Kiper persib bandung

kiper persib bandung

Artikel atau bagian dari artikel ini menggunakan gaya bahasa naratif yang tidak sesuai dengan Wikipedia sehingga menurunkan kualitas artikel ini. Bantulah Wikipedia memperbaikinya. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini. Persib Bandung Nama lengkap Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung Julukan Maung Bandung Pangeran Biru Berdiri 14 Maret 1933 ( 1933-03-14) (89 tahun lalu) Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia ( Kapasitas: 40.154) Direktur Utama Glenn Sugita Manajer Umuh Muchtar Pelatih Robert Rene Alberts Asisten Pelatih Budiman Liga Liga 1 Liga 1 2021 Peringkat 2 (berakhir) Situs web Situs web resmi klub Kelompok suporter Bobotoh, VPC, Bomber Kostum Ketiga Musim ini Persib (atau singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung; Aksara Sunda Baku: ᮕᮦᮁᮞᮤᮘ᮪ ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ, Pérsib) adalah klub sepak bola Indonesia yang berdiri pada 14 Maret 1933, berbasis di Bandung, Jawa Barat.

Persib saat ini bermain di Liga 1 Indonesia. Julukan mereka adalah Maung Bandung dan Pangeran Biru. Sejak jaman Perserikatan permainan Persib Bandung mempunyai ciri kiper persib bandung tersendiri yaitu dalam bahasa Sunda; tikteuk yaitu permainan kaki ke kaki, mengandalkan kreativitas dan kecepatan penyerangan. Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Masa-masa Awal • 1.2 1930-1994 : Era Perserikatan • 1.2.1 Dekade 1940an • 1.2.2 Dekade 1950an • 1.2.3 Dekade 1960an • 1.2.4 Dekade 1970an • kiper persib bandung Dekade 1980an • 1.2.6 Dekade 1990an • 1.3 1994-2007: Bergulirnya Liga Indonesia • 1.3.1 Liga Indonesia/1994-95 • 1.4 Liga Super Indonesia (2008-2015) • 1.5 Liga 1 (2017-sekarang) • 2 Logo dan Seragam • 3 Stadion dan Mess • 4 Rekor musim ke musim • 5 Prestasi • 5.1 Domestik • 5.1.1 Liga (kasta Tertinggi) • 5.1.2 Kompetisi Piala/Turnamen • 5.2 Kejuaran Asia • 5.3 Internasional • 6 Peringkat Klub • 7 Skuat • 7.1 Tim utama • 7.2 Pemain Naturalisasi • 7.3 Pemain cadangan dan akademi • 7.3.1 Skuat U21 • 7.4 Transfer 2020 • 7.4.1 Masuk • 7.4.2 Keluar • 7.4.3 Dipinjamkan • 7.5 Daftar pelatih dan pemain asing • 7.5.1 Pelatih Liga Indonesia • 7.5.2 Mantan Pemain • 7.5.3 Daftar pemain asing • 8 Tata kelola • 8.1 Staff kepelatihan • 8.2 Kepengurusan • 8.3 Badan hukum • 8.4 Sejarah Kepelatihan • 8.5 Sponsor • 8.5.1 Apparel • 9 Suporter • 10 Rivalitas • 11 Klub afiliasi • 12 Lihat juga • 13 Referensi • 14 Pranala luar Sejarah Masa-masa Awal Sebelum lahirnya Kiper persib bandung Bandung, di Kota Bandung telah berdiri klub sepak bola Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923.

BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh R. Atot, putra dari pahlawan nasional Dewi Sartika. Atot juga tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta. [1] Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB ( Persebaya), MIVB ( PPSM Magelang), MVB ( PSM Madiun), VVB ( Persis Solo), dan PSM ( PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.

BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin.

kiper persib bandung

Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

[1] 1930-1994 : Era Perserikatan Diawal keikutsertaanya di kompetisi ini pada tahun 1933, Persib dikalahkan oleh VIJ Jakarta. kemudian baru pada tahun 1937 Persib berhasil meraih juara setelah mengalahkan Persis Solo di pertandingan final di Stadion Sriwedari dengan skor 2-1. [ butuh rujukan] Kemudian di tahun-tahun berikutnya Persib gagal mempertahankan gelar dan hanya berhasil menjadi juara 3 pada kompetisi tahun 1939. [ butuh rujukan] Dekade 1940an Memasuki awal dekade 40-an, situasi politik dalam negeri ketika itu mengganggu jalannya Kompetisi Perserikatan.

Saat itu, kompetisi hanya bisa digelar pada tahun 1941, 1942, 1943. Pada tahun 1941 Bandung menjadi tuan rumah kompetisi perserikatan, tetapi Persib tidak mampu mencapai hasil yang maksimal.

[ kiper persib bandung rujukan] Di era pendudukan Jepang, pemerintahan kolonial membredel seluruh perkumpulan sepak bola yang ada di tanah air, termasuk PSSI. Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu, yakni Rengo Tai Iku Kai.

Dekade 1950an Pada dekade 50-an, prestasi Persib tidak begitu mencuat. Tahun 1950, Persib hanya menjadi runner-up dalam kejuaraan yang bersamaan dengan Kongres PSSI di Semarang.

Persib gagal tampil sebagai juara setelah dikalahkan Persebaya di final, padahal skuat Persib saat itu diisi beberapa pemain timnas proyeksi Asian Games 1951 seperti Anas dan Aang Witarsa. [1] Setelah hanya mampu menempati peringkat ketiga pada tahun 1952 di Surabaya, 1954 di Jakarta dan 1957 di Padang, Persib mulai menggeliat pada tahun 1959. Sayang, Persib gagal menjadi juara ketika pada pertandingan terakhir dikalahkan PSM Makassar 1-2 di Lapangan Ikada, Jakarta.

[2] Pada dekade ini, Persib mengalami periode-periode penting dimana walikota Bandung saat itu R. Enoch membangun kantor sekretariat untuk Persib di Cilentah.

Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame. [ butuh rujukan] Dekade 1960an Pada musim kompetisi 1961, Persib berhasil menjuarai Kompetisi Perserikatan setelah memperoleh poin tertinggi di putaran final yang diikuti 7 kontestan.

[3] [1] Tetapi setelah itu di tahun-tahun berikutnya prestasi Persib kembali melorot dan gagal mempertahankan gelar pada Kompetisi Perserikatan 1964 dan 1965 di Jakarta. [1] Dekade 1970an Memasuki dekade 1970-an, tidak ada prestasi yang dicatatkan oleh Persib. Meskipun tidak meraih prestasi di kompetisi mayor, tetapi Persib masih berprestasi di kompetisi atau turnamen-turnamen seperti Surya Cup (Surabaya) 1978, Yusuf Cup (Makasar) dan Tugu Muda (Semarang), diketiga turnamen tersebut Persib mampu tampil sebagai juara.

[ butuh rujukan] Dekade 1980an Artikel atau bagian dari artikel ini menggunakan gaya bahasa naratif yang tidak sesuai dengan Wikipedia sehingga menurunkan kualitas artikel ini. Bantulah Wikipedia memperbaikinya. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini. Setelah berjuang dari tingkat zona, wilayah dan nasional, dengan materi pemain di antaranya Sobur, Adeng Hudaya, Suryamin, Encas Tonif, dan Iwan Sunarya, pada tahun 1980 Persib akhirnya kembali ke Divisi Utama bersama PSIS Semarang, Persema Malang dan PSP Padang untuk melengkapi 6 tim lain di Divisi Utama yaitu Persija Jakarta, PSMS Medan, Persipura Jayapura, PSM Makassar, Persebaya Surabaya dan Persiraja Banda Aceh.

Persib kembali ke Divisi Utama pada Kompetisi Perserikatan 1983, Meski pada putaran pertama Wilayah Barat di Stadion Imam Bonjol, Padang, hanya mencatat sekali kemenangan atas PSP Padang 2-1 (sisanya kalah 1-2 dari PSMS serta bermain imbang 2-2 dengan PSMS dan 0-0 dengan Persija), Persib memastikan diri lolos ke babak “4 Besar”, setelah mencetak 3 kemenangan dan sekali imbang di putaran kedua di Stadion Siliwangi.

Pada pertandingan pertama, gol-gol yang disumbangkan Adeng Hudaya (30), Wolter Sulu (52), Encas Tonif (66) dan Bambang Sukowiyono (72) mengantarkan Persib meraih kemenangan 4-0 atas Persiraja.

Selanjutnya, PSP dibabat 5-0 lewat hattrick Adjat Sudradjat pada menit 18, 38 dan 55, serta gol tambahan dari Bambang Sukowiyono (8) dan Robby Darwis (68). PSMS yang akhirnya tampil sebagai juara Wilayah Barat juga ditaklukan dengan skor 3-1 melalui gol Bambang Sukowiyono (12-pen.) dan dua gol Adjat Kiper persib bandung pada menit 22 dan 66. Pada partai pamungkas Wilayah Barat, Persib bermain imbang tanpa gol dengan Persija.

Di babak “4 Besar” yang berlangsung di Stadion Utama Senayan, Persib dan PSMS bergabung dengan dua wakil Wilayah Timur, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar. Persib akhirnya lolos ke grand final setelah mengalahkan Persebaya 2-1 lewat gol Wawan Karnawan (40) dan Wolter Sulu (60); kembali membekap PSMS 2-1 melalui dua gol yang diborong Adjat Sudradjat dan menghancurkan PSM Makassar 3-0 lewat gol Djafar Sidik (10), Yana Rodiana dan Bambang Sukowiyono (74).

Persib dikenal bersaing ketat dengan PSMS Medan dalam perebutan gelar juara Perserikatan. Pertemuan mereka yang pertama di laga pamungkas Perserikatan terjadi pada musim 1983. Tiada gol tercipta pada 90 menit pertandingan dan tambahan waktu, namun PSMS mampu mengalahkan Persib dengan keunggulan 3-2.

Final musim 1985 yang dihelat di Stadion Utama Senayan pada 23 Februari 1985 dikenang sebagai partai yang ditonton 150.000 orang, catatan yang hingga kini belum dapat tersaingi. [4] Persib kembali ditekuk PSMS lewat adu penalti lagi-lagi yang berakhir 3-2 setelah skor 2-2 hingga akhir perpanjangan waktu laga itu. [5] Persib akhirnya mampu menjadi juara Divisi Utama pada musim 1986 untuk pertama kali sejak musim 1961 saat Adeng Hudaya dan kawan-kawan di final mengalahkan Perseman Manokwari 1-0 lewat gol tunggal Djadjang Nurdjaman.

[6] Ketika itu skuat Persib dihuni pemain hasil binaan Marek Janota seperti Sobur, Boyke Adam, Wawan Hermawan (penjaga gawang), Wawan Karnawan, Ade Mulyono, Suryamin, Ujang Mulyana, Sarjono, Adeng Hudaya, Robby Darwis, Yoce Roni, Kornelis, Ajid Hermawan, Ajat Sudradjat, Yana Rodiana, Sam Triawan, Iwan Sunarya, Dede Rosadi, Djadjang Nurdjaman, Bambang Sukowiyono, Suhendar, Kosasih dan Djafar Sidik. Pemain-pemain itu ditangani pelatih Nandar Iskandar.

Gelar juara bertahan gagal dipertahankan Persib pada musim berikutnya, 1986/1987. Setelah lolos ke babak “6 Besar”, Persib tidak lolos ke grand final karena hanya berada di peringkat ketiga klasemen akhir. Nilai yang dikumpulkan Persib yaitu 6, hasil sekali menang dan 4 kali seri, sebenarnya sama dengan PSIS Semarang.

Namun, karena unggul dalam produktivitas gol, PSIS-lah yang akhirnya tampil di final dan menjadi juara dengan mengalahkan Persebaya 1-0. Dari 5 pertandingan yang dimainkan, Persib kiper persib bandung mencetak dua gol melalui Adjat Sudradjat ketika bermain imbang 1-1 dengan Persipura dan Adeng Hudaya saat mengalahkan PSIS 1-0.

Tahun 1986, usai Persib menjuarai kompetisi Perserikatan Divisi Utama, mereka juga memenangkan Piala Sultan Hassanal Bolkiah. Di partai final, Persib yang mendapat tenaga tambahan dari libero terbaik Indonesia saat itu Herry Kiswanto, mengalahkan tim nasional Malaysia. Gol kemenangan Persib dilesakan Yusuf Bachtiar, yang kemudian melegenda sebagai dirijen utama Persib di Liga Indonesia.

Pada musim berikutnya, 1987/ 1988, Persib kalah bersaing dengan Persebaya yang akhirnya tampil sebagai juara dan Persija sebagai runner-up. Namun, pada musim 1989/ 1990, di bawah besutan pelatih Ade Dana dan dua asistennya Dede Rusli dan Indra M. Thohir, Persib kembali menjadi juara setelah pada babak grand final di Stadion Utama Senayan mengalahkan PSM Makassar 2-0 lewat gol bunuh diri Subangkit dan Dede Rosadi. [7] “Kita bisa menjadi juara di Piala Sultan Hassanal Bolkiah karena Persib memang sedang di puncak prestasi.

Dan memenuhi pra syarat sebagai tim juara. Di semua lini permainan tidak ada sama sekali celah yang bisa mengandaskan impian kami dalam mengibarkan sepak bola prestasi. Teknis dan non teknis jempolan. Tidak ada sama sekali ganjalan untuk menjadi the champion.

Juara memang tinggal menunggu waktu saja,” Bambang Sukowiyono (1986) Persib menerima kunjungan klub Belanda PSV Eindhoven pada 11 Juni 1987 di Stadion Siliwangi dalam sebuah laga persahabatan.

Klub yang nantinya akan menjuarai Piala Champions 1987-88 itu memenangkan laga dengan skor 6-0 dengan gol dari Rene van der Gijp (menit 8), hattrick Eric Viscaal ('15, '40, '51) dan Jurrie Koolhof ('58, '63).

[8] [9] [10] Dekade 1990an Mengawali dekade 90-an, Persib mengawali Kompetisi Perserikatan dengan kegagalan. Namun, setelah lolos dari babak reguler Wilayah Barat ke babak “6 Besar” bersama PSMS dan PSDS Deli Serdang, Persib masih sempat lolos ke semifinal berkat kemenangan 2-1 atas Persebaya lewat gol Kekey Zakaria menit ke-7 dan Robby Darwis menit 30 dan menjinakkan PSDS 1-0 melalui gol tunggal Dede Rosadi pada menit 62.

Namun, di kiper persib bandung, Persib harus mengakui keunggulan PSM Makassar 1-2. Gol Robby Darwis melalui titik penalti pada menit 65 tidak kiper persib bandung menyelamatkan Persib karena PSM mampu mencetak dua gol melalui Alimudin Usman pada menit 54 lewat titik penalti dan Kaharudin menit 79. Pada pertandingan perebutan tempat ketiga pun Persib dikalahkan Persebaya 1-2. Bagi Persib, peringkat keempat kiper persib bandung menjadi prestasi terburuk sejak kebangkitan di awal dekade 80-an. Pada musim 1993/1994, yang merupakan Kompetisi Perserikatan terakhir sebelum dilebur menjadi Liga Indonesia (LI) pada musim 1994/1995, Persib kembali menjuarai Divisi Utama, setelah di final menjungkalkan PSM Makassar 2-0 pada tanggal kiper persib bandung April kiper persib bandung.

[7] Dua gol kemenangan Persib pada partai final yang disaksikan lebih dari 100.000 penonton itu dicetak Yudi Guntara menit ke-26 dan Sutiono Lamso menit 71.

Pada partai final itu, pelatih Indra M. Thohir yang didampingi Asisten Pelatih Djadjang Nurdjaman dan Emen Suwarman menurunkan formasi terbaiknya yaitu Aris Rinaldi (kiper); Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi (belakang); Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Asep Kustiana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara (gelandang), Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso (striker). [11] 1994-2007: Bergulirnya Liga Indonesia PSSI memutuskan untuk mengakhiri dualisme kompetisi yaitu Perserikatan (amatir) dan Galatama (semiprofesional), dengan menggelar Liga Indonesia mulai musim 1994- 1995, dan membuka keran bagi pemain asing.

Sebanyak 34 tim, terdiri dari 16 eks Galatama dan 18 eks Perserikatan, tampil dalam kompetisi Liga Indonesia (LI). Ke-34 peserta dibagi ke dalam dua wilayah, Barat dan Timur. Di Wilayah Barat bercokol Arseto Solo, Bandung Raya, BPD Jateng, Mataram Putra, Medan Jaya, Pelita Jaya Jakarta, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persijatim Jakarta Timur, Persiku Kudus, Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang, PS Bengkulu, PSDS Deli Serdang, PSMS Medan, Semen Padang, dan Warna Agung.

Sedangkan di Wilayah Timur, ada Arema Malang, Assyabaab Salim Grup Surabaya (ASGS), Barito Putra, Gelora Dewata, Mitra Surabaya, Persebaya Surabaya, Persegres Gresik, Persema Malang, Persiba Balikpapan, Persipura Jayapura, Petrokimia Putra Gresik, PSIM Yogyakarta, PSIR Rembang, PSIS Semarang, PSM Makassar, Pupuk Kaltim Bontang, dan Putra Samarinda.

17 tim yang berada di masing-masing wilayah harus bertarung secara reguler dalam 32 pertandingan home and away. Empat tim teratas berhak lolos ke babak “8 Besar”, dan dua tim terbawah di masing-masing wilayah degradasi ke Divisi I. Liga Indonesia/1994-95 Artikel atau bagian dari artikel ini menggunakan gaya bahasa naratif yang tidak sesuai dengan Wikipedia sehingga menurunkan kualitas artikel ini.

Bantulah Wikipedia memperbaikinya. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini. Kendati keberadaan pemain asing sudah diperbolehkan PSSI, namun Persib tetap mengandalkan pemain lokal pada LI I/1994-95. Persib memulai kompetisi dengan hasil buruk. Pada partai pembuka, Persib dikalahkan Pelita Jaya 0-1 melalui gol tunggal pemain asing asal Yugoslavia (sekarang Serbia), Dejan Gluscevic.Di babak reguler, dengan mengalami tiga kekalahan, Persib pun hanya lolos ke babak “8 Besar” sebagai runner-up di bawah Pelita Jaya.

Setelah lolos ke Senayan, Persib memulai pertandingan Grup B, 20 Kiper persib bandung 1995, dengan hasil 0-0 dengan Petrokimia Putra. Dalam pertandingan ini, Petrokimia Putra menurunkan dua pemain asing, Jacksen Tiago (Brasil) dan penjaga gawang asal Trinidad & Tobago, Darryl Sinerine.

kiper persib bandung

Sementara pada pertandingan lain, ASGS membekap Medan Jaya 2-1. Persib baru membuka peluang lolos ke semifinal setelah pada partai kedua, 23 Juli 1995, menundukkan Medan Jaya 2-1 dan pada pertandingan lain, Petrokimia Putra kembali bermain imbang 2-2 dengan ASGS.

Hasil ini membuat persaingan perebutan dua tiket dari Grup B semakin panas, terutama tiga tim yang masih punya peluang yaitu Persib, ASGS dan Petrokimia Putra. Pada partai penentuan, 26 Juli 1995, Persib menundukkan ASGS dengan skor telak 3-0, sekaligus melaju ke semifinal sebagai juara Grup B. Persib akhirnya didampingi Petrokimia Putra yang menang 3-0 atas Medan Jaya. Di babak semifinal, 28 Juli 1995, Persib bertemu Barito Putra yang menjadi runner-up Grup A.

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Persib menang 1-0 atas Barito Putra lewat Kekey Zakaria. Meskipun sempat ada tuduhan diselamatkan wasit, mereka lolos ke final untuk kembali berhadapan dengan Petrokimia Putra yang menyingkirkan Pupuk Kaltim 1-0 berkat gol tunggal Widodo Cahyono Putro. Pada partai puncak yang berlangsung pada 30 Juli 1995 di Stadion Utama Senayan, seperti partai-partai sebelumnya, pelatih Indra M.

Thohir kiper persib bandung para pemain sebagai berikut; Anwar Sanusi (kiper), Mulyana, Robby Darwis, Yadi Mulyadi (belakang), Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Yudi Guntara, Asep Kustiana, Yusuf Bachtiar (tengah), Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso (depan). Sutiono menjebol gawang Petrokimia Putra pada menit 76. Penyerang Petrokimia Jacksen F. Tiago sempat mencetak gol di menit 30, namun dianulir oleh wasit Zulkifli Chaniago.

[12] Hingga pertandingan usai, Petrokimia Putra gagal membuat gol balasan di Stadion Utama Senayan sehingga Persib menjuarai Liga Indonesia I. [13] Bagi Sutiono, golnya ke gawang Petrokimia Putra itu adalah yang ke-21 dan jumlah itu hingga saat ini belum terpecahkan oleh striker Persib lainnya. Berkat keberhasilannya menjadi juara LI, Persib menjadi wakil Indonesia di Piala Champions Asia musim 1995 (kini menjadi Liga Champions Asia). Pada babak pertama, mereka menang atas Bangkok Bank ( Thailand) dengan agregat 2-1 dan Pasay City ( Filipina) 5-2 di babak kedua kompetisi dan lolos ke babak perempatfinal wilayah Timur yang digelar di Stadion Siliwangi.

[14] Pada perempatfinal yang dimainkan dalam format fase grup, Persib menempati posisi terbawah grup karena mengalami kekalahan dari Verdy Kawasaki ( Jepang) 1-3, Thai Farmers Bank ( Thailand) 2-3, dan Ilhwa Chunwa ( Korea Selatan) 1-4. [14] Meskipun demikian, pelatih Indra Thohir mendapatkan gelar Pelatih Terbaik AFC 1995. [15] “Kalah dan terhenti di babak perempatfinal Wilayah Timur memang sudah diprediksi. Lawan yang kita hadapi, kualitasnya jauh di atas lawan-lawan Persib di babak penyisihan sebelumnya.

Tapi, apapun adanya, langkah Persib sudah terekam dalam sejarah perhelatan Piala Champion Asia. Tim amatir tetapi mentalnya sangat profesional, sulit dilahirkan lagi dalam waktu yang relatif pendek,” — Asep Kustiana, pencetak gol Persib ke gawang Ilhwa Chunma (sekarang Seongnam FC) Persib tercatat pernah menghadapi AC Milan dalam laga persahabatan tanggal 4 Juni 1994 di Stadion Utama Senayan. Pasukan pimpinan pelatih legendaris Italia Fabio Capello menghajar Pangeran Biru 0-8 lewat gol Dejan Savićević ('17, '18), Gianlugi Lentini ('26), Paolo Baldieri ('27, '48, '58), Christian Antigori ('68), dan Stefano Desideri ('78).

[16] [17] Liga Super Indonesia (2008-2015) Artikel atau bagian dari artikel ini menggunakan gaya bahasa naratif yang tidak sesuai dengan Wikipedia sehingga menurunkan kualitas artikel ini. Bantulah Wikipedia memperbaikinya.

Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini. Liga Indonesia mengalami perubahan setelah dibentuknya Liga Super Indonesia (LSI) sebagai liga divisi teratas menggantikan Divisi Utama yang menjadi liga tingkat kedua. Musim 2008–2009 menjadi yang pertama dalam tajuk LSI.

Klub tidak lagi diperbolehkan menerima bantuan dana dari pemerintah daerah, dan didirikanlah PT. Persib Bandung Bermartabat sebagai perusahaan yang menaungi Persib. [18] Jaya Hartono membawa dua anak asuhnya di Deltras FC, Hariono dan Waluyo ke dalam tim. Dua kiper persib bandung muda, Irwan Wijasmara dan Wildansyah, bergabung dari tim Diklat Persib. Persib mampu berada di peringkat 3 klasemen akhir dengan raihan 66 poin, hasil dari 20 menang, 6 seri dan 8 kalah.

Musim selanjutnya, yaitu 2009-10 Persib ditinggal Eka Ramdani yang menerima tawaran Persisam. Kepindahannya ini sempat memicu kemarahan suporter. Lorenzo Cabanas, Rafael Alves Bastos, Nyeck Nyobe, Edi Kurnia, Zaenal Arief, Suwita Pata, Hari Salisburi dan Waluyo juga meninggalkan klub. Sebagai gantinya, Budi Sudarsono, Cucu Hidayat, Aji Nurpijal dan Christian Rene direkrut serta Dedi Haryanto dipromosikan dari tim Diklat. Dua pemain timnas Thailand Sinthaweechai Hathairattanakool dan Suchao Nuchnum direkrut Persib dengan status pinjaman.

Persib mengakhiri musim dengan duduk di peringkat 4. Untuk musim Liga Super Indonesia 2014, legiun asing Persib diisi oleh Vladimir Vujović, Djibril Coulibaly, dan Makan Konaté. Dalam sebuah laga ujicoba tanggal 14 Mei 2014 di Stadion Si Jalak Harupat, Persib menahan imbang raksasa Belanda, Ajax Amsterdam dengan skor 1-1. [19] Pada musim reguler, Persib berada dibawah juara grup A Arema dengan 41 poin, berbanding dengan 44 poin yang diraih Arema.

Persib kemudian memasuki Babak 8 Besar, tergolong ke dalam grup B bersama PBR, Mitra Kukar dan Persebaya. Dengan raihan 4 kemenangan, dan masing masing 1 seri dan kekalahan, Persib melaju ke semi-final untuk menghadapi Arema. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya mampu kiper persib bandung Persib dengan skor 3-1 setelah perpanjangan waktu, lewat gol Vujovic di menit 84, Atep di menit 91, dan Konate di menit 114 yang hanya dibalas Alberto Gonçalves Da Costa di menit 46.

[20] Persipura adalah lawan Persib di laga final yang juga dilakoni di Gelora Sriwijaya pada 7 November kiper persib bandung.

kiper persib bandung

Ian Kabes membuka skor dengan golnya di menit 5, namun Imanuel Wanggai mencatat gol bunuh diri di menit 45+1. Persib berbalik unggul lewat M. Ridwan di menit 52, sebelum akhirnya kembali imbang oleh Boaz Solossa di menit 79. Adu penalti dimainkan setelah di babak perpanjangan waktu kiper persib bandung tetap 2-2.

Boaz, Yohanes Pahabol, dan Robertino Pugliara dari Persipura serta Konate, Ferdinand Sinaga, Tony Sucipto dan Supardi Nasir berhasil mencetak gol di babak penalti.

Penendang Persipura selanjutnya Nelson Alom tak berhasil, dan Ahmad Jufrianto mampu menaklukkan Yoo Jae-hoon, sehingga memastikan Persib meraih gelar juara dengan skor 2-2 (3-5) di laga final. [21] Striker Persib Ferdinand Sinaga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik LSI 2014. [22] Keberhasilan Persib menjuarai LSI 2014 disambut sangat meriah oleh Bobotoh yang turun ke jalanan kota Bandung. Ribuan orang termasuk Bobotoh dan warga biasa mendatangi selebrasi kemenangan yang berlangsung di Lapangan Gasibu, dengan para pemain Persib, pelatih, dan staf menaiki bus Bandros yang dikawal ketat oleh polisi.

[23] Liga 1 (2017-sekarang) Musim pertama Persib pada era Liga 1 dikejutkan dengan kedatangan mantan pemain timnas Ghana yang pernah menjadi bintang bersama Chelsea, Real Madrid dan AC Milan, Michael Essien yang didatangkan dari klub top Yunani Panathinaikos FC sebagai marquee player. [24] [25] Carlton Cole yang pernah bermain untuk West Ham juga berseragam Persib, bersama Shohei Matsunaga yang kembali direkrut setelah bermain di Persib pada rentang tahun 2011-2012.

Cole dilepas di pertengahan musim setelah gagal menyarangkan satupun gol ke gawang lawan, [26] dan pemain timnas Chad Ezechiel N'Douassel direkrut dari klub Israel Hapoel Tel Aviv pada 7 Agustus 2017. [27] Karena hasil yang tidak kiper persib bandung, Djajang Nurjaman mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih pada 16 Juli 2017 dan Herrie Setyawan menjadi pelatih sementara atau caretaker [28].

Persib terlempar dari papan atas klasemen ke papan tengah sejak pekan ke-11 dan tak beranjak hingga akhirnya harus puas menyudahi musim di peringkat 13, yang terburuk sejak musim 2006.

Pada musim 2018, terjadi perubahan skuad yang cukup signifikan. Essien dilepas, Vujovic pindah ke Bhayangkara FC, Matsunaga ke Persela, sementara itu Ardi Idrus, Ghozali Siregar, Jonathan Bauman, Bojan Mališić, dan Oh In-Kyun masuk menggantikan. Selain itu, Eka Ramdani dan Airlangga Sutjipto kembali didatangkan.

Pelatih Mario Gomez asal Argentina ditunjuk untuk menangani tim di musim ini. [29] Laga Derbi Indonesia di paruh musim kedua ternodai dengan meninggalnya Haringga Sirla, seorang suporter yang dianiaya oknum suporter lain sebelum laga dimulai.

[30] Akibat tragedi itu, Persib dihukum tak boleh bermarkas di wilayah Jawa Barat termasuk di Stadion GBLA maupun Jalak Harupat, sehingga harus memainkan laga kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Persib sempat menghuni posisi 2 klasemen menuju akhir kompetisi, namun kekalahan-kekalahan dialami dan penurunan performa ini membuat Persib hanya bisa berada di peringkat 4 klasemen akhir.

Ardi Idrus terpilih masuk Tim Terbaik Liga 1 2018. [31] Eka Ramdani memutuskan pensiun di akhir musim. [32] Untuk musim 2019, Mario Gomez yang dipecat digantikan Miljan Radović. [33] [34] Akan tetapi, hasil turnamen pramusim Piala Presiden 2019 yang tak memuaskan membuatnya didepak, dan manajemen mendatangkan Robert Rene Alberts yang pernah mengantarkan Arema juara LSI 2009-10. [35] Striker Artur Geworkýan direkrut untuk menggantikan Bauman, dan Rene Mihelic asal Slovenia melengkapi jatah legiun asing.

[36] [37] Beckham Putra Nugraha pun dipromosikan dari Persib U19 setelah membawa tim tersebut juara Liga 1 U19 2018.

[38] Di pertengahan musim, Mihelic bersama Geworkyan diputus kontrak dan Malisic dilepas ke Badak Lampung F.C. [39] Sebagai gantinya, Persib mendatangkan Kevin van Kippersluis kiper persib bandung Nick Kuipers dari Belanda serta Omid Nazari asal Filipina.

[40] Karena kiper utama Deden Natshir mengalami cedera tulang kering di laga melawan Persija (10/7) dan absen hingga akhir musim, kiper PSS Sleman asal Kuningan Dhika Bayangkara ditransfer ke Persib.

[41] [42] Pada musim 2020 Persib merekrut beberapa pemain, yaitu Geoffrey Castillion, Wander Luiz, dan Ezra Walian serta sempat memuncaki klasemen dengan tiga kemenangan beruntun, namun akhirnya kompetisi dihentikan setelah ditunda berkali-kali akibat terjadinya pandemi Covid-19. Kompetisi lalu dilanjutkan pada tahun 2021 dengan memulai musim baru pada bulan Agustus. [43] Persib berlaga di Piala Menpora kiper persib bandung, dengan hasil akhir kalah 1-2 dari Persija pada babak final.

[44] Beberapa pemain yang baru bergabung seperti Ferdinand Sinaga dan Farshad Noor dilepas sebelum liga benar-benar dimulai. [45] Castilion dan Luiz juga dirilis pada pertengahan musim.

kiper persib bandung

Mohammed Rashid, Bruno Cantanhede, Marc Klok, David da Silva dan beberapa pemain akademi klub masuk ke dalam skuat. [46] [47] Di klasemen akhir Liga 1 2021–2022, Persib finis di kiper persib bandung 2 dan lolos ke babak kualifikasi Piala AFC 2023/24. [48] Logo dan Seragam Warna resmi seragam klub adalah biru dan putih yang merupakan warna digunakan oleh Kerajaan Siliwangi.

Logo klub tampak serupa dengan lambang kota Bandung. Logo tersebut dipakai dikarenakan pada masa-masa awal Perserikatan, Persib dinilai mewakili orang Sunda. Saat ini, dua bintang ditambahkan di atas logo klub sebagai tanda telah memenangkan dua kali liga pada tahun 1995 and 2014.

Pada ubahan terakhir, logo kini memiliki bentuk perisai yang lebih membulat dan pergantian aksara ( font) "PERSIB" di tengahnya. [49] Klub sempat mengubah warna seragam menjadi biru muda dan logo dengan gambar harimau serta tulisan "PERSIB" dan "MAUNG BANDUNG" di masing-masing atas dan bawah logo pada musim 2003, namun hanya bertahan semusim lewat instruksi pergantian kembali oleh walikota Bandung saat itu H.

AA Tarmana. [50] Menurut statuta PSSI, logo Persib sekarang dilindungi dan tidak dibenarkan untuk diganti dan diubah sebagai penghargaan akan andil klub dalam pendirian PSSI pada tahun 1930. Peraturan ini juga meliputi larangan pergantian nama, domisili, dan warisan sejarah klub. [51] Stadion dan Mess Stadion Si Jalak Harupat Persib sempat menggunakan lapangan-lapangan di kota Bandung seperti di Ciroyom dan Tegallega untuk bermain pada era awal berdirinya.

Stadion Sidolig (yang kini bernama Stadion Persib) mulai digunakan setelah terjadi merger klub-klub lokal seperti UNI, SIDOLIG dan VBBO. Setelah itu, Persib bermarkas di Stadion Siliwangi hingga dekade 2000an. Pada Liga Super Indonesia 2008, Persib terpaksa harus meninggalkan Stadion Siliwangi setelah terjadi kerusuhan ketika menjamu Persija Jakarta pada pekan kedua. Ditambah situasi politik yang sedang memanas akibat berlangsungnya Pemilu 2009, Kepolisian Kota Bandung tidak lagi mengeluarkan surat izin menyelenggarakan pertandingan di Stadion Siliwangi bagi Persib.

Sebagai alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai "home-base" hingga akhir musim kompetisi. Untuk lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Di stadion tersebut terdapat lapangan latihan dengan rumput baru dan trek berlari serta di sampingnya terdapat mess untuk tempat tinggal para pemain dan staff Persib serta untuk kantor.

Letak Stadion Persib yang berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian juga membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya para bobotoh untuk masuk ke dalam stadion. Selain Stadion Persib, Persib pun memakai Sport Jabar Arcamanik. Tim Persib sendiri mengaku cocok berlatih di stadion tersebut, karena selain memiliki lapangan yang cukup baik termasuk kondisi rumputnya.

Selain itu tempat tersebut lokasinya dekat dengan mess Persib di Stadion Sidolig. Terkadang jika dibutuhkan, lapangan di jalan Lodaya pun jadi tempat berlatih. [52] Pada Juni 2016 hingga September 2018 Persib menggunakan Stadion GBLA untuk memainkan laga kandangnya. Untuk Liga 1 2019 Stadion GBLA tak dapat digunakan akibat kondisinya yang memburuk, [53] sehingga Persib bermarkas kembali di Stadion Si Jalak Harupat.

Rekor musim ke musim Musim Liga Piala Indonesia Liga Champions Piala AFC Top Skor Liga Divisi Main M S K GM GK Poin Pos 1994-95 DU 36 23 10 3 60 17 79 1 Belum diselenggarakan Tidak Lolos Belum diselenggarakan n.a 1995-96 DU 31 14 11 6 34 18 53 3 Grp.

Kiper persib bandung Perempat Final 1996-97 DU 23 9 12 2 23 14 39 2 Grp.B Tidak Lolos 1997-98 DU Dihentikan 1998-99 DU 8 3 1 4 9 10 10 3 Grp.2 Wil.Bar 1999-2000 DU 26 8 8 10 22 21 32 8 Wil.Barat 2001 DU 29 16 2 11 25 21 50 8 Besar 2002 DU 22 9 5 8 26 24 32 8 Wil.Barat 2003 DU 38 12 9 17 35 48 45 16 2004 DU 34 12 13 9 38 37 49 6 Tidak Lolos 2005 DU 26 10 8 8 32 36 38 6 Wil. Barat Babak kedua 2006 DU 26 7 8 11 23 30 29 12 Wil. Barat Babak pertama 2007 DU 34 15 9 10 45 29 54 5 Wil. Barat Babak kedua 2008-09 ISL 34 20 6 8 63 40 66 3 16 Besar Christian Gonzales (28) 2009-10 ISL 34 16 5 13 50 36 53 4 Perempat Final Christian Gonzales (19) 2010-11 ISL 28 11 6 11 44 43 39 7 Tidak diselenggarakan n.a 2011-12 ISL 34 14 7 13 49 49 49 8 Tidak Masuk Miljan Radović (11) 2013 ISL 34 18 9 7 72 43 63 4 Tidak diselenggarakan Sergio van Dijk (21) 2014 ISL 28 18 6 4 58 29 60 1 Makan Konaté (13) 2015 ISL Dihentikan Pendahuluan 2 16 Besar Atep Rizal (3) 2016 ISC A 34 15 10 9 45 33 55 5 Tidak Lolos Tidak Lolos Sergio van Dijk (10) 2017 Liga 1 34 9 14 11 39 36 41 13 Raphael Maitimo (9) 2018 Liga 1 34 14 10 10 49 41 52 4 Perempat Final Ezechiel N'Douassel (17) 2019 Liga 1 34 13 12 9 49 39 10 6 Ezechiel N'Douassel (15) 2020 Liga 1 Dihentikan Tidak diselenggarakan 2021-22 Liga 1 34 20 9 5 48 22 69 2 Tidak Lolos Tidak Lolos Juara Peringkat kedua Promosi Degradasi Prestasi Domestik Liga (kasta Tertinggi) • Perserikatan • Juara : 1937, 1961, 1986, 1989-90, 1993-94 • Runner-up : 1933, 1934, 1936, 1959, 1965-66, 1966-67, 1983, 1985 • Liga Indonesia • Juara : 1994-95 • Liga Super Indonesia • Juara : 2014 • Liga 1 (Indonesia) • Runner Up : 2022 Kompetisi Piala/Turnamen • Turnamen Kongres PSSI • Juara (1): 1950 • Piala Presiden • Juara (1): 2015 • Lainnya • Siliwangi Cup (4): 1981, 1989, 1994, 2000 • Jusuf Cup (1): 1957 • Marah Halim Cup (1): 1988 • Surya Cup (1): 1978 • Soeratin Cup (2): 2003, 2006 • Piala Pers (1): 1993 • Piala Johnny Pardede International Hotel (1): 1992 • Piala Persija Cup (1): 1991 • Piala Jawa Pos (1): 1990 • Piala Wali Kota Bogor (1): 1978 • Piala General Rehearsal Asian Games (1): 1962 • Kang Dada Cup (1): 2008 • Celebes Cup (1): 2012 • Piala Wali Kota Padang (1): 2015 Kejuaran Asia • Liga Champions AFC • Perempat Final: 1995 Internasional • Pesta Sukan ( Sultan Brunei Cup) • Juara (1): 1986 • Queen's Cup ( Bangkok Thailand) • Babak Penyisihan (1): 1978 • Aga Khan Gold Cup ( Pakistan Timur) • Perempat Final (1): 1962 • King's Cup ( Bangkok Thailand) • Babak Penyisihan (1): 1978 Peringkat Klub Per 10 April 2022.

[54] Rank Poin Perubahan Indonesia AFC FIFA 1 67 755 1383 177 1353 Skuat Tim utama Berikut daftar skuat yang dirilis untuk kompetisi Liga 1 2021-2022 Per 25 Februari 2020. [55] Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA.

Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA. No. Pos. Negara Pemain 1 GK IDN Muhammad Natshir 2 DF NED Nick Kuipers 3 DF IDN Ardi Idrus 4 DF IDN Bayu Fiqri 5 DF IDN Kakang Rudianto 7 MF IDN Beckham Putra 8 MF IDN Abdul Aziz 10 MF IDN Esteban Vizcarra 11 MF IDN Dedi Kusnandar ( 3rd-captain) 12 DF IDN Henhen Herdiana 13 Kiper persib bandung IDN Febri Hariyadi 14 GK IDN Teja Paku Alam 15 MF IDN Dimas Pamungkas 16 DF IDN Achmad Jufriyanto 17 MF IDN Ferdiansyah No.

Pos. Negara Pemain 19 MF IDN Puja Abdillah 21 FW IDN Frets Butuan 22 DF IDN Supardi Nasir ( captain) 23 MF IDN Marc Klok 25 FW BRA David da Silva 27 DF IDN Zalnando 30 FW IDN Ezra Walian 32 DF IDN Victor Igbonefo ( 4th-captain) 37 FW BRA Bruno Cantanhede 66 DF IDN Mario Jardel 74 MF PLE Mohammed Rashid 78 GK IDN I Made Wirawan ( vice-captain) 88 MF IDN Syafril Lestaluhu 93 MF IDN Erwin Ramdani 99 GK IDN Aqil Savik Pemain Naturalisasi Negara Pemain Jerman Kim Kurniawan Argentina Esteban Vizcarra Brazil Fabiano Beltrame Belanda Marc Klok Pemain cadangan dan akademi Skuat U21 Untuk informasi lebih lanjut: Persib Bandung U-21 Untuk informasi lebih lanjut: Persib Bandung U-19 Berikut daftar pemain Persib U21.

[56] Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA. No. Pos. Negara Pemain 1 GK IDN Mochamad Fauzan Zauhar Malik 2 DF IDN Sugiarto 4 MF IDN Muhammad Jeffri 6 MF IDN Hanif Abdurrauf Sjahbandi 8 MF IDN Abdul Aziz 7 FW IDN Rizky Alam 9 FW IDN Angga Febryanto Putra 12 DF IDN Henhen Herdiana 14 DF IDN Rifki Fauzi Adam 15 MF IDN Untung Wibowo 16 MF IDN Adilla Adnan Saputra 17 MF IDN Heri Herawan No.

Pos. Negara Pemain 18 GK IDN Dikri Yusron Afafa 19 MF IDN Ahmad Subagja Basith 20 FW IDN Gatot Wahyudi 21 FW IDN Agung Mulyadi 22 MF IDN Alfath Faathier 23 DF IDN Ary Ahmad Syafari 24 MF IDN Agil Munawar 28 MF IDN I Gusti Rustiawan 30 DF IDN Sahat Marojahan Siregar 74 GK IDN Sidik Permana — FW IDN Rendi Ridwan Januar Transfer 2020 Informasi lebih lanjut: Persib Bandung musim 2020 § Transfer Masuk No.

Pos Pemain Transfer dari Fee Tanggal Source Transfer Window awal 32 32 CB Victor Iqbonefo PTT Rayong Free 02020-01-01 1 Januari 2020 [7] 82 82 ST Beni Oktovianto Persiba Balikpapan Free 02020-01-10 10 Januari 2020 [14] 34 34 GK Teja Paku Alam Semen Padang Free 02020-01-16 16 Januari 2020 [1] AML Zulham Zamrun Free Agent Free 02020-02-04 4 Februari 2020 [57] ST Wander Luiz Free Agent Free 02020-02-10 10 Februari 2020 [58] ST Geofferey Castillion Free Agent Free 02020-02-10 10 Februari 2020 [59] Total 6 Keluar Pos Pemain Transfer ke Fee Tanggal Source Transfer Window awal ST Muchlis Hadi Syaifulloh Free Transfer Released 02020-01-01 1 Januari 2020 [60] MF Hariono Free Transfer Released 02020-01-01 1 Januari 2020 [61] ST Kevin Van Kipersluis Free Transfer Released 02020-01-01 1 Januari 2020 [62] ST Ezechiel N'Douassel Bhayangkara FC Undisclosed Fee 02020-01-22 22 Januari 2020 [63] MF Billy Keraf Semen Padang Free 02020-02-12 12 Februari 2020 [64] Total 5 Dipinjamkan No.

Pos Pemain Dipinjam ke Mulai Selesai Source Transfer Window awal 1 1 GK Muhammad Natshir Bandung United FC kiper persib bandung 17 Januari 2020 Akhir Musim [65] 30 30 GK Aqil Savik Bandung United FC 02020-01-17 17 Januari 2020 Akhir Musim [65] 16 DF Achmad Jufriyanto Bhayangkara FC 02020-02-04 4 Februari 2020 31 Desember 2020 [66] MF Agung Mulyadi Bandung United FC 02020-02-16 16 Februari 2020 Akhir Musim [67] DF Indra Mustafa Bandung United FC 02020-02-16 16 Februari 2020 Akhir Musim [67] FW Wildan Ramdhani Bandung United FC 02020-02-16 16 Februari 2020 Akhir Musim [67] DF Puja Abdillah Bandung United FC 02020-02-16 16 Februari 2020 Akhir Musim [67] Total 7 Daftar pelatih dan pemain asing Pelatih Liga Indonesia Berikut daftar pelatih Persib sejak musim kompetisi 1994/1995: Tahun Pelatih 1994/1995 Indra Thohir 1995/1996 Risnandar Soendoro 1996/1997 Nandar Iskandar 1997/1998 Nandar Iskandar 1998/1999 M.

Suryamin 1999/2000 M. Suryamin Indra Thohir 2000/2001 Indra Thohir 2001/2002 Deny Syamsudin 2003/2004 Marek Andreiz Sledzianowski Bambang Sukowiyono & Iwan Sunarya (caretaker) Juan Antonio Paez 2004/2005 Juan Antonio Paez 2005/2006 Indra Thohir 2006/2007 Risnandar Soendoro Djajang Nurjaman & Dedi Sutendi (caretaker) Arcan Iurie Anatolievichi 2007/2008 Arcan Iurie Anatolievichi Djajang Nurjaman & Robby Darwis (caretaker) 2008/2009 Jaya Hartono 2009/2010 Jaya Hartono Robby Darwis (caretaker) 2010/2011 Daniel Darko Jankovic Jovo Cucković Daniel Roekito 2011/2012 Drago Mamić Robby Darwis (caretaker) 2012-2016 Djajang Nurjaman 2016 Dejan Antonić Herrie Setyawan (caretaker) Djajang Nurjaman 2017 Djajang Nurjaman Herrie Setyawan (caretaker) Emral Abus 2017-2018 Roberto Carlos Mario Gómez 2019- Robert Rene Albert Mantan Pemain Lokal: • Adeng Hudaya • Sobur • Boyke Adam • Wowo Sunaryo • Risnandar Soendoro • Nandar Iskandar • Dede Iskandar • Djajang Nurjaman • Max Timisela • Heri Kiswanto • Dadang Kurnia • Ajat Sudrajat • Robby Darwis • Sutiono Lamso • Anwar Sanusi • Budiman Yunus • Yadi Mulyadi • Kekey Zakaria • Nur'alim • Yaris Riyadi • Yudi Guntara • Rahmad Hidayat • Maman Abdurrahman • Suwita Pata • Firman Utina • Ahmad Jufrianto • Muhammad Taufiq • Dias Angga Putra • Muhammad Ridwan • Ferdinand Sinaga • Zulham Zamrun • Aang Suparman • Markus Haris Maulana • Asri Akbar • Abdul Rahman Sulaeman • Rudolof Yanto Basna • David Laly • Aliyudin • Ricky Kayame • Shahar Ginanjar • Zaenal Arief • Yandi Sofyan Munawar • Tantan • Hariono • Atep Rizal • Tony Sucipto • Eka Ramdani • Airlangga Sucipto • Patrich Wanggai • Raphael Maitimo • Angga Febryanto • Ahmad Baasith • Jajang Sukmara • Sergio van Dijk • Wildansyah Daftar pemain asing Berikut daftar pemain asing yang pernah bermain untuk Persib.

Nama yang tercetak tebal masih memperkuat Persib. CONMEBOL • Amarildo Souza • Ulian de Souza • Antonio 'Toyo' Claudio • Fábio Lopes Alcântara • Hilton Moreira • Marcio Souza Da Silva • Rafael Alves Bastos • Fabiano Beltrame • Rodrigo Sanhueza • Angelo Espinoza • Claudio Lizzama • Alejandro Tobar • Rodrigo Lemunao • Julio Lopez • Christian Mollina • Patricio Jimenez Diaz • Lorenzo Cabanas • Christian Rene Martinez • Cristian Gonzáles • Adrián Colombo • Robertino Pugliara • Marcos Flores • Jonathan Bauman CAF • Christian Bekamenga • George Clement Nyeck Nyobe • Louis Berty Ayock • Herman Abanda • Herman Dzumafo Epandi • Georges Parfait Mbida Messi • David Pagbe • Michael Essien • Moses Sakyi • Ezechiel N'Douassel • Brahima Traoré • Ekene Ikenwa • Chioma Kingsley • Victor Chukwuekezie Igbonefo • Redouane Barkaoui • Makan Konaté • Djibril Coulibaly • Erick Weeks Lewis UEFA • Maciej Dołęga • Mariusz Mucharski • Piotr Orlinski • Pavel Bocjian • Leontin Chitescu • Miljan Radović • Ilija Spasojević • Vladimir Vujović • Zdravko Dragićević • Sergio van Dijk • Raphael Maitimo • Kim Jeffrey Kurniawan • Marko Krasić • Bojan Mališić • Juan Belencoso • Carlton Cole • Rene Mihelič • Srđan Lopičić • Nick Kuipers • Kevin Van Kipersluis • Marc Klok AFC • Noh Alam Shah • Shahril Ishak • Baihakki Khaizan • Nipont Chanarwut • Pradith Taweechai • Suchao Nuchnum • Sinthaweechai Hathairattanakool • Satoshi Otomo • Shohei Matsunaga • Kenji Adachihara • Oh In-kyun • Naser Al Sebai • Robbie Gaspar • Diogo Ferreira • Artur Gevorkyan • Omid Nazari Tata kelola Staff kepelatihan Artikel utama: Persib Bandung musim 2020 Posisi Nama Manajer Umuh Muchtar Pelatih Kepala Robert Rene Alberts [68] Asisten Pelatih Budiman Pelatih Kiper Luizinho Passos [69] Pelatih Fisik Yaya Sunarya Tim Dokter Mohammad Raffi Ghani Fisioterapis Benidektus Adi Prianto Sekretaris Tim Yudiana Masseur 1 Sutisna Masseur 2 Iyang Maulana Kitman 1 Fikri Apriansyah Kitman 2 Zulkarnaen Sumber: Persib.co.id Kepengurusan • Direktur Utama: Glenn Sugita • Bidang Umum: Amin Suganda, Zulkarnaen • Ketua Panpel: Budi Bram Rachman Badan hukum PT Persib Bandung Bermartabat [70] Posisi Nama Direktur Utama Glenn Sugita Direktur Teddy Tjahjono Komisaris Utama Zainuri Hasyim Wakil Komisaris Utama Rudy S.

Laksmana Komisaris 1 H. Umuh Muchtar Komisaris 2 Kuswara S. Taryono Komisaris 3 Lawrence Barki Sejarah Kepelatihan Pelatih kepala per tahun (1982–sekarang) Nama Dari Sampai Omo Suratmo 1982 1983 Ade Dana 1984 1985 Nandar Iskandar 1985 1986 Ade Dana 1989 1990 Indra Thohir 1993 1995 Risnandar Soendoro 1995 1996 M. Suryamin 1998 2000 Indra Thohir 2000 2000 Deny Syamsudin 2001 2002 Marek Andrzej Sledzianowski 2003 2003 Juan Antonio Paez 2003 2005 Indra Thohir 2005 2006 Risnandar Soendoro 2006 2006 Arcan Iurie 2006 2007 Jaya Hartono 2008 2010 Darko Janacković 2010 2010 Jovo Cuckovic 2010 2010 Daniel Roekito 2010 2010 Drago Mamić 2011 2012 Djajang Nurdjaman 2012 2016 Dejan Antonić 2016 2016 Djajang Nurdjaman 2016 2017 Roberto Carlos Mario Gómez [71] 2017 2018 Miljan Radovic 2018 2018 Sponsor • elevenia • FWD • Indofood • Pria Punya Selera • Kopi ABC • Corsa • GO-JEK • Permata Bank Syariah • Panther Energy • Indonesia Sports Medicine Centre • Envi • Bobotoh FM Apparel • Vilour (2006–2009) • Diadora (2009–2010) • Joma (2010–2011) • Mitre (2011–2012) • Kiper persib bandung (2012-2015) • Kiper persib bandung (2016.) Suporter Kelompok suporter Persib Bandung yang sedang menyaksikan pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat Persib Bandung memiliki penggemar fanatik yang menyebar di seantero provinsi Jawa Barat dan Banten, bahkan hampir di seluruh wilayah Indonesia, mengingat catatan historis sebagai tim kebanggaan kiper persib bandung ibu kota provinsi Jawa Barat.

Fans Persib Bandung tersebar di berbagai wilayah khususnya Jawa Barat seperti Bandung, Bogor, Tasikmalaya, Cirebon, Karawang, Depok, Bekasi, Subang bahkan hingga di luar Jawa Barat seperti Surabaya, Mojokerto, Blitar, Jombang, Bojonegoro, Madura, Jember, dan wilayah lainnya di Nusantara dan sekaligus yang memiliki kiper persib bandung fans terbanyak di Indonesia mengalahkan Arema Cronus kiper persib bandung Persebaya Surabaya.

Penggemar Persib menamakan diri sebagai Bobotoh. Pada era Liga Indonesia, Bobotoh kemudian mengorganisasikan diri dalam beberapa kelompok pecinta Persib seperti Viking Persib Club, Bomber (Bobotoh Maung Bersatu), Flowers City Casuals, Ultras Persib, dan lainnya.

Persib juga memiliki penggemar dari kalangan selebritis, contohnya Ronal Surapradja, [72] Cita Citata, Aura Kasih, Melody Nurramdhani Laksani, [73] Raffi Ahmad, [74] Farhan, Desy Ratnasari, [75] mantan VJ MTV Indonesia Edi Brokoli, [76] vokalis band Mocca Arina Ephipania, grup band Kuburan, Pemuda Harapan Bangsa (PHB), Jeruji, PAS Band, The Milo, Ariel Noah, Melly Goeslaw, [77] Chika Jessica, dan Omesh.

Klub ini juga digemari mantan wakil gubernur Jawa Barat Dede Yusuf [78] dan gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

[79] Redouane Barkaoui, mantan striker Persib asal Maroko memuji dukungan yang diberikan dalam laga Persib “Atmosfer sepak bola di Bandung benar-benar jempolan. Saya begitu kagum melihat dukungan penonton yang hebat dan luar biasa. Tidak hanya di partai sesungguhnya di ajang kompetisi, di partai uji coba pun kiper persib bandung melimpah dan membludak hingga pinggir lapangan.

Hebat.” Striker asal Kamerun yang pernah berseragam Persib pada tahun 2007 dan kemudian menembus Liga 1 Prancis Christian Bekamengapun ikut bersuara: “Atmosfer sepak bola di Bandung memang tiada duanya. Hasrat bobotoh mendukung timnya patut diapresiasi dengan prestasi membanggakan. Dukungan bobotoh yang tidak pernah surut adalah motivator utama saya dalam mengibarkan sepak bola kiper persib bandung bersama Persib.” Suporter Persib memiliki hubungan yang sangat kelam dengan kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania.

Sudah banyak peristiwa maupun insiden-insiden yang terjadi akibat permusuhan abadi dua suporter garis keras ini. Bahkan pihak kepolisian maupun PSSI dan PT Liga Indonesia pun sudah berulangkali kiper persib bandung Viking dan The Jak untuk berdamai.

Setelah kematian suporter Rangga tanggal 29 Mei 2012 [80] dalam laga El Clasico melawan Persija, perdamaian antar kedua kelompok suporter sempat dicanangkan. Akan tetapi permusuhan kembali terjadi hingga akhirnya seorang suporter tewas teraniaya kembali sebelum laga pada tahun 2018.

Pada laga melawan Persija tanggal 10 Juli 2019, tidak ada kerusuhan yang terjadi dan kapten Supardi menilai situasinya aman. [81] Rivalitas Persib Bandung memiliki persaingan lama di era Perserikatan dengan Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan PSMS Medan yang sekarang disebut sebagai El Classico. [82] Rivalitas dengan PSMS mencapai puncaknya ketika era 1980an saat Persib dua kali dikalahkan pada final musim 1983 dan 1985.

Kini, suporter Persib dan Persebaya sudah bersahabat. [83] Pertandingan dengan Persija Jakarta adalah Derbi Indonesia (juga disebut El Clássico), persaingan ini memanas di tahun 2000an setelah Liga 1 profesional dibentuk dan menjadi pertandingan terbesar di Indonesia. [84] Klub afiliasi Pada tahun 2019, Persib resmi mengakuisi Blitar United yang berada di Liga 2 dan menjadikannya sebagai klub satelit. [85] Manajemen mengubah nama klub menjadi Bandung United dan memindahkan markas klub dari Blitar ke Bandung.

Bandung United memainkan laga kandangnya di stadion Arcamanik dan Stadion Siliwangi. [86] Melalui PT. PBB, Persib berhubungan dengan Prawira Bandung setelah klub bola basket tersebut diambil alih pada tahun 2018. [87] Lihat juga • ^ a b c d e f "Official Persib Web". persib.co.id. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Pratama, T. Nugraha. "Cerita Panasnya Kiper persib bandung Persib dan PSM di Era Perserikatan".

Cerita Panasnya Rivalitas Persib dan PSM di Era Perserikatan. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ INDOSPORT.com (2017-11-16). "Persib Era 50an Yang Mengharumkan Nama Timnas". INDOSPORT.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Bola.com (2017-03-25). "Duel Persib Vs PSMS 1985, Mencuri Perhatian Dunia". bola.com. Diakses tanggal 2019-11-30. • ^ https://bola.kompas.com/read/2017/03/25/11131398/jelang.psms.vs.persib.kenangan.rekor.150.000.penonton.di.senayan?page=all • ^ digital, pikiran rakyat.

"Sejarah Singkat Persib Bandung dari Masa ke Masa". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :1 • ^ redaksi (2016-03-14).

"Sejarah Persib Bandung dalam 5 Ribu Kata". Pandit Football Indonesia. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Abidin, Ahmad Fadhil (2016-09-25). "Stadion Siliwangi, Tempat Berbagai Sejarah Persib Terukir". infobdg.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Post Match Persib VS PSV Eindhoven (1987): "Bintang Sepakbola Dunia Mencicipi Siliwangi"." - mengbal.com - Lalajo Maung" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-06-07. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "17 April, Mengenang Momen Jawara Perserikatan 1994 (Bag I)".

Persib Bandung Berita Online - simamaung.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Teguh, Irfan. "Kisah Petrokimia Putra Mewarnai Sepakbola Gresik". tirto.id. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ digital, pikiran rakyat. "#KlipingPR Persib Juara Liga Indonesia Pertama". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ a b c VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2014-12-12).

"Kisah Manis Persib Bandung di Liga Champions Asia - VIVA". www.viva.co.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-07-13. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Kisah Indra Thohir, Pelatih Terbaik Asia 1995 sekaligus Legenda Persib".

kiper persib bandung

Bola.net. Kiper persib bandung tanggal 2022-04-11. • ^ digital, pikiran rakyat. "#KlipingPR Mengenang Lagi Pertandingan AC Milan vs Persib". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Sejarah Hari Ini: Persib Bandung vs AC Milan, 1994 - Goal.com".

www.goal.com. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ digital, pikiran rakyat. "Sejarah Singkat Persib Bandung dari Masa ke Masa". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Hasil Laga Persahabatan Persib vs Ajax Skor 1-1: Konate Hujan Pujian - Bola". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Ulasan Pertandingan - Semifinal ISL 2014: Persib vs Arema Cronus, 4 November 2014". Labbola Sports Statistics & Data Management (dalam bahasa Inggris). 2014-11-05. Diakses tanggal 2019-07-13.

• kiper persib bandung https://bola.kompas.com/read/2014/11/07/21261838/Lewat.Drama.Adu.Penalti.Persib.Juara.ISL.2014 • ^ BeritaSatu.com. "Ferdinand Sinaga Pemain Terbaik ISL Musim Ini". beritasatu.com. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Persib Juara ISL, Bandung Gelar Pesta Rakyat". Republika Online. 2014-11-09. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Okezone. "Didatangkan dengan Harga Mahal, Essien Takkan Buat Persib Rugi : Okezone Bola".

https://bola.okezone.com/. Diakses tanggal 2019-07-13. Hapus pranala luar di parameter -website= ( bantuan) • ^ setiawan, Kodrat (2017-03-14). "Ini Alasan Michael Essien Bergabung dengan Persib Bandung". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Carlton Cole Resmi Dilepas Persib". kumparan. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Profil Striker Baru Persib, Ezechiel N'Douassel".

Republika Online. 2017-08-08. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Media, Kompas Cyber. "Alasan Djadjang Nurdjaman Mundur dari Kursi Pelatih Persib".

KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Media, Kompas Cyber. "Lebih Dekat dengan Pelatih Baru Persib, Roberto Carlos Mario Gomez".

kiper persib bandung

KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ https://bola.kompas.com/read/2018/09/24/05350098/persib-vs-persija-44-pelanggaran-10-kartu-kuning-dan-1-korban-jiwa • ^ https://liga-indonesia.id/berita/tim-terbaik-go-jek-liga-1-2018 [ pranala nonaktif permanen] • ^ https://bola.kompas.com/read/2018/12/30/21294638/eka-ramdani-mantap-gantung-sepatu-karena-panggilan-hati • ^ Media, Kompas Cyber. "Resmi, Persib Bandung Tunjuk Miljan Radovic Jadi Pelatih".

kiper persib bandung

KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Media, Kompas Cyber. "Mario Gomez Dipecat Persib, Johor Darul Takzim Beri Sindiran Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Media, Kompas Cyber. "Robert Rene Alberts Ungkap Proses Gabung ke Persib". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Bolasport.com. "Profil Artur Gevorkyan, Rekrutan Anyar Persib dengan Segudang Prestasi - Bolasport.com". www.bolasport.com. Diakses kiper persib bandung 2019-07-13. • ^ Media, Kompas Cyber.

"Profil Rene Mihelic, Gelandang Baru Persib". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ INDOSPORT.com (2019-06-22). "Keren! Beckham Jadi Pemain Termuda Kiper persib bandung yang Jalani Debut di Liga 1". INDOSPORT.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Media, Kompas Cyber. "Tinggalkan Persib, Bojan Malisic Gabung ke Perseru Badak Lampung FC". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-11-30. • ^ "Tiga Pemain Baru PERSIB Tiba di Bandung - Official Persib Web". persib.co.id. Diakses tanggal 2019-11-30.

• ^ "Alami Patah Tulang, Deden Natshir Cedera Panjang". olahraga (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-30. • ^ Rakyat, Pikiran. "Persib Bandung Rekrut Dhika Bayangkara, Kiper Asal Kuningan - Pikiran-Rakyat.com". www.Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2019-11-30. • ^ Indonesia, C. N. N. "PSSI: Liga 1 Mulai 20 Agustus".

olahraga. Diakses tanggal 2022-01-15. • ^ Indonesia, C. N. N. "Hasil Final Piala Menpora: Persija Juara Usai Kalahkan Persib". olahraga. Diakses tanggal 2022-01-15.

• ^ Indonesia, C. N. N. "Persib Bandung Depak Farshad Noor". olahraga. Diakses tanggal 2022-01-15. • ^ Famela, Rizza Kampani. "Persib Promosikan 2 Pemain Muda untuk Bergabung dengan Tim Senior - Priangan Timur News". priangantimurnews.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2022-01-15.

• ^ Okezone (2021-12-20). "Kedatangan 2 Pemain Asing Baru, Persib Bandung Optimistis Juara Liga 1 2021-2022 : Okezone Bola". https://bola.okezone.com/.

Diakses tanggal 2022-01-15. Hapus pranala luar di parameter -website= ( bantuan) • ^ sportstars.id. "Persib Bandung Dipastikan Tampil di AFC Cup Musim Depan - Sportstars.Id". https://www.sportstars.id/. Diakses tanggal 2022-04-11. Hapus pranala luar di parameter -website= ( bantuan) • ^ "Evolusi Logo Persib dari Masa ke Masa". Metrum. 2018-12-02.

Diakses tanggal 2022-01-15. • kiper persib bandung BobotohID. "Jersey Persib dari Masa ke Masa !". BOBOTOH PERSIB. Diakses tanggal 2022-01-15. • ^ Bolasport.com (2021-05-16). "7 Tim Liga Indonesia Diharamkan Ganti Nama, Ada Persija dan Persib - Bolasport.com". www.bolasport.com. Diakses tanggal 2022-01-15. • ^ https://bola.tempo.co/read/1193451/radovic-berharap-persib-punya-lapangan-sendiri-untuk-berlatih • ^ https://www.goal.com/id/berita/manajer-persib-bandung-ingin-stadion-gbla-dibongkar/1gymctucb2s461881h4gfdfrln • ^ "Football / Kiper persib bandung Club World Ranking".

footballdatabase.com. • ^ "INI 26 PEMAIN PERSIB 2020" (dalam bahasa Indonesian). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ "Skuat Persib U21". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-05-29. Diakses tanggal 2016-06-16. • ^ "Resmi, Pemain Ini Kembali ke PERSIB - Official Persib Web". persib.co.id. Diakses tanggal 2020-02-04. • ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :4 • ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :5 • ^ "Muchlis Hadi - Player profile".

www.transfermarkt.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-14. • ^ "Nomor Punggung 24 Milik Hariono Diistirahatkan - Official Persib Web". persib.co.id. Diakses tanggal 2020-01-16. • ^ Bolasport.com. "Dilepas Persib Bandung, Kevin van Kippersluis Buka Suara - Bolasport.com".

www.bolasport.com. Diakses tanggal 2020-01-16. • ^ "Ezechiel Ndouasel - Player profile 2020". www.transfermarkt.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-01-25.

• ^ "Billy Keraf - Player profile". www.transfermarkt.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-14. • ^ a b Bola.com (2020-01-16). "Teja Paku Alam Gabung, Persib Pinjamkan 2 Kiper ke Bandung United". bola.com. Diakses tanggal 2020-01-16. • ^ Baru, PT Liga Indonesia. "Bhayangkara FC Pinjam Achmad Jufriyanto dari Persib".

liga-indonesia.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-05. Diakses tanggal 2020-02-05. • ^ a b c d "Persib Bandung kiper persib bandung Loan player history". www.transfermarkt.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-16. • ^ "Hatur Nuhun Radovic, Wilujeng Sumping Rene - Official Persib Web".

persib.co.id. Diakses tanggal 2020-01-16. • ^ "PERSIB Kontrak Luizinho Passos Gantikan Gatot - Official Persib Web". persib.co.id. Diakses tanggal 2020-01-16. • ^ "Official Persib Web". persib.co.id. Diakses tanggal 2020-01-17. • ^ "Mario Gomez Pelatih PERSIB". www.persib.co.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-01. Diakses tanggal 2018-01-19. • ^ BobotohID. "Di Depan Markas Real Madrid, Artis Ini Bangga Memake Jersey Persib".

BOBOTOH PERSIB. Diakses tanggal 2019-11-30. • ^ INDOSPORT.com (2018-03-14). "3 Artis Cantik Penggila Persib Bandung". INDOSPORT.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Persib Bandung Menang Lawan Sriwijaya FC di Final Piala Presiden, Raffi Ahmad Ikut Bangga". Tabloidbintang.com. 2015-10-19. Diakses tanggal 2019-07-13.

• ^ Bola.com (2017-10-11). "Desi Ratnasari Ternyata Jadi Bobotoh Persib sejak Kecil". bola.com. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Ariandi, Rizqi.

"Tak Mau Terpuruk Seperti Musim Lalu, Artis Ini Ungkap Harapan untuk Persib". Bolalob - Situsnya Anak Futsal!. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Artis-artis Tanggapi Kemenangan Persib, Pakai Meme Lucu".

suara.com. 2015-10-19. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ "Dede Yusuf Beri Dukungan Buat Persib di Dunia Maya". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ Saleh, Nurdin (2019-05-30). "Ridwan Kamil Bentangkan Syal Persib Bandung di Kenya". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-13. • ^ https://www.jpnn.com/news/kepala-rangga-remuk-dibantai-oknum-the-jak-mania • ^ https://www.idntimes.com/sport/soccer/ilyas-listianto-mujib-1/tandang-ke-jakarta-supardi-puji-the-jak • ^ SKOR.ID; SkorID.

"Awal Mula Sebutan El Kiper persib bandung untuk Laga Persib vs PSMS Medan". www.skor.id. Diakses tanggal 2021-12-28. • ^ Bola.com (2021-12-08). "Persib Vs Persebaya: Cerita Mesranya Persahabatan Bonek dan Viking, Adem Ayem Saja Nonton Bareng di Satu Tribune".

bola.com. Diakses tanggal 2022-01-15. • ^ Bolasport.com (2020-05-09). "Kisah 'Pengkhianat' Terbesar di El Clasico Indonesia Persija Vs Persib - Bolasport.com". www.bolasport.com. Diakses tanggal 2021-12-28. • ^ https://www.pikiran-rakyat.com/persib/2019/06/10/persib-bandung-akuisisi-saham-blitar-united • ^ https://www.pikiran-rakyat.com/persib/2019/07/08/persib-dan-bandung-united-akan-berbagi-kandang • ^ "Diftha Pratama Jelaskan Kedekatan Prawira dengan Persib Bandung - IBL".

iblindonesia.com. Diakses tanggal 2022-01-15. Pranala luar • (Indonesia) Situs web resmi • (Indonesia) Persib Bandung dalam situs web resmi Liga Indonesia Baru • FootballDatabase: Persib Bandung • (Indonesia) Media Online Bobotoh Persib Diarsipkan 2021-01-17 di Wayback Machine.

• (Indonesia) Sejarah Persib Bandung Diarsipkan 2020-08-09 di Wayback Machine. • 1 Natshir • 2 Kuipers • 3 Ardi Idrus • 4 Bayu Fiqri • 6 Indra • 7 Beckham • 8 Abdul Aziz • 9 Wander Luiz • 10 Vizcarra • 11 Dedi.

K • 12 Henhen • 13 Febri • 14 T. Paku Alam • 15 Dimas • 16 Jufriyanto • 17 Ferdiansyah • 19 Puja • 20 Castillion • 21 Frets Butuan • 22 Supardi • 23 Klok • 24 Agung • 27 Zalnando • 30 Walian • 32 Igbonefo • 45 Ardi Maulana • 66 Mario Jardel • 74 Rashid • 78 Wirawan • 88 Syafril • 93 Erwin • Pelatih: Alberts • Al Jabbar FC • Bandung Barat United • Bandung Legend FC • Bandung Timur FC • Batalyon Bintang Primavera • Bekasi United • Bina Putra Sentra • Blaster GMC • Bone FC • Buaran Putra FC • Cibinong Poetra FC • Cirebon Barat FC • Ebod Jaya FC • Inspire FC • Loreng FC • Mandala Kiper persib bandung • Mutiara 97 • PS Amdesta • PS Bara Siliwangi • PSB • PSIT • Pakuan City • Parma FC • Perkesit • Persigarsel • Persikabumi • Persikabbar • Persikad • Persikas • Persikoban • Persindra • Persipu FC • Perssi • Pesik • Pro Tunas Rifo • R2B Legend • Roksi FC • Saint Prima • Sayid Sabiq FC • Sukabumi FC • Tasik Raya FC • Young Tigers Tidak Aktif • Bandung FC • Bandung Barat FC • Bandung Raya FC • Bareti 1698 • Bintang Muda FC • Bogor FC • Bogor Raya FC • Cirebon FC • Fearless Rambo FC • Galuh FC • Gapura FC • Lemahtamba • Lintas Putra • Kabomania FC • Mars Gelatik FC • Patriot CB • Persebam • Persikabo Bogor • Persikotas • Putra Jaya FC • Sultan Muda FC • Super Progresif FC • UNI Bandung • YMA 28 Pindah asosiasi Kategori tersembunyi: • Halaman dengan kesalahan referensi • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Galat CS1: pranala luar • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui • Artikel yang perlu dirapikan • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Templat webarchive tautan wayback • Halaman ini terakhir diubah pada 8 Mei 2022, pukul 09.58.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Hal ini diumumkan manajemen Maung Bandung di laman resmi mereka pada Minggu (17/4).

"PT Persib Bandung Bermartabat bersama kiper M. Natsir Fadhil Mahbuby telah menyepakati penghentian kerjasama yang telah terjalin selama delapan musim. Kontrak Natsir bersama Persib usai setelah gelaran kompetisi Liga 1 musim 2021-2022 berakhir.," tulis Persib.

BACA JUGA: Mengalah ke Beckham, Ciro Alves Pilih Nomor Punggung 77 di Persib Direktur Persib, Teddy Tjahjono menyampaikan, manajemen secara umum memahami dan menghormati keputusan kiper yang akrab disapa Deden itu untuk mengakhiri kerja sama.

Menurut Teddy, Deden sudah memberikan segalanya bagi Persib sejak pertama kali mendaratkan kaki di Persib pada musim 2014 silam. BACA JUGA: David Rumakiek Resmi Menjadi Pemain Baru Persib Bandung "Saya mewakili manajemen PT Persib Bandung Bermartabat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Muhammad "Deden" Natshir atas dedikasi dan loyalitasnya yang sangat luar biasa kepada Persib selama 8 musim kiper persib bandung tahun 2014 lalu," ungkap Teddy.

Teddy menuturkan, Deden ingin mengembangkan kariernya sehingga memutuskan hengkang dari Persib. BACA JUGA: Keren!

Frets Butuan Tetap Berlatih Meski Tim Persib Bandung Libur Kiper persib bandung juga menghormati keputusan Deden dan berharap kariernya selepas dari Persib bisa semakin cemerlang dan sukses.
Gambaran umum skuad dapat disematkan di beranda sendiri melalui iframe. Silakan klik tombol "Kirim pertanyaan" yang membuka pesan email baru.

Harap tambahkan beranda tempat skuad seharusnya disematkan. Setelah menerima permintaan, kami akan mengirimkan iframe sebagai balasan email. Lihat informasi lebih lanjut. Kirim pertanyaan iframe • ridwan on Direktur Persib Bicara Soal Wacana GBLA Jadi Home Base • Mamang Djaja Mihardja on Direktur Persib Bicara Soal Wacana GBLA Jadi Home Base • bobotoh kolot on Direktur Persib Bicara Soal Wacana GBLA Jadi Home Base • Acuy on Direktur Persib Bicara Soal Wacana Kiper persib bandung Jadi Home Base • Dedi Wawan on Umuh Tanggapi Rencana Kompetisi Dihadiri Penonton • Hendi.

on Alasan Persib Gaet Eriyanto • Sule on Harapan Umuh, Gerak Cepatnya Persib Dalam Perekrutan • Persib Goreng on Harapan Umuh Untuk Tiga Pemain Persib di SEA Games • Mang Dudung on Harapan Umuh Untuk Tiga Pemain Persib di SEA Games
• Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cirebon • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lihat Semua • • • BERITA KBB - Persib Bandung kembali datangkan pemain baru untuk mengisi posisi penjaga gawang atau Kiper.

Fitrul Dwi Rustapa, didatangkan oleh Persib Bandung untuk mengisi posisi penjaga gawang jelang Liga 1 2022/2023 mendatang. Sebelumnya Persib Bandung telah mendatangkan bek asal Papua, David Rumakiek dari Persipura Jayapura untuk memperkuat timnya. Baca Juga: Vanessa Khong dan Ayahnya Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasus Indra Kenz Menurut Teddy Tjahjono, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat menyebutkan bahwa rekrutan kelima ini adalah masukan dari pelatih.

Diketahui sebelumnya, bahwa Persib Bandung hingga saat ini sudah mendatangkan empat pemain. Artinya Fitrul Dwi Rustapa adalah pemain kelima yang didatangkan Persib Bandung jelang Liga 1 2022/2023 mendatang.

Baca Juga: Grup Band Religi 'Debu' Kecelakaan, 2 Orang Meninggal Dunia Sebelumnya Fitrul bermain untuk Persipura pada Liga 1 2021/2022 dan menghasilkan penampilan yang gemilang dari 26 laga.
Tepat di belakang Teja Paku Alam ada bus biru berlogi Persib Bandung.

Foto itu diposting pada Minggu 1 Mei 2022. Keterangan foto tersebut tertulis, " Apapun kendaraan yang digunakan, hati-hati di jalan, tetap sabar dan menjaga protokol kesehatan." Kalimat itu dilengkap gambar sebuag bus. Baca juga: Shin Tae-yong Ajak Ngobrol Gelandang Persib Marc Klok Berdua Usai Latihan Timnas, Apa yang Dibahas?

Maksud dari postingan akun Persib ini, bisa jadi hendak mengingatkan kiper persib bandung para bobotoh yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2022 untuk berhati-hati.

Meskipun mudik lebaran sudah diperbolehkan, tapi menati protokol kesehatan tetap wajib agar tidak menimbulkan masalah baru setelah musim mudik.TRIBUNJABAR.ID - Persib Bandung mengucapkan 'wilujeng sumping' dan 'hatur nuhun' pada hari yang sama, Minggu (17/4/2022).

Wilujeng sumping atau selamat datang ditujukan kepada David Rumakiek. David merupakan mantan pemain Persipura Jayapura. Dia didatangkan untuk menggantikan Ardi Idrus yang memilih pergi. Sedangkan kata 'hatur nuhun' ditujukan kepada M Natshir Fadhil Mahbuby. Ya, Persib melepas kiper yang sudah bergabung sejak 2014 itu. Artinya, Natshir pergi setelah bergabung selama delapan musim.

Kontrak Natsir bersama Persib seusai Liga 1 2021-2022 selesai.

kiper persib bandung

(*) Selengkapnya KLIK, https://jabar.tribunnews.com/2022/04/17/saat-persib-bandung-ucapkan-hatur-nuhun-setelah-wilujeng-sumping-di-hari-yang-sama-kiper-ini-pergi.

Penulis: Giri - Editor: Giri - Video Editor : Dicky Fadiar Djuhud
Namun Passos mengungkapkan, usahanya dan manajemen Persib untuk menahan Aqil lebih lama, gagal karena yang bersangkutan ingin mencari tantangan baru.

"Karena kita semua tahu persaingan di Persib begitu ketat untuk bisa menjadi pilihan nomor satu," ujar Passos saat dihubungi awak media, Jumat (22/4). BACA JUGA: Manajemen Persib Jawab Tudingan Miring Soal Negosiasi Deden Kepergian Aqil, memang kiper persib bandung ditanggapi manajemen dengan mendatangkan kiper dari Persipura Jayapura, Fitrul Dwi Rustapa.

Kiper asal Garut itu akan diplot sebagai pemain yang bakal bersaing dengan Teja Paku Alam dan I Made Wirawan. BACA JUGA: Kunci Sukses Henhen Merebut Hati Pelatih Persib Bandung Dia mengungkapkan, kehadiran Fitrul diharapkan bisa memperkuat sektor penjaga gawang Persib. "Kami akan tetap bekerja keras dengan kiper yang baru saja didatangkan," ucapnya. BACA JUGA: Mantan Pemain Persib Dapat Tawaran Bermain di Indonesia, Persija? Sebelum kehilangan Aqil, Persib lebih dulu ditinggalkan oleh Muhammad Natshir dan Dhika Bayangkara.
BANDUNG, AYOINDONESIA.COM — PT Persib Bandung Bermartabat mengakhiri kerja sama dengan Dhika Bayangkara.

Hal ini diumumkan secara resmi di akun Instagram @persib, Senin, 11 April 2022. Dengan begitu, Dhika Bayangkara bukan lagi menjadi bagian skuad Persib Bandung untuk kompetisi musim depan. Didatangkan pada 2019 silam, Dhika Bayangkara mencatatkan satu kali penampilan untuk Persib Bandung di Liga 1 2019.

kiper persib bandung

Laga itu adalah ketika Persib Bandung berjumpa Perseru Badak Lampung, Dhika Bayangkara bermain selama dua menit. Pria kelahiran Kuningan 29 April 1991 ini berposisi sebagai penjaga gawang. Sayangnya Dhika harus bersaing dengan kiper- kiper lain seperti Teja Paku Alam, Deden Natsir, I Made Wiryawan, dan lain-lain. Persaingan ketat itulah yang membuat Dhika jarang mendapatkan menit bermain untuk Persib Bandung. Berakhirnya kerja sama ini tak lepas dari hasil dari diskusi semua pihak, termasuk dengan pemain yang dimaksud, Dhika Bayangkara.

Dengan dilepasnya Dhika Bayangkara, maka sudah delapan pemain yang dilepas Persib Bandung. Sebelumnya, Esteban Vizcarra, Indra Mustafa, Mario Jardel, Gian Zola, Supardi Natsir, Bruno Cantanhede, dan Puja Abdullah, yang lebih dulu hengkang dari Persib Bandung. Editor: Dudung Ridwan Tags
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE kiper persib bandung Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku kiper persib bandung RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Aqil Savik memaksimalkan program latihan mandiri di rumah.

kiper persib bandung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kiper muda Persib Bandung Aqil Savik mengaku tetap menjaga kebugaran selama bulan Ramadhan dengan menjalankan program latihan mandiri di rumah.

Dikutip dari situs resmi klub, Senin (4/4/2022), Aqil mengatakan tidak mengalami kendala berarti menjalani latihan sembari melakukan ibadah puasa. Baca Juga • Persib Masih Negosiasi Kontrak Pemain yang Habis • Alasan Persib Beri Salam Perpisahan Bagi Indra Mustafa • Ramai-Ramai Bursa Transfer Pemain, Persib Kapan? "Memaksimalkan latihan di rumah pastinya dan kumpul bersama keluarga," ujar Aqil. Menurutnya, berlatih menjaga kebugaran sembari melakukan ibadah puasa bukan merupakan hal yang baru karena ia sudah terbiasa meski memerlukan waktu beradaptasi sebelum nantinya berjalan dengan normal.

"Rutinitas di bulan Ramadhan sama saja, kiper persib bandung latihan menjaga kebugaran tetap saya lakukan," ujar Aqil. Pemain berusia 23 tahun itu mengatakan biasanya ia melakukan latihan pada sore kiper persib bandung menjelang dan berlatih di malam hari setelah berbuka juga bisa menjadi opsi lainnya. "Kalau tidak sore, malam biasanya. Pastinya latihan tetap saya lakukan," ujar Aqil.

Saat ini, pemain Persib Bandung diliburkan selama sebulan penuh setelah menjalani jadwal yang padat pada Liga 1 Indonesia 2021/2022 dan direncanakan akan berkumpul kembali setelah hari raya Idul Fitri.

Kisah I Made Wirawan Kiper Terbaik Persib Dengan 20 Reflek Save Terbaik




2022 www.videocon.com