Kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Dikutip dari Modul Pembelajaran SMA PPKn oleh Kemendikbud (2020), berikut penjelasan mengenai 3 pembagian wilayah laut Indonesia tersebut. 1. Zona Laut Teritorial Zona Laut Teritorial adalah wilayah laut dengan garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas.

Garis dasar merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau terluar. Di zona tersebut, ada laut teritorial dan laut internal/perairan dalam (laut nusantara). Laut teritorial adalah laut yang terletak antara garis dengan garis batas teritorial. Laut internal/perairan dalam (laut nusantara) adalah laut yang terletak di sebelah dalam garis dasar. Jika ada dua negara atau lebih menguasai suatu lautan, sedangkan lebar lautan itu kurang dari 24 mil laut, maka garis teritorial di tarik sama jauh dari garis masing-masing negara tersebut.

Sebuah negara mempunyai hak kedaulatan penuh hingga batas laut teritorial, tetapi mempunyai kewajiban menyediakan alur pelayaran lintas damai, baik di atas maupun di bawah permukaan laut. 2. Zona Landas Kontinen Kontinen berarti benua yang merupakan daratan luas. Dalam konteks zona ini, landas kontinen adalah dasar laut dengan kedalaman kurang dari 150 meter yang secara geologis maupun morfologi menjadi lanjutan dari sebuah kontinen. Indonesia berada di antara dua landasan kontinen, yaitu landasan kontinen Asia dan landasan kontinen Australia.

Pengukuran batas landas kontinen ini dilakukan dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut. Batas wilayah negara-negara yang menguasai lautan di atas landasan kontinen diukur dengan menarik sama jauh dari garis dasar masing-masing. Di dalam garis batas zona landas landas kontinen, Indonesia berwenang untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di wilayah tersebut, dengan kewajiban menyediakan alur pelayaran lintas damai.

3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE adalah jalur laut dengan lebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar. Di dalam wilayah ZEE, Indonesia mendapatkan kesempatan pertama untuk memanfaatkan sumber daya alamnya. Meskipun begitu, di wilayah ZEE, kebebasan untuk pelayaran pemasangan kabel serta pipa di bawah permukaan laut tetap dimiliki negara-negara lain sesuai prinsip-prinsip Hukum Laut Internasional, batas landas kontinen, dan batas ZEE.

Pengumuman tentang batas-batas Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dikeluarkan oleh pemerintah RI pertama kali pada 21 Maret 1980. Batas Wilayah Indonesia Sebelah Utara, Selatan, Timur Barat Sebagai negara maritim, Indonesia lebih banyak bersinggungan dengan negara lain melalui batas laut daripada batas darat, baik dari sebelah timur, selatan, barat, dan utara.

Secara geografis, batas wilayah daratan Indonesia hanya bersinggungan dengan 3 negara. Lain halnya dengan batas wilayah laut Indonesia yang berhubungan dengan 10 negara. Berikut ini penjelasan mengenai batas-batas wilayah Negara Indonesia secara geografis di sebelah barat, utara, selatan, dan timur. 1. Batas Wilayah Laut Indonesia Sebelah Timur Di sebelah timur, wilayah laut Indonesia berbatasan dengan perairan Samudra Pasifik dan dengan daratan negara Papua Nugini.

Hubungan bilateral mengenai batas-batas wilayah laut dan darat telah disepakati oleh Indonesia dan Papua Nugini. 2. Batas Wilayah Indonesia di Sebelah Selatan Di sebelah selatan, wilayah Indonesia berbatasan langsung dengan daratan Timor Leste.

Sedangkan batas lautnya berbatasan dengan Samudra Hindia dan perairan Australia. Dengan Australia, Indonesia telah menyepakati batas-batas wilayah negara yang meliputi ZEE dan batas landas kontinen pada 1997.

3. Batas Wilayah Indonesia di Sebelah Barat Di sebelah karakteristik geografis malaysia barat adalah, wilayah barat Indonesia tidak memiliki perbatasan darat dengan negara mana pun. Sementara itu, batas laut wilayah barat Indonesia berhubungan dengan Samudra Hindia dan perairan negara India.

Pulau Ronde di Aceh dan Pulau Nicobar di India adalah 2 pulau yang menandai perbatasan kedua negara. 4. Batas Wilayah Indonesia di Sebelah Utara Di sebelah utara, wilayah Indonesia berbatasan langsung dengan daratan Malaysia.

Untuk batas laut, wilayah Indonesia bersinggungan dengan perairan lima negara, yaitu Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Malaysia.
MENU • Beranda • Sosiologi • Sosiologi Hukum • Sosiologi Klasik • Sosiologi Pedesaan • Sosiologi Perkotaan • Sosiologi Pendidikan • Sosiologi Politik • Sosiologi Menurut Para Ahli • Sosiologi Agama • Kajian Sosiologi • Sosiologi Umum • Sosiologi Perguruan Tinggi • Sosiologi SMA • Tokoh Sosiologi • Globalisasi • Penelitian Sosial • Lainnya • Antropologi • Ekonomi • Masyarakat dan Penduduk • Sosial • Karya Tulis • Budaya • Contact Us • Disclaimer • Privacy Policy • Keberagaman ras di Indonesia pada umumnya dapat dikategorikan berdasarkan ciri-ciri fisiknya.

Ras memiliki cakupan makna yang luas, dilihat dari berbagai perspektif yang berlainan. Ras merupakan istilah yang merujuk pada sebuah sistem pengelompokan yang dipakai untuk karakteristik geografis malaysia barat adalah manusia ke dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda dengan ciri fisik yang dapat diamati asal-usul geografis, pewarisan dalam makna suku, dan lain- lain.

Daftar Isi • Ras • Pengertian Ras • Pengertian Ras Menurut Para Ahli • Klasifikasi Ras • Bentuk Badan • Bentuk Kepala • Bentuk Air Muka dan Tulang Rahang Bawah • Jenis Ras • Ras Mongoloid • Ras Negroid • Ras Kaukasoid • Ras Khusus Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan • Contoh Ras • Sebarkan ini: • Posting terkait: Ras Kata ras berasal dari bahasa Prancis dan Italia ”razza” untuk menjelaskan dan menguraikan himpunan orang yang dapat dibedakan menurut karakteristik fisik.

Pada mulanya penggunaan istilah ras diperkirakan muncul sekitar awal tahun 1.600. Saat itu, Frangois Bernier, seorang antropolog kebangsaan Prancis, pertama kali mengemukakan pemikiran tentang diferensiasi manusia berdasarkan kategori atau karakteristik fisik, yang berupa warna kulit dan bentuk wajah.

Disinilah, istilah Ras di dalam kehidupan, dapat diaplikasikan dalam beragam bidang yang berlainan. Sebagai contoh, di Amerika Serikat misalnya, pilar hukum menggunakan istilah “ras” dalam menentukan latar belakang karakteristik geografis malaysia barat adalah yang tersangkut suatu permasalahan hukum dan penggambaran kembali objek tertentu yang belum di identifikasi. Selain itu, pada masyarakat pada umumnya, Klasifikasi berdasarkan “ras” mengikuti aturan pola stratifikasi sosial, yang mana bagi ilmuwan di bidang sosial yang mengkaji fenomena kesenjangan sosial, “ras” dijadikan factor penting.

Sebagai elemen sosiologis, kategori “ras” dapat secara terbatas menggambarkan penjelasan yang subyektif, yang di dalamnya meliputi profil diri dan intitusi sosial terkait. Pengertian Ras Ras adalah klasifikasi manusia berdasarkan ciri biologis yang dimiliki bukan berdasarkan ciri- ciri yang terstruktur secara sosial.

Ras juga bisa diartikan sebagai golongan penduduk pada suatu daerah yang mempunyai beberapa sifat keturunan, yang berlainan dengan penduduk pada daerah lainnya. Selain itu, Ras diartikan sebagai suatu kategori dengan pengelompokan sejumlah orang berdasarkan karakteristik fisik tubuh, yang meliputi warna kulit, bentuk tengkorak kepala, struktur rambut, bentuk mata atau hidung, dan simbol-simbol fisik lainnya dengan perspektif subjektif.

Pengertian Ras Menurut Para Ahli Adapun definisi ras menurut para ahli, antara lain; • Gill dan Gilbert karakteristik geografis malaysia barat adalah Ras adalah karakteristik biologis yang melekat pada diri manusia, yang dapat menjelaskan sekumpulan orang yang dapat diklasifikasikan menurut karakteristik fisik yang diciptakan melalui proses reproduksi. Pada realita sosial yang dijumpai di masyarakat, seringkali ras justru dijadikan status sosial yang dimaknai dengan perspektif karakteristik geografis malaysia barat adalah bukan secara biologis.

• Banton Pengertian ras adalah suatu ciri yang menunjukkan suatu peran, serta proporsi fisik yang dijadikan kaidah untuk menunjuk beragamnya peran yang ada. Ras dapat diartikan secara fisik dan sosial.

Ras secara fisik mencakup kondisi fisik yang dapat dilihat, sedangkan secara sosial mencakup peran dan unsur budaya maupun kebiasaan yang sering dilakukan. • Grosse Arti ras adalah sekelompok sosial manusia yang merupakan satu kesatuan yang berpadu padan dikarenakan faktor atas serangkaian pewarisan sifat jasmani dan rohani yang serupa, sehingga dapat dibedakan dengan kesatuan yang berlainan. Karakteristik geografis malaysia barat adalah Ras Klasifikasi ras atau pembagian ras dapat diidentifikasi dengan cara melihat tanda jasmani atau karakteristik fisik yang melekat.

Antara lain: • Bentuk Badan Secara mendasar, bentuk badan bukan factor dominan dalam klasifikasi ras. Namun bentuk badan menjadi salah satu indicator penting dalam klasifikasi ras. Bentuk badan dalam hal ini meliputi tinggi badan, dimana manusia pada umumnya mempunyai tinggi rata-rata 150 sampai dengan 178 cm. • Bentuk Kepala Untuk bentuk kepala dapat dihitung dengan menghitung indeks kepala. Ada rumus yaitu dengan mengalikan lebar kepala x panjang kepala x 100.

Sehingga dapat didapat hasil bentuk kepala sebagai salah satu indicator dalam klasifikasi ras. • Bentuk Air Karakteristik geografis malaysia barat adalah dan Tulang Rahang Bawah Dalam indicator bentuk air muka dan tulang bawah ini, ada lima aspek yang diperhatikan, yaitu: • Bentuk tulang pipi yang nampak menonjol keluar Indikator ini terlihat pada kebanyakan orang Asia Timur, sebagian kecil bangsa Rusia, Orang Pasifik Selatan dan bangsa Indian.

• Pronagtisme atau standar estimasi ke bagian muka dan air muka • Lebar muka atau jarak maksimum antar dua pipi Panjang muka yaitu jarak maksimal antara batas tulang dahi dan tulang hidung, serta bagian paling bawah dari tengah-tengah tulang rahang atas.

Indeks muka bisa dirumuskan dengan hitungan membagi panjang dan lebar muka dikali 100. • Bentuk gigi, namun kurang ditekankan dalam analisis Gigi kurang ditekankan dalam analisis penelitian, dikarenakan bentuk gigi pada manusia pada dasarnya tidak banyak perbedaan yang signifikan. Manusia purba dan manusia modern mempunyai perbedaan yang sangat terlihat. Manusia purba tidak mempunyai tulang dagu, tulang tersebut berkembang terhadap manusia yang lebih tinggi tingkatan perkembangan evolusinya.

• Bentuk Hidung Hitungan bentuk hidung dapat dihitung dengan rumus, yaitu dengan cara membagi panjang dan lebar hidup lalu dikalikan 100. • Warna Kulit, Warna Rambut dan Warna Mata Warna kulit manusia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu putih dan hitam.

Selain itu ada juga warna kulit lain yaitu warna kuning pada ras Tionghoa, Warna sawo matang pada orang Dravida, Warna kuning cokelat pada orang Polynesia, dan cokelat hitam pada Ras Negro. Selain itu, warna rambut beragam pula jenisnya, yaitu meliputi warna hitam, cokelat, pirang, putih dan kekuningan.

Kemudian juga karakteristik geografis malaysia barat adalah warna mata ada, yaitu hitam, cokelat, biru, hijau, dan abu-abu. • Bentuk Rambut Dalam kehidupan sehari- hari dapat dijumpai beragam bentuk rambut manusia antara karakteristik geografis malaysia barat adalah lurus, keriting, dan bergelombang. Jenis Ras Jenis-jenis atau macam macam ras di dunia menurut A.L Krober dibagi menjadi empat jenis, sebagai berikut: • Ras Mongoloid Merupakan jenis ras dengan ciri yang melekat yaitu berkulit kuning.

Golongan bangsa yang termasuk ras mongoloid antara lain: • American Mongoloid Meliputi Bangsa Eskimo di Amerika Utara, hingga penduduk Terra del Frugo di penjuru Amerika bagian Selatan.

• Malayan Mongoloig Meliputi lingkup kawasan Asia Tenggara, Malaysia dan Filipina, serta Kepulauan Indonesia • Asiatic Mongoloid Meliputi wilayah Asia Utara, Asia Tengah, dan juga Asia Timur • Ras Negroid Merupakan jenis ras dengan karakteristik geografis malaysia barat adalah fisik yaitu berkulit hitam. Golongan bangsa yang masuk dalam golongan ras negroid antara lain: • African Negroid Meliputi wilayah di Benua Afrika • Melanisia Meliputi wilayah Papua dan Melanisia • Negrito Meliputi wilayah Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, serta Filipina • Ras Kaukasoid Merupakan ras dengan ciri khas berkulit putih.

Golongan bangsa yang termasuk dalam klasifikasi ras kaukasoid antara lain: • Nordic Meliputi wilayah Eropa Utara, tepatnya pada sekitaran Laut Baltik • Mediterania Meliputi wilayah di sekitar laut tengah, Amerika Utara, Amerika, Arabia, Armenia, serta Iran • Alpine Meliputi wilayah di Eropa Tengah dan Eropa Timur • Ras Khusus Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan Yang termasuk dalam klasifikasi ras tersebut antara lain: • Ainu Dapat dijumpai di sekitaran Pulau Kurufoto dan Hokaido di Jepang utara • Polynesian Dapat dijumpai di Kepulauan Mikronesia dan Polinesia • Australoid Dapat dijumpai pada penduduk asli Ausralia • Veddoid Dapat dijumpai di daerah pedalaman Sri Langka dan Sulawesi Selatan Contoh Ras Beragamnya Ras yang tersebar di berbagai penjuru dunia dapat dicontohkan sebagai berikut: • Penduduk asli yang menempati wilayah Eropa, Sebagian Afrika dan Asia merupakan golongan Ras Mongoloid • Penduduk asli yang bertempat tinggal di wilayah Afrika, serta daerah sebagian Asia termasuk ke dalam golongan Ras Negroid • Penduduk asli yang bertempat tinggal di wilayah Eropa Utara sekitar laut Baltik, Eropa Tengah, Eropa Timur, Afrika Utara, Armedia Arab,dan juga Iran termasuk ke dalam golongan Ras Kaukasoid • Keberadaan Ras Khusus yang merupakan segolongan ras yang tinggal di pedalaman Sri Lanka, Penduduk pulau Karafuto, Hokkaido, Jepang Dari penjelasan, dapatlah dikatakan bahwa ras secara umum yaitu pengelompokkan berdasarkan ciri biologis, tidak menurut ciri-ciri sosial yang terkonstruksikan secara struktural.

Di Indonesia dijumpai beragam ras, antara lain Ras Mongoloid Barat dan Ras Australoid Barat, Ras Negroid, Ras Weddoid, Ras Melayu Mongoloid, Ras Proto Melayu, Ras Deutro Melayu, Ras Papua Melanezoid, Ras Asiatic-Mongoloid, Ras Kaukasoid. Selain itu, contoh etnis dan ras secara umum dapat diklasifikasikan ke dalam 4 golongan, yang meliputi Ras Mongoloid, Ras Negroid, Ras Kaukasoid, serta Ras Khusus. Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami tuliskan serta jelaskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian ras menurut para ahli, klasifikasi, jenis, dan contohnya yang ada di Indonesia dan Dunia.

Semoga bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam bagi pembaca sekalian. Trimakasih, Posting terkait: • 15 Manfaat Kerjasama dalam Kehidupan Sehari-hari • 7 Contoh Fasilitas Kesehatan di Masyarakat dalam Keseharian • 21 Contoh Nasionalisme dan Patriotisme di Sekolah, Keluarga dan Masyarakat Posting pada Kajian Sosiologi, Masyarakat dan Penduduk, Sosiologi Menurut Para Ahli Ditag bentuk ras, ciri ras, Contoh ras, jenis ras, klarifikasi ras, klasifikasi ras, macam ras, pengertian ras, ras, ras adalah, ras di Dunia, ras di Indonesia, ras menurut para ahli Navigasi pos Kategori • Antropologi • Budaya • Ekonomi • Geografi • Globalisasi • Kajian Sosiologi • Karya Tulis • Kategori Tingkatan • Kehidupan Sehari-Hari • Lainnya • Masyarakat dan Penduduk • Penelitian Sosial • Sejarah • Sosial • Sosiologi • Sosiologi Agama • Sosiologi Hukum • Sosiologi Keluarga • Sosiologi Klasik • Sosiologi Menurut Para Ahli • Sosiologi Pedesaan • Sosiologi Pendidikan • Sosiologi Perguruan Tinggi • Sosiologi Perkotaan • Sosiologi Politik • Sosiologi SMA • Sosiologi Umum • Teori Sosiologi • Tokoh Sosiologi
• Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Cebuano • ᏣᎳᎩ • کوردی • Čeština • Kaszëbsczi • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • Gagauz • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Ilokano • Ido • Íslenska • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Kabɩyɛ • Қазақша • Kalaallisut • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Lombard • ລາວ • Lietuvių • Latgaļu • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Македонски • മലയാളം • Монгол • ဘာသာ မန် • मराठी • Bahasa Melayu • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Nāhuatl • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • Nouormand • Occitan • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Pälzisch • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • ትግርኛ • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 Pertanian Umum • Agribisnis • Agroindustri • Agronomi • Ilmu pertanian • Jelajah bebas • Kebijakan pertanian • Lahan usaha tani • Mekanisasi pertanian • Menteri Pertanian • Perguruan tinggi pertanian • Perguruan tinggi pertanian di Indonesia • Permakultur • Pertanian bebas ternak • Pertanian berkelanjutan • Pertanian ekstensif • Pertanian intensif • Pertanian organik • Pertanian urban • Peternakan • Peternakan pabrik • Wanatani Sejarah • Sejarah pertanian • Sejarah pertanian organik • Revolusi pertanian Arab • Revolusi pertanian Inggris • Revolusi hijau • Revolusi neolitik Tipe • Akuakultur • Akuaponik • Hewan ternak • Hidroponik • Penggembalaan hewan • Perkebunan • Peternakan babi • Peternakan domba • Peternakan susu • Peternakan unggas • Peladangan • Portal:Pertanian Gambaran klasik pertanian di Indonesia Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

[1] Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam serta pembesaran hewan ternak, meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bio enzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekadar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia. [2] Kelompok ilmu- ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya.

Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, teknik pertanian, biokimia, dan statistika juga dipelajari dalam pertanian. Usaha tani adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya.

"Petani" adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani tembakau" atau "petani ikan". Pelaku budidaya hewan ternak secara khusus disebut sebagai peternak. Daftar isi • 1 Cakupan pertanian • 2 Sejarah singkat pertanian dunia • 3 Pertanian kontemporer • 4 Tenaga kerja • 4.1 Keamanan • 5 Sistem pembudidayaan tanaman • 6 Sistem produksi hewan • 7 Masalah lingkungan • 7.1 Masalah pada hewan ternak • 7.2 Masalah penggunaan lahan dan air • 7.3 Pestisida • 7.4 Perubahan iklim • 8 Energi dan pertanian • 8.1 Mitigasi kelangkaan bahan bakar fosil • 9 Ekonomi pertanian • 10 Lihat pula • 11 Referensi • 12 Pranala luar Cakupan pertanian [ sunting - sunting sumber ] Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia.

[3] Dalam arti sempit, pertanian diartikan sebagai kegiatan pembudidayaan tanaman. Usaha pertanian diberi nama khusus untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar ( hutan).

Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibia) atau serangga (misalnya lebah). Perikanan memiliki subjek hewan perairan (termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air). Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan.

Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian. Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha, pemilihan benih/ bibit, metode budidaya, pengumpulan hasil, distribusi produk, pengolahan dan pengemasan produk, dan pemasaran. Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan maksimal maka ia melakukan pertanian intensif ( intensive farming).

Usaha pertanian yang dipandang dengan cara ini dikenal sebagai agribisnis. Program dan kebijakan yang mengarahkan usaha pertanian ke cara pandang demikian dikenal sebagai intensifikasi. Karena pertanian industri selalu menerapkan pertanian intensif, keduanya sering kali disamakan.

Sisi pertanian industrial yang memperhatikan lingkungannya adalah pertanian berkelanjutan ( sustainable agriculture). Pertanian berkelanjutan, dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organik atau permakultur, memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensinya.

Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah daripada pertanian industrial. Pertanian modern masa kini biasanya menerapkan sebagian komponen dari kedua kutub "ideologi" pertanian yang disebutkan di atas. Selain keduanya, dikenal pula bentuk pertanian ekstensif (pertanian masukan rendah) yang dalam bentuk paling ekstrem dan tradisional akan berbentuk pertanian subsisten, yaitu hanya dilakukan tanpa motif bisnis dan semata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau komunitasnya.

Sebagai suatu usaha, pertanian memiliki dua ciri penting: selalu melibatkan barang dalam volume besar dan proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi. Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponik) telah dapat mengurangi ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian.

Sejarah singkat pertanian dunia [ sunting - sunting sumber ] Daerah " bulan sabit yang subur" di Timur Tengah. Di tempat ini ditemukan bukti-bukti awal pertanian, seperti biji-bijian dan alat-alat pengolahnya.

Domestikasi anjing diduga telah dilakukan bahkan pada saat manusia belum mengenal budidaya (masyarakat berburu dan peramu) dan merupakan kegiatan pemeliharaan dan pembudidayaan hewan yang pertama kali. Selain itu, praktik pemanfaatan hutan sebagai sumber bahan pangan diketahui sebagai agroekosistem yang tertua.

[4] Pemanfaatan hutan sebagai kebun diawali dengan kebudayaan berbasis hutan di sekitar sungai. Secara bertahap manusia mengidentifikasi pepohonan dan semak yang bermanfaat.

Hingga akhirnya seleksi buatan oleh manusia terjadi dengan menyingkirkan spesies dan varietas yang buruk dan memilih yang baik. [5] Kegiatan pertanian (budidaya tanaman dan ternak) merupakan salah satu kegiatan yang paling awal dikenal peradaban manusia dan mengubah total bentuk kebudayaan. Para ahli prasejarah umumnya bersepakat bahwa pertanian pertama kali berkembang sekitar 12.000 tahun yang lalu dari kebudayaan di daerah "bulan sabit yang subur" di Timur Tengah, yang meliputi daerah lembah Sungai Tigris dan Eufrat terus memanjang ke barat hingga daerah Suriah dan Yordania sekarang.

Bukti-bukti yang pertama kali dijumpai menunjukkan adanya budidaya tanaman biji-bijian ( serealia, terutama gandum kuno seperti emmer) dan polong-polongan di daerah tersebut. Pada saat itu, 2000 tahun setelah berakhirnya Zaman Es terakhir pada era Pleistosen, di dearah ini banyak dijumpai hutan dan padang yang sangat cocok bagi mulainya pertanian.

Pertanian telah dikenal oleh masyarakat yang telah mencapai kebudayaan batu muda ( neolitikum), perunggu dan megalitikum. Pertanian mengubah bentuk-bentuk kepercayaan, dari pemujaan terhadap dewa-dewa perburuan menjadi pemujaan terhadap dewa-dewa perlambang kesuburan dan ketersediaan pangan. Pada 5300 tahun yang lalu di China, kucing didomestikasi untuk menangkap hewan pengerat yang menjadi hama di ladang. [6] Teknik budidaya tanaman lalu meluas ke barat ( Eropa dan Afrika Utara, pada saat itu Sahara belum sepenuhnya menjadi gurun) dan ke timur (hingga Asia Timur dan Asia Tenggara).

Bukti-bukti di Tiongkok menunjukkan adanya budidaya jewawut ( millet) dan padi sejak 6000 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Asia Tenggara telah mengenal budidaya padi sawah paling tidak pada saat 3000 tahun SM dan Jepang serta Korea sejak 1000 tahun SM.

Sementara itu, masyarakat benua Amerika mengembangkan tanaman dan hewan budidaya yang sejak awal sama sekali berbeda. Hewan ternak yang pertama kali di domestikasi adalah kambing/ domba (7000 tahun SM) serta babi (6000 tahun SM), bersama-sama dengan domestikasi kucing. Sapi, kuda, kerbau, yak mulai dikembangkan antara 6000 hingga 3000 tahun SM. Unggas mulai dibudidayakan lebih kemudian. Ulat sutera diketahui telah diternakkan 2000 tahun SM.

Budidaya ikan air tawar baru dikenal semenjak 2000 tahun yang lalu di daerah Tiongkok dan Jepang. Budidaya ikan laut bahkan baru dikenal manusia pada abad ke-20 ini. Budidaya sayur-sayuran dan buah-buahan juga dikenal manusia telah lama. Masyarakat Mesir Kuno (4000 tahun SM) dan Yunani Kuno (3000 tahun SM) telah mengenal baik budidaya anggur dan zaitun. Tanaman serat didomestikasikan di saat yang kurang lebih bersamaan dengan domestikasi tanaman pangan.

China mendomestikasikan ganja sebagai penghasil serat untuk membuat papan, tekstil, dan sebagainya; kapas didomestikasikan di dua tempat yang berbeda yaitu Afrika dan Amerika Selatan; di Timur Tengah dibudidayakan flax. [7] Penggunaan nutrisi untuk mengkondisikan tanah seperti pupuk kandang, kompos, dan abu telah dikembangkan secara independen di berbagai tempat di dunia, termasuk Mesopotamia, Lembah Nil, dan Asia Timur.

[8] Pertanian kontemporer [ sunting - sunting sumber ] Citra inframerah pertanian di Minnesota. Tanaman sehat berwarna merah, genangan air berwarna hitam, dan lahan penuh pestisida berwarna coklat Pertanian pada abad ke 20 dicirikan dengan peningkatan hasil, penggunaan pupuk dan pestisida sintetik, pembiakan selektif, mekanisasi, pencemaran air, dan subsidi pertanian.

Pendukung pertanian organik seperti Sir Albert Howard berpendapat bahwa di awal abad ke 20, penggunaan pestisida dan pupuk sintetik yang berlebihan dan secara jangka panjang dapat merusak kesuburan tanah. Pendapat ini drman selama puluhan tahun, hingga kesadaran lingkungan meningkat di awal abad ke 21 menyebabkan gerakan pertanian berkelanjutan meluas dan mulai dikembangkan oleh petani, konsumen, dan pembuat kebijakan.

Sejak tahun 1990-an, terdapat perlawanan terhadap efek lingkungan dari pertanian konvensional, terutama mengenai pencemaran air, [9] menyebabkan tumbuhnya gerakan organik. Salah satu penggerak utama dari gerakan ini adalah sertifikasi bahan pangan organik pertama di dunia, yang dilakukan oleh Uni Eropa pada tahun 1991, dan mulai mereformasi Kebijakan Pertanian Bersama Uni Eropa pada tahun 2005. [10] Pertumbuhan pertanian organik telah memperbarui penelitian dalam teknologi alternatif seperti manajemen hama terpadu dan pembiakan selektif.

Perkembangan teknologi terkini yang dipergunakan secara luas yaitu bahan pangan termodifikasi secara genetik. Di akhir tahun 2007, beberapa faktor mendorong peningkatan harga biji-bijian yang dikonsumsi manusia dan hewan ternak, menyebabkan peningkatan harga gandum (hingga 58%), kedelai (hingga 32%), dan jagung (hingga 11%) dalam satu tahun. Kontribusi terbesar ada pada peningkatan permintaan biji-bijian sebagai bahan pakan ternak di Cina dan Karakteristik geografis malaysia barat adalah, dan konversi biji-bijian bahan pangan menjadi produk biofuel.

[11] [12] Hal ini menyebabkan kerusuhan dan demonstrasi yang menuntut turunnya harga pangan. [13] [14] [15] International Fund for Agricultural Development mengusulkan peningkatan pertanian skala kecil dapat menjadi solusi untuk meningkatkan suplai bahan pangan dan juga ketahanan pangan. Visi mereka didasarkan pada perkembangan Vietnam yang bergerak dari importir makanan ke eksportir makanan, dan mengalami penurunan angka kemiskinan secara signifikan dikarenakan peningkatan jumlah dan volume usaha kecil di bidang pertanian di negara mereka.

[16] Sebuah epidemi yang disebabkan oleh fungi Puccinia graminis pada tanaman gandum menyebar di Afrika hingga ke Asia. [17] [18] [19] Diperkirakan 40% lahan pertanian terdegradasi secara serius. [20] Di Afrika, kecenderungan degradasi tanah yang terus berlanjut dapat menyebabkan lahan tersebut hanya mampu memberi makan 25% populasinya.

[21] Pada tahun 2009, China merupakan produsen hasil pertanian terbesar di dunia, diikuti oleh Uni Eropa, India, dan Amerika Serikat, berdasarkan IMF.Pakar ekonomi mengukur total faktor produktivitas pertanian dan menemukan bahwa Amerika Serikat saat ini 1.7 kali lebih produktif dibandingkan dengan tahun 1948.

[22] Enam negara di dunia, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Australia, Argentina, dan Thailand mensuplai 90% biji-bijian bahan pangan yang karakteristik geografis malaysia barat adalah di dunia.

[23] Defisit air yang terjadi telah meningkatkan impor biji-bijian di berbagai negara berkembang, [24] dan kemungkinan juga akan terjadi di negara yang lebih besar seperti China dan India. [25] Tenaga kerja [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2011, International Labour Organization (ILO) menyatakan bahwa setidaknya terdapat 1 miliar lebih penduduk yang bekerja di bidang sektor pertanian. Pertanian menyumbang setidaknya 70% jumlah pekerja anak-anak, dan di berbagai negara sejumlah besar wanita juga bekerja di sektor ini lebih banyak dibandingkan dengan sektor lainnya.

[26] Hanya sektor jasa yang mampu mengungguli jumlah pekerja pertanian, yaitu pada tahun 2007. Antara tahun 1997 dan 2007, jumlah tenaga kerja di bidang pertanian turun dan merupakan sebuah kecenderungan yang akan berlanjut.

[27] Jumlah pekerja yang dipekerjakan di bidang pertanian bervariasi di berbagai negara, mulai dari 2% di negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, hingga 80% di berbagai negara di Afrika. [28] Di negara maju, angka ini secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan abad sebelumnya.

Pada abad ke 16, antara 55 hingga 75 persen penduduk Eropa bekerja di bidang pertanian. Pada abad ke 19, angka ini turun menjadi antara 35 hingga 65 persen. [29] Angka ini sekarang turun menjadi kurang dari 10%.

[28] Keamanan [ sunting - sunting sumber ] Batang pelindung risiko tergulingnya traktor dipasang di belakang kursi pengemudi Pertanian merupakan industri yang berbahaya. Petani di seluruh dunia bekerja pada risiko tinggi terluka, penyakit paru-paru, hilangnya pendengaran, penyakit kulit, juga kanker tertentu karena penggunaan bahan kimia dan paparan cahaya matahari dalam jangka panjang.

Pada pertanian industri, luka secara berkala terjadi pada penggunaan alat dan mesin pertanian, dan penyebab utama luka serius.

karakteristik geografis malaysia barat adalah

{INSERTKEYS} [30] Pestisida dan bahan kimia lainnya juga membahayakan kesehatan. Pekerja yang terpapar pestisida secara jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan fertilitas. [31] Di negara industri dengan keluarga yang semuanya bekerja pada lahan usaha tani yang dikembangkannya sendiri, seluruh keluarga tersebut berada pada risiko.

[32] Penyebab utama kecelakaan fatal pada pekerja pertanian yaitu tenggelam dan luka akibat permesinan. [32] ILO menyatakan bahwa pertanian sebagai salah satu sektor ekonomi yang membahayakan tenaga kerja. [26] Diperkirakan bahwa kematian pekerja di sektor ini setidaknya 170 ribu jiwa per tahun. Berbagai kasus kematian, luka, dan sakit karena aktivitas pertanian sering kali tidak dilaporkan sebagai kejadian akibat aktivitas pertanian.

[33] ILO telah mengembangkan Konvensi Kesehatan dan Keselamatan di bidang Pertanian, 2001, yang mencakup risiko pada pekerjaan di bidang pertanian, pencegahan risiko ini, dan peran dari individu dan organisasi terkait pertanian. [26] Sistem pembudidayaan tanaman [ sunting - sunting sumber ] Budi daya padi di Bihar, India Sistem pertanaman dapat bervariasi pada setiap lahan usaha tani, tergantung pada ketersediaan sumber daya dan pembatas; geografi dan iklim; kebijakan pemerintah; tekanan ekonomi, sosial, dan politik; dan filosofi dan budaya petani.

[34] [35] Pertanian berpindah ( tebang dan bakar) adalah sistem di mana hutan dibakar. Nutrisi yang tertinggal di tanah setelah pembakaran dapat mendukung pembudidayaan tumbuhan semusim dan menahun untuk beberapa tahun. [36] Lalu petak tersebut ditinggalkan agar hutan tumbuh kembali dan petani berpindah ke petak hutan berikutnya yang akan dijadikan lahan pertanian.

Waktu tunggu akan semakin pendek ketika populasi petani meningkat, sehingga membutuhkan input nutrisi dari pupuk dan kotoran hewan, dan pengendalian hama. Pembudidayaan semusim berkembang dari budaya ini. Petani tidak berpindah, namun membutuhkan intensitas input pupuk dan pengendalian hama yang lebih tinggi. Industrialisasi membawa pertanian monokultur di mana satu kultivar dibudidayakan pada lahan yang sangat luas.

Karena tingkat keanekaragaman hayati yang rendah, penggunaan nutrisi cenderung seragam dan hama dapat terakumulasi pada halah tersebut, sehingga penggunaan pupuk dan pestisida meningkat. [35] Di sisi lain, sistem tanaman rotasi menumbuhkan tanaman berbeda secara berurutan dalam satu tahun. Tumpang sari adalah ketika tanaman yang berbeda ditanam pada waktu yang sama dan lahan yang sama, yang disebut juga dengan polikultur.

[36] Di lingkungan subtropis dan gersang, preiode penanaman terbatas pada keberadaan musim hujan sehingga tidak dimungkinkan menanam banyak tanaman semusim bergiliran dalam setahun, atau dibutuhkan irigasi.

Di semua jenis lingkungan ini, tanaman menahun seperti kopi dan kakao dan praktik wanatani dapat tumbuh. Di lingkungan beriklim sedang di mana padang rumput dan sabana banyak tumbuh, praktik budidaya tanaman semusim dan penggembalaan hewan dominan. [36] Sistem produksi hewan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Peternakan, Budi daya perikanan, dan Hewan ternak Sistem produksi hewan ternak dapat didefinisikan berdasarkan sumber pakan yang digunakan, yang terdiri dari peternakan berbasis penggembalaan, sistem kandang penuh, dan campuran.

[37] Pada tahun 2010, 30 persen lahan di dunia digunakan untuk memproduksi hewan ternak dengan mempekerjakan lebih 1.3 miliar orang. Antara tahun 1960-an sampai 2000-an terjadi peningkatan produksi hewan ternak secara signifikan, dihitung dari jumlah maupun massa karkas, terutama pada produksi daging sapi, daging babi, dan daging ayam. Produksi daging ayam pada periode tersebut meningkat hingga 10 kali lipat. Hasil hewan non-daging seperti susu sapi dan telur ayam juga menunjukan peningkatan yang signifikan.

Populasi sapi, domba, dan kambing diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2050. [38] Budi daya perikanan adalah produksi ikan dan hewan air lainnya di dalam lingkungan yang terkendali untuk konsumsi manusia. Sektor ini juga termasuk yang mengalami peningkatan hasil rata-rata 9 persen per tahun antara tahun 1975 hingga tahun 2007.

[39] Selama abad ke-20, produsen hewan ternak dan ikan menggunakan pembiakan selektif untuk menciptakan ras hewan dan hibrida yang mampu meningkatkan hasil produksi, tanpa memperdulikan keinginan untuk mempertahankan keanekaragaman genetika. Kecenderungan ini memicu penurunan signifikan dalam keanekaragaman genetika dan sumber daya pada ras hewan ternak, yang menyebabkan berkurangnya resistansi hewan ternak terhadap penyakit. Adaptasi lokal yang sebelumnya banyak terdapat pada hewan ternak ras setempat juga mulai menghilang.

[40] Produksi hewan ternak berbasis penggembalaan amat bergantung pada bentang alam seperti padang rumput dan sabana untuk memberi makan hewan ruminansia. Kotoran hewan menjadi input nutrisi utama bagi vegetasi tersebut, namun input lain di luar kotoran hewan dapat diberikan tergantung kebutuhan. Sistem ini penting di daerah di mana produksi tanaman pertanian tidak memungkinkan karena kondisi iklim dan tanah.

[36] Sistem campuran menggunakan lahan penggembalaan sekaligus pakan buatan yang merupakan hasil pertanian yang diolah menjadi pakan ternak. [37] Sistem kandang memelihara hewan ternak di dalam kandang secara penuh dengan input pakan yang harus diberikan setiap hari.

Pengolahan kotoran ternak dapat menjadi masalah pencemaran udara karena dapat menumpuk dan melepaskan gas metan dalam jumlah besar. [37] Negara industri menggunakan sistem kandang penuh untuk mensuplai sebagian besar daging dan produk peternakan di dalam negerinya. Diperkirakan 75% dari seluruh peningkatan produksi hewan ternak dari tahun 2003 hingga 2030 akan bergantung pada sistem produksi peternakan pabrik. Sebagian besar pertumbuhan ini akan terjadi di negara yang saat ini merupakan negara berkembang di Asia, dan sebagian kecil di Afrika.

[38] Beberapa praktik digunakan dalam produksi hewan ternak komersial seperti penggunaan hormon pertumbuhan menjadi kontroversi di berbagai tempat di dunia. [41] Masalah lingkungan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dampak lingkungan dari pertanian Pertanian mampu menyebabkan masalah melalui pestisida, arus nutrisi, penggunaan air berlebih, hilangnya lingkungan alam, dan masalah lainnya.

Sebuah penilaian yang dilakukan pada tahun 2000 di Inggris menyebutkan total biaya eksternal untuk mengatasi permasalahan lingkungan terkait pertanian adalah 2343 juta Poundsterling, atau 208 Poundsterling per hektare. [42] Sedangkan di Amerika Serikat, biaya eksternal untuk produksi tanaman pertaniannya mencapai 5 hingga 16 miliar US Dollar atau 30-96 US Dollar per hektare, dan biaya eksternal produksi peternakan mencapai 714 juta US Dollar.

[43] Kedua studi fokus pada dampak fiskal, yang menghasilkan kesimpulan bahwa begitu banyak hal yang harus dilakukan untuk memasukkan biaya eksternal ke dalam usaha pertanian. Keduanya tidak memasukkan subsidi di dalam analisisnya, namun memberikan catatan bahwa subsidi pertanian juga membawa dampak bagi masyarakat.

[42] [43] Pada tahun 2010, International Resource Panel dari UNEP mempublikasikan laporan penilaian dampak lingkungan dari konsumsi dan produksi. Studi tersebut menemukan bahwa pertanian dan konsumsi bahan pangan adalah dua hal yang memberikan tekanan pada lingkungan, terutama degradasi habitat, perubahan iklim, penggunaan air, dan emisi zat beracun.

[44] Masalah pada hewan ternak [ sunting - sunting sumber ] PBB melaporkan bahwa "hewan ternak merupakan salah satu penyumbang utama masalah lingkungan". [45] 70% lahan pertanian dunia digunakan untuk produksi hewan ternak, secara langsung maupun tidak langsung, sebagai lahan penggembalaan maupun lahan untuk memproduksi pakan ternak. Jumlah ini setara dengan 30% total lahan di dunia. Hewan ternak juga merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca berupa gas metana dan nitro oksida yang, meski jumlahnya sedikit, namun dampaknya setara dengan emisi total CO 2.

Hal ini dikarenakan gas metana dan nitro oksida merupakan gas rumah kaca yang lebih kuat dibandingkan CO 2. Peternakan juga didakwa sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya deforestasi. 70% basin Amazon yang sebelumnya merupakan hutan kini menjadi lahan penggembalaan hewan, dan sisanya menjadi lahan produksi pakan. [46] Selain deforestasi dan degradasi lahan, budi daya hewan ternak yang sebagian besar berkonsep ras tunggal juga menjadi pemicu hilangnya keanekaragaman hayati.

Masalah penggunaan lahan dan air [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Dampak lingkungan dari irigasi Transformasi lahan menuju penggunaannya untuk menghasilkan barang dan jasa adalah cara yang paling substansial bagi manusia dalam mengubah ekosistem bumi, dan dikategrikan sebagai penggerak utama hilangnya keanekaragaman hayati.

Diperkirakan jumlah lahan yang diubah oleh manusia antara 39%-50%. [47] Degradasi lahan, penurunan fungsi dan produktivitas ekosistem jangka panjang, diperkirakan terjadi pada 24% lahan di dunia.

[48] Laporan FAO menyatakan bahwa manajemen lahan sebagai penggerak utama degradasi dan 1.5 miliar orang bergantung pada lahan yang terdegradasi. Deforestasi, desertifikasi, erosi tanah, kehilangan kadar mineral, dan salinisasi adalah contoh bentuk degradasi tanah. [36] Eutrofikasi adalah peningkatan populasi alga dan tumbuhan air di ekosistem perairan akibat aliran nutrisi dari lahan pertanian.

Hal ini mampu menyebabkan hilangnya kadar oksigen di air ketika jumlah alga dan tumbuhan air yang mati dan membusuk di perairan bertambah dan dekomposisi terjadi. Hal ini mampu menyebabkan kebinasaan ikan, hilangnya keanekaragaman hayati, dan menjadikan air tidak bisa digunakan sebagai air minum dan kebutuhan masyarakat dan industri. Penggunaan pupuk berlebihan di lahan pertanian yang diikuti dengan aliran air permukaan mampu menyebabkan nutrisi di lahan pertanian terkikis dan mengalir terbawa menuju ke perairan terdekat.

Nutrisi inilah yang menyebabkan eutrofikasi. [49] Pertanian memanfaatkan 70% air tawar yang diambil dari berbagai sumber di seluruh dunia. [50] Pertanian memanfaatkan sebagian besar air di akuifer, bahkan mengambilnya dari lapisan air tanah dalam laju yang tidak dapat dikembalikan ( unsustainable). Telah diketahui bahwa berbagai akuifer di berbagai tempat padat penduduk di seluruh dunia, seperti China bagian utara, sekitar Sungai Ganga, dan wilayah barat Amerika Serikat, telah berkurang jauh, dan penelitian mengenai ini sedang dilakukan di akuifer di Iran, Meksiko, dan Arab Saudi.

[51] Tekanan terhadap konservasi air terus terjadi dari sektor industri dan kawasan urban yang terus mengambil air secara tidak lestari, sehingga kompetisi penggunaan air bagi pertanian meningkat dan tantangan dalam memproduksi bahan pangan juga demikian, terutama di kawasan yang langka air.

[52] Penggunaan air di pertanian juga dapat menjadi penyebab masalah lingkungan, termasuk hilangnya rawa, penyebaran penyakit melalui air, dan degradasi lahan seperti salinisasi tanah ketika irigasi tidak dilakukan dengan baik.

[53] Pestisida [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dampak lingkungan dari pestisida Penggunaan pestisida telah meningkat sejak tahun 1950-an, menjadi 2.5 juta ton per tahun di seluruh dunia. Namun tingkat kehilangan produksi pertanian tetap terjadi dalam jumlah yang relatif konstan. [54] WHO memperkirakan pada tahun 1992 bahwa 3 juta manusia keracunan pestisida setiap tahun dan menyebabkan kematian 200 ribu jiwa.

[55] Pestisida dapat menyebabkan resistansi pestisida pada populasi hama sehingga pengembangan pestisida baru terus berlanjut. [56] Argumen alernatif dari masalah ini adalah pestisida merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi pangan pada lahan yang terbatas, sehingga dapat menumbuhkan lebih banyak tanaman pertanian pada lahan yang lebih sempit dan memberikan ruang lebih banyak bagi alam liar dengan mencegah perluasan lahan pertanian lebih ekstensif.

[57] [58] Namun berbagai kritik berkembang bahwa perluasan lahan yang mengorbankan lingkungan karena peningkatan kebutuhan pangan tidak dapat dihindari, [59] dan pestisida hanya menggantikan praktik pertanian yang baik yang ada seperti rotasi tanaman. [56] Rotasi tanaman mencegah penumpukan hama yang sama pada satu lahan sehingga hama diharapkan menghilang setelah panen dan tidak datang kembali karena tanaman yang ditanam tidak sama dengan yang sebelumnya.

Perubahan iklim [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Perubahan iklim dan pertanian Pertanian adalah salah satu yang mempengaruhi perubahan iklim, dan perubahan iklim memiliki dampak bagi pertanian. Perubahan iklim memiliki pengaruh bagi pertanian melalui perubahan temperatur, hujan (perubahan periode dan kuantitas), kadar karbon dioksida di udara, radiasi matahari, dan interaksi dari semua elemen tersebut. [36] Kejadian ekstrem seperti kekeringan dan banjir diperkirakan meningkat akibat perubahan iklim.

[60] Pertanian merupakan sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Suplai air akan menjadi hal yang kritis untuk menjaga produksi pertanian dan menyediakan bahan pangan. Fluktuasi debit sungai akan terus terjadi akibat perubahan iklim. Negara di sekitar sungai Nil sudah mengalami dampak fluktuasi debit sungai yang mempengaruhi hasil pertanian musiman yang mampu mengurangi hasil pertanian hingga 50%.

[61] Pendekatan yang bersifat mengubah diperlukan untuk mengelola sumber daya alam pada masa depan, seperti perubahan kebijakan, metode praktik, dan alat untuk mempromosikan pertanian berbasis iklim dan lebih banyak menggunakan informasi ilmiah dalam menganalisis risiko dan kerentanan akibat perubahan iklim. [62] [63] Pertanian dapat memitigasi sekaligus memperburuk pemanasan global. Beberapa dari peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer bumi dikarenakan dekomposisi materi organik yang berada di tanah, dan sebagian besar gas metanan yang dilepaskan ke atmosfer berasal dari aktivitas pertanian, termasuk dekomposisi pada lahan basah pertanian seperti sawah, [64] dan aktivitas digesti hewan ternak.

Tanah yang basah dan anaerobik mampu menyebabkan denitrifikasi dan hilangnya nitrogen dari tanah, menyebabkan lepasnya gas nitrat oksida dan nitro oksida ke udara yang merupakan gas rumah kaca.

[65] Perubahan metode pengelolaan pertanian mampu mengurangi pelepasan gas rumah kaca ini, dan tanah dapat difungsikan kembali sebagai fasilitas sekuestrasi karbon. [64] Energi dan pertanian [ sunting - sunting sumber ] Sejak tahun 1940, produktivitas pertanian meningkat secara signifikan dikarenakan penggunaan energi yang intensif dari aktivitas mekanisasi pertanian, pupuk, dan pestisida. Input energi ini sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil. [66] Revolusi Hijau mengubah pertanian di seluruh dunia dengan peningkatan produksi biji-bijian secara signifikan, [67] dan kini pertanian modern membutuhkan input minyak bumi dan gas alam untuk sumber energi dan produksi pupuk.

Telah terjadi kekhawatiran bahwa kelangkaan energi fosil akan menyebabkan tingginya biaya produksi pertanian sehingga mengurangi hasil pertanian dan kelangkaan pangan.

[68] Rasio konsumsi energi pada pertanian dan sistem pangan (%) pada tiga negara maju Negara Tahun Pertanian (secara langsung & tidak langsung) Sistem pangan Britania Raya [69] 2005 1.9 11 Amerika Serikat [70] 1996 2.1 10 Amerika Serikat [71] 2002 2.0 14 Swedia [72] 2000 2.5 13 Negara industri bergantung pada bahan bakar fosil secara dua hal, yaitu secara langsung dikonsumsi sebagai sumber energi di pertanian, dan secara tidak langsung sebagai input untuk manufaktur pupuk dan pestisida.

Konsumsi langsung dapat mencakup penggunaan pelumas dalam perawatan permesinan, dan fluida penukar panas pada mesin pemanas dan pendingin. Pertanian di Amerika Serikat mengkonsumsi sektar 1.2 eksajoule pada tahun 2002, yang merupakan 1% dari total energi yang dikonsumsi di negara tersebut. [68] Konsumsi tidak langsung yaitu sebagai manufaktur pupuk dan pestisida yang mengkonsumsi bahan bakar fosil setara 0.6 eksajoule pada tahun 2002.

[68] Gas alam dan batu bara yang dikonsumsi melalui produksi pupuk nitrogen besarnya setara dengan setengah kebutuhan energi di pertanian. China mengkonsumsi batu bara untuk produksi pupuk nitrogennya, sedangkan sebagian besar negara di Eropa menggunakan gas alam dan hanya sebagian kecil batu bara.

Berdasarkan laporan pada tahun 2010 yang dipublikasikan oleh The Royal Society, ketergantungan pertanian terhadap bahan bakar fosil terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Bahan bakar yang digunakan di pertanian dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti jenis tanaman, sistem produksi, dan lokasi. [73] Energi yang digunakan untuk produksi alat dan mesin pertanian juga merupakan salah satu bentuk penggunaan energi di pertanian secara tidak pangsung.

Sistem pangan mencakup tidak hanya pada produksi pertanian, namun juga pemrosesan setelah hasil pertanian keluar dari lahan usaha tani, pengepakan, transportasi, pemasaran, konsumsi, dan pembuangan dan pengolahan sampah makanan. Energi yang digunakan pada sistem pangan ini lebih tinggi dibandingkan penggunaan energi pada produksi hasil pertanian, dapat mencapai lima kali lipat.

[70] [71] Pada tahun 2007, insentif yang lebih tinggi bagi petani penanam tanaman non-pangan penghasil biofuel [74] ditambah dengan faktor lain seperti pemanfaatan kembali lahan tidur yang kurang subur, peningkatan biaya transportasi, perubahan iklim, peningkatan jumlah konsumen, dan peningkatan penduduk dunia, [75] menyebabkan kerentanan pangan dan peningkatan harga pangan di berbagai tempat di dunia.

[76] [77] Pada Desember 2007, 37 negara di dunia menghadapi krisis pangan, dan 20 negara telah menghadapi peningkatan harga pangan di luar kendali, yang dikenal dengan kasus krisis harga pangan dunia 2007-2008. Kerusuhan akibat menuntut turunnya harga pangan terjadi di berbagai tempat hingga menyebabkan korban jiwa.

[13] [14] [15] Mitigasi kelangkaan bahan bakar fosil [ sunting - sunting sumber ] Prediksi M. King Hubbert mengenai laju produksi minyak bumi dunia. Pertanian modern sangat bergantung pada energi fosil ini. [78] Pada kelangkaan bahan bakar fosil, pertanian organik akan lebih diprioritaskan dibandingkan dengan pertanian konvensional yang menggunakan begitu banyak input berbasis minyak bumi seperti pupuk dan pestisida.

Berbagai studi mengenai pertanian organik modern menunjukan bahwa hasil pertanian organik sama besarnya dengan pertanian konvensional. [79] Kuba pasca runtuhnya Uni Soviet mengalami kelangkaan input pupuk dan pestisida kimia sehingga usaha pertanian di negeri tersebut menggunakan praktik organik dan mampu memberi makan populasi penduduknya. [80] Namun pertanian organik akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan jam kerja.

[81] Perpindahan dari praktik monokultur ke pertanian organik juga membutuhkan waktu, terutama pengkondisian tanah [79] untuk membersihkan bahan kimia berbahaya yang tidak sesuai dengan standar bahan pangan organik. Komunitas pedesaan bisa memanfaatkan biochar dan synfuel yang menggunakan limbah pertanian untuk diolah menjadi pupuk dan energi, sehingga bisa mendapatkan bahan bakar dan bahan pangan sekaligus, dibandingkan dengan persaingan bahan pangan vs bahan bakar yang masih terjadi hingga saat ini.

Synfuel dapat digunakan di tempat; prosesnya akan lebih efisien dan mampu menghasilkan bahan bakar yang cukup untuk seluruh aktivitas pertanian organik. [82] [83] Ketika bahan pangan termodifikasi genetik (GMO) masih dikritik karena benih yang dihasilkan bersifat steril sehingga tidak mampu direproduksi oleh petani [84] [85] dan hasilnya dianggap berbahaya bagi manusia, telah diusulkan agar tanaman jenis ini dikembangkan lebih lanjut dan digunakan sebagai penghasil bahan bakar, karena tanaman ini mampu dimodifikasi untuk menghasilkan lebih banyak dengan input energi yang lebih sedikit.

[86] Namun perusahaan utama penghasil GMO sendiri, Monsanto, tidak mampu melaksanakan proses produksi pertanian berkelanjutan dengan tanaman GMO lebih dari satu tahun.

Di saat yang bersamaan, praktik pertanian dengan memanfaatkan ras tradisional menghasilkan lebih banyak pada jenis tanaman yang sama dan dilakukan secara berkelanjutan. [87] Ekonomi pertanian [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Subsidi pertanian dan Ekonomi pedesaan Ekonomi pertanian adalah aktivitas ekonomi yang terkait dengan produksi, distribusi, dan konsumsi produk dan jasa pertanian.

[88] Mengkombinasikan produksi pertanian dengan teori umum mengenai pemasaran dan bisnis adalah sebuah disiplin ilmu yang dimulai sejak akhir abad ke 19, dan terus bertumbuh sepanjang abad ke-20. [89] Meski studi mengenai pertanian terbilang baru, berbagai kecenderungan utama di bidang pertanian seperti sistem bagi hasil pasca Perang Saudara Amerika Serikat hingga sistem feodal yang pernah terjadi di Eropa, telah secara signifikan mempengaruhi aktivitas ekonomi suatu negara dan juga dunia.

[90] [91] Di berbagai tempat, harga pangan yang dipengaruhi oleh pemrosesan pangan, distribusi, dan pemasaran pertanian telah tumbuh dan biaya harga pangan yang dipengaruhi oleh aktivitas pertanian di atas lahan telah jauh berkurang efeknya. Hal ini terkait dengan efisiensi yang begitu tinggi dalam bidang pertanian dan dikombinasikan dengan peningkatan nilai tambah melalui pemrosesan bahan pangan dan strategi pemasaran. Konsentrasi pasar juga telah meningkat di sektor ini yang dapat meningkatkan efisiensi.

Namun perubahan ini mampu mengakibatkan perpindahan surplus ekonomi dari produsen (petani) ke konsumen, dan memiliki dampak yang negatif bagi komunitas pedesaan. [92] Digitalisasi perlu untuk merespon keterbatasan tenaga kerja dan juga meningkatkan efisiensi yang mampu meningkatkan produktivitas bisnis, value, produk dan konsumen baru men-distruptive teknologi budidaya konvensional.

Baik selama proses bahkan hingga memasarkan produk pertanian, digitalisasi begitu efisien. Perlahan, para petani tidak gagap teknologi digital, dan bahkan bisa meningkatkan produkvitas sektor pertanian, hal ini tentu masih banyak tugas untuk mewujudkan petani menjadi petani digital.

[93] Kebijakan pemerintah suatu negara dapat mempengaruhi secara signifikan pasar produk pertanian, dalam bentuk pemberian pajak, subsidi, tarif, dan bea lainnya. [94] Sejak tahun 1960-an, kombinasi pembatasan ekspor impor, kebijakan nilai tukar, dan subsidi mempengaruhi pertanian di negara berkembang dan negara maju.

Pada tahun 1980-an, para petani di negara berkembang yang tidak mendapatkan subsidi akan kalah bersaing dikarenakan kebijakan di berbagai negara yang menyebabkan rendahnya harga bahan pangan. Di antara tahun 1980-an dan 2000-an, beberapa negara di dunia membuat kesepakatan untuk membatasi tarif, subsidi, dan batasan perdagangan lainnya yang diberlakukan di dunia pertanian.

[95] Namun pada tahun 2009, masih terdapat sejumlah distorsi kebijakan pertanian yang mempengaruhi harga bahan pangan. Tiga komoditas yang sangat terpengaruh adalah gula, susu, dan beras, yang terutama karena pemberlakuan pajak.

Wijen merupakan biji-bijian penghasil minyak yang terkena pajak paling tinggi meski masih lebih rendah dibandingkan pajak produk peternakan. [96] Namun subsidi kapas masih terjadi di negara maju yang telah menyebabkan rendahnya harga di tingkat dunia dan menekan petani kapas di negara berkembang yang tidak disubsidi. [97] Komoditas mentah seperti jagung dan daging sapi umumnya diharga berdasarkan kualitasnya, dan kualitas menentukan harga. Komoditas yang dihasilkan di suatu wilayah dilaporkan dalam bentuk volume produksi atau berat.

[98] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • ^ Safety and health in agriculture. International Labour Organization. 1999. ISBN 978-92-2-111517-5 . Diakses tanggal 13 September 2010. • ^ Harahap, Fitra Syawal (2021). Dasar-dasar Agronomi Pertanian. Mitra Cendekia Media. hlm. 2. ISBN 9786236957851. • ^ Lamangida, Saiman (2021). "DEKAN HADIRI PENANDA TANGANAN IMPLEMENTASI KERJASAMA JURUSAN PETERNAKAN DENGAN DINAS PERTANIAN PROVINSI GORONTALO".

ung.ac.id . Diakses tanggal 2022-01-04. • ^ Douglas John McConnell (2003). The Forest Farms of Kandy: And Other Gardens of Complete Design. hlm. 1. ISBN 978-0-7546-0958-2. • ^ Douglas John McConnell (1992). The forest-garden farms of Kandy, Sri Lanka. {/INSERTKEYS}

karakteristik geografis malaysia barat adalah

hlm. 1. ISBN 978-92-5-102898-8. • ^ "Kucing Piaraan Tertua di Dunia Ditemukan". Kompas. 17 Desember 2013. • ^ Hancock, James F.

(2012). Plant evolution and the origin of crop species (edisi ke-3rd). CABI. hlm. 119. ISBN 1845938011. • ^ UN Industrial Development Organization, Karakteristik geografis malaysia barat adalah Fertilizer Development Center (1998).

The Fertilizer Manual (edisi ke-3rd). Springer. hlm. 46. ISBN 0792350324. • ^ Scheierling, Susanne M. (1995). "Overcoming agricultural pollution of water : the challenge of integrating agricultural and environmental policies in the European Union, Volume 1". The World Bank. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-05. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ "CAP Reform". European Commission. 2003. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ "At Tyson and Kraft, Grain Costs Limit Profit". The New York Times.

Bloomberg. 6 September 2007. • ^ McMullen, Alia (7 January 2008). "Forget oil, the new global crisis is food". Financial Post. Toronto.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-13. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ a b Watts, Jonathan (4 December 2007). "Riots and hunger feared as demand for grain sends food costs soaring", The Guardian (London). • ^ a b Mortished, Carl (7 March 2008). "Already we have riots, hoarding, panic: the sign of things to come?", The Times (London). • ^ a b Borger, Julian (26 February 2008). "Feed the world?

We are fighting a losing battle, UN admits", The Guardian (London). • ^ "Food karakteristik geografis malaysia barat adalah smallholder farmers can be part of the solution".

International Fund for Agricultural Development. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-05. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ McKie, Robin; Rice, Xan (22 April 2007). "Millions face famine as crop disease rages", The Observer' (London). • ^ Mackenzie, Debora (3 April 2007). "Billions at risk from wheat super-blight". New Scientist. London (2598): 6–7. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-05-09. Diakses tanggal 19 April 2007. • ^ Leonard, K.J.

(February 2001). "Black stem rust biology and threat to wheat growers". USDA Agricultural Research Service. Diakses tanggal 2013-04-22. • ^ Sample, Ian (31 August 2007). "Global food crisis looms as climate change and population growth strip fertile land", The Guardian (London).

• ^ "Africa may be able to feed only 25% of its population by 2025", mongabay.com, 14 December 2006. • ^ "Agricultural Productivity in the United States".

USDA Economic Research Service. 5 July 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-01. Diakses tanggal 2013-04-22. • ^ " The Food Bubble Economy". The Institute of Science in Society. • ^ Brown, Lester R. "Global Water Shortages May Lead to Food Shortages-Aquifer Depletion". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-07-24. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ "India grows a grain crisis". Asia Times (Hong Kong). 21 July 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-21. Diakses tanggal 2013-11-13.

• ^ a b c "Safety and health in agriculture". International Labour Organization. 21 March 2011. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ AP (26 January 2007).

"Services sector overtakes farming as world's biggest employer: ILO". The Financial Express. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ a b "Labor Force – By Occupation". The World Factbook. Central Intelligence Agency.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-22. Diakses tanggal 2013-05-04. • ^ Allen, Robert C. "Economic structure and agricultural productivity in Europe, 1300–1800" (PDF). European Review of Economic History.

3: 1–25. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2014-10-27. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ "NIOSH Workplace Safety & Health Topic: Agricultural Injuries". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "NIOSH Pesticide Poisoning Monitoring Program Protects Farmworkers".

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ a b "NIOSH Workplace Safety & Health Topic: Agriculture".

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "Agriculture: A hazardous work". International Labour Organization. 15 June 2009. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ "Analysis of farming systems".

Food and Agriculture Organization. Diakses tanggal 2013-05-22. • ^ a b Acquaah, G. 2002. Agricultural Production Systems. pp. 283–317 in "Principles of Crop Production, Theories, Techniques and Technology". Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. • ^ a b c d e f Chrispeels, M.J.; Sadava, D.E. 1994. "Farming Systems: Development, Productivity, and Sustainability".

pp. 25–57 in Plants, Genes, and Agriculture. Jones and Bartlett, Boston, MA. • ^ a b c Sere, C.; Steinfeld, H.; Groeneweld, J. (1995). "Description karakteristik geografis malaysia barat adalah Systems in World Livestock Systems – Current status issues and trends".

U.N. Food and Agriculture Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-26. Diakses tanggal 2013-09-08. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ a b Thornton, Philip K.

(27 September 2010). "Livestock production: recent trends, future prospects". Philosophical Transactions of the Royal Karakteristik geografis malaysia barat adalah B.

365 (1554). doi: 10.1098/rstb.2010.0134. • ^ Stier, Ken (September 19, 2007). "Fish Farming's Growing Dangers". Time. • ^ P. Ajmone-Marsan (May 2010). "A global view of livestock biodiversity and conservation – GLOBALDIV".

Animal Genetics. 41 (supplement S1): 1–5. doi: 10.1111/j.1365-2052.2010.02036.x. • ^ "Growth Promoting Hormones Pose Health Risk to Consumers, Confirms EU Scientific Committee" (PDF). European Union. 23 April 2002. Diakses tanggal 2013-04-06. • ^ a b Pretty, J; et al. (2000). "An assessment of the total external costs of UK agriculture". Agricultural Systems. 65 (2): 113–136. doi: 10.1016/S0308-521X(00)00031-7. • ^ a b Tegtmeier, E.M.; Duffy, M.

(2005). "External Costs of Agricultural Production in the United States" (PDF). The Earthscan Reader in Sustainable Agriculture. • ^ International Resource Panel (2010). "Priority products and materials: assessing the environmental impacts of consumption and production".

United Nations Environment Programme. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-24. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ "Livestock a major threat to environment".

UN Food and Agriculture Organization. 29 November 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-03-28. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ Steinfeld, H.; Gerber, P.; Wassenaar, Karakteristik geografis malaysia barat adalah Castel, V.; Rosales, M.; de Haan, C. (2006). "Livestock's Long Shadow – Environmental issues and options" (PDF).

Rome: U.N. Food and Agriculture Organization. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-06-25. Diakses tanggal 5 December 2008. • ^ Vitousek, P.M.; Mooney, H.A.; Lubchenco, J.; Melillo, J.M.

(1997). "Human Domination of Earth's Ecosystems". Science. 277: 494–499. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Bai, Z.G., D.L. Dent, L. Olsson, and M.E. Schaepman (November 2008). "Global assessment of land degradation and improvement 1:identification by remote sensing" (PDF). FAO/ISRIC. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-12-13. Diakses tanggal 2013-05-24. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Carpenter, S.R., N.F.

Caraco, D.L. Correll, R.W. Howarth, A.N. Sharpley, and V.H. Smith (1998). "Nonpoint Pollution of Surface Waters with Phosphorus and Nitrogen". Ecological Applications. 8 (3): 559–568. doi: 10.1890/1051-0761(1998)008[0559:NPOSWW]2.0.CO;2.

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Molden, D. (ed.). "Findings of the Comprehensive Assessment of Water Management in Agriculture". Annual Report 2006/2007. International Water Management Institute. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ Li, Sophia (13 August 2012). "Stressed Aquifers Around the Globe". Karakteristik geografis malaysia barat adalah York Times.

Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ "Water Use in Agriculture". FAO. November 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-15. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ "Water Management: Towards 2030". FAO. March 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ Pimentel, D. T.W. Culliney, and T. Bashore (1996.).

"Public health risks associated with pesticides and natural toxins in foods". Radcliffe's IPM World Textbook. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1999-02-18. Diakses tanggal 2013-05-07. Periksa nilai tanggal di: -year= ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ WHO. 1992. Our planet, our health: Report of the WHU commission on health and environment.

Geneva: World Health Organization. • ^ a b Chrispeels, M.J. and D.E. Sadava. 1994. "Strategies for Pest Control" pp.355–383 in Plants, Genes, and Agriculture. Jones and Bartlett, Boston, MA. • ^ Avery, D.T. (2000). Saving the Planet with Pesticides and Plastic: The Environmental Triumph of High-Yield Farming. Indianapolis, IN: Hudson Institute. • ^ "Home". Center for Global Food Issues. Diakses tanggal 2013-05-24. • ^ Lappe, F.M., J.

Collins, and P. Rosset. 1998. "Myth 4: Food vs. Our Environment" pp. 42–57 in World Hunger, Twelve Myths, Grove Press, New York. • ^ Harvey, Fiona (18 November 2011). "Extreme weather will strike as climate change takes hold, IPCC warns".

The Guardian. • ^ "Report: Blue Peace for the Nile" (PDF). Strategic Foresight Group. Diakses tanggal 2013-08-20. • ^ "World: Pessimism about future grows in agribusiness".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-10. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ "SREX: Lessons for the agricultural sector". Climate & Development Knowledge Network. Diakses tanggal 2013-05-24. • ^ a b Brady, N.C. and R.R. Weil. 2002.

karakteristik geografis malaysia barat adalah

"Soil Organic Matter" pp. 353–385 in Elements of the Nature and Properties of Soils. Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. • ^ Brady, N.C. and R.R. Weil. 2002. "Nitrogen and Sulfur Economy of Soils" pp. 386–421 in Elements of the Nature and Properties of Soils. Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ.

• ^ " World oil supplies are set to run out faster than expected, warn scientists". The Independent. 14 June 2007. • ^ Robert W. Herdt (30 May 1997). "The Future of the Green Revolution: Implications for International Grain Markets" (PDF). The Rockefeller Foundation. hlm. 2. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-10-19. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ a b c Schnepf, Randy (19 Karakteristik geografis malaysia barat adalah 2004). "Energy use in Agriculture: Background and Issues" (PDF).

CRS Report for Congress. Congressional Research Service. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-09-27. Diakses tanggal 2013-09-26. • ^ Rebecca White (2007). "Carbon governance from a systems perspective: an investigation of food production and consumption in the UK" (PDF).

Oxford University Center for the Environment. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-07-19. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ a b Martin Heller and Gregory Keoleian (2000). "Life Cycle-Based Sustainability Indicators for Assessment of the U.S. Food System" (PDF). University of Michigan Center for Sustainable Food Systems. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2016-03-14. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ a b Patrick Canning, Ainsley Charles, Sonya Huang, Karen R. Polenske, and Arnold Waters (2010).

"Energy Use in the U.S. Food System". USDA Economic Research Service Report No. ERR-94. United States Department of Agriculture. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-09-18. Diakses tanggal 2013-11-17. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Wallgren, Christine; Höjer, Mattias (2009). "Eating energy—Identifying possibilities for reduced energy use in the future food supply system". Energy Policy. 37 (12): 5803–5813.

doi: 10.1016/j.enpol.2009.08.046. ISSN 0301-4215. • ^ Jeremy Woods, Adrian Williams, John K. Hughes, Mairi Black and Richard Murphy (August 2010). "Energy and the food system". Philosophical Transactions of the Royal Society. 365 (1554): 2991–3006. doi: 10.1098/rstb.2010.0172. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Smith, Kate; Edwards, Rob (8 March 2008).

"2008: The year of global food crisis". The Herald. Glasgow. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ "The global grain bubble". The Christian Science Monitor.

karakteristik geografis malaysia barat adalah

18 January 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-11-30. Diakses tanggal 2013-09-26. • ^ "The cost of food: Facts and figures". BBC News Online. 16 October 2008. Diakses tanggal 2013-09-26. • ^ Walt, Vivienne (27 February 2008).

"The World's Growing Food-Price Crisis". Time. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-11-29. Diakses tanggal 2013-11-17.

• ^ "World oil supplies are set to run out faster than expected, warn scientists". The Independent. 14 June 2007. • ^ a b "Can Sustainable Agriculture Really Feed the World?". University of Minnesota. August 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-04-25. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ "Cuban Organic Farming Experiment". Harvard School of Public Health. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-01.

Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ Strochlic, R.; Sierra, L. (2007). "Conventional, Mixed, and "Deregistered" Organic Farmers: Entry Barriers and Reasons for Exiting Organic Production in California" (PDF). California Institute for Rural Studies. Diakses tanggal 2013-04-15. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ P. Read (2005).

"Carbon cycle management with increased photo-synthesis and long-term sinks" (PDF). Geophysical Research Abstracts. 7: 11082. • ^ Greene, Nathanael (December 2004).

"How biofuels can help end America's energy dependence". Biotechnology Industry Organization. • ^ R. Pillarisetti and Kylie Radel (2004). "Economic and Environmental Karakteristik geografis malaysia barat adalah in International Trade and Production of Genetically Modified Foods and Crops and the WTO".

karakteristik geografis malaysia barat adalah

19 (2). Journal of Economic Integration: 332–352. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Conway, G.

(2000). "Genetically modified crops: risks and promise". 4(1): 2. Conservation Ecology. • ^ Srinivas (2008). "Reviewing The Methodologies For Sustainable Living". 7. The Electronic Journal of Environmental, Agricultural and Food Chemistry. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Monsanto failure". New Scientist. 181 (2433). London. 7 February 2004.

Diakses tanggal 18 April 2008. • ^ "Agricultural Economics". University of Idaho. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-01. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ Runge, C. Ford (June 2006). "Agricultural Economics: A Brief Intellectual History" (PDF). Center for International Food and Agriculture Policy. hlm. 4.

Diakses tanggal 2013-09-16. • ^ Conrad, David E. "Tenant Farming and Sharecropping". Encyclopedia of Oklahoma History and Culture. Oklahoma Historical Society.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-27. Diakses tanggal 2013-09-16. • ^ Stokstad, Marilyn (2005). Medieval Castles. Greenwood Publishing Group. Karakteristik geografis malaysia barat adalah 0313325251.

• ^ Sexton, R.J. (2000). "Industrialization and Consolidation in the US Food Sector: Implications for Competition and Welfare". American Journal of Agricultural Economics. 82 (5): 1087–1104. doi: 10.1111/0002-9092.00106.

• ^ Novalius, Feby (8 Januari 2019). "Digitalisasi Pertanian Mampu Tingkatkan Produksi hingga Tekan Biaya Pemasaran". Okezone. Diakses tanggal 12 Oktober 2020. • ^ Peter J. Lloyd, Johanna L. Croser, Kym Anderson (March 2009). "How Do Agricultural Policy Restrictions to Global Trade and Welfare Differ Across Commodities" (PDF). Policy Research Working Paper #4864. The World Bank. hlm. 2–3. Diakses tanggal 2013-04-16.

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Kym Anderson and Ernesto Valenzuela (April 2006). "Do Global Trade Distortions Still Harm Developing Country Farmers?" (PDF).

World Bank Policy Research Working Paper 3901. World Bank. hlm. 1–2. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ Peter J. Lloyd, Johanna L. Croser, Kym Anderson (March 2009). "How Do Agricultural Policy Restrictions to Global Trade and Welfare Differ Across Commodities" (PDF). Policy Research Working Paper #4864. The World Bank. hlm. 21. Diakses tanggal 2013-04-16. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Glenys Kinnock (24 May 2011).

"America's $24bn subsidy damages developing world cotton farmers". The Guardian. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "Agriculture's Bounty" (PDF). May 2013. Diakses tanggal 2013-08-19. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Agriculture. • (Indonesia) Departemen Pertanian Republik Indonesia Diarsipkan 2007-02-03 di Wayback Machine. • (Inggris) Organisasi Pangan dan Pertanian PBB • (Inggris) Departemen Pertanian AS Diarsipkan 2008-07-08 di Wayback Machine.

• Halaman ini terakhir diubah pada 28 Februari 2022, pukul 01.27. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •Pengertian Iklim Tropis ,Ciri Iklim Tropis dan Persebaran Iklim Tropis – Iklim adalah suatu keadaan di mana terdapat kondisi cuaca rata-rata di suatu daerah dengan jangka waktu yang panjang (minimal 30 tahun).

Iklim dipengaruhi oleh atmosfer, suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, sinar matahari, dan tentunya garis khatulistiwa. Dunia ini memiliki empat iklim, yaitu iklim tropis, subtropis, sedang, karakteristik geografis malaysia barat adalah kutub. Perbedaan iklim di berbagai belahan dunia ini disebabkan karena garis khatulistiwa. Pada belahan bumi yang dekat dengan khatulistiwa akan memiliki iklim tropis dan subtropis.

Sedangkan pada bagian bumi yang jauh dari khatulistiwa akan memiliki iklim sedang dan kutub. Iklim tropis adalah suatu daerah yang terletak di antara garis isoterm pada bumi bagian utara dan bagian selatan Sering orang menganggap bahwa iklim, cuaca, dan musim itu sama.

Padahal ketiganya berbeda. Iklim seperti yang sudah dijelaskan di atas. Cuaca merupakan suatu perilaku dari atmosfer dalam jangka pendek. Sedangkan musim merupakan rentang waktu yang di dalamnya terdapat fenomena cuaca karakteristik geografis malaysia barat adalah dominan.

karakteristik geografis malaysia barat adalah

Grameds, mau tahu lebih lengkap mengenai iklim tropis? Yuk, simak ulasan berikut. Daftar Isi • Pengertian Iklim Tropis • Anda Mungkin Juga Menyukai • Ciri-Ciri Iklim Tropis • Persebaran Daerah Iklim Tropis • 1. Negara Bagian di Benua Amerika • 2. Benua Asia • 3. Negara di Timur Tengah • Jenis Iklim Tropis • 1. Iklim Hutan Hujan Tropis • 2. Iklim Monsun Tropis • 3. Iklim Sabana Tropis • Faktor Iklim Tropis Basah di Indonesia • 1.

Skala Global • 2. Skala Regional • 3. Skala Lokal • Flora dan Fauna di Iklim Tropis • 1. Flora Iklim Tropis • 2. Fauna Iklim Tropis • Sektor Ekonomi Iklim Tropis karakteristik geografis malaysia barat adalah 1. Pertanian dan Perkebunan • 2. Pertambangan Karakteristik geografis malaysia barat adalah dan Nelayan • 3.

Pertanian, Pertambangan dan Industri Afrika • Kesimpulan • • Kategori Ilmu Berkaitan Geografi • Materi Geografi Pengertian Iklim Tropis Iklim tropis adalah suatu daerah yang terletak di antara garis isoterm pada bumi bagian utara dan bagian selatan. Iklim tropis ini terdapat pada posisi 23,5 derajat lintang utara, dan 23,5 derajat lintang selatan.

Iklim tropis ini juga terletak pada garis khatulistiwa. Wilayah tropis dibedakan menjadi dua sesuai dengan keadaan alam. Yang pertama adalah daerah tropis kering meliputi, stepa, sabana kering, dan juga gurun pasir.

Lalu yang kedua iklim lembab meliputi, hutan hujan tropis, sabana, serta daerah-daerah yang memiliki musim basah. Menurut Lippsmeier (1994), Indonesia masuk ke dalam bagian hutan hujan tropis daerah sekitar khatulistiwa sampai sekitar 15 derajat di utara dan selatan.

Karakter iklim ini biasanya ditandai dengan presipitasi dan kelembaban tinggi. Pada iklim yang seperti ini juga memiliki karakter angin yang sedikit, radiasi matahari sedang sampai kuat, pertukaran panas yang kecil karena kelembaban yang tinggi.

Iklim ini memiliki dua musim tiap tahunnya yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau biasanya terjadi antara bulan Maret sampai Agustus. Sedangkan musim hujan biasanya terjadi antara bulan September sampai Februari. Karena wilayah Indonesia ini termasuk pada wilayah tropis basah yang memiliki iklim hangat lembab maka ciri-ciri dari tropis basah sebagai berikut: Rp 68.800 • Kelembaban udara yang relatif tinggi sampai di atas 90%.

• Memiliki curah hujan yang tinggi. • Suhu tahunan di wilayah Indonesia bisa lebih dari 18 derajat, lalu jika musim kemarau dapat mencapai 38 derajat. • Perbedaan antar musim di Indonesia tidak terlalu terlihat. Kecuali pada periode hujan ringan dan hujan besar yang disertai angin kencang. • Sedangkan iklim kering ditunjukkan beberapa ciri-ciri seperti berikut: • Memiliki kelembapan udara yang rendah di bawah 50%.

• Memiliki curah hujan yang rendah. • Radiasi matahari yang tinggi karena jarang tertutup awan, sehingga sinar matahari langsung sampai ke tanah. • Terdapat banyak gurun pasir, hal ini terjadi karena curah hujan yang rendah. • Saat berada pada suhu yang ekstrim, sering terjadi pecahan atau ledakan batu-batu.

Sains Perubahan Iklim Buku Sains Perubahan Iklim terdiri atas 6 bab berisi penjelasan mengenai fenomena perubahan iklim global dan implikasinya. Buku ini hadir untuk membentuk dasar kerangka berpikir dalam memahami fenomena perubahan iklim dan dampaknya, yang disusun dengan logika yang runut dan bahasa yang mudah dipahami, serta berdasarkan pada sumber-sumber ilmiah.

Buku yang diterbitkan oleh Bumi Aksara ini dapat menjadi referensi dalam mata kuliah perubahan iklim dan diharapkan mampu mendorong berbagai pihak untuk turut berpartisipasi dalam mengurangi dampak yang mungkin terjadi akibat adanya perubahan iklim.

Ciri-Ciri Iklim Tropis Setiap iklim pasti memiliki ciri-ciri atau karakteristiknya sendiri. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa ciri-ciri dari iklim tropis. Ciri-ciri iklim tropis meliputi: • Memiliki curah hujan yang tinggi, dan lebih lama pada setiap tahunnya, hal ini juga menjadikan tanah di iklim tropis menjadi subur.

• Penguapan pada air laut cukup tinggi karena terdapat awan di atmosfer. karakteristik geografis malaysia barat adalah Daerah iklim tropis terletak di antara 23,5 derajat LU dan 23,5 derajat LS. • Pergantian suhu udara normal dan tidak ekstrim. • Memiliki tekanan udara yang rendah, dan perubahan tekanannya lambat • Memiliki amplitudo tahunan yang kecil sekitar 1-5 derajat celcius, kecuali pada amplitudo harian yang mana lebih besar.

• Wilayah tropis basah biasanya tumbuhan yang tumbuh di hutan berwarna hijau dan lebat. • Pada wilayah tropis kering terdapat banyak sabana. • Karena pergerakan peredaran matahari, iklim tropis memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.

• Curah hujan pada iklim tropis lebih tinggi dan lebih lama dibandingkan dengan iklim lainnya di dunia. • Wilayah iklim tropis mendapat cahaya matahari setiap tahunnya karena letaknya dekat dengan garis khatulistiwa. • Memiliki suhu udara yang rata-rata tinggi karena posisi matahari karakteristik geografis malaysia barat adalah vertikal.

Umumnya suhu udara sekitar 20 – 30 derajat celcius. Bahkan bisa mencapai lebih dari 30 derajat celcius di beberapa tempat. • Iklim tropis dapat memengaruhi iklim global jika memiliki perubahan yang signifikan. • Suhu udara pada iklim tropis sangat tinggi.

Pada siang hari bisa mencapai 45 derajat celcius, dan 10 derajat celcius pada malam hari. • Wilayah iklim tropis kering udara dapat berbalik cepat, hal ini disebabkan karena radiasi balik bumi yang berlangsung cepat juga. Di Indonesia sendiri yang termasuk sebagai hutan hujan tropis memiliki flora serta fauna yang beragam di dalamnya.

Kenali berbagai fauna yang ada melalui buku Seri Mengenal Habitat Hewan: Hutan Hujan Tropis dibawah ini. Persebaran Daerah Iklim Tropis Tidak hanya di Indonesia, beberapa negara lain juga memiliki iklim yang sama yaitu iklim tropis. Negara yang memiliki iklim tropis adalah negara yang berada pada zona tropic of cancer, 23,5 derajat LU, dan tropic of capricorn 23,5 derajat LS. Daerah iklim tropis ini selalu mendapat sinar matahari penuh secara vertikal pada siang hari. Tentunya daerah tropis ini dilewati oleh garis khatulistiwa.

Negara-negara yang memiliki iklim tropis antara lain beberapa negara bagian di benua Amerika, Asia, dan negara di Timur Tengah. Berikut adalah rinciannya: 1. Negara Karakteristik geografis malaysia barat adalah di Benua Amerika • Semua negara di Amerika Tengah • Wilayah Kepulauan Karibia • Nassau di Kepulauan Bahama • Amerika Selatan bagian atas termasuk Kolombia, Peru, Bolivia, Ekuador, Suriname, Paraguay, Argentina, Venezuela, Chile utara, dan Brazil. • Sebagian negara Meksiko 2.

Benua Asia • Asia Tenggara • Hongkong • Kepulauan Maladewa • Sebagian wilayah Taiwan • Sebagian wilayah Bangladesh • Bagian selatan India 3.

Negara di Timur Tengah • Yaman • Selatan Arab Saudi • Oman • Uni Emirat Arab Buku ini menjelaskan penyebab perubahan iklim dan cara yang bisa dilakukan oleh manusia untuk menghentikannya.

Dengan bahasa yang lugas sehingga mampu untuk dipahami oleh berbagai kalangan. Jadi, yuk, beli bukunya karena dengan begitu kita bisa mengetahui usaha kecil yang dapat dilakukan bersama agar Bumi terselamatkan. Jenis Iklim Tropis Perlu kalian ketahui bahwa iklim tropis dibagi menjadi tiga jenis. Pembagian jenis iklim tropis ini berdasarkan jumlah curah hujan di setiap daerah. Berikut adalah tiga jenis iklim tropis. 1. Iklim Hutan Hujan Tropis Iklim pada hutan hujan tropis ini berada pada wilayah garis khatulistiwa yakni sekitar 10 – 15 derajat LU dan LS.

Daerah ini memiliki angin yang tenang dengan curah hujan yang tinggi, bahkan musim kemarau pada daerah ini hanya terjadi selama dua bulan saja.

Negara yang memiliki karakteristik geografis malaysia barat adalah hutan hujan tropis ini meliputi, Indonesia, Kongo, Malaysia, Papua Nugini, Brunei, Madagaskar, Suriname, Singapura, Filipina, Brazil, Micronesia, Fiji, Sri Lanka, Kolombia, Peru, Nikaragua dan sekitarnya. Negara yang memiliki iklim monsun tropis ini meliputi, Bangladesh, India, Myanmar, Sri Lanka, Guyana, Afrika Barat Daya, dan Brazil Tenggara.

3. Iklim Sabana Tropis Daerah yang memiliki iklim sabana tropis ini adalah daerah iklim tropis terkering karena memiliki curah hujan yang minim. Pada daerah yang beriklim sabana tropis ini sering terjadi bencana kekeringan yang menyebabkan flora dan fauna mati. Negara yang memiliki iklim sabana tropis ini meliputi, Sudan, Afrika Timur, Afrika Selatan, Australia Karakteristik geografis malaysia barat adalah, Brazil Tengah, Bolivia, Paraguay, dan Madagaskar Barat.

Faktor Iklim Tropis Basah di Indonesia Indonesia berada di kawasan garis khatulistiwa yang memiliki iklim tropis. Indonesia masuk ke dalam kategori tropis basah. Hal ini juga dipengaruhi oleh bentuk dan letak negara Indonesia sebagai negara kepulauan dan dikelilingi oleh Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Itulah yang membuat Indonesia memiliki iklim tropis basah. Banyaknya penguapan laut mendatangkan banyak hujan dan membuat lembab. Faktor lain juga memengaruhi adanya iklim tropis basah di Indonesia, serta ada tiga skala yang memengaruhi iklim Indonesia Berikut adalah faktor-faktornya.

1. Skala Global Pada skala ini artinya Indonesia dikelilingi oleh Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Serta perbatasan langsung dengan Benua Asia dan Australia. Dengan letak Indonesia yang seperti itu menjadikan Indonesia memiliki Iklim Tropis Basah.

2. Skala Regional Pada skala ini artinya kepulauan Indonesia dikelilingi oleh 5 pulau besar, belum termasuk pulau-pulau kecil yang tersebar dari sabang sampai merauke, serta dikelilingi laut dan selat-selat. 3. Skala Lokal Pada skala ini artinya Indonesia memiliki gunung-gunung yang menjulang tinggi. Gunung memiliki pengaruh terhadap curah hujan dan suhu, serta iklim. Hal tersebut karena gunung memiliki suhu yang lebih rendah dibandingan permukaan laut.

Flora dan Fauna di Iklim Tropis Iklim yang berbeda akan menghasilkan flora dan fauna yang berbeda juga. Setiap flora karakteristik geografis malaysia barat adalah fauna memiliki ketahanan hidupnya masing-masing. Jika tidak cocok dengan iklim maka mereka tidak akan bisa hidup di daerah tersebut. Selain iklim, jenis tanah juga berpengaruh untuk kehidupan tanaman. Tanah yang berbeda juga akan menumbuhkan tanaman yang berbeda juga.

Tidak hanya itu, pengaruh makhluk hidup lain juga jadi faktor penting, serta intensitas cahaya matahari karena flora membutuhkan cahaya matahari.

1. Flora Iklim Tropis Seperti yang kita tahu bahwa wilayah beriklim tropis memiliki hutan hujan tropis. Ciri dari hutan hujan tropis adalah memiliki tumbuhan homogen dan daunnya lebat, serta hutan akan cenderung lebih gelap. Jenis flora yang akan ditemukan di iklim tropis adalah: Sekilas Budidaya Tanaman Tropis Manfaat Bunganya bagi Kesehatan Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dan dikenal dengan tanah yang subur sehingga dianugerahi berbagai macam tumbuhan bermanfaat untuk kesehatan manusia.

Buku ini layak dimiliki sebagai sumber informasi, pengetahuan, dan wawasan kepada pembaca bahwa selain mempunyai nilai ekonomis, ternyata bunga-bunga yang dihasilkan tanaman juga diketahui sebagai herbal yang mampu mencegah maupun menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita oleh masyarakat.

2. Fauna Iklim Tropis Binatang yang hidup pada iklim tropis juga binatang-binantang yang tahan dengan cuaca, suhu, serta lingkungan sekitarnya. Dalam alam liar ini bisa disebut dengan seleksi alam. Berikut adalah jenis binatang di iklim tropis: • Fauna Afrika: gorilla, gajah, trenggiling, unta, kuda nil. • Fauna Australis serta kepulauan pasifik dan Indonesia Timur: cendrawasih, kakaktua, kiwi, platypus, dan koala.

• Fauna Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Indonesia Barat: beruang, harimau, badak, rusa, orang utan, beberapa jenis reptil, dan ikan.

• Fauna Amerika Tengah dan Afrika Selatan: kelelawar, banteng, jaguar, kukang, dan ikan endemik seperti piranha. Seri Mengenal Habitat Hewan: Hutan Hujan Tropis Ayo, eksplorasi hutan hujan tropis yang sangat luas!

Jelajahi dan temukan makhluk hidup yang menjadikan hutan hujan tropis sebagai rumah mereka dan bergantung satu sama lain. Buku ini cocok untuk pengetahuan anak-anak mengenai habitat hewan hutan hujan tropis. Dilengkapi dengan foto-foto indah dan menakjubkan serta penjelasan singkat yang dibalut dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Temukan dan koleksi buku serupa Seri Mengenal Habitat Hewan. Grameds juga dapat melihat berbagai fakta lain menarik mengenai fauna pada daerah tropis melalui buu 200 Fakta Penting Hewan & Habitatnya: Daerah Tropis & Hutan Hujan dibawah ini.

Sektor Ekonomi Iklim Tropis Perekonomian merupakan hal yang penting bagi setiap negara. Pekerjaan di suatu negara juga ditentukan oleh iklim yang ada di negara tersebut. Indonesia memiliki iklim tropis yang mana lahan pekerjaannya pun tidak jauh dari alam. Berikut adalah beberapa mata pencaharian masyarakat beriklim tropis: 1. Pertanian dan Perkebunan Pekerjaan ini cocok bagi wilayah yang memiliki iklim tropis karena memiliki cukup sinar matahari dan curah hujan yang tinggi.

Contohnya ketika musim hujan tiba para petani mengerjakan lahannya untuk bercocok tanam. Pada pekerja perkebunan juga akan menghasilkan buah yang berkualitas, memiliki warna yang bagus, dan rasa yang enak. Hal ini juga disebabkan faktor tanah dan sinar matahari yang cukup. 2. Pertambangan Laut dan Nelayan Daerah tropis di kawasan Asia Tenggara kebanyakan memanfaatkan sumber daya laut sebagai mata pencaharian.

Sumber daya laut yang dimanfaatkan seperti ikan, garam, minyak bumi, dan juga gas alam. Luasnya laut di Asia Tenggara dan memiliki sumber daya alam melimpah membuat sebagian masyarakat di Asia Tenggara menjadikan laut sebagai mata pencaharian. 3. Pertanian, Pertambangan dan Industri Afrika Tidak hanya pada kawasan Asia Tenggara saja, wilayah Afrika yang memiliki iklim tropis juga sebagian masyarakatnya bekerja di bidang pertanian, pertambang, dan industri.

Seperti halnya wilayah iklim tropis lainnya banyak sekali sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan bahan makanan ataupun bahan baku lainnya. Politik Sumber Daya Alam Buku ini menganalisis pengelolaan sumber daya alam di Indonesia selama kurun waktu hampir satu dekade ini sejak era SBY hingga Jokowi dalam tinjauan ekologi politik. Secara khusus, buku ini membahas kajian politik lingkungan, perikanan, dan pangan yang merupakan sektor strategis di Indonesia. Dengan begitu, buku ini layak kalian miliki untuk menambah wawasan akan sektor-sektor strategis di negara Indonesia.

Kesimpulan Iklim tropis adalah suatu wilayah yang berada di antara garis isoterm 23,5 derajat LU dan 23,5 derajat LS. Iklim tropis dibagi lagi menjadi dua, yaitu iklim tropis kering dan iklim tropis basah, kedua memiliki beberapa perbedaan seperti adanya sabana pada iklim tropis kering dan adanya hutan hujan tropis pada iklim tropis basah.

Iklim tropis juga memiliki beberapa ciri seperti curah hujan tinggi, tekanan udara yang rendah, pergantian suhu udara yang normal, penguapan air laut yang banyak, dan lain-lain. Persebaran iklim tropis ini cukup luas. Iklim tropis tersebar pada beberapa negara bagian di benua Amerika Tengah dan Selatan, benua Asia, dan beberapa negara di Timur Tengah.

Tidak hanya iklim tropis kering dan basah, namun iklim tropis ini dibagi menjadi tiga bagian lagi yaitu iklim hutan hujan tropis, iklim monsun karakteristik geografis malaysia barat adalah, dan juga iklim sabana tropis. Indonesia memiliki iklim tropis disebabkan beberapa faktor pendukung pada skala global, regional, dan lokal.

Flora dan fauna pada iklim tropis juga beragam. Flora dan fauna di iklim tropis berbeda dengan wilayah yang iklimnya bukan tropis. Hal seperti ini terjadi karena faktor suhu, lingkungan, dan tanah juga memengaruhi keberadaan para flora dan fauna.

Iklim tropis membuat para masyarakat di wilayah tersebut memiliki pekerjaan yang tidak jauh dengan alam. Masyarakat yang hidup di iklim tropis sebagian bekerja pada bidang pertanian, perkebunan, pertambangan, dan industri. Semua pekerjaan tersebut berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam. Nah, itulah penjelasan mengenai pengertian, ciri, persebaran, serta hal-hal lainnya terkait dengan iklim tropis. Seru ‘kan mempelajari hal yang berkaitan dengan wilayah sendiri, yang mana Indonesia juga termasuk memiliki iklim tropis.

Jika kamu ingin belajar lebih dalam kamu bisa membeli buku-buku dari Gramedia, ya! Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas telah menyediakan buku-buku yang berkualitas dan siap untuk menunjang belajarmu, loh.

karakteristik geografis malaysia barat adalah

Yuk, beli bukunya sekarang juga! Penulis: Ricky Atthariq Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 127 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 karakteristik geografis malaysia barat adalah Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1

PROFIL NEGARA MALAYSIA




2022 www.videocon.com