Berapa persen vaksin di indonesia

berapa persen vaksin di indonesia

tirto.id - Jumlah orang yang sudah divaksinasi di Indonesia menembus angka 70 juta jiwa pada Kamis, 9 September 2021. Tepatnya, sebanyak 70.322.560 warga sudah menerima suntikan dosis pertama. Dari jumlah itu, sejumlah 40.362.820 orang mendapat vaksinasi dosis kedua. Adapun penerima vaksinasi dosis ketiga ( booster) telah mencapai 746.268 orang. Data dari Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, dalam satu hari terakhir, ada penambahan 1.128.021 warga yang divaksinasi dengan dosis pertama.

Untuk penerima suntikan dosis kedua, ada peningkatan 641.249 jiwa. Sedangkan jumlah peserta vasksinasi yang ketiga bertambah 8.931 orang. Pemerintah menargetkan 208.265.720 penduduk Indonesia menerima vaksinasi Covid-19 demi mewujudkan kekebalan buatan (herd immunity) terhadap infeksi virus corona (Sars-CoV-2).

Dengan jumlah penerima vaksinasi pertama sudah 70,3 juta jiwa maka target pemerintah yang belum terpenuhi masih mencapai 137.943.160 orang. Angka-angka dalam laporan Satgas Covid-19 itu adalah data yang dihimpun hingga pukul 12.00 WIB, Kamis (9/9/2021). Sebagai perbandingan, data laman vaksin.kemkes.go.id yang dikumpulkan hingga pukul 18.00 WIB, 9 September 2021, menunjukkan jumlah orang di Indonesia yang telah divaksinasi adalah sebagai berikut: • Penerima Vaksin Berapa persen vaksin di indonesia 1: 70.855.762 [34,02 persen dari target nasional) • Penerima Vaksin Dosis 2: 40.611.709 [19,5 persen dari target nasional) • Lansia Divaksinasi Dosis 1: 5.595.787 [25,96 persen dari target 21,55 juta) • Lansia Divaksinasi Dosis 2: 3.984.913 [18,49 persen dari target 21,55 juta) • Nakes Divaksinasi Dosis 1: 1.666.558 [113,47 persen dari target 1,46 juta) • Nakes Divaksinasi Dosis 2: 1.546.005 [105,26 persen dari target 1,46 juta) • Nakes Divaksinasi Dosis 3: 750.507 [51,507 persen dari target 1,46 juta).

Sampai dengan 9 September 2021, tercatat sudah ada 5 jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia, yakni vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, vaksin vaksin Sinopharm, vaksin Moderna, dan vaksin Pfizer. Mengutip data Satgas Covid-19, hingga kini Indonesia sudah menerima kiriman 225,9 juta dosis vaksin corona dalam bentuk jadi maupun bulk (bahan baku).

Pemerintah Dorong para Lansia Segera Ikut Vaksinasi Hingga 8 September 2021, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih didominasi oleh kelompok lansia. Proporsinya dari seluruh kasus kematian akibat Covid-19 di tanah air mencapai 46,6 persen. Artinya, lansia hingga kini masih menjadi kelompok yang paling rentan menerima dampak fatal dari infeksi Covid-19.

Di sisi lain, target jumlah lansia penerima vaksin corona yang mencapai 21,55 juta jiwa masih belum terpenuhi. Data yang dirilis Kemkes menunjukkan, hingga 9 September 2021, jumlah lansia yang menerima vaksin dosis pertama baru 25,96 persen dari target (5.595.787 jiwa). Kemudian, lansia penerima dosis kedua juga baru 3,98 juta jiwa atau 18,49 persen dari target.

Karena itu, pemerintah mengajak warga lansia yang belum divaksinasi untuk segera mendatangi lokasi-lokasi penyuntikan vaksin corona di seluruh daerah.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pemerintah terus mendorong berapa persen vaksin di indonesia lansia untuk segera vaksinasi. "Generasi lansia merupakan kelompok yang punya risiko kesehatan paling tinggi apabila terpapar COVID-19.

Oleh karena itu, pemerintah mengajak semua lansia segera melakukan vaksinasi," kata Johny, seperti dilansir laman Satgas pada Kamis (9/9/2021). "Semua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia dipastikan aman dan berkhasiat," ujar Johnny menambahkan. Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada lansia di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (6/4/2021).

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/foc. Untuk mendorong percepatan vaksinasi lansia, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menyarankan pemerintah daerah menyusun strategi yang tepat. Pemerintah daerah perlu melakukan alokasi khusus untuk penduduk lansia di setiap pelaksanaan vaksinasi, baik di fasyankes maupun di tempat lain.

berapa persen vaksin di indonesia

Menurut dia, warga lansia harus diprioritaskan untuk menerima vaksinasi. Meskipun begitu, dia mengakui ada berbagai tantangan dalam upaya mempercepat vaksinasi bagi para warga lansia di setiap daerah. Maka itu, Nadia mengimbau semua pihak dapat bekerja sama untuk mengajak para lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 di lokasi terdekat.

"Kami memahami saat ini tengah meningkatkan cakupan vaksinasi untuk semua populasi, tetapi kami berharap dan berupaya supaya populasi lansia yang memiliki kerentanan untuk mendapatkan gejala parah dan bahkan kematian dapat diprioritaskan," ujar dia. Jakarta - Angka presentase masyarakat Indonesia yang meyakini bahwa COVID-19 dapat dicegah melalui vaksin adalah sebesar 67 persen. Sedangkan, sebanyak 33 persen lainnya masih belum yakin bahkan menolak vaksin dalam upaya pencegahan COVID-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dalam seminar online 'Penerimaan Vaksin dan Imunisasi COVID-19 di empat wilayah di Indonesia' yang digelar atas kerjasama Universitas Padjajaran dengan Kemenkes RI. Nadia menjelaskan bahwa angka persentase tersebut diperoleh dari hasil survei yang dilakukan oleh Balitbangkes Kemenkes RI, April hingga Mei 2021. Dari hasil survei tersebut, hampir 99 persen responden sudah mengetahui informasi perihal vaksinasi COVID-19.

Akan tetapi sekitar 7,6 persen responden masih menolak vaksin. Dilansir dalam laman Unpad, jika ditentukan dari tingkat pendidikan, persentase orang yang menolak vaksinasi terbanyak berasal dari responden dengan tingkat pendidikan tinggi yaitu kelompok D4 dan S1 ke atas.

Angka persentasenya sebesar 18,6 persen, lebih besar dari kelompok dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah. "Ini apakah karena terlalu banyak baca hoaks sehingga menambah ketidakyakinan akan vaksin atau bagaimana," ujar Nadia. Baca juga: Sekolah Diminta Tak Ambil Kesempatan Perdagangkan Vaksin Meskipun angka persentase yang meragukan vaksin masih tinggi, pemerintah terus berupaya mempercepat program vaksinasi COVID-19.Pemerintah menargetkan 2-3 juta vaksinasi per hari sekalipun saat ini terkendala oleh kebijakan PPKM darurat akibat eskalasi COVID-19.

Direktur P2PML Kemenkes RI mengatakan saat ini Indonesia sudah menerima 99,2 juta dosis vaksin. Dari jumlah tersebut, 57 juta dosis sudah disuntikkan dan disalurkan ke beberapa wilayah.

"Kita masih punya cukup cadangan yang dalam proses untuk menjadi vaksin jadi di Biofarma, sehingga dengan ketersediaan vaksin tadi memberikan keyakinan bagi kita untuk memberikan vaksinasi dan meningkatkan target vaksinasi per hari," pungkasnya. Tentunya supaya proses vaksinasi dapat meningkatkan angka partisipasi masyarakat, pihaknya menggandeng sejumlah organisasi masyarakat hingga keagamaan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, "Dengan mengoptimalkan kerja seluruh kekuatan bangsa, termasuk TNI-Polri dan swasta, kami optimistis untuk dapat mencapia target 2 juta suntikan per hari di bulan Agustus," tambah Budi.
Informasi ini diperbarui secara berkala namun mungkin tidak menggambarkan jumlah total terbaru atau vaksin yang diberikanuntuk setiap lokasi.

Total vaksinasi merujuk pada jumlah dosis yang diberikan, dan mungkin termasuk dosis booster sebagai tambahan dari yang disarankan mendapat vaksinasi penuh. Definisi vaksinasi penuh berbeda untuk setiap negara dan tipe vaksin dapat berubah seiring waktu. Sumber: Our World in Data Diperbaharui pada 26 April 2022 15.18 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas ( Satgas) Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro mengatakan, 40 persen dari total sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

Adapun total sasaran vaksinasi Indonesia sebanyak 208.265.720 warga. "Alhamdulillah Indonesia sudah melampaui target 10 persen (target WHO). Bahkan sudah mencapai benchmark 40 persen pemberian vaksinasi dosis pertama pada pekan ini," ujar Reisa dalan keterangan pers secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (24/9/2021). "Sedangkan sebanyak 22,73 dari 208.265.720 sasaran vaksinasi di Indonesia sudah menerima dosis kedua," kata dia. Baca juga: UPDATE 24 Berapa persen vaksin di indonesia Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 22,91 Persen dari Target Menurut Reisa, capaian ini menempatkan Indonesia di berapa persen vaksin di indonesia besar negara di dunia dengan suntikan terbanyak di dunia.

Reisa lantas menjelaskan target dari WHO yang dimaksud. Pada pertengahan 2021, WHO menargetkan agar setiap negara untuk melakukan vaksinasi setidaknya 10 persen dari populasinya pada September dan setidaknya 40 persen warganya telah divaksinasi Covid-19 pada akhir 2021. Kemudian, WHO juga menargetkan 70 persen populasi dunia telah divaksin Covid-19 pada pertengahan 2022. "Secara keseluruhan 43,9 persen populasi dunia telah menerima setidaknya 1 dosis vaksin Covid-19," ujar dia.

"Sebanyak 6,03 miliar dosis vaksin telah diberikan secara global dan 28,15 juta suntikan diberikan ke lengan penduduk dunia setiap harinya," ucap Reisa. Baca juga: Menpan RB: WFO Diprioritaskan bagi ASN yang Sudah Vaksinasi Covid-19 Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya.

Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksin Keliling di Jakarta pada Jumat, 24 September Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun Pemkot Depok Targetkan 1,6 Juta Warga Sudah Vaksin Covid-19 pada Desember 2021 Menlu: Kesenjangan Akses Vaksin Masih Jadi Perhatian Dunia, Termasuk Indonesia Berita Terkait Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksin Keliling di Jakarta pada Jumat, 24 September Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun Pemkot Depok Targetkan 1,6 Juta Warga Sudah Vaksin Covid-19 pada Desember 2021 Menlu: Kesenjangan Akses Vaksin Masih Jadi Perhatian Dunia, Termasuk Indonesia DPR Tetap Terima Aspirasi Masyarakat Selama Pandemi, Bisa Lewat Surat atau Medsos https://nasional.kompas.com/read/2021/09/24/18403881/dpr-tetap-terima-aspirasi-masyarakat-selama-pandemi-bisa-lewat-surat-atau https://asset.kompas.com/crops/7C0abaIhnpl7NW0X3rTUbY1mLVc=/97x108:1503x1045/195x98/data/photo/2021/09/21/6149774276bbb.jpeg
Tim medis Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) menyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac kepada tenaga kesehatan (nakes) pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Bagi SDM Kesehatan Provinsi Jawa Barat, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu berapa persen vaksin di indonesia.

berapa persen vaksin di indonesia

Vaksinasi Covid-19 dosis kedua yang diselenggarakan dua hari pada 17 - 18 Februari 2021 itu diikuti sekitar 2.250 SDM Kesehatan se-Kota Bandung. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia mencatat 41 persen masyarakat Indonesia tidak atau kurang bersedia divaksin vaksin Covid-19. Masyarakat masih memiliki ketakutan akan tingkat keamanan dari vaksin. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat merilis secara virtual hasil survei Indikator: ‘Siapa Enggan Divaksin?

Tantangan dan Problem Vaksinasi Covid-19,’ Minggu (21/2/2021). “Dari 41 persen orang yang nggak bersedia divaksin tadi itu, 54 persennnya, lebih dari separuh, merasa vaksin itu efek sampingnya mungkin masih ada yang belum ditemukan atau tidak aman,” ujarnya.

“Kenapa mereka kurang bersedia? Karena vaksin dianggap punya efek samping yang belum kelihatan sekarang,” jelasnya. Baca juga: Survei Indikator : 41 Persen Masyarakat Tak Bersedia Divaksin Covid-19 Kemudian survei menunjukkan masyarakat menilai vaksin itu tidak efektif. Ada 27 persen masyarakat memberikan alasan tersebut ketika ditanya mengenai kenapa tidak atau kurang bersedia divaksin. Sebanyak 23,8 persen masyarakat beranggapan dirinya tidak membutuhkan vaksin tersebut karena merasa badannya sehat.

Adapula masyarakat tidak bersedia divaksin karena tidak mau membayar untuk berapa persen vaksin di indonesia vaksin Covid-19.
Tesla Ungkap Kesepakatan Nikel dengan Induk Vale Indonesia (INCO) Efek Minyak Goreng dan Pertamax, BPS Catat Inflasi April 2021 Meroket 3,47 Persen IHSG Sesi I Sempat Tinggalkan 6.900, Asing Jual Saham Rp1,6 Triliun Mesin-Mesin Pertumbuhan Pulih, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,01 Persen di Kuartal I/2022 LIVE : Harga emas masih terkapar (12:20 WIB) LIVE : Rupiah turun 77 poin (12:17 WIB) LIVE : IHSG lesu sesi I (11:30 WIB) Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1/2021).

berapa persen vaksin di indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang Indonesia pertama yang menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Presiden Jokowi menyatakan keputusan itu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 benar-benar aman.

Hal tersebut disampaikannya melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (16/12/2020). “Saya juga ingin tegaskan lagi nanti saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali,” kata Presiden Jokowi, Rabu (13/1/2021).

Pemerintah telah menetapkan 6 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi di Indonesia. Hal itu Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Keputusan ini diteken oleh Menkes Terawan Agus Putranto pada Kamis (3/12/2020) di Jakarta. Baca Juga : Jokowi Disuntik Vaksin Sinovac-China, Bagaimana Xi Jinping? 1. PT Bio Farma (Persero) PT Bio Farma (Persero) memiliki dua jalur untuk pengadaan vaksinasi Covid-19 yang melibatkan perusahaan BUMN. Pertama, bekerja sama dengan produsen vaksin asal China, Sinovac Berapa persen vaksin di indonesia Ltd. Vaksin buatan Sinovac menggunakan inactivated virus atau virus yang dimatikan dalam pengembangan.

Kedua, mengembangkan vaksin Merah Putih buatan dalam negeri, di mana PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman. Pada vaksin Merah Putih menggunakan protein rekombinan, DNA, dan RNA dalam pengembangannya.

2. Sinovac Biotech Ltd. Sinovac memberikan nama pada kandidat vaksin Covid-19 dengan nama CoronaVac. Vaksin ini menggunakan versi non-infeksi dari virus Covid-19 untuk memicu respon imun. Saat ini, Indonesia sudah mengantongi 15 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac.

Sebelumnya, pada tahap pertama pemerintah Indonesia telah mendatangkan 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

berapa persen vaksin di indonesia

Adapun, untuk tahap kedua pemerintah kembali menerima vaksin Covid-19 sebanyak 1,8 juta vaksin. Bahan baku tersebut akan diproses oleh PT Bio Farma dalam jangka waktu 1 bulan. Menkes Budi Gunadi Sadikin menargetkan 12 juta dosis vaksin Sinovac tersedia pada Januari 2021. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan vaksin Sinovac memiliki tingkat efikasi sebesar 65,3 persen berdasarkan uji klinis di Indonesia.

Angka tersebut telah memenuhi persyaratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan minimal efikasi vaksin yaitu 50 persen.

3. AstraZeneca Pemerintah Indonesia memastikan siap membeli vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan biofarma asal Cambridge, Inggris AstraZeneca PLC. AstraZeneca dengan merk dagang AZD1222 ditemukan oleh Universitas Oxford bersama Vaccitech.

berapa persen vaksin di indonesia

Vaksin asal Inggris ini tercatat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasuki studi uji klinis fase ketiga. AstraZeneca akan menyuplai 50 juta dosis vaksin Covid-19 di Indonesia. Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan berapa persen vaksin di indonesia Inggris telah mengeluarkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin tersebut.

4. China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm) Pemerintah Indonesia memesan 60 juta dosis vaksin dari Sinopharm. Dilansir dari laman resmi Sinopharm pada Rabu (13/1/2021), China menyetujui vaksin Sinopharm pertamanya untuk penggunaan masyarakat umum pada Kamis 31 Desember 2020. Lebih dari 60 ribu relawan dari 125 kebangsaan telah berpartisipasi dalam uji klinis fase ketiga Sinopharm CNBG di negara-negara di luar China, termasuk UEA dan Bahrain.

Efikasi vaksin berdasarkan analisis sementara lebih tinggi dari target yang ditetapkan di awal, dan kinerja keamanan dan efektivitasnya juga melebihi tingkat standar WHO. Karena standar diagnosis kasus infeksi dan proses tinjauan uji klinis fase ketiga berapa persen vaksin di indonesia di berbagai negara, tingkat efikasi 86 persen yang diumumkan oleh UEA, dan 79,34 persen oleh Cina nyata dan valid.

5. Pfizer Inc. and BioNTech Vaksin Pfizer and BioNTech memiliki kemanjuran hampir 95 persen. Vaksin ini telah diotorisasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk Otorisasi Penggunaan Darurat (EUA). Vaksin ini menunjukkan BNT162b2 menjadi 95 persen efektif melawan Covid-19 mulai 28 hari setelah dosis pertama. Dengan 170 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dievaluasi, dengan 162 diamati dalam kelompok plasebo versus 8 dalam kelompok vaksin.

Vaksin ini telah konsisten di seluruh usia, jenis kelamin, ras dan demografi etnis yang diamati pada orang dewasa di atas 65 tahun lebih dari 94 persen. Saat ini, pemerintah sedang memfinalisasi kontrak vaksin dengan Pfizer (Amerika Serikat) agar bisa melengkapi kontrak pasti menjadi 329 juta. 6. Moderna Moderna mengumumkan telah mengajukan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

berapa persen vaksin di indonesia

Dikutip dari laman resmi Modernatx.com, berdasarkan 95 kasus, di mana 90 kasus Covid-19 diamati dalam kelompok plasebo versus 5 kasus yang diamati di kelompok mRNA-1273, menghasilkan perkiraan efikasi vaksin sebesar 94,5 persen.

Vaksin yang dikembangkan Moderna atau yang dikenal dengan sebuah mRNA-1273 menggunakan mRNA sintetis untuk meniru permukaan virus corona baru dan mengajari sistem kekebalan untuk mengenali dan menetralkannya.

Sementara itu, Moderna berencana menyediakan 100 hingga 125 juta dosis vaksin Covid-19 pada kuartal pertama 2021. Sebagian besar dari produksi ini akan dikirim ke Amerika Serikat (AS). Moderna mengungkapkan antara 85 dan 100 juta dosis akan didistribusikan di Amerika Serikat, dengan seluruh dunia menerima sisa 15 hingga 25 juta. #satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun Terpopuler • Cara Membeli Tiket Bioskop Online: TIX ID hingga M-Tix XXI • Bunda, Begini Cara Mengelola THR Anak agar Tak Habis Sia-sia • Hepatitis Akut pada Anak Disebabkan oleh Anjing?

• Ini Film dan Serial yang Harus Ditonton sebelum Doctor Strange In The Multiverse of Madness • Kronologi Mobil Dokter Tirta Ditabrak Rombongan Pemuda, Soroti Hal IniKOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021).

berapa persen vaksin di indonesia

Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia.

KOMPAS.com - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah dimulai pada 13 Januari 2021. Vaksinasi pertama ditandai dengan dilakukannya penyuntikan vaksin Sinovac kepada Presiden Joko Widodo. Pada tahap awal ini, vaksin Covid-19 diberikan kepada Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang meliputi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Melansir laman Kemenkes, target vaksinasi adalah sebanyak 181.554.465 orang penduduk yang berumur di atas 18 tahun sehingga mampu mencapai kekebalan kelompok ( herd imunity) Sasaran vaksinasi kepada SDMK adalah sebanyak 1.487.408 orang. Dari jumlah itu, yang sudah melakukan registrasi ulang untuk mendapatkan vaksin sebanyak 1.453.379 orang. Lalu, berapa orang yang sudah mendapatkan suntikan pertama vaksin Sinovac setelah program vaksinasi berjalan selama 2 pekan? Menurut data Kemenkes, jumlah yang sudah divaksin sampai saat ini adalah sebanyak 161.959 orang.

Pada tahap awal, pemerintah sudah mengundang 598.483 tenaga kesehatan dari target sebanyak 1,4 juta. Baca juga: Nakes Kesulitan Registrasi Vaksinasi Covid-19, Kemenkes: Pendaftaran Dilakukan Manual Adapun sisanya, sebanyak 888.282 orang tenaga kesehatan sudah mulai diberikan undangan vaksinasi pada 21 Januari 2021. Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19.

Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait Australia Izinkan Penggunaan Vaksin Pfizer, Vaksinasi Dimulai Februari Nakes Kesulitan Registrasi Vaksinasi Covid-19, Kemenkes: Pendaftaran Dilakukan Manual [HOAKS] Kemenkumham Hapus Sanksi Pidana bagi yang Tolak Vaksinasi [HOAKS] Vaksinasi Jokowi Gagal dan Harus Diulang Mengapa Setelah Vaksinasi Masih Perlu Disiplin Protokol Kesehatan?

Berita Terkait Australia Izinkan Penggunaan Vaksin Pfizer, Vaksinasi Dimulai Februari Nakes Kesulitan Registrasi Vaksinasi Covid-19, Kemenkes: Pendaftaran Dilakukan Manual [HOAKS] Kemenkumham Hapus Sanksi Pidana bagi yang Tolak Vaksinasi [HOAKS] Vaksinasi Jokowi Gagal dan Harus Berapa persen vaksin di indonesia Mengapa Setelah Vaksinasi Masih Perlu Disiplin Protokol Kesehatan?
Liputan6.com, Jakarta - Vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Indonesia sudah mencapai 125.184.867 orang atau sekitar 60,11 persen dari target 208.265.720 orang.

Jumlah ini meningkat 477.571 dari data Sabtu (6/11/2021) pukul 18.00 WIB yang tercatat masih 124.707.296 orang. Sementara penerima vaksin Covid-19 dosis kedua mencapai 79.048.546 orang atau 37,96 persen.

Bertambah 368.534 orang dari data kemarin masih 78.680.012 orang. Adapun penerima vaksin dosis ketiga atau booster mencapai 1.166.537 atau sekitar 79,42 persen. Ini menunjukkan, jumlah penerima booster bertambah 1.970 dari data kemarin hanya 1.164.567 orang. Data ini dilaporkan Kementerian Kesehatan melalui kemkes.go.id, Minggu (7/11/2021) pukul 18.00 WIB.

Kementerian Kesehatan mencatat, vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah menyasar tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, masyarakat umum, dan remaja. Sejalan dengan vaksinasi Berapa persen vaksin di indonesia program pemerintah, pihak swasta melaksanakan vaksinasi gotong royong. Vaksinasi ini menyasar para pekerja dan keluarganya. Berikut ini rincian data vaksinasi Covid-19 program pemerintah dan gotong royong per 7 November 2021: Tenaga kesehatan Dosis 1: 2.019.409 (137,49 persen) Dosis 2: 1.905.985 (129,77 persen) Dosis 3: 1.166.537 (79,42 persen) Petugas publik Dosis 1: 28.136.502 (162,38 persen) Dosis 2: 23.228.907 (134,06 persen) Lansia Dosis 1: 9.077.263 (42,12 persen) Dosis 2: 5.622.275 (26,09 persen) Masyarakat umum Dosis 1: 71.614.059 (50,71 persen) Dosis 2: 39.177.660 (27,74 persen) Remaja Dosis 1: 13.125.875 (49,15 persen) Dosis 2: 8.049.128 (30,14 persen) Gotong Royong Dosis 1: 1.202.667 (8,02 persen) Dosis 2: 1.062.876 (6,09 persen) Reporter: Supriatin Sumber: Merdeka
Merdeka.com - Saat ini sekitar 32,4 persen penduduk dunia sudah mendapat setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 dan 24,4 persen lagi sudah divaksin penuh atau mendapat dua dosis.

Sebanyak 4,93 miliar dosis sudah disuntikkan di seluruh dunia dan setiap hari ada 34,25 juta dosis yang disuntikkan. Sementara itu baru 1,4 persen warga di negara miskin yang menerima dosis pertama.

Data grafis di situs Our World Data per 21 Agustus menunjukkan Indonesia berada di urutan keempat negara dengan penduduk terbanyak yang sudah divaksin yaitu 56.99 juta orang (31,21 juta sudah dua dosis dan 25.78 juta baru satu dosis). Di Urutan pertama ada India dengan 448,29 juta (128,07 juta dua dosis, 320,22 juta satu dosis).

Urutan kedua ditempati Amerika Serikat dengan 200,95 juta (170,41 juta berapa persen vaksin di indonesia dosis dan 30,54 juta satu dosis). Urutan keempat ada Brasil dengan 124,76 juta (53,24 juta dua dosis, 71,52 satu dosis).

©our world data Namun jika dihitung berdasarkan persentase jumlah penduduk maka Indonesia masih tertinggal dibanding negara lain, yaitu berada di urutan ke-19 dengan 21 persen warga yang sudah divaksinasi (11 persen dua dosis, 9,4 persen satu dosis). Di urutan pertama ditempati Uni Emirat Arab dengan 84 persen dari jumlah penduduk (74 persen dua dosis, 10 persen satu dosis). ©our world data Untuk mengakhiri pandemi, sebagian besar penduduk dunia harus sudah kebal terhadap virus corona.

Cara paling aman untuk mencapainya adalah dengan vaksin. Vaksin adalah teknologi yang diandalkan manusia di masa lalu berapa persen vaksin di indonesia mengurangi kematian akibat penyakit menular. Dalam waktu kurang dari 12 bulan sejak munculnya pandemi Covid-19, sejumlah tim peneliti berhasil membuat vaksin untuk melindungi manusia dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

berapa persen vaksin di indonesia

Kini tantangan yang dihadapi dunia adalah bagaimana caranya supaya vaksin bisa tersedia bagi seluruh penduduk di muka bumi. Ini akan menjadi kunci untuk melindungi manusia--tidak hanya di negara kaya saja, tapi juga di negara miskin. BACA JUGA: Update Vaksinasi Booster Covid-19 Hari Ini 2 Mei 2022 Upaya Posko Kesehatan di Pelabuhan Merak Tarik Minat Pemudik untuk Vaksinasi Sementara itu dalam dua pekan terakhir Asia Tenggara mencetak angka kematian tertinggi di dunia akibat COVID-19 varian Delta dan distribusi vaksin global yang tidak menyeluruh, kata Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC).

berapa persen vaksin di indonesia

Menurut data dari John Hopkins University, Berapa persen vaksin di indonesia Tenggara dalam dua minggu terakhir mencatat sekitar 38.522 kematian akibat COVID-19. Sebanyak 7 dari 10 negara yang mengalami tingkat kematian tertinggi akibat COVID-19 berada di Asia dan Pasifik. [pan] Baca juga: Asia Tenggara Catat Rekor Kematian Tertinggi Covid-19 di Dunia AS Sita 3.000 Kartu Vaksinasi Covid-19 Buatan China di Alaska Inggris Catat Jumlah Pasien Covid-19 Rawat Inap Tertinggi Selama 5 Bulan Terakhir WHO Jelaskan Mengapa Saat Ini Belum Diperlukan Vaksin Ketiga Covid-19 Varian Delta Akhirnya Masuk Selandia Baru, Lockdown Nasional Berlaku Tiga Hari 1 Kisah Kehidupan Seks Tentara Belanda di Indonesia 2 6 Potret Terbaru Aisyahrani Hamil Anak Ketiga, Penampilannya Mencuri Perhatian 3 Barisan Prajurit Kopaska TNI Menangis di Hutan, Alasannya Bikin Haru 4 Misteri Penembak Arief Rahman Hakim: Pengawal Presiden atau Polisi Militer Jakarta?

5 6 Gaya Lucu Rayyanza Anak Raffi Ahmad & Nagita Liburan di Bali, Bikin Gemas Selengkapnya
JawaPos.com – Vaksin Covid-19 dari Sinovac asal Tiongkok sudah diumumkan tingkat kemanjurannya di Indonesia berdasarkan hasil uji klinis fase III dan laporan interim tim riset di Bandung, Jawa Barat. Hasilnya tingkat efikasi atau kemanjurannya mencapai 65,3 persen.

Angka itu jauh dari efikasi di Brasil 78 persen dan Turki 91,25 persen. Pertanyaannya, dengan angka efikasi sebesar itu, mampukah menurunkan kasus Covid-19 di tanah air? “Hasil 65,3 persen diharapkan mampu menurunkan. Tentunya akan sangat berarti tekan pandemi.

Di samping upaya lain 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun,” tegas Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual, Senin (11/1). Menurut Penny, terkait efikasi dan kemanjuran pasca vaksinasi tentunya akan terus dipantau efektivitas vaksin di masyarakat. Sama seperti uji klinis vaksin, menurutnya nanti dihitung berapa persen masyarakat yang masih tertular Covid-19 setelah divaksin.

Baca juga: Vaksin Sinovac di Indonesia Manjur 65,3 Persen, Izin Penggunaan Terbit “Tentu setelah divaksin, nanti akan masuk dalam perhitungan terus ya. Nanti akan jadi perhitungan terus dari efikasinya dan akan menunjukkan efektivitas vaksin tersebut di populasi. Itu akan jadi pemantauan, dan perhitungan jangka panjang,” jelas Penny.

Keraguan angka efikasi itu dijawab santai oleh ahli imunisasi yang juga Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof Sri Rezeki. Saat ditanya soal angka efikasi atau kemanjuran tersebut, menurut Prof Sri Rezeki, tak ada vaksin di dunia dengan efikasi 100 persen.

Baca juga: Jika Vaksin Sinovac Picu Efek Samping, Ini yang Harus Dilakukan “Saya kira di dunia ini enggak ada yang 100 persen.

Contoh vaksin BCG, DPT, tapi si anak misalnya tetap saja kena TBC? Kenapa? Ya, karena misalnya tiap malam dikelonin bapaknya yang terpapar,” tegasnya. “Tapi, si anak jika tertular tidak jadi TBC berat. Begitu juga kalau sudah diimunisasi lalu terkena Covid-19, bisa saja tertular tapi tak berat. Karena dia tak imun ya, dan kita enggak tahu apakah virusnya ganas,” jawab Prof Sri. Baca juga: 5 Alasan BPOM Akhirnya Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac Selain itu, Prof Sri mengingatkan agar masyarakat tetap memakai masker usai divaksin.

Pasalnya, seseorang baru bisa mengembangkan antibodi 14 hari hingga 1 bulan setelah divaksin, atau baru kebal dalam jangka waktu tersebut setelah divaksin. Apalagi belum semua populasi divaksin atau herd immunity (kekebalan kawanan) belum terpenuhi.

“Setelah kita disuntik 2 kali, enggak langsung tinggi antibodinya. Paling tinggi 14 hari sampai 1 bulan baru maksimal antibodi. Maka masker tak boleh lepas. Apalagi belum seluruhnya divaksin. Malah ada yang menolak segala. Maka belum aman. Makanya ayo bersama-sama kita divaksin, kebalkan imun kita,” ungkapnya.

Saksikan video menarik berapa persen vaksin di indonesia ini:

Berapa Persen Orang yang Harus Divaksin Agar Pandemi Berakhir?




2022 www.videocon.com