Naik kereta harus vaksin

naik kereta harus vaksin

JAKARTA - Pemerintah membatasi mobilitas warga masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan PPKM Darurat sejak pekan lalu (3/7/2021). Salah satu cara adalah memperketat persyaratan perjalanan jarak jauh. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai Senin lalu (5/7/2021) menetapkan naik kereta harus vaksin dan syarat perjalanan pada masa PPKM Darurat, yang antara lain meyebutkan, pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh seperti pesawat, bus dan kereta api harus menunjukkan kartu vaksinasi minimal dosis pertama.

Selain itu, calon penumpang juga harus menunjukkan hasil PCR dengan keterangan negatif, bagi transportasi pesawat, berlaku 2x24 jam. Sementara transportasi umum jarak jauh lain menggunakan Tes Antigen yang berlaku 1x24 jam (H-1). Baca Juga: Ini Daftar 13 Stasiun yang Sediakan Vaksin Covid-19 Gratis Bagi calon penumpang yang belum melakukan vaksinasi, tidak perlu khawatir. PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah membuka layanan vaksinasi Covid-19 di 10 stasiun yang dikhususkan untuk calon penumpang KA jarak jauh.

Joni Martinus selaku VP Public Relations PT KAI mengatakan, langkah ini merupakan upaya membantu masyarakat yang ingin bepergian jarak jauh. “Program vaksinasi gratis di stasiun ini merupakan upaya KAI untuk membantu masyarakat dalam memenuhi persyaratan bepergian menggunakan KA jarak jauh di masa PPKM Darurat sesuai SE Kemenhub Nomor 42 Tahun 2021," ujar Joni Martinus dikutip Okezone Senin (5/7/2021).

naik kereta harus vaksin

Berikut ini 10 stasiun yang membuka layanan vaksinasi Covid-19 : 1. Stasiun Gambir 2. Stasiun Pasar Senen 3. Stasiun Bandung 4.

naik kereta harus vaksin

Stasiun Cirebon 5. Stasiun Purwokerto 6.

naik kereta harus vaksin

Stasiun Semarang Tawang 7. Stasiun Solo Balapan 8. Stasiun Yogyakarta 9. Stasiun Jember 10. Stasiun Madiun Meski layanan vaksinasi di stasiun ini mempermudah calon penumpang, namun masyarakat diimbau untuk tidak melakukan perjalanan jarak jauh, terutama pada masa PPKM Darurat. Mengingat jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat, masyarakat diharapkan merencanakan perjalanan terlebiih dulu untuk keberangkatan di lain waktu. “Kita semua tahu kalau kasus Covid-19 masih terus meningkat.

naik kereta harus vaksin

Meski ada kemudahan untuk memenuhi syarat perjalanan, alangkah baiknya jika saat ini kita menahan diri untuk tidak bepergian jarak jauh. Kita juga yakin kalau pandemi ini akan berakhir. Jadi, lebih baik ya kita rencanakan perjalanan atau liburannya lebih dulu dengan memesan tiketnya dari sekarang untuk berangkat di waktu mendatang,” ujar Chief Operating Officer Mister Aladin, Nitha Sudewo, Selasa (6/07/2021). Untuk mendukung hal itu, Mister Aladin, online travel agent milik MNC Group memberikan penawaran terbaik bagi Anda yang ingin merencanakan perjalanan lebih dulu.

Melalui promo Makin Irit Naik Kereta, Anda bisa hemat hingga Rp75.000 yang berlaku untuk semua rute naik kereta harus vaksin dan bebas periode perjalanan. “Saat ini masyarakat bisa dengan mudah merencanakan perjalanan jarak jauh dengan kereta api. Apalagi dengan adanya promo Makin Irit Naik Kereta. Pelanggan setia Mister Aladin bisa merencanakan perjalanan di waktu mendatang sekaligus berhemat hingga Rp75.000,” tambah Nitha Sudewo.

Ada dua kode promo tiket kereta yang bisa Anda digunakan. Kode IRITKA15MA untuk diskon 15% dengan maksimum diskon Rp50.000 dan kode IRITKA20MA untuk diskon 20% dengan maksimum diskon Rp75.000. Anda bisa merencanakan perjalanan naik kereta jarak jauh dari sekarang.

naik kereta harus vaksin

Promo ini berlaku untuk semua rute perjalanan se-Indonesia dan bebas digunakan untuk tanggal keberangkatan yang Anda inginkan. Informasi lebih lanjut mengenai promo Makin Irit Naik Kereta dari Mister Aladin bisa Anda temukan di halaman berikut https://rebrand.ly/TrainOkeZone #MisterAladin #SemuaAdadiSini #MakinIritNaikKereta #DiskonKereta #DiskonTiket #KeretaHemat JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku perjalanan domestik tidak lagi diwajibkan menunjukkan hasil tes antigen dan PCR negatif apabila sudah mendapat vaksin Covid-19 sebanyak dua dosis atau sudah mendapatkan dosis booster (penguat).

Ini berlaku untuk moda transportasi udara, darat, dan laut. Baca juga: naik kereta harus vaksin Mulai Hari Ini, Naik Kereta Api Jarak Jauh Tak Perlu Antigen dan PCR • Pelaku Perjalanan Domestik Tanpa Antigen atau PCR, Harus Sudah Vaksin 2 Kali Kereta api adalah salah satu moda transportasi yang selama pandemi Covid-19 menerapkan kebijakan ketat terkait syarat pengujian.

Kini, naik kereta api tidak perlu antigen dan PCR. Namun, kapan aturan tersebut mulai berlaku? Vice President Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, pihaknya masih menunggu aturan resmi terbaru dari Kementerian Perhubungan untuk implementasinya di lapangan.

"Sejauh ini, KAI masih mengacu kepada SE Kemenhub No 97 Tahun 2021 tentang Syarat Perjalanan Menggunakan Kereta Api," ujar Joni kepada Kompas.com, Selasa (08/03/2022). Baca juga: • Cara Pesan Tiket Kereta Api di Stasiun dan Syaratnya Selama Covid-19 • Cara Mengganti Jadwal Tiket Kereta Api via KAI Access Lebih lanjut, Joni mengatakan bahwa KAI akan mematuhi perubahan persyaratan yang nantinya berlaku, sekaligus membantu sosialisasi kepada pelanggan KAI.

"Tentunya KAI akan mematuhi kebijakan tersebut dan akan menyosialisasikannya kepada masyarakat serta pelanggan KAI terkait masa pemberlakuan aturan baru tersebut nantinya," sambungnya. Sementara itu, terkait syarat perjalanan dalam negeri dan internasional, Kementerian Perhubungan memastikan akan selalu merujuk pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19. Namun, Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati mengatakan, saat ini pihaknya masih merujuk pada SE Satgas Nomor 22 Tahun 2021 sebagai aturan yang masih berlaku hingga saat ini.

"Kementerian Perhubungan akan melakukan penyesuaian segera setelah Satgas Covid-19 melakukan revisi terhadap ketentuan yang ada, dan segera mengumumkan kepada masyarakat luas," ujar Adita melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (07/03/2022).

Berita Terkait Daftar Kereta Api Jurusan Jakarta-Yogyakarta dan Harganya Maret 2022 Jadwal dan Harga Kereta Api Jakarta-Yogyakarta, Ekonomi, Eksekutif, dan Sleeper Train Masa Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri Dikurangi Jadi 1 Hari Studi: Keinginan Bepergian Jadi Motivasi Banyak Orang Mau Divaksin Berita Terkait Daftar Kereta Api Jurusan Jakarta-Yogyakarta dan Harganya Maret 2022 Jadwal dan Harga Kereta Api Jakarta-Yogyakarta, Ekonomi, Eksekutif, dan Sleeper Train Masa Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri Dikurangi Jadi 1 Hari Studi: Keinginan Bepergian Jadi Motivasi Banyak Orang Mau Divaksin
KOMPAS.com - Pemerintah mengizinkan masyarakat untuk mudik tahun ini, karena dinilai pandemi Covid-19 telah membaik.

Meski begitu ada ketentuan atau persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat agar dapat mudik atau pulang kampung. Syarat naik kereta diperbarui oleh PT KAI naik kereta harus vaksin 5 April 2022. Berikut ketentuannya, dikutip dari Instagram resmi @kai121_: Baca juga: Tiket Kereta Lebaran Sudah Dapat Dipesan, KAI: Tidak Ada Kenaikan Harga Syarat naik kereta api mulai 5 April 2022 Berikut syarat naik kereta api mulai 5 April 2022 ini: • Bagi penumpang yang sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga (booster), bisa naik KA tanpa skrining antigen atau RT-PCR.

• Bagi penumpang yang sudah divaksin dosis kedua, diwajibkan untuk melampirkan hasil rapid test antigen dengan masa berlaku 1×24 jam atau RT-PCR dengan masa berlaku 3×24 jam.

• Penumpang yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama, diwajibkan melampirkan hasil RT-PCR dengan masa berlaku 3×24 jam. • Penumpang yang karena kondisinya tidak atau belum dapat divaksin, diwajibkan melampirkan hasil RT-PCR dengan masa berlaku 3×24 jam dan menyertakan surat keterangan dari dokter RS pemerintah yang menerangkan kondisinya. • Surat keterangan dari dokter tersebut harus menyatakan kondisi penumpang belum atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

naik kereta harus vaksin

• Sementara bagi anak-anak kurang dari 6 tahun, dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi dan tidak diwajibkan untuk skrining. • Akan tetapi anak usia di bawah 6 tahun wajib didampingi pendamping yang telah memenuhi syarat perjalanan. • Semua golongan tersebut kecuali anak di bawah usia 6 tahun wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Ketentuan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 39 Tahun 2022 dan berlaku mulai 5 April 2022. Baca juga: Syarat Naik Kereta Api Terbaru, Tak Perlu PCR-Antigen Jika Sudah Vaksin Booster Protokol kesehatan selama naik kereta harus vaksin kereta api Adapun protokol kesehatan selama di perjalanan adalah sebagai berikut: • Penggunaan masker • Penggunaan masker wajib dilakukan dengan benar, yakni menutup hidung, mulut, serta dagu.

• Menjaga jarak • Menjaga jarak, tidak diperkenankan berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung. • Mencuci tangan • Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. • Bepergian sehat • Bepergian dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan kurang dari 37,5 derajat Celcius. • Menghindari makan bersama • Menghindari makan bersama serta tidak diperkenankan makan dan minum pada perjalanan lebih dari 2 jam, kecuali yang wajib mengonsumsi obat-obatan.

• Menjauhi naik kereta harus vaksin • Menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas. Baca juga: Siap-siap Mudik, Ini Aturan Perjalanan Kereta Api Bebas Antigen dan PCR Berita Terkait Vaksinasi Covid-19 Boleh Saat Puasa, Ini Saran Kemenkes Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa?

Ini Hukum hingga Pertimbangannya Update 9 Jalur Seleksi PTN dengan Nilai Rapor yang Masih Dibuka Varian Baru Covid-19 XE Terdeteksi di Inggris, Lebih Menular dari BA.2 3 Gejala Baru Terinfeksi Covid-19, dari Nyeri Otot hingga Diare Berita Terkait Vaksinasi Covid-19 Boleh Saat Puasa, Ini Saran Kemenkes Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa?

naik kereta harus vaksin

Ini Hukum hingga Pertimbangannya Update 9 Jalur Seleksi PTN dengan Nilai Rapor yang Masih Dibuka Varian Baru Covid-19 XE Terdeteksi di Inggris, Lebih Menular dari BA.2 3 Gejala Baru Terinfeksi Covid-19, dari Nyeri Otot hingga Diare tirto.id - Penumpang Kereta Api (KA) jarak jauh wajib menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama mulai 14 September 2021.

Syarat dari perjalanan KA jarak jauh berbeda dengan syarat perjalanan KA lain. Selain harus sudah divaksin penumpang KA jarak jauh juga harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

naik kereta harus vaksin

"Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan," ujar VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus dalam keterangan tertulis, Senin (13/9/2021).

Seluruh layanan kereta api lain yang dioperasikan mulai dari KA Lokal, KRL Jabodetabek, KRL Jogja-Solo, KA Bandara Soekarno-Hatta, dan KA Bandara Kualanamu seluruh pelanggannya pun harus sudah melakukan vaksinasi COVID-19 minimal dosis pertama. Bedanya, penumpang KA ini tidak diwajibkan lagi untuk membawa syarat surat tugas dan antigen. Syaratnya hanya perlu menunjukkan sertifikat vaksin. "Dengan diberlakukannya syarat vaksin tersebut, maka syarat STRP, Surat Tugas, atau surat keterangan lainnya tidak lagi menjadi syarat bagi pelanggan KA Lokal, Commuter, atau perkotaan," jelas dia.

Syarat Naik Kereta Jarak Jauh per 14 September 2021 Kebijakan KAI Group tersebut dilaksanakan menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Kemenhub Nomor 69 Tahun 2021. Pada layanan KA Lokal yang dikelola oleh KAI, syarat tersebut baru diberlakukan mulai Selasa, 14 September 2021. Bukti vaksinasi COVID-19 tersebut akan dicek oleh petugas melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik kereta.

Data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding, karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding dan mewajibkan calon pelanggan menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA Lokal. Kemudian bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

"KAI Group secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai kebijakan pemerintah dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik kereta api.

Dengan demikian, diharapkan seluruh layanan Kereta Api dapat tetap diandalkan oleh masyarakat pada masa pandemi Naik kereta harus vaksin tutup Joni. Berbeda dengan induk usahanya, KAI Commuter sudah duluan mengimplementasikan syarat wajib vaksin sejak 8 September 2021. VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, seluruh pengguna KRL Jabodetabek, KRL Yogyakarta Solo, maupun KA Prambanan Ekspres wajib menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama secara fisik (dicetak), secara digital, maupun melalui aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat untuk naik kereta.

Petugas juga akan meminta pengguna untuk menunjukkan KTP atau identitas lainnya guna dicocokkan dengan sertifikat vaksin dalam bentuk fisik maupun bentuk digital. Dalam pengaturan jumlah pengguna KRL di dalam satu kereta petugas akan melakukan penyekatan dan antrean di stasiun untuk mencegah kepadatan di dalam KRL. Aturan tambahan yang ada selama masa pandemi ini juga tetap berlaku, seperti tidak berbicara saat berada di dalam kereta, lansia dan pengguna dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10:00 – 14:00 atau di luar jam-jam sibuk, serta anak Balita sementara belum diizinkan naik KRL.Untuk menghindari potensi kepadatan, pengguna KRL disarankan bepergian di luar jam-jam sibuk yaitu pukul 10.00 – 14.00 WIB.
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berisi pertanyaan soal persyaratan naik kereta api menjelang puasa.

Unggahan itu dibagikan akun ini di grup Facebook Komunitas Pecinta Kereta Api Indonesia (KPKAI) pada Rabu (23/3/2022). "Assalamualaikum apa bener Ada kebijakan baru kalau naik KA pas mau puasa syaratnya harus disuntik Booster dulu baru bisa berangkat," tulis pengunggah.

Hingga Kamis (24/3/2022) pagi, unggahan tersebut telah disukai 77 kali dan dikomentari lebih dari 97 kali oleh naik kereta harus vaksin Facebook. Baca juga: Simak, Berikut Jadwal Naik kereta harus vaksin Perjalanan Kereta Api Maret 2022 Bagaimana penjelasan PT Kereta Api Indonesia ( KAI) terkait hal ini? KAI masih menunggu VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, sejauh ini KAI masih mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022 mengenai syarat perjalanan menggunakan kereta api.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa masyarakat diperbolehkan mudik pada Lebaran 2022. Namun, hanya yang sudah divaksin lengkap dan mendapat booster atau vaksinasi dosis ketiga saja yang boleh pulang ke kampung halaman.

Joni menuturkan, pihaknya masih menunggu aturan resmi dari pemerintah terkait hal itu. "Terkait arahan presiden untuk aturan mudik tersebut, KAI masih menunggu aturan resmi dari pemerintah terkait petunjuk pelaksanaannya," ujar dia, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (24/3/2022) pagi.

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

naik kereta harus vaksin

Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait Ini Harga Tiket Konser Justin Bieber naik kereta harus vaksin Malaysia 22 Oktober 2022, Berapa di Indonesia? Sudahkah Anda Jadi Pemimpin dengan Leadership dan Kompetensi yang Baik?

Spesifikasi KRI Bubara-868 dan KRI Gulamah-869, Kapal Perang Karya Anak Bangsa Masih Sanggup Koprol, Begini Rahasia Bugar Usia 70 Tahun ala Kak Seto Takjub Akrobat Harmoni Kunang-kunang Berita Terkait Ini Harga Tiket Konser Justin Bieber di Malaysia 22 Oktober 2022, Berapa di Indonesia? Sudahkah Anda Jadi Pemimpin dengan Leadership dan Kompetensi yang Baik? Spesifikasi KRI Bubara-868 dan KRI Gulamah-869, Kapal Perang Karya Anak Bangsa Masih Sanggup Koprol, Begini Rahasia Bugar Usia 70 Tahun ala Kak Seto Takjub Akrobat Harmoni Kunang-kunang Sudahkah Anda Jadi Pemimpin dengan Leadership dan Kompetensi yang Baik?

https://www.kompas.com/tren/read/2022/03/24/083940465/sudahkah-anda-jadi-pemimpin-dengan-leadership-dan-kompetensi-yang-baik https://asset.kompas.com/crops/d50yFdCsf8juL8_DRxSNzwB9LTU=/882x0:4238x2237/195x98/data/photo/2020/11/04/5fa256f8bf0ac.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Daop 1 Naik kereta harus vaksin mewajibkan seluruh penumpang kereta api jarak jauh untuk vaksinasi Covid-19.

Adapun sesuai ketentuan SE Kemenhub nomor 112 tahun 2021 terdapat sejumlah ketentuan khusus untuk pengguna jasa yang akan berangkat pada periode 24 Desember 2021 sd 2 Januari 2022. Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa menjelaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi penumpang yang akan menggunakan moda transportasi kereta api jarak jauh pada period 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Wajib Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap "Untuk calon penumpang usia di bawah 12 Tahun menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3x24 jam dan wajib Didampingi orangtua," ujar Eva dalam keterangan tertulis, Jumat (24/12/2021). Eva mengatakan, untuk calon penumpang usia 12 sampai dengan 17 tahun harus menunjukan vaksinasi dosis pertama dan menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1x24 jam atau RT-PCR 3x24 jam "Jika belum dapat divaksin dikarenakan alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis atau dokter rumah sakit pemerintah sebagai pengganti vaksin," ujar dia.

Sedangkan untuk calon penumpang dengan usia diatas 17 tahun wajib telah menerima vaksin dosis lengkap atau vaksinasi dosis pertama dan kedua. Baca juga: Terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Penumpang Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Bawa Tes PCR Selain itu juga dengan menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1x24 jam atau RT-PCR 3x24 jam. "Jka belum lengkap maupun dikarenakan alasan medis, maka tidak dapat melakukan perjalanan," ungkap Eva.

Ada layanan tes PCR di stasiun PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Daop 1 Jakarta menyediakan layanan test PCR di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen dengan tarif Rp 195.000. Berita Terkait Sub Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Mulai Dioperasikan demi Cegah Kerumunan Penumpang 50 Armada Bus Disiapkan di Terminal Lebak Bulus untuk Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Libur Nataru Penumpang Bus AKAP di Terminal Lebak Bulus Harus Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap H-2 Natal, Bandara Soekarno-Hatta Mulai Dipadati Penumpang Pesawat Meski Sudah Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Wajib Tes Antigen Berita Terkait Sub Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Mulai Dioperasikan demi Cegah Kerumunan Penumpang 50 Armada Bus Disiapkan di Terminal Lebak Bulus untuk Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Libur Nataru Penumpang Bus AKAP di Terminal Lebak Bulus Harus Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap H-2 Natal, Bandara Soekarno-Hatta Mulai Dipadati Penumpang Pesawat Meski Sudah Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Wajib Tes Antigen Meski Sudah Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap, Penumpang dari Naik kereta harus vaksin Soekarno-Hatta Wajib Tes Antigen https://megapolitan.kompas.com/read/2021/12/24/09030101/meski-sudah-vaksin-covid-19-dosis-lengkap-penumpang-dari-bandara-soekarno https://asset.kompas.com/crops/YCx8_eAtXl_9nKz4pV6D5r0NDm4=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2021/12/23/61c3fdc461f3f.jpgJakarta - Penumpang kereta api (KA) jarak jauh yang sudah vaksin kedua (lengkap) atau ketiga (booster) tak perlu lagi tes COVID-19.

Aturan baru ini mulai diterapkan KAI per hari ini di area Daop 1 Jakarta. Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan aturan ini menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022. "Melalui ketentuan terbaru dari pemerintah yang telah diterapkan oleh KAI untuk perjalanan KA Jarak Jauh, maka bagi pengguna yang akan berangkat dari Gambir dan Pasar Senen yang sudah di vaksin lengkap atau booster tidak diwajibkan untuk menunjukkan bukti PCR atau Antigen," kata Eva dari keterangan yang diterima wartawan, Rabu (9/3/2022).

naik kereta harus vaksin

Baca juga: Aturan Perjalanan Kereta Api Terbaru: KA Jarak Jauh-KRL Eva mengungkapkan penumpang yang tidak melengkapi persyaratan tidak boleh melakukan perjalanan. Selain itu, penumpang yang sudah divaksin tapi positif COVID-19 dalam kurun waktu 14 hari ke belakang, tidak boleh melakukan perjalanan dan dipersilakan melakukan pembatalan tiket. "Sesuai SE Kemenhub No 25 pula, kapasitas penumpang KA Jarak Jauh adalah maksimum 100 persen.

Meski begitu, pelanggan tetap wajib mematuhi protokol kesehatan secara disiplin saat menggunakan layanan kereta api," ucapnya. Penumpang Wajib Taat Prokes Penumpang diwajibkan menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Penumpang juga harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Menurutnya layanan antigen di stasiun masih tetap dibuka agar penumpang yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama dapat memenuhi persyaratan perjalanan.

"Ada 6 Stasiun di area Daop 1 Jakarta yang memiliki layanan antigen, diantaranya: Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Cikarang, Karawang dan Cikampek," bebernya.

Baca juga: Aturan Naik Kereta Api Terbaru Maret 2022, Vaksin Lengkap Tak Perlu Antigen Berikut persyaratan lengkap perjalanan menggunakan Kereta Api Naik kereta harus vaksin Jauh dan Lokal terbaru: Syarat Naik KA Jarak Jauh a. Penumpang telah divaksin Covid-19 minimal dosis ke-2.

naik kereta harus vaksin

b. Surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam atau RT-PCR 3x24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Dikhususkan untuk penumpang yang baru vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan penumpang yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah.

c. Penumpang dengan usia di bawah 6 tahun syaratnya adalah didampingi orang tua dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Syarat Naik KA Lokal a. Penumpang wajib divaksin minimal Vaksin Covid-19 dosis pertama kecuali anak usia di bawah 6 tahun. b. Tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes rt-pcr atau rapid test antigen.

(jbr/jbr)
JAKARTA, KOMPAS.com - Naik kereta api jarak jauh kini tidak perlu menyertakan hasil negatif naik kereta harus vaksin test antigen dan RT-PCR saat proses boarding, mulai keberangkatan hari, Rabu (09/03/2022). Aturan ini berlaku untuk calon penumpang yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau booster (penguat). Baca juga: • Naik Kereta Api Tidak Perlu Antigen dan PCR, Kapan Mulai Berlaku?

• 5 Syarat Naik Pesawat Tidak Perlu PCR dan Antigen, Wajib Vaksin Penuh Ketentuan tersebut telah diterapkan mulai hari ini di Area Daop 1 Jakarta, menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 8 Maret 2022. "Untuk perjalanan KA Jarak Jauh, maka bagi pengguna yang akan berangkat dari Gambir dan Pasar Senen yang sudah divaksin tidak diwajibkan untuk menunjukan bukti PCR atau Antigen,” kata Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, lewat siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (09/03/2022).

Syarat naik kereta tidak perlu antigen dan PCR Berikut syarat lengkap perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh dan lokal terbaru: 1. Syarat naik kereta api jarak jauh • Pelanggan telah divaksin Covid-19 minimal dosis kedua.

• Pelanggan yang baru mendapat vaksinasi dosis pertama, maupun yang tidak, atau belum divaksinasi Covid-19 dengan alasan medis, harus melampirkan hasil negatif Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam, atau RT-PCR 3x24 jam sebelum jadwal keberangkatan. • Pelanggan yang tidak atau belum divaksin Covid-19 dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah.

• Pelanggan usia di bawah 6 tahun harus didampingi orang tua dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 2. Syarat naik kereta api lokal • Pelanggan wajib sudah divaksinasi minimal dosis pertama, kecuali anak usia di bawah 6 tahun. • Tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes antigen atau tes RT-PCR. Baca juga: • Cara Pesan Tiket Kereta Api di Stasiun dan Syaratnya Selama Covid-19 • 3 Tips Cegah Penularan Covid-19 Saat Naik Kereta Api 3.

Penumpang yang tidak boleh mengikuti perjalanan • Tidak melengkapi persyaratan. • Positif Covid-19 dalam kurun waktu 14 hari terakhir, meskipun telah divaksinasi Covid-19, dipersilakan untuk melakukan pembatalan tiket. Berita Terkait Cara Pesan Tiket Kereta Api di Stasiun dan Syaratnya Selama Covid-19 Jadwal Kereta Api Jakarta-Surabaya dan Harga Tiketnya Maret 2022 Jadwal dan Harga Kereta Api Jakarta-Yogyakarta, Ekonomi, Eksekutif, dan Sleeper Train Daftar Kereta Api Jurusan Jakarta-Yogyakarta dan Harganya Maret 2022 Cara Pesan Tiket Kereta Api Online Terbaru di Web, Aplikasi, dan Traveloka Berita Terkait Cara Pesan Tiket Kereta Api di Stasiun dan Syaratnya Selama Covid-19 Jadwal Kereta Naik kereta harus vaksin Jakarta-Surabaya dan Harga Tiketnya Maret 2022 Jadwal dan Harga Kereta Api Jakarta-Yogyakarta, Ekonomi, Eksekutif, dan Sleeper Train Daftar Kereta Api Jurusan Jakarta-Yogyakarta dan Harganya Maret 2022 Naik kereta harus vaksin Pesan Tiket Kereta Api Online Terbaru di Web, Aplikasi, dan Traveloka 5 Syarat Naik Pesawat Tidak Perlu PCR dan Antigen, Wajib Vaksin Penuh https://travel.kompas.com/read/2022/03/09/120212827/5-syarat-naik-pesawat-tidak-perlu-pcr-dan-antigen-wajib-vaksin-penuh https://asset.kompas.com/crops/91vls7jqSoK1atf0CSvvR4jVigQ=/200x241:1732x1263/195x98/data/photo/2022/01/21/61eabc9ca7d42.jpg
TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA- Penumpang perjalanan kereta api jarak jauh di wilayah Daop 8 Surabaya tidak perlu menunjukan hasil Antigen dan PCR.

Mulai Keberangkatan 9 Maret 2022, pelanggan KA Jarak Jauh yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua (lengkap) atau ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen pada saat proses boarding kereta api .

naik kereta harus vaksin

Aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 8 Maret 2022. Baca juga: Naik Kereta Api Tak Perlu Tes Antigen dan PCR, Wajib Protokol Kesehatan “KAI senantiasa mengikuti dan mematuhi seluruh ketentuan dari pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 pada moda transportasi kereta api,” kata Manajer Humas Surabaya'>PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif.

Untuk validasi data vaksinasi pelanggan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system KAI dengan aplikasi Peduli Lindungi. Hasilnya, data vaksinasi pelanggan dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding. Berikut persyaratan lengkap perjalanan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal terbaru: 1. Syarat Naik KA Jarak Jauh a. Pelanggan telah divaksin Covid-19 minimal dosis ke-2.

b. Surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam atau RT-PCR 3x24 jam sebelum jadwal keberangkatan dikhususkan bagi Pelanggan dengan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan Pelanggan yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah.

c. Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun syaratnya adalah didampingi orang tua dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan serta pelanggan yang sudah divaksin tapi positif Covid-19 dalam kurun waktu 14 hari ke belakang, tidak boleh melakukan perjalanan dan dipersilahkan untuk membatalkan tiketnya,” tegas Luqman. Sesuai SE Kemenhub no 25 pula, kapasitas angkut KA Jarak Jauh naik kereta harus vaksin maksimum 100%.

Meski demikian, pelanggan tetap wajib mematuhi protokol kesehatan secara disiplin saat menggunakan layanan kereta Api. Pelanggan wajib memakai naik kereta harus vaksin, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama, dan menggunakan hand sanitizer. Pelanggan harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

Pelanggan harus naik kereta harus vaksin masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut. "KAI terus memastikan seluruh pelanggan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk bisa naik kereta api," tutup Luqman.
Jakarta - Aturan naik kereta api terbaru sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Aturan ini mencakup pelonggaran sejumlah aturan bagi para penumpang kereta api antarkota di masa pandemi Covid-19. Kemenhub menerbitkan aturan lengkap perjalanan kereta api melalui Surat Edaran Nomor 25 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19. Apa saja isinya?

Simak di bawah ini. • Telah divaksin lengkap (dosis kedua) atau • Telah divaksin booster (dosis ketiga) "Melalui ketentuan terbaru dari pemerintah yang naik kereta harus vaksin diterapkan oleh KAI untuk perjalanan KA Jarak Jauh, maka bagi pengguna yang akan berangkat dari Gambir dan Pasar Senen yang sudah di vaksin tidak diwajibkan untuk menunjukkan bukti PCR atau Antigen," kata Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan tertulisnya.

Aturan Naik Kereta Api Terbaru: Kewajiban PCR-Antigen Untuk Kelompok Ini Sementara itu, merujuk pada SE yang sama, calon penumpang kereta api antarkota masih diwajibkan menunjukkan hasil negatif RT-PCR (3x24 jam) atau hasil negatif rapid test antigen (1x24 jam) sebelum keberangkatan untuk: • Calon penumpang yang baru divaksin dosis pertama • Calon penumpang dengan kondisi medis khusus yang tidak/belum dapat divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dokter dari RS Pemerintah Baca juga: Warga yang Tak Bisa Divaksin COVID Tetap Boleh Naik Pesawat, Ini Syaratnya Aturan Naik Kereta Api Terbaru: Anak di bawah 6 Tahun Diizinkan Adapun penumpang berusia di bawah 6 tahun kini sudah diizinkan melakukan perjalanan dalam negeri antar kota dengan syarat: • Wajib didampingi orang tua • Menerapkan protokol kesehatan secara ketat Aturan Naik Kereta Api Terbaru: Khusus KRL Sementara itu, khusus transportasi KRL juga memberlakukan sejumlah aturan baru, yakni: • Kapasitas penumpang KRL 60% dengan ketentuan: - Tempat duduk dapat diisi penuh - Pembatasan untuk penumpang yang berdiri dengan tetap menerapkan physical distancing • Tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes Corona • Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi • Wajib menunjukkan bukti vaksin minimal dosis pertama (bagi yang tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi) Aturan naik kereta api terbaru juga harus mengikuti protokol kesehatan ketat.

Simak informasi di halaman selanjutnya. Simak Video '3 Aturan di Masa Pandemi yang Mulai Longgar': [Gambas:Video 20detik]

Calon Penumpang Perjalanan Kereta Jarak Jauh Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19




2022 www.videocon.com